Senin, 09 Mei 2011

Genderang Perang Amerika Serikat Terhadap Teroris Berlanjut ..terhadap Islam.... yang ikhlas dan kaffah dengan Al Qur'an dan Sunnah.Rasulullah SAW....??? ...>>Maka, Amerika Serikat selain berperang melawan terorisme global, sekarang ada proyek baru, yaitu proyek : "deradikalisasi". Menurut Ameika Serikat, kaum radikal sudah menjadi ancaman global. Kaum radikal menjadi sumber ancaman, karena dari mereka muncul bibit-bibit terorisme itu. Inilah yang akan terus menciptakan "Perang Dingin" antara Dunia Islam dengan Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Seperti dikatakan oleh Kepala Penasehat Keamanan Presiden Barack Obama, Tom Donilon, yang mengatakan, bahwan dengan kematian Usaman bin Laden, belum berarti ancaman akan berakhir. Amerika Serikat akan membersihkan semuan elemen-elemen dan unsur-unsur yang mengancaman terhadap kekuasaan kufur global, yaitu Amerika Serikat. Amerika Serikat terus melakukan perang kaum "Radikal" di seluruh dunia Islam,dan bukan hanya perang melawan terorisme belaka.>>> Karena itu, seperti dikatakan oleh Samuel Huntington, dua peradaban ini, yang satu peradaban yang bersumber dari al-Qur'an dan as-Sunnah, dan yang satu bersumber dari syahwat manusia yang tanpa batas. Maka, tidak mungkin akan bertemu antara peradaban yang bersumber dari al-Qur'an dan as-Sunnah dengan peradaban jahilyah itu. >>>aksi solidaritas dengan para tahanan dan keluarga mereka di depan kantor Palang Merah di Gaza pada hari Senin kemarin (9/5) sembari menegaskan tidak akan ada kedamaian atau stabilitas tanpa membebaskan para tahanan dari penjara pendudukan Israel. Wahidi mengimbau pimpinan Palestina untuk tidak menandatangani perjanjian yang tidak termasuk membebaskan semua tahanan Palestina dan mengembalikan warga Palestina yang dideportasi.>>>Saksi mengatakan jet-jet NATO setidaknya melakukan lima serangan terhadap sasaran yang berbeda di Tripoli Selasa pagi ini (10/5), Associated Press melaporkan. Salah satu serangan dikabarkan menghantam sebuah bangunan yang digunakan oleh anggota parlemen negara itu. Serangan lainnya telah menyebabkan gumpalan asap naik ke udara di dekat kantor televisi Libya dan kantor berita JANA. Para pejabat Libya mengatakan empat anak-anak terluka, dua di antaranya mengalami luka serius, oleh pecahan kaca yang disebabkan oleh ledakan dari serangan NATO di kota Tripoli Selasa dini hari.>>>Lagi-Lagi Penistaan, Daging Babi di Gagang Pintu Masjid Louisiana>>>masjid di AS kembali menjadi sasaran aksi vandalisme. Seseorang merusak pintu masjid milik komunitas Muslim di Shreveport -Bossier dan meletakkan daging babi di gagang pintu.>>>"Kejadian ini tidak membantu siapa pun. Apakah Anda Muslim, Yahudi atau Kristiani. Sama sekal tidak membantu untuk membangun jembatan bagi kita semua," ujar Paul Martin, asisten rektor di Gereja Episcopal St. Paul. Sementara komunitas Muslim di Shreveport -Bossier, meski merasa kehormatan tempat ibadah mereka dinistakan, mereka berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi>>> Perhatikan di Negara Barat yang nota bene moyoritas adalah Non Mus....dan hukum Negaranya adalah sekuler dan sangat tergantung dengan siapa yang duduk di Parlemen...>>> Tetapi perbuatan nista terhadap minoritas dengan cara2 tersebut sering dilakukan terhadap minoritas terutama yang mereka benci bukan karena perilaku umatnya... tetapi hanya karena persepsi atas ajarannya....>>> Di Negara mayoritas muslim, adalah terlarang merusak atau menista umat agama lain selama umatnya tidak bernuat menyakiti umat Islam dengan cara provokasi dan bahkan seringkali dengan sangat agresif menyebarkannya kepada umat Islam dengan cara2 yang seakan menipu atau menyamar sebagai pemberi kebaikan kepada umat muslim... padahal se;anjutnya mereka melakukan pembaptisan dengan cara2 yang tidak fair... >>> Islam disebarkan bukan dengan paksaan... itulah perintah Al Qur'an....>>> Dan insya Allah sejarah Islam sejak awal tidak ada paksaan hingga akhir zaman... >>> Semoga kita menjadi muslim yang tetap thaat dan ikhlas dengan Ayat2 Allah SWT dan Sunnah Rasulullah SAW tanpa paksaan dan dengan ikhlas menjadi hamba Allah yang ihklas kepadaNya.>>Amin... Insya Allah Islam menang dan Jaya sampai akhir zaman..... Amin...

Genderang Perang Amerika Serikat Terhadap Teroris Berlanjut

 Dengan terbunuhnya pemimin al-Qaidah Usamah bin Laden, tak serta merta mengakhiri kebijakan Amerika Serikat memerangi terorisme secara global. Amerika Serikat akan semakin meningkatkan kebijakannya memerangi terorisme.
Langkah-langkah kebijakan yang akan diambil semakin bertambah, sampai seluruh tujuannya itu berhasil, hapusnya di muka bumi ini, orang-orang yang menginginkan tegaknya nilai-nilai Islam atau syariat Islam.
Perang yang sekarang digelorakan oleh Amerika Serikat itu, bukan hanya melawan terorisme, yang dalam pengertian konvensional. Perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat bukan hanya terhadap mereka yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya, atau  melawan musuh-musuhnya dengan kekerasan, tetapi Amerika Serikat akan "menghabisi" mereka yang dituduh radikal, ekstrim, dan fundamentalis.
Mereka yang dituduh  radikal, ekstrim, dan fundamentalis, adalah mereka yang menginginkan tegaknya prinsip-prinsip Islam, dan ingin menjadikan Islam sebagai pendoman hidup (minhajul hayah). Amerika Serikat tidak menginginkan nilai-nilai Islam menjadi tegak dalam kehidupan kaum Muslimin. Negara adidaya yang sudah "loyo" itu, mempunyai alasan-alasan sendiri mengapa menolak prinsip-prinsip Islam dan mereka yang ingin menjadi Islam sebagia pedoman hidup mereka?
Prinsip-prinsip yang dianut kaum Muslimin bersumber dari al-Qur'an dan as-Sunnah, yang mewajibkan hidup dengan bersih, menjauhi segala bentuk kemungkaran, dan kejahiliyahan, serta melarang hal-hal yang haram. Sedangkan Amerika Serikat negara "Pagan", yang menganut prinsip-prinsip paganisme dan materialisme, kehidupan rakyatnya dan pemerintahannya menganut sistem kufur jahiliyah. Amerika Serikat menjadi pusat kesesatan. Seperti rakyatnya melakukan sek bebas, minum-minuman keras, makan-makanan yang haram, yang sangat bertolak belakang dengan kehidupan kaum Muslimin. 
Karena itu, seperti dikatakan oleh Samuel Huntington, dua peradaban ini, yang satu peradaban yang bersumber dari al-Qur'an dan as-Sunnah, dan yang satu bersumber dari syahwat manusia yang tanpa batas. Maka, tidak mungkin akan bertemu antara peradaban yang bersumber dari al-Qur'an dan as-Sunnah dengan peradaban jahilyah itu. 
Sekarang Amerika Serikat melakukan perang terhadap terorisme, dan diperlebar lagi, perang melawan terhadap kaum radikal, ektrimis, dan fundamentalis. Karena, menurut Amerika Serikat, sumber ancaman itu, tidak pernah akan habis, dan akan terus berlanjut. 
Maka, Amerika Serikat selain berperang melawan terorisme global, sekarang ada proyek baru, yaitu proyek : "deradikalisasi". Menurut Ameika Serikat, kaum radikal sudah menjadi ancaman global. Kaum radikal menjadi sumber ancaman, karena dari mereka muncul bibit-bibit terorisme itu. Inilah yang akan terus menciptakan "Perang Dingin" antara Dunia Islam dengan Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
Seperti dikatakan oleh Kepala Penasehat Keamanan Presiden Barack Obama, Tom Donilon, yang mengatakan, bahwan dengan kematian Usaman bin Laden, belum berarti ancaman akan berakhir. Amerika Serikat akan membersihkan semuan elemen-elemen dan unsur-unsur yang mengancaman terhadap kekuasaan kufur global, yaitu Amerika Serikat. Amerika Serikat terus melakukan perang kaum "Radikal" di seluruh dunia Islam,dan bukan hanya perang melawan terorisme belaka.
Amerika memaksa setiap pemimpin negara-negara Islam, agar melaksanakan prinsip-prinsip plularisme, dan meniadakan kemutlakan agama Islam. Amerika Serikat menginginkan bahwa seluruh penganut dan pemeluk Islam, menganut ajaran pluralisme, dan dapat membenarkan ajaran "Pagan", yang sekarang terus dikampanyekan kepada pemeluk Islam di seluruh dunia Islam.
Bersamaan dengan kematian Usamah bin Laden, kehidupan dunia akan memasuki phase baru, semakin melebarnya konflik antara kaum Muslimin melawan Barat. Karena, terminologi yang menurut Amerika Serikat, mereka yang dianggap radikal, ekstrim, dan fundamentalis, sudah masuk kategori ancaman keamanan global. 
Sekarang di setiap negara Muslim berlangsung kebijakan yang dijalankan pemerintah masing-masing proyek : "deradikalisasi", dan yang menjadi objek adalah mereka yang ingin hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, dan menolak budaya Barat (Amerika Serikat), budaya hedonisme, yang jahiliyah dan sangat merusak. Wallahu'alam.

  • Selasa, 6 Jumaadits Tsani 1432/10 Mei 2011

Komite Tahanan: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Bebaskan Tahanan Palestina

Nasha'at Al-Wahidi, juru bicara untuk komite tahanan, menegaskan bahwa pengadilan militer Israel telah melakukan tindakan ilegal dengan melakukan kebijakan mencabut kunjungan keluarga tahanan.
Dia mengatakan hal tersebut dalam sebuah aksi solidaritas dengan para tahanan dan keluarga mereka di depan kantor Palang Merah di Gaza pada hari Senin kemarin (9/5) sembari menegaskan tidak akan ada kedamaian atau stabilitas tanpa membebaskan para tahanan dari penjara pendudukan Israel.
Wahidi mengimbau pimpinan Palestina untuk tidak menandatangani perjanjian yang tidak termasuk membebaskan semua tahanan Palestina dan mengembalikan warga Palestina yang dideportasi.
Para warga Palestina yang dideportasi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menolak pemerintahan Palestina baru yang tidak memprioritaskan dalam program kerja mereka hak untuk kembali kampung halaman warga yang dideportasi dan isu-isu tahanan lainnya. (fq/pic)

Pesawat NATO Kembali Bombardir Kompleks Gaddafi di Tripoli

Selasa, 10/05/2011 12:43 WIB | email | print.  
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/pesawat-nato-kembali-bombardir-kompleks-gaddafi-di-tripoli.htm
Serangkaian serangan udara telah diluncurkan oleh pesawat NATO terhadap ibukota Libya, Tripoli, menargetkan kompleks perumahan diktator Libya Muammar Gaddafi dan bangunan lainnya.
Saksi mengatakan jet-jet NATO setidaknya melakukan lima serangan terhadap sasaran yang berbeda di Tripoli Selasa pagi ini (10/5), Associated Press melaporkan.
Salah satu serangan dikabarkan menghantam sebuah bangunan yang digunakan oleh anggota parlemen negara itu.
Serangan lainnya telah menyebabkan gumpalan asap naik ke udara di dekat kantor televisi Libya dan kantor berita JANA.
Para pejabat Libya mengatakan empat anak-anak terluka, dua di antaranya mengalami luka serius, oleh pecahan kaca yang disebabkan oleh ledakan dari serangan NATO di kota Tripoli Selasa dini hari.
Wartawan di ibukota Libya tidak diizinkan untuk meninggalkan hotel mereka tanpa pengawalan dari pasukan pemerintah.
Pesawat-pesawat tempur NATO telah meningkatkan serangan mereka terhadap sasaran di Tripoli, sebuah langkah yang mendapat kecaman keras dari Cina dan Rusia ketika serangan menyebabkan kematian putra Gaddafi, Saif al-Arab, dan tiga cucu penguasa Libya itu pada tanggal 30 April lalu.(fq/prtv)


Lagi-Lagi Penistaan, Daging Babi di Gagang Pintu Masjid Louisiana

Selasa, 10/05/2011 11:41 WIB | email | print.
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/lagi-lagi-penistaaan-daging-babi-di-gagang-pintu-masjid-di-louisiana.htm
Sebuah masjid di AS kembali menjadi sasaran aksi vandalisme. Seseorang merusak pintu masjid milik komunitas Muslim di Shreveport -Bossier dan meletakkan daging babi di gagang pintu.
Komunitas Muslim di kota itu sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian. Mereka mengatakan, melihat seorang lelaki kulit putih yang mengendarai mobil pick-up warna biru masuk ke masjid. Setelah lelaki itu pergi, mereka menemukan gagang pintu rusak dan seonggok daging babi diletakkan di gagang pintu tersebut.
Pelakunya nampaknya tahu bahwa bagi daging babi haram bagi kaum Muslimin dan menginginkan agar jamaah yang datang menyentuh barang haram itu saat akan masuk masjid, oleh sebab itu ia meletakkan daging babi di gagang pintu masjid.
Komunitas Muslim Shreveport -Bossier tidak mengajukan tuntutan dan hanya melaporkan kejadian ini pada polisi. Juru Bicara Kepolisian Kota Bossier, Mark Natale mengatakan, aksi vandalisme ke masjid itu sebagai tindak kejahatan berlatar belakang kebencian terhadap Muslim.
"Sepertinya, orang yang melakukan tindakan ini berusaha untuk mengintimidasi komunitas Muslim di sini," kata Natale.
Para pemuka agama di Shreveport -Bossier juga mengungkapkan keprihatinannya atas insiden tersebut. "Ini merupakan tindakan tak berperasaan. Memang, tak seorang pun yang mengalami luka fisik, tapi secara psikologis tindakan ini menyakitkan," kata Direktur Eksekutif North Lousiana Jewish Federation, Susan Gross.
"Kejadian ini tidak membantu siapa pun. Apakah Anda Muslim, Yahudi atau Kristiani. Sama sekal tidak membantu untuk membangun jembatan bagi kita semua," ujar Paul Martin, asisten rektor di Gereja Episcopal St. Paul.
Sementara komunitas Muslim di Shreveport -Bossier, meski merasa kehormatan tempat ibadah mereka dinistakan, mereka berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. (ln/KSLANews)

Kenalilah Esensi Ajaran Pemisahan Negara dengan Agama>>>Trudeu menulis dalam bukunya, "Bangsa Yang Terkurung", bahwa asal usul keluar gagasan, "Pemisahan Negara Dengan Gereja", ini dari kalangan Katholik Jerman. Sesudah mereka melihat kemenangan kaum Protestan dalam percaturan politik. Kaum Katholik memperjuangkan pemisahan itu, karena takut kalau-kalau kemenangan mayoritas Protestan itu akan menindas hak minoritas Katholik. Juga kita mengetahui betapa dahsyatnya peperangan yang terjadi antara Protestan dan Katholik, seperti yang terjadi di Irlandia, yang berlangsung berpuluh tahun. Bahkan, peperangan antara Protestan-Katholik itu, sampai membawa raja mereka masing-masing. Kedua agama itu, pengikutnya antara Protestan - Katholik, saling menghancurkan.>>>Begitulah di semua negeri, dahulu di zaman penjajahan, dan sekarang setelah negeri-negeri itu merdeka, usaha pengkristenan itu lebih berlipat ganda lagi. Di luar dikampanyekan : "Tirulah kami!". Pisahkan agamau dengan negaramu! Menurut mereka menyebarkan agama Kristen ke negeri-negeri Muslim , adalah "Mission Sacre" (Kewajiban Rohani) yang sangat luhur. Sedang di dalam negara mereka, mereka menuliskan : "Pemisahan Negara dengan Gereja." Ajaran yang bathil itu sekarang mau dicangkokkan kepada kaum Muslimin di negeri-negeri Muslim dengan kekuatan mereka. >>>Carilah Jalan Menuju Hidayah Rabbmu>>>"Hai orang-orang Quraiys, aku telah mengakui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah". Kalimat sangat menyengat perasaan pemimpin yang melampaui batas dari kalangan orang-orang kafir Quraiys>>>"Engkau adalah perbendaharaan mutiara, dan pertama dalam kemelut dunia, meskipun mereka tidak mengenalmu. Engkau adalah dambaan semua generasi, mereka merindukan seruanmu yang tinggi, meskipun tidak mendengarmu". Abu Dzar bangkit dan mengumpulkan semua kabilahnya di padang sahara, lalu berkata kepada mereka : "Darahku haram bagi darahmu, tubuhku haram bagi tubuhmu, dan harta haram bagi hartamu, sebelum kamu beriman kepada Allah", tegas Abu Dzar. Selanjutnya, Abu Dzar menerankgan agama Islam, seperti yang didengarnya dari Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam.>>>"Tiada seorang pun yang bernaung di kolong langit dan bercokol diatas hamparan bumi ini lebh jujur ucapannya, selain Abu Dzar", ujar Rasul Shallahu alaihi wa sallam. Jadi, penyebab yang paling besar bagi seorang hamba untuk meraih hidayah ialah bila mempunyai keinginan yang keras untuk mendapatkannya sebagaimana yang disebutkan dlam firman-Nya : "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepad mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar berserta orang-orang yang berbuat baik". (QS : al-Ankabut : 69)>>> Carilah Jalan Menuju Hidayah Rabbmu>>>Jangan Tertipu Materialisme Amerika>>>Bagi setiap orang yang ingin maju, maka ia berjalan diatas garis-garisnya serta mengikuti setiap langkahnya. Orang yang menganggap peradaban adalah kemajuan materiil, ilmu pengetahuan, serta teknologi, maka Amerika pusat peradaban dan pemimin dunia. Menurut negara, di mana kekuatan militer, politik, psychologis, serta peradabannya lemah dan kalah, Amerika adalah yang memiliki kekuatan dan kekuasaan luar biasa. Sehingga tidak ada yang boleh melawan atau berbeda kehendak atau rencananya. Sementara, menurut orang-orang yang terjajah demokrasinya, hak asasinya, perekonomiannya serta sosialnya, maka Amerika adalah negara pusat demokrasi, pencetus kebebasan, pemelihara hak-hak asasi manusia. Demikianlah, Amerika dalam pandangan orang-orang yang terpedaya, materialis, penakut serta kaum yang lemah dan kalah. Mereka adalah orang-orang dungu dan lugu. Orang-orang lupa dan jahil. Mereka tetap seperti itu, meski jumlah mereka besar sekali di berbagai negera. Meski mereka mempunyai wewenang di negara-negara Islam untuk mengelola pendidikan, merencanakan serta mengarahkan, sebagai mestinya yang akan mengubah peradaban, tetapi mereka tidak berani, karena mereka telah megekor kepada Amerika. Tetapi, menurut timbangan dan pandangan orang-orang yang mukmin (beriman), Amerika memiliki nilai yang berbeda. Orang-orang yang beriman mampu membuahkan hasil penilaian yang benar dan kesimpulan yang lurus terhadap Amerika dan kekuatannya. Apabila mereka menggunakan instrumen (alat) yang benar dalam menilainya, maka lensa Islam ketika menyorotinya, menggunakan timbangan Qur'ani, ketika mengukurnya serta menggunakan prinsip-prinsip Robbani dalam menilai dan meyimpulkannya.>>>"Sementara cinta, yang menghembuskan seluruh kekuatan manusia, tidak dikenal di Amerika. Karena di sana, yang dikenal hanya cinta biologis serta cinta antara sesama binatang. Tidak tersisa waktu untuk menuangkan kerinduan-kerinduan bathin", tegas Sayyid Qutb. Pohon peradaban materliasme jahiliyah itu telah melahirkan kehidupan yang serakah, tamak, penuh dengan konflik yan tidak pernah habis, karena manusia terus dipacu untuk mengejar dan memperebutkan materi yang akan menjungkalkan manusia kepada jurang kehancuran, tambah Sayyid Qutb.>>>Sesungguhnya para ulama itu hanyalah penyeru untuk Kebaikan, Kebenaran dan Keadilan bagi seluruh manusia dengan menegakan moral dan dasar2 nya secara hakiki>>> Memang sesungguhnya yang beriman itu tidak banyak, walaupun kita menghendakinya>>> Itulah kenyataan........>>> Para Ulama itu tidak meminta upah dengan seruannya .... Kecuali pengamalan yang diaplikasikan untuk sebesar-besar manfaat bagi Kebenaran dan Kemanusiaan>>> Maka sesungguhnya... seruan itu sangatlah bertentangan dengan hasrat dan keinginana pada umumnya manusia yang selalu mendambakan Kekayaan dan materi yang berlebihan dan keserakahan dirinya.....>>> Maka tidak heran bilamana para ulama itu menjadi musuh atau duri bagi para Penguasa dan para pencinta materi dan pemuja hawa nafsu...>>> Itulah pertarungan yang tiada henti sampai yamul Qiayamah.....>>>> Renungkanlah....

Kenalilah Esensi Ajaran Pemisahan Negara dengan Agama

oleh Buya Hamka
Trudeu menulis dalam bukunya, "Bangsa Yang Terkurung", bahwa asal usul keluar gagasan, "Pemisahan Negara Dengan Gereja", ini dari kalangan Katholik Jerman. Sesudah mereka melihat kemenangan kaum Protestan dalam percaturan politik.
Kaum Katholik memperjuangkan pemisahan itu, karena takut kalau-kalau kemenangan mayoritas Protestan itu akan menindas hak minoritas Katholik. Juga kita mengetahui betapa dahsyatnya peperangan yang terjadi antara Protestan dan Katholik, seperti yang terjadi di Irlandia, yang berlangsung berpuluh tahun. Bahkan, peperangan antara Protestan-Katholik itu, sampai membawa raja mereka masing-masing. Kedua agama itu, pengikutnya antara Protestan - Katholik, saling menghancurkan.
Peperangan antara kedua agama itu, baru berhenti sesudah berlangsung selama 30 tahun, sesudah adanya perdamaian Westfalia di tahun 1810, dan kemudian dilanjutkan lagi dengan Convenrentie Weenen sesudah jatuhnya Napoleon.
Esensi perjanjian Westfalia itu, antara lain :
Pertama, persamaan hak antara kerajaan - kerajaan Eropa, baik dari penganut Katholik atau pun Protestan.
Kedua, hapuskan pengaruh Paus dari negara. Sehingga, bebaslah negara-negara itu melakukan tindakan sendiri, baik menentukan agamanya atau menentukan kebijakan politiknya.
Dalam pejanjian itu ditekankan bahwa "Hak-hak Persamaan", ini hanya terdapat antara kerajaan - kerajaan Kristen saja.
Sementara itu, terhadap kerajaan-kerajaan Islam, terutama seperti Kerajaan Ostmasni di Istambul, Kerajaan Islam yang merdeka di Maroko, tidak masuk dalam hal itu. Pendeknya dipandang tidak ada. Malahan dipandang sebagia objek yang akan dibagi-bagi.
Sementara itu, Convenrentie Weenen adalah atas undangan Paus sendiri. Dua hasil yang paling pokok dari Konferensi itu :
Pertama, perseimbangan kekuatan Eropa.
Kedua, "Sumpah Suci". Maksudnya ialah memperkokoh seni akhlak Nasrani ke dalam dan keluar. Kedalam ialah dengan memperkuat masing-masing pemerintahan negara. Keluar, memperkokoh hubungan diplomasi dan secara rahasia menyatukan siasat dalam menghadapi Turki Islam!
Lodewiyck XVIII langsung memasuki Persekutuan itu, dan dengan kembalinya kelaurga Bourbon menduduki Takhta Kerajaan Perancis dan hancurnya kekaisaran Napoleon.
Belumlah lagi, Kristen sebagai agama ditolak, baik di Eropa maupun di Amerika. Beberapa negara Eropa masih saja menuliskan undang-undang dasarnya tentang agamanya yang resmi. Katholik ataupun Protestan.
Protestan dari kalangan Lutheran atau Calvinist. Kepala Negara atau Raja masi tetap disebut pembela agama, atau memerintah atas "Kehendak Tuhan". Agma sebagai sumber moral belum pernah mereka tolak. Yang mereka tolak hanyalah Kekuasaan Paus se bagai Daulat Yang Maha Tinggi, Pemegang Kunci Surga. Atau yang mereka tolak ialah campur tangan golongan pendeta di setiap negara.
Salah satu yang direvolusikan oleh Perancis terhadap Kerajaan Dynasti Bourbon ialah Perdana Menteri seorang Kardinal. Dan dari waktu itu pulalah terdengar propaganda harus ada "toleransi", karena perbedaan agama. Karena ketika itu kebencian memuncak diantara Protestan dan Katholik msih sangat dirasakan. Sampai terjadi perang antara pengikut Protestan dan Katholik di Irlandia, yang berlangsung dalam waktu yang panjang.
Para ahli fikir dan ahli-ahli negara merekapun masih berpendapat dalam bentuk Kristen yang sekarang, adalah agama moral, bukan agama yang mengandung syari'at.
Selanjutnya, dalam perkembangannya, gagasan "Pemisahan Negara dengan Gereja", (bukan dengan agama), kitapun dapat menyaksikan bagaimana kegiatan Negara-negara Barat itu menyebarkan agamanya ke negeri-negeri Muslim yang mereka jajah atau mereka pengaruhi.
Begitulah di semua negeri, dahulu di zaman penjajahan, dan sekarang setelah negeri-negeri itu merdeka, usaha pengkristenan itu lebih berlipat ganda lagi. Di luar dikampanyekan : "Tirulah kami!". Pisahkan agamau dengan negaramu! Menurut mereka menyebarkan agama Kristen ke negeri-negeri Muslim , adalah "Mission Sacre" (Kewajiban Rohani) yang sangat luhur. Sedang di dalam negara mereka, mereka menuliskan : "Pemisahan Negara dengan Gereja."
Ajaran yang bathil itu sekarang mau dicangkokkan kepada kaum Muslimin di negeri-negeri Muslim dengan kekuatan mereka. Wallahlu'alam.

 
  • Selasa, 6 Jumaadits Tsani 1432/10 Mei 2011
 
 

Carilah Jalan Menuju Hidayah Rabbmu

Senin, 02/05/2011 13:07 WIB | email | print
oleh Aidh Abdullah al-Qarni
Abud Dzar yang menyambut seruan dakwah Nabi Shallahu alaihi wa sallam, sesudah Nabi menyebarkan kepadanya dengan sederhana lgi mudah seperti yang telah diterangkan sebelumnya. Sesudah itu Abu Dzar ra langsung pergi ke bukit Shafa, lalu berteriak : "Hai orang-orang Quraiys, aku telah mengakui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah".
Kalimat sangat menyengat perasaan pemimpin yang melampaui batas dari kalangan orang-orang kafir Quraiys. Mereka berdatangan kepadanya dari segala penjuru dan langsung memukulinya beramai-ramai, hinga hampir saja Abu Dzar tak sadarkan diri dan tubuhnya bermandikan darah. Rasul pun datang kepadanya,sedang tubuhnya penuh dengan darah, karena luka pukulan mereka dan keadaannya seakan-akan mengatakan :
"Jika memang menyenangkan hatimu apa yang telah dilakukan oleh orang yang dengki kepada kami, maka luka ini tidak lah terasa sakit , jika engkau merasa ridha kepadaku".
Rasul Shallahu alaihi wa sallam tersenyum dan bersabda : "Aku tidak memerintahkan ini kepadamu".
Apa artinya pembelaan seperti ini? Apa artinya pengobanan seperti ini?
Selanjutnya, Nabi Shallahu alaihi wa sallam bersabda : "Sekarang pulanglah ke kampung kaummu. Sampai bersua nanti!
Abu Dzar ra pulang dan menebarkan hidayah kepada kaumnya, karena sesungguhnya seorang muslim pada hari dia masuk Islam, tujaun agar dengan Dia memberi petunjuk kepada banyak orang, karena manusia sangat membutuhkan seruan dakwahnya.
"Engkau adalah perbendaharaan mutiara, dan pertama dalam kemelut dunia, meskipun mereka tidak mengenalmu. Engkau adalah dambaan semua generasi, mereka merindukan seruanmu yang tinggi, meskipun tidak mendengarmu".
Abu Dzar bangkit dan mengumpulkan semua kabilahnya di padang sahara, lalu berkata kepada mereka : "Darahku haram bagi darahmu, tubuhku haram bagi tubuhmu, dan harta haram bagi hartamu, sebelum kamu beriman kepada Allah", tegas Abu Dzar. Selanjutnya, Abu Dzar menerankgan agama Islam, seperti yang didengarnya dari Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam.
Belum lagi ia tidur pada malam itu telah beriman sebanyak 70 keluarga berikut dengan kaum wanita, kaum pria, dan anak-anak mereka. Selanjutnya, Abu Dzar menghadap ke rah sebuah pohon yang ada di sana dan dia mulai bermeditasi, karena sesungguhnya dia belum mengetahui shalat dan memang shalat waktu itu belum difardhukan.
Ketika Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam berhijrah ke Madinah, tiba-tiba datang Abu Dzar di barisan paling depan dari kaummnya yang telah beriman. Para shahabat pun keluar. Mereka mengira bahwa di sana ada pasukan musuh yang datang dengan maksud menyerang kota Madinah.
Nabi Shallahu alaihi wa sallam keluar pula bersama dengan para shahabatnya dan ternyata yang datang adalah Abu Dzar, seorang lelaki yang hidup atas dasar kalimah "laa ilaaha illalloh", dan bersujud kepada Tuhan yang telah menurunkan kalimah "laa ilaaha illalloh", sed ang dibelakangnya adalah para muridnya yang telah berhasil diislamkannya.
Setelah melihat kedatangan peringatan dini yagn membawa berita gembira alias Abu Dzar ra ini, Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, tersenyum :
"Tiada seorang pun yang bernaung di kolong langit dan bercokol diatas hamparan bumi ini lebh jujur ucapannya, selain Abu Dzar", ujar Rasul Shallahu alaihi wa sallam.
Jadi, penyebab yang paling besar bagi seorang hamba untuk meraih hidayah ialah bila mempunyai keinginan yang keras untuk mendapatkannya sebagaimana yang disebutkan dlam firman-Nya :
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepad mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar berserta orang-orang yang berbuat baik". (QS : al-Ankabut : 69).
 
  • Selasa, 6 Jumaadits Tsani 1432/10 Mei 2011
 Carilah Jalan Menuju Hidayah Rabbmu
oleh Aidh Abdullah al-Qarni
Abud Dzar yang menyambut seruan dakwah Nabi Shallahu alaihi wa sallam, sesudah Nabi menyebarkan kepadanya dengan sederhana lgi mudah seperti yang telah diterangkan sebelumnya. Sesudah itu Abu Dzar ra langsung pergi ke bukit Shafa, lalu berteriak : "Hai orang-orang Quraiys, aku telah mengakui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah".
Kalimat sangat menyengat perasaan pemimpin yang melampaui batas dari kalangan orang-orang kafir Quraiys. Mereka berdatangan kepadanya dari segala penjuru dan langsung memukulinya beramai-ramai, hinga hampir saja Abu Dzar tak sadarkan diri dan tubuhnya bermandikan darah. Rasul pun datang kepadanya,sedang tubuhnya penuh dengan darah, karena luka pukulan mereka dan keadaannya seakan-akan mengatakan :
"Jika memang menyenangkan hatimu apa yang telah dilakukan oleh orang yang dengki kepada kami, maka luka ini tidak lah terasa sakit , jika engkau merasa ridha kepadaku".
Rasul Shallahu alaihi wa sallam tersenyum dan bersabda : "Aku tidak memerintahkan ini kepadamu".
Apa artinya pembelaan seperti ini? Apa artinya pengobanan seperti ini?
Selanjutnya, Nabi Shallahu alaihi wa sallam bersabda : "Sekarang pulanglah ke kampung kaummu. Sampai bersua nanti!
Abu Dzar ra pulang dan menebarkan hidayah kepada kaumnya, karena sesungguhnya seorang muslim pada hari dia masuk Islam, tujaun agar dengan Dia memberi petunjuk kepada banyak orang, karena manusia sangat membutuhkan seruan dakwahnya.
"Engkau adalah perbendaharaan mutiara, dan pertama dalam kemelut dunia, meskipun mereka tidak mengenalmu. Engkau adalah dambaan semua generasi, mereka merindukan seruanmu yang tinggi, meskipun tidak mendengarmu".
Abu Dzar bangkit dan mengumpulkan semua kabilahnya di padang sahara, lalu berkata kepada mereka : "Darahku haram bagi darahmu, tubuhku haram bagi tubuhmu, dan harta haram bagi hartamu, sebelum kamu beriman kepada Allah", tegas Abu Dzar. Selanjutnya, Abu Dzar menerankgan agama Islam, seperti yang didengarnya dari Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam.
Belum lagi ia tidur pada malam itu telah beriman sebanyak 70 keluarga berikut dengan kaum wanita, kaum pria, dan anak-anak mereka. Selanjutnya, Abu Dzar menghadap ke rah sebuah pohon yang ada di sana dan dia mulai bermeditasi, karena sesungguhnya dia belum mengetahui shalat dan memang shalat waktu itu belum difardhukan.
Ketika Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam berhijrah ke Madinah, tiba-tiba datang Abu Dzar di barisan paling depan dari kaummnya yang telah beriman. Para shahabat pun keluar. Mereka mengira bahwa di sana ada pasukan musuh yang datang dengan maksud menyerang kota Madinah.
Nabi Shallahu alaihi wa sallam keluar pula bersama dengan para shahabatnya dan ternyata yang datang adalah Abu Dzar, seorang lelaki yang hidup atas dasar kalimah "laa ilaaha illalloh", dan bersujud kepada Tuhan yang telah menurunkan kalimah "laa ilaaha illalloh", sed ang dibelakangnya adalah para muridnya yang telah berhasil diislamkannya.
Setelah melihat kedatangan peringatan dini yagn membawa berita gembira alias Abu Dzar ra ini, Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, tersenyum :
"Tiada seorang pun yang bernaung di kolong langit dan bercokol diatas hamparan bumi ini lebh jujur ucapannya, selain Abu Dzar", ujar Rasul Shallahu alaihi wa sallam.
Jadi, penyebab yang paling besar bagi seorang hamba untuk meraih hidayah ialah bila mempunyai keinginan yang keras untuk mendapatkannya sebagaimana yang disebutkan dlam firman-Nya :
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepad mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar berserta orang-orang yang berbuat baik". (QS : al-Ankabut : 69).

Jangan Tertipu Materialisme Amerika

oleh Sayyid Qutb
Orang-orang yang banyak tertipu, terpengaruh, dan takut kekuatannya, maka Amerika adalah suatu negara adidaya, pusat budaya, kiblat ilmu pengetahuan, contoh kemajuan yang patut ditiru dari segi kemajuan ilmu, teknologi, dan materi.
Bagi setiap orang yang ingin maju, maka ia berjalan diatas garis-garisnya serta mengikuti setiap langkahnya. Orang yang menganggap peradaban adalah kemajuan materiil, ilmu pengetahuan, serta teknologi, maka Amerika pusat peradaban dan pemimin dunia. Menurut negara, di mana kekuatan militer, politik, psychologis, serta peradabannya lemah dan kalah, Amerika adalah yang memiliki kekuatan dan kekuasaan luar biasa. Sehingga tidak ada yang boleh melawan atau berbeda kehendak atau rencananya.
Sementara, menurut orang-orang yang terjajah demokrasinya, hak asasinya, perekonomiannya serta sosialnya, maka Amerika adalah negara pusat demokrasi, pencetus kebebasan, pemelihara hak-hak asasi manusia.
Demikianlah, Amerika dalam pandangan orang-orang yang terpedaya, materialis, penakut serta kaum yang lemah dan kalah. Mereka adalah orang-orang dungu dan lugu. Orang-orang lupa dan jahil. Mereka tetap seperti itu, meski jumlah mereka besar sekali di berbagai negera. Meski mereka mempunyai wewenang di negara-negara Islam untuk mengelola pendidikan, merencanakan serta mengarahkan, sebagai mestinya yang akan mengubah peradaban, tetapi mereka tidak berani, karena mereka telah megekor kepada Amerika.
Tetapi, menurut timbangan dan pandangan orang-orang yang mukmin (beriman), Amerika memiliki nilai yang berbeda. Orang-orang yang beriman mampu membuahkan hasil penilaian yang benar dan kesimpulan yang lurus terhadap Amerika dan kekuatannya. Apabila mereka menggunakan instrumen (alat) yang benar dalam menilainya, maka lensa Islam ketika menyorotinya, menggunakan timbangan Qur'ani, ketika mengukurnya serta menggunakan prinsip-prinsip Robbani dalam menilai dan meyimpulkannya.
Mereka mengukurnya dengan nilai-nilai moral dan pertimbangan-pertimbangan kemanusiaan yang dimilikinya, dengan prinsip-prinsip dan tradisi-tradisi manusiawi, dengan fitrah manusia yang bersih yang Allah ciptakan manusia diatas dasar itu, serta dengan penilaian terhadap psychologis dan perasaan. Dengan demikian, mereka bertanya-tanya tentang kadar yang dikaitkannya dengan perbendaraan sejarah kemanusiaan, peradaban yagn manusiawi, keutamaan-keutamaan yang manusiawi serta jiwa yang manusiawi.
Maka pandangan, penilaian, pengukuran, pengarahan serta penyimpulan sesuatu hendaklah menggunakan lensa Qur'ani, timbangan Robbani serta barometer imani, dan juga hendaklah berangkat dari dasar keimanan serta sudut pandang keislaman.
Hanya pribadi yang demikian itu, yaitu pribadi mukmin yang cemerlang, cerdas, mempunyai kesadaran dan wawasan yang luas, hingga pandangan, analisa dan berbagai kesimpulannya akan benar, lurus, akurat sistematis dan objektif.
Segalanya harus diukur dengan timbangan keimanan. Hanya dengan timbanghan keimanan yang bersumber dari Qur'an, yang menghasilkan kesimpulan yang benar dan akurat. Tidak ada sarana (wasilah) yang lain, dalam menilai, mengukur dan mensikap terhadap Amerika akan mendapatkan kesimpulan yang benar dan objektif, kecuali hanya dengan Qur'an.
Amerika belum menambahkan apa-apa dalam peradaban, kecuali hanya sedikit sekali dari nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai yang membedakan antara manusia dengan benda, kemudian membedakan manusia dengan binatang. Nilai suatu peradaban dari peradaban manapun yang dilalui manusia tidak terletak pada kecanggihan teknologi yang berhasil diciptakannya, atau kedahsyatan kekuatan yang dimilikinya, tidak pula oleh hasil-hasil produksinya. Tetapi, sebagian besar nilai suatu peradaban terletak pada besar kecilnya manusia mengetahui kenyataan-kenyataan tentang alam semesta dan gambaran-gambaran serta nilai-nilai kehidupan.
Keunggulan Amerika tampak dan menonjol pada bidang pekerjaan dan produksi, hingga tidak tersisa segi lain yang menghasilkan sesuatu dalam nilai kemanusiaan. Amerika telah mencapai jenjang yang belum bisa dicapai oeh bangsa lain, bahkan Amerika telah membuat suatu (karya-karya) yang merubah kehidupan nyata menjadi tingkatan yang sulit digambarkan dan dipercaya oleh orang yang tidak menyaksikannya sendiri.
"Tetapi, manusia tidak mampu menjaga kestabilannya dihadapan alat-alat itu, hingga hampir-hampir dia sendiri berubah menjadi alat, dan ternyata ia tidak mampu memikul beban pekerjaan yang melelahkan itu. Kemudian, manusia melangkah melewati jalan yang lebih manusiawi, hingga ketika itulah ia melepaskan kendali hewaninya, karena sudah tidak mampu lagi memikul beban pekerjaannya dan beban manusiana", ujar Sayyid Qutb.
Dunia modern tidak mengenal hidup, kecuali kerja keras dalam gudang materi, hingga loyo, dan hanya untuk mengecap kenikmatan lahir sampai puncak kepuasannya.
"Sementara cinta, yang menghembuskan seluruh kekuatan manusia, tidak dikenal di Amerika. Karena di sana, yang dikenal hanya cinta biologis serta cinta antara sesama binatang. Tidak tersisa waktu untuk menuangkan kerinduan-kerinduan bathin", tegas Sayyid Qutb.
Pohon peradaban materliasme jahiliyah itu telah melahirkan kehidupan yang serakah, tamak, penuh dengan konflik yan tidak pernah habis, karena manusia terus dipacu untuk mengejar dan memperebutkan materi yang akan menjungkalkan manusia kepada jurang kehancuran, tambah Sayyid Qutb. Wallahu'alam.
 
 

 
  • Selasa, 6 Jumaadits Tsani 1432/10 Mei 2011
 

Defeated Mentality (Mental Pecundang)

oleh Ihsan Tandjung

Salah satu penyakit menonjol kaum Muslimin dewasa ini ialah terjangkiti Defeated Mentality (Mental Pecundang). Tidak sedikit saudara muslim kita yang malu menampilkan identitas ke-Islam-annya di tengah masyarakat. Ia sangat khawatir bila dirinya memperlihatkan segala sesuatu yang terkait dengan nilai-nilai Islam maka ia akan diejek, dipandang rendah, diasingkan, dikucilkan, ditolak bahkan dimusuhi. Inilah yang menyebabkan tidak sedikit pegawai kantoran yang membiarkan dirinya menunda bahkan meninggalkan sholat bila mendapati dirinya sedang “terjebak” di dalam suatu meeting panjang. Tidak sedikit muslimah yang ragu untuk berjilbab karena tidak siap menghadapi “komentar negatif” orang-orang di sekelilingnya. Dan banyak daftar contoh lainnya. Padahal menampilkan identitas Islam merupakan perintah Allah سبحانه و تعالى :
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (QS. Ali Imran [3] : 64)
Keberpalingan orang lain dari agama Allah سبحانه و تعالى tidak berarti kitapun harus ikut-ikutan berpaling darinya. Berjalanlah di tengah masyarakat dengan identitas Islam yang jelas terlihat. Sebab menampilkan identitas Islam merupakan bukti seorang muslim siap beribadah kepada Rabbnya dalam situasi dan kondisi apapun. Di manapun dan di hadapan siapapun. Memperlihatkan perilaku dan akhlak Islam merupakan bukti seorang muslim meyakini bahwa sosok Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم merupakan teladan utama bagi dirinya yang perlu ia contoh begaimanapun situasi dan kondisi yang melingkupi dirinya. Seorang muslim tidak dibenarkan membiarkan dirinya berperilaku laksana bunglon. Berubah warna menyesuaikan diri dengan warna di sekitar dirinya. Warna Islam harus menjadi warna seorang muslim betapapun ramainya aneka warna lainnya di sekitar dirinya. Muslim yang tidak konsisten menampilkan identitas Islamnya merupakan orang yang memiliki mentalitas pecundang. Ia telah kalah sebelum bertarung.
Apa sebenarnya yang menyebabkan banyak muslim dewasa ini ber-mental pecundang? Banyak sebabnya. Di antaranya ialah:
  1. Tidak memiliki keyakinan yang mantap bahwa sesungguhnya Allah سبحانه و تعالى pasti menolong orang yang menolong (agama) Allah سبحانه و تعالى. Dia ragu apakah benar jika dirinya tampil dengan identitas Islam ia bakal ditolong Allah سبحانه و تعالى? Sehingga akhirnya dia menawar dalam hal ini. Dia mulai mencari identitas lain yang dia sangka jika ia tampilkan –baik bersama dengan identitas Islam maupun tidak- maka manusia di sekitar akan memberikan apresiasi kepada dirinya. Ia akan dianggap sebagai orang yang lebih “mudah diterima”. Padahal jelas Allah سبحانه و تعالى berfirman:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad [47] : 7)
  2. Dia silau melihat kaum kafir yang Allah sedang berikan kesempatan memimpin dunia dewasa ini di zaman yang penuh fitnah (baca: ujian) bagi kaum yang beriman. Lalu dalam rangka supaya bisa segera menyaingi keberhasilan kaum kafir, maka diapun mengikuti jejak langkah, tabiat dan kebiasaan kaum kafir. Jika kaum kafir bisa meraih kemenangan tanpa menghiraukan keterlibatan agama dalam urusan kehidupan sosial, politik dan ekonomi, maka iapun menganggap bahwa hal itu juga bisa diraih oleh ummat Islam jika paham sekularisme turut dikembangkan di tengah kaum muslimin. Akhirnya ia beranggapan bahwa identitas berdasarkan kesamaan bangsa lebih dapat diandalkan daripada identitas berdasarkan kesamaan aqidah dan ketundukan kepada Allah, Rabb Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa alam raya. Paham nasionalisme yang merupakan ideologi produk manusia dipercaya dapat “lebih menjual” daripada ideologi dienullah (agama Allah) Al-Islam yang bersumber dari Allah سبحانه و تعالى . Alhasil keyakinan bahwa Allah سبحانه و تعالى merupakan sebab bersatunya hati manusia digantikan dengan man-made ideologies sebagai sebab persatuan dan kesatuan umat manusia. Padahal jelas Allah سبحانه و تعالى berfirman:

    وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًامَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ
    “Dan (Allah) Dialah Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.” (QS. Al-Anfal [8] : 63)
  3. Dia mudah terjebak oleh paham-paham sesat modern yang bertentangan dengan ajaran Islam. Sementara ada sebagian ummat Islam bahkan tokoh Islam yang justeru mendukung paham-paham tersebut. Dukungan yang diberikan kadang-kala dijabarkan dalam tulisan-tulisan yang berdalilkan ayat dan hadits pula. Di antaranya adalah seperti paham Pluralisme, Sekularisme, Humanisme serta Demokrasi. Memang harus diakui bahwa jika seorang muslim tidak memiliki ilmu yang cukup dan rajin membaca berbagai tulisan para ulama dan pemikir Islam yang kritis membedah kesesatan paham-paham tersebut, niscaya dia akan dengan mudah menelan berbagai pandangan yang mendukung dan menjustifikasi keabsahan paham-paham tadi. Sebab media yang pada umumnya sekuler lebih condong memuat pendapat yang sejalan dengannya. Hanya sedikit sekali media Islam yang cukup cerdas membongkar bahayanya paham-paham tadi. Karena disamping kecerdasan juga diperlukan keberanian untuk menentang arus yang mengkampanyekannya. Itulah rahasianya Allah سبحانه و تعالى memerintahkan ummat Islam agar tidak mudah ikut arus yang ramai.

    وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِإِنْ يَتَّبِعُونَ إِلا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلا يَخْرُصُونَ
    "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." (QS. Al-An’aam [6] : 116)
  4. Dia tidak cukup sabar meniti jalan sulit dan mendaki sesuai sunnah (tradisi) cara berjuang Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم untuk meraih janji kemenangan agama Allah سبحانه و تعالى di dunia. Dia mengira bahwa jadwal kemenangan ummat Islam mesti ditentukan oleh perhitungan akal dirinya sendiri. Padahal segala sesuatu memiliki dan mengikuti sunnatullah. Akhirnya demi segera tercapainya kemenangan ia rela berjalan dan berjuang tidak lagi mencontoh sunnah Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم Mulailah dia memandang para mujahidin yang sejatinya berada di atas jalan Allah سبحانه و تعالى justeru sebagai kalangan yang bodoh, tidak progressif dan tidak realistis. Sedangkan para kolaborator (baca: para pengkhianat) justeru dipandangnya sebagai kalangan yang berpandangan luas, progressif dan realistis dalam berjuang. Mereka lupa bahwa kalah dan menang merupakan tabiat hidup di dunia. Tidak mungkin ummat Islam terus-menerus meraih kemenangan di dunia sebagaimana tidak mungkin kaum kafir pasti selalu mengalami kekalahan di dunia. Allah سبحانه و تعالى menggilir masa kejayaan dan kemenangan di antara ummat manusia. Ada masanya ummat Islam berjaya, ada masanya ummat Islam terpuruk. Ada masanya kaum kafir terpuruk, ada masanya mereka diizinkan Allah meraih kemenangan di dunia.

    إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُوَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُواوَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
    “Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Ali Imran [3] : 140)
    Yang pasti, hanya kaum beriman sejati sajalah yang selamanya akan berjaya dan bahagia di akhirat. Dan hanya kaum kafirlah —beserta kaum munafiq yang berkolaborasi dengan mereka— yang selamanya bakal merugi dan menderita kekalahan sejati di akhirat kelak nanti.
Begitu kita menyadari bahwa secara konteks zaman kita ditaqdirkan Allah سبحانه و تعالى lahir ke dunia di era dimana giliran kekalahan sedang menimpa ummat Islam dan giliran kejayaan sedang Allah taqdirkan berada di tangan kaum kuffar, maka kita segera sadar bahwa ini merupakan era badai fitnah (baca: badai ujian). Dengan legowo kita harus mengakui bahwa ummat Islam dewasa ini sedang babak belur dan kaum kafir sedang berjaya secara duniawi. Tapi itu bukan alasan untuk kemudian kita meniti kehidupan di dunia ini dengan defeated mentality (mental pecundang). Ini sama sekali bukan alasan ummat Islam untuk meninggalkan jalan hidup Islam dan malah mengadopsi jalan hidup kaum kuffar.
وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran [3] : 139)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
Dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing,maka beruntunglah orang-orang yang terasing'." (HR. Muslim No. 208)
 
 
 


Minggu, 08 Mei 2011

NII, PKS dan Helmi Aminuddin - The Untold Story>>>Sementara penangkapan terhadap para elite Neo NII –yang musyawarah pembentukan strukturnya dilakukan di markas BAKIN (jalan Senopati, Jakarta Selatan)– seperti Adah Djaelani Tirtapradja, Danu Mohammad Hasan, Aceng Kurnia, Tahmid Rahmat Basuki Kartosoewirjo, Dodo Muhammad Darda Toha Mahfudzh, Opa Musthapa, Ules Suja'i, Saiful Iman, Djarul Alam, Seno alias Basyar, Helmi Aminuddin Danu[11], Hidayat, Gustam Effendi (alias Ony), Abdul Rasyid dan yang lain dengan jumlah sekitar 200 orang, mereka ditangkap Laksus sejak akhir 1980 hingga pertengahan 1981.>>>kecuali satu nama tokoh yang dibebaskan tanpa syarat, yaitu Menlu kabinet Neo NII yang bernama Helmi Aminuddin bin Danu, salah seorang alumni program pemberangkatan atau pengiriman pemuda (aktifis kader) Indonesia ke Timur Tengah (Madinah, Saudi Arabia) oleh Bakin.>>>Apakah anda penganut sistem dosa turunan ? Ribka yang orang PDIP juga anak PKI, Megawati anak sukarno yang mencetuskan nasakom. apakah PDIP=PKI ?>>> Memang ada perbedaan mendasar antara NII dan PKI..... >>> NII atas seruan Pemerintah pada saat Pemerintahan Presiden Sukarno.... walaupun benar2 NII memberontak dan ada perang grilya... Namun seruan Pemerintah untuk Kembali kepangkuan RI dan diberikan amnesti....>>> Maka tidak lama kemudian berduyun-duyunlah... warga NII tururn gunung dan menyerahkan segala perlengkapan dan persenjataan yang ada...dan resmi diakui Kembali kepangkuan RI....>>> Lain halnya dengan PKI yang dizaman Pemerintahan Presdien Suharto... benar2 dinyatakan Pemberontakan...dan bahkan diadakan pembersihan...sampai bertahun-tahun... Namun belum ada seruan Kembali kepangkuan RI dan diberikan amnesti....>>>> Juga status Pemberontakan Aceh Mereka...>>> Sepertinya telah dilakukan amnesti...dengan Kembali kepangkuan RI....>>>> Bagi pengertian Rakyat awam....pernyataan Pemerintah.. tentang amnesti atau abolisi atau apapun status WNRI yang pernah dianggap memberontak secara politis harusnya ada penyelesaian politis....>>> Dalam hal ini apakah adanya istilah Neo NII atau lain2 sebutan dalam permainan politik... >>> Hendaknya janganlah gegabah...>>> Kalaupun ada perbedaan persepsi atau pemahaman... tentang sesuatu gerakan atau aliran perpolitikan... hendaknya dicarikan solusi politiknya.. secara adil..dan membangun kecerdasan anak2 bangsa berkembang...serta nilai2 Kebenaran semakin jelas dasar2 dan referensinya....>>> Karena membangun bangsa dan memberikan pengertian tidaklah mudah...>>> Sampai hari ini.... belum ada pemahaman Pancasila secara terpadu...>> Karena pemahaman Ketuhanan Yang Maha Esa...bisa diartikan secara harfiah-bahasa atau ditafsirkan secara politis... belum bisa diadopsi secara menyeluruh...>>> Bahkan konon pelajaran Pancasila dan PKN akan dihapuskan...atau diubah???>>> Dahulu dizaman Bung Karno... ada pelajaran CIVIC = yang isinya menyadarkan tentang warga negara...hak2, kewajiban dan tugas2nya... dengan mempelajari pemahaman dan dasar2nya... diberbagai negara lain...>>> Entahlah sekarang seperti apa...???>> Waspadalah akan adu domba sesama anak bangsa....sesama WNRI..>>> Sebagai orang awam dan Rakyat biasa... tidak selamanya sejalan dengan pemikiran dan pemahaman orang2 atau oknum2 Pemerintahan atau yang pro dengan oknum2 Pemerintah itu... >>> Suatu pemahaman yang berdasarkan keyakinan perlu dikaji secara komprehensif dan utuh... agar butir2 posistif untuk menyatukan kekuatan bangsa yang bersinergi... dapat membangun kekuatan bangsa secara kokoh...dan benar2 memberikan sebesar-besar manfaat bagi bangsa dan Kemanusiaan...>>> Jangan hendaknya kita terperangkap oleh provokasi2 yang cenderung islamophobia...atau anti Islam... mumpung adanya gerakan anti Islam dan gerakan Islamophobia di Eropa-AS-dan Indonesia...[terutama oleh antek2 Neo Kolonialisme dan Neo Imperialisme] yang sekarang lagi membangun kekuatan dan jaringan gerakan baru...>>> Waspadalah Sdrku....>> Janganlah membiarkan program berbahaya itu yang selama ini dipelihara oleh oknum2 dan tokoh2 anti Islam yang membangun adanya perseteruan sesama muslim....tanpa penyelesaian... seperti apa yang terjadi dalam sejarah lama.... Yang sekarang sering diulang-ulang.... >>> Membanca sejarah... Indonesia..lama adalah adanya pertumpahan darah... yang banyak... dengan berbagai versi....Sejak Revolusi melawan penjajahan...sampai kini,....korban umat Islam terbanyak....sangat banyak....>>> Lihatlah sejarah PRRI-NII Kartosuwiryo-PRRI Permesta....[tokoh2nya...dari kalangan Katholik berada di AS sampai sekarang.....[dikalangan pemberontak yang muslim yang menjadi bagian dari PRRI Pramesta itu tahu benar2 siapa2 saja tokoh Kristen yang berlindung dengan aman di AS itu..]...???..tetapi tokoh Islam dan prajurit2nya...banyak yang terbunuh dan dipenjarakan..>>> Gerakan Aceh Merdeka... Juga korbannya umat Islam....>>> Gerakan Komando Jihad dll yang idea dan semua itu organisasinya diatur secara permainan inteligen..... Korbannya umat Islam....Juga ada desas desus... tetang Petrus... juga konon sesungguhnya adalah permainan inteligen dan pembunuhan tokoh2 Islam... yang disamarkan dengan kasus kriminal??? Lalu dimana reserse dan pembasmi kriminal itu sendiri...??? Apakah gerakan anti teror... dan gerakan teror itu... juga bukan permainan politik g;obal??? ataukah memang terlalu pintar memanipulasi... untuk pembunuhan...dan pembunuhan....??? >>> Apakah dalam hal ini termasuk G30S PKI... korbannya benarkan PKI???? Saya kira didalam korban2 itu adalah keluarga muslim yang mungkin ikut atau memang sasaran oleh dan untuk Partai Komunis Indonesia...>>> Renungkan siapakah...Jend A. Yani Cs dan para Jendral2 lainnya di RI yang dijadikan sasaran dan korban.>>>>.Sekarang hentikan pembunuhan2 itu dan marilah membuka hati dan diri secara bijaksana...>>> Para pemimpin dan polisi....serta aparat lainnya jangan mudah terprovokasi... adanya adu domba... yang akhirnya... kita selalu...berdarah-darah...dan kekuatan kita menjadi lemah... yang akhirnya kita minta2 kepada Asing....>>> Inilah tujuan media yang diinginkan dan akhirnya kita ada dalam penaklukan Asing.....dan Dijajah kembali oleh model baru penjajahan Neo Kolonialis ..da Neo Imperialis...>>> banyak Contoh terjadi... Di Iraq- Afghanistan-Lebanon-Palestina- Mesir-Libya- Sirya dll...>>>> Kembalilah kepada moral dan adat ajaran leluhur kita yang mangajarkan moral dan kasih sayang dan kebenaran2 agama yang benar aplikabel....dan menjunjung kehormatan bangsa dan persatuan bangsa....>>> Perseteruan yang tanpa kejelasan sumber masalahnya dan hanya diprovokasi dan dibuat permainan semacam kepintaran dalam berpolitik...dan seni manipulasi...devide et impera....>>> Adalah suatu perbuatan keji...dan sangat membahayakan ... bagi kelanjutan bangsa ini...>>> Memang konon ada desas desus...bhw RI ini terlalu besar.... Jadi perlyu dipecah-belah.. menjadi beberapa Negara.... ada yang menyebutkan 3 ada yang mengatakan 5 ada juga yang menginginkan 8 Negara..[issue ini bukan tanpa dukungan.... Tetapi benar2 telah menghembus... dibeberapa intetektual...yang sangat berpendidikan....Sinpelny... RI terlalu kaya... Terlalu besar... terlalu banyak rakyatnya??? Nah. Entah apa dasar2 Pemikiran itu....>>> Waspadalah....>>>Padahal sejak perjuangan masa lalu hingga Proklamasi para Pemimpin RI selalu mendengungkan Persatuan Indonesia dari Sabang hingga Mrauke.>>> Tidak satupun Pemimpin RI terdahulu memimpikan perpecahan....>>>> Quo Vadis... para Pemimpin kini...dan siapakah mereka generasi yang mendengungkan perpecahan2 itu... >>> Waspadalah......Jangan bermain-main dengan api..... Mari kita buka hati dan carikan penyelesaian dan pemahaman... yang benar2... mempersatukan.. anak2 Bangsa... kita Bangsa Indonesia....>>> Waspadalah.....

Originally Posted by myzone View Post
NII, PKS dan Helmi Aminuddin - The Untold Story
http://forum.detik.com/apakah-pks-adalah-neo-nii-t259153.html?nd991103frm
Di Jawa Tengah sendiri aksi penangkapan terhadap anggota Neo NII rekrutan H. Isma'il Pranoto dan H. Husen Ahmad Salikun oleh OPSUS, seperti Abdullah Sungkar maupun Abu Bakar Ba'asyir dan kawan-kawan berjumlah cukup banyak, sekitar 50 orang, akan tetapi yang diproses hingga sampai ke pengadilan hanya sekitar 29 orang. Penangkapan terhadap anggota Neo NII wilayah Jawa Tengah rekrutan H. Isma'il Pranoto dan H. Husen Ahmad Salikun berlangsung tahun 1978-1979.

Di Sumatera, aksi penangkapan secara besar-besaran berdasarkan isu Komando Jihad ini terjadi sepanjang tahun 1976 hingga tahun 1980, dan berhasil menjaring dan memenjarakan ribuan orang.

Sementara penangkapan terhadap para elite Neo NII –yang musyawarah pembentukan strukturnya dilakukan di markas BAKIN (jalan Senopati, Jakarta Selatan)– seperti Adah Djaelani Tirtapradja, Danu Mohammad Hasan, Aceng Kurnia, Tahmid Rahmat Basuki Kartosoewirjo, Dodo Muhammad Darda Toha Mahfudzh, Opa Musthapa, Ules Suja'i, Saiful Iman, Djarul Alam, Seno alias Basyar, Helmi Aminuddin Danu[11], Hidayat, Gustam Effendi (alias Ony), Abdul Rasyid dan yang lain dengan jumlah sekitar 200 orang, mereka ditangkap Laksus sejak akhir 1980 hingga pertengahan 1981.


Namun dari sekitar 200 orang anggota Neo NII yang ditangkap OPSUS tersebut, hanya sekitar 30 elitenya saja yang dilanjutkan ke persidangan, selebihnya dibebaskan bersyarat oleh OPSUS termasuk beberapa nama yang menjadi tokoh komando KW-9 [12], kecuali satu nama tokoh yang dibebaskan tanpa syarat, yaitu Menlu kabinet Neo NII yang bernama Helmi Aminuddin bin Danu, salah seorang alumni program pemberangkatan atau pengiriman pemuda (aktifis kader) Indonesia ke Timur Tengah (Madinah, Saudi Arabia) oleh Bakin.

[11] Helmi Aminuddin adalah putera Danu Mohammad Hasan, alumni Universitas Madinah, yang dikirim Bakin ke Saudi Arabia dalam Program pemberangkatan para pemuda ke Timur Tengah, yang ketika kembali ke Indonesia aktive dalam pergerakan.

http://www.eramuslim.com/berita/tahu...told-story.htm
ust Hilmi anak dari seorang yang pernah mengikuti NII. Dan yang begitu tidak sedikit. Mega anak seorang yang berfaham Nasakom. Tommy anak seorang yang korupsi dst. Tetapi pernahkah anda berfikir bahwa menghukumi anak atas perbuatan bapak adalah tidak fair ?

Apakah anda penganut sistem dosa turunan ?

Ribka yang orang PDIP juga anak PKI, Megawati anak sukarno yang mencetuskan nasakom.
apakah PDIP=PKI ?

Mengapa statemen yang demikian tidak pernah anda lontarkan ?

jika NII dibubarkan harusnya DEMOKRAT juga DIBUBARKAN !

siggie gw keren banget ! kader NII wajib Nyumbang..., jangan pakai rup1ah ya...!

Jumat, 06 Mei 2011

Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq mempertanyakan motif dari pihak-pihak yang mengaitkan partainya dengan Negar Islam Indonesia (NII). Dia curiga isu NII digunakan untuk menyudutkan partainya.>>>"Kalau ada yang mau mengkait-kaitkan PKS dengan NII, saya mempertanyakan, apa maksud mereka itu?" tanya Mahfudz kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/5/2011).>>>"Memang benar saya mendampingi Ketum Partai Demokrat, Mas Anas Urbaningrum dari DPP PD yang mengagendakan kunjungan ke Al Zaytun beberapa waktu lalu. Namun selain Al Zaytun, agenda kunjungan DPP PD pada saat itu juga mengunjungi sejumlah ponpes lain di wilayah Jawa Barat dalam kerangka membangun bangsa," ujar Ibas lewat rilis yang diterima www.today.co.id, Rabu (4/5/2011)>>>"Kelompok ini kan mereka harus terbuka, tidak bisa di bawah tanah. Demokrasi membebaskan semua kelompok," terang pria alumnus Universitas Al Azhar Kairo ini. Zuhairi lebih lanjut mencontohkan kelompok seperti NII KW 9 yang berubah menjadi parpol yang berada di Turki. Menurutnya, kelompok tersebut setelah menjadi partai langsung membuka diri dengan lingkungan luar. "Kita perlu belajar dari IKIPI di Turki. Sebelum jadi paprol seperti ikhwanul muslimin, tapi setelah masuk bermetamorfosa politik," kata pria yang juga mengamati dunia Timur Tengah ini.>>> Inilah gaya permainan politik Liberal Bar-bar di RI sekarang... Siapapun sah2 saja memojokan atau secara tendensius ....untuk membantai satu dengan lainnya diamana ada peluang untuk itu...>>> Apakah ini memang ...benar2 tidak lagi ada etika berpolotik ataukah itulah sebenarnya etika berpolitik...>> Bagi saya yang awam sangatlah..mengerikan...>>> Partrai Politik secar moral sungguh tidak menarik... Terlebih konon pernyataan Ketua MPR kita yang sangat hebat itu berpolitik..>> Ketua MPR Taufiq Kiemas menilai keberadaan Ponpes Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang tidak perlu ditutup. Hanya saja, kata Taufiq, kurikulumya perlu diubah kalau memang menyimpang. "Saya rasa sekolahnya nggak perlu ditutup, cuma harus diluruskan (ideologi) kembali," ujar Taufiq kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Raabu (4/5/2011)..>>> ...Yah itulah para petinggi dan ponggawa negara "antah-berantah"... sedang berkiprah...semoga saja kita sampai kepada suatu...pemikiran yang benar2 yakin bahwa kita membawa misi suatu Kebenaran...yang hakiki...Kebenaran yang memiliki referensi dan sumber2 pelajaran yang memang benar2 berazaskan Kebenaran Sejati...>>Bukan Kebenaran Nisbi yang akhirnya..sia2... Kita menghancurkan sesama Sdr kita dengan nilai yang sia2...dalam arti tanpa nilai moral apapun...>>> Maka sia2lah hidup dan maknanya dan Harga dari para politisi dan para tokoh2 dan pejabat2 negara kita... .benar2 akan sia2...belaka... Waspadalah!!! Sdr2ku bangsa Indonesia....Ingatlah pesan leluhur kita dan ajaran agama kita serta kitab suci Agama yang kita anut.....Inilah jalan kebenaran itu.... Semoga kita kembali dengan kesadaran yang kaffah.....Amin.....

Mahfudz: Isu NII untuk Sudutkan PKS

Muhammad Umar Fadloli |

Jumat, 06/05/2011 14:01 WIB. http://www.today.co.id/read/2011/05/06/30100/mahfudz_isu_nii_untuk_sudutkan_pks
Jakarta - Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq mempertanyakan motif dari pihak-pihak yang mengaitkan partainya dengan Negar Islam Indonesia (NII). Dia curiga isu NII digunakan untuk menyudutkan partainya.

"Kalau ada yang mau mengkait-kaitkan PKS dengan NII, saya mempertanyakan, apa maksud mereka itu?" tanya Mahfudz kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/5/2011).

Hal ini diucapkan Mahfudz menanggapi pernyataan mantan petinggi NII, Imam Supriyanto yang menyebutkan bahwa Ketua Majlis Syuro PKS adalah anak mantan panglima militer DI/TII Kartosuwiryo.

Ketua Komisi I DPR ini menduga pernyataan mantan petinggi NII tersebut adalah salah satu cara untuk menyudutkan dan mengkerdilkan PKS.

"Masyarakat sekarang sudah cerdas, bisa mengenali dan membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Justru PKS selama ini mendidik masyarakat tentang Islam yang moderat dan menjauhi kekerasan," terang Mahfudz.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminudin disebut sebagai anak Panglima Militer Darul Islam/ NII. Pernyataan ini disampaikan oleh mantan Menteri Peningkatan Produksi NII, Imam Suprayitno.

"Pak Hilmi (Aminudin) PKS adalah putra Pak Danu Muhammad Hasan panglima militer DI TII Kartosuwiryo," kata Imam dalam Dialektika yang bertajuk 'Parpol Bicara Maraknya Radikalisme' di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (5/5/2011).  (rez/rez)
 
Ibas: Kunjungan ke Al Zaytun Hanya Silaturahmi

Muhammad Umar Fadloli |

Rabu, 04/05/2011 19:24 WIB. http://www.today.co.id/read/2011/05/04/29689/ibas_kunjungan_ke_al_zaytun_hanya_silaturahmi
Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menepis dugaan kunjungan  Partai Demokrat ke Pondok Pesantren Al Zaytun beberapa waktu lalu dikaitkan dengan NII. Menurut Ibas, kunjungan tersebut hanya sebatas silaturahmi.

"Memang benar saya mendampingi Ketum  Partai Demokrat, Mas Anas Urbaningrum dari DPP PD yang mengagendakan kunjungan ke Al Zaytun beberapa waktu lalu. Namun selain Al Zaytun, agenda kunjungan DPP PD pada saat itu juga mengunjungi sejumlah ponpes lain di wilayah Jawa Barat dalam kerangka membangun bangsa," ujar Ibas lewat rilis yang diterima www.today.co.id, Rabu (4/5/2011).

Ibas sapaan akrabnya minta kunjungan PD ke Al Zaytun tidak perlu dimaknai secara berlebih. Menurutnya, acara silaturahmi ke pondok pesantren sering diagendakan DPP PD di wilayah lain yang ada di Indonesia

"Tidak benar sama sekali jika silaturahmi DPP PD dikaitkan dengan NII, apa lagi mendukung NII," tegas Ibas.

Ibas menambahkan, kalau ada pihak-pihak yang terbukti melanggar dan menodai NKRI  harus ditindak tegas secara hukum. "NII jelas bertentangan dengan pilar NKRI. Insya Allah Partai Demokrat akan terus menjalankan dan mengamalkan pilar NKRI,” tambahnya.

Ibas lantas mengajak segenap komponen bangsa untuk semakin memperkuat NKRI dan bersama membangun bangsa. Menurutnya, dengan memegang reguh NKRI kedepan diharapkan kehidupan berbangsa lebih baik.

"Justru kita menyambut baik bila dengan silaturahim DPP Partai Demokrat ada kesamaan pemikiran yang positif dalam kerangka memajukan kehidupan bernegara," tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya mantan Menteri Peningkatan Produksi NII, Imam Supriyanto mengungkapkan infiltrasi NII ke dalam partai politik di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Imam ketika bertemu Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Imam mengatakan, penyusupan ini dilakukan ke seluruh partai, baik partai kecil maupun besar.

Salah satu partai tersebut adalah Partai Demokrat memberikan sumbangan kepada Pondok Pesantren Al Zaitun sebesar US$10 ribu. Menurutnya, pemberian itu dilakukan pada kunjungan tanggal 16 Maret 2011 lalu. (rez/rez)
Pengamat: NII KW 9 Bisa Seperti PKS

Muhammad Umar Fadloli |

Rabu, 04/05/2011 15:56 WIB. http://www.today.co.id/read/2011/05/04/29620/pengamat_nii_kw_9_bisa_seperti_pks
Jakarta - Pengamat dunia Islam, Zuhairi Misrawi menilai kelompok NII KW 9 bisa saja memproklamirkan sebagai partai politik. Bahkan menurutnya kalau menjadi partai politik NII KW 9  bisa seperti PKS saat ini.

"NII kalau jadi parpol bisa seperti PKS saat ini. PKS saai ini  juga menganut ideologi NII dalam tanda kutip," ujar Zuhairi saat tampil sebagai pembicara di Dialog Kenegaraaan yang bertajuk 'Penanganan NII di Berbagai Daerah' di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (4/5/2011).

Menurut Zuhairi, kalau NII KW 9 menjadi parpol, dia harus lebih terbuka. Dengan kondisi demokrasi yang kian bebas, menurutnya NII KW 9 bisa memberanikan diri jadi parpol.

"Kelompok ini kan mereka harus terbuka, tidak bisa di bawah tanah. Demokrasi membebaskan semua kelompok," terang pria alumnus Universitas Al Azhar Kairo ini.

Zuhairi lebih lanjut mencontohkan kelompok seperti NII KW 9 yang berubah menjadi parpol yang berada di Turki. Menurutnya, kelompok tersebut setelah menjadi partai langsung membuka diri dengan lingkungan luar.

"Kita perlu belajar dari IKIPI di Turki. Sebelum jadi paprol seperti ikhwanul muslimin, tapi setelah masuk bermetamorfosa politik," kata pria yang juga mengamati dunia Timur Tengah ini.

Zuhairi juga sempat menyinggung PKS. Menurutnya, PKS dulunya juga tertutup. tetapi akhirnya memilih terbuka setelah bermetamorfosi menjadipartai politik. "PKS sekarang kan partai terbuka," tandasnya. (rez/rez)
Ketua MPR: Ideologi Al Zaytun Perlu Diluruskan

Muhammad Umar Fadloli |

Rabu, 04/05/2011 12:45 WIB
Jakarta - Ketua MPR Taufiq Kiemas menilai keberadaan Ponpes Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang tidak perlu ditutup. Hanya saja, kata Taufiq, kurikulumya perlu diubah kalau memang menyimpang.

"Saya rasa sekolahnya nggak perlu ditutup, cuma harus diluruskan (ideologi) kembali," ujar Taufiq kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Raabu (4/5/2011).

Menurut Taufiq, dengan mengubah kurikulum yang ada ke depan Al Zaytun lebih jelas keberadaannya. Taufiq pun meminta semua pihak membantu terwujudnya hal tersebut.

"Ideologi harus diubah, kita bersama-sama membangun. Kita ubah kurikulum dan ajak berunding," kata Ketua Deperpu DPP PDIP ini.

Pesantren Al Zaytun belakangan ramai menjadi bahan perbincangan karena dituding terkait dengan NII KW 9. Meskipun diduga ada ada hubungan dekat dengan NII KW 9, Ponpes pimpinan Panji Gumilang masih didatangi para politisi.

Para politisi yang sempat mengunjungi ponpes Al Zaytun adalah, Wiranto, Sholahudin Wahid, Anas Urbaningrum dan Edhie Baskoro Yudhoyono. (rez/rez)
 
 
 

Kematian Usamah Bin Ladin Dipertanyakan>>>Ketika dua pesawat milik maskapai American Airlines dan United Airlines menabrak dua menara kembar gedung World Trade Center di New York 10 tahun silam, rasa kesetiakawan itu muncul di Eropa. "Kita semua orang Amerika sekarang ini," demikian bunyi berita utama salah satu koran di Prancis. Namun, setelah orang yang diduga sebagai otak dibalik serangan itu dihabisi serdadu elite Amerika Serikat, Ahad lalu, rasa solidaritas itu tak lagi muncul. >>>"Arogan, sombong, egois, dan tak tahu bersyukur," kata Lisa C., seorang warga Eropa, seperti dikutip harian Metro. Ia mengomentari pesta yang digelar banyak orang Amerika Serikat pasca-tewasnya pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Ladin. Kemarin mereka berkumpul di Times Square, New York, sembari berseru,"USA, USA, USA!" Di jagat maya, muncul sejumlah desain kaus berjudul "We Got Him" dan “Hey Osama, Tell Hitler We Said Hello.">>>Teroris paling dicari Usamah Bin Ladin dibolehkan menyerah saat diserang pasukan khusus Amerika Serikat, Navy Seal. Hanya saja, syaratnya ia harus telanjang dihadapan pasukan.>>>Menurut Obama, publikasi foto Usamah dapat menimbulkan resiko keamanan. Ia tak ingin foto itu tersebar untuk menghasut orang dan menimbulkan kejahatan lain atau menjadi alat propaganda. "Kita tidak ingin mengopernya seperti tropi," katanya.


Kematian Usamah Bin Ladin Dipertanyakan

Mansion tempat tewasnya Usamah bin Laden di Abbottabad, Pakistan (2/5). AP/Anjum Naveed
TEMPO Interaktif, Abbottabad - Ketika dua pesawat milik maskapai American Airlines dan United Airlines menabrak dua menara kembar gedung World Trade Center di New York 10 tahun silam, rasa kesetiakawan itu muncul di Eropa. "Kita semua orang Amerika sekarang ini," demikian bunyi berita utama salah satu koran di Prancis. Namun, setelah orang yang diduga sebagai otak dibalik serangan itu dihabisi serdadu elite Amerika Serikat, Ahad lalu, rasa solidaritas itu tak lagi muncul.

"Arogan, sombong, egois, dan tak tahu bersyukur," kata Lisa C., seorang warga Eropa, seperti dikutip harian Metro. Ia mengomentari pesta yang digelar banyak orang Amerika Serikat pasca-tewasnya pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Ladin. Kemarin mereka berkumpul di Times Square, New York, sembari berseru,"USA, USA, USA!" Di jagat maya, muncul sejumlah desain kaus berjudul "We Got Him" dan “Hey Osama, Tell Hitler We Said Hello."

Maklum saja, warga Eropa menyesalkan langkah Amerika Serikat menghabisi Usamah Bin Ladin yang saat itu tak bersenjata. Sebelumnya, sejumlah petinggi di Washington mengatakan bahwa serdadu Navy SEAL Six terpaksa membunuh karena Usamah melakukan perlawanan dengan senjata AK-47. "Usamah Bin Ladin tak bersenjata saat akan ditangkap," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jay Carney.

Lantaran itu, tidak sedikit warga mempertanyakan kebenaran kisah tewasnya orang yang paling diburu di seantero jagat itu oleh Amerika Serikat. "Kami mesti melihat jenazahnya," kata Abdel Bari Atwan, editor Al-Quds al-Arabi, kepada BBC. "Wartawan mesti melihatnya. Kami berhak tahu yang sebenar-benarnya." Washington menyatakan jasad Usamah telah dibawa dengan heli dari lokasi penyerbuan menuju kapal Induk USS Carl Vinson, lalu dikubur di Laut Arab.

Presiden Barack Obama pun kemarin tegas-tegas menolak menyebarluaskan foto Usamah yang tewas dalam penyergapan. "Kami tak ingin foto-foto itu menjadi alat untuk menghasut aksi kekerasan yang lebih brutal lagi," kata Obama dalam wawancara dengan jaringan televisi CBS. Sedikitnya fakta dan simpang-siurnya informasi seputar tewasnya Usamah tak pelak lagi memunculkan teori konspirasi.

"Terus terang saya senang mendengar Usamah tewas," kata Nazar Abbasi, penduduk Abbottabad, kota wisata musim panas yang berjarak 100 kilometer dari Islamabad. "Tapi, begitu saya tahu jasadnya dibuang ke laut, saya merasa ini cuma akal-akalan." Pria yang bekerja sebagai apoteker ini juga mempertanyakan tak adanya foto-foto tewasnya Obama. Warga lainnya, Zubair Gul, malah tak percaya Usamah tinggal di sekitar mereka.

"Tak mungkin," kata Zubair Gul, yang tinggal beberapa ratus meter dari rumah yang diserbu pasukan Amerika itu. "Abbottabad berada di sebuah lembah. Anda akan segera tahu setiap ada helikopter yang naik atau turun. Apa mungkin Usamah diam saja?" Adapun Makbul Shah percaya kisah ini direkayasa agar Obama terpilih lagi menjadi presiden pada 2012.

"Masak pemerintah kami tak tahu?" ujar Makbul sewot. "Tentara dan intelijen kami, kan, tidak bodoh. Jelas ini bukan Usamah." 
 

Jika Menyerah, AS Minta Usamah Telanjang

TEMPO Interaktif, Washington -Teroris paling dicari Usamah Bin Ladin dibolehkan menyerah saat diserang pasukan khusus Amerika Serikat, Navy Seal. Hanya saja, syaratnya ia harus telanjang dihadapan pasukan.

Kepala Penanggulangan Teroris Gedung Putih, John Brennan menyatakan pasukan yang menyerang rumah Usamah, sedianya menerima Usamah menyerah jika mereka yakin 100 persen. "Ia (Usamah) harus telanjang jika ingin menyerah," kata John, seperti yang dikutip The Telegraph, Kamis 5 Mei 2011.

Pasukan ingin diyakinkan bahwa Usamah tidak menggunakan alat peledak di tubuhnya, atau menggunakan senjata yang tersembunyi.

Pejabat resmi lain menyatakan pasukan memiliki hak membela diri. Siapapun yang berada dalam situasi seperti itu, bisa melakukannya. Namun, jika permintaan diabaikan, maka pasukan akan menembak. "Pasukan ini merupakan yang terbaik, ahli menembak. Mereka dilatih untuk penyelamatan sandera," kata pejabat yang tak disebut namanya itu.

Obama Tolak Publikasikan Foto Jasad Usamah

Barack Obama. AP/Pablo Martinez Monsivais
TEMPO Interaktif, Washington -Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan tidak akan mempublikasikan foto jenazah Usamah Bin Ladin. Ia hanya mau memastikan bawa Usaham telah tewas. "Anda tidak akan melihat Usamah berjalan di atas bumi lagi," kata Obama, seperti yang dilaporkan harian Inggris The Telegraph, Kamis 5 Mei 2011.

Obama khawatir, jika foto Usamah dipublikasikan nanti akan digunakan sebagai alat propaganda bagi organisasi teroris. Tetapi keengganan itu akan memberikan resiko bagi kepala CIA. Dimana ia telah menjanjikan korban serangan 11 September untuk memperlihatkan foto Usamah agar keraguan mereka hilang. 

Menurut Obama, publikasi foto Usamah dapat menimbulkan resiko keamanan. Ia tak ingin foto itu tersebar untuk menghasut orang dan menimbulkan kejahatan lain atau menjadi alat propaganda. "Kita tidak ingin mengopernya seperti tropi," katanya.  


Balada Sang Raja Dangdut >>> saya Irama. Lengkapnya Raden Irama. Ayah saya, Kapten Raden Burda Anggawirja, Komandan Batalion Garuda Putih di Tasikmalaya, Jawa Barat. Suatu hari ia mengundang grup sandiwara Irama Baru dari Jakarta untuk menghibur pasukannya. Seusai pertunjukan, ibu saya, Tuti Djuariah, melahirkan seorang putra. Hari itu, 11 Desember 1946, saya hadir ke dunia. >>>aya hidup di antara dua kutub: orkes Melayu dan rock. >>>>Saya makin gencar membawakan pesan agama setiap kali konser. Pertama kali saya mengucapkan "assalamualaikum" di atas panggung, saya ditimpuki sandal dan batu. Waktu itu tahun 1975, di Ancol, saat perayaan tahun baru. Penonton marah, "Apa itu!" Batu beterbangan ke atas panggung. Mereka menganggap itu penghinaan terhadap agama. >>>Itulah dakwah saya yang pertama. Pertentangannya sangat besar. Saya disidang oleh Majelis Ulama Indonesia karena membawa-bawa agama dalam musik. Media saat itu menulis: "Rhoma menjual agama", "Rhoma mendendangkan Al-Quran di atas panggung musik", "Rhoma melecehkan agama". >>>Pada 1975, album pertama OM Soneta (Volume I) terbit. Sambutan pendengar luar biasa. Lagu Begadang, Sengaja, Sampai Pagi, Tung Keripit, Cinta Pertama, Kampungan, Yale Le, Tak Tega, dan Sedingin Salju meledak di pasaran. Setelah Begadang, saya semakin produktif. Muncul beberapa album lain, dari Penasaran (1976), Rupiah (1976), Darah Muda (1977), 135 Juta (1978), Santai (1979), Hak Azasi (1980), Begadang II (1981), Sahabat (1982), hingga Indonesia (1983). Semua ini diproduksi Yukawi Corporation, yang belakangan menjadi Soneta Records, milik saya. Sampai sekarang, sudah hampir seribu lagu saya ciptakan. Saya juga telah meraih sebelas Golden Plate Award. >>>Sebelum saya naik haji, cara berpakaian saya mengikuti gaya penyanyi rock Amerika dan Inggris: rambut gondrong, celana ketat, kemeja terbuka, dan sepatu bot. Setelah memakai nama Raden Haji Oma Irama, saya muncul dengan dandanan lain. Rambut tidak lagi gondrong, tapi dicukur rapi. Wajah sedikit berjenggot. Urusan aurat membuat saya berseteru dengan Inul Daratista pada 2003. Saya prihatin karena ulama sudah memojokkan dangdut. Dangdut dibilang musik setan karena mempertontonkan aurat. Saya diminta Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia Jawa Timur memberikan arahan kepada Inul. Tapi pernyataan saya selalu dipelintir media. Seolah-olah saya memojokkan Inul. Sampai sekarang belum ada islah. >>>Pada 1980-an, dua kali saya hampir mati di atas panggung. Saat pentas di Senayan, tiba-tiba saya kesetrum. Mik yang saya pegang lengket. Untung, gitaris saya sadar. Saya ditendang hingga jatuh berdebam. Gara-gara itu, tulang punggung saya retak dan harus digips selama enam bulan. Saya terpaksa menyanyi di pentas memakai kursi roda. >>>musik saya dijuluki musik samber nyawa. Bila Soneta berpentas, pasti ada saja orang yang mati. Misalnya, saat pentas di Jakarta Fair di Monas pada akhir 1970-an, tujuh penonton tewas. Setiap kali pentas, subhanallah, sejauh mata memandang, hanya manusia. Pada 1985, majalah Asia Week menjuluki saya "Southeast Asia Superstar".

  • Balada Sang Raja Dangdut

    Nama saya Irama. Lengkapnya Raden Irama. Ayah saya, Kapten Raden Burda Anggawirja, Komandan Batalion Garuda Putih di Tasikmalaya, Jawa Barat. Suatu hari ia mengundang grup sandiwara Irama Baru dari Jakarta untuk menghibur pasukannya. Seusai pertunjukan, ibu saya, Tuti Djuariah, melahirkan seorang putra. Hari itu, 11 Desember 1946, saya hadir ke dunia.
    Raden adalah gelar. Ayah dan ibu saya berdarah ningrat. Saya biasa dipanggil Oma. Ini panggilan sayang Ibu untuk saya, anak kedua dari 12 bersaudara. Belakangan, setelah saya naik haji, orang mengenal saya sebagai Rhoma Irama: Raden Haji Oma Irama.
    Orang tua saya pindah ke Jakarta pada 1950. Sejak duduk di kelas dua sekolah rakyat, saya sering menyanyi di depan kelas. Lagunya berbahasa Inggris dan India, No Other Love dan Mera Dil Ye Pukare Aaja karya Lata Mangeshkar. Saya belajar menyanyi dari Ayah. Suaranya merdu meski dia bukan penyanyi profesional.
    Bing Slamet (almarhum) pernah meminta saya tampil di Gedung Serikat Buruh Kereta Api di Manggarai. Dulu saya bersekolah di daerah Cibono, Manggarai, Jakarta Pusat. Saat itu, saya tampil bersama Bing Slamet di atas panggung.
    Saya tergila-gila pada gitar. Saya bermimpi memiliki gitar setelah melihat Parlin Hutagalung, pemain gitar dari grup Riama. Akhirnya, Ayah membelikan gitar akustik. Sayang, gitar itu hancur dilempar Ibu ke pohon jambu, gara-gara saya lalai menjaga adik yang masih bayi.
    Ibu tidak suka saya menyanyi. Dia ingin saya menjadi dokter atau insinyur. Kalau ditanya, saya bilang saja ingin menjadi hakim. Belakangan, Ibu terkejut ketika saya menjadi penyanyi profesional. Ibu hampir menangis sewaktu saya kasih uang rekaman pertama. "Kamu bisa ya mendapat uang dari musik," katanya.
    Ayah mendidik saya dengan keras. Dia sering menghukum saya dengan rotan. Ayah meninggal pada 1958, lalu Ibu menikah lagi.
    Awal 1960-an, saya membentuk band Gayhand, Tornado, dan Varia Irama Melody. Saya gemar menyanyikan lagu-lagu Pat Boone, Elvis Presley, Everly Brothers, Tom Jones, dan Paul Anka. Saya juga bergabung dalam kelompok orkes Melayu. Setiap malam Minggu, saya bermain band dalam pesta orang kaya. Ada kalanya saya bermain orkes Melayu di kampung, ditanggap pesta orang tak berpunya.
    Gara-gara bermain band, saya dikeluarkan dari sekolah menengah atas sampai delapan kali. Kuliah di Universitas 17 Agustus pun terbengkalai. Saya tidak tamat kuliah. Habis bagaimana, jiwa saya sepenuhnya untuk bermain musik.
    Lulus SMA, saya pernah kabur dari rumah. Ada desakan kuat ingin belajar agama Islam di Pesantren Tebuireng, Jombang. Saya nekat berangkat diam-diam ke Bandung. Maksudnya dari sana dengan kereta api saya bertolak ke Jombang. Kakak saya, Benny, dan teman masa kecil, Haris, menemani saya. Celakanya, kami tidak punya uang untuk beli tiket. Di Solo, kami kepergok kondektur dan diturunkan dari kereta api. Terpaksa kami hidup menggelandang beberapa bulan. Menjelang peristiwa G-30-S/PKI, saya pulang ke Jakarta.
    l l l
    Saya bernapas dengan musik. Tapi saya hidup di antara dua kutub: orkes Melayu dan rock. Saya bisa merasakan cibiran penikmat musik rock kepada orkes Melayu. Inilah yang memacu saya mengembangkan orkes Melayu menjadi dangdut.
    Tapi saya justru mengawali karier sebagai penyanyi pop. Pada akhir 1960-an, saya merekam lagu Di Dalam Bemo, berduet dengan penyanyi pop Titing Yeni. Waktu itu diiringi kelompok pop Melayu, Pancaran Muda, pimpinan Zakaria. Saya juga merekam beberapa lagu pop bersama band Zaenal Combo milik Zaenal Arifin dan band Galaksi, antara lain Pudjaan Hati, Di Rumah Saja, Bunga dan Kupu-kupu, Mohon Diri, Mabok Kepajang, Djangan Dekat-dekat, Anaknja Lima, dan Tjinta Buta.
    Pada 1968, saya bergabung dengan Orkes Melayu Purnama pimpinan Awab Haris dan Adullah. Awab dan Abdullah mengenalkan beberapa inovasi dalam irama Melayu. Mereka mengganti gendang kapsul dengan gendang tamtam. Band ini juga memasukkan gitar melodi ke dalam orkes. Agar mirip dengan musik India, pemain sulingnya, S. Shahab, menggunakan suling bambu.
    Di OM Purnama, saya berduet dengan penyanyi Elvy Sukaesih, yang belakangan mendapat julukan Ratu Dangdut. Saya juga merekam album Ingkar Janji bersama OM Chandraleka pimpinan Umar Alatas pada 1969.
    Saya beberapa kali pindah grup musik karena tiada kecocokan. Keprihatinan masa remaja, kehilangan ayah ketika masih di sekolah dasar, membentuk pribadi saya menjadi keras dan kukuh dalam prinsip, termasuk dalam musik. Akhirnya saya membentuk Orkes Melayu Soneta pada 13 Oktober 1970.
    Grup saya hadir saat demam rock melanda dunia. Rolling Stones, Led Zeppelin, dan Deep Purple menjadi idola. Wabah rock ini membuat genre musik lain nyaris mati. Wah, kalau begini situasinya, orkes Melayu tidak akan bisa bertahan. Saya putuskan bersiasat. Orkes Melayu saya beri sentuhan hard rock. Pokoknya, saya harus bersaing dengan musisi rock!
    Saya memasukkan napas hard rock ke dalam komposisi lagu Melayu. Irama Melayu yang mendayu saya ganti dengan ketukan hard rock yang cepat. Saya gunakan efek vokal ala Deep Purple. Irama tabla India dengan ciri khas gendang dan suling juga saya sisipkan. Lirik lagu Melayu yang pesimistis pun saya ubah menjadi dinamis.
    Agar "adonan" musik ini sempurna hasilnya, jumlah alat musik saya modifikasi. Peralatan orkes standar tidak cukup. Saya nekat menambahkan dua gitar elektrik, bas elektrik, drum, keyboard, dan organ. Saya juga mengemas pertunjukan dengan atraksi panggung dan penyanyi latar.
    Sejak 1971 sampai 1975, saya benar-benar bereksperimen. Hasilnya, saya membuat genre baru: dangdut! Istilah yang saya pakai: revolusi musik. Musik Melayu sudah bermetamorfosis menanggalkan wujudnya yang lama. Sambutan publik luar biasa. Musik saya menyusup ke mana-mana, dari gang becek di kampung-kampung sampai panggung mewah di Senayan.
    Pada masa itu, dangdut mendapat cercaan bertubi-tubi. Julukan musik kampungan melekat. Seorang pentolan band rock pada 1970 menyebut dangdut musik "tahi anjing". Tidak perlulah saya sebut namanya. Dia masih eksis sampai sekarang. Kubu rock bahkan meminta pemerintah melarang dangdut beredar.
    Perseteruan rock versus dangdut berlangsung bertahun-tahun. Sudah mafhum bila penggemar rock tawuran dengan fan dangdut. Korban terluka bukan main banyaknya. Panggung saya pernah dikencingi seorang rocker. Saya kejar dia dengan kabel setrum. Caci-maki di panggung sampai umpatan di media bertubi-tubi.
    Pada 1979, perang mencapai titik puncak. Tapi pengacara Japto Soerjosoemarno berinisiatif mendamaikan. Saya bersama Soneta ditantang "berduel" musik dengan Achmad Albar dan God Bless di Senayan. Itulah duel musik terbesar yang saya ingat. Sejak itu, dua kubu berdamai. Pada 1986, konser bersama rock dan dangdut kembali digelar.
    Kelompok orkes Melayu juga menolak kreasi saya. "Mau dibawa ke mana musik Melayu?" Awalnya, kelompok Melayu cenderung menyebutnya orkes tabla-mengacu pada gendang India. Mereka menolak dangdut masuk lingkungan irama Melayu. Ya! Mereka tentu ingin menjaga keaslian musik Melayu, yakni Melayu Deli.
    Sebetulnya saya lebih suka memakai istilah irama Melayu daripada dangdut. Kata dangdut awalnya adalah olok-olokan, cemoohan, dari kelompok pop, rock, dan elite musik kepada aliran musik Melayu-India. Kata dangdut seingat saya pertama kali dipakai oleh majalah Aktuil pada awal 1970-an. Dangdut adalah julukan orkes yang menggunakan gendang bersuara "dang-dang-dut".
    Kebetulan, penikmatnya kelas menengah ke bawah. Dangdut, misalnya, hadir di gang pengap Planet Senen, tempat pelacur, pemulung, maling, dan buruh jadi satu. Tapi, bagi orang yang antikemapanan dalam bermusik, dangdut adalah simbol pemberontakan. Dangdut adalah musik yang membebaskan.
    Nyatanya musik pinggiran ini mendapat tempat. Orang pada akhirnya semakin gandrung. Penggemar saya jutaan. Mungkin hanya saya musisi yang mampu mengumpulkan massa sama banyaknya dengan rapat raksasa di Lapangan Ikada.
    l l l
    Pembicaraan siang itu terhenti sejenak. Rhoma masuk ke rumah. Dia ingin menunjukkan gitar kesayangannya, sebuah gitar headless bermerek Steinberger yang dibelinya di Hong Kong pada 1980. Saat itu harganya Rp 20 juta. Rhoma fanatik pada merek ini. Setelah Fender dan beberapa gitar merek lain, "Steinberger ini gitar terakhir saya," katanya. "Neck-nya kecil, fret-nya 24. Pas buat saya." Dua buah Steinberger, berwarna hitam dan putih, kini setia menemaninya.
    Meski masa jayanya sudah lewat, Rhoma masih laris manis. Dalam sebulan Rhoma dan Soneta masih melayani dua-tiga konser off air di daerah. Termasuk panggilan berdakwah. Kini, film terbarunya, Sajadah Ka'bah, sedang dalam tahap editing. Badannya masih fit. Makanannya tidak berpantang. Olahraganya sederhana dan merakyat: silat Cingkrik. "Saya masih sehat. Jarang sakit."
    l l l
    Buat saya, musik harus mengandung pesan meski bahasanya sederhana. Tahun 1973 adalah tahun terpenting dalam karier musik saya. Saya memutuskan OM Soneta harus membawa misi Islam. Istilah saya "The Voice of Islam". Saya bilang, "Kenapa main musik harus identik dengan mabuk, bir, obat? Kenapa harus cipika-cipiki (cium pipi kanan dan cium pipi kiri) dan bebas pergaulan?" Saya merasa dibayangi dosa.
    Tahun itu, pada 13 Oktober, saya bilang kepada anggota grup, "Mulai hari ini, tidak ada lagi yang meninggalkan salat. Tidak ada lagi botol minuman di pentas musik. Yang mau ikut, jabat tangan saya. Yang tidak, silakan keluar." Alhamdulillah, semuanya ikut saya. Saya pun mendatangkan guru agama, Ustad Said Ubeid Elly.
    Napas agama makin terasa sepulang saya naik haji pada November 1975. Soneta Group sempat akan berganti nama menjadi Haji Sembilan, mengabadikan tokoh Walisongo yang menyebarkan Islam dengan wayang dan gamelan. Tapi rencana ini batal karena anggota Soneta hanya delapan.
    Saya makin gencar membawakan pesan agama setiap kali konser. Pertama kali saya mengucapkan "assalamualaikum" di atas panggung, saya ditimpuki sandal dan batu. Waktu itu tahun 1975, di Ancol, saat perayaan tahun baru. Penonton marah, "Apa itu!" Batu beterbangan ke atas panggung. Mereka menganggap itu penghinaan terhadap agama.
    Itulah dakwah saya yang pertama. Pertentangannya sangat besar. Saya disidang oleh Majelis Ulama Indonesia karena membawa-bawa agama dalam musik. Media saat itu menulis: "Rhoma menjual agama", "Rhoma mendendangkan Al-Quran di atas panggung musik", "Rhoma melecehkan agama". Tapi saya maju terus. Buat saya, musik ini not just for fun, tapi harus bisa mengubah dan membentuk perilaku orang.
    Sebelum saya naik haji, cara berpakaian saya mengikuti gaya penyanyi rock Amerika dan Inggris: rambut gondrong, celana ketat, kemeja terbuka, dan sepatu bot. Setelah memakai nama Raden Haji Oma Irama, saya muncul dengan dandanan lain. Rambut tidak lagi gondrong, tapi dicukur rapi. Wajah sedikit berjenggot.
    Urusan aurat membuat saya berseteru dengan Inul Daratista pada 2003. Saya prihatin karena ulama sudah memojokkan dangdut. Dangdut dibilang musik setan karena mempertontonkan aurat. Saya diminta Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia Jawa Timur memberikan arahan kepada Inul. Tapi pernyataan saya selalu dipelintir media. Seolah-olah saya memojokkan Inul. Sampai sekarang belum ada islah.
    l l l
    Pada 1975, album pertama OM Soneta (Volume I) terbit. Sambutan pendengar luar biasa. Lagu Begadang, Sengaja, Sampai Pagi, Tung Keripit, Cinta Pertama, Kampungan, Yale Le, Tak Tega, dan Sedingin Salju meledak di pasaran.
    Setelah Begadang, saya semakin produktif. Muncul beberapa album lain, dari Penasaran (1976), Rupiah (1976), Darah Muda (1977), 135 Juta (1978), Santai (1979), Hak Azasi (1980), Begadang II (1981), Sahabat (1982), hingga Indonesia (1983). Semua ini diproduksi Yukawi Corporation, yang belakangan menjadi Soneta Records, milik saya. Sampai sekarang, sudah hampir seribu lagu saya ciptakan. Saya juga telah meraih sebelas Golden Plate Award.
    Keberhasilan di dunia musik mengantarkan saya menjadi bintang film. Kira-kira sudah 20 judul film bertema dangdut dan dakwah yang saya bintangi. Sebut saja Begadang (1978), Raja Dangdut (1978), Cinta Segitiga (1979), Camelia (1979), Perjuangan dan Doa (1980), Melodi Cinta Rhoma Irama (1980), Badai di Awal Bahagia (1981), Bunga Desa (1988), Jaka Swara (1990), Nada dan Dakwah (1991), serta Tabir Biru (1994). Film Satria Bergitar, yang dibuat pada 1984, menelan biaya Rp 750 juta.
    Pada 1980-an, dua kali saya hampir mati di atas panggung. Saat pentas di Senayan, tiba-tiba saya kesetrum. Mik yang saya pegang lengket. Untung, gitaris saya sadar. Saya ditendang hingga jatuh berdebam. Gara-gara itu, tulang punggung saya retak dan harus digips selama enam bulan. Saya terpaksa menyanyi di pentas memakai kursi roda.
    Pada masa itu, musik saya dijuluki musik samber nyawa. Bila Soneta berpentas, pasti ada saja orang yang mati. Misalnya, saat pentas di Jakarta Fair di Monas pada akhir 1970-an, tujuh penonton tewas. Setiap kali pentas, subhanallah, sejauh mata memandang, hanya manusia. Pada 1985, majalah Asia Week menjuluki saya "Southeast Asia Superstar".