Senin, 02 November 2015

Dalam Islam , pertama kali penyebab kejahatan dicari dan upaya besar dilakukan untuk memperbaiki kepribadian penjahat . Hukuman dalam hukum Islam adalah seperti orang tua memberikan hukuman kepada anak-anak mereka . Tujuan menghukum penjahat bukan untuk mengisolasi dirinya , melainkan untuk membantu dia kembali ke masyarakat . Seorang pria miskin bernama Abbad bin Shurahbil mencuri beberapa kurma dari kebun dan mengantongi sebagiannya . Pada saat itu , pemilik kebun menangkapnya dan memukulinya . Abbadnyang sangat terluka oleh peristiwa itu , pergi ke Nabi untuk mengadu . Nabi Muhammad ( saw ) memanggil pemilik kebun dan berkata kepadanya , " Tidakkah kamu tahu dia tidak berpendidikan ? Dia tidak tahu apa yang dia lakukan . Apakah Anda memberinya saran ? Selain itu, ia merasa lapar , Anda seharusnya memberinya makan " [ 29 ] Pemilik kebun menjadi begitu menyesal dengan apa yang telah dilakukannya sehingga ia memberikan beberapa kurma lagi untuk Abbad bersama dengan dua karung gandum . . Pernyataan-pernyataan ini tidak dimaksudkan untuk melindungi perampok , melainkan untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang menimbulkan pencurian . Nabi ( saw ) menyatakan dengan jelas bahwa ia akan memotong tangan putrinya sendiri sebagai hukuman jika mencuri . Nabi Muhammad ( saw ) sangat penuh kasih dengan tawanan perang . Dia berkata kepada para sahabatnya : " Mereka adalah saudara-saudaramu , berikan mereka apa yang Anda makan dan minum ! " [ 30 ]....>>>Allah suka memaafkan . Dia telah berjanji untuk mengampuni dosa-dosa manusia jika mereka sungguh-sungguh bertobat . Dalam Al-Qur'an , Allah juga meminta hamba-Nya untuk memaafkan karena Dia Maha Pengampun . Syarat pengampunan Allah adalah bahwa seseorang merasa menyesal, mematuhi perintah Allah , dan menjauhi yang dilarang. Contoh terbaik pengampunan ditemukan dalam kehidupan Nabi ( saw ) . Beliau memaafkan Hindun , yang menggigit hati pamannya Hamzah pada Perang Uhud . Selama penaklukanMekah setelah ia menjadi muslimah , Hindun datang dari belakang Nabi dan bertanya , " Wahai Rasulullah , apakah Anda mengenali saya ? " Nabi Muhammad , lima tahun setelah Uhud , menunjukkan bahwa ia masih ingat teriakan sukacitanya setelah Hamzah syahid . " Bagaimana aku bisa melupakan teriakan itu? " Namun , ia memaafkannya demi Kalimat Tauhid , yang Hindun ucapkan saat masuk Islam . Di sisi lain , Nabi Muhammad mengatakan kepada orang-orang Mekah yang sedang menunggu dengan cemas setelah penaklukkan : " Wahai Suku Quraisy ! Apa yang Kalian harapkan kepada saya yang bısa saya lakukan untuk Anda ? " Orang-orang Quraisy berkata , " Kami berharap bahwa Anda akan mengampuni kami. Anda adalah saudara yang penuh dengan kebaikan dan kasih sayang . Anda juga anak seorang saudara yang memiliki kebaikan dan kemurahan ... " Setelah itu, Nabi ( saw ) berkata , " Aku berkata kepada kalian apa yang Nabi Yusuf ( saw ) katakan kepada saudara-saudaranya : Hari ini , tidak ada cela atas kalian . Semoga Allah mengampuni kalian . Kalian boleh pergi. Kalian bebas . " [ 31 ] Dalam pidato yang lain , ia berkata , " Hari ini adalah hari kasih sayang . Hari ini adalah hari Allah meningkatkan kekuatan Islam oleh orang-orang Quraisy . Salah satu musuh paling sengit Islam di Mekah adalah Abu Jahal , yang secara harfiah berarti " bapak kebodohan . " Anaknya Ikrimah juga musuh utama Islam . Ikrimah melarikan diri ke Yaman ketika Mekah ditaklukkan . Istrinya menjadi seorang Muslim dan kemudian mengajak ikrimah menemui Nabi ( saw ) , yang menemuinya dengan senang hati dan berkata kepadanya : " Wahai penunggang kuda yang berlari! Selamat Datang ! " Dia memaafkannya tanpa mengingatkan dia tentang kebejatannya terhadap Muslim . [ 32 ] Seorang pria bernama Hamamah menerima Islam dan memutuskan hubungan dengan Musyrikin Mekkah . Mekkah dikejutkan oleh keputusannya dan mendekati Nabi ( saw ) untuk meminta pria itu untuk mempertahankan perdagangan dengan mereka . Nabi ( saw ) mengirim surat kepada Hamamah dan memintanya untuk melanjutkan perdagangan dengan kaum Quraisy . Meskipun musyrik telah mengepung kaum muslimin selama tiga tahun dan telah menyiksa mereka dengan membiarkan mereka lapar , Rasulullah ( saw ) tetap memaafkan mereka . Mereka semua menjadi Muslim ketika dihadapkan dengan pengampunan tak berujung tersebut. Suatu hari , sekelompok delapan puluh orang datang untuk membunuh Nabi ( saw ) , tetapi mereka semua tertangkap . Rasulullah ( saw ) juga mengampuni mereka semua. Setelah Khaibar ditaklukkan , seorang wanita memberikan makanan yang diracuni kepada Nabi ( saw ) , nabi melihat racun setelah gigitan pertama . Wanita Yahudi tersebut mengaku perbuatannya , tetapi Nabi memaafkannya . [ 33 ] ...>>> ...Dalam era pra-Islam , perempuan telah diperlakukan sedemikian rupa sehingga kebanggaan feminin mereka dilecehkan . Selir dipandang sebagai instrumen hiburan dan diperlakukan dengan cara yang sangat merendahkan . Khawatir bahwa mereka akan tumbuh menjadi pelacur , gadis kecil dikubur hidup-hidup oleh orang tua mereka , tanpa belas kasihan . Dengan hati membatu , bahkan kejahatan yang lebih buruk dilakukan untuk melindungi mereka dari bencana , semua ini adalah hasil dari kebodohan . Atas perintah Nabi Muhammad , hak-hak perempuan ditegakkan . Perempuan menjadi contoh kesopanan dan kebajikan dalam masyarakat . Lembaga keibuan memperoleh kehormatan . Dengan hadits yang mengatakan "Surga terletak di bawah kaki ibu , " [ 21 ] ibu memperoleh status yang layak karena kemurahan hati Nabi Muhammad . Contoh kebaikan yang dilakukan oleh Nabi untuk perempuan adalah salah satu contoh yang indah . " Selama perjalanan , seorang budak bernama Anjasha menyebabkan unta unta berlarian karena nyanyiannya [ 22 ] Nabi Muhammad , berpikir bahwa tubuh halus dari wanita pada unta mungkin akan terluka , berkata: . O Anjasha ! Hati-hati dengan kristal itu ! Hati- hati kristal ! " [ 23 ]...>> ...Seorang Badui yang kasar memanggil Nabi Muhammad ( saw ) tiga kali . Setiap kali , Nabi ( saw ) tetap sopan kepadanya meskipun sikapnya yang kasar dan menanggapi dengan mengatakan , 'Selamat datang. ' [ 4 ] Abdullah bin Amr , ( ra ) , meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ( saw ) tidak pernah menggunakan ekspresi buruk yang biasa digunakan dalam bahasa sehari-hari . Nabi ( saw ) mengatakan , " hal-hal kecil dari kesopanan yang kelihatan sepele bagi Anda , yang Anda anggap remeh , akan sangat penting pada hari kiamat " . [ 5 ] Rasul Allah ( saw ) melayani tamunya secara pribadi , dengan sopan santun . Dia tidak melanggar aturan kesopanan bahkan ketika ia masih kecil . Dia dikenal karena belas kasih dan kedekatan kepada yang membutuhkan , anak yatim , para janda dan orang-orang yang tidak memiliki kerabat untuk membantu mereka . [ 6 ] Anas ( ra ) berkata : " saya melayani Nabi Muhammad ( saw ) selama sepuluh tahun . Dia tidak pernah menegur saya dengan bertanya , "Kenapa kau melakukan itu?" Ketika saya membuat kesalahan . " [ 7 ] kasih sayang beliau bahkan mencapai tawanan perang . Dia memerintahkan agar mereka diperlakukan dengan baik . Belas kasihan dari Nabi ( saw ) meliputi semua makhluk . Ketika dia melihat seorang anak , kebahagiaan tampak di wajahnya dan ia mengambil anak-anak sahabatnya dalam pelukannya dan menepuk mereka . Dia selalu menyapa anak-anak , menunjukkan kepada mereka rasa kasih sayang dan bercanda dengan mereka . Suatu ketika beliau melihat sekelompok anak-anak yang sedang lomba lari . Beliau bergabung dengan mereka dan berlari bersama mereka . Dia membonceng anak-anak di atas unta ketika ia menemukan mereka di jalan dan memperhatikan mereka . Anas ( ra ) digambarkan melakukan sebagai berikut : " . Aku belum pernah melihat siapa pun yang menghormati hak-hak keluarga dan anak-anak lebih dari Rasulullah ( saw ) " [ 8 ] Jika bayi menangis saat ibunya sedang berdoa , ia mengizinkan ibu untuk mempersingkat salat nya untuk mencegah anak dari menangis sampai ia kembali . [ 9 ] Ia sholat sepanjang malam , menangis untuk ummatnya. [ 10 ] Dia mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan umat manusia dari api neraka [ 11 ] ini adalah beberapa indikasi dari kasih sayang beliau yang mendalam ...>> ...Al-Qur’an Umat Muslim hanya dibolehkan membunuh, mengusir dan memerangi umat kafir yang telah memerangi mereka terlebih dahulu dan dilarang melampaui batas. Dilarang berperang di Masjidil Haram, kecuali umat kafir telah memerangi terlebih dahulu ditempat tersebut. Jika pihak musuh sudah berhenti memerangi dan tidak adalagi kerusakan maka diwajibkan untuk berhenti berperang. Berperang hanya dijalan yang diperintahkan oleh Allah. Wajib melindungi orang-orang musyrik yang meminta perlindungan terhadap Umat Muslim. Al-Hadits Berikut beberapa peraturan dalam berperang yang harus dipatuhi oleh umat Muslim ketika berperang melawan musuh: Dilarang melakukan pengkhianatan jika sudah terjadi kesepakatan damai, Dilarang membunuh wanita dan anak-anak, kecuali mereka ikut berperang maka boleh diperangi, Dilarang membunuh orang tua dan orang sakit, Dilarang membunuh pekerja (orang upahan), Dilarang mengganggu para biarawan dan tidak membunuh umat yang tengah beribadah. Dilarang memutilasi mayat musuh, Dilarang membakar pepohonan, merusak ladang atau kebun, Dilarang membunuh ternak kecuali untuk dimakan, Dilarang menghancurkan desa atau kota, Nabi Muhammad SAW juga telah mengeluarkan instruksi yang jelas untuk memberikan perawatan terhadap tawanan perang yang terluka. Sejarah mencatat bagaimana umat Islam saat itu menangani tawanan pertama selepas Perang Badar pada 624 Masehi. Sebanyak 70 orang tawanan Makkah yang ditangkap dalam perang itu dibebaskan dengan atau tanpa tebusan...>>

Beginilah Aturan Islam dalam Perang dan Memperlakukan Tawanan

Perang Islam 01

RIYADH – Salah besar bila menganggap Islam sebagai agama yang tidak menghargai hukum. Faktanya, Islam tidak pernah menyetujui praktek-praktek yang melanggar hukum.
Sebagai contoh, perlakuan terhadap tawanan perang. Islam merupakan agama yang menghindari praktek kekerasan terhadap tawanan perang. Contoh lainnya, Islam menekankan sikap sopan santun dalam pertemuan. Ajaran itu tertuang dalam Alquran, surat Al-Insan ayat 8.

wayuth‘imuna alththha’aama ‘alaa hubbihi miskiinan wayatiiman wa-asiiraan (dengarkan audio)
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 8)
Dan berikut ini sejumlah hadist yang meriwayatkan ajaran agar mendorong umat Islam tidak membunuh orang lain.
“Dilarang membunuh anak, perempuan, orang tua dan orang yang sedang sakit.” (Imam Abu Dawud).
“Dilarang melakukan pengkhianatan atau mutilasi. Jangan mencabut atau membakar telapak tangan atau menebang pohon-pohon berbuah. Jangan menyembelih domba, sapi atau unta, kecuali untuk makanan.” (Al-Muwatta).
“Dilarang membunuh para biarawan di biara-biara, dan tidak membunuh mereka yang tengah beribadah.” (Musnad Ahmad Ibn Hanbal)
“Dilarang menghancurkan desa dan kota, tidak merusak ladang dan kebun, dan tidak menyembelih sapi.” (Sahih Bukhari, Sunan Abu Dawud)
Nabi Muhammad SAW juga telah mengeluarkan instruksi yang jelas untuk memberikan perawatan terhadap tawanan perang. Sejarah mencatat bagaimana umat Islam saat itu menangani tawanan pertama selepas Perang Badar pada 624 Masehi. Sebanyak 70 orang tawanan Makkah yang ditangkap dalam perang itu dibebaskan dengan atau tanpa tebusan.
“Pagi dan Malam mereka memberikanku roti. Kalau ada seorang Muslim yang memiliki sepotong roti ia akan berbagi denganku,” tulis Ibnu Ishaq, seorang penulis biografi awal Nabi Muhammad SAW, saat mengutip seorang tawanan perang.
Nabi Muhammad SAW juga memberikan perintah untuk tidak memaksa tawanan perang berpindah agama. Itu sebabnya, Nabi membiarkan penyembah berhala Thamamah Al-Hanafi yang tertangkap dalam pertempuran untuk tidak berpindah agama. Nabi lebih memilih meminta para sahabat untuk berdialog bersama Al-Hanafi saat penyembah berhala itu merasa terjamin keselamatannya.
Dalam pertempuran Badar, Nabi Muhammad SAW juga tidak membiarkan para tawanan berpakaian lusuh. Nabi memerintahkan para sahabat untuk memberikan pakaian yang layak.
“Setelah Perang Badar, para tawanan perang dibawa, di antara mereka adalah Al-Abbas bin Abdul Muthalib. Dia tidak punya baju, jadi Nabi  mencari kemeja untuknya. Ternyata kemeja Abdullah bin Ubayy memiliki ukuran yang sama. Selanjutnya, Nabi (saw) memberikannya kepada Al-Abbas untuk dipakai,” HR Bukhari.
Untuk penjahat perang, Islam punya penilaian sendiri. Penjahat perang tidak dapat dibunuh tanpa alasan yang sah. Islam mengatur dengan ketat persoalan ini.

Perang Islam 02

Peraturan Perang Dalam Islam
Jadi singkatnya, peraturan perang Islam merujuk kepada apa yang telah diterima dalam syariah (hukum Islam) dan fiqih (ilmu hukum Islam) oleh para ulama (cendekiawan Islam) sebagai cara yang benar dalam Islam yang harus dipatuhi oleh para Muslim dalam ketika sedang berperang.
Pada dasarnya berperang dalam ajaran Islam hanya boleh dilakukan jika dalam keadaan terdesak untuk mempertahankan diri dan tidak pernah digunakan sebagai satu kegiatan menyerang umat lain.
Perundang-undangan tentang berperang terdapat pada dalil di dalam Al-Qur’an dan hadits. Perintah tersebut diantaranya adalah:

Al-Qur’an

  • Umat Muslim hanya dibolehkan membunuh, mengusir dan memerangi umat kafir yang telah memerangi mereka terlebih dahulu dan dilarang melampaui batas.
  • Dilarang berperang di Masjidil Haram, kecuali umat kafir telah memerangi terlebih dahulu ditempat tersebut.
  • Jika pihak musuh sudah berhenti memerangi dan tidak adalagi kerusakan maka diwajibkan untuk berhenti berperang.
  • Berperang hanya dijalan yang diperintahkan oleh Allah.
  • Wajib melindungi orang-orang musyrik yang meminta perlindungan terhadap Umat Muslim.

Al-Hadits

Berikut beberapa peraturan dalam berperang yang harus dipatuhi oleh umat Muslim ketika berperang melawan musuh:
  • Dilarang melakukan pengkhianatan jika sudah terjadi kesepakatan damai,
  • Dilarang membunuh wanita dan anak-anak, kecuali mereka ikut berperang maka boleh diperangi,
  • Dilarang membunuh orang tua dan orang sakit,
  • Dilarang membunuh pekerja (orang upahan),
  • Dilarang mengganggu para biarawan dan tidak membunuh umat yang tengah beribadah.
  • Dilarang memutilasi mayat musuh,
  • Dilarang membakar pepohonan, merusak ladang atau kebun,
  • Dilarang membunuh ternak kecuali untuk dimakan,
  • Dilarang menghancurkan desa atau kota,
Nabi Muhammad SAW juga telah mengeluarkan instruksi yang jelas untuk memberikan perawatan terhadap tawanan perang yang terluka. Sejarah mencatat bagaimana umat Islam saat itu menangani tawanan pertama selepas Perang Badar pada 624 Masehi. Sebanyak 70 orang tawanan Makkah yang ditangkap dalam perang itu dibebaskan dengan atau tanpa tebusan.

Perang Islam 03

Referensi dan Sumber:
Referensi:
  1. “Jihad di dalam Islam bukan satu kegiatan kejam yang ditujukan dengan sembarangan terhadap orang bukan Islam; ia adalah nama yang diberikan kepada satu perjuangan yang membulat yang seorang Muslim harus melancarkan terhadap Kejahatan di dalam apa jua bentuk atau rupa pun ia menjelma. Berlawan di dalam jalan Allah hanya salah satu aspek Jihad. Ini juga di dalam Islam bukannya satu perbuatan pengganasan yang menggila… Ia mempunyai fungsi material dan moral, iaitu pemeliharaan diri sendiri dan pemeliharaan peraturan moral di dalam dunia.” (“Sahih Muslim, III, m.s. 938 – ayat penjelasan)
  2. “Pedang itu tidak digunakan secara membabi-buta oleh orang Muslim; ia telah digunakan semata-matanya dengan perasaan keperikemanusiaan untuk kepentingan umat manusia yang lebih luas” (ibid. ms. 941 – juga nota penjelasan)
  3. “…dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. (Al-Baqarah 2:191).
  4. “…dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Al-Baqarah 2:190).
  5. “…dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (Al-Baqarah 2:193).
  6. “…dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (Al-Anfal 8:39).
  7. …Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (At-Taubah 9:5)
  8. “…dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah 2:244).
  9. “…dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (At-Taubah 9:6)
  10. “Dengarkan, wahai orang-orang, karena aku akan memberitahukan kepadamu sepuluh peraturan untuk membimbingmu dalam medan perang. Jangan melakukan pengkhianatan dan jangan menyimpang dari jalan yang benar. Kalian tidak boleh memutilasi mayat musuh. Jangan membunuh anak-anak, ataupun perempuan, ataupun orang tua. Jangan merusak pepohonan, dan jangan pula membakarnya, terutama pepohonan yang subur. Jangan membunuh hewan ternak musuh, kecuali untuk dijadikan makanan. Kalian harus mengampuni orang-orang yang mengabdikan diri mereka untuk urusan keagamaan; jangan ganggu mereka.” “The Rightly Guided Khalifas” Islamic Web.
  11. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar r.a, ia berkata, “Aku mendapati seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah saw. Kemudian beliau melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam peperangan,” (HR Bukhari 3015 dan Muslim 1744).
  12. Dalam riwayat lain disebutkan, “Rasulullah saw. mengecam keras pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak,” (HR Bukhari 3014 dan Muslim 1744).
  13. Dari Buraidah r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Berperanglah fi sabilillah dengan menyebut nama Allah, perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah, berperanglah dan jangan mencuri harta rampasan perang, jangan berkhianat, jangan mencincang mayat dan janganlah membunuh anak-anak,” (HR Muslim 1731).
  14. Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu berkata, “Ulama sepakat mengamalkan hadits ini dalam masalah tidak bolehnya membunuh wanita dan anak-anak bila mereka tidak turut berperang. Namun ulama berbeda pendapat bila mereka (wanita dan anak-anak ini) ikut berperang. Jumhur ulama secara keseluruhan berpendapat bila mereka ikut berperang maka mereka dibunuh.” (Ikmalul Mu’lim bi Fawa`id Muslim, 6/48)
  15. Hanzhalah Al-Katib berkata, “Kami berperang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kami melewati seorang wanita yang terbunuh yang tengah dikerumuni oleh manusia. Mengetahui hal itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wanita ini tidak turut berperang di antara orang-orang yang berperang.” Kemudian beliau berkata kepada seseorang, “Pergilah engkau menemui Khalid ibnul Walid, katakan kepadanya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanmu agar jangan sekali-kali engkau membunuh anak-anak dan pekerja/orang upahan.” (HR. Ibnu Majah no. 2842, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 701)
  16. Musnad Ahmad bin Hanbal.
  17. Yahya meriwayatkan padaku dari Malik bahwa, ia mendengar bahwa Umar bin Abd al-Aziz menulis kepada salah satu dari gubernur, “Telah diturunkan kepada kita bahwa ketika Rasulullah SAW. mengirim seseorang pada perayaan kemenangan atas penyerangan, ia akan mengatakan kepada mereka, ‘Buatlah serangan anda atas nama Allah dengan jalan yang diridhoi Allah. Perangilah semua orang yang menyangkal Allah. Jangan mencuri harta rampasan perang, dan jangan berkhianat. Jangan mencincang mayat dan jangan membunuh anak-anak ‘Ucapkan keseluruh tentaramu, Insya Allah.. Salam bagimu. ” Malik Muwatta Book 21, Number 21.3.11
  18. Hadits riwayat Bukhari, Sunan ABu Dawud.
Sumber:
IslamIsLogic.wordpress.com

Umur 25 Nabi-Nabi ‘Alaihimus Salam dan Letak Makam Mereka

71304-amalan-doa-agar-cepat-hamil-islam

Dalam Al-Qur’an telah disebutkan 25 Nabi dari ribuan nabi-nabi lainnya. Ke-25 nabi itu diawali oleh Nabi Adam A.S. (‘Alaihis Salam) sebagai nabi pertama yang juga menyembah HANYA SATU TUHAN, ALLAH SWT.
Sejatinya…. semua nabi memang memeluk ajaran Islam yang menyembah hanya SATU TUHAN saja, begitu juga dengan ribuan nabi-nabi lainnya hingga ke Nabi Muhammad SAW (Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam) sebagai nabi terakhir umat Planet Bumi. Mereka semua adalah seorang Monoteisme yang menyembah HANYA satu Tuhan.
Ke-25 nabi-nabi hebat tersebut makamnya juga selalu dipelihara oleh umat muslim seantero dunia, walau diantara mereka adalah raja-raja Yahudi yang taat dan shaleh serta mencintai Allah SWT seumur hidupnya.
Selama makam nabi-nabi diperlihara oleh umat Islam, maka makam akan selalu terpelihara, karena mereka adalah nabi-nabi umat Islam juga dan harus dipercaya dan dihormati layaknya seorang nabi, jauh melebihi imam atau ustadz, lagi pula nama mereka juga ada di dalam kitab suci Al-Qur’an. Mereka adalah orang-orang sangat hebat sebagai nabi Allah SWT dimasanya.
Berikut umur keduapuluh lima Nabi-Nabi ‘Alaihimus Salam, yang tercantum di dalam Al-Qur’an berikut dengan letak makam Mereka (jika ada info).
1. Nabi Adam ‘Alaihis Salam
Umur : 1000 tahun
Makam : India, menurut satu pendapat ada di Makkah, dan menurut pendapat lain ada di Baitul Maqdis

Jejak kaki Nabi Adam AS.

2. Nabi Idris ‘Alaihis Salam
Umur : 865 tahun
Makam : (tidak ada informasi)
3. Nabi Nuh ‘Alaihis Salam
Umur : 950 tahun
Makam : Masjid Kufah, menurut satu pendapat ada di al-Jabal al-Ahmar (Gunung Merah), dan menurut pendapat lain ada di dalam al-Masjid al-Haram Makkah.
4. Nabi Hud ‘Alaihis Salam
Umur : 464 tahun
Makam : di Timurnya Hadharamaut, Yaman.
5. Nabi Shalih ‘Alaihis Salam
Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Makam : di Hadharamaut
6. Nabi Luth ‘Alaihis Salam
Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Makam : Shou’ar
7. Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam
Umur : 200 tahun
Kelahiran : Lahir pada 1273 tahun setelah peristiwa banjir dan topan pada masa Nabi Nuh ‘Alaihis Salam.
Makam : di kota al-Khalil (Palestina), dimakamkan bersama Sarah (isteri pertamanya).
8. Nabi Isma’il ‘Alaihis Salam
Umur : 137 tahun
Makam : dimakamkan di samping Ibunda (yakni Hajar) di Makkah (di sekitar Ka’bah dekat Maqam Ibrahim)
9. Nabi Ishaq ‘Alaihis Salam
Umur : 180 tahun
Makam : dimakamkan bersama Ayahanda (yakni Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam) di kota al-Khalil (Palestina).
10. Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam
Umur : 137 tahun
Wafat : di Mesir
Makam : untuk memenuhi wasiatnya, oleh sang putra (Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam), jenazahnya dipindah dimakamkan ke kota al-Khalil (Palestina)
11. Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam
Umur : 110 tahun
Wafat : di Mesir
Makam : oleh saudara-saudaranya (untuk memenuhi wasiatnya) jenazahnya kemudian dipindah dimakamkan di Nablus (Palestina)
12. Nabi Syu’aib ‘Alaihis Salam
Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Makam : di desa Hathin dekat kota Thabariyah (Syria)
13. Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam
Umur : 93 tahun
Makam : di desa Syaikh Sa’d (dekat kota Damasykus) Syria.
14. Nabi Dzul Kifli ‘Alaihis Salam
Umur : (tidak ada informasi)
Lahir : di Mesir
Makam : wafat di daerah gunung Thursina, menurut salah satu pendapat di samping Ayahanda di salah satu kota di Syam.
15. Nabi Yunus ‘Alaihis Salam
Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Makam : tidak ada informasi sama sekali tentang letak makamnya.
16. Nabi Musa ‘Alaihis Salam
Umur : 120 tahun
Makam : wafat di daerah gunung Thursina dan di makamkan di sana.
17. Nabi Harun ‘Alaihis Salam
Umur : 122 tahun
Makam : wafat di daerah gunung Thursina dan di makamkan di sana.
18. Nabi Ilyas ‘Alaihis Salam
Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Lahir : dilahirkan setelah masuknya Bani Isra’il ke Palestina
Makam : menurut satu pendapat ada di Ba’labak (Lebanon). (Tapi menurut satu pendapat, beliau belum wafat sampai sekarang –penerjemah)
19. Nabi Ilyasa ‘Alaihis Salam
Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan tempat tinggalnya dan daerah yang dituju setelah kaumnya ingkar di kota Banyas.
20. Nabi Dawud ‘Alaihis Salam
Umur : 100 tahun
Kerajaan : bertahan sampai 40 tahun
21. Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam
Kerajaan: beliau mewarisi kerajaan Ayahanda (yakni Nabi Dawud ‘Alaihis Salam) ketika umur 12 tahun, kerajaannya bertahan sampai 40 tahun.
22. Nabi Zakariya ‘Alaihis Salam
Wafat: beliau dibunuh dengan cara digergaji oleh orang yang telah menyembelih sang putra (Nabi Yahya ‘Alaihis Salam)
23. Nabi Yahya ‘Alaihis Salam
Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Lahir : pada tahun yang sama dengan tahun kelahiran Nabi ’Isa al-Masih ‘Alaihis Salam.
Wafat : ketika beliau sedang di Mihrab, disembelih oleh sesorang yang disuruh oleh seorang wanita jahat dari pihak raja yang zhalim.
Makam: kepalanya dimakamkan di Masjid al-Jami’ al-Amawi (Damasykus-Syria)
24. Nabi ’Isa al-Masih ‘Alaihis Salam
Umur : 33 tahun di bumi, kemudian Allah mengangkatnya ke langit setelah tiga tahun diangkat menjadi Nabi. Dituturkan, bahwa Ibunda (yakni Maryam) masih hidup 6 tahun setelah ’Isa al-Masih ‘Alaihis Salam diangkat ke langit. Maryam wafat dalam umur 53 tahun.
25. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
Umur : 63 tahun.
Lahir : di Makkah 20 April 570 M.
Wafat : Madinah, 8 Juni 632 M.
Makam : di rumah ’Aisyah di kompleks Masjid Nabawi Madinah dan dimakamkan di sana.
Gelar : Rasulullah, An-Nabi, Khatamul Anbiya, Al-Mustafa, Al-Amin, Shalallahu alaihi wa Salam (Salawat dari Allah dan salam atasnya)
Nasab Jalur Ayah : Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Ismail bin Ibrahim
Nasab Jalur Ibu : Aminah binti Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab.
Nisbah : Al-Makki
Kebangsaan : Islam (sebagai kerajaan Teokrasi).
Etnis : Arab, suku Quraisy, bani Hasyimiyah
Zaman : Pra Hijriah – Abad pertama Hijriah
Wilayah aktif  : Jazirah Arab
Jabatan : Nabi Islam dan Pemimpin Negara
Mazhab Akidah : Tauhid
Dipengaruhi oleh : Nuh, Ibrahim, Musa, Isa (alaihimus salam)-( za: Nabi Muhammad itu ummiy = buta huruf dan tdk membaca kitab2 yg terdahulu.. dan karenanya tdk dipengaruhi oleh siapapun ataw nabi manapun...Kalau ada persamaan akidah..hal demikian karena wahyu illahi.. melalui Jibril..., sang malaikat pembawa wayu. Pd waktu menerima wahyu pertama.. iqra, beliau mnengatakan saya buta huruf ...n tak bisa baca.. ber-kali2..hingga 3 kali.. dan jibril menghentikan bacaannya... hingga setelah yg ke 3.. baru jibril melanjutkan wahyu.. hingga 5 ayat...)
Penghargaan:.
1. Tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia.
2. Nama terpopuler di dunia adalah merujuk kepada namanya.
Istri : lihat Ummul Mukminin.
Keturunan : Al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah, dan Ibrahim
IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Nabi Adam, dan misteri telapak kaki 200 juta tahun yang lalu ?

Di dekat kota Mpaluzi (Afrika Selatan) dihebohkan dengan penemuan telapak kaki manusia, yang berukuran panjang sekitar 4 feet (121,92 cm).
Kehebohan itu, semakin berlajut setelah mengetahui umur dari telapak kaki tersebut, yang diperkirakan telah berusia sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Sumber : consciouslifenews.com
ADVERTISEMENT
Era Mesozoikum
Berdasarkan ilmu geologi, masa 200 juta tahun yang lalu disebut era Mesozoikum (65 juta – 251 juta tahun yang lalu).
Era Mesozoikum ditandai dengan aktivitas tektonik, iklim, dan evolusi. Benua-benua secara perlahan mengalami pergeseran dari saling menyatu satu sama lain menjadi seperti keadaannya saat ini.
Pergeseran ini menimbulkan spesiasi dan berbagai perkembangan evolusi penting lainnya. Iklim hangat yang terjadi sepanjang periode juga memegang peranan penting bagi evolusi dan diversifikasi spesies hewan baru. Pada akhir zaman ini, dasar-dasar kehidupan modern terbentuk. Pada akhir era Mesozoikum, bumi mulai dihuni makhluk-makhluk mamalia.
Jejak kaki Nabi Adam ?
Muncul berbagai spekulasi atas penemuan jejak kaki di Afrika Selatan ini. Mungkinkah jejak tersebut adalah jejak Nabi Adam, yang disebut-sebut di dalam Al Qur’an sebagai manusia pertama.
Untuk menjawab itu, kita bisa memulai dengan mengetahui berapa sesungguhnya tinggi manusia, yang jejaknya di temukan di Afrika Selatan itu.
Berdasarkan penelitian, ukuran telapak kaki manusia, secara normal adalah 15% dari ukuran tingginya. Dengan berdasarkan penelitian ini, bisa kita ambil kesimpulan, tinggi manusia 200 juta tahun tersebut sekitar 812,8 cm atau 8,128 m.
Hasil ini memberi bukti, jejak kaki ini bukanlah jejak kaki manusia generasi Nabi Adam. Hal ini dikarenakan berdasarkan hadits, tinggi Nabi Adam lebih dari 8 meter.
Nabi Adam memiliki tinggi 60 Hasta” (Hadits Bukhari Vol.IV No.543)… Dimana 60 Hasta = 90 Kaki = 30 Meter.
tinggi adam2

Misteri Jejak Kaki
Misteri jejak kaki di Afrika Selatan ini, bisa memunculkan beberapa kemungkinan :
1. Jejak kaki tersebut, adalah jejak kaki Bangsa Nisnas, yang merupakan makhluk berakal sebelum era Nabi Adam di Bumi. Keberadaan makhluk ini dikarenakan bumi sendiri, masih belum siap ditinggali manusia.
2. Jejak kaki tersebut, adalah jejak kaki bani Adam. Muncul pertanyaan, bagaimana tinggi generasi Nabi Adam yang 30 meter, ketika di bumi berubah menjadi 8 meter ?
Yang mendukung teori ini, akan ber-dalil bahwa Tinggi Adam 30 meter itu, adalah ukuran tubuhnya ketika di Jannah. Sementara ketika diturunkan di bumi, struktur tubuhnya beradabtasi dengan keadaan asmosfir dan gravitasi bumi.
Dan ketika Bani Adam, hidup di Surga, maka tubuh manusia akan dimodifikasi ke bentuk awalnya, yaitu setinggi 60 hasta.
Sebagaimana hadits :

إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً لاَ يَبُوْلُوْنَ وَلاَ يَتَغَوَّطُوْنَ وَلاَ يَتْفُلُوْنَ وَلاَ يَمْتَخِطُوْنَ … وَأَزْوَاجُهُمْ الْحُوْرُ الْعِيْنُ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُوْرَةِ أَبِيْهِمْ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ
“Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga seperti rembulan yang bersinar di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang paling terang di langit, mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak membuang ludah, tidak beringus….istri-istri mereka adalah para bidadari, mereka semua dalam satu perangai, rupa mereka semua seperti rupa ayah mereka Nabi Adam, yang tingginya 60 hasta menjulang ke langit” (HR Al-Bukhari 3327)
3. Bagi yang meyakini, bumi lebih dari satu akan berpendapat, jejak kaki itu adalah Bani Adam, yaitu merupakan keturunan dari Adam yang berada di bumi yang lain.
Dan jarak antara Bani Adam itu, dengan Nabi Adam, sangat lama mungkin mencapai miliaran tahun. Jadi wajar jika kemudian, manusia yang menjadi penghuni bumi yang ada di tata surya kita ini, memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi.
Adapun dalil, yang mereka gunakan adalah pendapat dari Ibnu Abbas ra.
Di riwayatkan oleh Al Hakim di Mustadrok (3781) dan darinya Al Baihaqi di Asma was Shifat (831)
أخبرنا أحمد بن يعقوب الثقفي ، ثنا عبيد بن غنام النخعي ، أنبأ علي بن حكيم ، ثنا شريك ، عن عطاء بن السائب ، عن أبي الضحى ، عن ابن عباس رضي الله عنهما ، أنه قال : ﴿ الله الذي خلق سبع سماوات ومن الأرض مثلهن ﴾ قال : « سبع أرضين في كل أرض نبي كنبيكم وآدم كآدم ، ونوح كنوح ، وإبراهيم كإبراهيم ، وعيسى كعيسى » هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرجاه
Telah bercerita kepada kami Ahmad bin Ya’qub Atsaqofi, bercerita kepada kami ‘Ubaid bin Ghonaam An Nakho’i menceritakan kepada kami ‘Ali bin Hakiim, bercerita kepada kami Syariik, dari ‘Atho bin Saaib, dari Abi Dhuha, dari Ibnu Abbas bahwa dia berkata:
﴿اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ ﴾
﴾Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.) beliau berkata: tujuh buah bumi, pada setiap bumi nabi seperti nabi kalian, dan Adam seperti Adam, Nuh seperti Nuh, Ibrohiim seperti Ibrohiim, ‘Isa seperti ‘Isa.
4. Ada juga pendapat yang mempercayai jejak kaki tersebut hanyalah rekayasa belaka, atau paling banter hanya jejak hewan purbakala yang mirip dengan telapak kaki manusia.
Kelompok ini lebih percaya kepada hasil penelitian ahli purbakala yang meng-indikasikan kemunculan manusia modern, terjadi pada sekitar 200.000 tahun yang lalu. Selain itu, pendapat para ahli purbakala ini, juga didukung dari hasil penyelusuran DNA, yang menyimpulkan ibu dari seluruh manusia yang ada sekarang, berasal dari masa sekitar 145.000 tahun yang silam.
Dalam masalah manusia raksasa, mereka meyakini hanyalah bentuk dari pengecualian belaka, dan menurut mereka dari masa 200.000 tahun yang silam, sampai sekarang, tinggi manusia tidaklah berubah secara signifikan, sebagaimana temuan ahli purbakala.
Berkenaan dengan hadits Rasulullah, tentang Nabi Adam yang memiliki tinggi 30 meter, menurut mereka adalah bentuk tubuh manusia nanti apabila di surga, jadi tidak ada kaitannya dengan kehidupan manusia di dunia fana.
WaLlahu a’lamu bishshawab
Bahan Bacaan :
1. REVISI Periode KENABIAN?
2. MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI
3. Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM, berdasarkan Genetika, Arkeologi, Astronomi dan Geologi


[Mukjizat BASMALAH] Ketika Buya HAMKA mendobrak pintu kamar Hotel?

http://kanzunqalam.com/2015/08/19/mukjizat-basmalah-ketika-buya-hamka-mendobrak-pintu-kamar-hotel/
Pada tahun 1951, saat itu Buya HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) masih bekerja sebagai Pegawai Kementerian Agama, mengadakan Konferensi Dinas di Malang (Jawa Timur).
Beliau bersama kedua temannya, H. Shaleh Su’aidi dan H. Busthami Ibrahim menginap dalam satu kamar hotel di daerah tersebut.

hamka1
 
Mendobrak Pintu Hotel dengan Basmalah
Selepas Shalat Jum’at dan makan siang, Buya Hamka bersama temannya H. Busthami, hendak kembali di dalam kamar.
Namun sayangnya, ketika mau masuk kamar, pintu dalam keadaan terkunci. Sementara kunci kamar dipegang teman mereka yang lain H. Shaleh, sedangkan kunci recerve tidak ada, karena hilang pada masa revolusi dan belum diganti.
Selama hampir satu jam, mereka bersama pengurus hotel mengungkit-ungkit pintu kamar, namun hasilnya sia-sia.

kunci1
Kira-kira pukul dua siang, dengan penuh keyakinan Buya Hamka memegang gerendel pintu, sambil mengucap “Bismillahir Rahmanir Rahim”, ditariknya kuat-kuat pintu itu.
Dengan izin ALLAH, pintu itu terbuka, sedang besi yang terjulur di dalam lubang, sudah tersurut dengan sendirinya.
Kejadian itu, bukan saja membuat rekan-rekannya takjub, tapi juga membuat Buya Hamka sendiri menjadi heran.
Setelah kejadian itu, beliau sering mencoba  membuka pintu yang ia kunci. Meskipun berkali-kali ia mengucapkan Bismillah, namun tidak pernah lagi dikabulkan ALLAH (Sumber : Tafsir Al-Azhar, juzu’11 hal.266-267).
WaLlahu a’lamu bishshawab

Kebenaran tentang Nabi Muhammad

http://www.hakikatislam.com/pertanyaan-jawaban/nabi/kebenaran-tentang-nabi-muhammad

Kebenaran tentang Nabi Muhammad Dengan demikian , kita akan mencoba untuk memberikan gambaran yang benar dan menunjukkan aspek manusiawi dari Nabi Muhammad ( sholawat dan salam atasnya) , sebanyak mungkin dalam artikel tersebut secara singkat .
Jawaban:
Seorang pria Muslim muda bernama Khaled yang sedang belajar menjadi pilot di sekolah penerbangan di Florida suatu hari sedang bercakap- cakap  dengan orang Amerika kulit hitam yang merupakan salah satu staf yang bekerja di sekolah . Beberapa saat kemudian, ketika percakapan menjurus ke dalam masalah agama , Khaled menyadari bahwa ketika orang Amerika kulit hitam muda tersebut mendengar nama ' Muhammad ' , ia mengerutkan wajahnya , mencerminkan rasa jijik mendengar tentang nabi . "Itu " kata Khaled " membuat saya sangat marah. "

Umumnya citra Islam dan khususnya citra Nabi Muhammad ( SAW ) telah rusak parah dalam jiwa orang-orang barat . Sementara sejarah bentrokan militer  antara Muslim dan tentara Barat meletakkan dasar untuk kecenderungan  berpikir tentang  Nabi sebagai ' orang jahat ' , hari ini dua faktor lain bahkan lebih berkontribusi memperburuk pandangan tentang beliau . Yang pertama adalah karena ketidaktahuan semata  dan kurangnya pemahaman orang Amerika dan Eropa tentang Islam dan nabinya . Menurut survei publik , 59 persen orang Amerika mengatakan bahwa mereka tidak tahu  sama sekali atau hanya sedikit tentang Islam ( Gallup World Poll 2007 dan Muslim Americans : A National Portrait ) .

Faktor lain adalah propaganda terhadap kepribadiannya yang telah dilakukan oleh beberapa kalangan politik paling kanan , suara neo - konservatif dan Kristen Zionis melalui media mereka. Dalam propaganda tersebut, terlepas dari pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Nabi , peristiwa yang ia alami diambil dan dipisahkan dari konteks historis dan sosiologis mereka dan Nabi dinilai dan dikritik secara anakronistis melalui lensa nilai-nilai Barat abad 21 .
Namun, masyarakat Arab abad keenam sebelum Islam adalah jauh dari  Negara Romawi dan Persia yang “beradab” , dan standar hidup dan kondisi sosial lebih sulit daripada di tempat lain . Dalam masyarakat itu, beberapa norma nomaden dan tradisi , adat istiadat jahat,biadab dan kebiasaan yang mereka anut secara fanatik  berlaku dalam kehidupan sosial ,bahkan jika orang tidak mau melakukan sesuatu , mereka dipaksa untuk melakukan hal itu oleh norma-norma sosial . mereka adalah pejuang yang sengit , keras kepala dengan cara mereka dan setia kepada identitas nomaden mereka. Dalam masyarakat itu , kadang-kadang  masalah kontroversial kecil bisa memprovokasi perang sipil yang berlangsung selama berbulan-bulan antar suku-suku . Bagi masyarakat yang sedemikian, apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad ( SAW )  adalah sesuatu yang  revolusioner . Imam Nursi mengajak pembaca ke dalam suasana di mana Nabi hidup sebagai berikut :
" Jika Anda ingin , ayo ikut! Mari kita pergi ke Semenanjung Arab , ke Jaman Kebahagiaan ! Dalam imajinasi kita , kita akan melihat beliau melakukan tugas-tugasnya dan mengunjungi beliau . Lihat! Kita melihat orang yang dibedakan oleh karakter yang baik dan bentuk yang indah. Di tangannya adalah kitab mukjizat dan pada lisan beliau , ucapan yang  benar; ia menyampaikan khotbah yang pra - abadi bagi seluruh umat manusia, jin , malaikat , dan semua makhluk . Dia memecahkan dan menguraikan teka-teki aneh misteri penciptaan dunia , ia menemukan dan memecahkan jimat muskil yang merupakan misteri alam semesta , dan ia memberikan jawaban yang meyakinkan dan memuaskan atas tiga pertanyaan mengagumkan dan sulit yang ditanyakan tentang semua makhluk dan yang telah selalu membingungkan pikiran: " Dari mana Anda berasal? Apa yang Anda lakukan di sini ? Ke mana Anda akan pergi? " [ 1 ]
Dengan demikian , kita akan mencoba untuk memberikan gambaran yang benar dan menunjukkan aspek manusia dari Nabi Muhammad ( SAW ) , sebanyak mungkin dalam artikel yang singkat ini .

PRIA SEDERHANA
Seorang pria datang ke hadirat Nabi ( saw ) pada hari Mekah ditaklukkan . Pria itu mulai gemetar saat ia melihat kemegahan jiwa dan fisik Nabi , ( saw ) . Ketika Nabi ( saw ) melihat dia dalam keadaan itu , ia berkata kepada orang tersebut dengan suara lembut :
" Tenang, jangan merasa tertekan ! Saya bukan seorang raja . Aku adalah anak dari seorang wanita dari suku Quraisy yang terbiasa makan daging kering . " [ 2 ]
Jabir (ra) meriwayatkan sebagai berikut : " Suatu hari , aku pergi ke mesjid dengan Nabi . Tali sepatu beliau  putus di jalan . Saya ingin mengambilnya untuk memperbaikinya . Rasulullah menolak  berkata : . "Ini adalah perlakuan istimewa ( yakni memperlakukan  orang secara  khusus ) , saya tidak suka perlakuan istimewa " [ 3 ]

RASA HORMAT, KASIH DAN ALTRUISME NABI
Seorang Badui yang  kasar memanggil Nabi Muhammad ( saw ) tiga kali . Setiap kali , Nabi ( saw ) tetap sopan kepadanya meskipun sikapnya yang kasar dan menanggapi dengan mengatakan , 'Selamat datang. ' [ 4 ]
Abdullah bin Amr , ( ra ) , meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ( saw ) tidak pernah menggunakan ekspresi buruk yang biasa digunakan dalam bahasa sehari-hari . Nabi ( saw ) mengatakan , " hal-hal kecil dari kesopanan yang kelihatan sepele bagi Anda ,  yang Anda anggap remeh , akan sangat penting pada hari kiamat " . [ 5 ]
Rasul Allah ( saw ) melayani  tamunya secara pribadi , dengan  sopan santun . Dia tidak melanggar aturan kesopanan bahkan ketika ia masih kecil . Dia dikenal karena belas kasih dan kedekatan kepada yang membutuhkan , anak yatim , para janda dan orang-orang yang tidak memiliki kerabat untuk membantu mereka . [ 6 ]
Anas ( ra ) berkata : " saya melayani Nabi Muhammad ( saw ) selama sepuluh tahun . Dia tidak pernah menegur saya dengan bertanya , "Kenapa kau melakukan itu?" Ketika saya membuat kesalahan . " [ 7 ] kasih sayang beliau bahkan mencapai  tawanan perang . Dia memerintahkan agar mereka diperlakukan dengan baik .
Belas kasihan dari Nabi ( saw ) meliputi semua makhluk . Ketika dia melihat seorang anak , kebahagiaan tampak di wajahnya dan ia mengambil anak-anak sahabatnya dalam pelukannya dan menepuk mereka . Dia selalu menyapa anak-anak , menunjukkan kepada mereka rasa kasih sayang dan bercanda dengan mereka . Suatu ketika beliau  melihat sekelompok anak-anak yang sedang lomba lari . Beliau bergabung dengan mereka dan berlari bersama mereka . Dia membonceng anak-anak di atas  unta ketika ia menemukan mereka di jalan dan memperhatikan mereka . Anas (  ra ) digambarkan melakukan sebagai berikut : " . Aku belum pernah melihat siapa pun yang menghormati hak-hak keluarga dan anak-anak lebih dari Rasulullah ( saw ) " [ 8 ]
Jika bayi menangis saat ibunya sedang berdoa , ia mengizinkan ibu untuk mempersingkat salat nya untuk mencegah anak dari menangis sampai ia kembali . [ 9 ] Ia sholat sepanjang malam , menangis untuk ummatnya. [ 10 ] Dia mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan umat manusia dari api neraka [ 11 ] ini adalah beberapa indikasi dari kasih sayang beliau yang mendalam .

PERILAKU BELIAU TERHADAP  ORANG
Jabir ibn Abdullah meriwayatkan , " Suatu hari , orang-orang  lewat membawa jenazah . Rasulullah ( saw ) berdiri . Kami juga melakukannya . Kemudian , kami berkata : " Wahai Rasulullah ! Itu adalah mayat seorang Yahudi " Dia menjawab : " ! ? bukankah dia juga manusia? " [ 12 ]
Suatu hari , para sahabat , sebagai akibat dari tekanan oleh  non - Muslim , meminta kepada Nabi ( saw ) untuk berdoa mengutuk musuh-musuh Islam . Sebagai tanggapannya , Nabi bersabda : " . Aku tidak datang untuk mengutuk; Aku datang sebagai rahmat " [ 13 ]
Doanya melawan musuhnya yang paling sengit  adalah sebagai berikut : " Ya Tuhanku ! Mereka tidak tahu ! Beri mereka hidayah ! " [ 14 ]
Abdullah bin Ubay adalah gembong rahasia dari orang-orang munafik di Madinah . Dia mengkhianati Nabi ( saw ) pada hari yang sangat kritis dengan meninggalkan tentara Muslim dengan pengikutnya dalam perjalanan ke perang Uhud . Selain itu, ia mengkhianati Nabi ( saw ) dan kaum mukminin pada banyak kesempatan lainnya . Karena kebijaksanaan ilahi , putra Abdullah , tidak seperti ayahnya ,ia adalah seorang mukmin yang paling tulus .
Ketika Abdullah bin Ubay meninggal, anaknya datang kepada Nabi dan meminta kemejanya untuk membungkus mayat ayahnya , berharap mendapat berkat dari itu . Nabi ( saw ) tidak ingin menyakiti hati sahabatnya dan memberikan kemejanya untuk dipakai menutupi mayat seorang munafik , yang juga pernah menjadi protagonis dalam peristiwa ifk dimana istri  Nabi , Aisyah difitnah . [ 15 ]
Apakah mungkin  menemukan contoh yang setara dari kemanusiaan  dan kebaikan yang sedemikian dalam sejarah dunia?

KASIH SAYANGNYA  TERHADAP ORANG MISKIN
Ma'rur bin Suwayd menceritakan kisah berikut :
"Saya melihat Abu Dzar dengan baju yang baru . Budaknya juga berpakaian dengan cara yang sama . Aku bertanya alasannya . Dia meriwayatkan bahwa Nabi ( saw ) mengatakan :
' Budak adalah saudaramu yang diamanahkan oleh Allah untuk melayanimu . Jika salah satu dari kalian memiliki saudara  yang melayani kalian , biarkan dia memberi makan saudaranya dari makanan sendiri , dan berpakaian seperti dia berpakaian. Jangan memberinya tanggung jawab untuk hal-hal di luar kekuasaannya . Jika Anda harus melakukannya , bantulah dia . ' " [ 16 ]
Suatu hari , Rasulullah ingat seorang budak hitam dan bertanya tentang dia : " Apa yang terjadi dengan orang itu ? Sudah sekian lama Saya belum bertemu dengannya. " " Dia meninggal , ya Rasulullah , " mereka menjawab . Nabi ( saw ) menegur mereka : " Mengapa kalian tidak memberitahuku ? " Para sahabat kemudian menceritakan apa yang terjadi pada budak itu . Mereka tidak menganggap penting hal itu  atau berpikir itu suatu peristiwa yang tidak biasa . Rasul Allah ( saw ) mengatakan : " Tunjukkan kuburnya ! " Lalu ia pergi ke kubur dan mendoakannya dengan doa pemakaman . [ 17 ]
Rasul Allah ( saw ) sangat senang memerdekakan budak dan mengangkatnya  ke derajat yang sama dengan orang lain . Contoh terbaik dari hal ini adalah hubungannya dengan Zayd ibn Haritsah , yang merupakan hadiah kepadanya dari  Khadijah . Beliau memerdekakan Zayd dan memberinya hak untuk memilih antara beliau dan orang tuanya . Zayd memilih Nabi ( saw ) meskipun itu adalah waktu yang sulit baginya , karena ia menghadapi propaganda negatif dan penyiksaan dari Quraisy . Kemudian , Zayd mencapai derajat yang tinggi di antara para sahabat sehinggga Nabi ( saw ) menugaskan dia menjadi komandan tentara dalam Perang Tabuk melawan Bizantium . Dia mencapai tingkat syahid dalam perang ini dan mewariskan kepada generasi berikutnya kehidupan yang cemerlang , seperti bintang [ 18 ] . Singkat kata , hidupnya seperti kehidupan Nabi Yusuf ( saw ) yang diangkat dari budak menjadi  raja .
Rasulullah tidak pernah setuju dengan penyiksaan budak . Beliau bersabda bahwa : " . Mereka yang menyiksa budak  tidak bisa masuk surga " [ 19 ] kemurahan hati  Nabi ( saw ) terhadap budak mencapai tingkat sedemikian rupa sehingga ia menolak untuk menyebut mereka sebagai " budak " atau " pembantu " , dia malah menyarankan dan memerintahkan kaum Muslim untuk memanggil mereka sebagai " putraku " atau "putriku " . [ 20 ]
Beliau sendiri terbiasa mendatangi budak dan berbicara dengan mereka , mengunjungi orang yang sakit di antara mereka , menerima undangan mereka , dan menghadiri pemakaman mereka . Abu Dawud mengisahkan bahwa berikut ini adalah kata-kata terakhir dari Nabi ( saw ) : " Perhatikanlah sholat ! Takutlah kepada Allah mengenai budak Anda sendiri ! " ( Abu Dawud , Adab , 124 )
Perbudakan telah menjadi tragedi kemanusiaan dalam sejarah dunia dan itu berlanjut sampai zaman modern . Britania Raya hanya menghapus perbudakan di wilayahnya pada tahun 1833 dengan Undang Undang Penghapusan Perbudakan 1833 dan Perancis mengikutinya lima belas tahun kemudian , sementara hal yang sama terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1865 dengan Amandemen ke-13 Konstitusi Amerika Serikat . Mengingat reformasi revolusioner untuk menghapuskan perbudakan di zaman modern , apa yang Nabi Muhammad (SAW) lakukan dan sarankan empat belas abad yang lalu adalah sebuah revolusi nyata . Perbudakan adalah realitas de facto dari masyarakat dan Nabi mengubahnya  sehingga menjadi lembaga yang lebih manusiawi . Apa yang dibutuhkan adalah untuk secara bertahap menghapuskan sepenuhnya dari masyarakat Islam , namun kemudian umat Islam tidak bertindak dengan cara seperti itu . Ini adalah sedikit dari kritik-diri yang kita perlu renungkan lebih lanjut.

PERILAKU BELIAU TERHADAP  WANITA
Dalam era pra-Islam , perempuan telah diperlakukan sedemikian rupa sehingga kebanggaan feminin mereka dilecehkan . Selir dipandang sebagai instrumen hiburan dan diperlakukan dengan cara yang sangat merendahkan . Khawatir bahwa mereka akan tumbuh menjadi pelacur , gadis kecil dikubur hidup-hidup oleh orang tua mereka , tanpa belas kasihan . Dengan hati membatu , bahkan kejahatan yang lebih buruk dilakukan untuk melindungi mereka dari bencana , semua ini adalah hasil dari kebodohan .
Atas perintah Nabi Muhammad , hak-hak perempuan ditegakkan . Perempuan menjadi contoh kesopanan dan kebajikan dalam masyarakat . Lembaga keibuan memperoleh kehormatan . Dengan hadits yang mengatakan "Surga terletak di bawah kaki ibu , " [ 21 ] ibu memperoleh status yang layak karena kemurahan hati Nabi Muhammad .
Contoh  kebaikan yang dilakukan oleh Nabi untuk perempuan adalah salah satu contoh yang indah . " Selama perjalanan , seorang budak bernama Anjasha menyebabkan unta unta berlarian karena nyanyiannya [ 22 ] Nabi Muhammad , berpikir bahwa tubuh halus dari wanita pada unta mungkin akan terluka , berkata: . O Anjasha ! Hati-hati dengan  kristal itu ! Hati- hati kristal ! " [ 23 ]

PERILAKU BELIAU TERHADAP HEWAN
Orang-orang dari era pra-Islam memperlakukan hewan tanpa belas kasihan . Mereka terbiasa memotong potongan daging hewan atau ekor hewan sementara hewan tersebut masih hidup . Mereka biasa menyabung hewan dengan brutal . Nabi ( saw ) mengakhiri praktek-praktek kejam tersebut. Tradisi sabung ayam , adu unta atau adu banteng yang masih berlangsung pada saat ini, berasal dari era pra-Islam .
Suatu hari , Nabi ( saw ) melihat keledai di jalan yang wajahnya telah dicap. Ia menjadi sangat sedih dan berkata , " Semoga Allah menghukum orang yang mencap hewan ini! " [ 24 ] Dia menganjurkan agar cap untuk tujuan penandaan harus dilakukan di bagian tubuh hewan yang tidak terlalu menyakiti hewan tersebut .

Suatu ketika beliau melihat seekor unta yang kurus kering . Dia mengatakan kepada pemilik unta itu , " Takutlah kepada Allah atas hewan-hewan yang tidak bisa bicara! Jangan biarkan mereka  lapar ! " [ 25 ]
Nabi ( saw ) menjelaskan perbedaan antara sifat penuh belas kasihan dan sifat kejam sebagai berikut :
" Seorang wanita berdosa melihat seekor anjing di padang pasir yang menjilati pasir dengan lidahnya karena kehausan. Dia mengasihani anjing itu dan mengambil air dari sumur dengan sepatunya dan memberikannya kepada si anjing . Allah mengampuni dosa-dosanya karena itu. Wanita lain tidak peduli dengan seekor kucing dan membiarkannya terkunci dan lapar untuk waktu yang lama . Dia bahkan tidak membiarkan kucing keluar untuk makan kutu di tanah . Akhirnya , kucing tersebut mati kelaparan . Wanita ini menjadi salah satu ahli neraka karena kekejamannya! " [ 26 ]

NASEHAT BELIAU  TENTANG HAK TETANGGA
Nabi Muhammad ( saw ) sangat menganjurkan dalam ajarannya untuk menghormati hak-hak tetangga . Dalam sebuah hadits beliau bersabda , " Jibril berulang kali menyaranku tentang hak-hak tetangga sedemikian rupa sehingga aku menyangka mereka akan berhak mengambil bagian dari warisanku ketika aku meninggal . " [ 27 ]
Abu Dzar al - Ghifari , yang merupakan salah satu sahabat miskin berkata , " Nabi memerintahkan saya untuk memperbanyak kuah dalam makanan saya sehingga saya bisa memberikan kepada beberapa tetangga saya . " [ 28 ] Abu Dzar adalah di antara yang miskin dari sahabat . Karena ia tidak memiliki makanan lebih , satu-satunya cara dia bisa meningkatkan makanannya adalah dengan menambahkan kuahnya . Hadits ini menunjukkan bahwa bahkan kemiskinan bukan alasan untuk tidak menghormati hak-hak tetangga .

PERILAKU NYA TERHADAP PENJAHAT DAN TAWANAN PERANG
Dalam Islam , pertama kali penyebab kejahatan  dicari dan upaya besar dilakukan untuk memperbaiki kepribadian penjahat . Hukuman dalam hukum Islam adalah seperti orang tua memberikan hukuman kepada anak-anak mereka . Tujuan menghukum penjahat bukan untuk mengisolasi dirinya , melainkan untuk membantu dia  kembali ke masyarakat .
Seorang pria miskin bernama Abbad bin Shurahbil mencuri beberapa kurma dari kebun  dan mengantongi sebagiannya . Pada saat itu , pemilik kebun menangkapnya dan memukulinya . Abbadnyang sangat terluka oleh peristiwa itu , pergi ke Nabi untuk mengadu . Nabi Muhammad ( saw ) memanggil pemilik kebun dan berkata kepadanya , " Tidakkah kamu tahu dia tidak berpendidikan ? Dia tidak tahu apa yang dia lakukan . Apakah Anda memberinya saran ? Selain itu, ia merasa lapar , Anda seharusnya memberinya makan " [ 29 ] Pemilik kebun menjadi begitu menyesal dengan apa yang telah dilakukannya sehingga ia memberikan beberapa kurma lagi untuk Abbad bersama dengan dua karung gandum . .
Pernyataan-pernyataan ini tidak dimaksudkan untuk melindungi perampok , melainkan untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang menimbulkan pencurian . Nabi ( saw ) menyatakan dengan jelas bahwa ia akan memotong tangan putrinya sendiri sebagai hukuman jika mencuri .
Nabi Muhammad ( saw )  sangat penuh kasih dengan tawanan perang . Dia berkata kepada para sahabatnya : " Mereka adalah saudara-saudaramu , berikan mereka apa yang Anda makan dan minum ! " [ 30 ]

PENGAMPUNAN BELIAU
Allah suka memaafkan . Dia telah berjanji untuk mengampuni dosa-dosa manusia jika mereka sungguh-sungguh bertobat . Dalam Al-Qur'an , Allah juga  meminta hamba-Nya untuk memaafkan karena Dia Maha Pengampun .
Syarat pengampunan Allah adalah bahwa seseorang merasa menyesal, mematuhi perintah Allah , dan menjauhi yang dilarang.
Contoh terbaik pengampunan ditemukan dalam kehidupan Nabi ( saw ) . Beliau memaafkan Hindun , yang menggigit hati pamannya Hamzah pada Perang Uhud . Selama penaklukanMekah setelah ia menjadi muslimah , Hindun datang dari belakang Nabi dan bertanya , " Wahai Rasulullah , apakah Anda mengenali saya ? " Nabi Muhammad , lima tahun setelah Uhud , menunjukkan bahwa ia masih ingat teriakan  sukacitanya setelah Hamzah syahid . " Bagaimana aku bisa melupakan teriakan itu? " Namun , ia memaafkannya demi Kalimat Tauhid , yang Hindun ucapkan saat masuk Islam .
Di sisi lain , Nabi Muhammad mengatakan kepada orang-orang Mekah yang sedang menunggu dengan cemas setelah penaklukkan : " Wahai Suku Quraisy ! Apa yang Kalian harapkan kepada saya yang bısa saya lakukan untuk Anda ? " Orang-orang Quraisy berkata , " Kami berharap bahwa Anda akan mengampuni kami. Anda adalah saudara yang penuh dengan kebaikan dan kasih sayang . Anda juga anak seorang saudara yang memiliki kebaikan dan kemurahan ... " Setelah itu, Nabi ( saw ) berkata , " Aku berkata kepada kalian apa yang Nabi Yusuf ( saw ) katakan kepada saudara-saudaranya : Hari ini , tidak ada cela atas kalian . Semoga Allah mengampuni kalian . Kalian boleh pergi. Kalian bebas . " [ 31 ] Dalam pidato yang lain , ia berkata , " Hari ini adalah hari kasih sayang . Hari ini adalah hari Allah meningkatkan kekuatan Islam oleh orang-orang Quraisy .
Salah satu musuh paling sengit Islam di Mekah adalah Abu Jahal , yang secara harfiah berarti " bapak kebodohan . " Anaknya Ikrimah juga musuh utama Islam . Ikrimah melarikan diri ke Yaman ketika Mekah ditaklukkan . Istrinya menjadi seorang Muslim dan kemudian mengajak ikrimah menemui Nabi ( saw ) , yang menemuinya dengan senang hati dan berkata kepadanya : " Wahai penunggang kuda yang berlari! Selamat Datang ! " Dia memaafkannya tanpa mengingatkan dia tentang kebejatannya terhadap Muslim . [ 32 ]
Seorang pria bernama Hamamah menerima Islam dan memutuskan hubungan dengan Musyrikin Mekkah  . Mekkah dikejutkan oleh keputusannya dan mendekati Nabi ( saw ) untuk meminta pria itu untuk mempertahankan perdagangan dengan mereka . Nabi ( saw ) mengirim surat kepada Hamamah dan memintanya untuk melanjutkan perdagangan dengan kaum Quraisy . Meskipun musyrik telah mengepung kaum muslimin selama tiga tahun dan telah menyiksa mereka dengan membiarkan mereka  lapar , Rasulullah ( saw ) tetap memaafkan mereka . Mereka semua menjadi Muslim ketika dihadapkan dengan pengampunan tak berujung tersebut.
Suatu hari , sekelompok delapan puluh orang datang untuk membunuh Nabi ( saw ) , tetapi mereka semua tertangkap . Rasulullah ( saw ) juga mengampuni mereka semua.
Setelah Khaibar ditaklukkan , seorang wanita memberikan  makanan yang diracuni kepada Nabi ( saw ) , nabi melihat racun setelah gigitan pertama . Wanita Yahudi tersebut mengaku perbuatannya , tetapi Nabi memaafkannya . [ 33 ]


KEMURAHAN HATINYA

Salah satu karakteristik yang paling indah dari Nabi adalah  beliau tidak pernah menolak seseorang yang meminta sesuatu . Jika tidak ada sesuatu untuk beliau berikan , ia akan tersenyum untuk menyenangkan hati si peminta . Peristiwa berikut ini adalah contoh yang sangat baik :
Nabi ( saw ) menggambarkan dirinya hanya sebagai seorang petugas distribusi dan dia menekankan bahwa segala sesuatu diberikan oleh Allah . Suatu hari seorang pria datang kepada Nabi ( saw ) . Ketika dia melihat kambing-kambing yang Nabi ( saw ) miliki , dia meminta seekor kambing . Rasul Allah ( saw ) memberi semua kambing-kambingnya . Ketika pria itu kembali ke sukunya dia mengatakan kepada mereka berikut ini : " Muhammad  begitu murah hati hingga ia tidak takut miskin ! " [ 34 ]
Orang lain datang mengunjungi Nabi ( saw ) dan meminta sesuatu . Nabi ( saw ) tidak punya apa-apa untuk diberikan kepadanya . Dia menyarankan agar orang itu mencari pinjaman dan berjanji kepadanya bahwa beliau akan membayar pinjaman atas nama pria itu .

SIFAT MALU BELIAU
Menurut keterangan dari teman-temannya, Nabi ( saw )  lebih pemalu dari seorang gadis muda yang menutupi dirinya dari pandangan mata yang tidak diinginkan . Dia tidak pernah berbicara dengan suara nyaring . Ketika beliau melewati  orang lain , beliau berjalan perlahan-lahan dan dengan senyum di wajahnya . Ketika ia mendengar pembicaraan tidak menyenangkan , dia tidak pernah mengatakan apa-apa di depan orang-orang . Namun demikian , wajahnya mencerminkan perasaannya dan pikirannya . Dengan demikian , orang-orang di sekelilingnya sangat berhati-hati tentang perilaku mereka ketika mereka berada di dekatnya . Dia tidak pernah tertawa keras karena kerendahan hatinya . Paling paling dia hanya tersenyum . Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ,
" Malu sebagian dari iman. Orang yang punya rasa malu akan berada di surga ! sifat tidak tahu malu muncul dari kekerasan hati . Mereka yang memiliki hati yang keras akan pergi ke neraka . " [ 35 ]

KESIMPULAN

Kami menyadari bahwa kata-kata kami sangat terbatas untuk mendeskripsikan tentang kepribadian  yang mewakili puncak dari artinya menjadi manusia  lagi jauh dari cukup untuk menyampaikan kesempurnaan diri beliau. 
Kami bahkan merasa malu untuk mengklaim kami telah memperkenalkan gambaran aslinya. Kata-kata kami hanya mewakili ketidakberdayaan kami menghadapi tugas yang sedemikian luas . Tujuan kami tidak lain hanyalah mendapatkan kehormatan mempunyai niat seperti itu dan telah membuat usaha semacam itu . Beliau adalah dunia yang tak terbatas yang hanya dapat ditembus oleh cinta  dan ketulusan seseorang kepada beliau . Semoga Allah memberkati kita dengan membuka sayap di langit dunia spiritual ini . Amin


Dikutip dari " The Pen Magazine "

BIBLIOGRAFI
1 . Badiuzzaman Said Nursi , Letters , Nineteenth Surat ke-sembilan belas ,tambahan pertama.
2 . Ibnu Majah , At'imah 30 , al - Hakim , al- Mustadrak , II , 506 , al - Tabrani , al- Mujamu l - Awsat , II , 64 .
3 . al- Bazzar , al- Musnad , IX , 263 , Abu Daud at - Tayalisi , al- Musnad , I, 156 , at - Tabrani , al- Mu'jam al- Awsat , III . 174 , al - Baihaqi , Shu'ab Al-Iman , III , 275
4 . Tirmidzi , Zuhd 50 , Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , IV , 239 , Nasai , al- Sunan al- Kubra , VI , 344 , al - Shan'ani , al- Musannaf , I, 206
5 . Tirmidzi , Birr 61 , al - Baihaqi , al- Sunan al- Kubra , X , 193 , Ma'mar bin Rasyid , al- Jami ' , XI , 146 , al - Qudâî , Musnad al - Shihab , I, 274
6 . Bukhari , Nafaqât 1; Muslim , Zuhd 41-42
7 . Muslim , Fadâil 51 , ​​Abu Dawud , Adab 1; Darimi , Muqaddimah 10
8 . Muslim , Fadâil 63 , Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , III , 112 , Ibnu Hibban , al- Sahih , XV , 400 , al - Baihaqi , al- Sunan al- Kubra , II , 263
9 . Bukhari , Azan 65 , Muslim , Salat 191 , Abu Damud , Salat 123 , Tirmidzi , Salat 159 , Nasai , Imamah 35 , Ibnu Majah , Iqamah 49 , Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , III , 109
10.Muslim , Iman 346 , Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , V , 127 , Ibnu Hibban , al- Sahih , XVI , 217
11.Bukhârî , Riqâq 26; Muslim , Fadâil 17
12.Bukhârî , Janâiz 50 , Muslim , Janâiz 81
13.Muslim , Jihad 104 , Abu Yaia , al- Musnad , XI , 35 , al - Baihaqi , al- Sunan al- Kubra , III , 352 , at - Tabrani , al- Mu'jam al- Awsat , III , 223
14.Bukhârî , Anbiya 54; Muslim , jihad 104 , Ibn Majah , Fitan 33 , Ibnu Hibban , al- Sahih , III , 254
15.Bukhârî , Janâiz 23 , Muslim , Munafiqun 4; Abu Daud , Janâiz 1 , Nasai , Janâiz 40 , Ahmad ibn Hambal , Musnad al- II , 18
16.Bukhârî , Iman 22 , Muslim , Ayman 40 , Abu Daud , Adab 124 , Tirmidzi , Birr 29 , Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , V , 58 , 161
17.Bukhârî , Salat 72 , Muslim , Janâiz 71 , Abu Daud , Janâiz 57 , Ibnu Majah , Janâiz 32 , Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , II , 353 , 388
18.Ibnu Hajar al-' Asqalani , al- Îsâbah fi tamyîz al- sahabat , II , 598-601 , Ibnu Abdilbarr , al- İstî'âb fi ma'rifatil - Ashab , II , 542-546
19.Tirmidzî , Birr 29 , Ibnu Majah , Adab 10 , Ahmad b . Hambal , al- Musnad , I, 7; al - Tabarani , al- Mu'jam al- Awsat , IX , 124 , Abu Ya'la , al- Musnad , I, 94
20.Bukhârî , ITK 17 , Muslim , Alfaz 13,15 , Abu Dawud , Adab 75 , Ahmad b . Hambal , al- Musnad , II , 316 , 423
21.Nasâî , jihad 6 , Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , III , 429 , Ibnu Majah , ] Ihad 12; al - Qudâî , Musnad alShihâb , 1.102 , ad - Dailami , al- Firdaus , II , 116
22.Onta menyukai  suara-suara yang indah dan nyanyian . Para gembala unta  bernyanyi supaya unta berlari kencang.
23.Bukhârî Adab 95 , Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , III , 117
24.Bukhârî , Zabâih 25
25.Abû Dauud , jihad 47 , Ibnu Huzaimah , al- Sahih , IV , 143
26.Bukhârî , Anbiya 54; Muslim , SALAM 151.154 ; Birr 133 , Nasai , Kusuf 14
27.Bukhari , Adah 28 , Muslim , Birr 140 , Abu Dauud , Adah 123 , Ibn Majah , Adah 4; Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , II , 85160 , 259
28.Ibn Majah , At'imah 58 , al - Tabarani , al- Mu'jam al- Awsat , IV , 54
29.Nasâî , Adab al- qadâ 21 : Abu Dawud , jihad 85
30.Muslim , Ayman 36-38
31.Nasâî , al- Sunan al- Kubra , VI , 382 , al - Baihaqi , al- Sunan al- Kubra , IX , 118 , al - Rabi ' ibn habib , Musnad al Rabi' , I, 170 , Tahawi , Shark Ma ' ani al- Athar , III , 325
32.Ibn Hajar al-' Asqalani , al- Isâbah , IV , 538
33.Bukhârî , Tibb 55 , Muslim , Selam 43 , Abu Dawud , Diyat 6 , Ibnu Majah , Tibb 45 , Darimi , Muqaddimah 11 , Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , II , 451
34.Muslim , Fadâil 57 , Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , III , 107 , 259 , Ibnu Hibban , al- Sahih , X , 354 , Ibnu Huzaimah , al- Sahih , IV , 70
35 . Bukhari , Iman 16 , Muslim , Iman 57-59 , Abu Daud , Sunnah 14; Tirmidzi , Iman 7 , Nasai , Iman 16 , Ibnu Majah , Zuhd 17; Muwatta , Husn al - Khuluq 10 , Ahmad ibn Hambal , al- Musnad , II , 56. 147




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar