Rabu, 09 November 2011

Krisis Hutang Italia Mengkhawatirkan..... Italia, anggota sentral dari zona euro dengan ekonomi ketiga terbesar di kawasannya, tengah berjuang untuk menyusun pemerintahan baru guna mengatasi pembayaran hutang luar negeri yang sebesar 2.57 Triliun Dollar. Sementara para investor dicemaskan akan melajunya harga obligasi Italia di atas 7 persen dan kejatuhan pasar saham di seluruh dunia. ..>> ..Mitra Perdana Menteri Italia Berlusconi yang juga menjabat sebagai Pemimpin Liga Utara, Umberto Bossi, mengatakan bahwa pihaknya dan Berlusconi telah menemukan cara penyelesaian krisis namun masih akan menunggu tindakan dari Uni Eropa. Sebelumnya, ada perbedaan pendapat di antara negara zona euro utama,yakni Prancis yang berharap bahwa Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) akan mendukung EFSF dengan menyediakan pinjaman yang dapat meningkatkan total kapasitas dana sampai 2–3 triliun euro. ...>>> Seperti diketahui, saat ini total utang Yunani mencapai 350 miliar euro. Dari jumlah tersebut,sekitar 60 persen utangnya dikuasai oleh pemerintah di zona euro dan sisanya perbankan. ...>> PIIGS (Portugal, Ireland, Italy, Greece. Spain).... Episentrum Turbulensi Eropa...>>>...Utang Portugal mencapai 223% dari PDB.. Italia memiliki utang terbanyak, yakni sekitar 1,9 triliun euro atau USS 2,6 triliun....



10 Nopember 2011 | 11:17 wib

Krisis Hutang Italia Mengkhawatirkan


    


















Paris, CyberNews. 
Sejak awal krisis euro dua tahun lalu, ketakutan besar telah menular, bahwa kegelisahan pasar tentang hutang yang tinggi dan pertumbuhan yang lambat di selatan Eropa akan menginfeksi daratan Eropa.

Italia, anggota sentral dari zona euro dengan ekonomi ketiga terbesar di kawasannya, tengah berjuang untuk menyusun pemerintahan baru guna mengatasi pembayaran hutang luar negeri yang sebesar 2.57 Triliun Dollar. Sementara para investor dicemaskan akan melajunya harga obligasi Italia di atas 7 persen dan kejatuhan pasar saham di seluruh dunia. 
Kebuntuan politik di Italia paska mundurnya Perdana Menteri Silvio Berlusconi ditambah amat besarnya hutang Italia untuk di-bail out Eropa memicu kekhawatiran baru. Sentimen negatif bulan-bulan sebelumnya yang timbul terkait gagal bayar hutang Yunani, kini dikhawatirkan terjadi pada Italia.
Sementara itu, pada pertemuan negara anggota bermata uang Euro pekan lalu Kanselir Jerman, Angela Merkel, menolak ide pembentukan pos dana besar-besaran yang dapat menjamin bantuan bagi 17 negara anggota Zona Euro yang diajukan perwakilan kabinet. 
Merkel mengatakan, ide tersebut dapat dipelajari meski ia sendiri tidak mengatakan persetujuannya. Ia justru menyerukan agar masing-masing negara anggota melakukan perubahan mendasar pada perekonomiannya.
Sementara itu dana talangan yang khusus dibentuk Eropa di bawah wadah bernama the European Financial Stability Facility, diperkirakan masih perlu waktu beberapa bulan lagi untuk menyusun detail kinerja pembiayaan dan perannya. Meski demikian, keberadaanya diperkirakan terlalu kecil untuk membantu hutang negara besar seperti Italia.
( NYT , Linda / CN33 )

UE Siapkan Jurus Baru Atasi Utang

Kamis, 27 Oktober 2011 08:45 wib
 3  1 0 
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.














BRUSSELS 

Para pemimpin Uni Eropa (UE) kemarin kembali bertemu untuk membahas kelanjutan penyelesaian program penyelamatan krisis utang dalam upaya mencegah penyebaran ke wilayah lain.

Pertemuan yang digelar di Brussels, Belgia, itu adalah lanjutan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Eropa, Minggu, 23 Oktober lalu. Saat itu para pemimpin Eropa mengklaim telah menemukan kemajuan dalam mencari jalan keluar mengatasi krisis utang. Salah satunya adalah suntikkan dana sebesar 100 miliar euro untuk merekapitalisasi perbankan Eropa dan meningkatkan kekuatan dana talangan (bailout) untuk negaranegara zona euro yang masih bermasalah.

Pertemuan kemarin masih dibayangi kekhawatiran bahwa krisis utang Eropa yang bermula di Yunani menyebar ke Italia dan Spanyol. Sebelum KTT dimulai, Italia telah diminta memberikan rincian dari rencana penghematan untuk mengurangi utang publik yang mencapai 116 persen dari produk domestik bruto (PDB). 

Namun, optimisme muncul ketika Pemerintah Italia mencapai kesepakatan parlemen mengenai reformasi ekonomi pada menit-menit terakhir menjelang KTT kemarin. Kesepakatan tersebut termasuk masalah kontroversi yakni tentang meningkatkan usia pensiun. 

Mitra Perdana Menteri Italia Berlusconi yang juga menjabat sebagai Pemimpin Liga Utara, Umberto Bossi, mengatakan bahwa pihaknya dan Berlusconi telah menemukan cara penyelesaian krisis namun masih akan menunggu tindakan dari Uni Eropa. 
Sebelumnya, ada perbedaan pendapat di antara negara zona euro utama,yakni Prancis yang berharap bahwa Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) akan mendukung EFSF dengan menyediakan pinjaman yang dapat meningkatkan total kapasitas dana sampai 2–3 triliun euro. 

Tetapi, gagasan tersebut telah ditolak oleh Kanselir Jerman Angela Merkel. Padahal, kedua negara tersebut sedianya diharapkan menyetujui bisa bersama-sama membantu negara Eropa yang bermasalah, seperti Italia dan Spanyol, dengan memberikan sebagian jaminan kepada investor dan bank yang telah meminjamkan lebih banyak dana. 

“Para Menteri telah membuat kesepakatan akhir pekan lalu,saat ini tidak perlu lagi mereka berkumpul sebelum pertemuan puncak,” kata seorang diplomat Uni Eropa. 

Di antara kesepakatan yang diperkirakan bakal disahkan adalah peningkatan modal perbankan sebesar 100 miliar euro, peningkatan dana pada Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF) dari saat ini 440 miliar euro, dan pengurangan utangYunani sebesar 21 persen. 

Yunani sebagai negara yang paling berisiko karena krisis sebelumnya mengusulkan agar dilakukan penghapusbukuan utang (write off). Sementara, Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) sedang berupaya menyusun rencana pemangkasan utang Yunani minimal 50 persen.

“Jika pertemuan kedua mengalami kegagalan, dapat menjadikan benua Eropa menjadi wilayah yang tidak dikenal,” kata PM Prancis Francois Fillon. 

Seperti diketahui, saat ini total utang Yunani mencapai 350 miliar euro. Dari jumlah tersebut,sekitar 60 persen utangnya dikuasai oleh pemerintah di zona euro dan sisanya perbankan.

PM Yunani George Papandreou menyatakan, selain pemerintah, perbankan harus menjadi bagian dari solusi krisis utang negaranya. Di Berlin, sebelum menghadiri KTT Eropa, Kanselir Jerman Angela Merkel harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari parlemen terkait upaya meningkatkan peningkatan sumber daya pendanaan untuk penyelamatan zona euro. 

Sementara, Menteri Luar Negeri China kemarin menyatakan, Pemerintah Uni Eropa harus mengambil langkah efektif untuk mengembalikan kepercayaan publik dalam mengatasi krisis utang Eropa. Sebelumnya China bersama negara-negara BRICS (Brasil, India, Rusia, dan Afrika Selatan) menyatakan siap membantu krisis utang zona euro dengan kemungkinan memberikan pendanaan. 

Namun, belum ada penjelasan resmi maupun komitmen besaran dana yang akan digulirkan. Analis dari Thaddeus Capital Hong Kong, Paul Sheehan, memperkirakan, China tidak akan memberikan kontribusi kepada otoritas di Eropa melainkan hanya berdasarkan negara per negara. Hal ini untuk mempermudah China dalam meminta kompensasi,baik di bidang investasi maupun perdagangan, di negara yang mendapat bantuan. (Chindya Citra
(mrt) (Koran SI/Koran SI/rhs)

"Eropa Hancur Akibat Ketamakannya!"

Yuni Astutik - Okezone
Rabu, 9 November 2011 14:20 wib
 0  12 0 
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA 
Krisis ekonomi global yang saat ini melanda Eropa dan Amerika Serikat (AS) ditengarai karena sifat rakus dari para pelaku pasar yang tamak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah saat memberikan sambutannya dalam seminar pasar modal Memanfaatkan Capital Inflow dan Mengantisipasi Resesi Global di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/11/2011).

"Krisis global saat ini, merupakan kelanjutan dari krisis pada 2008-2009. Diakibatakan oleh sifat rakus pelaku pasar yang akibatnya banyak menanggung utang dan terlalu besar mengambil risiko," jelasnya.

Dia menjelaskan, pemain pasar yang ingin memperoleh keuntungan besar-besaran secara serampangan, telah mengakumulasi utang di luar kemampuan mereka untuk membayarnya kembali. Hal tersebut diperparah dengan sikap para kreditur yang dengan mudahnya memberikan pinjaman tanpa ada mitigasi risiko yang baik. "Situasi seperti ini dimanfaatkan oleh para kreditur," tegas dia.

Beruntung, Indonesia dengan sistem keuangan yang masih relatif berkembang, secara umum masih belum terkena dampak krisis global secara signifikan. "Indonesia yang dominan dengan perbankan, BI dan pemerintah banyak menempuh langkah. Pelaku pasar modal kiranya dapat melakukan transaksi dengan underlying yang jelas, serta menerapkan prinsip manajamen risiko yang jelas," tuturnya.

Halim melanjutkan, bukan sistem keuangan yang canggih dan penuh risiko yang diperlukan saat ini. "Yang diperlukan adalah transasi keuangan yang mendorong aktivitas riil dan pertumbuhan ekonomi," tandasnya. (mrt) (rhs)

PIIGS, Episentrum Turbulensi Eropa

Oleh Iwan Subarkah
Pada 10 Mei 2010, dalam pertemuan di Brussels, Belgia, para menteri keuangan (menkeu) Eropa menelurkan paket dana penyelamatan 750 miliar euro selama tiga tahun bagi zona euro.
Paket ini dirancang untuk n kinkan pasar finansial negara-negara dengan perekonomian lebih lemah di blok mata uang tunggal beranggotakan I . negara itu.
Tapi, paket itu juga menunjukkan, para pemimpin Eropa kian khawatir, pemberian bantuan dana bagi negara-negara itu bisa tiba-tiba terputus. Kendati paket itu membuat lega negara-negara tersebut, tidak serta-merta menyelesaikan masalah-masalah struktural mendasar yang dihadapi sebagian besar anggota zona euro
Secara khusus, yang sangat dikhawatirkan para pemimpin Eropa dan pasar finansial adalah lima negara, Portugal, Irlandia, Italia, Yunani, dan Spanyol atau disingkat P1IGS (Portugal, Ireland, Italy, Greece. Spain).
Istilah ini dipakai oleh para analis obligasi internasional, akademisi, dan jurnalis ekonomi.
Yang jelas, kelima negara itu memiliki tantangan-tantangan ekonomi yang sama, khususnya beban utang negara yang sangat besar.
Italia
Dari kelima negara itu dan di antara anggota zona euro, Italia memiliki utang terbanyak, yakni sekitar 1,9 triliun euro atau USS 2,6 triliun. lambaga pemeringkat Standard and Poors (SP) pada September 2011 memangkas peringkat utang jangka panjang Italia menjadi A, dengan alasan pertumbuhan ekonominya melemah dan kemelut politik mengganggu stabilitas finansial.
SP juga merevisi pertumbuhan PDB Italia menjadi rata-rata 0,7% antara 2011 dan 2014. Prediksi itu jauh di bawah proyeksi Pemerintah Italic sar 1,3%. Selain itu, SP menyebut Italia sebagai negara terburuk dibandingkan negara mana pun di Eropa. Sebab, sudah bertahun-tahun negara ini kesulitan menyeimbangkan anggarannya.
Tidak mengherankan kalau Perdana Menteri (PM) Italia Sih coni meradang atas penilain SP. la menyebut keputusan lembaga asal Amerika Serikat (AS) lebih dipengaruhi politik dan laporan-laporan media ketimbang realitas ekonomi.
"Italia sudah mengeluarkan langkah-langkah intervensi untuk menyeimbangkan anggaran pada 2013, Pemerintah juga sudah menyiapkan langkah-langkah yang propertum-buhan," ujar dia.
Beberapa hari kemudian. Parlemen Italia menyetujui paket pengetatan bernilai miliaran euro yang diajukan pemerintahan Berlusconi.
Italia adalah negara ekonomi terbesar ketiga di zona euro. Michael Symonds, analis Daiwa Capital Markets mengatakan, per akhir Juni 2011 perekonomian Italia mencapai 394 miliar euro (US$ 539 miliar). Berarti, perekonomian Italia sekitar 17% dari total perekonomian zona euro dan hampir tujuh kali lipat dari perekonomian Yunani. . Italia memang memiliki utang tertinggi di zona euro, tapi Yunani yang memiliki persentase utang terhadap produk domestik bruto (PDB) tertinggi.
"Perbankan Prancis adalah kreditor aktif sektor swasta di Italia. Eksposur-nya per akhir Maret 2011 mem US$ 256 miliar," kata dia.
Deutsche Bank menyatakan, Italia berhasil menutupi tiga per empat kebutuhan pelunasa utang 2( 111 i. negara ini masih membutuhkan dana 100 miliar euro sebelum akhir 2011.
Portugal
Portugal adalah negara ekonomi ke-15 terbesar di Eropa. Sebagian besar impor dan ekspornya berasal dari negara-negara anggota Uni Eropa (UE). Portugal bergabung dengan zona euro sejak blok itu berdiri.
Modernisasi dan ekspansi ekonomi di negara ini berjalan gradual sejak 1960-an. Namun pertumbuhan ekonominya semakin berada di bawah bayang-bayang Eropa Tengah dan Asia, yang menawarkan biaya produksi lebih murah.
Utang Portugal mencapai 223% dari PDB.
Pada laporan yang terbit Januari 2011, koran Diario de Noticias menjabarkan bahwa antara Revoluasi Carnation 1974 dan 2010, pemerintahan Republik di Portugal gencar mengeluarkan belanja. Investasi juga jorjoran, melalui kemitraan publik-swasta yang tidak transparan.
Dana dalam jumlah besar mengalir untuk komisi-komisi dan perusahaan perusahaan konsultan yang tidak jelas efektivitasnya. Hal ini menimbulkan kebocoran dana proyek-proyek pekerjaan umum. Di sisi lain, gaji dan bonus manajemen tertinggi serta para kepala proyek berlebihan.
Di samping itu, perekonomian i tugal hancur oleh pengucuran kredit-kredit berisiko, utang publik sangat tinggi, dan salah kelola dana kohesi serta struktural Eropa hampir selama 40 tahun. Akhirnya, pemerintahan
Perdana Menteri (PM) Jose Socrates tidak mampu membayangkan atau pun mencegah, saat gejala-gejala resesi pertama kali muncul pada 2005.
Pemerintah juga tidak dapat berbuat apa-apa ketika situasi terus memburuk hingga Portugal nyaris bangkrut pada tahun ini. Akhirnya, pada April 2011, Portugal akhirnya resmi meminta dana penyelamatan (bailout) dari UE senilai 80 miliar euro (US$ 115 miliar).
Portugal menjadi negara ketiga di zona euro, setelah Yunani dan Irlandia, yang mengajukan bailout dari IMF serta UE.
Irlandia
Hanya dalam beberapa tahun terakhir, Irlandia menjelma dari negara yang fokus pada pertanian menjadi negara ekonomi modern. Fokus perekonomian pada jasa dan industri berteknologi tinggi. Irlandia juga menggantungkan pertumbuhan ekonomi pada perdagangan, industri, dan investasi.
Periode pertumbuhan ekonomi 1995-2000 membuat negara ini disebut Macan Celtic.
Namun, Irlandia kemudian mengalami bubble industri properti. Irlandia adalah negara pertama di UE yang resmi dinyatakan resesi oleh Badan Statistik UE. Setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi 4,7% pada 2007, ekonomi Irlandia pada 2008 dan 2009 masing-masing -1,7% dan -7,1%. Pada 2010, Irlandia kembali kontraksi.
Yunani
Yunani sebenarnya termasuk negara dengan tingkat penghasilan tinggi di dunia. Namun, setelah 15 tahun berturut-turut mencapai pertumbuhan ekonomi, Yunani mengalami resesi pada 2009.
Tren pengucuran kredit jorjoran dalam beberapa tahun terakhir membuat rasio kredit terhadap simpanan melampaui 100%. Pada akhir 2009, defisit utang dan rasio utang terhadap PDB membubung dan tertinggi di antara negara UE.
Antara 2009 dan 2011, tingkat pengangguran melambung, dari 10,3% pada 2009 menjadi 16,2% pada Maret
2011atau naik 57.28%, sehingga lebih dari 800 ribu orang kehilangan pekerjaan. Pada kuartal terakhir 2010, tingkat pengangguran anak muda mencapai 36,1%.
Yunani adalah negara pertama di antara PUGS yang menerima bailout dari UE dan IMF. Pada Mei 2010, Yunani menerima komitmen bantuan dana 110 miliar euro selama tiga tahun. Dana itu terbukti kurang, sehingga pada Juli 2011 para kreditor internasional menyepakati bailout kedua senilai 109 miliar euro.
Krisis utang di Yunani mendominasi kekhawatiran investor sejak akhir tahun lalu. Fokusnya adalah apakah Yunani mampu melunasi utang pemerintah sebesar 300 miliar euro.
Yunani seharusnya sudah mendapatkan porsi bantuan keenam dari dana bailout pertama. Namun, sejak Agustus 2011 tertunda lantaran IMF kecewa. Yunani gagal mencapai target-target pemangkasan defisit Yunani terancam default bulan ini kalau gagal mendapatkan porsi bantuan senilai 8 miliar euro itu.
Perekonomian Yunani akan tetap berada dalam resesi tahun depan. Sebab, rancangan anggaran dan belanja 2012 yang diumumkan Senin (3/10) menunjukkan, PDB 2012 diproyeksikan kontraksi sebesar 2,5%, sedangkan tahun ini kontraksi 5,5%. Rancangan tersebut telah disetujui oleh tim inspeksi dari Uni Eropa (UE). Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Sentral Eropa (ECB) atau troika.
Prediksi PDB itu sejalan dengan perkiraan IMF. Tetapi, jauh lebih buruk dari prediksi pada Juli 2011, yang menjadi dasar bagi persetujuan dana penyelamatan kedua.
Pada Minggu (2/10), Pemerintah Yunani menyetujui paket pengetatan baru senilai 6,6 miliar euro (US$ 8,8 miliar). Pemangkasan jumlah pegawai negeri sampai 30 ribu orang menjadi bagian dari paket ini.
Namun, paket yang disampaikan Perdana Menteri (PM) George Papan-dreou itu membuat Yunani gagal me menuhi target pemangkasan defisit 2011 dan 2012. Defisit anggaran 2012 setara 6,8% dari produk domestik bruto (PDB) atau lebih besar dari target 6.5% yang ditetapkan troika.
Sementara itu, defisit anggaran tahun ini diprediksi menjadi 8,5% dari PDB, lebih besar dari target troika sebesar 7,6%. Defisit tahun depan sedikitnya sebesar 14.7 miliar euro. Perekonomian tahun ini diproyeksikan kontraksi 5,5% atau jauh di atas prediksi UE dan IMF pada Juni 2011 sebesar 3,8%.
Menteri Keuangan (Menkeu) Yunani Evangelos Venizelos mengatakan, rancangan anggaran itu menandai transisi dari ekonomi defisit ke surplus. Tapi, ha) ini tidak memasukkan biaya pinjaman surat utang negara yang sangat tinggi.
"Anggaran 2012 menandai akhir dari proses gencar nan pelik dalam penyesuaian fiskal, yakni kami akan mencapai surplus primer 3.2 miliar euro pada 2012, dari defisit utama sebanyak 24 miliar pada 2009," ujar Venizelos.
Spanyol
Berdasarkan perbandingan PDB, ekonomi Spanyol adalah terbesar ke-12 di dunia dan kelima terbesar di Eropa. Hingga 2008, ekonomi Spanyol dipandang sebagai salah satu yang paling dinamis di antara anggota UE, sebab berhasil menarik banyak investasi asing langsung.
Pada periode 2000-2005, sebanyak 50% lebih dari lapangan kerja baru yang tercipta di UE berasal dari Spanyol. Beberapa tahun terakhir, ekonomi Spanyol berkembang pesat karena maraknya investasi real estat global. Sektor konstruksi mencapai 16% dari PDB dan 12% dari penyerapan tenaga kerja.
Akan tetapi, malang tak dapat ditolak. Sektor real estat ambruk, level utang individu, dan harga rumah kelewat mahal bagi para calon pembeli prospektif. Selain itu, tingkat utang rumah tangga naik tiga kali lipat hanya kurang dari 10 tahun.
Bubble properti dengan cepat melemahkan perekonomian dan membuat tingkat pengangguran melonjak 2033% pada akhir 2010. (berbagai sumber)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar