Jumat, 08 Maret 2013

ADA APA POLRI...?? ADA APA TNI ABRI...??? >> BUKANKAH SAMA2 SEBAGAI OKNUM APARAT DINEGERI INI YANG KONON SANTUN DAN SELALU DENGAN MENEGAKKAN HUKUM DAN ATURAN DENGAN SANGAT RAMAH-SENYUM-SANTUN DAN ELEGAN...??? >> BUKANKAH POLRI2 ITU SELALU SANGAT MURAH SENYUM DAN SANTUN-BAIK DAN MENGAYOMI MASYARAKAT DENGAN PENUH DEDIKASI...?? ADA APA DENGAN TNI ABRI KOK SERBU DAN BAKAR...?? ADAKAH INI SEKEDAR IKUT SOLIDARITAS..TERHADAP TEMANNYA YANG DIELUS TIMAH PANAS DARI SENJATA POLRI YANG PENUH SENYUM DAN RAMAH ITU.... KEMUDIAN SANG PRAJURIT WAFAT...GARA2 IA BERBUAT DOSA..SANGAT BIASA... DAN TIDAK TERLALU BESAR... NYEROBOT LAMPU MERAH...MELANGGAR PERATURAN LALU LINTAS... ?? DAN MEMANG PANTASNYA HARUS DI DOOORRRRR.....ORANGNYA... HINGGA TEWAS...DAN BUKAN BAN MOTOR ATAU KAKINYA SEHINGGA PENGKOR... >> ...AHHH BIASA KAN KALAU POLRI MENEMBAK SIAPAPUN HARUS MATI DAN TIDAK PERLU MELALUI PENGADILAN ...BAIK DIDUGA PENJAHAT-TERSANGKA..ATAU SEBAGAI ORANG YANG DICARI KARENA DIDUGA MELAKUKAN KEJAHATAN..APAPUN...>> MAKA SIAPAUN.. POLISI ITU BERHAK DAN DIBENARKAN HUKUM UNTUK LANGSUNG DOOORRR...HINGGA TEWASLAH..DIA..??>> .... WHOISWHO...??? ..... LALU... APAKAH HUKUM DI INDONESIA ITU..= POLRI..?? >> LALU KEBENARAN ITU CUKUP DENGAN EKSEKUSI= DORR...DAN TEWAS...?? ...>> .... OOHH .. ITU KAN OKNUM..?? ..BENARKAH..??...>> ...WHOISWHO.... SIAPAKAH PENEGAK HUKUM DAN SELALU MENJADI PANJI2 KEHORMATAN PEMERINTAH SBY YANG KONON SANGAT GAGAH DAN SELALU BERDANDAN RAPI DAN MENDAPAT PUJIAN DAN PENGHORMATAN DARI PEMBESAR NEGARA2 ADI KUASA.....?? TENTU SEMUA YANG TERJADI BUKAN SEKEDAR KEBETULAN...>> TENTU BUKAN SEKEDAR KARENA HILAF DAN NAFSU AMARAH..?? TENTU BUKAN SEKEDAR KARENA POLRI SEBAGAI PENEGAK HUKUM YANG SAH DAN ABRI ADALAH APARAT TENTARA YANG SELALU DISIPLIN..DAN MEMBELA RAKYAT DAN NEGARA...???>> LALU ADA SEBENARNYA..?? ADAKAH AKAR MASALAH...YANG SELAMA INI SALING MEMENDAM DENGKI DAN KESUMAT...??? ADAKAH INI KARENA PETINGGI ABRI DAN POLRI YANG SELALU SALING HORMAT DENGAN BERSELUBUNG DENDAM...?? >>> ADAKAH INI PERMAINAN SBY SEBAGAI PRESIDEN YANG SEDANG ATAU INGIN MENGGENGGAM KEKUASAAN DENGAN BERTUMPU PADA KEKUATAN PILAR2 APARAT BERSENJATA... DINEGERI INI..?? LALU MEMBIARKAN RAKYAT TERANIAYA DAN BINGUNG... SIAPAKAH YANG BERKUASA DINEGERI INI YANG SEMAKIN HARI SEMAKIN TIDAK JELAS... KARENA MEMAINKAN GONDEWA2 PANAH2 BERACUN DAN TOMBAK API... SERTA PEDANG2 BERMATA KEKUASAAN JAHAT... ..SALING BEREBUT DAN SALING MENDENDAM..??>>..SALING SIKUT DAN SALING INJAK.???.SALING TENDANG DAN SALING JOTOS.??? .ALING REBUT2AN DAN SALING BEGAL2AN..??... SALING PELOTOTAN DAN SALING INTIP?? ..SALING DOR DAN SALING SERBU..???> LALU SIAPAKAH SEBENARNYA POLRI ITU...?? APAKAH BAPAK2 DENGAN BINTANG2 DAN MOBIL2 MEWAH..SERTA KEKUASAAN HUKUM SE-MENA2... DAN MENEMBAKAN SENJATA..KEPADA SIAPAPUN YANG HENDAK DIJADIKAN SASARAN..BURUAN...??? LALU SIAPAKAH ABRI TNI..ITU...YANG SELAMA INI BERBARIS..DIBARAK2...DAN TERIMA CATU SETIAP PAGI DAN PETANG... SERTA HARUS SIAP KEMEDAN TEMPUR..SETIAP SAAT DIPERINTAHKAN..??? MANAKAH SEBENARNYA BELIAU2 INI..DALAM SEJATINYA....??? >> DIMANA TNI KITA..? DIMANA POLRI KITA...?? DAN KEMANA RAKYAT HARUS MENCARI PELINDUNG DIKALA KEZHOLIMAN MERAJALELA...??? APAKAH KITA PERLU ARMADA ASING..?? APAKAH KITA PERLU ARMADA AMERIKA SERIKAT-AUSTRALIA-DAN TENTARA ZIONIS...SEPERTI APA YANG TERJADI DITIMUR TENGAH..?? ATAU MENJADI BAGIAN DARI PHILIPINA...ATAUKAH BAGIAN DARI SABAH ..ATAU BAGIAN DARI...DIEGO GARCIA..??ATAU GUAM..?? >>> HAHA..MANA SUMPAH PARA KSYATRIA NUSANTARA YANG GAGAH DAN SUPAH2 SETIA PRAJURITMU...?? MANA SUMPAH BAYANGKARA-MU..WAHAI POLISI2 YANG KONON SANGAT DIMANJAKAN..DENGAN FASILITAS2 PRIMA... .?? MANA TITAH JENDRAL SUDIRMAN...??? >> SEMUA SUDAH MENJADI KANTONG2 BEKU DIDALAM FREEZER...MENJADI ES BATU..ATAU MASUK TONG SAMPAH..KARENA SUDAH BAU BUSUK TENGIK... DAN TAK MENGHASILKAN...DOLLAR DAN RINGGIT DAN RUPIAH2...??>>> KAMI POLRI BAYANGKARA UANG BERGAMBAR SUDIRMAN...DAN UANG BERGAMBAR PRESIDEN WASHINGTON..??.....APAKAH TNI JUGA SAMA..?? HAHAHAHAAA....KITA MENJADI APARAT DENGAN CITRA DAN CITA YANG SAMA...SUMPAH2 KITA ADALAH UANG...UANG...UANG...UANG...???? . >>> ...HMMHMM INILAH BANGSA YANG PINTAR2...DAN SELALU INGIN DISEBUT PENDEKAR KEBENARAN..?? INIKAH PEMIMPIN2 DAN APARAT OLO2....??? INIKAH GAMBARAN ...PENGUASA .YANG SERING MENZHOLIMI RAKYATNYA SENDIRI...??>> INIKAH APARAT YANG SELALU ZHOLIM KEPADA BANGSA DAN RAKYAT SENDIRI.... POLISI2 YANG PINTAR DOR..DOR..DOR..DAN MANZHOLIMI MUSLIMIN.SIPIL....DAN MEREKA SANGAT MENSUCIKAN DAN MEMBELA FATWA AGENDA2 AMERIKA SERIKAT DKK DAN ZIONIS2..???..>>.. INIKAH POLRI YANG KONON TERKENAL DENGAN PASUKAN BAYARAN KHUSUS.DAN ELIT.. .YANG SANGAT TERLATIH KHUSUS..>> ADALAH JANGO2...DIDIKAN AMERIKA SERIKAT DKK-ZIONIS..?? DAN SUKA DAN PINTAR... SERANG DAN BANTAI RAKYAT..SIPIL... DAN KONON ...SANGAT DIBANGGAKAN PARA PENGGEDE2 ASING..PARA PEMBERI HIBAH2...BERDARAH... ??>> ..APAKAH BENAR ISSUE DEMIKIAN.. PAK SBY..?? PK KAPOLRI...?? ..>>> ...COBA RENUNGKAN ADA APA SEBENARNYA DENGAN POLRI KITA DAN TNI KITA..??? Markas Polres Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, diserang dan dibakar oleh puluhan orang berseragam tentara, Kamis (7/3/2013), pukul 07.30. Menurut informasi, sekitar 95 anggota TNI itu menyerbu Polres OKU dengan mengendarai sepeda motor dan truk....>> ...Polisi betul-betul arogan dan sok berkuasa, gara-gara pelanggaran lalu lintas, polisi main tembak. Yang ditembak bukan anggota masyarakat, tapi anggota TNI. Adalah Pratu Heru tewas diterjang peluru oleh anggota polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres OKU, karena diduga melakukan pelanggaran lalu lintas. Atas penembakan itu, tentu saja, rekannya sesama anggota TNI dari Yonarmed 15, tidak terima dengan arogansi dan tindakan koboi oknum Polantas tersebut. Sebagai bentuk aksi balas dendam, diserbulah Markas Polres Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu,.....>>

KH.Hasyim Muzadi: Desakan pembubaran Densus 88 karena negara tidak adil kepada Umat Islam

Jum'at, 26 Rabiul Akhir 1434 H / 8 Maret 2013 11:16
KH.Hasyim Muzadi: Desakan pembubaran Densus 88 karena negara tidak adil kepada Umat Islam
JAKARTA (Arrahmah.com) – Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi menilai wacana dan desakan pembubaran Densus 88 muncul sebagai respons terhadap negara yang bertindak tidak dikriminatif kepada umat Islam Indonesia.
Menurut Pengasuh Ponpes Al Hikam Depok ini, kepada kalangan kelompok agama bergaris keras, negara selalu menggunakan cara-cara kekerasan atau militer. Sedangkan kepada kalangan liberalis atau sekuler, negara selalu bersikap lunak dan selalu menggunakan alasan hak asasi manusia (HAM).
“Ekstrem kanan dihadapi dengan senjata, dan pada saat yang sama, ekstrem kiri (kelompok komunis dan Islamopobhia) dihadapi dengan sangat lunak karena berhasil mengendarai HAM,” kata Sekjen International Conference for Islamic Scholars (ICIS), dalam pernyataan tertulis  hari Kamis, (07/03/2013) seperti dilansir hidayatullah.com.
Pernyataan Kiyai Hasyim ini, menanggapi desakan 27 Ormas-ormas Islam  yang tergabung dalam  Silaturrahim Ormas Lembaga Islam (SOLI) terhadap pemerintah untuk melakukan evaluasi atau bila perlu membubarkan Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 atas dugaan pelanggaran Hak Asasi Kemanusian (HAM) berat.
Menurut Kiyai Hasyim,  penyelenggara negara (trias politika) selama ini telah bersikap adil dalam mensikapi bahaya kedua sisi, baik ekstrem kanan atau ekstrem kiri.
Ia menyebut kasus tuntutan ektrem kiri tentang korban G 30 S yang bertentangan dengan fakta sejarah keselamatan NKRI.
“Padahal kedua-duanya  sangat berbahaya untuk Pancasila dan NKRI,” tambahnya.
Lebih jauh, ia meminta umat Islam berhati-hati dalam masalah ini. Ia juga mendesak agar presiden RI ke depan tidak pro asing.
“Oleh karenanya kaum Muslimin di indonesia harus berhati-hati dan bersatu jangan terjebak pada tindakan kekerasan, dan presiden 2014 harus benar-benar pancasilais tidak pro asing,” tulisnya. (bilal/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/03/08/kh-hasyim-muzadi-desakan-pembubaran-densus-88-karena-negara-tidak-adil-kepada-umat-islam.html#sthash.CIliAMtW.dpuf

KH.Hasyim Muzadi: Desakan pembubaran Densus 88 karena negara tidak adil kepada Umat Islam

Jum'at, 26 Rabiul Akhir 1434 H / 8 Maret 2013 11:16
KH.Hasyim Muzadi: Desakan pembubaran Densus 88 karena negara tidak adil kepada Umat Islam
JAKARTA (Arrahmah.com) – Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi menilai wacana dan desakan pembubaran Densus 88 muncul sebagai respons terhadap negara yang bertindak tidak dikriminatif kepada umat Islam Indonesia.
Menurut Pengasuh Ponpes Al Hikam Depok ini, kepada kalangan kelompok agama bergaris keras, negara selalu menggunakan cara-cara kekerasan atau militer. Sedangkan kepada kalangan liberalis atau sekuler, negara selalu bersikap lunak dan selalu menggunakan alasan hak asasi manusia (HAM).
“Ekstrem kanan dihadapi dengan senjata, dan pada saat yang sama, ekstrem kiri (kelompok komunis dan Islamopobhia) dihadapi dengan sangat lunak karena berhasil mengendarai HAM,” kata Sekjen International Conference for Islamic Scholars (ICIS), dalam pernyataan tertulis  hari Kamis, (07/03/2013) seperti dilansir hidayatullah.com.
Pernyataan Kiyai Hasyim ini, menanggapi desakan 27 Ormas-ormas Islam  yang tergabung dalam  Silaturrahim Ormas Lembaga Islam (SOLI) terhadap pemerintah untuk melakukan evaluasi atau bila perlu membubarkan Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 atas dugaan pelanggaran Hak Asasi Kemanusian (HAM) berat.
Menurut Kiyai Hasyim,  penyelenggara negara (trias politika) selama ini telah bersikap adil dalam mensikapi bahaya kedua sisi, baik ekstrem kanan atau ekstrem kiri.
Ia menyebut kasus tuntutan ektrem kiri tentang korban G 30 S yang bertentangan dengan fakta sejarah keselamatan NKRI.
“Padahal kedua-duanya  sangat berbahaya untuk Pancasila dan NKRI,” tambahnya.
Lebih jauh, ia meminta umat Islam berhati-hati dalam masalah ini. Ia juga mendesak agar presiden RI ke depan tidak pro asing.
“Oleh karenanya kaum Muslimin di indonesia harus berhati-hati dan bersatu jangan terjebak pada tindakan kekerasan, dan presiden 2014 harus benar-benar pancasilais tidak pro asing,” tulisnya. (bilal/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/03/08/kh-hasyim-muzadi-desakan-pembubaran-densus-88-karena-negara-tidak-adil-kepada-umat-islam.html#sthash.CIliAMtW.dpuf

KH.Hasyim Muzadi: Desakan pembubaran Densus 88 karena negara tidak adil kepada Umat Islam

Jum'at, 26 Rabiul Akhir 1434 H / 8 Maret 2013 11:16
KH.Hasyim Muzadi: Desakan pembubaran Densus 88 karena negara tidak adil kepada Umat Islam
JAKARTA (Arrahmah.com) – Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi menilai wacana dan desakan pembubaran Densus 88 muncul sebagai respons terhadap negara yang bertindak tidak dikriminatif kepada umat Islam Indonesia.
Menurut Pengasuh Ponpes Al Hikam Depok ini, kepada kalangan kelompok agama bergaris keras, negara selalu menggunakan cara-cara kekerasan atau militer. Sedangkan kepada kalangan liberalis atau sekuler, negara selalu bersikap lunak dan selalu menggunakan alasan hak asasi manusia (HAM).
“Ekstrem kanan dihadapi dengan senjata, dan pada saat yang sama, ekstrem kiri (kelompok komunis dan Islamopobhia) dihadapi dengan sangat lunak karena berhasil mengendarai HAM,” kata Sekjen International Conference for Islamic Scholars (ICIS), dalam pernyataan tertulis  hari Kamis, (07/03/2013) seperti dilansir hidayatullah.com.
Pernyataan Kiyai Hasyim ini, menanggapi desakan 27 Ormas-ormas Islam  yang tergabung dalam  Silaturrahim Ormas Lembaga Islam (SOLI) terhadap pemerintah untuk melakukan evaluasi atau bila perlu membubarkan Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 atas dugaan pelanggaran Hak Asasi Kemanusian (HAM) berat.
Menurut Kiyai Hasyim,  penyelenggara negara (trias politika) selama ini telah bersikap adil dalam mensikapi bahaya kedua sisi, baik ekstrem kanan atau ekstrem kiri.
Ia menyebut kasus tuntutan ektrem kiri tentang korban G 30 S yang bertentangan dengan fakta sejarah keselamatan NKRI.
“Padahal kedua-duanya  sangat berbahaya untuk Pancasila dan NKRI,” tambahnya.
Lebih jauh, ia meminta umat Islam berhati-hati dalam masalah ini. Ia juga mendesak agar presiden RI ke depan tidak pro asing.
“Oleh karenanya kaum Muslimin di indonesia harus berhati-hati dan bersatu jangan terjebak pada tindakan kekerasan, dan presiden 2014 harus benar-benar pancasilais tidak pro asing,” tulisnya. (bilal/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/03/08/kh-hasyim-muzadi-desakan-pembubaran-densus-88-karena-negara-tidak-adil-kepada-umat-islam.html#sthash.CIliAMtW.dpuf

Akibat Polisi Arogan,Mapolres OKU Diserbu dan Dibakar TNI Hingga Ludes

PALEMBANG (voa-islam.com) - http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/03/08/23527/akibat-polisi-aroganmapolres-oku-diserbu-dan-dibakar-tni-hingga-ludes/

Markas Polres Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, diserang dan dibakar oleh puluhan orang berseragam tentara, Kamis (7/3/2013), pukul 07.30. Menurut informasi, sekitar 95 anggota TNI itu menyerbu Polres OKU dengan mengendarai sepeda motor dan truk.

Kejadian diduga buntut dari penembakan anggota kepolisian yang menewaskan seorang anggota anggota TNI Angkatan Darat Bataliyon Armed 15 Kodam II Sriwija, Pratu Heru yang tertembak oleh anggota Polres OKU pada 23 Januari lalu.

Puluhan orang berseragam loreng hijau tersebut memblokir jalan-jalan menuju Markas Polres Baturaja. Mereka juga menyerang anggota kepolisian dengan pukulan, tendangan, serta senjata tajam sejenis pisau atau sangkur.

Diberitakan, empat polisi terluka saat terjadi pembakaran Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Kota Baturaja, Sumatera Selatan, oleh puluhan anggota TNI dari Yon Armed 15. Keempatnya mengalami luka tusuk. Dua di antaranya kini masih kritis dan dirawat di Palembang. "Luka-luka empat orang, dua parah dan dirawat," Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis.

Kejadian bermula, anggota TNI Pratu Heru diduga melakukan pelanggaran lalu lintas. Anggota Satuan Lalu Lintas Polres OKU hendak menindaknya, Heru tidak menghiraukan bahkan tetap melanjutkan perjalanan. Dalam pengejaran, Heru ditembak oleh Polantas tersebut."Rencananya akan unjuk rasa damai terkait temannya yang tertembak, tapi jadi tidak terkendali," ujar Suhardi.

Saksi mata memperkirakan jumlahnya sekitar 100 orang. Warga sekitar, Gustin Moeslimi Singajuru (41), mengatakan, hingga siang kemarin, gedung kantor Polres Ogan Komering Ulu masih dalam kondisi terbakar meski api sudah mulai padam. "Sebagian besar sudah habis terbakar," katanya.

Informasi sementara, enam anggota kepolisian Polres OKU terluka tusukan. Puluhan orang berseragam itu juga menghalau anggota Polisi Militer yang akan mencegah aksi mereka serta melarang mobil pemadam kebarakan mendekat untuk memadamkan api.
Dua pos polisi sektor juga menjadi sasaran perusakan. "Suasana panik dan tegang, warga sekitar tak ada yang berani mendekat," kata Gustin menambahkan. Pihak Kodam II/Sriwijaya maupun Kepolisian Daerah Sumsel belum memberi keterangan.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius menjelaskan, awalnya akan ada aksi damai terkait kasus anggota TNI Pratu Heru yang tertembak beberapa waktu lalu oleh anggota Polres OKU."Rencananya akan unjuk rasa damai terkait temannya yang tertembak, tapi jadi tidak terkendali," ujar Suhardi.

Berdasarkan informasi, para anggota TNI datang dengan menggunakan motor dan mengenakan seragam. Belum diketahui pasti jumlah korban di lokasi. Sementara itu, berdasarkan pantauan Kantor Berita Antara, akibat penyerangan dan pembakaran Mapolres OKU yang berada di pusat Kota Baturaja itu, suasana kota setempat mencekam dan sejumlah aktivitas warga terganggu.

Wajar Saja TNI Marah Besar, Gara-gara Polisi Berlagak Koboy Main Dor

PALEMBANG (voa-islam.com) -

Polisi betul-betul arogan dan sok berkuasa, gara-gara pelanggaran lalu lintas, polisi main tembak. Yang ditembak bukan anggota masyarakat, tapi anggota TNI. Adalah Pratu Heru tewas diterjang peluru oleh anggota polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres OKU, karena diduga melakukan pelanggaran lalu lintas.

Atas penembakan itu, tentu saja, rekannya sesama anggota TNI dari Yonarmed 15, tidak terima dengan arogansi dan tindakan koboi oknum Polantas tersebut. Sebagai bentuk aksi balas dendam, diserbulah Markas Polres Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu,

Sumatera Selatan, Kamis (7/3) pagi, dan dibakar hingga ludes.  Kejadian itu terjadi sekitar pukul 07.30. Tentara yang mengamuk itu juga merusak mobil polisi, dua pos polisi, dan subsektor setempat. Sekitar 90 anggota TNI itu datang dengan sepeda motor dan truk.

Meski peristiwa penembakan tersebut terjadi sekitar sebulan lalu, namun ketegangan kembali mencuat karena adanya kabar akan ada aksi balas dendam.Warga Baturaja Gustin Moeslimi Singajuru (41) mengatakan, ketegangan itu terlihat dari semakin berkurangnya aktivitas kepolisian di Baturaja. Tak ada apel polisi sejak penembakan itu, pos-pos polisi terlihat sepi. Anggota polisi yang saya kenal juga lebih banyak mengenakan baju preman dan tak membawa kartu anggota.

Menengok ke belakang, ada 28 Januari lalu, seorang anggota TNI Yon Armed Martapura, Prajurit Satu Heru Oktavianus (23) tewas tertembak oleh anggota kepolisian lalu lintas Kepolisian Sektor Baturaja, Brigadir BW. Penembakan yang terjadi tengah malam itu dipicu oleh cekcok mulut. Menyusul kejadian itu, Brigadir BW telah ditangkap.

Insiden penyerangan Markas Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU), Baturaja, Sumatera Selatan, oleh puluhan anggota TNI menyebabkan empat orang terluka, salah satunya Kepala Polsek Martapura AKP Riduan yang saat ini masih kritis karena luka tusuk.

Kepala Polsek Martapura diduga dikeroyok oleh puluhan oknum TNI yang datang menggunakan motor dan membawa sangkur. Peristiwa itu terjadi di luar Polres OKU. Kapolsek langsung dilarikan ke Palembang untuk penanganan intensif. Sementara korban lainnya masih dalam pendataan. Dua di antaranya anggota Polres OKU dan seorang lagi kabarnya petugas kebersihan.

Kabarnya, tentara berseragam loreng hijau itu hendak mempertanyakan kasus tewasnya anggota TNI oleh anggota Polres OKU pada 27 Januari lalu. Namun, diduga tidak mendapat jawaban yang memuaskan, massa tentara akhirnya bertindak anarkis dan membakar gedung Polres. Saat ini, jajaran TNI dan Polri telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pengamanan lebih lanjut.

Juga dikabarkan, enam belas tahanan Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Kota Baturaja, Sumatera Selatan, melarikan diri ketika puluhan anggota TNI membakar kantor polisi tersebut, Kamis (7/3/2013). "Ada beberapa tahanan yang lepas. Ada 16 orang. Sisanya sementara dititipkan," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis.  Enam tahanan yang tersisa dititipkan di Koramil setempat, sementara aktivitas layanan masyarakat untuk sementara dilimpahkan ke polsek terdekat.

Kabar terakhir, kondisi daerah Baturaja di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan cukup mencekam. Saat ini banyak mahasiswa takut ke kampus karena khawatir menjadi sasaran amukan oknum anggota TNI.

Begitu juga sebagian besar toko, terutama di pasar dekat terminal lama, juga tutup. Akibatnya, banyak warga kota yang mendapat kesulitan mendapatkan bahan-bahan makanan dan sejumlah keperluan lain.

Warga berharap kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Baturaja dan Kabupaten OKU secara keseluruhan normal kembali, sehingga semua aktivitas bisa berjalan dengan aman, lancar, dan keselamatan jiwa warga terjamin. Saat ini, satu peleton TNI dari Kodim 0403 diturunkan untuk mengamankan Polres OKU.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Mahfudz Siddiq meminta agar Polri dan TNI membentuk tim pencari fakta bersama untuk menyelidiki kasus pembakaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, oleh sekelompok anggota TNI. Menurut Mahfudz, pembakaran ini adalah tindakan kriminal murni.

"Saya sangat menyesalkan terjadinya bentrok antara aparat polisi dengan prajurit TNI yang mengakibatkan terbakarnya kantor polisi. Saya desak Mabes Polri dan Mabes TNI segera ambil langkah cepat dan tegas serta bentuk tim gabungan pencari fakta," ujar Mahfudz di Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Kasus itu, lanjutnya, jangan dibiarkan berlarut dan harus segera ditemukan pangkal sebab serta tindakan hukumnya. "Aksi ini adalah tindakan kriminal yang libatkan oknum kedua belah pihak. Yang penting fakta harus segera diselidiki bersama dan diambil tindakan hukum tegas," kata dia. Desastian/dbs


Seorang saksi mata yang pagi itu hendak mengurus surat kelakuan baik, mengaku terkejut melihat ada keramaian dan gedung Mapolres OKU terbakar. Saksi itu hanya melihat beberapa anggota Polres OKU yang berlarian dengan kondisi luka-luka. Banyak polisi mengungsi ke kantor polisi militer di dekat mes dosen Universitas Baturaja dan masyarakat takut beraktivitas ke luar rumah karena khawatir menjadi sasaran. Desastian/dbs

KH.Hasyim Muzadi: Desakan pembubaran Densus 88 karena negara tidak adil kepada Umat Islam

Jum'at, 26 Rabiul Akhir 1434 H / 8 Maret 2013 11:16
KH.Hasyim Muzadi: Desakan pembubaran Densus 88 karena negara tidak adil kepada Umat Islam
JAKARTA (Arrahmah.com) – Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi menilai wacana dan desakan pembubaran Densus 88 muncul sebagai respons terhadap negara yang bertindak tidak dikriminatif kepada umat Islam Indonesia.
Menurut Pengasuh Ponpes Al Hikam Depok ini, kepada kalangan kelompok agama bergaris keras, negara selalu menggunakan cara-cara kekerasan atau militer. Sedangkan kepada kalangan liberalis atau sekuler, negara selalu bersikap lunak dan selalu menggunakan alasan hak asasi manusia (HAM).
“Ekstrem kanan dihadapi dengan senjata, dan pada saat yang sama, ekstrem kiri (kelompok komunis dan Islamopobhia) dihadapi dengan sangat lunak karena berhasil mengendarai HAM,” kata Sekjen International Conference for Islamic Scholars (ICIS), dalam pernyataan tertulis  hari Kamis, (07/03/2013) seperti dilansir hidayatullah.com.
Pernyataan Kiyai Hasyim ini, menanggapi desakan 27 Ormas-ormas Islam  yang tergabung dalam  Silaturrahim Ormas Lembaga Islam (SOLI) terhadap pemerintah untuk melakukan evaluasi atau bila perlu membubarkan Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 atas dugaan pelanggaran Hak Asasi Kemanusian (HAM) berat.
Menurut Kiyai Hasyim,  penyelenggara negara (trias politika) selama ini telah bersikap adil dalam mensikapi bahaya kedua sisi, baik ekstrem kanan atau ekstrem kiri.
Ia menyebut kasus tuntutan ektrem kiri tentang korban G 30 S yang bertentangan dengan fakta sejarah keselamatan NKRI.
“Padahal kedua-duanya  sangat berbahaya untuk Pancasila dan NKRI,” tambahnya.
Lebih jauh, ia meminta umat Islam berhati-hati dalam masalah ini. Ia juga mendesak agar presiden RI ke depan tidak pro asing.
“Oleh karenanya kaum Muslimin di indonesia harus berhati-hati dan bersatu jangan terjebak pada tindakan kekerasan, dan presiden 2014 harus benar-benar pancasilais tidak pro asing,” tulisnya. (bilal/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/03/08/kh-hasyim-muzadi-desakan-pembubaran-densus-88-karena-negara-tidak-adil-kepada-umat-islam.html#sthash.CIliAMtW.dpuf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar