Jumat, 04 November 2011

Luar Biasa : hasil Survei menyebutkan Jumlah Orang Kaya di China Bertambah ....Menurut harian China Daily, data itu terungkap dalam survei gabungan GroupM Knowledge - Hurun Wealth Report 2011, yang diumumkan Selasa 12 April. Hasil survei itu menunjukkan bahwa China saat ini memiliki 960.000 orang kaya, yang memiliki aset paling sedikit 10 juta yuan (sekitar Rp13,2 miliar). ..>> ..Laporan itu juga menyebut bahwa jumlah orang kaya di China bertambah 9,7 persen per tahun. "Harga properti yang melonjak dan pesatnya pertumbuhan ekonomi berdasarkan produk domestik bruto (GDP) menjadi faktor utama naiknya jumlah miliarder di China," demikian hasil survei, yang dikutip China Daily. >>> ..Tiga Orang Terkaya Dunia Carlos Slim memiliki kekayaan US$74 miliar atau sekitar Rp666 triliun....>> ..10 Kota Paling Banyak Dihuni Miliarder..1. New York Jumlah miliarder: 60 Milioner terkaya: Michael Bloomberg ($18 miliar) Milioner lainnya: Ralph Lauren, Carl Icahn, Rupert Murdoch, Donald Trump, Mortimer Zuckerman.....2. Moskow, Rusia Jumlah miliarder: 50 Milioner terkaya: Vladimir Lisin ($15,8 miliar) Milioner lainnya: Roman Abramovich, Alisher Usmanov, Oleg Deripaska.... 3. London, Inggris Jumlah miliarder: 32 Milioner terkaya: Lakshmi Mittal ($28,7 miliar) Milioner lainnya: Richard Branson, Leonard Blavatnik, Alan Howard... 4. Istanbul, Turki Jumlah miliarder: 28 Milioner terkaya: Husnu Ozyegin ($3 miliar) Milioner lainnya: Mehmet Emin Karamehmet, Sarik Tara, Ferit Sahenk... 5. Los Angeles, California Jumlah miliarder: 27 Milioner terkaya: Eli Broad ($5,7 miliar) Milioner lainnya: Steven Spielberg, Sumner Redstone, Michael Milken, Ron Burkle ... 6. Hong Kong Jumlah miliarder: 25 Milioner terkaya: Li Ka-shing ($21 miliar) Milioner lainnya: Lee Shau Kee, keluarga Kwok, Robert Kuok, Cheng Yu-tung ..... 7. Mumbai, India Jumlah miliarder: 20 Milioner terkaya: Mukesh Ambani ($29 miliar) Milioner lainnya: Anil Ambani, Shashi & Ravi Ruia, Kumar Birla, Pallonji Mistry .. 8. Dallas, Texas Jumlah miliarder: 17 Milioner terkaya: Andrew Beal ($4,5 miliar) Milioner lainnya: Henry Ross Perot Sr., Jerral Jones, T. Boone Pickens, Mark Cuban.. 9. San Fransisco, California Jumlah miliarder: 14 Milioner terkaya: Larry Page ($17,5 miliar) Milioner lainnya: George Roberts, Ray Dolby, Gordon Getty . 10. Tokyo, Jepang Jumlah miliarder: 14 Milioner terkaya: Tadashi Yanai ($7,6 miliar) Milioner lainnya: Nobutada Saji, Akira Mori, Masayoshi Son, Hiroshi Mikitani...>>.>


Ini Tiga Orang Terkaya Dunia

Carlos Slim memiliki kekayaan US$74 miliar atau sekitar Rp666 triliun.

KAMIS, 10 MARET 2011, 11:07 WIB
Hadi Suprapto
VIVAnews - 
Majalah ekonomi Forbes menobatkan Carlos Slim Helu sebagai orang terkaya dunia pada Maret ini. Forbes mencatat kekayaan Slim dan keluarganya sebesar US$74 miliar atau sekitar Rp666 triliun dengan kurs Rp9.000 per dolar AS.

Kekayaan laki-laki berusia 71 asal Meksiko ini diperoleh dari perusahaan telekomunikasinya, Telmex. Dari perusahaan inilah Slim telah dua kali berturut-turut menempati posisi terkaya dunia.

Keluarga Slim juga menguasai 62 persen saham perusahaan telekomunikasi mobile terbesar di Amerika Latin, America Movil. Perusahaan ritel Saks juga menjadi salah satu penyumbang kekayaan.
Baru-baru ini dia membuka Soumaya Museum, museum seni yang terbuka untuk umum secara gratis.

Selama setahun, kekayaan Slim telah bertambah US$20,5 miliar. Penambahan ini membuat kesenjangan semakin tinggi dengan orang terkaya dunia, Bill Gates. Kekayaan bos Microsoft sendiri hanya bertambah US$18 miliar menjadi US$56 miliar.
Maestro Microsoft yang berusia 55 ini memilih menyumbangkan US$30 miliar kekayaannya untuk amal melalui Bill & Melinda Gates Foundation.
Badan amal dunia yang berpengaruh ini menangani polio dan kelaparan, mengembangkan vaksin AIDS,  dan mendorong kinerja guru-guru di dunia. 
Sedangkan orang terkaya dunia ketiga adalah Warren Buffett. Laki-laki berusia 80 ini memiliki kekayaan US$50 miliar. 
Buffett memiliki julukan Oracle of Omaha. Ia telah mengumpulkan kekayaan dari kecerdikannya berinvestasi melalui perusahaannya Berkshire Hathaway.
Pada usia 12, dia sudah membaca buku-buku investasi saham di perpustakaan umum Omaha. Dia bertemu dengan investor Benjamin Graham di Columbia dan membeli perusahaan tekstil Berkshire Hathaway pada 1965.

Dari situ lah, dia mengubah menjadi perusahaan induk besar: makanan, asuransi, industri. Buffett mengakuisisi raksasa kereta api Burlington Northern Santa Fe Railway sebesar US$26 miliar pada 2009.
• VIVAnews

10 Kota Paling Banyak Dihuni Miliarder

Pergerakan bisnis global memunculkan sejumlah pengusaha dengan timbunan kekayaan melimpah.

KAMIS, 10 MARET 2011, 01:33 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
VIVAnews 
Pergerakan bisnis global melahirkan sejumlah pengusaha dengan timbunan kekayaan melimpah. Lewat berbagai sektor industri mereka berkontribusi memakmurkan kota mereka menetap.

Berikut 10 kota yang memiliki aset miliarder terbanyak, menurut Majalah Forbes:

1. New YorkJumlah miliarder: 60
Milioner terkaya: Michael Bloomberg ($18 miliar)
Milioner lainnya: Ralph Lauren, Carl Icahn, Rupert Murdoch, Donald Trump, Mortimer Zuckerman

Kota ini memang bergelimang sosok miliarder yang bergerak di berbagai sektor bisnis. Seiring kondisi itu, kota ini juga berpredikat sebagai kota berbiaya hidup supermahal. Bayangkan saja, biaya potong rambut langganan selebriti Sally Hershberger saja mencapai $800, atau makan malam restoran mewah yang mencapai $550.

2. Moskow, RusiaJumlah miliarder: 50
Milioner terkaya: Vladimir Lisin ($15,8 miliar) 
Milioner lainnya: Roman Abramovich, Alisher Usmanov, Oleg Deripaska

Jumlah milioner meningkat pesat jika dibandingkan pada 2002 hanya lima milioner. Kekayaan para bilioner mayoritas terbangun berkat permainan bisnis di sektor minyak dan logam. Jika dibandingkan dengan kota lain yang dihuni banyak milioner, Moskow tergolong kota dengan biaya hidup rendah. 

3. London, Inggris

Jumlah miliarder: 32
Milioner terkaya: Lakshmi Mittal ($28,7 miliar)
Milioner lainnya: Richard Branson, Leonard Blavatnik, Alan Howard

Jumlah milioner di kota itu juga terus meningkat berkat sokongan nilai tukar poundsterling yang kuat dan stabil. Kondisi itu juga membuat kota ini dikenal memiliki biaya hidup yang super-tinggi dibandingkan negara Eropa lainnya. 

4. Istanbul, TurkiJumlah miliarder: 28
Milioner terkaya: Husnu Ozyegin ($3 miliar)
Milioner lainnya: Mehmet Emin Karamehmet, Sarik Tara, Ferit Sahenk

Kecantikan kota ini memang menjadi daya tarik wisatawan asing, sekaligus ladang bisnis kaum milioner. Namun, tak semua bergerak di sektor wisata. Banyak orang superkaya di sana yang mendalami bisnis di sektor teknologi telepon selular dan perbankan. Dengan taraf hidup tinggi, seorang pembantu rumah tangga di kota ini bisa mendapat imbalan jasa $50 per hari.  

5. Los Angeles, California

Jumlah miliarder: 27
Milioner terkaya: Eli Broad ($5,7 miliar)
Milioner lainnya: Steven Spielberg, Sumner Redstone, Michael Milken, Ron Burkle 

Melihat gemerlap kota ini, sebenarnya tak mengejutkan jika menampung sejumlah milioner. Banyak dari pengusaha superkaya itu menanggung untung dari industri hiburan seperti perfilman Hollywood. Bisnis otomotif dan pariwisata juga memegang peran penting.
bersambung ...

10 Kota Paling Banyak Dihuni Miliarder (II)

Pergerakan bisnis global memunculkan sejumlah pengusaha dengan timbunan kekayaan melimpah.

KAMIS, 10 MARET 2011, 06:41 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
VIVAnews - Pergerakan bisnis global memunculkan sejumlah pengusaha dengan timbunan kekayaan melimpah. Lewat berbagai sektor industri mereka berkontribusi memakmurkan kota tempat mereka menetap. 

Berikut 10 kota yang memiliki aset miliarder terbanyak, menurut Majalah Forbes:

6. Hong Kong

Jumlah miliarder: 25
Milioner terkaya: Li Ka-shing ($21 miliar)
Milioner lainnya: Lee Shau Kee, keluarga Kwok, Robert Kuok, Cheng Yu-tung

Kota bekas koloni Inggris ini menampung jumlah milioner terbanyak dibandingkan kota-kota besar lain di Asia.  Milioner terkaya di kota itu menguasai ladang bisnis di sektor telekomunikasi. 

7. Mumbai, IndiaJumlah miliarder: 20
Milioner terkaya: Mukesh Ambani ($29 miliar)
Milioner lainnya: Anil Ambani, Shashi & Ravi Ruia, Kumar Birla, Pallonji Mistry

Kota ini menjadi pusat bisnis dan kebudayaan di India. Kota yang sempat dikenal dengan nama Bombay ini punya daya tarik tersendiri sebagai pusat industri film dan televisi yang dijuluki Bollywood. Sebagai pusat dagang, banyak kantor pusat perusahaan besar India bermarkas di kota ini. 

8. Dallas, TexasJumlah miliarder: 17
Milioner terkaya: Andrew Beal ($4,5 miliar)
Milioner lainnya: Henry Ross Perot Sr., Jerral Jones, T. Boone Pickens, Mark Cuban

Kekayaan sejumlah pengusaha superkaya di kota ini disokong sektor perminyakan. Kota ini dikenal memiliki sejumlah ladang minyak dengan sumir-sumur dangkal. Namun, ada pula yang menangguk sukses melalui bisnis teknologi dan kuliner.

9. San Fransisco, CaliforniaJumlah miliarder: 14
Milioner terkaya: Larry Page ($17,5 miliar)
Milioner lainnya: George Roberts, Ray Dolby, Gordon Getty 

Orang superkaya mulai tumbuh di kota ini sejak memasuki era internet. Termasuk orang terkaya di sana yang merupakan pendiri Google. Pendiri PayPal dan sejumlah petinggi Facebook juga bermukim di sana. 

10. Tokyo, Jepang

Jumlah miliarder: 14
Milioner terkaya: Tadashi Yanai ($7,6 miliar)
Milioner lainnya: Nobutada Saji, Akira Mori, Masayoshi Son, Hiroshi Mikitani

Pada 1987, kota ini sempat menjadi hunian pria kaya di dunia yang bergerak di di sektor perumahan, Yoshiaki Tsutsumi. Pada 2002, kota ini pernah bertengger di posisi ke-3 dari jajaran kota yang paling banyak dihuni milioner. Namun, perlahan posisinya tergeser kota-kota besar lain di dunia. Mayoritas pengusaha bergerak di sektor teknologi.

• VIVAnews



Pesatnya pertumbuhan ekonomi dalam dua dekade terakhir menyebabkan jumlah orang kaya di China bertambah. Saat ini, jumlah miliarder di Tiongkok sudah mendekati satu juta orang. 

Menurut harian China Daily, data itu terungkap dalam survei gabungan GroupM Knowledge - Hurun Wealth Report 2011, yang diumumkan Selasa 12 April. Hasil survei itu menunjukkan bahwa China saat ini memiliki 960.000 orang kaya, yang memiliki aset paling sedikit 10 juta yuan (sekitar Rp13,2 miliar). 

Laporan itu juga menyebut bahwa jumlah orang kaya di China bertambah 9,7 persen per tahun. "Harga properti yang melonjak dan pesatnya pertumbuhan ekonomi berdasarkan produk domestik bruto (GDP) menjadi faktor utama naiknya jumlah miliarder di China," demikian hasil survei, yang dikutip China Daily. 

Sebanyak 55 persen dari miliarder China itu menjalankan usaha sendiri, sedangkan 20 persen lagi merupakan spekulator properti, yang memanfaatkan momentum naiknya harga rumah. Selain itu, 15 persen dari para orang kaya itu diketahui sebagai pemain saham yang ulung dan 10 persen lagi adalah para eksekutif bergaji tinggi. 

Pemerintah China dalam beberapa tahun terakhir berupaya mengendalikan spekulasi properti dan meredam melonjaknya harga rumah. Namun kontrol dari pemerintah komunis itu tidak membuat jumlah orang kaya di China jadi berkurang, malah bertambah.

"Secara umum, kepercayaan diri para miliarder China di sektor properti dan atas pertumbuhan ekonomi China masih tetap tinggi," kata Rupert Hoogewerf, peneliti dari Hurun Report. Ini merupakan laporan tahunan ketiga yang disusun bersama oleh Hurun Report dan GroupM Knowledge.



 00 0000 - 08:09 WIB
Orang Kaya di Asia Bertambah
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Bisnis & Keuangan - Dibaca: 13443 kali

swaratangerang.com--
Jumlah jutawan di kawasan Asia-Pasifik diperkirakan tumbuh lebih cepat dibanding negara berkembang lainnya dipimpin kekuatan ekonomi China dan India. pergerakan China dan India akan mendorong ekspansi ekonomi di kawasan Asia. Studi terbaru itu juga mendefinisikan bahwa kaum kaya dimaksud adalah individu yang menginvestasikan uangnya minimal USD1 juta atau setara dengan Rp9 miliar. 

Ke depan China dan India akan memimpin perekonomian di kawasan ini dengan ekspansinya serta tumbuhnya jumlah orang kaya, kata laporan Merrill Lynch-Capgemini kemarin. Survei terbaru itu juga menyebutkan, jumlah miliarder di Asia sepanjang 2009 mencapai tiga juta orang atau naik 25,8% dibanding tahun sebelumnya dan pertama kalinya melewati Eropa.Pada tahun lalu juga diketahui bahwa miliarder di kawasan Asia-Pasifik mengumpulkan kekayaan hampir USD10 triliun.“Kawasan ini begitu menjanjikan dan memberikan aspirasi kepada perusahaan wealth management untuk memfokuskan strategi bisnisnya, ujar Kepala Unit Wealth Management Merrill Lynch Wilson So kemarin. Di mana para jutawan itu tinggal? Survei menyebutkan negara Australia, China, dan Jepang merupakan penyumbang terbesar asal para jutawan di Asia itu dengan persentase mencapai 76,1%, naik dari sebelumnya hanya 70%. Sedangkan Hong Kong menjadi negara yang memberikan sumbangan tercepat pertumbuhan orang kaya di Asia dengan kenaikan 104,4% sepanjang 2009 dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan jumlah orang kaya di Hong Kong itu juga termasuk yang paling cepat di seluruh dunia. Selain populasinya bertambah, jumlah kekayaan kaum berduit di Hong Kong juga naik 108,9%, terbesar secara global. 

Akumulasi kekayaan di Hong Kong sepanjang tahun lalu seiring dengan meningkatnya investasi asal China,”ujar So. Negara lain dengan jumlah orang kaya terbanyak di Asia adalah India. Di Negeri Bollywood ini, secara kolektif harta para jutawannya naik 54% sepanjang tahun lalu. Sedangkan di Jepang, meskipun upaya pemulihan ekonomi di negara itu masih terhambat masalah defisit anggaran, jumlah kekayaan miliardernya meningkat 40,3%. Sementara di China, yang disebut- sebut bakal menggantikan Amerika Serikat (AS) negara dengan perekonomian terbesar di dunia dalam dua dekade ke depan, jumlah jutawannya menembus angka 477.000 orang. Di bagian lain, miliarder Amerika Serikat (AS) Warren Buffett dijadwalkan akan menggelar makan malam bersama seratusan orang kaya China hari ini. Kantor berita Xinhuamelaporkan,acara tersebut merupakan bagian dari kampanye filantropi Buffett dan pendiri Microsoft Bill Gates untuk mengajak kaum borjuis di seluruh dunia menyumbangkan harta pribadinya dalam membantu orang lain. (ST) 


 

Taipan RI Versi Forbes, Apa Bisnis Mereka?

Total kekayaan 14 pengusaha itu mencapai US$27,3 miliar atau sekitar Rp245 triliun.

JUM'AT, 11 MARET 2011, 00:09 WIB
Hadi Suprapto
VIVAnews - Majalah bisnis terkemuka, Forbes, mengumumkan orang-orang terkaya dunia. Hasilnya, sebanyak 14 pengusaha Indonesia masuk dalam daftar itu. Melihat namanya, semua masih "muka-muka lama," yang pernah masuk dalam daftar tahun-tahun sebelumnya. 

Peringkat teratas, kelompok pengusaha Indonesia terkaya masih dihuni kakak beradik Michael dan Budi Hartono dengan kekayaan US$5 miliar. Lalu disusul Low Tuck Kwong (US$3,6 miliar), Martua Sitorus (US$2,7 miliar), Peter Sondakh (US$2,4 miliar), Sri Prakash Lohia (US$2,1 miliar), dan Kiki Bakri (US$2 miliar).

Nama lain yang masuk adalah Sukanto Tanoto (US$1,9 miliar), Edwin Soeryadjaya (US$1,6 miliar), Garibaldi Thohir (US$1,5 miliar), Theodore Rachmat (US$1,3 miliar), Chairul Tanjung (US$1,1 miliar), Murdaya Poo (US$1,1 miliar), dan Benny Subianto (US$1 miliar). 

Menurut keterangan Forbes, total kekayaan 14 pengusaha itu mencapai US$27,3 miliar atau sekitar Rp245 triliun dengan kurs Rp9.000 per dolar AS. Lalu, apa sebenarnya bisnis-bisnisnya hingga mereka kaya raya?

Michael dan Budi Hartono
Budi Hartono, pemilik Grup Djarum
Michael (71) dan Budi (70) mengelola perusahaan rokok terbesar asal Kudus, Djarum, dari ayahnya. Pundi-pundi kekayaannya semakin bertambah berkat setelah menguasai bank swasta terbesar Indonesia, Bank Central Asia. 

"Mereka juga memiliki Grand Indonesia, suatu pusat perbelanjaan mewah beserta gedung perkantoran dan komplek hotel di pusat Jakarta," tulis Forbes. Perusahaan Djarum, walau penjualannya telah dilarang di AS bersama produk-produk rokok lain sejak 2009, telah meluncurkan Dos Hermanos, yaitu produk cerutu premium yang berbahan campuran tembakau Indonesia dan Brazil. 

Saudara-saudara Michael dan Budi pun memiliki bisnis minyak kelapa sawit, dengan memiliki lahan seluas 65.000 hektar di Kalimantann Barat pada 2008. 

Low Tuck Kwong 

Low Tuck Kwong, Taipan Batu Bara
Pria ini terlahir di Singapura serta ikut bisnis konstruksi orang tuanya hingga usia 20 tahun. Namun, kemudian pindah kewarganegaraan jadi warga Indonesia. Dia dikenal sebagai raja batu bara Kalimantan. 

Low Tuck Kwong memulai bisnis di Indonesia pada 1973 ketika ia membentuk perusahaan konstruksi yang khusus menangani pekerjaan umum, konstruksi bawah tanah, hingga konstruksi di laut.  Dalam perkembangannya, perusahaan konstruksi sipil ini kemudian mendapatkan kontrak batu bara pada 1988. 

Lima tahun setelah berganti kewarganegaraan Indonesia, pada November 1997, Low Tuck mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal dan PT Dermaga Perkasapratama yang memiliki tambang dan mengoperasikan terminal batu bara di Balikpapan sejak 1998. Sejak itu, sejumlah konsesi baru diakuisisinya hingga resmi membentuk perusahaan induk yang dikenal dengan PT Bayan Resources. 

Sejak 2001, Bayan Group rata-rata menambah satu konsesi dalam portofolio perusahaan. Bahkan, Bayan terus mengevaluasi peluang untuk menambah konsesi batu bara di Indonesia.

Melalui sejumlah perusahaan, Bayan Group memiliki hak eksklusif melalui lima kontrak pertambangan dan tiga kuasa pertambangan dari pemerintah Indonesia. Total konsesinya mencapai 81.265 hektare.

Martua Sitorus 

Martua Sitorus
Martua lahir 51 tahun lalu di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Sarjana ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen, Medan tersebut waktu kecilnya dikenal dengan nama Thio Seng Hap dan dikenal juga dengan panggilan A Hok.

Martua memulai karir bisnisnya sebagai pedagang minyak sawit dan kelapa sawit di Indonesia dan Singapura. Bisnisnya berkembang pesat. Pada 1991 Martua mampu memiliki kebun kelapa sawit sendiri seluas 7.100 hektar di Sumatera Utara. Pada tahun yang sama pula Martua bisa membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit pertamanya. 

Ia kemudian melebarkan sayapnya dengan bendera Wilmar International Limited. Perusahaan agrobisnis terbesar di Asia ini merupakan perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Singapura. Bahkan, untuk pabrik biodiesel, dia memiliki produksi terbesar di dunia. Meski sebagai pemilik, Martua masih menduduki jabatan direktur eksektuf di Wilmar.

Pembangunan biodiesel dilakukan di Riau pada 2007 dengan membangun tiga pabrik biodiesel, masing-masing memiliki kapasitas produksi 350.000 ton per tahun, sehingga total kapasitasnya 1,05 juta ton per tahun.

Di negeri ini, Wilmar memiliki sekitar 48 perusahaan. Salah satunya adalah PT Multimas Nabati Asahan, yang memproduksi minyak goreng bermerek Sania. 

Peter Sondakh 

Peter Sondakh
Sebagai salah satu taipan papan atas Indonesia, Peter bukan saja dikenal sebagai bos grup bisnis besar di negeri ini. Namun, pria berusia 58 tahun ini juga memiliki rumah mewah di Beverly Hills.

Grup bisnis Rajawali yang dikendalikannya bergerak di berbagai bidang, mulai dari properti, pertambangan, hingga perkebunan. Semula, grup bisnis ini juga berniat mengembangkan usaha maskapai pesawat, namun dibatalkan karena  bisnis penerbangan dinilai kurang menguntungkan.

Dulunya Grup Rajawali dikenal sebagai pemilik pabrik rokok besar di Tanah Air, PT Bentoel Internasional Investama Tbk. Namun, ia kemudian melepaskan 56,96 persen sahamnya kepada British American Tobacco, produsen rokok terbesar kedua di dunia.

Dari penjualan itu, Rajawali mengantongi dana segar Rp3,35 triliun. Menurut eksekutif Grup Rajawali, Darjoto Setiawan, sebagian besar dana itu digunakan untuk investasi di bisnis tambang. Selain itu, akan digunakan untuk memperluas kebun sawit, serta mengembangkan sektor properti.

Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia
Laki-laki keturunan India yang memilih jadi warga negara Indonesia ini memiliki kekayaan US$2,1 miliar. Kekayaannya diperoleh dari Indorama Corporation, perusahaan polyster yang didirikan bersama ayahnya, ML Lohia. 

Indorama memulai usahanya dengan mendirikan pabrik benang pada 1976 di Indonesia. Kini di tangan  Prakash, Grup Indorama kian menggurita. Produknya meliputi poliester, PET resin, polyethylene, polypropylene, kain, hingga sarung tangan medis. Pabriknya bertebaran di sepuluh negara dengan kontrol penuh dari Jakarta.

Grup Indorama saat ini menaungi sejumlah perusahaan. Usaha pembuatan bahan baku tekstil di bawah bendera PT Indorama Synthetics dan usaha petrokimia  di bawah PT Petrokimia Eleme. Produk Indorama dikirim ke lebih dari 90 negara di empat benua dan menyerap lebih dari 16 ribu tenaga kerja.

Kiki Barki

Kiki Barki
Nama baru yang menikmati keuntungan dari hasil tambang batu bara adalah Kiki Barki. Pendatang baru di deretan orang terkaya Indonesia ini mengendalikan perusahaannya melalui  PT Harum Energy Tbk.

Kiki yang kini berusia 71 tahun mengoleksi kekayaan senilai US$1,7 miliar, dan menduduki peringkat ke-11. Melalui bisnisnya di industri tambang batu bara, Kiki sukses membawa Harum Energy mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada awal Oktober 2010.

Saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 500 juta saham pada harga Rp5.200 per unit, perseroan mampu meraup dana segar Rp1,04 triliun. Harum Energy yang merupakan perusahaan grup Tanito Coal itu kini masuk salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.

Sukanto Tanoto 

Sukanto Tanoto
Namanya pernah masuk daftar orang terkaya di Indonesia pada 2006. Bos Raja Garuda Mas International ini dilahirkan di Belawan, Sumatera Utara, 25 Desember 1949. 

Bernama asli Tan Kang Hoo, ia menjadi pengusaha yang sukses di lebih 10 negara. Usahanya, banyak bergerak di bidang agrikultur, mulai dari bubur kertas hingga kelapa sawit. Semuanya kelas dunia. 




Saat 18 tahun, ayahnya, Amin Tanoto, sakit stroke. Sulung dari tujuh bersaudara ini lalu mengambil alih tanggung jawab keluarga. Meneruskan usaha berjualan minyak, bensin, dan peralatan mobil. 

Ia kemudian pindah dari kota kelahirannya, Belawan, ke Medan. Sukanto juga berdagang onderdil mobil, lalu mengubah usaha itu menjadi kontraktor umum.  

Saat impor kayu lapis dari Singapura menghilang di pasaran, ia mendirikan perusahaan kayu, CV Karya Pelita, pada 1972. Kemudian usaha ini berubah menjadi perusahaan kayu lapis dan mengubah nama menjadi PT Raja Garuda Mas. 

Sukanto juga membuat PT Inti Indorayon Utama, perusahaan yang mengelola hutan tanaman industri dan pabrik bubur kertas. Indorayon sempat ditentang masyarakat dan aktivis lingkungan hidup karena ditengarai mencemari Danau Toba. Indorayon pun ditutup.

Sukanto lantas membuka perusahaan pulp di Riau, yaitu  PT Riau Pulp. Pabrik kertas terpadu ini merupakan pabrik terbesar di dunia. Di bidang properti, ia membangun Uni Plaza dan Thamrin Plaza, semuanya di Medan.

Tidak hanya di dalam negeri, ia melebarkan sayap ke luar negeri, dengan ikut memiliki perkebunan kelapa sawit National Development Corporation Guthrie di Mindanao, Filipina, dan electro Magnetic di Singapura, serta pabrik kertas di China yang kini sudah dijual untuk memperbesar PT Riau Pulp. 

Edwin SoeryadjayaEdwin Soeryadjaya
Edwin Soeryadjaya juga berhasil mengumpulkan kekayaan dari batu bara. Melalui Adaro Energy, Edwin berhasil mengumpulkan kekayaan US$1,6 miliar dan berada pada peringkat ke-13.

Kepemilikan di Adaro tidak secara langsung, melainkan melalui perusahaan ekuitas, Saratoga Capital. Lewat Saratoga juga, Edwin mengendalikan perusahaan infrastruktur telekomunikasi, PT Infrastruktur Menara Bersama.



Garibaldi Thohir Garibaldi Thohir
Sama dengan Edwin, Garibaldi Thohir juga berhasil meraih kemakmuran dari bisnis batu bara.

Nilai kekayaan Direktur Utama Adaro Energy itu mencapai US$1,5 miliar. Pundi-pundi harta Boy, sapaan Garibaldi itu melonjak dari posisi US$930 juta pada 2009. 

Pria berusia 45 tahun dengan tiga anak itu mengelola perusahaan batu bara berjenis 'envirocoal' yang memiliki kandungan carbon dan sulfur rendah. Nilai kekayaan Garibaldi di antaranya tertopang peningkatan harga saham Adaro hingga 40 persen pada tahun lalu.

Theodore Rachmat

Theodore Permadi Rachmat tak bisa lepas dari perkembangan Grup Astra. Lulusan Teknik Mesin Institut Tehnologi Bandung tahun 1968 tersebut seangkatan dengan Benny Subianto dan Subagio Wiryoatmodjo, mantan eksekutif PT Astra International Tbk.

Melalui PT Trikarana Investindo Prima ada dua perusahaan lain, PT Mejisinar Kasih dan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, ia mendirikan perusahaan dealer dan bengkel mobil PT Oto Karya Prima. 

Theodore memiliki saham di perusahaan komponen kendaraan PT Intanco Precision Tools, perusahaan kelapa sawit PT Tanjung Sawit Nusantara, dan perusahaan pembiayaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. 

Adira merupakan perusahaan yang didirikan ayahnya, Raphael Adi Rachmat. Theodore mengambil alih 90 persen sahamnya pada pertengahan 2003, sebelum akhirnya dilepas kepada Bank Danamon.

Chairul Tanjung 
Chairul Tanjung, Para Group
Chairul Tanjung mendapatkan kekayaan dari Grup Para. Grup didirikan pada 1987, berbekal dari pinjaman Bank Exim sebesar Rp 150 juta.  Chairul mendirikan pabrik sepatu dengan membeli 20 mesin jahit.

Dari usaha itulah, Grup Para melebarkan sayap bisnis secara perlahan. Lompatan besarnya terjadi pada saat dia mengakuisisi Bank Karman pada 1996, dan mengganti namanya menjadi Bank Mega. 



Saat itu, aksinya dipandang aneh karena pada saat krisis justru ia malah membeli bank. Namun, di tangannya, bank kecil yang hampir bangkrut tersebut malah berkembang pesat. 

Pada 1998, Chairul mendapatkan izin siaran TransTV. Sejak itulah, nama Chairul makin berkibar. Bank Mega kian agresif melakukan akuisisi, mulai dari akuisisi Indovest Securities yang kini menjadi Mega Capital. 

Kemudian, mengakuisisi Bank Tugu, membangun Bandung Supermall, membentuk Mega Asuransi Jiwa, membangun Bank Mega Tower hingga mengambilalih TV7 milik Grup Kompas-Gramedia yang kemudian diubah menjadi Trans7. 

Pada 2006, Grup Para mulai terjun ke bisnis retail dengan mengakuisisi sejumlah franchise merek ternama di Indonesia, seperti Coffee Bean, Mahagaya Perdana, hingga membentuk Trans Lifestyle sebagai payung untuk bisnis retail.

Ekspansi dokter gigi yang jadi pengusaha ini juga terus berkembang. Dia mulai mengincar bisnis baru di pertambangan, energi, infrastruktur, hingga mengambil alih Carrefour Indonesia. 

Murdaya Poo 
Murdaya Poo dan istrinya, Hartati Murdaya, memiliki puluhan perusahaan. Induk usahanya adalah PT Central Cipta Murdaya (CCM) atau dulu lebih dikenal sebagai Grup Berca. 

Perusahaan ini bergerak di bidang listrik, perdagangan, engineering, infrastruktur, teknologi informasi, manufaktur, agribisnis, kehutanan, dan properti.



Di antara sekian banyak bisnis, PT CCM mencapai puncak kesuksesan ketika berhasil mendapatkan lisensi produksi sepatu Nike di Indonesia. Setelah itu, PT CCM menjadi agen pemasaran produk-produk teknologi top dunia, seperti IBM, HP, Hitachi, Fujitsu, dan Symantec.

Salah satu asset berharga keluarga Murdaya Poo adalah PT Metropolitan Kencana, perusahaan properti yang dibeli dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) senilai Rp600 miliar pada 2002. 

Melalui PT Metropolitan Kencana, suami-istri Murdaya memegang operasional Pondok Indah Mall I dan II, Wisma Metropolitan I dan II serta World Trade Center.

Benny Subianto
Mantan wakil direktur utama PT Astra International Tbk itu memiliki kekayaan US$1 miliar atau sekitar Rp9 triliun. Pria berusia 68 tahun itu merupakan salah satu pemegang saham utama Adaro Energy. 

Sebelumnya, alumni Fakultas Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) itu merupakan mantan direktur utama PT United Tractors Tbk, anak usaha Astra itu bergerak di bidang penjualan dan penyewaan alat berat.

Benny yang sempat menjalankan bisnis minyak sawit di bawah bendera Astra itu dikenal salah satu pengusaha yang tidak pernah berhenti untuk belajar.

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar