Selasa, 12 Februari 2013

.....Tarik 34Ribu Tentara dari Afghanistan...>>> ...APA YANG DIPEROLEH AS DAN NATO DARI PERANG DAN INVASI YANG SECARA FAKTUAL DAN DISENGAJA DAN DIRENCANAKAN SERTA DIBUATKAN SKENARIO-2NYA..AWALANNYA. ..SECARA LENGKAP DAN RINCI..ITU.... TERHADAP NEGARA DAN RAKYAT IRAQ DAN AFGHANISTAN.. .DENGAN SEGALA KEKUATAN TENTARA-PERSENJATAAN YANG SUPER CANGGIH...-PENDANAAN YANG KUAT- DAN JARINGAN PROVOKASI DAN SLOGAN2 DUSTA..DAN PERMAINAN SKENARIO..KEBOHONGAN..YANG LIHAI... MELALUI JARINGAN MASMEDIA DUNIA....DAN SEGALA MACAM KEKUATAN SEKUTU DAN PARA KOLABORATOR2NYA... DISELURUH DUNIA...DAN PERMAINAN KEBOHONGAN DAN DUSTA2 POLTIK DI PBB ....??? >>.....INILAH RITUAL PENYEMBELIHAN MODERN TERHADAP RAKYAT DAN MANUSIA2 TAK BERDOSA... HANYA KARENA MEREKA DIANGGAP GOYIM2 YANG DIJADIKAN BINATANG PENYEMBELIHAN KEPADA DEWA2...JAHAT YAKNI PARA KAPITALIS SERAKAH...DAN BUAS...>>> APA YANG MENJADI KEBANGGAAN AS-NATO DAN PARA KOLABORATOR-2... SETELAH MELAKUKAN MISI SUCI...MEREKA MENGUMABAR NAFSU...UNTUK MEMBUNUH DAN MELULUH LANTAKAN NEGARA2 ISLAM DAN UMMAT ISLAM... YANG BERDAULAT DI TIMUR TENGAH DAN ASIA BARAT..... KHUSUSNYA PAKISTAN DAN AFGHANISTAN...??? >>> SUDAH PUASKAN PARA KAPITALIS2 DAN INDUTRIALIS2 PERANG DENGAN PEPERANGAN YANG DAHSYAT DAN TAK BERPERIKEMANUSIAAN ITU...YANG MEMBUNUH RATUSAN RIBU BAHKAN MUNGKIN JUTAAN ORANG YANG TAK BERDOSA... DIKAWASAN TIMUR TENGAH DAN ASIA BARAT...ITU... DENGAN TANPA RASA BELAS KASIH SEDIKITPUN... >>> SUDAH PUASKAH PARA KAPITALIS RAKUS DAN SERAKAH MEMPEROLEH UNTUNG DAN KEKAYAAN DARI HASIL PERDAGANGAN SENJATA DAN ALAT PERANG MEREKA YANG SUPER CANGGIH DAN HARGA TRILIUN US DOLLAR... .ITU ... DENGAN MEMBUNUH ORANG2 YANG TAK BERDOSA.. DENGAN ALASAN2 DUSTA...DAN ABSURD DAN REDICULOUS...?? ... INIKAH PANUTAN YANG DI-PUJA2 OLEH POLITISI2 PENYEMBAH DUNIA.... YANG KONON SANGAT BERILMU DAN BERADAB DAN TERHORMAT ITU...??? SEMACAM INIKAH SEBENARNYA RUH DAN JIWANYA AMERIKA...YANG KONON ADALAH GUDANGNYA PARA KAUM TERPELAJAR DAN SANGAT MENJUNJUNG MARTABAT UMAT MANUSIA...??? >>> MASIHKAH PARA PEMUJA BELUM PUAS DENGAN BUKTI2 JAHAT DAN KEJAM SERTA SERAKAHNYA KAUM KAPITALIS DAN POLITISI JAHAT DAN KONYOL..INI DI PUJA2..??>> DALIL-2 DUSTA DAN MULTI STANDAR ITU SELALU MENJADI POLA KELIHAIAN PARA POLITISI JAHAT AS DAN KAUM OPORTUNIS JAHAT DAN LOBYST2 PENYUAP...BANGSA AS DAN BANGSA2 PENDUKUNGNYA...??? >>> SIAPAKAH SESUNGGUHNYA YANG TOLOL DAN BODOH SERTA TAK MEMILIKI HARGA DIRI...ITU...??? BANGSA YANG TETAP MEMUJA KAUM JAHAT DAN KEJAM SERTA TAK BERADAB INI... ATAUKAN MEREKA YANG MENGGUNAKAN AKAL SEHAT DAN PIKIRAN YANG BENING YANG ENGGAN DAN MENOLAK IKUT DENGAN AS DAN KAUM PENDUKUNG JAHATNYA PARA KALIPTALIS SERAKAH DAN KEJAM SERTA TAK BERMORAL ITU..??..>> APAKAH YANG AS DAN SEKUTUNYA-NATO DAN KAUM KOLABORATOR DI TIMUR TENGAH DAN ASIA...KHUSUSNYA PAKISTAN..DAN NEGARA2 TELUK DAN ARAB SAUDI ITU..DENGAN MEMERANGI RAKYAT AFHGANISTAN DAN IRAQ...DENGA ALASAN DUSTA .... PERISTIWA 911WTC...DAN TEROR2 CIPTAAN MEREKA SENDIRI..?? >> KITA SAKSIKAN SEJARAH MENJADI NYATA.. KAUM PENDUSTA DAN KEJI ITU...TELAH MELUKIS DAN MENGGAMBAR PETA2 KERAJAAN SERAKAH MEREKA DENGAN TINTA MERAH DARI DARAH2 DAN MAYAT2...RAKYAT-ANAK2-WANITA-ORANG2 YANG TAK MENGERTI POLITIK JAHAT...ITU TERBUJUR DAN TERKUBUR... SEPANJANG KAWASAN PEPERANGAN YANG KEJAM SELAMA 12 TAHUN...TANPA HENTI DAN TANPA PERNAH GENCATAN SENJATA SECARA EFEKTIF..?? >>... DAN INI FAKTA SEJARAH....INI BUKAN CERITA FIKTIF...ATAU LAKON2 WAYANGAN....ATAU TONIL2...YANG MENJADI HIBURAN....>>> INI ADALAH NYANYIANNYA DAN RITUALNYA PARA PENTAHBIS2..DI SINAGOG2...DAN GEREJA2...DISELURUH AS-EROPA DAN ISRAEL....> INIKAH AKHIR ZAMAN...KAUM PENDUSTA..DAN DAJJAL...YANG DIAJARKAN OLEH MEREKA YANG KONON ORANG2 SUCI..DAN TERHORMAT..DAN KONON PULA ADALAH RABBI2 DAN PENDETA2...DAN ZIONIS2... PEMUJA TALMUZ...YANG MENTAHBISKAN PERANG SUCINYA ... PARA PAHLAWAN2 ILLUMINATI... PENDEKAR BUSH SR DAN BUSH JR...CS...DAN DOA JAMPI2 DAN RITUAL2 PERANG DITAHBISKAN OLEH PARA RABBI2 DAN ZIONIS2... ISRAEL DI SINAGOG2 DAN GEREJA2...AS - EROPA-DAN TELAVIV..??? ... >> INILAH MAKNA PENYEMBELIHAN KAUM GOYIM2...UMAT ISLAM TIMUR TENGAH DAN ASIA BARAT...YANG DIANGGAP BINATANG SEMBELIHAN..MEREKA... SEBAGAI SESEMBAHAN KEPADA PEUJAAN DEWA2...SERAKAH..MEREKA....??? >>> INILAH RITUAL DAJJAL-KAUM PENYEMBAH SYAITHAN2...DAN PENTAHBIS2...ACARA2 KAUM ILLUMINATI TERTINGGI...>>> ???..... SANGAT KONYOL DAN SUNGGUH TAK BISA MEMAHAMI CARA DAN POLA PIKIR MEREKA PRESIDEN2...YANG MENGAKU SEBAGAI PEMIMPIN DUNIA...??? TETAPI DENGAN MUDAHNYA BOM DAN ROKET SERTA SENJATA DAN PEMBUNUH MASSAL DILAKUKAN TERHADAP RAKYAT DAN UMMAT TAK BERDOSA...>> MEREKA MENGIRIMKAN TENTARA2 PEMBUNUH PILIHAN...DENGAN SEGALA LOGISTIK DAN PERALATAN PERANG YANG PALING SANGGIH DIZAMANNYA.... ???>> INILAH PERMAINAN..BERDARAH DAN PERLAKUAN KETIDAK ADILAN DAN KEJAHATAN KEMANUSIAAN YANG TAK TERTANDINGI DALAM SEJARAH MANAPUN...??? >>> PENJAHAT AS-NATO DAN KOLABIRATOR2NYA HARUS DIADILI DAN DIHUKUM BERAT SECARA MAKSIMAL...>>> MEREKA HARUS PULA MEMBAYAR SEGALA PAMPASAN DAN GANTI RUGI YANG SEBESAR2NYA... TERHADAP RAKYAT IRAQ DAN AFGHANISTAN...>>



Obama akan Tarik 34Ribu Tentara dari Afghanistan

Selasa, 12 Februari 2013, 23:40 WIB

AP/Charles Dharapak 
President Barack Obama speaks at the House Democratic Issues Conference in Lansdowne, Va. For all of his liberal positions on the environment, taxes and health care, Obama is a hawk when it comes to the war on terror. (file photo)
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/02/12/mi4909-obama-akan-tarik-34-ribu-tentara-dari-afghanistan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON --

Presiden Amerika Serikat Barack Obama berencana untuk menarik 34ribu tentaranya dari Afghanistan pada tahun depan. Obama mengungapkan rencana ini dalam pidato kenegaraanya Selasa (12/2).

Seperti dilaporkan Reuters, jumlah tentara yang akan dipulangkan itu hampir setengah dari jumlah tentara Amerika Serikat yang saat ini ada di Afghanistan, yaitu 66 ribu orang.

Sebelumnya, Jenderal Marinir Amerika Serikat Joseph Dunford, yang diperkirakan mengawasi penarikan sebagian besar pasukan asing dari Afghanistan pada akhir tahun depan, mengambil alih pimpinan NATO pada Ahad dalam satu upacara.


Dunford mengambil alih kepemimpinan dari Jenderal Marinir Amerika Serikat John Allen, yang mengakhiri tugas 19 bulan dan dapat dikatakan salah satu masa paling sulit dalam perang itu, yang kini memasuki tahun kesebelas.

"Hari ini bukan tentang perubahan. Ini tentang kesinambungan. Yang tidak berubah adalah kehendak persekutuan ini," kata Dunford kepada kerumunan pejabat asing dan Afghanistan di markas besar Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara

  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Ribuan Tentara Amerika Cacat Otak dan Di- amputasi

Senin, 11 Februari 2013, 11:43 WIB

muslimdaily
 
Tentara Amerika di Afghanistan
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON --

Perang selama 11 tahun yang dilakukan Amerika Serikat telah mengakibatkan 253.330 tentara cacat otak dan 1.700 orang diamputasi.

Perang tersebut juga harus dibayar dengan sekitar 130 tentara mengalami stres pascaperang (pos-traumatic stress disorder/PTSD). Dalam peperangan itu, lebih dari 50 ribu tentara AS terluka. Sementara, jumlah tentara tewas mencapai 6.656 orang. Data tersebut berasal dari laporan Lembaga Penelitian Kongres yang dituliskan PressTV, Senin (11/2).

Dihitung sejak 2001, sebanyak 129.731 tentara didiagnosa mengalami PTSD. Dari jumlah tersebut, sekitar 104 ribu orang datang dikerahkan ke medan perang. Namun, jumlah itu dinilai hanya puncak gunung es.


Kepala Mantan Wakil staf Angkatan Darat, Jenderal Peter Chiarelli mengusulkan agar penderita tidak diberi stigma. Ia juga mendorong para veteran mencari pengobatan untuk hal tersebut. Namun, tidak semua veteran setuju dengan pendapat tersebut.

Dalam penelitian itu juga dipaparkan Trauma Cedera Otak (Traumatic Brain Injury/TBI) sering diderita oleh korban yang selamat dari ledakan bom. Dari 2000 sampai akhir 2012, sebanyak 253.330 tentara mengalami TBI dengan sejumlah variasi.

Sekitar 77 persen dari kasus-kasus tersebut diklasifikasikan Departemen Pertahanan sebagai kasus ringan. Hal itu diidentifikasi sebagai kebingungan kurang dari 24 jam, kehilangan kesadaran sampai 30 menit, kehilangan memori kurang dari 24 jam, dan struktur pencitraan otak normal.

Meski demikian, hampir 6.500 kasus tercatat masuk stadium TBI parah. Hal itu mencakup dampak cedera kepala, patah tulang tengkorak, atau proyektil yang bersarang di otak.

Menurut salah satu mantan tentara, teknologi medis militer sangat miskin, khususnya untuk perang di Irak dan Afganistan.

Sementara itu, amputasi tungkai utama telah dialami 800 veteran Irak. Sekitar 194 orang mengalami amputasi kaki parsial, jari, atau lainnya. Untuk veteran Afganistan, angka itu masing-masing sebanyak 696 orang dan 28 orang.
Reporter : Nur Aini
Redaktur : Karta Raharja Ucu

Siapa Yang Sebenarnya Berkuasa Di Amerika?

By on June 20, 2012
 

islampos.com—http://islampos.com/siapa-yang-sebenarnya-berkuasa-di-amerika-6548/
DALAM bukunya, “The Promise,” yang  menceritakan tahun pertama Barack Obama berkantor di Gedung Putih, Jonathan Alter menggambarkan percakapan singkat antara sang presiden dan wakilnya, Joe Biden yang berlangsung November dua tahun yang lalu. Mereka mempercakapkan apa yang harus dilakukan Obama terkait Afghanistan.

Biden bertanya apakah kebijakan baru tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada tahun 2011 (namun ternyata sampai sekarang tidak pernah terjadi!), adalah perintah sang presiden langsung yang tidak boleh dibantah oleh militer. Obama menyahut “yes.”

Kedua orang itu kemudian berada di Oval Office bersama beberapa petinggi Pentagon yang akan melaksanakan perintah Obama. Di antara mereka adalah Jenderal David Petraeus, yang kemudian menjadi komandan perang di Afghanistan dan Irak. Menurut Alter, Obama berkata kepada Petraeus: “David, katakan sekarang. Saya ingin Anda jujur pada saya. Anda dapat melakukannya dalam delapan belas bulan?”

Petraeus menjawab: “Sir, saya yakin kita bisa melatih dan menangani ANA (Tentara Nasional Afghanistan) dalam jangka waktu itu.”
Obama melanjutkan: “Jika Anda tidak dapat melakukan hal-hal yang Anda katakan itu dalam delapan belas bulan, maka tidak ada seorangpun yang akan menyarankan kita tinggal di sana, benar?”

“Ya, Sir,” kata Petraeus.

Adm. Mike Mullen, ketua Kepala Staf Gabungan, juga hadir dalam pertemuan itu, dan ia menambahkan sama persis dengan Petraeus.

Namun beberapa hari kemudian, pada pertemuan dengan satu media, Jenderal Petraeus menyanyikan sebuah lagu yang berbeda. Sebuah judul besar mejeng di The Times pada sebuah hari Senin: “Jenderal menentang percepatan penarikan di Afghanistan.”

Setelah mengambil alih komando pasukan AS di Afghanistan pasca-pemecatan Jenderal Stanley McChrystal yang dinilai gagal dan malah berkoar-koar di media, Petraeus mengatakan ia tidak menerima pekerjaan itu hanya untuk mengeluarkan pasukan tentara Amerika dari Afghanistan. Tujuan Petraeus ketika itu tampaknya beralih untuk menggalang opini publik yang bertentangan dengan perintah besar Obama.
Jadi siapa yang berkuasa di sini sebenarnya?

Yang benar adalah bahwa tidak ada seorang yang tahu bagaimana, atau kapan Obama benar-benar menetapkan batas waktu penarikan pasukan. Sampai tahun 2012, Amerika masih berada di Afghanistan. Dan mungkin sampai tahun 2024—siapa yang tahu? Ingat, Obama selalu ambigu dengan mengatakan penarikan akan bergantung pada kondisi di lapangan.

Sedangkan siapapun tahu, bahwa kondisi di lapangan Afghanistan saat ini sangat buruk, sehingga semua orang di Amerika akhirnya selalu berkesimpulan bahwa Amerika memang harus tinggal lebih lama di Afghanistan.

Ini adalah sesuatu yang mengerikan untuk direnungi karena selain jumlah korban manusia (hampir separuh dari kematian pasukan Amerika di Afghanistan terjadi sejak Obama menjadi presiden), perang adalah halangan terbesar bagi rakyat Amerika dalam mengentaskan kesulitan ekonomi dan sosial yang terus dan terus memburuk di negeri Paman Sam itu.

Lihatlah wajah Amerika sekarang ini; ekonomi, sistem sekolah publik, defisit anggaran federal, dan kondisi fiskal telah mengganggu negara dan pemerintah lokal. Rakyat Amerika tampaknya hanya memberikan sedikit perhatian untuk semua masalah ini dan yang lebih mengejutkan adalah dimana ketika mereka menggelontorkan sejumlah uang (angka ini sekarang mencapai puluhan miliaran dolar per tahun) ke sebuah lubang pembuangan, korup, berbahaya dan tak kenal ampun di Afghanistan. Jangan heran jika sekarang pajak begitu tinggi di Amerika dan membuat rakyatnya menjerit.

Alasan mengapa rakyat Amerika sedikit sekali mendengar tentang Lyndon Johnson saat ini meskipun prestasinya sangat luar biasa saat ia mempimpin adalah bahwa Vietnam membuat reputasinya menjadi sangat rendah dan mungkin hina. Johnson yang bersikukuh terhadap perang, tergelincir di Vietnam, dan Vietnam pulalah yang telah secara tragis membuat perpecahan Partai Demokrat dan membuka pintu kepada kandidat antiperang Eugene McCarthy dan Robert Kennedy. Penerima manfaat utama, tentu saja, Richard Nixon dan para Republican.

Obama tampaknya tidak melihat perbandingan Afganistan ke Vietnam, dan ia mempunyai titik tersendiri ketika ia mengatakan bahwa AS tidak diserang dari Vietnam. Tapi 11 September 2001, hampir satu dekade yang lalu, dan perang di Afghanistan telah menjadi putus asa massal dan kecerobohan oleh Bush. Dan itu sepertinya tidak ada eskalasi yang cukup untuk Obama.

Amerika harus sadar bahwa Amerika tidak akan pernah bisa membangun Afghanistan yang stabil. Apa yang dibutuhkan Amerika saat ini adalah kampanye pembangunan bangsa untuk melawan ketidakadilan dan kerusakan di Amerika Serikat sendiri. [sa/islampos/thenewyorktimes]

Pengakuan-Pengakuan Bush

By on November 2, 2012
http://islampos.com/pengakuan-pengakuan-bush-24341/
 
 
MANTAN Presiden AS George W Bush akhirnya suatu kali berbicara di ruang publik membela beberapa keputusannya yang paling kontroversial.

Dia mengatakan kepada jaringan NBC bahwa penggunaan teknik interogasi waterboarding telah mencegah serangan teroris dan menyelamatkan banyak nyawa.

Bush, yang juga menerbitkan memoarnya Decision Points tahun 2010, mengatakan invasi ke Irak pada tahun 2003 tidak salah. Dia menambahkan bahwa sejarah akan menghakimi dia sebagai seseorang yang sukses, tetapi ia akan mati pada saat itu.

“Saya hanya tidak ingin ke sana lagi,” katanya kepada Matt Lauer dari NBC ketika ditanya tentang ketidakhadirannya dari media sejak ia meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2009. “Saya tidak ingin kembali pada tempat yang saya sebut ‘rawa’,” katanya.

Waterboarding Legal
Menyoal penyiksaan waterboarding yang ia lakukan, Bush mengatakan bahwa hal itu legal menurut hukum sesuai dengan saran penasihat hukumnya.

“Dia mengatakan bahwa waterboarding bukan tindakan anti-penyiksaan. Saya bukan pengacara. Tapi Anda harus memercayai penilaian orang di sekitar Anda, dan itu saya lakukan,” kata Bush. “Saya akan mengatakan ini: menggunakan teknik tersebut menyelamatkan banyak kehidupan. Tugas saya adalah untuk melindungi Amerika, dan itu saya lakukan…”

Kelompok hak asasi manusia mengecam teknik interogasi ini. Steve Ballinger, dari Liberty, mengatakan Bush bersalah karena mengatakan waterboarding dibenarkan “sebab penyiksaan adalah ilegal di bawah hukum internasional”.

“Ini benar-benar dilarang dalam segala situasi konvensi PBB melawan penyiksaan dan Amerika Serikat merupakan negara yang tidak boleh melakukannya,” tambahnya.

Lauer kemudian bertanya kepada Bush tentang kegagalan menemukan senjata pemusnah massal di Irak setelah penyerbuan tahun 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein.

“Apakah pernah ada pertimbangan untuk meminta maaf kepada rakyat Amerika?” Lauer bertanya.

“Maksud saya, meminta maaf pada dasarnya akan mengatakan keputusan itu salah,” jawab Bush. “Dan saya tidak percaya itu adalah keputusan yang salah.”

Bush mengatakan akan perlu waktu sebelum sejarah mampu menilai kepresidenannya. “Saya harap saya dinilai sukses. Tapi saya akan mati, Matt, ketika mereka akhirnya menganggap saya sukses,” Katanya.

Ekonomi buruk

Dalam memoarnya, Bush mengakui kesengsaraan ekonomi yang ia tinggalkan kepada suksesornya, Barack Obama, merupakan “salah satu cara yang jelek untuk mengakhiri kepresidenan”.

Tapi ia menolak tuduhan bahwa bailout bank, yang dikenal sebagai Tarp—the Troubled Asset Relief Program—merupakan proyek buang-buang uang rakyat.

“Tarp mengirimkan sinyal yang jelas bahwa kami tidak akan membiarkan sistem keuangan Amerika gagal,” tegasnya.

Dalam bulan-bulan terakhir masa kepresidenannya, ia berharap Amerika Serikat bisa menghindari resesi, bahkan mengibaratkan seperti “rumah kartu yang akan segera runtuh”.

Dia membela kebijakan-kebijakan ekonominya terhadap tuduhan oleh konservatif fiskal, termasuk gerakan Tea Party, yang mengatakan ia menyia-nyiakan kelebihan yang ditinggalkan oleh pemerintahan Clinton pada tahun 2001.

“Setelah resesi dan serangan 9 / 11, hanya ada sedikit surplus yang tersisa,” tulis Bush.

Bush juga mengungkapkan ia terlibat klash dengan wakil presidennya, Dick Cheney.

Bush menolak untuk memaafkan Lewis “Scooter” Libby, yang dihukum sumpah palsu dan obstruksi sehubungan dengan bocornya identitas mata-mata CIA.

Namun Bush mengatakan persahabatannya dengan Cheney telah pulih seperti sedia kala. [sa/islampos/bbcnews]

Wall Street Yang Membuat Amerika Sekarat

By on November 30, 2012
http://islampos.com/wall-street-yang-membuat-amerika-sekarat-29910/
 

RAHM Emanuel—pernah ditunjuk oleh Barack Obama sebagai Kepala Staf Gedung Putih—konon pernah mengatakan bahwa Anda sebaiknya tidak membiarkan krisis tersia-sia. Emanuel menegaskan bahwa para pemimpin sering kali gagal membuat keputusan sulit, kecuali dipaksa oleh bahaya yang sudah sangat dekat.
Di kedalaman krisis Wall Street musim dingin dua tahun yang lalu, bahaya tampak jelas di mana-mana: pasar kredit membeku di seluruh dunia, perusahaan tidak bisa mendapatkan akses ke dalam pembiayaan untuk membayar pekerja dan pemasok, dan pasar saham jatuh bebas. Suatu masalah yang dimulai di pasar perumahan AS dengan cepat menyebar ke bank-bank investasi terbesar di Wall Street dan dari sana ke seluruh dunia.

Dalam kuartal keempat tahun 2008 silam, pertumbuhan global tiba-tiba berlari mundur, dan bangunan besar globalisasi itu sendiri tampak ragu-ragu. Financial Times bahkan menerbitkan serangkaian artikel berjudul “Masa Depan Kapitalisme” yang seolah-olah semua dasar sistem global berada dalam pertanyaan.

Tapi kalau ada banyak bahaya, maka ada kesempatan juga. Runtuhnya Lehman Brothers dan raksasa asuransi AIG di tengah-tengah kampanye sengit presiden AS sangat membantu pemilihan Barack Obama. Krisis Amerika adalah masalah struktural yang sudah berjalan lama, termasuk tingkat tinggi utang dan konsumsi bahan bakar, pendapatan kelas menengah yang stagnan, dan buruknya sektor keuangan yang diatur Wall Street yang telah berubah menjadi kasino raksasa.

Ada model yang jelas bagaimana Obama akan melanjutkan pembangunan AS setelah pemilihan: seperti Franklin D. Roosevelt, yang telah berkuasa selama krisis ekonomi besar terakhir dan telah secara permanen mengubah bentuk negara melalui Perjanjian Baru.

Hari ini, kurang lebih empat tahun Barack Obama berkantor di Gedung Putih. Yang mengejutkan; betapa sedikitnya pra-krisis dunia berubah. Penanganan kebijakan ekonomi oleh Bank Sentral dan Departemen Keuangan di bawah Bush dan Obama semakin memburuk menjadi gaya bebas kehancuran.

Bahkan keputusan untuk membiarkan Lehman Brothers bangkrut, diserang oleh banyak orang, mungkin hanya akan membantu menyiapkan tanah yang lebih luas sebagai kuburannya. Meskipun pengangguran tetap tinggi, tanda-tanda pemulihan disebutkan kembali baik. Secara global, AS mulai melirik Cina, Korea Selatan, Brasil, dan melupakan Eropa.

Tapi kabar baiknya adalah, tidak semuanya baik. Dengan cara yang aneh, pemulihan datang terlalu cepat dan karena ini berarti bahwa krisis tidak pernah mendapat cukup solusi. Realitas yang menyedihkan adalah bahwa orang tidak akan mengubah sikap atau kebiasaannya, kecuali di bawah keadaan yang paling mengerikan. Dan keadaan yang mengerikan itu mungkin telah berlalu demikian cepat.

Contoh paling jelas tentang hal ini adalah undang-undang Kongres yang akan memperketat peraturan di Wall Street dalam rangka mencegah bank-bank besar mengambil jenis risiko yang melibatkan seluruh ekonomi bawah. Sementara itu, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan sejumlah nama lain di bidang keuangan telah kembali ke cara lama mereka mencari uang, dan telah menggunakan sumber daya mereka menyewa legiun asing untuk memblokir peraturan baru yang tidak mereka sukai. Sekarang mungkin ketakutan musim dingin yang lalu telah berlalu, namun kemarahan rakyat juga meningkat.

Selama tiga dekade, pertumbuhan berbasis pasar dan globalisasi telah membawa kemakmuran dan mengangkat ratusan juta orang keluar dari kemiskinan. Dengan pertumbuhan pemerintahan yang demokratis, kenyataan bahwa krisis justru dimulai di Wall Street sebagai jantung kapitalisme global, mengajukan risiko bahwa hal itu akan meniadakan semua sistem internasional yang didasarkan pada pasar dan keterbukaan.

Tetapi faktanya adalah bahwa orang Amerika sendiri sudah menjadi sangat ideologis dan kaku dalam melihat dunia. Krisis keuangan, tampaknya tidak membuat banyak perbedaan dalam hal ini. Dan kecuali perubahan, maka akan membuktikan resesi besar AS telah menjadi sia-sia belaka. Sementara ancaman perang di Afghanistan, terus menjadi drakula penyedot uang negara yang membuat Amerika sekarat. [sa/islampos/newsweek]
 

Surat Terbuka untuk Presiden Barack Hussein Obama, Aslim Taslam!

By on January 25, 2013
http://islampos.com/surat-terbuka-untuk-presiden-barack-hussein-obama-aslim-taslam-40516/

us-president-barack-obama-013-50c9a83790ed7
Oleh: Ustadz Fathuddin Ja’far
Yang saya hormati Barack Hussein Obama, Presiden Amerika Serikat.

Pertama-tama saya ingin sampaikan, di saat seluruh pemimpin dunia mengucapkan selamat atas terpilihnya anda menjadi Presiden Amerika Serikat untuk kedua kalinya, bahwa keselamatan itu hanya bagi orang yang mengikuti petunjuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam…
Saya menyaksikan anda dilantik untuk kedua kalinya sebagai Presiden Amerika Serikat, hari Senin (21/01), di depan ribuan masyarakat Amerika, melaui salah satu stasiun televisi lokal di negeri saya, Indonesia. Saat itu hati kecil saya bertanya: Apakah Anda akan meneruskan politik pembumihangusan negeri-negeri Islam seperti yang sudah anda lakukan terhadap Afghanisatan dan Irak? Apakah anda akan tetap menerapkan spirit kebencian sebagian kaum Nasrani dan sekaligus anda menjadi keledai tunggangan kelompok-kelompok Yahudi seperti AIPAC dan sebagainya dalam upaya menumpas umat Islam, tokoh dan ulama mereka yang tidak mau tunduk kepada program penjajahan yang anda jalankan selama kepemimpinan pertama anda?

Saya dan juga banyak kaum Muslimin lainnya di dunia ini memahami betul bahwa politik pembumihangusan terhadap negeri Islam dan politik kebencian pemerintahan anda terhadap Islam dan umat Islam sesungguhnya melanjutkan apa yang dirancang dan dijalankan para pendahulu anda, khususnya George Walker Bush, Presiden Amerika Serikat sebelum anda. Saya masih ingat, beberapa saat setelah peristiwa WTC (11/9/20011), yang penuh misteri dan hanya Allah dan otak pelakunya yang mengetahui hakikat kejadian sebenarnya, mantan Presiden Georg W. Bush secepat kilat mengumumkan program perangnya terhadap apa yang ia namakan dengan “perang terhadap teroris” sambil menuduh Usamah Bin Laden sebagai otak di balik keruntuhan gedung kembar WTC tersebut. Tanpa memberi kesempatan sedikitpun kepada dunia untuk meneliti siapa sebenarnya di balik peristiwa yang menewaskan lebih 4.000 manusia itu, George W. Bush dengan lantang berkata: Ini adalah Perang Salib. Saat itu juga, sang mantan Presiden anda itu mengancam para pemimpin dunia dengan ungkapannya: Silahkan anda bersama kami atau bersama mereka.

Para pemimpin dunia, termasuk para pemimpin dunia Islam tunduk dan bertekuk lutut di hadapan syahwat kekuasaan George W. Bush. Akhirnya, Afghanistan dengan alasan di sana ada Usamah Bin Laden dan kemudian Irak dengan alasan di sana ada pengembangan senjata kimia berhasil dihancurkan dan dijajah dengan menanam Hamid Karazai yang sekular di Afghanistan dan Hasan al-Maliki yang Syi’i sebagai boneka dan satpam yang menjaga kepentingan pemerintah Amerika Serikat di dua negeri Muslim tersebut, baik yang terkait dengan kepentingan ekonomi, politik, agama dan sebagainya. Jutaan umat Islam dibunuh, disiksa dan dilukai, baik fisik maupun psikis oleh pasukan Amerika Serikat dan sekutunya dari dalam dan luar kedua negeri Muslim tersebut dan bahkan ratusan ribu lainnya mengalami cacat seumur hidup.

Kejahatan Pemerintahan George W. Bush dan kemudian anda teruskan setelah anda terpilih menjadi Presiden pertama kali sampai hari senin kemarin saat anda dilantik untuk kali keduanya, tidak hanya di Afghanistan dan Irak, akan tetapi juga merambat ke Somalia, Sudan, Pakistan, Yaman dan sebagainya dengan motif yang sama, yakni perang terhadap terorisme. Bahkan Indonesia yang damai ini, disebabkan mayoritas penduduknya Muslim Sunni, tidak lepas dari rekayasa dan cengkraman politik busuk pemerintahan anda dengan alasan yang sama, perang terhadap terorisme. Untuk merealisasikannya pemerintahan Amerika saat itu dan sekutu lainnya seperti Australia, berinisiatif (baca: memaksa) dan membantu pemerintahan Indonesia untuk mendirikan apa yang disebut dnegan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan eksekutornya bernama Densus 88 di bawah Kepolisian Republik Indonesia yang telah banyak membunuhi dan menembaki umat Islam yang dituduh atau disangka sebagai teroris secara serampangan, tanpa melaui proses persidangan sehingga Majelis Ulama Indonesia yang selama ini sangat hati-hati dalam menanggapi masalah ini sudah berani angkat bicara.

Kalau saya tuliskan kejahatan Pemerintah Amerika Serikat terhadap umat Islam dan negeri-negeri Islam, di penjara Guantanamo dan Abu Ghuraib, sejak zaman kepeminpinan George W. Bush sampai pelantikan anda Senin lalu sebagai Presiden Amerika Serikat untuk kedua kalinya, memerlukan ratusan dan mungkin juga ribuan halaman. Saya dan juga umat Islam lainnya merasa tidak perlu melakukannya dan tidak perlu mengadukannnya kepada apa yang kalian namakan dengan Mahkamah Internasional, Lembaga Hak Azasi Manusia, PBB dan seterusnya, karena lembaga-lembaga tersebut alat permainan pemerintahan anda yang bermain di belakangnya adalah lobby-lobby Yahudi belaka. Di samping itu, kami juga yakin anda sebagai Presiden Amerika yang memiliki jalur keturunan Muslim seperti kami sehingga nama anda sendiri tidak bisa dilepaskan dari kata “Hussein”; nama salah seorang cucu Baginda Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang amat dicintai 1.5 milyar Muslim di seluruh dunia yang akan menjadi pemimpin pemuda di Syurga, ditambah lagi anda pernah mengenyam pendidkan tingkat sekolah dasar di negeri kami (Jakarta) yang pasti ada sebagian guru anda saudara Muslim kami, maka kami sangat yakin anda memahami permasalahan ini dengan baik dan rinci. Sebab itu, silahkan anda merenung dan berfikir sendiri, apakah yang sudah anda dan pendahulu anda lalukan itu sebuah kebenaran yang dapat diterima dan dibenarkan hati nurani anda sebagai manusia berhati dan berakal sehat, atau sebaliknya, semuanya adalah kejahatan yang tidak boleh diteruskan lagi dan segera harus dihentikan dengan bertobat atas segala kesalahan masa lalu anda, sebelum semuanya menjadi penyesalan anda untuk selama-lamanya.

Sebagai seorang Muslim dan Mukmin dengan iman yang penuh 100% kepada Kekuasaan dan Kebesaran Allah yang didukung pula berbagai fakta-fakta sejarah yang tidak terbantahkan sejak zaman Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa belum pernah ada seorang penguasa atau suatu kaum di dunia ini yang lolos dari monitoring dan azab Allah ketika mereka mengumumkan perang kepada Allah, rasul-Nya dan para pengikut rasul-Nya yang setia. Saya yakin anda memahami sejarah tenggelamnya kaum Nabi Nuh, kehancuran kaum ‘Ad, Tsamud, Sodom dan bahkan Fir’aun dan bala tenteranya yang Allah tenggelamkan di laut saat hendak membunuh Nabi Musa dan para pengikutnya. Sebagai bukti nyata, Allah selamatkan bangkai Fir’aun itu agar menjadi pelajaran bagi penguasa-penguasa zalim dan para pembangkang kepada Allah dan rasul-Nya yang datang setelahnya. (Lihat Al-Qur’an Surah Yunus/10 : 92).
Sebagai salah satu bukti kebenaran ayat Al-Qur’an ini, Bangkai Fir’aun tersebut masih dapat kita saksikan sampai saat ini di sebuah Museum di Mesir. Bangkai Fir’aun inilah yang menyebabkan salah seorang ilmuan Prancis terkenal, Prof Dr Maurice Bucaille menemukan jalan lurus dan keselamatannya sehingga ia masuk Islam tahun 1975 dan kemudian meluncurkan karya ilmiahnya yang menggemparkan dunia Kristen dan Yahudi dengan judul: Quran, Bible and Science pada tahun 1976. Akhirnya, buku ini menjadi musuh utama kaum Kristen dan Yahudi fanatik, khususnya di Eropa dan Amerika, dan penulisnya sering mendapat teror dan ancaman pembunuhan, seperti yang diceritakannya kepada saya sekitar 18 tahun yang lalu.

Terkait bagaimana Alllah menindak dan mengazab para penguasa atau kaum yang memerangi Allah, rasul dan para pengikutnya yang setia sebelum kerasulan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam , dapat anda baca melalui firman Allah berikut ini:

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Tuhan Penciptamu (Allah) menindak kaum ‘Ad, pendudk Iram yang memiliki bangunan-bangunan tinggi, yang belum pernah dibangun (di suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain, dan kaum Tsamud yang melubangi gunung-gunung batu menjadi tempat tinggal di sebuah lembah, dan Fir’au yang mempunyai banyak sisi kekuatan (militer, ekonomi , ilmuan dan para penyihir ulung) yang berbuat sewenang-wenang (kejahatan) dalam negeri (Mesir), lalu mereka (Fir’aun dan para elitenya) memperbanyak kerusakan di negeri itu (Mesir). Maka sebab itulah, Tuhan Penciptamu (Allah) menimpakan kepada mereka cemeti azab. Sesunguhnya Tuhan Penciptamu (Allah) benar-benar mengawasi (setiap hamba-Nya).  (Al-Qur’an Surah Al-Fajr/89 : 6 – 14).

Terkait ancaman Allah di akhirat terhadap siapa saja yang menyakiti, menyiksa, merusak, mendatangkan bencana dan memerangi orang-orang beriman kepada Allah dengan konsep Tauhid dan tidak mau tunduk kepada sistem kekufuran dan kemusyrikan, dapat pula anda baca dalam firman Allah berikut :

“Sesungguhnya orang yang menyiksa (termasuk merusak, mendatangkan bencana dengan segala bentuknya) orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab neraka Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.,” (Al-Qur’an Surah Al-Buruj/85 : 10).

Saudara Presiden Barack Hussein Obama….

Saya yakin dan mungkin juga jutaan kaum Muslimin lainnya di dunia ini, anda sekarang sedang dalam bahaya karena sedang dalam pengamatan Allah Ta’ala. Jika anda masih teruskan politik luar negeri pemerintahan anda seperti sebelumnya, khususnya terhadap kaum Muslim dan negeri-negeri Islam, yakinlah semua itu hanya akan mempercepat kebangkrutan dan kehancuran pemerintahan dan negeri anda dan tentunya tak terkecuali diri anda sendiri. Ingatlah! Anda, pemerintahan anda dan negeri anda masih berada di sebuah planet yang bernama bumi dan bumi itu, termasuk langit dan angkasa lepas masih berada dalam genggaman Tuhan kami, Allah Rabbul ‘Alamin. Allah tidak akan pernah lalai sedetikpun dalam menjaga dan membela kaum Mukmin yang tertindas yang telah menyerahkan hidup dan mati mereka untuk-Nya. Cara dan skenarionya sangatlah unik dan tidak diketahui oleh mereka yang memusuhi hamba-hamba Allah seperti yang telah dilakukan-Nya terhadap Fir’aun, penguasa dan kaum-kaum terdahulu seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sama halnya dengan kaum Yahudi yang menjajah Palestina dan membunuh kaum Muslimin di sana , khususnya sejak mereka mendeklarasikan Negara Israel di sana tahun 1947 atas sokongan Amerika dan negera-negara Eropa lainnya, termasuk eks Uni Soviet. Sekarang apa yang terjadi setelah 66 tahun menjajah dan membantai kaum Muslimin di Palestina? Banyak pakar dan ahli politik di negeri anda sendiri dan Eropa lainnya sangat yakin isyarat kehancuran dan kemusnahan kaum Yahudi di Palestina sangat kuat dan kehancuran itu tinggal menunggu kurang dari 20 tahun lagi, padahal mereka mendapat dukungan dan perlindungan penuh dari pemerintahan Amerika dan hampir semua pemerintahan dunia. Bergugurannya para penguasa di negeri-negeri Muslim, khususnya di kawasan Arab dan Afrika yang selama ini menjadi boneka-boneka Yahudi dan Amerika, merupakan ayat (bukti kekuasaan) Allah yang harus anda jadikan pelajaran. Di samping itu dapat pula memperkuat prediksi para pakar politik negeri Anda dan Eropa lainnya terkait kehancuran kaum Yahudi di Palestina, seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Demi Allah, saya dan mungkin juga jutaan umat Islam lainnya telah melihat sinyal atau alarm bahaya berupa azab Allah itu sangat jelas sekali. Mengapa Anda belum juga mampu melihat dan memahaminya? Di antara indikatornya ialah :
  1. Ekonomi negeri anda sudah bangkrut sehingga memiliki hutang yang sangat pantastis yaitu sekitar US$16 Triliun.
  2. Bencana alam berupa teguran dan azab Allah 10 tahun terakhir ini menimpa negeri anda bertubi-tubi dengan skala yang semakin membesar sehingga mematikan ribuan penduduk negeri anda dan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar.
  3. Dekadensi moral di negeri anda sudah sangat luar biasa. Kejahatan homoseks, misalnya sudah nyaris menyamai masyarakat Sodom. Betapa tidak, belasan Negara bagian di negeri anda sudah menyetujui nikah sejenis sebagai legalisasi atas praktik homoseks, bahkan saya baca di media anda juag menyetujuinya.
  4. Pertumbuhan penduduk negeri anda sangat kecil sehingga mengancam keberlangsungan dan eksistensi sebuah negeri. Sebaliknya, pertumbuhan kaum Muslimin di negeri Anda sangat fantastik sehingga hasil penelitian sebagian pakar di negeri anda sendiri dalam 50 tahun ke depan jumlah umat Islam di seluruh Amerika akan mencapai sekitar 75 juta jiwa. Fakta lain menunjukkan, pascakeruntuhan Gedung Kembar WTC dan serangan terhadap Islam dan umat Islam yang bertubi-tubi telah membuka perhatian masyarakat Eropa dan Amerika terhadap Islam. Hasilnya, sangat fantastik, di mana setiap harinya tak kurang dari 200 orang Amerika yang masuk Islam. Mereka dari berbagai kalangan terhormat di Amerika sendiri seperti artis, pengusaha, pengacara dan kaum terdidik lainnya.
  5. Dominasi kaum Yahudi atas ekonomi, politik, pemerintahan dan budaya negeri anda sudah sangat parah sehingga anda, pemerintahan anda dan tidak sedikit tokoh dan pengusaha negeri anda menjadi keledai tunggangan mereka (kaum Yahudi). Sebab itu, dalam kondisi krisis seberat apapun, anda, pemerintahan anda dan juga sebagian pengusaha negeri anda wajib menyumbang kepada kaum Yahudi di Palestina dan mengucurkan milyaran dolar kepada mereka setiap tahunnya. Bantuan ekonomi pemerintahan anda kepada kaum yahudi tersebut ditambah lagi anggaran terhadap “teroris” yang memakan biaya milyaran dolar setiap tahun dan ditambah lagi dengan hutang luar negeri anda yang sangat dahsayat itu tidak akan mampu ditutup oleh hasil rampokan anda terhadap minyak di Irak dan bayaran upeti penguasa-penguasa negeri Muslim Arab yang anda dapatkan setiap hari, bulan dan setiap tahun.
  6. Kebencian masyarakat dunia terhadap pemerintahan anda sudah sangat tinggi dan bahkan semakin meningkat. Kebencian ini bukan hanya dari kalangan Muslim, akan tetapi juga dari masyarakat non Muslim, dan bahkan dari masyarakat Amerika sendiri yang seagama dengan anda. Kebencian itu diakibatkan kezaliman yang anda lakukan dan pemerintahan anda sendiri, khususnya terhadap kaum Muslim di Afghanistan, Irak, Yaman, Pakistan, Sudan, Somalia, Indonesia dan juga Palestina. Anda dan pemerintahan Amerika sudah puluhan tahun menerapkan standar ganda terhadap kaum Muslimin. Kepada kaum Yahudi, khususnya yang sedang mencaplok Palestina sejak tahun 1947 anda dan pemerintahan anda bertekuk lutut sehingga masyarakat dunia melihat anda dan presiden-presiden Amerika sebelumnya adalah boneka mereka.
  7. Kebencian sebagian masyarakat Amerika sendiri terdap pemerintah pusat mereka. Mereka melihat t pemerintah pusat tidak becus mengurusi Negara sehingga meneyebabkan kebangkrutan dalam berbagai lapangan kehidupan. Anda pasti ingat beberapa waktu lalu, seperti yang dilansir Surat kabar the Daily Mail, Selasa (13/11/12), puluhan ribu warga Amerika bahkan telah mencantumkan namanya dalam sebuah petisi di 20 negara bagian menuntuk merdeka dari pemerintah Pusat. Inilah 20 negara bagian yang meminta merdeka setelah anda memenangkan pemilihan Presiden untuk kali kedua : Texas, Alabama, Arkansas, Colorado, Florida, Indiana, Kentucky, Louisiana, Michigan, Mississippi, Missouri, Montana, New Jersey, New York, North Carolina, North Dakota, Oregon, South Carolina, Tennessee, dan Georgia. Bahkan, warga Negara Bagian Georgia sangat gigih memisahkan diri setelah mengirim petisi dua kali. Mereka ingin memisahkan diri alias melepaskan diri dari pemerintahan pusat dan ingin berdiri sendiri. Anda seharusnya belajar dari eks Uni Soviet betapa perkasanya negeri bagian Timur itu. Akhirnya pecah berantakan di awal 90an, setelah menjajah umat Islam di Asia Selatan kurang dari satu abad dan membunuh umat Islam di sana sekitar 60 juta jiwa. Nasib seperti itu tidak mustahil juga dapat menimpa negeri anda. Amerika Serikat tidaklah lebih baik akidah, akhlak dan managemen pemerintahan dan politiknya dibandingkan eks Uni Soviet tersebut.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, saya mengamati dengan hati nurani (bashiroh), semoga saya salah, sesungguhnya azab Allah itu sedang menimpa negeri dan masyarakat anda. Sedangkan azab Allah yang lebih dahsyat lagi sehingga memusnahkan anda, pemerintahan dan negeri anda sebagaimana yang Allah timpakan kepada umat atau kaum sebelumnya semakin dekat. Solusinya, bukan terus memerangi kaum Muslimin dan menghancurkan negeri-negeri mereka, melainkan kembali ke jalan lurus dan keselamatan yang Allah tetapkan untuk manusia sejak diutusnya Muhammad Bin Abdullah menjadi Rasul terakhir-Nya sampai akhir zaman. Itulah Islam, sebagai agama yang lurus dan menjamin keselamatan manusia di dunia dan di akhirat. Dalam konteks ini, berlaku ucapan Baginda Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam : Aslim, taslam : MASUK ISLAMLAH ANDA, ANDA PASTI SELAMAT. Dengan Islam anda akan mulia di dunia dan akhirat. Islam akan menghapus segala kesalahan dan dosa anda dan tentunya akan menyelamatkan diri anda sendiri dari azab Allah di dunia dan di akhirat nanti. Kalaupun anda dibunuh oleh orang-orang yang tidak suka atas keislaman anda, Allah menjamin kebahagiaan bagi anda saat meneteskan darah pertama dari kesyahidan anda, seperti umat Islam yang dibunuh prajurit negara anda dan sekutunya di Afghanistan, Irak, Yaman, Guantanamo dan seterusnya. Lebih dari itu, Allah menjamin anda akan bergabung dengan nenek, kakek dan keturunan anda yang Muslim lainnya di syurga kelak seperti yang difirmankan-Nya :

Dan orang-orang beriman dan diikuti oleh anak cucu mereka dengan keimanan pula, maka Kami (Allah) akan gabungkan mereka dengan anak cucu mereka itu dan Kami (Allah) tidak akan mengurangi amal mereka sedikitpun. Setiap diri akan terikat dengan apa yang ia lalukan. 
 (Al-Qur’an Surah At-Thur/52 : 21)

Saudara Presiden Barack Hussein Obama..

Saya tulis surat atau pesan ini dari hati saya yang dalam dan terlepas dari segala kepentingan duniawi apapun. Sebagai seorang yang telah mendapat anugerah dan rahmat Hidayah-Nya berupa Islam sebagai agama yang lurus dan keselamtan, merasa berkewajiban menyampaikan pandangan saya ini kepada anda dengan harapan anda dapat memahami jalan yang lurus dan keselamatan ini sehingga anda dan keluarga anda selamat di dunia dan di akhirat kelak. Kendatipun di mata kebanyakan manusia anda merugi.

Akhirnya, saya berdoa kepada Allah : Yaa Allah! Muliakan Islam hari ini dengan siapa saja orang yang Engkau kehendaki dan bisa saja orang itu bernama, Barack Hussein Obama.

Dan keselamatan itu hanya bagi orang yang mengikuti petunjuk Allah dan Rasul Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bukankah aku sudah sampaikan… Yaa Allah! Saksikanlah….

(Islampos/MTF-Online)

Tahun Ini Amerika Angkat Kaki dari Afghanistan

Rabu, 13 Februari 2013, 09:57 WIB

AP/Allauddin Khan 
Tentara Amerika Serikat yang tergabung dalam Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO 
berjalan melewati bangkai kendaraan usai serangan bom di Kandahar, Kabul, Afghanistan, Kamis (19/1).
http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/13/02/13/mi51ju-tahun-ini-amerika-angkat-kaki-dari-afghanistan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat, Barack Obama berjanji bakal menarik 34 ribu pasukannya dari Afganistan tahun ini.
Penarikan pasukan itu lantaran AS ingin mengakhiri perang di Afghanistan pada 2014 mendatang.

Analis politik mengatakan penarikan pasukan dari Afganistan kemungkinan bisa sampai akhir 2014. Sebab, Pentagon berharap masih ada tentara di sana tahun ini, seperti dilaporkan PressTV.

Saat ini, AS telah menempatkan 66 ribu tentara di Afganistan. Dari jumlah itu, 100 ribu tentara ditempatkan pada 2010.

Bulan lalu, Obama melakukan diskusi dengan Presiden Afganistan, Hamid Karzai tentang jadwal transisi pasukan. Kedua pemimpin sepakat untuk mengundur jadwal transisi dari musim panas ke musim semi.

Meski demikian, sejak pembicaraan tersebut dilakukan, ketegangan kedua belah pihak meningkat. Karzai mengatakan AS telah berhenti melawan Taliban. Karzai juga mengatakan ancaman terbesar di Afganistan bukanlah Taliban, namun intervensi kekuatan asing.

Keterlibatan AS dalam perang Afganistan dimulai sejak 2001. Pasukan AS terus didatangkan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, keamanan belum juga tercipta di negara tersebut meski Taliban sudah jatuh dari kekuasaan.

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Karta Raharja Ucu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar