Selasa, 10 Juni 2014

........Untuk pertama kalinya dalam sejarah, azan berkumandang secara resmi di Vatikan. Tidak hanya itu, pembacaan ayat Alquran dan shalat juga dilakukan di tempat suci umat Katolik itu. Peristiwa bersejarah itu dapat tercipta sebagai konsekuensi atas usulan Paus Fransiskus I setelah melakukan kunjungannya ke Palestina dan Israel. Pria bernama asli Jorge Mario Bergoglio tersebut melakukan itu dengan tujuan mediasi perdamaian antara Israel dan Palestina dapat diwujudkan. >>>





 
Home  |  Analysis  |  Sersan Bowe Bergdahl Dibebaskan, Masuk Islam dan Menjadi Pejuang Islam
Sersan Bowe Bergdahl Dibebaskan, Masuk Islam dan Menjadi Pejuang Islam

 

 

 

 

 

Sabtu, 10 Sya'ban 1435 H / 7 Juni 2014 06:02 wib


Sersan Bowe Bergdahl Dibebaskan, Masuk Islam dan Menjadi Pejuang Islam

WASHINGTON (voa-islam.com) - Publik Amerika mengalami kegegeran luar biasa. Pasalnya, Sersan Bowe Bergdahl, menjadi topik bahasan utama 'breaking news' di TV CNN, Fox, Euro News, BBC, sesudah dibebaskan oleh Taliban. Tentu yang sangat mengejutkan publik Amerika, Bergdahl masuk Islam, dan bersama Taliban menjadi "pejuang Islam".
Sersan Bergdahl yang menjadi ketua team leader dari pasukan "PLATOON" itu, ditangkap Taliban, dan ditahan selam lima tahun, dan sekarang dibebaskan oleh Taliban, dan ditukar dengan lima orang tokoh Taliban, yang dipenjara di Guantanamo. Ini sejarah baru perjuangan Taliban. Termasuk berubahnya sikap Bergdahl yan masuk Islam, dan bergabung dengan Taliban.
Kembalinya dan dibebaskan Bergdahl menimbulkan perbedaaan partai-partai politik utama Amerika Serikat berbeda pandangan tentang pertukaran lima tahanan Teluk Guantanamo dengan seorang tentara AS yang ditahan Taliban.

Kelompok Republik mengatakan tindakan tersebut membahayakan nyawa warga Amerik. Mereka menentang pertukaran dan memperingatkan ini adalah preseden yang mengkhawatirkan dan dapat dipandang sebagai berunding dengan teroris. Senator John McCain mengatakan tahanan, yang dipindahkan ke Qatar, adalah "orang-orang paling berbahaya".

McCain menambahkan anggota Taliban yang dibebaskan "kemungkinan bertanggung jawab atas kematian ribuan orang" dan kemungkinan memiliki "kemampuan untuk berperang kembali," katanya kepada TV CBS.

Afghanistan juga mengutuk pertukaran ini dengan mengatakan memberikan tahanan ke negara ketiga adalalah suatu pelanggaran hukum. Pemerintah baru Afghanistan sangat takut dengan dibebaskan tokoh Taliban, dan ini akan membahayakan bagi masa depan pemerintahan boneka Amerika,  Abdullah-Abdullah.

Sersan Bowe Bergdahl, 28 tahun, diserahkan kepada pasukan Amerika di Afghanistan hari Sabtu (31/Mei).

Lewat pidato hari Minggu, ayahnya, Robert Bergdahl mengatakan dirinya bangga karena anak laki-lakinya bersedia membantu warga Afghanistan, tetapi memperingatkan Bowe memerlukan waktu untuk pulih.

Dia mengatakan dirinya dan istri belum berbicara dengan anaknya. Tetapi Bowe dalam keadaan baik dan menjalani perawaratan kesehatan di rumah sakit militer AS di Jerman.
 
(afgh/wb/voa-islam.com)
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/world-analysis/2014/06/07/30805/sersan-bowe-bergdahl-dibebaskan-masuk-islam-dan-menjadi-pejuang/#sthash.HDDMdWHY.dpuf


Pertama Kalinya, Azan Berkumandang di Vatikan

Sunday, 08 June 2014, 09:32 WIB
ap
Paus Francis
Paus Francis

REPUBLIKA.CO.ID, VATICAN - http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/14/06/08/n6twer-pertama-kalinya-azan-berkumandang-di-vatikan

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, azan berkumandang secara resmi di Vatikan. Tidak hanya itu, pembacaan ayat Alquran dan shalat juga dilakukan di tempat suci umat Katolik itu.

Peristiwa bersejarah itu dapat tercipta sebagai konsekuensi atas usulan Paus Fransiskus I setelah melakukan kunjungannya ke Palestina dan Israel. Pria bernama asli Jorge Mario Bergoglio tersebut melakukan itu dengan tujuan mediasi perdamaian antara Israel dan Palestina dapat diwujudkan.
Dilansir Al Arabiya.net, akhir pekan kemarin, Paus mengeluarkan undangan kepada Presiden Israel Shimon Peres dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dalam kunjungannya ke Yordania, Israel, dan wilayah Palestina pada pekan lalu.

Direncanakan, Peres, Abbas, dan Paus akan bergabung dengan para pemimpin agama samawi, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam untuk mengadakan doa kedamaian bersama.

Acara bersejarah itu dijadwalkan berlangsung pada Ahad (15/6) waktu setempat. Tetapi, tempat acaranya masih dirahasiakan apakah akan dilaksanakan di salah satu taman di kompleks katedral atau di dalam rumah Paus.

Menurut Times of Israel, doa yang dipanjatkan pemimpin negara itu akan dilaksanakan dengan keyakinanan masing-masing. Abbas akan mengumandangkan azan, shalat, dan pembacaan ayat suci Alquran, sedangkan dari Yahudi akan membacakan ayat-ayat Taurat. Pun dengan Paus akan menjalankan ritual doa sesuai kesehariannya.


Salah satu pejabat mengatakan doa malam secara bersama-sama itu akan menjadi 'jeda dalam politik' dan tidak memiliki tujuan politik, selain untuk menghidupkan kembali keinginan untuk perdamaian Israel-Palestina pada tingkat politik dan populer. Pihak Vatikan akan menyiarkan secara langsung kegiatan itu agar bisa disaksikan masyarakat dunia.

Pada hari Jumat kemarin, Paus juga bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan membahas cara-cara untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Asia, demikian sebuah pernyataan resmi dari Vatikan.

Untuk Kali Pertama, Pembacaan Al Quran Berkumandang di Vatikan

Minggu, 8 Juni 2014 | 00:12 WIB 
 
MAURIZIO BRAMBATTI / POOL / AFP Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Paus Fransiskus bertemu di Vatikan, Kamis (17/10/2013).






VATICAN CITY, KOMPAS.com 
- http://internasional.kompas.com/read/2014/06/08/0012428/Untuk.Kali.Pertama.Pembacaan.Al.Quran.Berkumandang.di.Vatikan

Untuk pertama kalinya dalam sejarah ibadah shalat dan pembacaan kitab suci Al Quran akan berkumandang dari Vatikan, Minggu (8/6/2014), sebagai bagian dari langkah Paus Fransiskus untuk mempercepat proses perdamaian antara Israel dan Palestina.

Pejabat Tahta Suci Vatikan mengatakan ibadah shalat yang akan digelar itu merupakan sebuah "jeda politik". Pejabat itu menegaskan tak ada motif apapun di balik langkah ini selain keinginan untuk mendamaikan Israel dan Palestina baik di level politik maupun rakyat.

Saat mengunjungi Timur Tengah pekan lalu, Paus Fransiskus sudah melayangkan undangan untuk Presiden Israel Shimon Peres dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk berkunjung ke Vatikan.

Di Vatikan, Mahmoud Abbas, Shimon Peres dan Paus Fransiskus akan didampingi para tokoh agama Yahudi, Kristen dan Islam. Rencananya, Vatikan akan menyiarkan peristiwa ini secara langsung ke seluruh dunia.

"Doa bersama ini bukan sebuah mediasi damai atau pertemuan untuk mencari solusi. Kami hanya ingin bertemu lalu berdoa bersama, selanjutnya semua pulang ke rumah masing-masing," kata Paus Fransiskus usai meyampaikan undangan untuk mengunjungi Vatikan.

Paus Fransiskus dijadwalkan akan bertemu Presiden Shimon Peres dan Mahmoud Abbas secara terpisah di hotel Vatikan yang juga menjadi tempat tinggal Paus.

Dalam acara ini, Paus Fransiskus akan didampingi pemimpin spiritual Kristen Ortodoks dunia, Ecumenical Patriarch Bartolomeus, untuk menampilkan sebuah persatuan Kristen dalam ajang itu.

Selanjutnya keempat orang itu akan menuju sebuah lapangan di taman Vatikan untuk memulai gelar doa bersama yang akan dibagi dalam tiga bagian. Nantinya, perwakilan Yahudi, Kristen dan Islam akan membacakan ayat-ayat di kitab suci masing-masing dengan tema penciptaan, doa pengampunan dan doa mohon perdamaian.

Setelah gelar doa bersama Paus Fransiskus, Shimon Peres dan Mahmoud Abbas akan menyampaikan pidato. Rangkaian acara ini diakhiri dengan penananam pohon zaitun, sebagai lambang perdamaian.


Adzan Pertama Kali Berkumandang di Vatikan





Jakarta- http://www.sangpencerah.com/2014/06/adzan-pertama-kali-berkumandang-di.html
Berkumandangnya adzan di Vatikan untuk pertama kalinya dalam sejarah menujukkan dakwah Islam berkembang Pesat di pusat Ibu Kota Italia, Roma. Hal ini sungguh luar biasa dan patut disyukuri.

Mantan duta besar RI untuk Qatar, Abdul Wahid Maktub, menyatakan Masjid terbesar di Eropa saat ini berada di Roma, yang notabene dekat sekali dengan Vatikan (ibarat negara dalam negara).

"Mendengar dan membaca berita ini, bagi saya suatu hal biasa dan tidak terlalu mengejutkan. Namun, patut disyukuri perkembangan dakwah Islam di pusat kota Roma sungguh luar biasa," tutur Abdul Wahid saat dihubungi Republika, Ahad malam (8/6).

Kegiatan semacam ini membawa pesan dunia bahwa konflik Arab (Palestina) - Israel sebenarnya bukanlah konflik agama, melainkan konflik politik.  Itu sebabnya, agama harus dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen penyelesaian dan solusi konflik Palestina, bukan justru  memperparah konflik yang ada.

Upaya Vatikan ikut membantu  mediasi konflik itu patut dihargai semua pihak. "Namun, saya masih tetap pesimistis karena sudah banyak resolusi PBB yang tidak dipatuhi Israel, apalagi negara kecil Vatikan. Padahal, PBB adalah badan dunia," tuturnya.
Ketua DPP PKB itu juga berharap pendekatan baru upaya mediasi Vatikan akan membawa dampak yang baik terhadap kesadaran publik.

Agama dan Tokoh Agama dapat memainkan peranan yang cukup signifikan bagi upaya terciptanya perdamaian dan keamanan dunia (world peace and security). "Saya sendiri pernah beberapa kali melakukan sholat jum'at di Mesjid terbesar di Eropa itu," papar Abdul Wahid.

Ia juga merasa sangat terkejut karena jamaahnya membludak luar biasa, penuh dan tidak ada tempat yang kosong.

Pemandangan yang sungguh indah adalah jamaahnya sungguh sangat beragam, bahkan tidak sedikit yang berkulit putih alias orang asli roma sendiri. Artinya, jelas Abdul Wahid, kegiatan Adzan, membaca Alquran dan Sholat di Roma, yang sangat dekat dengan Vatikan, bukanlah suatu kegiatan baru yang dianggap aneh dan unik, tetapi sudah menjadi pemandangan biasa.
[sp/rol]


 

PERNAH ADA UPAYA DARI MUSISI INDONESIA UNTUK MENYAMPAIKAN AYAT SUCI AL QUR'AN  DI ISTANA VATICAN, KETIKA MENDAPAT TAWARAN UNTUK MELAWAT ATAS UNDANGAN RESMI, 
NAMUN SEPERTINYA ADA HAMBATAN, KARENA ADA MASALAH INTERNAL DI TAHTA PAUS.

KONON BEBERAPA PETIKAN AYAT AL QUR'AN YANG SUCI ITU DIGUBAH DALAM "MUSIK SAKRAL" 
DENGAN JUDUL "TITAH"  DAN "AMBANG BATAS "

"TITAH" MENGAMBIL AYAT SURAT AL-HUJARAT DAN "AMBANG BATAS" MENGAMBIL AYAT SURAT 
AL WAQIAH.

BAGI YANG MENCINTAI  MAKNA AGUNG AYAT2 SUCI DAN ALUNAN MUSIK TINGKAT TINGGI.. INI ADALAH SUATU USAHA MULIA DAN NIAT SUCI UNTUK AMAL BAKTI SEORANG MUSISI DI AJANG INTERNASIONAL
SEBENARNYA TIDAK MUDAH MEMANG.. DALAM ..MENGGUBAH SUATU MUSIK TINGKAT TINGGI...
SERAYA.. KARSA DAN KARYA INI MEMPUNYAI TUJUAN MULIA.. SEMOGA TIDAK SALAH TAFSIR BAGI YANG TAK MEMAHAMI ...




TEMPO.CO, Jakarta-- http://www.tempo.co/read/news/2013/07/29/114500730/Lagu-Kiamat-Batavia-Madrigal-Singers

"Allahu Akbar, Allahu Akbar. Dan ketika gunung-gunung dijungkalkan." Ramadhan belum rampung saat takbir dikumandangkan oleh Batavia Madrigal Singers dalam konser bertajuk Sanguinis Choraliensis! di Balai Resital Kertanegara, Kebayoran Baru, Sabtu, 27 Juli 2013. Kord yang berhimpit dari mulut para penyanyi pria dan wanita bertubrukan menaikkan tensi lagu. Teks Arab dan Indonesia tercampur mengisahkan kehancuran dunia. Suara orang bertadarus pun mendadak muncul di penghujung lagu.


Komposisi bertajuk Ambang Batas itu berangkat dari teks Al-Quran, surat Al-Waqiah ayat 1-5. "Pendekatan komposernya memang lebih pada kiamat yang kontemplatif," ujar Avip Priatna, konduktor Paduan Suara Batavia Madrigal Singers kepada Tempo. Lagu religius muslim dalam bentuk aransemen paduan suara, diakui Avip sebagai barang langka. Fero Aldiansya Stefanus, sang komposer, kata Avip, menggubah komposisi tadi selama satu bulan lamanya.

Batavia Madrigal bakal membawakan lagu itu dalam lawatan mereka ke Vatikan, Agustus mendatang. "Kami diundang tampil disana," kata Avip. Kota tempat Paus Fransiskus Jorge Bergoglio bermukim itu, akan menjadi saksi kisah kiamat dari teks muslim tadi.

Avip meyakini Ambang Batas bisa memberikan warna yang berbeda di Vatikan. "Mereka kan tahu Indonesia negara muslim," ujar Avip. Meskipun komposer Ambang Batas dan sebagian besar dari 36 penyanyi BMS beragama kristen, Avip ingin memperdengarkan pada khalayak Vatikan kalau komposisi musik sakral muslim memang ada.

"Musik itu kan bahasa universal, biar mereka mendengarkan kalau lagu sacred muslim itu memang ada dan sangat berbeda," kata Avip. Dia mengakui komposisi lagu sakral muslim memang sudah ada sebelumnya meskipun dalam jumlah sangat terbatas.

Ini bukan kali pertama Fero dan Avip menampilkan komposisi musik sakral muslim. Pada 2011, Avip pernah memimpin Jakarta Chamber Orchestra, Batavia Madrigal Singers, solo tenor Farman Purnama dan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan, yang juga menjadi almamater Avip membawakan karya berjudul Titah (Commandement). Lagu yang diangkat dari teks Quran surat Al-Hujurat ini mengisahkan dalil menikah dalam islam. Karya tersebut sekaligus menandai perayaan 20 tahun perjalanan karir Avip Priatna di dunia musik.

Avip sendiri mengaku belum begitu puas dengan Ambang Batas. "Tadinya saya mau 'kiamat' yang heboh," ujar dia. Pemegang gelar magister atrium dari University of Music and Performing Arts Wina, Austria ini membandingkan Ambang Batas dengan De Profundis karya John August Pamintuan (Filipina) yang juga dibawakan dalam Sanguinis.

De Profundis memang lebih membikin penonton bergidik ngeri tanpa tahu persis arti teks latin itu. Lengkingan nada tinggi para penyanyi wanita suara sopran dan alto yang bergema serta bergaung cepat merambat ke telinga bak bencana apokaliptik. Belum lagi, duet stereo suara pria tenor dan bass yang ritmis menghentak menambah ketegangan lagu.

Dibandingkan De Profundis, Ambang Batas memang terdengar lebih kalem dan resitatif. Fero tampak hati-hati menafsirkan hari akhir dari kacamata teologi muslim. Walhasil, Avip tidak memilih Ambang Batas sebagai salah satu lagu untuk bertanding di babak European Grand Prize di Arezzo, Italia 28 Agustus 2013.

Dalam pertarungan gelar juara diantara lima jawara lomba koor di lima negara berbeda di Eropa itu, Avip lebih memilih Gloria Patri karya Budi Susanto Yohanes. Lagu yang diangkat dari doa katolik itu memang lebih menghentak, dan sebagian ritmenya tampak seperti musik rap. Lewat karya kontemporer ini pula BMS berhasil memenangi International May Choir Competition di Varna, Bulgaria tahun lalu. Kemenangan inilah yang mengantarkan BMS menuju European Grand Prize tahun 2013.

Selain, Gloria Patri, Avip juga memilih komposisi koor reinassance Cantiam la bella clori (Luca Marenzio), lagu periode romantik bertajuk Liebe (Peter Cornelius), serta komposisi modern Apres un reve (Ivan Yohan) dan Excidium (Pierre Oser).Dua karya terakhir ini bisa disebut spesial bagi BMS. Ivan Yohan, sang komposer merupakan anggota BMS yang kini belajar musik di Eropa. Sedangkan, Excidium digubah khusus oleh Pierre Oser berdasarkan score musik film vampir bisu Nosferatu yang dipentaskan Oser bersama BMS beberapa waktu lalu. "Saya minta khusus pada Pierre agar bisa dibuatkan komposisi acapella dari score film itu," kata Avip.

Jadilah bisik-bisik seram drakula itu dibawa berlomba. Avip berharap nama Indonesia--yang pertama kalinya lolos di European Grand Prize for Choral Singing sejak 1989, bisa tercatat sebagai laureat (pemenang) dalam perebutan gelar supremasi paduan suara dunia itu. "Semoga ada jodoh dan rezekinya disini. Mohon didukung dan didoakan," ujar Avip.

SUBKHAN JUSUF HAKIM
 



Subhanallah! Taki Takazawa, Tukang Tato Yakuza Menjadi Imam Masjid di Jepang

JEPANG (voa-islam.com) - 

Bagi remaja Indonesia yang mulai gemar merajah alias mentato tubuhnya kayaknya harus minder dengan mantan tukang tato untuk kelompok Yakuza di Jepang yang terkenal maniak tato ini. Yakuza adalah gerombolan mafia dan kriminal kelas berat ini punya banyak cara untuk menghasilkan uang, termasuk dengan investasi di berbagai negara. 

Mereka berpikir tato adalah simbol anti kemapanan, macho dan artistik. Padahal anggapan ini akibat terlalu banyak dibombardir media 'mind control' baik dari Amerika, Eropa, Cina dan Jepang.

Namun remaja muslim sepertinya harus melirik sebentar kisah unik mantan tukang tato asal Jepang bernama Taki Kazawa ini.

Subhanallah, Allah memberikan hidayah memang bisa datang ke siapa saja bahkan untuk orang dengan latar belakang yang tidak disangka sama sekali. Kisah seorang Taki Kazawa, dari yang dulunya kerja tukang tato untuk Yakuza, beralih jadi imam masjid di Jepang.

Nama aslinya Taki Takazawa. Rambutnya gondrong dan tubuhnya dipenuhi tato. Secara penampilan, dia nampak mirip dengan anggota kelompok mafia Jepang, biasa disebut Yakuza. Dia memang mantan tukang tato para anggota geng paling ditakuti di Negeri Matahari Terbit itu. Selama 20 tahun profesi itu digelutinya.

Taki-Takazawa2

Tapi pandangan negatif pada penampilan fisiknya itu berubah saat dia mengumandangkan Adzan. Takazawa kini menjadi Imam sebuah masjid di Ibu Kota Tokyo. Setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat, Takazawa mencantumkan nama muslim Abdullah, berarti Hamba Allah SWT.

Setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat, Takazawa mencantumkan nama muslim Abdullah, berarti Hamba Allah SWT.

Perkenalannya Dengan Islam
Perkenalannya dengan Islam secara tidak sengaja terjadi di Wilayah Shibuya. Takazawa melihat seseorang dengan kulit dan janggut putih. Orang itu juga mengenakan baju dan turban warna suci. “Orang itu memberikan sebuah kertas dan menyuruh saya membaca kalimat tertera bersama dia,” ujarnya.

Kalimat itu ternyata Syahadat, pengakuan pada ke-esaan Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai utusannya. Meski tak paham secara keseluruhan, Takazawa pernah mendengar sepintas Allah dan Muhammad. Seperti kebanyakan penduduk Jepang, Takazawa menganut aliran kepercayaan Shinto.

Pertemuan dengan orang serba putih itu membekas di ingatan Takazawa. Dua tahun setelah memeluk Islam, dia bertemu lagi dengan sosok inspiratifnya itu. “Ternyata dia pernah menjadi Imam di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi.

Saya bersyukur bisa bertemu dengannya,” katanya. Imam Masjid Nabawi itu meminta Takazawa untuk menjadi Imam di masjid di wilayah Shinjuku. Sebelumnya, dia melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu beberapa bulan di Kota Makkah. Nama Takazawa terkenal lantaran dia menjadi satu diantara lima imam Masjid besar di Jepang, dari 13 juta populasi manusia di Tokyo. [merdeka/daulahislam/voa-islam.com]
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2014/06/10/30861/subhanallah-taki-takazawa-tukang-tato-yakuza-menjadi-imam-masjid-di-jepang/#sthash.PAR91FYr.dpuf

Kubu Prabowo Tuding AM Hendropriyono Otaki Kasus Pengerahan Babinsa
Selasa, 10 Juni 2014, 00:51 WIB
PELUNCURAN BUKU HENDROPRIYONO. 
http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/06/10/n6wxm0-kubu-prabowo-tuding-am-hendropriyono-otaki-kasus-pengerahan-babinsa
 
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn), A.M Hendropriyono, menyampaikan sambutan saat peluncuran buku, "Operasi Sandi Yudha, Menumpas Gerakan Klandestin", di Jakarta, Selasa (7/5). 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota tim sukses pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Letnan Jendral (purnawirawan), Suryo Prabowo membantah tuduhan kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) soal pengerahan bintara pembina desa (Babinsa) oleh kubu Prabowo-Hatta. Sebaliknya, Suryo justru menyebut tuduhan dari kubu Jokowi-JK sebagai rekayasa dari mantan Kepala BIN, AM. Hendropriyono yang kini bergabung dalam tim sukses Jokowi-JK. "Ini permainan Hendropriyono," kata Suryo saat dihubungi wartawan, Senin (9/6).

Suryo mengatakan Hendropriyono sengaja menyerang kubu Prabowo-Hatta sebagai antisipasi agar persoalan pengerahan Babinsa tidak dialamatkan ke kubu Jokowi-JK. "Dia serang lebih dahulu sebagai pencegahan. Dia sedang membuat sinetron," ujar Suryo.

Suryo menyatakan kasus pengerahan Babinsa menjadi strategi efektif menjatuhkan elektabilitas Prabowo-Hatta. Analisis Suryo, pengerahan Babinsa justru dilakukan kubu Jokowi-JK. Ini karena menurut Suryo, sebelum kasus itu mencuat sempat beredar berita di media massa kalau Panglima TNI Jendral Moeldoko dan KASAD, Budiman memiliki kedekatan dengan kubu Jokowi-JK. "Maret lalu diberitakan Panglima TNI Jenderal Moeldoko menghadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri," katanya.

Pertemuan Moeldoko dengan Megawati syarat kejanggalan. Suryo menyatakan kalau memang alasan pertemuan menyangkut pengamanan pemilu, mestinya Moeldoko juga bertemu dengan tokoh ketua umum partai lain. "Kenapa pertemuan itu hanya ke Megawati saja?," ujar Suryo.

Suryo tidak berhenti sampai di situ. Dia mengutip pernyataan Presiden SBY soal informasi adanya upaya dari pasangan salah satu capres yang ingin menyeret-nyeret TNI aktif dalam pemilu. Dugaan Suryo, pernyataan itu disampaikan SBY kepada Hendropriyono. 


MISTERI KEBERADAAN & KEPUTUSAN MEGAWATI SEBELUM PENCAPRESAN JOKOWI

MENANGIS ANDA MEMBACA INI!!!

Kita main teka – teki yuk …

1. Sabtu kemarin, kami kedatangan tamu. Beliau adalah senior kami, usia 63 tahun, mantan pejabat tinggi intelijen & militer

2. Beliau 2 thn lalu, menelpon kami beri ‘clue’ ttg Jokowi pd akhir putaran I Pilkada DKI saat kami terpengaruh citra Jokowi. Hati2 katanya

3. Beliau ini puluhan tahun lalu, pernah sgt dekat dgn Prabowo dan cendana. Beliau ahli dlm analis intelijen, seolah2 punya indra keenam

4. Beliau ini jarang2 mau ketemu orang, tapi sabtu kemarin beliau datang, kami diskusi hampir 6 jam. Banyak info yg menarik & misterius

5. Beliau mulai dgn pertanyaan : “Dik, coba kamu analisa apa dibalik hilangnya pesawat MAS MH370. Cek deh, apa hubnya dgn RI ? Hehe

6. Kami berdiskusi khusus topik MAS MH370 hampir 1 jam. Mulai dari pertanyaan: 1. siapa yg paling diuntungkan dgn hilangnya pesawat itu

7.2 Siapa yg punya motif ? 3. Siapa yg punya kemampuan memalsukan dokumen2, menyelundupkan senjata/peledak ? 4. Siapa saja penumpang ?”

8. 5. Siapa yg tdk jadi berangkat, tapi kopernya masuk ke bagasi/kabin pesawat ? 6. Siapa yg paling dirugikan? 7. Bgmn modus operandi ? Dst

9. Beliau punya hipotesa : 1. Pesawat ini tak akan pernah ditemukan 2. RI akan jadi kambing hitam 3. Informasi2 palsu/sesat akan dimunculkan

10. Lalu kami diskusikan beberapa informasi sumber intelijen. Sayangnya OTR. Off the record dipublikasikan saat ini….ada saatnya nanti

11. Premis yg harus kita pedomani adalah : Indonesia adalah negara yg menjadi incaran utk dikuasai, dikendalikan, dirampok kekayaan SDA nya

12. Harus diingat, sebagian besar konflik atau perang antar negara adalah terkait kepemilikan SDA. RI kaya raya /melimpah SDA nya

13. Kekayaan RI tdk terbatas meliputi tanah, migas & mineral, hutan, sinar & panas matahari, laut, dst, juga rakyat = pasar potensial

14. Indonesia memiliki Papua, pulau masa depan RI. Konsesi Freeport 1/60 luas Papua, dan yg diekplorasi baru sekian persen dari 1/60 itu

15. Singkatnya, RI setiap saat dlm bahaya, dan kini sedang dalam bahaya besar. Momentum pergantian kekuasaan. Suksesi presiden, DPR, DPD dst

16. Teka – teki kedua : “Dik, coba kamu cek kemana Megawati tgl 1-5 Maret 2014 kemarin?” Apakah Mega ada muncul dipublik? Kalau tdk, kemana?

17. Kami cari liputan media ttg aktifitas Mega 1-5 maret. Ternyata tgl 2 – 4 Mega ‘hilang’. Coba teman2 bantu, mgkin kami salah/tdk teliti

18. Kami telp kolega di Bandara Halim PK, cari info. Tdk ada nama Megawati /elit PDIP di manifest, tapi ada pesawat jet pribadi yg terbang

19. Kami tanya apakah pesawat pribadi tsb bisa terbang non stop sampai ke Washington DC, AS atau London, Inggris. Jwbnya : Tidak.

20. Analisa sementara : paling banter pesawat itu terbang ke Singapore. Apakah lanjut ke AS, Inggris atau negara lain, blm diketahui.

21. Dari berita media, disebutkan tgl 1 Maret sore hari Megawati terlihat bersama rombongan dan jokowi di Surabaya, lalu ke Bandara Juanda

22. Mega ‘hilang’ s/d tgl 5 Maret, Jokowi 3 Maret di Balaikota. Kemana Mega? Apakah dari Juanda lgsg ke Spore? mgkin lanjut ke AS/Inggris?

23. Berita di bbrpa media, megawati ketemu presiden AS di sebuah negara sekutu AS pd tgl2 tsb. Agendanya : jokowi dicapreskan. Benarkah?

24. Kami teliti agenda Obama pada tgl 1-5 Maret. Ternyata full di Washington DC. Ada tamu negara Endy Kenny PM Irlandia di White House

25. Obama hadiri peringatan St. Patrick’s Day, jamuan kenegaraan dgn PM Irlandia, jumpa pers, pidato program kesejahteraan pengangguran AS,

26. Ringkasnya, jadwal Obama padat di Gedung Putih. Hampir mustahil Obama bertemu Megawati di sela2 kesibukannya.

27. Pada tgl 3 Maret, memang ada pertemuan tertutup Obama dan Wapres Biden di Oval Room, tapi agenda resminya : press meeting.

28. Satu2nya kemungkinan Megawati ketemu Obama di AS utk bicarakan capres PDIP adalah pada tgl 3 Maret itu. Bgmn dgn di luar AS ?

29. Jika disebut2 Megawati ketemu ‘penguasa’ AS di Inggris, pasti bukan dgn Obama, mungkin dgn Bill Clinton, mantan presiden AS

30. Jika Megawati ke London pada 1 Maret sore hari, 20 jam kemudian Megawati tiba di sana. Kami sdh cari agenda Clinton : tdk ada di London

31. Bill Clinton dan Hillary Clinton adalah tokoh sangat berpengaruh di AS. Mereka dianggap mentor Obama. Bahkan pengendali Presiden Obama

32. Tokoh2 Ring 1 Clinton, dikenal dgn julukan “Arkansas Connection” adalah pemerintah bayangan di AS, mengendalikan pemerintahan Obama

33. James Riady, Stanley Greenberg, John Kerry, Rahm Emanuel dst adalah elite arkansas connetion >> liat bangan di kolom comment>>> pic.twitter.com/vPj0BpbSIu

34. Mengenai pengaruh Clinton, terutama Hillary Clinton di AS, publik AS percaya Clinton lebih powerful dibanding Obama sekali pun

35. Survey CNN 8 jam lalu, menyimpulkan Clinton lebih dipercaya rakyat AS terkait karakter, kemampuan solusi masalah, pengaruh dst

36. Megawati, jika benar2 bertemu dgn penguasa AS, yg dimaksud adalah Clinton (Hillary and/or Bill) ? Apakah di London, DC atau Spore?

37. Clinton sangat dekat /karib dgn James Riady, dewa penyelamat Bill Clinton, saat pilpres AS dulu. James donatur terbesar Clinton

38. Besarnya pengaruh James thdp Clinton dibuktikan dgn keterlibatan Stan Greenberg sbg mastermind rekayasa popularitas/elektabilitas Jokowi

39. Luar biasa, di samping Stan, Evan Greenberg (CEO RI-AS, sepupu Stan), John Kerry (menlu AS), Yeal Rubinstein (Dubes Israel utk Spore),..

40. Sampai William Hague (Menlu Inggris) dst, terlibat dlm pemenangan Jokowi. Mereka diminta James Riady utk membantu Jokowi for RI 1 Boneka

41. Tapi biarlah, tdk diusah dipikirkan siapa yang ditemui secara rahasia oleh Megawati (jika benar). Fakta Mega umumkan Jokowi capres PDIP

42.Senior kami itu, minta kami analisa tulisan tangan Megawati ini, nanti terungkap misterinya >>

43. pencapresan Jokowi oleh PDIP tetap kami nilai misteri. Banyak faktor hil mustahal terjadi, jika Mega/PDIP konsiten logikanya

44. 1. PDIP/Megawati pengusung ideologi marhaen, soekarnoisme, pancasilais, nasionalis. Bertolak belakang dgn Jokowi & tokoh2 dibalik Jokowi

45. Jokowi, para mafia cina, cukong2, koruptor2 BLBI, almunus2 kursus PKC (P Komunis China), Elit2 PDIP dibalik Jokowi : kapitalis liberal

46. Secara ideologi, kelompok Pro Jokowi adalah musuh besar soekarnoisme /marhaenis, nasionalis, pancasilais. Track record mereka jelas

47. 2. Meski Megawati akan duetkan Jokowi dgn Ryamizard Ryacudu sang patriot pancasilais agamis sejati, tapi ancaman thdp NKRI tetap besar

48. 3) Pencapresan Jokowi mungkin bawa berkah bagi perolehan suara PDIP. 9 april adalah taruhannya. Jika PDIP < 20%, Jokowi Effect = NOL

49. Jokowi Effect yg digembar gemborkan media milik konglo cina dan media bayaran, terbukti NOL pada pilkada2 yg tampilkan Jokowi sbg VG

50. Terbukti semua Cagub/Cabup PDIP yg dibantu Jokowi sbg Vote Getter (pemancing suara), kalah total. Jabar, Banten, Bali, Jatim dst. ILUSI

51. Jika pemilu 9/4 nanti PDIP raih suara 17% – 20%, Jokowi kelaut. Tenggelam dimakan ikan. 17-20% itu adalah suara captive PDIP, loyalis

52. Jokowi bakal disahkan pencapresannya jika PDIP raih suara 30% atau 36% sebagaimana diklaim lembaga2 survey selama ini. Terbuktikah ?

53. 4) Capres Jokowi antarkan Mega menjadi pelanggar hukum, breach of warranty Perjanjian Batutulis, khususnya Pasal 7. Reputasi Mega Hancur

54. 5) Jika Jokowi akhirnya terpilih Presiden, musibah dan bencana besar bagi Megawati, keluarga besar Sukarno, bangsa dan negara ini

55. Jokowi terpilih jd presiden pasti didorong merebut kendali PDIP dari tangan Megawati. Trah Sukarno dihabisi. Keputusan Mega = Bunuh Diri

56. Mafia Cina berkuasa, jauh lebih brutal merampok negara ketimbang selama 32 tahun masa Orba, 15 tahun masa reformasi, ..

57. Atau selama 15 bulan Jokowi sbg Gub DKI. Mafia cina pesta pora, APBN, APBD, SDA, kekayaan negara jadi bancakan mereka. RI dijajah cina

58. Itu artinya, Megawati blunder terbesar dlm sejarah hidupnya, dosa terberat dan tdk terampuni, dia khianati pendiri RI, BAPAKNYA sendiri

59. Jokowi presiden, kami haqqul yakin, gejolak politik akan berkembang jadi pergolakan, kerusuhan, huru – hara, perang saudara, NKRI Ends !

60. Meski AS sdh tempatkan 9000 dari rencana 67.000 marinir nya di Darwin, Australia utk menjaga civil war di RI ketika Jokowi berkuasa,

61. Tapi, tujuan utama AS bukan stabiltas RI, melainkan mewujudkan “Clinton Program” yg tertunda pada 1998. RI dipecah jadi 6 negara baru !

62. Sejak 3 thn lalu, target utama AS dan sekutunya tidak lagi Papua. Tetapi Indonesia. RI. Mereka tdk jajah scra fisik. Tdk seperti itu

63. Penjajahan AS atau China sekalipun terhadap negara lain adalah melalui “pengendalian total” atas politik, ekonomi, pasar dan SDA !

64. Ekonomi Indonesia secara defacto dijajah etnis cina/tiongho

64. Ekonomi Indonesia secara defacto dijajah etnis cina/tionghoa dng penguasaan > 90% kekayaan negara. Cina ingin berkuasa juga scra politik

65. Kesempatan itu datang ketika Obama /PD AS menjadi penguasa di AS dan James Riady punya akses serta pengaruh di Gedung Putih

66. Sbgmna diketahui bersama, mitra Presiden SBY di AS adalah Partai Republik, bukan partai demokrat. SBY dulu diendors Presiden Bush

67. Knp tiba2 Presiden SBY seolah2 setujui skenario AS (baca : arkansas & china connection, mafia /konglo cina) wujudkan presiden Boneka ?

68. Tanggal 14 Maret SBY tiba2 berpidato, “mari pilih presiden baru…”

tgl 14 Maret, Mega Restui Jokowi …

Ada apa ? Heuheu

69. SBY berpidato seperti itu setelah bertemu di Chairul Tanjung, boneka antoni salim, majikan besar jokowi. Ada deal2 khususkah ? Heuheu

70. Sebelumnya Aburizal Bakrie bertemu dgn CT dgn kemasan Silaturahim dgn Forum Pemred (FR), Kemudian, CT dan FR bertemu Presiden SBY

71. Mari baca yg tersirat, jgn hny yg tersurat. Setiap keping informasi adalah puzzle dari sebuah gambar besar. Mari susun gambarnya hehe

72. Silahkan susun gambar dari keping2 informasi dibahas kami tadi.. Lengkapi dgn keping info pada pembahasan berikutnya .. Monggo..

73. Mega langgar perjanjian..mega menghilang..mega setuju jokowi.. Ahok jadi Gub DKI ..panglima TNI ketemu CEO Freeport ..SBY – CT – FR

74. MK akan adili gugatan YIM, putus sebelum 9/4, bakal cawapres Jokowi adalah RR, SBY ketemu Prabowo di cikeas, menlu AS, inggris ke Jkta

75. Dubes Israel utk singapore kumpulkan LSM di Ritz Carlton JKT, .. IHSG – rupiah menguat tipis, berita KPK senyap, pemilu pun senyap hehe

76. MAS MH370 hilang … asap dibiarkan membunuh rakyat riau sekian lama, SBY sibuk apa ? Keanehan di PN Jakbar, .. MK dan KPK disandera ..

77. Dan seterusnya ..kumpulkan kepingnya, maka tersusun gambarnya : Wajah Indonesia tahun 2015 dst….Merdekakan pikiran anda ..MERDEKAAA BUNG !

WAJIB DI SHARE YA…!!!

=====

Banyak yang menanyakan artikel ini dari siapa. Memang ada kemungkinan tidak benar, namun ada kemungkinannya juga benar. Dalam peta analisi, kita diajarkan utk membuat perencanaan dan analisa tentang sesuatu dari hal yg terbaik hgg yang terburuknya. Cerdaslah dalam memahami pesan-pesan di balik ini semua ya.

Salam Perdjoeangan Indonesia, BANGKIT..!!
MISTERI KEBERADAAN & KEPUTUSAN MEGAWATI 
SEBELUM PENCAPRESAN JOKOWI
MENANGIS ANDA MEMBACA INI!!!

Kita main teka – teki yuk …https://www.facebook.com/

1. Sabtu kemarin, kami kedatangan tamu. Beliau adalah senior kami, usia 63 tahun, mantan pejabat tinggi intelijen & militer
2. Beliau 2 thn lalu, menelpon kami beri ‘clue’ ttg Jokowi pd akhir putaran I Pilkada DKI saat kami terpengaruh citra Jokowi. Hati2 katanya
3. Beliau ini puluhan tahun lalu, pernah sgt dekat dgn Prabowo dan cendana. Beliau ahli dlm analis intelijen, seolah2 punya indra keenam
4. Beliau ini jarang2 mau ketemu orang, tapi sabtu kemarin beliau datang, kami diskusi hampir 6 jam. Banyak info yg menarik & misterius
5. Beliau mulai dgn pertanyaan : “Dik, coba kamu analisa apa dibalik hilangnya pesawat MAS MH370. Cek deh, apa hubnya dgn RI ? Hehe
6. Kami berdiskusi khusus topik MAS MH370 hampir 1 jam. Mulai dari pertanyaan: 1. siapa yg paling diuntungkan dgn hilangnya pesawat itu
7.2 Siapa yg punya motif ? 3. Siapa yg punya kemampuan memalsukan dokumen2, menyelundupkan senjata/peledak ? 4. Siapa saja penumpang ?”
8. 5. Siapa yg tdk jadi berangkat, tapi kopernya masuk ke bagasi/kabin pesawat ? 6. Siapa yg paling dirugikan? 7. Bgmn modus operandi ? Dst
9. Beliau punya hipotesa : 1. Pesawat ini tak akan pernah ditemukan 2. RI akan jadi kambing hitam 3. Informasi2 palsu/sesat akan dimunculkan
10. Lalu kami diskusikan beberapa informasi sumber intelijen. Sayangnya OTR. Off the record dipublikasikan saat ini….ada saatnya nanti
11. Premis yg harus kita pedomani adalah : Indonesia adalah negara yg menjadi incaran utk dikuasai, dikendalikan, dirampok kekayaan SDA nya
12. Harus diingat, sebagian besar konflik atau perang antar negara adalah terkait kepemilikan SDA. RI kaya raya /melimpah SDA nya
13. Kekayaan RI tdk terbatas meliputi tanah, migas & mineral, hutan, sinar & panas matahari, laut, dst, juga rakyat = pasar potensial
14. Indonesia memiliki Papua, pulau masa depan RI. Konsesi Freeport 1/60 luas Papua, dan yg diekplorasi baru sekian persen dari 1/60 itu
15. Singkatnya, RI setiap saat dlm bahaya, dan kini sedang dalam bahaya besar. Momentum pergantian kekuasaan. Suksesi presiden, DPR, DPD dst
16. Teka – teki kedua : “Dik, coba kamu cek kemana Megawati tgl 1-5 Maret 2014 kemarin?” Apakah Mega ada muncul dipublik? Kalau tdk, kemana?
17. Kami cari liputan media ttg aktifitas Mega 1-5 maret. Ternyata tgl 2 – 4 Mega ‘hilang’. Coba teman2 bantu, mgkin kami salah/tdk teliti
18. Kami telp kolega di Bandara Halim PK, cari info. Tdk ada nama Megawati /elit PDIP di manifest, tapi ada pesawat jet pribadi yg terbang
19. Kami tanya apakah pesawat pribadi tsb bisa terbang non stop sampai ke Washington DC, AS atau London, Inggris. Jwbnya : Tidak.
20. Analisa sementara : paling banter pesawat itu terbang ke Singapore. Apakah lanjut ke AS, Inggris atau negara lain, blm diketahui.
21. Dari berita media, disebutkan tgl 1 Maret sore hari Megawati terlihat bersama rombongan dan jokowi di Surabaya, lalu ke Bandara Juanda
22. Mega ‘hilang’ s/d tgl 5 Maret, Jokowi 3 Maret di Balaikota. Kemana Mega? Apakah dari Juanda lgsg ke Spore? mgkin lanjut ke AS/Inggris?
23. Berita di bbrpa media, megawati ketemu presiden AS di sebuah negara sekutu AS pd tgl2 tsb. Agendanya : jokowi dicapreskan. Benarkah?
24. Kami teliti agenda Obama pada tgl 1-5 Maret. Ternyata full di Washington DC. Ada tamu negara Endy Kenny PM Irlandia di White House
25. Obama hadiri peringatan St. Patrick’s Day, jamuan kenegaraan dgn PM Irlandia, jumpa pers, pidato program kesejahteraan pengangguran AS,
26. Ringkasnya, jadwal Obama padat di Gedung Putih. Hampir mustahil Obama bertemu Megawati di sela2 kesibukannya.
27. Pada tgl 3 Maret, memang ada pertemuan tertutup Obama dan Wapres Biden di Oval Room, tapi agenda resminya : press meeting.
28. Satu2nya kemungkinan Megawati ketemu Obama di AS utk bicarakan capres PDIP adalah pada tgl 3 Maret itu. Bgmn dgn di luar AS ?
29. Jika disebut2 Megawati ketemu ‘penguasa’ AS di Inggris, pasti bukan dgn Obama, mungkin dgn Bill Clinton, mantan presiden AS
30. Jika Megawati ke London pada 1 Maret sore hari, 20 jam kemudian Megawati tiba di sana. Kami sdh cari agenda Clinton : tdk ada di London
31. Bill Clinton dan Hillary Clinton adalah tokoh sangat berpengaruh di AS. Mereka dianggap mentor Obama. Bahkan pengendali Presiden Obama
32. Tokoh2 Ring 1 Clinton, dikenal dgn julukan “Arkansas Connection” adalah pemerintah bayangan di AS, mengendalikan pemerintahan Obama
33. James Riady, Stanley Greenberg, John Kerry, Rahm Emanuel dst adalah elite arkansas connetion >> liat bangan di kolom comment>>> pic.twitter.com/vPj0BpbSIu
34. Mengenai pengaruh Clinton, terutama Hillary Clinton di AS, publik AS percaya Clinton lebih powerful dibanding Obama sekali pun
35. Survey CNN 8 jam lalu, menyimpulkan Clinton lebih dipercaya rakyat AS terkait karakter, kemampuan solusi masalah, pengaruh dst
36. Megawati, jika benar2 bertemu dgn penguasa AS, yg dimaksud adalah Clinton (Hillary and/or Bill) ? Apakah di London, DC atau Spore?
37. Clinton sangat dekat /karib dgn James Riady, dewa penyelamat Bill Clinton, saat pilpres AS dulu. James donatur terbesar Clinton
38. Besarnya pengaruh James thdp Clinton dibuktikan dgn keterlibatan Stan Greenberg sbg mastermind rekayasa popularitas/elektabilitas Jokowi
39. Luar biasa, di samping Stan, Evan Greenberg (CEO RI-AS, sepupu Stan), John Kerry (menlu AS), Yeal Rubinstein (Dubes Israel utk Spore),..
40. Sampai William Hague (Menlu Inggris) dst, terlibat dlm pemenangan Jokowi. Mereka diminta James Riady utk membantu Jokowi for RI 1 Boneka
41. Tapi biarlah, tdk diusah dipikirkan siapa yang ditemui secara rahasia oleh Megawati (jika benar). Fakta Mega umumkan Jokowi capres PDIP
42.Senior kami itu, minta kami analisa tulisan tangan Megawati ini, nanti terungkap misterinya >>
43. pencapresan Jokowi oleh PDIP tetap kami nilai misteri. Banyak faktor hil mustahal terjadi, jika Mega/PDIP konsiten logikanya
44. 1. PDIP/Megawati pengusung ideologi marhaen, soekarnoisme, pancasilais, nasionalis. Bertolak belakang dgn Jokowi & tokoh2 dibalik Jokowi
45. Jokowi, para mafia cina, cukong2, koruptor2 BLBI, almunus2 kursus PKC (P Komunis China), Elit2 PDIP dibalik Jokowi : kapitalis liberal
46. Secara ideologi, kelompok Pro Jokowi adalah musuh besar soekarnoisme /marhaenis, nasionalis, pancasilais. Track record mereka jelas
47. 2. Meski Megawati akan duetkan Jokowi dgn Ryamizard Ryacudu sang patriot pancasilais agamis sejati, tapi ancaman thdp NKRI tetap besar
48. 3) Pencapresan Jokowi mungkin bawa berkah bagi perolehan suara PDIP. 9 april adalah taruhannya. Jika PDIP < 20%, Jokowi Effect = NOL
49. Jokowi Effect yg digembar gemborkan media milik konglo cina dan media bayaran, terbukti NOL pada pilkada2 yg tampilkan Jokowi sbg VG
50. Terbukti semua Cagub/Cabup PDIP yg dibantu Jokowi sbg Vote Getter (pemancing suara), kalah total. Jabar, Banten, Bali, Jatim dst. ILUSI
51. Jika pemilu 9/4 nanti PDIP raih suara 17% – 20%, Jokowi kelaut. Tenggelam dimakan ikan. 17-20% itu adalah suara captive PDIP, loyalis
52. Jokowi bakal disahkan pencapresannya jika PDIP raih suara 30% atau 36% sebagaimana diklaim lembaga2 survey selama ini. Terbuktikah ?
53. 4) Capres Jokowi antarkan Mega menjadi pelanggar hukum, breach of warranty Perjanjian Batutulis, khususnya Pasal 7. Reputasi Mega Hancur
54. 5) Jika Jokowi akhirnya terpilih Presiden, musibah dan bencana besar bagi Megawati, keluarga besar Sukarno, bangsa dan negara ini
55. Jokowi terpilih jd presiden pasti didorong merebut kendali PDIP dari tangan Megawati. Trah Sukarno dihabisi. Keputusan Mega = Bunuh Diri
56. Mafia Cina berkuasa, jauh lebih brutal merampok negara ketimbang selama 32 tahun masa Orba, 15 tahun masa reformasi, ..
57. Atau selama 15 bulan Jokowi sbg Gub DKI. Mafia cina pesta pora, APBN, APBD, SDA, kekayaan negara jadi bancakan mereka. RI dijajah cina
58. Itu artinya, Megawati blunder terbesar dlm sejarah hidupnya, dosa terberat dan tdk terampuni, dia khianati pendiri RI, BAPAKNYA sendiri
59. Jokowi presiden, kami haqqul yakin, gejolak politik akan berkembang jadi pergolakan, kerusuhan, huru – hara, perang saudara, NKRI Ends !
60. Meski AS sdh tempatkan 9000 dari rencana 67.000 marinir nya di Darwin, Australia utk menjaga civil war di RI ketika Jokowi berkuasa,
61. Tapi, tujuan utama AS bukan stabiltas RI, melainkan mewujudkan “Clinton Program” yg tertunda pada 1998. RI dipecah jadi 6 negara baru !
62. Sejak 3 thn lalu, target utama AS dan sekutunya tidak lagi Papua. Tetapi Indonesia. RI. Mereka tdk jajah scra fisik. Tdk seperti itu
63. Penjajahan AS atau China sekalipun terhadap negara lain adalah melalui “pengendalian total” atas politik, ekonomi, pasar dan SDA !
64. Ekonomi Indonesia secara defacto dijajah etnis cina/tiongho
64. Ekonomi Indonesia secara defacto dijajah etnis cina/tionghoa dng penguasaan > 90% kekayaan negara. Cina ingin berkuasa juga scra politik
65. Kesempatan itu datang ketika Obama /PD AS menjadi penguasa di AS dan James Riady punya akses serta pengaruh di Gedung Putih
66. Sbgmna diketahui bersama, mitra Presiden SBY di AS adalah Partai Republik, bukan partai demokrat. SBY dulu diendors Presiden Bush
67. Knp tiba2 Presiden SBY seolah2 setujui skenario AS (baca : arkansas & china connection, mafia /konglo cina) wujudkan presiden Boneka ?
68. Tanggal 14 Maret SBY tiba2 berpidato, “mari pilih presiden baru…”
tgl 14 Maret, Mega Restui Jokowi …
Ada apa ? Heuheu
69. SBY berpidato seperti itu setelah bertemu di Chairul Tanjung, boneka antoni salim, majikan besar jokowi. Ada deal2 khususkah ? Heuheu
70. Sebelumnya Aburizal Bakrie bertemu dgn CT dgn kemasan Silaturahim dgn Forum Pemred (FR), Kemudian, CT dan FR bertemu Presiden SBY
71. Mari baca yg tersirat, jgn hny yg tersurat. Setiap keping informasi adalah puzzle dari sebuah gambar besar. Mari susun gambarnya hehe
72. Silahkan susun gambar dari keping2 informasi dibahas kami tadi.. Lengkapi dgn keping info pada pembahasan berikutnya .. Monggo..
73. Mega langgar perjanjian..mega menghilang..mega setuju jokowi.. Ahok jadi Gub DKI ..panglima TNI ketemu CEO Freeport ..SBY – CT – FR
74. MK akan adili gugatan YIM, putus sebelum 9/4, bakal cawapres Jokowi adalah RR, SBY ketemu Prabowo di cikeas, menlu AS, inggris ke Jkta
75. Dubes Israel utk singapore kumpulkan LSM di Ritz Carlton JKT, .. IHSG – rupiah menguat tipis, berita KPK senyap, pemilu pun senyap hehe
76. MAS MH370 hilang … asap dibiarkan membunuh rakyat riau sekian lama, SBY sibuk apa ? Keanehan di PN Jakbar, .. MK dan KPK disandera ..
77. Dan seterusnya ..kumpulkan kepingnya, maka tersusun gambarnya : Wajah Indonesia tahun 2015 dst….Merdekakan pikiran anda ..MERDEKAAA BUNG !
WAJIB DI SHARE YA…!!!
=====
Banyak yang menanyakan artikel ini dari siapa. Memang ada kemungkinan tidak benar, namun ada kemungkinannya juga benar. Dalam peta analisi, kita diajarkan utk membuat perencanaan dan analisa tentang sesuatu dari hal yg terbaik hgg yang terburuknya. Cerdaslah dalam memahami pesan-pesan di balik ini semua ya.
Salam Perdjoeangan Indonesia, BANGKIT..!!

Version:1.0 StartHTML:0000000105 EndHTML:0000061888 StartFragment:0000002293 EndFragment:0000061852


Home  |  Intelligent Leaks  |  Melawan Lupa (3): 'License To Kill' Muslim Talangsari Lampung 1989
Melawan Lupa (3): 'License To Kill' Muslim Talangsari Lampung 1989

 

16.993 views









Berita Terkait

    * Mega Meminta Jaksa Agung Basrief Arief Penangguhan Pemeriksaan Jokowi
    * Presiden SBY Tak Bisa Tidur Bayangkan Nasib Bangsa Jika Jokowi Jadi Presiden
    * Satu Hari Jelang Penutupan Dolly, Terjadi Perusakan Wisma Pelacuran
    * Tak Hanya Pelacuran, Human Trafficking & Praktek Kemusyrikan Marak di Dolly

Senin, 19 Sya'ban 1435 H / 9 Juni 2014 04:11 wib
16.993 views
Melawan Lupa (3): 'License To Kill' Muslim Talangsari Lampung 1989

Saat itu, tepatnya tahun 1989 diluar negeri sana tengah rilis film terbaru agen intelijen asal Inggris, James Bond. Film James Bond dengan judul "License To Kill" tengah hangat diperbincangkan. Entah suatu kebetulan atau tidak pada tema dengan kejadian yang menimpa umat Islam di Indonesia pada tahun yang sama.

Nampaknya tidak, karena film James Bond 'License To Kill" dirilis pada saat musim panas 'summer' di pertengahan tahun di negeri-negeri barat sedangkan musibah kemanusiaan dan tragedi berdarah Talangsari terjadi di awal tahun 1989 justru lebih dulu terjadi, yaitu tepatnya pada bulan Februari 1989.

Lalu apa hubungannya?

Peristiwa Talangsari mengingatkan kita pada salah satu pelanggaran berat atas Hak asasi manusia (gross violation of human rights).

Kekerasan militer yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah merupakan bentuk tindakan eksesif yang dilakukan sebagai kelanjutan dari kebijakan-kebijakan pemerintahan Suharto. Hal ini bisa dilihat pada proses penanganan yang dilakukan pemerintah yang cenderung membenarkan berbagai cara yang digunakan dari mulai penangkapan, penyiksaan, penahanan, pengadilan, dan  puncaknya adalah adanya serangan militer yang dilakukan pada perkampungan tersebut.

Peristiwa yang terjadi di Lampung Tengah tersebut terjadi akibat kecurigaan pemerintah orba Rezim Soeharto dan LB Moerdani terhadap pengajian Islam. Kemudian pemerintah mengambil jalan kekerasan sebagai alternatif penyelesaian atas permasalahan tersebut.

Tak lain serial Melawan Lupa (1)(2) dan yang ketiga (3) dan (4) ini mencoba memberikan gambaran secara komprehensif dan kekejian tragedi berdarah baik dari mantan pelaku (1), saksi palsu (2) dan kronologis (3) hingga sang aktor (4) yang telah melakukan pembunuhan keji kepada umat Islam yang dapat dimaknai sebagai bentuk melestarikan "License To Kill" pergerakan dakwah Islam di Indonesia.

Berikut Kronologis Talangsari, 1989 :

~Januari Minggu kedua tahun 1989~

Saat itu terjadi perpindahan sejumlah warga dari kota Solo, Boyolali, Sukoharjo, Jakarta dan beberapa tempat di Jawa Barat ke Dusun Cihideung, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Tengah.

~Rabu, 12 Januari 1989~
Lewat surat bernomor 25/LP/EBL/I/1989, Kepala Desa Rajabasa Lama, Amir Puspa Mega, setelah mendapat informasi dari Kepala Dusun (Kadus) Talangsari, Sukidi dan kaum melaporkan kegiatan jama’ah Talangsari yang disebutnya sebagai pengajian yang dipimpin Jayus dan Warsidi tanpa ada laporan ke pamong setempat ke Camat Way Jepara, Drs. Zulkifli Maliki. Surat ditembuskan ke Danramil dan Kapolsek Way Jepara.

Hari itu juga Camat Way Jepara membalas surat Kades Rajabasa Lama lewat surat bernomor 451.48/078/09/331.1/1989 yang memerintahkan 3 hal, yaitu

1. Kades agar menghadap Camat hari ini juga dengan membawa 4 orang yang namanya tercantum dibawah ini.

2. Orang-orang tersebut adalah: Jayus, Warsidi, Mansur (warga setempat) dan Sukidi (Kadus Talangsari III).

3. Kades harus menghentikan dan melarang adanya kegiatan pengajian tersebut. Apalagi mendatangkan orang-orang dari luar daerah yang tidak diketahui/sepengetahuan pemerintah.

4.Surat yang akhirnya diantar oleh Sukidi tersebut juga ditembuskan kepada Danramil dan Kapolres Way Jepara.

~Jum'at, 20 Januari 1989~

Warsidi mengirim surat balasan yang isinya menjelaskan 3 hal:

1. Tidak bisa hadir dengan alasan kesibukan memberi materi pengajian di beberapa tempat.

2. Memegang hadits yang berbunyi “Sebaik-baiknya umaro ialah yang mendatangi ulama dan seburuk-suruknya ulama yang mendatangi umaro.”

3. Mempersilahkan camat untuk datang mengecek langsung ke Cihideung agar lebih jelas.

~Sabtu, 21 Januari 1989~

Warsidi menjelaskan orang-orang yang datang ke Talang Sari kepada Camat, Kades Rajabasa Lama, Kadus Talangsari beserta staf pamong praja seluruhnya sekitar 7 orang yang pada saat itu datang meninjau lokasi transmigrasi di Talang Sari.

Pertemuan yang berakhir dengan baik dan memenuhi keinginan yang dimaksud oleh kedua belah pihak, membicarakan konfirmasi camat soal surat balasan Warsidi dan ditutup dengan undangan camat kepada warsidi.

~Minggu, 22 Januari 1989~

Tengah malam, Sukidi, Serma Dahlan AR dan beberapa orang aparat keamanan mendatangi perkampungan, Sukidi dan Serka Dahlan yang bersenjata api masuk ke Musholla al Muhajirin tanpa membuka sepatu laras dan Serma Dahlan AR mencaci maki, mengumpat dengan perkataan “ajaran jama’ah itu bathil, menentang pemerintah, perkampungannya akan dihancurkan” bahkan mengacungkan senjata api dan menantang para jama’ah.

Sekitar 10-an orang jama’ah yang antara lain terdiri dari Arifin, Sono, Marno, Diono, Usman berusaha menahan diri untuk tidak terpancing. Setengah jam kemudian melihat tidak ada respon dari jama’ah, kedua aparat tersebut pergi meninggalkan musholla.

~Kamis, 26 Januari 1989~

Kepala Desa Labuhan Ratu I melayangkan surat bernomor 700.41/LI/I/89 Camat Zulkifli soal Usman, anggota jama’ah Warsidi yang dianggap meresahkan pondok pesantren Al-Islam.

~Jum’at, 27 Januari 1989~

Camat Zulkifli mengirim surat bernomor 220/165/12/1989 kepada Danramil 41121 Way Jepara, Kapten Sutiman untuk meneliti Usman, Jayus dan Anwar yang dalam surat tersebut menurut mereka ketiga orang tersebut mengadakan kegiatan mengatasnamakan agama tanpa sepengetahuan pemerintah.

Dalam surat yang ditembuskan ke Kapolsek dan Kepala KUA Way Jepara, Kades Labuhan Ratu I dan Rajabasa Lama

~Sabtu, 28 Januari 1989~

Kapten Sutiman memerintahkan Kades Labuhan Ratu I, Kades Lanuhan Ratu Induk dan Kades Rajabasa Lama lewat surat bernomor B/313/I/1989 agar menghadapkan ketiga orang jama’ah tersebut pada hari Senen, 30 Januari 1989 atau selambat-lambatnya 1 Februari 1989.

Surat yang ditembuskan kepada Dandim 0411 Metro, oloto pimpinan kecamatan Way Jepara dan Kepala KUA Way Jepara meminta Sukidi untuk menyerahkan daftar nama-nama jema’ah yang pernah dicatatnya bersama Bagian Tata Usaha Koramil 41121 Way Jepara.

~Minggu, 29 Januari 1989~

Jama’ah memperoleh informasi mengenai keputusan Muspika untuk menyerbu perkampungan jama’ah di Cihideung dari Imam Bakri, Roja’I suami ibu lurah Sakeh, salah seorang lurah yang mengikuti pertemuan tersebut. Informasi itu juga diterima jama’ah lainnya yaitu: Joko dan Dayat lewat salah seorang anggota Koramil 41121 Way Jepara yang mengingatkan bahwa dalam minggu-minggu ini perkampungan akan diserbu.

Tak lama kemudian Jayus, salah seorang jama’ah menyaksikan Kepala desa Cihideung dan masyarakat yang berada disekitar perkampungan mengungsi karena tidak merasa melanggar peraturan, jama’ah tetap tinggal di Cihideung untuk menjaga kemungkinan yang tidak diinginkan, jama’ah melaksanakan ronda malam.

~Rabu, 1 Februari 1989~

Kades Rajabasa Lama mengirim surat dengan nomor 40/LP/RBL/1989 kepada Danramil 41121 Way Jepara, Kapt. Sutiman yang meminta untuk membubarkan pondok pesantren jama’ah dengan alasan pengajian gelap dan para anggota jama’ah telah menanti kedatangan aparat untuk memeriksa mereka dengan mempersiapkan bom Molotov. Surat tersebut ditembuskan kepada Kapolsek dan Camat Way Jepara.

Mendapat surat tersebut Kapt. Sutiman langsung menyurati Dandim 0411 Metro dengan nomor surat B/317/II/1989 yang isinya antara lain melaporkan informasi-informasi yang diterima, meminta petunjuk untuk mengambil tindakan dalam waktu dekat dan menyarankan agar menangkapi ke semua jema’ah pada waktu malam hari.

Surat tersebut ditembuskan kepada Muspika Way Jepara, Danrem 043 Garuda Hitam di Tanjung Karang, Kakansospol TK II Lampung Tengah dan Kakandepag TK II Lampung Tengah.

~Kamis, 2 Februari 1989~

Camat Zulkifli menyampaikan informasi lewat surat bernomor 220/207/12/1989 kepada Bupati KDH TK II dan Kakansospol Lampung Tengah yang melaporkan seluruh perkembangan yang mereka dapatkan dan aksi kordinasi dengan Muspika Way Jepara untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.

Pada saat yang sama di pondok Cihideung sekitar Pk 12.00 siang, anak lelaki tak dikenal dengan dengan ciri fisik sangat kekar singgah di pondok. Orang tersebut mengaku habis melihat ladangnya di sekitar Gunung Balak lengkap dengan golok dan pakaian petani yang biasa dikenakan anak lelaki.

Selama di perkampungan orang tersebut sempat makan dirumah Jayus, sholat dzuhur berjama’ah, mendengarkan ceramah di mushola Mujahidin dan bolak-balik ke rumah Jayus-Mushola. Jama’ah menyambut baik tanpa rasa curiga.

~Minggu, 5 Februari 1989~

Sekitar pukul 23.45 – petugas yang terdiri dari Serma Dahlan AR (Ba Tuud Koramil 41121 Way Jepara), Kopda Abdurrahman, Ahmad Baherman (Pamong Desa), Sukidi (Kadus Talangsari III), Poniran (Ketua RW Talangsari III), Supar (Ketua RT Talangsari III) dibantu masyarakat yaitu, Kempul, Sogi dan 2 orang lainnya menyergap salah satu pos ronda jama’ah.

7 orang jama’ah yaitu: Sardan bin Sakip (15 th), Saroko bin Basir (16 th), Parman bin Bejo (19 th), Mujiono bin Sodik (16 th), Sidik bin Jafar (16 tahun), Joko dan Usman ditangkap, Joko terluka parah dihantam popor senjata. Tapi kemudian Joko dan Usman berhasil meloloskan diri.

Malam itu juga, Warsidi dan sekitar 20-an jama’ah berkumpul dan mengirim 11 orang jama’ah: Fadilah, Heriyanto, Tardi, Riyanto, Munjeni, Sugeng, Muchlis, Beni, Sodikin, Muadi dan Abadi Abdullah untuk membebaskan kelima orang jama’ah yang ditangkap.

~Senin, 6 Februari 1989~

Pukul 08.30 – Serma Dahlan AR menyerahkan ke lima orang tersebut ke Kodim 0411 Metro. Kemudian Kasdim Mayor Oloan Sinaga mengirim berita ke Muspika dan melapor ke Danrem 043 Gatam tentang rencana penyergapan lanjutan ke Cihideung.

Pukul 09.30 – Kasdim bersama 9 anggotanya antara lain Sertu Yatin, Sertu Maskhaironi, Koptu Muslim, Koptu Sumarsono, Koptu Taslim Basir, Koptu Subiyanto dan Pratu Kastanto (pengemudi jeep), Pratu Idrus dan Pratu Gede Sri Anta, tiba di Rajabasa Lama.

Muspika menyampaikan situasi dan keadaan di lokasi Talangsari III, Kasdim oloto petunjuk dan pengarahan kepada rombongan sebelum berangkat ke lokasi.

Sekitar Pukul 11.00 – Rombongan bersama Muspika, Kades Rajabasa Lama, Kadus Talangsari III dengan menggunakan 2 buah kendaraan jenis jip dan 5 buah sepeda motor Danramil Way jepara Kapten Sutiman, beserta 2 regu pasukannya, menyerbu Cihideung.

Tanpa didahului dialog dan memberikan peringatan terlebih dahulu, mereka menembaki perkampungan pada saat jama’ah baru tiba dari sawah dan oloto. Penyerbuan diawali dengan tembakan 1 kali dari rombongan aparat. Kemudian disambut pekik takbir oleh jama’ah.

Pekik takbir itu dibalas dengan tembakan beruntun oleh aparat. Melihat serbuan molotov, masyarakat yang masih berpakaian dan memegang alat-alat pertanian seperti cangkul, parang, golok dan lain-lain berusaha mempertahankan diri.

Dalam penyerbuan yang berlangsung sekitar setengah jam. Kapten Sutiman tewas, sertu Yatin cedera, Mayor Sinaga dan pasukannya kabur, Jip dan 4 sepeda motor ditinggal dilokasi.

Dipihak jama’ah, dua orang cedera berat. Ja’far tertembak dan jama’ah dari Jawa Barat cedera dibacok Sutiman yang membawa senjata api dan senjata tajam sekaligus.

Pukul 12.30 – Rombongan Sinaga sampai di Puskesmas untuk menyerahkan Sertu Yatin lalu melaporkan kejadian tersebut ke Korem 043 Gatam dan Polres Lampung Tengah.

Pukul 14.00 – Fadilah mewakili kelompok 11 melaporkan kegagalan upaya pembebasan 5 orang yang disergap karena kesiangan.

Fadilah kemudian diperintahkan Warsidi ke Zamzuri di Sidorejo untuk mengabarkan:

berita serbuan Danramil dan terbunuhnya Kapt. Sutiman;

Instruksi untuk membuat aksi yang dapat mengalihkan perhatian aparat agar mereka dapat mengungsi dan menyelamatkan diri dari kemungkinan adanya rencana penyerbuah lanjutan.

Pukul 15.00 – Wakapolres Lampung Tengah bersama anggotanya tiba di Rajabasa Lama.

Pukul 17.00 – Kasrem 043 Gatam, Letkol Purbani bersama anggotanya tiba di Rajabasa Lama dan memimpin pengintaian. Pada saat yang sama, Fadila tiba di Sidorejo.

Pukul 18.00 – Bupati Lampung Tengah Pudjono Pranyoto bersama rombongan tiba di Rajabasa Lama.

Pukul 18.30 – Danrem 043 Gatam, Kolonel Hendropriyono beserta pasukan tiba di Rajabasa Lama.

Pukul 20.30 – 11 orang jama’ah mencarter Bus Wasis untuk digunakan sebagai transportasi ke Metro. Didalam bus tersebut jama’ah menemukan Pratu budi Waluyo. Setelah terjadi dialog, Pratu Budi mengaku berasal dari Way Jepara. Karena dianggap termasuk orang yang menculik 5 orang jama’ah anggota TNI itu dibunuh.

Mayatnya dibuang didaerah Wergen antara Panjang dan Sidorejo. Jema’ah juga mencederai supir dan kenek bus tersebut.

Pukul 24.00 – Riyanto melemparkan bom molotov ke kantor redaksi Lampung Pos yang memberitakan kasus secara tidak berimbang dan cenderung mendeskreditkan korban. Aksi tersebut juga memang di niatkan untuk mengalihkan perhatian aparat.

~Selasa, 7 Februari 1989~

Pukul 24.00 -- Terdengar 2 kali suara tembakan dari arah Timur. Sugeng (jama’ah Jakarta) membalas sekali tembakan dengan pistol yang ditinggal tewas Kapt. Soetiman.

Pukul 03.00 -- Salim seorang jama’ah yang melakukan ronda di pos sebelah selatan memergoki 2 orang tentara yang ingin mendekat ke lokasi jama’ah. Karena dipergoki kedua orang tentara tersebut melarikan diri.

Pukul 05.30 -- Danrem 043 Garuda Hitam Kol. Hendropriyono bersama lebih dari satu batalion pasukan infantri dibantu beberapa Kompi Brimob, CPM dan Polisi setempat mengepung dan menyerbu perkampungan Cihideung dengan posisi tapal kuda. Dari arah Utara (Pakuan Aji), Selatan (Kelahang) & timur (Kebon Coklat, Rajabasa Lama). Sementara arah barat yang ditumbuhi pohon singkong dan jagung dibiarkan terbuka.

    Pasukan yang dilengkapi senjata modern M-16, bom pembakar (napalm), granat dan dua buah helikopter yang membentengi arah barat.

Pasukan yang dilengkapi senjata modern M-16, bom pembakar (napalm), granat dan dua buah helikopter yang membentengi arah barat. Melihat penyerbuan terencana dan besar-besaran, dan tidak ada jalan keluar bagi jama'ah untuk meyelamatkan diri, jama'ah hanya bisa membentengi diri dengan membekali senjata seadanya. Tanpa ada dialog dan peringatan, penyerangan dimulai.

Pukul 07.00 -- Karena kekuatan yang tidak seimbang, pasukan yang dipimpin mantan menteri Transmigrasi Hendropriono ini berhasil menguasai perkampungan jama'ah dan memburu jama'ah.

Dalam perburuan itu, aparat memaksa Ahmad (10 th) anak angkat Imam Bakri sebagai penunjuk tempat-tempat persembunyian dan orang yang disuruh masuk kedalam rumah-rumah yang dihuni oleh ratusan jema’ah yang kebanyakan terdiri dari wanita dan anak-anak.

Setelah menggunakan Ahmad, aparat berhasil mengeluarkan paksa sekitar 20 orang ibu-ibu dan anak-anak dari pondok Jayus. Ibu Saudah, salah satu korban yang dikeluarkan paksa sudah melihat sekitar 80-an mayat yang bergelimpangan disana-sini hasil serangan aparat sejak pukul 05.30 tadi pagi.

    Ibu Saudah, salah satu korban yang dikeluarkan paksa sudah melihat sekitar 80-an mayat yang bergelimpangan disana-sini hasil serangan aparat sejak pukul 05.30 tadi pagi.

Setelah dikumpulkan ke-20-an ibu-ibu dan anak-anak dipukul dan ditarik jilbabnya sambil dimaki-maki aparat “Ini istri-istri PKI”. Didepan jama’ah seorang tentara mengatakan “perempuan dan anak-anak ini juga harus dihabisi, karena akan tumbuh lagi nantinya”.

Pukul 07.30 -- Tentara mulai membakar pondok-pondok yang berisi ratusan jama’ah dan anak-anak rumah panggung, dengan memaksa Ahmad menyiramkan bensin dan membakarnya.

Dibawah ancaman senjata aparat, Ahmad berturut-turut diperintahkan untuk membakar rumah Jayus, Ibu Saudah, pondok pesantren dan bangunan-bangunan yang diduga berisi 80-100 orang terdiri dari bayi, anak-anak, ibu-ibu banyak diantaranya yang masih hamil, remaja dan orang tua dibakar disertai dengan tembakan-tembakan untuk meredam suara-suara teriakan lainnya.

    Dibawah ancaman senjata aparat, Ahmad berturut-turut diperintahkan untuk membakar rumah Jayus, Ibu Saudah, pondok pesantren dan bangunan-bangunan yang diduga berisi 80-100 orang terdiri dari bayi, anak-anak, ibu-ibu banyak diantaranya yang masih hamil, mayat Pak Warsidi dan Imam Bakri ditemukan setelah Purwoko hampir membolak-balik 80-an mayat.

Sambil membakar rumah-rumah tersebut, Purwoko (10 th) dipaksa aparat untuk mengenali wajah Warsidi dan Imam Bakri diantara mayat-mayat jama’ah yang bergelimpangan. Mayat Pak War dan Imam Bakri ditemukan setelah Purwoko hampir membolak-balik 80-an mayat.

Pukul 09.30 -- Setelah ditemukan, kedua mayat tersebut kemudian diterlentangkan di pos jaga jama’ah dengan posisi kepala melewati tempat mayat tersebut diterlentangkan (mendengak-leher terbuka-). Tak berapa lama, seorang tentara kemudian menggorok leher kedua mayat tersebut.

Pukul 13.00 -- Kedua puluhan ibu dan anak-anak tadi kemudian berjalan kaki sekitar 2 Km untuk dibawa ke Kodim 0411 Metro .

Pukul 16.00 -- Hendropriyono mengintrogasi ibu-ibu tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan: Ikut pengajian apa? Apa yang diajarkan? Gurunya siapa? Dan menerangkan bahwa jama’ah Warsidi batil karena menentang Pancasila dan mengamalkan ajaran PKI.

Pukul 17.00 -- Jama’ah kemudian dimasukan ke dalam penjara.

Sementara di Sidorejo pada pagi harinya atas informasi, Sabrawi, supir bis Wasis, aparat bersama warga mengepung rumah Zamjuri. Bersama Zamzuri ada 8 orang jema’ah yaitu: Munjeni, Salman Suripto, Soni, Diono, Roni, Fahrudin, Isnan dan Mursalin Karena dituduh perampok oleh aparat, terjadilah bentrok dengan Polsek Sidorejo. Serma Sudargo (Polsek Sidorejo), Arifin Santoso (Kepala Desa Sidorejo) tewas.

Dipihak jama'ah, Diono, Soni dan Mursalin tewas, sedangkan Roni terluka tembak.

~Kamis, 9 Februari 1989~

Pukul 08.40 -- Jama'ah yang marah mendengar kebiadaban dan penahanan jama’ah di Kodim 0411 Metro tersebut menyerbu Kodim dan Yonif 143.

Dalam penyerbuan itu, 6 orang jama'ah tewas. Sedangkan dipihak aparat pratu Supardi, Kopda Waryono, Kopda Bambang Irawan luka-luka terkena sabetan golok. Satu sepeda motor terbakar dan kaca depan mobil kijang pick up pecah.

Dua minggu kemudian Tahanan ibu-ibu di Kodim dipindahkan ke Korem 043 Gatam. Di Korem, Hendropriyono memerintahkan anak buahnya untuk melepas paksa jilbab-jilbab ibu-ibu jama’ah sambil berkata “tarik saja, itu hanya kedok”.

    Di Korem, Hendropriyono memerintahkan anak buahnya untuk melepas paksa jilbab-jilbab ibu-ibu jama’ah sambil berkata “tarik saja, itu hanya kedok”.

Penangkapan sisa-sisa anggota jama'ah oleh aparat dibantu masyarakat oleh operasi yang disebut oleh Try Sutrisno Penumpasan hingga ke akar-akarnya.

Penangkapan para aktivis islam di Jakarta, Bandung, solo, Boyolali, Mataram, Bima & Dompu melalui operasi intelejen yang sistematis, sehingga banyak diantaranya sama sekali tidak mengetahui kejadian tersebut.

Berdasarkan data Korban hasil verifikasi investigasi Kontras 2005, yakni :

1. Korban Penculikan : 5 orang

2. Korban Pembunuhan di luar proses hukum : 27 orang

3. Korban Penghilangan Paksa : 78 orang

4. Korban Penangkapan Sewenang-wenang : 23 orang

5. Korban Peradilan yang Tidak Jujur : 25 orang

6. Korban Pengusiran (Ibu dan Anak) : 24 orang.

Biadab, pengajian dan dakwah Islam diberangus oleh tindakan pembunuhan massal.

Tindakan keji pada sekelompok warga sipil tak bersenjata diberangus dengan tindakan ala perang militer yang sadis.

Tindakan ini bukan semata-mata pengajian yang difitnah ada unsur JI sebagaimana tudingan Riyanto disini Melawan Lupa (1): Kasus Talangsari, Jama'ah Islamiyah dan Komnas HAM 01. Tulisan ini menjadi fakta untuk membantah tulisan Riyanto bahwa ada kekerasan dalam doktrin agama.

Rakyat sipil, ibu-ibu, anak-anak dan warga tak berdosa dilumat ketamakan dan kekejaman aktor intelektualnya. Dengan dalih apapun, kekerasan pada anak-anak dan kaum lemah tak berdosa tak bisa dibenarkan.

    Faktanya ada 'license to kill' dan menghantarkan komandannya ke tampuk kekuasaan pada saat mendatang.

Sudah lebih dari 25 tahun kasus Talangsari berlalu. Bahkan tahun 2008 silam satu per satu pihak yang terkait kasus itu diperiksa Komnas HAM. Selama 2,5 jam, mantan Menkopolkam Sudomo diperiksa Komnas HAM.



Dalam pemeriksaan itu, Sudomo mengaku tidak mengetahui pasti yang terjadi di lapangan. Saat itu yang bertanggung jawab di lapangan adalah Komandan Korem yang dijabat Hendropriyono.

"Yang mengetahui itu Koramil, Korem, Kodam, KSAD, dan Panglima. Itu urutan pertanggungjawabannya, bukan hanya di sini (pusat) tapi di sana (daerah). Yang pertama tahu Korem. Saya sifatnya berkoordinasi sebagai Menkopolkam," ujar Sudomo.

Hal itu dia sampaikan usai diperiksa oleh dua orang komisioner Komnas HAM Yoseph Adi Prasetyo dan Supriadi di Komnas HAM, Jl Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2008).

Sudomo mengatakan, dia dimintai keterangan untuk menjelaskan peristiwa kasus Talangsari yang terjadi pada tahun 1989.

Saat itu ada sebuah pondok pesantren yang menempati hutan lindung di wilayah Talangsari, Lampung. "Korem saat itu dijabat Hendropriyono. Dia yang mengecek ke sana. Saat itu warga menolak dan ada anggota yang dibacok. Jadi ada miss understanding dengan warga karena kita ingin melakukan sosialiasi dan mengetahui latar belakang, lantas ada peristiwa itu (pembataian)," ujar mantan KSAL ini.

Saat peristiwa itu terjadi tidak langsung dibentuk tim investigasi untuk melakukan tindakan. Hal itulah yang menjadi kesulitan.

Sudomo menjelaskan, peristiwa Talangsari saat itu tidak ada kaitannya dengan politik. Jika akan dibawa ke pengadilan, yang bertanggung jawab dan yang terlibat akan diketahui.

"Peristiwa itu diketahui setelah ada kejadian dan ada laporan, tapi saya waktu itu minta agar Menhankam/Panglima ABRI seharusnya dipisah. Tetapi saat itu dijabat 1 orang untuk menyelesaikan persoalan itu," jelasnya.

"Mengenai perintah tembak di tempat bagaimana Pak?" tanya wartawan. "Saya tidak tahu karena yang bertanggung jawab di lapangan itu Danrem yakni Pak Hendro. Pak Hendro seharusnya datang hari ini untuk memberikan keterangan. Tetapi saya tidak tahu," tandasnya.

Peristiwa Talangsari Lampung terjadi pada 6-7 Februari pada 1989. Saat itu terjadi serangan yang dilakukan Korem Garuda Hitam 043 Lampung terhadap sebuah kelompok pengajian di Way Jepara, Talangsari Lampung.

Kelompok tersebut dituduh sebagai kelompok yang ingin mendirikan negara Islam dan sebaliknya dianggap anti Pancasila. Bahkan distigma dengan Islam sesat. Akibat dari serangan tersebut banyak korban berjatuhan. Padahal hanya permainan sang aktor kristen anti Islam LB Moerdani melalui anak muridnya Hendropriono.

Sang Aktor Kebencian LB Moerdani, Hingga  Hendropriono. Barisan Anti Islam meski pada sebuah sajadah

Hartono Mardjono sebagaimana dikutip Republika tanggal 3 Januari 1997 mengatakan bahwa rekrutan perwira Kopassus sangat diskriminatif terhadap yang beragama Islam, misalnya kalau direkrut 20 orang, 18 di antaranya adalah perwira beragama non Islam dan dua dari Islam.

Perilaku sadis tak hanya ditampakkan anak didiknya Hendropriono, benci yang teramat dalam juga ditunjukkan seniornya LB Moerdani. Banyak buku sejarah yang sudah membahas hal ini, dan salah satunya cerita dari Kopassus di masa kepanglimaan Benny.

Saat Benny menginspeksi ruang kerja perwira bawahan dia melihat sajadah di kursi dan bertanya "Apa ini?", jawab sang perwira, "Sajadah untuk shalat, Komandan." Benny membentak "TNI tidak mengenal ini." Benny juga sering mengadakan rapat staf pada saat menjelang ibadah Jumat, sehingga menyulitkan perwira yang mau sholat Jumat.

Penelitian Salim Said juga menemukan hal yang sama bahwa para perwira yang menonjol keislamannya, misalnya mengirim anak ke pesantren kilat pada masa libur atau sering menghadiri pengajian diperlakukan diskriminatif dan tidak akan mendapat kesempatan sekolah karena sang perwira dianggap fanatik, sehingga sejak saat itu karir militernya suram.

Silakan perhatikan siapa para perwira tinggi beken yang diangkat dan menduduki pos penting pada masa Benny Moerdani menjadi Pangad atau Menhankam seperti Sintong Panjaitan; Try Sutrisno; Wiranto; Rudolf Warouw; Albert Paruntu; AM Hendropriyono; Agum Gumelar; Sutiyoso; Susilo Bambang Yudhoyono; Luhut Panjaitan; Ryamizard Ryacudu; Johny Lumintang; Albert Inkiriwang; Herman Mantiri; Adolf Rajagukguk; Theo Syafei dan lain sebagainya akan terlihat sebuah pola tidak terbantahkan bahwa perwira yang diangkat pada masa Benny Moerdani berkuasa adalah non Islam atau Islam abangan (yang tidak dianggap "fanatik" atau berada dalam golongan "islam santri" menurut versi Benny).
Sudah belasan tahun kasus Talangsari berlalu. Kini satu per satu pihak yang terkait kasus itu diperiksa Komnas HAM. Selama 2,5 jam, mantan Menkopolkam Sudomo diperiksa Komnas HAM.

Dalam pemeriksaan itu, Sudomo mengaku tidak mengetahui pasti yang terjadi di lapangan. Saat itu yang bertanggung jawab di lapangan adalah Komandan Korem yang dijabat Hendropriyono.

"Yang mengetahui itu Koramil, Korem, Kodam, KSAD, dan Panglima. Itu urutan pertanggungjawabannya, bukan hanya di sini (pusat) tapi di sana (daerah). Yang pertama tahu Korem. Saya sifatnya berkoordinasi sebagai Menkopolkam," ujar Sudomo.

Hal itu dia sampaikan usai diperiksa oleh dua orang komisioner Komnas HAM Yoseph Adi Prasetyo dan Supriadi di Komnas HAM, Jl Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2008).

Sudomo mengatakan, dia dimintai keterangan untuk menjelaskan peristiwa kasus Talangsari yang terjadi pada tahun 1989. Saat itu ada sebuah pondok pesantren yang menempati hutan lindung di wilayah Talangsari, Lampung.
"Korem saat itu dijabat Hendropriyono. Dia yang mengecek ke sana. Saat itu warga menolak dan ada anggota yang dibacok. Jadi ada miss understanding dengan warga karena kita ingin melakukan sosialiasi dan mengetahui latar belakang, lantas ada peristiwa itu (pembataian)," ujar mantan KSAL ini.

Menurut Sudomo, kasus Talangsari dibuka kembali mungkin karena ada tuntutan dari korban atau untuk mencari data. Saat peristiwa itu terjadi tidak langsung dibentuk tim investigasi untuk melakukan tindakan. Hal itulah yang menjadi kesulitan. - See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/06/08/30822/am-hendropriono-dalang-pembunuhan-tragedi-munir-talangsari-lampung/#sthash.vbUusU8c.yvIEbSht.dpuf

Kesaksian Salim Said ini merupakan titik tolak paling penting guna membongkar berbagai kerusuhan yang tidak terungkap seperti Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan 13-14 Mei 1998, yang akan kita bongkar di bawah ini menjadi rajutan ke kekerasan Tanjung Priok 1984 & Talangsari 1989 dengan aktor intelektual yang sama.

Kedekatan CSIS dan Sofjan Wanandi sudah terbangun puluhan tahun, ia yang mengumpulkan massa menyerbu kantor PDI dan selama ini dianggap perpanjangan tangan Soeharto ternyata agen ganda bawahan Benny Moerdani, dan tentu saja saat itu Agum Gumelar dan AM Hendropriyono, dua murid Benny Moerdani berada di sisi Megawati atas perintah Benny Moerdani sebagaimana disaksikan Jusuf Wanandi dari CSIS dalam Memoirnya, A Shades of Grey/Membuka Tabir Orde Baru.

Bila dihubungkan dengan grup yang berkumpul di sisi Jokowi maka sudah jelas bahwa CSIS; PDIP; Budiman Sejatmiko, Agum Gumelar; Hendropriyono; Fahmi Idris; Megawati; Sutiyoso ada di pihak Poros JK mendukung Jokowi-JK demi menghalangi upaya Prabowo naik ke kursi presiden.

Tidak heran kelompok status quo dari kalangan perwira Benny Moerdani membenci Prabowo karena yang menghancurkan cita-cita mendeislamisasi Indonesia itu dengan membentuk ICMI.

Mengapa Benny Moerdani dan CSIS mau mendeislamisasi Indonesia?

Karena CSIS didirikan oleh agen CIA, Pater Beek yang awalnya ditempatkan di Indonesia untuk melawan komunis, namun setelah komunis kalah dia membuat analisa bahwa lawan Amerika berikutnya di Indonesia hanya dua, "Hijau ABRI" dan "Hijau Islam".

Lalu, Peter Beek menyimpulkan ABRI bisa dimanfaatkan untuk melawan Islam, maka berdirilah CSIS yang dioperasikan oleh anak didiknya di Kasebul, Sofjan Wanandi, Jusuf Wanandi, Harry Tjan Silalahi, mewakili ABRI: Ali Moertopo, dan Hoemardani (baca kesaksian George Junus Aditjondro, murid Pater Beek).

    Pater Beek yang awalnya ditempatkan di Indonesia untuk melawan komunis namun setelah komunis kalah dia membuat analisa bahwa lawan Amerika berikutnya di Indonesia hanya dua, "Hijau ABRI" dan "Hijau Islam"

Tidak percaya gerakan anti Prabowo di kubu Golkar-PDIP-Hanura-NasDem ada hubungan dengan kelompok anti Islam santri yang dihancurkan Prabowo?

Silakan perhatikan satu per satu nama-nama yang mendukung Jokowi-JK, ada Ryamizard Ryacudu (menantu mantan wapres Try Sutrisno-agen Benny untuk persiapan bila Presiden Soeharto mangkat).

Ada Agum Gumelar-Hendropriyono (dua malaikat pelindung/bodyguard Megawati yang disuruh Benny Moerdani); ada Andi Widjajanto (anak Theo Syafeii) ada Fahmi Idris (rumahnya adalah lokasi ketika ide Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 pertama kali dilontarkan Benny Moerdani); ada Luhut Panjaitan; ada Sutiyoso; ada Wiranto dan masih banyak lagi yang lain.

Lho, Wiranto anak buah Benny Moerdani? Benar sekali, bahkan Salim Said dan Jusuf Wanandi mencatat bahwa Wiranto menghadap Benny Moerdani beberapa saat setelah dilantik sebagai KSAD pada Juni 1997. Saat itu Benny memberi pesan sebagai berikut:

"Jadi, kau harus tetap di situ sebab kau satu-satunya orang kita di situ. Jangan berbuat salah dan jangan dekat dengan saya sebab kau akan dihabisi Soeharto jika dia tahu."

(Salim Said, halaman 320)

1. Menjatuhkan lawan menggunakan "gerakan massa" adalah keahlian Ali Moertopo (guru Benny Moerdani) dan CSIS sejak Peristiwa Malari di mana malari meletus karena provokasi Hariman Siregar, binaan Ali Moertopo (lihat kesaksian Jenderal Soemitro yang dicatat oleh Heru Cahyono dalam buku Pangkopkamtib Jenderal Soemitro dan Peristiwa 15 Januari 74 terbitan Sinar Harapan).

2. Menurut catatan TGPF Kerusuhan Mei 98 penggerak lapangan adalah orang berkarakter militer dan sangat cekatan dalam memprovokasi warga menjarah dan membakar. Ini jelas ciri-ciri orang yang terlatih sebagai intelijen, dan baik Wiranto maupun Prabowo adalah perwira lapangan tipe komando bukan tipe intelijen, dan saat itu hanya Benny Moerdani yang memiliki kemampuan menggerakan kerusuhan skala besar karena dia mewarisi taktik dan jaringan yang dibangun Ali Moertopo (mengenai jaringan yang dibangun Ali Moertopo bisa dibaca di buku Rahasia-Rahasia Ali Moertopo terbitan Tempo-Gramedia).

Siapa dia? Ada dengan LB Moerdani, Try Sutrisno, Wiranto hingga AM Hendropriono? Bersambung ke Melawan Lupa (4) : disini

Berita Terkait Jenderal Jagal Pelanggar HAM Dukung Jokowi :

Melawan Lupa (1): Kasus Talangsari, Jama'ah Islamiyah dan Komnas HAM 01

Melawan Lupa (2): Beberapa Nama, Saksi Palsu dan Islah Talangsari

Melawan Lupa (3): 'Licence To Kill' Muslim Talangsari Lampung 1989

Melawan Lupa (4): 'License To Kill' ABRI Merah & LB Moerdani Cs

Melawan Lupa (5): Peran 'Jenderal Jagal' LB Moerdani Pada Kerusuhan 1998
Melawan Lupa (4): 'License To Kill' ABRI Merah & LB Moerdani Cs - See more at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/06/09/30835/melawan-lupa-4-license-to-kill-abri-merah-lb-moerdani-cs/#sthash.aD1LxQs1.dpuf

AM Hendropriono Dalang Pembunuhan Tragedi Munir, Talangsari, Lampung

Riyanto 'Talangsari': Komnas HAM & Kontras Lestarikan Citra Buruk Pada Islam

Susilo Bambang Yudhoyono Adalah Penerus LB Moerdani

Jangan remehkan lawan anda karena lawan akan mudah menyerang anda kembali. Begitulah bunyi kata bijak tentang perlunya mawas diri dan mengetahui lawan anda.

Demikian halnya dengan Presiden SBY, ia tidak selemah yang anda kira. Jika Anda adalah salah satu dari sekian banyak rakyat Indonesia yang meremehkan SBY dengan segala stigma yang dilekatkan kepadanya di media-media nasional yang terkait dengan karakter dan kinerjanya selama menjadi presiden, misalnya “Jenderal kok peragu”, atau “Jenderal belakang meja”, atau “SBY lamban seperti kerbau” atau “Jenderal yang hobi curhat”, dan lain sebagainya.

Dari sisi karakter atau sifat, tampaknya SBY termasuk dalam orang-orang yang bersifat plegmatif yang dari luar selalu terkesan peragu, pendiam, lamban dan perlu didorong. Akan tetapi karakter pragmatif yang terlalu sering ditekan dapat membalas dengan lebih keras sekali dia membulatkan tekad bahwa dia telah cukup bersabar dengan para penganggu. Jadi secara teoritis orang plegmatis hanya tampak lemah di luar tetapi sebenarnya mereka berkarakter kuat.

Selain itu, kita juga melupakan bahwa SBY memang bukan jenderal yang ahli pertempuran lapangan sehingga tidak heran secara wibawa dia kalah dan tampak tidak setegas dari purnawirawan jenderal lain, katakanlah Prabowo, namun demikian jenjang karir SBY sebagai intelejen ABRI (sekarang TNI) justru dapat membuatnya jauh lebih misterius dibandingkan purnawirawan jenderal lain.

Secara historis, SBY adalah pelaku reformasi bangsa namun kita memang bangsa yang terlalu lelah dan pelupa pada banyaknya agen spin doctor yang membuat kita lupa dengan kejahatan penguasa negara beserta mafianya.

Faktanya pada akhir 2013 tahun ini rakyat memang benar-benar lupa jasa SBY sebagai lokomotif utama reformasi yang di akibatkan dengan kasus-kasu yang belakangan mencuat, dari Century, Hambalang, SKK Migas bahkan penyadapan Ibu Ani SBY.

Ingat, SBY itu intelijen militer yang berperan dalam membangun musuh bersama rakyat dalam melengserkan Suharto.

Kembali ke peran SBY, berkat operasi intelijen yang dilakukannyalah maka “para pseudo reformis” dapat menjatuhkan Pak Harto yang saat itu dikawal dua jenderal paling kuat, Wiranto sebagai mantan ajudan dan Prabowo yang masih menantunya, termasuk dengan penyebaran press release tanpa izin Wiranto bahwa ABRI sudah tidak mendukung Soeharto. Jadi “Bapak Reformasi” yang sebenarnya adalah SBY dan bukan Amien Rais atau yang lain.

Saat itu dengan hanya bergerak di belakang layar, SBY bukan saja mampu mendorong jalannya reformasi, akan tetapi juga mengambil kesempatan dari rivalitas antara Wiranto dan Prabowo untuk kemudian memetik hasilnya sehingga sanggup menjadi presiden Indonesia sebanyak dua periode dan membangun Dinasti Cikeas.

Dari sisi apapun jelas operasi senyap yang dilakukan intelejen lebih efektif dan efisien daripada operasi terbuka. Terbukti mayoritas lawan politik SBY hari ini mulai dibungkam melalui serangkaian operasi intelejen senyap yang mana tanpa mereka duga tiba-tiba mereka ditangkap oleh KPK atau aparat lain.

Bisa di bilang sejauh ini SBY adalah satu-satunya pewaris dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.

    dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.

Karena itu rakyat agar tetap Waspada!

SBY, demi mengejar kekuasaan pribadi dengan menggadaikan SDA negara untuk kekuasaan dan menikam 3 Presiden sebelumnya, yakni Suharto, Gus Dur dan Megawati. 

Karena SBY adalah generasi baru dinasti intelijen militer Indonesia pasca matinya LB. Moerdani.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2013/12/16/28150/the-godfather-16-sby-penerus-lb-moerdani-sumber-masalah-indonesia/#sthash.AfVrt7Uh.dpuf

Innalillah, Jenderal-Jenderal Dalang Kerusuhan Mei 1998 Mendukung Jokowi


Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!
 72  3  1 Print Friendly and PDF
Intelligent Leaks lainnya:

    * Melawan Lupa (1): Kasus Talangsari, Jama'ah Islamiyah dan Komnas HAM 01
    * Melawan Lupa (2): Beberapa Nama, Saksi Palsu dan Islah Talangsari
    * MafiaWar (21): Membongkar Tokoh Dibalik Pembunuhan Munir
    * The Godfather (25): Real Godfather is SBY, Intervensi Bubarkan Pendukung Jokowi
    * Perang Jenderal Kubu Jokowi vs Prabowo. Siap-siap Perang Strategi?
    * Gempar! Video Tokoh Syiah Ucapkan Selamat Pada Jalaludin Rahmat & Jokowi
    * Prabowo Vs Jokowi, Siapa Terpercik Black Campaign & Negative Campaign?
    * Wartawati Senior: Jokowi Incar Kursi Presiden Sejak Sebulan Jadi Gubernur




Home  |  Intelligent Leaks  |  Melawan Lupa (4): 'License To Kill' ABRI Merah & LB Moerdani Cs

 

 

 

 

 

Berita Terkait


Senin, 15 Sya'ban 1435 H / 9 Juni 2014 18:49 wib

Melawan Lupa (4): 'License To Kill' ABRI Merah & LB Moerdani Cs

Sepak terjang jenderal jagal dari kalangan ABRI merah yang dipimpin kristen dan dimotori oleh LB Moerdani yang anak didik Ali Moertopo sepanjang 30 tahun terakhir di Indonesia tak bisa dilupakan begitu saja.
Rentetan kekejian, pembunuhan massal pada ratusan jiwa syuhada Indonesia wajib dituntut hingga ke akar-akarnya. Tak puas menjadi jenderal jagal, LB Moerdani membentuk murid-murid dari kalangan islam yang tidak taat alias abangan untuk melestarikan kedigdayaannya. Muridnya adalah Try Sutrisno, LB Moerdani, Agum Gumelar, Hendropriono hingga Wiranto dan bahkan Presiden SBY.
Jendral Leonardus Benny Moerdani adalah orang kuat di lingkungan ABRI pada awal dekade 80-an. Salah satu "legenda" dalam sejarah ABRI ini lulusan Candradimuka tahun 1950. Tampilnya ia ke permukaan merupakan simbol peralihan tongkat estafet dari generasi 45 ke generasi penerus.

?
Awal karirnya, ia berjuang sebagai prajurit komando. Bersama Letkol Untung Syamsuri (kelak dikenal sebagai pemimpin G30S/PKI), Benny Moerdani menorehkan prestasi membanggakan saat perjuangan merebut Irian Barat. Lantaran prestasinya itu sempat ditawari Presiden Soekarno untuk masuk Resimen Tjakrabhirawa. Tetapi ia menolak, sesuatu yang langka terjadi pada saat itu, karena kebanyakan tentara menganggap melayani Presiden Soekarno adalah suatu kebanggaan.
?
Hampir seluruh karir militernya dihabiskan untuk mengurus soal-soal intelijen. Setelah berselisih pendapat dengan Letjen Ahmad Yani, LB Moerdani harus meninggalkan korps baret merah kebanggaannya (baca LB Moerdani dan Baret Merah). Ia pun memulai karir sebagai perwira intelijen. "Medan perang" nya mula-mula adalah Malaysia, kemudian dipindah tugaskan ke Seoul, Korea selatan.
?
Setelah Peristiwa Malari 1974, ia dipanggil ke Jakarta oleh Ali Moertopo untuk menangani masalah-masalah intelijen Hankam. Brigjen LB Moerdani adalah generasi intelijen berikutnya yang dipercaya Soeharto setelah Ali Moertopo dan Yoga Soegomo. Jendral Moerdani bersama-sama Ali Moertopo terlibat dalam CSIS (Center for Strategic and International Studies) (lembaga studi yang banyak membantu Soeharto dalam merumuskan kebijakan-kebijakan Orde Baru. Peran CSIS kelak tersaingi ICMI yang diketuai BJ Habibie dan peran serta ABRI Hijau seperti Prabowo). Sampai tahun 1998, nama Jendral LB Moerdani masih dikait-kaitkan dengan agenda pihak oposisi untuk menggantikan kekuasaan Soeharto.
Salah satunya tragedi pembataian yang di arsiteki LB Moerdani adalah

1) Pembantaian kaum muslim indonesia di Tanjung Priok 1984

2) Pembantaian Jamaah Warsidi di Talangsari Lampung 1989
3) Skenario Kejatuhan Suharto 1998
dan lainnya.
Setelah membahas Melawan Lupa (3): 'License To Kill' Muslim Talangsari Lampung 1989 saatnya kita beranjak ke peristiwa tak kalah sadis 5 tahun sebelum tragedi Talangsari
Tragedi ABRI Merah Bantai Umat Islam di Tanjung Priok
Kronologis:
12 September 1984, tengah malam.

Tanjungpriok bersimbah darah, ratusan umat Islam tersungkur ke tanah, tertembus timah panas yang menyalak dari senjata otomatis ratusan tentara.

Mereka yang masih hidup dan tidak sempat berlari, ditendang, diinjak-injak, dan dihajar denagn popor senjata hingga tewas.

Drama pembantaian keji itu berlanjut dengan datangnya senjumlah truk tentara. Tubuh-tubuh tanpa nyawa itu terlempar begitu saja ke atas truk, seperti buruh melempar karung beras.

Ditumpuk seperti ikan pindang. Menyusul kemudian sejumlah ambulans dan mobil pemadam kebakaran. Kendaraan terakhir membersihkan sepanjang jalan itu dari simbahan darah.

Maka keesokkan harinya, nyaris tak dijumpai lagi jejak kebiadaban itu.? (dari buku Tanjungpriok Berdarah, Tanggung Jawab Siapa?, kumpulan fakta dan data, Gema Insani Press)

Saksi Mata Ust. Abdul Qadir Djaelani Abdul Qadir Djaelani adalah salah seorang ulama yang dituduh oleh aparat keamanan sebagai salah seorang dalang peristiwa Tanjung Priok.

Karenanya, ia ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Sebagai seorang ulama dan tokoh masyarakat Tanjung Priok, sedikit banyak ia mengetahui kronologi peristiwa Tanjung Priok.

Ini petikan kesaksian Abdul Qadir Djaelani terhadap peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984, yang tertulis dalam eksepsi pembelaannya berjudul ?Musuh-musuh Islam Melakukan Ofensif terhadap Umat Islam Indonesia?.

~Tanjung Priok, Sabtu, 8 September 1984~

Dua orang petugas Koramil (Babinsa) tanpa membuka sepatu, memasuki Mushala as-Sa?adah di gang IV Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka menyiram pengumuman yang tertempel di tembok mushala dengan air got (comberan).

Pengumuman tadi hanya berupa undangan pengajian remaja Islam (masjid) di Jalan Sindang. Tanjung Priok, Ahad, 9 September 1984 Peristiwa hari Sabtu (8 September 1984) di Mushala as-Sa?adah menjadi pembicaran masyarakat tanpa ada usaha dari pihak yang berwajib untuk menawarkan penyelesaian kepada jamaah kaum muslimin.

Tanjung Priok, Senin, 10 September 1984

Beberapa anggota jamaah Mushala as-Sa?adah berpapasan dengan salah seorang petugas Koramil yang mengotori mushala mereka. Terjadilah pertengkaran mulut yang akhirnya dilerai oleh dua orang dari jamaah Masjid Baitul Makmur yang kebetulan lewat. Usul mereka supaya semua pihak minta penengahan ketua RW, diterima.

Sementara usaha penegahan sedang berlangsung, orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak ada urusannya dengan permasalahan itu, membakar sepeda motor petugas Koramil itu.

Kodim, yang diminta bantuan oleh Koramil, mengirim sejumlah tentara dan segera melakukan penangkapan. Ikut tertangkap 4 orang jamaah, di antaranya termasuk Ketua Mushala as-Sa?adah.

~Tanjung Priok, Selasa, 11 September 1984~

Amir Biki menghubungi pihak-pihak yang berwajib untuk meminta pembebasan empat orang jamaah yang ditahan oleh Kodim, yang diyakininya tidak bersalah.

Peran Amir Biki ini tidak perlu mengherankan, karena sebagai salah seorang pimpinan Posko 66, dialah orang yang dipercaya semua pihak yang bersangkutan untuk menjadi penengah jika ada masalah antara penguasa (militer) dan masyarakat. Usaha Amir Biki untuk meminta keadilan ternyata sia-sia.

~Tanjung Priok, Rabu, 12 September 1984~

Dalam suasana tantangan yang demikian, acara pengajian remaja Islam di Jalan Sindang Raya, yang sudah direncanakan jauh sebelum ada peristiwa Mushala as-Sa?adah, terus berlangsung juga. Penceramahnya tidak ada, termasuk Amir Biki, yang memang bukan mubaligh dan memang tidak pernah mau naik mimbar.

Akan tetapi, dengan latar belakang rangkaian kejadian di hari-hari sebelumnya, jemaah pengajian mendesaknya untuk naik mimbar dan memberi petunjuk. Pada kesempatan pidato itu, Amir Biki berkata antara lain, ?Mari kita buktikan solidaritas islamiyah.

Kita meminta teman kita yang ditahan di Kodim. Mereka tidak bersalah. Kita protes pekerjaan oknum-oknum ABRI yang tidak bertanggung jawab itu. Kita berhak membela kebenaran meskipun kita menanggung risiko.

Kalau mereka tidak dibebaskan maka kita harus memprotesnya.? Selanjutnya, Amir Biki berkata, ?Kita tidak boleh merusak apa pun! Kalau ada yang merusak di tengah-tengah perjalanan, berarti itu bukan golongan kita (yang dimaksud bukan dan jamaah kita).? Pada waktu berangkat jamaah pengajian dibagi dua: sebagian menuju Polres dan sebagian menuju Kodim.

Setelah sampai di depan Polres, kira-kia 200 meter jaraknya, di situ sudah dihadang oleh pasukan ABRI berpakaian perang dalam posisi pagar betis dengan senjata otomatis di tangan.

Sesampainya jamaah pengajian ke tempat itu, terdengar militer itu berteriak, ?Mundur-mundur!? Teriakan ?mundur-mundur? itu disambut oleh jamaah dengan pekik, ?Allahu Akbar! Allahu Akbar!? Saat itu militer mundur dua langkah, lalu memuntahkan senjata-senjata otomatis dengan sasaran para jamaah pengajian yang berada di hadapan mereka, selama kurang lebih tiga puluh menit. Jamaah pengajian lalu bergelimpangan sambil menjerit histeris; beratus-ratus umat Islam jatuh menjadi syuhada.?

selama kurang lebih tiga puluh menit. Jamaah pengajian lalu bergelimpangan sambil menjerit histeris; beratus-ratus umat Islam jatuh menjadi syuhada.
Malahan ada anggota militer yang berteriak, ?Bangsat! Pelurunya habis. Anjing-anjing ini masih banyak!? Lebih sadis lagi, mereka yang belum mati ditendang-tendang dan kalau masih bergerak maka ditembak lagi sampai mati.

Tidak lama kemudian datanglah dua buah mobil truk besar beroda sepuluh buah dalam kecepatan tinggi yang penuh dengan pasukan. Dari atas mobil truk besar itu dimuntahkan peluru-peluru dan senjata-senjata otomatis ke sasaran para jamaah yang sedang bertiarap dan bersembunyi di pinggir-pinggir jalan.

Lebih mengerikan lagi, truk besar tadi berjalan di atas jamaah pengajian yang sedang tiarap di jalan raya, melindas mereka yang sudah tertembak atau yang belum tertembak, tetapi belum sempat menyingkir dari jalan raya yang dilalui oleh mobil truk tersebut.

Lebih mengerikan lagi, truk besar tadi berjalan di atas jamaah pengajian yang sedang tiarap di jalan raya, melindas mereka yang sudah tertembak atau yang belum tertembak, tetapi belum sempat menyingkir dari jalan raya yang dilalui oleh mobil truk tersebut.
Jeritan dan bunyi tulang yang patah dan remuk digilas mobil truk besar terdengar jelas oleh para jamaah umat Islam yang tiarap di got-got/selokan-selokan di sisi jalan.

Setelah itu, truk-truk besar itu berhenti dan turunlah militer-militer itu untuk mengambil mayat-mayat yang bergelimpangan itu dan melemparkannya ke dalam truk, bagaikan melempar karung goni saja.

Dua buah mobil truk besar itu penuh oleh mayat-mayat atau orang-orang yang terkena tembakan yang tersusun bagaikan karung goni.

Sesudah mobil truk besar yang penuh dengan mayat jamaah pengajian itu pergi, tidak lama kemudian datanglah mobil-mobil ambulans dan mobil pemadam kebakaran yang bertugas menyiram dan membersihkan darah-darah di jalan raya dan di sisinya, sampai bersih.

Sementara itu, rombongan jamaah pengajian yang menuju Kodim dipimpin langsung oleh Amir Biki. Kira-kira jarak 15 meter dari kantor Kodim, jamaah pengajian dihadang oleh militer untuk tidak meneruskan perjalanan, dan yang boleh meneruskan perjalanan hanya 3 orang pimpinan jamaah pengajian itu, di antaranya Amir Biki.

Kira-kira jarak 15 meter dari kantor Kodim, jamaah pengajian dihadang oleh militer untuk tidak meneruskan perjalanan, dan yang boleh meneruskan perjalanan hanya 3 orang pimpinan jamaah pengajian itu, di antaranya Amir Biki.
Begitu jaraknya kira-kira 7 meter dari kantor Kodim, 3 orang pimpinan jamaah pengajian itu diberondong dengan peluru yang keluar dari senjata otomatis militer yang menghadangnya. Ketiga orang pimpinan jamaah itu jatuh tersungkur menggelepar-gelepar.

Melihat kejadian itu, jamaah pengajian yang menunggu di belakang sambil duduk, menjadi panik dan mereka berdiri mau melarikan diri, tetapi disambut oleh tembakan peluru otomatis. Puluhan orang jamaah pengajian jatuh tersungkur menjadi syahid.

Menurut ingatan saudara Yusron, di saat ia dan mayat-mayat itu dilemparkan ke dalam truk militer yang beroda 10 itu, kira-kira 30-40 mayat berada di dalamnya, yang lalu dibawa menuju Rumah Sakit Gatot Subroto (dahulu RSPAD).

Sesampainya di rumah sakit, mayat-mayat itu langsung dibawa ke kamar mayat, termasuk di dalamnya saudara Yusron. Dalam keadaan bertumpuk-tumpuk dengan mayat-mayat itu di kamar mayat, saudara Yusron berteriak-teriak minta tolong. Petugas rumah sakit datang dan mengangkat saudara Yusron untuk dipindahkan ke tempat lain.

Sebenarnya peristiwa pembantaian jamaah pengajian di Tanjung Priok tidak boleh terjadi apabila PanglimaABRI/Panglima Kopkamtib Jenderal LB Moerdani benar-benar mau berusaha untuk mencegahnya,
Sebenarnya peristiwa pembantaian jamaah pengajian di Tanjung Priok tidak boleh terjadi apabila Panglima ABRI/Panglima Kopkamtib Jenderal LB Moerdani benar-benar mau berusaha untuk mencegahnya, apalagi pihak Kopkamtib yang selama ini sering sesumbar kepada media massa bahwa pihaknya mampu mendeteksi suatu kejadian sedini dan seawal mungkin.
Ini karena pada tanggal 11 September 1984, sewaktu saya diperiksa oleh Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, saya sempat berbincang-bincang dengan Kolonel Polisi Ritonga, Kepala Intel Kepolisian tersebut di mana ia menyatakan bahwa jamaah pengajian di Tanjung Priok menuntut pembebasan 4 orang rekannya yang ditahan, disebabkan membakar motor petugas.

Bahkan, menurut petugas-petugas satgas Intel Jaya, di saat saya ditangkap tanggal 13 September 1984, menyatakan bahwa pada tanggal 12 September 1984, kira-kira pukul 10.00 pagi. Amir Biki sempat datang ke kantor Satgas Intel Jaya.

Tokoh-tokoh itu selayaknya diperiksa dalam kasus Priok.

1. LB Moerdani menjabat Panglima ABRI/Panglima Kopkamtib,
2. Try Sutrisno menjabat Pandam V Jaya/Panglaksus Jaya, dan
3. AR Butarbutar menjabat Dandim Jakarta Utara.

Menurut beberapa saksi, saat itu aparat keamanan terlihat membiarkan situasi menjadi tak terkendali.

Lihat saja pernyataan Soeharto dalam bukunya, Seoharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan saya. Disitu ditulis,

?Sesungguhnya, peristiwa itu benar-benar hasil hasutan orang yang menempatkan diri sebagai pemimpin.?

Benarkan ucapan Soeharto itu mengisyaratkan bahwa tragedi itu sudah direncanakan sebelumnya?

9 Maret 1999:

Komnas HAM mengeluarkan pernyataan yang ditandatangani Marzuki Darusman dan Clementino dos Reis Amaral. Isinya, hasil temuan, kesimpulan, dan rekomendasi dari tim yang dibentuk Komnas HAM untuk kasus Priok

Ada serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh tim ini.

Pertama, mempelajari semua penerbitan umum serta dokumen lainnya.

Kedua, melakukan pertemuan dengan keluarga korban, saksi korban, dan saksi lainnya.

Ketiga, melakukan kunjungan ke berbagai tempat yang diduga menjadi tempat penguburan korban peristiwa Priok.

Keempat, mengundang pejabat aparat keamanan pada waktu itu, antara lain mantan Pangdam Jaya dan mantan Dandim Jakarta Utara, untuk memperoleh data guna dicocokkan dengan data yang diperoleh dari masyarakat.

Dari hasil temuan itu, Komnas HAM berkesimpulan:

Dalam tragedi Priok telah terjadi pelanggaran HAM, yakni pelanggaran atas hak hidup (right to life) dan hak mendapatkan informasi (right information).

Kemudian, Komnas HAM merekomendasikan agar pemerintah menjelaskan kepada masyarakat mengenai peristiwa Priok. Sementara para pelaku dan penanggungjawab pelanggaran HAMnya agar diadili.

18 November - 7 Desember 1998 : Try Sutrisno

Berdasarkan pernyatan itu, maka 18 November 1998, Komnas HAM mengirimkan surat pemanggilan ke Try Sutrisno. Tetapi, tampaknya Try lebih suka berkorespondensi. 



Buktinya, 7 Desember 1998, Try membalas berkirim surat ke Komnas HAM. Isi suratnya, menolak memberikan klarifikasi.
Buktinya, 7 Desember 1998, Try membalas berkirim surat ke Komnas HAM. Isi suratnya, menolak memberikan klarifikasi.
Dalam surat itu, Try berkilah, kasus Priok telah ditandatangi secara institusional oleh ABRI, bukan ditangani oleh orang per orang. Baru dijawab oleh Try seperti itu, Komnas HAM saat itu mati kutu.
400 Orang Tewas Dalam Pembantaian Tanjung Priok
Menurut data temuan KPKP, sekitar 400 orang orang tewas, 40 orang cacat seumur hidup, 65 orang ditahan sewenang-wenang, dan 16 orang dinyatakan hilang.
Jumlah korban tewas itu kita ambil dari kesaksian. Pada setiap truk itu ada sekitar 40-50 orang. Kalau dihitung sepuluh truk, berarti jumlahnya ada sekitar 400 orang.
Mengapa Benny Moerdani dan CSIS mau mendeislamisasi Indonesia?
Karena CSIS didirikan oleh agen CIA, Pater Beek yang awalnya ditempatkan di Indonesia untuk melawan komunis, namun setelah komunis kalah dia membuat analisa bahwa lawan Amerika berikutnya di Indonesia hanya dua, "Hijau ABRI" dan "Hijau Islam".
Lalu, Peter Beek menyimpulkan ABRI bisa dimanfaatkan untuk melawan Islam, maka berdirilah CSIS yang dioperasikan oleh anak didiknya di Kasebul, Sofjan Wanandi, Jusuf Wanandi, Harry Tjan Silalahi, mewakili ABRI: Ali Moertopo, dan Hoemardani (baca kesaksian George Junus Aditjondro, murid Pater Beek).
Pater Beek yang awalnya ditempatkan di Indonesia untuk melawan komunis namun setelah komunis kalah dia membuat analisa bahwa lawan Amerika berikutnya di Indonesia hanya dua, "Hijau ABRI" dan "Hijau Islam"
Berikut murid-murid LB Moerdani "Sang Jenderal Jagal"
1) Agum Gumelar-Hendropriyono (dua malaikat pelindung atau bodyguard Megawati yang disuruh Benny Moerdani);
2) ada Andi Widjajanto (anak Theo Syafeii) ada Fahmi Idris (rumahnya adalah lokasi ketika ide Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 pertama kali dilontarkan Benny Moerdani);
3) Luhut Panjaitan;
4) Sutiyoso;
5) Wiranto?
6) AM Hendropriono,
7) Try Sutrisno?
8) Menantu Try Sutrisno, Ryamizad Ryacudu
9) Susilo Bambang Yudhoyono


Sang Jenderal Jagal ini mereka semua berkumpul dalam koalisi ABRI Merah di PDIP. Tidak percaya gerakan anti Prabowo di kubu Golkar-PDIP-Hanura-NasDem ada hubungan dengan kelompok anti Islam santri yang dihancurkan Prabowo?

Silakan perhatikan satu per satu nama-nama yang mendukung Jokowi-JK, ada Ryamizard Ryacudu (menantu mantan wapres Try Sutrisno-agen Benny untuk persiapan bila Presiden Soeharto mangkat).



Lho, Wiranto anak buah Benny Moerdani? Benar sekali, bahkan Salim Said dan Jusuf Wanandi mencatat bahwa Wiranto menghadap Benny Moerdani beberapa saat setelah dilantik sebagai KSAD pada Juni 1997. Saat itu Benny memberi pesan sebagai berikut:
"Jadi, kau harus tetap di situ sebab kau satu-satunya orang kita di situ. Jangan berbuat salah dan jangan dekat dengan saya sebab kau akan dihabisi Soeharto jika dia tahu."

Ali Moertopo & Muridnya LB Moerdani :
Sebagai think thank di balik pemerintahan Orde Baru, Ali Moertopo adalah pemikir, tokoh intelijen, dan politikus yang memiliki peranan penting pada masa-masa awal Orde Baru di Indonesia. Ia pernah menjabat Menteri Penerangan Indonesia (1978-1983), Deputi Kepala (1969-1974), dan Wakil Kepala (1974-1978) Badan Koordinasi Intelijen Negara. Ali Moertopo berperan besar dalam melakukan modernisasi intelijen Indonesia. Ia terlibat dalam operasi-operasi intelijen dengan nama Operasi Khusus (Opsus) yang terutama ditujukan untuk memberangus lawan-lawan politik pemerintahan Soeharto. Pada 1968, Ali menggagas peleburan partai-partai politik menjadi beberapa partai saja agar lebih mudah dikendalikan. Hal itu kemudian terwujud pada 1973 ketika semua partai melebur menjadi tiga partai, Golkar, PPP (penggabungan partai-partai berbasis Islam), dan PDI (penggabungan partai-partai berbasis nasionalis). Pada 1971, bersama Soedjono Hoemardhani, ia merintis pendirian Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang merupakan lembaga penelitian kebijakan pemerintahan. Pada tahun 1972, ia menerbitkan hasil tulisannya yang berjudul ?Dasar-dasar Pemikiran tentang Akselerasi Modernisasi Pembangunan 25 Tahun? yang selanjutnya dijadikan MPR sebagai strategi Pembangunan Jangka Panjang (PJP).
Anak Pekalongan yang lahir di Blora, Jawa Tengah, 23 September 1924, itu tak terdengar mempunyai hobi olah raga. Ia tak suka golf. Tokoh yang dikenal sebagai aktivis dan politikus ulung itu mempunyai kegemaran berceramah dan pidato. Ia orator yang pandai memukau publik, sekalipun tak sekaliber Bung Karno.
?
1. Menjatuhkan lawan menggunakan "gerakan massa" adalah keahlian Ali Moertopo (guru Benny Moerdani) dan CSIS sejak Peristiwa Malari di mana malari meletus karena provokasi Hariman Siregar, binaan Ali Moertopo (lihat kesaksian Jenderal Soemitro yang dicatat oleh Heru Cahyono dalam buku Pangkopkamtib Jenderal Soemitro dan Peristiwa 15 Januari 74 terbitan Sinar Harapan).
?
2. Menurut catatan TGPF Kerusuhan Mei 98 penggerak lapangan adalah orang berkarakter militer dan sangat cekatan dalam memprovokasi warga menjarah dan membakar. Ini jelas ciri-ciri orang yang terlatih sebagai intelijen, dan baik Wiranto maupun Prabowo adalah perwira lapangan tipe komando bukan tipe intelijen, dan saat itu hanya Benny Moerdani yang memiliki kemampuan menggerakan kerusuhan skala besar karena dia mewarisi taktik dan jaringan yang dibangun Ali Moertopo (mengenai jaringan yang dibangun Ali Moertopo bisa dibaca di buku Rahasia-Rahasia Ali Moertopo terbitan Tempo-Gramedia). [RioCbaretaz/jabir/voa-islam.com]
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/06/09/30835/melawan-lupa-4-license-to-kill-abri-merah-lb-moerdani-cs/#sthash.HCyuMaqH.dpuf




Home  |  Intelligent Leaks  |  Melawan Lupa (5): Peran 'Jenderal Jagal' LB Moerdani Pada Kerusuhan 1998 



Reformasi” yang sebenarnya adalah SBY dan bukan Amien Rais atau yang lain.

Saat itu dengan hanya bergerak di belakang layar, SBY bukan saja mampu mendorong jalannya reformasi, akan tetapi juga mengambil kesempatan dari rivalitas antara Wiranto dan Prabowo untuk kemudian memetik hasilnya sehingga sanggup menjadi presiden Indonesia sebanyak dua periode dan membangun Dinasti Cikeas.

Dari sisi apapun jelas operasi senyap yang dilakukan intelejen lebih efektif dan efisien daripada operasi terbuka. Terbukti mayoritas lawan politik SBY hari ini mulai dibungkam melalui serangkaian operasi intelejen senyap yang mana tanpa mereka duga tiba-tiba mereka ditangkap oleh KPK atau aparat lain.

Bisa di bilang sejauh ini SBY adalah satu-satunya pewaris dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.

Dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.


SBY, demi mengejar kekuasaan pribadi dengan menggadaikan SDA negara untuk kekuasaan dan menikam 3 Presiden sebelumnya, yakni Suharto, Gus Dur dan Megawati.
Karena SBY adalah generasi baru dinasti intelijen militer Indonesia pasca matinya LB. Moerdani. 
Berita Terkait Jenderal Jagal Pelanggar HAM Dukung Jokowi :



Reformasi” yang sebenarnya adalah SBY dan bukan Amien Rais atau yang lain.

Saat itu dengan hanya bergerak di belakang layar, SBY bukan saja mampu mendorong jalannya reformasi, akan tetapi juga mengambil kesempatan dari rivalitas antara Wiranto dan Prabowo untuk kemudian memetik hasilnya sehingga sanggup menjadi presiden Indonesia sebanyak dua periode dan membangun Dinasti Cikeas.

Dari sisi apapun jelas operasi senyap yang dilakukan intelejen lebih efektif dan efisien daripada operasi terbuka. Terbukti mayoritas lawan politik SBY hari ini mulai dibungkam melalui serangkaian operasi intelejen senyap yang mana tanpa mereka duga tiba-tiba mereka ditangkap oleh KPK atau aparat lain.

Bisa di bilang sejauh ini SBY adalah satu-satunya pewaris dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.

Dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.


SBY, demi mengejar kekuasaan pribadi dengan menggadaikan SDA negara untuk kekuasaan dan menikam 3 Presiden sebelumnya, yakni Suharto, Gus Dur dan Megawati.
Karena SBY adalah generasi baru dinasti intelijen militer Indonesia pasca matinya LB. Moerdani. 
Berita Terkait Jenderal Jagal Pelanggar HAM Dukung Jokowi :


 


 
Berita Terkait
Kamis, 15 Sya'ban 1435 H / 12 Juni 2014 08:40 wib
http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/06/12/30846/melawan-lupa-5-peran-jenderal-jagal-lb-moerdani-pada-kerusuhan-1998/#sthash.CR5yWwG7.dpbs
Melawan Lupa (5): Peran 'Jenderal Jagal' LB Moerdani Pada Kerusuhan 1998

Info Zaman: Dalang Kerusuhan 1988: Wiranto, Prabowo, atau LB Moerdani?
LB Moerdani adalah mantan Panglima ABRI merangkap Menhankam dan Pangkopkamtib. 3 Jabatan penting dan terkuat dalam militer dan keamanan dia kuasai. Jarang ada jenderal di Indonesia seperti ini.

Karirnya juga sbg perwira Intelijen yang ahli dalam membuat gerakan-gerakan rahasia.

Meski gemilang di militer, pada akhirnya ternyata LB Moerdani diberhentikan oleh Soeharto.

Jadi bisa disebut Barisan Sakit Hati yang punya motif untuk membuat kerusuhan agar Soeharto jatuh. Sementara Wiranto dan Prabowo yang di zaman Soeharto naik daun, justru tidak ada alasan berbuat rusuh.

Soeharto pun begitu. Sejelek-jeleknya diktator, dia tidak akan mau membuat negaranya rusuh karena jika rusuh, dia juga bisa terpental. Dan Prabowo meski pangkatnya cuma Kapten, pernah merencanakan menculik LB Moerdani dengan tuduhan makar (menurut Sintong Panjaitan):
"Dalam buku 'Tragedi Seorang Loyalis', saat menjabat Panglima ABRI Moerdani memberi komentar mengenai bisnis anak-anak Soeharto. Soeharto marah dan mecopot jabatan Moerdani. Dalam buku Sintong Panjaitan (komandan Den81 yang menyerbu Woyla), disebutkan Kapten Prabowo Subianto (menantu Soeharto) pernah merencanakan menculik Moerdani karena tuduhan makar." 

CSIS, ABRI Merah, Jenderak Jagal = Indonesia Tak Aman Bagi Islam
Keterlibatan CSIS (think tank Katolik) bisa dicium dari tokohnya Sofyan Wanandi yang sempat disebut terlibat peledakan bom di rusun Tanah Tinggi oleh PRD guna membuat kerusuhan menjelang lengsernya Soeharto:

Sofjan selalu lantang mengkritik ketidakadilan. Hal yang sudah dilakoni Sofjan sejak menjadi Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Jakarta Raya, yang turut memotori aksi massa menyuarakan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) tahun 1966 di Jakarta.

Sofjan selalu lantang mengkritik ketidakadilan sejak menjadi Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Jakarta Raya, yang turut memotori aksi massa menyuarakan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) tahun 1966 di Jakarta.
Tak pelak, dia pernah merasakan dinginnya sel penjara pada era Orde Lama serta sempat diperiksa tentara dan polisi dengan segala perang urat saraf atas tuduhan membiayai Partai Rakyat Demokratik (PRD) saat ada bom rakitan meledak di sebuah kamar di lantai lima rumah susun Tanah Tinggi, Johar, Jakarta Pusat, akhir Januari 1998. http://nasional.kompas.com/read/2011/03/06/03443345/twitter.com
Di awal reformasi Januari 1998, bom meledak di Rumah Susun Senen, Jakarta. Sejumlah tokoh terkenal seperti Surya Paloh, Jusuf Wanandi dan Sofyan Wanandi, diisukan terlibat. http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=522&type=2#.U3F_4IGSwuc

Tapi di balik problem hebat itu, muncul isu baru yang mengagetkan. Tokoh CSIS dan konglomerat beken Sofyan Wanandi, Yusuf Wanandi dan Surya Paloh dituding terlibat dalam peledakan bom Tanahtinggi oleh aktivis PRD.

Menurut kalangan militer, termasuk Pangdam Jaya Mayjen Sjafri S., merujuk pada "bukti" surat elektronik yang ditemukan di tempat kejadian, Sofyan disebut sebagai donatur yang siap mengucurkan dana bagi perjuangan PRD.

Benang merah di antara Sofyan Wanandi, Yusuf Wanandi (CSIS) dan Surya Paloh adalah kedekatan mereka dgn AS yang ditengarai terlibat kerusuhan 1998 melalui CIA.
Sofyan Wanandi pernah dipenjara di zaman ORLA. Di zaman ORBA juga nyaris dipenjara. Sofyan bukan pengusaha biasa. Tapi "Pengusaha Politik"
Dalam Dunia Hukum Kriminal di AS, Means (Alat), Motive (Penyebab), dan Opportunity adalah 3 hal populer yang harus dibuktikan untuk membuktikan si penjahat memang terbukti bersalah.

Soal "Alat" LB Moerdani selaku mantan Panglima ABRI yang merangkap Menhankam dan Pangkopkamtib jelas punya banyak alat dan anak buah. Soal motif juga ada  perselisihannya dengan Soeharto dan diberhentikan dari jabatannya sebagai Panglim ABRI oleh Soeharto.

Kesempatan, pada saat kerusuhan 1998 besar sekali. 

In US Criminal law, means, motive, and opportunity is a popular cultural summation of the three aspects of a crime that must be established before guilt can be determined in a criminal proceeding. Respectively, they refer to: the ability of the defendant to commit the crime (means), the reason the defendant felt the need to commit the crime (motive), and whether or not the defendant had the chance to commit the crime (opportunity).
http://en.wikipedia.org/wiki/Means,_motive,_and_opportunity

According to a familiar adage, “means, motive, and opportunity” are necessary to prove one’s guilt in a criminal trial. By this logic, a crime would not have occurred had the perpetrator not had (1) the tools necessary to commit a crime (e.g., the weapon), (2) the actionable idea to commit the crime, and (3) an unencumbered chance at following through on intention.

Inilah Dalang Kerusuhan Mei 1998 : Robert Strong

Obsesi saya selama 16 tahun terakhir adalah menemukan pihak yang menjadi dalang kerusuhan Mei 1998 sebab siapapun pihak yang berada di belakang serangkaian peristiwa di bulan-bulan terakhir Orde Baru yang berujung pada kerusuhan Mei 1998 itu sungguh sangat keji dan tidak berprikemanusiaan, membunuh ribuan manusia tidak berdosa hanya sekedar untuk menjatuhkan seorang presiden yang satu-satu kesalahan paling besar adalah berkuasa terlalu lama.

Sebagaimana kebanyakan rakyat Indonesia maka saya juga menghubungkan Kerusuhan Mei 1998 dengan persaingan antara dua jenderal yaitu Wiranto dan Prabowo. Semua bukti yang dipaparkan media massa selama ini memang mengerucut pada dua nama tersebut, masing-masing melakukan berbagai tindakan yang dapat diartikan sebagai usaha untuk mendukung Kerusuhan Mei 1998, seperti kepergian Wiranto ke Malang pada hari kerusuhan dengan membawa seluruh panglima angkatan perang; atau bercandaan Prabowo kepada Lee Kuan Yew menjelang Pemilu 1997 bahwa dia mungkin akan memberontak.

Namun demikian, hasil penelitian saya selama 16 tahun justru menemukan fakta yang berbeda, bahwa dalang sesungguhnya dari Kerusuhan Mei 1998 bukan Wiranto maupun Prabowo, melainkan para barisan sakit hati Orde Baru, dan berikut ini adalah hasil penelusuran tersebut.

Yang harus kita telusuri pertama kali adalah motivasi Kerusuhan Mei 1998, dan berdasarkan temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998 ditemukan fakta bahwa pelaku utama kerusuhan adalah bukan rakyat setempat, melainkan orang-orang berbadan tegap berambut cepak yang secara terkoordinir memprovokasi rakyat dan menyiram gedung-gedung dengan bensin yang sudah mereka bawa kemudian membakar. Setelah rakyat terprovokasi orang-orang ini kemudian menghilang.

Semua petunjuk menunjukan bahwa provokator di lapangan adalah militer, namun pertanyaannya militer di bawah komando siapa?
Semua petunjuk menunjukan bahwa provokator di lapangan adalah militer, namun pertanyaannya militer di bawah komando siapa? Ini adalah pertanyaan yang mungkin tidak akan pernah terungkap, akan tetapi dari keahlian para provokator itu dapat dipastikan mereka adalah intelijen dan bukan orang lapangan.

Akhirnya selama bertahun-tahun saya hanya bisa menduga-duga pelakunya antara Prabowo atau Wiranto, sampai suatu saat saya menemukan dua buku otobiografi yang melengkapi semua puzzle yang ada, yaitu buku Salim Said, dan Bill Tarrant, mantan kontributor asing the Jakarta Post, keduanya saya beli di Indonesia, yang pertama di Gramedia, yang kedua di Kinokuniya Plaza Senayan.

Benny Moerdani pernah mengatakan kepada dia dan angkatan 66 lain bahwa cara menjatuhkan Pak Harto adalah melalui berbagai kerusuhan untuk mendestabilisasi keadaan yang akan membuat kursi Pak Harto goyah

Banyak informasi penting dalam buku Salim Said, tapi yang paling penting adalah Benny Moerdani pernah mengatakan kepada dia dan angkatan 66 lain bahwa cara menjatuhkan Pak Harto adalah melalui berbagai kerusuhan untuk mendestabilisasi keadaan yang akan membuat kursi Pak Harto goyah dan saat itu Pak Harto akan mudah didongkel. Itu dia, ini jawabannya, dan semua masuk akal, siapa lagi yang bisa mengeksekusi pekerjaan intelijen serapi Kerusuhan Mei 1998 bila bukan raja intelijen, Benny Moerdani?

Jalinan cerita dari Salim Said tersebut kemudian menyambung dengan cerita Bill Tarrant bahwa The Jakarta Post yang tadinya diciptakan pendiri CSIS Jusuf Wanandi dan Ali Moertopo sebagai mesin propaganda Orde Baru ke dunia luar sejak tahun 1990 tiba-tiba ikut menyerang Orde Baru dengan isu HAM, demokrasi, bertepatan dengan tersingkirnya CSIS dari Orde Baru. Selain itu The Jakarta Post juga adalah kekuatan di belakang layar yang membangkitkan para LSM yang sudah menjelang mati suri untuk melawan Orde Baru, dan yang lebih penting lagi, The Jakarta Post adalah donatur utama dari gerakan mahasiswa 1997-1998, dan bahkan markas besar mahasiswa saat itu adalah kantor The Jakarta Post!!

The Jakarta Post adalah donatur utama dari gerakan mahasiswa 1997-1998, dan bahkan markas besar mahasiswa saat itu adalah kantor The Jakarta Post!!

Ternyata LB Moerdani Bagian dari CSIS
Siapa menyangka bahwa provokator Kerusuhan Mei 1998 adalah kantor redaksi salah satu koran yang paling dihormati di Indonesia?? Tapi semua masuk akal sebab Benny Moerdani adalah bagian dari CSIS dan mewarisi jaringan opsus yang sudah dibangun oleh Ali Moertopo beserta strategi penggunaannya. Sedangkan CSIS maupun Benny Moerdani, sebagaimana ditulis Jusuf Wanandi dalam The Shades of Grey/Membuka Tabir Orde Baru sangat dendam sebab Soeharto menyingkirkan mereka dan melupakan jasa Ali Moertopo maupun Hoemardani, patron CSIS.

Semua bertambah masuk akal bila kita mengingat strategi favorit Ali Moertopo dalam menjatuhkan lawan adalah mendestabilisasi keadaan.

Semua bertambah masuk akal bila kita mengingat strategi favorit Ali Moertopo dalam menjatuhkan lawan adalah mendestabilisasi keadaan. Dengan menggunakan cara ini dia berhasil memaksa Soekarno memberikan supersemar kepada Soeharto; dan dengan menempatkan kuda troya bernama Hariman Siregar, Ali Moertopo berhasil memancing mahasiswa Universitas Indonesia untuk terlibat dalam kerusuhan Malari yang pada akhirnya menjatuhkan saingan Ali Moertopo, Jenderal Soemitro. Adapun keterangan bahwa Hariman Siregar adalah anak buah Ali Moertopo dan mendapat posisi di senat Universitas Indonesia adalah keterangan Jenderal Soemitro di pembelaan dirinya mengenai Malari.

Semua bertambah masuk akal bila kita juga mengingat bahwa Benny Moerdani ada di belakang Megawati ketika kerusuhan 27 Juli 1996 pecah; dan menjelaskan mengapa jenderal-jenderal seperti Agum Gumelar; SBY; Sutiyoso; Hendropriyono berani bersekongkol dengan Megawati mencetuskan Kerusuhan 27 Juli 1996, sebab mereka mendapat dukungan dari Benny Moerdani.

Semua bertambah masuk akal bila kita juga mengingat bahwa Benny Moerdani ada di belakang Megawati ketika kerusuhan 27 Juli 1996 pecah; dan menjelaskan mengapa jenderal-jenderal seperti Agum Gumelar; SBY; Sutiyoso; Hendropriyono berani bersekongkol dengan Megawati mencetuskan Kerusuhan 27 Juli 1996, sebab mereka mendapat dukungan dari Benny Moerdani.

Soeharto sendiri tampaknya sudah tahu bahwa Benny Moerdani ada di belakang kejatuhan dirinya, sebab sesaat setelah dia lengser keprabon, Soeharto segera merajut hubungan kembali dengan Benny, termasuk pertemuan bertiga antara dirinya, Gus Dur dan Benny di luar kota Jakarta.

Berdasarkan semua uraian di atas dapat disimpulkan bahwa CSIS dan Benny Moerdani adalah aktor utama Kerusuhan Mei 1998 dan bukan Wiranto maupun Prabowo.
Lalu siapa pengganti LB Moerdani setelah mangkat?
Susilo Bambang Yudhoyono Adalah Penerus LB Moerdani. Jangan remehkan lawan anda karena lawan akan mudah menyerang anda kembali. Begitulah bunyi kata bijak tentang perlunya mawas diri dan mengetahui lawan anda.
Demikian halnya dengan Presiden SBY, ia tidak selemah yang anda kira. Jika Anda adalah salah satu dari sekian banyak rakyat Indonesia yang meremehkan SBY dengan segala stigma yang dilekatkan kepadanya di media-media nasional yang terkait dengan karakter dan kinerjanya selama menjadi presiden, misalnya “Jenderal kok peragu”, atau “Jenderal belakang meja”, atau “SBY lamban seperti kerbau” atau “Jenderal yang hobi curhat”, dan lain sebagainya.

Dari sisi karakter atau sifat, tampaknya SBY termasuk dalam orang-orang yang bersifat plegmatif yang dari luar selalu terkesan peragu, pendiam, lamban dan perlu didorong.

Dari sisi karakter atau sifat, tampaknya SBY termasuk dalam orang-orang yang bersifat plegmatif yang dari luar selalu terkesan peragu, pendiam, lamban dan perlu didorong. Akan tetapi karakter pragmatif yang terlalu sering ditekan dapat membalas dengan lebih keras sekali dia membulatkan tekad bahwa dia telah cukup bersabar dengan para penganggu. Jadi secara teoritis orang plegmatis hanya tampak lemah di luar tetapi sebenarnya mereka berkarakter kuat.

Selain itu, kita juga melupakan bahwa SBY memang bukan jenderal yang ahli pertempuran lapangan sehingga tidak heran secara wibawa dia kalah dan tampak tidak setegas dari purnawirawan jenderal lain, katakanlah Prabowo, namun demikian jenjang karir SBY sebagai intelejen ABRI (sekarang TNI) justru dapat membuatnya jauh lebih misterius dibandingkan purnawirawan jenderal lain.

Secara historis, SBY adalah pelaku reformasi bangsa namun kita memang bangsa yang terlalu lelah dan pelupa pada banyaknya agen spin doctor yang membuat kita lupa dengan kejahatan penguasa negara beserta mafianya.

Ingat, SBY itu intelijen militer yang berperan dalam membangun musuh bersama rakyat dalam melengserkan Suharto.

Kembali ke peran SBY, berkat operasi intelijen yang dilakukannyalah maka “para pseudo reformis” dapat menjatuhkan Pak Harto yang saat itu dikawal dua jenderal paling kuat, Wiranto sebagai mantan ajudan dan Prabowo yang masih menantunya, termasuk dengan penyebaran press release tanpa izin Wiranto bahwa ABRI sudah tidak mendukung Soeharto. Jadi “Bapak Reformasi” yang sebenarnya adalah SBY dan bukan Amien Rais atau yang lain.

Saat itu dengan hanya bergerak di belakang layar, SBY bukan saja mampu mendorong jalannya reformasi, akan tetapi juga mengambil kesempatan dari rivalitas antara Wiranto dan Prabowo untuk kemudian memetik hasilnya sehingga sanggup menjadi presiden Indonesia sebanyak dua periode dan membangun Dinasti Cikeas.

Dari sisi apapun jelas operasi senyap yang dilakukan intelejen lebih efektif dan efisien daripada operasi terbuka. Terbukti mayoritas lawan politik SBY hari ini mulai dibungkam melalui serangkaian operasi intelejen senyap yang mana tanpa mereka duga tiba-tiba mereka ditangkap oleh KPK atau aparat lain.
Bisa di bilang sejauh ini SBY adalah satu-satunya pewaris dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.
Dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.


SBY, demi mengejar kekuasaan pribadi dengan menggadaikan SDA negara untuk kekuasaan dan menikam 3 Presiden sebelumnya, yakni Suharto, Gus Dur dan Megawati.

Karena SBY adalah generasi baru dinasti intelijen militer Indonesia pasca matinya LB. Moerdani. 
Berita Terkait Jenderal Jagal Pelanggar HAM Dukung Jokowi :
Melawan Lupa (4): 'License To Kill' ABRI Merah & LB Moerdani Cs - See more at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/06/09/30835/melawan-lupa-4-license-to-kill-abri-merah-lb-moerdani-cs/#sthash.aD1LxQs1.dpuf
Susilo Bambang Yudhoyono Adalah Penerus LB Moerdani
Jangan remehkan lawan anda karena lawan akan mudah menyerang anda kembali. Begitulah bunyi kata bijak tentang perlunya mawas diri dan mengetahui lawan anda.
Demikian halnya dengan Presiden SBY, ia tidak selemah yang anda kira. Jika Anda adalah salah satu dari sekian banyak rakyat Indonesia yang meremehkan SBY dengan segala stigma yang dilekatkan kepadanya di media-media nasional yang terkait dengan karakter dan kinerjanya selama menjadi presiden, misalnya “Jenderal kok peragu”, atau “Jenderal belakang meja”, atau “SBY lamban seperti kerbau” atau “Jenderal yang hobi curhat”, dan lain sebagainya.
Dari sisi karakter atau sifat, tampaknya SBY termasuk dalam orang-orang yang bersifat plegmatif yang dari luar selalu terkesan peragu, pendiam, lamban dan perlu didorong. Akan tetapi karakter pragmatif yang terlalu sering ditekan dapat membalas dengan lebih keras sekali dia membulatkan tekad bahwa dia telah cukup bersabar dengan para penganggu. Jadi secara teoritis orang plegmatis hanya tampak lemah di luar tetapi sebenarnya mereka berkarakter kuat.
Selain itu, kita juga melupakan bahwa SBY memang bukan jenderal yang ahli pertempuran lapangan sehingga tidak heran secara wibawa dia kalah dan tampak tidak setegas dari purnawirawan jenderal lain, katakanlah Prabowo, namun demikian jenjang karir SBY sebagai intelejen ABRI (sekarang TNI) justru dapat membuatnya jauh lebih misterius dibandingkan purnawirawan jenderal lain.
Secara historis, SBY adalah pelaku reformasi bangsa namun kita memang bangsa yang terlalu lelah dan pelupa pada banyaknya agen spin doctor yang membuat kita lupa dengan kejahatan penguasa negara beserta mafianya.
Faktanya pada akhir 2013 tahun ini rakyat memang benar-benar lupa jasa SBY sebagai lokomotif utama reformasi yang di akibatkan dengan kasus-kasu yang belakangan mencuat, dari Century, Hambalang, SKK Migas bahkan penyadapan Ibu Ani SBY.
Ingat, SBY itu intelijen militer yang berperan dalam membangun musuh bersama rakyat dalam melengserkan Suharto.
Kembali ke peran SBY, berkat operasi intelijen yang dilakukannyalah maka “para pseudo reformis” dapat menjatuhkan Pak Harto yang saat itu dikawal dua jenderal paling kuat, Wiranto sebagai mantan ajudan dan Prabowo yang masih menantunya, termasuk dengan penyebaran press release tanpa izin Wiranto bahwa ABRI sudah tidak mendukung Soeharto. Jadi “Bapak Reformasi” yang sebenarnya adalah SBY dan bukan Amien Rais atau yang lain.
Saat itu dengan hanya bergerak di belakang layar, SBY bukan saja mampu mendorong jalannya reformasi, akan tetapi juga mengambil kesempatan dari rivalitas antara Wiranto dan Prabowo untuk kemudian memetik hasilnya sehingga sanggup menjadi presiden Indonesia sebanyak dua periode dan membangun Dinasti Cikeas.
Dari sisi apapun jelas operasi senyap yang dilakukan intelejen lebih efektif dan efisien daripada operasi terbuka. Terbukti mayoritas lawan politik SBY hari ini mulai dibungkam melalui serangkaian operasi intelejen senyap yang mana tanpa mereka duga tiba-tiba mereka ditangkap oleh KPK atau aparat lain.
Bisa di bilang sejauh ini SBY adalah satu-satunya pewaris dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani. 
dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani. 
Karena itu rakyat agar tetap Waspada!
SBY, demi mengejar kekuasaan pribadi dengan menggadaikan SDA negara untuk kekuasaan dan menikam 3 Presiden sebelumnya, yakni Suharto, Gus Dur dan Megawati.  
Karena SBY adalah generasi baru dinasti intelijen militer Indonesia pasca matinya LB. Moerdani. 
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2013/12/16/28150/the-godfather-16-sby-penerus-lb-moerdani-sumber-masalah-indonesia/#sthash.AfVrt7Uh.dpuf
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/06/12/30846/melawan-lupa-5-peran-jenderal-jagal-lb-moerdani-pada-kerusuhan-1998/#sthash.CR5yWwG7.dpuf




Home  |  Intelligent Leaks  |  Melawan Lupa (6): Hendropriono, Dalangnya Jokowi & Teroristainment Densus 88 




 Berita Terkait
Jum'at, 15 Sya'ban 1435 H / 13 Juni 2014 00:13 wib
Melawan Lupa (6): Hendropriono, Dalangnya Jokowi & Teroristainment Densus 88

Sahabat Voa Islam yang jujur dan shalih,
Sebagai umat Islam yang mayoritas tinggal di Indonesia rasanya kita semakin gerah dengan black campaing yang merusak citra Islam. Ada saja aktifis atau mujahid yang ditangkapi manakala kejahatan penguasa akan terungkap.

Ternyata itu bukan sebuah kebetulan, memang sejak jaman Ali Moertopo era Malari, dan muridnya 'ABRI merah' Leonardus Benny Moerdani yang menggandeng CSIS pada era Orde Baru terus membuat dakwah Islam menjadi momok menakutkan. Hal ini akibat agen spin doctor pengolah isu dan terus di bawah mata-mata ABRI Merah dukungan kristen dan katholik.

Pasca Ali Moertopo, kekaisaran ABRI Merah dilestarikan LB Moerdani dan Try Sutrisno tak diragukan lagi telah membuat umat Islam bergelimangan darah pada kasus Tanjung Priok 1984 dan anak muridnya AM Hendropriono memuntahkan darah para syuhada Talangsari dan aktor dibelakang #teroristainment Densus 88 yang penuh dagelan dan rekayasa. Mengutip media, tak ayal gelar Jenderal Jagal disematkan pada barisan ABRI Merah ini.

Nama Moerdani kian cemerlang karena berhasil mengatasi pembajakan pesawat Garuda Woyla di Bangkok, Thailand. Keberhasilan menggagalkan pembajakan ini melambungkan nama Letkol Sintong Panjaitan sebagai komandan pasukan. Letjen LB Moerdani yang terjun langsung dalam operasi itu, juga menuai pujian dari mana-mana.

Beberapa pihak menganggap, karena LB Moerdani menikmati pujian lebih banyak dari panglimanya, Jenderal M. Jusuf. Kivlan Zen menulis bahwa konflik Jusuf - Moerdani muncul tahun 1981 setelah peristiwa pembajakan itu. Saat itu, Letjen Moerdani menjabat Asintel dan Kepala BAIS (Badan Intelijen Strategis). Pada tanggal 30 Maret, Jenderal M Jusuf melakukan commanders call ABRI di Ambon. Letjen Moerdani tidak mengikutinya, karena ada pembajakan pesawat Garuda Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok. 

Dalam drama pembajakan ini, Letjen Benny menggalang pasukan sendiri dengan bantuan pasukan Kopassus yang di rekrut mendadak. Letkol Sintong Panjaitan dan Mayor Subagyo HS adalah perwira yang terlibat dalam operasi ini, sehingga mendapat anugerah kehormatan. Dan diberitakan bahwa Subagyo HS sempat kecewa karena tidak terpilih mengikuti pendidikan antiteror di Jerman bersama Luhut Panjaitan dan Prabowo Subianto, tapi kemudian malah mendapat kesempatan terlibat dalam operasi yang berharga itu.

Operasi pembebasan sandera itu meraih sukses besar. Para pembajak di taklukan dalam serbuan yang taktis dan kilat. Peristiwa ini membuka mata dunia bahwa Indonesia pun memiliki pasukan khusus (special forces) yang kemampuan setara dengan SWAT (Strategic Weapon and Tactics) milik Amerika Serikat.

Tapi, segala pujian dan kredit diarahkan kepada Letjen Benny Moerdani, intelijen yang ada dalam kendalinya, serta Kopassus. Ini konon membuat Jenderal M Jusuf tidak berkenan. Muncul tudingan bahwa BAIS sengaja menggalang kekuatan ekstrem Islam untuk menggerakkan aksi pembajakan, untuk kemudian ditumpas sendiri oleh Letjen Benny Moerdani.

Menanggapi isu bahwa pembajakan itu rekayasa BAIS, Menhankam/Pangab Jenderal M Jusuf di dampingi Letjen LB Moerdani memberikan keterangan di depan rapat kerja gabungan komisi-komisi DPR RI. Sambil menoleh kepada Benny yang duduk di sampingnya, Jenderal M Jusuf berkata, "Bukan dia yang bikin. kalau dia yang bikin...., saya pecat dia hari ini juga." Benny Moerdani diam, tidak memberikan reaksi.

Pasca drama pembajakan Woyla, nama LB Moerdani langsung meroket. Juga nama Sintong Panjaitan dan Subagyo HS. Tetapi dalam level elit politik, Benny Moerdani lah yang mendapat kredit poin terbesar. Presiden Soeharto menjadi sangat memercayainya, karena jasanya yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di jagat Internasional.

Menurut Prof. Robert Edward Elson, naiknya Moerdani disebabkan oleh karena Soeharto memerlukan aliansi baru, setelah pudarnya Ali Moetopo akibat serangan jantung pada 1978 dan meninggal dunia tahun 1984, serta semakin surutnya pengaruh Sudjono Humardani setelah masuknya para birokrat profesional. Sejalan dengan hal itu, Soeharto mulai mencari-cari gaya kepemimpinan militer yang baru

ABRI Merah Dilestarikan
Kekuatan ABRI Merah eksis tak lepas sebagai bentuk ketakutan akan bangkitnya Islam, Islamphobia. Baru-baru ini sebuah koran yang cukup berpengaruh di Timur Tengah yaitu koran Aljazeera Post ''Dalam sebuah kolom tertulis bahwa bagaimana Amerika cukup terkejut dengan dukungan berbagai unsur ulama yang menyokong Prabowo-Hatta menjadi pemimpin Indonesia''.
...Amerika cukup terkejut dengan dukungan berbagai unsur ulama yg menyokong Prabowo-Hatta menjadi pemimpin Indonesia''.
Dalam kolom tersebut Amerika mengatakan jika Prabowo-Hatta terpilih maka Amerika cukup takut kalau kebangkitan Islam akan muncul di Indonesia dan bahkan mungkin Indonesia akan menjadi salah satu negara Islam terkuat didunia yang tidak bisa di otak atik oleh mereka untuk itu Amerika lewat CIA nya telah mengelontorkan miliyaran dolar kepada LSM di Indonesia untuk membuat fitnah kepada Prabowo dengan harapan Prabowo-Hatta tidak terpilih.
''Kalau sampai terpilih menurut dokumen itu maka ini akan menjadi ancaman kepada Amerika dan sekutunya Australia yang memang dari dulu mau membuat indonesia ini hancur" ungkap tulis wartawati senior mantan timses Gubernur Jokowi Nanik S Deyang pada linimasa Facebooknya.

Berikut murid-murid LB Moerdani mewarisi sifat "Sang Jenderal Jagal":
1) Agum Gumelar-Hendropriyono (dua malaikat pelindung atau bodyguard Megawati yang disuruh Benny Moerdani);
2) ada Andi Widjajanto (anak Theo Syafeii) ada Fahmi Idris (rumahnya adalah lokasi ketika ide Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 pertama kali dilontarkan Benny Moerdani);
3) Luhut Panjaitan; bersama AM Hendropriono membentuk kaderisasi 'Jokowi' 
4) Sutiyoso,
5) Wiranto,
6) AM Hendropriono dan menantu Kadispenad Adhika Perkasa,
7) Try Sutrisno dan menantu Try Sutrisno, Ryamizard Ryacudu,
8) Susilo Bambang Yudhoyono yang belakangan pecah kongsi dengan AM Hendropriyono. Amerika mendukung SBY dan Hendro mencari 'makan' ke Australia.
9) Theo Sjafei yang kristen

Fokus ABRI Merah 2014 : Haji AM Hendropriono
Peneliti  Cedsos sekaligus pengamat intelejen, Umar Abduh dari CENTRE for Democracy and Social Justice Studies (CeDSos), sempat mengggelar konferensi pers berjudul “Manuver Hendropriyono dan Andika Perkasa Berpotensi Mengancam Ummat Islam, Kesatuan TNI dan Bangsa Indonesia”, Selasa (10/6) di Jakarta.

Konferensi pers ini diadakan untuk mengingatkan kembali umat Islam, TNI, dan Bangsa Indonesia terhadap sepak terjang Hendropriono dan menantunya Kadispenad Aktif Andika Perkasa agar jangan sampai membiarkan keduanya melancarkan trick dan manuvernya. Kolaborasi Mertua dan mantunya Andika Perkasa dalam kasus penangkapan Omar Farouq, eliminasi Tengku Fauzi Hasbi Geudong, dan dukungan kepada pesantren Ma’had Al-Zaytun. Selain itu kasus genosida pada jamaah Warsidi di Talangsari Lampung 1989.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriono merupakan sosok yang penting dalam tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) ini kerap melanggar HAM dan menjalankan kepentingan CIA dan asing dalam melanggengkan isu terorisme atau lebih tepatnya teroristainment untuk meraih simpati AS.

Konferensi pers ini diadakan untuk mengingatkan kembali umat Islam, TNI, dan Bangsa Indonesia terhadap sepak terjang Hendropriono dan menantunya Kadispenad Aktif Andika Perkasa agar jangan sampai membiarkan keduanya melancarkan trick dan manuvernya.

CeDSos: Hendropriono Jalankan Misi CIA & Ancam Kedaulatan Bangsa
Umar Abduh, peneliti dan pengamat intelijen dari CENTRE for Democracy and Social Justice Studies (CeDSos) mengggelar konferensi pers berjudul “Manuver Hendropriono dan Andika Perkasa Berpotensi Mengancam Ummat Islam, Kesatuan TNI dan Bangsa Indonesia”Umar Abduh hadir sebagai pembicara dengan moderator pengamat intelijen, Al-Chaidar.

Dalam  konferensi pers tersebut ia inging mengingatkan kembali umat Islam, #melawanlupa pada sepak terjang Hendropriyono dan mantunya Kadispenad Aktif Andika Perkasa yang akan melancarkan trick dan manuvernya.

Kelicikan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono ini tak peduli dengan nasib umat Islam, meski Hendro sudah naik haji ia gelap mata menjalankan kepentingan asing, CIA dalam melanggengkan isu terorisme di Indonesia. Kolaborasi mertua dan mantunya Andika Perkasa dalam kasus penangkapan Umar Farouq, eliminasi Tengku Fauzi Hasbi Geudong, dan dukungan kepada pesantren Ma’had Al-Zaytun. Yang paling fenomenal adalah proyek pembentukan Densus 88.

Apalagi kasus Hendropriono? simak daftar ini:

Hendropriono perwira intelijen yang dibina kader Benny Moerdani untuk menghancurkan Islam di Indonesia
1. 1989 : Jamaah Waridi, Talangsari, Lampung
2. Bom bali I,
3. Bali II,
4. PKS dst
5. Munir,
6. Bom Kedubes australia,
7. Bom JW Marriot,
8. Kerusuhan-kerusuhan di RI,
9. Ahmad Fatonah
10. Kasus penculikan aktivis

Kolaborasi mertua dan mantunya Andika Perkasa dalam kasus penangkapan Omar Farouq, eliminasi Tengku Fauzi Hasbi Geudong, dan dukungan kepada pesantren Ma’had Al-Zaytun. Yang paling fenomenal adalah Densus 88

Penangkapan Umar Farouq di Masjid Jami’ Bogor oleh pasukan elite Sandhi Yudha Koppassus dipimpin Andika Perkasa, pada 5 Juni 2005. Operasi itu  dilakukan atas perintah sang mertua Hendropriono tanpa melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku, yakni melakukan koordinasi dengan pihak Polri, BAIS, dan Menko Polhukam.

Atas nama kepala BIN, kata Umar, Hendropriono mengekstradisi langsung dan menyerahkan Omar Farouq kepada CIA di Bandara Halim Perdana Kusuma tanggal 6 Juni 2002 untuk selanjutnya dibawa ke penjara Baghram Afghanistan.

“Di sini Hendro sebagai kepala BIN secara sadar atau tidak sadar, sesungguhnya telah melakukan pelanggaran dan berkhianat kepada Undang-Undang Pertahanan Keamanan dan Kedaulatan Republik Indonesia,” ujarnya.

Sekilas Tentang Sepak Terjang Hendropriono Sang Dalang "Pencipta Jokowi"

Orang pertama yang "menemukan" Jokowi adalah mantan Kepala BIN dan murid Benny Moedani bernama Hendropriono. Kader utama LB Moerdani ini, terduga otak pelaku pembunuhan Munir aktivis HAM dan pembantaian ratusan syuhada jamaaah Warsidi Talangsari Lampung 1989 dan pembentukan teroristainment ala Densus 88.

Hendro juga adalah terduga pencipta, perekayasa serangkaian kegiatan "terorisme" atau lebih tepatnya aksi live show #teroristainment di Indonesia sewaktu menjabat kepala BIN.

Hendro bermaksud menumpang agenda AS yang sedang melancarkan perang global terhadap terorisme paska pemboman WTC 11/09/01. Tujuannya, menarik perhatian AS agar masuk ke Indonesia, kemudian membantu agenda pribadi Hendropriono jadi Presiden RI. Hendro berharap AS berutang budi atas jasa-jasa Hendro yang "membantu" dalam memenangkan perang menumpas teroris di Indonesia.

Tujuannya, menarik perhatian AS agar masuk ke Indonesia, kemudian membantu agenda dan ambisi pribadi Hendropriono jadi Presiden RI

Modusnya, dengan memberikan "legitimasi dan bukti" bahwa pengakuan Hambali (mujahid yang dijerat #terorostainment dan ditahan AS di Guantanamo) adalah benar. Hambali atas tekanan penyiksaan ala waterboard di penjara Guantanamo akhirnya mengaku pernah 1X kunjungi Ust Abubakar Baasyir di Ngruki. Meski Hambali bilang kunjungannya temui Baasyir ke Pesantren Ngruki hanya satu kali dan tidak bahas apapun, apalagi terorisme, AS tetap waspada.

Perhatian AS terhadap pesantren Al Mukmin Ngruki Solo Jawa Tengah, dimanfaatkan Hendro dengan merekayasa serangkaian gerakan terorisme alias teroristainment di Indonesia, dan buktinya bom meledak. Bom yang meledak dimana-mana ditunggani Hendro seperti Bom bali I (12/10/2), Bom BEJ, Bom Kedubes Australia, dan Bom Bali II itu lalu dimanfaatkan untuk kepentingan Hendro serta memberikan stigma RI negara teroris.

Awalnya, rencana busuk keji Hendro sukses. AS, Barat dan Australia setujui perangi terorisme di Indonesia. Solo jadi pusat medan perang.

Solo dijadikan pusat medan perang terorisme di Indonesia, gara-gara Hendro. Orang yang dijadikan Ka BIN oleh Presiden Mega, khianati negara RI. Hendopriono adalah kader utama Moerdani. Yang terkenal sebagai ANTI ISLAM, meski Hendro bernama asli Abdul Mahmud Hendropriono, haji lagi!

Sebelum jadi master of terrorist Indonesia, Hendro bersama 1 batalion pasukannya 'sukses' membantai mati 246 umat Islam jamaah Warsidi di Talangsari Lampung tahun 1989. Selengkapnya disini
Tragis pada 1989, Sebanyak 246 umat Islam jamaah Waridi sedang shalat subuh dibantai Kolonel Hendro Danrem Garuda Hitam Lampung atas tuduhan Makar ! Gile lue Ndro !

Mengapa Hendropriono Membentuk Densus 88
Dalam rangka menjadikan Solo dan Pesantren Al Mukmin Ngruki sebagai pusat medan perang terorisme (abal-abal) di Indonesia, Hendro butuh bantuan Walikota Jokowi yang kini menjadi boneka Hendro.

Meski akhirnya rekayasa Hendro pada "perang terorisme di RI" tercium oleh CIA, FBI dan LSM-LSM AS, Hendro jalan terus. Join dengan Australia

AS yang 'dikadalin' Hendro terkait isu terorisme tidak mau bantu Hendro, AS malah mendukung SBY jadi Presiden RI pada 2004 lalu dan berimbas pada marahnya Hendro! Hendro lalu bekerja sama dengan teman-teman dan yunior-yuniornya seperti Luhut Panjaitan dan Dai Bachtiar. Mereka dorong bentuk Densus 88, dengan bantuan Australia.

Sumber Daya di TNI sudah tidak bisa diharapkan lagi untuk "perangi terorisme (palsu)", Hendro tunggangi Polri Cs untuk membentuk Densus 88. Australia bantu. Maka sejak itulah ABRI Merah mendompleng Polri yang terus dicaci maki karena tindakan teroristainment yang berlebih. Seiring dengan terbentuk Densus 88 maka umat Islam kini mengalihkan perhatiannya dari ABRI merah, tak tahunya masih di dalangi oleh Jenderal jagal yang sama, darah titisan Benny Moerdani Cs.

Seiring dengan terbentuk Densus 88 maka umat Islam kini mengalihkan perhatiannya dari ABRI merah, tak tahunya masih di dalangi oleh Jenderal jagal yang sama, darah titisan Benny Moerdani Cs.

AKhirnya Australia mau membantu "perangi terorisme abal-abal" di Indonesia karena tekanan politik dalam negeri mereka yang begitu kuat, apalagi korban bom Bali I menewaskan 88 WN Aussie. Kekhawatiran rakyat Aussie baga bola salju dan menganggap terorisme Indonesia sebagai ancaman bagi keamanan nasional. Karenanya Aussie terpaksa rekrut Hendropriono

Selanjutnya bisa tebak, Hendroprioono jadi agen pemerintah Aussie via ASIS (lembaga intelijen Australia). Hendro dipasok uang, logistik, info, jaringan dan lainnya.

Ahmad Fathonah Ada Hubungan Dengan Hendro?
Tahu Ahmad Olong? Ga kenal? Kalau Ahmad Fathonah tahu? Nah itu tahanan LP Berramah Australia ygan dibebaskan Hendro dan "ditanam" di PKS. Siapa lagi binaan Hendro yg ditanam di PKS? Jangan kaget.. Anis Matta ! Apakah Anis Matta masih jadi agen Hendro atau tidak, tanya sendiri? 

Jadi, Hendropriono adalah agen pemerintah Australia, lihat bagaimana Hendro selalu bela pemerintah Australia dalam setiap isu politik, penyadapan dan terorisme bualan.

Boneka Hendropriono = Jokowi
Usut peran sentral hendro pada semua peristiwa yang memfitnah islam, bongkar kaitannya dengan luhut, Jokowi dan sejumlah jendral.
Jokowi ditemukan Hendropriono lalu dibina sejak Jokowi jadi Walikota Solo, lalu dialihkan ke Luhut, pura-pura buat PT Rakabu bersama pada tahun 2008.
Sudah saatnya kebenaran diungkap, apalagi Hendro sudah menuduh Prabowo, korban fitnahnya & genknya, sebagai psikopat. Hukum harus ditegakkan. Hendropriono, Luhut Panjaitan, Ansyori, Sumardi, Zaenal Abidin & jendral-jenderal binaan Benny Moerdani sangat takut jika Prabowo jadi presiden. Habis mereka!
Anda tahu siapa sekretaris Timses Jokowi? Namanya DR Andi Widjajanto. Siapa dia ? Anak Mayjen Theo Sjafei, Jendral kesayangan Moerdani. Ingatkah anda siapa Jenderal Theo Sjafei ayah kandung Andi Widjajanto? Dia pernah menghina Islam dan Quran. Mau tahu sejarahnya? Nih ..
Theo Sjafei, kader emas Moerdani, ayah Andi Widjajanto, sekretaris timses Jokowi, penghina Islam & Quran http://t.co/zz6FvySPZH

Barisan ABRI Merah, Jenderal Pengkhianat Negara
Terjawab kenapa semua Jenderal pengkhianat negara, pembenci Islam, tukang adu domba, perekayasa teroris, pembunuh aktivis kini mendukung Jokowi. Tak lain karena peran persaudaraan murid-murid Benny Moerdani.

Itulah seklias tentang Hendropriono mantan Ka BIN yang menjadi "pencipta Jokowi pertama kali, perekayasa terorisme, pembantai umat Islam RI. Gunakan akal hati, jangan pernah mau diperdaya para setan durjana. Mereka pakai wajah seribu rupa. 

Jangan lupa bantu bebaskan ustadz Abu Bakar Baasyir korban kejahatan antek asing AS dan Australia yang di kendarai juga oleh Hendropriono.

Jangan lupa bantu bebaskan ustadz Abu Bakar Baasyir korban kejahatan antek asing AS dan Australia yang di kendarai juga oleh Hendropriono.
Ayo Selamatkan Indonesia... 

[dbs/hudzaifah/voa-islam.com]
- See-more-at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/06/13/30847/melawan-lupa-6-hendropriono-dalangnya-jokowi-teroristainment-densus-88/#sthash.goxsP9Xx.dpuf
 



9.276 views

Sersan Bowe Bergdahl Dibebaskan, Masuk Islam dan Menjadi Pejuang Islam

WASHINGTON (voa-islam.com) - Publik Amerika mengalami kegegeran luar biasa. Pasalnya, Sersan Bowe Bergdahl, menjadi topik bahasan utama 'breaking news' di TV CNN, Fox, Euro News, BBC, sesudah dibebaskan oleh Taliban. Tentu yang sangat mengejutkan publik Amerika, Bergdahl masuk Islam, dan bersama Taliban menjadi "pejuang Islam".
Sersan Bergdahl yang menjadi ketua team leader dari pasukan "PLATOON" itu, ditangkap Taliban, dan ditahan selam lima tahun, dan sekarang dibebaskan oleh Taliban, dan ditukar dengan lima orang tokoh Taliban, yang dipenjara di Guantanamo. Ini sejarah baru perjuangan Taliban. Termasuk berubahnya sikap Bergdahl yan masuk Islam, dan bergabung dengan Taliban.
Kembalinya dan dibebaskan Bergdahl menimbulkan perbedaaan partai-partai politik utama Amerika Serikat berbeda pandangan tentang pertukaran lima tahanan Teluk Guantanamo dengan seorang tentara AS yang ditahan Taliban.
Kelompok Republik mengatakan tindakan tersebut membahayakan nyawa warga Amerik. Mereka menentang pertukaran dan memperingatkan ini adalah preseden yang mengkhawatirkan dan dapat dipandang sebagai berunding dengan teroris. Senator John McCain mengatakan tahanan, yang dipindahkan ke Qatar, adalah "orang-orang paling berbahaya".
McCain menambahkan anggota Taliban yang dibebaskan "kemungkinan bertanggung jawab atas kematian ribuan orang" dan kemungkinan memiliki "kemampuan untuk berperang kembali," katanya kepada TV CBS.
Afghanistan juga mengutuk pertukaran ini dengan mengatakan memberikan tahanan ke negara ketiga adalalah suatu pelanggaran hukum. Pemerintah baru Afghanistan sangat takut dengan dibebaskan tokoh Taliban, dan ini akan membahayakan bagi masa depan pemerintahan boneka Amerika,  Abdullah-Abdullah.
Sersan Bowe Bergdahl, 28 tahun, diserahkan kepada pasukan Amerika di Afghanistan hari Sabtu (31/Mei).
Lewat pidato hari Minggu, ayahnya, Robert Bergdahl mengatakan dirinya bangga karena anak laki-lakinya bersedia membantu warga Afghanistan, tetapi memperingatkan Bowe memerlukan waktu untuk pulih.
Dia mengatakan dirinya dan istri belum berbicara dengan anaknya. Tetapi Bowe dalam keadaan baik dan menjalani perawaratan kesehatan di rumah sakit militer AS di Jerman. (afgh/wb/voa-islam.com)
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/world-analysis/2014/06/07/30805/sersan-bowe-bergdahl-dibebaskan-masuk-islam-dan-menjadi-pejuang/#sthash.HDDMdWHY.dpuf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar