Kamis, 03 April 2014

.MH370 ADALAH MISTERY .YANG SANGAT FENOMENAL ...??? KARENA PESAWAT TERSEBUT ADALAH JENIS PESAWAT TERCANGGIH.. DAN TERBARU... DIKELASNYA.. ??? >> PERALATAN YANG ADA .??? . BILAMANA MEMANG ADA INDIKASI BAHAYA ATAU KONDISI DARURAT.. ATAUPUN ADA BAHAYA MENDADAK.. MESTINYA BISA MEMBERIKAN SINYAL2... SOS.. ATAU MAYDAY.. ATAU APAPAPUN ...??>> .. DUGAAN ADANYA KRIMNAL TINGKAT TINGGI YANG TERORGANISASI SECARA KUAT..DAN JARINGAN KEJAHATAN TINGKAT TINGGI SANGAT KUAT... ATAU SEMACAM KONSPIRASI... MEMANG TIDAK PULA BISA DIABAIKAN...??>> MASALAHNYA.. KENAPA MALAYSIA AIRLINE...???>> MENGAPA HARUS JALUR KUALALUMPUR -BEIJING...??>> ADA APA DALAM PESAWAT TERSEBUT... ATAU APAKAH ADA DESIGN PERALATAN TERTENTU YANG MUNGKIN SANGAT TERKAIT DENGAN DATA INTELIGEN... ATAU APAKAH ADA PERSONEL PENUMPANG SIAPA YANG MENJADI ORANG ATAU KELOMPOK ORANG SANGAT PENTING DI DALAM PESAWAT.. SEHINGGA HARUS MENGORBANKAN RATUSAN MASYARAKAT SIPIL LAINNYA...???>> SEBAGAI CONTOH..... KONON YANG MEMBUNUH PIMPINAN HAMAS PALESTINA DI DUBAI... ADALAH INTELIGEN ISRAEL-MOSSAD- DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI PASPOR DAN KEWARGANEGARAAN PALSU DARI BERBAGAI NEGARA... YANG JUMLAHNYA LEBIH DARI 30-70 ORANG MOSSAD.... DAN YANG LANGSUNG MENGEKSEKUSI SAJA DIPERKIRAKAN SEKITAR 27 ORANG ANGGOTA MOSSAD... ???.... JADI BUKAN HAL YANG ANEH BAGI INTELIJEN ATAU ..KONSPIRASI ITU ADANYA PENYUSUPAN2... KEPADA RUANG LINGKUP TARGET... YANG MEMANG SUDAH DIRENCANAKAN DAN DI TELITINYA.. BERDASARKAN DATA2 YANG AKURAT .....??>> APAKAH FENOMENA INI BISA DIJADIKAN BAHAN BANDINGAN.. DALAM SUATU OPERASI INTELIJEN TINGKAT TINGGI DENGAN RISIKO SANGAT BESAR...??>> KONON.. ISSUE TERORIS.. MENGEMUKA JUGA...?? PADAHAL DIDUNIA INTELIJEN.. MASALAH TERORIS.. ADALAH BAGIAN DARI GIMIC MEREKA...??? .. MALAHAN KONON PARA "JIHADIS" YANG DIKOORDINIR OLEH ARAB SAUDI-TURKI-ISRAEL-AS-NATO-GCC...YANG DISUSUPKAN ATAU DIMASUKAN SECARA TERANG2AN KE SURIAH.. ADALAH TERORIS.. YANG DILATIH DAN DIPERSENJATAI SERTA DIGAJI DAN DIBELANJAI OLEH MEREKA2 PARA AHLI2 DAN TUAN2 BESAR DI KERAJAAN ARAB SAUDI-ISRAEL-AS-NATO-TURKI DLL...???>> KITA LIHAT SIAPA KORBAN TERBANYAK..?? TENTUNYA RAKYAT SIPIL DI SURIAH DAN INFRA STRUKTUR NEGARA DAN PEREKONOMIAN RAKYAT SURIAH....??? .. NAH " TERORIS" JADINYA MALAHAN MENJADI SAMAR DAN GAK JELAS.. MANA YANG BENER...??? TETAPI SEMUA MEMAINKANNYA.. BAHKAN KONON DENGAN MENGGUNAKAN DALIL DAN NASH2 AGAMA..??? >> SUNGGUH MEMBINGUNGKAN.. MASYARAKAT AWAM...??>> NAMUN TINDAKAN PARA JIHADIS DI SURIAH KITA LIHAT FAKTA DAN DAMPAKNYA SANGAT KRIMINAL...??>> LALU SIAPA DI BELAKANG KRIMINAL YANG LUAR BIASA ITU...???>> PARA RAJA-ULAMA2 YANG MEMBERI FATWA JIHAD KE SURIAH...DAN TENTU PARA PEMBERI DANA - PELATIHAN- SENJATA2-DAN SEMUA PENDUKUNGNYA...???>> SALAH SATU PEMIMPIN SEBAGAI JENDRAL BESARNYA.. KONON ADALAH KEPALA INTELIJEN SAUDI ARABIA... PANGERAN BANDAR BIN SULTAN...??>> NAH.. APAKAH INI JUGA ADA PERMAINAN SEMACAM ITU.. WALAUPUN BELUM TENTU PERSIS SAMA...???>> NAMUN GEJALA PERMAINAN.. INTELIJEN..TINGKAT TINGGI..DAN PERMAINAN MEDIA MAINSTREAM..SERTA JARINGAN SUPERPOWER..DAN TEKNOLOGI TINGGI.. SEMUA BISA DIMAINKAN DENGAN SANGAT MUNGKIN DAN BISA TERJADI...???>> SEPERTI ISSUE HOLOCAUST - YANG PENUH DUSTA...... DAN.... BERUJUNG DENGAN PENJAJAHAN DAN PENDUDUKAN PALESTINA OLEH ISRAEL... HINGGA SEKARANG.... YANG SELALU DIDUKUNG AS-INGGRIS-DAN SEKUTUNYA..... SEPERTINYA ADA RAJA2 ARAB NYA JUGA SECARA TERSELUBUNG....?? .... SIAPA YANG MAIN DAN SIAPA DIBELAKANG INI SEMUA....??? DALAM SEJARAH SUDAH TERJAWAB.. TERNYATA INGGRIS- AS- DKK -BARON VAN ROTHSCHILD (PIMPINAN TERTINGGI ZIONIST) - DEKLARASI BALFOUR-RATU INGGRIS--RAJA SAUDI ARABIA..DLL. ??>>>... DAN APA YANG TERJADI ISSUE "911 WTC" DAN KEHANCURAN AFGHANISTAN-IRAQ-KASUS TEROR DIBERBAGAI NEGARA.. SEPERTI DI AFRIKA TENGAH-INDONESIA-DAN KEMUDIAN ADANYA "ARAB SPRINGS"-YANG MENGOYAK MESIR-LIBYA-TUNISIA-LEBANON-SURIAH-DLL...??? >>>..... SEMUA BISA MENJADI SAMAR.. BAGAIMANA TANGAN2 JAHAT YANG PENUH DENGAN .... KEGANASAN-KEDENGKIAN-KESERAKAHAN... BERTUMPU DENGAN JERITAN KEMANUSIAAN YANG MELENGKING DAN MENGERANG PENUH DERITA.. DAN DUKA ... ANIAYA KEBENGISAN YANG TIADA TERPERIKAN...???>> NAMUN RAJA2 DAN PRESIDEN2 DAN JUGA JENDRAL2 DISANA MASIH BERPESTA...DAN BAHKAN MUNGKIN JUGA SEDANG BERDANSA DANSI.. MENIKMATI KESENANGAN MEREKA... TANPA MERASAKAN BERSALAH ATAU BERDOSA..... PE TERHADAP PRILAKUNYA KEPADA RAKYAT AWAM SEMESTA... YANG DIJADIKAN SASARAN DAN TARGET.. PERBUATAN MEREKA... SEMUA ITU....???>>> KINI ISSUE "MH370"..LENYAP TANPA ADA TANDA2 KEMANA DAN DIMANA..... PESAWAT TERSEBUT BERADA.....???>>> WASPADALAH... WASPAPADALAH....!!!! >>>> MENGAPA TIDAK ADA YANG LANGSUNG KE DIEGO GARCIA.... MINTA BANTUAN AS....???? WAKTU YANG TERLALU LAMA DIBIARKAN.... SEMUA BUKTI2 BISA DI KAMUFLASE....ATAU SECARA PARTIAL DITUKAR ATAU DIMANIPULASI...ATAU DI KANIBALIS...???>>> DAN PEMERINTAHAN MALAYSIA SANGAT LALAI UNTUK BISA BERTINDAK CEPAT...... >>>> KALAU ADA KEMUNGKINAN RISIKO... TERBURUK ...??? MAKA YANG HARUS DIKEJAR DAN DI PRIORITASKAN... ADALAH RISIKO TERBURUK... .??? ... HAYYOO KEJAR .... KE DIEGO GARCIA.... SEKARANG....???>>>>>. Investigasi kriminal difokuskan pada empat area dugaan seperti yang selama ini disampaikan yaitu pembajakan, sabotase, masalah personal atau psikologis mereka yang ada dalam pesawat raib. Namun, Jenderal Khalid memperingatkan, investigasi mungkin memakan waktu lama dan tidak pernah akan dapat menentukan penyebab tragedi itu. "Investigasi akan terus dan terus dilakukan. Kita harus memperjelas segala sesuatu, sekecil apapun," kata Khalid. "(Meski) di akhir investigas kita mungkin tak akan menemukan penyebab insiden ini." Selanjutnya Selanjutnya Khalid mengatakan, pihak berwenang telah mencatat lebih dari 170 laporan dan akan mewawancarai lebih banyak lagi orang untuk penyelidikan MH 370. Dia memastikan tak satu pun dari 227 penumpang yang terlibat dalam pembajakan, sabotase, atau memiliki masalah psikologis yang mungkin menjadi penyebab hilangnya pesawat....>>> ..Why would Israel have a plane identical to the missing Malaysia Airlines plane in storage in Tel Aviv? The plane in this photo is Boeing 777 2H6(ER) – 28416/155, an identical twin of the missing plane, which has been in Israel since November 2013. What are the Israelis doing with this plane in a hanger in Tel Aviv? Could it be part of a false-flag terror plot in the making? Where is this plane today?..>> .. Update – According to reports from plane-spotters, Israel has an identical Malaysia Airlines Boeing 777-200 in storage in Tel Aviv since November 2013. The only visible difference between the missing plane and the one in Tel Aviv would be its serial number. What do the Israelis have planned with the twin Malaysia Airlines plane? By using the twin aircraft they have in storage, the terror masterminds may have a sinister plan for the missing plane to seemingly reappear in a false-flag atrocity. Public awareness of the twin plane in Tel Aviv, therefore, could prevent the evil plot from going ahead. For more on the identical Malaysia plane in Tel Aviv see the latest entry, dated March 26, 2014,..>>



Penyelidikan MH370 ditingkatkan Menjadi "Criminal Investigation"

3 April 2014 | 3:40 am | Dilihat : 74 
http://ramalanintelijen.net/?p=8245
kepala polisi malaysia
    
 Kepala Polisi Malaysia,Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu pada hari Rabu (2/4/2014) menyatakan Penyelidikan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 yang raib sejak 8 Maret 2014, sekarang penyelidikannya  diklasifikasikan sebagai investigasi kriminal (criminal investigation), mengutip The Wall Street Journal. 
Investigasi kriminal difokuskan pada empat area dugaan seperti yang selama ini disampaikan yaitu  pembajakan, sabotase, masalah personal atau psikologis mereka yang ada dalam pesawat raib. Namun, Jenderal Khalid memperingatkan, investigasi mungkin memakan waktu lama dan tidak pernah akan dapat menentukan penyebab tragedi itu.

"Investigasi akan terus dan terus dilakukan. Kita harus memperjelas segala sesuatu, sekecil apapun," kata Khalid. "(Meski) di akhir investigas kita mungkin tak akan menemukan penyebab insiden ini."

Selanjutnya Selanjutnya Khalid  mengatakan, pihak berwenang telah mencatat lebih dari 170 laporan dan akan mewawancarai lebih banyak lagi  orang untuk penyelidikan  MH 370.  Dia memastikan tak satu pun dari 227 penumpang yang terlibat dalam pembajakan, sabotase, atau memiliki masalah psikologis yang mungkin menjadi penyebab hilangnya pesawat.

Ditambahkannya bahwa hard disc simulator yang berada di rumah Capt Pilot Zaharie masih diperiksa, dan masih menunggu hasil penelitian. Fokus penyelidikan masih diarahkan kepada kedua pilot tersebut. penentuan investigasi kriminal didasarkan dengan tindakan mematikan beberapa peralatan navigasi dan komunikasi didalam pesawat oleh seseorang yang ahli.

Hingga hari ke-27 sejak hilangnya MH370, demikian banyak negara yang ikut berpartisipasi ikut melakukan pencarian ke wilayah yang diduga sebagai area jatuhnya pesawat, yaitu sebelah Barat Perth di area seluas 120.000 km persegi. Pencarian melibatkan 10 pesawat terbang dan 9 kapal laut, dan kini ditambah dengan kapal selam Inggris HMS Tireless dan kapal survey HMS Echo. Pada hari Jumat mendatang, kapal Perang AL Australia baru akan tiba di lokasi dengan membawa "pinger locator," untuk mencari dan memonitor transmisi dari kelengkapan black box.

Kini dengan ditetapkannya investigasi masuk dalam ranah kriminal, dimana 227 penumpang dinyatakan bersih, maka kedua pilot menjadi fokus sepenuhnya target penyelidikan oleh  pihak kepolisian dan intelijen. Memang ada pendapat bahwa motif bunuh diri serta tindakan ekstrimis lebih melatar belakangi pelaku yang menerbangkan pesawat tersebut.

Sejak awal penulis menyatakan bahwa kemungkina besar pelaku pembajak itu adalah Kapten Pilot itu sendiri. Langkah serta manuver yang dilakukannya tidak sederhana dan benar-benar presisi, hanya mampu dikerjakan dengan sebuah perhitungan yang sangat terencana, terstruktur dan matang. Manuver pesawat yang beberapa saat diturunkan ke ketinggian 5.000 ft serta memanfaatkan keahliannya untuk melakukan desepsi adalah sebuah manuver tempur. Simulator di rumah Capt Hazarie memiliki program simulasi tempur serta emergency. Itulah residu yang perlu didalami oleh para investigator.

Paling tidak, walaupun lambat, tetapi ada langkah kemajuan dari para penyelidik baik kecelakaan penerbangan maupun counter terrorism dalam mengolah penambahan fakta-fakta yang berlaku.

Mencari penyebab dalam kasus ekstrim penulis perkirakan akan lebih cepat mendapatkan hasil dengan meneliti kebelakang, dan menjawab pertanyaan informasi intelijen "why." Mencari pesawat di samudera luas yang belum dipetakan, dengan tidak adanya kepastian area jatuhnya pesawat penulis perkirakan akan memakan waktu lebih lama. Residu konspirasi hijacking dan terrorism setelah pernyataan "criminal investigation"  penulis perkirakan ada diantara jaringan clandestine di Malaysia. Itulah fokusnya. Copy rencana yang terstruktur akan lebih menjelaskan dimana pesawat bongsor itu pastinya menghilang. Kira-kira begitulah.

Oleh : Marsda (Pur) Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net
Ilustrasi foto : Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu, Kepala Kepolisian Malaysia.
Artikel terkait :

-If the Mystery (MH370) Solvable, We will Solve it,  http://ramalanintelijen.net/?p=8222

-Kasus MH370, Sebuah Pelajaran Berharga Bagi Indonesia,  http://ramalanintelijen.net/?p=8208

-Simulator Capt Zaharie Bisa Menjadi Alat Merekrut Pembajak   http://ramalanintelijen.net/?p=8199

-Perkembangan Pencarian MH370, Masih Adakah Harapan?,  http://ramalanintelijen.net/?p=8186

-Gangguan Ramalan Intelijen, MH370, Metro TV dan TV One,   http://ramalanintelijen.net/?p=8165

-Fadli Sadama Teroris Pelarian Tanjung Gusta ditangkap di Malaysia,  http://ramalanintelijen.net/?p=7783

-Ayman al-Zawahiri Pengganti Osama Perintahkan Serang AS,  http://ramalanintelijen.net/?p=7431

-Amerika Kembali Diancam Al-Qaeda, termasuk di Jakarta?,  http://ramalanintelijen.net/?p=7184

-Ada Kemungkinan Boeing-777 Malaysia Airlines Korban Terorisme,  http://ramalanintelijen.net/?p=8158

-Awas, Teroris Dilepas Di Malaysia, http://ramalanintelijen.net/?p=1560
Share

Teori Konspirasi di Balik Hilang (Ditemukannya) MH370

20 March 2014 | 11:56 am | Dilihat : 3367 
http://ramalanintelijen.net/?p=8175
 
MH370 themalaysiaaninsider 

Masih belum ditemukannya Boeing 777 MAS, MH370 yang lenyap sejak 8 Maret 2014 hingga kini merupakan sebuah kejadian sangat khusus, dimana sebetulnya dengan teknologi maju, pergerakan sebuah pesawat canggih sekelas Boeing 777 tidak harus lenyap tanpa diketahui rimbanya.


Spekulasi demi spekulasi bermunculan, ada yang dilengkapi data dan ada yang hanya sekedar membuat pernyataan. Sebagai contoh sebuah media di Malaysia menyatakan ada konspirasi antara Amerika Serikat dan Indonesia yang sengaja menyembunyikan MH370. Belum lagi ada yang menyatakan bahwa pesawat didaratkan di kepulauan Diego Garcia yang merupakan pangkalan militer AS dan Inggris.


Sementara penulis tetap berpendapat bahwa ada penyebab ekstrim dalam kaitan menghilangnya MH370. Teori pembajakan nampaknya menjadi prioritas yang seharusnya cepat di dalami. Mencari hilangnya sebuah pesawat dalam penerbangan dibutuhkan kecepatan, karena menyangkut keselamatan jiwa serta untuk mendapatkan segera data yang menjadi penyebabnya. Terlebih apabila terindikasikan adanya aksi pembajakan atau yang berbau teror, maka idealnya badan intelijen segera menyampaikan prakiraan, agar para petugas SAR tidak terjerumus mencari ke daerah atau wilayah yang salah.

Kini MH370 telah 12 hari raib. Kekeliruan pemerintah Malaysia karena lambatnya menyampaikan informasi yang sangat penting kepada negara-negara yang pada awalnya membantu pencarian. Pada hari Minggu (9/3/2014), penulis melakukan pulbaket (pengumpulan bahan ketrerangan) dari beberapa sumber terbuka. Pada hari itu juga mendapat informasi penting dan berharga, Panglima Tentera Udara Diraja Malaysia, Tan Sri Rodzali mengeluarkan pernyataan, bahwa MH370 setelah dinyatakan hilang melakukan belokan kearah Barat Malaysia.


Reuters menyampaikan kronologis hilangnya MH370. Pada pukul 00.41 pesawat take off dari KL, pada pukul 01.07 pesawat mengirim transmisi ACARS (.Aircraft Communications Addressing and Reporting System) tentang data engine dasn fuel  ke MAS (diketahui kemudian berubah ke off mode), saat itu terjadi perubahan heading pesawat. Pukul 01.19, co pilot (Fariq Abdul Hamid) menyampaikan kalimat terakhir "All right, good nite." kepada ATC. Pukul 01.21 transponder pesawat dimatikan pada saat MH370 akan memasuki wilayah udara Vietnam. Transponder adalah alat pemancar di pesawat dapat dioperasikan dari cockpit, dimana fungsinya mengirim signal kepada ATC lewat data sekunder. Apabila posisi on, ATC bisa mengetahui flight number pesawat bersangkutan. Dalam posisi off, jejak pesawat di layar radar hanya berupa noktah.


Tidak ada kontak dengan ATC Vietnam. Pesawat diketahui berbelok kearah Barat menuju ke Selat Malaka. pukul 02.15 radar militer Malaysia mampu melacak jejak pesawat (diperkirakan MH370) di sebelah Selatan Phuket, Selat Malaka. Nampaknya radar militer kemudian kehilangan jejak, setelah pesawat terus bergerak menjauh dari daratan Malaysia. Pada umumnya baik radar early warning ataupun GCI (Ground Control Interceptor) militer radiusnya hanya berkisar sekitar 500 km. Misteri apa yang terjadi di cockpit, merupakan sesuatu hal khusus dan ekstrim. Apabila pesawat dalam keadaan bahaya, atau mengalami kerusakan sistem, maka pilot akan mengirimkan distress call (message). Ini tidak dilakukannya, dan  hingga kini merupakan rahasia tersendiri.


Pada tahun 1977, pesawat Boeing 737-200 Malaysia Airlines  MH 653 on route Subang-KL sekitar pukul 20.35 LT, telah dibajak dan jatuh di Tanjung Kupang, Johor. Dalam peristiwa itu, menewaskan 97 penumpang dan 7 crew di dalamnya, termasuk dua pejabat penting Malaysia serta  Dubes Cuba untuk Jepang. Data penumpang adalah 73 warga negara Malaysia, 3 (Australia), 5 (Inggris), 4 (Jerman), 1 (Afghanistan), 3 (India),1 (Thailand), 1 (Jepang) 1 (Singapura), 1 (Kanada), 3 (Indonesia), 1 (Amerika) dan lain-lain.Lokasi jatuhnya pesawat di hutan bakau Tanjung Kupang, Johor. Tidak ada pengakuan dari kelompok pembajak, diperkirakan pelaku adalah anggota teroris dari Brigade Merah Jepang yang berafiliasi komunis.


Media di AS menyebutkan para ahli kontra teror dan pengamat menyatakan bahwa  beberapa dari perencanaan serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat dilakukan di Malaysia, yang diketahui memiliki kebijakan visa yang relatif longgar. Negara ini adalah negara perdagangan utama dan tempat pertemuan alami untuk berbagai kelompok yang terlibat dalam kegiatan ilegal. Diketahui masih adanya jaringan terutup radikal anti AS dan sekutu, yang juga mengadakan hubungan dengan teroris di Indonesia. Fadli Sadama, teroris yang terlibat dalam perampokan CIMB Niaga  dan kemudian berhasil melarikan diri dari Lapas Tanjung Gusta, ternyata dua kali ditangkap di Malaysia saat membeli senjata api.


Fakta yang gamblang adalah adanya dua teroris asal Malaysia (DR Azhari dan Noordin M Top) yang melakukan operasi teror di Indonesia selama 8 tahun, dimana keduanya terlibat dalam beberapa aksi pengeboman di Bali, Hotel JW Marriott, Ritz Carlton dan Kedubes Australia. Juga keduanya berhasil merekrut dan melatih teroris Indonesia. Operasi kedua teroris Malaysia itu sasarannya adalah Simbol Amerika Serikat beserta warga serta sekutunya.


Presiden Barack Obama kini menyatakan bahwa pencarian pesawat Malaysia Airlines adalah prioritas utama dari Amerika Serikat. Demikian pernyataannya pada hari Rabu (19/3/2014). Obama menyatakan kepada stasiun televisi KDFW Dallas, "Kami menempatkan setiap sumber daya yang kami miliki untuk proses pencarian." Demikian dikutip AFP. AS mengerahkan FBI dan NTSB serta FAA.

Analisis

Dari beberapa fakta diatas, penulis sejak satu hari setelah MH370 dinyatakan hilang menyusun analisis terkait penyebab ekstrim dari hilangnya pesawat. Penyebab umum jelas kecil kemungkinannya, seperti human error, masalah cuaca ataupun sistem. Pesawat masih terbang hingga pukul 08.11 yang berarti tetap melakukan pergerakan sekitar 7 jam tanpa melakukan komunikasi, mematikan transponder dan mematikan ACARS.


Meninjau kasus dari kacamata intelijen, dari beberapa fakta-fakta yang ada, malka kemungkinan pembajakan sangat mungkin terjadi. Dalam mencari pesawat yang hilang, menurut penulis keputusan pemerintah Malaysia sangat lambat paling tidak sebaiknya memberikan kesimpulan pertama. Pada awalnya disimpulkan pesawat kemungkinan jatuh di kawasan Laut China Selatan, yang kemudian disisir oleh kapal terbang dan laut dari 12 negara. Ternyata setelah tujuh hari hilang, pencarian dipindahkan ke kawasan Samudera Hindia. Mungkin beberapa info yang dahulu tidak dipercaya kini sudah dimanfaatkan oleh Malaysia.


Nah, dari sisi penyebab ekstrim, penulis sejak hari Minggu (9/3/2014) menyampaikan analisis di blog Ramalan Intelijen dan Kompasiana, memperkirakan (ada kemungkinan) hilangnya MH370 sebagai korban terorisme. Apabila diyakini sementara adanya aksi pembajakan, maka intelijen Malaysia semestinya meneliti latar belakang para penumpang, dikhususnya dua orang pemegang paspor orang lain, dan juga melakukan pemeriksaan latar belakang para air crew. Mereferensi pernyataan PM Najib bahwa ada penguasaan pesawat oleh orang yang memahami pegoperasian Boeing 777, maka tanpa toleransi sedikitpun, data Captai dan Co Pilot sebaiknya diperdalam.

Kediaman Captain Pilot Zahari Ahmad Shah  dan Co Pilot Fariq Ab.Hamid, telah diperiksa oleh kepolisian Malaysia, dan dari hasil pemeriksaan ditemukan simulator Boeing 777 di rumah Captain Zahari. Beberapa pihak di Malaysia mencurigai adanya simulator dan mengkaitkan hubungan Zahari dengan pemimpin Partai Oposisi Anwar Ibrahim. Persoalan kemudian masuk ke ranah politik yang tidak sehat, dan bisa justru mengaburkan dan menjauhkan dari analisis yang realistis. Memang dapat dimaklumi kebingungan pemerintah Malaysia yang dituding bertanggung jawab atas hilangnya MH370 dan belum dapat menemukannya.


Pencarian yang kini di fokuskan ke Samudera Hindia jelas bukan masalah sederhana. Luas daerah pencarian sekitar tujuh juta km persegi. Tidak terbayangkan berapa lama semua daerah akan tersisir. Australia kini memegang tanggung jawab pencarian di area seluas 600 ribu km persegi. Dari informasi terakhir pihak Australia menyatakan mendeteksi dua benda yang diduga terkait dengan MH370. PM Australia Tonny Abott menyatakan dimuka parleman Kamis (20/3/2014), walau kepingan masih merupakan gambar satelit dan masih belum diyakini milik MH370.

Misteri latar belakang penyebab hilangnya MH370 jelas mengundang perhatian demikian banyak negara. Selain berkepentingan masalah kemanusiaan, AS jelas sangat berkepentingan apabila kasus ini dilatar belakangi oleh sebuah aksi teror dari teroris internasional. Walau belum adanya pengakuan, simbol serangan, pembajakan jelas akan dibaca oleh AS, yang mengkhawatirkan terlibatnya al-Qaeda. Beberapa fakta yang penulis sampaikan apabila memang nanti terbukti kepada ulah pembajakan kelompok teroris, yang paling mendekati kesimpulannya adalah musuh bebuyutan AS.


Dari pernyataan Presiden Obama, kita dapat melihat adanya upaya keinginan mencari latar belakang hilangnya MH370. Semakin jelas AS lebih mencurigai teror dibelakang ini semua. Pengerahan FBI dalam kasus ini untuk membantu menelisik kemungkinan pembajakan dan aksi teror seperti yang penulis juga sampaikan. Semua kini menunggu apakah pencarian akan segera berhasil, semoga demikian harapan kita semua.


Dari sisi teori konspirasi, menurut Wiki, yang menyebut juga teori persekongkolan      (conspiracy theory)  menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh.


Pembajakan bisa  juga sebuah konspirasi internasional, yang dalam kasus ini menurut penulis merupakan implementasi tindak terorisme. Pada tataran tertingginya makin misterius sebuah aksi teror, makin menakutkan bagi mereka yang dituju.  Pengakuan aksi tidak diperlukan, mereka pasti bisa membacanya. Intinya ini hanyalah sebuah "pesan" yaitu pesan teroris kepada Amerika Serikat "Kami masih ada dan berbahaya." Kira-kira begitulah.
Oleh : Marsda (Pur) Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net.
  Artikel Terkait :  
-Fadli Sadama Teroris Pelarian Tanjung Gusta ditangkap di Malaysia,  http://ramalanintelijen.net/?p=7783

-Ayman al-Zawahiri Pengganti Osama Perintahkan Serang AS,  http://ramalanintelijen.net/?p=7431

-Amerika Kembali Diancam Al-Qaeda, termasuk di Jakarta?,  http://ramalanintelijen.net/?p=7184

-Awas, Teroris Dilepas Di Malaysia, http://ramalanintelijen.net/?p=1560

-Al-Qaeda Di Indonesia (Dari Dokumen Noordin),  http://ramalanintelijen.net/?p=1557
Share
This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.


satellit imagery 

 Canberra, LiputanIslam.com — 

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan pada Kamis (20/3), bahwa citra satelit telah menangkap dua benda yang diduga serpihan pesawat Malaysia Airlines MH370.

“Sebuah informasi baru dan kredibel telah datang terkait pencarian ini, di sekitar perairan  Samudera Hindia bagian Selatan,” ucap Abbott sesuai laporan Reuters.

Menurut Abbott, otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) telah menerima informasi yang didasarkan pada informasi satelit mengenai benda-benda yang kemungkinan terkait dengan pencarian.

“Lokasi tempat benda-benda ini ditemukan sangat sulit, mungkin juga tidak bisa terjangkau pesawat,” ucapnya.

Abbot mengatakan tim pengintai kini dalam perjalanan menuju tempat serpihan ditemukan. Sebuah pesawat P-3 Orion Australia dijadwalkan tiba dilokasi sekitar pukul 14:00 waktu setempat (03:00 WIB). Tiga pesawat tambahan juga dikirimkan ke lokasi. Abbot sendiri telah memberitahukan hal ini pada Perdana Menteri Najib Razak.

Kamis ini dilaporkan bahwa FBI telah menganalisis data simulator penerbangan dari file di rumah pilot MH370, setelah pemerintah Malaysia meminta bantuan untuk mengembalikan  file yang berisi catatan simulasi dengan menggunakan alat tersebut dimana  menurut Departemen Pertahanan Malaysia telah dihapus sang pilot pada 3 Februari lalu.

Pejabat pemerintah mengkonfirmasi data-data tersebut telah diberikan kepada FBI dan mengutarakan  kepada AP bahwa  investigasi rahasia  kini tengah dilakukan.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, membawa 239 orang dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret sekitar dua minggu yang lalu. Pihak penyelidik Amerika Serikat  mengatakan bahwa  pesawat kemudian diperkirakan mengubah arah melalui komputerisasi Sistem Manajemen Penerbangan kokpit , bukan oleh kontrol manual. Pesawat Boeing 777 itu menghilang secara misterius sekitar satu jam setelah lepas landas .(lb/rt)


Skenario Terburuk MH370

2 April 2014 | 12:15 pm | Dilihat : 310 
http://ramalanintelijen.net/?p=8238
911 attack

Malaysia Airlines MH370 korban teroris? Memang kesimpulan belum mengerucut pada solusi yang tepat dan benar-benar dapat dipertanggung jawabkan, karena belum ada data faktual yang menurut aturan harus ditemukan dahulu black box. Lantas bagaimana kalau black box tidak ditemukan? Banyak yang meragukan dengan teori penulis tentang konspirasi terkait jaringan terorisme internasional.  Bahkan yang ramai menjadi berita mengasyikkan adalah teori konspirasi Diego Garcia yang katanya melibatkan Amerika Serikat.


Semua boleh saja membuat teori, hanya waktu nanti yang akan menentukan, karena pesawat Air France (AF447) yang jatuh di Samudera Atlantik tahun 2009 juga baru ditemukan setelah dua tahun kemudian. Apakah juga ini semacam serangan seperti peristiwa 911? Waktulah yang akan menjawab, unit CIA dari AS dan MI6 dari Inggris serta juga Unit Intelijen Tiongkok kini sudah diterjunkan di Malaysia.


Penulis mempunyai pengalaman terkait serangan teroris di Jakarta, Indonesia dan karena Allah belum menghendaki, maka penulis diselamatkan melalui isteri tercinta dari serangan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott pada Tahun 2003. Penulis membuat artikel dengan judul "Allah Menyelamatkan Penulis Dari Bom Marriott", (http://ramalanintelijen.net/?p=1516).


Pagi ini Rabu (2/4/2014), artikel penulis terkait MH370 ditayangkan di media arus utama (Koran Sindo) pada halaman Opini Nasional. Dengan segala keterbatasan yang ada, serta minimnya fakta, penulis mencoba memberikan sumbang pikiran dari sisi intelijen, yang mungkin bermanfaat dalam menemukan MH370. Inilah PDF yang penulis salin dari Sindo.

Skenario Terburuk MH370

Oleh       : Marsda (Pur) Prayitno Ramelan, Pengamat Intelijen

Sumber : Koran Sindo (2 Maret 2014)


Sudah 25 hari sejak Sabtu, 8 Maret 2014, pesawat Boeing 777 milik perusahaan Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan MH370 menghilang dalam penerbangannya dari Kuala Lumpur ke Beijing, Tiongkok.


Hingga kini belum satu pun data solid yang diutarakan sehingga bencana yang terjadi merupakan sebuah kegagalan dari teknologi tinggi yang kadang tidak diperkirakan sebelumnya. Demikian banyak para ahli dari pelbagai disiplin ilmu seperti ahli penerbangan, pabrik, aparat keamanan, hingga dukun yang dikerahkan hanya untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat hebat tersebut. Maka muncullah bermacam ragam spekulasi.


Dari beberapa informasi kunci yang agak dan dapat dipercaya serta masukan dari beberapa teman purnawirawan TNI AU satu lichting di Akabri Udara 1970 (Purboyo), dengan bekal pengetahuan keudaraan yang terdiri atas operasi penerbangan, intelijen, navigasi udara serta tempur udara, disusun analisis berupa skenario terburuk. Pemerintah Malaysia belum memastikan MH370 hilang disebabkan aksi pembajakan, tetapi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak saat konferensi pers di Malaysia, Sabtu (15/3/2014), menyatakan pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai MAS sengaja dibelokkan dan dimatikan radar transpondernya.

Teknik Penerbangan dan Manuver Ekstrem


Dari pantauan Air Defence Radar TUDM, MH370 setelah di posisi wpt IGARI (01:21) berbelok ke kiri terus terbang ke arah Barat sampai wpt VAMPI, berbelok ke Timur Laut ke wpt GIVAL (selatan Phuket) berbelok ke Barat Daya ke wpt IGREX terus masuk airways P628 yang merupakan jalur Timur Tengah dan Eropa. Radar militer kemudian kehilangan jejak. Menurut pendapat rekan penulis (Marsda Pur Sribujono, mantan Navigator C-130), berarti ada orang yang menguasai pesawat dan expertisedalam penerbangan.


Dia sangat paham sistem avionik dan navigasi serta mengubah isian wpt dan tidak menimbulkan kecurigaan radar militer Malaysia. Rute yang dilewati rata-rata mengikuti garis batas-garis batas flight information region (FIR), membuat ragu ATC, karena posisi tersebut membuat ragu siapa yang berhak mengontrol. Saat pertama mematikan transponder di wpt IGARY merupakan peralihan FIR Kuala Lumpur dan FIR Ho Chi Minh, kemudian wpt Vampi di FIR Malaysia dan Indonesia, saat pesawat di wpt GIVAL dekat dengan Phuket Thailand dan IGREX di wilayah Andaman Nicobar.


Manuver ini untuk mengesankan apabila terpantau radar militer Indonesia (Kohanudnas), pesawat bukan merupakan ancaman menjauh ke Timur Laut. Pilot paham akan ketegasan Indonesia menangani black flight (Lasa X). Sesampai di IGREX pilot pesawat bisa bebas menerbangkan pesawat karena tidak menghadapi kemungkinan terlacak radar militer negara mana pun. Yang pasti MH370 menghindari India karena National Guard-nya sangat ketat. Menurut BBC, Satelit Inmarsat yang menangkap ”ping” yang dipetakan merupakan dua jalur alternatif ke arah Selatan.


Pada perkiraan awal cruising speed 400 knots sehingga diperkirakan pesawat crash pada area sekitar 2.500 km di sebelah Barat Perth. Ternyata ditemukan bahwa kecepatan konstan adalah 450 knot sehingga jatuhnya pesawat menjadi lebih dekat ke Perth (1.850 km). Dengan informasi ini, Pemerintah Malaysia mengumumkan pesawat diketahui jatuh di daerah terpencil di barat Perth, tidak ada yang selamat. Beberapa satelit menemukan benda-benda diarea pencarian, tapi ternyata yang ditemukan adalah rumput laut dan sampah. Australian Maritime Safety Authority( AMSA) dalam keterangan persnya, Jumat(28/3/ 2014), menyatakan pencarian digeser lebih dekat ke Perth karena pesawat terbang lebih cepat.

Penilaian dari Sisi Intelijen


Penulis sejak mengetahui terjadinya pengalihan penerbangan, dimatikannya transponder dan ACARS, mencurigai dan mengaitkan hilangnya pesawat dengan adanya tindakan ekstrem. Karena pesawat terus diterbangkan dengan manuver presisi, kesimpulan sementara yang terkuat adalah terjadinya pembajakan udara. Setelah transponder dimatikan dan kemudian arahnya diubah, MH370 menjadi sebuah objek yang disebut sebagai black flight. Saat itulah berlangsung pembajakan. Dari fakta pesawat diterbangkan ke ketinggian 45.000 ft dan jatuh secara dramatis ke ketinggian 23.000 ft, pesawat penulis perkirakan mengalami high speed stall, jatuh setinggi 22.000 ft (sekitar 7 km).


Pada saat itu berlaku hukum G negative, yaitu bagi mereka yang on board, darah akan secara cepat mengalir ke kepala, dan menimbulkan pendarahan baik di hidung, mulut telinga maupun mata. Pembuluh darah di kepala bisa pecah dan menyebabkan orang tewas. Apabila ini terjadi, mereka yang berada di pesawat siapa pun dia akan langsung pingsan dan bukan tidak mungkin tewas. Pilot (yang menerbangkan pesawat) selamat dan dia mampu melakukan manuver recovery pada ketinggian 23.000 ft. Setelah PM Najib mengumumkan penguasaan pesawat oleh seseorang, aparat keamanan Malaysia melakukan pengumpulan data penumpang, semua dinyatakan bersih, tidak terkait dengan teroris.


Berarti awak pesawat (khususnya pilot) yang kemudian dicurigai membajak. Karena hanya dialah yang mampu menerbangkan pesawat dengan manuvernya. Dari penelusuran ke rumah kapten pilot Zahari Ahmad Shah WN Malaysia( total jam terbang 18.365 jam) yang bergabung dengan MAS sejak 1981 dan kopilot Fariq Ab Hamid, WN Malaysia (2.763 jam terbang), polisi menemukan sebuah simulator Boeing 777 yang setelah diselidiki ada penghapusan data pada tanggal 3 Februari 2014. Simulator diketahui mampu melakukan simulasi emergency serta tempur.


Penulis berpendapat, kapten pilot yang sangat berpengalaman pernah melakukan latihan darurat stall dan bagaimana melakukan manuver recovery. Tampaknya ini yang terjadi, dengan demikian semua penumpang, termasuk kopilot dan kru mungkin mengalami G negative dan bukan tidak mungkin langsung lumpuh atau bahkan meninggal. Kasus stall MH370 tampaknya sama seperti kasus Air France AF447 yang jatuh dalam rute Brasil ke Paris tahun 2009.


Pesawat jatuh di Samudera Atlantik, menewaskan 228 penumpang dan kru. Setelah penyelidikan mahal selama dua tahun, puing Airbus akhirnya ditemukan. Dari hasil pemeriksaan rekaman suara dan data pesawat di black box, penyelidik Prancis menyebutkan pilot gagal mengantisipasi dan memahami situasi stall sehingga tidak melakukan manuver recovery, akibatnya pesawat jatuh. Perbedaannya, stall MH370 disengaja, dan pilot mampu melakukan recovery.


Penilaian Sisi Terorisme


Penggunaan istilah terorisme dalam kasus hilangnya MH370 tampaknya belum dapat diterima karena pada umumnya semua menunggu ditemukannya black box yang dikatakan merupakan kunci dari kasus. Dalam kasus ini Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa pesawat diambil alih, artinya telah terjadi pembajakan. Pembajakan apabila menjadi sebuah motif bisa terkait dengan kriminal, minta uang tebusan, pembebasan seseorang yang ditahan, akan tetapi apabila terkait dengan jaringan terorisme internasional artinya pembajakan untuk tujuan menyerang dan melakukan bunuh diri.


Penulis berpendapat bahwa pembajakan MH370 agak erat hubungannya dengan serangan Al-Qaeda. Di Malaysia walaupun tidak diangkat ke permukaan terdapat jaringan radikal yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, hanya mereka tidak dapat bergerak karena ketatnya Internal Security Act (ISA). Pada beberapa tahun lalu, dua tokoh Al Qaeda yang beroperasi di Indonesia (Dr Azhari dan Noordin M Top) adalah warga Malaysia yang melatih teroris Indonesia untuk menyerang Amerika Serikat dengan bom bunuh diri. Yang mereka serang adalah simbol AS dan sekutunya.

Fakta yang memperkuat, pada bulan September 2013, saat peringatan ke 12 serangan 911, yang jatuh tanggal 11 September 2013, Ayman al-Zawahiri (pimpinan Al-Qaeda pengganti Osama bin Laden) mengeluarkan fatwa agar kaum muslim menyerang AS. Konflik antara AS-Al-Qaeda belumlah selesai, mereka masih ada dan akan menyerang pada waktu, tempat, dan situasi yang tidak diperkirakan. Serangan 911 adalah pembajakan pesawat oleh 18 teroris yang sangat mengejutkan AS, di luar perkiraan. Kini timbul pertanyaan, apabila terkait dengan teroris, mengapa pesawat Malaysia yang dibajak dan apa kaitan dengan AS.


Sesuai dengan teori terorisme, mereka melakukan aksi untuk melakukan misi sebagai instrumen pengadilan atau menyampaikan pesan. Kasus MH370 nampaknya sebuah penyampaian pesan kepada AS serta sekutu-sekutunya, mereka masih ada dan mampu berbuat sesuatu yang mampu menaklukkan teknologi tinggi. Teroris menyerang Boeing777, simbol AS. Sudah tiga pekan, 28 negara dengan teknologi canggih, pengerahan kapal laut dan pesawat terbang serta satelit hebat, belum juga mampu menemukan pesawat. Jadi ini sebuah serangan psikologis.


Kini AS menerjunkan CIA yang dikenal sebagai organisasi peniadaan teroris, Inggris menerjunkan MI6, dan Tiongkok menerjunkan agen-agen intelijennya. Tampaknya semakin disadari bahwa benar ada teroris di belakang ini. Kini mereka mencari bukti atau fakta. Kita jangan menafikan teori abu-abu, penyebab ekstrem harus dijejaki kebelakang, kejahatan tidak selalu sempurna, pasti ada jejak yang ditinggalkan. Simulator adalah salah satu jejaknya. Perlu diperdalam, bukan tidak mungkin dan akan lebih menakutkan apabila simulator pernah digunakan untuk melatih teroris lainnya untuk kembali membajak Boeing 777.


Kesimpulannya, hilangnya MH370 dibajak dan sengaja diarahkan ke kawasan terpencil dengan laut yang ganas dan dalam. Tujuannya untuk menghilangkan black box agar kasus ini tetap menjadi sebuah misteri. Ini semua membuktikan serangan demikian terencana dan terstruktur. Yang jelas sebelum black box ditemukan, akan banyak negara Barat dan para pengguna Boeing 777 akan gundah dan resah. Kita mungkin tidak akan pernah tahu, ada sebuah skenario yang mengerikan di balik ini semua. Hanya mereka belum mau memunculkan diri, itulah terorisme. ●


pilot mh370 

New York, LiputanIslam.com http://liputanislam.com/berita/fbi-tak-ada-yang-aneh-dengan-simulator-pilot-mh370/

Atas permintaan Malaysia, Biro Investigasi Federal AS, FBI, telah melakukan investigasi atas simulator penerbangan yang ditemukan di rumah pilot Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370, Zaharie Ahmad Shah. Hasilnya, FBI menyatakan “tidak ada yang mencurigakan sama sekali” dalam alat itu.


Hasil investigasi FBI ini menjadi bentuk kebuntuan terbaru dalam menyingkap misteri hilangnya MH370. Pesawat diumumkan jatuh di Samudera Hindia, namun tak satupun petunjuk keberadaan pesawat ditemukan hingga hari ini.


Simulator milik Zaharie menjadi bahan penyelidikan yang dianggap penting ketika investigator Malaysia mulai mencurigai latar belakang kru pesawat. Mereka menduga pilot mungkin telah mempraktekkan rute atau manuver tertentu saat kecelakaan terjadi. Apalagi belakangan diketahui beberapa file telah dihapus dari komputer simulator. Simulator itu dikirim ke laboratorium FBI di Quantico, AS.


“Mereka (para analis FBI) telah selesai dengan penyelidikan simulator. Tidak ada yang mencurigakan sedikitpun dari apa yang mereka temukan,” kata seorang pejabat senior AS pada ABC News. “Tak ada bukti sama sekali tindak pidana oleh awak pesawat jika dilihat dari simulator itu.”


Sumber tersebut mengatakan akan lebih penting untuk menemukan kotak hitam pesawat. Pemeriksaan latar belakang penumpang dan awak, katanya, mengikuti kemudian.


Hingga hari ini, pencarian masih dilakukan di Samudera Hindia, dekat Perth. Tiga peralatan deteksi laut dalam canggih digunakan dalam pencarian ini, termasuk  Phoenix TPL-25. Alat ini sebelumnya berhasil menemukan kotak hitam Air France Flight 447 yang jatuh ratusan mil di lepas pantai Brasil tahun 2009.(ca/tempo.co)

malaysia-airlines-search 
Perth, LiputanIslam.comhttp://liputanislam.com/berita/pencarian-mh370-dipindahkan-ke-area-baru/

Sebuah kapal perang dan pesawat pendeteksi kotak hitam bertolak dari pelabuhan Australia, Ahad (30/3) untuk melanjutkan pencarian Malaysia Airlines NH370 yang hilang sejak tiga minggu lalu. Area pencarian baru telah ditentukan lebih dekat dengan Australia, sekira luas Polandia di 1850 kilometer dari Australia wilayah barat.


Australian Maritime Safety Authority (AMSA) yang memimpin pencarian mengatakan pesawat-pesawat itu dilengkapi dengan alat pendeteksi kotak hitam yaitu Towed Pinger Locator milik angkatan laut AS. Pencarian akan membutuhkan waktu kurang lebih tiga hingga empat hari untuk menyisir area baru.


Sebelumnya, Sabtu, kapal Cina dan Australia telah ditempatkan di lokasi. “Tapi tidak ada apa-apa, hanya objek-objek yang biasa mengapung di atas laut. Tidak ada yang berhubungan dengan MH370,” kata AMSA dilansir dari AP.


Sementara, kantor berita XinHua menyatakan bahwa pesawat Cina mendeteksi tiga objek baru di area baru yang diharapkan berasal dari MH370. Tiga objek tersebut berwarna putih, merah dan jingga. Tapi Boeing 777 yang hilang itu berwarna merah, putih, biru dan abu-abu.


Mereka mengatakan 10 pesawat akan turut dalam pencarian hari ini. Pesawat pertama yang tinggal landas meninggalkan pangkalan Perth adalah kapal Cina, Ilyushin IL-76. AMSA memperkirakan cuaca akan sedikit terang dan dilingkupi awan rendah, tapi hal tersebut tidak terlalu mengganggu.

Malaysia Menyerah, Bentuk Panel Internasional

Tiga pekan berlalu sejak pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 menghilang pada 8 Maret lalu. Kementerian Transportasi Malaysia pun akan membentuk komite internasional untuk menyelidiki hilangnya pesawat Boeing 777-200ER tersebut. Pembentukan komite internasional tersebut disampaikan Plt Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (29/3).


Dikatakan Hishammuddin, badan-badan aviasi internasional dan intelijen juga akan diminta untuk ikut serta dalam panel internasional tersebut. Panel ini juga akan membahas pertanyaan-pertanyaan mengenai industri aviasi, pertahanan dan keamanan Malaysia.


“Saya telah mengindikasikan bahwa bukan hanya Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) yang melakukan penyelidikan, Kementerian Transportasi juga punya panel internasional yang saat ini tengah dibentuk,” tutur Hishammuddin.


“Saya yakin bahwa semua mitra kita dan negara-negara yang terlibat dalam pencarian dan penyelamatan ingin melihat apa yang kita temukan. Anda harus mengerti, kita punya Boeing, Rolls Royce, National Transportation Safety Board (NTSB), Federal Aviation Administration (FAA), badan-badan China dan Air Accidents Investigation Branch (AAIB) dari Inggris,” papar pejabat tinggi negeri Jiran itu.(ca/republika.co.id/detiknews)

Updated: Are The Israelis Planning Another 9-11 Using the Missing Boeing 777?

Christopher Bollyn — bollyn.com March 19, 2014

Updated — March 26, 2014

 

http://www.thetruthseeker.co.uk/?p=93377


Why would Israel have a plane identical to the missing Malaysia Airlines plane in storage in Tel Aviv? The plane in this photo is Boeing 777 2H6(ER) - 28416/155, an identical twin of the missing plane, which has been in Israel since November 2013. What are the Israelis doing with this plane in a hanger in Tel Aviv? Could it be part of a false-flag terror plot in the making? Where is this plane today? Click to enlarge
Why would Israel have a plane identical to the missing Malaysia Airlines plane in storage in Tel Aviv?  The plane in this photo is Boeing 777 2H6(ER) – 28416/155, an identical twin of the missing plane, which has been in Israel since November 2013.  What are the Israelis doing with this plane in a hanger in Tel Aviv?  Could it be part of a false-flag terror plot in the making?  Where is this plane today?
Update – According to reports from plane-spotters, Israel has an identical Malaysia Airlines Boeing 777-200 in storage in Tel Aviv since November 2013.  The only visible difference between the missing plane and the one in Tel Aviv would be its serial number.  What do the Israelis have planned with the twin Malaysia Airlines plane?

By using the twin aircraft they have in storage, the terror masterminds may have a sinister plan for the missing plane to seemingly reappear in a false-flag atrocity.  Public awareness of the twin plane in Tel Aviv, therefore, could prevent the evil plot from going ahead.

For more on the identical Malaysia plane in Tel Aviv see the latest entry, dated March 26, 2014, on my Q&A and Comment page.

Note:  The Malaysia Air 777 with Boeing serial number 28416 and registered as 9M-MRI was sold to GA Telesis, LLC of Fort Lauderdale, Florida, on October 21, 2013, and is now registered as N105GT. The aircraft was stored at Tarbes Lourdes Pyrenees on October 4, 2013, and then on November 4, 2013, it was re-registered as N105GT and stored at Tel Aviv.
See:  www.planespotters.net/Production_List/Boeing/777/28416,N105GT-GA-Telesis-php
Abdol Moabery serves as the President and Chief Executive Officer of GA Telesis, LLC. Previously, Mr. Moabery served as Executive Vice President of Aviation Systems International, Inc., and as Director of Marketing and Sales at C-S Aviation Services, Inc. Both of Moabery’s former companies were owned by George Soros. Therefore it is not unlikely that Soros owns a good part of GA Telesis, too.

C-S Aviation Services:
https://www.mail-archive.com/osint@yahoogroups.com/msg64520.html
Aviation Systems International, Inc.

http://business.fau.edu/news-events/event-details/index.aspx?eid=2826#.UzFK2CO3PJs
This information is very important because it fits neatly into the terror scenario presented by Israeli El Al “security expert” Issac Yeffet shortly after the Malaysian plane went missing.  Yeffet suggested the missing plane had been hijacked to Iran and was being prepared for a terror attack.  For the Israelis to have an identical plane in a hanger in Tel Aviv reveals why Yeffet presented such a scenario.  He appears to have been setting the stage for a false-flag attack like 9-11, perhaps in Israel. If such an attack were to occur in Israel all the evidence would be in the hands of Israeli intelligence giving them complete control of the interpretation or narrative of the terror event.

“I BELIEVE IRAN WAS INVOLVED”

“What happened to this aircraft, nobody knows. My guess is based upon the stolen passports, and I believe Iran was involved. They hijacked the aircraft and they landed it in a place that nobody can see or find it.”
- Issac Yeffet, former El Al security expert to Times of Israel, March 17, 2014

World seems transfixed by 777 disappearance. Maybe no crash but stolen, effectively hidden, perhaps in Northern Pakistan, like Bin Laden.
- Rupert Murdoch on Twitter, March 15, 2014

It is not Iranians, but Israeli agents and Zionist propagandists like Rupert Murdoch who are the real authors of false-flag terror plots involving airliners being flown into hi-rise towers. Arnon Milchan, for example, the Israeli Mossad operative-cum-film producer, made the Medusa Touch film in 1978, in which a 9-11 type attack is the climax of the film. Is there a nefarious plot in the works to use the missing Malaysian plane for such an attack. Click to enlarge

The making of Milchan's Medusa Touch involved constructing models to simulate an aircraft striking a skyscraper.
With no trace of Beijing-bound flight MH370 after nine days, one of several theories that has emerged is that the plane was hijacked to Iran, where it could be turned into a massive and devastating weapon. Two Iranian passengers are known to have been aboard, travelling on false passports. While Israeli officials did not confirm any suspicions regarding Iran, experts said it is not a stretch to point the finger at Israel’s Middle East nemesis.

“My guess is based upon the stolen passports, and I believe Iran was involved [in the disappearance of the plane],” Issac Yeffet, formerly a global security expert for Israel’s national airline El Al told today’s Times of Israel. “They hijacked the aircraft and they landed it in a place that nobody can see or find it.”
- “Missing jet, Iranian threats, prompt Israel to tighten air security” by Paul Alster, March 17, 2014

The disappearance of the Malaysian Boeing 777 looks like something from a Batman movie plot – or a bad Israeli screenplay by Arnon Milchan and his business partner Rupert Murdoch. The missing plane is bound to turn up sooner or later. The hijackers – or Israeli computer hackers – didn’t pull a fast turn to the west and make professional moves with the plane in order to simply drop it in the Indian Ocean.  Or maybe they did. In any case, all of the events going on with the missing Boeing and the Ukrainian crisis look like the making of a perfect storm – or perhaps another false-flag terror spectacle like 9-11.

An Israel-based reporter named Paul Alster has an article on Murdoch’s FoxNews.com giving an Israeli prognosis about the missing Malaysian Boeing 777. The article is important because it suggests that the Israelis may be setting the stage for a false-flag event using the missing plane as a flying bomb.

The article indicates that the Israelis may be projecting a planned terror scenario and are planting the idea in the public mind. The following article has comments from an Israeli El Al “security expert” that are very similar to comments tweeted by Rupert Murdoch the day before. Isn’t it interesting that Rupert Murdoch and an Israeli airline security expert imagine the exact same fate for the missing Boeing?

MURDOCH’S COMMENTS ON MISSING PLANE

Obama should call Chinese President following today’s incident and say “we both have the problem of Muslim terrorism. Can we work together?”
3:50 AM – 2 Mar 2014

777 crash confirms jihadists turning to make trouble for China. Chance for US to make common cause, befriend China while Russia bullies.
4:15 PM – 9 Mar 2014

World seems transfixed by 777 disappearance. Maybe no crash but stolen, effectively hidden, perhaps in Northern Pakistan, like Bin Laden.
2:23 AM – 15 Mar 2014

777. Still think this a reminder that US and China should be working more closely on Muslim extremist threat.
2:26 AM – 15 Mar 2014

The Israeli comments in the article imagine a terror scenario like that described by Murdoch.  It is important to note that the Israeli El Al “security expert” comes from the exact same groups (ICTS, El Al security, Menachem Atzmon, the Shin Bet and assorted Mossadniks), who projected the ideation of 9-11 (Murdoch’s “Lone Gunmen” pilot episode in 2000 and Arnon Milchan’s Medusa Touch film in 1978) – and who were involved in the false-flag attacks of 9-11.

This is exactly what the evidence I present in my Solving 9-11 books reveals about Israeli involvement in the false-flag terrorism of 9-11.  The fact that the same people are now projecting the ideation that the Boeing 777 has been hijacked (perhaps by computer like in the “Lone Gunmen”) and will be used in a terror attack needs to be taken very seriously.

The game is on. We need to be aware of the very real possibility that the plane may resurface, used as a weapon of terror.  If so, the attack would probably be designed to be a false-flag provocation that can be used to initiate aggression against a targeted foe – such as the Islamic Republic of Iran.  If enough people understand the evil game of deception the Israelis are up to, they won’t be able to pull off another major terror spectacle – and get away with it.

Here is the article by Paul Alster from FoxNews.com

Missing jet, Iranian threats, prompt Israel to tighten air security
By Paul Alster, March 17, 2014

HAIFA, Israel – Top Israeli defense officials have hurriedly put in place a confidential list of secret security measures in light of the baffling disappearance of a Malaysia Airlines jumbo jet that experts fear could become a weapon of mass destruction if in the wrong hands.

With no trace of Beijing-bound flight MH370 after nine days, one of several theories that has emerged is that the plane was hijacked to Iran, where it could be turned into a massive and devastating weapon. Two Iranian passengers are known to have been aboard, travelling on false passports. While Israeli officials did not confirm any suspicions regarding Iran, experts said it is not a stretch to point the finger at Israel’s Middle East nemesis.

“My guess is based upon the stolen passports, and I believe Iran was involved [in the disappearance of the plane],” Issac Yeffet, formerly a global security expert for Israel’s national airline El Al told today’s Times of Israel. “They hijacked the aircraft and they landed it in a place that nobody can see or find it.”

As the search continued to widen fruitlessly, Israeli security officials and aviation authorities, who have long feared a 9/11-style attack, conducted a security assessment and rapidly implemented a series of security measures. The only one reported publicly is that Israeli air traffic controllers will demand that incoming aircraft identify themselves earlier than has so far been the case, sources told FoxNews.com.

IDF officials aim to ensure an unthinkable repetition of the Twin Towers attack doesn’t happen in Tel Aviv, where the skyscraping triple Azrieli Towers rise high above the city. There’s good reason to believe the three-tower commercial-residential-office complex is a coveted target of the Islamic Republic.

In a recent video simulation broadcast by Iranian state TV after the initial agreement with the international community on a reduction in Iran’s nuclear capability was signed, the Azrieli Towers were shown being blown up by Iranian missiles.

The Israeli media has speculated that if Iran played a part in the disappearance of the plane, it is all but certain the regime would not have been directly involved. It would likely instead act through a third party, using one of the many international terror organizations Iran sponsors and maintaining plausible deniability. Tehran would not want to jeopardize the easing of international sanctions and other gains made recently at the Geneva negotiations with the US and the P5+1.

The recent interception of a boatload of Iranian M-302 missiles headed for Israel’s enemies in the Gaza Strip or Sinai Peninsula has given rise to further speculation in Israel that Iran might be considering all manner of means to strike back after such an embarrassing and damaging loss.

“This would never have happened on an Israeli plane,” Yeffet said. “An El Al aircraft was hijacked for the first and last time in 1968. Since then, there has not been a single flight where security did not check every single name.”

Yeffet believes that the time consuming and often-criticized profiling of every passenger at Israeli airports would have picked up the Iranians travelling on false papers.

Most flights to and from Israel require check-in three hours before the advertised flight time and passengers are often faced with many questions (some personal) that some people take exception to. The fact remains though that the Israeli method seems to work and has, thus far, proved watertight.

“More security costs more money,” Menachem Yarden, a retired El Al pilot with more than 37 years experience told Fox News.com. “Few companies these days are making money because of increased costs and relatively low ticket prices. Especially in the U.S., spending more money on security and telling people to come 3 hours before the flight – even if their flight time is just one hour – it’s crazy. No-one would fly.”

Asked if air marshals – allegedly placed on every El Al plane – might have made a difference to flight MH370 if, as some believe, it has been hijacked, Yarden said, “As El Al pilots we didn’t know all the security measures [put in place]. Security is a separate matter [to piloting] and the fewer people that know about it, the more secure it is.”

Yarden said it is possible such a huge aircraft could have flown thousands of miles undetected.

“Yes. It is possible to fly as low as the pilot is able,” Yarden confirmed. “When you switch off the transponder no civil controller can see you. In 9/11 the pilots switched off the transponders and no one saw them. It is not like military radar which sends electromagnetic pulses that receives back the echo via antenna.”

“In this extraordinary case any theory might be the right theory,” Yarden concluded. “No one knows what’s happened.”
Sources:
“Ex-El Al expert: Iran likely involved in MH 370″ by Debra Kamin, Times of Israel, March 16, 2014 www.timesofisrael.com/ex-el-al-expert-iran-likely-involved-in-mh-370/
“Missing jet, Iranian threats, prompt Israel to tighten air security” by Paul Alster, FoxNews.com, March 17, 2014 http://www.foxnews.com/world/2014/03/17/missing-jet-iranian-threats-prompt-israel-to-tighten-air-security/

Source

Nat Rothschild’s bust-up with wealthy Bakrie family turns into Twitter storm

Introduction — March 27, 2014

Nathan Rothschild. Click to enlarge
This is the closest the corporate media gets to reporting on what the Rothschild banking dynasty are really up to. But then they could hardly avoid reporting on this very public spat involving Nat Rothschild as it was all over the social media.

So while the Independent provides readers with a verbatim transcript of his bitter bust-up with Indonesian businessman Aga Bakrie, it omits to mention any background on the Rothschild banking dynasty itself.

Like the family’s funding both Napoleon and the British during the Napoleonic Wars.

Or their support for Hitler and involvement in funding both the Nazis and the Russian communists.

Or their being behind the foundation of modern Israel. Or the family’s connection to President Kennedy’s assassination.

In fact the Rothschild’s have a long and nefarious history spanning centuries although you wouldn’t guess as much from the Independent’s reports below.

In its place we get the details of an acrimonious exchange; which amounts to little more than disinformation as it diverts attention from the family’s involvement in crimes of historic proportions and focuses on petty name-calling instead.

All of which makes the following a reflection of how disingenuously the corporate media is controlled.

Nat Rothschild’s bust-up with wealthy Bakrie family turns into Twitter storm

Ian Johnstone — The Independent Marsh 26, 2014


You know a divorce is getting messy when one side descends to accusations  such as “your dad is an evil genius” and references to a “pile of turd”.


But when corporations split, titans of global industry are usually careful to wash their dirty linen in private.


So it was a surprise when the financier Nat Rothschild and a prominent Indonesian businessman, Aga Bakrie, engaged in a spectacular and very public bust-up on Twitter.


Yesterday saw the wealthy Bakrie family agree a deal to cut ties with London-based investors and buy back their stake in the mining firm Bumi.


Mr Rothschild, 42, who had helped to broker investments in the firm, then tweeted: “@agabakrie7 thanks for buying back a worthless pile of turd. I look forward to watching Bumi TBK trading to zero.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar