Jumat, 27 April 2012

Terungkap.....JELAS....FAKTA2 NYATA...???!! >>..3 TKI Diberondong Peluru 5 Polisi Malaysia..>>.. KONON ADA HASIL PEMERIKSAAN KELUARGA... YG MENCURIGAKAN..??!! .... AWAS PERMAINAN FAKTA2 DAN JARINGAN POLITIK PEJABAT DAN APARAT... KARENA TAK MAU BERTANGGUNG JAWAB....ATAS KETELEDORAN.. DEPLU...DAN DUBES...???!!!...WASPADALAH RAKYAT..>>> ..lima polisi Malaysia itu memberondongkan peluru secara sadis ke arah TKI Herman (34 tahun) dan Abdul Kadir (25), asal Dusun Pancor Kopong, Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, serta Mad Noor (28) beralamat Dusun Gubuk Timur, Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timu..>> .....Lima Polisi Malaysia Tembaki Tiga TKI...??? >> ....Direktur Pengamanan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Brigjen Pol Bambang Purwanto menyebutkan lima polisi Malaysia menjadi pelaku penembakan secara keji terhadap tiga TKI asal NTB hingga tewas. Bambang melalui surat elektronik menyampaikan hasil penelusurannya ke Malaysia pada Selasa - Rabu (24-25/4) dengan menemukan keterangan yang mengarah kepada fakta penembakan tiga TKI asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat....>>..HAYYOOO .... MANA ITU MENLU..MENDAGRI.. KETUA DPR...MPR...PRESIDEN....WKL PRESIDEN...PANGLIMA ABRI... KAPOLRI... KETUA2 PARTAI... KETUA ULAMA2... DLL DAN SEMUA KETUA INI ITU... UTK MEMBELA SI RAKYAT AWAM YANG MENYABUNG NYAWA DINEGERI ORANG... HINGGA DIHAJAR DENGAN PELURU PANAS OLEH POLISI MALAYSIA..???!!!... HEEIII... MANA NYALI...MU.. WAHAI PEMIMPIN DAN WAKIL2 RAKYAT YG KONON DIGAJI DAN DAN DIBEKALI RAKYAT DENGAN BERBAGAI KEHORMATAN DAN FASILITAS..????!!!>> HAYYOOO.. DIMANA.. WAJAHMU.. PARA NEGARAWAN2... TERHORMAT... RAKYATMU DIANIAYA... DITEMBAK DAN KONON ORGAN2 TUBUH MEREKA DIPRETELI..???!!!... DIPERDAGANGKAN..??!!... BENAR2 RAKYAT AWAMI INDONESIA DIZHZHOLIMI.... SECARA FAKTUAL..??!!!>>> HAYYOOO UMAT ISLAM BERSATULAH... TEGUHKAN PENDIRIAN.. DAN CARILAH PEMIMPIN YANG BENAR2... LURUS.. DAN TAHU DIRI...>>> BUKAN PEMIMPIN PALSU DAN PENDUSTA.. >>> MANA ITU MENTRANSKERJA..KONON BELIAU ITU KIAYAI-ULAMA DAN BERILMU...??? HAYYOOO BERANI BANGKIT WAHAI KIYAI.. HAJI2... DAN PEJUANG2 MUSLIMIN.. SELURUH INDONESIA... >>> BANGKIT DAN BERSATU..>>> HAYOOO JANGAN NGUMPET... DAN BERPURA-PURA....ATAU MAU BERKHIANAT..TERHADAP RAKYAT... >> 'Aksi Protes PPI Berlin-Jerman Terhadap Komisi I DPR-RI'....>>> ..AWAS... DAN WASPADALAH.. SELURUH UMAT MUSLIMIN DI INDONESIA... DAN UMAT ISLAM DUNIA..... DIMANAPUN SDR2 BERADA.... BHW...PELATIHAN DAN PENDIDIKAN MILITER AS ... JELAS MEMUSUHI ISLAM.. DAN AJARAN2NYA...>>> ...Pejabat militer AS memerintahkan untuk meninjau ulang penggunaan materi pelatihan tentara yang menggambarkan bahwa AS berperang melawan Islam. Peninjauan ini merupakan jawaban atas keluhan yang dilaporkan tentara AS setelah menjalani pelatihan selama delapan pekan. ...>>> ...Jenderal Martin Dempsey, Selasa (24/4) kemarin, telah mengirimkan surat kepada pimpinan tentara AS dan garda nasional guna memerintahkan peninjauan terhadap materi pelatihan. "Peninjauan ini akan memastikan program-program pendidikan ini mencerminkan kepekaan budaya, penghormatan terhadap suatu agama dan keseimbangan intelektual tentara AS," tulis Dempsey, seperti dikutip reuters.com, Kamis (26/4).....>>> ..Gedung Setan seperti terlihat dalam foto terletak di Vrijmet Selaarweg (kini Jalan Budi Utomo), tidak jauh dari Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat. Bangunan yang memiliki loge (loji) merupakan perkumpulan kaum Theosofi De Ster in het Oosten atau Bintang Timur. Tapi lebih populer dengan sebutan rumah setan, sebutan yang dibisikkan oleh pribumi dengan rasa takut. Dahulu, di sebelah 'rumah setan' terdapat perumahan para perwira dan petinggi Belanda. Di rumah setan inilah yang kemudian pada awal abad ke-20 menjadi gedung farmasi Rathkamp dan kini Kimia Farma setelah diambil alih pemerintah RI dijadikan pusat kegiatan Freemason suatu gerakan yang menjadi kaki tangan zionisme sejak abad ke-18 di Indonesia. Waktu itu namanya 'La Choisile' didirikan pada 1763 oleh Jacobus Cornelis Mattheus Roderman Cher (1741-1783) beserta enam orang kawannya. 'La Choisile' kemudian membangun dua loge (loji) lainnya yang sebagian besar anggotanya para militer dan petinggi Belanda, termasuk perwira-perwira VOC. Menunjukkan sejak ratusan tahun lalu Yahudi telah mengembangkan sayapnya di Indonesia. Dulu di Noordwijk (Jl Juanda) dan Rijswijk (Jl Segara) yang merupakan pusat perdagangan dan pertokoan di Batavia warga Yahudi banyak yang membuka toko. Kedua loge (loji) hingga kini masih berdiri sekalipun fungsinya sudah beralih menjadi pabrik Kimia Farma. Di dekatnya dulu terdapat SMA terkenal Budi Utomo. Pada awal gerakannya Freemason atau Vrijmetselarij dalam Belanda, menggunakan kedok persaudaraan, kemanusiaan, tak membedakan agama dan ras, warna kulit dan gender, apalagi tingkat sosial di masyarakat. Mereka menitikberatkan gerakannya pada kegiatan ilmiah dan bersifat keilmuan. Gerakan ini juga memberikan beasiswa pada murid-murid berbakat. Tidak heran banyak tokoh masyarakat ketika itu bersimpati pada gerakan ini. Satu dari sekian doktrin yang dengan kuat diajarkan dalam persaudaraan 'Freemason' adalah sikap mereka pada agama. Mereka menganggap semua agama sama. Ini sama persis dengan apa yang marak kita temui hari-hari dengan nama lain: pluralisme...???.>>>


TKI Ditembak Mati Polisi Malaysia
Autopsi 3 Jenazah TKI Dilakukan di NTB

http://web.inilah.com/read/detail/1854595/autopsi-3-jenazah-tki-dilakukan-di-ntb 

Headline



foto:ilustras


INILAH.COM, Jakarta - Guna memastikan dugaan pencurian organ 3 TKI yang ditembak mati polisi Malaysia, Polri melakukan autopsi jenazah di NTB.

”Di sana cukup dokter kita, ahli forensik kita di NTB cukup untuk membantu proses penegakan hukum terkait dugaan adanya hal tersebut terkait hilangnya organ dan sebagainya,“ ucap Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Kombes Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (25/4).

Boy meminta masyarakat bersabar menunggu hasil autopsi tersebut. Jika dari hasil otopsi terbukti atau ditemukan organ yang hilang, maka langkah kepolisian akan bekerjasama dengan polisi Malaysia untuk menyelidiki hal tersebut.

”Kita akan kerjasama internasional karena ini menyangkut negara. Kita tunggu satu dua hari lagi lah. Kita masih koordinasikan dengan pihak keluarga. Kita tunggu perkembangan hari ini sampai besok,“ jelasnya. [mah]





Jakarta Kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Jerman mendapat kejutan dari mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana. Cuaca kota Berlin yang dingin langsung berubah hangat setelah mahasiswa yang ikut dalam acara temu masyarakat di sana menyentil anggota dewan yang bertandang ke Berlin.

Suasana itu terekam dengan baik dalam video yang diupload di youtube tanggal 25 April 2012. Lewat summary singkat video itu diinformasikan pertemuan terjadi tanggal 24 April 2012.

Video berjudul 'Aksi Protes PPI Berlin-Jerman Terhadap Komisi I DPR-RI' dibuka dengan gambar kedatangan anggota dewan di Airport Tegel-Berlin. Tertulis di subtitle video 'Beberapa membawa keluarga'.

Usai menyaksikan kedatangan, penonton langsung diajak menuju KBRI Berlin. Di awal acara temu masyarakat itu diperkenalkanlah masing-masing anggota Komisi I yang ikut oleh ketua rombongan Hayono Isman.

"Yang terhormat Nurhayati Assegaf, yang terhormat Zaki zulkarnaen, yang terhormat Tantowi Yahya, yang terhormat ibu Venna Melinda, dan yang terhormat Bapak Yorrys Raweyai, dan yang terhormat Nil Iskandar, yang terhormat Tritamtomo, Muchamad Ruslan. Itulah yang hadir pada kesempatan kali ini dalam rangka kunjungan kerja Komisi I DPR RI," tutur Hayono yang ditingkahi suara tepuk tangan peserta acara.

Entah apakah ada acara lain setelah perkenalan itu, tetapi gambar video langsung menayangkan 2 orang mahasiswa yang menyentil kedatangan anggota dewan. Pertanyaan retorik, kritik yang membuat anggota dewan cuma bisa senyum-senyum saja.

"Berkaca dari pengalaman terdahulu, setiap kunjungan ke sini selalu disertai dengan keluarga. Padahal ini tujuan untuk dinas, bukan untuk wisata. Semoga keikutsertaan keluarga kali ini tidak menggunakan uang negara sepeser pun," tutur salah satu orator.

Ada sekitar 15 mahasiswa dari PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU yang datang dalam acara itu. Selain berorasi mereka juga merentangkan spanduk putih yang berisi tulisan kritik dalam warna merah.

"Hasil apa yang dibawa untuk rakyat? Kami ingin transparansi Buktikan Anda kerja," kata seorang orator yang berdiri didampingi seorang temannya.

Di akhir pidato, orator berwajah muda usia itu berkata,"Dengan melihat rendahnya urgensi kedatangan yang telah menghabiskan dana Rp 3,1 miliar, kami Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) bersama dengan PPI Berlin dan NU Jerman menolak kedatangan ibu-bapak wakil rakyat berserta keluarga dan rombongan."

Setelah berorasi selama kurang lebih 5 menit, 2 mahasiswa itu langsung meninggalkan acara yang diikuti rekan-rekannya. Sayang tidak ada gambar lainnya yang menunjukkan respons para anggota dewan itu setelah dikritik sedemikian rupa.

Video yang berdurasi hampir 10 menit itu, pada pukul 11.53 WIB, sudah ditonton 301 orang. Dari 142 komentar yang masuk, mayoritas berisi pujian terhadap aksi mahasiswa tersebut.

"Ini yang seharusnya pelajar lakukan, bukan bakar ban," tutur hanyasigit.

"Awesome stuff. Ini harusnya yang selalu dilakukan. Kritik keras dan penolakan. Lebih sakit mendengar kritik pedas disertai walk out tanpa kekerasan," tulis mxcnrd.

ini baru mahasiswa yg harus diacungi jempol, saluttt!
emang mau piknik? pake bawa keluarga segala, kalo mau piknik ke puncak aje...

Terungkap, Materi Latihan Militer AS Bukan Lawan Terorisme, Tapi Islam

Reuters
  
 Terungkap, Materi Latihan Militer AS Bukan Lawan Terorisme, Tapi  Islam
Tentara AS di Afghanistan
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -

Rupanya selama ini materi pelatihan militer AS cenderung mengusung prinsip berperang terhadap Islam, alih-alih terhadap bentuk terorisme itu sendiri. 

Pejabat militer AS memerintahkan untuk meninjau ulang penggunaan materi pelatihan tentara yang menggambarkan bahwa AS berperang melawan Islam. Peninjauan ini merupakan jawaban atas keluhan yang dilaporkan tentara AS setelah menjalani pelatihan selama delapan pekan.

Ketua Gabungan Kepala Staf Tentara AS, Jenderal Martin Dempsey, Selasa (24/4) kemarin, telah mengirimkan surat kepada pimpinan tentara AS dan garda nasional guna memerintahkan peninjauan terhadap materi pelatihan. "Peninjauan ini akan memastikan program-program pendidikan ini mencerminkan kepekaan budaya, penghormatan terhadap suatu agama dan keseimbangan intelektual tentara AS," tulis Dempsey, seperti dikutip reuters.com, Kamis (26/4).

Juru bicara Pentagon, Kapten John Kirby mengatakan peninjauan itu merupakan bentuk jawaban bahwa AS tidak memerangi Islam melainkan terorisme, utamanya Alqaidah. "Dari materi berjudul ""Perspektif dan Radikalisme Islam" harus diakui bahwa AS seolah berperang melawan Islam. Padahal itu sama sekali tidak benar," ungkapnya.

Kirby mengatakan Menteri Pertahanan Leon Panetta juga merasa "keprihatinan mendalam" atas temuan itu. Karena itu, kata Kirby, Dempsey juga memerintahkan penyelidikan mengenai bagaimana materi itu bisa masuk sebagai materi pelatihan.

Menurut Kirby, hingga saat ini tidak diketahui berapa jumlah tentara yang ambil bagian dalam pelatihan itu semenjak tahun 2004. Ia pun berjanji penyelidikan akan dilakukan secara intensif. "Staf pelatih saat ini belum diberikan sanksi. Sebab, tentara yang melaporkan temuan itu belum juga terindentifikasi," kata dia. Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari. Reporter: Agung Sasongko

Jaringan Zionis di Rumah Setan

Kamis, 26 April 2012, 13:10 WIB


Jaringan Zionis di Rumah Setan

Anti Zionist
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Alwi Shahab

Orang Betawi sampai awal abad ke-20 M dengan rasa takut menyebut gedung dengan enam buah pilar sebagai penyangganya adalah 'rumah setan'. Letaknya bersebrangan dengan Gedung Mahkamah Agung (MA) pada masa Bung Karno dan awal pemerintahan Pak Harto. Gedung MA sendiri terletak di sebelah kanan Departemen Keuangan di Lapangan Banteng, yang rencananya oleh Gubernur Jenderal Daendels akan dibangun Istana namun urung.

Gedung Setan seperti terlihat dalam foto terletak di Vrijmet Selaarweg (kini Jalan Budi Utomo), tidak jauh dari Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat. Bangunan yang memiliki loge (loji) merupakan perkumpulan kaum Theosofi De Ster in het Oosten atau Bintang Timur. Tapi lebih populer dengan sebutan rumah setan, sebutan yang dibisikkan oleh pribumi dengan rasa takut. Dahulu, di sebelah 'rumah setan' terdapat perumahan para perwira dan petinggi Belanda.

Di rumah setan inilah yang kemudian pada awal abad ke-20 menjadi gedung farmasi Rathkamp dan kini Kimia Farma setelah diambil alih pemerintah RI dijadikan pusat kegiatan Freemason suatu gerakan yang menjadi kaki tangan zionisme sejak abad ke-18 di Indonesia. Waktu itu namanya 'La Choisile' didirikan pada 1763 oleh Jacobus Cornelis Mattheus Roderman Cher (1741-1783) beserta enam orang kawannya.

'La Choisile' kemudian membangun dua loge (loji) lainnya yang sebagian besar anggotanya para militer dan petinggi Belanda, termasuk perwira-perwira VOC. Menunjukkan sejak ratusan tahun lalu Yahudi telah mengembangkan sayapnya di Indonesia. Dulu di Noordwijk (Jl Juanda) dan Rijswijk (Jl Segara) yang merupakan pusat perdagangan dan pertokoan di Batavia warga Yahudi banyak yang membuka toko.

Kedua loge (loji) hingga kini masih berdiri sekalipun fungsinya sudah beralih menjadi pabrik Kimia Farma. Di dekatnya dulu terdapat SMA terkenal Budi Utomo. Pada awal gerakannya Freemason atau Vrijmetselarij dalam Belanda, menggunakan kedok persaudaraan, kemanusiaan, tak membedakan agama dan ras, warna kulit dan gender, apalagi tingkat sosial di masyarakat. Mereka menitikberatkan gerakannya pada kegiatan ilmiah dan bersifat keilmuan. Gerakan ini juga memberikan beasiswa pada murid-murid berbakat. Tidak heran banyak tokoh masyarakat ketika itu bersimpati pada gerakan ini.

Satu dari sekian doktrin yang dengan kuat diajarkan dalam persaudaraan 'Freemason' adalah sikap mereka pada agama. Mereka menganggap semua agama sama. Ini sama persis dengan apa yang marak kita temui hari-hari dengan nama lain: pluralisme. Dan memang sesungguhnya pluralisme pun adalah ajaran dari pemikiran orang-orang Yahudi. Tulis Herry Nurdi dalam buku 'Jejak Freemason & Zionis di Indonesia'. Menurut para orang tua, masyarakat sendiri banyak tertipu menyangka warga Yahudi adalah keturunan Arab karena menggunakan bahasa ini dengan fasih. 

Rumah Setan Yahudi
Gedung yang berdiri kokoh hingga saat ini oleh orang Betawi tempo doeloe mereka sebut rumah setan. Terletak di Jl Budi Utomo, Jakarta Pusat, di sebelah kanan Departemen Keuangan dan Gedung Mahkamah Agung di Lapangan Banteng, kini ditempati perusahaan farmasi PN Kimia Farma. Di masa Belanda, jalan ini bernama Vrijmetselaars Weg kata dalam Belanda Freemason Street.

Kenapa dinamakan gedung atau rumah setan? Karena di gedung yang dibangun pada 1856, Freemason, sebuah jaringan organisasi Yahudi di Batavia menjadikannya sebagai rumah pemujaan yang disebut loge atau loji. Rumah atau gedung ini dijadikan tempat jaringan Yahudi internasional mengadakan pertemuan yang bersifat religius dan membahas filsafat, problem masyarakat, serta ekonomi sosial.

Di dalam loji yang fungsinya mirip dengan sinagog, para anggotanya beraktivitas ritual menyembah simbol-simbol yang melambangkan cita-cita dan pikiran tertinggi manusia. Bahkan, beberapa aktivitasnya di dalam loji adalah memanggil arwah-arwah atau jin dan setan. Karena itu, di beberapa tempat, loji juga sering disebut rumah setan karena memang tempat mereka menyembah roh-roh dan setan. Termasuk, di Gedung Bappenas sekarang ini, yang dulu juga pernah dijadikan tempat pertemuan mereka. Kedua-duanya juga disebut loji Bintang Timur.

Warga Yahudi sudah sejak masa kolonial Belanda banyak berdiam di Indonesia. Pada abad ke-19 dan 20 serta menjelang Belanda hengkang dari Indonesia ketika dilakukan pemutusan hubungan diplomatik tahun 1957 karena soal Irian Barat (Papua), ada sejumlah Yahudi yang membuka toko-toko di Noordwijk (Jl Juanda) dan Rijswijk (Jl Veteran), dua kawasan elite di Batavia. Mereka adalah pedagang tangguh yang menjual berlian, emas, intan, perak, jam tangan, kacamata, dan berbagai komoditas lain.

Jaringan Yahudi Freemason pertama kali muncul di Batavia pada 1736 oleh seorang petinggi VOC, Jacobus Cornelius Matheus Radermacher, dan enam orang pengikutnya. Kemudian, berkembang khususnya orang Belanda dan Eropa yang berdarah Yahudi. Kebanyakan berasal dari kalangan petinggi militer dan sebagian lagi para pengusaha Yahudi. Satu dari sekian doktrin yang dengan kuat diajarkan dalam persaudaraan Freemason adalah sikap mereka pada agama. Mereka anggap semua agama sama yang kini dikenal dengan istilah pluralisme, tulis Herry Nurdi dalam "Jejak Freemason & Zionis di Indonesia". 

Dikutip dari Koran Republika edisi Sabtu, 29 September 2007. Redaktur: Heri Ruslan

Lima Polisi Malaysia Tembaki Tiga TKI

Friday, 27 April 2012, 05:07 WIB


Lima Polisi Malaysia Tembaki Tiga TKI
Tenaga Kerja Indonesia (TKI)


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Direktur Pengamanan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Brigjen Pol Bambang Purwanto menyebutkan lima polisi Malaysia menjadi pelaku penembakan secara keji terhadap tiga TKI asal NTB hingga tewas. 
Bambang melalui surat elektronik menyampaikan hasil penelusurannya ke Malaysia pada Selasa - Rabu (24-25/4) dengan menemukan keterangan yang mengarah kepada fakta penembakan tiga TKI asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Dikatakannya, lima polisi Malaysia itu memberondongkan peluru secara sadis ke arah TKI Herman (34 tahun) dan Abdul Kadir (25), asal Dusun Pancor Kopong, Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, serta Mad Noor (28) beralamat Dusun Gubuk Timur, Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.
Untuk menelusuri prosedur penembakan tiga TKI yang tidak wajar itu, Direktur Pengamanan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia( BNP2TKI) ini sempat mendatangi kepolisian di Malaysia dan mendapatkan keterangan akan segera diumumkan pihak berwenang di sana.
"Mereka hanya menegaskan secepatnya (menyelesaikan) dan soal persis waktunya tidak disampaikan," kata Bambang.
Penembakan pada tiga TKI itu, menurutnya, terjadi di kawasan Pelabuhan Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia pada 24 Maret 2012 sekitar pukul 05.00 waktu setempat.
Dijelaskannya, penembakan dilakukan atas dugaan para TKI melakukan upaya perampokan di kawasan Kampung Tampin Kanan Tinggi, Port Dickson, Negeri Sembilan.
Ketika diberondong tembakan, menurutnya berdasarkan keterangan pihak Malaysia, ketiga TKI diketahui polisi menggunakan masker di wajahnya, membawa parang, serta menggunakan sarung tangan.
Keterangan yang diperolehnya juga menyebutkan, para TKI berusaha melawan hingga polisi melepaskan tembakan berkali-kali ke bagian wajah dan tubuh atau dada hingga tewas.
Ia menambahkan, jasad para TKI dibawa ke Rumah Sakit 'Port Dickson', namun tidak dilakukan tindakan otopsi langsung, karena ketiadaan data diri.
Otopsi di Malaysia dilakukan pada 26 dan 27 Maret 2012, setelah ada pernyataan oleh Wildan selaku keluarga dekat para korban.
Di samping itu ada penegasan seorang majikan (pengguna) bernama Lim Kok Wee, yang juga mengenal Abdul Kadir sebagai pekerjanya.
Pengakuan keduanya dinyatakan saat bertandang ke rumah sakit dengan diantar petugas polisi, 25 Maret 2012. Otopsi pertama pada 26 Maret terhadap dua jenazah, yaitu Abdul Kadir Jaeleni dan Herman.
Jasad Abdul Kadir ditangani dokter Mohd Khairul Izzati Omar, sedangkan dokter Muhammad Huzaifah Rahim mengotopsi jasad Herman. Selanjutnya pada 27 Maret, giliran jasad Mad Noor yang diotopsi dokter Safooraf. "Hasil otopsi menyimpulkan mereka tewas oleh tembakan berkali-kali di bagian kepala maupun tubuh korban," ungkap Bambang.
Adapun "sijil" (sertifikat kematian) menyangkut ketiga TKI dikeluarkan rumah sakit pada 26 Maret untuk almarhum Abdul Kadir dan Herman, sementara almarhum Mad Noor keluar pada 27 Maret.
Jenazah mereka dipulangkan pada 5 April dan dimakamkan dikampung halamannya masing-masing pada 6 April lalu.
Tetapi kemudian jenazah mereka digali dari kubur untuk dilakukan kembali diotopsi pada Kamis dan Jumat (27/4) guna memastikan apakah mereka juga merupakan korban perdagangan organ tubuh. Redaktur: Endah Hapsari. Sumber: Antara
TKI Ditembak Mati
3 TKI Diberondong Peluru 5 Polisi Malaysia

INILAH.COM, Jakarta - 

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menemukan bukti baru tentang insiden penembakan TKI di Malaysia. Dari penelusuran itu ditemukan bukti bahwa ketiga TKI itu di tembak oleh lima Polisi Diraja Malaysia.

"Hasil penelusuran Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), selama di Malaysia pada 24-25 April 2012 menemukan keterangan yang mengarah kepada fakta penembakan tiga TKI asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat memang telah diberondong peluru oleh lima polisi Malaysia," ujar Direktur Pengamanan Kedeputian Perlindungan BNP2TKI, Brigjen Pol Bambang Purwanto dalam siaran persnya yang diterima INILAH.COM, Jumat (26/4/2012).

Bambang mengatakan, untuk menelusuri prosedur penembakan tiga TKI yang tidak wajar itu, dirinya sempat mendatangi kepolisian di Malaysia dan mendapatkan keterangan akan segera diumumkan pihak berwenang di sana. “Mereka hanya menegaskan secepatnya dan soal persis waktunya tidak disampaikan,” tegas Bambang.

Menurutnya, penembakan pada tiga TKI terjadi di area Port Dickson (pelabuhan), Negeri Sembilan, Malaysia pada 24 Maret 2012 sekitar pukul 05.00 waktu setempat.

”Penembakan dilakukan atas dugaan para TKI melakukan upaya perampokan di kawasan Kampung Tampin Kanan Tinggi, Port Dickson, Negeri Sembilan,” jelasnya. Ketika diberondong tembakan, kata Bambang, ketiga TKI diketahui polisi menggunakan masker di wajahnya, membawa parang, serta menggunakan sarung tangan.

Keterangan yang diperolehnya juga menyebutkan, para TKI berusaha melawan hingga polisi melepaskan tembakan berkali-kali ke bagian wajah dan tubuh atau dada, yang kemudian membuat ketiganya meninggal dengan cara mengenaskan.

Ia menambahkan, jasad para TKI lantas dibawa ke Rumah Sakit Port Dickson, namun tidak dilakukan tindakan otopsi langsung karena ketiadaan data diri. Otopsi pun baru dilakukan pada 26 dan 27 Maret 2012, setelah dinyatakan oleh Wildan selaku keluarga sekat para korban di samping penegasan seorang majikan (pengguna) bernama Lim Kok Wee, yang juga mengenal Abdul Kadir sebagai pekerjanya saat keduanya bertandang ke rumahsakit dengan diantar petugas polisi, 25 Maret 2012.

Autopsi pertama pada 26 Maret terhadap dua jenazah yaitu Abdul Kadir Jaeleni dan Herman. Jasad Abdul Kadir ditangani dokter Mohd Khairul Izzati Omar sedangkan dokter Muhammad Huzaifah Rahim mengotopsi jasad Herman. Selanjutnya pada 27 Maret, giliran jasad Mad Noor yang diautopsi dokter Safooraf.

”Hasil autopsi menyimpulkan mereka tewas oleh tembakan berkali-kali di bagian kepala maupun tubuh korban,” kata Bambang. Adapun sijil (sertifikat kematian) menyangkut ketiga TKI dikeluarkan rumah sakit pada 26 Maret untuk Abdul Kadir dan Herman, sementara Mad Noor sijilnya keluar pada 27 Maret.[jat]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar