Selasa, 28 Juni 2011

Libya Tolak Surat Perintah Penangkapan ICC untuk Gaddafi>>> "Libya tidak menerima keputusan ICC yang merupakan alat dunia Barat untuk menuntut para pemimpin di dunia ketiga," kata Menteri Kehakiman Libya Muhammad al-Qamudi dalam sebuah konferensi pers di Tripoli. "Pemimpin revolusi dan anaknya tidak memegang posisi resmi dalam pemerintahan Libya dan karena itu mereka tidak memiliki hubungan dengan klaim ICC terhadap mereka," tambah Qamudi.>>> Erdogan Tolak Upaya untuk Persenjatai Pemberontak Libya>> "Melakukan hal itu hanya akan menciptakan situasi yang berbeda di Libya dan kita tidak menemukan bahwa hal tersebut tepat untuk dilakukan," kata Erdogan kepada wartawan pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron di London.>>> .... dilaporkan bahwa Amerika Serikat berencana untuk memberikan bantuan persenjataan kepada kelompok oposisi anti Gaddafi, di tengah semakin gencarnya serangan pasukan yang setia kepada Gaddafi terhadap pasukan oposisi di seluruh wilayah Libya. Pasukan yang setia kepada Gaddafi telah berhasil merebut kembali beberapa kota strategis Libya dari pasukan oposisi, dan mendesak mereka untuk mundur kembali ke wilayah timur.(fq.reu) >>>Di Libya, pejuang revolusioner telah menolak tawaran Turki untuk menegosiasikan kesepakatan damai dengan rezim Muammar Gaddafi setelah kedua belah pihak mengadakan pertemuan. Juru bicara pasukan revolusioner, Kolonel Ahmad Bani, mengatakan tidak akan ada pembicaraan sebelum Gaddafi dan keluarganya turun atau meninggalkan negara itu, Reuters melaporkan.>>>Kubu revolusioner Libya telah menolak tawaran pemilu dari putra penguasa Libya Muammar Gaddafi sebagai cara untuk menyelesaikan kebuntuan di negara itu. "Kami mengatakan kepadanya (Saif al-Islam) bahwa waktu telah berlalu karena pasukan kami saat ini berada di pinggiran Tripoli, dan mereka akan bergabung dengan rakyat kami dan pasukan di sana untuk mencabut simbol korupsi dan tirani di Libya," kata Abdel Hafiz Ghoga, juru bicara untuk pasukan revolusioner, Reuters melaporkan.[ Inilah para Pemberotak - yang sekaligus adalah antek2 Penjajah Kriminal Internasional... yang selalu membebek dan mengekor... sistem Liberal-Barbar... dan penuh khianat... terhadap bangsa dan Rakyat Libya... itu.. >>> Mereka itulah para pecundang dan oportunis... yang serakah dan sangat haus kekuasaan... yang nantinya akan dijual kepada kapitalis2 asing... dimana Rakyatnya menjadi budak2 jajahan dan menjadi goyim2 nya para Yahudi-dan Kapitalis super kaya... yang meniru-niru Eropa dan AS...>>> Sungguhlah mereka itu berwatak hina dan menjadi penjual darah dan keringat rakyat dan Umat Islam... Mereka adalah para perusak persatuan Umat dan Perusak kaaidah Islam... >>> Patutlah mereka pemberontak yang sangat mengabdi Barat dan kaum kafirin itu terlaknat dan terkutuk... selamanya... >>> Lihatlah dan perhatikanlah ... upaya2-jahat AS-NATO-ICC [UN] laknatullah... yang selalu menjadi Penjajah Kriminal Internasional itu melakukan pengrusakan2 dan mengadu-domba Umat Islam... >>> Mereka para Penjajah Krimnal Internasional itu... selalu membangunkan perpecahan dikalangan Umat Islam... dengan membujuk-bujuk... Umat Islam lainnya agar melakukan perpecahan dan peperangan terhadap sesama Umat Islam dengan dalih yang macam2.cara... seperti.. Demokrasi-Liberal-Barbar ... dalih diktator... dll yang penuh tipu muslihat dan manipulatif... Padahal zamannya Husni Mubarak..di Mesir... dan juga di zaman kekuasan Syah Iran dan dibeberapa negara lain yang pro-AS selalu dibelanya....>>> Mhhmmmm... itulah tipu2 dan muslihat para Penjajah Kriminal Internasional yang selalu memakai baju2 dusta... ya kebebasan... demokrasi-leberal-barbar... kemerdekaan.. dusta..dimana kekayaan Negara dan hak2 Rakyat dan Bangsa diserahkan kepada kapitalis asing... dan Negara hanya diberi komisi... pajak...dan gratifikasi2 suap para pejabatnya... dan semua itu diatur2... melalui para wakil2 rakyat palsu.. yang juga dibayar dan dijadikan antek2 dan politisi2 oportunis... para petualang-bajingan-dan preman2 berdasi -berjas dan bergelar S-1, S-2, S-3 dan bahkan profesor2 tukang pelintir hukum dan bermain kata2 dusta... [Kalau mau disimak sungguh2 bahwa AS dan Eropa sendiri bukanlah negara merdeka yang berdaulat... dan sebenarnya mereka itu adalah goyim2/ budak2 belian hina tanpa jiwa kemandirian utuh... dalam kekangan dan dikangkangi para Kapitalis Yahudi dan jaringan2 para super kaya yang merampas hak2 Negara dan hak2 Rakyat AS dan Rakyat Eropa sendiri dari otoritas sebagai Negara dan hak warga negara merdeka... Coba perhatikan sistem ekonomi mereka dan sistem keuangan Negara mereka semuanya ... dalam kontrol dan kendali para Yahudi2 di Eropa dan AS...melaui sistem kekayaan dusta.. ya pasar uang- pasar modal- yang penuh spekulasi dan tanpa komoditi nyata... semua dalam derivatif dusta... juga para politisi mereka semua tunduk tak berdaya terhadap keinginan dan kemauan para Yahudi2 itu... walaupun sangat bertentangan dengan hati nurani dan akal-sehat mereka sendiri... Contoh Nyonya Clinton.. Tuan Bush.. Tuan Tony Blair dll... mereka menyesali tidak sanggup menyampaikan kebenaran... sesungguhnya... dan kemudian berdalih.. dengan mendustakan kata hatinya sendiri... Sungguh tragis.. orang2 terhormat itu... tetapi hanyalah budak2 belian yang sangat hina.. dibawah kencingnya para yahudi2 itu... Tragislah ... para laknatullah itu.. ...>>> Mereka tak berdaya menolak issue holocaust... isue Penjajahan Yahudi itu terhadap Palestina dan isue perbuatan biadab dan melanggar hak azasi dan hak2 kemanusiaan yang dialkukan Israel-Zionist... terhadap rakyat dan bangsa Palestina... dan para Yahudi Israel itu telah merampas-merampok dan menjajah Negara Palestina.. dan issue2 lainnya dengan menggunakan dalih2 dusta dan double standar... tanpa akal sehat... padahal konon katanya mereka itu pemimpin super-power.. pemimpin negara maju...- pemimpin negara2 kaya... tapi perilakunya sangatlah hina dan tak lebih dari seorang budak belian zaman kuno... Quo vadis.... !!!!--- Mari kita renungkan .... Apa salahnya bangsa palestina... Apa dosanya bangsa Palestina... Apa haknya Israel terhadap Palestina... mana rujukan sejarah dan dokumen2 resmi yang sahbagi Israel terhadap Palestina... kecuali rekayasa.. dan kong-kalingkong dusta- yang dibuat oleh para Pendusta Konsiprasi... AS-Yahudi-Zionist Eropa-Sekutu2 PD II -PBB [UN] laknatullah.. itu... >>> Padahal bangsa Palestina tidak pernah terkait dengan holocaust- tidak juga ikut mendukung Nazi [yang didalamnya adalah tokoh2 Yahudi Eropa juga] -tidak juga pernah mengusir bangsa Yahudi dizaman diaspora 2000 tahun yang lalu dalam penyebaran kedaratan Eropa dibawah kekuasaan Roma dan Persia....[semuanya atas kemauan bangsa Yahudi saat itu-zaman itu...]>> Lalu mengapa kebengisan dan kekejaman harus ditimpakan kepada bangsa Palestina... dan Mengapa tanah air dan Negara Merdeka Palestina harus diserbu Inggeris dan Sekutu2 lainnya demi untuk Israel-Zionist...???? >>> Mengapa tidak dilakukan kepada bangsa Roma-Bangsa Jerman-Bangsa Persia... atau bahkan bangsa AS... yang juga menjadi para Pendukung Nazi... seperti Nenek Moyangnya Bush... dahulu kala.. Mengapa... mereka mengalihkannya kepada bangsa Arab Palestina.. ???? Sungguh sangatlah tidak masuk akal secara pemikiran yang sehat dan aduil... Lalu dimana kepintaran para pemimpin Eropa dan AS yang konon katanya sangat hebat dan selalu dipuja-puja itu... secara internasional...???? Inilah dusta.... dan sekali lagi dusta....!!! hai bangsa2 didunia dan khususnya umat Islam ... sadarlah... bangkitlah jiwanya dan bangkitlah badannya... Sadar... sadar.... sadaarrr.... Sdr2ku...... >>> Karena para politisi Eropa dan AS itu sangat berhutang budi terhadap para penyumbang dana politik mereka yang penuh dengan cara2 vested dan maniputaif.... [yah seperti selalu diwariskan kepada para pengikut... taqlid-buta...nya ajaran westernisasi... dan mereka selalu menggunakan media2 yang berpolakan cara2... indoktrinasi massa dengan kebohongan2...dan dusta2... >>> Itulah sistem yang diciptakan dalam meraih kekuasaan dan kebohongan Demokrasi Liberal-Barbar.... laknatullah itu.. ] ... itulah dusta dan kebohongan2... internasional.. yang senantiasa dibela-dan diagung2kan oleh para antek2 neo-liberal dan para penganut Thaghut pemuja hawa nafsu... dan jaringan2nya...>>> Bangkitlah Umat Islam... Kembalilah kepada Firman Allah... Alqur'an dan Sunnah Rasulullah SAW... adalah Firman Kebenaran... sejati... sesuai fitrah dan akal budi akal sehat... dan kesadaran budi nurani kemanusiaan [concious of man] yang utuh dan lurus... Silahkan uji dangan segala cara yang benar ... jujur dan benar2 adil...>>> Bangkitlah Umat Islam bangunkan solidaritas persaudaran Islam dan silaturahim... yang utuh dan komprehensif... Amin... Insya Allah Islam dan Umat Islam Jaya dan penuh rahmat kemenangan dan Kesejahteraan abadi.... Amin...... >>> Jangan terjebak dan terperangkap media2 antek2 Dajjal yang mendeskreditkan Ghadafi dan para pendukungnya... >>> Justru sesungguhnyalah para Pemberontak Libiya itulah yang harus diusir dan dihancurkan... karena mereka nyata2 telah bersekongkol dan konspirasi dengan para Penjajah Kriminal Internasional AS-NATO-Zionist dan PBB [UN] dimana mereka itu adalah gembong2 dan sarang2 para Penjajah Kriminal Internasional yang telah jelas2 menjajah Palestina-Iraq-Afghanistan-Pakistan-dll dibelahan dunia dengan berbagai cara2 Neo kolonialisme dan neo imperialisme dan neo liberalisme... >>> Mereka itulah sebenarnya para Dajjal laknatullah... yang merusak Negara2 Islam... dan tanah air serta rakyat Umat Islam.... dimanapun... >>> Lihatlah betapa sadisnya masyarakat Eropa dan AS terhadap Umat Islam walaupun itu bangsanya sendiri..dinegeri mereka sendiri. >>> Mereka sangat berutal... terhadap wanita2 berjilbab... juga kepada orang2 yang ber-adzan untuk sholat menyembah Allah... di-mesjid2.. dan perlakuan2 yang tidak senonoh terhadap umat Islam... >>> bahkan Mereka para Kriminal Internaional itu memberikan bantuan kepada tentara2 dan polisi2 dinegara-negara berpenduduk Islam... untuk membunuh dan menteror Umat Islam dengan berbagai dalih dan cara.. yang penuh fitnah..dan rekayasa... kebohongan2.... >>> Hai Umat Islam bangkitlah dan bersatulah.... dan terus berjihad melawan para antek2 kafirin para Penjajah Kriminal Internasional laknatullah itu... >>> Bantulah Ghadafi...dan semua para pendukungnya... yang sedang berjuang melawan para Penjajah AS-NATO- dan antek2 nya para Pemberontak laknatullah itu... >>> Mereka itulah sebenarnya yang mengacau dan mebunuh Rakyat Libya yang berdaulat dan merdeka... >> Hancurkanlah para Pemberontak dan semua antek2 Kafirin-Munafikin-dan Tentara2 Dajjal Kriminal Internasional laknatullah... itu... >>> Bangkitlah Rakyat Libya dan Bangsa Libya... Bersatulah.. dan Kuatkan Persatuan Republik Islam Libya.. yang utuh dan menyeluruh... >>> Bebaskan semua tanah air Libya dari pendudukan para Pemberontak antek2 Penjajah Kriminal Internasional laknatullah.... >>> Allahumma afrigh alaiana shabran watsabbit aqdamana wanshurna alal Qoumilkafirin... Allahu Akbar...... Amin.....

Libya Tolak Surat Perintah Penangkapan ICC untuk Gaddafi

Libya menolak langkah yang dilakukan oleh Pengadilan Pidana Internasional (ICC) yang mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi pemimpin Muammar Gaddafi pada Senin kemarin (27/6), menolak otoritas pengadilan.
"Libya tidak menerima keputusan ICC yang merupakan alat dunia Barat untuk menuntut para pemimpin di dunia ketiga," kata Menteri Kehakiman Libya Muhammad al-Qamudi dalam sebuah konferensi pers di Tripoli.
"Pemimpin revolusi dan anaknya tidak memegang posisi resmi dalam pemerintahan Libya dan karena itu mereka tidak memiliki hubungan dengan klaim ICC terhadap mereka," tambah Qamudi.
Gaddafi tidak memegang jabatan formal dalam sistem politik Libya walaupun memiliki pemerintahan selama lebih dari 41 tahun.
Pengadilan ICC yang berbasis di Den Haag Belanda setuju untuk mengeluarkan surat penangkapan bagi Gaddafi, anaknya Saif al-Islam dan kepala intelijen Libya Abdullah al-Sanussi terkait atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Jaksa menuduh mereka terlibat dalam pembunuhan terhadap para pengunjuk rasa sipil yang melakukan aksi protes terhadap 41 tahun kekuasaan Gaddafi pada bulan Februari lalu.
Hakim ketua Sanji Mmasenono Monageng mengatakan Gaddafi dan putranya dituduh dalang dan mengatur rencana untuk mencegah serta memadamkan dengan segala cara aksi demonstrasi sipil melawan rezim. (fq/fr24)

Erdogan Tolak Upaya untuk Persenjatai Pemberontak Libya


Jumat, 01/04/2011 08:14 WIB | Versi Cetak


Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan mengatakan hari Kamis kemarin (31/3) bahwa dirinya sama sekali tidak mendukung gagasan untuk mempersenjatai pemberontak revolusioner yang berjuang untuk mengusir pemimpin Libya Muammar Gaddafi dari kekuasaannya.
"Melakukan hal itu hanya akan menciptakan situasi yang berbeda di Libya dan kita tidak menemukan bahwa hal tersebut tepat untuk dilakukan," kata Erdogan kepada wartawan pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron di London.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Amerika Serikat berencana untuk memberikan bantuan persenjataan kepada kelompok oposisi anti Gaddafi, di tengah semakin gencarnya serangan pasukan yang setia kepada Gaddafi terhadap pasukan oposisi di seluruh wilayah Libya.
Pasukan yang setia kepada Gaddafi telah berhasil merebut kembali beberapa kota strategis Libya dari pasukan oposisi, dan mendesak mereka untuk mundur kembali ke wilayah timur.(fq.reu)

Oposisi Libya Tolak Tawaran Turki untuk "Berdamai" dengan Gaddafi


Di Libya, pejuang revolusioner telah menolak tawaran Turki untuk menegosiasikan kesepakatan damai dengan rezim Muammar Gaddafi setelah kedua belah pihak mengadakan pertemuan.
Juru bicara pasukan revolusioner, Kolonel Ahmad Bani, mengatakan tidak akan ada pembicaraan sebelum Gaddafi dan keluarganya turun atau meninggalkan negara itu, Reuters melaporkan.
Turki telah mengadakan pembicaraan dengan utusan dari pemerintah Gaddafi dan wakil-wakil dari kubu oposisi.
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara bekerja pada sebuah peta jalan untuk mengakhiri perang di Libya. Erdogan mengatakan rencana itu mencakup gencatan senjata dan penarikan pasukan Gaddafi dari sejumlah kota.
"Sebuah gencatan senjata sebenarnya harus diamankan segera, dan pasukan pro-Gaddafi harus menarik diri dari kota-kota yang mereka kepung di beberapa provinsi Libya," kata Erdogan dalam konferensi pers pada hari Kamis kemarin (7/4).
"Bantuan kemanusiaan harus disediakan untuk semua warga Libya, tanpa diskriminasi apapun dan koridor kemanusiaan aman harus ditetapkan untuk tujuan ini," tambahnya.
Turki telah berulang kali menyuarakan oposisi sejak serangan udara NATO dimulai. Lebih dari 500 warga Libya dilaporkan dievakuasi ke Turki.
Pekan lalu, aksi protes meletus di Benghazi setelah Erdogan menolak dukungan bersenjata untuk pasukan oposisi.
Pada hari Kamis kemarin, serangan udara NATO menewaskan sedikitnya lima pasukan oposisi di kota timur Brega, menandai serangan kedua mematikan NATO terhadap pasukan revolusioner Libya dalam waktu kurang dari seminggu. Pasukan revolusioner Libya menuduh pasukan Barat berpihak dengan penguasa Libya Muammar Gaddafi.
Dewan Keamanan PBB mengadopsi sebuah resolusi yang memberlakukan zona larangan terbang di atas Libya dan memungkinkan untuk "semua langkah yang diperlukan" untuk melindungi warga sipil dari serangan pasukan Gaddafi pada bulan lalu.
Namun, sejumlah warga sipil tewas dalam serangan udara dan laut yang dipimpin Barat di negara Afrika Utara.(fq/prtv)


Oposisi Libya Tolak Tawaran Pemilu dari Putra Gaddafi

Abdel Hafiz Ghoga, juru bicara resmi untuk revolusioner Libya
Kubu revolusioner Libya telah menolak tawaran pemilu dari putra penguasa Libya Muammar Gaddafi sebagai cara untuk menyelesaikan kebuntuan di negara itu.
"Kami mengatakan kepadanya (Saif al-Islam) bahwa waktu telah berlalu karena pasukan kami saat ini berada di pinggiran Tripoli, dan mereka akan bergabung dengan rakyat kami dan pasukan di sana untuk mencabut simbol korupsi dan tirani di Libya," kata Abdel Hafiz Ghoga, juru bicara untuk pasukan revolusioner, Reuters melaporkan.
Sebelumnya pada Kamis kemarin (16/6), putra Gaddafi mengatakan kepada surat kabar Italia Corriere della Sera di ibukota Libya Tripoli bahwa rezim yang diperangi siap untuk mengadakan pemilihan umum yang diawasi secara internasional dalam waktu tiga bulan.
Saif al-Islam menambahkan bahwa ayahnya akan melepaskan kekuasaan jika ia kalah dalam pemilihan umum. Namun, ia mengatakan kemenangan ayahnya dalam pemungutan suara sudah pasti akan terjadi dalam upaya untuk menunjukkan bagaimana masih populernya Gaddafi di negaranya."
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menolak usulan Saif al-Islam tentang penyelenggaraan pemilu, dan mengatakan usulan itu agak terlambat disampaikan.
Sementara itu, utusan media Rusia ke Libya Mikhail Margelov mengatakan pada hari yang sama bahwa kubu revolusioner Libya melakukan negosiasi dengan rezim Gaddafi.
"Saya meyakinkan dalam negosiasi hari ini bahwa kontak langsung antara Benghazi dan Tripoli sudah berlangsung," kata Margelov di Tripoli setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Libya Al-Baghdadi Ali Al-Mahmoudi.(fq/prtv)



Hani Khan Gugat Perusahaan yang Memecat Dirinya Karena Berjilbab


Selasa, 28/06/2011 09:16 WIB | Versi Cetak

Seorang mantan pekerja gudang Abercrombie & Fitch Co menggugat perusahaan pengecer pakaian tersebut di pengadilan federal Senin kemarin (27/6), mengatakan ia secara ilegal dipecat setelah menolak untuk melepasnya jilbabnya sewaktu sedang bekerja.
Hani Khan mengatakan seorang manajer di perusahaan toko Hollister Co di Mall Hillsdale di San Mateo membolehkan dia mengenakan jilbabnya saat bekerja. Manajer itu mengatakan OK untuk memakai jilbab asalkan itu sesuai dengan warna perusahaan, kata Khan.
Empat bulan kemudian, Hani Khan (20 tahun) mengatakan seorang manajer distrik dan manajer sumber daya manusia bertanya apakah ia bisa melepaskan jilbabnya saat bekerja, dan dia diskors kemudian dipecat karena menolak untuk melakuka hal itu.
Perusahaan Abercrombie sendiri telah mendapat banyak tuntutan hukum diskriminasi , termasuk gugatan class actionfederal yang dibawa oleh karyawan kulit hitam, Hispanik dan Asia dan para pelamar pekerjaan. Perusahaan mengakui tidak melakukan kesalahan, meskipun dipaksa untuk melaksanakan program dan kebijakan baru untuk meningkatkan keragaman.
"Tumbuh di negara di mana UU menjamin kebebasan beragama, saya merasa dikecewakan," kata Khan, sekarang menjadi mahasiswa ilmu politik, pada konferensi pers. "Kasus ini adalah tentang prinsip-prinsip, hak untuk dapat mengekspresikan agama Anda dengan bebas dan dapat bekerja di negara ini."
Abercrombie sendiri dalam pernyataannya yang diberikan kepada Associated Press, mengatakan keragaman di toko-toko merekajauh melampaui keragaman dalam populasi Amerika Serikat.
"Kami mematuhi hukum mengenai akomodasi agama yang wajar, dan kami akan terus melakukannya," kata Rocky Robbins, penasihat umum perusahaan. "Kami yakin bahwa ketika hal ini disidangkan, juri akan menemukan bahwa kami telah sepenuhnya mematuhi hukum."
Gugatan yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS di San Francisco datang setelah Komisi Kesetaraan Kesempatan Kerja (EEOC) memutuskan pada bulan September tahun lalu bahwa Khan dipecat secara ilegal. Gugatan Khan diajukan dalam hubungannya dengan gugatan EEOC.
Ini bukan pertama kalinya perusahaan Abercrombie telah dibebankan dengan tindakan diskriminasi terhadap perempuan Muslim yang mengenakan jilbab.
Pada tahun 2009, Samantha Elauf, juga mengajukan gugatan federal di Oklahoma, menyatakan perusahaan menolak dia untuk mendapatkan pekerjaan karena dia mengenakan jilbab. Dan kasus ini masih berlangsung.(fq/ap)

Aneh, Sekolah Katolik Larang Siswi Berjilbab



Rabu, 06/04/2011 09:20 WIB | Versi Cetak


Pengadilan Belanda menyatakan bahwa sekolah-sekolah Katolik boleh melarang siswinya mengenakan jilbab. Hakim pengadilan mengungkapkan hal tersebut dalam persidangan kasus jilbab seorang siswi muslim di sekolah Katolik Don Bosco College di kota Volendam.
Sekolah Katolik itu melarang Imane Mahssan, seorang siswi sekolah menengah pertama, mengenakan jilbab di sekolah. Imane lalu menggugat sekolahnya ke pengadilan yang akhirnya memenangkan pihak sekolah.
Dalam persidangan hari Senin (4/4), hakim pengadilan memutuskan bahwa Don Bosco College boleh melarang siswinya berjilbab. Menurut hakim, larangan berjilbab sesuai dengan karakter sekolah-sekolah yang berbasis ajaran Katolik Roma, yang melarang penggunaan simbol-simbol non-Katolik. Hakim pengadilan juga mengatakan bahwa larangan berjilbab tidak bertentangan dengan kebebasan berekspresi dan tidak berarti sekolah bersangkutan melakukan diskriminasi atas dasar agama.
Don Bosco College memberlakukan larangan jilbab di sekolah sejak bulan September 2010, beberapa bulan setelah Imane meminta izin pada sekolahnya agar bisa mengenakan jilbab di sekolahnya. Setelah berbulan-bulan pihak sekolah tidak juga memberikan respon, Imane memutuskan untuk mulai mengenakan jilbab ke sekolah.
Pihak sekolah berdalih, meski mereka tidak merespon permintaan Imane dan menjelaskan secara terbuka kebijakan mengenakan jilbab di sekolah, Imane seharus menghormati tempatnya sekolah yang berbasis ajaran Katolik.
Sekolah Katolik yang menerapkan kebijakan melarang siswinya berjilbab dengan alasan sekolah itu berbasis ajaran Katolik, sebenarnya agak aneh, mengingat para biarawati Katolik juga mengenakan "jilbab". (ln/NRW)

Terlambat, PBB Baru Kecam Aksi Pembakaran Al-Quran di AS

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk aksi penodaan Al-Qur'an yang kembali terjadi di gereja AS di tengah adanya ledakan kemarahan di kalangan umat Islam di wilayah Afghanistan.
"Tindakan tersebut tidak bisa dimaafkan oleh agama apapun," Xinhua mengutip pernyataan Ban yang mengatakan pada hari Selasa kemarin (5/4) dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuannya dengan sekelompok duta besar yang mewakili negara Organisasi Konferensi Islam.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa dan banyak orang di seluruh dunia untuk mempromosikan toleransi, pemahaman antar budaya dan saling menghormati antar budaya dan agama.
Pada tanggal 20 Maret, Terry Jones, pastor dari gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, memicu kemarahan di seluruh dunia dengan menjadi saksi aksi membakar salinan kitab suci Al-Quran.
Jones pertama kali berencana untuk membakar kitab suci Al-Quran tahun lalu pada hari peringatan serangan 11 September tetapi berubah pikiran karena banyaknya kecaman dunia internasional.
Langkah tak bermoral Jones, didukung oleh pemerintah AS sebagai aksi "kebebasan berekspresi" menyebabkan gelombang protes mematikan di Afghanistan pada awal April ini dan memperoleh momentum pekan lalu.
Sepuluh pekerja asing PBB tewas setelah sejumlah kecil pengunjuk rasa yang marah menyerbu markas PBB di Afghanistan utara kota Mazar-i-Sharif dengan latar belakang sentimen anti-Barat di negeri ini.
Setidaknya sepuluh Afghanistan tewas dan 83 lainnya luka-luka di kota selatan Kandahar pada hari Sabtu lalu di hari kedua protes kekerasan atas penodaan Al-Qur'an.
Pernyataan Ban datang pada saat pastor ekstremis Amerika dilaporkan telah mengumumkan rencana untuk melakukan aksi anti-Islam di luar sebuah masjid di Michigan pada 22 April mendatang.(fq/prtv)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar