Rabu, 18 Juni 2014

Gurita Korporasi Multinasional ???!! .....penindasan kepada kaum miskin sebagai bagian terbesar Rakyat Indonesia>>..meskipun amanat UUD 1945 Pasal 33 menyatakan, "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat", tapi realisasinya masih jauh panggang dari api. Hal tersebut ditegaskan hasil survei yang dilakukan Indo Survey dan Strategy yang menunjukkan bahwa sebanyak 53,3 persen masyarakat tidak percaya terhadap pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 tersebut...??? ..... Karena para pelaksana di Pemerintahan Pusat dan daerah.. tidak melakukan seperti apa yang diamanatkan oleh UUD 45...>>>... Dalam banyak kasus di Indonesia, buah getir dari agenda tersembunyi itu memasuki berbagai sektor, termasuk proses pembuatan undang-undang di DPR. Badan Intelejen Negara (BIN) melaporkan bahwa proses pembuatan 79 undang-undang di DPR dikonsep oleh konsultan asing (beritasatu,2001). Menurut anggota DPR, Eva Sundari, kebanyakan undang-undang yang menjadi sasaran intervensi asing di sektor migas, energi dan pertanian. Mungkin inilah yang disebut Noreena Hertz sebagai "Silent Takeover". Kekayaan bangsa-bangsa dunia, termasuk sumber daya alam negara kita yang kaya raya, diambilalih diam-diam oleh korporasi multinasional itu. Tapi, kita acapkali tidak menyadarinya!(IRIB Indonesia/Liputan Islam)....>>> .... Keserakahan korporasi menyebabkan dunia timpang, karena mereka menguasai pasar seluruh kebutuhan pokok masyarakat dunia. Tampaknya, Noreena Hertz benar, "Pasar yang tidak diatur, keserakahan korporasi, dan lebih lagi lembaga keuangan akan memiliki konsekuensi global yang serius terutama berdampak buruk bagi warga biasa". ..>> .....Khudori (2011) mengutip laporan South Center (2005) menunjukkan bahwa sekitar 85-90 persen perdagangan pangan dunia dikontrol hanya lima korporasi multinasional. Sekitar 75 persen perdagangan serelia dikuasai oleh dua korporasi multinasional. Dua korporasi raksasa menguasai 50 persen perdagangan dan produksi pisang. Tiga korporasi multinasional menguasai 83 persen perdagangan kakao. Tiga korporasi menguasai 85 persen perdagangan teh. Lima korporasi mengendalikan 70 persen produksi tembakau. Tujuh korporasi menguasai 83 persen produksi dan perdagangan gula. Empat persen mengendalikan hampir dua pertiga pasar pestisida. Sedangkan empat korporasi raksasa menguasai seperempat bibit (termasuk paten) dan hampir seratus persen pasar global bibit transgenik...>>...Hertz sejalan dengan tesis Leftwich (1993), Gibson (1993), Hadenius dan Uggla (1990) yang menunjukkan model baru demokrasi yang diadopsi saat ini sebagai cara baru korporasi multinasional mengintervensi negara-negara dunia. Inilah kemasan paling ampuh Kapitalisme global untuk memasukkan agenda tersembunyi ke negara tujuan dengan menggusur peran negara dan menggantikannya dengan pasar....>> Cengkeraman korporasi multinasional di dunia memanfaatkan kelemahan demokrasi Liberal yang dipaksakan penerapannya di berbagai negara dunia, tanpa memerdulikan kearifan lokal. Korporasi raksasa multinasional juga memanfaatkan lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia untuk menekan kebijakan pemerintah sasaran pasar, termasuk Indonesia agar memuluskan jalan bagi mereka untuk mendulang pundi-pundi kekayaan di seluruh dunia. Model "Democracy without Adjectives" yang berkembang dewasa ini tidak lain dari cara korporasi multinasional membenamkan cakarnya di seluruh dunia tanpa mengenal batas dan rambu-rambu, bahkan aturan negara. Saking mengguritanya korporasi multinasional di dunia, Hertz (1999) menyebut korporasi multinasional menjelma menjadi institusi dominan yang mengalahkan negara dari sisi kekuasaan dan pengaruhnya di dunia. ...>>>... Bertebarannya korporasi multinasional di Indonesia mengeruk kekayaan bangsa ini dan hanya sedikit saja kontribusinya bagi negara kita, ternyata bukan hanya fenomena yang menimpa Tanah Air saja. Di tingkat global, segelintir korporasi multinasional menguasai hajat hidup publik dunia, bahkan kebutuhan pokok seperti pangan dunia pun berada dalam kendalinya...>>> ...Harian Kompas (22/11/2013) melaporkan, jumlah harta 50 orang terkaya di Indonesia mencapai $95 miliar atau Rp.1.111,5 triliun, dengan asumsi kurs ketika itu sebesar Rp.11.700 perdolar. Nilai ini setara dengan setengah dari utang pemerintah Indonesia pada akhir Oktober 2013 sebesar Rp.2.273 triliun. Jumlah tersebut naik 1,1 persen dibandingkan tahun lalu...>> .... Risma tahu bahwa perubahan itu tidak bisa sekali jadi. Untuk itulah persiapan dilakukan cukup lama. Perempuan yang ada di Dolly diberikan penyuluhan. Mereka diberi bekal keterampilan agar bisa mengerjakan hal yang lain. Hanya saja kepentingan yang ada di tempat seperti itu bukan hanya pekerja seks komersialnya saja. Ada pihak-pihak lain yang selama ini mengambil keuntungan atas penderitaan orang. Mereka yang mendapat keistimewaan itu tidak mudah diambil haknya.....>>> ...Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap dengan keputusannya untuk menutup tempat lokalisasi Dolly. Keberatan yang disampaikan sekelompok masyarakat membuat Risma bergeming. Penutupan Dolly dilakukan atas nama kemanusiaan. Saat tampil di acara Mata Najwa Metro TV, Risma sampai meneteskan air matanya. Ia tidak tahan dan merasa sangat terpukul melihat kenyataan pahit yang terjadi di tempat lokalisasi itu...>>> ...Tri Rismaharini... ADALAH SOSOK WANITA YANG SANGAT PEMBERANI ...DAN KONSISTEN DENGAN SEGALA NIAT BAIKNYA MEMBANGUN KOTA SURABAYA.. YANG BENAR2 BERSIH-DAN MEMBANGUN RAKYAT DARI KETERPURUKAN.. BAIK KONDISI SOSIAL MAUPUN EKONOMI.. ??>> BELIAU BUKAN AHLI.. TETAPI TEKAD DAN UPAYA2NYA TELAH BANYAK DIBUKTIKAN.. KARENA KETULUSAN DAN KEJUJURANNYA.. >> SUDAH BANYAK YANG MENJADI WALIKOTA DAN BAHKAN GUBERNUR.. SEPANJANG SEJARAH IBUKOTA JAWA TIMUR-SURABAYA... NAMUN BARU IBU RISMA YANG MAMPU MEWUJUDKAN MENUTUP LOKALISASI PROTITUSI ...TERBESAR DI INDONESIA ITU.. YAKNI " DOLLY "....?? SEMOGA USAHA BAIK INI MENDAPAT BERKAH DAN REDHA ALLAH SWT... AAMIIN>> BAHKAN KONON PDIP SEBAGAI PARTAI TEMPAT BERNAUNG IBU RISMA .. TIDAK MENDUKUNG..DALAM PENUTUPAN DOLLY ITU..?? ENTAHLAH.. ADA KEPENTINGAN APA.. DENGAN TOKOH2 PARTAI.. BERLAMBANG BANTENG MONCONG PUTIH ITU...??? ..... BISA JADI... BANYAK KEPENTINGAN YANG LAINNYA .....YANG... TERLALU SARAT DENGAN.. PAT GULIPAT..SOAL UANG..LENDIR YANG BERTEBARAN DAN UNTUK SERVIS PARA TETAMU DAN ORANG VIP ATAU VVIP..BIZ DAN KEPENTINGAN LOBBY2 POLITIK...??>> ENTAHLAH.. DUNIA.. MEMANG SEPERTI DEMIKIAN YANG DIANUT KAUM HEDON-PARA KAUM SERAKAH DI MANA2..??>> BAHKAN KONON SUDAH DIANGGAP SAJIAN2 LUMRAH..YANG MENJADI..PEMANIS HUBUNGAN BIZ..PADA SEGALA TINGKAT YANG MELIBATKAN.. KONTRAK2 DENGAN NILAI YANG ADUHAI... ??? >> ENTAHLAH.. >> KARENA ITU TIDAK HERAN JIKA ADA YANG BERLINDUNG DENGAN MENGGUNAKAN KEKUATAN..PARTAI...DAN MACAM2 CARA... DEMI KEPENTINGAN..YANG SELAMA INI MENJADI ..KEHARUSAN..ATAU KEBIASAAN...YANG DIANUT...?? ENTAHLAH...?? >> LALU DIKEMANAKAN PANCASILA YANG OLEH PARTAI2..DIJADIKAN DASAR BERPARTAI.... DAN PADA KAIDAH DASAR .. DENGAN MENDASARKAN KEPADA.."KETUHANAN YANG MAHA ESA "...?? APAKAH ... MUNGKIN BAGI BEBERAPA PIHAK.. AAAHHHH... DILUPAKAN SAJA.... HEHEHE...???>>> .. SEMOGA UPAYA DAN PERJUANGAN IBU RISMA..BENAR2 TERWUJUD.. DAN MEMULIHKAN KOTA SURABAYA MENJADI KOTA..YANG LEBIH BERBUDAYA..DAN TERHORMAT... AAMIIN...>>>

DATA, FAKTA NEOLIB DAN MASALAH INDONESIA SERTA TAWARAN SOLUSI

Oleh: M.Hatta Taliwang/ Koordinator Grup Diskusi 77-78

http://kabarnet.in/2010/12/30/data-fakta-neolib-dan-masalah-indonesia-serta-tawaran-solusi/

  • 1. Di masa Raffles (1811) pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan maksimal 45 tahun; di masa Hindia Belanda (1870) hanya boleh menguasai lahan maksimal selama 75 tahun; dan di masa Susilo Bambang Yudhoyono (UU 25/2007) pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun. Teritorial Indonesia (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk KK Migas, KK Pertambangan, HGU Perkebunan, dan HPH Hutan. Total 175 juta hektar (93% luas daratan Indonesia) milik pemodal swasta/asing(Sumber : Salamuddin Daeng(SD), Insititut Global Justice (IGJ)
  • 2. Sebanyak 85% kekayaan migas, 75% kekayaan batubara, 50% lebih kekayaan perkebunan dan hutan dikuasai modal asing. Hasilnya 90% dikirim dan dinikmati oleh negara-negara maju. Sementara China tidak mengekspor batubara, Sekarang kita harus bertarung di pasar bebas dagang dengan China – Asean. Ibarat petinju kelas bulu diadu dengan petinju kelas berat dunia. Pasti Knock-Out ! Siapa yang melindungi rakyat dan tanah tumpah-darah kita ini?(Sumber : SD-IGJ)
  • 3. Beberapa tahun terkhir kita impor 1,6 juta ton gula, 1,8 juta ton kedelai, 1,2 juta ton jagung, 1 juta ton bungkil makanan ternak, 1,5 juta ton garam, 100 ribu ton kacang tanah, bahkan pernah mengimpor sebanyak 2 juta ton beras(Sumber : RR) Pastinya ada yang salah dengan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia menyangkut sektor pertanian. Pasti juga ada agen kapitalis yang bermain di balik penindasan yang terjadi terhadap para petani Indonesia ini.
  • 4. Penerimaan negara dari mineral dan batubara (minerba) hanya 3 persen (21 trilyun pada tahun 2006). Padahal kerusakan lingkungan dan hutan yang terjadi sangat dahsyat dan mengerikan!. Devisa remittance dari para tenaga kerja Indonesia (TKI) saja bisa mencapai 30 trilyun pada tahun sama.[Sumber : Tjatur Sapto Edy-(TSE)] Jadi kemanakah larinya hasil emas, tembaga, nikel, perak, batubara,timah,aluminium dan seterusnya, yang ribuan trilyun itu?…
  • 5. Dari permainan ekspor – impor minyak mentah, pelaku perburuan rente migas ‘terpelihara’, dan setiap tahun negara dirugikan sampai 4 trilyun. Namun menguntungkan ‘oknum’ tertentu yg dikenal sebagai MR TWO DOLLARS dan memiliki hubungan dg penguasa(Sumber : RR).Inikah penyebab pansus BBM DPR RI tdk berkutik ? Malah mantan ketua pansus yang gagal itu jadi MENTERI.
  • 6. Disepakati kontrak penjualan gas (LNG) ke luar negeri dengan harga antara tiga hingga 4 dollar Amerika/mmbtu. Padahal saat kontrak disepakati harga pasar internasional US$ 9/mmbtu(Sumber : TSE). Gas dipersembahkan buat siapa? Siapa yang bermain?
  • 7. Dengan standar buatan Indonesia orang miskin di negeri ini tahun 2006 berjumlah 39 juta (pendapatan perhari 5.095,-) Tapi kalau memakai standar Bank Dunia/standar internasional US$ 2 per hari, maka orang miskin di Indonesia lebih kurang 144 juta orang (65%)(Sumber : FB). Lalu apa yang kita banggakan dari pemimpin bangsa ini?
  • 8. Dengan 63 hypermarket, 16 supermarkets di 22 kota (termasuk 29 hypermartket Alfa dan jaringannya di seluruh Indonesia), maka Carefour Indonesia (komisarisnya jenderal-jenderal) total menguasai bisnis ritel. Bagaimana nasib jutaan warung-warung kelontong milik rakyat kecil? Atas nama liberalisme pasar semua digusur? (Sumber : Penelusuran di internet)
  • 9. Sampai sekarang jumlah mall dengan konsep one stop shopping di JKT sekitar 80an dan akan bertambah tahun ini menjadi 90an .Smentara pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Jaya tinggal 150an dlm keadaan “babak belur”. SIAPAKAH PEMILIK MALL ?? Smentara penghuni pasar tradisional mayoritas pribumi yg dengan memelas dan menjerit pendapatannya terus melorot.Siapa peduli mereka?Persaingan atas nama ideologi apa ini ?Atau penindasan rakyat macam apa ini? (Sumber : Penelusuran di internet)
  • 10. Sepuluh tahun kedepan Indonesia akan impor biji gandum lk 10 juta ton(butuh devisa lk 42,5 triliun rupiah).Sekarang masih 5 juta ton/tahun. Itu artinya akan jadi importir terbesar didunia.Kebijakan pertanian dan pangan yg tidak pro petani/rakyat, membuat kita tergantung pada impor gandum dari AS, Kanada dan Australia. Budaya makan mie,roti dll ikut andil(sukses marketing kapitalis juga).Padahal di Meksiko mampu memproduksi mie dari tepung jagung atau di China Selatan dari tepung beras. Indonesia sebenarnya mampu membuat yang seperti itu bahkan tepung sagu melimpahruah, kalau mau. Tapi bisnis impor gandum dan jual beli terigu sudah jadi “kerajaan tersendiri” yang dinikmati kapitalis. Tak peduli kesengsaraan petani Indonesia.(Sumber : Penelusuran di internet).
  • 11. Sampai saaat ini kebutuhan daging sapi nasional sekitar 400 ribu ton (1,8 juta ekor sapi).dari jumlah tsb baru bisa dipenuhi lk 65%. kekurangannya diimpor dari AS, AUSTRALIA, SELANDIA BARU, KANADA, IRLANDIA, BRAZIL. Pemerintah mencanangkan swasembada daging sapi thn 2014. tapi yang terjadi sejak tahun lalu adalah serbuan daging sapi impor, sapi siap potong impor, daging sapi beku impor yang menghantam usaha peternakan rakyat. Tak tergambar bagaimana program utk merealisasikan swasembada daging tsb secara gamblang.Tak beda dengan impor kedele, jagung, kacang tanah, gula dll berujung pada tdk diberdayakannya secara optimal kemampuan petani/peternak utk mengisi pasar dalam negeri guna menghadapi kebiasaan impor yang hanya menguntungkan segelintir pengusaha /kapitalis. Rezim ini berpihak ke siapa?(Sumber : Penelusuran di internet)
  • 12. Tahun 2008 adalah tahun monumental bagi industri otomotif di Indonesia. Tercatat penjualan 607.151 unit mobil dan lk 6.000.000 unit sepeda motor.Tentu saja AGEN TUNGGAL PEMEGANG MERK(ATPM)berpesta, apalagi PRINCIPALnya. Apakah Pemerintah dan Rakyat Indonesia mendapat manfaat dari pesta tsb ? Ya tentu. Tapi tidak sebanyak yang diraih bila Indonesia punya merk mobil nasional sendiri lewat pembelian lisensi seperti yang ditempuh Malaysia, India, China, Iran dan Korsel. Sudah puluhan tahun gagasan punya merk mobil nasional tapi kandas. Tommy, Bakri dan Texmaco sdh mencoba tapi kandas. Apakah karena kekuatan kapitalisme pada industri otomotif Indonesia sedemikian mencengkeram sehingga kita tak berdaya atau political will yang lemah ? Kenapa Malaysia bisa dengan PROTON nya ?(Sumber : Penelusuran di internet)
  • 13. Penjualan putus gas Donggi Senoro ke Mitsubishi , menghilangkan potensi perolehan negara sebesar USD 500.000.000/tahun atau Rp 4,5 triliun(hitungan DR.Kurtubi). padahal Pertamina jauh lebih pengalaman dalam membangun dan menjual LNG. Kenapa aset negara strategis ini dilepas begitu saja? Sementara rakyat harus membeli gas dengan “harga dunia”yang 5x lebih mahal?
  • 14. Seperti dalam berbagai bidang Malaysia dulu banyak belajar dari Indonesia trmasuk Petronas awalnya banyak belajar dari Pertamina.tapi kini aset Petronas 5x lebih besar dari Pertamina.(Sumber : Dr. Kurtubi dan Marwan Batubara). Apakah karena kehebatan orang Malaysia atau karena Pertamina secara perlahan digrogoti dari dalam oleh mafia migas/konspirasi kapitalis?
  • 15. Indonesia disebut TANAHAIR. 175 jt ha TANAH dalam bentuk HPH,HGU,KONTRAK KARYA. AIRTAWARNYA dikuasai 246 perusahaan air minum dalam kemasan(AMDK). 65% dipasok oleh perusahaan asing (AQUA DANONE dan ADES COCACOLA). AQUA DANONE milik Prancis menguras air Indonesia dari 2001 sd 2008 saja lk 32.000.000.000 liter dengan laba yang dilapor hanya Rp 728 milyar. Pada label disebut dari mata air pegunungan,padahal dari exploitasi air tanah.Banyak kebohongan pihak AQUA yang dilansir Marwan Batubara(Tokoh LSM KPK-N),mulai dari volume,pajak,laba hingga dampaknya. Dan yang paling mengerikan menurut Erwin Ramadhan, ancaman terhadap ketersediaan air tawar di Indonesia, akan kering dimasa datang? TANAHAIR milik siapa?
  • 16. Hutang Luar Negeri Indonesia (Pemerintah dan Swasta) sebesar dua ribu lima ratus trilyun rupiah (2.500.000.000.000.000) diantaranya dibuat selama 5 th pemerintahan SBY sebesar 300an triliun.. Bunga dan cicilan pokok 450 trilyun. Pertumbuhan ekonomi 4 – 6 % per tahun hanya untuk biaya bunga dan cicilan pokok hutang luar negeri.Sebuah sumber menyebut negara telah bangkrut secara akuntansi karena hutang lebih besar dari assets. Kekuatan ekonomi bangsa Indonesia telah terjebak dalam hutang berkepanjangan (debt trap) hingga tak ada jalan keluar! Kita akan terus hidup bergantung pada hutang.Sementara itu diduga ada mafia dlm “permainan hutang” ini yg mengambil keuntuangan dari “selisih bunga pinjaman hutang”.makin banyak pinjaman makin menguntungkan mafia ini. oh lintah darat terus menghisap darah rakyat.[Sumber : SD-IGJ, FUAD BAWAZIER(FB), RIZAL RAMLI(RR)]
  • 17. Empat puluh tahun lalu pendapatan rakyat Asia Timur rata-rata sebesar US$ 100, bahkan China cuma US$ 50. Kini Malaysia tumbuh 5 kali lipat lebih besar dari pendapatan Indonesia, Taiwan (16 kalilipat), Korea (20 kalilipat), China (1,5 kalilipat) dan telah jadi raksasa ekonomi, politik, dan militer di ASIA.(Sumber : RR). Ke mana hasil sumber daya alam kita yang sudah dikuras selama hampir 40 tahun ini? Ya memperkaya negara Barat, Singapura,ASIA Timur dan tentu saja oknum2 KAPITALIS di INDONESIA.
  • 18. Ekonomi Indonesia hanya dikendalikan oleh 400-an keluarga yang menguasai ribuan perusahaan Sejak Orde Baru mereka dapat monopoli kredit murah, perlindungan tarif, kuota, dan sebagainya. Semua itu karena mereka memberi upeti kepada penguasa(Sumber : RR). Sementara usaha kecil yang puluhan juta dianiya, digusur, dan dipinggirkan.
  • 19. Akibat dari BLBI 1997, maka banyak bank berantakan. Kemudian direkapitalisasi ratusan trilyun. Bunga rekapitalisasi setiap tahunnya ditanggung oleh rakyat Indonesia melalui APBN sebesar puluhan trilyun untuk jangka 30 tahun ke depan(Sumber : FB). Yang menikmati BLBI di antaranya Syamsul Nursalim dkk, ongkang-ongkang kaki di Singapura(bahkan melalui Ayin tetap menjalin “persahabatan” dg PENGUASA Ind). Parahnya lagi, sekarang keadaan perbankan 66-70% sudah dikuasai oleh modal asing(Sumber : SD-IGJ). Sebagian bank yang dikuasai asing itu menikmati bunga rekapitalisasi yang ditanggung oleh APBN tersebut. Kesimpulannya, negara Indonesia ini sudah berantakan dalam aspek-aspek mendasarnya (teritori, keuangan, hutang).
  • 20. Dengan iming-iming pinjaman US$ 400 juta dari the World Bank, Undang-Undang Migas harus memuat ayat: Indonesia hanya boleh menggunakan maksimal 25% hasil produksi gas-nya. Bayangkan, kita eksportir gas terbesar di Asia, tapi penggunaan gas-nya diatur dari luar. Akibatnya PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Asean Aceh Fertilizer, tutup karena kekurangan pasokan gas(Sumber : RR). Ini tikus mati di lumbung padi! Bahkan sekarang harga gas untuk rakyat mau dinaikkan lagi.
  • 21. Dengan total anggaran belanja 3.660 trilyun (tahun 2005 s/d 2009), selama 1825 hari kerja, rezim ini hanya mampu menurunkan jumlah orang miskin dari 36,1 juta (16,6%) menjadi 32,5 juta (14,15%).Sumber lain malah menyebut terjadi penambahan jumlah orang miskin. Sementara pengangguran terbuka makin meningkat dari 7% menjadi lebih-kurang 8,5%. Padahal sebagian rakyatnya sudah rela jadi “kuli” di ARAB SAUDI, HONGKONG, SINGAPURA, MALAYSIA, KORSEL dll. Mau ke mana rakyat dan negeri ini dibawa…? (Sumber : Hasil penelusuran di internet)
  • 22. Untuk pemenangan PEMILU dan PILPRES(selain “PROYEK CENTURY”), demi bertahannya rezim ‘anak manis’ ini, maka majikan dari luar memberi bantuan pinjaman sekitar 50 trilyun untuk mengambil hati orang desa, masyarakat miskin,dan pegawai negeri (PNPM, BLT, GAJI ke-13, JAMKEMAS, KUR, RASKIN, dll)(Sumber : SD-IGJ). Utang makin bertambah demi citra rezim di mata rakyat ‘bodoh’. Ditambah lagi dengan UTANG, untuk kesejahteraan pegawai DEPKEU atas nama REFORMASI BIROKRASI, sebesar hampir 15 trilyun, yang menghasilkan GAYUS MARKUS. Alamak…, makin sempurna kejahatan rezim ini!
  • 23. Dugaan kekayaan negara yang hilang sia-sia: 1>. Dengan memakai asumsi Prof. Soemitro 30% bocor, maka kalau APBN 2007 sebesar 750 trilyun, maka bocornya lebih kurang 250 trilyun. 2>. Penyelundupan kayu/pencurian hasil laut, pasir, dan lain-lain 100 trilyun. 3>. Potensi pajak yang tidak masuk kas negara tahun 2002 (menurut Kwik Kian Gie) sekitar 240 trilyun kalau sekarang misalnya dua kali lipat, maka angkanya berkisar 500 trilyun. 4>. Subsidi ke bank yang sakit menurut Kwik 40 trilyun tahun 2002. Maka secara kasar potensi pendapatan negara yang hilang sia-sia totalnya 890 trilyun. Itulah salah satu sebab rakyat tetap miskin, segelintir orang mahakaya, dan negara tertentu kecipratan menjadi kaya.
  • 24. Tahun 2005 BPK menemukan 900 rekening gelap senilai 22,4 trilyun milik 18 instansi pemerintah. Pada waktu itu ada 43 instansi yang belum diaudit(Sumber : FB). Jadi masih banyak uang negara yang gelap yang belum dimanfaatkan. Kenapa mesti menghutang untuk memberi rakyat raskin dan BLT? Kenapa jalan-jalan raya di tengah kota banyak yang bolong-bolong? Kenapa begitu banyak orang yang mengemis di pinggir-pinggir jalan?
  • 25. Tahun 2003 BUMN Indosat dijual ke TEMASEK SINGAPURA dengan harga 5 triliun.Selama lk 5 tahun TEMASEK telah meraup keuntungan lk 5 triliun laba dari bisnis telekomunikasi tsb. Artinya secara kasar modal sudah kembali. Tahun 2008 TEMASEK menjual Indosat ke QATAR TELECOM senilai 16 triliun. Itu keuntungan mutlak hanya dalam 5 tahun dari perusahaan Singapura. Siapa yang pintar dan siapa yang “pura-pura bodoh”? Ini salah satu dosa rezim neolib yang tak akan dilupakan rakyat.(Sumber : Penelusuran di internet).
  • 26. Menurut BPK ; “kerugian negara akibat ilegal logging 83 milyar/hari atau 30,3 triliun/tahun. ¾ hutan alam telah musnah. Setahun hilang seluas negara Swiss. Belum termasuk kerugian ekologis(banjir,longsor,kekeringan, hilangnya satwa,gas rumah kaca)”. Apa hubungannya dengan RRC atau Malaysia yang jadi juara export kayu lapis di dunia yang dulu dijuarai Indonesia?
  • 27. Menurut ER Hardjapamekas, tahun 2008 , 36 Kepala Daerah diduga korupsi. Tiga tahun terakhir nilai yang dikorupsi lk 1.600 milyar. Sejak reformasi lk 1.000 anggota DPRD terlibat korupsi bernilai lk 200 milyar. Ini yang terungkap… cuma puncak gunung es…
  • 28. Meskipun Cina menerapkan hukuman berat terhadap koruptor sampai 4800 pejabat negara dieksekusi didepan regu tembak tahun 2007, namun tahun 2009 pejabat terbukti korupsi meningkat 2,5% menjadi 106.000. Ini yang diduga menyebabkan peningkatan jumlah yang dieksekusi mati antara 8.000an sampai 10.000an (BATAVIASE.CO.ID 05 APRIL 2010). Indonesia yang “hanya memenjarakan dengan hukuman relatif ringan” (tak ada yang dieksekusi) lk 500an pejabat sejak 5 tahun terakhir, tentu tak mempunyai efek jera.
  • 29.  Salah satu dampak buruk skandal CENTURY ,pegawai rendahan tahu para BOS melakukan korupsi besar tapi tak ada tindakan hukum/politik.Akibatnya mereka yang rendahan merajalela melakukan koropsi seperti cerita pak SAPARI sbb ;” TENDER 800 JT. KETIKA MENANG LANGSUNG DIPOTONG 300 JT.PADA SAAT PELAKSANAAN RIELNYA CUMA SISA 250 JT. BERARTI PROYEK DIKERJAKAN DENGAN NILAI CUMA 30% ALIAS KORUPSI 70% (Sumber : Sapari, kontraktor, Jakarta,editorial Metro Tv, 10 Agustus 2010 pk. 07.30).Ini permainan orang bawah. tak merasa ada beban.mereka makin merasa ada pembenaran dari skandal Century.
  • 30. Dlm kasus bencana Teluk Mexico Presiden Obama berhasil mendaptkan komitmen ganti rugi dari Biyond Petrolium(BP) sebesar USD 20 M. Dalam kasus Lapindo yang oleh Rahmat Witoelar (mantan Menneg KLH) disebut BUKAN BENCANA ALAM, malah pemerintah melalui APBN (DARI PAJAK RAKYAT!) harus menanggung beban Lapindo sebesar Rp 7,2 triliun dari 2010 sd 2014(Sumber :Marwan Batubara).lebih besar dari uang Century yang dirampok.
  • 31. Presiden AS Richard Nixon menginginkan kekayaan alam Indonesia diperas sampai kering. Indonesia ibarat realestate terbesar didunia yang tak boleh jatuh ke tangan Uni soviet atau China(Charlie Illingworth,seperti dikutip B Shambazy dalam buku John Perkins” Membongkar Kejahatan Jaringan Internasional. Bagaimana realita Indonesia setelah 40 tahun “pesan Nixon” ? Minyak , gas, emas,batubara, tembaga dll hampir kering dijarah. Ditambah dengan jeratan utang menggunung. Apakah para agen Nixon belum kenyang dan belum tobat?
  • 32.  “Aku akan bekerja membangkrutkan negara negara yang menerima pinjaman sehingga negara negara itu selamanya akan terjerat utang . setelah itu mereka akan jadi sasaran empuk kepentingan kami (USA), berkait dengan ;pangkalan militer,hak suara di PBB,akes ke minyak bumi atau sumberdaya alam lainnya”. (John Perkins : ” CONFESSION OF AN ECONOMIC HIT MAN “)
  • 33.  Di barat kita bermasalah dengan Malaysia, di timur (NTT) ada masalah dengan tumpahan minyak(ledakan sumur)blok Montara milik PT TEP(Australia/Thailand).Tumpahan ini telah merugikan secara sosial ekonomi dan lingkungan Indonesia. Menurut Gubernur NTT nilai kerugian akan berakumulasi antara 2,5 sd 3 triliun mencakup 20.358 KK nelayan.Sikap Pem RI terhadap Australia/Thailand sangat lambat.Padahal kasus ini sudah lebih setahun(lebih dulu dari kasus Teluk Mexico yang diselesaikan cuma 2 bulan oleh Obama).PEM RI malah telah keluarkan biaya penanggulangan sekitar rp 900 juta. Penanganan dan klaim sangat lambat.bagaimana kedaulatan kita?akan diselesaikan diam2?
  • 34. PETRONAS menguasai 1 juta ha PSC MIGAS dan 400 ribu ha (ada yang menyebut dua juta ha) lahan sawit di Indonesia dikuasai Malaysia.Kedua bisnis tsb seluruhnya seluas 3x pulau Lombok(sumber;SD-IGJ), Investasi senilai USD 1,2 M, 2 JUTA TKI dll seharusnya menjadi alat penekan PEM RI dalam rangka perundingan perbatasan dengan Malaysia.Tak ada perundingan yang sukses tanpa pressure.tak ada diplomasi santun dengan tetangga yang kurang ajar.
  • 35. Amerika Serikat adalah negara brandal(rogue state) terbesar di muka bumi. Ia mensponsori kudeta a.l. di Indonesia (1965) dan bahkan dengan dukungan institusi keuangannya/Depkeunya juga IMF , menimbulkan aksi devaluasi kejam terhadap aset2 di Asia Timur/Tenggara termasuk Indonesia (1997) yang menciptakan pengangguran massal dan menihilkan seluruh kemajuan yang telah dicapai selama bertahun tahun di Asia Timur/Tenggara termasuk di Indonesia.(lihat NEO IMPERIALISME karya DAVID HARVEY hal 44 dst).Mungkinkah peristiwa tsb berulang lagi di Indonesia dalam pola yang lebih kreatif?
  • 36. Indonesia adalah eksportir sawit terbesar di dunia. namun sebagian besar kebun sawit adalah pengusaha Malaysia. Pabrik olahan sawitnya dibangun di Malaysia dan Singapura.padahal sawit mempunyai 38 produk turunan (bahkan ada yang menyebut 100 an lebih). Indonesia tdk mendapat nilai tambah dari sawit.justru yang terjadi paradox/ketimpangan besar antara pengusaha dengan rakyat yang hidup di sekitar perkebunan (A.Prasetyantoko,FTW,Agsts 2010).Di MalaysiaTKI diexploitasi sebagai “budak”(ada 50ribuan anak anak TKI yang tdk sekolah di Sabah), di Tanahair sendiri jadi kuli di kebun orang Malaysia.TRAGIS DAN IRONIS.
  • 37. Sejak 1998 sd 2009 lebih kurang 474 UU telah disahkan. Yang paling menyedihkan adalah UU bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam. Ciri umum UU tsb adalah ; 1. Hilangnya campurtangan negara dalam perekonomian dan diserahkan pada mekanisme pasar. 2. Penyerahan kekuasaan pada modal besar/asing dalam rangka ekspansi dan eksploitasi sumber daya alam di Indonesia.3.Perlakuan diskriminatif terhadap mayoritas usaha rakyat(Sumber : IGJ<April 2010). Tidak heran karena biaya amandemen UUD 45 dan pembuatan UU dibiayai UNDP, NDI,BANK DUNIA,ADB,USAID total $ US 740 juta ( Sumber : PETISI 28). Makin melapangkan jalan nekolim menguasai ekonomi Indonesia.
  • 38. Menko Perekonomian menargetkan investasi mencapai 3.100 triliun sampai 2014(Sumber :SIB 25/6/2010). Padahal dalam 15 tahun terakhir investasi asing tidak mencapai 1.000 triliun atau cuma sekitar USD 76.469 M(Sumber : SD-IGJ). Dengan investasi dibawah 1.000 triliun saja pihak asing sdh menguasai lk 75% sumber kekayaan alam,sumber keuangan/perbankan dan aktifitas perdagangan di Indonesia. Bila target tsb terwujud ditambah UU yang pro asing/kapitalis serta sikap “kurang nasionalis” para politisi/penguasa, maka bukankah sama dengan kita menyerahkan bangsa dan rakyat (kedaulatan kita) bulat2 ke kaum imperialis?
  • 39. Hutang perkepala rakyat Indonesia meningkat selama pemerintahan SBY , dari 5,8 juta (2004) menjadi 7,7 juta(2009). Jumlah hutang meningkat 31% dalam 5 tahun terakhir. PENINGKATAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH(Sumber : Tim Indonesia Bangkit). Cicilan pokok plus bunga yang dibayar dalam 6 tahun terakhir adalah 877,633 triliun(Sumber : SD-IGJ,Agsts 2010).Lebih besar dari APBN 2007.Melebihi seluruh pendapatan dari pajak setahun. Membangun atau menggali lubang…?
  • 40. Indonesia akan benar2 jadi NEGARA GAGAL?Mnurut Rotberg(2002) gejala negara gagal 1.Keamanan rakyat tak bisa dijaga 2.Konflik agama/etnis tak usai 3.Korupsi merajalela 4.Legitimasi negara menipis 5.Pusat tak berdaya hadapi masalah dalam negeri 6.Rawan terhadap tekanan luar negeri 7.dll. Dalam bukunya COLLAPSE(2005) PROF JARED DIAMOND(UCLA), Indonesia diramalkan akan jadi NEGARA GAGAL,seperti SOMALIA,ETIOPIA,RWANDA dll. AYO BANGKIT BERSAMA.SELAMATKAN INDONESIA !JANGAN SIBUK SELAMATKAN DIRI MASING2 DONG !
  • 41. Thn 1984 ekspor Indonesia US$ 4 MILYAR, CHINA hanya US$ 3 milyar. Dua puluh tahun kemudian Indonesia US$ 70 MILYAR, CHINA US$ 700 milyar. Dalam bidang pembangunan jalan tol Indonesia memulai lbh awal 10 tahun dari Malaysia dan 12 tahun dari China. Sekarang panjang tol Malaysia lk 6.000 km dan China lk 90.000 km. Sementara Indonesia cuma 630 km (Sumber :JEFFREY SACH).Skedar indikator betapa tertinggalnya kita.
  • 42. Dari 1,3 milyar penduduk China ada 70 juta anggota Partai Komunis yang didoktrin utk berbuat terbaik utk rakyat/negaranya. Mereka adalah tim yang 24 jam nonstop memikirkan kemana negaranya akan dibawa.(Sumber : Mayjen Purn. Sudrajat,mantan Dubes di China). Rahasia kemajuan China lainnya  :sangat kuat menjaga persatuan dan stabilitas keamanan(ala Soeharto?), falsafah : “mewujudkan dunia benar2 surga”,menegakkan hukum konsisten(sdh lk 10.000 koruptor dieksekusi !)dll. Benar sabda Nabi Muhammad SAW; kejarlah ilmu sampai ke negeri China.
  • 43. Dana pemilu,pilpres dan pemilukada tahun 2009 diperkirakan sekitar 50 triliun(Sumber : Dradjad Wibowo,MI.Com 14/3/09). Lk 5% APBN. Demokrasi mahal. Yang terjadi adalah “demokrasi criminal/ crime democracy” (istilah Rizal Ramli). KRIMINAL PROSESNYA (sbagian beli suara, manipulasi,skandal Century,IT dan DPT,kolusi dan nepotisme nomor urut caleg dll). KRIMINAL OUTPUTNYA (“sekongkol” atur anggaran, contoh anggaran perjalanan 19,5 triliun, tidak serius tuntaskan skandal Century, kasus pemilihan Gub BI dll). Harus segera dibangun demokrasi yang bermartabat. Anggaran partai harus dari Negara supaya akuntabel dan tidak dibajak oleh kapitalis/corporatokrasi, lahir politisi yang akuntabel, bermutu, berintegritas. UU Pemilu/Parpol/Parlemen(MD3) harus dirubah dan spiritnya membuka ruang bagi tumbuhnya demokrasi yang sehat. Outpun lain dari demokrasi kriminal adalah KADER BANGSA TERBAIK (jujur, trackrecord bagus, cerdas, berintegritas) TERELIMINASI/ TERGUSUR dari proses recruitment politik dan birokrasi, sehingga tidak dapat tampil jadi PEMIMPIN BANGSA (hanya karena tak cukup uang/ sponsor/ tak punya power cantolan atau memang mereka menolak bermain uang/ memakai sponsor/cantolan). Yang EKSIS adalah sebagian mereka yang mau bermain dalam system demokrasi kriminal(dan karena itu tak heran bila lembaga politik bahkan birokrasi banyak dihuni “ bukan kader bangsa terbaik” dan karena itu tak punya visi serta komitmen membangun bangsa dengan sungguh2 dan benar). Sistem demokrasi yang benar dan sehat SEMESTINYA melahirkan KADER BANGSA TERBAIK PADA POSISI TERBAIK dan itu menjadi prasyarat menuju kejayaan sebuah bangsa.
  • 44. Luas rata rata lahan petani Karawang 0,33 ha dengan nilai pendapatan rata rata perbulan lebih kurang Rp 700 ribu (Rp 23 ribu perhari). Angka “hidup layak minimal” di Karawang  Rp 1,2 jt/bulan ,sementara upah minimum 2010 adalah Rp 1,1 juta/bln( Kompas 25/9/10). Petani Karawang adalah PAHLAWAN yang menyuplai beras utk warga.dan elit2 Jakarta.tapi siapa yang peduli dengan mereka? BENARKAH mereka tersentuh pembangunan? Bagaimana mereka menyekolahkan anak?berobat kalau sakit? Sawah tergenang banjir? Semoga saat kita menyuap NASI kita ingat dan doakan Petani Karawang dan semua Petani Indonesia .
  • 45. Ada lebih kurang 30 juta rakyat Indonesia tidak punya rumah (Sumber; Prof.DR.D.Rachbini). Lebih besar dari seluruh penduduk Malaysia. Di zaman Orba ada rumus pembangunan rumah 1,3,6 (tiap bangun 1 rumah mewah ada kewajiban bangun 3 rumah menengah dan 6 rumah sederhana). Kekuatan lobby kapitalis membuat rumus tsb redup. Yang muncul adalah wanita2 cantik di layar kaca berceloteh tentang rumah idaman. Jutaan rakyat kecil di gang gang kumuh menonton kemolekan “agen kapitalis” tsb sembari merenung tentang harga apartemen yang “cuma satu koma empat milyar”. Para purnawirawan risau dengan nasib rumah yang dihuninya. Benarkah Negara menyejahterakan rakyatnya? Tanah dan bangunan untuk siapa?
  • 46. “Kami telah trbiasa selama 30 thn trakhir ini memenuhi 95% kebutuhan kami dg swasembada. Kami hanya impor secuil.Sanksi internasional akan bawa berkah kemakmuran bagi kami .Negara2 Eropa akan rugi besar akibat sanksi thdp kami “(Pres Iran Ahmadinejad,21 Sep 2010 di New York.) ” Tugas kami adalah utk memainkan peran penting dalam membebaskan dunia dari imperialisme,kapitalisme dan hegemoni neoliberal yang saat ini mengancam keberlangsungan hidup umat manusia” ( Kol.Purn. Hugo Chavez,Pres.Venezuela, 27 Juni 2010).”Roh Soekarno” sudah minggat? Tak betah di Tanahair beta? Bangsa yang telah terjebak hutang ribuan triliun tak mungkin bisa tegak kepalanya seperti Iran,Venezuela atau China.
  • 47. Disatu sisi APBN dalam 5 tahun terakhir meningkat 100%. Sumbngan dari pajak 70%, khusus dari PPH dan PPN significant. Tapi subsidi terus menurun dari 23,69% tahun 2005 menjadi 14,29% tahun 2010(Sumber ; SD-IGJ). Padahal kenaikan APBN seharusnya makin memperkuat BASIS KEBIJAKAN EKONOMI KERAKYATAN/ NASIONAL. bukan malah memberi stimulus fiskal(73 triliun tahun 2009 dan 60 triliun tahun 2010) kepada sektor swasta/asing. Pencabutan subsidi listrik/kenaikan TDL (yang sangat memberatkan rakyat!) misalnya bukankah salah satunya karena ingin mengakomodir kepentingan perusahaan2 asing yang ingin investasi disektor kelistrikan? APBN mengabdi untuk siapa?
  • 48.  Meskipun China dan India impor minyak masing masing 60% dan 80% dari kebutuhan dalam negerinya tapi tetap mensubsidi rakyatnya. INDONESIA  yang punya cadangan 80 miliar barel (seharusnya bisa memproduksi 1,5 jt barel/hari daripada sekarang yang cuma 960 ribu) dan jauh lebih besar potensi minyaknya dari kedua negara tsb (Sumber : DR.KURTUBI),malah sibuk dengan rencana mengurangi subsidi utk rakyatnya. Padahal  Indonesia masih punya cadangan gas yang luar biasa yang bisa mengganti peran minyak di industri. Mengapa subsidi utk rakyat yang terus diutak atik? Bukankah masih BANYAK PILIHAN KEBIJAKAN utk membela rakyat dan MEMPERKUAT BASIS EKONOMI KERAKYATAN melalui KEBIJAKAN MIGAS tanpa harus mengurangi subsidi? Minyak dan gas salah kelola? Dipersembahkan buat siapa?
  • 49.  Struktur sektor perbankan secara umum tlah dikuasai asing. Bank yg dominan saham asing ; DANAMON (68,83%), BUANA(61%), UOBI(100%), NISP(72%), OCBC(100%), CIMB NIAGA(60, 38%) BII(55,85%), BTPN(71,6%).  Meskipun msh minoritas tapi BANK PANIN dan PERMATA masing2 sdh dikuasai asing dengan 35% dan 44,5%. Tahun 2011 akan dijual/privatisasi 10 BUMN, termasuk MANDIRI dan BNI .Selama 5 thn (2004- 2009) kredit bank asing Cuma ngucur 19,34% dan sekarang cendrung turun.dibawah bank pemerintah/swasta nasional(Sumber : AE. YUSTIKA, INDEF). Kerja bank memang NYEDOT  UANG, tapi sedotan bank asing lari kemana ya?
  • 50. Kekayaan Indonesia 10 tahun terakhir ini meningkat 5 kali lipat menjadi Rp16.200 triliun, tertinggi peningkatannya di ASIA PACIFIC. Dari 232 juta penduduk Indonesia, 60ribu orang punya kekayaan diatas 1 juta USD( lk rp 9 M), 20%(46.400.000 orang)kekayaannya antara 10ribu USD sd 100 ribu USD(Rp 90jt sd Rp 900 jt). Delapan puluh(80%) atau 185.600.000 orang kekayaannya dibawah USD 10 ribu atau Rp 90 jt(Sumber: Riset Global Wealth Report). Kekayaan meningkat tapi hutan gundul, perut bumi dikuras habis. Yang maha kaya segelintir manusia. Yang miskin makin melarat. Yang maha kaya simpan duitnya dimana ya ?
KESIMPULAN
Setelah merenungi data/info tentang Indonesia dalam serial SMS tsb diatas maka perkenankanlah kami simpulkan sebagai berikut :
  • 1.Benar bahwa Indonesia sejak awal Orba sampai sekarang telah terjebak dalam hutang yang dahsyat jumlahnya dan menjadi beban yang seakan tak berujung.
  • 2. Akibat jebakan hutang yang besar dan berat tsb Indonesia TERSANDERA. Pihak asing dengan semangat kolonialis/imperialis “ meminta semacam kompensasi” yaitu dengan memberi keleluasaan kepada mereka utk menguasai/mengelola kekayaan alam(migas, mineral, batubara dll) dg alasan agar ada jaminan utuk membayar hutang yang berakibat secara politik dan ekonomi  Indonesia berada dalam cengkeraman kapitalis asing dan akibatnya sebagai bangsa menjadi TIDAK MANDIRI. Indonesia menjadi BANGSA KLIEN(istilah Kuntowijoyo).
  • 3. Penetrasi penguasaan SUMBERDAYA STRATEGIS INDONESIA   (migas, mineral, batubara, BUMN, perbankan, keuangan, pangan dll) oleh asing dilakukan selain melalui kontrak/ investasi bisnis juga secara simultan melalui “pengaturan” dalam paket UU yang dipandu dan dibiayai asing dan tentu saja (dengan sadar atau tanpa disadari) merugikan kepentingan nasional . Dengan berbagai rekayasa satu persatu BUMN/BANK di PRIVATISASI/dijual sehingga perlahan tapi pasti atas nama liberalisasi pasar jatuh dalam cengkeraman asing’.
  • 4. Mengingat kekayaan SDA,BUMN/PERBANKAN,sebagian dalam kendali asing,maka mayoritas rakyat tidak dapat menikmati kekayaan bangsanya secara optimal dan puluhan juta(bahkan memakai kriteria Bank Dunia seratus juta lebih) hidup dalam kemiskinan “abadi”. Ini karena banyak kebijakan strategis (contoh :migas ,TDL,subsidi APBN dll) harus “lebih dulu” mempertimbangkan kepentingan para kapitalis/asing yang berakibat kerugian besar /derita bagi rakyat.Kebijakan tsb menjadikan segelintir antek antek kapitalis makin kaya raya. Empat puluh tahun “janji trickle down effect” tidak terbukti menyejahterakan rakyat dan cuma kebohongan, malah makin menimbulkan KESENJANGAN LUAR BIASA yang mengganggu RASA KEADILAN dan makin RAWAN BAGI PENEGAKAN NKRI.
  • 5. Sejalan dengan dengan liberalisasi ekonomi dilakukan juga liberalisasi politik dalam wujud DEMOKRASI LIBERAL. Dalam prakteknya yang terjadi adalah DEMOKRASI KRIMINAL(kata RIZAL RAMLI dan RIDWAN SAIDI menyetujui dg mengatakan  CRIME DEMOCRACY). P           roses dan outputnya penuh kejahatan.  Recruitment kepemimpinan bangsa / nasional yang dihasilkan oleh crime democracy sebagian dipenuhi kaum oportunis, kurang nasionalis, pragmatis, transaksional, hedonis,tak bervisi,leadership skill lemah dll sehingga KUALITAS KEPEMIMPINAN bangsa/nasional merosot tajam.Kinerja kepemimpinan mulai tingkat nasional  hingga daerah banyak tidak memuaskan rakyat.Pemimpin tak mengatasi masalah tapi menjadi bagian dari masalah. KKN meratulela pada semua institusi/ level kepemimpinan. Keteladanan makin langka,kemunafikan menjadi “show” dipentas terbuka.Dari segi SDA/keuangan bangsa dikendali asing, dari segi SDM/LEADERSHIP keropos dan juga manut pada corporatokrasi/asing. Dua komponen strategis bangsa SDA dan SDM merisaukan.Akan jadi negara gagal seperti yang diramal Jared Diamond ?
  • 6. Pemilu/Pilpres/Pemilukada/Kongres Partai telah menjadi ajang PEMBELAJARAN MONEY POLITICS bagi rakyat.Sehingga rakyat bawah yang biasanya “polos” menjadi bermental transaksional. PESTA DEMOKRASI tak ubahnya “PESTA KEBOHONGAN MASSAL” (kader partai/capres/cagub/cabup obral janji bohong). Para calon dan pemilih saling mengakali. BOHONG dan TIDAK JUJUR membudaya? Rasa saling percaya(trust) menurun drastis.saling curiga meningkat dan berujung pada meletusnya kekerasan dan anarki. POLITIK PENCITRAAN telah membuat sebagian rakyat tanpa sadar ‘mengagumi penipu”. Akibatnya  banyak pemilih yang menyesal kemudian.Secara umum rakyat sebagai SENDI UTAMA NEGARA TELAH RAPUH secara mental dan moral. Banyak yang apatis dan tak peduli pada apa yang dihadapi bangsanya karena kebohongan demi kebohongan yang disaksikan. Inilah output lain DEMOKRASI KRIMINAL.
SARAN

PERTAMA, Praktek kriminal dalam demokrasi harus diakhiri agar outputnya melahirkan kader bangsa yang berkualitas. Mungkin dapat dipertimbangkan agar anggaran partai ditanggung negara dan iuran anggota, sehingga partai tidak dikuasai pemilik modal, bisa diaudit dan kader terbaik bisa eksis. Mengingat strategisnya kedudukan anggota DPR RI ( mengatur anggaran, membuat UU , pengawasan, melakukan fit and profer test pejabat pejabat penting negara dll) maka hemat kami rekruitmen anggota DPR RI tidak hanya diatur oleh partai masing masing dan diserahkan ke “mekanisme pasar yang sangat transaksional”(Pemilu yang penuh transaksi dan kejahatan). Terutama untuk caleg “nomor jadi” hemat kami harus digodok minimal setahun dalam semua aspek (knowledge, skill and attitude) dan bila perlu demi kepentingan negara disaring oleh KOMISI SELEKSI CALON PEJABAT  NEGARA (penjelasan detail menyusul !) sehingga bukan caleg asal jadi dan selera subyektif penguasa partai yang sering KKN . Dengan demikian kita harapkan anggota parlemen berkinerja lebih baik, berwibawa di mata rakyat, dimata lembaga lembaga lain.

KEDUA, Untuk mencapai tujuan kemerdekaan sejati(agar rakyatsejaahtera dan tidak terbelenggu kemiskinan abadi) kiranya SELURUH ENERJI BANGSA (eksekutif, legislatif, yudikatif,  tokoh bangsa,  TNI, kampus, LSM,media massa, toga, tomas dan rakyat umumnya) BERSATU dan FOKUS dibawah panji PANCASILA / UUD45 berjuang bersama menguasai kembali (renegosiasi,  eveluasi kritis, beli kembali/ buyback dll) SUMBER DAYA STRATEGIS yang terlanjur dominan dikuasai asing . Terhadap kontrak kontrak asing yang bermasalah(secara hukum,lingkungan, masalah tanah, dan merugikan rakyat) harus diambil alih oleh negara.Kita tidak anti asing, tetapi asing hanya sebagai PELENGKAP. Prioritas keberpihakan ditujukan pada membangun kedaulatan ekonomi nasional, bukan menjadi ANTEK ASING dengan membiarkan rezim neolib memperkosa bangsa. Atas pengelolaan/ penguasaan kekayaan alam oleh asing yang akan jatuh tempo kontraknya agar dikuasai kembali oleh negara. SDA lainnya yang belum dikelola sebaiknya disiapkan agar benar benar prioritas dikelola oleh kekuatan nasional. Semua UU yang merugikan negara(karena dibiayai asing!) khusus di bidang SDA, PANGAN,PERBANKAN,di amandemen. Hanya dengan cara ini INDONESIA akan MANDIRI dan BERDAULAT PENUH/MERDEKA SEJATI.Tidak dicocok hidungnya oleh korporatokrasi/neoimperialis/neokolonialis seperti sekarang ini sehingga nasib rakyat bagai tikus mati di lumbung dan kita hanya MENANGIS.

PENUTUP
Kerusakan dan kerawanan dalam bidang ideologi, pertahanan, pendidikan, sosial budaya, dll tentu ada ahlinya yang lebih kompeten menyimpulkan. Cukuplah kami sharing dengan  issu utama diatas (politik ekonomi). Itupun sebatas “secuil pengetahuan dan penghayatan nurani” kami. Sangat kami yakini banyak yang lebih tahu dan jauh lebih cerdas tapi tak mau bersuara. Yang pintar dan tahu tapi tak mau bersuara/berbuat, kata orang bijak, ini juga KEJAHATAN.Ini juga masalah tersendiri di negara ini. Aduh memang ruwet bangsa ini…

Keterangan : Sumber data tulisan ini adalah hasil olahan kami dari berbagai sumber dan dari tulisan-tulisan: Rizal Ramli (RR) , Salamuddin Daeng (SD) , Tjatur Sapto   Edi (TSE) , Fuad Bawazier (FB) , Kwik Kian Gie (KKG), Marwan Batubara, Didik Rachbini, dll

Trauma Bangsa : Obral Aset Negara

 

aset negara di tengah incaran pihak asing
http://maskotaro.wordpress.com/2009/12/30/trauma-bangsa-obral-aset-negara/

Tahun lalu, tepatnya hari Senin 28 Juli 2008, Amien Rais didampingi Marwan Batubara (DPD RI), Abdullah Sodik (Serikat Pekerja Pertamina), Adhie Massardi (Tim Indonesia Bangkit), Bagus Satriyanto (ILUNI UI), Iman Sugema (Intercafe-IPB), Hendri Saparini, Fadhil Hasan (INDEF), Ryad Chairil (CERL) dan Warsito (MITI), mendeklarasikan Komite Penyelamat Kekayaan Negara (KPK-N) di Jakarta. Komite ini dideklarasikan sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan atas pengelolaan kekayaan negara oleh penyelenggara negara yang menurut para penggagasnya, tidak transparan dan melanggar amanat konstitusi UUD 1945. (Sumber).

Setahun kemudian, yaitu pertengahan 2009 apa yang mereka khawatirkan mulai ramai dibicarakan publik setelah media menghembuskan isu penjualan aset negara berupa Komplek Gelora Bung Karno dalam penjualan sukuk atau surat berharga syariah negara (SBSN). Ternyata isu itu telah berkembang luas di masyarakat dan dikhawatirkan pemerintah akan menjadi gerakan massa dan bom waktu sebagaimana kejadian tahun 2003. Saat itu publik dan ekonom Indonesia sepakat mengecam kebijakan pemerintah menjual saham-saham BUMN seperti PT. Indosat, PT. Telkom, PT. Perusahaan Gas Negara, PT. Semen Gresik, PT. Pembangunan Perumahan, PT. Aneka Tambang, dan perusahaan strategis lainnya. (Sumber : Ditjen Kekayaan Negara, Depkeu RI).

Isu tersebut kemudian dibantah oleh Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Harry Z Soeratin dalam siaran pers yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu (1/7/2009) yang menyebutkan bahwa penerbitan SBSN/sukuk negara dilakukan dengan tidak menjual aset negara. (Sumber)
Namun masyarakat negeri ini tetap kurang puas mengingat trauma atas kebijakan pemerintah sebelumnya ketika melakukan obral besar-besaran menjual mayoritas saham perusahaan-perusahaan negara seperti yang sudah saya sebut di atas tadi, bahkan saat ini PT. Indosat telah mutlak dimiliki swasta, sedangkan yang lain saham kepemilikan negara sudah mencapai ambang bawah penguasa perusahaan yakni 51%. Kali ini rakyat tidak ingin kecolongan lagi.

Kita pantas bertanya, bagaimana sebenarnya sejarah pengelolaan aset negara ini?
Sejak diundangkannya UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara pada tanggal 5 April 2003, sebenarnya arah kebijakan transparansi keuangan negara mulai agak jelas dan terarah. Undang-undang yang dirumuskan Menteri Keuangan Boediono dan ditandatangani Presiden Megawati pada waktu itu, bertujuan untuk mengelola dan menertibkan keuangan negara dari segi penerimaan, pengeluaran, tugas layanan umum, perpajakan, dan kekayaan negara.

Kekayaan negara di sini maksudnya adalah kekayaan yang dikelola sendiri oleh pemerintah untuk tugas penyelenggaraan negara dan kepentingan umum atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara, serta kekayaan negara lainnya.

Singkatnya kekayaan negara terpecah ke dalam tiga bagian :

(1) Dikelola sendiri oleh pemerintah untuk tupoksinya disebut Barang Milik Negara (BMN)
ex : tanah dan bangunan kantor Depkeu, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Madrasah Aliyah Negeri, dsb.

(2) Dikelola pihak lain dinyatakan sebagai penyertaan modal disebut Kekayaan Negara Dipisahkan
ex : saham di BUMN, saham di Perum, dsb

(3) Dikuasai negara namun dikelola pihak lain disebut Kekayaan Negara Lain-lain
ex : aset nasionalisasi eks-cina/asing, cagar budaya, aset eks-BPPN, sumber daya alam/mineral, dsb

Catatan :
Sejak era Menteri Keuangan dijabat Sri Mulyani, ketiga jenis kekayaan negara ini telah dikelola sepenuhnya oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, bahkan sekarang sedang proses perumusan RUU Kekayaan Negara sebagai payung hukum pengelolaan kekayaan negara tersebut.

Untuk butir (1) tadi telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 120 tahun 2007 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara

Untuk butir (3) telah diatur dalam PMK No. 100 tahun 2008 tentang Pengelolaan Kekayaan Negara Lain-lain.

Lalu yang butir (2) tersebut siapa yang mengelola?

Untuk diketahui, pada bulan Juli 2003, sebulan setelah diterbitkan UU No. 19 tahun 2003 tentang BUMN, Presiden Megawati menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No. 41 tahun 2003 Tentang Pelimpahan Kedudukan, Tugas dan Kewenangan Menteri Keuangan pada Persero, Perum dan Perjan Kepada Menteri Negara BUMN.

Dan pastinya pembaca tahu semua siapa Menteri Negara BUMN pada waktu itu dan apa hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum sebuah partai.

Yang jadi masalah adalah mengapa bisa peraturan yang lebih rendah mengalahkan peraturan di atasnya, dalam hal ini PP No. 41 tersebut melangkahi amanat Pasal 24 butir 3 UU No. 17 tentang Keuangan Negara, yang menyebutkan “Menteri Keuangan melakukan pembinaan dan pengawasan kepada perusahaan negara”.

Sejak itulah pengawasan dan pengelolaan BUMN beralih dari Boediono kepada Laksamana Sukardi.

Entah disengaja atau tidak, sejak PP tersebut disahkan, pemerintah waktu itu seperti mempunyai landasan hukum untuk menjual saham-saham Indosat, Telkom, dan masih banyak lainnya kepada pihak asing. Sejak itu, para ekonom dan masyarakat Indonesia bergejolak dengan adanya kebijakan itu. Hal ini diakui Laksamana Sukardi sendiri dalam acara serah terima jabatan Menteri BUMN dari dirinya ke Sugiharto, Kamis (21/10/2004) pukul 15.00 WIB. (Sumber).

Tidak hanya itu, Menteri Negara BUMN yang diserahi pengelolaan aset BPPN malah lebih gila lagi dalam ‘membelanjakan’ asetnya. Banyak aset besar dijual murah dengan harga di bawah 10 persen dari nilai buku. Sebagian aset itu jatuh ke tangan asing. Hasil penjualan aset BBPN — yang awalnya bernilai total sekitar 600 triliun –, diperkirakan tinggal mencapi 150 triliun. Karena kewajiban BPPN berupa obligasi sebesar Rp. 700 triliun, maka akan terjadi bolong Rp. 550 triliun yang tak ditopang aset. Sebagian besar kewajiban itu berasal dari konglomerat hitam penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan pelanggar Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Namun karena utang budi dan komitmen fee yang besar, Laksamana berani membebaskan mereka dari tuntutan dan proses hukum dengan mengeluarkan Release and Discharge. (Sumber).

Masa pemerintahan telah berganti sejak tahun 2004, adakah perubahan signifikan dalam hal pengelolaan aset negara? Bukankah kemarin ramai-ramai masih ada isu penjualan aset lagi? Bagaimana juga kisah penjualan aset negara di negara lain?
Agar tidak terlalu panjang pembahasannya, kita tunggu saja postingan saya berikutnya.
Semoga bermanfaat, sekian dulu dan terima kasih.

Marwan: Mau Untung, Eh Malah Buntung...
Sabtu, 16 Desember 2006, 06:55:52 WIB
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2006/12/16/24310/Marwan:-Mau-Untung,-Eh-Malah-Buntung...


Sugiharto Diingatkan Hati-Hati Lego PGN

Jakarta, Rakyat Merdeka. Pemerintah diingatkan untuk berhati-hati melakukan divestasi dan memilih waktu yang tepat sehingga berbagai kasus penjualan saham perusahaan pelat merah yang salah kaprah, tidak terjadi lagi.

Hati-hati, itu milik rakyat. Jangan rugikan rakyat dan hanya mikir harus kejar setoran melulu. Jual lah (BUMN) pada harga yang maksimal karena itu akan memberikan manfaat. Aparat hukum harus bergerak karena bisa saja penjualan saham PT Perusahaan Gas Negara (PGN) itu akan merugikan negara. Jangan mau untung, eh malah buntung, tegas vokalis anti penjualan aset negara Marwan Batubara kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Marwan yang selama ini getol menyuarakan pengembalian PT Indosat agar kembali dimiliki Indonesia secara mayoritas dan berbagai aksi lainnya seperti Blok Cepu yang dikuasai ExxonMobil serta tambang emas Freeport, mengingatkan agar pemerintah mau belajar dari pengalaman masa lalu.

Saya curiga ada kepentingan di balik semua ini. Pak Sugiharto (Meneg BUMN Sugiharto-red) kan jago keuangan dan ngerti migas karena cukup lama di Medco. Jadi bukan tidak mau, nampaknya ada pesanan. Ada yang mau ngambil keuntungan, tegas anggota Dewan Perwakilan Daerah dari DKI Jakarta itu.

Menurut Marwan, dirinya menyatakan ini hanya untuk mengingatkan agar keputusan tersebut dilakukan hati-hati. Mengingat PGN punya prospek, yang mana harganya ke depan bisa lebih bagus lagi. Harusnya, mereka itu punya rasa memiliki yang tinggi terhadap kekayaan negara. Jangan asal jual saja demi kejar setoran. Itu namanya konyol, cetusnya.

Anggota Komisi XI DPR Dradjad Hadi Wibowo menambahkan, penjualan saham PGN terkesan mendadak. Kalau saja saham tersebut dilepas 2-3 bulan lalu, tentunya harganya masih menguntungkan. Tetapi, ternyata diulur dan malah dijual pada waktu yang tidak tepat, saat harga sahamnya turun, tegasnya.


Menurut Dradjad, hal itu membuktikan lemahnya koordinasi antara para menteri ekonomi dalam menentukan mekanisme, cara dan harga dari penjualan saham PGN sehingga kehilangan penerimaan Rp 2.000-Rp 3.000 per saham.

Dari lantai bursa, analis saham PT Trimegah Securities Tbk Sebastian Tobing mengatakan, jika harga saham PGN Rp 11.350 per lembar, itu merupakan berita buruk. Trimegah Securities menargetkan harga saham PGN Rp 16.900 dalam 12 bulan ke depan dengan rekomendasi beli. Harusnya pemerintah menjual PGN ketika harga Rp 13.600, tetapi masalahnya ditunda terus, ujarnya.

Menurut dia, seharusnya pemerintah melepas saham PGN ketika harga mencapai puncaknya. Kalau dijual saat ini, nilai yang bisa diraih tidak akan optimal, ujar Sebastian.

Ekonom Indef Aviliani menyatakan, wajar kalau harga jual PGN masih rendah karena dari berbagai penelitian menyebutkan, para agen penjual sering tidak berani memasang harga tinggi. Kasusnya bisa seperti Bank Bukopin, ABN Amro Bank mundur karena nilai saham awal yang ditawarkan ketinggian, ujarnya.

Sedangkan Direktur Utama PT Danareksa Lin Che Wei mengatakan, keputusan pemerintah untuk menjual saham PGN dengan harga murah itu tidak bisa dianggap sebagai potential loss.

Sebelumnya diberitakan, Kamis malam (14/12), penentuan harga penjualan 5,32 persen saham PGN berlangsung kisruh karena adanya penawaran dari Perusahaan investasi Malaysia pada harga Rp 12.150. Padahal. mayoritas permintaan yang masuk di level Rp 11.300 per lembar.

Saham PGN dilepas Rp 11.350 per saham. Premium Rp 50 dari harga penutupan sebelumnya Rp 11.300 per saham. Penjualan saham PGN mengalami kelebihan permintaan (over subscribed) hingga 2,7 kali.

Saham yang ditawarkan 5,32 persen setara dengan 185,8 juta unit saham, dengan dana yang dihimpun sekitar Rp 2,1 triliun. Dengan pelepasan ini, jumlah saham pemerintah di PGN menyusut dari 59,37 persen menjadi 54,06 persen.

Agen penjual PGN adalah Bahana Securities, Danareksa Sekuritas dan Credit Suisse. Dari hasil book building saham PGN yang ditutup Kamis siang (14/12), sebagian besar investor meminta harga Rp 11.350 per saham, diskon 16,91 persen dari level tertingginya Rp 13.600. RM



Gurubesar UI: Skandal Serupa BLBI Bisa Terulang Jika PDIP Berkuasa

 
http://www.kaskus.co.id/thread/5334f1f682cf175969000062/gurubesar-ui-skandal-serupa-blbi-bisa-terulang-jika-pdip-berkuasa/1
 
Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia, Taufik Bahauddin menilai, kasus seperti penyalahgunaan fasilitas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan penjualan aset negara kala pemerintahan dipimpin oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri bisa saja terulang, jika calon presiden Joko Widodo terpilih menjadi presiden Pemilu 2014.

"Bisa saja terulang. Kan bukan BLBI saja. Jual Indosat, jual kapal tanker VLCC Pertamina, jual gas murah ke China. Nanti (kalau kembali berkuasa) bentuknya bisa lain lagi," ujar Taufik dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/3/2014).

Kekhawatiran itu ada alasannya. Menurut Taufik, kualitas berpikir Jokowi memiliki kesamaan dengan Megawati. Apalagi sudah menjadi rahasia umum, kalau Jokowi sangat manut terhadap apapun yang diperintahkan Megawati.

Taufik mengatakan demikian, sebab sebagai orang nomor 1 di PDIP, pengambilan putusan Megawati terhadap anggota atau kadernya yang terbukti terlibat kasus korupsi masih perlu dipertanyakan. Hal itu yang dikhawatirkan Taufik, jika Jokowi tidak mengubah kualitas berpikirnya dalam mengambil suatu keputusan.

"Putusan seseorang adalah gambaran kualitas berpikirnya. Itu semuanya kan nyangkut ke korupsi. Kalau pola berpikirnya seperti itu, nilai-nilainya tidak berubah. Merasa malu tidak? Kan kira-kira begitu," tuturnya.

Mengenai upaya PDIP yang mengangkat sosok Jokowi sebagai capres supaya 'dosa' lama tak kembali diingat, Taufik menilai hal itu justru tidak berpengaruh. Apalagi, kata Taufik, Jokowi sebenarnya belum benar-benar teruji mengatasi masalah Jakarta.

"Dia (Jokowi) kan belum teruji. Di Jakarta sudah berhasil apa? Pencitraannya blusukan. Monorail? Macet? Ini kan belum. Pengadaan bus Transjakarta saja korup juga kan," pungkas Taufik.


sumber
http://m.liputan6.com/news/read/2028....bcZhcA57.dpuf


Skandal Fasilitas BLBI Dikhawatirkan Terulang Jika PDIP Berkuasa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA

Skandal fasilitas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di masa rezim pemerintahan Megawati Soekarnoputri dikhawatirkan kembali terulang jika PDIP berkuasa.

Kekhawatiran tersebut mencuat setelah pengumuman calon Presiden (capres) dari PDIP yakni Jokowi, dilakukan sehari setelah para pengusaha bertemu Megawati di DPP PDIP. Padahal dalam skandal fasilitas BLBI, banyak pengusaha yang disebut-sebut menikmati penyalahgunaan fasilitas tersebut.

Menurut Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia, Taufik Bahauddin, kasus seperti penyalahgunaan fasilitas BLBI dan penjualan aset negara kala pemerintahan dikuasai PDIP bisa saja terulang jika PDIP kembali berkuasa pada pemilu 2014.

"Bisa saja terulang. Kan bukan BLBI saja. Jual Indosat, jual kapal tanker VLCC Pertamina, jual gas murah ke China. Nanti (kalau kembali berkuasa) bentuknya bisa lain lagi," ujar Taufik kepada Tribunnews.com, Selasa (25/3/2014).

Taufik memaparkan alasannya kejadian serupa bisa kembali terulang dikarenakan kualitas berpikir pemimpinnya. Meski mengusung capres Jokowi, namun sudah menjadi rahasia umum kalau Jokowi sangat manut terhadap apapun yang diperintahkan Megawati. Taufik pun mempertanyakan posisi pimpinan PDIP terhadap anggotanya yang terbukti terlibat kasus korupsi.

"Putusan seseorang adalah gambaran kualitas berpikirnya. Itu semuanya kan nyangkut ke korupsi. Kalau pola berpikirnya seperti itu, nilai-nilainya tidak berubah. Merasa malu tidak? Kan kira-kira begitu," tuturnya.

Mengenai upaya PDIP yang mengangkat sosok Jokowi sebagai capres supaya 'dosa' lama tak kembali diingat, Taufik menilai hal itu tidak berpengaruh. Apalagi, kata Taufik, Jokowi sebenarnya belum benar-benar teruji mengatasi masalah Jakarta.

"Dia (Jokowi) kan belum teruji. Di Jakarta sudah berhasil apa? Pencitraannya blusukan. Yang kita perlukan hasilnya apa, yang dinikmati rakyat. Ini kan belum. Monorail macet, pengadaan bus Transjakarta korup juga," paparnya.

Seperti diketahui, penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) membuat kasus BLBI dihentikan penyidikannya (SP3) oleh Kejaksaan Agung di masa pemerintahan Megawati.

SKL BLBI diterbitkan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) berdasarkan Inpres No.8/2002. Berdasarkan SKL dari BPPN itu, Kejaksaan Agung menindaklanjutinya dengan menerbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).

Belakangan diketahui bahwa perilaku debitur BLBI diduga penuh tipu muslihat. Debitur BLBI mengaku tidak mampu lagi melaksanakan kewajibannya mengembalikan BLBI dan bersedia menyerahkan asetnya kepada negara melalui BPPN.

Namun saat aset-aset itu dilelang BPPN dengan harga sangat murah, para obligor membeli lagi aset-aset tersebut melalui perusahaan miliknya yang berdomisili dan beroperasi di luar negeri. Aset tetap dikuasai debitur, sementara debitur bersangkutan sudah dinyatakan bebas dari kewajiban mengembalikan dana BLBI.

Adapun dari beberapa debitur yang menyerahkan aset kepada BPPN, kasus penyerahan aset oleh Sjamsul Nursalim selaku pemilik BDNI paling menyita perhatian karena perhitungannya dinilai tidak akurat.

Dugaan ketidakjujuran Sjamsul Nursalim terendus ketika mantan Jaksa Urip Tri Gunawan (kini berstatus terpidana), ditangkap KPK di pekarangan rumah Sjamsul Nursalim di Jakarta Selatan. Jaksa Urip adalah anggota tim penyelidik untuk kasus penyerahan aset obligor BLBI. Di Pengadilan, Urip terbukti menerima suap dari Artalyta Suryani, orang kepercayaan Sjamsul Nursalim.

Mantan petinggi era pemerintahan Megawati Soekarnoputri pun satu persatu dipanggil dan diperiksa KPK terkait SKL BLBI. Mulai Rizal Ramli, Kwik Kian Gie, hingga Putu Arry Sutta. Bahkan di pertengahan Mei 2013, terdengar kabar Megawati juga akan dipanggil KPK sebagai saksi kasus SKL BLBI.

Baca Juga:
Skandal Fasilitas BLBI Dikhawatirkan Terulang Jika PDIP Berkuasa
Dino Patti Djalal Meletakkan Karangan Bunga di MacDonald House
Restitusi Ditolak, Bos Panci Terbebas dari Tuntutan Rp 17,8 M

Penjualan Aset Negara Jadikan Bangsa Indonesia Kuli di Negeri Sendiri 

http://indonesia-kita.blogspot.com/2006/06/penjualan-aset-negara-jadikan-bangsa.html

Hampir setiap kali kita membuka koran, yang kita temukan adalah berita tentang penjualan aset negara kepada perusahaan asing, perpanjangan kontrak kerja mereka, atau akusisi sebagian (besar)saham BUMN oleh perusahaan milik negara asing.

Tetangga terdekat kita saja, Singapura, yang punya perjanjian pertahanan lima negara, dengan Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Malaysia, telah menguasai perekonomian Indonesia dan wilayah udara kita. Buktinya, Singapura menguasai saham Bank Internasional Indonesia (BII) lewat holding company-nya, Temasek, Telkomsel lewat SingTel, Indosat lewat Singapore Technologies and Telemedia, pengelolaan pelabuhan Jakarta International Container Terminal lewat Hutchinson Pty. Ltd.


Marwan Batubara, dalam bukunya, "Divestasi Indosat: Kebusukan sebuah Rezim" halaman 34-35, mengatakan bahwa "divestasi Indosat dibungkus oleh logika idiot atau logika keledai karena:
  • Dari monopoli Negara Indonesia jatuh ke tangan monopoli Negara Singapura;
  • Dari BUMN Indonesia jatuh ke tangan BUMN Singapura."

Marwan mengatakan lebih jauh: "Menteri Negara Laksamana Sukardi dan para pendukung divestasi Indosat dengan bersemangat berargumentasi bahwa salah satu tujuan privatisasi Indosat adalah untuk menciptakan `fair competition' di bidang telekomunikasi, agar terbina perkembangan bisnis telekomunikasi yang terlepas dari jerat monopoli negara dan pemerintah demi terwujudnya pasar yang efektif dan efisien."


"Akan tetapi," kata Marwan lebih lanjut, "Ungkapan tersebut ternyata palsu dan bohong belaka karena tidak lebih dari argumentasi yang dibalut dengan logika idiot atau logika keledai, mengingat:
  • STT bersama SingTel adalah anak perusahaan yang bernaung di bawah perusahaan milik Pemerintah Singapura, yakni Temasek Holding (Pte)Ltd;
  • Dengan penetapan STT/ICL sebagai pemenang tender divestasi Indosat, menjadikan perusahaan tersebut menguasai dan mengontrol bisnis selular Satelindo dan IM3;
  • SingTel sebagai anak Temasek yang lain telah meguasai 35% saham penyelenggara selular Telkomsel. Dengan demikian, mayoritas industri selular Indonesia dikuasai Temasek Holding. Artinya Temasek telah memonopoli bisnis selular di Indonesia." Demikian Marwan.

Dan masih ada lagi, itu maling-maling BLBI yang melarikan uang bantuan likuiditas Bank Indonesia ke Singapura dan menetap di sana tapi pemerintah Singapura tidak mau mengekstradisi mereka. Hal-hal tersebut hanya sekedar untuk menyebutkan beberapa perusahaan saja.

Langgar UUD-45Tetapi aset negara yang dijual itu adalah kekayaan alam Indonesia yang menyangkut kepentingan rakyat banyak, yang menurut UUD-45 pasal 33 harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Jadi, penjualan aset negara itu merupakan pelanggaran terhadap UUD-45.

Sementara perusahaan-perusahaan asing itu berjaya dengan keuntungan yang mereka peroleh dari Indonesia, masyarakat setempat di sekitar kegiatan usaha perusahaan asing tersebut, khususnya pertambangan dan Hak Pengelolaan Hutan, digusur, kehilangan mata pencaharian, tempat tinggal dan tanah ulayat mereka. Pihak-pihak yang ikut menikmati keuntungan dari kehadiran perusahaan-perusahaan asing itu adalah para pejabat yang terlibat KKN dalam pemberian izin dan pengelolaan wilayah itu.


Lihat saja, Pegunungan Grasberg di Papua sudah habis dikuras dan sekarang sudah jadi cekungan, sebentara lagi datang hujan Pegunungan Grasberg sudah menjadi danau raksasa. Perusahaan pertambangan emas, perak dan tembaga milik Freeport McMoran tersebut pada 2002, menurut company profile-nya, mencapai rekor volume penjualan tembaga sebesar 1.5 pound net; 2,3 juta ounce emas, dan mengapalkan rata-rata 2,8 juta metrik ton per tahun. Tapi company profile tersebut tidak menjelaskan hasil tambang lain, seperti uranium dsb., yang juga terkandung di dalam tanah yang dikuras dan dibawa ke Amerika itu.

PT Newmont Minahasa sudah mengeduk hasil tambang emas di Buyat dan meninggalkan penderitaan berbagai penyakit pada penduduk kampong daerah tesebut, menurut sejumlah LSM; Newmont juga sudah mulai mengelola tanah-tanah pertambangan di Sumatera Utara lewat anak perusahaannya, PT Newmont Pacific Nusantara. Begitu juga dengan penambangan emas yang dilakukannya di Nusa Tenggara yang basecamp-nya Newmont Nusa Tenggara di kawasan Bukit Elang, Desa Tatebal, kecamatan Ropang, kabupaten Sumbawa, dibakar massa pada pertengahan Maret yang lalu.


Di Cepu, Jabar, Exxon Mobil sudah mengambil alih pengelolaan tambang minyak itu. Di udara, Satelit Palapa dan Indosat sudah dikuasai Singapura. Lewat penguasaan udara itu, kita praktis sudah dijajah Singapura, karena hampir semua pembicaraan telepon, faks, handphone, pengiriman data, gambar dsb. Harus melalui satelit yang sudah dikuasai Singapura itu.

Sekarang Malaysia akan membuka perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara. Konsesi HPH-nya sudah didapat, tinggal membuka hutan (sudah?) dan digusurlah penduduk setempat dari tanah kelahiran mereka demi kepentingan penjualan aset negara.


Bangsa Kuli di Negeri SendiriKita tidak pernah mendengar atau membaca berita tentang sebuah BUMN Indonesia mengambil alih mayoritas BUMN negara lain di negeri mereka. Kalau semua aset bangsa kita terus-menerus dijual kepada asing, maka sebentar lagi tidak ada lagi apa-apa yang tersisa buat anak-cucu kita kecuali tanah dan lingkungan hidup yang ekosistemnya sudah hancur berantakan. Bangsa kita menjadi kuli saja di negerinya sendiri

Bukan itu saja. Fakta-fakat sejauh ini membuktikan bahwa banyak dari penanaman modal asing, khususnya pertambangan, perkebunan dan kehutanan, hanya membawa dampak buruk terhadap masyarakat setempat, bahkan pertikaian yang mengancam persatuan dan Negara Kesatuan RI.

Lihat saja, sekedar sebagai contoh. Sudah berapa banyak emas, perak dan tembaga, serta hasil tambang lainnya yang diangkut dari Papua oleh PT Freeport Indonesia tanpa memberi manfaat yang berarti bagi rakyat Papua yang tinggal di sekitar wilayah pertambangan itu? Yang mereka timbulkan hanyalah ketimpangan sosial. Sebagian terbesar pekerja di pertambangan itu, selain orang asing, adalah pendatang dari Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Mereka tinggal di dalam komplek perumahan yang sangat mewah untuk standar setempat – ada listrik, televisi yang siaran 24 jam, sekolah untuk anak-anak mereka, makan bermutu serta impor di toko-toko di dalam komplek.

Tapi, coba tengok keluar pagar. Rakyat Papua mengais-ngais sisa-sisa makanan di tempat sampah besar di luar komplek. Anak-anak mereka tidak bisa sekolah karena miskin. Belum kita bicara soal gizi buruk dan busung lapar yang terjadi di Papua karena pemerintah setempat lebih banyak menghabiskan waktunya di Jawa daripada mengurus rakyat di propinsi atau kabupatennya.

Ketimpangan sosial juga terjadi di dalam komplek. Orang-orang bule tinggal di rumah-rumah yang lebih luks dan makan di kantin-kantin yang khusus untuk mereka. Orang Indonesia cukup gembira makan di kantin sendiri, tidak boleh makan di kantin pekerja asing kecuali ada yang secara khusus mengundang mereka makan di sana. Mereka menjadi warganegara kelas dua di negeri sendiri dan pemerintah membiarkan hal itu terjadi.

Orang-orang Indonesia pendatang itu menduduki jabatan-jabatan penting karena keahlian mereka, sementara penduduk asli paling banter jadi supir dan melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar lainnya.

Ketimpangan sosial ini menimbulkan kecemburuan sosial yang di Papua mencapai puncaknya dalam kerusuhan di Abepura pada bulan Maret 2006 di mana dua orang anggota kepolisian dan seorang anggota angkatan udara meninggal.

Ketimpangan dan kecemburuan sosial seperti ini tidak hanya terjadi di wilayah pertambangan PT Freeport Indonesia, tapi juga di PT Newmont Minahasa, PT Newmont Nusa Tenggara, atau di pertambangan minyak Caltex di Dumai, Rumbai, dsb.

Menurut beberapa LSM, PT Newmont Minahasa bertanggung jawab atas penyakit yang diderita banyak masyarakat kampung dan nelayan di sana akibat pembuangan (tailing) limbah pertambangan yang mereka buang ke pantai. Hal yang sama juga terjadi pada penduduk suku-suku Amungwe di Papua. Perusahaan-perusahaan asing itu tentu saja membantah semua tuduhan tersebut.

Berbagai-bagai protes dan demonstrasi sudah dilakukan oleh LSM-LSM pemerhati lingkungan terhadap perusakan lingkungan di wilayah pertambangan, konsesi Hak Penebangan Hutan(HPH) dan pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit, tapi pemerintah seolah-olah tuli. Bukan itu saja, dengan alasan untuk memenuhi deficit APBN, pemerintah tampaknya akan terus menjual aset negara kepada perusahaan-perusahaan asing.

Tetapi sekali satu aset negara dijual maka aset itu sudah menjadi milik perusahaan negara pembeli dan negaranya berhak melindungi aset warganegaranyanya di Indonesia. Kalau begitu maka tinggallah rakyat Indonesia menjadi kuli negeri sendiri, seperti di zaman VOC dahulu.

Hadi Poernomo, Skandal BLBI dan BCA

Selasa, 22 April 2014 11:10 WIB
Hadi Poernomo, Skandal BLBI dan BCA

Menara BCA
Tribunnews.com/Hendra Gunawan 
http://www.tribunnews.com/nasional/2014/04/22/hadi-poernomo-skandal-blbi-dan-bca

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA

Kasus yang menjerat mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo bukanlah perkara yang tergolong baru. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Badan Hadi Poernomo sebagai tersangka kasus korupsi pajak PT BCA. 

Hadi ditetapkan menjadi tersangka dalam kapasitasnya sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Periode 2002-2004. Lalu seperti apakah Bank Central Asia sehingga KPK kemudian menetapkan Hadi Poernomo sebagai tersangka?

Berikut ini sekelumit kilas balik kasus-kasus yang pernah ada di BCA dikutip dari berbagai sumber:

Diketahui pada tahun 1998 silam, BCA pernah dinyatakan sebagai Bank Take Over (BTO) karena mengalami kerugian fiskal sebesar Rp 29,17 triliun. Langkah rekapitulasi juga sudah pernah dilakukan sehingga pemerintah saat itu menguasai 92,8 persen saham BCA. 

Dengan jual beli tersebut maka hasil recovery dan penjualan atau restrukturisasi kredit terkait, telah menjadi milik BPPN sepenuhnya dan bukan lagi melekat di BCA.

Sesuai Pasal 6 ayat (3) UU Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 117 Tahun 1999 dan Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, BCA dapat menggunakan kerugian fiskal tersebut sebagai kompensasi kerugian (tax loss carry forward) yang berlaku selama 5 tahun.

Artinya, BCA dapat menggunakan kompensasi kerugian tersebut terhadap keuntungan yang diperoleh mulai dari 1999 hingga 2003 dalam menghitung kewajiban pajaknya. 

Langkah BCA kemudian masuk pantauan Ditjen Pajak. Pada 6 September 1999 dan 18 September 2002, Dirjen Pajak melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ada beberapa koreksi-koreksi terutama terkait dengan penjualan aset/pinjaman yang terafiliasi atau macet kepada BPPN.

Atas hasil koreksi tersebut, pihak BCA menerima dan sebagian lagi diajukan keberatan kepada Kantor Pajak. Dari keberatan yang diajukan, sebagian telah mendapatkan persetujuan dari Dirjen Pajak dan sebagian lagi tidak memperoleh persetujuan.

Dari bagian yang tidak disetujui untuk tahun pajak 1998, pihak BCA telah mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. Dan, pengadilan telah menerima banding tersebut. Selanjutnya, Dirjen Pajak telah menerbitkan penetapan sebagai pelaksanaan putusan pengadilan tersebut, sehingga tax loss carry forward Bank BCA menjadi Rp 22,2 triliun dari posisi semula Rp 29,17 trilliun.

Setelah digunakan sebagai Kompensasi Kerugian, pada akhir 2003 BCA masih memiliki sisa tax loss carry forward sebesar Rp 7,81 triliun. Sisa tersebut tidak dapat digunakan lagi setelah tahun 2003 karena melebihi waktu 5 tahun. Namun pihak BCA pada waktu itu tidak menyampaikan apakah tax loss carry forward sebesar Rp 7,81 triliun itu sudah diselesaikan atau belum. 

BCA juga diduga telah melakukan penggelapan pajak atas transaksi penjualan kredit bermasalah. Akibat aksi ini ditengarai negara mengalami kerugian sebesar Rp 5,5 triliun dalam tiga tahun.

Kasus ini dipicu setelah muncul kebijakan dari Dirjen Pajak pada waktu itu Hadi Poernomo pada 2004 lalu. Kala itu, Hadi menyetujui permohonan BCA untuk mengesahkan transaksi penjualan triliunan rupiah kredit bermasalah dengan harga Rp 10 juta saja.

Selain melakukan transaksi penjualan kredit bermasalah dan penghapusan pajak, pemerintah juga selalu menganakemaskan BCA dari jerat hukum. Salah satunya soal kasus BLBI yang ada di BCA tidak pernah tersentuh. Artinya, pemerintah selalu melindungi bank tersebut. Atas tindakan tersebut, diduga pemerintah mengalami kerugian cukup besar.

Jadi, bukan hanya penghapusan pajak saja yang terjadi di BCA. Tapi, kerugian negara akibat menyelamatkan BCA pun nilainya cukup besar.

Skandal BLBI dan BCA

Masih ingat soal skandal BLBI? Skandal ini bermula dari niat pemerintah saat itu yang ingin menyelamatkan BCA dari rush akibat krisis moneter. Seperti diketahui, saat itu BCA masih menjadi milik Lim Swie Liong dan keluarga Cendana. Agar tak kentara, BLBI diberikan tak hanya pada BCA, tapi pada 47 bank lain yang dianggap tidak sehat waktu itu, sesungguhnya yang ingin diselesaikan BCA, namun disamarkan.

Masalah berlanjut ketika IMF menekan pemerintah untuk memberlakukan Master Settlement Aqcuistion Agreement (MSAA) lewat Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN. Metode MSAA ini belakangan ternyata lebih banyak menguntungkan pihak konglomerat yang menikmati BLBI.

Pada saat masalah BLBI ini dibawa ke DPR, ternyata tak membuahkan hasil apa-apa. Hasilnya, masalah BLBI ‘digantung’ hingga presiden berganti dari Abdurrahman Wahid ke Megawati.

Disinyalir hampir seluruh partai politik peserta pemilu 2009 telah menerima bantuan dana kampanye dari para obligor BLBI dengan syarat ketika berkuasa nanti tak mengutik-utik skandal BLBI.

Untuk diketahui, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) adalah skema bantuan (pinjaman) yang diberikan BI kepada bank-bank yang mengalami masalah.

Banyak bank di Indonesia yang alami kesulitan likuiditas pada saat krisis moneter 1998 di Indonesia. BI kucurkan BLBI ke bank-bank tersebut.

Skema BLBI ini dilakukan berdasarkan perjanjian Indonesia dengan IMF dalam mengatasi masalah krisis moneter .

Sampai dengan Desember 1998, BI telah menyalurkan BLBI sebesar Rp 147,7 triliun kepada 48 bank. Audit BPK terhadap penggunaan dana BLBI oleh ke-48 bank tersebut menyimpulkan telah terjadi indikasi penyimpangan sebesar Rp 138 triliun.

Meski negara kucurkan BLBI Rp 56.5 Triliun ke BCA dan BCA disita negara, namun pemeintah hanya laku menjual BCA sebesar 5 triliun saja.

Kita lihat saja apakah kasus yang menjerat mantan Ketua BPK Hadi Poernomo ini akan menjerat para konglomerat hitam penerima dana BLBI, karena kaitannya dengan BCA, kita lihat saja nanti perkembangannya.

 

Gurita Korporasi Multinasional 

http://indonesian.irib.ir/hidden-23/-/asset_publisher/Cl35/content/gurita-korporasi-multinasional?redirect=http%3A%2F%2Findonesian.irib.ir%2Fhidden-23%3Fp_p_id%3D101_INSTANCE_Cl35%26p_p_lifecycle%3D0%26p_p_state%3Dnormal%26p_p_mode%3Dview%26p_p_col_id%3D_118_INSTANCE_VbI8__column-1%26p_p_col_pos%3D1%26p_p_col_count%3D3

[Dan penindasan kepada kaum miskin 

sebagai bagian terbesar Rakyat Indonesia]





Oleh: Purkon Hidayat
Kesejahteraan ekonomi bagi pengusung Trickle Down Effect ibarat tetesan air dari atas ke bawah. Para pengusungnya meyakini bahwa kemakmuran akan tercapai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tanpa perlu memperhitungkan pemerataan ekonomi. Dalam pandangan teori ini, ekspansi ekonomi, termasuk peningkatan jumlah orang kaya, akan berdampak pada multiplier effect terhadap pelaku ekonomi di bawahnya, sehingga akan berimbas terhadap kemakmuran. Tidak heran, jika kalangan ini begitu bangga dengan prestasi pertumbuhan jumlah orang kaya di Indonesia yang dinobatkan termasuk tertinggi di Asia.

[.....awaslah rakyat dan anak bangsa... ini jebakan dusta dari teori..kaum neolibs...yang eknyataannya.. semua jaringan ekonomi dan perdagangan sudah di kuasai oleh jaringan para kapitalis2.. melalui networking korporasi mereka..baik sebagai cabang-anak perusahaan-aliansi2 usaha-merger-dan berbagai kartel2-serta cara2 baru yang dikembangkan denga tujuan dan sistem yang relatif dalam kuasa dan kontrol mereka... Dan rakyat tetap menjadi sapi perahan..hingga ketitik akhir.. Janganlah percaya dengan selogan dan retorika politik dan permainan pencitraan mereka seolah marketing n iklan2 produksi .... Waspadalah!]

November lalu, Forbes Asia merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2013. Beberapa milyarder justru menambah pundi-pundinya yang semakin membengkak ketika perekonomian Indonesia cenderung bergejolak.  Meski laju pertumbuhan ekonomi masih bertengger di atas lima persen, tapi nilai tukar rupiah terhadap valuta uang asing jeblok hingga 19 persen dibandingkan tahun lalu.

Harian Kompas (22/11/2013) melaporkan, jumlah harta 50 orang terkaya di Indonesia mencapai  $95 miliar atau Rp.1.111,5 triliun, dengan asumsi kurs ketika itu sebesar Rp.11.700 perdolar. Nilai ini setara dengan setengah dari utang pemerintah Indonesia pada akhir Oktober 2013 sebesar Rp.2.273 triliun. Jumlah tersebut naik 1,1 persen dibandingkan tahun lalu.

Selain itu, pertumbuhan orang kaya Indonesia juga dilihat dari pemilik aset di atas $1 juta yang mencapai 25 persen per tahun. Staf Ahli Asosiasi Perusahan Ritel Indonesia (Aprindo) Yongki Susilo Kamis (16/1/2014) mengungkapkan bahwa peningkatan ini menempatkan Indonesia di deretan negara yang paling besar pertumbuhan orang kayanya di Asia. Meski demikian, jumlahnya masih lebih kecil dibandingkan Cina. (Metrotv,16/1/2014).

Tentu saja, deretan angka fantastis tersebut memberikan kontribusi terhadap data rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia secara kumulatif tumbuh 5,78 persen di tahun 2013. Produk domestik bruto (PDB)  per kapita atas dasar harga berlaku di tahun 2013 mencapai Rp.36,5 juta, atau senilai $3.499,9, yang meningkat 8,88 persen dibandingkan PDB per kapita tahun 2012.

Tapi, di tengah gebyar naiknya jumlah orang kaya Indonesia di tahun 2013, awal Januari lalu,  BPS  merilis data tingkat kemiskinan Indonesia yang mengkhawatirkan. Kepala BPS Suryamin Kamis (2/1/2014) mengungkapkan jumlah orang miskin di bulan September 2013 sebesar 28,55 juta atau berkisar 11,47 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 0,48 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2013 sebanyak 28,07 juta orang,  atau 11,37 persen.

Lebih parah lagi, laporan BPS juga mengungkapkan bahwa indeks kedalaman kemiskinan (poverty gap index) Maret-September 2013, terjadi kenaikan dari 1,75 persen menjadi 1,89 persen. Tidak hanya itu, indeks keparahan kemiskinan (poverty severity index) juga naik dari 0,43 persen menjadi 0,48 persen. Laporan BPS tersebut menunjukan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia semakin parah bukan hanya dari jumlah dan prosentase saja. Tapi, tingkat kedalaman dan keparahan pun kian mengkhawatirkan. 

Kedua indeks tersebut menunjukkan semakin tingginya  tekanan hidup yang dihadapi penduduk miskin. Melambungnya harga kebutuhan pokok akibat kenaikan harga BBM menyebabkan daya beli penduduk miskin semakin menurun, tapi di sisi lain tingkat pendapatan mereka tidak mengalami peningkatan. Akibatnya kehidupan mereka semakin jauh dari sejahtera. Data tersebut belum termasuk penduduk "hampir miskin" yang jumlahnya semakin meningkat melebihi jumlah penduduk miskin. Tampaknya, data BPS tersebut masih fenomena gunung es yang tidak mencerminkan realitas kemiskinan sebenarnya di luar deretan angka. Belum lagi banyak pihak yang keberatan dengan standar kemiskinan yang ditetapkan BPS sekitar Rp 211 ribu per kapita per bulan, bahkan standar ini berbeda dengan ukuran Bank Dunia.

Potret kontras yang menampilkan realitas kesenjangan sosial meningkatnya jumlah orang kaya yang segelintir dengan aset begitu besar, dan jumlah penduduk miskin yang semakin membengkak di tanah air memicu pertanyaan besar; ketimpangan. 

Indonesia mendapat pujian dari berbagai kalangan karena mampu menampilkan indikator makro ekonomi  yang berkilau, seperti laju pertumbuhan ekonomi yang bertengger rata-rata 5,85 persen dalam kurun waktu 2008-2013. Tapi, di sisi lain tingkat ketimpangan juga semakin mengkhawatirkan. Data Indeks Gini Indonesia dari tahun 2004 hingga tahun 2013 memperlihatkan tren yang meningkat, bahkan pada tahun 2013 menunjukkan angka 0,413.

Dari kepingan laporan ekonomi Indonesia tersebut ada beberapa hal yang bisa dicermati lebih jauh.
Pertama, berbagai data ini menunjukan ketidakadilan distribusi pendapat yang bertumpuk di kalangan tertentu saja. Perekonomian Indonesia, terutama sumber produksinya ternyata dikendalikan oleh segelintir orang yang menguasai hajat hidup orang banyak. Dewasa ini hampir seluruh kebutuhan pokok masyarakat dikendalikan oleh korporasi raksasa, dengan menguasai begitu banyak sektor strategis, dari bahan bakar, jalan tol hingga air minum. Besarnya pengaruh korporasi raksasa terhadap kehidupan masyarakat menyebabkan mereka mampu mendiktekan kepentingan ekonominya terhadap masyarakat bahkan negara. Akibatnya segelintir konglomerat  terus "menggemukkan" pundi-pundi hartanya, sedangkan jutaan rakyat yang miskin dan hampir miskin semakin jauh dari sejahtera.
 
Kedua, populasi penduduk Indonesia yang besar menjadi pasar potensial bagi perusahaan raksasa termasuk incaran korporasi multinasional.  Laporan BPS menunjukkan bahwa struktur PDB tahun  2013 masih didominasi oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh 55,82 persen. Hingga kini berbagai korporasi asing beroperasi di Indonesia dengan mendulang emas dari besarnya jumlah penduduk yang dijadikannya sebagai pasar konsumtif.
 
Ketiga, meskipun amanat UUD 1945 Pasal 33 menyatakan, "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat", tapi realisasinya masih jauh panggang dari api. Hal tersebut ditegaskan hasil survei yang dilakukan Indo Survey dan Strategy yang menunjukkan bahwa sebanyak 53,3 persen masyarakat tidak percaya terhadap pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 tersebut. (Kompas,20/10/2013).

Bertebarannya korporasi multinasional di Indonesia mengeruk kekayaan bangsa ini dan hanya sedikit saja kontribusinya bagi negara kita, ternyata bukan hanya fenomena yang menimpa Tanah Air saja. Di tingkat global, segelintir korporasi multinasional menguasai hajat hidup publik dunia, bahkan kebutuhan pokok seperti pangan dunia pun berada dalam kendalinya.

Khudori (2011) mengutip laporan South Center (2005) menunjukkan bahwa sekitar 85-90 persen perdagangan pangan dunia dikontrol hanya lima korporasi multinasional. Sekitar 75 persen perdagangan serelia dikuasai oleh dua korporasi multinasional. Dua korporasi raksasa menguasai 50 persen perdagangan dan produksi pisang. Tiga korporasi multinasional menguasai 83 persen perdagangan kakao. Tiga korporasi menguasai 85 persen perdagangan teh. Lima korporasi mengendalikan 70 persen produksi tembakau. Tujuh korporasi menguasai 83 persen produksi dan perdagangan gula. Empat persen mengendalikan hampir dua pertiga pasar pestisida. Sedangkan empat korporasi raksasa menguasai seperempat bibit (termasuk paten) dan hampir seratus persen pasar global bibit transgenik.

Keserakahan korporasi menyebabkan dunia timpang, karena mereka menguasai pasar seluruh kebutuhan pokok masyarakat dunia. Tampaknya, Noreena Hertz benar, "Pasar yang tidak diatur, keserakahan korporasi, dan lebih lagi lembaga keuangan akan memiliki konsekuensi global yang serius terutama berdampak buruk bagi warga biasa".

Cengkeraman korporasi multinasional di dunia memanfaatkan kelemahan demokrasi Liberal yang dipaksakan penerapannya di berbagai negara dunia, tanpa memerdulikan kearifan lokal. Korporasi raksasa multinasional juga memanfaatkan lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia untuk menekan kebijakan pemerintah sasaran pasar, termasuk Indonesia agar memuluskan jalan bagi mereka untuk mendulang pundi-pundi kekayaan di seluruh dunia. Model "Democracy without Adjectives" yang berkembang dewasa ini tidak lain dari cara korporasi multinasional membenamkan cakarnya di seluruh dunia tanpa mengenal batas dan rambu-rambu, bahkan aturan negara. Saking mengguritanya korporasi multinasional di dunia, Hertz (1999) menyebut korporasi multinasional menjelma menjadi institusi dominan yang mengalahkan negara dari sisi kekuasaan dan pengaruhnya di dunia. 

Hertz sejalan dengan tesis Leftwich (1993), Gibson (1993), Hadenius dan Uggla (1990) yang menunjukkan model baru demokrasi yang diadopsi saat ini sebagai cara baru korporasi multinasional mengintervensi negara-negara dunia. Inilah kemasan paling ampuh Kapitalisme global untuk memasukkan agenda tersembunyi ke negara tujuan dengan menggusur peran negara dan menggantikannya dengan pasar.

Dalam banyak kasus di Indonesia, buah getir dari agenda tersembunyi itu memasuki berbagai sektor, termasuk proses pembuatan undang-undang di DPR. Badan Intelejen Negara (BIN) melaporkan bahwa proses pembuatan 79 undang-undang di DPR dikonsep oleh konsultan asing (beritasatu,2001). Menurut anggota DPR, Eva Sundari, kebanyakan undang-undang yang menjadi sasaran intervensi asing di sektor migas, energi dan pertanian. Mungkin inilah yang disebut Noreena Hertz sebagai "Silent Takeover". Kekayaan bangsa-bangsa dunia, termasuk sumber daya alam negara kita yang kaya raya, diambilalih diam-diam oleh korporasi multinasional itu. Tapi, kita acapkali tidak menyadarinya!(IRIB Indonesia/Liputan Islam)




Gebrakan Risma Menutup Dolly





Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap dengan keputusannya untuk menutup tempat lokalisasi Dolly. Keberatan yang disampaikan sekelompok masyarakat membuat Risma bergeming. Penutupan Dolly dilakukan atas nama kemanusiaan.
 
Saat tampil di acara Mata Najwa Metro TV, Risma sampai meneteskan air matanya. Ia tidak tahan dan merasa sangat terpukul melihat kenyataan pahit yang terjadi di tempat lokalisasi itu.
 
Risma pernah menemui seorang perempuan yang sudah lanjut usia masih bekerja di tempat itu. Bayaran yang diterima pun sangatlah tidak manusiawi. Tetapi perempuan tua itu terpaksa melakukan demi sekadar bisa bertahan hidup.
 
Wali Kota Surabaya berjanji untuk memberikan penghidupan yang lebih baik. Untuk itu maka tidak ada cara lain kecuali memberikan keterampilan agar perempuan yang bekerja di sana bisa mendapatkan pekerjaan lain yang lebih mulia.
 
Memang tidak mudah untuk membuat orang berubah profesi. Apalagi ketika pekerjaan itu sudah dijalani begitu lama. Mereka pun memiliki keterbatasan karena tidak ada keahlian sama sekali.
 
Risma tahu bahwa perubahan itu tidak bisa sekali jadi. Untuk itulah persiapan dilakukan cukup lama. Perempuan yang ada di Dolly diberikan penyuluhan. Mereka diberi bekal  keterampilan agar bisa mengerjakan hal yang lain.
 
Hanya saja kepentingan yang ada di tempat seperti itu bukan hanya pekerja seks komersialnya saja. Ada pihak-pihak lain yang selama ini mengambil keuntungan atas penderitaan orang. Mereka yang mendapat keistimewaan itu tidak mudah diambil haknya.
 
Itulah yang kita lihat sekarang. Atas sebuah pekerjaan yang baik dan mulia pun tidak mudah untuk dilaksanakan Wali Kota Surabaya. Aksi penentangan harus dihadapi oleh Risma.
 
Beruntung Risma tegar dan tidak goyah pendiriannya. Sikap Risma didukung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Penutupan Dolly tidak bisa ditunda dan dilakukan mulai 18 Juni mendatang.
 
Pendampingan memang diperlukan agar penutupan Dolly tidak menimbulkan ekses. Harus dipastikan para pekerja seks komersial bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih pantas. Tanpa itu mereka akan menyebar ke mana-mana.
 
Persoalan lokalisasi merupakan persoalan sosial yang terjadi hampir di semua negara. Pekerjaan yang satu ini merupakan pekerjaan yang paling tua dan sulit untuk bisa benar-benar dihapuskan.
 
Semua ini terjadi karena keterjepitan hidup. Sebab, pasti tidak ada orang yang mau mempunyai pekerjaan yang hina seperti pekerjaan yang satu ini. Namun mereka terpaksa untuk melakukan pekerjaan ini.
 
Selain keterbatasan kemampuan, kemiskinan merupakan faktor yang menjadi pemicu. Inilah salah satu indikator kemiskinan yang nyata dan inilah tugas yang harus bisa dilakukan oleh pemerintah baik di pusat maupun di daerah.
 
Kita tidak boleh menutupi persoalan kemiskinan yang masih ada di negara kita. Hanya dengan itulah maka kita akan berupaya untuk mencari jalan menghapuskan kemiskinan dan mengangkat harkat dari warga bangsa kita.
 
Sayang kemiskinan dijadikan alat kepentingan politik. Seakan aib apabila kemiskinan ada di negeri ini. Akibatnya, kemiskinan hanya dianggap sebagai angka statistik semata. Bukan persoalan yang harus kita pecahkan bersama.
 
Kita bersama harus bahu membahu mengentaskan kemiskinan di negeri ini. Jumlah kemiskinan yang masih besar harus dilihat sebagai tantangan yang masih besar yang harus kita hadapi. Bukan hanya dilihat sebagai kegagalan pembangunan semata. (IRIB Indonesia / Metrotvnews / SL)

 
Foto: suaranews http://www.nabawia.com/read/9407/cuma-pdip-yang-tolak-penutupan-dolly

Cuma PDIP yang Tolak Penutupan Dolly


Rencana Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk menutup kawasan pelacuran di Dolly dan Jarak, tetap mendapat sokongan politik.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, meminta, agar Wali Kota Tri Rismaharani tetap di jalur awal, yaitu menghentikan praktik prostitusi tersebut.
Ketua DPRD Muhammad Machmud mengatakan, suara bulat lembaga pimpinannya siap menjadi amunisi pembelaan jika Risma mendapat perlawanan. 
"Harus ditutup. Targetnya memang harus ditutup. Itu sesuai dengan rencana semua badan pemerintahan," kata dia saat dihubungi RoL, Selasa (17/6). 
Kata dia, masih ada satu fraksi di legislatif kota yang menolak, tapi tekad pemerintah untuk mengalihfungsikan kawasan merah itu menjadi keharusan. Hingga saat ini, ia menjelaskan cuma fraksi PDI Perjuangan yang menentang langkah Risma tersebut.
"Ya, perdebatan itu biasa. Kendala-kendala wacana itu juga biasa. Tapi kan nggak lantas penolakan (dari PDI Perjuangan) itu dituruti," ujar anggota fraksi Partai Demokrat ini.
Machmud menjelaskan, tanggal penetapan penutupan dan pengalihfungsian Dolly dan Jarak sudah ditentukan Pemkot. Kata dia, jika tetap pada peta rencana, Rabu (18/6), jadi hari deklarasi bersama penutupan. Dia menjelaskan, deklarasi itu sebagai formalitas dari penghentian lokalisasi tersebut.
Kata dia, ada setidaknya tiga elemen terkait prostitusi yang akan menandatangani penghentian praktik prostitusi itu. Di-antaranya, adalah para mucikarasi, PSK, dan warga asli di Dolly dan Jarak. Selanjutnya, dikatakan dia, deklarasi juga harus disusul dengan program-program menghapusan serta pemulangan para PSK ke kampung halaman. (rol)

Tiga alasan Arianespace bidik pasar Indonesia

Kamis, 19 Juni 2014 00:01 WIB | 2390 Views
Tiga alasan Arianespace bidik pasar Indonesia
BRI Beli Satelit - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (keempat kanan) menghadiri penandatangan kerja sama program satelit BRI di Gedung BRI 1, Jakarta, Senin (28/4). BRI menjadi satu-satunya bank di dunia yang mengorbitkan satelitnya sendiri yakni BRIsat yang direncakanan akan mengudara pada 1 September 2015 dengan coverage ASEAN, Asia Timur Laut, Asia Pasifik dan Australia Barat.(ANTARA FOTO/Andika Wahyu) ()
Dalam kasus BRIsat, kami menjamin kerahasiaan nama-nama para nasabah, untuk itu kami menerapkan kerahasiaan mengenai seluruh data pribadi nasabah BRI

BRI Beli Satelit
Singapura (ANTARA News) - Letak geografis Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan makin pesatnya kemajuan perekonomian utamanya di sektor telekomunikasi, keuangan dan perbankan, merupakan dua dari tiga alasan bagi Arianespace sebagai perusahaan peluncur satelit untuk beroperasi di seluruh pelosok Nusantara.

Alasan ketiga, pasar Indonesia begitu menjanjikan karena Asia Pasifik merupakan pasar andalan bagi Arianespace di masa depan, kata dua pejabat Arianespace kepada pers, Rabu, di Singapura.

Chairman dan CEO Arianespace, Stephane Israel menyatakan, "Kami telah menjamin kemitraan yang sangat kuat dan telah berlangsung sejak lama bersama para operator di Asia Pasifik. ASia Pasifik merupakan pasar signifikan, dan Indonesia di masa depan merupakan pasar signifikan."

Dengan menguasai 64 persen pasar peluncuran satelit komersial di kawasan Asia Pasifik, Arianespace terus meningkatkan standar layanan peluncuran satelit komersial di kawasan ini, katanya.

Sepaham dengan Israel, Managing Director dari Arianespace Singapura, Richard Bowles kemudian memberi sejumlah gambaran betapa pentingnya pemakaian jaringan satelit untuk menunjang dunia perekonomian, telekomunikasi, keuangan dan tugas kemanusiaan bagi Indonesia di masa depan.

Bowles memberi gambaran bahwa pengoeperasian jaringan satelit justru dapat membantu aksi tanggap darurat di daerah yang terkana bencana alam Tsunami atau banjir bandang.

Ia kemudian mencontohkan, penanganan korban bencana Tsunami di Aceh dapat lebih berdaya guna nila memanfaatkan dan memaksimalkan teknologi satelit, karena wilayah yang terkena musibah alam itu dapat terdeteksi dengan cepat dengan memanfaatkan teknologi satelit.

"Dalam konteks inilah, Indonesia menjadi salah satu customer kami selain ada Malaysia, Filipina dan Australia, Indonesia, India, Jepang dan Malaysia," katanya.

Ia kemudian menunjuk kepada rencana satelit BRisat yang akan diorbitkan oleh peluncur Ariane 5 pada tahun 2016 dari Guiana Space Center, di Kourou, Guyana Prancis.

Satelit ini akan menjadi satelit kelima yang akan diluncurkan Arianespace bagi operator Indonesia. BRIsat akan dibangun oleh Space System/Loral, dengan berat sekitar 3.500 kilogram pada saat peluncuran. BRIsat didesain dengan masa pakai lebih dari 15 tahun.

 

Dari posisi orbit yang telah ditentukan, maka BRIsat akan memberikan jasa yang handal bagi 11.000 cabang bank BRI di seluruh Indonesia.

"Dalam kasus BRIsat, kami menjamin kerahasiaan nama-nama para nasabah, untuk itu kami menerapkan kerahasiaan mengenai seluruh data pribadi nasabah BRI dengan menerapkan inskripsi."

Sejak berdiri, Arianespace telah memenangkan 77 kontrak di wilayah ASia-Pasifik. Selama 27 tahun, Arianespace telah meluncurkan 68 satelit bagi operator-operator di wilayah yang sekarang sedang disesaki oleh perkembangan ekonomi.
(A024)
 

KuwaitGate: Alleged coup, billions of dollars abroad, and struggles for succession

Kuwaities gather at Iradah Square opposite of the National Assembly building in Kuwait City, on June 10, 2014. The Opposition called for the rally where they vowed to expose major corruption scams. (Photo: AFP-Yasser al-Zayyat)
Published Wednesday, June 18, 2014
http://english.al-akhbar.com/content/kuwaitgate-alleged-coup-billions-dollars-abroad-and-struggles-succession
  
Since the start of 2014, the tiny oil-flush country of Kuwait has been rocked by alleged scandals that supposedly involve a conspiracy to overthrow the emirate's emir and crown prince and billions of dollars of public funds laundered aboard. While the authenticity of the evidence is heatedly disputed, the struggle behind the scenes is very real, and its outcome will have significant consequences for the future of Kuwait. 

After what seemed like months of calm that followed years of intense political conflict and massive protests, the latest chapter of instability began in December 2013 with, of all things, tweets.




An anonymous Twitter user spoke of video and audio recordings of two former senior officials – former prime minister Sheikh Nasser al-Mohammed al-Sabah and former Speaker of Parliament Jassim al-Kharafi – allegedly discussing a plot to overthrow the Gulf state's ruling system, as well as mentioning billions of dollars deposited in various places abroad, including an Israeli bank, as well as large amounts of funds sent to Lebanon’s Hezbollah movement and Iran.
An investigation was launched by the public prosecutor. A news blackout on the case was immediately imposed under the justification that it was damaging to the country's interests and unity. The gag-order was further backed by a statement from the Royal Court and the Ministry of Interior promising that any media outlet would be prosecuted if it commented on the case.
Months later, in April 2014, news once again surfaced of the case, this time coinciding with a unified demand, dubbed the National Political Reform Project, by Kuwait's various, loosely-aligned opposition groups – composed of leftists, liberals, Islamists, and others – that called for a number of democratic reforms, including establishing a party system, an elected government, and other limitations to the 250-year-old power of the emirate's ruling al-Sabah family.
It was revealed that former deputy prime minister and former economic and energy minister, Sheikh Ahmed al-Fahad al-Sabah had received the recordings and handed them over to Kuwait's leaders.
Ahmed al-Fahad was interrogated on April 7 for five hours and was subsequently released. The reporting of this interrogation resulted in a two-week suspension of two Kuwaiti news outlets – Al-Watan (The Nation) and A'alam al-Youm (The World Today) – causing further outcry from members of the opposition and youth activists.
A number of ministers, including the current prime minister, minister of justice, and minister of information, as well as pro-government MPs, announced that the tape was a fake and was “tampered with” after a secret session was held to view it and after it was analyzed by local experts.
Sheikh Jaber Mubarak al-Sabah, Kuwait's prime minister, “showed reports by specialized foreign sides affirming without doubt that the audio recordings and the videotapes which they examined had been tampered with and do not represent genuine and reliable copies," Marzouk al-Ghanem, the current parliament speaker, said after the session.
Nevertheless, opposition MPs within the government, unswayed by this position, argued that the tapes were authentic and were hugely concerned about its ramifications.
To further complicate matters, five MPs (out of 50) resigned on at the end of April and early May after a request to grill the current prime minister Sheikh Jaber al-Mubarak al-Sabah in relation to the corruption and political scandals alleged by the recording was refused.
The situation showed no signs of dissipating.

Open war

On June 10, a mass rally was held at Determination Square near the National Assembly building in Kuwait City. Around 6,000 Kuwaitis answered the call by opposition figures composed of former, mainly conservative-oriented MPs like Mussallem al-Barrak and Jamaan al-Harbash – both controversial figures who have often clashed with the ruling family for years – to demand international investigations regarding the financial and political scandal allegations.
“The real open war will start after the end of this rally and we will announce its end after we achieve victory against forces of corruption,” Barrak defiantly declared, also charging that Sheikh Nasser al-Mohammed, al-Kharafi, and other former senior officials have stolen around $50 billion and deposited them in foreign banks, including an Israeli bank.
To buttress his allegations, Barrak showed what he said were copies of their accounts and huge transfers through a large screen behind him.
Some of the documents held by Barrak have already surfaced on various Kuwaiti websites, and circled among social media, under the hashtag #Kuwaitgate.
The documents, whose authenticity are difficult to verify by Al-Akhbar, are potentially explosive. They show British bank account statements of Sheikh Nasser al-Mohammed, in which millions of pounds were transferred to the accounts of high-ranking judiciary figures in Kuwait between March to May 2013.
However, financial dealings in Israel or with Hezbollah and Iran have not been revealed in the documents so far.
As with the tape, the government rebuked the charges during a parliament gathering the next day.
"I received the documents yesterday. They were simple white sheets containing tables (of figures) and they do not qualify even to be examined," Prime Minister Jaber al-Mubarak said at the meeting, a statement also echoed by Finance Minister Anas al-Saleh who on his part said the documents were merely tables of figures that could not be properly investigated due to a lack of any crucial details.




"The documents show huge amounts but are without sources or dates. The central bank governor agreed to this assessment," Saleh told present MPs.
Four days later, on June 14, Sheikh Ahmed al-Fahad appeared on an interview program by Al-Watan television channel to discuss the tape and the financial allegations. It would be his first comprehensive public appearance since his interrogation in April. It was quite a risk and an explosive challenge by the royal family member against Sheikh Nasser al-Mohammed and his critics. 

During the interview, Sheikh Ahmed al-Fahad claimed the documents showed the abuse of public funds to the tune of more than $65 billion, saying, “The evidence shows embezzlement of large sums of money, bank transactions to Europe and to a bank in Israel where there is no supervision. The documents and tapes included ‘proof of a conspiracy against Kuwait’s national safety and political system.'” 

He concluded the interview by arguing that this was a new era – in reference to the Arab uprisings of 2011 – in which the public showed have more say in the decision making process and the need to uphold the rule of law. 

He backed his argument by revealing reports and judicial rulings from Britain and Switzerland supporting claims and the recording's authenticity. 

Sheikh Ahmed al-Fahad's lawyer Falah al-Hajraf filed a lawsuit on Monday against Kharafi and Sheikh Nasser al-Mohammed, demanding a comprehensive investigation into the alleged conspiracy and corruption.
The charges, under the umbrella of crimes against the state and financial corruption, are monumental. If found guilty, both Sheikh Nasser al-Mohammed and Kharafi could be found guilty of treason and face the death penalty.

Unlucky versus political superman

The current dispute in Kuwait is two-fold.
First, the issue of wide-spread corruption is related to the difficult period that Sheikh Nasser al-Mohammed al-Sabah faced when he was appointed prime minister in 2006 until 2012. He had resigned, and was reappointed, over eight times during the same period.
Notably, one of the largest challenges that he faced, which sparked off two years of large public protests – one of which was the biggest in Kuwaiti modern history – involved allegations that he used hundreds of millions of dollars to buy off votes among MPs between 2009 to 2011.
The allegations and charges were used by opposition MPs like Barrak in their conflict with the government throughout 2011 and 2012, that paralyzed the country, and caused the dissolution of parliament three times in the span of a year.
Secondly, and perhaps more important, the dispute is a representation of what was once a hidden power struggle within the al-Sabah ruling family that erupted out into the fore.
Both Sheikh Ahmed al-Fahad and Sheikh Nasser al-Mohammed are potential contenders for the throne - out of five or six individuals - once the current Emir, who is ill and aging, leaves. 

Indeed, the animosity between the two occasionally erupted in the political arena through the parliament, with each backing MPs against the other. During that dispute, Ahmed al-Fahad was forced to resign in June 2011 after a vote of no confidence. 

Now, it seems, that he has returned with a vengeance, playing a very public, high-stakes game against Sheikh Nasser and his supporters, and the divide between the two is gradually seeping into the Kuwaiti public.
Yet not everyone in Kuwait has or is willing to choose a side. 

One example is a Kuwaiti blogger, Mohammed al-Yousifi, who argued that while corruption of public funds would not be surprising, the evidence at play seemed contradictory. 

“And here I ask myself and you, if Sheikh Nasser is 'unlucky', and at the same time is able to steal $23 billion as Barrak said, and was able to launder Hezbollah and 'nuclear' Iran's money as the tape's alleged, and was able to fund the Likud party in Israel as Barrak said at Determination Square, then this person who was able to bring together Hezbollah, the Likud Party, and Iran, and $23 billion is a ‘political superman’ and not 'unlucky', but should be ruling America and not just Kuwait!!” he wrote sarcastically.
He added:
“I say all of what I said here, and I repeat for the third time, I do not support any side, and I will not be surprised if it was discovered in the following days the tape and the documents are true, but what has been shown until now do not allow a response or a position to be taken, and it makes us question the scandal itself, especially since Fahad and Barrak have not revealed how the got the tape and the documents, and if Sheikh Fahad is the one who spied on Sheikh Nasser al-Mohammed and was the one who recorded the tape, does that not make us question Fahad? Does that not make us ask what is the price he paid to get this recording?”
Focus has shifted to the government as it announced that it will re-investigate the recording and the documents, taking into account the new evidence Shiekh Ahmed al-Fahad had provided. The Audit Bureau and the newly-established Kuwait Anti-Corruption Authority have also been called in to join the investigation. 

Whatever the outcome may be, it will no doubt shape the course of Kuwait’s political leadership. Will it be the rise of Sheikh Ahmed al-Fahad or Sheikh Nasser al-Mohammed? Or will they both be burnt by this exceedingly ferocious fight? And what will all this cost the Kuwaiti public once the dust settles?
The answers to these key questions will likely arise before the year is out.

10 Bangkai Paling Misterius Di Dunia

http://ohitzujisa.blogspot.com/2012/10/10-bangkai-paling-misterius-di-dunia.html
 
Misteri Kehidupan tak ada habisnya dan tak terpecahkan. siang ini akan kita bahas tentang 10 bangkai dari makluk misterius yang pernah ditemuakan bumi. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Dalhousie di Kanada dan University of Hawaii memeriksa pertanyaan: Apakah orang-orang telah mampu menemukan hampir semua spesies di Bumi?

Makalah ini menyimpulkan bahwa kurang dari 15% dari 8,7 juta spesies yang diperkirakan ada di Bumi telah ditemukan, sisanya 85% spesies di planet ini tidak diketahui manusia.
Sebagai contoh, kita hanya punya katalog 7% dari jumlah perkiraan spesies jamur dan mengidentifikasi kurang dari 10% dari makhluk laut.

Untuk alasan ini, ahli biologi di seluruh dunia mencatat ketika bangkai / mayat2 yang aneh ditemukan. Sejarah penuh dengan laporan tentang mahluk laut tak dikenal mamalia darat, dan mayat-mayat manusia misterius.

dan artikel ini akan coba menguraikan penjelasan tentang keberadaan penemuan 10 mayat paling aneh dan misteirus yang pernah ditemukan.



10. Putri Persia 


Pada tanggal 19 Oktober 2000, pihak berwenang di Balochistan, Pakistan menerima tip tentang seorang pria bernama Ali Aqbar dan rekaman video yang menunjukkan sebuah mumi kuno. Mumi itu dikatakan telah ditempatkan di pasar gelap barang antik dengan harga $ 20 juta. Setelah diinterogasi, Aqbar menuntun polisi ke rumah Wali Muhammad Reeki di Kharan dekat perbatasan Afghanistan.
Reeki mengatakan kepada petugas bahwa ia telah menerima mumi dari seorang pria bernama Syarif Shah Iran Bakhi yang menemukannya setelah gempa di dekat Quetta.
Dalam konferensi pers pada tanggal 26 Oktober 2000, arkeolog dari Islamabad Quaid-e-Azam University mengumumkan bahwa mumi itu tampaknya adalah mayat seorang putri dari tahun 600 SM.
Mumi ditemukan dalam peti mati kayu berlapis emas. Ukiran tulisan kuno pada pelat di dada dan batu sarkofagus (wadah pemakaman).

Tubuh Mayat itu ditempatkan di atas campuran lilin dan madu. Mayat ini memiliki mahkota emas yang elegan, dengan sebuah prasasti yang menyatakan wanita itu bernama Rhodugune, putri Raja Xerxes I dari Persia dan anggota dari dinasti Achaemenid.
Sang putri Persia itu langsung disambut sebagai penemuan arkeologi besar.
Tidak ada mumi Persia lainnya yang pernah ditemukan dan proses mumifikasi dianggap unik umumnya untuk orang Mesir kuno.
Setelah penemuan itu, pemerintah Iran dan Pakistan saling berebut hak atas kepemilikan mumi.

Penjelasan Resmi 

Kisah Putri Persia terinspirasi banyak arkeolog untuk menyelidiki kasus tersebut. Ia segera menemukan bahwa tulisan di dada mumi mempunyai beberapa kesalahan tata bahasa.
Serangkaian x-ray mengungkapkan bahwa beberapa operasi umum untuk mummifications Mesir telah diabaikan.
profesor Pakistan Ahmad Dani mempelajari item dan menyadari mayat itu tidak setua peti matinya.
Ibrahim menyimpulkan bahwa Putri Persia sebenarnya tubuh mumi seorang wanita modern sekitar 21-25 tahun, yang meninggal sekitar tahun 1996, mungkin dibunuh dengan benda tumpul ke leher.
Pada tanggal 5 Agustus 2005, diumumkan bahwa mayat tersebut akan diberi hak penguburan yang layak. Namun, sampai tahun 2011, mayat itu tetap belum terkubur karena keterlambatan birokrasi.



9. Gumpalan di Chilli


Pada Juli 2003,gumpalan raksasa seberat 13 ton yang busuk berwarna abu-abu ditemukan di Pantai Pinuno di Los Muermos, Chili. Bangkai itu sepanjang 12,5 m dan 5,8 m lebarnya.Penemuan ini menjadi berita utama internasional dan ahli biologi awalnya tidak mampu untuk mengidentifikasi bangkai itu.Banyak artikel ditulis berspekulasi bahwa bangkai makhluk laut mirip agar-agar itu adalah spesies gurita raksasa yang sebelumnya tidak diketahui dalam sains. Yang lain yakin bahwa gumpalan itu adalah sisa-sisa hiu basking atau paus sperma.

Setelah penemuan ini, bangkai ini dijaga oleh para ilmuwan di Chili, sayangnya menggunakan larutan formaldehida yang menghancurkan kemampuan laboratorium untuk mempertahankan urutan DNA tertentu.

Penjelasan Resmi 

Pada bulan Juni 2004, dilaporkan bahwa fragmen-fragmen DNA yang ditemukan di gumpalan ini cocok dengan ikan paus sperma. Paus sperma dewasa dapat mencapai ukuran 20,5 meter dan berat sampai 57.000 kilogram .Kasus serupa globsters raksasa telah didokumentasikan dalam sejarah. Sering kali tetap ditafsirkan sebagai makhluk laut raksasa yang misterius.
Beberapa contoh termasuk bangkai ditemukan di Tasmania (1960), Gambia (1983), Nantucket, Mass (1996), Newfoundland (2001), dan dua di Bermuda (1995 dan 1997).
Gambar-gambar dari Blob Chili mirip dengan monster St Agustinus Rakasa, yang merupakan bangkai besar tak dikenal yang terdampar dekat St Augustine, Florida, pada tahun 1896.

8. Trunko 


Pada tanggal 25 Oktober 1924, orang-orang di sebuah pantai di KwaZulu-Natal, Margate, Afrika Selatan, menyaksikan pertempuran laut antara makhluk laut raksasa berwarna putih dan dua ikan paus.
Salah satu saksi, Hugh Saldo, mengatakan bahwa hewan tersebut tampak seperti beruang kutub rakasa.Monster itu menggunakan ekornya yang mirip lobster untuk menyerang paus dalam upaya untuk melarikan diri .
Hewan raksasa ini melompat keluar dari air setinggi 6.1m dan dilihat selama lebih dari tiga jam.Kemudian malam itu, tanpa pertumpahan darah bangkai makhluk laut terdampar di pantai.
tubuhnya mempunyai panjang 14,3 meter,lebar 3 meter dan tinggi 1,5 meter.
Hewan Ini memiliki ekor mirip lobster yang tak biasa sepanjang 3m dan seluruh tubuh tampak ditutupi oleh bulu kulit putih tebal 8 inci.
Makhluk itu tidak memiliki kepala yang berbeda. Sebagai gantinya, ada embel-embel mirip belalai gajah sepanjang 1.5m dengan diameter 14 inci.

Hewan mati ini mendapat julukan Trunko.Para ilmuwan pernah meneliti bangkai itu dan ditinggalkan di pantai selama 10 hari, sampai air pasang menariknya kembali ke laut.
Informasi mengenai peristiwa ini diterbitkan pada 27 Desember 1924, edisi Daily Mail London, di bawah sebuah artikel berjudul Ikan yang mirip Beruang Kutub.
Pada bulan September 2010, cryptozoologist Jerman bernama Markus Hemmler menemukan koleksi foto yang hilang dari Trunko.Penemuan ini memberikan bukti bahwa bangkai hewan laut raksasa berwarna putih itu memang pernah terdampar pada tahun 1920.

Penjelasan Resmi 

Banyak orang telah mencoba untuk mengidentifikasi bangkai ini.
Awalnya, penjelasan yang paling umum adalah bahwa Trunko adalah paus besar, hiu basking, atau hiu paus yang mendapat tekstur putih karena paparan air dan pembusukan.
Ia juga menyarankan bahwa Trunko adalah spesies baru ikan paus, atau pinniped yang tidak diketahui, atau sirenian.Salah satu penjelasan yang lebih skeptis adalah bangkai itu dari gajah laut albino di selatan.

Pada tahun 2010, setelah foto-foto Trunko diperiksa, ditentukan bahwa bangkai mungkin itu merupakan globster, atau, kantung besar dari lemak yang mengandung kolagen yang kadang tertinggal ketika paus mati saat tengkorak dan kerangkanya telah berpisah dari kulit.

 

7. Monster Kitchenuhmaykoosib

 



Pada tanggal 8 Mei 2010, dua perempuan berjalan-jalan di sekitar danau Big Trout , di barat laut Ontario, Kanada.
Perempuan ini menjadi waspada setelah anjing mereka mengambil mayat mamalia kecil, berukuran sekitar 0,3 meter. wanita ini memutuskan untuk memotret makhluk aneh dan cepat-cepat meninggalkan daerah tersebut.
Setelah menganalisa gambar, ditetapkan bahwa bangkai menunjukkan beberapa fitur wajah aneh, yang telah dibandingkan dengan babi hutan.Hewan ini mempunyai gigi dengan taring panjang dan ekor mirip ekor tikus . Bentuk tubuh bangkai mirip dengan berang-berang.
Beberapa hari setelah pertemuan awal, kedua wanita kembali ke daerah itu untuk mengambil bangkai itu tapi bangkai itu sudah hilang.Sebagai buntut dari laporan tersebut, beberapa lembaga berita mengangkat cerita dan artikel yang dipublikasikan pada bangkai tak dikenal.


Penjelasan Resmi 

Orang-orang telah membuat perbandingan antara Mosnter Kitchenuhmaykoosib dan mamalia legendaris Omajinaakoos cryptid (yang jelek).
Menurut cerita rakyat tertentu suku asli Amerika di pusat Kanada, Omajinaakoos adalah makhluk yang jarang ketemu manusia yang hidup di sungai dan daerah berawa dari Kanada .
Tradisi mengatakan bahwa adalah pertanda nasib buruk bagi seseorang yang melihat bangkai Omajinaakoos.
Penyelidikan kemudian meniliti foto-foto itu dan menentukan bagkai itu adalah American Mink (cerpelai) yang membusuk.

American Mink (cerpelai)
Kesimpulan ini telah ditentang oleh beberapa, karena fakta bahwa tidak ada bulu yang dapat dilihat di sekitar wajah makhluk ini, yang seharusnya bisa jelas terlihat pada spesies cerpelai yang membusuk.



6. Kasus Taman shud 

Pada tanggal 1 Desember 1948, tubuh manusia tak dikenal ditemukan di Somerton pantai di Adelaide, Australia. Setelah autopsi dilakukan pada mayat, ditentukan bahwa orang itu keturunan Inggris dan berusia 40-45. Dia dalam kondisi fisik yang bagus atas dan mempunyai tinggi 180 cm .

Mayat itu mengenakan "pakaian berkualitas," termasuk kemeja putih, dasi, celana panjang cokelat, kaus kaki, sepatu, dan mantel Eropa modis abu-abu dan coklat double breasted .
Semua label pada pakaian itu dibuang dan orang itu dicukur bersih. di Mayat itu ada rokok di belakang telinga dan sebatang rokok yang tinggal setengah pada kerah kanan jaket.
Koroner itu tidak dapat menentukan identitas manusia atau penyebab kematian. Organ-organ tubuhnya ditampilkan kemacetan intens dan limpa nya mencolok besar. Selama pemeriksaan, sepotong kecil kertas yang digulung dengan kata-kata "Tamam shud" tercetak di atasnya ditemukan dijahit dalam celana korban.
Makalah ini dipangkas rapi. The phrase Tamam Shud was identified as meaning “ended” or “finished.” It is found on the last page of a collection of poems called The Rubaiyat of Omar Khayyam .

Ungkapan Tamam shud diidentifikasi sebagai berarti "berakhir" atau "selesai." Hal ini ditemukan pada halaman terakhir dari kumpulan puisi berjudul The Rubaiyat Omar Khayyam.

Tema puisi adalah bahwa orang harus menjalani hidup mereka sepenuhnya dan tidak menyesal ketika selesai. Dengan tekanan untuk memecahkan kasus ini, polisi Australia memutuskan untuk memiliki mayat misterius dibalsem pada tanggal 10 Desember 1948. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah bahwa situasi seperti itu telah terjadi.

Penjelasan Resmi 

Penemuan catatan itu dibuat publik dan seorang pria maju untuk mengungkapkan bahwa dia telah menemukan salinan edisi pertama yang jarang terjemahan Edward FitzGerald The Rubaiyat di dalam mobil terkunci di Glenelg pada malam 30 November 1948.Buku itu ada bagian yang hilang pada kata-kata "Tamam shud" pada halaman terakhir.

Juga ditemukan dalam buku itu adalah nomor telepon milik seorang mantan perawat. Wanita itu dilacak dan menyangkal semua pengetahuan identitas pria itu. Dalam program TV pada kasus ini, nama wanita itu diberikan sebagai Jestyn (yang merupakan alias yang digunakan untuk pertunjukan).

Nama itu ternyata diperoleh dari bagian depan buku ini.Para peneliti menyelidiki kasus ini telah berusaha untuk melacak perempuan bernama Jestyn dan menemukan bahwa dia meninggal pada tahun 2007. Bukti pulih pada tahun 2009 terkait gambar dari laki-laki Somerton kepada keluarga Jestyn.


 

5. Lyuba




Pada Mei 2007, seorang peternak rusa dan pemburu bernama Yuri Khudi menemukan bangkai seekor anak mammoth berbulu di Arktik Rusia Semenanjung Yamal dalam keadaan beku.
Bangkai itu dinamai Lyuba dan beratnya 50 kg . Mammoth berbulu tebal punya tinggi 85 cm dan panjang 130 cm dari kepala ke ekor. Ditentukan bahwa anak sapi itu mati sekitar 42.000 tahun yang lalu pada usia satu bulan.

Ini adalah bangkai purba yang diawetkan terbaik yang pernah ditemukan .Mata tubuh, batang, bulu, kulit, dan organ semua ditemukan dalam keadaan utuh.

Penjelasan Resmi 

Para ilmuwan mampu mengidentifikasi susu dari ibu mammoth di perutnya, dan kotoran dalam usus Lyuba, termasuk bukti bahwa, seperti beberapa gajah muda modern, makhluk itu makan bersama anggota kawanan dewasa. Ditentukan bahwa Lyuba meninggal dalam keadaan sehat. Organ hewan dan kulit berada dalam kondisi sempurna.
Hal ini diyakini bahwa dia meninggal setelah terjebak dalam lumpur yang dalam dan menyesakkan. Tanah liat seperti substansi "acar" raksasa mengawetkan bangkai dalam keadaan hampir murni.
Ilmuwan di seluruh dunia tercengang dengan penemuan mayat anak mammoth itu.
Dengan memeriksa gigi Lyuba ini, peneliti berharap untuk mendapatkan wawasan tentang apa yang menyebabkan mamalia pada zaman es, termasuk mammoth, menjadi punah pada akhir era Pleistosen sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Sebuah tim peneliti Jepang saat ini bereksperimen dengan proses memperoleh sampel DNA mammoth wol utuh dari Lyuba dengan harapan mungkin bisa mengkloningnya. Penemuan bangkai telah melahirkan gelombang penelitian modern ke dalam misteri apa yang menyebabkan periode glasial terakhir dan kepunahan spesies mammoth berbulu.


4. Monster Montauk


Monster Montauk adalah bangkai tak dikenal yang terdampar di dekat distrik bisnis Montauk, New York pada Juli 2008. Seorang wanita bernama Jenna Hewitt, 26, dari Montauk, dan tiga teman mengatakan mereka menemukan makhluk Ditch Plains dekat pantai, di kota East Hampton.

Cerita Hewitt diterbitkan oleh sebuah koran lokal. BErita ini berspekulasi bahwa makhluk itu mungkin kura-kura laut atau beberapa percobaan mutan dari pulau plum tempat penelitian wabah Penyakit Hewan .
Artikel ini dikutip Larry Penny, Direktur Sumberdaya alam East Hampton Direktur . Penny menyimpulkan bahwa bangkai ini adalah rakun dengan rahang atas yang hilang.

Penjelasan Resmi 

Setelah Monster Montauk difoto oleh Jenna Hewitt, bangkai itu menghilang.Gambar makhluk itu cepat menyebar di internet dan banyak media mengangkat cerita ini.Satu surat kabar mengutip seorang wanita tak dikenal yang mengatakan hewan itu seukuran kucing rumah.
Awalnya, orang berspekulasi bahwa itu adalah kura-kura laut. Namun, hal ini tidak mungkin sebab tubuh kura-kura tidak dapat diangkat dari cangkang tanpa merusak jaringan kulit.


Beberapa menduga ini bangkai tikus air, sementara yang lain menyatakan itu adalah bangkai anjing terurai atau coyote yang telah kehilangan semua rambutnya karena paparan air. Darren Naish Palaeozoologist mengamati foto itu dan mengidentifikasi bangkai ini sebagai rakun. Pada tanggal 14 Maret 2011, National Geographic menayangkan sebuah program yang memeriksa Monster Montauk. Acara ini menyimpulkan bahwa makhluk itu rakun.



3. Zuiyo Maru Carcass


Pada tanggal 25 April 1977, sebuah kapal pukat Jepang bernama ZuiyMaru berlayar di timur Christchurch, Selandia Baru, ketika sebuah makhluk aneh yang tidak diketahui tersangkut di jaring kapal pukat pada kedalaman 300 meter .Para kru menarik makhluk besar ke permukaan dan menemukan bangkai membusuk yang kabarnya beratnya 1.800 kg dan panjang sekitar 10 m .

Makhluk itu memiliki kaki 1,5 meter leher panjang, empat besar, sirip kemerahan dan kaki 2,1 m serta ekor panjang. Menurut laporan asli,mahluk itu tidak memiliki sirip punggung dan tidak memiliki organ internal.

Setelah penemuan itu, awak Zuiy Maru menjadi yakin bahwa itu adalah bangkai makhluk laut tak dikenal. Meskipun menemukan potensi signifikansi , kapten, Akira Tanaka, memutuskan untuk membuang bangkai kembali ke laut.Sebelum bangkai itu hilang, koleksi foto-foto itu diambil.

Para kru menghapus sampel kulit makhluk itu untuk analisis.Setelah foto-foto itu dikembangkan, beberapa surat kabar di Jepang menerbitkan artikel pada peristiwa tersebut.

Warga negara Jepang menjadi tertarik dengan bangkai dan wabah "Plesiosaurus-menggila" di seluruh negeri.
Profesor Tokio Shimaka dari Yokohama Universitas yakin bahwa itu adalah sisa-sisa bangkai Plesiosaurus yang dikabarkan punah.

Perbandingan Bangkai dengan Paus (kanan), 
Perbandingan bangkai dengan Plesiosaurus (kiri)
Plesiosaurus
Penjelasan Resmi 

Pada tanggal 25 Juli 1977, Perusahaan Ikan Taiyo mengeluarkan laporan awal pada sampel jaringan makhluk itu.Hal ini menunjukkan bahwa sampel adalah "serupa di alam untuk kelompok sinar sirip hewan hidup," yang meliputi hiu basking.Hiu basking adalah ikan terbesar kedua di laut.Mereka dapat tumbuh dengan panjang lebih dari 9.1m dan spesimen telah ditemukan 12.1m.
Setelah kematian, bangkai hiu basking kehilangan kepalanya lebih rendah, sirip punggung, sirip ekor dan pertama, membuat bangkai mereka menyerupai Plesiosaurus.

Meskipun ada bukti, beberapa telah mempelajari foto-foto dan menemukan keanehan, termasuk sepasang sirip atas yang simetris pada makhluk itu.

2. Mummy Pegunungan San Pedro

Pada Oktober 1932, dua prospectors bernama Cecil Mayne dan Frank Carr menemukan sebuah ruangan yang aneh saat peledakan untuk emas di Pegunungan San Pedro, sekitar 60 mil barat daya dari Casper, Wyoming.Lubang itu berukuran tinggi 1,22 m dan lebar 4,57 m .

Setelah memasuki ruang itu, para penambang terkejut melihat mumi seorang laki-laki kecil.mayat ditemukan duduk dalam posisi tegak dengan lengan dan kaki disilangkan.Mummi Ini duduk tegak lurus ke lantai pada birai kecil dan beratnya sekitar 12 ons.tinggi Mumi 0,17 meter saat duduk dan 0,35 m saat berdiri tegak.Kulitnya cokelat dan keriput, tengkorak diratakan dan mata mayat itu mengantuk berat dan menonjol.

Mumi menampilkan hidung datar, mulut yang lebar, dan bibir tipis.Tubuh mummi itu sangat baik diawetkan, bahkan kukunya terlihat.Kepala ditutupi dengan substansi gelap, mumi tampaknya telah diawetkan dalam cairan.Setelah penemuannya, bangkai diberi nama Pedro si Mummy .Para ilmuwan datang dari segala penjuru negeri untuk melihatnya.

Pada tahun 1950, x-ray dilakukan pada mumi dan melaporkan bahwa mummi itu mempunyai tulang kerangka laki-laki .Beberapa tulangnya patah, termasuk tulang selangka, tulang belakang dan tengkorak. Cedera ini dan darah yang beku di atas kepala menandakan Mummi ini mengalai kematian karena kekerasan.

Penjelasan Resmi 

Mayat ini diperiksa oleh seorang pria bernama Dr Henry Shapiro, seorang antropolog biologi dari Museum Sejarah Alam Amerika.Setelah mempelajari sinar-x, Dr Shapiro datang untuk percaya bahwa mumi itu adalah tubuh seorang pria berusia 65 tahun pada saat kematian.
Mumi ini mempunyai taring sangat besar dibandingkan dengan seluruh tubuh dan dilaporkan seperti vampir.

Pada tahun 1950, temuan ini didukung oleh Universitas Harvard.Namun, 30 tahun kemudian, Dr George Gill, seorang antropolog forensik mengusulkan teori lain.
Ia mengambil dugaan bahwa ini adalah mayat dari anak kecil suku Indian yang tidak diketahui.Bertahun-Tahun setelah mumi itu ditemukan, tubuh, kedua serupa ditemukan di sekitar daerah yang sama.Kali ini sebuah mumi wanita, yang punya tinggi hanya 10 cm. Hampir setiap kebudayaan penduduk asli Amerika bercerita tentang sebuah ras orang kerdil.

Cerita dari mulut ke mulut di Arapaho, Sioux, Cheyenne, dan Crow, memeriksa ras "orang kecil" yang punya tinggi hanya 0,5 meter hingga 0,91 m.Dalam beberapa suku mereka dikenal sebagai Nimerigar, ini adalah ras legendaris orang kecil ditemukan dalam cerita rakyat orang Shoshone "pemakan orang kecil.".

Menurut cerita penduduk asli Amerika, Nimerigar yang tinggal di San Pedro Pegunungan di selatan pusat Wyoming dan selalu berperang dengan manusia ukuran normal menggunakan panah beracun.Dikatakan bahwa ketika salah satu Nimerigar menjadi sakit atau tua, mereka dibunuh oleh orang-orang mereka sendiri dengan pukulan ke kepala.

Sebagian dari klaim cerita ini dianggap cerita rakyat yang hanya dongeng sampai ditemukannya mumi Pedro.
Bangkai Pedro berakhir di Meeteetse, Wyoming, di sebuah toko obat lokal di mana ia ditampilkan sebagai daya tarik selama beberapa tahun.

Pada tanggal 7 Juli 1979, sebuah artikel diterbitkan di Casper Star-Tribune yang menyatakan mumi ini dimiliki seorang pria bernama Leonard Wadler, seorang pengusaha New York.Mayat mummi ini belum terlihat sejak itu. Sampai Pedro mumi ditemukan kembali, maka akan mustahil untuk menentukan apakah itu nyata.

Saat ini ada hadiah $ 10.000 bagi yang menemukan mummi ini


1. Mahluk Misterius dari Panama 
Mahluk Panama mengacu pada bangkai yang difoto dekat kota Cerro Azul, Panama, pada September 2009.

Menurut kumpulan artikel diterbitkan tentang peristiwa tersebut, binatang berkaret telah kepergok oleh sekelompok remaja sedang merangkak keluar dari gua.

Anak-anak itu mengatakan makhluk itu berbulu dan memiliki tubuh berbulu dengan gigi yang tajam.mahluk Itu mempunyai "fitur menjijikkan," hidung pesek, dan lengan panjang.Para remaja mengklaim bahwa hewan itu mendekati mereka, sehingga mereka memukulinya sampai mati dengan tongkat.

lalu anak-anak itu melemparkan tubuh mahluk itu ke dalam kolam air dan meninggalkan daerah tersebut. Mereka kemudian kembali ke tempat tersebut dan memfotonya.


Penjelasan Resmi 


Para remaja mengirim gambar bangkai ke stasiun televisi Panama dan cerita itu lalu berkembang pada jaringan di seluruh dunia.

Banyak stasiun yang berbeda berspekulasi tentang identitas makhluk, dengan beberapa menunjukkan itu adalah tikus tak berbulu, alien, atau hewan baru bagi ilmu pengetahuan.
Beberapa ahli zoologi Panama mengatakan bahwa bangkai itu tampaknya janin dari suatu jenis.Empat hari setelah kejadian dilaporkan, biopsi dilakukan oleh Otoritas Nasional Lingkungan Panama. penilitian ini menyimpulkan bahwa bangkai itu dalam kenyataan adalah bangkai dari Sloth yang mempunyai leher coklat.Munculnya binatang aneh itu disebabkan oleh dekomposisi bawah air. Setelah diidentifikasi, bangkai itu dikuburkan.
Fakta sederhana bahwa makhluk itu positif diidentifikasi sebagai bangkai hidup yang luar biasa.
Cerita yang berbeda dari cerita telah mengatakan tidak ada remaja yang melemparkan bangkai ini di air.

Beberapa orang telah menjadi bingung atas fakta bahwa anak-anak ini seharusnya mengenali jika hewan itu adalah sloth berleher coklat.

Sloth

Sloth seharusnya tidak mengancam dan di tanah kecepatan maksimum dari Sloth adalah 2 m per menit. Dalam proses dari seekor Sloth sampai kehilangan bulunya itu butuh waktu yang sangat lama,bangkai itu harus benar-benar tenggelam untuk jangka waktu yang panjang.
Dalam foto-foto asli, tidak ada air yang terlihat di sekeliling hewan.Penulis untuk Huffington Post mengatakan bahwa kepala bangkai ini jelas hewan, tetapi bentuk batang tubuhnyah "aneh," dan anggota badan mengingatkan pada lengan manusia yang kurus.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar