Rabu, 16 November 2011

Kebangkitan Perekonomian Cina...menguncang dunia. >>....Indonesia seluruh Pemimpin dan Ulama dan Pemuda2 serta seluruh Rakyat Bankitlah.. dan Ambillah sebagai Pelajaran..!!!..>>> Hayyooo Bangkitkan Jiwa Kemadirian yang Kuat dan kokoh serta Membangunh Jiwa Terhormat..dan Bermartabat...>> ...Tidak bisa dipungkiri, Indonesia pun mulai merasakan dampak dari amukan perekonomian Cina. Hal ini bisa dibuktikan ketika kita datang dan melihat-lihat barang-barang di pusat-pusat perbelanjaan. Hampir di setiap toko, baik di pasar tradisional maupun mal-mal kelas elite, semuanya kita jumpai produk-produk buatan Cina. Ciri khas produk Cina selain harganya relatif murah, namun kualitas barangnya tidak mengecewakan pembeli...>> Falsafah Ekonomi Cina Menurut ajaran konfusianisme yang dianut di Cina sejak dahulu, pedagang merupakan strata terendah dalam klasifikasi sosial. Sarjana dan ilmuan merupakan starta tertinggi dalam klasifikasi sosial orang Cina, disusul pegawai kerajaan dan tentara. Pedagang dianggap hina karena pada saat itu mereka mengambil untung sangat berlebihan. Namun seiring perkembangan jaman rupanya orang Cina menafsirkan ulang ajaran konfusianisme untuk membangkitkan semangat ekonomi mereka. ....>>> Orang Cina mempunyai jiwa kemandirian yang tinggi. Ia bisa hidup dimanapun dia berada dan senantiasa melihat peluang, meskipun dicelah sempit. Mereka rajin bekerja dan tidak mau statis. Umumnya para pedagang Cina rela bangun dini hari dan terus bekerja sampai malam hari. Banyak peneliti yang mengatakan bahwa para usahawan Cina sukses bekerja sekurang-kurangnya 18 jam sehari. Dengan melihat kenyataan itulah pedagang tidak lagi ditempatkan sebagai kelas terendah dalam ajaran konfusianisme yang di anut oleh bangsa Cina...>> ...Orang Cina menyakini berdagang selalu memberikan untung yang positif, tidak ada ruginya. Jual beli menjanjikan kesenangan, kemewahan dan kebahagiaan. Oleh karena itu kebanyakan orang Cina yang datang ke perantauan lebih memilih jalan hidup dengan berdagang. Salah satu rahasia sukses dagang ala si mata sipit adalah tidak membatasi diri dalam bidang perdagangan. Mereka beralasan bahwa apabila hidup hanya mengandalkan gaji, tidak akan mengangkat kedudukan sosialnya. Ada pepatah Cina mengatakan, bila terlalu hati-hati maka akan mati. Prinsipnya biar kalah tetapi jangan gagal. Orang Cina sangat menghormati leluhurnya, salah satu cara menghormati orangtua dan mengangkat martabat keluarga, menurut kepercayaan Tiongkok, adalah menjadi kaya. Menurut buku Rahasia Bisnis Orang Cina yang di tulis oleh Ann Wan Seng, orang Cina lebih maju dari bangsa lain dalam berbisnis. Mereka meyakini sekedar pintar berdagang tidak memberikan hasil yang maksimal. Seorang pembisnis harus agresif, berani, tahan banting, bersemangat dan pintar mencari peluang. Mereka harus cepat bergerak tanpa takut resiko.>> DiBidang Lain: Pesawat Tempur China Jian-10, Bukti Kemandirian Militer China...>>> Soal Gaji Pak SBY, Coba Bercermin pada Bung Hatta....>>> ...Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain. Dan yang pasti, beliau tidak curhat agar dirinya dikasihin sehingga popularitasnya naik. Bung Hatta merupakan sosok tokoh bangsa yang telah memadukan antara kata dan perbuatannya. Bukan hanya sebatas slogan “satu kata, satu perbuatan”.


Kebangkitan Perekonomian Cina

Published on Agustus 26, 2011 by    ·   No Comments
wisdom chinese
Kebangkitan perekonomian Cina menguncang dunia. 
Cina saat ini menjadi kekuatan dunia yang tidak bisa dianggap enteng. Orang-orang Cina secara kontekstual mengikuti petuah Deng Xiaoping yang mengatakan zhi fu shi guangrong (menjadi kaya itu mulia). Setelah kebijakan reformasi dan membuka diri (Gaige Kaifang) yang dimulai pada Desember 1978 pertumbuhan perekonomian Cina terus melejit bahkan mampu mencapai 8% pertahunnya.

Tidak bisa dipungkiri, Indonesia pun mulai merasakan dampak dari amukan perekonomian Cina. 
Hal ini bisa dibuktikan ketika kita datang dan melihat-lihat barang-barang di pusat-pusat perbelanjaan. Hampir di setiap toko, baik di pasar tradisional maupun mal-mal kelas elite, semuanya kita jumpai produk-produk buatan Cina. Ciri khas produk Cina selain harganya relatif murah, namun kualitas barangnya tidak mengecewakan pembeli.

Contoh lainnya tahun 1990, Cina telah menjadi produsen televisi terbesar di dunia. Lima tahun kemudian, Cina menjadi penghasil semen terbesar di dunia, dan tiga tahun kemudian, menjadi produsen pupuk buatan dan baja terbesar di dunia. Cina yang berpenduduk terbanyak nomor satu di dunia telah mampu membuka mata negara Amerika Serikat sebagai eksportir terbesar kedua di dunia, dan diprediksi pada tahun 2015 akan merebut tempat pertama dalam menguasai perekonomian dunia.Karena itu tidak berlebihan jika penulis buku Cina Shakes the world (2006) James Kynge, memprediksi jika Cina akan menjadi negara super power dunia, menggeser posisi negara Amerika Serikat. 

Pertanyaannya sekarang adalah apa pelajaran yang dapat diambil dari etos kerja orang Cina?
Menurut Jae Ho Chung seorang analis dari Korea Selatan, mengatakan ada lima hal kebijakan yang dilakukan negeri Cina, dalam pencapainan kesuksesan perekonomian di Cina, kelima kebijakan itu adalah,:
Pertama, desentralisasi. Sejak tahun 1990-an Cina telah mendesentralisasikan kekuasaan administratif maupun otoritas perencanaan anggaran kepada pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat bawahnya. Hal ini kemudian menghasilkan pelaksanaan kebijakan ekonomi dapat dilakukan secara langsung, tertib dan tidak sentralistik. 
Kedua, marketisasi. Cina dalam hal ini melakukan proses marketisasi dengan memperkecil peran negara, terutama dalam pembuatan rencana anggaran belanja oleh pemerintah pusat. 
Ketiga, diversifikasi. Cina melakukan diversifikasi kepemilikan perusahaan dengan berbagai macam kombinasi. Sebagai negara sosialis, masalah kepemilikan ini menjadi masalah paling peka dan paling sulit, namun walhasil Cina mampu menemukan formula kompromi. 
Keempat, liberalisasi. Cina berhasil melakukan liberalisasi pemikiran yang membuat orang Cina mampu keluar dari cengkraman idiologi (sosialis).
Dalam penelitan Jae Ho Chung, eksperimen kepala desa di desa-desa di seluruh Cina. Mayoritas penduduk Cina tidak lagi harus tunduk kepada pemimpin yang dilakukan oleh atasan. 
Dan yang Kelima, internasionalisasi, pada tahun 1978 Cina hanya mempunyai hubungan diplomatik dengan 99 negara, namun pada akhir 2001 angka itu naik menjadi 162 negara. Mulai 1990-an, 60% wilayah Cina dinyatakan terbuka bagi dunia luar. Hal ini juga di ejawantahkan Cina dengan aktif dalam belbagai panggung Internasional. Mulai dari IMF, WTO, UNDP, IDB, Bank Dunia, dan berbagai kelembagaan internasional yang lainnya.

Falsafah Ekonomi Cina
Menurut ajaran konfusianisme yang dianut di Cina sejak dahulu, pedagang merupakan strata terendah dalam klasifikasi sosial. Sarjana dan ilmuan merupakan starta tertinggi dalam klasifikasi sosial orang Cina, disusul pegawai kerajaan dan tentara. Pedagang dianggap hina karena pada saat itu mereka mengambil untung sangat berlebihan. Namun seiring perkembangan jaman rupanya orang Cina menafsirkan ulang ajaran konfusianisme untuk membangkitkan semangat ekonomi mereka.

Orang Cina mempunyai jiwa kemandirian yang tinggi. 
Ia bisa hidup dimanapun dia berada dan senantiasa melihat peluang, meskipun dicelah sempit. Mereka rajin bekerja dan tidak mau statis. Umumnya para pedagang Cina rela bangun dini hari dan terus bekerja sampai malam hari. Banyak peneliti yang mengatakan bahwa para usahawan Cina sukses bekerja sekurang-kurangnya 18 jam sehari. Dengan melihat kenyataan itulah pedagang tidak lagi ditempatkan sebagai kelas terendah dalam ajaran konfusianisme yang di anut oleh bangsa Cina.

Orang Cina menyakini berdagang selalu memberikan untung yang positif, tidak ada ruginya. 
Jual beli menjanjikan kesenangan, kemewahan dan kebahagiaan. Oleh karena itu kebanyakan orang Cina yang datang ke perantauan lebih memilih jalan hidup dengan berdagang. Salah satu rahasia sukses dagang ala si mata sipit adalah tidak membatasi diri dalam bidang perdagangan. Mereka beralasan bahwa apabila hidup hanya mengandalkan gaji, tidak akan mengangkat kedudukan sosialnya.
Ada pepatah Cina mengatakan, bila terlalu hati-hati maka akan mati. Prinsipnya biar kalah tetapi jangan gagal. Orang Cina sangat menghormati leluhurnya, salah satu cara menghormati orangtua dan mengangkat martabat keluarga, menurut kepercayaan Tiongkok, adalah menjadi kaya.

Menurut buku Rahasia Bisnis Orang Cina yang di tulis oleh Ann Wan Seng, orang Cina lebih maju dari bangsa lain dalam berbisnis. Mereka meyakini sekedar pintar berdagang tidak memberikan hasil yang maksimal. Seorang pembisnis harus agresif, berani, tahan banting, bersemangat dan pintar mencari peluang. Mereka harus cepat bergerak tanpa takut resiko.

Ann Wan Seng menambahkan secara historis para pedagang Cina ini umumnya lahir dari keluarga pedagang miskin dan tidak berpendidikan. 
Namun orang-orang Cina perantau itu memiliki pandangan dan falsafah yang kuat agar jangan menyerah pada nasib. Prinsip ini membantu memenangkan persaingan di komunitasnya. Inilah yang menjadi sebab mengapa orang Cina selalu lebih dulu bertindak dari pada bangsa Indonesia. Kebanyakan masyarakat Cina percaya bahwa nasib buruk dapat diubah. Persatuan dan ikatan antar mereka cukup kuat. Pengusaha Cina lebih suka mempekerjakan sanak saudaranya dari pada orang lain, hal ini diupayakan untuk membantu jumlah kaum miskin di antara mereka cepat berkurang.

Bagi orang Cina hidup adalah makan, maka untuk itu harus bekerja
Namun dalam hal ini mereka tidak hanya mencari makan saja, tetapi meningkatkan kualitas hidup untuk menaikan kelas sosialnya. Nilai-nilai yang bernada positif yang dimiliki oleh para leluhur bangsa Cina itu kemudian menjiwai mereka dalam berdagang dan berbisnis. Mereka membentuk kultur yang mendukung dan membuat kebiasaan wirausaha dalam keluarga. Kekuatan dagang Cina inilah yang melekat dalam karakteristik masyarakat yang diwarisi turun temurun. Dalam keluarga pedagang, anak-anak mereka sering bertemu dan melayani pembeli. Jika seorang anak ingin mendapatkan uang jajan dari orang tuannya, ia harus membantu sekecil apapaun kegiatan matapencaharian keluarga yang mereka lakukan. Keluarag Cina sukses menanamkan budaya kerja keras, hemat dan tidak takut gagal.
Kita harus banyak belajar dari kebudayaan dan peradaban Cina yang tinggi terutama dalam bidang perdagangan. Realitas historis membuka mata kita, bahwa Cina dengan kekurangannya, memiliki nilai positif yang harus dijadikan ibroh bagi kita semua.
Penulis, Presiden Mahasiwa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam. Tinggal di Indramayu
Sumber Bandung Ekspres, 9 Juli 2011


Pesawat Tempur China Jian-10, Bukti Kemandirian Militer China

Jian-10Pesawat Tempur J-10 Buatan China
Empat dekade  yang lalu, pendapatan perkapita penduduk Indonesia setara Korea Selatan, Thailand bahkan China dan Malaysia. Meskipun sama-sama dalam kualitas ekonomi, namun Indonesia memiliki kelebihan dibanding negara-negara tersebut dalam hal sumberdaya alam. Namun, beriring pergantian dekade demi dekade, hingga saat ini Indonesia telah ketinggalan dalam bidang ekonomi. Kini negara-negara yang miskin kekayaan alam itu sudah jauh meninggalkan Indonesia baik ekonomi, pendidikan hingga militer.
Salah satunya adalah China, negeri Tirai Bambu. Berdasarkan data Center for Strategic and International Studies (CSIS*) tahun 2006, China merupakan negara dengan jumlah militer terbesar di dunia yang terdiri dari 2.255.000 tentara aktif, 800.000 pasukan cadangan serta 3.969.000 paramiliter [lihat 20 Negara dengan Jumlah Militer Terbesar). Selain jumlah militer, China memiliki kekuatan persenjaaan yang tangguh. Secara mandiri, cerdas dan berani, China kini mampu membuat pesawat tempur sendiri dengan perpaduan teknologi militer Rusia, China dan Amerika Serikat.
A model of the Jian-10 (Fighter-10), China's homemade fighter aircraft, is seen at the exhibition hall during the 7th China International Aviation and Aerospace Exhibition in Zhuhai, south China's Guangdong Province, Nov. 4, 2008. Jian-10 is shown on the exhibition which is held from Nov. 4 to Nov. 9.(Xinhua/Zhou Wenjie)Pesawat Jian-10 (Fighter-10),  merupakan pesawat tempur buatan China (foto: Xinhua)
Pada November 2008, di Zhuhai, Guangdong – China, mengadakan Pameran Dirgantara dan Penerbangan Internasional ke-7. Ikut dalam pameran tersebut adalah Boeing Amerika Serikat, Airbus Prancis, Bombardier  Kanada, Embraer Brazil, China Aviation Industry Corporation, Pengembang Jet J-10 and FBC-1. Disamping itu,  Perussahaan Teknologi dan Sains Dirgantara China yang mengembangkan Pesawat Luar Angkasa Shenzhou-7 yang membawa roket Long March II-F, turut menampilkan 100 produk dan teknologi modern luar, termasuk modul orbit Shenzhou-7 dan turunannya. Dan salah satu atraksi pesawat militer  China adalah pesawat tempur J-10.
Pesawat Tempur Jian-10, Kebangkitan Militer China di Dunia

A model of the Jian-10 (Fighter-10), China's homemade fighter aircraft, is seen at the exhibition hall during the 7th China International Aviation and Aerospace Exhibition in Zhuhai, south China's Guangdong Province, Nov. 4, 2008. Jian-10 is shown on the exhibition which is held from Nov. 4 to Nov. 9.(Xinhua/Zhou Wenjie)
Pesawat Tempur buatan China Jian-10 (J-10) beserta amunisinya. (Foto : Xinhua)
Jian-10 (J-10) atau Fighter 10 merupakan pesawat tempur buatan China yang mampu beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca. Dari segi kemampuan serangan, J-10 sudah lengkap dalam melakukan serangan udara-udara maupun udara-darat. Varian pertama dirancang sejak 1982 dengan alokasi 500 juta yuan. Jumlah J-10 yang sedang dan telah diproduksi hingga saat ini antara 120-160 unit. Pesawat tempur J-10 ini didesain oleh Institut Design Pesawat Terbang Chengdu dan diproduksi oleh Perusahaan Pesawat Terbang Chengdu AVIC. Pesawat tempur seri pertama telah digunakan oleh PLA Air Porce atau PLA-AF (Angkatan Udara Tentara Pembebas Rakyat China atau TNI AU-nya China) sejak 2003 silam.
Harga per satu unit J-10 adalah USD 28 juta (280 miliar rupiah) untuk kebutuhan lokal serta USD 41 juta (410 miliar) untuk harga ekspor termasuk suku cadang dan maintance. J-10 khusus untuk single-seat fighter (1 orang awak), sedangkan untuk dua awak dalam seri J-10S.  Dan Februari 2009 ini telah diproduksi single-seat fighter varian terbaru yakni J-10B.

The Jian-10 (Fighter-10), China's homemade fighter aircraft, performs during the 7th China International Aviation and Aerospace Exhibition in Zhuhai, south China's Guangdong Province, Nov. 4, 2008. Jian-10 is shown on the exhibition which is held from Nov. 4 to Nov. 9. (Xinhua/Lu Hanxin) Atraksi Pesawat Tempur J-10
Langkah “IPDN” China
Proyek pembuatan J-10 dimulai pada pertengahan dekade 1980-an. Sebenarnya proyek serupa sudah dimulai di Indonesia sejak berdirinya Industri Pesawat Terbang Nurtanio di tahun 1976 dan terus berkembang hingga sebelum krisis dan pada akhirnya harus “di-break” ketika krismon 1998. Yang berbeda adalah China tetap konsisten untuk mengembangkan industri militernya dengan tujuan utama membuat pesawat tempur yang dapat menghadang F-16 dan MiG-29.
Pada mulanya, pengembangan J-10 dibantu oleh Israel dalam sisi teknologi pesawat berbobot ringan, desain aerodinamis, sistem kontrol “fly-by-wire” (juga diterapkan oleh Habibie di era 90-an). Seteleh Tragedi Tiananmen, mulai 1990-an China diembargo oleh Amerika dan Barat.  Pertengahan dekade 90-an, Rusia membantu pengembangan dan menyuplai mesin turbo jet AL-31F sebagai mesin pendorong jet
Dan pada akhirnya, 22 Maret 1998, J-10 berhasil terbang dengan 6 unit prototipeny untuk PLA Air Force. Dan selama 5 tahun pengujian, test dan training, akhirnya Maret 2003 J-10 lulus pengujian untuk menjadi pesawat  militer di China. Dioperasikan secara remsi untuk kekuatan militer China pertama kali pada Juli 2004 di Armada Udara Prov Yuanan. Sedangkan seri dua awak J-10S baru resmi di tahun 2005

Jian-10
PLAAF J-10 single-seater fighter with PL-8 and PL-11 AAMs (Chinese Internet)
Dan selama 2004 hingga 2006, sekitar 100 unit sampel berpenumpang 1 awak dan 2 awak yang sudah diserahkan ke PLA-AF. Dan diperkirakan China membutuhkan sekitar 300 pesawat tempur untuk kebutuhan Angkatan Udara China. Kecanggihan dan harga yang lebih murah membuat negara-negara di Dunia mulai sangat tertarik untuk memesan pesawat J-10 ini, seperti Paskitan, Iran dan Thailand. Dan pada Maret 2007, Kepala Stap Angkatan Udara Pakistan memesan 32 hingga 40 unit J-10 fighter yang akan dikirim pada tahun ini (2009).
Dengan pengembangan riset yang terus menerus serta pasca kemampuan China mengirim awak ke luar angkasa, maka kemampuan teknologi militer China sudah dapat “mulai” disejajarkan dengan Amerika dan Rusia. Dan J-10 sendiri memiliki sistem radar, misil, teknologi yang tidak kalah dengan pesawat tempur MiG, Sukhoi ataupun F-16. Seperti disebutkan diatas, J-10 dirancang dengan kemampuan untuk menyerang di udara (udara ke udara) dan ke darat (udara ke darat). Misil serta persenjataan sudah terintegrasi dengan pesawat tempurnya.
Pelajaran dari Negeri Panda
Dari sejarah perkembangan persenjataan udara China khususnya pesawat tempur J-10, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dan pahami dari militer China. Pertama untuk membuat sebuah pesawat tempur secara mandiri diperlukan waktu sekitar 20 tahun. Dan para pemimpin China telah memahami dan memutuskan proyek perencanaan jangka panjang di bidang militer dan juga diberbagai bidang lain terutama ekonomi. Pola pembangunan jangka panjang inilah yang sangat dibutuhkan oleh negara kita agar maju, bukan dengan program-program jangka pendek seperti peningkatan belanja pegawai ataupun program BLT.

Click to enlarge
J-10 in static display with its air-to-air and air-to-surface weapons (Chinese Internet)
Kedua, kepintaran pemimpin China untuk negoisasi kerjasama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai kemungkinan yang ada. Dan dalam setiap kerjasama investasi, China selalu menerapkan syarat agar negara bersangkutan untuk melakukan transfer teknologi ke perusahaan China. Dengan cara seperti itu, maka kemandirian negara baik di bidang ekonomi, militer maupun politik akan semakin kuat.
Ketiga, dengan memproduksi pesawat tempur sendiri maka China saat ini sudah bisa melepaskan diri dari ketergantungan dari Barat. Embargo bukanlah sesuatu yang menakutkan bagi pemimpin China. Hal ini sangatlah kontras dengan Indonesia, ketika mendengar embargo.. maka kebijakan politik pun bisa diubah dari “Pertamina menjadi Exxon“. Dan semestinya pemerintah seperti dirintis oleh Habibie mau mengembangkan kembali PT DI untuk mencukupi kebutuhan militer kita. Dan pada 2007 silam, PT Pindad berhasil membuat  kendaraan Panser buatan Indonesia setelah mendapat “tekanan” Wapres JK.
Keempat, dengan memproduksi pesawat secara mandiri, maka teknologi dan industri pendukung akan terdongkrak. Dorongan penguasaan teknologi akan memtriger perguruan tinggi dan lembaga penelitian melakukan riset dan penelitian yang berkualitas dan tepat guna. Selain industri teknologi berkembang, maka kualitas riset pendidikan pun akan meningkat. Disisi lain, negara mampu menghematan devisa impor hingga belasan triliun. Untuk 300 unit J-10, setidak-tidaknya China menghemat sekitar 12 miliar dollar (120 triliun) devisa impor.
Dan semoga dari pelajaran tersebut, pemerintah kedepan berani mengambil kebijakan untuk membesarkan industri pertahanan strategis seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT DI yang telah dibangun di era Menristek Habibie

20 Negara dengan Jumlah Militer Terbesar

JANUARI 11, 2009
20 Negara dengan Jumlah Militer Terbesar
Pada kesempatan ini, nusantaranews akan menampilkan negara-negara dengan kekuatan militer terbesar yakni dari segi jumlah total tentara aktifnya. Dan kita dapat melihat seberapa besar kekuatan militer kita [jumlah] dibanding negara-negara lain di dunia. Selain itu, kita dapat melihat bahwa negara-negara yang ‘asyik’ berperang dan berkonflik cenderung memiliki persentase tentara yang sangat tinggi terhadap jumlah penduduknya.
Berdasarkan data Center for Strategic and International Studies (CSIS*) pada tahun 2006 dan Jaffa Center of Strategic Studies (JCSS*) menunjukkan bahwa negara dengan  jumlah tentara aktif terbesar adalah China dengan 2.255.000 tentara aktif, 800.000 pasukan cadangan serta 3.969.000 paramiliter.
Amerika berada diposisi kedua dengan jumlah tentara sebanyak 1.473.900 tentara aktif, 1.458.500 pasukan cadangan serta 453.000 paramiliter. Sedangkan India dengan jumlah tentara aktif sebesar 1.325.000 berada diposisi ketiga dan diikuti Korea Utara (4), Rusia (5) dan Korea Selatan (6).
Sedangkan Indonesia berada diposisi 13 dengan 316.000 tentara aktif (0.14%), 400.000 pasukan cadangan, dan 207.000 paramiliter.  Jumlah kekuatan militernya Indonesiaberada diposisi ke-3 di kawasan ASEAN setelah Vietnam (10), Myanmar (12). Sedangkan Thailand tepat berada di bawah Indonesia.
Berikut ini tabel 20 Negara dengan jumlah Militer Terbesar (tentara aktif) dan 11 negara tambahan (pilihan subjektif)
NoNegara# Penduduk
Tentara
Aktif
Cdangan +
Paramiliter
%
Tentara
1RR China1,335,810,0002,255,0004,769,0000.17%
2Amerika S306,102,0001,473,9001,911,5000.48%
3India1,142,950,0001,325,0002,448,3000.12%
4Korea Utara23,790,0001,106,0004,889,0004.65%
5Rusia141,735,8401,037,0002,759,1000.73%
6Korea Selatan48,224,000687,0004,522,0001.42%
7Pakistan165,330,000650,000830,0000.39%
8Iran70,495,782545,00011,740,0000.77%
9Turki70,586,256514,850528,7000.73%
10Vietnam87,375,000484,0009,080,0000.55%
11Mesir75,745,000450,000659,0000.59%
12Myanmar48,798,000428,25072,0000.88%
13Indonesia229,221,000316,000607,0000.14%
14Thailand63,038,247306,600313,7000.49%
15Syria19,929,000296,000240,5001.49%
16Taiwan23,027,672290,0001,675,5001.26%
17Brazil188,480,000312,0001,400,6000.17%
18Jerman82,062,200284,500398,6500.35%
19Colombia44,660,000280,000140,0000.63%
20Irak28,993,000265,607242,2120.92%
Tambahan
21Prancis64,105,100259,050520,4000.40%
22Jepang127,704,000238,00070,1490.19%
25Saudi Arabia24,735,000199,50035,0000.81%
26Inggris61,612,300195,900233,8600.32%
30Israel7,373,000177,000416,0502.40%
37Kamboja13,388,910124,30067,0000.93%
40Filipina90,457,200114,500289,5000.13%
42Malaysia27,757,000110,00061,7000.40%
62Singapura4,839,40060,500408,8001.25%
89Laos5,859,00029,100100,0000.50%
135Brunai390,0007,0003,7500.03%
** Warna Coklat-Kemarahan : Negara ASEAN
Selain itu, terdapat 3 negara dengan persentase pasukan tentara aktifnya lebih dari 2% total penduduk yakni
1. Korea Utara (Rank 4) - 4.6%
2. Eritrea – 4.2% (Rank 24) – negara Afrika Timur
3. Israel – 2.4% (Rank 30)
Untuk negara-negara yang masih ada ketegangan politik, rata-rata tiap negara tersebut mempersiapkan tentara+cadangan+paramiliternya hingga jutaan tentara.  Dari tabel di atas, terlihat Iran memiliki pasukan cadangan [rakyat yang siap tempur] hingga mencapai angka 11 juta (demi membendung pengaruh Sunni Arab + Israel) . Begitu juga, Korea Utara dan Korea Selatan yang memiliki jumlah personel mencapai 5 juta. Hal serupa dapat dilihat antara India dan Pakistan. Tentunya, negara-negara tersebut harus rela mengeluarkan anggaran militer yang tidak kecil, seperti AS.
Negara-negara yang di-bold, yakni China, AS, India, Rusia (Lihat Kekuatan Militer Rusia),  Korut, Pakistan, Inggris, Prancis, merupakan negara yang menyatakan sebagai negara memiliki senjata nuklir. Hingga saat ini, Israel belum menyatakan memiliki senjata nuklir, namun diduga Israel memiliki senjata nuklir.
Refleksi
Meskipun Amerika memiliki teknologi perang yang canggih dan ‘mahal’,  Amerika cenderung memiliki pasukan tentara yang besar. Sedangkan Indonesia memang ‘sedikit’ berbeda. Agak dilematis, dengan tentara yang relatif kecil, ditambah dengan armada [peralatan] tempur yang minim serta rendahnya ekonomi dan pendidikan telah menyebabkan Indonesia cenderung dipandang rendah oleh negara tetangga. Hal ini-pun berdampak pada berbagai hubungan dan perundingan diplomatik yang cenderung [beberapa kali] merugikan kepentingan Indonesia. Sehingga tidak jarang Singapura, Malaysia, dan Australia memandang Indonesia dengan sebelah mata serta melakukan berbagai kebijakan yang melukai bahkan menghina martabat bangsa Indonesia.
Sebut saja kasus Sipadan, Ligitan, Ambalat, pembajakan budaya-lagu-kerajinan hingga TKI dengan kerajaan Malaysia. Begitu juga Singapura yang berani menerima pasir curian dan seludupan Indonesia dan  melindungi para koruptor yang membawa triliunan rupiah uang rakyat Indonesia. Hal serupapun datang dari Australia yang melakukan spionase di tanah Cendrawasih.  Hal ini tentu berbeda dikala pemerintah Soekarno, Indonesia menjadi ‘Macan Asia’ yang disegani.
Tapi, kita tidak perlu terlalu khawatir mengenai citra Indonesia tersebut. Tanpa kekuatan militer yang ‘kuat’, Indonesia dapat menjadi negara yang disegani tatkala ekonomi rakyatnya maju dan pendidikan yang tinggi. Hanya dua faktor itu saja, cukup membawa nama Indonesia di mata dunia.  Tapi, ironis…kedua faktor tersebut tidak pernah meningkat, bahkan cenderung menurun. Meskipun pertumbuhan ekonomi rata-rata 6% per tahun, angka ini menjadi tak begitu berarti tatkala tingkat inflasi [kenaikan harga barang] jauh diatas angka pertumbuhan ekonomi. Di tahun 2008 saja, tingkat inflasi Indonesia mencapai 11%, sangat jauh dengan angka pertumbuhan 6%. Kita tahu bahwa, pemerintah saat ini hanya mengiklan keberhasilan menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi, tapi lupa [atau dilupakan] bahwa inflasi negeri ini masih tinggi diikuti tingkat penggangguran serta meningkatknya biaya untuk melanjutkan studi.
Jika ekonomi dan pendidikan kita rendah, bisa dipastikan militer kita pun rendah. Jika militer kita rendah, maka nilai minus kita dimata duniapun bertambah….Memang masalah yang kompleks.. Namun kita berharap, negeri ini lebih serius menangani ekonomi dan pendidikan yang lebih baik. Jangan lebih mementingkan ‘pesta demokrasi’ yang menghabiskan dana, perhatian, keringat, bahkan darah [sengketa, perkelahian].
Trims
echnusa – 11 Jan 2009
* Data CSIS dan JCSS tersebut disusun dan dirilis di Wikipedia.org
**Sebagian data yang ditampilkan merupakan data perkiraan (aproksimasi) yang paling mendekati dengan realita.
Tambahan
Menimbang atas tanggapan rekan-rekan atas validias datanya, saya cantumkan hasil penelitian data dari CSIS (biro khusus dalam penelitian data) dalam bentuk pdf.
Silahkan download :
 Asia (Indonesian) Armed Forces, CSIS (halaman 35)

Soal Gaji Pak SBY, Coba Bercermin pada Bung Hatta

JANUARI 22, 2011
tags: 
oleh nusantaraku
To command is to serve, nothing more and nothing less
-Andre Malraux, a French adventurer-
Selama menjabat sebagai Presiden, Pak SBY sudah berkali-kali menyinggung tentang gajinya yang gak naik-naik, gajinya masih rendah, belum tertinggi.  Pada 5 Januari 2009, dalam pidatonya Pak SBY mengatakan “Gaji presiden harusnya yang paling tinggi, tapi ternyata tidak,”. Lalu, pada 3 April 2009, dihadapan para guru di Surabaya, Pak SBY bercerita didepan para pendidik bahwa “Gaji saya belum pernah naik. Enggak apa-apa,” [1].  Yang terbaru adalah pada saat acara penutupan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri Tahun 2011 di Jakarta (21 Januari ’11), “Soal kesejahteraan prajurit TNI dan Polri, ini bukan retorika bukan janji-janji kosong bukan kebohongan. Tiap tahun, kita naikkan gaji dan lain-lain. Renumerasi telah diberikan. Renumerasi untuk meningkatkan kinerja dan prestasi. Sampaikan ke seluruh jajaran TNI dan Polri… Ini tahun keenam menuju ketujuh gaji Presiden belum naik. Betul. Tapi memang saya niati. Saya ingin semua sudah mendapatkan kenaikan yang layak, tepat, dan adil. Tolong laksanakan, implementasikan dengan baik,” [2].
Dari ketiga pernyataan tersebut, pesan Pak SBY cukup jelas. Pak SBY ingin masyarakat terutama audiens memberi simpati kepada beliau, sekaligus melakukan serangan balik kepada para pengkritiknya.  Hati Pak SBY sangat gundah, dan dari kata-kata dalam pidatnya, kelihatan sekali beliau marah atas pernyataan bersama Tokoh Lintas Agama dan Pemuda pada 10 Januari 2011. Romo Benny Susetyo, salah satu tokoh agama menyampaikan “Kami mengimbau kepada elemen bangsa, khususnya pemerintah, untuk menghentikan segala bentuk kebohongan publik“. Lebih lanjut, Romo Benny menghimbau komponen masyarakat untuk bergerak melawan kebohongan. “Marilah kita canangkan tahun 2011 ini sebagai tahun perlawanan kebohongan,”[3].
Pak SBY
Sebagai manusia yang memiliki perasaan, tentu saja Pak SBY merasa sangat tersinggung ketika dirinya disebut-sebut menyebar kebohongan. Dan tentu saja beliau sangat kuatir apabila stigma “bohong” menempel dalam dirinya. Lebih kuatir, gundah dan marah tatktala Tokoh Lintas Agama dan Pemuda merilis bahwa ada 9 Kebohongan Janji Lama Pemerintah [4] dan 9 Kebohongan Janji Baru Pemerintah [5]. Seperti kita ketahui bahwa angka 9 selama ini merupakan angka “keramat” Pak SBY yang lahir pada tanggal 9 bulan 9 tahun ’49.
Segala bentuk serangan balik dan keluh kesah yang disampaikan Pak SBY merupakan bentuk pencitraan, suatu habit  beliau yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Pak SBY sama sekali tidak mengeluh agar gajinya naik. Bukan itu maksud beliau. Pak SBY ingin menunjukkan diri sebagai negarawan yang peduli dengan rakyatnya.  Beliau adalah presiden yang bekerja keras walaupun negara tidak menaikkan gaji beliau. SBY ingin mencitrakan diri sebagai pemimpin yang bekerja tanpa pamrih dan tidak mengeluh. Dia adalah seorang abdi negara.
31.2 Juta Rakyat Hidup Miskin Dibawah Rp 7100 per hari*
Namun sayang, alangkah baiknya Pak SBY tidak melontarkan kata-kata “gaji tidak naik-naik”. Suatu pencitraan yang tidak seharusnya dilakukan mengingat ada puluhan juta masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2010, ada 31.2 juta rakyat Indonesia yang hidup rata-rata dibawah Rp 7100* per hari [6].  Artinya sebanyak 31.2 juta rakyat Indonesia hanya memiliki penghasilan rata-rata dibawah Rp 220.000 per bulan. Dan apabila dibandingkan dengan gaji Bapak Presiden, maka gaji Pak SBY saat ini adalah 290x dari rata-rata 31.2 juta rakyat Indonesia. Sementara, penghasilan 31.2 juta rakyat Indonesia ini gak naik-naik.
Apabila kita menggunakan filosofi, Andre Malraux, seorang penulis dan petualang asal Prancis, ”To command is to serve, nothing more and nothing less“. Artinya seorang pemimpin tidak lain tidak lebih harus menjadi pelayan bagi para pengikutnya. Selama ada pengikut atau dalam konteks ini adalah rakyat yang dipimpinnya, maka tugas seorang pemimpin harus memastikan bahwa rakyatnya sudah hidup lebih layak selama  kepimpinanannya. Pemimpin harus bisa menepati janji-janji yang ia lontarkan. Janji-janji yang dituangkan dalam visi yang harus diperjuangkan tanpa pamrih. Selama visi itu belum tercapai, pemimpin yang baik tidak boleh mengeluh. Terlebih bila ia dipilih menjadi pemimpin karena tebaran janji-janji ketika kampanye.
Sebagai kepala negara, maka semestinya Presiden SBY tidak pantas menyinggung gajinya. Seorang negarawan tidak boleh lagi membahas gaji, terlebih menjadi seorang Presiden RI, Pak SBY sudah mendapat semua fasilitas. Pak SBY tidak perlu lagi kuatir dapur rumahnya tidak berasap. Semua makanan, tempat tidur, kendaraan dinas hingga pesawat terbang sudah disiapkan. Biaya pengamanan, aksesoris sudah ditanggung semua oleh dana pajak. Setiap tahun, negara menghabiskan Rp 400 miliar untuk urusan kepresidenan [7]. Dan tiap bulan Pak SBY sudah mendapat gaji pokok Rp 64.000.000. Belum ditambah tunjangan yang lain. Angka yang sangat-sangat besar bagi 31.2 juta rakyat Indonesia yang masih berjuang keras melewati hari esok.
Soal Gaji Pak SBY, Coba Bercermin pada Bung Hatta [8]]
Jika ada pemimpin di negeri ini yang masih terus bertanya tentang kenaikan gaji, fasilitas, pelesiran ke luar negeri hingga korupsi, maka mereka harus bercermin dari Proklamator bangsa ini, Bung Hatta. Bung Hatta adalah salah satu sosok tokoh yang patut menjadi contoh dan inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama pemimpin bangsa ini. Selama menjadi Wakil Presiden mendampingin Bung Karno, Bung Hatta sangat memegang nilai-nilai sebagai negarawan. Beliau begitu disiplin, berintegritas, dan jujur.  Bung Hatta hidup sangat sederhana dan selalu setia pada kepentingan bangsa.
Salah satu kisah hidup Bung Hatta yang bekerja tanpa pamrih bagi negeri adalah kisah sepatu Bally. Pada tahun 1950-an, Bally adalah merek sepatu bermutu tinggi yang berharga mahal. Bung Hatta, ketika masih menjabat sebagai wakil presiden, berniat membelinya. Beliau kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut. Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.
Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan sederhana dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkan posisinya waktu itu, sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untuk memperoleh sepatu Bally. Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalan Bung Hatta.
Namun, di sinilah letak kenegarawan dan abdi negara seorang Bung Hatta. Dalam keadaan hidup sederhana, Bung Hatta tidak pernah mengeluh kepada masyarakat bahwa beliau hidup miskin, gajinya kecil, gajinya tidak naik-naik. Sama sekali tidak pernah. Dia tidak berpidato meminta belas kasihan untuk menaikan popularitasnya. Dia tidak pernah menggunakan titelnya sebagai Proklamator agar ia mendapat penghasilan yang tinggi. Bung Hatta tidak pernah mengatakan bahwa “Seharusnya gaji seorang proklamator sekaligus presiden harus tertinggi”. Tidak pernah. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri.
Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain. Dan yang pasti, beliau tidak curhat agar dirinya dikasihin sehingga popularitasnya naik. Bung Hatta merupakan sosok tokoh bangsa yang telah memadukan antara kata dan perbuatannya. Bukan hanya sebatas slogan “satu kata, satu perbuatan”.
Salam 2011,
ech-wan

[1] Republika 21-01-2011, diakses 23 Januari 2011
[2] Media Indonesia 21-01-2011, diakses 23 Januari 2011
[3] Kompas 10-01-2011, diakses 23 Januari 2011
[4] Kompas 10-01-2011, diakses 23 Januari 2011
[5] Kompas 10-01-2011, diakses 23 Januari 2011
[6] BPS, diakses 22 Januari 2011 dengan pengolahan data
[7] BPS, diakses 22 Januari 2011 dengan pengolahan data
[8] Kisah Menabung Bung Hatta untuk Sepatu Bally
* Ada 11.1 juta penduduk kota yang hidup “rata-rata” dibawah Rp 7700 per hari, dan 19.9 juta yang hidup “rata-rata” dibawah Rp 6400 per hari. Sehingga jika dirata-ratakan, maka ada 31.2 juta penduduk yang hidup dibawah Rp 7100 per hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar