Kamis, 12 April 2012

...Marinir AS di Australia Ancam Kedaulatan NKRI....>>> Maka tertawalah para oportunis politik dan badut2 aparat yang sok membebek kepada Asing dan kaum yang mendewa-dewakan Barat sebagai kampiun.... "Kebebasan" ..>>> Padahal dibalik ajaran dan slogan2 mereka.. ada maksud2 politik jahat untuk mengacaukan NKRI...???!!! >>> Sudah hentikan omongan partai2 yang sok2an menyebarkan paham Demokrasi Liberal Barbar.. dan kaum Neolib... >> Apalagi tuh Partai baru...?? Partai Nasdem???!! Apaan lagi ini..??!! > Mereka senang2 dengan gembar2 gembor... untuk Rakyat...>>> Untuk Rakyat yang mana??!!! >> Rakyat yang borju dan amtenar2.. antek2 Kapitalis dan Penjajah.. yah.. benar benar sekali... >>> Tapi Rakyat yang sungguh membela tanah air dan Persatuan NKRI...malahan difitnah dan ditindas..>>> jelaslah... Demokrasi Liberal Barbar adalah kebohongan ...dan tipu muslihat jahat para politisi....oportunis...>>> Adakah politisi DPR dan DPD sadar akan hal ini??!!! ...ataukah tahu... tapi pura2 bloon....>>> Wahai Umat Islam bersatulah... >>> NKRI dalam ancaman....>>> Pasukan Asing sudah dipersiapkan pada pangkalan2 strategis...???!!!>>> Ooohh itu kan untuk menghadapi China??!!... Apaan.. Masa AS berani sama China... >>> Tidak bakalan AS berani menyerbu China...>>> Melawan Vietnam saja AS sangat kedodoran.. lebih 1000 pesawatnya hancur.. dan lbih dari 50,000 tentaranya mati...>>> Melawan China... AS bakalan kojor duluan... >> Paling2 tentaranya pada kabur.. gak berani melawan Tentara Merah China.. yang kuat dan disiplin tinggi..???!!!... Dulu di Philipina... kabur.. juga tuh AS takut..lah kalau terjadi insiden di Laut China Selatan... bakalan diobrak abrik tuh tentara AS di Philipina..???!!!>>> Sekarang AS coba2 besarkan hati Korsel.. dengan latihan bersama.. >>> Tapi Korut anteng saja melakukan percobaan roket2 barunya...???!!!>> Nah kalau dia intervensi RI mungkin...>> Ini sangat mungkin..dan logis... >>> Abis Presidennya lembek..dan sukanya... minta2 dan mengeluhkan ini itu... >>> Bahkan konon minta gaji naik.. hehe...>> Sekarang Hakim2 mogok.. minta gaji naik..>>> Nanti siapa lagi.. minta gaji naik...>>> Rakyat mau dicekek dengan upaya Partai Demokrat..dan konco2 serakahnya.. itu.. mau manaikan harga BBM...??!! Rakyat dia cekek dan dia tindas...>>> Malahan ngibul lagi... Konon Menaikan Harga BBM mau mensejahterakan Rakyat...??!!!>>> Mbok.. ngibul dan manipulasi.. kok gak masuk akal...>>> Naik harga BBM itu... Rakyat pasti susah... tahu..??!!!>> Transport naik... harga2 bahan pokok naik... keperluan lain jadi mahal2... Penghasilan Rakyat ... mau nambah dari mana??!!>>> Oohhh... itu ada BLT...???!! Hehehe... benar2 menghina Rakyat...>> Rakyat itu dianggap miskin2 dan tak punya martabat... >>> Pikirnya para Menteri2 dan Tokoh2 DPR itu Rakyat miskin itu --sudah selayaknya dikasih BLT... dan mereka bahagia..??? Benar2 menghinakan Rakyat...>>> Kami rakyat ini maunya punya pekerjaan sesuai bidang dan kemampuan kami... >>> Hayyoo bangun Refinery yang besar2... dan hayoo kita memproduksi BBM di Dalam Negeri sebanyak-banyaknya... >>> Hayyoo export ke LN BBM kita.. hasil produk kita...>>> Hayyoo kita bangkit mandiri.. dari hasil kerja kita..>>:> Bukan Import...Import...Import... Devisa..devisa.. keluar melulu...???!!!>> Katanya sudah jual aset bangsa dan negara.. katanya dapat bantuan hutangan banyak... >>> Hayyoo bangun infra struktur..dan bangun pabrik2... dan Pertanian2-Perkebunan-Pangkalan2 hasil laut...>>> Stop Import dan galakan Industri Dalam Negeri dan export...>>> Hayooo mandiri.. dan segera bayar utangan2...>> Hayyooo hematkan APBN... dan potong 50% atau lebih... tuh gaji2 dan fasilitas2 Presiden-Wkl Presiden-Menteri2-Jendral2-Panglima2-DPR-DPD-DPRD-Gubernur2-Walikota2... dlll>>> Hayyoo berhemat... semuanya... dan Jual tuh mobil2 dinas mewah..Pesawat2 mewah utk Presiden... Camry-Mercy dll gantikan dengan avanza dan xenia atau Karimun dan Grand Livina... atau mobil produk Proton Malaysia dan India atau mobil2 dari China... dan yang lebih murah lagi..>>> Stop penggunaan mobil2 mewah oleh para Pejabat2 Negara...>>> Maka kita kerjasama dengan India-China- Iran-Rusia-dan Negara2 yang mau membantu Pembangunan Refinery dan mensuply Crude oilnya..dan membangun Pabrik2 senjata dan kapal2 perang.. dinegeri kita... dengan kerjasama yang lebih baik untuk bangsa dan negara...[BUKAN OKNUM2] ....??!!! >>> Apakah Saudi mau ??!! atau Kuwait..?? atau Bahrain..ataukah Iran-India-China-Rusia... dll... ??!!>> Hayyoo .... DPR dan Pemerintah... jangan bengong dan bisanya hanya terus2an membebani dan menekan Rakyat dan menindas Rakyat..>>> Hayoo pemimpin menjadi panutan dan contoh terdepan... membela Rakyat..dan Negara ???!!! Maukah Pk SBY dan Pk Hatta Rajasa...??!! Hayoo mana itu Pk Tifatul.. dan Pk Muhaimin Iskandar...atau Bp Marto dari Departemen Keuangan...dan Mana itu Bp Jendral2 dan Panglima2 yang gagah berani dan sangat kesohor konon mau ... membela rakyat...>>> Hayyoo kuatkan Persatuan Bangsa dan Nregara...>>> Awas ancaman terhadap NKRI..???!!! Bersatulah Rakyat..???!!! Awas ada permainan jahat dari pihak2 Asing.. di Selatan Negara kita..??!!! >>> Bismillahirraohmanirrohiem.. Allahu Akbar...???!!!.... >>> Hayyoo mana FPI..dan Lasykar2 Islam... hayoo kuatkan persatuan bangun milisi2 menghadapi .... Tentara Asing... di sebelah Selatan Negara kita..??!!!>>> Allahu Akbar...... !

Marinir AS di Australia Ancam Kedaulatan NKRI

Kamis, 12 April 2012, 01:06 WIB
ABC


Marinir AS di Australia Ancam Kedaulatan NKRI
Marinir AS tiba di pangkalan militer Darwin.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Direktur Sabang Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, menilai penempatan 2500 pasukan Marinir Amerika Serikat di Darwin, Australia berpotensi mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan lepasnya Papua.
"Bisa saja AS mendukung kemerdekaan Papua agar bisa mengontrol Freeport nya. Jadi kalau kita tidak cepat bergerak, maka 2500 pasukan tentara AS bisa mendukung Papua merdeka karena menurut informasi Organisasi Papua Merdeka (OPM) didukung gereja-gereja di Amerika," kata Syahganda saat diskusi tentang "Pangkalan Marinir AS di Darwin, Ancaman Bagi Kedaulatan Indonesia''.
Untuk menjaga kepentingan Pemerintah Amerika Serikat, maka tentu saja AS akan meningkatkan kekuatan dan keamanannya di sekitar wilayah Indonesia, khususnya yang berbatasan dengan Papua.
Pemerintah AS sebelumnya menyatakan penempatan pasukan Marinir AS di Darwin adalah untuk menjaga kawasan di Asia dari ancaman China dan Korea Utara. Seharusnya, kata dia, AS menempatkan pasukannya di atas wilayah Indonesia bukan malah di Australia yang lokasinya di bawah Indonesia dan dekat dengan Papua.
"Jadi kalau Australia dan AS itu mengklaim bahwa mereka adalah bagian dari Asia Pasifik dengan ikut mengamankan wilayah asia Pasifik, maka itu harus diwaspadai terhadap wilayah kita. Karena pada dasarnya mereka seolah-olah bersahabat dengan kita, tapi sebenarnya mereka adalah negara kolonialisme," tegas Syahganda.
Ia menduga penempatan Marinir AS di Darwin untuk menjaga rencana renegosiasi kontrak karya antara Indonesia dengan Freeport
"Jadi dengan adanya renegosiasi kontrak karya antara Indonesia dengan Freeport, maka menurut saya hal tersebut yang melatarbelakangi menempatkan pasukan AS di Australia," kata Syahganda
Syahganda juga menjelaskan, bahwa keberadaan pasukan AS di Darwin tersebut juga dikarenakan banyaknya desakan kepada pemerintah Indonesia untuk merenegosiasi kontrak karya Freeport oleh para aktivis dan tokoh-tokoh di Indonesia atas gejolak konflik di tanah Papua beberapa waktu lalu. "Dan banyaknya protes soal renegosiasi kontrak yang selalu diteriakan olah para tokoh Indonesia maka itu menjadi kekhawatiran bagi AS itu sendiri," paparnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap bahwa pemerintah Indonesia saat ini bisa lebih berani dan tegas terhadap politik bebas aktif yang menjadi panutan dalam menjalankan politik Internasionalnya seperti yang dilakukan oleh mantan Presiden Soekarno lantaran politik bebas aktif tidak hanya juga harus memiliki sikap untuk mengamankan kedaulatan Indonesia.
"Saran saya, kita harus memunculkan tokoh seperti Soekarno kalau Indonesia mau aman. Karena politik bebas aktif itu bukan tidak punya sikap. Soekarno menegaskan bahwa 'go to hell with your aid' terhadap AS. Jadi harus ada pemimpin yang tegas terhadap sikap politik luar negeri kita," ujarnya.
Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: Antara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar