Selasa, 19 Maret 2013

BANGSA MORO.....??!!! >>> SIAPA BANGSA BANGSA MORO....??? >> .BANGSA MORO-BANGSA SULU-ADALAH BANGSA MERDEKA DAN BERDAULAT..!!!>> FILIPINA-MALAYSIA-INDONESIA-BRUNEI HARUS MENGHORMATI DAN MENJAGA SEMUA HAK SEUTUHNYA BANGSA DAN RAKYAT DAN KEDAULATAN TANAH AIR BANGSA DAN RAKYAT MORO-BANGSA SULU..>> TEGAKAN KEBENARAN SEJARAH SEUTUHNYA DAN HORMATI HAK KEDAULATAN BANGSA MORO - BANGSA SULU...>> JANGAN ADA YANG INTERVENSI.. TERLEBIH MENJAJAH MEREKA..>> MERDEKA.....MERDEKA... BANGSA MORO-BANGSA SULU...!!! ..Pemimpin Front Pembebasan Moro (Moro National Liberation Front/MNLF) Nur Misuari pada Selasa memperingatkan pemerintah Malaysia untuk tak membunuh para pengikut Sultan Sulu Jamalul Kiram III di Sabah. Membunuh mereka dengan sengaja, katanya, akan sama saja dengan deklarasi perang melawan mereka....>> ...Selama masa kolonial, Spanyol menerapkan politik devide and rule (pecah belah and kuasai) serta mision-sacre (misi suci Kristenisasi) terhadap orang-orang Islam. Bahkan orang-orang Islam di-stigmatisasi (julukan terhadap hal-hal yang buruk) sebagai "Moor" (Moro). Artinya orang yang buta huruf, jahat, tidak bertuhan dan huramentados (tukang bunuh). Sejak saat itu julukan Moro melekat pada orang-orang Islam yang mendiami kawasan Philipina Selatan tersebut. ...>>>.... Tahun 1578 terjadi perang besar yang melibatkan orang Philipina sendiri. Penduduk pribumi wilayah Utara yang telah dikristenkan dilibatkan dalam ketentaraan kolonial Spanyol, kemudian diadu domba dan disuruh berperang melawan orang-orang Islam di selatan. Sehingga terjadilah peperangan antar orang Philipina sendiri dengan mengatasnamakan misi suci. Dari sinilah kemudian timbul kebencian dan rasa curiga orang-orang Kristen Philipina terhadap Bangsa Moro yang Islam hingga sekarang. ...>>> ..Sekalipun Spanyol gagal menundukkan Mindanao dan Sulu, Spanyol tetap menganggap kedua wilayah itu merupakan bagian dari teritorialnya. Secara tidak sah dan tak bermoral Spanyol kemudian menjual Philipina kepada Amerika Serikat seharga US$ 20 juta pada tahun 1898 melalui Traktat Paris. Amerika datang ke Mindanao dengan menampilkan diri mereka sebagai seorang sahabat baik dan dapat dipercaya. Hal ini dibuktikan dengan ditandatanganinya Traktat Bates pada tanggal 20 Agustus 1898 yang menjanjikan kebebasan beragama, kebebasan mengungkapkan pendapat, kebebasan mendapatkan pendidikan bagi Bangsa Moro. Namun traktat tersebut hanya taktik mengambil hati orang-orang Islam agar tidak memberontak, karena pada saat yang sama Amerika tengah disibukkan dengan pemberontakan kaum revolusioner Philipina Utara pimpinan Emilio Aguinaldo...>> ...Terbukti setelah kaum revolusioner kalah pada 1902, kebijakan AS di Mindanao dan Sulu bergeser kepada sikap campur tangan langsung dan penjajahan terbuka. Setahun kemudian Mindanao dan Sulu disatukan menjadi wilayah propinsi Moroland dengan alasan untuk memberadabkan rakyat Mindanao dan Sulu. Periode berikutnya tercatat pertempuran antara kedua belah pihak. Teofisto Guingona, mencatat antara tahun 1914-1920 rata-rata terjadi 19 kali pertempuran. Tahun 1921-1923 terjadi 21 kali pertempuran. Patut dicatat bahwa selama periode 1898-1902, AS ternyata telah menggunakan waktu tersebut untuk membebaskan tanah serta hutan di wilayah Moro untuk keperluan ekspansi para kapitalis. Bahkan periode 1903-1913 dihabiskan AS untuk memerangi berbagai kelompok perlawanan Bangsa Moro. ..>>> .MALAYSIA MEMANG DIAJARKAN OLEH INGGRIS-DAN TENTU JUGA FILIPINA DIAJARKAN AMERIKA DAN SPANYOL...>>..TENTU BAIK MALAYSIA MAUPUN FILIPINA MENJADI MURID2 PINTAR...DAN..MUNGKIN LICIK JUGA...??? >> BERHATI-HATILAH DENGAN MEREKA..... MENJADI NEGARA YANG LICIK..DAN CENDERUNG JAHAT... ?? . >> SAYANGNYA PEMIMPIN INDONESIA BELUM ADA SEPERTI SUKARNO-NATSIR-HATTA-SUDIRMAN-DLL .... PARA PENDIRI REPUBLIK NKRI INI...>>> MALAHAN SETELAH PENGKHIANATAN SUHARTO SANG JENDRAK..YANG SELALU SENYUM..NAMUN... LIHAI DAN PENUH TIPU DAN MUSLIHAT... TERHADAP SUKARNO...DAN RAKYAT INDONESIA... DENGAN MENGGUNAKAN APA YANG DINAMAKAN KARTU ...."G30S"...ITU... MALAHAN KEMUDIAN SUHARTO SECARA TAK BERDAYA.... TAKLUK DIBAWAH AYUNAN SANGKUR DAN BAYONET AMERIKA.... YANG KEMUDIAN TUNDUK...MENJADI JENDRAL TAKLUKAN POLITISI AMERIKA DAN CIA.....DEMI HARTA DAN KEKUASAAN..SEMU..???>>>.... ADALAH SELAMA ORDE BARU ...INDONESIA DICEKOKI...DAN DIDIKTE...OLEH SEMUA KEMAUAN AMERIKA.. TERMASUK MENIPU RAKYAT DENGAN HUTANGAN2...DAN SISTEM EKONOMI.DUSTA.....YANG MENJEBLOSKAN NKRI DAN RAKYAT... KEPADA MASALAH PENINDASAN RAKYAT DAN PEMASUNGAN KARAKTER... DAN SISTEM EKONOMI NEGARA DAN PERPOLTIKAN NEGARA YANG PENUH TIPU -KEJI DAN PERMAINAN ABSURD....??>> TERLEBIH MUSRID2 SUHARTO YANG KONYOL2...ITU... PASCA ORBA YANG KONON ... MENYATAKAN REFORMASI..DENGAN ..... TEMA2..DAN AGENDA2... ALA ... DEMOKRASI BARBAR..LIBERAL.. YANG MENDUSTAI RAKYAT..DAN MEMBEBANI RAKYAT DAN NEGARA SECARA KEJI..DAN SEMAKIN AWUT2AN...?? >> INILAH HASIL NYATA DARI PEMERINTAHAN PEMIMPIN2 TAKLUKAN ASING...DAN ANTEK2 PENJAJAH DAN KAPITALIS..JAHAT...??>>.. MALAH LEBIH BURUK LAGI TABIATNYA DARI PADA GURU2NYA...ITU...>>> SEMUA ASET NEGARA SUDAH DIGADAIKAN DENGAN TAK KERUAN.. DAN AHLI2NYA MENJADI NGAWUR DAN ABSURD..DAN SE-WENANG2..???!!! ..>>...SEMUA MENJADI MURID SERAKAH..DAN EGOISTIS... TANPA BENAR2 ADA YANG INGIN MEMBELA NEGARA DAN NASIB ANAK2 BANGSA....???>>> ....HAI PEMUDA-MAHASISWA-PELAJAR-KAUM CENDEKIA...ULAMA2-DAN RAKYAT YANG BERBUDI DAN SADAR.... BANGKITLAH...!!!... BANGKITLAH PARA PEMUDA DAN PATRIOT BANGSA INDONESIA... UNTUK MENJADI MANDIRI..DAN RAKYAT BERDAULAT DALAM PEMERINTAHAN NEGARA-POLITIK-EKONOMI-PERTAHANAN-KEAMANAN-KEBUDAYAAN-DAN AKHLAK BUDI PEKERTI-SENI DAN SEMUA KEMULIAAN KARAKTER BANGSA...DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT SEMESTA...>>> BANGKITKAN JIWA2 MANDIRI--DAN ENYAHKAN PENGARUH ASING DAN BUDAYA2 ASING...YANG SANGAT MERUSAK JIWA DAN AKHLAK BANGSA DAN RAKYAT KITA..>> HENTIKAN DAN HAPUSKAN PERBUATAN DAN SISTEM RIBAWI.... DAN BUATLAH UU ANTI RIBAWI-ANTI MOLIMO-ANTI NARKOBA..DAN ANTI PENJAJAHAN BAIK POLITIK-EKONOMI-DAN BUDAYA..DAN UU ANTI KESERAKAHAN...>> >>> BANGUNKAN KEKUATAN BANGSA SENDIRI-DAN KUATKAN SOLIDARITAS SESAMA ANAK2 BANGSA...>>>

Misuari Ingatkan Malaysia Jangan Bunuh Raja Sulu
TEMPO.CO - Selasa, 05 Maret 2013
http://webgw24.mobile.bf1.yahoo.com/s/operaweb/legobpengine/news/misuari-ingatkan-malaysia-jangan-bunuh-raja-sulu-152651972.html?.b=asia%2F&.cf3=TOP+STORIES&.cf4=6&.cf5=TEMPO.CO&.cf6=%2Fasia%2F&.ts=1362518441&.intl=id&.lang=id&.ysid=wHe
Dvhel85eanIyn0OsxRSyP

TEMPO.CO, Manila - 
Pemimpin Front Pembebasan Moro (Moro National Liberation Front/MNLF) Nur Misuari pada Selasa memperingatkan pemerintah Malaysia untuk tak membunuh para pengikut Sultan Sulu Jamalul Kiram III di Sabah. Membunuh mereka dengan sengaja, katanya, akan sama saja dengan deklarasi perang melawan mereka.
Berbicara kepada wartawan, Misuari menyuarakan permintaan khusus pada Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk tak membunuh adik sultan, Putra Mahkota Raja Muda Agbimuddin Kiram. "Jika Anda melakukannya, sama saja dengan deklarasi perang terhadap rakyat kami dan Front Nasional Pembebasan Moro. Adalah tugas suci bagi kami untuk melindungi rakyat kami," katanya.

Ia menyatakan, setiap tetes darah mereka, "Adalah suci bagi kami," kata Misuari menambahkan.
Pendiri MNLF yang menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah Ramos pada tahun 1997, juga menolak apa yang disebutnya sebagai  "spekulasi liar" bahwa dia berada di balik langkah yang diambil oleh para pengikut Sultan Sulu Jamalul Kiram III di Sabah.

Berbicara kepada wartawan, Misuari mengatakan tidak bertanggung jawab untuk menghubungkannya dengan dugaan konspirasi untuk menekan klaim kesultanan atas Sabah. Ia menyebut membiayai orang untuk melakukan penyerangan ke negara lain "adalah bukan cara saya".

Misuari mengatakan  sebagai pemimpin MNLF, ia mampu memobilisasi 4.000 pejuang dalam perburuan Abu Sayyaf yang menyandera beberapa orang asing di Mindanao. Dia mengatakan mengerahkan kekuatan yang lebih besar selama insiden penyanderaan Sipadan pada April 2000.

"Jadi, bagi siapa saja yang berspekulasi bahwa saya ada hubungannya dengan hal ini adalah semacam kegilaan. Hal ini sangat tidak bertanggung jawab bagi siapa pun untuk melibatkan saya dalam hal ini," katanya.
Di sisi lain, pemimpin MNLF mengatakan ia sangat prihatin dengan nasib Muda Raja Kiram dan anak buahnya setelah mereka dilaporkan dibom oleh jet tempur Malaysia Selasa pagi.

Presiden Aquino pada hari Selasa mengatakan ada tanda-tanda pasti konspirasi dalam penyusupan ke Sabah, Malaysia.

Bangsa Moro di Filipina

Oleh
Secara geografis wilayah Philipina terbagi dua wilayah kepulauan besar, yaitu utara dengan kepulauan Luzon dan gugusannya serta selatan dengan kepulauan Mindanao dan gugusannya. Muslim Moro atau lebih dikenal dengan Bangsa Moro adalah komunitas Muslim yang mendiami kepulauan Mindanao-Sulu beserta  gugusannya di Philipina bagian selatan.

A. AWAL MASUKNYA ISLAM DI PHILIPINA

Islam masuk ke wilayah Philipina Selatan, khususnya kepulauan Sulu dan Mindanao, pada tahun 1380. Seorang tabib dan ulama Arab bernama Karimul Makhdum dan Raja Baguinda tercatat sebagai orang pertama yang menyebarkan ajaran Islam di kepulauan tersebut.

Menurut catatan sejarah, Raja Baguinda adalah seorang pangeran dari Minangkabau (Sumatra Barat).  Ia tiba di kepulauan Sulu sepuluh tahun setelah berhasil mendakwahkan Islam di kepulauan Zamboanga dan Basilan. Atas hasil kerja kerasnya juga akhirnya Kabungsuwan Manguindanao, raja terkenal dari Manguindanao, memeluk Islam. Dari sinilah awal peradaban Islam di wilayah ini mulai dirintis. Pada masa itu, sudah dikenal sistem pemerintahan dan kodifikasi hukum yaitu Manguindanao Code of Law atau Luwaran yang didasarkan atas Minhaj, Fathu-i-Qareeb, Taqreebu-i-Intifa dan Mir-atu-Thullab.

Manguindanao kemudian menjadi seorang Datu yang berkuasa atas propinsi Davao di bagian tenggara pulau Mindanao. Setelah itu, Islam disebarkan ke pulau Lanao dan bagian utara Zamboanga serta daerah pantai lainnya. Sepanjang garis pantai kepulauan Philipina semuanya berada dibawah kekuasaan pemimpin-pemimpin Islam yang bergelar Datu atau Raja bahkan setelah kedatangan orang-orang Spanyol. Konon menurut para ahli sejarah kata Manila yang menjadi ibukota Philipina sekarang berasal dari kata Amanullah yang berarti negeri Allah yang aman.

bangsa moro
Gambar : Pejuang Moro



B. MASA KOLONIAL SPANYOL
Sejak masuknya orang-orang Spanyol ke Philipina pada 16 Maret 1521, penduduk pribumi telah mencium adanya maksud lain dibalik ekspedisi ilmiah Ferdinand de Magelhaens. Ketika kolonial Spanyol menaklukan wilayah utara dengan mudah dan tanpa perlawanan berarti, tidak demikian halnya dengan wilayah selatan. Mereka justru menemukan penduduk wilayah selatan melakukan perlawanan sangat gigih, berani dan pantang menyerah.

Tentara kolonial Spanyol harus bertempur mati-matian kilometer demi kilometer untuk mencapai Mindanao-Sulu. Menghabiskan lebih dari 375 tahun masa kolonialisme dengan perang berkelanjutan melawan kaum Muslimin. Walaupun demikian kaum Muslimin tidak pernah dapat ditundukan secara total.

Selama masa kolonial, Spanyol menerapkan politik devide and rule (pecah belah and kuasai) serta mision-sacre (misi suci Kristenisasi) terhadap orang-orang Islam. Bahkan orang-orang Islam di-stigmatisasi (julukan terhadap hal-hal yang buruk) sebagai "Moor" (Moro). Artinya orang yang buta huruf, jahat, tidak bertuhan dan huramentados (tukang bunuh). Sejak saat itu julukan Moro melekat pada orang-orang Islam yang mendiami kawasan Philipina Selatan tersebut.

Tahun 1578 terjadi perang besar yang melibatkan orang Philipina sendiri. Penduduk pribumi wilayah Utara yang telah dikristenkan dilibatkan dalam ketentaraan kolonial Spanyol, kemudian diadu domba dan disuruh berperang melawan orang-orang Islam di selatan. Sehingga terjadilah peperangan antar orang Philipina sendiri dengan mengatasnamakan misi suci. Dari sinilah kemudian timbul kebencian dan rasa curiga orang-orang Kristen Philipina terhadap Bangsa Moro yang Islam hingga sekarang.

moroland
Gambar : Wilayah Bangsa Moro



C. MASA IMPERIALISME AMERIKA SERIKAT
Sekalipun Spanyol gagal menundukkan Mindanao dan Sulu, Spanyol tetap menganggap kedua wilayah itu merupakan bagian dari teritorialnya. Secara tidak sah dan tak bermoral Spanyol kemudian menjual Philipina kepada Amerika Serikat seharga US$ 20 juta pada tahun 1898 melalui Traktat Paris.

Amerika datang ke Mindanao dengan menampilkan diri mereka sebagai seorang sahabat baik dan dapat dipercaya. Hal ini dibuktikan dengan ditandatanganinya Traktat Bates pada tanggal 20 Agustus 1898 yang menjanjikan kebebasan beragama, kebebasan mengungkapkan pendapat, kebebasan mendapatkan pendidikan bagi Bangsa Moro. Namun traktat tersebut hanya taktik mengambil hati orang-orang Islam agar tidak memberontak, karena pada saat yang sama Amerika tengah disibukkan dengan pemberontakan kaum revolusioner Philipina Utara pimpinan Emilio Aguinaldo.

Terbukti setelah kaum revolusioner kalah pada 1902, kebijakan AS di Mindanao dan Sulu bergeser kepada sikap campur tangan langsung dan penjajahan terbuka. Setahun kemudian Mindanao dan Sulu disatukan menjadi wilayah propinsi Moroland dengan alasan untuk memberadabkan rakyat Mindanao dan Sulu. Periode berikutnya tercatat pertempuran antara kedua belah pihak. Teofisto Guingona, mencatat antara tahun 1914-1920 rata-rata terjadi 19 kali pertempuran. Tahun 1921-1923 terjadi 21 kali pertempuran.

Patut dicatat bahwa selama periode 1898-1902, AS ternyata telah menggunakan waktu tersebut untuk membebaskan tanah serta hutan di wilayah Moro untuk keperluan ekspansi para kapitalis. Bahkan periode 1903-1913 dihabiskan AS untuk memerangi berbagai kelompok perlawanan Bangsa Moro.


Namun Amerika memandang peperangan tak cukup efektif meredam perlawanan Bangsa Moro. Amerika akhirnya menerapkan strategi penjajahan melalui kebijakan pendidikan dan bujukan. Kebijakan ini kemudian disempurnakan oleh orang-orang Amerika sebagai ciri khas penjajahan mereka.
Kebijakan pendidikan dan bujukan yang diterapkan Amerika terbukti merupakan strategi yang sangat efektif dalam meredam perlawanan Bangsa Moro. Sebagai hasilnya, kohesitas politik dan kesatuan di antara masyarakat Muslim mulai berantakan dan basis budaya mulai diserang oleh norma-norma barat.

Pada dasarnya kebijakan ini lebih disebabkan keinginan Amerika memasukkan kaum Muslimin kedalam arus utama masyarakat Philipina di utara dan mengasimilasi kaum Muslim kedalam tradisi dan kebiasaan orang-orang Kristen. Seiring dengan berkurangnya kekuasaan politik para Sultan dan berpindahnya kekuasaan secara bertahap ke Manila, pendekatan ini sedikit demi sedikit mengancam tradisi kemandirian yang selama ini dipelihara oleh masyarakat Muslim.

D. MASA PRA KEMERDEKAAN
Masa pra-kemerdekaan ditandai dengan masa peralihan kekuasaan dari penjajah Amerika ke pemerintah Kristen Philipina di Utara. Untuk menggabungkan ekonomi Moroland ke dalam sistem kapitalis, diberlakukanlah hukum-hukum tanah warisan jajahan AS yang sangat kapitalistis. Pada intinya ketentuan tentang hukum tanah ini merupakan legalisasi penyitaan tanah-tanah kaum Muslimin (tanah adat dan ulayat) oleh pemerintah kolonial AS dan pemerintah Philipina di Utara yang menguntungkan para kapitalis.

manuel quezon
Gambar : Manuel L. Quezon


Bahkan seorang senator Manuel L. Quezon pada 1936-1944 gigih mengkampanyekan program pemukiman besar-besaran orang-orang Utara dengan tujuan untuk menghancurkan keragaman dan keunggulan jumlah Bangsa Moro di Mindanao serta berusaha mengintegrasikan mereka kedalam masyarakat Philipina secara umum.

Kepemilikan tanah yang begitu mudah dan mendapat legalisasi dari pemerintah tersebut mendorong migrasi dan pemukiman besar-besaran orang-orang Utara ke Mindanao. Banyak pemukim yang datang seperti di Kidapawan, Manguindanao yang mengakui bahwa motif utama kedatangan mereka ke Mindanao adalah untuk mendapatkan tanah. Untuk menarik banyak pemukim dari utara ke Mindanao, pemerintah membangun koloni-koloni yang disubsidi lengkap dengan seluruh alat bantu yang diperlukan. Konsep penjajahan melalui koloni ini diteruskan oleh pemerintah Philipina begitu AS hengkang dari negeri tersebut. Sehingga perlahan tapi pasti orang-orang Moro menjadi minoritas di tanah kelahiran mereka sendiri.


E. MASA PASCA KEMERDEKAAN
Kemerdekaan yang didapatkan Philipina dari Amerika Serikat ternyata tidak memiliki arti khusus bagi Bangsa Moro. Hengkangnya penjajah pertama (Amerika Serikat) dari Philipina ternyata memunculkan penjajah lainnya yaitu pemerintah Philipina itu sendiri. Namun patut dicatat pada masa ini perjuangan Bangsa Moro memasuki babak baru dengan dibentuknya front perlawanan yang lebih terorganisir dan maju, seperti MIM, Anshar-el-Islam, MNLF, MILF, MNLF-Reformis, BMIF. Namun pada saat yang sama juga sebagai masa terpecahnya kekuatan Bangsa Moro menjadi fraksi-fraksi yang melemahkan perjuangan mereka secara keseluruhan.


F. PERGERAKAN BANGSA MORO
Ketika Philipina merdeka ditahun 1946, mayoritas warga Islam Moro di pulau Mindanao, meminta supaya tidak menjadi bagian negara yang baru itu, namun permintaan itu diabaikan. Sejak itu konflik berkepanjangan pun berlangsung. Dan puncaknya disaat Philipina dipimpin Ferdinand Marcos yang menerapkan kondisi perang ‘Martial Law’. Akibatnya menjadi sangat luar biasa terjadi konflik besar antara penduduk muslim dan non-muslim di Mindanao Selatan. Perang itu memusnahkan banyak perkampungan muslim. Banyak tanah dan harta milik kaum muslim Moro yang berpindah tangan. Agar perjuangan lebih terorganisir terbentuklah MIM (Muslim Independent Movement) pada tahun 1968 dan MLF (Moro Liberation Front) pada tahun 1971. MLF sebagai induk perjuangan bangsa Moro akhirnya terpecah.


•MNLF (Moro National Liberation Front)
mnlf
MNLF ( Moro National Libertion Front), MNLF menyatakan perang dengan pemerintah Philipina sejak 1972-1976, mereka memaksa pemerintahan Ferdinand E. Marcos untuk menandatanagani perjanjian yang disebut “perjanjian Tripoli”. Tapi perjanjian Tripoli menurut opini MNLF, tidak dipatuhi pemerintah Philipina. ketentuan yang dibutuhkan oleh Legislatif Philipina telah sesuai dengan perjanjian Tripoli. Seperti kewenagan kekeuasaan, pembagian daerah dan sistem administratif memberikan alibi sempurna bagi pemerintah Philipina untuk menolak. Kongres yang dikontrol oleh pihak legislatif yang bertentangan dengan semangat perjanjian terutama dalam memberikan otonomi berarti bagi bangsa Moro. MNLF pimpinan Dr. Nurulhaj Misuari. Kelompok ini beraliran nasionalis-sekuler. Namun dalam perjalanannya MNLF pecah menjadi dua yaitu MNLF Reformasi pimpinan Dimas Pundato tahun 1981 dan Abu Sayyaf pimpinan Abdurrazak Janjalani tahun 1993. Abu Sayyaf sendiri kini berbasis di Jolo, Basilan dan Mindanao.

nurul haj misuari
Gambar : Dr. Nurul Haj Misuari



•MILF ( Moro Islamic Liberation Front)
milf
MILF (Moro Islamic Liberation Front) / Front Pembebasan Islam Moro adalah militan Islam yang menghuni Philipina Selatan meliputi bagian selatan Mindanao, Kepulauan Sulu, Palawan, Basilan dan beberapa pulau yang bersebelahan. Organisasi ini didirikan oleh Salamat Hasyim yang beraliran Islami murni. MILF mayoritas berasal dari suku Manguindanao, Maranao, Iranon, Taosug, dan Yakan di Basilan. MILF merupakan gerakan yang paling merepotkan pemerintah Philipina. Dikarenakan organisasi ini memiliki system organisasi yang rapi, akademi militer super lengkap, mampu membuat persenjataan sendiri (memiliki senjata anti serangan udara bahkan memiliki RPG atau senjata anti tank) serta memiliki lebih dari 125.000 prajurit tempur.


•Abu Sayyaf
abu sayyaf
Inilah organisasi yang paling sering diberitakan di Indonesia. Yang berita terakhirnya ditangkapnya tokoh kunci pergerakan ini di Indonesia. 
Organisasi pecahan MNLF ini dipimpin oleh Abdurrazak Janjalani dan didirikan tahun 1993. Kelompok ini dianggap memiliki kaitan dengan JI (Jama’ah Islamiyah) dan Al Qaeda. Dan tentu saja dikait-kaitkan dengan aksi-aksi bom di Indonesia (POLRI menyatakan militan Indonesia yang melakukan aksi-aksi bom bunuh diri, melakukan pelatihan di kamp-kamp milik Abu Sayyaf).


•NPA (New People’s Army)
npa
Kelompok ini merupakan gerakan beraliran komunis, yang bercita-cita ingin mendirikan gerakan komunis di Philipina. Walaupun gerakan ini menyebar dibeberapa tempat di Selatan Philipina namun belum memiliki kemampuan militer yang memadai. Persenjataannya pun dibeli di toko-toko yang ada di Philipina. NPA mendanai pergerakannya dengan cara merampok di sekitar wilayah kekuasaannya. Informasi terakhir menyebutkan OPM (Gerakan Papua Merdeka) mengikuti kamp pelatihan di kamp NPA.


Reviewer: Ivan Sujatmoko - ItemReviewed: Bangsa Moro di Filipina


Sejarah Konflik Indonesia-Malaysia


HARI-hari ketegangan antara Indonesia-Malaysia kembali menyeruak dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Tiga orang anggota DKP Tanjung Balai Karimun Indonesia telah ditangkap Marine Polisi Malaysia, karena upaya pencegahan penjarahan ikan yang dilakukan kapal berbendera Malaysia di wilayah perairan Indonesia. Akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya ketiga petugas perairan laut tersebut malah ditangkap polisi perairan Malaysia di wilayah Indonesia. Babak baru ketegangan di wilayah kawasan Asia Tenggara.

Panasnya hubungan kedua negara yang telah terjadi selama berpuluh-puluh tahun tersebut tak kunjung usai, bahkan pemerintah Malaysia seakan tidak bergeming saat menghadapi gelombang protes dari Indonesia. Beberapa kejadian konflik yang berkepanjangan tersebut, menjadi catatan sejarah perjalanan kedua bangsa yang memiliki akar suku bangsa melayu tersebut. Penulis hanya berusaha menggambarkan beberapa babagan penting dalam sejarah konflik kedua negara.
Babagan konflik kesejarahan yang terbaru adalah meningkatnya gelombang nasionalisme di wilayah Indonesia dikarenakan keblingeran pemerintah Malaysia dalam melakukan tindakan-tindakan provokatif dalam beberapa hal terkait dengan hubungan kedua negara.

-1961
Wilayah Kalimantan, di wilayah selatan menjadi bagian dari Provinsi Indonesia, di utara terdapat kerajaan Brunei, dan dua koloni Inggris yaitu Sarawak dan Borneo Utara (yang kemudian dinamakan Sabah). Dalam tahapan selanjutnya pada tahun yang sama ini Inggris mencoba menggabungkan koloninya di semenanjung Malaya dengan yang di pulau kalimantan dengan nama Federasi Malaya.

Rencana ini secara tegas ditolak oleh Presiden RI Soekarno, karena hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan tersebut dan secara jangka panjang akan mengancam kedaulatan NKRI. Pada saat yang hampir bersamaan dengan Soekarno, Filipina pun membuat klaim atas Sabah dengan alasan faktor kesejarahan dengan Kesultanan Sulu yang memiliki kedekatan sejarah dengan Filipina.

-8 Desember 1962
Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) melakukan pemberontakan dengan mencoba menangkap Sultan Brunei, ladang minyak dan sandera orang-orang eropa, Sultan Lolos dan meminta bantuan Imperialis Inggris. Sultan Brunei pada akhirnya didukung oleh pasukan Gurkha dari Singapura. Hal ini sepenuhnya dibawah kendali Komando Timur Jauh Inggris (British Far Eastern Command).

-20 Januari 1963
Menteri Luar Negeri Indonesia, Soebandrio telah mengambil sikap tegas menentang pendirian Koloni Imperialisme Inggris di tanah Melayu

-12 April 1963
Sukarelawan Indonesia telah memasuki wilayah Kalimantan Utara, Sabah dan Sarawak untuk melancarkan aksi propaganda dan aksi penyerangan berupa sabotase terhadap beberapa fasilitas-fasilitas administratif yang dikuasai oleh imperialis Inggris.

-27 Juli 1963
Bung Karno mencanangkan gerakan Ganyang Malaysia melalui pidatonya yang berjudul yang sama. Isi Pidato tersebut antara lain:
Kalau kita lapar itu biasa, Kalau kita malu juga biasa, Namun kalo kita lapar dan malu itu karena Malaysia, itu Kurangajar!, Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk malayang itu!, Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu, Doakan aku, aku akan berangkat ke medan juang sebagai patriot bangsa, sebagai martir bangsa, dan sebagai peluru bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya. Serukan, serukan ke seluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu melawan kehinaan ini, kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat. Yoo, Ayoo, Kita Ganyang Ganyang Malaysia. Bulatkan tekad, Semangat kita badja, Peluru kita banjak, Nyawa kita banjak, Bila perloe satoe-satoe!

-31 Agustus 1963
Kemerdekaan Malaysia Yang mana kemerdekaan Malaysia didukung oleh Inggris, hal ini dibuktikan dengan pendirian persemakmuran Inggris Raya (Common Wealth) , pada wilayah Sabah, Sarawak, Brunei dan Singapura bersama-sama dengan Persekutuan Tanah Malaya.

-16 September 1963
Federasi Malaysia resmi terbentuk dengan minus Brunei yang menolak bergabung dan Singapura keluar dari federasi tersebut di kemudian hari.

-Pertengahan 1964
Australia melancarkan operasi Claret, keterlibatan dalam pembebasan kalimantan utara dari Indonesia dengan membawa 3 Resimen Kerajaan Australia dan Resimen Australian Special Air Service, hal ini diakui pemerintahannya pada pembukaan dokumen Claret pada 1996.
Pada bulan mei tahun yang sama dibentuk Komando Siaga oleh pemerintah Indonesia yang bertugas mengkoordinir kegiatan perang terhadap malaysia dengan sandi Operasi Dwikora. Pada perjalanannya berubah menjadi Komando Mandala Siaga (Kolaga). Komando dipimpin oleh Laksdya Udara Omar Dhani sebagai Pangkolaga.

-20 Januari 1965
Ketika PBB menerima keanggotaan tidak tetap Malaysia, Sukarno menarik diri dari PBB dan menyatakan mendirikan Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces-Conefo)

-Pertengahan 1965
Indonesia dengan pasukan resminya menyeberangi perbatasan masuk melalui pintu timur dikawasan Pulau Sebatik dekat Tawau Malaysia, Sabah dan berhadapan langsung dengan Resimen Askar Melayu Diraja dan Kepolisian North Borneo Armed Constabulary.

-28 Mei 1966
Setelah tampuk kekuasaan berpindah dari tangan Soekarno ke Soeharto, secara resmi pemerintahan kedua negara menyetujui berakhirnya konflik.

-27 oktober 1969
Perjanjian tapal batas kontinental Indonesia-Malaysia
Kedua negara melakukan ratifikasi pada 7 November 1969, akan tetapi pada akhir tahun 1969 Malaysia memasukkan Pulau sipadan, Pulau Ligitan dan Batu Puteh dalam peta wilayahnya. Akan tetapi Pemerintahan Indonesia waktu itu menolak secara tegas peta wilayah tersebut.

Pada tahun yang sama terjadi kerusuhan etnis besar-besaran diwilayah Kesultanan Brunei karena sentimen ras melayu kalimantan tentang penguasaan Federasi Malaya, hal ini dapat diberantas oleh pasukan imperialis Inggris.

-17 Maret 1970
Persetujuan Tapal Batas Laut Indonesia dan Malaysia
Akan tetapi pada tahun 1979 Malaysia kembali melakukan pengingkaran terhadap perjanjian ini dengan memasukkan blok maritim Ambalat ke dalam wilayahnya dengan memajukan koordinat 4 derajat 10 menit arah utara melewati Pulau Sebatik. Hal ini tentu menyebabkan pemerintahan Indonesia pada waktu itu menolak peta baru Malaysia tersebut.

Melalui kedua peristiwa tersebut Malaysia, secara langsung melakukan aksi sepihak dengan melancarkan aksi yang menyebabkan ketegangan yang tinggi dengan Indonesia. Penangkapan Nelayan Indonesia pada wilayah-wilayah yang diakui oleh Malaysia tersebut. Pemerintah Indonesia pun tak henti-hentinya melakukan upaya diplomasi kepada Mahkamah Internasional, akan tetapi tak pernah didapat kesepakatan yang menguntungkan pihak Indonesia. Puncaknya adalah 17 Desember 2002, Mahkamah Internasional yang berkedudukan di Den Haag, Belanda memutuskan dalam perkara Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan, Indonesia dinyatakan kalah dengan Malaysia. Dalam beberapa hal, Mahkamah Internasional menerima argumentasi Indonesia bahwa Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan tidak pernah masuk dalam Kesultanan Sulu seperti yang diklaim Malaysia, akan tetapi Mahkamah Internasional juga mengakui klaim-klaim Malaysia bahwa telah melakukan administrasi serta pengelolaan konservasi alam di kedua pulau tersebut.

Pasca pemilihan presiden langsung yang pertama pada 2004, pengiriman TKI ke Malaysia secara besar-besaran tak terbendung. Berbagai perlakuan kasar Warga Malaysia terhadap para TKI telah memunculkan gelombang aksi dipelosok Indonesia. Pada awal tahun 2005, Indonesia diguncang isu perebutan kawasan ambalat oleh Malaysia, konflik ambalat yang tak kunjung selesai sampai dengan hari ini telah membawa dampak ketegangan yang cukup tinggi.

Pada pertengahan 2009 lalu, kembali isu ketegangan antara kedua negara terjadi dikarenakan tari pendet yang asli dari pulau dewata bali dijadikan salah satu ikon Malaysia dalam iklan resmi pariwisata nasional Bangsa tersebut. Lagi-lagi Malaysia memancing kemarahan warga Indonesia yang pada waktu itu beberapa seniman di bali hingga salah satu pelestari tari pendet menyatakan menolak klaim Malaysia tersebut. Ketegangan sejak akhir 2006 hingga awal 2010, terkait dengan seni dan budaya Indonesia yang diklaim oleh Malaysia. Menurut catatan penulis ada beberapa bahkan terkait dengan kesejarahan nasional Indonesia. Naskah Kuno dari Riau, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara yang diklaim bahkan sudah berada di museum-museum Malaysia. Lalu beberapa lagu daerah asli dari Indonesia seperti Lagu Rasa Sayang-sayange dari Maluku, Lagu Soleram dari Riau, Lagu Injit-injit Semut, Lagu Kakak Tua dari Maluku, Lagu anak kambing saya dari Nusa Tenggara Barat yang diklaim menjadi Lagu Daerah dari Malaysia. Dan masih banyak jenis seni dan budaya yang diklaim oleh Malaysia.

Pada puncak ketegangan yang tinggi pada akhir-akhir ini disebabkan pemerintahan Malaysia juga mulai melakukan serangan yang menciptakan situasi tidak kondusif pada isu keamanan yaitu travel advisory yang dikeluarkan oleh pemerintah Malaysia untuk mencegah bagi warganya untuk melakukan perjalanan ke Indonesia. Demikianlah babagan baru dari konflik panjang Indonesia-Malaysia yang tak pernah tuntas. 
(dari berbagai sumber)
Kontak Penulis
FB Aven Surabaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar