Sabtu, 02 Februari 2013

AS dan Dunia Muslim....??? >>..."Saya bertanggung jawab, bersama dengan seluruh pemerintah dan kongres kami dan termasuk sektor swasta."...>> BERTANGGUNG JAWAB SEPERTI APA...?? DALAM TANGGUNG JAWAB RIIL-NYA...APA..??...>>> INI JELAS DUSTA...DAN HANYA PERMAINAN KATA... DARI ...TIPU MUSLIHAT... PENCITRAAN ... DAN PERMAINAN CULAS...DARI LIDAH2 ... PEMBUNUH2 YANG TAK BERHATI... DAN PENJAHAT KEMANUSIAAN...INTERNASIONAL.... ??>> ......AWAS DAN WASPADALAH... DENGAN ISSUE PERDAMIAN- ATAU SEMACAN COOLING DOWN...PUBLISITAS.... AGAR PENCITRAAN MENJADI LEBIH KONDUSIF.... ??? >> DAN DIAM2....PEPERANGAN TERUS DIRANCANG UNTUK BABAK...MENENTUKAN... MEMBANGUN DUNIA BARU...TANPA AGAMA....KECUALI YAHUDI-ZIONIS-ILLUMINATI...??? ....INI BUKAN BERATI MENGHENTIKAN LANGKAH2 PERANG BESAR....PD III.... DIMANA PERSIAPAN DAN SEMUA LOGISTIK-DAN KOLABORASI DIPERKUAT...SERTA KELOMPOK2 CLENDESTNE... DAN MATA2... DIPERTARUHKAN..DENGAN SEGALA ILMU & TEKNOLOGI..SERTA DIPLOMASI2....DUSTA...??? AWAS...SASARAN... DAN KORBAN2 KEMANUSIAAN AKAN SEMAKIN MELUAS..DAN TAK TERUKUR LAGI.... ???... PERANG BESAR... MENUJU IRAN SURIAH-LEBANON-ISRAEL-SAUDI ARABIA-TURKI-NEGARA2 TELUK-CINA -INDIA - PAKISTAN-RUSIA-JEPANG-KOREA- ASIA TENGGARA DAN AUSTRALIA...AKAN MEMBAKAR DAHSYAT.... BELAHAN DUNIA...DENGAN BOM2..TERKENDALI..DAN SASARAN2 DENGAN PETA SATELITE... .TANPA PESAWAT...DAN PENGENDALIAN JARAK JAUH....???>> AWAS SANGAT MENGERIKAN....???>>... WASPADALAH...RAJA2 PEMBUNUH-DAN HAUS DARAH-NYAWA-DAN RAKUS HARTA-KEKUASAAN DUNIA.... >>>..... KINI ERA KEDUA AS ...... MEMBANGUN ALIANSI TENTARA DAN JARINGAN....INTELIGEN DAN TEKNOLOGI....DAN POLITIK PENCITRAAN-INTERNASIONAL... MELALUI BERBAGAI CARA DAN MEDIA DAN BUDAYA SETEMPAT....??? .... INILAH INFILTRASI2 POLITIK...SETELAH MEREKA MENGUASAI DAN MENAKLUKAN NEGARA2 DAN KAWASAN2...DENGAN POLITIK DAN SISTEM KEBIJAKAN... MONETER-EKONOMI- TEKANAN2 ANCAMAN-..DAN KEKUATAN MILITER...DAN PROVOKASI2 DAN JARINGAN PERS DAN AGENDA2 ABSURD.... SERTA PENDUDUKAN - PENYERANGAN-INTERVENSI DAN PEPERANGAN.....PESBASMIAN....PENGUASAAN.... ATW PENGAHNCURAN TOTAL.....??? >> .... AWAS...TERROR2...YANG DILAKUKAN DENGAN TANGAN2 KEKUASAAN DAN PENGUASA2...JAHAT....MELALUI INSTITUSI PEMBUNUH BAYARAN...DAN PROVOKASI2... ADU DOMBA... YANG DIBIYAI DAN DIARAHKAN DAN DIAGENDAKAN OLEH DEDENGKOT2 KAPITALIS-LIBERALIS...SERAKAH DAN KEJI...>>> PADAHAL SESUNGGUHNYA.... JIWANYA SAMA DAN RUHNYA SAMA...YAITU KEKUATAN DAN GERAKAN ABSURD DAN SERAKAH...PARA KELOMPOK KAPITALIS YANG KEJI DAN TAK BERPERIKEMANUSIAAN...??>> WALAUPUN ISUE DAN TOPENG2 DUSTA....MELAUI AGENDA2...DAN AGEN2 SERTA PARA PREMAN2 POLITIK DAN OPORTUNIS BAYARAN...YANG SELALU GENCAR DENGAN ISSUE2 ....DUSTA MEREKA....HAM-DEMOKRASI-LIBERALISASI-GERAKAN PERUBAHAN2-DAN TATANAN DUNIA BARU..???? >> .LIHAT SEJARAH... FAKTA DAN NYATA..... BAGAIMANA BOM2 DAN SENJATA2 CANGGIH AS DALAM PERANG KOREA-VIETNAM-AFGHANISTAN-IRAQ-DAN INTERVENSI DI LEBANON-LIBYA-TUNISIA-YAMAN-SURIAH-PALESTIA-LEBANON.... DAN NEGARA2 AFRIKA LAINNYA....DAN PERMAINAN KARTU2... TERROR ABADI..DENGAN MENGGUNAKAN NEGARA JADI2AN..ISRAEL..ZIONIS... DAN SEGALA BANTUAN TAK TERBATAS .?? >>... ADAKAH BELAS KASIHAN DAN KEADILAN DILAKUKAN TERHADAP RAKYAT DAN BANGSA YANG MEREKA PERANGI DAN MELAKUKAN BOMBARDIR DAN PEMBUNUHAN...DI NEGARA2 TERSEBUT...??? >>>SUDAH BERAPA PULUH JUTA NYAWA DAN KEHANCURAN MATERIAL DAN KEMANUSIAAN SERTA HARTA2 SEJARAH...DAN NILAI2 BUDAYA....MENJADI ABU DAN TULANG2 YANG HANCUR....YAK TAK BERBEKAS..???... LIHATLAH APA AKIBAT BOM DI NAGASAKI DAN HIROSIMA...???...DI PALESTINA DAN IRAQ DAN AFGHANISTAN...??DI VIETNAM DAN KOREA...DLL... ??? . ADAKAH AS DAN SEKUTUNYA MEMBERIKAN KOMPENSASI DAN PERMINTAAN MAAF... TERHADAP KEJAHATAN PENYERBUAN -INVASI DAN PEMBUNUHAN2 WANITA2-ANAK2 DAN RAKYAT DAN PEJUANG2 BANGSA BERDAULAT...UNTK MEMPERTAHANKAN MARTABAT DAN KEMERDEKAAN NEGARA DAN BANGSA MEREKA...???>>> LALU APA LAGI YANG DINGINKAN AS DAN NATO-ZIONIS ISRAEL DAN PARA KELOMPOK RAKUS DAN SERAKAH YANG SELALU MENGOMPORI DAN MENDORONG-DORONG UNTUK PEMBUNUHAN DAN PENYERANGAN TERHADAP UMAT ISLAM DAN KEMANUSIAAN DIDUNIA...INI..?? POLITIK DAN MEDIA SERING MENIPU..DAN SELALU MEMBUNGKUSNYA DENGAN OPINI2...DAN PENCITRAAN.... ATAS KEJAHATAN KEMANUSIAAN DAN INVASI PERANG...??? >> INIKAH POLISI DAN KAMPIUN YANG DIBANGGA-BANGGAKAN OLEH PARA AGEN2 DAN KOLABORATOR2...JAHAT DAN KEJI ITU...?? >>> MANAKAH KESADARAN PARA INTELEKTUAL AS DAN EROPA UNTUK BISA MEMBUNGKAM PARA KAPITALIS KEJI DAN SERAKAH YANG SELALU MEMAINKAN KEKUATAN DAN KEKUASAAN ADI DAYA ITU...?? KITA TUNGGU PENGADILAN DUNIA DENGAN KEKUATAN BARU...... GERAKAN KEMANUSIAAN DAN KEADILAN RAKYAT DAN DUNIA.??? ..DAN YANG PASTI ..DAN INI PASTI.... ADALAH... DIKHIRAT DIHADAPAN RABBUL JALIL....MEREKA TAK AKAN BISA...MENGELAK DENGAN DALIH DAN KEKUATAN APAPUN...??? ALLAHU AKBAR....ALLAHU AKBAR...???...>>> BERSATULAH UMAT ISLAM DAN SADARLAH....BAHWA HANYA DENGAN PERSATUAN DAN TIDAK TERPECAH BELAH ...UMAT ISLAM AKAN MENANG DAN MENGHANCURKAN PARA PENDUSTA,,,DAN KAUM SERAKAH DUNIA...ITU...YANG KONON MENGAKU SEBAGAI POLISI DUNIA...???...>>> BERSATULAH WAHAI PARA ULAMA DAN KEKUATAN MUSLIMIN DAN SELURUH LAPISAN MASYARAKAT KAUM TERTINDAS....>>> HAYYO KUATKAN SILATURAHIM-SOLIDARITAS-PERSAUDARAAN-DAN MEMBANGUN KESADARAN KEMANDIRIAN...DAN JAUHKAN KETERGANTUNGAN2 KEPADA DUNIA BARAT...>>> JAUHKAN SIFAT DAN NAFSU SERAKAH ,,,DAN BANGUNKAN JIWA2 AKHLAKULKARIMAH...MENEGAKAN SYRIAH DAN KEBENARAN ALLAH YANG UTUH-MENYELURUH-SERTA KONSISTEN...>>> BANGKITLAH UMAT ISLAM DAN PARA MAHASISWA-PEMUDA-PEDAGANG-PENGUSAHA-DAN SEMUA KEKUATAN MUSLIMIN SECARA UTUH DAN MENYATU..SECARA TERUS MENERUS....KOMPAK DAN KONSISTEN...??? >> HENTIKAN PERTIKAIAN MADZHAB...DAN ALIRAN....DAN KUATKAN JIWA BERSATU..DAN SEMANGAT MEMBANGUN ILMU DAN AMAL2 SHALEH.... >> AWAS....AWAS.... AWAS TERHADAP...PARA PENGUASA2 JAHAT..YANG MENJADI ANTEK2 PARA KAUM DAJJAL-SERAKAH... DAN ...RAKUS DENGAN HARTA DAN KEUASAAN..??? .... WASPADA DAN WASPADALAH....UMAT ISLAM DAN SEMUA JAJARAN KAUM TERTINDAS..... >>> ALLAHU AKBAR... >>>> "Data FBI juga menunjukkan agen-agen federal berfungsi sebagai intelijen de facto Wall Street dan korporasi Amerika,"..???...>>....Indonesia Harus Mewaspadai Manuver Udara dan Ruang Angkasa Amerika Serikat dan Jepang...???>>>....Selain semakin agresifnya postur pertahanan AS di Asia Tenggara, manuver udara Jepang, sekutu tradisional AS sejak pasca Perang Dunia II, kiranya juga perlu kita waspadai. Awal Januari 2013 lalu, Jepang meluncurkan dua satelit mata-mata ke orbit, untuk memperkuat kemampuan pengawasannya, termasuk mengawasi Korea Utara dari jarak dekat.>>...Bom Terbang Hipersonik AS: Ancam Wilayah Udara Asia Pasifik Meskipun tujuan strategis Washington adalah penguasaan secara geopolitik negara-negara yang kaya minyak dan mineral gas seperti Indonesian dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada umumnya melalui sarana-sarana non militer, namun postur pertahanan AS tetap ditingkatkan pada skala yang cukup strategis. Karena itu, mencermati serangkaian produk-produk terbaru di matra udara dan ruang angkasa kiranya penting untuk jadi prioritas para pemegang otoritas keamanan nasional Indonesia....>> WASPADALAH.... WASPADALAH....



Amerika

02-02-2013
AS dan Dunia Muslim
Menlu AS: Washington Gagal Jelaskan Kebijakannya Kepada Dunia Muslim
Penulis : Tim Riset The Global Reviewhttp://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=11021&type=107#.UQ0cWlI1tkg

 







Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Kamis waktu setempat mengatakan, Amerika Serikat gagal menjelaskan kebijakannya kepada dunia Muslim.

Ketika ditanya tentang hasil kinerjanya yang lebih rendah dari pemerintahan Bush dalam meyakinkan kaum muslim, Hillary menjawab: 
"Saya bertanggung jawab, bersama  dengan seluruh pemerintah dan kongres kami dan termasuk sektor swasta."

Hillary berbicara di Dewan Hubungan Luar Negeri, Washington dalam kesempatannya melakukan pidato terakhir sebagai Menteri Luar Negeri.


Sedianya dia akan mundur pada Jumat waktu setempat dan akan digantikan oleh John Kerry, Senator dari Partai Demokrat.


Istri mantan Presiden Bill Clinton mengatakan salah satu alasan rendahnya citra AS di mata kaum muslim karena tidak melakukan pekerjaan dengan baik dalam beberapa tahun terakhir untuk menjelaskan AS melalui media publik dan pendekatan budaya yang efektif.


Hillary mengatakan menemui penggambaran AS yang tidak benar oleh media di Arab dan dunia Islam.


Untuk mengubah pencitraan buruk itu, Hillary menyerukan keterlibatan aktif AS dengan media di wilayah tersebut, seperti Al Jazeera yang memberitakan AS dengan negatif.


"Anda tidak akan bisa merubah hasil pertandingan jika hanya duduk di bangku cadangan, anda harus terlibat bermain secara langsung. Menurut pandangan saya, citra negatif AS itu adalah kesalahan kami," katanya. (TGR/ANT/XO)

Politik Obama Empat Tahun Mendatang
Perubahan Besar Politik Obama untuk Empat Tahun Mendatang








Pidato Presiden Amerika Serikat Barack Obama pasca sumpah periode kedua jabatannya sebagai presiden, dinilai telah membuat musuh-musuh Iran dan Suriah putus asa untuk melancarkan serangan militer.

Abdul Bari Atwan, pemred al-Quds al-Arabi dalam artikelnya mengulas pidato Presiden Amerika Serikat dan berpendapat, "Barack Obama telah menghancurkan seluruh harapan sekutunya di Timur Tengah dan menutup semua pintu untuk inter- vensi militer; Obama menekankan bahwa perang satu dekade telah berakhir dan perundingan merupakan satu-satunya opsi."

Pesan Barack Obama itu sangat jelas dan menekankan bahwa intervensi militer ke Suriah tidak mungkin terjadi. Obama juga menjawab tekanan dari Israel dengan menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat tidak akan terjun ke medan perang dengan Iran. Presiden Amerika akan lebih memfokuskan upayanya pada mekanisme meng- akhiri krisis finansial negaranya.


Menurut Atwan, dalam empat tahun mendatang, pemerintahan Obama akan terlibat dalam friksi dan tarik ulur di kancah internasional secara tidak langsung; seperti kebijakan yang digulirkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk Libya yang akhirnya menggulingkan sang diktator Muammar Gaddafi. Dalam perang Libya, Washington tampil sebagai pendukung logistik sementara perang itu sendiri dilancarkan oleh jet-jet tempur Perancis dan Inggris, adapun dananya dialirkan dari Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab.
Pidato Obama lebih mengacu pada peta jalan untuk mendongkrak kembali perekonomian Amerika Serikat. Adapun politik Timur Tengah dan dunia Arab pemerintahan Obama dapat disimpulkan dalam beberapa poin berikut:

Pertama, Presiden Amerika Serikat tidak memiliki peta khusus terkait revivalisasi perdamaian atau tekanan terhadap pemerintah mendatang Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman Zionis serta bersedia kembali ke meja perundingan dengan pihak Palestina.


Kedua, pidato Obama membuktikan bahwa dia juga tidak menyimpan rencana untuk melancarkan serangan ke Iran dan hanya ingin melanjutkan sanksi terhadap Republik Islam. Pemilihan Chuck Hagel sebagai Menteri Pertahanan Amerika Serikat juga mengindikasikan jalur baru politik militer Obama. Hagel termasuk di antara politisi penentang perang Irak dan memiliki pandangan negatif terhadap Israel. Oleh karena itu penunjukan Hagel dikecam oleh para pejabat Zionis.
Ketiga, Obama tidak menggubris berbagai tuntutan untuk melancarkan serangan militer ke Suriah dan menyerahkan keputusan selanjutnya kepada negara-negara regional. Eskalasi aktivitas kelompok-kelompok bersenjata di Suriah termasuk Front al-Nusra, kegagalan oposisi Suriah dalam membentuk pemerintahan transisi, semuanya membuat pemerintah Obama terpaksa merevisi kembali politiknya untuk Suriah.

Di sisi lain, muncul dua reaksi dari Israel terhadap pidato Obama,  

Pertama, para pejabat Zionis sedikit merasa lega karena mereka tahu bahwa Obama tidak akan mengambil ancang-ancang represif terkait pembangunan permukiman Zionis pada peme- rintahan baru nanti di Israel. 
Kedua, Tel Aviv khawatir bahwa yang dimaksud dengan "akhir intervensi militer" serta dimulai- nya era perundingan untuk men- capai perdamaian berarti me- ninggalkan opsi-opsi militer anti- Iran setidaknya untuk empat tahun mendatang. 

Padahal PM Israel, Benyamin Netanyahu sangat mengandalkan masalah serangan ke Iran sebagai slogan utamanya dalam pemilu mendatang. (TGR/IRIB Indonesia)-http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=10901&type=107#.UQ0sclI1tkg

11-01-2013
Kandidat Menteri Pertahanan AS
Politisi AS: Hagel tidak Mendukung Serangan ke Iran









Kandidat menteri per- tahanan AS, Chuck Hagel, tidak mungkin untuk mengikuti se- tiap skenario terkait serangan militer terhadap Iran, kata seorang politisi Amerika kepada Press TV.

"Saya pikir jika Hagel diangkat atau diloloskan oleh Senat untuk memimpin Pentagon, ini akan menjadi nilai tambah dari sudut pandang Iran, karena saya tidak berpikir dia akan terlibat dalam setiap rencana untuk menyerang Iran," kata mantan Senator AS di San Francisco, Mike Gravel dalam sebuah wawancara eksklusif pada Kamis (10/1).

Pada 7 Januari, Presiden Barack Obama menominasikan Chuck Hagel sebagai menteri pertahanan baru meskipun penunjukan tokoh Republik ini mendapat tentangan keras justru dari kubu Republik sendiri.

Senator Republik Lindsey Graham, mengecam sikap Hagel terkait rezim Zionis Israel dan Iran. Dia mengatakan, Hagel akan menjadi menteri pertahanan paling antagonis dalam sejarah negeri ini. Tak hanya menganjurkan negosiasi dengan Iran, tetapi juga mendesak Israel berunding dengan Hamas.


Gravel lebih lanjut menuturkan, "Hagel tidak akan menjadi sahabat Israel. Dia juga tidak akan menjadi musuh, tapi dia pasti akan bersikap jauh lebih hati-hati menyangkut hubungan Washington dengan Tel Aviv."


"Tragisnya, tim keamanan nasional baru tidak akan mengubah sikap Obama untuk berbicara sehubungan dengan imperialisme Amerika, tapi itu bisa berarti nilai tambah bagi Iran dalam beberapa kasus," ujarnya.


Hagel meninggalkan Senat pada tahun 2008. Ia kadang-kadang berbicara menyudutkan Israel, memilih menentang sanksi terhadap Iran, dan bahkan membuat komentar konyol tentang pengaruh lobi Zionis di Washington.

Senator Republik ini juga secara terbuka mengkritik perang di Irak, menyebutnya kesalahan kebijakan luar negeri terburuk sejak Perang Vietnam, dan secara konsisten menentang rencana serangan ke Iran. (TGR/
IRIB Indonesia)
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=10778&type=107#.UQ0xUlI1tkg

08-01-2013
Calon Direktur CIA
Barack Obama Menominasi John Brennan Sebagai Direktur CIA
Penulis : Tim Riset The Global Review








Presiden Amerika Serikat  Barack Obama, Senin, akan menominasikan penasihat kontraterorisme Gedung Putih John Brennan sebagai direktur CIA. Demikian tutur seorang pejabat pemerintah resmi.

"Brennan memiliki kepercayaan penuh dan keyakinan dari presiden," kata pejabat itu, yang berbicara dalam kondisi anonim kepada AFP.

"Selama empat tahun terakhir, ia telah terlibat dalam hampir semua masalah keamanan utama nasional dan akan mampu memimpin CIA."


Nominasi itu terjadi pascasejumlah perubahan yang dilakukan oleh Obama dalam tim kebijakan luar negeri dan keamanan, setelah bulan lalu mengumumkan jika ia memilih Senator AS John Kerry untuk menggantikan Hillary Clinton sebagai Menteri Luar Negeri.


Pejabat itu juga telah menegaskan bahwa presiden pada Senin akan menunjuk mantan Senator AS Chuck Hagel sebagai menteri pertahanan baru untuk menggantikan Leon Panetta.

Pejabat AS itu mengatakan Brennan, 57, dipilih karena "pengabdian dan catatan karirnya yang luar biasa," termasuk beberapa dasawrasa bertugas di badan intelijen AS dan akan mampu menjadi "seorang direktur yang luar biasa dari CIA."


"Sejak peristiwa 9/11, ia telah berada di garis depan dalam perang melawan Al-Qaeda," kata pejabat itu."Selama empat tahun terakhir, ia telah terlibat dalam hampir semua permasalahan keamanan nasional utama, dan akan dapat memimpin CIA, " kata pejabat itu yang menambahkan. (TGR/ANT/AFP)- 
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=10719&type=107#.UQ0zwlI1tkh


05-01-2013
Jelang Berakhirnya Kongres AS
Koreksi Terhadap Kinerja Kongres AS ke 112









Menjelang berakhirnya masa tugas Kongres Amerika Serikat ke 112, teryata tingkat kepercayaan dan dukungan warga negara ini terhadap lembaga legislatif ini mencapai titik terendah dalam sejarah negara adidaya tersebut.

Lembaga riset dan polling Rasussen menyebut dukungan warga terhadap Kongres mencapai lima persen. Adapun Gallup menilai dukungan tersebut sebesar 11 persen. Bagaimanapun juga kedua angka tersebut merupakan dukungan terendah terhadap lembaga legislatif di sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Periode Kongres AS saat ini berakhir pada 2/1/2013 dan periode ke 113 dimulai pada 3/1/213. Di dua periode ini, kubu Republik menguasai Kongres dan Demokrat di Senat. Kondisi ini memaksa sejumlah undang-undang menemui jalan buntu di Kongres karena dijegal oleh kubu Republik. Misalnya saja tahun lalu friksi terkait limit hutang nasional terus berlanjut sehingga pemerintah federal terancam berhenti aktivitasnya.


Meski di menit ke 20, terjadi perdamaian antara kubu Demokrat dan Republik, namun perseteruan politik di Kongres telah mengakibatkan rating AS dan posisi negara ini di sistem ekonomi dunia mengalami penurunan. Kenaikan puluhan miliar dolar bunga hutang pemerintah Amerika sejatinya dibayar dari kantong pembayar pajak dan ini salah satu kinerja Kongres ke 112 negeri Paman Sam ini. Di hari-hari terakhir tugas Kongres periode 112, Amerika selama beberapa jam juga mengalami kondisi "tebing fiskal" dan pembahasan terkait penghematan berbagai instansi pemerintah diserahkan kepada Kongres periode 113.

Selain tertutupnya proses pembentukan undang-undang di Kongres periode sebelumnya yang merusak kredibilitas lembaga ini, terbongkarnya sejumlah skandal juga menambah image negatif warga Amerika Serikat. Skandal ini tidak terbatas pada periode Kongres ke 112, sejak beberapa tahun lalu media AS telah merilis secara detail peristiwa ini. Misalnya saja kasus suap oleh pelobi terkenal Amerika Jack Abramoff pada tahun 2006 lalu.


Kasus Abramoff, skandal korupsi terbesar dalam generasi terakhir, pasti akan menjerat beberapa kaum Demokrat. Tetapi sebagian besar orang yang terperangkap dalam masalah ini, bagaimanapun tidak bersalahnya mereka, adalah orang Republikan. Tom DeLay, mantan pemimpin mayoritas yang sedang dituntut di Texas atas masalah keuangan kampanye, adalah salah satu teman golf Abramoff. Michael Scanlon, mitra kejahatan Abramoff, yang sudah mengaku bersalah, dulu bekerja di bawah DeLay. Ada banyak juga anggota kongres dan senator yang bergegas menjelaskan atau mengembalikan sumbangan.

Abramoff awalnya sampai di Washington sebagai salah satu pemuda idealis konservatif yang ingin menciutkan pemerintah dan mengeringkan kubangan Washington. Ia mendukung perjuangan Newt Gingrich untuk membuang "budaya korupsi" kaum Demokrat yang berkuasa. Sekarang ini, Abramoff, seperti banyak pengikut revolusi Gingrich lainnya, telah terlibat dalam usaha pengaruh-mempengaruhi yang teramat besar. Bukannya mencoba membersihkan Jalan K, pusat pelobian ibukota, kaum Republikan memiliki "proyek Jalan K" untuk mengkonservatifkan industri tersebut.

Usaha ini telah menghasilkan berjuta-juta dolar untuk Partai Republik. Namun, banyak juga yang hilang dalam prosesnya. Keantusiasan atas hak warga Amerka untuk merampingkan pemerintahan telah hilang. Di bawah Bush yang mengeluarkan uang dengan bebas, semua orang telah menjadi "kaum konservatif pendukung pemerintahan yang besar". Hilang juga keantusiasan mendukung pembatasan masa jabatan; kebanyakan Republikan menghabiskan waktunya membujuk distrik-distrik untuk mempertahankan posisi mereka seumur hidup. Dan hampir tidak ada kesediaan untuk berubah. Misalnya, anda mungkin berpikir bahwa kemarahan tentang uang yang disediakan untuk membangun dua "jembatan buntu" di Alaska yang muncul setelah Katrina akan meredam proyek tersebut. Nyatanya proyek jembatan-jembatan tersebut terus berjalan.

Masih banyak skandal lain yang menimpa Kongres Amerika misalnya sejumlah ketua lembaga ini terpaksa mengundurkan diri setelah terlibat berbagai kasus asusila dan korupsi. Di antaranya adalah Newt Gingrich dan Tom Delay. Meski sejumlah anggota Kongres yang terlibat skandal saat bertugas kemudian dipecat atau di pemilu berikutnya gagal terpilih kembali, namun hal ini telah manampar kredibilitas lembaga legislatif Amerika. Kondisi ini ditambah dengan isu lama seperti pembelian suara di Kongres antara para wakil atau pelobi kian menambah ketidakpercayaan rakyat.

Jajak pendapat yang digalang oleh lembaga Rasmussen menunjukkan bahwa 57 persen warga meyakini suara para anggota parlemen menjual suaranya kepada para pelobi dan memberikan suaranya demi kepentingan perusahaan raksasa dan bukannya demi rakyat. Oleh karena itu tak heran jika partisipasi warga di pemilu legislatif Amerika sejak beberapa tahun lalu semakin merosot. (TGR/IRIB Indonesia)-http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=10695&type=107#.UQ0yx1I1tkg

25-12-2012
Gerakan Wall Street (OWS)
FBI Sebut OWS sebagai Teroris dan Penjahat











Dokumen yang dirilis baru-baru ini oleh Biro Investigasi Federal (FBI) menunjukkan bahwa mereka aktif memantau demonstrasi dan aksi-aksi damai yang digelar oleh Gerakan Menduduki Wall Street (OWS) di Amerika.

Data yang diperoleh oleh Kemitraan untuk Keadilan Sipil (PCJF) mengungkapkan bahwa FBI sedang aktif mengawasi para aktivis di seluruh Amerika Serikat sejak OWS masih dalam tahap perencanaan. Situs ISNA melaporkan pada Senin (24/12).

Dalam dokumen itu disebutkan bahwa para penyidik FBI ​​sedang mempertimbangkan demonstran OWS dalam beberapa kasus sebagai penjahat dan teroris dalam negeri.


"Dokumen tersebut menunjukkan FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri menganggap aksi protes terhadap struktur korporasi dan perbankan Amerika sebagai kegiatan kriminal dan teroris potensial," tulis PCJF.


"Data FBI juga menunjukkan agen-agen federal berfungsi sebagai intelijen de facto Wall Street dan korporasi Amerika," tambahnya.

FBI secara luas mengkoordinasikan langkah-langkahnya dengan perusahaan-perusaahan swasta, termasuk bank yang khawatir dampak protes OWS. Investigasi polisi Amerika terkait OWS mencakup protes-protes mereka di New York, Indianapolis, Alaska dan kota-kota lain
. (TGR/IRIB Indonesia/RM)-
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=10570&type=107#.UQ0161I1tkh

25-10-2012
Amerika Pemicu Kejahatan Kemanusiaan Global









Kejahatan kemanusaan dunia saat ini nampaknya semakin merajalela. Pembunuhan atas nama agama, ras, suku, ekonomi, politik bahkan kemanusiaan itu sendiri. Pembunuhan besar-besaran yang terjadi di Rohingya merupakan sebuah contoh kejahatan kemanusiaan multy interest, dimana latar belakang agama, ras dan bahkan kewilayahan memicu adanya pembasmian etnis tertentu. 

Di suriah, atas nama kekuasaan dan juga keyakinan melahirkan sebuah huru-hara yang menewaskan demikian banyak orang. Runtuhnya WTC, bom bali, dan bom bunuh diri yang dilarbelakangi agama telah menjadi isu paling santer di era global ini. Ironisnya lagi, atas nama kemanusiaan dan keamanan global, Amerika dan sekutunya justru sering melakukan kejahatan kemanusiaan dengan melakukan invasi militer secara besar-besaran ke negara lain.

Memperhatikan sifat dan sikap menusia yang melakukan pembunuhan dan pembantaian secara massal itu, kita jadi bertanya-tanya apa sebenarnya yang dicari oleh manusia? Jika setiap orang, setiap individu merindukan kedamaian, kesejahteraan dan kemajuan, tetapi justru saling bunuh satu dengan yang lainnya? Hal ini tentu ada yang salah dalam diri manusia itu sendiri.
Dalam makalahnya, Huntington (1993) menyebutkan bahwa di Era Global manusia akan saling memperkuat ikatan kepentingan berdasar pada identitas. Identitas muslim, identitas kristen, identitas komunis dan identitas-identitas lain akan memicu adanya persaingan global yang melahirkan adanya konflik kepentingan. Itu sebabnya perang bukan lagi hanya antar negara, tetapi perang akan terjadi antar kelompok-kelompok peradaban (Mansbach, 2008: 874). Islam seumpamnya, semua pemeluk Islam dimana pun berada akan saling bersatupadu melawan musuh bersama tanpa memandang batas negara. Demikian juga dengan identitas lainnya, mereka akan berlomba- lomba membangun kekuatan memper-tahankan atau mengunggulkan identitasnya masing-masing.
Menurut Huntington peradaban manusia (identitas) dibagi dalam delapan kelompok besar; Barat, Konghucu, Jepang, Islam, Hindu, Slavia-Ortodoks, Amerika Latin, dan Afrika. Masing-masing peradaban itu memiliki perbedaan terutama dari sejarah, bahasa, budaya, tradisi dan yang paling penting adalah agama. Perbedaan-perbedaan ini kemudian akan mengkumulasi menjadi sebuah pertarungan sengit antara satu dengan yang lainya, disebabkan adanya perbedaan standar kebaikan atau keberadaban itu sendiri. Komunitas peradaban muslim seumpamanya, selamanya tidak akan pernah bisa menerima peradaban barat yang sekuler dan liberal. Karena di dalam sekulerisme dan liberalisme manusia hidup bebas tanpa kendali dengan syarat tidak mengganggu orang lain, sedangkan di dalam islam agama mengatur segala sendi kehidupan manusia dan setiap individu memiliki tanggungjawab untuk meng- ingatkan satu sama lainnya. Prinsip ini tentu sangat bertentangan dan akan menimbulkan konflik antar kedua peradaban tersebut. Itu sebabnya sampai kapanpun antara sekuler-isme-liberalisme akan melahirkan adanya pertentangan bagi umat islam.
Adanya ketegangan karena perbedaan peradaban tersebut akan mudah tersulut saat ada gesekan kepentingan lain. kepentingan ekonomi, sosial dan politik akan semakin mempermudah adanya permusuhan antar kelompok peradaban tersebut. Itu sebabnya ketegangan karena perbedaan beradaban ini sering dijadikan legitimasi untuk melakukan peperangan. Karena pada dasarnya setiap kebijakan yang dilakukan suatu negara terhadap negara lain akan berimplikasi pada persoalan ini; yaitu kepentingan politik yang berdampak pada ekonomi, sosial dan bahkan budaya itu sendiri.
 
Dengan demikian, cara-cara yang diambil negara adidaya dan sekutunya dengan mengintervensi dan mengintimidasi negara-negara lain adalah sebuah kesalahan besar. Tindakkan itu justru akan memancing lahirnya gerakan-gerakan perlawanan baik atas nama kedaulatan suatu negara atau pun identitas keberadaban itu sendiri. Semakin agresif Amerika melakukan gerakan mencampuri urusan negara lain, maka akan semakin banyak juga perlawanan yang dilakukan baik atas nama identitas peradaban atau kedaulatan negara. Karena pada dasarnya setiap negara tidak ingin kedaulatanya diganggu. Apalagi secara terang-terangan orang-orang barat memang sering menunjukan kebencian terhadap umat muslim, hal ini tentu hanya akan menambah persoalan yang semakin sulit.
Peningkatan peranan Lembaga Internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah langkah yang paling tepat untuk mengurus keamanan global. Lembaga Internasional harus meningkatkan perannya secara maksimal di dalam menjaga keamanan global. Itu sebabnya saat ada konflik di dalam suatu negara, atau antarnegara, lembaga inilah yang harusnya berperan aktif mendamaikan dan mencari jalan keluar atas segala perselisihan yang terjadi. Dengan catatan, lembaga ini harus memiliki indepensi dan lepas dari kepentingan negara tentu. Jika lembaga PBB bisa berperan maksimal, tentu peperangan dan kejahatan kemanusiaan di dunia ini bisa dikurangi. Wallahu a’lam bishawab.  
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=9984&type=107#.UQ003lI1tkg
Krisis Ekonomi di Amerika Serikat  ????
Resesi Ekonomi Ancam Amerika Serikat  ???








Menyusul kebuntuan perundingan antara Partai Demokrat dan Republik terkait pajak dan pengurangan anggaran pemerintah, Gedung Putih menyatakan tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi  masalah sulit yang dikenal sebagai "tebing fiskal". Kantor perencanaan anggaran Gedung Putih meminta instansi pemerintah menyerahkan kalkulasi serta perkiraan mereka terkait pengurangan anggaran kepada Gedung Putih jika terjadi kondisi sulit "tebing fiskal).

Kondisi ini akan mulai pada awal Januari 2013, kecuali jika hingga tengah malam 31 Desember 2012, pemerintah dan Kongres mencapai kesepakatan. Kesepakatan ini harus meliputi angka baru pajak serta mekanisme pengurangan anggara publik. Jika tidak, pajak secara otomatis akan naik dan anggaran seluruh sektor pemerintah federal akan dikurangi.

Saat ini, para petinggi pemerintah sangat khawatir jika kondisi "tebing fiskal" terjadi kemungkinan besar ekonomi negara ini akan anjlok dan bujet tahunan juga terancam. Tahun lalu antara Gedung Putih dan Kongres sepakat mengurangi anggaran publik dalam sepuluh tahun dengan ditukar penambahan dua trilyun dolar hutang pemerintah. Dengan kata lain rata-rata setiap tahun selama 10 tahun mendatang, sekitar 200 miliar dolar anggaran pemerintah federal AS harus dipotong.

Tahun lalu, akibat berlanjutnya friksi antara kubu Republik dan Demokrat, kedua pihak gagal menentukan penghematan di setiap instansi pemerintah. Ketika itu, kubu Republik memperingatkan jika paket penghematan mencakup departemen pertahanan dan intelijen maka keamanan nasional akan terancam khususnya di saat militer Amerika masih ditempatkan di Afghanistan.


Oleh karena itu, kubu Republik mendesak anggaran yang dibutuhkan militer dan dinas keamanan diambil dari sektor kesejahteraan dan asuransi kesehatan. Di sisi lain, mengingat kian dekatnya dengan pilpres saat itu, kubu Demokrat menolak usulan Republik karena akan berdampak negatif bagi kampanye mereka dan perundingan kemudian ditangguhkan setelah pilpres.

Kini Gedung Putih dan Kongres hanya memiliki dua jalan. Mereka sendiri yang harus mengurangi anggaran atau proses ini berjalan secara otomatis. Di kondisi kedua seluruh instansi pemerintah termasuk departemen pertahanan dan keamanan juga mengalami pemotongan anggaran. Namun demikian kedua pihak yang bertikai masih optimisdi tiga pekan tersisa dari tahun 2012, Amerika Serikat dapat lolos dari kondisi sulit "tebing fiskal".


Meski kedua pihak terus adu otot, para negosiator menyiratkan masih tersedianya ruang negosiasi dan mencapai kesepakatan pada akhir tahun. Menurut Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner, Gedung Putih membuka peluang bagi terwujudnya perubahan pada Medicare dan Medicaid di luar usulan yang diangkat Februari lalu. Namun, Partai Republik diharapkan mengajukan tawaran yang spesifik terlebih dahulu.

Mengenai Jaminan Sosial itu, program yang memberi tunjangan bagi pensiunan dan golongan penyandang cacat, Geithner mengatakan Gedung Putih sepertinya akan melakukan pembicaraan mengenai ke- mungkinan adanya revisi. Namun, menurutnya, perubahan dalam program itu takkan bisa menekan defisit.


Namun demikian bentroknya isu penghematan anggaran dengan pem- bahasan pajak di AS kian mempersulit tercapainya kompromi antara Demokrat dan Republik. Sepertinya kedua pihak menilai isu pajak sebagai masalah esensial dan tidak bersedia untuk mundur dari pendapat masing-masing. Oleh karena itu, selama nasib undang-undang perpajakan belum jelas maka besar kemungkinan Amerika akan terjerumus pada kondisi "tebing fiskal" dan resesi ekonomi. (TGR/IRIB Indonesia)-http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=10417&type=107#.UQ02F1I1tkg

Isu Hangat

29-01-2013
Manuver Udara dan Ruang Angkasa Amerika Serikat dan Jepang
Indonesia Harus Mewaspadai Manuver Udara dan Ruang Angkasa Amerika Serikat dan Jepang
Penulis : Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI)









Manuver udara Amerika Serikat di Indonesia perlu diwaspadai oleh para stakeholders(pemangku kepentingan) kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Indonesia. Baru-baru ini berkembang informasi bahwa satelit-satelit pengindra Sumber Daya Alam (SDA) Amerika Serikat LANDSAT-1 sampai VII telah melintasi wilayah udara Indonesia pada ketinggian 36 ribu km di atas bumi. Tentu saja ini suatu perkembangan yang cukup mencemaskan dari segi kedaulatan dan integritas territorial udara Republik Indonesia.

Betapa tidak. Menurut informasi dari Arie Sukiasto, pakar politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, dari pantauan satelit-satelit pengindra SDA tersebut, berhasil menemukan beberapa data penting bahwa mulai dari Aceh hingga Papua, ternyata penuh dengan cekungan Minyak Bumi dan Mineral Gas. Sudah barang tentu serangkaian data-data ini selain penting juga strategis dari sisi kepentingan nasional Amerika. Sehingga dengan demikian, Amerika punya referensi yang faktual dan terukur untuk menguasai daerah-daerah Indonesia yang memiliki nilai strategis dari segi geopolitik.  Khususnya yang kaya minyak dan mineral gas. Termasuk yang belakangan mulai terungkap di Sampang, Madura-Jawa Timur.

Justru gara-gara terjadinya pembantaian warga Muslim Syiah di Sampang, daerah ini mulai terungkap kandungan minyaknya yang cukup besar di Indonesia. Sekadar gambaran betapa kayanya Madura, mari kita telisik pendapatan daerah Kabupaten Sumenep dari bagi hasil migas untuk tahun 2011 dan 2012.

Berdasarkan data 2012 yang berdasarkan catatan seorang pakar energy ST Natanegara, Sumenep diperkirakan akan mendapatkan dana bagi hasil minyak dan gas sebesar Rp 8,8 triliun. Padahal menurut data resmi yang dipublikasikan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumenep hanya mencapai Rp 4 miliar. Padahal, kalau merujuk pada catatan St Natanegara, Rp 4 miliar yang katanya diperoleh dari sumber minyak dan gas, ternyata hanya sebagian kecil yang dialokasikan untuk program community development. Sedangkan perolehan Sumenep dari sumber minyak yang sebesar Rp 8 triliun tersebut, pajak pribadi pegawai MIGAS belum masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Masuk akal jika Amerika, Inggris, Kanada dan Cina, berebut menjadi kontraktor di daerah Sampang-Madura dan sekitarnya. Untuk blok Bawean, yang berhasil jadi kontraktor adalah Kerr McGee of Indonesia sedangkan operatornya adalah  Camar Resources dari Kanada.
Betapa strategisnya nilai geopolitik Madura bisa dilihat melalui  beberapa fakta berikut ini:
  • Blok Bulu Operator: Pearloil Satria Ltd (Uni Emirat Arab) Kontraktor: Sebana Ltd.
  • Blok Pangkah Operator: Amerada Hess Indonesia-Pangkah Ltd (Amerika Serikat) Kontraktor: Premier Oil Pangkah Ltd.
  • Blok Onshore and Offshore Madura Strait Area Operator: Husky Oil (Madura) Ltd Kontraktor: Hudbay Oil International Ltd (Inggris).
  • Blok Karapan Operator: Amstelco Karapan Pte Ltd (Inggris) Kontraktor: Amstelco Karapan Pte Ltd Blok East Bawean I Operator: East Bawean.
  • Blok East Bawean I Operator: East Bawean Ltd (Kanada) Kontraktor: CJSC Sintezmorneftegaz (Rusia).
  • Blok South East Madura Operator: PT Energi Mineral Langgeng Kontraktor: PT Energi Mineral Langgeng.
  • Blok East Bawean II Operator: Husky Oil Bawean Ltd (Kanada) Kontraktor: Husky Oil Bawean Ltd.
  • Blok North East Madura III Operator: Anadarko Indonesia Company (Amerika Serikat) Kontraktor: Anadarko Indonesia Company.
  • Blok Madura Offshore Operator: Santos Madura Offshore Pty Ltd Kontraktor: Talisman Madura Ltd (Kanada).
  • Blok Mandala Operator: PT Bumi Hasta Mukti-Fortune Empire Group Ltd Kontraktor: Konsorsium PT Bumi Hasta Mukti-Fortune Empire Group Ltd.
  • Blok West Madura Operator: Kodeco Korea (6 Mei 1981-6 Mei 2011), Pertamina (7 Mei 2011-7 Mei 2031). Kontraktor: Kodeco Energy Company Ltd (6 Mei 1981-6 Mei 2011), Pertamina (7 Mei 2011-7 Mei 2031).
  • Blok North Madura Operator: Konsorsium Australian Worldwide Exploration North Madura NZ Ltd-North Madura Energy Ltd. Kontraktor: Konsorsium Australian Worldwide Exploration North Madura NZ Ltd-North Madura Energy Ltd.
  • Blok Ketapang Operator: Petronas Carigali Ketapang II Ltd (Malaysia) Kontraktor: Gulf Resources Ketapang (ConocoPhillips-Amerika Serikat).
  • Blok Terumbu Operator: Australian Worldwide Exploration Terumbu NZ Ltd Kontraktor: Australian Worldwide Exploration Terumbu NZ Ltd.
  • Blok South Madura Operator: South Madura Exploration Company Pte Ltd Kontraktor: PT Eksindo South Madura.
  • Blok Madura Operator: Society Petroleum Engineers Petroleum Ltd (Cina) Kontraktor: Society Petroleum Engineers Petroleum Ltd.
Menyadari kenyataan tersebut, maka hal ini telah menjelaskan mengapa Presiden Amerika Barrack Obama telah memutuskan untuk meningkatkan kekuatan angkatan lautnya di Australia. Keputusan Obama untuk menambah sebanyak 2500 personel marinirnya di Darwin, Australia, harus dibaca sebagai bentuk kecemasan Washington terhadap semakin agresifnya Cina tidak saja secara militer, melainkan juga dari segi ofensif ekonominya sebagaimana tergambar melalui pertarungan merebut tender sebagai Kontraktor di daerah kaya MIGAS di Madura-Jawa Timur.

Bagi Amerika, soal MIGAS bukan sekadar merebut Sumber Daya Alam negara-negara lain, melainkan juga sudah menjadi bagian integral dari isu keamanan nasional.

Terkait dengan penyebaran pasukan marinir Amerika di Darwin Australia, berbagai kalangan DPR-RI maupun beberapa negara ASEAN, memandang hal ini berpotensi meningkatkan ketegangan dan eskalasi konflik di kawasan Asia Tenggara. Beberapa waktu lalu, DPR-RI  telah memperingatkan kehadiran marinir AS di Negeri Kangguru itu. Beberapa anggota DPR bahkan mendesak Washington untuk memberi penjelasan kepada Jakarta terkait pangkalan militernya yang hanya berjarak 820 kilometer dengan Indonesia. Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR, Tubagus Hasanuddin mengatakan, "Perlu ada jaminan dari AS, karenanya keberadaan pangkalan milter itu harus dijelaskan kepada pemerintah Indonesia." (Baca berita situs kami http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=6490&type=8#.UQcpm_JP1kg).
Memang benar bahwa Presiden SBY sudah mendapat keterangan dari Presiden Obama ketika bertemu di KTT ASEAN Nusa Dua pada 2111 lalu bahwa penempatan pasukan tersebut semata untuk tanggap darurat bencana alam. Sayang sekali sepertinya SBY percaya begitu saja terhadap keterangan Obama yang bisa dipastikan hanya “retorika diplomasi” semata.

Indonesia udah seharusnya menunjukkan kekhawatiran serius atas kehadiran militer AS di dekat wilayahnya. Pemerintah juga perlu melobi negara-negara ASEAN untuk menyatakan keberatan terhadap agenda AS kawasan. Kehadiran pangkalan militer AS bagaimana pun akan mengganggu ketenangan dan pada jangka panjang akan memancing munculnya ketegangan di kawasan.

Bom Terbang Hipersonik AS: Ancam Wilayah Udara Asia Pasifik

Meskipun tujuan strategis Washington adalah penguasaan secara geopolitik negara-negara yang kaya minyak dan mineral gas seperti Indonesian dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada umumnya melalui sarana-sarana non militer, namun postur pertahanan AS tetap ditingkatkan pada skala yang cukup strategis. Karena itu, mencermati serangkaian produk-produk terbaru di matra udara dan ruang angkasa kiranya penting untuk jadi prioritas para pemegang otoritas keamanan nasional Indonesia.

Jika kita menelisik perkembangan industri strategis bidang pertahanan Amerika sejak 2011 lalu, ada informasi cukup mencemaskan. Novemver 2011 lalu Pentagon  berhasil melakukan ujicoba satu bom terbang yang melesat lebih cepat daripada suara dan akan memberi para perencana militer kemampuan untuk menyerang sasaran di mana pun di dunia dalam waktu kurang dari satu jam.

Produk yang bernama “Advanced Hypersonic Weapon", atau AHW ini, berhasil diluncurkan melalui roket di wilayah udara Pasifik, dengan kecepatan hipersonik sebelum menghantam sasaran di pulau karang Kwajalein di Marshall Islands, demikian isi pernyataan Pentagon ketika itu. Kwajalein terletak sekitar 4.000 kilometer di sebelah barat-daya Hawaii.

Tentu saja bagi para pakar industri pertahanan strategis diluncurkannya produk bom terbang hipersonik ini cukup mencemaskan. Karena sewaktu-waktu bisa mengancam kedaulatan udara Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, di tengah semakin menajamnya persaingan global AS versus Cina di kawasan ini.

Menurut taksiran beberapa ilmuwan teknologi udara, bom terbang hipersonik ini punya kecepatan melampaui 5 Mach --atau lima kali kecepatan suara-- 6.000 kilometer per jam.

Apapun alasan yang dikumandangkan pihak Pentagon ketika itu, Proyek AHW Angkatan Darat AS adalah bagian dari program "Prompt Global Strike", yang berusaha memberi militer AS sarana untuk mengantar senjata konvensional di tempat lain di dunia dalam waktu satu jam. Bayangkan, jika AHW ini digunakan dengan tujuan untuk melancarkan agresi militer ke sebuah negara atau kawasan. Negara manapun yang dalam posisi sebagai musuh Amerika, bisa dipastikan akan cemas dengan kepemilikan senjata macam AHW ini.

Dan dalam program yang bernama “Prompt Global Strike” ini, Washington memang sepertinya tidak main-main. Bayangkan saja. Pentagon telah menanam 239,9 juta dolar AS dalam program Global Strike tahun ini, termasuk 69 juta dolar AS untuk bom terbang yang diuji coba pada 2011 lalu.

Satelit Mata-Mata Jepang Semakin Pertajam Kete- gangan di Asia Pasifik
Selain semakin agresifnya postur pertahanan AS di Asia Tenggara, manuver udara Jepang, sekutu tradisional AS sejak pasca Perang Dunia II, kiranya juga perlu kita waspadai. Awal Januari 2013 lalu,  Jepang meluncurkan dua satelit mata-mata ke orbit, untuk memperkuat kemampuan pengawasannya, termasuk mengawasi Korea Utara dari jarak dekat.
Mengingat kenyataan adanya persekutuan strategis yang solid antara Amerika dan Jepang, maka perkembangan terkini adanya satelit mata-mata Jepang tersebut nampaknya paralel dengan manuver pengindra Sumber Daya Alam (SDA) Amerika Serikat LANDSAT-1 sampai VII yang baru-baru ini dikabarkan telah melintasi wilayah udara Indonesia pada ketinggian 36 ribu km di atas bumi. Karena baik satelit jenis LANDSAT-1 sampai VII maupun dua satelit mata-mata Jepang tersebut, keduanya masuk kategori pengumpul data intelijen. Kedua satelit Jepang pengumpul data intelijen tersebut ditempatkan ke orbit dengan menggunakan roket H-2A buatan dalam negeri Jepang, yang terdiri dari satelit radar operasional dan satelit optikal percobaan.
Peluncuran dilakukan dari Tanegashima Space Center, Pulau Tanegashima, selatan Jepang, sekitar pukul 13.40 waktu setempat (11.40 WIB) oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dan Mitsubishi Heavy Industries Ltd. "Roket itu terbang sesuai rencana dan melepaskan kedua satelit itu," kata JAXA dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP.
Ini jelas sebuah perkembangan informasi yang cukup menarik. Keterlibatan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dan Mitsubishi Heavy Industries, menggambarkan betapa pembangunan dan pengembangan industry strategis pertahanan terkait secara langsung dengan pembangunan industri strategis Jepang pada skala  dan lingkup yang lebih luas. Artinya, kalau peluncuran dua satelit mata-mata Jepang ini dipandangns sebagai bagian dari perkembangan kemajuan industri pertahanan Jepang, maka keterlibatan dua badan strategis Jepang ini, harus dibaca sebagai bukti nyata bahwa urusan pertahanan dan pengembangan peralatan militer Jepang saat ini, bukan sekadar urusan pihak militer semata. Melainkan sudah menjadi isu strategis yang ditangani oleh berbagai elekmen sipil di Jepang.
Bagi Indonesia, perkembangan teknologi pertahanan Jepang tersebut harus dicermati secara seksama dan penuh kewaspadaan mengingat adanya eksamaan misi antara Amerika dan Jepang untuk mengincar kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik pada umumnya.
Sebagai satelit radar operasional yang ditujukan untuk melengkapi sistem pengawasan, pada perkembangannya satelit jenis ini bukan sekadar alat yang berfungsi defensif. Melainkan juga bisa digunakan untuk tujuan yang lebih agresif. Karena satelit mata-mata ini akan memungkinkan Jepang untuk memantau setiap tempat di dunia setidaknya dalam satu kali sehari, sekalipun tertutup awan dan malam hari.
Sedangkan satelit optikal percobaan adalah satelit demonstrasi untuk mengumpulkan data bagi riset dan percobaan teknologi masa depan dan berbagai perbaikan yang memungkinkan Jepang meningktakan kemampuan surveilans-nya (pengawasan). Dari kemampuan ini saja, Jepang bisa memantau dan mendeteksi berbagai perkembangan teknologi Indonesia maupun negara manapun yang jadi sasaran pengintaian pihak Jepang. Sekaligus ini juga membuktikan bahwa program riset dan percobaan teknologi di Jepang terkait erat dengan kebijakan strategis pertahanan Jepang di masa depan.
Tak pelak lagi ini cukup mencemaskan bagi angkatan udara Indonesia dan negara-negara yang berpotensi sebagai musuh Jepang di masa depan. Satelit radar, yang merupakan satelit pengumpulan intelijen, dilaporkan akan segera beroperasi secara penuh pada bulan April nanti. Satelit itu diletakkan dengan jarak beberapa ratus kilometer di luar angkasa, dikabarkan mampu mengambil foto obyek berukuran satu meter di bumi.
Sepertinya seluruh elemen strategis Jepang bersatu-padu untuk urusan ini.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang bersikap keras terhadap Korut memuji keberhasilan peluncuran satelit itu. "Pemerintah akan menggunakan sebanyak-banyaknya sistem itu untuk meningkatkan keamanan nasional dan manajemen krisis kami," kata Shinzo Abe yang dikutip stasiun radio NHK.
Meskipun ini merupakan pernyataan resmi pemerintah, namun frase “meningkatkan keamanan nasional dan manajemen krisis” kiranya harus diartikan sebagai kalimat bersayap yang bisa juga diartikan bahwa satelit ini siap untuk jadi bagian dari peralatan militer Jepang yang bersifat agresif.
Yang jelas, peluncuran satelit ini saja pemerintah Jepang telah mengeluarkan anggaran sebesar 10 miliar dolar AS atau sekitar  96, 5 triliun rupiah. Jelas jumlah yang cukup fantastis mengingat anggaran pertahanan Indonesia saja saat ini hanya sekitar 72 Triliun per tahun.
Yang perlu digarisbawahi melalui kajian ini, keberhasilan peluncuran satelit mata mata Jepang ini, berarti menambah panjang daftar kesuksesan roket jenis H-2A, yang sebelumnya telah berhasil mengantarkan 15 satelit Jepang  ke luar angkasa. Sehingga Jepang saat ini telah berhasil mengopeasikan satu satelit radar dan tiga satelit optik.
Sekadar informasi tambahan. Jepang mulai membuat rencana untuk menggunakan satelit guna mengumpulkan data intelijen setelah Korea Utara meluncurkan rudal jarak jauh pada tahun 1998. Satelit intelijen Jepang diluncurkan pertama kalinya pada Maret 2003, sebagai tanggapan atas uji rudal Korut pada 1998.
Berarti situasi di Semenanjung Korea, memang cukup memanas, bisa menjadi pemicu ketegangan regional yang menyeret AS, Cina dan bahkan Rusia, dalam konflik militer berskala luas di dalam beberapa waktu ke depan.
Apalagi ketika Korea Utara pada Desember 2012 lalu mengklaim berhasil meluncurkan roket jenis Unha-3 untuk membawa satelit cuaca ke orbit.  Alhasil, keberhasilan ini memicu kecemasan Jepang karena roket ini berhasil terbang melintasi gugusan pulau Okinawa.
Manuver ruang angkasa Korea Utara ini tentu saja dikecam AS dan sekut-sekutunya sebagai manuver tersamar Korea Utara untuk program teknologi rudal dengan dalih meluncurkan roket untuk membawa satelit cuaca ke orbit.
Tren ini harus dibaca dengan seksama oleh para pemegang otoritas keamanan nasional Indonesia mengingat kenyataan bahwa Jepang saat ini menjadi tempat bagi 5000 tentara Amerika untuk menghadang ancaman dari Korea Utara.
Mengingat kenyataan Jepang berada dalam jangkauan rudal Korea Utara, maka kerjasmaa AS-Jepang untuk mengembangkan satelit mata-mata, maka Jepang saat ini sudah bisa diasumsikan memiliki sistem pertahanan rudal sendiri. Sehingga dari sudut pandang persekutuan strategis AS-Jepang, satelit mata mata ini bukan sekadar bersifat defensive, melainkan ofensif di masa depan.  
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=10973&type=99#.UQ03TFI1tkg 

Isu Hangat

03-01-2013
Persekutuan Strategis AS-Jepang-Korea Selatan Semakin Agresif Mengepung Cina
Penulis : Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI)


 

Potensi pecah perang antara Amerika Serikat dan Cina di kawasan Asia Pasifik nampaknya semakin nyata menyusul peringatan yang dikumandangkan  pakar strategi asal Australia Hugh White di Canberra belum lama ini.  Menurut Hugh White, pemicu dari perang Amerika Serikat versus Cina adalah ketegangan konflik perbatasan  antara Jepang dan Cina terkait dengan Pulau Senkaku/Diaoyu  di Laut Cina Timur di awal tahun 2013. 


Analisis dan prediksi Hugh White nampaknya sejalan dengan kenyataan semakin menegangnya hubungan diplomatic antara Tokyo dan Beijing terkait dengan konflik perbatasan di Laut Cina Selatan atau di wilayah-wilayah yang berbatasan langsung antara kedua negara seperti di wilayah sekitar Pulau Senkaku/Diaoyu. Apalagi secara historis Jepang pernah menorehkan sejarah kelam di Nanjing, ketika tentara Jepang melakukan pemerkosaan missal yang terkenal dengan The Rape of Nanjing pada 1937.  
 
Eskalasi konflik yang kian meluas antara Jepang dan Cina  di kawasan Laut Cina Timur dan Selatan ini, barang tentu akan  mendorong Amerika serikat untuk melibatkan diri secara militer di kawassan ini. Sehingga pada perkembangannya akan meningkatkan eskalasi konflik bersenjata antara Amerika versus Cina. 
 
Early warning signal yang disampaikan Hugh White bisa jadi merupakan refleksi kecemasan para perancang kebijakan strategis keamanan nasional Australia terhadap potensi pecah perang terbuka antara Amerika dan Cina.  Dan Hugh White, bisa jadi merupakan corong Departemen Pertahanan Australia untuk mengumandangkan kecemasan  para perancang kebijakan strategis dan keamanan nasional di Canberra.  Betapa tidak. 
Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun tim riset Global Future Institute, mengindikasikan bahwa pemerintahan  Presiden Barrack Obama telah mengadakan pembicaraan intensif dengan Australia, Jepang, dan Korea Selatan. Bisa dipastikan pembicaraan ketiga negara tersebut bertujuan mengantisipasi ancaman dari Cina. Karena hasil pembicaraan empat negara tersebut ternyata bermuara pada sistim anti rudal (a regional anti-missile system) . Semacam tameng  pertahanan sama persis seperti yang mereka bikin di kawasan Eropa untuk menghadapi Rusia. 
 
Menurut beberapa informasi, Amerika Serikat saat ini sedang aktif-aktifnya menjajaki beberapa opsi untuk penempatan beberapa radar di Jepang dan beberapa tempat di kawasan Asia Tenggara. Yang tujuannya adalah sebagai benteng terhadap rudal balistik yang sewaktu-waktu bisa dilancarkan oleh Korea Utara. 
Kalau Australia cemas dengan kemungkinan ancaman dari Cina jika terjadi pecah perang bersenjata antara Amerika versus Cina atau Cina versus Jepang, maka Rusia punya kecemasan yang berbeda. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov beberapa waktu lalu menyuarakan kecemasannya terhadap rencana-rencana strategis  Amerika Serikat di kawasan Tmur Jauh dan Asia Pasifik. Tentu saja yang dia maksud adalah rencana pengembangan angkatan bersenjata Amerika dalam skala yang semakin meluas di kawasan Timur Jauh dan Asia Pasifik. “Kami secara intensif mengikuti terus terhadap apa yang sedang terjadi antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Asia.” begitu tutur Wakil Menlu Sergei Ryabkov. 
Secara spesifik, kekhawatiran Rusia nampaknya juga diarahkan pada kemungkinan adanya system anti rudal kawasan regional yang tentunya di kawasan Asia Pasifik. Pihak Rusia nampaknya sudah memeperingatkan Amerika agar meredam kecemasan Rusia. Jika tidak, Sergey Ryabkov memperingatkan kemungkinan Rusia akan melakan langkah-langkah dalam rangka mengantisipasi potensi ancaman yang dipicu oleh manvuer Amerika membangun sistem anti rudal di kawasan Asia Pasifik.
Kecemasan Rusia nampaknya cukup beralasan. September 2012 lalu, harian terkemuka Amerika Serikat The New York Times mewartakan adanya kesepakatan strategis Washington- Tokyo untuk menempatkan rudal pertahanan (a Second Advanced missile defense) di wilayah-wilayah vital yang berada dalam kedaulatan Jepang. Apalagi secara terang-terangan Menteri Pertahanan Amerika Leon E Panetta tiba dalam kunjungannya ke Jepang beberapa waktu lalu, menegaskan bahwa penempatan sistem rudal  pertahanan di Jepang sangatlah penting dan vital untuk meningkatkan persekutuan Amerika-Jepang. Sekaligus meningkat- kan kemampuan pertahanan Jepang terhadap kemungkinan serangan mendadak dari Korea Utara. 
 
Memang dalam maneuver Amerika menggalan persekutuan strategis dengan Jepang, Menteri Pertahanan Panetta hanya menyebut potensi ancaman dari Korea Utara, tanpa menyebut Cina. Namun kenyataan membuktikan bahwa persekutuan strategis Korea Utara dan Cina boleh dibilang cukup erat bahkan sejak era Perang Dingin pada 1950-an. 
Karena itu tidak heran jika para pemegang otoritas keamanan  nasional di Cina mengecam keras penempatan sistem rudal  pertahanan di Jepang. Dan mencurigai manuver Amerika tersebut  pada dasarnya diarahkan ke Cina. Untuk melumpuhkan program persenjataan  nuklir Cina. 
 
Pada tataran ini, reaksi keras pihak otoritas keamanan nasional Cina sejalan dengan analisis Hugh White yang memandang penempatan rudal pertahanan di Jepang untuk mematahkan manuver Cina mengklaim Pulau Senkaku di Jepang. Sehingga dengan penempatan rudal pertahanan tersebut, akan mendorong Jepang dalam posisi yang semakin agresif dalam menghadapi konflik perbatasan (border dispute) dengan Cina terkait Pulau Senkaku. 
 
Bagi Cina, ini merupakan  berita yang sangat tidak menyenangkan. Begitu menurut pakar hubungan internasional Cina Shi Yinhong. “Jepang tak akan mungkin bisa begitu agresif secara militer tanpa dukungan aktif dari Amerika Serikat,”begitu tukas Profesor Yinhong. 
 
Dan Cina, sepertinya tidak tinggal diam dan cuma berteriak-teriak mengecam  ulah Amerika. Seakan  bereaksi terhadap situasi yang tidak menguntungkan Cina di kawasan Asia Pasifik, Cina beberapa waktu lalu menggelar latihan angkatan lautnya dengan meluncurkan sekitar 40 rudalnya. Bukan itu saja. Cina juga memamerkan pesawat-pesawat silumannya (stealth Fighter). Sekaligus Cina mau menunjukkan bahwa “negara tirai bamboo” ini sudah  beberapa langkah lebih maju dalam pengembangan  industri  strategis, khususnya dalam  industri kedirgantaraan.  
Yang mencemaskan dari perkembangan terkini terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina, yaitu indikasi semakin terkepungnya Cina di kawasan Asia Pasifik. Persis seperti Jepang ketika terkepung oleh blockade Amerika dan sekutu-sekutunya di kawasan Asia Pasifik, sehingga mendorong Jepang untuk melakukan manuver militer yang agresif dan ekspansif. 
Selain persekutuan Amerika dan Jepang, Amerika juga semakin intensif menjalin kerjasama strategis dengan Korea Selatan. Kalau kita telisik sejak 2010,  PresidenObama telah memerintahkan kapal induk USS George Washinton menuju Semananjung Korea 24 November 2012.  Indikasi ini bisa dibaca sebagai salah satu bentuk dukungan terbuka Amerika kepada Korea Selatan  menyusul serangan artileri dari Korea Utara di Pulau Yeonpyeong.  Berarti, sejak 2010 Amerika sudah membangun basis militer yang cukup solid di Korea Selatan. 
 
Kehadiran kapal induk memang bukan perkara main-main karena bisa mengangkut sekitar 6  ribu personil tentara Amerika dan 75 unit pesawat tempur. 
Karena itu, kesepakatan yang dicapai antara Amerika dan Korea Selatan  pada 7 Oktober 2012 terkait peningkatan penempatan  rudal-rudal balistik (Balistic Missiles) dalam skala dua kali lipat daripada  sebelumnya, kiranya cukup masuk akal dan bukan yang mengejutkan. Lagi-lagi, alasannya untuk membalas kemungkinan serangan dan ancaman dari Korea Utara. 
 
Seperti halnya Jepang, tentu saja Cina dan Rusia memandang manuver persekutuan AS-Korea Selatan tersebut akan mendorong postur militer Korea Selatan pada posisi yang semakin agresif. Karena melalui kesepakatan ini, Korea Selatan akan mampu mengembangkan daya jangkau rudalnya dari 800 km dari sebelumnya yang hanya mampu sekitar 300 km. 
Selain itu, Amerika juga mendukung Korea Selatan untuk mengembangkan pesawat tempur tanpa awak  atau  Unmanned Aerial Vehicles atau UAV. Sebuah perkembangan industri pertahanan Korea Selatan yang tentunya sangat mencemaskan Cina dan Rusia dalam beberapa waktu mendatang. 
 
Khusus bagi Cina, kekhawatiran pihak Beijing dikumandangkan oleh kantor berita Cina Xinhua. Menurut sebuah artikel yang ditulis di Xinhua, bagian dari pantai timur Cina dan beberapa provinsi perairan timur Cina  seperti Heilongjiang, Jilin dan Liaoning, saat ini berada dalam jangkaun sasaran tembak rudal-rudal balistik Korea Selatan. Sehingga pada perkembangannya akan meningkatkan eskalasi konflik di Semenanjung Korea. 
 
Mungkinkah Perang Pasifik Amerika-Cina pecah dipicu oleh ketegangan segitiga antara Jepang-Korea Selatan dan Cina? 
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=10662&type=99#.UQ0541I1tkg






 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar