Minggu, 06 November 2016

KHALIFAH= SISTEM DIMANA SYARI'AH ISLAM DITERAPKAN DAN DIAPLIKASIKAN OLEH MASYARAKAT N NEGARA SECARA KAFFAH, UTUH N MENYELURUH...DISEGENAP KEDAULATAN NEGARA YANG MERUPAKAN JARINGAN KE KHALIFAHAN....>> ......... Dari Zaid bin Tsabit RA yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian dua Khalifah yaitu Kitab Allah yang merupakan Tali yang terbentang antara bumi dan langit, serta KeturunanKu Ahlul BaitKu. Keduanya tidak akan berpisah sampai menemuiKu di Telaga Surga Al Haudh......>>> ....Hadis di atas adalah Hadis Tsaqalain dengan matan yang khusus menggunakan kata Khalifah. Hadis ini adalah hadis yang Shahih sanadnya dan dengan jelas menyatakan bahwa Al Ithrah Ahlul Bait Nabi SAW adalah Khalifah bagi Umat islam. Oleh karena itu Premis bahwa Sang Khalifah setelah Rasulullah SAW itu ditunjuk dan diangkat oleh Rasulullah SAW adalah sangat beralasa.....>> ... ..... Melihat Umar, Ibn Umm Maktum membacakan ayat Al-Qur’an. “ Muhammad hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya telah berlalu Rasul-Rasul. Apabila ia wafat atau terbunuh apakah kamu akan bebalik murtad ? tetapi barang siapa berbalik murtad, sedikit pun tiada ia merugikan Allah SWT. Allah SWT memberikan pahala kepada orang-orang yang bersyukur. (QS.Ali-Imran : 144)....>> Apabila Umar demikian sedihnya melihat Rasul wafat, mengapa ia tidak mengurus jenazah Rasul, tetapi malah pergi ke Saqifah ? atau, setelah sampai ke pertemuan orang anshar di Saqifah, mengapa Umar tidak mengajak mereka untuk kembali ke masjid nabi dan mengurusi pemakaman Rasul ?.......>>> ..... Kemudian setelah Ibn Umm Maktum membacakan ayat kepada Umar, Umar masih terlihat marah-marah, sambil mengancam akan membunuh siapa saja yang mengatakan Rasul telah wafat. Kemudian Salim bin Ubaid pergi kepada Abu Bakar yang tinggal di Sunh, sekitar satu kilometer ke arah barat masjid Nabi. Ia menceritakan apa yang terjadi. Tatkala Abu Bakar tiba, Umar juga masih marah-marah. Setelah itu Umar diam dan menunggu Abu Bakar keluar dari kamar Rasul. Kemudian setelah Abu Bakar keluar dari kamar Rasui, ia mengatakan “barang siapa yang menyembah Allah, sesungguhnya Allah hidup. Tetapi barang siapa menyembah Muhammad, sesungguhnya ia telah wafat.” Setelah itu Abu Bakar membacakan yat yag tadi di bacakan oleh Maktum. Umar lalu bertanya kepada Abu Bakar “ Apakah itunayat Al-Qur’an ? ” Abu Bakar kemudian menjawab “ ya”..... >>> .... Rasul wafat di hari senin selepas dhuhur. Pada tanggal 12 Rabiul awal, tahun 11 H. atau tepatnya tanggal 8 juni 632 M. Umar dan Mughirah bin syu’bah di perkenankan masuk ke kamar untuk melihat jenazah Rasul. Kedua orang ini termasuk prajurit dalam pasukan Usamah. Dan Umar membuka tutup wajah Rasul dan mengatakan bahwa Rasul hanya pingsan. Tatkala meninggalakan kamar itu Mughirah berkata kepada Umar “ tetapi anda mengetahui bahwa Rasul telah wafat.” Umar menjawab “ anda bohong, Nabi tidak akan wafat sebelum memusnahkan orang munafiq.” Umar lalu mengancam akan membunuh siapa saja yang menagatakan Rasul telah wafat.....>> Masalah Kekhalifahan adalah masalah yang sangat penting dalam Islam. Masalah ini adalah dasar penting dalam penerapan kehidupan keislaman, setidaknya begitu yang saya tahu:mrgreen: . Kata Khalifah sendiri menyiratkan makna yang beragam, bisa sesuatu dimana yang lain tunduk kepadanya, sesuatu yang menjadi panutan, sesuatu yang layak diikuti, sesuatu yang menjadi pemimpin, sesuatu yang memiliki kekuasaan dan mungkin masih ada banyak lagi...>>

Peristiwa Saqifah Bani Saidah

Posted: July 4, 2010 in artikel syiah
https://duniaahlulbayt.wordpress.com/2010/07/04/peristiwa-saqifah-bani-saidah/

–         Wafatnya Rasul dan amukan Umar.


Rasul wafat di hari senin selepas dhuhur. Pada tanggal 12 Rabiul awal, tahun 11 H. atau tepatnya tanggal 8 juni 632 M. Umar dan Mughirah bin syu’bah di perkenankan masuk ke kamar untuk melihat jenazah Rasul. Kedua orang ini termasuk prajurit dalam pasukan Usamah. Dan Umar membuka tutup wajah Rasul dan mengatakan bahwa Rasul hanya pingsan.

Tatkala meninggalakan kamar itu Mughirah berkata kepada Umar “ tetapi anda mengetahui bahwa Rasul telah wafat.” Umar menjawab “ anda bohong, Nabi tidak akan wafat sebelum memusnahkan orang munafiq.” Umar lalu mengancam akan membunuh siapa saja yang menagatakan Rasul telah wafat.

Melihat Umar, Ibn Umm Maktum membacakan ayat Al-Qur’an. “ Muhammad hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya telah berlalu Rasul-Rasul. Apabila ia wafat atau terbunuh apakah kamu akan bebalik murtad ? tetapi barang siapa berbalik murtad, sedikit pun tiada ia merugikan Allah SWT. Allah SWT memberikan pahala kepada orang-orang yang bersyukur. (QS.Ali-Imran : 144)

Kemudian setelah Ibn Umm Maktum membacakan ayat kepada Umar, Umar masih terlihat marah-marah, sambil mengancam akan membunuh siapa saja yang mengatakan Rasul telah wafat. Kemudian Salim bin Ubaid pergi kepada Abu Bakar yang tinggal di Sunh, sekitar satu kilometer ke arah barat masjid Nabi. Ia menceritakan apa yang terjadi. Tatkala Abu Bakar tiba, Umar juga masih marah-marah. Setelah itu Umar diam dan menunggu Abu Bakar keluar dari kamar Rasul. Kemudian setelah Abu Bakar keluar dari kamar Rasui, ia mengatakan “barang siapa yang menyembah Allah, sesungguhnya Allah hidup. Tetapi barang siapa menyembah Muhammad, sesungguhnya ia telah wafat.” Setelah itu Abu Bakar membacakan yat yag tadi di bacakan oleh Maktum. Umar lalu bertanya kepada Abu Bakar “ Apakah itunayat Al-Qur’an ? ” Abu Bakar kemudian menjawab “ ya”.

Kembali kepada perangai Umar yang ganjil, yang menperagakan keraguannya tentang wafatnya Rasul, ia menjadi cemas tentang masalah yang menyangkut pengganti Rasul. Ia takut dan cemas apabila orang Anshar dan yang lain (yaitu keluarga Rasul) mengambil kekuasaan, maka ia menciptakan keraguan dan memperagakan sikap enggan menerima kenyataan bahwa Rasul telah wafat, untuk melindungi agama,sambil menunggu kedatangan Abu Bakar. Ada beberapa faktor bahwa peragakan Umar adalah sebuah drama yang tidak rasional. Berikut adalah bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Rasul telah wafat. Dan Umar pun mengetahui hal tersebut.
  1. Pada hari kamis, 4 hari sebelum Rasul wafat. Rasul telah meminta kertas dan tinta untuk mendiktekan wasiatnya,yang kemudian di halang-halangi oleh Umar bin Khotthob.
  2. Rasul pada akhir hayatnya mendatangi rumah Sayyidah Fatimah dan berbisik kepadanya bahwa akan segera wafat. Dan kemudian Fatimah bersedih mendengar hal itu. Kemudian Rasul berbisik kepada fatimah untuk yang kedualinya “ Engkau adalah anggota Ahlul Bayt yang pertama kali menemui ku. “ kemudian fatimah tersenyum. Ini telah menunjukkan bahwa Rasul segera wafat, mana mungkin Umar tidak mengetahui hal ini.
Apabila Umar demikian sedihnya melihat Rasul wafat, mengapa ia tidak mengurus jenazah Rasul, tetapi malah pergi ke Saqifah ? atau, setelah sampai ke pertemuan orang anshar di Saqifah, mengapa Umar tidak mengajak mereka untuk kembali ke masjid nabi dan mengurusi pemakaman Rasul ?.

–         Pengepungan Rumah Fatimah.

Perdebatan di Saqifah bani Saidah yang berakhir dengan terpilihnya Abu Bakar berekor panjang. Petang hari itu juga, setelah selesai pembaiatan, rombongan yang dipimpin oleh Abu bakar dan Umar beramai-ramai datang ke masjid Madinah. Dan beberapa puluh meter dari masjid, dirumah Fathimah, Ali dan Abbas sedang mengurus jenazah Rasul. Pada saat itu ada beberapa sahabat yang berada di rumah tersebut. Seperti Abu dzar, Miqdad, Salman, Ammar bin yasir dan lain-lain.

Abu bakar dan Umar menyadari sepenuhnya akan tuntutan Ali bin abi Thalib, yang sepanjang hidup Rasul di anggapa sebagai saudara Rasul dalam pengertian yang luas, yang mana Ali adalah wasyi Rasul, pemimpin setelah Rasul yang kedudukan Imam Ali disisi Rasul bagaikan Harun disisi Musa. Dan kemudian Abu bakar dan Umar menyuruh serombongan sahabat untuk memanggil Imam Ali dan membaiat Abu bakar di masjid. Setelah Imam Ali menolak, Umar menasehati Abu bakar untuk segera bertindak agar tidak terlambat, kemudian Umar mengepung rumah Imam Ali dan Sayyidah Fathimah dengan serombongan orang bersenjata dan mengancam akan membakar rumah itu. Cerita ini diriwayatkan di kitab Tarikh jilid 2 halaman 126.

Umar dan Khalid bin walid mendekat kerumah Fathimah. Umar masuk kedalam rumah, dan Khalid berdiri di dekat pintu. Kemudian Zubair, sepupu Rasul, memegang pedang, Umar berkata kepada Zubair “untuk apa pedang ini” Zubair menjawab “untuk membaiat Ali”. kemudian Umar merampas pedang Zubair dan mematahkannya dan melemparkannya ke batu. Zubair pun dikeluarkan dari rumah dan diserahkan kepada Khalid. Kemudian Umar berkata kepada Imam Ali “Hai Ali baiatlah Abu bakar!” Imam Ali tidak mau membaiat Abu bakar, maka Ali kemudian diseret dandiserahkan kepada Kholid kemudian Imam Ali berkata kepada Umar “engkau sedang memerah susu untuk Abu bakar dan dirimu sendiri, engkau bekerja untuknya hari ini, dan besok dia akan mengangkatmu menjadi penggantinya.” 

Maka orang-orang pun berkumpul untuk menonton, dan jalan-jalan madinah pun  menjadi ramai. Setelah sayyidah Fathimah melihat apa yang diperbuat oleh Umar, Ia menjerit, sehingga seakan-akan keramaian menjadi sepi sejenak. Fathimah lalu keluar dari pintu dan berseru. “ Hai Abu bakar! Alangkah cepatnya anda menyerang keluarga Rasul. Demi Allah, saya tidak berbicara dengan Umar sampai say menemui Allah. Kalian mengetahui bahwa jenazah Rasul belumlah terkubur dan masih berada di dalam rumah ini. Kalian telah mengambil keputusan antar kalian sendiri, tanpa bermusyawarah dengan kami dan tanpa menghoramati hak-hak kami. Demi Allah aku katakan keluarlah kalian dari sini segera! Maka rombongan itu pun membubarkan diri dan tanpa mendapat bait dari Imam Ali
 

Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Imamah (Hadis Kekhalifahan Sunni)

Hadis Kekhalifahan Di Sisi Sunni

Mengenai hadis-hadis tentang Rasulullah tidak menunjuk khalifah itu memang ada dasarnya di sisi Sunni dan sanadnya shahih. Penulis(Ja’far) juga menambahkan bahwa Rasulullah SAW memberikan pilihan kepada Abu Bakar, Umar dan Ali(Ali tidak dipilih maka tinggal Abu Bakar dan Umar). Kemudian penulis melanjutkan Walaupun Rasulullah SAW memberikan tiga pilihan orang yang akan menggantikan beliau, beliau menganjurkan umat agar memilih Abu Bakar. Mari kita bersikap kritis terhadap pernyataan saudara Ja’far, apa benar Rasulullah SAW menganjurkan umatnya? 

Kalau memang begitu kenapa ketika peristiwa Saqifah kaum Anshar ribut-ribut tentang pengganti Rasulullah SAW, bukankah sebagian mereka memilih Saad bin Ubadah ra sebelum Abu Bakar ra dan Umar ra datang. Kenapa hadis ini tidak muncul sedikitpun dalam peristiwa Saqifah. Hadis Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda “Sungguh saya berhasrat atau ingin mengirimkan surat kepada Abu Bakar dan putranya lalu saya mengangkatnya sebagai khalifah. Sebab (aku khawatir) jika ada seseorang yang mengatakan atau orang yang mempunyai harapan.”. Apakah surat ini memang dibuat atau tidak juga tidak jelas, kalau tidak kenapa Rasulullah SAW mengurungkannya.

Sama juga halnya dengan hadis ‘Panggilah Abu Bakar dan saudaramu untuk datang kepadaku agar aku tuliskan sesuatu kepadanya. Sebab sesungguhnya saya khawatir jika ada orang yang berharap dan terdapat seseorang yang mengatakan, ‘Aku lebih berhak.’ Dan Allah dan orang-orang yang beriman tidak menghendaki kecuali Abu Bakar.”. Apakah tulisan itu jadi dibuat, kenapa tidak, kenapa Rasulullah SAWmengurungkan niatnya? Sekali lagi kenapa hadis ini tidak muncul ketika peristiwa Saqifah. Seandainya Rasulullah SAW benar menganjurkan Abu Bakar kepada umatnya maka adalah aneh jika pada awalnya para shahabat Anshar itu ribut-ribut di Saqifah.

Penulis juga berkata Ali bin Thalib r.a juga tidak pernah terpaksa untuk berba’iat kepada Abu Bakar r.a dengan alasan persatuan umat islam. Anehnya beliau hanya mengutip hadis baiat Imam Ali kepada Abu Bakar tanpa memperhatikan hadis lain yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari Kitab AlMaghazi Bab Ghazwah Khaibar 3 hal 38 yang diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Imam Ali tidak mau memberikan Baiat kepada Abu Bakar selama hidup Fatimah putri Nabi SAW. Jadi pernyataan ini tidak hanya diriwayatkan oleh Az Zuhri seperti yang dikatakan penulis. Ini juga diriwayatkan oleh Aisyah ra dalam Shahih Bukhari.

Penundaan baiat Imam Ali adalah hal yang mahsyur dalam sejarah. Memang terjadi perbedaan pendapat dalam masalah ini, ada yang berpendapat bahwa Imam Ali berbaiat dua kali dan ada yang berpendapat justru yang benar Imam Ali berbaiat setelah 6 bulan. Dalam Usdu Al Ghabah jilid 3 hal 222 Ibnu Hajar mengatakan ”Baiat yang mereka(Ali dan para pendukungnya) berikan menurut pendapat yang benar adalah setelah enam bulan. Dalam Musnad Ahmad tentang hadis Saqifah yang menjelaskan pidato Umar tentang peristiwa Saqifah(shahih oleh syaikh Ahmad Syakir) terdapat kata-kata Umar bahwa ketika Abu Bakar di baiat Ali dan Zubair memisahkan diri dari Kami. Setidaknya itu semua menunjukkan ada penundaan baiat Imam Ali kepada Abu Bakar ra.

Paling tidak ada beberapa alasan yang memberatkan pernyataan penulis bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memilih Abu Bakar ra
• Kaum Anshar di Saqifah berselisih paham tentang pengganti Nabi SAW di Saqifah sebelum kedatangan Abu Bakar ra dan Umar ra. Sebagian mereka malah memilih Saad bin Ubadah ra.
• Imam Ali ra dan beberapa sahabat Nabi menunda pembaiatan kepada Abu Bakar ra.
• Sayyidah Fatimah Az Zahra as berselisih dengan Abu Bakar ra dalam masalah Fadak. Berdasarkan dalil yang shahih(Shahih Bukhari) Sayyidah Fatimah as marah kepada Abu Bakar ra selama 6 bulan yang waktu itu sudah diangkat sebagai khalifah. Ini menunjukkan bahwa Sayyidah Fatimah as tidak membaiat Abu Bakar ra.

Al Quran Dan Hadis Menyatakan Ahlul Bait Selalu Dalam Kebenaran

Ahlul Bait adalah Pribadi-pribadi yang selalu berada dalam kebenaran

Mereka mendapat kemuliaan yang begitu besar yang telah ditetapkan dalam Al Quran dan Hadis. Banyak sekali isu-isu seputar masalah ini yang membuat orang enggan membahasnya. Yang saya maksud itu adalah Bagaimana sebenarnya kedudukan Ahlul Bait Rasulullah SAW dalam Islam. Ada sebagian kelompok yang sangat memuliakan Ahlul Bait, berpedoman kepada Mereka dan Mengambil Ilmu dari Mereka. Ada juga kelompok yang lain yang juga memuliakan Ahlul Bait dan mendudukkan mereka layaknya seperti Sahabat Nabi SAW yang juga memiliki keutamaan yang besar. Ada perbedaan yang besar diantara kedua kelompok ini.
  • Kelompok yang pertama memiliki pandangan bahwa Ahlul Bait adalah pedoman bagi umat islam agar tidak sesat sehingga Mereka adalah Pribadi-pribadi yang ma’sum dan terbebas dari kesalahan. Kelompok yang pertama ini adalah Islam Syiah
  • Kelompok yang kedua memiliki pandangan bahwa Ahlul Bait tidak ma’sum walaupun memiliki banyak keutamaan sehingga Mereka juga tidak terbebas dari kesalahan. Kelompok yang kedua ini adalah Islam Sunni.
Tulisan ini adalah Analisis tentang bagaimana sebenarnya kedudukan Ahlul Bait dalam Islam. Sumber-sumber yang saya pakai sepenuhnya adalah hadis-hadis dalam Kitab Hadis Sunni. Sebelumnya perlu ditekankan bahwa tulisan ini berusaha untuk menelaah pandangan manakah yang benar dan sesuai dengan dalil perihal kedudukan Ahlul Bait Rasulullah SAW. Sebaiknya perlu juga dijelaskan bahwa pembahasan seputar kemuliaan Ahlul Bait ini tidak perlu selalu dikaitkan dengan Sunni atau Syiah. Maksudnya bagaimanapun nantinya pandangan saya tidak perlu dikaitkan dengan apakah saya Sunni atau Syiah karena memang bukan itu inti masalahnya. Cukup lihat dalil atau argumen yang dipakai dan nilailah sendiri benar atau tidak.
.
.

Kemuliaan Ahlul Bait Dalam Al Quran

Al Quran dalam Surah Al Ahzab 33 telah menyatakan kedudukan Ahlul Bait bahwa Mereka adalah Pribadi-pribadi yang disucikan oleh Allah SWT.
Mari kita lihat Al Ahzab ayat 33 yang berbunyi
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlul Bait dan mensucikanmu sesuci-sucinya.
Jika kita melihat ayat sebelum dan sesudah ayat ini maka dengan sekilas kita dapat menyimpulkan bahwa Ahlul Bait yang dimaksud itu adalah istri-istri Nabi SAW karena memang ayat sebelumnya ditujukan pada istri-istri Nabi SAW. Pemahaman seperti ini dapat dibenarkan jika tidak ada dalil shahih yang menjelaskan tentang ayat ini. Mari kita bahas.
Kita sepakat bahwa Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur, artinya tidak diturunkan sekaligus dalam bentuk kitab yang utuh melainkan diturunkan sebagian-sebagian. Untuk mengetahui kapan ayat-ayat Al Quran diturunkan kita harus merujuk kepada Asbabun Nuzulnya. Tapi sayangnya tidak semua ayat Al Quran terdapat asbabun nuzul yang shahih menjelaskan sebab turunnya. Berdasarkan hal ini maka ayat-ayat dalam al Quran dibagi menjadi
  1. Ayat Al Quran yang memiliki Asbabun Nuzul atau sebab turunnya. Maksudnya ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa atau tujuan tertentu. Hal ini diketahui dengan hadis asbabun nuzul yang shahih.
  2. Ayat Al Quran yang tidak memiliki Asbabun Nuzul atau sebab turunnya karena memang tidak ada asbabun nuzul yang shahih yang menjelaskan sebab turunnya
Lalu apa kaitannya dengan pembahasan ini?.  Ternyata terdapat asbabun nuzul yang shahih yang menjelaskan turunnya penggalan terakhir surah Al Ahzab 33 yang lebih dikenal dengan sebutan Ayat Tathhir(ayat penyucian) yaitu penggalan
Innamaa Yuriidullaahu Liyudzhiba ’Ankumurrijsa Ahlalbayti Wayuthahhirakum Tathhiiraa.(QS Al Ahzab 33)
Yang arti atau terjemahannya adalah
Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlul Bait dan mensucikanmu sesuci-sucinya.
Ternyata banyak Hadis-hadis shahih dan jelas yang menyatakan bahwa ayat Innamaa Yuriidullaahu Liyudzhiba ’Ankumurrijsa Ahlalbayti Wayuthahhirakum Tathhiiraa.(QS Al Ahzab 33) turun sendiri terpisah dari ayat sebelum dan sesudahnya. Artinya ayat tersebut tidak terkait dengan ayat sebelum dan sesudahnya yang ditujukan untuk istri-istri Nabi SAW. Ayat tersebut justru ditujukan untuk Pribadi-pribadi yang lain dan bukan istri-istri Nabi SAW. Mungkin ada yang akan berpendapat bahwa yang seperti ini sama halnya dengan Mutilasi ayat, hal ini jelas tidak benar karena ayat yang dimaksud memang ditujukan untuk pribadi tertentu sesuai dengan asbabun nuzulnya.
Sebenarnya Ada dua cara untuk mengetahui siapa yang dituju oleh suatu Ayat dalam Al Quran.
  • Cara yang pertama adalah dengan melihat ayat sebelum dan ayat sesudah dari ayat yang dimaksud, memahaminya secara keseluruhan dan baru kemudian menarik kesimpulan.
  • Cara kedua adalah dengan melihat Asbabun Nuzul dari Ayat tersebut yang terdapat dalam hadis yang shahih tentang turunnya ayat tersebut.
Cara pertama yaitu dengan melihat urutan ayat, jelas memiliki syarat bahwa ayat-ayat tersebut diturunkan secara bersamaan atau diturunkan berkaitan dengan individu-individu yang sama. Dan untuk mengetahui hal ini jelas dengan melihat Asbabun Nuzul ayat tersebut. Jadi sebenarnya baik cara pertama atau kedua sama-sama memerlukan asbabun nuzul ayat tersebut. Seandainya terdapat dalil yang shahih dari asbabun nuzul suatu ayat tentang siapa yang dituju dalam ayat tersebut maka hal ini jelas lebih diutamakan ketimbang melihat urutan ayat baik sebelum maupun sesudahnya. Alasannya adalah ayat-ayat Al Quran tidaklah diturunkan secara bersamaan melainkan diturunkan berangsur-angsur. Oleh karenanya dalil shahih dari Asbabun Nuzul jelas lebih tepat menunjukkan siapa yang dituju dalam ayat tersebut.
Berbeda halnya apabila tidak ditemukan dalil shahih yang menjelaskan Asbabun Nuzul ayat tersebut. Maka dalam hal ini jelas lebih tepat dengan melihat urutan ayat baik sebelum maupun sesudahnya untuk menangkap maksud kepada siapa ayat tersebut ditujukan.
Jadi ini bukan mutilasi ayat tapi memang ayatnya turun sendiri terpisah dari ayat sebelum maupun sesudahnya dan ditujukan untuk pribadi-pribadi tertentu. Hal ini berdasarkan hadis-hadis yang menjelaskan Asbabun Nuzul Ayat Tathir, Hadis ini memiliki derajat yang sahih dan dikeluarkan oleh Ibn Abi Syaibah, Ahmad, Al Tirmidzi, Al Bazzar, Ibnu Jarir Ath Thabari, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Hatim, Al Hakim, Ath Thabrani, Al Baihaqi dan Al Hafiz Al Hiskani. Berikut adalah hadis riwayat Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi.
Diriwayatkan dari Umar bin Abu Salamah yang berkata, “Ayat berikut ini turun kepada Nabi Muhammad SAW, Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya.(QS Al Ahzab 33). Ayat tersebut turun di rumah Ummu Salamah , lalu Nabi Muhammad SAW memanggil Fathimah, Hasan dan Husain, lalu Rasulullah SAW menutupi mereka dengan kain sedang Ali bin Abi Thalib ada di belakang punggung Nabi SAW .Beliau SAW pun menutupinya dengan kain Kemudian Beliau bersabda” Allahumma( ya Allah ) mereka itu Ahlul BaitKu maka hilangkanlah dosa dari mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya. Ummu Salamah berkata,” Dan apakah aku beserta mereka wahai Rasulullah SAW? . Beliau bersabda “ engkau mempunyai tempat sendiri dan engkau menuju kebaikan”. (Hadis Sunan Tirmidzi no 3205 dan no 3871 dinyatakan shahih oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi).
Dari hadis ini dapat diketahui beberapa hal sebagai berikut
  1. Bahwa ayat ini turun di rumah Ummu Salamah ra, dan terpisah dari ayat sebelum maupun sesudahnya. Hadis itu menjelaskan bahwa yang turun itu hanya penggalan ayat Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya.
  2. Ahlul Bait yang dimaksud dijelaskan sendiri oleh Nabi SAW melalui kata-kata Beliau SAW “Ya Allah, mereka adalah Ahlul BaitKu” Pernyataan ini ditujukan pada mereka yang diselimuti kain oleh Rasulullah SAW yaitu Sayyidah Fatimah as, Imam Ali as, Imam Hasan as dan Imam Husain as.
  3. Ayat ini tidak ditujukan untuk istri-istri Nabi SAW. Buktinya adalah Pertanyaan Ummu Salamah. Pertanyaan Ummu Salamah mengisyaratkan bahwa ayat itu tidak ditujukan untuk istri-istri Nabi SAW, karena jika Ayat yang dimaksud memang turun untuk istri-istri Nabi SAW maka seyogyanya Ummu Salamah tidak perlu bertanya Dan apakah aku beserta mereka wahai Rasulullah SAW?. Bukankah jika ayat tersebut turun mengikuti ayat sebelum maupun sesudahnya maka adalah jelas bagi Ummu Salamah bahwa Beliau ra selaku istri Nabi SAW juga dituju dalam ayat tersebut dan Beliau ra tidak akan bertanya kepada Rasulullah SAW. Adanya pertanyaan dari Ummu Salamah ra menyiratkan bahwa ayat ini benar-benar terpisah dari ayat yang khusus untuk Istri-istri Nabi SAW. Sekali lagi ditekankan kalau memang ayat itu jelas untuk istri-istri Nabi SAW maka Ummu Salamah ra tidak perlu bertanya lagi “Dan apakah aku bersama mereka wahai Nabi Allah?”.
  4. Penolakan Rasulullah SAW terhadap pertanyaan Ummu Salamah, Beliau SAW bersabda “ engkau mempunyai tempat sendiri dan engkau menuju kebaikan”. Hal ini menunjukkan Ummu Salamah selaku salah satu Istri Nabi SAW tidaklah bersama mereka Ahlul Bait yang dituju oleh ayat ini. Beliau Ummu Salamah ra mempunyai kedudukan tersendiri dan bukanlah Ahlul Bait yang dimaksud dalam ayat ini.
Kesimpulan dari hadis-hadis Asbabun nuzul ayat tathhir adalah Ahlul Bait dalam Al Ahzab 33 itu adalah
  1. Rasulullah SAW sendiri karena ayat itu turun untuk Beliau berdasarkan kata-kata Ayat berikut ini turun kepada Nabi Muhammad SAW
  2. Mereka yang diselimuti kain oleh Rasulullah SAW dan dinyatakan bahwa mereka adalah Ahlul Bait Rasulullah SAW yang dimaksud yaitu Sayyidah Fatimah as, Imam Ali as, Imam Hasan as dan Imam Husain as.
Terdapat beberapa ulama ahlus sunnah yang menyatakan bahwa ayat tathiir adalah khusus untuk Ahlul Kisa’ (Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah as, Imam Ali as, Imam Hasan as dan Imam Husain as) yaitu
  1. Ibnu Jarir Ath Thabari dalam kitab Tafsir Ath Thabary juz I hal 50 ketika menafsirkan ayat ini beliau membatasi cakupan Ahlul Bait itu hanya pada diri Nabi SAW, Ali, Fathimah, Hasan dan Husain dan menyatakan bahwa ayat tersebut hanya untuk Mereka berlima (merujuk pada berbagai riwayat yang dikutip Thabari).
  2. Abu Ja’far Ath Thahawi dalam kitab Musykil Al Atsar juz I hal 332-339 setelah meriwayatkan berbagai hadis tentang ayat ini beliau menyatakan bahwa ayat tathiir ditujukan untuk Rasulullah SAW, Ali, Fathimah, Hasan dan Husain dan tidak ada lagi orang selain Mereka. Beliau juga menolak anggapan bahwa Ahlul Bait yang dituju oleh ayat ini adalah istri-istri Nabi SAW. Beliau menulis Maka kita mengerti bahwa pernyataan Allah dalam Sesungguhnya Allah berkehendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya. (Al-Ahzab :33) ditujukan pada orang-orang yang khusus dituju olehNya untuk mengingatkan akan derajat Mereka yang tinggi dan para istri Rasulullah SAW hanyalah yang dituju pada bagian yang sebelumnya dari ayat itu yaitu sebelum ditujukan pada orang-orang tersebut”.
Mungkin terdapat keraguan sehubungan dengan urutan ayat Al Ahzab 33, kalau memang ayat tersebut hanya ditujukan untuk Ahlul Kisa’ kenapa ayat ini terletak diantara ayat-ayat yang membicarakan tentang istri-istri Nabi. Perlu ditekankan bahwa peletakan susunan ayat-ayat dalam Al Quran adalah dari Nabi SAW dan juga diketahui bahwa ayat ayat Al Quran diturunkan berangsur-angsur, pada dasarnya kita tidak akan menyelisihi urutan ayat kecuali terdapat dalil yang shahih yang menunjukkan bahwa ayat tersebut turun sendiri dan tidak berkaitan dengan ayat sebelum maupun sesudahnya. Berikut akan diberikan contoh lain tentang ini, yaitu penggalan Al Maidah ayat 3
“Pada pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”.
Ayat di atas adalah penggalan Al Maidah ayat 3 yang turun sendiri di arafah berdasarkan Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih Bukhari no 4606 , Muslim dalam Shahih Muslim, no 3017 tidak terkait dengan ayat sebelum maupun sesudahnya yang berbicara tentang makanan yang halal dan haram.
Dari Thariq bin Syihab, ia berkata, ‘Orang Yahudi berkata kepada Umar, ‘Sesungguhnya kamu membaca ayat yang jika berhubungan kepada kami, maka kami jadikan hari itu sebagai hari besar’. Maka Umar berkata, ‘Sesungguhnya saya lebih mengetahui dimana ayat tersebut turun dan dimanakah Rasulullah SAW ketika ayat tersebut diturunkan kepadanya, yaitu diturunkan pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan Rasulullah SAW berada di Arafah. Sufyan berkata: “Saya ragu, apakah hari tsb hari Jum’at atau bukan (dan ayat yang dimaksud tersebut) adalah “Pada pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (H.R.Muslim, kitab At-Tafsir)
.
.

Makna Ayat Tathir

Innamaa Yuriidullaahu Liyudzhiba ’Ankumurrijsa Ahlalbayti Wayuthahhirakum Tathhiiraa.(QS Al Ahzab 33)

Innama

Setelah mengetahui bahwa ayat ini ditujukan untuk ahlul kisa’(Rasulullah SAW, Sayyidah Fathimah AS, Imam Ali AS, Imam Hasan AS dan Imam Husain AS) sekarang akan dibahas makna dari ayat tersebut. Ayat ini diawali dengan kata Innama, dalam bahasa arab kata ini memiliki makna al hashr atau pembatasan. Dengan demikian lafal ini menunjukkan bahwa kehendak Allah itu hanya untuk menghilangkan ar rijs dari Ahlul Bait as dan menyucikan Mereka sesuci-sucinya. Allah SWT tidak menghendaki hal itu dari selain Ahlul Bait as dan tidak juga menghendaki hal yang lain untuk Ahlul Bait as.

Yuridullah

Setelah kata Innama diikuti kata yuridullah yang berarti Allah berkehendak, perlu dijelaskan terlebih dahulu bahwa iradah Allah SWT terbagi dua yaitu iradah takwiniyyah dan iradah tasyri’iyyah. Iradah takwiniyyah adalah iradah Allah yang bersifat pasti atau niscaya terjadi, hal ini dapat dilihat dari ayat berikut
“Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadaNya ‘Jadilah ‘maka terjadilah ia”(QS Yasin :82)
“Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apanila Kami menghendakinya,Kami hanya berkata kepadanya ‘Jadilah’maka jadilah ia”(QS An Nahl :40)
“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki”(QS Hud:107)
Sedangkan yang dimaksud Iradah tasyri’iyah adalah Iradah Allah SWT yang terkait dengan penetapan hukum syariat bagi hamba-hambanya agar melaksanakannya dengan ikhtiar mereka sendiri. Dalam hal ini iradah Allah SWT adalah penetapan syariat adapun pelaksanaannya oleh hamba adalah salah satu tujuan penetapan syariat itu, oleh karenanya terkadang tujuan itu terealisasi dan terkadang tidak sesuai dengan pilihan hamba itu sendiri apakah mematuhi syariat yang telah ditetapkan Allah SWT atau melanggarnya. Contoh iradah ini dapat dilihat pada ayat berikut
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah)bulan ramadhan,bulan yang didalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda(antara yang haq dan yang bathil).Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka(wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu,pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur”.(QS Al Baqarah :185).
“Hai orang-orang beriman apabila kamu hendak mengerjakan sholat,maka basuhlah muka dan tanganmu sampai ke siku dan sapulah kepalamu dan kakimusampai dengan kedua mata kaki dan jika kamu junub maka mandilah dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan lalu kamu tidak memperoleh air,maka bertanyamumlah dengan tanah yang baik(bersih) sapulah muka dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatnya bagimu supaya kamu bersyukur”.(QS Al Maidah : 6)

Iradah dalam Al Baqarah 185 adalah berkaitan dengan syariat Allah tentang puasa dimana aturan-aturan yang ditetapkan Allah itu adalah untuk memudahkan manusia dalam melaksanakannya,sehingga iradah ini akan terwujud pada orang yang berpuasa. Sedangkan yang tidak mau berpuasa jelas tidak ada hubungannya dengan iradah ini. Begitu juga Iradah dalam Al Maidah ayat 6 dimana Allah hendak membersihkan manusia dan menyempurnakan nikmatnya bagi manusia supaya manusia bersyukur, iradah ini jelas terkait dengan syariat wudhu dan tanyamum yang Allah tetapkan oleh karenanya iradah ini akan terwujud bagi orang yang bersuci sebelum sholat dengan wudhu dan tanyamum dan ini tidak berlaku bagi orang yang tidak bersuci baik dengan wudhu atau tanyamum. Dan perlu ditekankan bahwa iradah tasyri’iyah ini ditujukan pada semua umat muslim yang melaksanakan syariat Allah SWT tersebut termasuk dalam hal ini Ahlul Bait as.
Iradah dalam Ayat tathhiir adalah iradah takwiniyah dan bukan iradah tasyri’iyah artinya tidak terkait dengan syariat tertentu yang Allah tetapkan, tetapi iradah ini bersifat niscya atau pasti terjadi. Hal ini berdasarkan alasan-alasan berikut
  1. Penggunaan lafal Innama yang bermakna hashr atau pembatasan menunjukkan arti bahwa Allah tidak berkehendak untuk menghilangkan rijs dengan bentuk seperti itu kecuali dari Ahlul Bait, atau dengan kata lain kehendak penyucian ini terbatas hanya pada pribadi yang disebut Ahlul Bait dalam ayat ini.
  2. Berdasarkan asbabun nuzulnya ayat ini seperti dalam hadis riwayat Turmudzi di atas tidak ada penjelasan bahwa iradah ini berkaitan dengan syariat tertentu yang Allah tetapkan.
  3. Allah memberi penekanan khusus setelah kata kerja liyudzhiba(menghilangkan) dengan firmannya wa yuthahhirakum tathiira. Dan kata kerja kedua ini wa yuthahhirakum(menyucikanmu) dikuatkan dengan mashdar tathiira(sesuci-sucinya)yang mengakhiri ayat tersebut. Penekanan khusus ini merupakan salah satu petunjuk bahwa iradah Allah ini adalah iradah takwiniyah.

Li yudzhiba ‘An kumurrijsa Ahlal bait

Kemudian kalimat selanjutnya adalah li yudzhiba ‘an kumurrijsa ahlal bait . Kalimat tersebut menggunakan kata ‘an bukan min. Dalam bahasa Arab, kata ’an digunakan untuk sesuatu yang belum mengenai, sementara kata min digunakan untuk sesuatu yang telah mengenai. Oleh karena itu, kalimat tersebut memiliki arti untuk menghilangkan rijs dari Ahlul Bait (sebelum rijs tersebut mengenai Ahlul Bait), atau dengan kata lain untuk menghindarkan Ahlul Bait dari rijs. Sehingga jelas sekali, dari kalimat ini terlihat makna kesucian Ahlul Bait dari rijs. Lagipula adalah tidak tepat menisbatkan bahwa sebelumnya mereka Ahlul bait memiliki rijs kemudian baru Allah menyucikannya karena Ahlul Bait yang disucikan dalam ayat ini meliputi Imam Hasan dan Imam Husain yang waktu itu masih kecil dan belum memiliki rijs.

Ar Rijs

Dalam Al Quran terdapat cukup banyak ayat yang menggunakan kata rijs, diantaranya adalah sebagai berikut.
“Sesungguhny,a (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji (rijs) termasuk perbuatan setan” (QS Al Maidah: 90).
“Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis (rijs) dan jauhilah perkataan-perkataan dusta” (QS Al Hajj: 30).
“Dan adapun orang orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat ini bertambah kekafiran (rijs) mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir” (QS At Taubah: 125).
“Maka berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya mereka itu adalah najis (rijs)” (QS At Taubah: 95).
“Dan Allah menimpakan kemurkaan (rijs) kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya” (QS Yunus: 100).
Dari semua ayat-ayat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa rijs adalah segala hal bisa dalam bentuk keyakinan atau perbuatan yang keji, najis yang tidak diridhai dan menyebabkan kemurkaan Allah SWT.
Asy Syaukani dalam tafsir Fathul Qadir jilid 4 hal 278 menulis,
“… yang dimaksud dengan rijs ialah dosa yang dapat menodai jiwa jiwa yang disebabkan oleh meninggalkan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan melakukan apa-apa yang dilarang oleh-Nya. Maka maksud dari kata tersebut ialah seluruh hal yang di dalamnya tidak ada keridhaan Allah SWT”.
Kemudian ia melanjutkan,
“Firman `… dan menyucikan kalian… ‘ maksudnya adalah: `Dan menyucikan kalian dari dosa dan karat (akibat bekas dosa) dengan penyucian yang sempurna.’ Dan dalam peminjaman kata rijs untuk arti dosa, serta penyebutan kata thuhr setelahnya, terdapat isyarat adanya keharusan menjauhinya dan kecaman atas pelakunya”.
Lalu ia menyebutkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Hakim, At Turmudzi, Ath Thabarani, Ibnu Mardawaih, dan Al Baihaqi dalam kitab Ad Dalail jilid 4 hal 280, bahwa Nabi saw. bersabda dengan sabda yang panjang, dan pada akhirnya beliau mengatakan “Aku dan Ahlul BaitKu tersucikan dari dosa-dosa”. (kami telah membahas secara khusus hadis ini di bagaian yang lain)
Ibnu Hajar Al Haitami Al Makki dalam kitab Ash Shawaiq hal 144-145 berkata,
“Ayat ini adalah sumber keutamaan Ahlul Bait, karena ia memuat mutiara keutamaan dan perhatian atas mereka. Allah mengawalinya dengan innama yang berfungsi sebagai pengkhususan kehendakNya untuk menghilangkan hanya dari mereka rijs yang berarti dosa dan keraguan terhadap apa yang seharusnya diimani dan menyucikan mereka dari seluruh akhlak dan keadaan tercela.”
Jalaluddin As Suyuthi dalam kitab Al lklil hal 178 menyebutkan bahwa
kesalahan adalah rijs, oleh karena itu kesalahan tidak mungkin ada pada Ahlul Bait.
Semua penjelasan diatas menyimpulkan bahwa Ayat tathiir ini memiliki makna bahwa Allah SWT hanya berkehendak untuk menyucikan Ahlul Bait dari semua bentuk keraguan dan perbuatan yang tercela termasuk kesalahan yang dapat menyebabkan dosa dan kehendak ini bersifat takwiniyah atau pasti terjadi. Selain itu penyucian ini tidak berarti bahwa sebelumnya terdapat rijs tetapi penyucian ini sebelum semua rijs itu mengenai Ahlul Bait atau dengan kata lain Ahlul Bait dalam ayat ini adalah pribadi-pribadi yang dijaga dan dihindarkan oleh Allah SWT dari semua bentuk rijs. Jadi tampak jelas sekali bahwa ayat ini telah menjelaskan tentang kedudukan yang mulia dari Ahlul Bait yaitu Rasulullah SAW, Imam Ali as, Sayyidah Fathimah Az Zahra as, Imam Hasan as dan Imam Husain as. Penyucian ini menetapkan bahwa Mereka Ahlul Bait senantiasa menjauhkan diri dari dosa-dosa dan senantiasa berada dalam kebenaran. Oleh karenanya tepat sekali kalau mereka adalah salah satu dari Tsaqalain selain Al Quran yang dijelaskan Rasulullah SAW sebagai tempat berpegang dan berpedoman umat islam agar tidak tersesat.
.
.

Kemuliaan Ahlul Bait Dalam Hadis Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda. “Kutinggalkan kepadamu dua peninggalan (Ats Tsaqalain), kitab Allah dan Ahlul BaitKu. Sesungguhnya keduanya tak akan berpisah, sampai keduanya kembali kepadaKu di Al Haudh“ (Mustadrak As Shahihain Al Hakim juz III hal 148 Al Hakim menyatakan dalam Al Mustadrak As Shahihain bahwa sanad hadis ini shahih berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim).
Hadis-hadis Shahih dari Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mereka Ahlul Bait AS adalah pedoman bagi umat Islam selain Al Quranul Karim. Mereka Ahlul Bait senantiasa bersama Al Quran dan senantiasa bersama kebenaran.
Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Itrati Ahlul BaitKu”.(Hadis riwayat Tirmidzi,Ahmad,Thabrani,Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761)
Hadis ini menjelaskan bahwa manusia termasuk sahabat Nabi diharuskan berpegang teguh kepada Al Quran dan Ahlul Bait. Ahlul Bait yang dimaksud dijelaskan sendiri dalam Hadis Sunan Tirmidzi di atas atau Hadis Kisa’ yaitu Sayyidah Fathimah AS, Imam Ali AS, Imam Hasan AS dan Imam Husain AS.
Selain itu ada juga hadis
Hanash Kanani meriwayatkan “aku melihat Abu Dzar memegang pintu ka’bah (baitullah)dan berkata”wahai manusia jika engkau mengenalku aku adalah yang engkau kenal,jika tidak maka aku adalah Abu Dzar.Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Ahlul BaitKu seperti perahu Nabi Nuh, barangsiapa menaikinya mereka akan selamat dan barangsiapa yang tidak mengikutinya maka mereka akan tenggelam”.(Hadis riwayat Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain jilid 2 hal 343 dan Al Hakim menyatakan bahwa hadis ini shahih).
Hadis ini menjelaskan bahwa Ahlul Bait seperti bahtera Nuh dimana yang menaikinya akan selamat dan yang tidak mengikutinya akan tenggelam. Mereka Ahlul Bait Rasulullah SAW adalah pemberi petunjuk keselamatan dari perpecahan.
Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda”Bintang-bintang adalah petunjuk keselamatan penghuni bumi dari bahaya tenggelam di tengah lautan.Adapun Ahlul BaitKu adalah petunjuk keselamatan bagi umatKu dari perpecahan.Maka apabila ada kabilah arab yang berlawanan jalan dengan Mereka niscaya akan berpecah belah dan menjadi partai iblis”. (Hadis riwayat Al Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain jilid 3 hal 149, Al Hakim menyatakan bahwa hadis ini shahih sesuai persyaratan Bukhari Muslim).
Begitu besarnya kemuliaan Ahlul Bait Rasulullah SAW ini membuat mereka jelas tidak bisa dibandingkan dengan sahabat-sahabat Nabi ra. Tidak benar jika dikatakan bahwa Ahlul Bait sama halnya sahabat-sahabat Nabi ra sama-sama memiliki keutamaan yang besar karena jelas sekali berdasarkan dalil shahih di atas bahwa Ahlul Bait kedudukannya lebih tinggi karena Mereka adalah tempat rujukan bagi para sahabat Nabi setelah Rasulullah SAW meninggal. Jadi tidak tepat kalau dikatakan Ahlul Bait juga bisa salah, atau sahabat Nabi bisa mengajari Ahlul Bait atau Menyalahkan Ahlul Bait. Sekali lagi, Al Quran dan Hadis di atas sangat jelas menunjukkan bahwa mereka Ahlul Bait akan selalu bersama kebenaran oleh karenanya Rasulullah SAW memerintahkan umatnya(termasuk sahabat-sahabat Beliau SAW) untuk berpegang teguh dengan Mereka Ahlul Bait.


Khalifah Umat Islam Adalah Ahlul Bait


Masalah Kekhalifahan adalah masalah yang sangat penting dalam Islam. Masalah ini adalah dasar penting dalam penerapan kehidupan keislaman, setidaknya begitu yang saya tahu:mrgreen: . Kata Khalifah sendiri menyiratkan makna yang beragam, bisa sesuatu dimana yang lain tunduk kepadanya, sesuatu yang menjadi panutan, sesuatu yang layak diikuti, sesuatu yang menjadi pemimpin, sesuatu yang memiliki kekuasaan dan mungkin masih ada banyak lagi

Saat Sang Rasulullah SAW yang mulia masih hidup maka tidak ada alasan untuk Pribadi Selain Beliau SAW untuk menjadi khalifah bagi umat Islam. Hal ini cukup jelas kiranya karena sebagai sang Utusan Tuhan maka Sang Rasul SAW lebih layak menjadi seorang Khalifah. Sang Rasul SAW adalah Pribadi yang Mulia, Pribadi yang selalu dalam kebenaran, dan Pribadi yang selalu dalam keadilan. Semua ini sudah jelas merupakan konsekuensi dasar yang logis bahwa Sang Rasulullah SAW adalah Khalifah bagi umat Islam.

Lantas bagaimana kiranya jika Sang Rasul SAW wafat? siapakah Sang Khalifah pengganti Beliau SAW? Atau justru kekhalifahan itu sendiri menjadi tidak penting. Pembicaraan ini bisa sangat panjang dan bagi sebagian orang akan sangat menjemukan. Dengan asumsi bahwa kekhalifahan akan terus ada maka Sang khalifah setelah Rasulullah SAW bisa berupa
  • Khalifah yang ditunjuk oleh Rasulullah SAW
  • Khalifah yang diangkat oleh Umat Islam
Kedua Premis di atas masih mungkin terjadi dan tulisan ini belum akan membahas secara rasional premis mana yang benar atau lebih benar. Tulisan kali ini hanya akan menunjukkan adanya suatu riwayat dimana Sang Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa Ahlul Bait adalah Khalifah bagi Umat Islam. Bagaimana sikap orang terhadap riwayat ini maka itu jelas bukan urusan penulis
:mrgreen:
Dari Zaid bin Tsabit RA yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian dua Khalifah yaitu Kitab Allah yang merupakan Tali yang terbentang antara bumi dan langit, serta KeturunanKu Ahlul BaitKu. Keduanya tidak akan berpisah sampai menemuiKu di Telaga Surga Al Haudh. (Hadis Ini diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dalam Musnad Ahmad jilid 5 hal 182, Syaikh Syuaib Al Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad menyatakan bahwa hadis ini shahih. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir jilid 5 hal 154, Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid jilid 1 hal 170 berkata “para perawi hadis ini tsiqah”. Hadis ini juga disebutkan oleh As Suyuthi dalam Jami’ Ash Shaghir hadis no 2631 dan beliau menyatakan hadis tersebut Shahih.)

Hadis di atas adalah Hadis Tsaqalain dengan matan yang khusus menggunakan kata Khalifah. Hadis ini adalah hadis yang Shahih sanadnya dan dengan jelas menyatakan bahwa Al Ithrah Ahlul Bait Nabi SAW adalah Khalifah bagi Umat islam. Oleh karena itu Premis bahwa Sang Khalifah setelah Rasulullah SAW itu ditunjuk dan diangkat oleh Rasulullah SAW adalah sangat beralasan:mrgreen:
Salam Damai
Catatan : Sengaja Metode Penulisan Agak sedikit berbeda, sesuai dengan kebutuhan .Siap-siap menunggu hujatan :mrgreen:

92 Tanggapan

  1. Kalau sudah dihujat, trus what will you do?
  2. Bagaimana dengan kekhalifahan pada jaman modern saat ini? Padahal fenomena kepemimpinan saat ini tak bisa lepas dari stratifikasi sosial, sebuah struktur sosial yang terdiri lapisan-lapisan. Dalam struktur masyarakat modern, status sosial haruslah diperjuangkan (achieved) dan bukannya karena diberi atau berdasarkan garis keturunan (ascribed). Selayaknya status sosial merupakan penghargaan masyarakat atas prestasi yang dicapai oleh seseorang. Jika seseorang telah mencapai suatu prestasi tertentu, ia layak di tempatkan pada lapisan tertentu dalam masyarakatnya. Semua orang diharapkan mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih prestasi, dan melahirkan kompetisi untuk meraihnya.
    Dalam konteks Khalifah Umat Islam Adalah Ahlul Bait, memang tidak terbantahkan. Yang menarik adalah dua premis yang diajukan. Premis pertama sudah jelas Ahlul bait dan keturunannya. Premis kedua, apakah ini (harus) berlaku pada jaman modern?
  3. Kenapa kita diperintahkan utk berserah diri? Kepada apa dan siapakah seseorg layak menyerahkan dirinya? Tentunya kpd sesuatu yg pasti selalu benar, bisa jadi pedoman, secara prosedural dapat diikuti.
    Islam adalah agama sempurna, islam pun adalah agama yg sangat prosedural. Kenalan2 saya dr agama lain (terutama bule2) mrk tdk pernah bisa membayangkan bhw ada umat yg mau diatur sedemikian detail oleh agamanya. Dari cara makan, apa yg dimakan, masuk kmr mandi, cara mandi dll. Secara nyata bagi kt bhw islam memiliki aturan2 dan prosedur2 yg detail. Semua itu kt lakukan dg senang hati (ikhlas) krn kt meyakini bhw Allah Maha Sempurna dan Rasulullah SAW adalah makhluk yg paling sempurna. Sehingga apa2 yg datang dr Allah dan Rasul-Nya mk akan kt taati dg keyakinan pasti itu adalah yg terbaik bagi kita.
    Ada sesuatu yg menjadi absurd dan tdk bs diterima akal, yaitu pd saat suatu institusi (Islam) mengatur semua hal dr yg kecil, remeh sampai pd yg besar dan penting.
    Dalam setiap institusi hal yg paling penting dan besar adalah kepemimpinan, kt tdk akan menemukan suatu institusi tanpa pemimpin (bhkn sampai pd forum arisan pun ada yg namanya koordinator/pemimpin).
    Muncul dlm benak saya pertanyaan yg selalu mengusik: “mungkinkah islam yg besar & sempurna ini tdk memiliki pemimpin dan metoda kepemimpinan & pemilihannya?”
    Jika kt melihat di masa Nabi hidup, maka jelas kemimpinan islam itu ada (berarti Rasulullah mencontohkan hrs adanya pemimpin). Setelah Rasulullah meninggal yg ada adalah pemimpin namun metoda pemilihan kepemimpinanan nol besar, krn telah terjadi perselisihan pendapat. Setelah 4 khalifah usai dan masuk kpd Bani Umayyah (muawiyah) mk islam kehilangan konsep kepemimpinan, secara perlahan namun pasti pemimpin islam berubah menjadi raja yg beragama islam, raja tsb tdk lg sebagaimana 4 khalifah (apalg Rasulullah) mengatur/menguasai kehidupan spiritual umat islam. Sehingga akhirnya sampai skr dimana tdk ada satupun kepemimpinan islam, yg ada tertinggal apakah pemimpin yg beragama islam ataukah pemimpin negara islam, yg artinya tdk lg menguasai umat islam dr sisi kehidupan beragamanya. Artinya kehidupan institusi islam sdh jauh bergeser dr yg dicontohkan Rasulullah.
    Jika kita semua setuju bhw Allah & Rasul-Nya pasti telah menentukan pemimpin2 islam atau metoda pemilihan kepemimpinan tsb, bukankah akan kita temukan di Al-Qur’an ataupun hadits?.
    Jika kita telah meyakini ini, maka terasa mudah utk menafsirkan ayat2 Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah yg berkaitan dg wilayah/kepemimpinan. Namun sayangnya kepentingan golongan/rezim dan kedengkian atas kemulian yg Allah berikan kpd pemilik/pewaris wilayah/kepemimpinan tsb menyebabkan segala macam tafsir yg berkaitan dg wilayah/kepemimpinan akan tertolak dg keras. Dan akhirnya institusi islam menjadi sebagaimana yg kita lihat skrg. Shg serasa tdk lagi mungkin memiliki pemimpin/kepemimpinan islam yg sebagaimana yg dicontohkan Rasulullah baik dr segi capability maupun konsep islam yg satu.

  4. Benar firman Allah bahwa banyak sahabat yg munafik.Krn banyak Sunnah Rasul tdk mereka laksanakan tp mrk katakan melaksanakan sunnah Rasul contoh soal Kepimpinan Umat setelah Rasul sbg contoh:
    Setiap Rasul menugaskan/ melksanakan suatu urusan dlm suatu rombongan mk hrs ada pemimpinnya. Ini dlm soal2 spele. Rasul berikan contoh agar umat mencontohi. Apalagi ISLAM agama dunia dan telah diridhai Allah. Siapa yg akan menjaga atau mengawasi umat ini agar jgn sesat, siapa yg menjaga Alqur’an ini supaya tetap murni. Pasti orang2 yg terlebih dahulu dipersiapkan oleh Allah tdk mungkin membiarkan firman2 Allah tercecer begitu saja atau ditafsirkan begitu saja oleh manusia2 yg tdk bertanggung jawab Jd logika dan hati nurani tdk dpt menerima kelanjutan kepemimpinan umat tanpa ada petunjuk dr Allah. Kepimpinan HRS ADA DAN KEBERADAANNYA HRS BERDASARKAN PETUNIUK DR ALLAH . Terlebih dahulu Allah mempersiapkan siapa2 yg akan melanjutkan kepemimpinan setelah Rasul dan menugaskan Rasul utk meberitahukan/ menunjuk siapa peganti Rasul. Tdk mungkin Allah menyerahkan kepemimpinan utk mengawasi kelanjutan agama yg Allah telah ridha diserahkan pd manusia utk memilih pemimpin mereka. Kalau soal dunia kepemimpinan boleh didasarkan dg cara musyawarah. Tapi apabila soal agama/urusan Allah tdk ada musyawarah MUTLAK berdasarkan penunjukan Allah melalui Rasul Dan ini sdh jelas2 dlm firman Allah dan Hadis Rasul. Tp krn kemunafikan maka pd zaman Rasul mrk mengiakan tetapi sesudah Rasul meninggal mk mrk tolak semua apa yg telah disampaikan Rasul dgn ber-macam2 alasan. Dan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan kita lihat sekarang kita bukan lagi umat yg satu tapi terpecah belah malahan saling membunuh. Apakah Rasul tdk sedih melihat ini? UMMATI, UMMATI, UMMATI

  5. @Mbak Hilda
    jika saya dihujat, maka saya akan berdoa kepada Allah SWT semoga memberikan kepintaran yang tidak ternilai kepada saya:mrgreen:
    *doa mereka yang teraniaya cepet dikabulkan*

    @Mbak Hilda
    sudah jelas ini semua berlaku di zaman modern Mbak. Hanya saja aplikasinya agak lain karena kita perlu mencari siapa sang Ithrah Rasul sebagai Khalifah sekarang

    @truthseeker
    penjelasan yang panjang dan menarik

    @abu rahat
    silakan-silakan, untuk saat ini komentar Mas tidak membutuhkan kritik dari saya:mrgreen:

  6. :: SP
    *baca kutipan hadist*
    Mas, kalo menurut saya kata ‘khalifah’ itu maksudnya adalah tuntunan khan? karena sejajar dengan kata “kitab Allah.”
    Or, in other words ‘khalifah’ means ‘hadist’…

    ~~~*~~~
    :: truthseeker
    Muncul dlm benak saya pertanyaan yg selalu mengusik: “mungkinkah islam yg besar & sempurna ini tdk memiliki pemimpin dan metoda kepemimpinan & pemilihannya?”
    Saya nggak pernah dengar tentang harus ada satu pemimpin yang menguasai tentang kehidupan beragama umat islam itu sendiri untuk cakupan seluruh umat Islam/Muslim.
    IMHO, Metoda dalam pemilihan pemimpin ada di sebutkan dalam Al-quran (gak ingat surat dan ayat berapanya ). Tapi pemimpin disitu, sepertinya adalah pemimpin seperti pemimpin negara, wilayah, sampai ke organisasi terkecil sekalipun. namun TIDAK dengan ‘kepemimpinan oleh satu orang’ yang mengatur tentang kehidupan spiritual para umatnya, setelah para Rasul wafat.
    … raja tsb tdk lg sebagaimana 4 khalifah… mengatur/menguasai kehidupan spiritual umat islam… yg ada tertinggal apakah pemimpin yg beragama islam ataukah pemimpin negara islam, yg artinya tdk lg menguasai umat islam dr sisi kehidupan beragamanya. Artinya kehidupan institusi islam sdh jauh bergeser dr yg dicontohkan Rasulullah.
    Kalo seandainya ada seorang yang di tunjuk sebagai pemimpin umat dari sisi agama, ini akan sangat rentan. Bisa-bisa orang itu jadi nabi baru. Sementara Jadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Apalagi kalo HARUS memimpin seluruh umat islam dari sisi agama di dunia dalam satu ‘kepemimpinan’.
    Lagian, Rasulullah kan sudah meninggalkan Al-Quran dan Hadist. Serta manusia diciptakan dengan akal guna mencari kebenaran yang sesungguhnya. masalah akhirnya malah terjadi perbedaan, itu masalah keyakinan masing-masing terhadap apa yang di ketahuinya.
    Seperti yang dijelaskan Mas SP, ada logika-logika yang dipakai dalam menentukan mana yang benar. Seandainya logika kita salah karena keterbatasan ‘ilmu’ maka bertawakal adalah jalan keluarnya.
    Jika kita semua setuju bhw Allah & Rasul-Nya pasti telah menentukan pemimpin2 islam atau metoda pemilihan kepemimpinan tsb, bukankah akan kita temukan di Al-Qur’an ataupun hadits?.
    yang saya tahu, dalam memilih pemimpin mestilah yang seagama (islam), amanah (tidak munafik)… CMIIW
    ~~~~~
    :: aburahat
    Siapa yg akan menjaga atau mengawasi umat ini agar jgn sesat,…
    Masalah menjaga diri agar tidak sesat, itu IMHO adalah kekuasaan pribadi. Tidak ada kewajiban seorangpun untuk mencegah seseorang diluar dirinya agar tidak sesat. Setidaknya hanya bisa menasehati dan memberikan ‘tuntunan,’ Tapi keputusan akhir tetap jatuh pada diri orang itu masing-masing.
    karena, diakhirat nanti setiap orang akan mempertanggung jawabkan amal perbuatannya masing-masing.
    BTW, rasulullah kan pernah bersabda, yang intinya menyatakan ” bahwa tidak akan sesat umat yang tetap berpegang teguh pada Al-qur’an dan hadist…”
    …siapa yg menjaga Alqur’an ini supaya tetap murni.
    Allah! dengan cara Nya sendiri.
    “`
    BTW, truthseeker & aburahat, salam kenal… ^^
  7. @Snowie
    Saya nggak pernah dengar tentang harus ada satu pemimpin yang menguasai tentang kehidupan beragama umat islam itu sendiri untuk cakupan seluruh umat Islam/Muslim.
    Kepemimpinan adalah fitrah manusia. Kepemimpinan dlm Al-Qur’an: “pemimpin kalian adalah…, dan banyak lg ayat2 ttg pemimpin. Yg artinya Allah memerintahkan kita utk memiliki pemimpin. Kepemimpinan = imam Kepemimpinan dlm hadits? Lha wong kepemimpinan itu dicontohkan oleh Rasul.
    Jangan alergi mas dg kepemimpinan, kl pemimpin yg dipilih oleh manusia ya mmg bs diragukan. Tapi pemimpin yg dipilih oleh Allah masa kita jg ragukan?

    Kalo seandainya ada seorang yang di tunjuk sebagai pemimpin umat dari sisi agama, ini akan sangat rentan. Bisa-bisa orang itu jadi nabi baru.
    Lagi2 ketakutan2 yg berlebihan yg tdk mendasar, emang ada yg menganggap khulafaurrasyidin sbg Nabi?. Kan bukannya blm ada cth sama sekali.
    Saya kdg heran dg ketakutan2 yg tdk berdasar spt ini.
    – Memuliakan Nabi dilarang krn kuatir krn mengkultuskan/mentuhankan Nabi.
    – Memuliakan ahl bayt kuatir akan melebihi kemuliaan Nabi.
    – Ziarah kubur Rasulullah dilarang krn kuatir syirik.
    Semua ketakutan ini terlalu mengada2, pdhal utk terjadinya kekuatiran2 tsb tdk perlu melalui memuliakan mrk2 yg layak/harus dimuliakan.

    Lagian, Rasulullah kan sudah meninggalkan Al-Quran dan Hadist.
    Emang cukup? Apakah tdk perlu orang2 yg menguasai keduanya?. Bukankah dg tdk adanya pemimpin/imam mk islam menjadi terpecah belah spt ini?. Bukankah jelas bhw islam ktk Rasul msh hidup terjaga krn adanya figur/imam dmn semua perselisihan/perbedaan terselesaikan. Sayangnya kt lbh banyak berburuk sangka bhw apakah ada pemimpin yg bs kita terima.
    yang saya tahu, dalam memilih pemimpin mestilah yang seagama (islam), amanah (tidak munafik)
    So pasti, bhkn tdk cukup hanya itu. Dr komentar/syarat ini koq sy jd bingung apakah anda mengerti pemimpin yg spt apa yg kt bicarakan? Kita bicara pemimpin yg dipilih Allah, bukankah tdk tepat msh mempertanyakan islam atau tdk. Sayangnya keenganan memiliki pemimpin tsb lbh didasarkan oleh buruksangka atas kemampuan imam tsb.
  8. @Snowie
    Masya Allah muncul lagi yg ngawur. Apakah anda pernah baca Alqur’an TIDAK atau Hadis? Anda katakan :
    Masalah menjaga diri agar tidak sesat, itu IMHO adalah kekuasaan pribadi. Tidak ada kewajiban seorangpun untuk mencegah seseorang diluar dirinya agar tidak sesat. Setidaknya hanya bisa menasehati dan memberikan ‘tuntunan,’ Tapi keputusan akhir tetap jatuh pada diri orang itu masing-masing.
    Jd menurut anda setelah Nabi tdk perlu ada yg membibing atau mengawasi agar agama Allah ini berjln sesuai yg Allah gariskan? Mengapa hrs ada Bukhari Muslim dll pencatatat Hadis? Mengapa ada para Mujtahid yg diikuti, Mengapa ada ibnu taimiah dll? Sungguh picik cara bepikir anda.
    Soal kepimpinan anda katakan tdk perlu penunjukan dr Allah. Subhanallah anda bisa baca Aqur’an nda?
    Sangat banyak ayat2 Alqur’an dan Hadis dimana Allah menunjuk pemimpin utk melanjutkan misi Rasul. Dibawa ini saya tunjukkan 2 ayat saja dimana Allah menunjuk pimpinan utk melanjukan misi Rasul :
    1.Surah Al Anbiyah ayat 73
    73. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,
    2.Surah as-Sajadah ayat 24
    .24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar[1195]. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.
    Dan maeih banyak lagi ayat2nya.
    Saya rasa cukup bukti2 ini utk menjelaskan NGAWURnya anda

  9. @Snowie
    gt;Mas, kalo menurut saya kata ‘khalifah’ itu maksudnya adalah tuntunan khan? karena sejajar dengan kata “kitab Allah.”
    Bisa kok, penafsiran itu masih mungkin
    Or, in other words ‘khalifah’ means ‘hadist’…
    Sayangnya hadis dengan kata-kata hadis itu dhaif
    Saya nggak pernah dengar tentang harus ada satu pemimpin yang menguasai tentang kehidupan beragama umat islam itu sendiri untuk cakupan seluruh umat Islam/Muslim.
    Saya pernah dengar kok, yaitu pada saat Rasulullah SAW masih hidup beliau adalah pemimpin bagi seluruh Umat Islam (bahkan sampai saat sekarang ketika beliau telah wafat)
    Kalo seandainya ada seorang yang di tunjuk sebagai pemimpin umat dari sisi agama, ini akan sangat rentan. Bisa-bisa orang itu jadi nabi baru. Sementara Jadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Apalagi kalo HARUS memimpin seluruh umat islam dari sisi agama di dunia dalam satu ‘kepemimpinan’.
    Saya rasa justru kalau Rasulullah SAW sendiri yang menetapkan berdasarkan ketentuan Allah SWT maka sudah pasti kepemimpinan itu adalah benar dan tidak sesat seperti para Nabi palsu:mrgreen:
    Lagian, Rasulullah kan sudah meninggalkan Al-Quran dan Hadist. Serta manusia diciptakan dengan akal guna mencari kebenaran yang sesungguhnya. masalah akhirnya malah terjadi perbedaan, itu masalah keyakinan masing-masing terhadap apa yang di ketahuinya
    Benar Mbak dan walaupun begitu tidak setiap apa yang diapahami oleh manusia itu adalah benar berdasarkan kebenaran yang telah digariskan oleh Allah SWT. Yang penting kita menghargai pandangan masing-masing
    Seperti yang dijelaskan Mas SP, ada logika-logika yang dipakai dalam menentukan mana yang benar. Seandainya logika kita salah karena keterbatasan ‘ilmu’ maka bertawakal adalah jalan keluarnya.
    Perlu ditambahkan Mbak, mungkin yang lebih tepat adalah jika logika yang dipakai terbukti salah karena keterbatasan ilmu maka lebih baik kita mencari ilmu lebih banyak untuk mendapatkan logika yang benar. Bertawakal bukanlah jalan keluar itu sendiri tetapi suatu sikap hidup yang sebaiknya dijalani untuk mencari jalan keluar yang lebih baik
    Masalah menjaga diri agar tidak sesat, itu IMHO adalah kekuasaan pribadi. Tidak ada kewajiban seorangpun untuk mencegah seseorang diluar dirinya agar tidak sesat. Setidaknya hanya bisa menasehati dan memberikan ‘tuntunan,’ Tapi keputusan akhir tetap jatuh pada diri orang itu masing-masing.
    Benar kok Mbak, tapi mungkin yang dimaksud Mas Abu Rahat itu adalah diperlukannya orang yang menjadi panutan hidup yang dapat senantiasa menjadi panduan bagi umat Islam.
    BTW, rasulullah kan pernah bersabda, yang intinya menyatakan ” bahwa tidak akan sesat umat yang tetap berpegang teguh pada Al-qur’an dan hadist…”
    Sebenarnya saya percaya kok kalau Al Quran dan Hadis adalah pedoman Umat Islam .Hanya saja hadis Shahih dalam masalah ini adalah Rasulullah SAW meninggalkan Al Quran dan Ahlul Bait agar menjadi pedoman Umat Islam biar tidak tersesat. Hadis yang Mbak maksud itu pernah saya bahas dan hadis tersebut dhaif
    Salam

    @truthseeker
    Jangan alergi mas dg kepemimpinan, kl pemimpin yg dipilih oleh manusia ya mmg bs diragukan. Tapi pemimpin yg dipilih oleh Allah masa kita jg ragukan?
    Ah Mas anda keliru, beliau bukan mas mas, tapi Mbak
    @aburahat
    Masya Allah muncul lagi yg ngawur. Apakah anda pernah baca Alqur’an TIDAK atau Hadis?
    Saya rasa Mas, Mbak itu cuma menampilkan pandangannya dan apa yang ia anggap benar.
    lebih enak kalau diskusinya dengan nyantai aja kan Mas

  10. Logika sederhana sajah,
    Sayyidina Hasan r.a saja merelakan tahta kempemimpinannya kepada orang lain demi kemashlahatan Ummat. Kok malah pengikut syiah berani2nya mengatakan bahwa tahta khilafah hanya milik ahlul bayt ???
    tahqiyah kah ? Atau masih kepengaruh budaya persia majusi kah ?
    Atau malah menyimpulkan keputusan Sayyidina Hassan r.a salah ???

  11. @Muhibbin
    Logika sederhana mas masih saja keliru.
    Peristiwa penyerahan tahta dari Imam Hasan ke “Orang Lain” itu harusnya digambarkan kayak gini mas

    Andaikan ada seorang perampok masuk ke rumah mas. Kemudian ia mengancam akan menyakiti keluarga mas jika mas tidak bersedia menyerahkan harta-harta mas.
    Maka, apa tindakan yang akan mas ambil?
    Saya percaya, karena ingin melindungi keluarga mas, maka mas dengan terpaksa mengikuti permintaan si perampok untuk menyerahkan harta kekayaan mas. Begitu kan?
    Pertanyaannya:
    (1) Benarkah tindakan mas melindungi keluarga mas dengan menyerahkan harta kekayaan mas?
    (2) Hak milik siapakah sesungguhnya harta yang sekarang di tangan si Perampok yang telah dirampas dengan zalim? Punya mas kah atau si perampok kah?
    (3) Dipebolehkankah orang-orang yang cinta kepada mas untuk membela mas dan menyalahkan si perampok serta mengatakan bahwa harta kekayaan itu sesungguhnya adalah milik mas?

    Jikalau mas mau menjawab dengan jujur, maka pertanyaan mas yang ini:
    “Kok malah pengikut syiah berani2nya mengatakan bahwa tahta khilafah hanya milik ahlul bayt ???”
    Keliru kan?
    Juga pertanyaan yang ini:
    “Atau malah menyimpulkan keputusan Sayyidina Hassan r.a salah ???”
    Tidak pada tempatnya kan?

    Damai…damai
  12. @Muhibbin
    Kok malah pengikut syiah berani2nya mengatakan bahwa tahta khilafah hanya milik ahlul bayt ???
    Kalau menurut saya, logika yang sederhana itu adalah hadis di atas. Rasulullah SAW sendiri yang bilang Ahlul Bait adalah khalifah umat Islam
    tahqiyah kah ? Atau masih kepengaruh budaya persia majusi kah ?
    Atau malah menyimpulkan keputusan Sayyidina Hassan r.a salah ???
    Wah saya kurang tahu ya kalau masalah bagaimana sebenarnya saudara kita yang Syiah itu. Tapi saya yakin mereka selalu memuliakan Ahlul Bait termasuk Imam Hasan AS. Dan bagi saya Imam Hasan AS selalu benar Salam
    @armand
    Analogi yang cukup mengena Mas
    sangat sederhana malah
    hanya saja sepertinya manusia berbeda-beda dalam mempersepsi mana yang sederhana dan mana yang tidak
    Salam
  13. @Muhibbin
    Sampean gak baca hadis di atas ya, kata Khalifahnya jelas banget Gitu Loh
    Mau mungkir ya silakan, kalau orang islam sih patuh dengan perintah RasulNya

  14. @ armand.
    Lucu sekali Saya mendengar analogi anda. Seakan-akan, anda hendak mengatakan kalau Sayyidina Hassan r.a adalah seorang pengecut yang takut menegakkan risalah yang benar karena ancaman pedang atau takut kehilangan keluarga.
    Maaf, Cucu-cucu RasuluLLAH SAW bukanlah seorang pengecut seperti yang analogi anda ceritakan. Semoga anda bisa mikir, dengan analogi sederhana yang baru saya sampaikan

    @2ndprince dan almirza,
    Saya disini tidak hanya sekedar bicara atas dasar keilmuan saya semata, namun saya juga meminta pencerahan dari beberapa Ustadz saya, termasuk habib Saya sendiri yang sangat Saya cintai. Asal antum semua mengerti, tulisan2 diatas sudah saya print, dan saya tunjukan kepada ustadz2 saya. Mereka semua sampe geleng2 kepala membacanya, karena lucu melihat kesimpulan dan kepahaman ilmu dari si penulis. taqiyahnya terlalu jelas untuk diketahui oleh khalayak ramai.
    Mengenai hadits diatas, ada kecacatan dan kelemahan baik pada bunyi maupun redaksinya.

    Semoga kamu semua masih bisa mendapat hidayah ALLAH SWT, sebelum Izrail as datang menjemput ^_^
  15. Saya sdh katakan sblmnya bahwa pengikut Wahabi tdk berdasarkan Nash tp. INDOTRINASI. Ternyata benarkan. Jd susah berdiskusi dg orang2 yg hanya berdasarkan apa kata ustadznya
  16. @SP
    Maaf ya kalau saya lagi “keasyikan” diskusi sama mas Muhibbinn
    @Muhibbin
    Siapakah yang mengatakan atau berprasangka buruk thd Imam Hasan as? Bukankah mas yang menyatakannya? Saya tidak habis pikir, bagaimana mas bisa berkesimpulan seperti prasangkaan mas? Apakah akal mas sudah difungsikan?
    Mas, membela kehormatan keluarga dibanding melindungi harta adalah sebuah keniscayaan. Bagaimana bisa dibilang pengecut? Mengapa hal sepele seperti ini tidak dapat dimengerti oleh mas?
    Kemudian, kata mas Imam Hasan as telah menyerahkan kekhalifahannya ke “orang Lain” dengan alasan kemashalatan umat. Menurut mas kemashalatan umat seperti apa sehingga Imam Hasan as harus menyerahkan kekhalifahannya?
    Selanjutnya lebih baik mas ngga usah bawa2 Habib mas di sini karena akan mencemarkan nama baik Habib mas sendiri dengan cara berpikir mas.

    Saya sangat menghargai kalau mas tidak berusaha mengelak dan bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan yg saya ajukan.
    Damai….damai
  17. @abuharat.. ooppz… maksud Ane aburahat,
    lucu sekali mendengar komen ente barusan. Seakan-akan ente merasa ilmu ente udah lebih tinggi dari para ulama yang lain. Ane memberikan komen berdasarkan keilmuan Ane dan Ane bicarakan dulu dengan ulama yang lebih mengerti, jadi biar tidak salah kalam. Apakah ente mau meniru iblis, yang merasa paling pintar ?
    Tolong ente baca lagi komen2 Ane sebelumnya, sebelum ente memberikan komen yang tidak ada isinya ^_^
    Kalo mau taqiyah, yang profesional donq, jangan amatiran kayak gitu ^_^

    @armand,
    Sukron bwat komennya. Owkeh, kayaknya komen kamu yang paling bagus dan paling sopan untuk ditanggapin.
    Saya akan membahas sedikit demi sedikit. Tolong pahami baik2, Saya rasa cukup mudah untuk dimengerti. Jadi ngga usah muter2 lagi bwat selanjutnya ^_^

    Siapakah yang mengatakan atau berprasangka buruk thd Imam Hasan as? Bukankah mas yang menyatakannya? Saya tidak habis pikir, bagaimana mas bisa berkesimpulan seperti prasangkaan mas? Apakah akal mas sudah difungsikan?
    Mas, membela kehormatan keluarga dibanding melindungi harta adalah sebuah keniscayaan. Bagaimana bisa dibilang pengecut? Mengapa hal sepele seperti ini tidak dapat dimengerti oleh mas?

    Coba kamu perhatikan analogi kamu sebelumnya. Jikalau seseorang yang mau dirampok itu, telah dititipkan amanah untuk menjaga hartanya walau apapun taruhanannya. Apakah kamu mengira dia akan menyerah begitu saja, apabila ada perampok yang mau merampoknya ???
    Jikalau, kita kaitkan analogi anda ke masalah Imam Hassan r.a , Apakah anda mengira Sayyidina Hassan r.a akan menyerahkan tampuk khalifah begitu saja, hanya karena ancaman pedang ataupun kehilangan keluarga? Pati beliau r.a akan melawan apapun resikonya, jika memang ada perintah langsung dari ALLAH dan RasulNYA bahwa amirul mukminin hanya boleh dipegang oleh ahlul bayt Rasul.
    Namun kita baca sejarah, apakah Imam Hassan r.a melakukan perlawanan? Tidak kan. Beliau menyerahkan, karena memang tidak ada sabda Rasul yang menyatakan tampuk amirul mukminin harus dipegang oleh ahlul bayt. Imam Hassan diangkat menjadi khalifah, ketika itu karena hanya keputusan sidang para sahabat dan kesepakatan kaum Muslim sepeninggal ayahanda beliau. Ketika dilihat, bahwa kaum Muslim ingin khalifah yang lain, Beliau r.a menyerahkannya demi kemashlahatan ummat.

    Saya rasa, analogi tersebut mudah untuk dipahami. Tidaklah mungkin Sayyidina Hassan berani melawan perintah ALLAH dan RasulNYA, jikalau memang tampuk khalifah harus dipegang oleh ahlul bayt.
    Semoga kamu bisa mengerti, dan terlindung dari fitnah syiah yang sesat ^_^

  18. Saya disini tidak hanya sekedar bicara atas dasar keilmuan saya semata, namun saya juga meminta pencerahan dari beberapa Ustadz saya, termasuk habib Saya sendiri yang sangat Saya cintai.
    Silakan, tentu belajar itu baik sekali
    Asal antum semua mengerti, tulisan2 diatas sudah saya print, dan saya tunjukan kepada ustadz2 saya.
    Silakan, silakan saya meras tersanjung
    Mereka semua sampe geleng2 kepala membacanya, karena lucu melihat kesimpulan dan kepahaman ilmu dari si penulis.
    Kalau menurut saya, itu berarti Habib Mas punya pemahaman yang berbeda, silakan ditampilkan begitu lebih baik bukan. Saya rasa tidak lucu kalau saya menampilkan hadis shahih dan memahaminya sesuai dengan bahasa yang jelas. Yang sedikit lucu menurut saya adalah mereka yang merendahkan tulisan orang lain dengan Argumentum Ad Verecundiam
    taqiyahnya terlalu jelas untuk diketahui oleh khalayak ramai.
    Maaf Mas anda keliru kali, saya kan nggak pernah taqiyyah
    Mengenai hadits diatas, ada kecacatan dan kelemahan baik pada bunyi maupun redaksinya.
    Apa ini pandangan Mas atau Habib Mas? kalau begitu sangat disayangkan. Hadis tersebut adalah hadis shahih, Al Haitsami, As Suyuthi dan Syaikh Al Arnauth telah menshahihkannya bahkan syaikh Al Albani juga menshahihkan hadis tersebut. Apa Mas atau Habib Mas merasa lebih pintar dari mereka? boleh saja, asalkan disertai dengan bukti dimana cacat dan lemahnya. Kalau cuma sekedar prasangka maka sangat tidak layak Mas. Jangan mendustakan hadis walaupun berbeda dengan keyakinan anda tapi ya semua terserah anda
     

    saya tunggu dimana letak kelemahan dan cacatnya hadis di atas, atau jika tidak maka semua komentar ini akan menjadi lucu sekali
    Salam

    Semoga kamu semua masih bisa mendapat hidayah ALLAH SWT, sebelum Izrail as datang menjemput ^_^
    Sekali lagi terimakasih banyak
  19. @Muhibbin
    Coba kamu perhatikan analogi kamu sebelumnya. Jikalau seseorang yang mau dirampok itu, telah dititipkan amanah untuk menjaga hartanya walau apapun taruhanannya. Apakah kamu mengira dia akan menyerah begitu saja, apabila ada perampok yang mau merampoknya
    Mungkin saja yang menitipkan amanah itu berpesan agar tetap lebih mengutamakan keselamatan keluarga dibanding apa yang dititipkan
    Jikalau, kita kaitkan analogi anda ke masalah Imam Hassan r.a , Apakah anda mengira Sayyidina Hassan r.a akan menyerahkan tampuk khalifah begitu saja, hanya karena ancaman pedang ataupun kehilangan keluarga? Pati beliau r.a akan melawan apapun resikonya, jika memang ada perintah langsung dari ALLAH dan RasulNYA bahwa amirul mukminin hanya boleh dipegang oleh ahlul bayt Rasul.
    Namun kita baca sejarah, apakah Imam Hassan r.a melakukan perlawanan? Tidak kan.
    Sejarah dari mana Mas, sudah jelas Imam Hasan melakukan perlawanan, coba baca Kitab Tarikh Ath Thabari
    Beliau menyerahkan, karena memang tidak ada sabda Rasul yang menyatakan tampuk amirul mukminin harus dipegang oleh ahlul bayt.
    Buktinya adatuh hadisnya shahih lagi, silakan dibaca lagi
    Imam Hassan diangkat menjadi khalifah, ketika itu karena hanya keputusan sidang para sahabat dan kesepakatan kaum Muslim sepeninggal ayahanda beliau.
    Dan Imam Hasan menerima karena beliau tahu kalau bliau memang berhak
    Ketika dilihat, bahwa kaum Muslim ingin khalifah yang lain, Beliau r.a menyerahkannya demi kemashlahatan ummat.
    Keliru Mas, Imam Hasan menyerahkan kekhalifahan untuk menghindarkan pertumpahan darah yang sia-sia bukan karenna beliau melihat kaum Musliam ingin khalifah yang lain. lagipula lucu sekali kan mereka yang berusaha memerangi Imam Hasan padahal beliau adalah kahlifah yang sah. Lucu sekali mas ini sekarang bilang kaum Muslim ingin khalifah yang lain padahal sebelumnya Mas bilang Imam Hassan diangkat menjadi khalifah, ketika itu karena hanya keputusan sidang para sahabat dan kesepakatan kaum Muslim sepeninggal ayahanda beliau.
    Saya rasa, analogi tersebut mudah untuk dipahami. Tidaklah mungkin Sayyidina Hassan berani melawan perintah ALLAH dan RasulNYA, jikalau memang tampuk khalifah harus dipegang oleh ahlul bayt.
    Bukannya semua tindakan Imam Hasan adalah berdasarkan ketentuan Allah dan RasulNya, oleh karena itu tidak ada masalah kok. beliau tetaplah khalifah Umat Islam sebagai sumber pedoman Umat karena Allah dan RasulNya yang menetapkan. Sedangkan yang beliau serahkan adalah urusan pemerintahan di mata manusia, yang dapat diserahkan atas pertimbangan menjaga darah umat Islam
    Maaf saya tanggapi tuh komen buat Mas Armand, sekalian:mrgreen:

  20. @Muhibbin
    Klu melihat cara ngomong ente dan ente hanya torempet ustad ente maka ana katakan ana jauh lbh pintar dari ustad ente. Klu nda percaya suruh dia datang ke Blog ini. Kita adu argumentasi. Tp klu caci mencaci dan mengfitnah ana menyerah. Wasalam

  21. :: truthseeker
    Tapi pemimpin yg dipilih oleh Allah masa kita jg ragukan?
    Well, kalo gitu setelah Rasulullah wafat, dan Zaman ke kalifahan berakhir, siapa yang dipilih Allah?
    Lagi2 ketakutan2 yg berlebihan yg tdk mendasar, emang ada yg menganggap khulafaurrasyidin sbg Nabi?. Kan bukannya blm ada cth sama sekali.
    Saya kdg heran dg ketakutan2 yg tdk berdasar spt ini.
    – Memuliakan Nabi dilarang krn kuatir krn mengkultuskan/mentuhankan Nabi.
    – Memuliakan ahl bayt kuatir akan melebihi kemuliaan Nabi.
    – Ziarah kubur Rasulullah dilarang krn kuatir syirik.
    Semua ketakutan ini terlalu mengada2, pdhal utk terjadinya kekuatiran2 tsb tdk perlu melalui memuliakan mrk2 yg layak/harus dimuliakan
    maaf, saya sih nggak merasa kalo parnoan terhadap pemimpin.
    Tapi, coba lihat kenyataan, banyak khan sebuah kelompok yang ngakunya berlandaskan ‘islam’, terus, saat pemimpinnya mengatakan untuk melakukan sesuatu, lantas tanpa berfikir panjang, para pengikutnya menuruti perintah pemimpinnya itu…
    mau bukti? 


    Mengenai 3 kekuatiran seperti yang anda sebutkan diatas, saya kira wajar aja, karena, mungkin pada awalnya, itu hanya berniat memuliakan nabi, tapi saat orang tersebut melakukannya, dan ternyata ia adalah tokoh agama yang dihormati dan disegani dan memiliki banyak ‘murid’, maka bisa saja para ‘murid’ yang kurang akal melihatnya dan menganggapnya sesuatu yang wajib. Kalo udah turun-menurun bagai mana?
    Bukannya malah jadi bidah baru dalam agama?
    Bukankah dg tdk adanya pemimpin/imam mk islam menjadi terpecah belah spt ini?.
    Iya sih… *bingung juga*
    Dr komentar/syarat ini koq sy jd bingung apakah anda mengerti pemimpin yg spt apa yg kt bicarakan? Kita bicara pemimpin yg dipilih Allah, bukankah tdk tepat msh mempertanyakan islam atau tdk.
    ngerti, tapi masalahnya, bagaimana kita tahu pemimpin itu pilihan Allah pada zaman sekarang ini?
    makanya, untuk ‘mempermudah’ saya arahkan aja ke ‘pemimpin’ yang lebih sederhana.

    maaf kalo nggak nyambung
  22. :: aburahat
    Masya Allah muncul lagi yg ngawur. Apakah anda pernah baca Alqur’an TIDAK atau Hadis?
    Deu… manisnya. Mencela orang dengan didahului nama Allah, pasti Allah akan senang mendengarnya
    Apa itu Alquran? Hadist? apa pula itu? kok saya belum pernah dengar ya?
    Jd menurut anda setelah Nabi tdk perlu ada yg membibing atau mengawasi agar agama Allah ini berjln sesuai yg Allah gariskan? Mengapa hrs ada Bukhari Muslim dll pencatatat Hadis? Mengapa ada para Mujtahid yg diikuti, Mengapa ada ibnu taimiah dll?
    saya nggak bermaksud bilang begitu. Tapi kalo anda menyimpulkan demikian, saya sih nggak bisaberbuat apa-apa tentunya…
    Para perawi hadist itu, setau saya bermaksud untuk memberikan tuntunan kepada kita umat muslim tentang prilaku nabi yang emrupakan sunah. Secara kita khan nggak bisa lagi bertemu dengan Rasulullah, kalo ada masalah apa-apa untuk mendapat solusi. so, untuk mengetahui sunahnya, ya… dengan membaca ‘kumpulan’ sunahnya…
    Sungguh picik cara bepikir anda.
    Well. THANK YOU very much. kalo nggak ngerti artinya, sukran, or Terima kasih.
    Saya akan selalu mengingatnya. ‘pujian’ anda ini.

    92 Tanggapan

    1. Kalau sudah dihujat, trus what will you do?
    2. Bagaimana dengan kekhalifahan pada jaman modern saat ini? Padahal fenomena kepemimpinan saat ini tak bisa lepas dari stratifikasi sosial, sebuah struktur sosial yang terdiri lapisan-lapisan. Dalam struktur masyarakat modern, status sosial haruslah diperjuangkan (achieved) dan bukannya karena diberi atau berdasarkan garis keturunan (ascribed). Selayaknya status sosial merupakan penghargaan masyarakat atas prestasi yang dicapai oleh seseorang. Jika seseorang telah mencapai suatu prestasi tertentu, ia layak di tempatkan pada lapisan tertentu dalam masyarakatnya. Semua orang diharapkan mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih prestasi, dan melahirkan kompetisi untuk meraihnya.
      Dalam konteks Khalifah Umat Islam Adalah Ahlul Bait, memang tidak terbantahkan. Yang menarik adalah dua premis yang diajukan. Premis pertama sudah jelas Ahlul bait dan keturunannya. Premis kedua, apakah ini (harus) berlaku pada jaman modern?
    3. Kenapa kita diperintahkan utk berserah diri? Kepada apa dan siapakah seseorg layak menyerahkan dirinya? Tentunya kpd sesuatu yg pasti selalu benar, bisa jadi pedoman, secara prosedural dapat diikuti.
      Islam adalah agama sempurna, islam pun adalah agama yg sangat prosedural. Kenalan2 saya dr agama lain (terutama bule2) mrk tdk pernah bisa membayangkan bhw ada umat yg mau diatur sedemikian detail oleh agamanya. Dari cara makan, apa yg dimakan, masuk kmr mandi, cara mandi dll. Secara nyata bagi kt bhw islam memiliki aturan2 dan prosedur2 yg detail. Semua itu kt lakukan dg senang hati (ikhlas) krn kt meyakini bhw Allah Maha Sempurna dan Rasulullah SAW adalah makhluk yg paling sempurna. Sehingga apa2 yg datang dr Allah dan Rasul-Nya mk akan kt taati dg keyakinan pasti itu adalah yg terbaik bagi kita.
      Ada sesuatu yg menjadi absurd dan tdk bs diterima akal, yaitu pd saat suatu institusi (Islam) mengatur semua hal dr yg kecil, remeh sampai pd yg besar dan penting.
      Dalam setiap institusi hal yg paling penting dan besar adalah kepemimpinan, kt tdk akan menemukan suatu institusi tanpa pemimpin (bhkn sampai pd forum arisan pun ada yg namanya koordinator/pemimpin).
      Muncul dlm benak saya pertanyaan yg selalu mengusik: “mungkinkah islam yg besar & sempurna ini tdk memiliki pemimpin dan metoda kepemimpinan & pemilihannya?”
      Jika kt melihat di masa Nabi hidup, maka jelas kemimpinan islam itu ada (berarti Rasulullah mencontohkan hrs adanya pemimpin). Setelah Rasulullah meninggal yg ada adalah pemimpin namun metoda pemilihan kepemimpinanan nol besar, krn telah terjadi perselisihan pendapat. Setelah 4 khalifah usai dan masuk kpd Bani Umayyah (muawiyah) mk islam kehilangan konsep kepemimpinan, secara perlahan namun pasti pemimpin islam berubah menjadi raja yg beragama islam, raja tsb tdk lg sebagaimana 4 khalifah (apalg Rasulullah) mengatur/menguasai kehidupan spiritual umat islam. Sehingga akhirnya sampai skr dimana tdk ada satupun kepemimpinan islam, yg ada tertinggal apakah pemimpin yg beragama islam ataukah pemimpin negara islam, yg artinya tdk lg menguasai umat islam dr sisi kehidupan beragamanya. Artinya kehidupan institusi islam sdh jauh bergeser dr yg dicontohkan Rasulullah.
      Jika kita semua setuju bhw Allah & Rasul-Nya pasti telah menentukan pemimpin2 islam atau metoda pemilihan kepemimpinan tsb, bukankah akan kita temukan di Al-Qur’an ataupun hadits?.
      Jika kita telah meyakini ini, maka terasa mudah utk menafsirkan ayat2 Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah yg berkaitan dg wilayah/kepemimpinan. Namun sayangnya kepentingan golongan/rezim dan kedengkian atas kemulian yg Allah berikan kpd pemilik/pewaris wilayah/kepemimpinan tsb menyebabkan segala macam tafsir yg berkaitan dg wilayah/kepemimpinan akan tertolak dg keras. Dan akhirnya institusi islam menjadi sebagaimana yg kita lihat skrg. Shg serasa tdk lagi mungkin memiliki pemimpin/kepemimpinan islam yg sebagaimana yg dicontohkan Rasulullah baik dr segi capability maupun konsep islam yg satu.

    4. Benar firman Allah bahwa banyak sahabat yg munafik.Krn banyak Sunnah Rasul tdk mereka laksanakan tp mrk katakan melaksanakan sunnah Rasul contoh soal Kepimpinan Umat setelah Rasul sbg contoh:
      Setiap Rasul menugaskan/ melksanakan suatu urusan dlm suatu rombongan mk hrs ada pemimpinnya. Ini dlm soal2 spele. Rasul berikan contoh agar umat mencontohi. Apalagi ISLAM agama dunia dan telah diridhai Allah. Siapa yg akan menjaga atau mengawasi umat ini agar jgn sesat, siapa yg menjaga Alqur’an ini supaya tetap murni. Pasti orang2 yg terlebih dahulu dipersiapkan oleh Allah tdk mungkin membiarkan firman2 Allah tercecer begitu saja atau ditafsirkan begitu saja oleh manusia2 yg tdk bertanggung jawab Jd logika dan hati nurani tdk dpt menerima kelanjutan kepemimpinan umat tanpa ada petunjuk dr Allah. Kepimpinan HRS ADA DAN KEBERADAANNYA HRS BERDASARKAN PETUNIUK DR ALLAH . Terlebih dahulu Allah mempersiapkan siapa2 yg akan melanjutkan kepemimpinan setelah Rasul dan menugaskan Rasul utk meberitahukan/ menunjuk siapa peganti Rasul. Tdk mungkin Allah menyerahkan kepemimpinan utk mengawasi kelanjutan agama yg Allah telah ridha diserahkan pd manusia utk memilih pemimpin mereka. Kalau soal dunia kepemimpinan boleh didasarkan dg cara musyawarah. Tapi apabila soal agama/urusan Allah tdk ada musyawarah MUTLAK berdasarkan penunjukan Allah melalui Rasul Dan ini sdh jelas2 dlm firman Allah dan Hadis Rasul. Tp krn kemunafikan maka pd zaman Rasul mrk mengiakan tetapi sesudah Rasul meninggal mk mrk tolak semua apa yg telah disampaikan Rasul dgn ber-macam2 alasan. Dan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan kita lihat sekarang kita bukan lagi umat yg satu tapi terpecah belah malahan saling membunuh. Apakah Rasul tdk sedih melihat ini? UMMATI, UMMATI, UMMATI

    5. @Mbak Hilda
      jika saya dihujat, maka saya akan berdoa kepada Allah SWT semoga memberikan kepintaran yang tidak ternilai kepada saya:mrgreen:
      *doa mereka yang teraniaya cepet dikabulkan*

      @Mbak Hilda
      sudah jelas ini semua berlaku di zaman modern Mbak. Hanya saja aplikasinya agak lain karena kita perlu mencari siapa sang Ithrah Rasul sebagai Khalifah sekarang

      @truthseeker
      penjelasan yang panjang dan menarik

      @abu rahat
      silakan-silakan, untuk saat ini komentar Mas tidak membutuhkan kritik dari saya:mrgreen:

    6. :: SP
      *baca kutipan hadist*
      Mas, kalo menurut saya kata ‘khalifah’ itu maksudnya adalah tuntunan khan? karena sejajar dengan kata “kitab Allah.”
      Or, in other words ‘khalifah’ means ‘hadist’…

      ~~~*~~~
      :: truthseeker
      Muncul dlm benak saya pertanyaan yg selalu mengusik: “mungkinkah islam yg besar & sempurna ini tdk memiliki pemimpin dan metoda kepemimpinan & pemilihannya?”
      Saya nggak pernah dengar tentang harus ada satu pemimpin yang menguasai tentang kehidupan beragama umat islam itu sendiri untuk cakupan seluruh umat Islam/Muslim.
      IMHO, Metoda dalam pemilihan pemimpin ada di sebutkan dalam Al-quran (gak ingat surat dan ayat berapanya ). Tapi pemimpin disitu, sepertinya adalah pemimpin seperti pemimpin negara, wilayah, sampai ke organisasi terkecil sekalipun. namun TIDAK dengan ‘kepemimpinan oleh satu orang’ yang mengatur tentang kehidupan spiritual para umatnya, setelah para Rasul wafat.
      … raja tsb tdk lg sebagaimana 4 khalifah… mengatur/menguasai kehidupan spiritual umat islam… yg ada tertinggal apakah pemimpin yg beragama islam ataukah pemimpin negara islam, yg artinya tdk lg menguasai umat islam dr sisi kehidupan beragamanya. Artinya kehidupan institusi islam sdh jauh bergeser dr yg dicontohkan Rasulullah.
      Kalo seandainya ada seorang yang di tunjuk sebagai pemimpin umat dari sisi agama, ini akan sangat rentan. Bisa-bisa orang itu jadi nabi baru. Sementara Jadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Apalagi kalo HARUS memimpin seluruh umat islam dari sisi agama di dunia dalam satu ‘kepemimpinan’.
      Lagian, Rasulullah kan sudah meninggalkan Al-Quran dan Hadist. Serta manusia diciptakan dengan akal guna mencari kebenaran yang sesungguhnya. masalah akhirnya malah terjadi perbedaan, itu masalah keyakinan masing-masing terhadap apa yang di ketahuinya.
      Seperti yang dijelaskan Mas SP, ada logika-logika yang dipakai dalam menentukan mana yang benar. Seandainya logika kita salah karena keterbatasan ‘ilmu’ maka bertawakal adalah jalan keluarnya.
      Jika kita semua setuju bhw Allah & Rasul-Nya pasti telah menentukan pemimpin2 islam atau metoda pemilihan kepemimpinan tsb, bukankah akan kita temukan di Al-Qur’an ataupun hadits?.
      yang saya tahu, dalam memilih pemimpin mestilah yang seagama (islam), amanah (tidak munafik)… CMIIW
      ~~~~~
      :: aburahat
      Siapa yg akan menjaga atau mengawasi umat ini agar jgn sesat,…
      Masalah menjaga diri agar tidak sesat, itu IMHO adalah kekuasaan pribadi. Tidak ada kewajiban seorangpun untuk mencegah seseorang diluar dirinya agar tidak sesat. Setidaknya hanya bisa menasehati dan memberikan ‘tuntunan,’ Tapi keputusan akhir tetap jatuh pada diri orang itu masing-masing.
      karena, diakhirat nanti setiap orang akan mempertanggung jawabkan amal perbuatannya masing-masing.
      BTW, rasulullah kan pernah bersabda, yang intinya menyatakan ” bahwa tidak akan sesat umat yang tetap berpegang teguh pada Al-qur’an dan hadist…”
      …siapa yg menjaga Alqur’an ini supaya tetap murni.
      Allah! dengan cara Nya sendiri.
      “`
      BTW, truthseeker & aburahat, salam kenal… ^^
    7. @Snowie
      Saya nggak pernah dengar tentang harus ada satu pemimpin yang menguasai tentang kehidupan beragama umat islam itu sendiri untuk cakupan seluruh umat Islam/Muslim.
      Kepemimpinan adalah fitrah manusia. Kepemimpinan dlm Al-Qur’an: “pemimpin kalian adalah…, dan banyak lg ayat2 ttg pemimpin. Yg artinya Allah memerintahkan kita utk memiliki pemimpin. Kepemimpinan = imam Kepemimpinan dlm hadits? Lha wong kepemimpinan itu dicontohkan oleh Rasul.
      Jangan alergi mas dg kepemimpinan, kl pemimpin yg dipilih oleh manusia ya mmg bs diragukan. Tapi pemimpin yg dipilih oleh Allah masa kita jg ragukan?

      Kalo seandainya ada seorang yang di tunjuk sebagai pemimpin umat dari sisi agama, ini akan sangat rentan. Bisa-bisa orang itu jadi nabi baru.
      Lagi2 ketakutan2 yg berlebihan yg tdk mendasar, emang ada yg menganggap khulafaurrasyidin sbg Nabi?. Kan bukannya blm ada cth sama sekali.
      Saya kdg heran dg ketakutan2 yg tdk berdasar spt ini.
      – Memuliakan Nabi dilarang krn kuatir krn mengkultuskan/mentuhankan Nabi.
      – Memuliakan ahl bayt kuatir akan melebihi kemuliaan Nabi.
      – Ziarah kubur Rasulullah dilarang krn kuatir syirik.
      Semua ketakutan ini terlalu mengada2, pdhal utk terjadinya kekuatiran2 tsb tdk perlu melalui memuliakan mrk2 yg layak/harus dimuliakan.

      Lagian, Rasulullah kan sudah meninggalkan Al-Quran dan Hadist.
      Emang cukup? Apakah tdk perlu orang2 yg menguasai keduanya?. Bukankah dg tdk adanya pemimpin/imam mk islam menjadi terpecah belah spt ini?. Bukankah jelas bhw islam ktk Rasul msh hidup terjaga krn adanya figur/imam dmn semua perselisihan/perbedaan terselesaikan. Sayangnya kt lbh banyak berburuk sangka bhw apakah ada pemimpin yg bs kita terima.
      yang saya tahu, dalam memilih pemimpin mestilah yang seagama (islam), amanah (tidak munafik)
      So pasti, bhkn tdk cukup hanya itu. Dr komentar/syarat ini koq sy jd bingung apakah anda mengerti pemimpin yg spt apa yg kt bicarakan? Kita bicara pemimpin yg dipilih Allah, bukankah tdk tepat msh mempertanyakan islam atau tdk. Sayangnya keenganan memiliki pemimpin tsb lbh didasarkan oleh buruksangka atas kemampuan imam tsb.
    8. @Snowie
      Masya Allah muncul lagi yg ngawur. Apakah anda pernah baca Alqur’an TIDAK atau Hadis? Anda katakan :
      Masalah menjaga diri agar tidak sesat, itu IMHO adalah kekuasaan pribadi. Tidak ada kewajiban seorangpun untuk mencegah seseorang diluar dirinya agar tidak sesat. Setidaknya hanya bisa menasehati dan memberikan ‘tuntunan,’ Tapi keputusan akhir tetap jatuh pada diri orang itu masing-masing.
      Jd menurut anda setelah Nabi tdk perlu ada yg membibing atau mengawasi agar agama Allah ini berjln sesuai yg Allah gariskan? Mengapa hrs ada Bukhari Muslim dll pencatatat Hadis? Mengapa ada para Mujtahid yg diikuti, Mengapa ada ibnu taimiah dll? Sungguh picik cara bepikir anda.
      Soal kepimpinan anda katakan tdk perlu penunjukan dr Allah. Subhanallah anda bisa baca Aqur’an nda?
      Sangat banyak ayat2 Alqur’an dan Hadis dimana Allah menunjuk pemimpin utk melanjutkan misi Rasul. Dibawa ini saya tunjukkan 2 ayat saja dimana Allah menunjuk pimpinan utk melanjukan misi Rasul :
      1.Surah Al Anbiyah ayat 73
      73. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,
      2.Surah as-Sajadah ayat 24
      .24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar[1195]. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.
      Dan maeih banyak lagi ayat2nya.
      Saya rasa cukup bukti2 ini utk menjelaskan NGAWURnya anda

    9. @Snowie
      gt;Mas, kalo menurut saya kata ‘khalifah’ itu maksudnya adalah tuntunan khan? karena sejajar dengan kata “kitab Allah.”
      Bisa kok, penafsiran itu masih mungkin
      Or, in other words ‘khalifah’ means ‘hadist’…
      Sayangnya hadis dengan kata-kata hadis itu dhaif
      Saya nggak pernah dengar tentang harus ada satu pemimpin yang menguasai tentang kehidupan beragama umat islam itu sendiri untuk cakupan seluruh umat Islam/Muslim.
      Saya pernah dengar kok, yaitu pada saat Rasulullah SAW masih hidup beliau adalah pemimpin bagi seluruh Umat Islam (bahkan sampai saat sekarang ketika beliau telah wafat)
      Kalo seandainya ada seorang yang di tunjuk sebagai pemimpin umat dari sisi agama, ini akan sangat rentan. Bisa-bisa orang itu jadi nabi baru. Sementara Jadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Apalagi kalo HARUS memimpin seluruh umat islam dari sisi agama di dunia dalam satu ‘kepemimpinan’.
      Saya rasa justru kalau Rasulullah SAW sendiri yang menetapkan berdasarkan ketentuan Allah SWT maka sudah pasti kepemimpinan itu adalah benar dan tidak sesat seperti para Nabi palsu:mrgreen:
      Lagian, Rasulullah kan sudah meninggalkan Al-Quran dan Hadist. Serta manusia diciptakan dengan akal guna mencari kebenaran yang sesungguhnya. masalah akhirnya malah terjadi perbedaan, itu masalah keyakinan masing-masing terhadap apa yang di ketahuinya
      Benar Mbak dan walaupun begitu tidak setiap apa yang diapahami oleh manusia itu adalah benar berdasarkan kebenaran yang telah digariskan oleh Allah SWT. Yang penting kita menghargai pandangan masing-masing
      Seperti yang dijelaskan Mas SP, ada logika-logika yang dipakai dalam menentukan mana yang benar. Seandainya logika kita salah karena keterbatasan ‘ilmu’ maka bertawakal adalah jalan keluarnya.
      Perlu ditambahkan Mbak, mungkin yang lebih tepat adalah jika logika yang dipakai terbukti salah karena keterbatasan ilmu maka lebih baik kita mencari ilmu lebih banyak untuk mendapatkan logika yang benar. Bertawakal bukanlah jalan keluar itu sendiri tetapi suatu sikap hidup yang sebaiknya dijalani untuk mencari jalan keluar yang lebih baik
      Masalah menjaga diri agar tidak sesat, itu IMHO adalah kekuasaan pribadi. Tidak ada kewajiban seorangpun untuk mencegah seseorang diluar dirinya agar tidak sesat. Setidaknya hanya bisa menasehati dan memberikan ‘tuntunan,’ Tapi keputusan akhir tetap jatuh pada diri orang itu masing-masing.
      Benar kok Mbak, tapi mungkin yang dimaksud Mas Abu Rahat itu adalah diperlukannya orang yang menjadi panutan hidup yang dapat senantiasa menjadi panduan bagi umat Islam.
      BTW, rasulullah kan pernah bersabda, yang intinya menyatakan ” bahwa tidak akan sesat umat yang tetap berpegang teguh pada Al-qur’an dan hadist…”
      Sebenarnya saya percaya kok kalau Al Quran dan Hadis adalah pedoman Umat Islam .Hanya saja hadis Shahih dalam masalah ini adalah Rasulullah SAW meninggalkan Al Quran dan Ahlul Bait agar menjadi pedoman Umat Islam biar tidak tersesat. Hadis yang Mbak maksud itu pernah saya bahas dan hadis tersebut dhaif
      Salam

      @truthseeker
      Jangan alergi mas dg kepemimpinan, kl pemimpin yg dipilih oleh manusia ya mmg bs diragukan. Tapi pemimpin yg dipilih oleh Allah masa kita jg ragukan?
      Ah Mas anda keliru, beliau bukan mas mas, tapi Mbak
      @aburahat
      Masya Allah muncul lagi yg ngawur. Apakah anda pernah baca Alqur’an TIDAK atau Hadis?
      Saya rasa Mas, Mbak itu cuma menampilkan pandangannya dan apa yang ia anggap benar.
      lebih enak kalau diskusinya dengan nyantai aja kan Mas

    10. Logika sederhana sajah,
      Sayyidina Hasan r.a saja merelakan tahta kempemimpinannya kepada orang lain demi kemashlahatan Ummat. Kok malah pengikut syiah berani2nya mengatakan bahwa tahta khilafah hanya milik ahlul bayt ???
      tahqiyah kah ? Atau masih kepengaruh budaya persia majusi kah ?
      Atau malah menyimpulkan keputusan Sayyidina Hassan r.a salah ???

    11. @Muhibbin
      Logika sederhana mas masih saja keliru.
      Peristiwa penyerahan tahta dari Imam Hasan ke “Orang Lain” itu harusnya digambarkan kayak gini mas

      Andaikan ada seorang perampok masuk ke rumah mas. Kemudian ia mengancam akan menyakiti keluarga mas jika mas tidak bersedia menyerahkan harta-harta mas.
      Maka, apa tindakan yang akan mas ambil?
      Saya percaya, karena ingin melindungi keluarga mas, maka mas dengan terpaksa mengikuti permintaan si perampok untuk menyerahkan harta kekayaan mas. Begitu kan?
      Pertanyaannya:
      (1) Benarkah tindakan mas melindungi keluarga mas dengan menyerahkan harta kekayaan mas?
      (2) Hak milik siapakah sesungguhnya harta yang sekarang di tangan si Perampok yang telah dirampas dengan zalim? Punya mas kah atau si perampok kah?
      (3) Dipebolehkankah orang-orang yang cinta kepada mas untuk membela mas dan menyalahkan si perampok serta mengatakan bahwa harta kekayaan itu sesungguhnya adalah milik mas?

      Jikalau mas mau menjawab dengan jujur, maka pertanyaan mas yang ini:
      “Kok malah pengikut syiah berani2nya mengatakan bahwa tahta khilafah hanya milik ahlul bayt ???”
      Keliru kan?
      Juga pertanyaan yang ini:
      “Atau malah menyimpulkan keputusan Sayyidina Hassan r.a salah ???”
      Tidak pada tempatnya kan?

      Damai…damai
    12. @Muhibbin
      Kok malah pengikut syiah berani2nya mengatakan bahwa tahta khilafah hanya milik ahlul bayt ???
      Kalau menurut saya, logika yang sederhana itu adalah hadis di atas. Rasulullah SAW sendiri yang bilang Ahlul Bait adalah khalifah umat Islam
      tahqiyah kah ? Atau masih kepengaruh budaya persia majusi kah ?
      Atau malah menyimpulkan keputusan Sayyidina Hassan r.a salah ???
      Wah saya kurang tahu ya kalau masalah bagaimana sebenarnya saudara kita yang Syiah itu. Tapi saya yakin mereka selalu memuliakan Ahlul Bait termasuk Imam Hasan AS. Dan bagi saya Imam Hasan AS selalu benar
      Salam

      @armand
      Analogi yang cukup mengena Mas
      sangat sederhana malah
      hanya saja sepertinya manusia berbeda-beda dalam mempersepsi mana yang sederhana dan mana yang tidak
      Salam
    13. @Muhibbin
      Sampean gak baca hadis di atas ya, kata Khalifahnya jelas banget Gitu Loh
      Mau mungkir ya silakan, kalau orang islam sih patuh dengan perintah RasulNya

    14. @ armand.
      Lucu sekali Saya mendengar analogi anda. Seakan-akan, anda hendak mengatakan kalau Sayyidina Hassan r.a adalah seorang pengecut yang takut menegakkan risalah yang benar karena ancaman pedang atau takut kehilangan keluarga.
      Maaf, Cucu-cucu RasuluLLAH SAW bukanlah seorang pengecut seperti yang analogi anda ceritakan. Semoga anda bisa mikir, dengan analogi sederhana yang baru saya sampaikan

      @2ndprince dan almirza,
      Saya disini tidak hanya sekedar bicara atas dasar keilmuan saya semata, namun saya juga meminta pencerahan dari beberapa Ustadz saya, termasuk habib Saya sendiri yang sangat Saya cintai. Asal antum semua mengerti, tulisan2 diatas sudah saya print, dan saya tunjukan kepada ustadz2 saya. Mereka semua sampe geleng2 kepala membacanya, karena lucu melihat kesimpulan dan kepahaman ilmu dari si penulis. taqiyahnya terlalu jelas untuk diketahui oleh khalayak ramai.
      Mengenai hadits diatas, ada kecacatan dan kelemahan baik pada bunyi maupun redaksinya.

      Semoga kamu semua masih bisa mendapat hidayah ALLAH SWT, sebelum Izrail as datang menjemput ^_^
    15. Saya sdh katakan sblmnya bahwa pengikut Wahabi tdk berdasarkan Nash tp. INDOTRINASI. Ternyata benarkan. Jd susah berdiskusi dg orang2 yg hanya berdasarkan apa kata ustadznya
    16. @SP
      Maaf ya kalau saya lagi “keasyikan” diskusi sama mas Muhibbinn
      @Muhibbin
      Siapakah yang mengatakan atau berprasangka buruk thd Imam Hasan as? Bukankah mas yang menyatakannya? Saya tidak habis pikir, bagaimana mas bisa berkesimpulan seperti prasangkaan mas? Apakah akal mas sudah difungsikan?
      Mas, membela kehormatan keluarga dibanding melindungi harta adalah sebuah keniscayaan. Bagaimana bisa dibilang pengecut? Mengapa hal sepele seperti ini tidak dapat dimengerti oleh mas?
      Kemudian, kata mas Imam Hasan as telah menyerahkan kekhalifahannya ke “orang Lain” dengan alasan kemashalatan umat. Menurut mas kemashalatan umat seperti apa sehingga Imam Hasan as harus menyerahkan kekhalifahannya?
      Selanjutnya lebih baik mas ngga usah bawa2 Habib mas di sini karena akan mencemarkan nama baik Habib mas sendiri dengan cara berpikir mas.

      Saya sangat menghargai kalau mas tidak berusaha mengelak dan bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan yg saya ajukan.
      Damai….damai
    17. @abuharat.. ooppz… maksud Ane aburahat,
      lucu sekali mendengar komen ente barusan. Seakan-akan ente merasa ilmu ente udah lebih tinggi dari para ulama yang lain. Ane memberikan komen berdasarkan keilmuan Ane dan Ane bicarakan dulu dengan ulama yang lebih mengerti, jadi biar tidak salah kalam. Apakah ente mau meniru iblis, yang merasa paling pintar ?
      Tolong ente baca lagi komen2 Ane sebelumnya, sebelum ente memberikan komen yang tidak ada isinya ^_^
      Kalo mau taqiyah, yang profesional donq, jangan amatiran kayak gitu ^_^

      @armand,
      Sukron bwat komennya. Owkeh, kayaknya komen kamu yang paling bagus dan paling sopan untuk ditanggapin.
      Saya akan membahas sedikit demi sedikit. Tolong pahami baik2, Saya rasa cukup mudah untuk dimengerti. Jadi ngga usah muter2 lagi bwat selanjutnya ^_^

      Siapakah yang mengatakan atau berprasangka buruk thd Imam Hasan as? Bukankah mas yang menyatakannya? Saya tidak habis pikir, bagaimana mas bisa berkesimpulan seperti prasangkaan mas? Apakah akal mas sudah difungsikan?
      Mas, membela kehormatan keluarga dibanding melindungi harta adalah sebuah keniscayaan. Bagaimana bisa dibilang pengecut? Mengapa hal sepele seperti ini tidak dapat dimengerti oleh mas?

      Coba kamu perhatikan analogi kamu sebelumnya. Jikalau seseorang yang mau dirampok itu, telah dititipkan amanah untuk menjaga hartanya walau apapun taruhanannya. Apakah kamu mengira dia akan menyerah begitu saja, apabila ada perampok yang mau merampoknya ???
      Jikalau, kita kaitkan analogi anda ke masalah Imam Hassan r.a , Apakah anda mengira Sayyidina Hassan r.a akan menyerahkan tampuk khalifah begitu saja, hanya karena ancaman pedang ataupun kehilangan keluarga? Pati beliau r.a akan melawan apapun resikonya, jika memang ada perintah langsung dari ALLAH dan RasulNYA bahwa amirul mukminin hanya boleh dipegang oleh ahlul bayt Rasul.
      Namun kita baca sejarah, apakah Imam Hassan r.a melakukan perlawanan? Tidak kan. Beliau menyerahkan, karena memang tidak ada sabda Rasul yang menyatakan tampuk amirul mukminin harus dipegang oleh ahlul bayt. Imam Hassan diangkat menjadi khalifah, ketika itu karena hanya keputusan sidang para sahabat dan kesepakatan kaum Muslim sepeninggal ayahanda beliau. Ketika dilihat, bahwa kaum Muslim ingin khalifah yang lain, Beliau r.a menyerahkannya demi kemashlahatan ummat.

      Saya rasa, analogi tersebut mudah untuk dipahami. Tidaklah mungkin Sayyidina Hassan berani melawan perintah ALLAH dan RasulNYA, jikalau memang tampuk khalifah harus dipegang oleh ahlul bayt.
      Semoga kamu bisa mengerti, dan terlindung dari fitnah syiah yang sesat ^_^

    18. Saya disini tidak hanya sekedar bicara atas dasar keilmuan saya semata, namun saya juga meminta pencerahan dari beberapa Ustadz saya, termasuk habib Saya sendiri yang sangat Saya cintai.
      Silakan, tentu belajar itu baik sekali
      Asal antum semua mengerti, tulisan2 diatas sudah saya print, dan saya tunjukan kepada ustadz2 saya.
      Silakan, silakan saya meras tersanjung
      Mereka semua sampe geleng2 kepala membacanya, karena lucu melihat kesimpulan dan kepahaman ilmu dari si penulis.
      Kalau menurut saya, itu berarti Habib Mas punya pemahaman yang berbeda, silakan ditampilkan
      begitu lebih baik bukan. Saya rasa tidak lucu kalau saya menampilkan hadis shahih dan memahaminya sesuai dengan bahasa yang jelas. Yang sedikit lucu menurut saya adalah mereka yang merendahkan tulisan orang lain dengan Argumentum Ad Verecundiam

      taqiyahnya terlalu jelas untuk diketahui oleh khalayak ramai.
      Maaf Mas anda keliru kali, saya kan nggak pernah taqiyyah
      Mengenai hadits diatas, ada kecacatan dan kelemahan baik pada bunyi maupun redaksinya.
      Apa ini pandangan Mas atau Habib Mas? kalau begitu sangat disayangkan. Hadis tersebut adalah hadis shahih, Al Haitsami, As Suyuthi dan Syaikh Al Arnauth telah menshahihkannya bahkan syaikh Al Albani juga menshahihkan hadis tersebut. Apa Mas atau Habib Mas merasa lebih pintar dari mereka? boleh saja, asalkan disertai dengan bukti dimana cacat dan lemahnya. Kalau cuma sekedar prasangka maka sangat tidak layak Mas. Jangan mendustakan hadis walaupun berbeda dengan keyakinan anda tapi ya semua terserah anda
      saya tunggu dimana letak kelemahan dan cacatnya hadis di atas, atau jika tidak maka semua komentar ini akan menjadi lucu sekali
      Salam

      Semoga kamu semua masih bisa mendapat hidayah ALLAH SWT, sebelum Izrail as datang menjemput ^_^
      Sekali lagi terimakasih banyak
    19. @Muhibbin
      Coba kamu perhatikan analogi kamu sebelumnya. Jikalau seseorang yang mau dirampok itu, telah dititipkan amanah untuk menjaga hartanya walau apapun taruhanannya. Apakah kamu mengira dia akan menyerah begitu saja, apabila ada perampok yang mau merampoknya
      Mungkin saja yang menitipkan amanah itu berpesan agar tetap lebih mengutamakan keselamatan keluarga dibanding apa yang dititipkan
      Jikalau, kita kaitkan analogi anda ke masalah Imam Hassan r.a , Apakah anda mengira Sayyidina Hassan r.a akan menyerahkan tampuk khalifah begitu saja, hanya karena ancaman pedang ataupun kehilangan keluarga? Pati beliau r.a akan melawan apapun resikonya, jika memang ada perintah langsung dari ALLAH dan RasulNYA bahwa amirul mukminin hanya boleh dipegang oleh ahlul bayt Rasul.
      Namun kita baca sejarah, apakah Imam Hassan r.a melakukan perlawanan? Tidak kan.
      Sejarah dari mana Mas, sudah jelas Imam Hasan melakukan perlawanan, coba baca Kitab Tarikh Ath Thabari
      Beliau menyerahkan, karena memang tidak ada sabda Rasul yang menyatakan tampuk amirul mukminin harus dipegang oleh ahlul bayt.
      Buktinya adatuh hadisnya shahih lagi, silakan dibaca lagi
      Imam Hassan diangkat menjadi khalifah, ketika itu karena hanya keputusan sidang para sahabat dan kesepakatan kaum Muslim sepeninggal ayahanda beliau.
      Dan Imam Hasan menerima karena beliau tahu kalau bliau memang berhak
      Ketika dilihat, bahwa kaum Muslim ingin khalifah yang lain, Beliau r.a menyerahkannya demi kemashlahatan ummat.
      Keliru Mas, Imam Hasan menyerahkan kekhalifahan untuk menghindarkan pertumpahan darah yang sia-sia bukan karenna beliau melihat kaum Musliam ingin khalifah yang lain. lagipula lucu sekali kan mereka yang berusaha memerangi Imam Hasan padahal beliau adalah kahlifah yang sah. Lucu sekali mas ini sekarang bilang kaum Muslim ingin khalifah yang lain padahal sebelumnya Mas bilang Imam Hassan diangkat menjadi khalifah, ketika itu karena hanya keputusan sidang para sahabat dan kesepakatan kaum Muslim sepeninggal ayahanda beliau.
      Saya rasa, analogi tersebut mudah untuk dipahami. Tidaklah mungkin Sayyidina Hassan berani melawan perintah ALLAH dan RasulNYA, jikalau memang tampuk khalifah harus dipegang oleh ahlul bayt.
      Bukannya semua tindakan Imam Hasan adalah berdasarkan ketentuan Allah dan RasulNya, oleh karena itu tidak ada masalah kok. beliau tetaplah khalifah Umat Islam sebagai sumber pedoman Umat karena Allah dan RasulNya yang menetapkan. Sedangkan yang beliau serahkan adalah urusan pemerintahan di mata manusia, yang dapat diserahkan atas pertimbangan menjaga darah umat Islam
      Maaf saya tanggapi tuh komen buat Mas Armand, sekalian:mrgreen:

    20. @Muhibbin
      Klu melihat cara ngomong ente dan ente hanya torempet ustad ente maka ana katakan ana jauh lbh pintar dari ustad ente. Klu nda percaya suruh dia datang ke Blog ini. Kita adu argumentasi. Tp klu caci mencaci dan mengfitnah ana menyerah. Wasalam

    21. :: truthseeker
      Tapi pemimpin yg dipilih oleh Allah masa kita jg ragukan?
      Well, kalo gitu setelah Rasulullah wafat, dan Zaman ke kalifahan berakhir, siapa yang dipilih Allah?
      Lagi2 ketakutan2 yg berlebihan yg tdk mendasar, emang ada yg menganggap khulafaurrasyidin sbg Nabi?. Kan bukannya blm ada cth sama sekali.
      Saya kdg heran dg ketakutan2 yg tdk berdasar spt ini.
      – Memuliakan Nabi dilarang krn kuatir krn mengkultuskan/mentuhankan Nabi.
      – Memuliakan ahl bayt kuatir akan melebihi kemuliaan Nabi.
      – Ziarah kubur Rasulullah dilarang krn kuatir syirik.
      Semua ketakutan ini terlalu mengada2, pdhal utk terjadinya kekuatiran2 tsb tdk perlu melalui memuliakan mrk2 yg layak/harus dimuliakan
      maaf, saya sih nggak merasa kalo parnoan terhadap pemimpin.
      Tapi, coba lihat kenyataan, banyak khan sebuah kelompok yang ngakunya berlandaskan ‘islam’, terus, saat pemimpinnya mengatakan untuk melakukan sesuatu, lantas tanpa berfikir panjang, para pengikutnya menuruti perintah pemimpinnya itu…
      mau bukti? 


      Mengenai 3 kekuatiran seperti yang anda sebutkan diatas, saya kira wajar aja, karena, mungkin pada awalnya, itu hanya berniat memuliakan nabi, tapi saat orang tersebut melakukannya, dan ternyata ia adalah tokoh agama yang dihormati dan disegani dan memiliki banyak ‘murid’, maka bisa saja para ‘murid’ yang kurang akal melihatnya dan menganggapnya sesuatu yang wajib. Kalo udah turun-menurun bagai mana?
      Bukannya malah jadi bidah baru dalam agama?
      Bukankah dg tdk adanya pemimpin/imam mk islam menjadi terpecah belah spt ini?.
      Iya sih… *bingung juga*
      Dr komentar/syarat ini koq sy jd bingung apakah anda mengerti pemimpin yg spt apa yg kt bicarakan? Kita bicara pemimpin yg dipilih Allah, bukankah tdk tepat msh mempertanyakan islam atau tdk.
      ngerti, tapi masalahnya, bagaimana kita tahu pemimpin itu pilihan Allah pada zaman sekarang ini?
      makanya, untuk ‘mempermudah’ saya arahkan aja ke ‘pemimpin’ yang lebih sederhana.

      maaf kalo nggak nyambung
    22. :: aburahat
      Masya Allah muncul lagi yg ngawur. Apakah anda pernah baca Alqur’an TIDAK atau Hadis?
      Deu… manisnya. Mencela orang dengan didahului nama Allah, pasti Allah akan senang mendengarnya
      Apa itu Alquran? Hadist? apa pula itu? kok saya belum pernah dengar ya?
      Jd menurut anda setelah Nabi tdk perlu ada yg membibing atau mengawasi agar agama Allah ini berjln sesuai yg Allah gariskan? Mengapa hrs ada Bukhari Muslim dll pencatatat Hadis? Mengapa ada para Mujtahid yg diikuti, Mengapa ada ibnu taimiah dll?
      saya nggak bermaksud bilang begitu. Tapi kalo anda menyimpulkan demikian, saya sih nggak bisaberbuat apa-apa tentunya…
      Para perawi hadist itu, setau saya bermaksud untuk memberikan tuntunan kepada kita umat muslim tentang prilaku nabi yang emrupakan sunah. Secara kita khan nggak bisa lagi bertemu dengan Rasulullah, kalo ada masalah apa-apa untuk mendapat solusi. so, untuk mengetahui sunahnya, ya… dengan membaca ‘kumpulan’ sunahnya…
      Sungguh picik cara bepikir anda.
      Well. THANK YOU very much. kalo nggak ngerti artinya, sukran, or Terima kasih.
      Saya akan selalu mengingatnya. ‘pujian’ anda ini.
      Sangat banyak ayat2 Alqur’an dan Hadis dimana Allah menunjuk pemimpin utk melanjutkan misi Rasul. Dibawa ini saya tunjukkan 2 ayat saja dimana Allah menunjuk pimpinan utk melanjukan misi Rasul :
      1.Surah Al Anbiyah ayat 73
      73. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,
      2.Surah as-Sajadah ayat 24
      .24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar[1195]. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.
      *nggak sempat ngecek, apa itu namanya… Alquran?*
      Tapi, coba anda baca baik-baik rujukan anda itu. Siapa subjeknya? Dengan adanya kata ‘wahyu’ itu aja udah jelas kalo Pemimpin yang dimaksud oleh Ayat tersebut Adalah nabi dan Rosul.
      Emang ada ya, manusia jaman sekarang yang menerima ‘wahyu’ dari Allah?
      … Apa anda berfikir demikian?

      Saya rasa cukup bukti2 ini utk menjelaskan NGAWURnya anda
      well, sekali lagi terima kasih.
      Maaf kalo merepotkan:mrgreen:
    23. :: SP
      Saya pernah dengar kok, yaitu pada saat Rasulullah SAW masih hidup beliau adalah pemimpin bagi seluruh Umat Islam

      Bertawakal bukanlah jalan keluar itu sendiri tetapi suatu sikap hidup yang sebaiknya dijalani untuk mencari jalan keluar yang lebih baik
      Tapi kalo udah mentok, ga’ apa khan untuk sementara… tawakal maksudnya…:mrgreen:
      Hanya saja hadis Shahih dalam masalah ini adalah Rasulullah SAW meninggalkan Al Quran dan Ahlul Bait agar menjadi pedoman Umat Islam biar tidak tersesat. Hadis yang Mbak maksud itu pernah saya bahas dan hadis tersebut dhaif
      entahlah, to be honest, sebenernya saya juga pusing sendiri kalo membaca beberapa ‘hadist’ yang rada gemana gitu…
      BTW, saya jadi banyak belajar tentang ‘sunah’ dan semacamnya itu dari blog mas SP lho…
      trus, tentang suni, syiah, dll itu…:mrgreen:
      Baru berusaha memahami aja, nggak berani ikut komen

      :: SP to Truthseeker
      Ah Mas anda keliru, beliau bukan mas mas, tapi Mbak
      Makasih SP, udah membantu. nggak keberatan jua sih di sangkain mas-mas
      :: SP to aburahat
      Saya rasa Mas, Mbak itu cuma menampilkan pandangannya dan apa yang ia anggap benar.
      Hiks *terharu*
      makasih SP…
      Hampir aja saya ambil tali buat nggantung si aburahat itu. Trus saya siksa abis-abisan. Biar dia minta tolong sama Entah siapa nya itu…
    24. @Snowie
      Maaf sekali lagi saya minta maaf atas kata2 saya yg tdk sopan. Memang klu blm kenal tdk boleh menganggap sama semua orang. Saya salah dlm menilai anda. Ya mungkin karena Emosi. sampai tdk bs membedakan hingga keluar kata2 yg tdk pantas. Saya akan coba menjeleskan yg anda inginkan .
      Maksudnya hrs ada pemimpin Umat sesudah Rasul. Ialah setiap zaman hrs ada pemimpin yg akan melanjutkan misi Rasul. Sebab klu tdk ada pemimpin yg jujur dan tdk pernah buat salah dan memahami Islam dan Alqur’an secara utuh maka kelanjutan dari agama Allah ini rusak seperti kita lihat sekarang. Oleh karena itu Allah Yang Maha Tau telah mempersiapkam orang2 yg akan memimpin Umat ini. Dan dlm Alqur’an yakni kumpulan Firman2 (krn anda tanya apa itu Alqur’an) dimana isinya adalah petunjuk, larangan, berita gembira dan peringatan dlsb telah diisyaratkan begitu jg dlm Hadis (pegangan umat Islam sesudah Alqur’an.) Dan dgn jelas dikabarkan siapa yg akan menjadi panutan kita sesdh Rasul.

    25. @Snowie
      Maaf mba Snowie, sy terbiasa siapa saja yg belum sy kenal dan namanya tdk mengindikasikan jenis kelamin tertentu maka saya gunakan panggilan mas..:mrgreen:
      Selamat kenal..!!

      Well, kalo gitu setelah Rasulullah wafat, dan Zaman ke kalifahan berakhir, siapa yang dipilih Allah?
      That’s why we are here…:mrgreen: Sudah ada bbrp “proposal” tp msh jd perselisihan (krn adanya fanatisme mazhab dan kebencian antar mazhab). Saya mimpi terlepas dr semua itu, sy mimpi rindu akan kepemimpinan islam tanpa hrs dituduh syi’ah, saya mimpi menjalankan perintah utk taat kpd ahl bayt tanpa hrs dibasmi/dibakar dg tuduhan sebagai syi’ah. Saya mimpi utk menafsirkan AQ & hadits yg menurut sy benar tanpa hrs dicaci sbg Rafidhah. Akhirnya yg netralpun dipaksa memilih.
      mau bukti?
      gak perlu
      Mengenai 3 kekuatiran seperti yang anda sebutkan diatas, saya kira wajar aja, karena, mungkin pada awalnya, itu hanya berniat memuliakan nabi, tapi saat orang tersebut melakukannya, dan ternyata ia adalah tokoh agama yang dihormati dan disegani dan memiliki banyak ‘murid’, maka bisa saja para ‘murid’ yang kurang akal melihatnya dan menganggapnya sesuatu yang wajib. Kalo udah turun-menurun bagai mana?
      Betul, kekuatiran tsb sangat beralasan jk pemimpin yg kt bayangkan adalah pemimpin yg dipilih oleh manusia.
      Anyway, pd saat kt menolak pemimpin sebenar na kt tetap terikat utk memilih pemimpin lainnya. Tetap saja kt belajar ttg islam dr someone apakah guru/ulama/buku dll. Dan semuanya punya potensi yg sama utk disalahartikan. Jadi salah persepsi jgn dinisbahkan kpd konsep kepemimpinan, salah persepsi dll adalah sdh kodrat manusia. Ada Nabi saja bs salah persepsi, bayangkan jk Allah menurunkan Al-Qur’an Kitab2-Nya tanpa pemimpin/rujukan (Nabi)?. Di para sahabat saja bs terjadi perselisihan apalg skrg. Pd saat ada pemimpin/Rasul mk perbedaan itu bs segera diselesaikan, namun setelah islam kehilangan konsep panutan/pemimpin (ego umat islam pasca Nabi tdk bs menerima bhw ada org yg bs mrk taati tempat berpedoman dlm menjalani kehidupan beragama).

      ngerti, tapi masalahnya, bagaimana kita tahu pemimpin itu pilihan Allah pada zaman sekarang ini?
      Persis, bukankah ini yg sdg dilakoni oleh SP, yahh mari kt lohat saja apakah akan kita temukan..
      maaf kalo nggak nyambung
      Nyambung banget koq..:mrgreen:
    26. Bagi para syiah ataupun kamu yang masih punya pikiran syiah bin majusi serta masih suka taqqiyah ,
      mungkin situs yang berikut ini bisa dijadikan referensi ^_^

      http://www.albayyinat.net/ialit.html
      Semoga kamu para syiah imamah bisa sadar dari kesesatannya dan kembali ke jalan yang benar. Aamiin ^_^
    27. @Muhibbin
      Ada apa mas? Kenapa mata mas tidak mau melihat, telinga mas enggan mendengar, hati mas berat menerima sebuah kebenaran? Dalil-dalil sdh ada di depan mas kan? Akal mas bisa dimanfaatkan untuk berfikir kan? Hati saya kembali pedih (bercampur sebel sayangnya ) membaca komen mas di atas yang masih saja berisi prasangka-prasangka buruk dan fitnahan keji thd Syiah.
      Alangkah baiknya apabila mas tidak setuju dengan pendapat seseorang dan mas tidak yakin mampu menyampaikan keyakinan mas, mas ajukan pertanyaan-pertanyaan yang untuk menguji keyakinan dan kebenaran lawan bicara mas. Terus uji dengan pertanyaan-pertanyaan kritis yang akhirnya mengerucut dan menuju ke arah sesuatu yang mas yakini kebenarannya.
      Saya udah buka situs Albayyinat tsb dan sungguh membuat saya heran bin takjub mas bisa lebih mempercayai argumen-argumen yang bersifat doktrinansi serta riwayat-riwayat tanpa bukti (sanad, perawi, dsb) daripada riwayat-riwayat yang dibeberkan di blog ini yang lengkap dgn bukti-bukti dimana sang perawi sendiri juga berasal dari golongan Ahlussunnah.

      Saya berharap dan berdoa, mas dan orang-orang sejenis mas bisa mulai membuka mata, telinga, dan hati bahwa kebenaran itu bukan hanya di golongan mas, ia bisa saja berada di tempat lain yang selama ini mas pinggirkan dan hindari. Semoga Rahmat Allah swt dilimpahkan kepada kita semua. Amin.
      Damai….damai
    28. Mas Muhibbin, saya pernah “diskusi” dengan orang yang namanya Abu Zein dari albayyinat. Anda pasti kenal, karena dia itu seorang keturunan Bani Hasyim tapi sangat mengagungkan Muawiyah yang Bani Umayah yang notabene membenci bani Hasyim (lucu juga ya).
      Tanggapan anda yang tidak didukung dengan dalil yang jelas dan bahasa anda yang kasar mengingatkan saya pada bahasa orang2 albayyinat seperrti Abuzein yang sangat membenci Syi’ah.
      Pengetahuan Albayyinat tentang Syi’ah (Imamiyah) sangat-sangat memprihatinkan dan ngawur.
      Tidak ada yang saya dapatkan dari situs Albayyinat, kecuali hujatan2 yang tidak ilmiah terhadap Syi’ah.
    29. @muhibbin
      Saya disini tidak hanya sekedar bicara atas dasar keilmuan saya semata, namun saya juga meminta pencerahan dari beberapa Ustadz saya, termasuk habib Saya sendiri yang sangat Saya cintai.

      saudaraku (maukan dibilang sodara ??) Muhibbin, ustadz/habib anda punya pandangan “miring” terhadap syiah kan?? Ya pantas saja, sampai ke ujung berung blekok juga pasti pencerahan yang ente dapet juga bakal miring doong… namanya gak obyektif, seharusnya ente kroscek, lihat literatur, sejarah, tanya sama orang syiah juga, jangan berat sebelah. Mencari kebenaran dan pembenaran itu tidak hanya didapat satu sumber. Saya sarankan ente jangan punya satu sumber ilmu ustadz/habib ente aja. Kebenaran itu bisa didapat dimana-mana cuma ente gak mau cari karena percayanya ama ustadz/habib ente. Padahal diatas langit ada langit. Diatas ustadz/habib ente masih banyak ustadz/habib yang lebih pinter dan berpandangan luas serta berhati bersih. Jangan taqlid buta mas……peace man !!
    30. @abu syahzaman
      Mas, saya kenal ustadznya yg dibilang Habib itu. Klu bukan dia orangnya maka muridnya dr orang yg saya kenal itu. Dan setahu saya orang yg pertama kalinya mengkafirkan Syiah malahan menghalalkan darah Syiah. Tp diajak dialog menghindar mas. Jd tdk heran klu guru kencing berdiri muridnya kencing berlari. Damai damai. Wasalam

    31. @aburahat
      Ooo gitu to, pantes.

      Mas, Abang iparku sungguhpun seorang habib tidak pernah men-sesatkan atau mengkafirkan seorang yang bermadzhab syiah/ahlul bayt, sungguhpun itu kepada saya adik iparnya. Bahkan beliau senang berdiskusi dengan saya, menganalisanya dan sebagainya mengenai syiah. Mungkin saya pikir, yaaaahh namanya juga ustadz/habib itukan pribadi-pribadi yang masiing2 memiliki ego utk pendapatnya. Yah kalo egonya dibarengi dengan hati yang tulus dan bersih tanpa menurutkan nafsu it’s okay. Akan tetapi kenyataannya ustadz/habib di Indonesia egonya GEUEDE banget. Padahal ilmu agama itu harus dipelajari seumur hidup, lah ini habib baru nuntut ilmu kurang lebih 10 taonan aja udah belagu, Yah bisa kita lihat peristiwa2 yg lalu. Jadi pendapatnya tetep dipaksain….indonesia…indonesia. Lah wong di Saudi tidak seperti itu, jamaah haji syiah adem ayem aj tuuuu…
      Mungkin untuk ustadz/habib harus nuntut ilmunya lebih dalem lagi, terutama ilmu aqidah dan ahlak, seperti ulama2 Iran yang dari kecil udah di jejali ilmu2 tingkat tinggi, tapi gak belagu….
      lam kenal

    32. Dlm soal agama tdk pandang siapa orangnya. Dan Hanya ketakwaan kpd Allah yg orangnya kita hormati dan menjadi panutan. Seharusnya Seorang Habib merupakan keturunan Ahlulbait hrs memberi contoh yg baik. Klu kita membaca tulisan2 mengenai para Imam Ahlulbait dalam hal pendekatan ibadahnya maupun cara membimbing pengikut mereka rasanya berdosa apabila kita berprasangka buruk kpd mereka apalagi mengkufurkan mereka.
      Tapi mereka2 yg mempunyai sifat HASUT susah utk diberi pengertian. Jgnkan belajar 10 thn. Yg hidup bersama Rasul aja selama 20 th masih menghinati Rasul. Jadi tdk heran mas abu syahzanan apabila msh ada sampai sekarang yg membenci pengikut (shyah) Ahlulbait. Damai damai. Wasalam

    33. Hahaha….
      Gila aja, tidak mengerti soal agama kok malah bilang orang laen belagu ?

      Mbok istighfar,
      Masih disayang ALLAH untuk lepas dari kesesatan, kok malah mungkir ???
      Ntar bener2 di PHK dari Islam, nyesalnya abadi

    34. BismiLLAHiRahmaniRahiim,
      dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
      (Al Ahzab : 33)

      Imam Ali kw pernah berkata ketika beliau ditanya tentang siapa pengganti Beliau sebagai khalifah:
      لا ﺁمركم ولا انهاكم ، اترككم كما ترككم رسول الله.
      “ Saya tidak akan memerintahkan atau melarang kalian. Tapi saya akan meninggalkan kalian, sebagaimana Rasulullah meninggalkan kalian”.
      Kata-kata Imam Ali diatas sebagai bukti, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengangkat atau menunjuk seseorang sebagai penggantinya.
      Tolong jangan bawa2 nama Rasul dan Ahlul Bait Beliau untuk menyebarkan kesesatan syiah. Dosanya berlipat ganda, yaa akhi
    35. Kata siapa syiah sesat ???? Belajar lagi bang !!! Kalau sesat, pasti kerajaan arab saudi menolak jemaah haji syiah.
      Maaf nih bang, ingat bang madzhab syiah sudah diterima sebagai madzhab ke lima didunia, cari fatwanya dong, mari kita pelajari dulu mengenai syiah kepada orang syiahnya dulu. Jangan pelajari syiah dengan orang yang membenci syiah, ya gak ketemu….hail
    36. “Hahaha….
      Gila aja, tidak mengerti soal agama kok malah bilang orang laen belagu ?
      Mbok istighfar,
      Masih disayang ALLAH untuk lepas dari kesesatan, kok malah mungkir ???
      Ntar bener2 di PHK dari Islam, nyesalnya abadi”

      Mas Muhibbin
      Anda tau gak, sekitar tahun 1994 kalo gak salah kerajaan Saudi membentuk suatu Dewan Syura yang anggotanya sekitar 60 orang ulama dan ada 6 ulama diantaranya adalah bermadzhab Syi’ah? Saudaraku, sekarang bukan jaman barbar yaaa ingat:…..
      “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)
      , buruk sekali kalau ada orang yang tidak mau membaca.
      Belajar Syi’ah itu butuh keberanian untuk membaca dan memahami akidahnya. Kalau anda tidak mengenal Syi’ah lalu menjelek-jelekkan syiah, jelas bukan akhlak islami
      ingat dong ukhuwah islamiyah hukumnya? WAJIB.
      Setahu saya, pembela Syi’ah belum tentu menganut paham Syi’ah (seperti yang mas sp katakan). Mereka membela karena banyak membaca dan tau sejarah, jangan serampangan bilang syiah sesat……..Hail !!

    37. Kita yg menentang kebohongan adalaah SHYIAH KEBENARAN. Saya kira orang semacam Muhibin adalah SHYIAH KEBOHONGAN. yg tahu hanya memfitnah. Mungkin ia dibayar oleh suatu kelompok khusus utk mengfitnah dan mencaci. Krn selama saya ikuti komentarnya semua fitnah dan caci maki
    38. @Muhibbin
      Sesat? Siapa yang tersesat? Kasian ya mas orang syiah tersesat melulu, padahal mereka (teman – teman saya yang menjadi syiah) hampir semuanya sewaktu masih dalam proses pencarian udah bertanya dan diskusi kemana mana mas, baik ke ustadz – ustadz syiah maupun sunni. Kasian sekali mereka masih tersesat padahal effortnya udah kemana mana..
      Mas sendiri udah nanya ke Ustad syiah belom? Kayaknya belom deh..
      Jadi sebenernya siapa yang tersesat?
    39. @muhibbin
      “ Saya tidak akan memerintahkan atau melarang kalian. Tapi saya akan meninggalkan kalian, sebagaimana Rasulullah meninggalkan kalian”.
      Benar sekali..!!!
      Rasulullah sdh menunjuk Imam Ali tp tdk “memaksa” kalian utk taat, dan Imam Ali sd menunjuk Imam Hasan dan tdk memaksa kalian utk taat.
      It’s your choice to follow Rasulullah & Imam ataukah memilih “sahabat” dan Muawiyah. Tdk ada paksaan dlm agama, shg kt akan mendapatkan balasan atas apa2 yg kita pilih.
      Tdk ada satupun disini yg memaksa kalian utk menerima, mrk hanya merasa perlu mensharingkan apa yg mrk yakini sbg kebenaran.
      Salam.

    40. Mengomentari kata kata dari orang yang sok berani menantang dialog dengan albayyinat bahkan pernah berdialog dengan Albayyinat. Maka setelah saya tanyakan langsung ke Albayyinat, ternyata kata kata tersebut adalah kebiasaan dari kacung kacung syiah untuk mencari pujian dan upeti dari bos mereka.
      Perlu diketahui Albayyinat siap berdialog dengan tokoh tokoh syiah dan jika perlu mereka boleh mendatangkan tokoh syiah dari Iran. Soal biaya dan tempat Albayyinat siap membiayai.
      Semua ulama habaib (Ahlul Bait) berpendapat bahwa syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah telah keluar dari Islam (kafir).

    41. • @Muhammad A A,
      (satu lagi orang barbar ngamuk….ooops sori) mas Muhammad yang saya hormati, anda bisa kan ? mengkonfirmasikan kepada sdri. Khalisa tanpa harus bertensi tinggi, santai aja dalam menyikapinya gak usah
      panas. Dari tulisan sdri.Khalisa tidak ada seperti menantang, sepertinya anda masih terkena virus
      syiahphobia yang mengalir di darah, jangan dong…..buang jauh2 “darah arab kuno” yang panas. Sikapi dengan manis dan elegan seperti orang terpelajar. Jika tulisan anda seperti itu yaaaa asumsi saya anda itu seorang yang lebih suka pake “otot” ketimbang pake “otak” dalam menyikapi hal. Keluarkan argument anda OK, yuuuk

      kebiasaan dari kacung kacung syiah untuk mencari pujian dan upeti dari bos mereka
      Kalau ada kacung syiah, berarti anda kacung para habaib doooong (ooops sori lg). Saya heran melihat tulisan anda yang tidak mendasar….”kacung”, kesannya bahwa orang2 yang meyakini paham syiah/ahlul bayt itu dibayar, dan syiah itu bagaikan suatu kelembagaan/mafia, yuuuuk kita belajar lagi mas. Tidak ada yang meyakini paham syiah/ahlul bayt itu minta dibayar selain ridha Allah dalam mencari kebenaran.
      Perlu diketahui Albayyinat siap berdialog dengan tokoh tokoh syiah
      Silahkan, dan itu perlu. Anda taukan harus kemana ?
      dan jika perlu mereka boleh mendatangkan tokoh syiah dari Iran.
      Gak perlu mas, yang dari Tomang, Tebet, Warung Buncit, Slipi, Pamulang, Tambun, Bandung, Yogya, Palembang, Purwokerto juga banyak kok……banyak kok yg kualitas ilmunya baik di Indonesia
      Soal biaya dan tempat Albayyinat siap membiayai.
      Waaaa sombong sekali, gak boleh tho mas, lebih baik untuk menyantuni anak yatim dan fakir miskin yang banyak tersebar di Indonesia ini, mubazir ahhhh hanya karena “High Emotion”
      Semua ulama habaib (Ahlul Bait) berpendapat bahwa syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah telah keluar dari Islam (kafir).
      Ah gak semuanya tuuuu, tau gak, abang iparku habib loh mas, beliau oke2 aj tu dalam menyikapi paham syiah. Begitu juga Habib Rizieq pernah diwawancara SYIAR (majalah madzhab Ja’fari/Syiah) asik2 aj tuh komentarnya, aaahhh mungkin statemen anda saja yang sedang “high voltage”……Kalau kafir, keluarkan dong fatwanya, mau dari Al-Azhar dari arab Saudi atau dari mana aja. MUI juga asik-asik aj tuuu.
      Mas……dalam masalah keyakinan seorang muslim tentang ushul al Din [dasar-dasar agama] harus berlandaskan dalil, bukti serta argumentasi yang kuat. Karena dalam wilayah ini seorang muslim tidak boleh mengikuti atau bertaklid kepada siapapun. Nah itu yang diambil dari orang2 syiah. Mereka punya dalil & argumentasi yang mereka yakini sangat kuat. Mereka meyakini madzhab mereka yaaa di hargai dong…..kok dibilang kafir, alasan, dalil dan argumennya apa. Mereka bertuhankan Allah, Muhammad Rasulnya, berpuasa, shalat, zakat, haji, kitabnya Alqur’an….apalagi ??? masih dibilang KAFIR…..belajar lagi yuuuuk mari
      Mas, kita tidak dapat mengingkari bahwa – Islam terdapat banyak aliran. Masing-masing memiliki karakteristik, baik pada sisi aqidah, keyakinan, maupun pada sisi praktek ibadahnya. Anda harus akui itu dan tolong hargai, caranya kenali dan pelajari ajaran setiap mazhab, baik ushûl maupun furû’, langsung dari ulama-ulama mazhabnya. Sebab, kalau melalui orang-orang yang tidak mengerti atau melalui pihak-¬pihak yang memusuhi mazhab tersebut, yaaaa pasti yang didapat hanya bisa meng-KAFIR kan madzhab lain, akhirnya malah kebencian seperti yang mas dapatkan. Anda tidak pernah belajar apa itu madzhab syiah langsung dari ulamanya (haramkah ????? seperti org2 salafi ????) lalu anda sudah mengatakan syiah kafir, dari habib anda ???? Habib anda punya kesan miring terhadap syiah, yaaaaa anda juga miring….
      Mas, firman Allah:
      Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan buini serta perselisihan malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orag-orang yang berakal. (QS. 3:190)

      Katakan, apakah sama antara orang buta dengan orang melihat? Apakah kamu tidak berpikir? (QS. 6:50)
      Sesungguhnya sejelek-jeieknya makhluk di sisi Allah adalah tuli, bisu, yang tidak berpikir. (QS. 8:22)
      Kita diberikan akal untuk berpikir (belajar), kenapa anda tidak mencoba untuk independen menelaah, menganalisa, membandingkan sampai mendapat suatu kebenaran, dan tentunya tidak sampai disitu saja untuk belajar. Datangi ulama-ulama yang netral yang mengerti akan ilmunya (madzhab).
      Tuhanmu tidak berbuat zalim kepada siapapun. (QS. 18:49)
      Nah, untuk itu, jangan terlalu mudah anda mengatakan kafir kepada orang yang jelas mengakui bahwa Allah adalah tuhannya. Walaupun itu didapat dari habib anda:
      Apakah kalian akan membunuh seseorang yang berkata Allah adalah Tuhariku padahal ia telah membawakan kalian kebenaran-kebenaran dari Tuhan kalian (QS. 40:28)
      Saya bukan orang syiah looo, tapi saya tidak menutup kebenaran yang ada di syiah, tapi kalo mo dibilang syiah…..ya ga masalah, bukan anda atau habib anda yang menilai (KAFIR) sebab anda atau habib anda tidak punya HAK menilai syiah kafir, tapi Allah dan Allah menilai kita dari tingkat ketakwaan,
      Oke mas Muhammad (nama yang indah……) terserah anda, Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak, mari kita jaga akhlak kita dari sifat barbar !!! HAIL

    42. @Muhammad A A
      Semua ulama habaib (Ahlul Bait) berpendapat bahwa syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah telah keluar dari Islam (kafir).
      Kalau yg dimaksud oleh mas Muhammad “habib” itu adalah mr TA, mk mmg benar krn mr. TA adalah satu2nya “habib” yg getol mengkafirkan syi’ah, bhkn mr TA sdh sampai berani membakar/melemparin rumah orang yg menurut dia syi’ah.
      Apakah mas Muhammad belum pernah dengar dialog mr TA dg Habib Umar b Hafidz di surabaya? disana mr TA ditegur keras (sebetulnya dimarahin) krn menyebarkan syi’ah sesat.
      Apakah mas Muhammad sdh baca tulisan (mantan) guru mr TA yaitu Habib Muhammad b Alwi al Maliky (makkah)?.
      Mas Muhammad kalau mas Muhammad mmg menghormati para Habib mk jgn mas mengatasnamakan mrk, berat masss. lebih baik gunakan nama yg mas mmg dengar langsung. Sebetulnya ada banyak, bhkn sebagian besar mrk menerima syi’ah sbg salah satu mazhab dlm islam, cm sy jg tdk mau terjebak spt mas Muhammad mengatasnamakan para Habib. Lagi pula saya merasa tdk etis mengatasnamakan mrk disini, kecuali mmg mrk mengijinkan (dr buku2 mrk ataupun mengutip ucapan mrk di forum resmi).
      Mas Muhammad semoga mas Muhammad jg bergaul dg Habib2 yg cinta damai, dan mas simak apa pendapat mrk dlm amsalah2 spt ini.

      Wassalam
    43. @muhammad
      Mas, mari jadikan Islamnya kita itu menjadi Islam yang benar-benar Rahmatan Lil Alamin, sebuah rahmat di seluruh alam. Jangan kamu jadikan Islam itu Islam yg seneng gontok2 an sesama Islam, supaya menjadi hikmah dan pembelajaran bagi anda, saya dan saudara2 muslim lain, kalau gak mau, yooo wish, monggo, silahkan mau brutal kek, kami gak ikut2an, kami muslim yg elegan, yang beradab dan bersopan santun dengan ilmu kami, pemahaman kami dll. Silahkan, yuk mari, Hail

    44. @Muhamad A A
      Kepada siapa anda tanya,
      Anda tanya tokoh Albaniyah sdr Taher Alkaf pernahkah dia ke Martapura dan ketemu Habib Abubakar Al-Atas. Dan apa hasilnya? Klu dia katakan tdk maka dia adalah pembohong besar. Atau anda. Anda kenal Taher Alkaf tdk. Yg berteiak darah Syiah halal? Damai damai Wasalam

    45. @Aburahat
      sabar…sabar…adem…adem…peace ah, yuk mari

    46. @Truthseeker, armand, aburahat, abu syahnazan
      kalian kok bisa sabar gitu seh two thumbs up… kayaknya punya energi extra nih untuk berdebat
    47. @hildalexande
      Cuma mencoba meneladani mas Abu Syahnazan koq…
    48. salam wa rahma
      numpang lewat, salam kenal..
      http://www.arowelitenggara.wordpress.com
    49. @truthseeker
      jangan gitu mas, saya marrraahhh nanti…he…he…, tar melayang ahh, saya banyak belajar dari anda, mas aburahat, mas sp dan semuaaaanya disini, gak ada yang superstar ahhh, ilmu saya masih jauuuuh ketimbang mas2 semua, yuk mari, hail

    50. @Secondprince & Semua teman2 dlm posting ini, berhubung saya mau keluar kota agak lama dan perjalanan jauh, sedangkan kita tak mengetahui kapan baru bs ketemu lagi maka pd kesempatan ini saya MEMOHON MAAF SE-BESARNYA PD SEMUA KAWAN2, atas segala kesalahan kata2 sadar maupun tdk sadar. Insya Allah, Allah meridhai kita semua dan diampunkan segala dosa2 kita. Amin. Dan utk SP ONWARD NEVER RETREAT. MAY ALLAH BLESS YOU ALWAYS. Damai damai. Wasalam
    51. @Aburahat,
      sama2 mas, semoga sehat selalu, Allah menyertai perjalanan mas, selalu dalam lindungannya, dan mendapat ilmu lagi disana, bagi2 ya ilmunya

    52. @mas sp
      Gimana kalo menulis tentang Abu Khurairah ? saya sedang ada pr dari pembimbing saya, kali aja dapet ilmu dobel dari mas SP, thanx y

    53. @abu syahrazan.
      Terima kasih. Amin. Setuju sekali usul mas ke SP. Saya mendukung. Utk nambah ilmu. Sory ya, sdh pamit dan minta maaf kok muncul lagi buat keslahan. Habis sih terlalu cinta pd blog ini. Sayang klu nda mampir selama ada kesempatan. Damai damai. Wasalam

    54. @aburahat
      selamat Jalan, semoga selamat sampai tujuan. *halah klise banget seh:mrgreen: *

      @aburahat dan truthseeker
      kapan Pak Aburahat dan Trutheeker bikin blog? ditunggu lho, saya bakal jadi pengunjung pertama deh

    55. @aroweli
      Aroweli (mas or mba?) salam kenal juga. Welcome…
    56. Diantara Akidah Syi’ah
      -Akidah Rafidhah Terhadap Sahabat Rasulullah-
      Akidah Rafidhah berdiri atas caci maki, mencala dan mengkafirkan para sahabat -semoga Allah meridhoi para sahabat-. Al Kulaini menyebutkan di Furu` Al Kafi dari Ja`far `عليه السلام : Manusia menjadi murtad setelah Nabi (meninggal) kecuali tiga orang, lalu aku bertanya : siapa tiga orang itu ? beliau berkata : Al miqdaad bin Aswad, Abu Dzar Al Ghifari dan Salman Al Farisi5.1.
      Al Majlisi dalam kitab Haqqul Yakin menyebutkan : Bahwasanya seorang budak Ali bin Hasein berkata kepadanya : saya mempunyai hak pelayanan yang wajib atas dirimu, maka beritahu aku tentang Abu Bakr dan Umar, lalu ia menjawab : Mereka berdua adalah orang kafir, dan orang yang mencintai mereka maka ia orang kafir juga.5.2
      Dalam tafsir Al Qummi pada firman Allah (An Nahl : 90) :
      Mereka mengatakan : al fahsyaa` (keji) adalah Abu Bakr, mungkar adalah Umar dan baghyi (kezoliman) adalah Utsman5.3.
      Mereka mengatakan dalam buku mereka Miftahul Jinaan : Ya Allah anugerahkanlah salawat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad dan laknatlah dua berhala kaum Quraisy dan dua yang mereka sembah selain Allah5.4. dan dua toghut serta anak perempuan mereka berdua….dan seterusnya5.5. Dan yang mereka maksudkan dengan itu adalah Abu Bakr, Umar, Aisyah dan Hafshah.
      Pada hari asyura (hari ke sepuluh bulan Muharram), mereka membawa seekor anjing lalu mereka namakan dengan umar, kemudian mereka menghujani dengan pukulan pakai tongkat, serta melontarnya dengan batu sampai mati, kemudian mereka menghadirkan seekor anak kambing, mereka beri nama dengan Aisyah, kemudian mereka mulai mencabut bulunya, dan menghujani dengan pukulan pakai sandal, sampai mati5.6.
      Sebagaimana mereka merayakan hari terbunuhnya Faruq Umar bin Khatab dan mereka memberi nama pembunuh umar yaitu abu Lukluk al Majusi dengan nama Baba Syujaa`uddin (bapak) pemberani agama (pahlawan agama)5.7, semoga Allah meridhoi seluruh sahabat dan para ummul mukminin.

      ====================================================
      Lihatlah wahai saudaraku muslim, alangkah dengkinya dan alangkah kejinya golongan yang keluar dari agama ini, tentang apa yang telah mereka katakan terhadap manusia pilihan setelah para nabi, yang mana Allah dan rasul-Nya telah memuji mereka. Dan telah sepakat umat ini atas keadilan (kelurusan dan keterpercayaan) dan keutamaan mereka. Sejarah dan kenyataan pun telah membuktikan dan menyaksikan serta perkara-perkara ini sudah merupakan pengetahuan yang wajib diketahui (oleh setiap umat) atas kebaikan, dan posisi mereka selalu di depan serta jihad mereka dalam Islam.

      Apa Segi Kesamaan Antara Yahudi dengan Rafidhah?
      Syeikh Islam Ibnu Taimiyah berkata : Bukti dari, sesungguhnya bencana Rafidhah adalah bencana Yahudi, hal itu terlihat pada :
      Sesungguhnya orang Yahudi mengatakan : Tidak boleh yang menjadi raja kecuali dari keluarga nabi Daud, Rafidhah berkata : Tidak boleh menjadi imam kecuali dari anak Ali.
      Yahudi mengatakan : Tidak ada jihad di jalan Allah sampai keluar Masehid Dajjal dan diturunkan pedang. Orang Rafidhah mengatakan : Tidak ada jihad di jalan Allah sampai keluar Al Mahdi, dan datingnya penyeru menyeru dari langit.
      Orang Yahudi mengakhirkan (mengundurkan) shalat sampai bintang bertebaran, begitu juga orang Rafidhah mereka mengundurkan shalat maghrib sampai bintang-bintang bertebaran, padahal hadits mengatakan : Senantiasa umatku di atas fitrah, selama mereka tidak mengakhirkan shalat maghrib sampai bintang bertebaran5.8.
      Orang Yahudi telah merubah taurat, begitu juga orang Rafidhah, mereka telah merubah Al Quran.
      Orang Yahudi tidak memandang bolehnya mengusap khuf (sepatu kulit yang menutupi mata kaki), begitu juga orang Rafidhah.
      Orang Yahudi membenci malaikat Jibril, mereka mengatakan : Malaikat Jibril adalah musuh kita dari kalangan malaikat. Begitu juga orang Rafidhah, mereka mengatakan : Malaikat Jibril telah salah menyampaikan wahyu kepada Muhammad5.9.
      Begitu juga orang Rafidhah meyerupai orang kristen pada satu ajaran nasrani yaitu, wanita-wanita mereka tidak memiliki hak mendapatkan mahar, akan tetapi hanya bersenang-senang dengan mereka dengan kesenangan, begitu juga orang Rafidhah, mereka menikah dengan cara mut`ah, dan mereka menghalalkan itu.
      Orang yahudi dan kristen lebih utama dari orang Rafidhah dengan satu sifat (yaitu) :
      Orang yahudi jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat Musa.
      Orang Kristen jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah Hawari (sahabat-sahabat) Isa.
      Orang rafidhah jika ditanya : siapakah orang yang terburuk di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat Muhammad.5.10
      Apa Akidah Orang Rafidhah Terhadap Para Imam Mereka?
      Rafidhah mendakwakan kema`suman (terjaga dari dosa) bagi para imam, dan bahwasanya mereka mengetahui hal ghaib. Dinukil oleh Al Kulaini dalam Usulul Kafi : Telah berkata Imam Ja`far as Shodiq : Kami adalah perbendaharaan ilmu Allah, kami adalah penterjemah perintah Allah, kami adalah kaum yang maksum, telah diperintahkan untuk menta`ati kami, dan dilarang untuk menentang kami, kami adalah hujjah Allah yang kuat terhadap siapa yang berada di bawah langit dan di atas bumi5.11.
      Al Kulaini meriwayatkan di Al Kafi : Bab Sesungguhnya para imam, jika mereka berkehendak untuk mengetahui, maka mereka pasti mengetahuinya. Dari Jafar ia berkata : Sesungguhnya Imam jika ia berkehendak mengetahui, maka ia pasti mengetahui, dan sesungguhnya para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan sesungguhnya mereka tidak akan mati kecuali dengan pilihan mereka sendiri.5.12
      Khumaini yang celaka menyebutkan – dalam salah satu tulisannya bahwa para imam lebih afdhal (mulia) dari para nabi dan rasul, ia berkata – semoga Allah menghinakannya : Sesungguhnya imam-imam kita mempunyai suatu kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat yang didekatkan, dan tidak pula oleh nabi yang diutus5.13.
      Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Orang Rafidhah mendakwakan sesungguhnya agama ini diserahkan kepada pendeta-pendeta dan rahib-rahib, maka yang halal itu adalah yang dihalalkan mereka, dan yang haram itu adalah yang diharamkan mereka, serta agama itu adalah apa yang mereka syariatkan.5.14
      Jika pembaca ingin melihat kekufuran, kesyirikan dan ghuluw (sikap berlebih-lebihan mereka) -semoga Allah melindungi kita- maka bacalah syair-syair yang diungkapkan oleh syeikh mereka zaman sekarang ini yaitu Ibrahim Al Amili, terhadap Ali bin Abi Thalib -semoga Allah meridhai Ali- :
      Abu hasan, engkaulah hakikat Tuhan (yang diibadati),

      dan alamat kekuasaan-Nya yang tinggi.
      Engkaulah yang menguasai ilmu ghaib,
      maka mungkinkah tersembunyi bagimu akan sesuatu yang hasul.
      Engkaulah yang mengendalikan poros alam,
      bagimu para ulamanya yang tinggi.
      Bagimu amar (urusan) bila engkau menghendaki, kau menghidupkan besok,
      bila engkau menghendaki kau cabut ubun-ubun.
      Ali bin Sulaiman Al Mazidi mengutarakan syairnya dalam memuji Ali bin Abi Thalib :
      Abu Hasan engkaulah suami orang yang suci,

      Dan (engkaulah) sisi tuhan yang diibadati serta jiwa rasul.
      Dan (engkaulah) pernama kesempuranaan dan matahari akal,
      (engkau) Hamba dari tuhan, dan engkaulah yang Maha Raja.
      Engkau dipanggil oleh nabi di hari kadir,
      Dan telah menaskan atas dirimu sesuai dengan kejadian Ghadir
      Bahwasanya engkau bagi kaum mukminin adalah amir (pemimpin),
      dia telah mengkalungkan kepadamu buhul kekuasaannya.
      Kepadamulah kembalinya seluruh perkara,
      dan engkaulah yang maha mengetahui dengan kadungan dada.
      Engkaulah yang akan membangkitkan apa yang ada dalam kubur
      Bagimulah pengadilan hari kiamat berdasarkan kepada nas.
      Engkaulah yang maha mendengar dan engkaulah yang maha melihat
      Engkau atas setiap sesuatu maha mampu.
      Kalaulah tidak karena engkau, pasti bintang tidak berjalan
      Kalaulah tidak karena engkau, pasti planet tidak berputar.
      Engkaulah, dengan setiap makhluk mengetahui,
      Engkaulah yang berbicara dengan ahli kitab.
      Kalaulah tidak karena engkau, tidak mungkin musa
      akan diajak berbicara, Maha suci Dzat yang telah menciptakanmu
      Engkau akan melihat rahasia namamu di jagat raya,
      Kecintaan terhadap dirimu seperti matahari di atas kening.
      Kebencian terhadap dirimu di wajah orang yang membenci,
      Bagaikan peniup api, maka tidak akan beruntung yang membencimu.
      Siapa itu yang telah ada, dan siapa itu yang ada,
      Tidak para nabi dan tidak (pula) para rasul,
      Tidak (pula) qalam lauh dan tidak (pula) alam semesta,
      (kecuali) Seluruhnya adalah hamba-hamba bagimu.
      Wahai Abu Hasan wahai yang mengatur wujud,
      (wahai) goa orang yang terusir, dan tempat berlindung pendatang.
      yang memberi minum pengagungmu pada hari berkumpul (hari kiamat).
      orang yang mengingkari hari berbangkit, adalah orang yang mengingkarimu.
      Wahai Abu Hasan wahai Ali yang gagah.
      Kesetiaan padamu bagiku di dalam kuburku sebagai tanda penunjuk,
      Namamu bagiku dalam keadaan sempit merupakan lambang
      Dan kecintaan kepadamu adalah yang memasukkanku ke dalam surgamu
      Dengan lantaran dirimu kemulian yang ada pada diriku.
      Bila datang perintah Tuhan yang Maha Mulia
      Menyeru penyeru, berangkat-berangkat (kematian-kematian).
      Dan tidaklah mungkin engkau akan meninggalkan orang yang berlindung denganmu.
      Apakah syi`ir seperti ini diucapkan oleh seorang muslim yang memeluk agama Islam?, Demi Allah, bahkan sesungguhnya orang-orang jahiliyah (Kafir) sekalipun belum pernah jatuh dalam kesyirikan dan kekufuran, terlalu muja-muji / ghuluw seperti yang diperbuat oleh orang rafidhah celaka ini. 5.15
      ________________________________________
      5.1Furuu` Al Kafi, oleh Al Kulaini, hal : 115.
      5.2Haqqul Yakiin, oleh Al Majlisi, hal : 522. Di sini perlu di isyaratkan bahwa sesungguhnya Ali bin Hasein dan Ahlu Bait semuanya berlepas diri dari semua ini yaitu kedustaan yang diada-adakan oleh kaum Rafidah atas diri mereka, semoga Allah memerangi kaum rafidhah, alangkah jeleknya kedustaan yang mereka buat. (Insya Allah penterjemah akan membuat satu edisi yang berisikan sikap Ahlul Bait terhadap para sahabat, yang akan diambil dari buku-buku pegangan mereka sendiri, agar pembaca mengetahui sebenarnya mereka telah menyelisihi ahlul Bait sendiri dalam bersikap terhadap para sahabat Rasul.)
      5.3Tafsir Al Qummi, hal : 218.
      5.4Ketahuilah pembaca budiman : Mereka sendiri telah menjadikan kuburan Kumaini sebagai tempat yang suci, dan mendirikan di atasnya bangunan seperti Ka`bah sebagai tandingan Ka`bah kita yang mulia.
      5.5Miftahul Jinaan, hal : 114. Lihat doa dua berhala Quraisy, insya Allah di edisi ke 15.
      5.6Tabdiidul Zhilaam wa tanbiihun Niyam, oleh Ibrahim Al Jabhaan, hal : 27.
      5.7Abbas Al Qummi, (Alkuna wal Alqaab) 2/55.
      5.8Hadits diriwayatkan oleh : Imam Ahmad : 4/147. 5/417, 422, Abu Daud, no : 418, dan Abnu Majah, no : 689, di dalam jawaid dikatakan : sanadnya hasan (baik).
      5.9Ada juga suatu kelompok yang mengatakan yang aneh-aneh, mereka mengatakan : sesungguhnya Jibril telah berkhianat, dimana ia menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad, sedangkan yang lebih utama dan lebih berhak terhadap risalah adalah Ali bin Abi Thalib, oleh karena inilah mereka mengatakan : telah berkhianat Amiin (malaikan jibril) dan ia telah menghalang risalah sampai ke Haidari (Ali). Wahai saudaraku muslim, bagaimana mungkin mereka menuduh Jibril عليه السلام telah berkhianat, sedangkan Allah telah menyifatinya dengan amanah (terpercaya), sebagaimana Allah telah berfirman : Telah dibawa oleh Ruhul Amiin (malaikat Jibril), dan firman-Nya : selalu taat kemudian terpercaya. Apakah yang akan anda katakan wahai muslin terhadap keyakinan yang diimani oleh orang-orang rafidhah ini?
      5.10Mihaajul Sunnah, oleh syeikhul Islam Ibnu Taimiyah : 1/24.
      5.11Usulul_Kafi, hal : 165. (mari kita simak apa firman Allah yang menerangkan tentang sifat nabi Muhammad, Allah berfirman dalam surat Al An`am ayat 50 : (artinya) : Katakanlah : Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengatakan yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku..(pent).
      5.12Usulul_Kafi, di dalam kitabul Hujjah : (1/258). (mengetahui mati dan di mana akan mati itu adalah rahasia yang tidak diketahui kecuali hanya Allah semata, Allah berfirman dalam surat Lukman ayat 34, (artinya) : Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yagn dapat mengetahui (denga pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahi lagi Maha Mengenal. (pent)
      5.13Hukumatul Islamiyah, Khumaini, (berarti para imam mereka lebih mulia dari Rasulullah sendiri, apakah perkataan seperti ini boleh keluar dari mulut seorang muslim yang memeluk agama Islam???? pent)
      5.14Minhajus Sunnah, oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah (1/482).
      5.15Penterjemah melihat sendiri bagaimana cara mereka membaca syair-syair di kuburan baqi` (madinah), dibacakan dan dinyanyi-nyanyikan oleh kepala regunya, yang lain menangis dan merapat seperti orang Yahudi meratap di depan dinding mesjid Aqsha.

    57. Diantara Akidah Syi’ah
      -Akidah Rafidhah Terhadap Sahabat Rasulullah-
      Akidah Rafidhah berdiri atas caci maki, mencala dan mengkafirkan para sahabat -semoga Allah meridhoi para sahabat-. Al Kulaini menyebutkan di Furu` Al Kafi dari Ja`far `عليه السلام : Manusia menjadi murtad setelah Nabi (meninggal) kecuali tiga orang, lalu aku bertanya : siapa tiga orang itu ? beliau berkata : Al miqdaad bin Aswad, Abu Dzar Al Ghifari dan Salman Al Farisi5.1.
      Al Majlisi dalam kitab Haqqul Yakin menyebutkan : Bahwasanya seorang budak Ali bin Hasein berkata kepadanya : saya mempunyai hak pelayanan yang wajib atas dirimu, maka beritahu aku tentang Abu Bakr dan Umar, lalu ia menjawab : Mereka berdua adalah orang kafir, dan orang yang mencintai mereka maka ia orang kafir juga.5.2
      Dalam tafsir Al Qummi pada firman Allah (An Nahl : 90) :
      Mereka mengatakan : al fahsyaa` (keji) adalah Abu Bakr, mungkar adalah Umar dan baghyi (kezoliman) adalah Utsman5.3.

      Mereka mengatakan dalam buku mereka Miftahul Jinaan : Ya Allah anugerahkanlah salawat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad dan laknatlah dua berhala kaum Quraisy dan dua yang mereka sembah selain Allah5.4. dan dua toghut serta anak perempuan mereka berdua….dan seterusnya5.5. Dan yang mereka maksudkan dengan itu adalah Abu Bakr, Umar, Aisyah dan Hafshah.
      Pada hari asyura (hari ke sepuluh bulan Muharram), mereka membawa seekor anjing lalu mereka namakan dengan umar, kemudian mereka menghujani dengan pukulan pakai tongkat, serta melontarnya dengan batu sampai mati, kemudian mereka menghadirkan seekor anak kambing, mereka beri nama dengan Aisyah, kemudian mereka mulai mencabut bulunya, dan menghujani dengan pukulan pakai sandal, sampai mati5.6.
      Sebagaimana mereka merayakan hari terbunuhnya Faruq Umar bin Khatab dan mereka memberi nama pembunuh umar yaitu abu Lukluk al Majusi dengan nama Baba Syujaa`uddin (bapak) pemberani agama (pahlawan agama)5.7, semoga Allah meridhoi seluruh sahabat dan para ummul mukminin.
      ====================================================
      Lihatlah wahai saudaraku muslim, alangkah dengkinya dan alangkah kejinya golongan yang keluar dari agama ini, tentang apa yang telah mereka katakan terhadap manusia pilihan setelah para nabi, yang mana Allah dan rasul-Nya telah memuji mereka. Dan telah sepakat umat ini atas keadilan (kelurusan dan keterpercayaan) dan keutamaan mereka. Sejarah dan kenyataan pun telah membuktikan dan menyaksikan serta perkara-perkara ini sudah merupakan pengetahuan yang wajib diketahui (oleh setiap umat) atas kebaikan, dan posisi mereka selalu di depan serta jihad mereka dalam Islam.

      Apa Segi Kesamaan Antara Yahudi dengan Rafidhah?
      Syeikh Islam Ibnu Taimiyah berkata : Bukti dari, sesungguhnya bencana Rafidhah adalah bencana Yahudi, hal itu terlihat pada :

      Sesungguhnya orang Yahudi mengatakan : Tidak boleh yang menjadi raja kecuali dari keluarga nabi Daud, Rafidhah berkata : Tidak boleh menjadi imam kecuali dari anak Ali.
      Yahudi mengatakan : Tidak ada jihad di jalan Allah sampai keluar Masehid Dajjal dan diturunkan pedang. Orang Rafidhah mengatakan : Tidak ada jihad di jalan Allah sampai keluar Al Mahdi, dan datingnya penyeru menyeru dari langit.
      Orang Yahudi mengakhirkan (mengundurkan) shalat sampai bintang bertebaran, begitu juga orang Rafidhah mereka mengundurkan shalat maghrib sampai bintang-bintang bertebaran, padahal hadits mengatakan : Senantiasa umatku di atas fitrah, selama mereka tidak mengakhirkan shalat maghrib sampai bintang bertebaran5.8.
      Orang Yahudi telah merubah taurat, begitu juga orang Rafidhah, mereka telah merubah Al Quran.
      Orang Yahudi tidak memandang bolehnya mengusap khuf (sepatu kulit yang menutupi mata kaki), begitu juga orang Rafidhah.
      Orang Yahudi membenci malaikat Jibril, mereka mengatakan : Malaikat Jibril adalah musuh kita dari kalangan malaikat. Begitu juga orang Rafidhah, mereka mengatakan : Malaikat Jibril telah salah menyampaikan wahyu kepada Muhammad5.9.
      Begitu juga orang Rafidhah meyerupai orang kristen pada satu ajaran nasrani yaitu, wanita-wanita mereka tidak memiliki hak mendapatkan mahar, akan tetapi hanya bersenang-senang dengan mereka dengan kesenangan, begitu juga orang Rafidhah, mereka menikah dengan cara mut`ah, dan mereka menghalalkan itu.
      Orang yahudi dan kristen lebih utama dari orang Rafidhah dengan satu sifat (yaitu) :
      Orang yahudi jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat Musa.
      Orang Kristen jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah Hawari (sahabat-sahabat) Isa.
      Orang rafidhah jika ditanya : siapakah orang yang terburuk di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat Muhammad.5.10

      Apa Akidah Orang Rafidhah Terhadap Para Imam Mereka?
      Rafidhah mendakwakan kema`suman (terjaga dari dosa) bagi para imam, dan bahwasanya mereka mengetahui hal ghaib. Dinukil oleh Al Kulaini dalam Usulul Kafi : Telah berkata Imam Ja`far as Shodiq : Kami adalah perbendaharaan ilmu Allah, kami adalah penterjemah perintah Allah, kami adalah kaum yang maksum, telah diperintahkan untuk menta`ati kami, dan dilarang untuk menentang kami, kami adalah hujjah Allah yang kuat terhadap siapa yang berada di bawah langit dan di atas bumi5.11.
      Al Kulaini meriwayatkan di Al Kafi : Bab Sesungguhnya para imam, jika mereka berkehendak untuk mengetahui, maka mereka pasti mengetahuinya. Dari Jafar ia berkata : Sesungguhnya Imam jika ia berkehendak mengetahui, maka ia pasti mengetahui, dan sesungguhnya para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan sesungguhnya mereka tidak akan mati kecuali dengan pilihan mereka sendiri.5.12
      Khumaini yang celaka menyebutkan – dalam salah satu tulisannya bahwa para imam lebih afdhal (mulia) dari para nabi dan rasul, ia berkata – semoga Allah menghinakannya : Sesungguhnya imam-imam kita mempunyai suatu kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat yang didekatkan, dan tidak pula oleh nabi yang diutus5.13.
      Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Orang Rafidhah mendakwakan sesungguhnya agama ini diserahkan kepada pendeta-pendeta dan rahib-rahib, maka yang halal itu adalah yang dihalalkan mereka, dan yang haram itu adalah yang diharamkan mereka, serta agama itu adalah apa yang mereka syariatkan.5.14
      Jika pembaca ingin melihat kekufuran, kesyirikan dan ghuluw (sikap berlebih-lebihan mereka) -semoga Allah melindungi kita- maka bacalah syair-syair yang diungkapkan oleh syeikh mereka zaman sekarang ini yaitu Ibrahim Al Amili, terhadap Ali bin Abi Thalib -semoga Allah meridhai Ali- :
      Abu hasan, engkaulah hakikat Tuhan (yang diibadati),

      dan alamat kekuasaan-Nya yang tinggi.
      Engkaulah yang menguasai ilmu ghaib,
      maka mungkinkah tersembunyi bagimu akan sesuatu yang hasul.
      Engkaulah yang mengendalikan poros alam,
      bagimu para ulamanya yang tinggi.
      Bagimu amar (urusan) bila engkau menghendaki, kau menghidupkan besok,
      bila engkau menghendaki kau cabut ubun-ubun.
      Ali bin Sulaiman Al Mazidi mengutarakan syairnya dalam memuji Ali bin Abi Thalib :
      Abu Hasan engkaulah suami orang yang suci,

      Dan (engkaulah) sisi tuhan yang diibadati serta jiwa rasul.
      Dan (engkaulah) pernama kesempuranaan dan matahari akal,
      (engkau) Hamba dari tuhan, dan engkaulah yang Maha Raja.
      Engkau dipanggil oleh nabi di hari kadir,
      Dan telah menaskan atas dirimu sesuai dengan kejadian Ghadir
      Bahwasanya engkau bagi kaum mukminin adalah amir (pemimpin),
      dia telah mengkalungkan kepadamu buhul kekuasaannya.
      Kepadamulah kembalinya seluruh perkara,
      dan engkaulah yang maha mengetahui dengan kadungan dada.
      Engkaulah yang akan membangkitkan apa yang ada dalam kubur
      Bagimulah pengadilan hari kiamat berdasarkan kepada nas.
      Engkaulah yang maha mendengar dan engkaulah yang maha melihat
      Engkau atas setiap sesuatu maha mampu.
      Kalaulah tidak karena engkau, pasti bintang tidak berjalan
      Kalaulah tidak karena engkau, pasti planet tidak berputar.
      Engkaulah, dengan setiap makhluk mengetahui,
      Engkaulah yang berbicara dengan ahli kitab.
      Kalaulah tidak karena engkau, tidak mungkin musa
      akan diajak berbicara, Maha suci Dzat yang telah menciptakanmu
      Engkau akan melihat rahasia namamu di jagat raya,
      Kecintaan terhadap dirimu seperti matahari di atas kening.
      Kebencian terhadap dirimu di wajah orang yang membenci,
      Bagaikan peniup api, maka tidak akan beruntung yang membencimu.
      Siapa itu yang telah ada, dan siapa itu yang ada,
      Tidak para nabi dan tidak (pula) para rasul,
      Tidak (pula) qalam lauh dan tidak (pula) alam semesta,
      (kecuali) Seluruhnya adalah hamba-hamba bagimu.
      Wahai Abu Hasan wahai yang mengatur wujud,
      (wahai) goa orang yang terusir, dan tempat berlindung pendatang.
      yang memberi minum pengagungmu pada hari berkumpul (hari kiamat).
      orang yang mengingkari hari berbangkit, adalah orang yang mengingkarimu.
      Wahai Abu Hasan wahai Ali yang gagah.
      Kesetiaan padamu bagiku di dalam kuburku sebagai tanda penunjuk,
      Namamu bagiku dalam keadaan sempit merupakan lambang
      Dan kecintaan kepadamu adalah yang memasukkanku ke dalam surgamu
      Dengan lantaran dirimu kemulian yang ada pada diriku.
      Bila datang perintah Tuhan yang Maha Mulia
      Menyeru penyeru, berangkat-berangkat (kematian-kematian).
      Dan tidaklah mungkin engkau akan meninggalkan orang yang berlindung denganmu.
      Apakah syi`ir seperti ini diucapkan oleh seorang muslim yang memeluk agama Islam?, Demi Allah, bahkan sesungguhnya orang-orang jahiliyah (Kafir) sekalipun belum pernah jatuh dalam kesyirikan dan kekufuran, terlalu muja-muji / ghuluw seperti yang diperbuat oleh orang rafidhah celaka ini. 5.15
      ________________________________________
      5.1Furuu` Al Kafi, oleh Al Kulaini, hal : 115.
      5.2Haqqul Yakiin, oleh Al Majlisi, hal : 522. Di sini perlu di isyaratkan bahwa sesungguhnya Ali bin Hasein dan Ahlu Bait semuanya berlepas diri dari semua ini yaitu kedustaan yang diada-adakan oleh kaum Rafidah atas diri mereka, semoga Allah memerangi kaum rafidhah, alangkah jeleknya kedustaan yang mereka buat. (Insya Allah penterjemah akan membuat satu edisi yang berisikan sikap Ahlul Bait terhadap para sahabat, yang akan diambil dari buku-buku pegangan mereka sendiri, agar pembaca mengetahui sebenarnya mereka telah menyelisihi ahlul Bait sendiri dalam bersikap terhadap para sahabat Rasul.)
      5.3Tafsir Al Qummi, hal : 218.
      5.4Ketahuilah pembaca budiman : Mereka sendiri telah menjadikan kuburan Kumaini sebagai tempat yang suci, dan mendirikan di atasnya bangunan seperti Ka`bah sebagai tandingan Ka`bah kita yang mulia.
      5.5Miftahul Jinaan, hal : 114. Lihat doa dua berhala Quraisy, insya Allah di edisi ke 15.
      5.6Tabdiidul Zhilaam wa tanbiihun Niyam, oleh Ibrahim Al Jabhaan, hal : 27.
      5.7Abbas Al Qummi, (Alkuna wal Alqaab) 2/55.
      5.8Hadits diriwayatkan oleh : Imam Ahmad : 4/147. 5/417, 422, Abu Daud, no : 418, dan Abnu Majah, no : 689, di dalam jawaid dikatakan : sanadnya hasan (baik).
      5.9Ada juga suatu kelompok yang mengatakan yang aneh-aneh, mereka mengatakan : sesungguhnya Jibril telah berkhianat, dimana ia menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad, sedangkan yang lebih utama dan lebih berhak terhadap risalah adalah Ali bin Abi Thalib, oleh karena inilah mereka mengatakan : telah berkhianat Amiin (malaikan jibril) dan ia telah menghalang risalah sampai ke Haidari (Ali). Wahai saudaraku muslim, bagaimana mungkin mereka menuduh Jibril عليه السلام telah berkhianat, sedangkan Allah telah menyifatinya dengan amanah (terpercaya), sebagaimana Allah telah berfirman : Telah dibawa oleh Ruhul Amiin (malaikat Jibril), dan firman-Nya : selalu taat kemudian terpercaya. Apakah yang akan anda katakan wahai muslin terhadap keyakinan yang diimani oleh orang-orang rafidhah ini?
      5.10Mihaajul Sunnah, oleh syeikhul Islam Ibnu Taimiyah : 1/24.
      5.11Usulul_Kafi, hal : 165. (mari kita simak apa firman Allah yang menerangkan tentang sifat nabi Muhammad, Allah berfirman dalam surat Al An`am ayat 50 : (artinya) : Katakanlah : Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengatakan yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku..(pent).
      5.12Usulul_Kafi, di dalam kitabul Hujjah : (1/258). (mengetahui mati dan di mana akan mati itu adalah rahasia yang tidak diketahui kecuali hanya Allah semata, Allah berfirman dalam surat Lukman ayat 34, (artinya) : Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yagn dapat mengetahui (denga pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahi lagi Maha Mengenal. (pent)
      5.13Hukumatul Islamiyah, Khumaini, (berarti para imam mereka lebih mulia dari Rasulullah sendiri, apakah perkataan seperti ini boleh keluar dari mulut seorang muslim yang memeluk agama Islam???? pent)
      5.14Minhajus Sunnah, oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah (1/482).
      5.15Penterjemah melihat sendiri bagaimana cara mereka membaca syair-syair di kuburan baqi` (madinah), dibacakan dan dinyanyi-nyanyikan oleh kepala regunya, yang lain menangis dan merapat seperti orang Yahudi meratap di depan dinding mesjid Aqsha.

    58. Diantara Akidah Syi’ah
      -Akidah Yang Diimani Oleh Rafidhah-
      6.1 Akidah Raj`ah
      Orang Rafidhah telah membuat bidah raj`ah, berkata Al Mufid : Telah sepakat mazhab imamiyah atas wajibnya terjadi raj`ah di kebanyakan dari para orang yang telah mati6.1. Yaitu (yang mereka maksudkan dengan raj`ah ini) bangkitnya penutup imam-imam mereka, yang bernama Al Qaaim pada akhir zaman, ia keluar dari bangunan di bawah tanah, lalu menyembelih seluruh musuh-musuh politiknya, dan mengembalikan kepada syiah hak-hak mereka yang dirampas oleh kelompok-kelompok lain sepanjang masa (yang telah berlalu)6.2.
      Berkata sayid Al Murtadho di dalam kitabnya Al Masail An Nashiriyah : Sesungguhnya Abu Bakr dan Umar disalib pada saat itu di atas suatu pohon di zaman Al Mahdi -yakni imam mereka yang kedua belas- yang mereka beri nama Qaaim Ali Muhammad (penegak keluarga Muhammad), dan pohon itu pertamanya basah sebelum penyaliban, lalu menjadi kering setelahnya6.3.
      Berkata Al Majlisi di dalam Kitab Haqul Yakin dari Muhammad Al Baqir (berkata) : Jika Al Mahdi telah keluar, maka sesungguhnya ia akan menghidupkan `Aisyah Ummul Mukminin dan ia melaksanakan (menjatuhkan) hukum had (hudud) atas diri Aisyah.6.4
      Kemudian bagi mereka pemahaman raj`ah ini berkembang, dan mengatakan (berlakunya) raj`ah (kembali hidup) seluruh orang syiah dan imam-imam mereka dan seluruh musuh mereka bersama imam-imam mereka. Akidah khurafat ini mengungkapkan rasa dengki yang tersembunyi di dalam diri mereka, yang mereka mengungkapkan rasa dengki itu dengan cerita dongeng seperti ini. Dan adalah keyakinan ini merupakan sarana (jembatan) yang diambil oleh orang-orang Sabaiyah untuk mengingkari hari akhirat.
      6.2 Akidah Taqiyah
      Taqiyah didefinisikan oleh salah seorang ulama mereka zaman sekarang dengan ucapannya : Taqiyah yaitu kamu mengatakan atau melakukan (sesuatu), berlainan dengan apa yang kamu yakini6.5; untuk menolak bahaya dari dirimu atau hartamu atau untuk menjaga kehormatanmu6.6. Bahkan mereka mendakwakan bawah sesungguhnya Rasulullah telah melakukannya (Taqiyah) tatkala Abdullah bin Ubai bin Salul kepala orang-orang munafik meninggal, dimana beliau datang untuk menyolatkannya, lalu Umar berkata kepadanya : Tidakkah Allah telah melarangmu dari hal itu? -yakni berdiri di atas kuburan munafik ini-, lalu Rasulullah menjawabnya : Celaka kamu, kamu tidak tahu apa yang saya ucapkan : sesungguhnya saya mengucapkan : Ya Allah isilah perutnya dengan api, dan penuhilah kuburannya dengan api dan selalulah api membakar dirinya.6.7
      Lihatlah wahai saudaraku muslim, bagaimana mereka telah menyandarkan kepada diri Rasulullah kedustaan. Apakah masuk akal, bahwa para sahabat Rasulullah mendoakan rahmat untuknya (Abdullah bin Ubai), sedangkan Nabi melaknatnya?
      Al Kulaini menukilkan di usul Kafi : Berkata Abu Abdillah: wahai Abu Umar sesungguhnya sembilan per sepuluh (sembilan puluh persen) agama ini terletak pada (akidah) taqiyah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak melakukan taqiyah, taqiyah ada pada setiap sesuatu kecuali di nabidz (korma yang direndam dalam air untuk membuat arak) dan di dalam menyapu atas khuuf (kaus atau kulit kulit). Dan dinukilnya juga dari Abi Abdillah ia berkata : Jagalah agama kalian dan tutuplah agama itu dengan taqiyah, karena tidak ada iman bagi orang yang tidak mempunyai taqiyah.6.8

      Maka orang Rafidhah memandang taqiyah itu adalah fardu (wajib), tidak akan berdiri mazhab ini kecuali dengan taqiyah, dan mereka menerima pokok-pokok mazhab secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Mereka selalu melaksanakannya taqiyah itu terlebih-lebih, bila konsisi yang sulit telah mengepung mereka, maka hati- hatilah dari orang Rafidhah wahai kaum muslimin.
      6.3 At-thiinah (Tanah)
      Yang dimaksud dengan at thiinah (tanah) menurut orang Rafidhah adalah tanah perkuburan Husain radhiallhu ?anhu-. Salah seorang dari orang-orang sesat mereka yang bernama Muhammad An Nu?man Al Haritsi yang bergelar dengan Syeikh Al Mufid, menukilkan di kitabnya Al Mazaar dari Abi Abdillah ia berkata : Di tanah perkuburan Husain terdapat obat untuk segala penyakit dan ia merupakan obat yang paling besar (ampuh).
      Berkata Abdullah : Oleskanlah di mulut bayi kalian tanah (perkuburan) Husain
      Ia berkata : Telah dikirim kepada Abi Hasan Al Ridha dari negeri Khurasan sebuah bungkusan kain di antaranya terdapat segumpal tanah, maka dikatakan kepada utusan itu : Apa ini? Ia berkata : Tanah perkuburan Husain, tidaklah ia mengirim sedikitpun dari bungkusan kain atau lainnya, kecuali ia meletakkan di dalamnya tanah itu, dan berkata tanah itu pengaman insya Allah. Dikatakan kepadanya : Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Shadiq tentang pengambilannya akan tanah perkuburan Husain, maka Shodiq menjawab : Apa bila kamu mengambilnya maka ucapkanlah : Ya Allah sesungguhnya saya meminta kepadamu disebabkan oleh hak malaikat yang telah mengenggamnya (tanah ini), dan meminta kepadamu, disebabkan oleh hak Nabi yang telah menyimpannya, dan oleh hak Al Washi (Ali) yang telah bersatu di dalamnya agar Engkau melimpahkan Shalawat kepada Muhammad dan atas keluarga Muhammad dan agar Engkau menjadikannya obat penawar untuk seluruh penyakit, dan pengaman dari seluruh ketakutan, dan penjaga dari seluruh kejahatan.

      Abu Abdillah ditanya tentang penggunaan dua jenas tanah dari perkuburan Hamzah dan pekuburan Husain serta mana yang paling utama diantara keduanya, maka ia berkata : Tasbih yang dibuat dari tanah perkuburan Husain akan bertasbih (sendirinya) ditangan, tanpa (pemiliknya) bertasbih.6.9
      Sebagaimana orang Rafidhah mendakwakan, sesungguhnya orang syi’ah tercipta dari tanah yang khusus dan orang Sunni tercipta dari tanah yang lain, lalu terjadilah pengadukkan antara kedua tanah tadi dengan cara tertentu, maka apa-apa yang terdapat pada orang syiah dari kemasiatan dan kejahatan, maka itu merupakan pengaruh dari tanah sunni, dan apa-apa yang terdapat pada orang sunni dari kebaikan dan anamah, maka itu disebabkan oleh pengaruh tanah syi`ah. Dan apabila pada hari Kiamat nanti, maka kejelekan dan dosa-dosa orang syi’ah diletakkan di atas Ahli Sunnah, dan kebaikan (pahala) Ahli Sunnah akan diberikan kepada orang syi’ah.6.10
      ________________________________________
      6.1Awaailul Maqaalaat, oleh Al Mufiid, Hal : 51.
      6.2Al Khuthuthul `Ariidhah, oleh Muhibbudin Al Khatiib, hal : 80.
      6.3Awaailul Maqaalaat, oleh syeikh mereka yang bergelar Al Mufiid, Hal : 95.
      6.4Haqul Yakiin, oleh Muhammad Al Baqir Al Majlisi, hal : 347.
      6.5Inilah hakikat kemunafikan, yaitu menampakkan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang dibatin, atau menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran. Dengan kata lain, takiyah / nifak itu adalah lain di mulut lain di hati. Itulah akidah orang syiah, maka hati-hatilah dari tipu muslihat mereka, (pent).
      6.6As Syi`ah fil Mizaan, oleh Muhammad Jawaad Mughniyah, hal : 48.
      6.7Furuu`ul Kafii, kitab AL Janaaiz, hal : 188.
      6.8Usuulul Kafii, hal : 482-483.
      6.9Kitab Al Mazaar, oleh syeikh mereka yang bergelar Syeikh Al Mufid hal : 125.
      6.10`Ilal-As Syaraai` hal : 490-491, Bihar Al Anwar : 5/247-248.

    59. @riady
      Terimakasih tulisannya Mas
      Salam
    60. wa alhamdulillahir Rabbil ‘alamin
      Salam hanya kepada orang yang di rahmati ALLAH serta mukmin dan mukminat.

      Wahai MUHIBBIN….
      Sungguh pasti sekali, pemahaman yang tersembunyi (taqiyyah) dalam diri para syi’ah ‘Ali a.s (pecinta ahlul bayt Nabi) adalah Imam Husan a.s dan Imam Husin a.s serta 9 Imam seterusnya dari keturunan Imam Husin a.s adalah berani untuk MATI SYAHID sebagaimana yang Imam ‘Ali bin Abu Thalib pesankan. Malah ianya sebagaimana Para Rasul dan Para Nabi utamakan. Bukan takut sebagaimana pengertian MUHIBBIN sangkakan yang di ambil dari SYI’AH KHAWARIJ (syi’ah ini terlalu banyak juga pecahannya).
      Wahai MUHIBBIN… Pohonlah dari ALLAH untuk menjadi TELINGA YANG MAHU MENDENGAR. Bukan menjadi pengintip yang mahu mencuri dengar sebagaimana IBLIS yang telah di murkai ALLAH.
      YA ALLAH
      YA TUHAN-ku RAJA-ku
      ENGKAU MAHA ESA
      ENGKAU YANG DITUJU
      ENGKAU TIDAK BERANAK DAN DIPERANAKAN
      TIADA SESUATUPUN DAPAT MENYERUPAI-MU.

      wa hawla wala quwwta illa billah.
      waSalam

    61. Tiada pun Syi’ah Rafidhah. Tetapi, Rafidhah itu didapati hanya bagi mereka yang telah ALLAH namai mereka. ALLAH redha terhadap mereka. Selain darinya adalah orang-orang yang hasad dan mahu jua mereka dinamakan RAFIDHAH.
      wasalam
    62. Yang Mana MENEPATI?
      RAFIDHAH = Mencintai Kebenaran dan Membenci Kebatilan.
      ataupun
      RAFIDHAH = Membenci Kebenaran dan Mencintai Kebatilan.
      wala hawla wala quwwata illa billah
    63. halaaaah ginian aja masih pada ruwet, kapan majunya? kapan mi’rajnya?
    64. @riady
      Basi ah..copy-paste doang..

    65. Allah, Rasul, para Malaikat dan para Mukmin heran kok ada manusia yg tidak membenarkan Firman Allah dan Sabda Rasul.
      Iblis, Syaithan dan orang kafir, musyrik dan munafik GEMBIRA melihat ada orang2 yg mengkufurkan ayat2 Allah dan Sabda Rasul. Insaya Allah kita pencari KEBENARAN tdk termasuk orang2 dimana Iblis dan konco2nya bergembira . Wasalam

    66. @Muhammd AA
      Tahir Alkaf Albayyonet…Hmmm…bilang sama dia kpn janjinya ditepatin, msh ktmu amatiran ud pucet..cm koar2 di VCD ,klo pidato hrs dikawal..acara blm sls sll kbur..tp ketangkep jg..srh ingt kejadian stasiun twg, smg..bilang sama dia janjinya kpn ditepatin, srh mampir lg ke semarang.
    67. @bagir
      sorry mas bagir mau nanya, emang masih ada yg dengerin Taher?. Bukankah dimana2 sdh ditolak? tapi mungkin selalu ada makhluk baru yg tdk tahu cerita kali yaa?. Pernah dengar cerita yg di surabaya dialog dg Habib Umar Hafidz? Saya cm dapat sms saja.
      Tapi susah jg kalau mata pencaharian, diterusin cilaka ditinggalin gak makan.

      Wassalam
    68. Taher Alkaf hahaha. Klu di Station TWG ada kejadian maka di Kal-Sel beberapa kejadian. Ada yg sedang khotbah dilempari dgn tegel utk nda kena. Ada yg menutut dipengadilan. Nda tau apakah berani ke Kalsel lagi? Wasalam
    69. Salam..
      @ Truthseeker
      Byk yg mau dgrin tuh, terutama yg tgl dipelosok2 desa yg ga ngerti apa2. dan anda jg benar namanya jg mata pencharian dia, klo ga jln mana dpt duit dari Saud…
      N masalah dg Ust Umar Hafidz saya sdh dgr yg di sby jg yg di jkt .

      @ Madopolo
      disemrg ga cm skli, krn berthun2 ga berani nongol lg..disolo jg udh prnh ditrunin dr mibar (ud lm klo ini), untung diamanin..cm yg trkr stlh kjdian pelemparan rmh Ust M.BSA di jatim(bhkn hari kedua org2 smg dtg ke Jatim nunggu mrk yg katanya mo nyerbu YAPI lg) br dia dtg lg dismg, mgkn merasa ud aman kali..eee ternyta cm semenir beras hatinya, Kabur..! lucunya lg tangannya klhtn gtr trs klhtn ketakutan, apalagi bibirnya, ana bilang ke dia ktnya syiah halal drhnya, skrg ud ddpn dia orgnya slhkn dibunuh…ternyata cuma omg doang..! ane mlh nunggu dia dtg lg dismg..keponakannya jg sekolah dihadromaut (tmn ana dr kcl) tp ga pernah nyindir aqidah syiah, apalagi mengkafirkan dan menghalakn drh org syiah.. cm dia aja yg hatinya ud dibalut kebencian,suka fitanah n apa pnts punya nm Tahir?

      Wassalam
    70. @bagir
      Kita do’akan saja agar TA bisa melihat dg jujur apa2 yg telah dilakukannya. Dan bisa menerima dg ikhlas kebenaran yg sebenarnya sdh terang baginya.
      Sebetulnya TA pun boleh2 saja bertahan pd yg diyakininya namun knp TA memilih cara yg sangat bertentangan dg Islam, itu yg menjadi kegundahan banyak orang.

      Wassalam
    71. @ semua yang ngomongin TA
      Astaga… Jangan-jangan Tohir Alkaf itu yang ceramah di Banjarbaru pas Idul Adha tahun kemarin ya? Saya sempat posting juga soal beliau soalnya, cuma waktu itu belum tahu namanya… Di postingan tersebut saya sempat nulis beberapa pertanyaan. Nah, setelah membaca dialog di sini, saya mulai merasa mendapatkan pencerahan soal “siapa yang berbicara” waktu itu…
      Jadi sekalian konfirmasi nih, khususnya buat Pak Aburahat, apa benar TA yang itu yang pernah ke KalSel Desember tahun lalu (waktu lebaran Haji)?

    72. Induk permasalahan diatas sangat bertentangan sekali dengan beberapa dalil berikut :
      قاعدت ‏ ‏أبا هريرة ‏ ‏خمس سنين فسمعته يحدث عن النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏كانت ‏ ‏بنو إسرائيل ‏ ‏تسوسهم ‏ ‏الأنبياء كلما هلك نبي خلفه نبي وإنه لا نبي بعدي وستكون خلفاء تكثر قالوا فما تأمرنا قال فوا ببيعة الأول فالأول وأعطوهم حقهم فإن الله سائلهم عما استرعاهم
      Riwayat Abu Hurairah ra.:
      Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Dahulu Bani Israil itu dipimpin oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi mangkat, maka akan digantikan dengan nabi lain. Dan sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun setelahku dan akan muncul para khalifah yang banyak. Mereka bertanya: Lalu apakah yang engkau perintahkan kepada kami? Nabi saw. menjawab: Setialah dengan baiat khalifah pertama dan seterusnya serta berikanlah kepada mereka hak mereka, sesungguhnya Allah akan menuntut tanggung jawab mereka terhadap kepemimpinan mereka
      (Hadits dalam kitab Sahih Muslim : 3429)

      عن ‏ ‏ابن عمر ‏ ‏قال ‏ ‏حضرت أبي حين أصيب فأثنوا عليه وقالوا جزاك الله خيرا فقال ‏ ‏راغب ‏ ‏وراهب قالوا استخلف فقال أتحمل أمركم حيا وميتا لوددت أن حظي منها الكفاف لا علي ولا لي فإن أستخلف فقد استخلف من هو خير مني ‏ ‏يعني ‏ ‏أبا بكر ‏
      ‏وإن ‏ ‏أترككم فقد ‏ ‏ترككم من هو خير مني رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏عبد الله ‏ ‏فعرفت أنه حين ذكر رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏غير مستخلف

      Dari Abdullah bin Umar ia berkata: Umar ditanya: Apakah kamu tidak mengangkat khalifah penggantimu? Ia menjawab: Bila aku mengangkat, maka orang yang lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar, juga telah mengangkat pengganti khalifah. Dan bila aku membiarkan kamu sekalian (untuk memilih), maka orang yang lebih baik dariku, yaitu Rasulullah saw., juga telah membiarkan kamu sekalian. Abdullah bin Umar berkata: Sehingga aku pun mengetahui ketika ia menyebut Rasulullah saw. bahwa dia tidak akan mengangkat khalifah pengganti
      (Hadits dalam kitab Sahih Muslim : 3399)

      Sebagai bahan renungan dan islah diri
    73. Ya Muhibbin…
      KItab Shahih Muslim Cetakan Berapa? Tanggal Bila?
      Kitab Shahih Muslim banyak sekali Edisinya….

    74. @ Muhibbin
      Sahih Muslim 3429 dan 3399?
      Kalo yang saya temukan dari: http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/008.smt.html
      Kok beda ya?
      Book 008, Number 3429:
      Umm Salama, the wife of Allah’s Apostle (may peace be upon him), used to say that all wives of Allah’s Apostle (may peace be upon him) disclaimed the idea that one with this type of fosterage (having been suckled after the proper period) should come to them. and said to ‘A’isha: By Allah, we do not find this but a sort of concession given by Allah’s Messenger (may peace be upon him) only for Salim, and no one was ging to be allowed to enter (our houses) with this type of fosterage and we do not subscribe to this view.
      Book 008, Number 3399:
      ‘A’isha (Allah be pleased with her) reported that there came Aflah the brother, of Abu’l-Qu’ais, who sought her permission (to enter) after seclusion was instituted, and AbuQu’ais was the father of ‘A’isha by reason of fosterage. ‘A’isha said: By Allah, I would not permit Aflah unless I have solicited the opinion of Allah’s Messenger (may peace be upon him) for Abu Qulais has not suckled me, but his wife has given me suck. ‘A’isha’ (Allah be pleased with her) said: When Allah’s Messenger (may peace be upon him) entered, I said: Allah’s Messenger, Aflah is the brother of Abu’l-Qulais; he came to me to seek my permission for entering (the houst). I did not like the idea of granting him permission until I had solicited your opinion. Thereupon Allah’s Apostle (may peace be upon him) said: Grant him permission. ‘Urwa said it was on account of this that ‘A’isha used to say. What is unlawful by reason of consanguinity is unlawful by reason of fosterage.
      Jadi penasaran…
    75. * krik krik krik….terdengar bunyi jangkrik..
    76. @Muhibbin
      Dari Abdullah bin Umar ia berkata: Umar ditanya: Apakah kamu tidak mengangkat khalifah penggantimu? Ia menjawab: Bila aku mengangkat, maka orang yang lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar, juga telah mengangkat pengganti khalifah. Dan bila aku membiarkan kamu sekalian (untuk memilih), maka orang yang lebih baik dariku, yaitu Rasulullah saw., juga telah membiarkan kamu sekalian.
      Mas Muhibbin, apakah mas sedang mengatakan bhw Khalifah Abu bakar tdk mengikuti (keluar dr) Sunnah Rasul?
      Mohon penjelasannya agar tdk salah paham.

      Wassalam
    77. @amed,
      sukron atas masukannya
      Sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah. Penempatan no hadits memang tergantung dari edisi terbitan kitab hadits itu sendiri.
      Ente mungkin mengambil sumbernya dari database usc di california, amrik (yang sebenarnya agak mengkhawatirkan karena letaknya di amrik yang jelas-jelas banyak kuffar harbi betebaran disana, dan punya kemungkinan lebih besar untuk diselewengkan). Sedangkan Ane mengambil sumbernya dari database hadits al-islam.com yang diterbitkan oleh kementrian arab saudi.
      Namun setelah Ane browsing di usc, ternyata ada juga hadits dari shahih Muslim yang isinya sama hanya berbeda letak no urut saja
      Ini biar Ane copy :

      Book 020, Number 4543:
      It has been narrated by Abu Huraira that the Holy Prophet (may pceace be upon him) said: Banu Isra’il were ruled over by the Prophets. When one Prophet died, another succeeded him; but after me there is no prophet and there will be caliphs and they will be quite large in number. His Companions said: What do you order us to do (in case we come to have more than one Caliph)? He said: The one to whom allegiance is sworn first has a supremacy over the others. Concede to them their due rights (i. e. obey them). God (Himself) will question them about the subjects whom He had entrusted to them.
      Book 020, Number 4485:
      It has been narrated on the authority of ‘Abdullah b. ‘Umar who said: I was present with my father when he was wounded. People praised him and said: May God give you a noble recompense! He said: I am hopeful (of God’s mercy) as well as afraid (of His wrath) People said: Appoint anyone as your successor. He said: Should I carry the burden of conducting your affairs in my life as well as in my death? (So far as Caliphate is concerned) I wish I could acquit myself (before the Almighty) in a way that there is neither anything to my credit nor anything to my discredit. If I would appoint my successor, (I would because) one better than me did so. (He meant Abu Bakr.) If I would leave You alone, (I would do so because) one better than me, i. e. the Messenger of Allah (may peace be upon him), did so. ‘Abdullah says: When he mentioned the Messenger of Allah (may peace be upon him) I understood that he would not appoint anyone as Caliph.
      Semoga menjadi penerang bagi Ane dan semua yang disini menuju jalan kebenaran sejati
    78. Wedew…..
      Pada kmana nie para syiah rafidah dan liberalis yang berkoar-koar diatas ? Diberi argumen secara logika, ga mau terima. Diberi dalil, malah diem semua.

      Taubatlah secara nasuha…. sebelum Izrail as datang menjemput
    79. @Muhibbin
      Lho dalil apaan ya
      Hadis riwayat Abu Hurairah yang Mas tulis kayaknya gak bertentangan tuh dengan kenyataan bahwa Rasul SAW telah menetapkan Ahlul Bait sebagai Khalifah. Justru menekankan bahwa umat islam harus berbaiat pada setiap para khalifah
      sedangkan hadis Abdullah bin Umar itu kan berupa perkataan Umar Mas bukan sabda Rasulullah SAW, makanya dalil yang mau ditanggapin itu yang mana
      Mas bicara soal dalil tapi Mas sendiri gak ngerti masalah dalil, lihat hadis di atas yang saya tulis
      Itu sejelas-jelasnya dalil bahwa Ahlul bait adalah Khalifah Umat Islam dan itu perkataan Rasulullah SAW
      Tidak perlu bicara soal siapa Syiah atau Sunni, semua orang bisa ngaku-ngaku disini yang penting fokus aja pada dalilnya
      Salam

    80. @Muhibbin
      Mas masih punya urusan sama saya yang belum selesai di tulisan Ayat Al Wilayah Turun Untuk Imam Ali

      Tolong diklarifikasi tuduhan Mas itu, buktikan kalau Mas memang sedang berdiskusi dengan niat yang baik
      Silakan saya tunggu disana

    81. Salam
      @ Mas SP

      Ooo yg katanya Kitab Sesat nya Bukhari itu yeee…
      Piye iki Pak Bin (@ muhibin)…ko ga dijawab..??
    82. Salamun’alaik
      Ahlul Bayt Nabi <– fadak for MUHIBBIN
      wasSalam
    83. @Bagir,
      Bingung kali mas, masih nyari-nyari…tunggu aj

    84. Karena Hasil pertemuan Habib Umar disurabaya dengan para Habaib (termasuk Habib Tohir Alkaf) sering disebut dan diputar balik hasilnya, maka agar ruang ini tidak menjadi tempat orang berdusta, dibawah ini saya informasikan hasilnya.
      HASIL PERTEMUAN HABIB UMAR DI SURABAYA
      بسم الله الرحمن الرحيم
      Alhamduliullah pada hari Sabtu malam minggu, tanggal 2 Pebruari 2008 di Surabaya telah diadakan pertemuan antara Habib Umar Bin Hafid dengan Rabithah Alawiyah, Albayyinat dan tokoh tokoh Alawiyyin yang aktif membendung Syiah.
      Dalam pertemuan tersebut Habib Umar Bin Hafid yang kita kenal sebagai Dai kondang yang terkenal dan mempunyai pengalaman yang luar biasa, banyak memberikan pengarahan mengena
      i metode dalam berda’wah, serta nasehat yang ditujukan kepada para Dai dari kalangan Alawiyyin, serta mengharap agar para Dai saling mendukung dan tidak saling menyerang dan tidak menjelekkan temannya.
      Setelah panjang lebar Habib Umar memberikan pengarahan kepada hadirin, akhirnya Habib Umar Bin Hafid meminta persetujuan dan kesepakatan dari Hadirin Sebagai berikut :
      1. Agar para Dai dari kalangan Alawiyyin sesama Ahlussunnah tidak saling menjelekkan dan menyerang temannya.
      2. Syiah itu sesat dan menyesatkan.
      (Dan apabila mereka berkeyakinan bahwa Al Qur’an Muharrof (artinya, Al Qur’an yang ada sekarang ini tidak orisinil dan sudah dirubah oleh para Sahabat), maka mereka itu Kafir, dan ini tidak hanya bagi orang Syiah saja, tapi siapa saja yang berkeyakinan bahwa Al Qur’an Muharrof maka dia juga Kafir)
      Demikian dua poin yang dimintakan kesepakatan oleh Habib Umar Bin Hafid dalam pertemuan tersebut. Selanjutnya Habib Umar meneruskan pengarahannya dan dilanjutkan dengan tanya jawab, namun tidak merupakan / menjadi kesepakatan. Yang disepakati oleh semua hadirin dan Habib Umar Bin Hafid malam itu hanya dua poin diatas.
      Informasi ini kami keluarkan dikarenakan adanya kesimpang siuran berita diluar mengenai hasil pertemuan pada malam itu dan hasil pertemuan pertemuan Habib Umar di Jakarta.
      Harapan kami semoga hasil kesepakatan diatas dapat difahami dan menjadi pegangan bagi Dai Dai dari kalangan Alawiyyin.
      Surabaya, Pebruari 2008
      REDAKSI ASH SHOWAAIQ
    85. baiknya, jika tokoh2 yang disebut diatas juga diundang kesini aja. gimana ustadz?
    86. @Muhammad AA
      1. Agar para Dai dari kalangan Alawiyyin sesama Ahlussunnah tidak saling menjelekkan dan menyerang temannya.
      2. Syiah itu sesat dan menyesatkan.

      Nah ini baru yang meragukan. Di satu sisi Habib Umar melarang saling menjelek-jelekkan, namun di si lain malah menjelekkan kelompok lain. Bagaimana mungkin?
      Saya sering mendengar mengenai keutamaan Beliau Habib Umar bin Hafidz (semoga Rahmat Allah selalu terlimpah kepadanya) dan saya yakin tidak mungkin keputusan itu berasal dari Beliau. Punya naskah aslinya mas MAA?
      Salam
    87. @Muhammad AA
      1. Agar para Dai dari kalangan Alawiyyin sesama Ahlussunnah tidak saling menjelekkan dan menyerang temannya.
      2. Syiah itu sesat dan menyesatkan.
      Nah ini baru yang meragukan. Di satu sisi Habib Umar melarang saling menjelek-jelekkan, namun di si lain malah menjelekkan kelompok lain. Bagaimana mungkin?
      Saya sering mendengar mengenai keutamaan Beliau Habib Umar bin Hafidz (semoga Rahmat Allah selalu terlimpah kepadanya) dan saya cukup yakin tidak mungkin keputusan itu berasal dari Beliau. Punya naskah aslinya mas MAA?
      Salam
    88. Assalamu’alaikum Wr,Wb
      Salam dari ku untukmu saudaraku secondprince dan saudaraku2 yang lain….
      Yang Jelas dan Pasti adalah…. Bahwa Allah tidak akan mungkin salah dalam memilih Khalifah Islam yang sebenar2nya karena Hanya Allah lah pengeuasa dari segala penguasa yang Haq dan berhak menentukan yang Haq itu. Jika Allah mengangkat dari salah seorang Hamba-Nya untuk meninggikan Martabatnya maka tidak ada satupun manusia yang dapat menurunkan martabatnya. Jika Allah telah menghinakan seseorang maka tidak ada satupun manusia yang dapat untuk meninggikan martabatnya.
      Allah itu Pasti, dan janji Allah pun Pasti, serta ketentuan Allah dalam Qudrat Iradat-Nya pun pasti. Tidak ada keragu2an di dalamnya…. semoga kita semua diberikan kesadaran untuk mengerti…. sehingga tidak ada yang perlu di perdebatkan apalagi sampai berhujung kepada perpecahan dan peperangan “saudara”.
      Ya…. Allah… bagi-Mu lah Kerajaan Langit dan Bumi dan apa2 di antara keduanya…. Engkau memberikan petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau pula lah yang memberikan ujian kepada Hamba2Mu untuk kembali ke jalan-Mu dengan berbagai macam liku2 ilmu dan pemahaman dan ujian kehidupan yang terjadi di muka bumi ini…. Kami Memohon kepada-Mu Ya…Robb’ selamatkan jiwa kami dari persangkaan2 yang membawa kepada kemudharatan, karena sesungguhnya sebagian prasangka itu bisa menjatuhkan diri kami sendiri dalam jurang kebinasaan….
      Ya… Muqollibal Qulub yang membolak balikan Hati, Balik kan lah Hati kami hanya semata2 kepada-Mu ya Allah….. agar lebih mengenal dan mencintai akan Engkau dan Rosul Pilihan-Mu, Muhammad Al-Musthofa beserta Ahlul Bait dan para Sahabat2 yang setia pada Beliau serta para umat2 Beliau yang senantiasa memegang teguh 2 pusaka yang telah di wariskan oleh Nabi-Mu yaitu Kitabullah Wa Itrah Ahlul Bait.
      Aaaamiiiin………..Aaaaamiiiiin…….Aaaamiiiin….. Yaa…. Robbal ‘Aalmiiin…
      Ma’afkan daku dan semoga berkenan….
      Wassalam
      Pengembara Jiwa
    89. Salam wa Rakhmah
      Para Imam as dari Ithrah Ahlulbait Nabi saw adalah khalifah umat Islam sampai akhir zaman. Karena mereka memiliki pengetahuan lahir bathin dan wawasan sufisme yg tinggi. Tidak ada suatu rahasia atau kearifan tersembunyi dari apa pun, kecuali dari merekalah semua itu bisa digali. Mereka adalah guru-guru syari’ah, para pemimpin thariqah dan para quthub haqiqah. Mereka adalah para khalifah dan kekuasaan Allah swt dalam Mulk-Nya (Kerajaan-Nya di langit dan bumi) dan di alam malakut-Nya (alam ruh dan malaikat). Apabila mereka tidak diciptakan, langit tidak akan tegak, bumi tidak akan terhampar dan makhluk-makhluk tidak akan hidup di dalamnya. Mereka adalah pembeda syurga dan neraka. Melalui mereka pula kehidupan diawali dan diakhiri. Inilah pengertian dari perkataan Allah swt kepada Nabi saw: “Kalau bukan karenamu, niscaya Aku tidak akan menciptakan alam semesta ini”. Dengan kata lain mereka adalah hakikat Insan Kamil Mukamil. Seluruh dunia dijaga eksistensinya oleh akal hakikat Insan Kamil Mukamil dan planet-planet tetap berjalan dalam orbitnya oleh nafasnya. Dan ini terjadi berkat kemuliaan, keluhuran dan maqam ketinggiannya. Hal tsb bisa dibuktikan oleh Al Qur’an dan Al Hadist, maupun dari maqam muqarobah (tanda dari Allah) dan maqam mukasyafah (penyingkapan) .
      Wassalam
    90. Ini adalah salah satu syubhat syiah rafidhah, mereka kesankan seolah-olah hadis tersebut adalah shahih…..padahal hadis tersebut masih terjadi perselisihan diantara para ulama’ tentang keshahihannya….fakta yang ada bahwa hadis tersebut terdapat seorang perawi yang bernama : AL QASIN bin HASSAN AL AMIRY AL KUFI……Imam Al Mundziri mengatakan bahwa Imam Al Bukhari berkata : AL QASIM bin HASSAN telah mendengar riwayat dari Zaid bin Tsabit dan dari pamannya Abdurrahman bin Harmalah dan Arrahim bin Arrabi’ telah meriwayatkan darinya. DAN HADIS YANG DIRIWAYATKANNYA TIDAK SHAHIH DARI ORANG-ORANG KUFAH…..Imam Adz Dzahabi dalam mizanul i’tidal juga mengutip perkataan Imam Al Bukhari bahw Al Qasim bin Hassan hadisnya munkar dan tidak diketahui…..Perkataan Bukhari tersebut terdapat dalam Adh Dhuafa’ul Kabir…. Alhamdulillah.
    Sangat banyak ayat2 Alqur’an dan Hadis dimana Allah menunjuk pemimpin utk melanjutkan misi Rasul. Dibawa ini saya tunjukkan 2 ayat saja dimana Allah menunjuk pimpinan utk melanjukan misi Rasul :
    1.Surah Al Anbiyah ayat 73
    73. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,
    2.Surah as-Sajadah ayat 24
    .24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar[1195]. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.
    *nggak sempat ngecek, apa itu namanya… Alquran?*
    Tapi, coba anda baca baik-baik rujukan anda itu. Siapa subjeknya? Dengan adanya kata ‘wahyu’ itu aja udah jelas kalo Pemimpin yang dimaksud oleh Ayat tersebut Adalah nabi dan Rosul.
    Emang ada ya, manusia jaman sekarang yang menerima ‘wahyu’ dari Allah?
    … Apa anda berfikir demikian?
    Saya rasa cukup bukti2 ini utk menjelaskan NGAWURnya anda
    well, sekali lagi terima kasih.
    Maaf kalo merepotkan:mrgreen:
  23. :: SP
    Saya pernah dengar kok, yaitu pada saat Rasulullah SAW masih hidup beliau adalah pemimpin bagi seluruh Umat Islam
    Maksud saya, tidak setelah beliau wafat:mrgreen:
    Saya rasa justru kalau Rasulullah SAW sendiri yang menetapkan berdasarkan ketentuan Allah SWT maka sudah pasti kepemimpinan itu adalah benar dan tidak sesat seperti para Nabi palsu:mrgreen:
    Sayangnya nggak ada kan? Tapi saya sih yakin, ketidak-adaan tersebut, memiliki arti khusus. Cuma apa itu, sepertinya kita harus lebih banyak belajar ya…. ^^
    …walaupun begitu tidak setiap apa yang diapahami oleh manusia itu adalah benar berdasarkan kebenaran yang telah digariskan oleh Allah SWT. Yang penting kita menghargai pandangan masing-masing
    Can’t agree more… ^_^
    mungkin yang lebih tepat adalah jika logika yang dipakai terbukti salah karena keterbatasan ilmu maka lebih baik kita mencari ilmu lebih banyak untuk mendapatkan logika yang benar.
    hehehe… iya… Mantap deh mas SP
    Bertawakal bukanlah jalan keluar itu sendiri tetapi suatu sikap hidup yang sebaiknya dijalani untuk mencari jalan keluar yang lebih baik
    Tapi kalo udah mentok, ga’ apa khan untuk sementara… tawakal maksudnya…:mrgreen:
    Hanya saja hadis Shahih dalam masalah ini adalah Rasulullah SAW meninggalkan Al Quran dan Ahlul Bait agar menjadi pedoman Umat Islam biar tidak tersesat. Hadis yang Mbak maksud itu pernah saya bahas dan hadis tersebut dhaif
    entahlah, to be honest, sebenernya saya juga pusing sendiri kalo membaca beberapa ‘hadist’ yang rada gemana gitu…
    BTW, saya jadi banyak belajar tentang ‘sunah’ dan semacamnya itu dari blog mas SP lho…
    trus, tentang suni, syiah, dll itu…:mrgreen:
    Baru berusaha memahami aja, nggak berani ikut komen
    :: SP to Truthseeker
    Ah Mas anda keliru, beliau bukan mas mas, tapi Mbak
    Makasih SP, udah membantu. nggak keberatan jua sih di sangkain mas-mas
    :: SP to aburahat
    Saya rasa Mas, Mbak itu cuma menampilkan pandangannya dan apa yang ia anggap benar.
    Hiks *terharu*
    makasih SP…
    Hampir aja saya ambil tali buat nggantung si aburahat itu. Trus saya siksa abis-abisan. Biar dia minta tolong sama Entah siapa nya itu…
  24. @Snowie
    Maaf sekali lagi saya minta maaf atas kata2 saya yg tdk sopan. Memang klu blm kenal tdk boleh menganggap sama semua orang. Saya salah dlm menilai anda. Ya mungkin karena Emosi. sampai tdk bs membedakan hingga keluar kata2 yg tdk pantas. Saya akan coba menjeleskan yg anda inginkan .
    Maksudnya hrs ada pemimpin Umat sesudah Rasul. Ialah setiap zaman hrs ada pemimpin yg akan melanjutkan misi Rasul. Sebab klu tdk ada pemimpin yg jujur dan tdk pernah buat salah dan memahami Islam dan Alqur’an secara utuh maka kelanjutan dari agama Allah ini rusak seperti kita lihat sekarang. Oleh karena itu Allah Yang Maha Tau telah mempersiapkam orang2 yg akan memimpin Umat ini. Dan dlm Alqur’an yakni kumpulan Firman2 (krn anda tanya apa itu Alqur’an) dimana isinya adalah petunjuk, larangan, berita gembira dan peringatan dlsb telah diisyaratkan begitu jg dlm Hadis (pegangan umat Islam sesudah Alqur’an.) Dan dgn jelas dikabarkan siapa yg akan menjadi panutan kita sesdh Rasul.

  25. @Snowie
    Maaf mba Snowie, sy terbiasa siapa saja yg belum sy kenal dan namanya tdk mengindikasikan jenis kelamin tertentu maka saya gunakan panggilan mas..:mrgreen:
    Selamat kenal..!!

    Well, kalo gitu setelah Rasulullah wafat, dan Zaman ke kalifahan berakhir, siapa yang dipilih Allah?
    That’s why we are here…:mrgreen: Sudah ada bbrp “proposal” tp msh jd perselisihan (krn adanya fanatisme mazhab dan kebencian antar mazhab). Saya mimpi terlepas dr semua itu, sy mimpi rindu akan kepemimpinan islam tanpa hrs dituduh syi’ah, saya mimpi menjalankan perintah utk taat kpd ahl bayt tanpa hrs dibasmi/dibakar dg tuduhan sebagai syi’ah. Saya mimpi utk menafsirkan AQ & hadits yg menurut sy benar tanpa hrs dicaci sbg Rafidhah. Akhirnya yg netralpun dipaksa memilih.
    mau bukti?
    gak perlu
    Mengenai 3 kekuatiran seperti yang anda sebutkan diatas, saya kira wajar aja, karena, mungkin pada awalnya, itu hanya berniat memuliakan nabi, tapi saat orang tersebut melakukannya, dan ternyata ia adalah tokoh agama yang dihormati dan disegani dan memiliki banyak ‘murid’, maka bisa saja para ‘murid’ yang kurang akal melihatnya dan menganggapnya sesuatu yang wajib. Kalo udah turun-menurun bagai mana?
    Betul, kekuatiran tsb sangat beralasan jk pemimpin yg kt bayangkan adalah pemimpin yg dipilih oleh manusia.
    Anyway, pd saat kt menolak pemimpin sebenar na kt tetap terikat utk memilih pemimpin lainnya. Tetap saja kt belajar ttg islam dr someone apakah guru/ulama/buku dll. Dan semuanya punya potensi yg sama utk disalahartikan. Jadi salah persepsi jgn dinisbahkan kpd konsep kepemimpinan, salah persepsi dll adalah sdh kodrat manusia. Ada Nabi saja bs salah persepsi, bayangkan jk Allah menurunkan Al-Qur’an Kitab2-Nya tanpa pemimpin/rujukan (Nabi)?. Di para sahabat saja bs terjadi perselisihan apalg skrg. Pd saat ada pemimpin/Rasul mk perbedaan itu bs segera diselesaikan, namun setelah islam kehilangan konsep panutan/pemimpin (ego umat islam pasca Nabi tdk bs menerima bhw ada org yg bs mrk taati tempat berpedoman dlm menjalani kehidupan beragama).

    ngerti, tapi masalahnya, bagaimana kita tahu pemimpin itu pilihan Allah pada zaman sekarang ini?
    Persis, bukankah ini yg sdg dilakoni oleh SP, yahh mari kt lohat saja apakah akan kita temukan..
    maaf kalo nggak nyambung
    Nyambung banget koq..:mrgreen:
  26. Bagi para syiah ataupun kamu yang masih punya pikiran syiah bin majusi serta masih suka taqqiyah ,
    mungkin situs yang berikut ini bisa dijadikan referensi ^_^

    http://www.albayyinat.net/ialit.html
    Semoga kamu para syiah imamah bisa sadar dari kesesatannya dan kembali ke jalan yang benar. Aamiin ^_^
  27. @Muhibbin
    Ada apa mas? Kenapa mata mas tidak mau melihat, telinga mas enggan mendengar, hati mas berat menerima sebuah kebenaran? Dalil-dalil sdh ada di depan mas kan? Akal mas bisa dimanfaatkan untuk berfikir kan? Hati saya kembali pedih (bercampur sebel sayangnya ) membaca komen mas di atas yang masih saja berisi prasangka-prasangka buruk dan fitnahan keji thd Syiah.
    Alangkah baiknya apabila mas tidak setuju dengan pendapat seseorang dan mas tidak yakin mampu menyampaikan keyakinan mas, mas ajukan pertanyaan-pertanyaan yang untuk menguji keyakinan dan kebenaran lawan bicara mas. Terus uji dengan pertanyaan-pertanyaan kritis yang akhirnya mengerucut dan menuju ke arah sesuatu yang mas yakini kebenarannya.
    Saya udah buka situs Albayyinat tsb dan sungguh membuat saya heran bin takjub mas bisa lebih mempercayai argumen-argumen yang bersifat doktrinansi serta riwayat-riwayat tanpa bukti (sanad, perawi, dsb) daripada riwayat-riwayat yang dibeberkan di blog ini yang lengkap dgn bukti-bukti dimana sang perawi sendiri juga berasal dari golongan Ahlussunnah.

    Saya berharap dan berdoa, mas dan orang-orang sejenis mas bisa mulai membuka mata, telinga, dan hati bahwa kebenaran itu bukan hanya di golongan mas, ia bisa saja berada di tempat lain yang selama ini mas pinggirkan dan hindari. Semoga Rahmat Allah swt dilimpahkan kepada kita semua. Amin.
    Damai….damai
  28. Mas Muhibbin, saya pernah “diskusi” dengan orang yang namanya Abu Zein dari albayyinat. Anda pasti kenal, karena dia itu seorang keturunan Bani Hasyim tapi sangat mengagungkan Muawiyah yang Bani Umayah yang notabene membenci bani Hasyim (lucu juga ya).
    Tanggapan anda yang tidak didukung dengan dalil yang jelas dan bahasa anda yang kasar mengingatkan saya pada bahasa orang2 albayyinat seperrti Abuzein yang sangat membenci Syi’ah.
    Pengetahuan Albayyinat tentang Syi’ah (Imamiyah) sangat-sangat memprihatinkan dan ngawur.
    Tidak ada yang saya dapatkan dari situs Albayyinat, kecuali hujatan2 yang tidak ilmiah terhadap Syi’ah.
  29. @muhibbin
    Saya disini tidak hanya sekedar bicara atas dasar keilmuan saya semata, namun saya juga meminta pencerahan dari beberapa Ustadz saya, termasuk habib Saya sendiri yang sangat Saya cintai.

    saudaraku (maukan dibilang sodara ??) Muhibbin, ustadz/habib anda punya pandangan “miring” terhadap syiah kan?? Ya pantas saja, sampai ke ujung berung blekok juga pasti pencerahan yang ente dapet juga bakal miring doong… namanya gak obyektif, seharusnya ente kroscek, lihat literatur, sejarah, tanya sama orang syiah juga, jangan berat sebelah. Mencari kebenaran dan pembenaran itu tidak hanya didapat satu sumber. Saya sarankan ente jangan punya satu sumber ilmu ustadz/habib ente aja. Kebenaran itu bisa didapat dimana-mana cuma ente gak mau cari karena percayanya ama ustadz/habib ente. Padahal diatas langit ada langit. Diatas ustadz/habib ente masih banyak ustadz/habib yang lebih pinter dan berpandangan luas serta berhati bersih. Jangan taqlid buta mas……peace man !!
  30. @abu syahzaman
    Mas, saya kenal ustadznya yg dibilang Habib itu. Klu bukan dia orangnya maka muridnya dr orang yg saya kenal itu. Dan setahu saya orang yg pertama kalinya mengkafirkan Syiah malahan menghalalkan darah Syiah. Tp diajak dialog menghindar mas. Jd tdk heran klu guru kencing berdiri muridnya kencing berlari. Damai damai. Wasalam

  31. @aburahat
    Ooo gitu to, pantes.

    Mas, Abang iparku sungguhpun seorang habib tidak pernah men-sesatkan atau mengkafirkan seorang yang bermadzhab syiah/ahlul bayt, sungguhpun itu kepada saya adik iparnya. Bahkan beliau senang berdiskusi dengan saya, menganalisanya dan sebagainya mengenai syiah. Mungkin saya pikir, yaaaahh namanya juga ustadz/habib itukan pribadi-pribadi yang masiing2 memiliki ego utk pendapatnya. Yah kalo egonya dibarengi dengan hati yang tulus dan bersih tanpa menurutkan nafsu it’s okay. Akan tetapi kenyataannya ustadz/habib di Indonesia egonya GEUEDE banget. Padahal ilmu agama itu harus dipelajari seumur hidup, lah ini habib baru nuntut ilmu kurang lebih 10 taonan aja udah belagu, Yah bisa kita lihat peristiwa2 yg lalu. Jadi pendapatnya tetep dipaksain….indonesia…indonesia. Lah wong di Saudi tidak seperti itu, jamaah haji syiah adem ayem aj tuuuu…
    Mungkin untuk ustadz/habib harus nuntut ilmunya lebih dalem lagi, terutama ilmu aqidah dan ahlak, seperti ulama2 Iran yang dari kecil udah di jejali ilmu2 tingkat tinggi, tapi gak belagu….
    lam kenal

  32. Dlm soal agama tdk pandang siapa orangnya. Dan Hanya ketakwaan kpd Allah yg orangnya kita hormati dan menjadi panutan. Seharusnya Seorang Habib merupakan keturunan Ahlulbait hrs memberi contoh yg baik. Klu kita membaca tulisan2 mengenai para Imam Ahlulbait dalam hal pendekatan ibadahnya maupun cara membimbing pengikut mereka rasanya berdosa apabila kita berprasangka buruk kpd mereka apalagi mengkufurkan mereka.
    Tapi mereka2 yg mempunyai sifat HASUT susah utk diberi pengertian. Jgnkan belajar 10 thn. Yg hidup bersama Rasul aja selama 20 th masih menghinati Rasul. Jadi tdk heran mas abu syahzanan apabila msh ada sampai sekarang yg membenci pengikut (shyah) Ahlulbait. Damai damai. Wasalam

  33. Hahaha….
    Gila aja, tidak mengerti soal agama kok malah bilang orang laen belagu ?

    Mbok istighfar,
    Masih disayang ALLAH untuk lepas dari kesesatan, kok malah mungkir ???
    Ntar bener2 di PHK dari Islam, nyesalnya abadi

  34. BismiLLAHiRahmaniRahiim,
    dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
    (Al Ahzab : 33)

    Imam Ali kw pernah berkata ketika beliau ditanya tentang siapa pengganti Beliau sebagai khalifah:
    لا ﺁمركم ولا انهاكم ، اترككم كما ترككم رسول الله.
    “ Saya tidak akan memerintahkan atau melarang kalian. Tapi saya akan meninggalkan kalian, sebagaimana Rasulullah meninggalkan kalian”.
    Kata-kata Imam Ali diatas sebagai bukti, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengangkat atau menunjuk seseorang sebagai penggantinya.
    Tolong jangan bawa2 nama Rasul dan Ahlul Bait Beliau untuk menyebarkan kesesatan syiah. Dosanya berlipat ganda, yaa akhi
  35. Kata siapa syiah sesat ???? Belajar lagi bang !!! Kalau sesat, pasti kerajaan arab saudi menolak jemaah haji syiah.
    Maaf nih bang, ingat bang madzhab syiah sudah diterima sebagai madzhab ke lima didunia, cari fatwanya dong, mari kita pelajari dulu mengenai syiah kepada orang syiahnya dulu. Jangan pelajari syiah dengan orang yang membenci syiah, ya gak ketemu….hail
  36. “Hahaha….
    Gila aja, tidak mengerti soal agama kok malah bilang orang laen belagu ?
    Mbok istighfar,
    Masih disayang ALLAH untuk lepas dari kesesatan, kok malah mungkir ???
    Ntar bener2 di PHK dari Islam, nyesalnya abadi”

    Mas Muhibbin
    Anda tau gak, sekitar tahun 1994 kalo gak salah kerajaan Saudi membentuk suatu Dewan Syura yang anggotanya sekitar 60 orang ulama dan ada 6 ulama diantaranya adalah bermadzhab Syi’ah? Saudaraku, sekarang bukan jaman barbar yaaa ingat:…..
    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)
    , buruk sekali kalau ada orang yang tidak mau membaca.
    Belajar Syi’ah itu butuh keberanian untuk membaca dan memahami akidahnya. Kalau anda tidak mengenal Syi’ah lalu menjelek-jelekkan syiah, jelas bukan akhlak islami
    ingat dong ukhuwah islamiyah hukumnya? WAJIB.
    Setahu saya, pembela Syi’ah belum tentu menganut paham Syi’ah (seperti yang mas sp katakan). Mereka membela karena banyak membaca dan tau sejarah, jangan serampangan bilang syiah sesat……..Hail !!

  37. Kita yg menentang kebohongan adalaah SHYIAH KEBENARAN. Saya kira orang semacam Muhibin adalah SHYIAH KEBOHONGAN. yg tahu hanya memfitnah. Mungkin ia dibayar oleh suatu kelompok khusus utk mengfitnah dan mencaci. Krn selama saya ikuti komentarnya semua fitnah dan caci maki
  38. @Muhibbin
    Sesat? Siapa yang tersesat? Kasian ya mas orang syiah tersesat melulu, padahal mereka (teman – teman saya yang menjadi syiah) hampir semuanya sewaktu masih dalam proses pencarian udah bertanya dan diskusi kemana mana mas, baik ke ustadz – ustadz syiah maupun sunni. Kasian sekali mereka masih tersesat padahal effortnya udah kemana mana..
    Mas sendiri udah nanya ke Ustad syiah belom? Kayaknya belom deh..
    Jadi sebenernya siapa yang tersesat?
  39. @muhibbin
    “ Saya tidak akan memerintahkan atau melarang kalian. Tapi saya akan meninggalkan kalian, sebagaimana Rasulullah meninggalkan kalian”.
    Benar sekali..!!!
    Rasulullah sdh menunjuk Imam Ali tp tdk “memaksa” kalian utk taat, dan Imam Ali sd menunjuk Imam Hasan dan tdk memaksa kalian utk taat.
    It’s your choice to follow Rasulullah & Imam ataukah memilih “sahabat” dan Muawiyah. Tdk ada paksaan dlm agama, shg kt akan mendapatkan balasan atas apa2 yg kita pilih.
    Tdk ada satupun disini yg memaksa kalian utk menerima, mrk hanya merasa perlu mensharingkan apa yg mrk yakini sbg kebenaran.
    Salam.

  40. Mengomentari kata kata dari orang yang sok berani menantang dialog dengan albayyinat bahkan pernah berdialog dengan Albayyinat. Maka setelah saya tanyakan langsung ke Albayyinat, ternyata kata kata tersebut adalah kebiasaan dari kacung kacung syiah untuk mencari pujian dan upeti dari bos mereka.
    Perlu diketahui Albayyinat siap berdialog dengan tokoh tokoh syiah dan jika perlu mereka boleh mendatangkan tokoh syiah dari Iran. Soal biaya dan tempat Albayyinat siap membiayai.
    Semua ulama habaib (Ahlul Bait) berpendapat bahwa syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah telah keluar dari Islam (kafir).

  41. • @Muhammad A A,
    (satu lagi orang barbar ngamuk….ooops sori) mas Muhammad yang saya hormati, anda bisa kan ? mengkonfirmasikan kepada sdri. Khalisa tanpa harus bertensi tinggi, santai aja dalam menyikapinya gak usah
    panas. Dari tulisan sdri.Khalisa tidak ada seperti menantang, sepertinya anda masih terkena virus
    syiahphobia yang mengalir di darah, jangan dong…..buang jauh2 “darah arab kuno” yang panas. Sikapi dengan manis dan elegan seperti orang terpelajar. Jika tulisan anda seperti itu yaaaa asumsi saya anda itu seorang yang lebih suka pake “otot” ketimbang pake “otak” dalam menyikapi hal. Keluarkan argument anda OK, yuuuk

    kebiasaan dari kacung kacung syiah untuk mencari pujian dan upeti dari bos mereka
    Kalau ada kacung syiah, berarti anda kacung para habaib doooong (ooops sori lg). Saya heran melihat tulisan anda yang tidak mendasar….”kacung”, kesannya bahwa orang2 yang meyakini paham syiah/ahlul bayt itu dibayar, dan syiah itu bagaikan suatu kelembagaan/mafia, yuuuuk kita belajar lagi mas. Tidak ada yang meyakini paham syiah/ahlul bayt itu minta dibayar selain ridha Allah dalam mencari kebenaran.
    Perlu diketahui Albayyinat siap berdialog dengan tokoh tokoh syiah
    Silahkan, dan itu perlu. Anda taukan harus kemana ?
    dan jika perlu mereka boleh mendatangkan tokoh syiah dari Iran.
    Gak perlu mas, yang dari Tomang, Tebet, Warung Buncit, Slipi, Pamulang, Tambun, Bandung, Yogya, Palembang, Purwokerto juga banyak kok……banyak kok yg kualitas ilmunya baik di Indonesia
    Soal biaya dan tempat Albayyinat siap membiayai.
    Waaaa sombong sekali, gak boleh tho mas, lebih baik untuk menyantuni anak yatim dan fakir miskin yang banyak tersebar di Indonesia ini, mubazir ahhhh hanya karena “High Emotion”
    Semua ulama habaib (Ahlul Bait) berpendapat bahwa syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah telah keluar dari Islam (kafir).
    Ah gak semuanya tuuuu, tau gak, abang iparku habib loh mas, beliau oke2 aj tu dalam menyikapi paham syiah. Begitu juga Habib Rizieq pernah diwawancara SYIAR (majalah madzhab Ja’fari/Syiah) asik2 aj tuh komentarnya, aaahhh mungkin statemen anda saja yang sedang “high voltage”……Kalau kafir, keluarkan dong fatwanya, mau dari Al-Azhar dari arab Saudi atau dari mana aja. MUI juga asik-asik aj tuuu.
    Mas……dalam masalah keyakinan seorang muslim tentang ushul al Din [dasar-dasar agama] harus berlandaskan dalil, bukti serta argumentasi yang kuat. Karena dalam wilayah ini seorang muslim tidak boleh mengikuti atau bertaklid kepada siapapun. Nah itu yang diambil dari orang2 syiah. Mereka punya dalil & argumentasi yang mereka yakini sangat kuat. Mereka meyakini madzhab mereka yaaa di hargai dong…..kok dibilang kafir, alasan, dalil dan argumennya apa. Mereka bertuhankan Allah, Muhammad Rasulnya, berpuasa, shalat, zakat, haji, kitabnya Alqur’an….apalagi ??? masih dibilang KAFIR…..belajar lagi yuuuuk mari
    Mas, kita tidak dapat mengingkari bahwa – Islam terdapat banyak aliran. Masing-masing memiliki karakteristik, baik pada sisi aqidah, keyakinan, maupun pada sisi praktek ibadahnya. Anda harus akui itu dan tolong hargai, caranya kenali dan pelajari ajaran setiap mazhab, baik ushûl maupun furû’, langsung dari ulama-ulama mazhabnya. Sebab, kalau melalui orang-orang yang tidak mengerti atau melalui pihak-¬pihak yang memusuhi mazhab tersebut, yaaaa pasti yang didapat hanya bisa meng-KAFIR kan madzhab lain, akhirnya malah kebencian seperti yang mas dapatkan. Anda tidak pernah belajar apa itu madzhab syiah langsung dari ulamanya (haramkah ????? seperti org2 salafi ????) lalu anda sudah mengatakan syiah kafir, dari habib anda ???? Habib anda punya kesan miring terhadap syiah, yaaaaa anda juga miring….
    Mas, firman Allah:
    Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan buini serta perselisihan malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orag-orang yang berakal. (QS. 3:190)

    Katakan, apakah sama antara orang buta dengan orang melihat? Apakah kamu tidak berpikir? (QS. 6:50)
    Sesungguhnya sejelek-jeieknya makhluk di sisi Allah adalah tuli, bisu, yang tidak berpikir. (QS. 8:22)
    Kita diberikan akal untuk berpikir (belajar), kenapa anda tidak mencoba untuk independen menelaah, menganalisa, membandingkan sampai mendapat suatu kebenaran, dan tentunya tidak sampai disitu saja untuk belajar. Datangi ulama-ulama yang netral yang mengerti akan ilmunya (madzhab).
    Tuhanmu tidak berbuat zalim kepada siapapun. (QS. 18:49)
    Nah, untuk itu, jangan terlalu mudah anda mengatakan kafir kepada orang yang jelas mengakui bahwa Allah adalah tuhannya. Walaupun itu didapat dari habib anda:
    Apakah kalian akan membunuh seseorang yang berkata Allah adalah Tuhariku padahal ia telah membawakan kalian kebenaran-kebenaran dari Tuhan kalian (QS. 40:28)
    Saya bukan orang syiah looo, tapi saya tidak menutup kebenaran yang ada di syiah, tapi kalo mo dibilang syiah…..ya ga masalah, bukan anda atau habib anda yang menilai (KAFIR) sebab anda atau habib anda tidak punya HAK menilai syiah kafir, tapi Allah dan Allah menilai kita dari tingkat ketakwaan,
    Oke mas Muhammad (nama yang indah……) terserah anda, Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak, mari kita jaga akhlak kita dari sifat barbar !!! HAIL

  42. @Muhammad A A
    Semua ulama habaib (Ahlul Bait) berpendapat bahwa syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah telah keluar dari Islam (kafir).
    Kalau yg dimaksud oleh mas Muhammad “habib” itu adalah mr TA, mk mmg benar krn mr. TA adalah satu2nya “habib” yg getol mengkafirkan syi’ah, bhkn mr TA sdh sampai berani membakar/melemparin rumah orang yg menurut dia syi’ah.
    Apakah mas Muhammad belum pernah dengar dialog mr TA dg Habib Umar b Hafidz di surabaya? disana mr TA ditegur keras (sebetulnya dimarahin) krn menyebarkan syi’ah sesat.
    Apakah mas Muhammad sdh baca tulisan (mantan) guru mr TA yaitu Habib Muhammad b Alwi al Maliky (makkah)?.
    Mas Muhammad kalau mas Muhammad mmg menghormati para Habib mk jgn mas mengatasnamakan mrk, berat masss. lebih baik gunakan nama yg mas mmg dengar langsung. Sebetulnya ada banyak, bhkn sebagian besar mrk menerima syi’ah sbg salah satu mazhab dlm islam, cm sy jg tdk mau terjebak spt mas Muhammad mengatasnamakan para Habib. Lagi pula saya merasa tdk etis mengatasnamakan mrk disini, kecuali mmg mrk mengijinkan (dr buku2 mrk ataupun mengutip ucapan mrk di forum resmi).
    Mas Muhammad semoga mas Muhammad jg bergaul dg Habib2 yg cinta damai, dan mas simak apa pendapat mrk dlm amsalah2 spt ini.

    Wassalam
  43. @muhammad
    Mas, mari jadikan Islamnya kita itu menjadi Islam yang benar-benar Rahmatan Lil Alamin, sebuah rahmat di seluruh alam. Jangan kamu jadikan Islam itu Islam yg seneng gontok2 an sesama Islam, supaya menjadi hikmah dan pembelajaran bagi anda, saya dan saudara2 muslim lain, kalau gak mau, yooo wish, monggo, silahkan mau brutal kek, kami gak ikut2an, kami muslim yg elegan, yang beradab dan bersopan santun dengan ilmu kami, pemahaman kami dll. Silahkan, yuk mari, Hail

  44. @Muhamad A A
    Kepada siapa anda tanya,
    Anda tanya tokoh Albaniyah sdr Taher Alkaf pernahkah dia ke Martapura dan ketemu Habib Abubakar Al-Atas. Dan apa hasilnya? Klu dia katakan tdk maka dia adalah pembohong besar. Atau anda. Anda kenal Taher Alkaf tdk. Yg berteiak darah Syiah halal? Damai damai Wasalam

  45. @Aburahat
    sabar…sabar…adem…adem…peace ah, yuk mari

  46. @Truthseeker, armand, aburahat, abu syahnazan
    kalian kok bisa sabar gitu seh two thumbs up… kayaknya punya energi extra nih untuk berdebat
  47. @hildalexande
    Cuma mencoba meneladani mas Abu Syahnazan koq…
  48. salam wa rahma
    numpang lewat, salam kenal..
    http://www.arowelitenggara.wordpress.com
  49. @truthseeker
    jangan gitu mas, saya marrraahhh nanti…he…he…, tar melayang ahh, saya banyak belajar dari anda, mas aburahat, mas sp dan semuaaaanya disini, gak ada yang superstar ahhh, ilmu saya masih jauuuuh ketimbang mas2 semua, yuk mari, hail

  50. @Secondprince & Semua teman2 dlm posting ini, berhubung saya mau keluar kota agak lama dan perjalanan jauh, sedangkan kita tak mengetahui kapan baru bs ketemu lagi maka pd kesempatan ini saya MEMOHON MAAF SE-BESARNYA PD SEMUA KAWAN2, atas segala kesalahan kata2 sadar maupun tdk sadar. Insya Allah, Allah meridhai kita semua dan diampunkan segala dosa2 kita. Amin. Dan utk SP ONWARD NEVER RETREAT. MAY ALLAH BLESS YOU ALWAYS. Damai damai. Wasalam
  51. @Aburahat,
    sama2 mas, semoga sehat selalu, Allah menyertai perjalanan mas, selalu dalam lindungannya, dan mendapat ilmu lagi disana, bagi2 ya ilmunya

  52. @mas sp
    Gimana kalo menulis tentang Abu Khurairah ? saya sedang ada pr dari pembimbing saya, kali aja dapet ilmu dobel dari mas SP, thanx y

  53. @abu syahrazan.
    Terima kasih. Amin. Setuju sekali usul mas ke SP. Saya mendukung. Utk nambah ilmu. Sory ya, sdh pamit dan minta maaf kok muncul lagi buat keslahan. Habis sih terlalu cinta pd blog ini. Sayang klu nda mampir selama ada kesempatan. Damai damai. Wasalam

  54. @aburahat
    selamat Jalan, semoga selamat sampai tujuan. *halah klise banget seh:mrgreen: *

    @aburahat dan truthseeker
    kapan Pak Aburahat dan Trutheeker bikin blog? ditunggu lho, saya bakal jadi pengunjung pertama deh

  55. @aroweli
    Aroweli (mas or mba?) salam kenal juga. Welcome…
  56. Diantara Akidah Syi’ah
    -Akidah Rafidhah Terhadap Sahabat Rasulullah-
    Akidah Rafidhah berdiri atas caci maki, mencala dan mengkafirkan para sahabat -semoga Allah meridhoi para sahabat-. Al Kulaini menyebutkan di Furu` Al Kafi dari Ja`far `عليه السلام : Manusia menjadi murtad setelah Nabi (meninggal) kecuali tiga orang, lalu aku bertanya : siapa tiga orang itu ? beliau berkata : Al miqdaad bin Aswad, Abu Dzar Al Ghifari dan Salman Al Farisi5.1.
    Al Majlisi dalam kitab Haqqul Yakin menyebutkan : Bahwasanya seorang budak Ali bin Hasein berkata kepadanya : saya mempunyai hak pelayanan yang wajib atas dirimu, maka beritahu aku tentang Abu Bakr dan Umar, lalu ia menjawab : Mereka berdua adalah orang kafir, dan orang yang mencintai mereka maka ia orang kafir juga.5.2
    Dalam tafsir Al Qummi pada firman Allah (An Nahl : 90) :
    Mereka mengatakan : al fahsyaa` (keji) adalah Abu Bakr, mungkar adalah Umar dan baghyi (kezoliman) adalah Utsman5.3.
    Mereka mengatakan dalam buku mereka Miftahul Jinaan : Ya Allah anugerahkanlah salawat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad dan laknatlah dua berhala kaum Quraisy dan dua yang mereka sembah selain Allah5.4. dan dua toghut serta anak perempuan mereka berdua….dan seterusnya5.5. Dan yang mereka maksudkan dengan itu adalah Abu Bakr, Umar, Aisyah dan Hafshah.
    Pada hari asyura (hari ke sepuluh bulan Muharram), mereka membawa seekor anjing lalu mereka namakan dengan umar, kemudian mereka menghujani dengan pukulan pakai tongkat, serta melontarnya dengan batu sampai mati, kemudian mereka menghadirkan seekor anak kambing, mereka beri nama dengan Aisyah, kemudian mereka mulai mencabut bulunya, dan menghujani dengan pukulan pakai sandal, sampai mati5.6.
    Sebagaimana mereka merayakan hari terbunuhnya Faruq Umar bin Khatab dan mereka memberi nama pembunuh umar yaitu abu Lukluk al Majusi dengan nama Baba Syujaa`uddin (bapak) pemberani agama (pahlawan agama)5.7, semoga Allah meridhoi seluruh sahabat dan para ummul mukminin.

    ====================================================
    Lihatlah wahai saudaraku muslim, alangkah dengkinya dan alangkah kejinya golongan yang keluar dari agama ini, tentang apa yang telah mereka katakan terhadap manusia pilihan setelah para nabi, yang mana Allah dan rasul-Nya telah memuji mereka. Dan telah sepakat umat ini atas keadilan (kelurusan dan keterpercayaan) dan keutamaan mereka. Sejarah dan kenyataan pun telah membuktikan dan menyaksikan serta perkara-perkara ini sudah merupakan pengetahuan yang wajib diketahui (oleh setiap umat) atas kebaikan, dan posisi mereka selalu di depan serta jihad mereka dalam Islam.

    Apa Segi Kesamaan Antara Yahudi dengan Rafidhah?
    Syeikh Islam Ibnu Taimiyah berkata : Bukti dari, sesungguhnya bencana Rafidhah adalah bencana Yahudi, hal itu terlihat pada :
    Sesungguhnya orang Yahudi mengatakan : Tidak boleh yang menjadi raja kecuali dari keluarga nabi Daud, Rafidhah berkata : Tidak boleh menjadi imam kecuali dari anak Ali.
    Yahudi mengatakan : Tidak ada jihad di jalan Allah sampai keluar Masehid Dajjal dan diturunkan pedang. Orang Rafidhah mengatakan : Tidak ada jihad di jalan Allah sampai keluar Al Mahdi, dan datingnya penyeru menyeru dari langit.
    Orang Yahudi mengakhirkan (mengundurkan) shalat sampai bintang bertebaran, begitu juga orang Rafidhah mereka mengundurkan shalat maghrib sampai bintang-bintang bertebaran, padahal hadits mengatakan : Senantiasa umatku di atas fitrah, selama mereka tidak mengakhirkan shalat maghrib sampai bintang bertebaran5.8.
    Orang Yahudi telah merubah taurat, begitu juga orang Rafidhah, mereka telah merubah Al Quran.
    Orang Yahudi tidak memandang bolehnya mengusap khuf (sepatu kulit yang menutupi mata kaki), begitu juga orang Rafidhah.
    Orang Yahudi membenci malaikat Jibril, mereka mengatakan : Malaikat Jibril adalah musuh kita dari kalangan malaikat. Begitu juga orang Rafidhah, mereka mengatakan : Malaikat Jibril telah salah menyampaikan wahyu kepada Muhammad5.9.
    Begitu juga orang Rafidhah meyerupai orang kristen pada satu ajaran nasrani yaitu, wanita-wanita mereka tidak memiliki hak mendapatkan mahar, akan tetapi hanya bersenang-senang dengan mereka dengan kesenangan, begitu juga orang Rafidhah, mereka menikah dengan cara mut`ah, dan mereka menghalalkan itu.
    Orang yahudi dan kristen lebih utama dari orang Rafidhah dengan satu sifat (yaitu) :
    Orang yahudi jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat Musa.
    Orang Kristen jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah Hawari (sahabat-sahabat) Isa.
    Orang rafidhah jika ditanya : siapakah orang yang terburuk di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat Muhammad.5.10
    Apa Akidah Orang Rafidhah Terhadap Para Imam Mereka?
    Rafidhah mendakwakan kema`suman (terjaga dari dosa) bagi para imam, dan bahwasanya mereka mengetahui hal ghaib. Dinukil oleh Al Kulaini dalam Usulul Kafi : Telah berkata Imam Ja`far as Shodiq : Kami adalah perbendaharaan ilmu Allah, kami adalah penterjemah perintah Allah, kami adalah kaum yang maksum, telah diperintahkan untuk menta`ati kami, dan dilarang untuk menentang kami, kami adalah hujjah Allah yang kuat terhadap siapa yang berada di bawah langit dan di atas bumi5.11.
    Al Kulaini meriwayatkan di Al Kafi : Bab Sesungguhnya para imam, jika mereka berkehendak untuk mengetahui, maka mereka pasti mengetahuinya. Dari Jafar ia berkata : Sesungguhnya Imam jika ia berkehendak mengetahui, maka ia pasti mengetahui, dan sesungguhnya para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan sesungguhnya mereka tidak akan mati kecuali dengan pilihan mereka sendiri.5.12
    Khumaini yang celaka menyebutkan – dalam salah satu tulisannya bahwa para imam lebih afdhal (mulia) dari para nabi dan rasul, ia berkata – semoga Allah menghinakannya : Sesungguhnya imam-imam kita mempunyai suatu kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat yang didekatkan, dan tidak pula oleh nabi yang diutus5.13.
    Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Orang Rafidhah mendakwakan sesungguhnya agama ini diserahkan kepada pendeta-pendeta dan rahib-rahib, maka yang halal itu adalah yang dihalalkan mereka, dan yang haram itu adalah yang diharamkan mereka, serta agama itu adalah apa yang mereka syariatkan.5.14
    Jika pembaca ingin melihat kekufuran, kesyirikan dan ghuluw (sikap berlebih-lebihan mereka) -semoga Allah melindungi kita- maka bacalah syair-syair yang diungkapkan oleh syeikh mereka zaman sekarang ini yaitu Ibrahim Al Amili, terhadap Ali bin Abi Thalib -semoga Allah meridhai Ali- :
    Abu hasan, engkaulah hakikat Tuhan (yang diibadati),

    dan alamat kekuasaan-Nya yang tinggi.
    Engkaulah yang menguasai ilmu ghaib,
    maka mungkinkah tersembunyi bagimu akan sesuatu yang hasul.
    Engkaulah yang mengendalikan poros alam,
    bagimu para ulamanya yang tinggi.
    Bagimu amar (urusan) bila engkau menghendaki, kau menghidupkan besok,
    bila engkau menghendaki kau cabut ubun-ubun.
    Ali bin Sulaiman Al Mazidi mengutarakan syairnya dalam memuji Ali bin Abi Thalib :
    Abu Hasan engkaulah suami orang yang suci,

    Dan (engkaulah) sisi tuhan yang diibadati serta jiwa rasul.
    Dan (engkaulah) pernama kesempuranaan dan matahari akal,
    (engkau) Hamba dari tuhan, dan engkaulah yang Maha Raja.
    Engkau dipanggil oleh nabi di hari kadir,
    Dan telah menaskan atas dirimu sesuai dengan kejadian Ghadir
    Bahwasanya engkau bagi kaum mukminin adalah amir (pemimpin),
    dia telah mengkalungkan kepadamu buhul kekuasaannya.
    Kepadamulah kembalinya seluruh perkara,
    dan engkaulah yang maha mengetahui dengan kadungan dada.
    Engkaulah yang akan membangkitkan apa yang ada dalam kubur
    Bagimulah pengadilan hari kiamat berdasarkan kepada nas.
    Engkaulah yang maha mendengar dan engkaulah yang maha melihat
    Engkau atas setiap sesuatu maha mampu.
    Kalaulah tidak karena engkau, pasti bintang tidak berjalan
    Kalaulah tidak karena engkau, pasti planet tidak berputar.
    Engkaulah, dengan setiap makhluk mengetahui,
    Engkaulah yang berbicara dengan ahli kitab.
    Kalaulah tidak karena engkau, tidak mungkin musa
    akan diajak berbicara, Maha suci Dzat yang telah menciptakanmu
    Engkau akan melihat rahasia namamu di jagat raya,
    Kecintaan terhadap dirimu seperti matahari di atas kening.
    Kebencian terhadap dirimu di wajah orang yang membenci,
    Bagaikan peniup api, maka tidak akan beruntung yang membencimu.
    Siapa itu yang telah ada, dan siapa itu yang ada,
    Tidak para nabi dan tidak (pula) para rasul,
    Tidak (pula) qalam lauh dan tidak (pula) alam semesta,
    (kecuali) Seluruhnya adalah hamba-hamba bagimu.
    Wahai Abu Hasan wahai yang mengatur wujud,
    (wahai) goa orang yang terusir, dan tempat berlindung pendatang.
    yang memberi minum pengagungmu pada hari berkumpul (hari kiamat).
    orang yang mengingkari hari berbangkit, adalah orang yang mengingkarimu.
    Wahai Abu Hasan wahai Ali yang gagah.
    Kesetiaan padamu bagiku di dalam kuburku sebagai tanda penunjuk,
    Namamu bagiku dalam keadaan sempit merupakan lambang
    Dan kecintaan kepadamu adalah yang memasukkanku ke dalam surgamu
    Dengan lantaran dirimu kemulian yang ada pada diriku.
    Bila datang perintah Tuhan yang Maha Mulia
    Menyeru penyeru, berangkat-berangkat (kematian-kematian).
    Dan tidaklah mungkin engkau akan meninggalkan orang yang berlindung denganmu.
    Apakah syi`ir seperti ini diucapkan oleh seorang muslim yang memeluk agama Islam?, Demi Allah, bahkan sesungguhnya orang-orang jahiliyah (Kafir) sekalipun belum pernah jatuh dalam kesyirikan dan kekufuran, terlalu muja-muji / ghuluw seperti yang diperbuat oleh orang rafidhah celaka ini. 5.15
    ________________________________________
    5.1Furuu` Al Kafi, oleh Al Kulaini, hal : 115.
    5.2Haqqul Yakiin, oleh Al Majlisi, hal : 522. Di sini perlu di isyaratkan bahwa sesungguhnya Ali bin Hasein dan Ahlu Bait semuanya berlepas diri dari semua ini yaitu kedustaan yang diada-adakan oleh kaum Rafidah atas diri mereka, semoga Allah memerangi kaum rafidhah, alangkah jeleknya kedustaan yang mereka buat. (Insya Allah penterjemah akan membuat satu edisi yang berisikan sikap Ahlul Bait terhadap para sahabat, yang akan diambil dari buku-buku pegangan mereka sendiri, agar pembaca mengetahui sebenarnya mereka telah menyelisihi ahlul Bait sendiri dalam bersikap terhadap para sahabat Rasul.)
    5.3Tafsir Al Qummi, hal : 218.
    5.4Ketahuilah pembaca budiman : Mereka sendiri telah menjadikan kuburan Kumaini sebagai tempat yang suci, dan mendirikan di atasnya bangunan seperti Ka`bah sebagai tandingan Ka`bah kita yang mulia.
    5.5Miftahul Jinaan, hal : 114. Lihat doa dua berhala Quraisy, insya Allah di edisi ke 15.
    5.6Tabdiidul Zhilaam wa tanbiihun Niyam, oleh Ibrahim Al Jabhaan, hal : 27.
    5.7Abbas Al Qummi, (Alkuna wal Alqaab) 2/55.
    5.8Hadits diriwayatkan oleh : Imam Ahmad : 4/147. 5/417, 422, Abu Daud, no : 418, dan Abnu Majah, no : 689, di dalam jawaid dikatakan : sanadnya hasan (baik).
    5.9Ada juga suatu kelompok yang mengatakan yang aneh-aneh, mereka mengatakan : sesungguhnya Jibril telah berkhianat, dimana ia menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad, sedangkan yang lebih utama dan lebih berhak terhadap risalah adalah Ali bin Abi Thalib, oleh karena inilah mereka mengatakan : telah berkhianat Amiin (malaikan jibril) dan ia telah menghalang risalah sampai ke Haidari (Ali). Wahai saudaraku muslim, bagaimana mungkin mereka menuduh Jibril عليه السلام telah berkhianat, sedangkan Allah telah menyifatinya dengan amanah (terpercaya), sebagaimana Allah telah berfirman : Telah dibawa oleh Ruhul Amiin (malaikat Jibril), dan firman-Nya : selalu taat kemudian terpercaya. Apakah yang akan anda katakan wahai muslin terhadap keyakinan yang diimani oleh orang-orang rafidhah ini?
    5.10Mihaajul Sunnah, oleh syeikhul Islam Ibnu Taimiyah : 1/24.
    5.11Usulul_Kafi, hal : 165. (mari kita simak apa firman Allah yang menerangkan tentang sifat nabi Muhammad, Allah berfirman dalam surat Al An`am ayat 50 : (artinya) : Katakanlah : Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengatakan yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku..(pent).
    5.12Usulul_Kafi, di dalam kitabul Hujjah : (1/258). (mengetahui mati dan di mana akan mati itu adalah rahasia yang tidak diketahui kecuali hanya Allah semata, Allah berfirman dalam surat Lukman ayat 34, (artinya) : Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yagn dapat mengetahui (denga pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahi lagi Maha Mengenal. (pent)
    5.13Hukumatul Islamiyah, Khumaini, (berarti para imam mereka lebih mulia dari Rasulullah sendiri, apakah perkataan seperti ini boleh keluar dari mulut seorang muslim yang memeluk agama Islam???? pent)
    5.14Minhajus Sunnah, oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah (1/482).
    5.15Penterjemah melihat sendiri bagaimana cara mereka membaca syair-syair di kuburan baqi` (madinah), dibacakan dan dinyanyi-nyanyikan oleh kepala regunya, yang lain menangis dan merapat seperti orang Yahudi meratap di depan dinding mesjid Aqsha.

  57. Diantara Akidah Syi’ah
    -Akidah Rafidhah Terhadap Sahabat Rasulullah-
    Akidah Rafidhah berdiri atas caci maki, mencala dan mengkafirkan para sahabat -semoga Allah meridhoi para sahabat-. Al Kulaini menyebutkan di Furu` Al Kafi dari Ja`far `عليه السلام : Manusia menjadi murtad setelah Nabi (meninggal) kecuali tiga orang, lalu aku bertanya : siapa tiga orang itu ? beliau berkata : Al miqdaad bin Aswad, Abu Dzar Al Ghifari dan Salman Al Farisi5.1.
    Al Majlisi dalam kitab Haqqul Yakin menyebutkan : Bahwasanya seorang budak Ali bin Hasein berkata kepadanya : saya mempunyai hak pelayanan yang wajib atas dirimu, maka beritahu aku tentang Abu Bakr dan Umar, lalu ia menjawab : Mereka berdua adalah orang kafir, dan orang yang mencintai mereka maka ia orang kafir juga.5.2
    Dalam tafsir Al Qummi pada firman Allah (An Nahl : 90) :
    Mereka mengatakan : al fahsyaa` (keji) adalah Abu Bakr, mungkar adalah Umar dan baghyi (kezoliman) adalah Utsman5.3.

    Mereka mengatakan dalam buku mereka Miftahul Jinaan : Ya Allah anugerahkanlah salawat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad dan laknatlah dua berhala kaum Quraisy dan dua yang mereka sembah selain Allah5.4. dan dua toghut serta anak perempuan mereka berdua….dan seterusnya5.5. Dan yang mereka maksudkan dengan itu adalah Abu Bakr, Umar, Aisyah dan Hafshah.
    Pada hari asyura (hari ke sepuluh bulan Muharram), mereka membawa seekor anjing lalu mereka namakan dengan umar, kemudian mereka menghujani dengan pukulan pakai tongkat, serta melontarnya dengan batu sampai mati, kemudian mereka menghadirkan seekor anak kambing, mereka beri nama dengan Aisyah, kemudian mereka mulai mencabut bulunya, dan menghujani dengan pukulan pakai sandal, sampai mati5.6.
    Sebagaimana mereka merayakan hari terbunuhnya Faruq Umar bin Khatab dan mereka memberi nama pembunuh umar yaitu abu Lukluk al Majusi dengan nama Baba Syujaa`uddin (bapak) pemberani agama (pahlawan agama)5.7, semoga Allah meridhoi seluruh sahabat dan para ummul mukminin.
    ====================================================
    Lihatlah wahai saudaraku muslim, alangkah dengkinya dan alangkah kejinya golongan yang keluar dari agama ini, tentang apa yang telah mereka katakan terhadap manusia pilihan setelah para nabi, yang mana Allah dan rasul-Nya telah memuji mereka. Dan telah sepakat umat ini atas keadilan (kelurusan dan keterpercayaan) dan keutamaan mereka. Sejarah dan kenyataan pun telah membuktikan dan menyaksikan serta perkara-perkara ini sudah merupakan pengetahuan yang wajib diketahui (oleh setiap umat) atas kebaikan, dan posisi mereka selalu di depan serta jihad mereka dalam Islam.

    Apa Segi Kesamaan Antara Yahudi dengan Rafidhah?
    Syeikh Islam Ibnu Taimiyah berkata : Bukti dari, sesungguhnya bencana Rafidhah adalah bencana Yahudi, hal itu terlihat pada :

    Sesungguhnya orang Yahudi mengatakan : Tidak boleh yang menjadi raja kecuali dari keluarga nabi Daud, Rafidhah berkata : Tidak boleh menjadi imam kecuali dari anak Ali.
    Yahudi mengatakan : Tidak ada jihad di jalan Allah sampai keluar Masehid Dajjal dan diturunkan pedang. Orang Rafidhah mengatakan : Tidak ada jihad di jalan Allah sampai keluar Al Mahdi, dan datingnya penyeru menyeru dari langit.
    Orang Yahudi mengakhirkan (mengundurkan) shalat sampai bintang bertebaran, begitu juga orang Rafidhah mereka mengundurkan shalat maghrib sampai bintang-bintang bertebaran, padahal hadits mengatakan : Senantiasa umatku di atas fitrah, selama mereka tidak mengakhirkan shalat maghrib sampai bintang bertebaran5.8.
    Orang Yahudi telah merubah taurat, begitu juga orang Rafidhah, mereka telah merubah Al Quran.
    Orang Yahudi tidak memandang bolehnya mengusap khuf (sepatu kulit yang menutupi mata kaki), begitu juga orang Rafidhah.
    Orang Yahudi membenci malaikat Jibril, mereka mengatakan : Malaikat Jibril adalah musuh kita dari kalangan malaikat. Begitu juga orang Rafidhah, mereka mengatakan : Malaikat Jibril telah salah menyampaikan wahyu kepada Muhammad5.9.
    Begitu juga orang Rafidhah meyerupai orang kristen pada satu ajaran nasrani yaitu, wanita-wanita mereka tidak memiliki hak mendapatkan mahar, akan tetapi hanya bersenang-senang dengan mereka dengan kesenangan, begitu juga orang Rafidhah, mereka menikah dengan cara mut`ah, dan mereka menghalalkan itu.
    Orang yahudi dan kristen lebih utama dari orang Rafidhah dengan satu sifat (yaitu) :
    Orang yahudi jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat Musa.
    Orang Kristen jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah Hawari (sahabat-sahabat) Isa.
    Orang rafidhah jika ditanya : siapakah orang yang terburuk di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat Muhammad.5.10

    Apa Akidah Orang Rafidhah Terhadap Para Imam Mereka?
    Rafidhah mendakwakan kema`suman (terjaga dari dosa) bagi para imam, dan bahwasanya mereka mengetahui hal ghaib. Dinukil oleh Al Kulaini dalam Usulul Kafi : Telah berkata Imam Ja`far as Shodiq : Kami adalah perbendaharaan ilmu Allah, kami adalah penterjemah perintah Allah, kami adalah kaum yang maksum, telah diperintahkan untuk menta`ati kami, dan dilarang untuk menentang kami, kami adalah hujjah Allah yang kuat terhadap siapa yang berada di bawah langit dan di atas bumi5.11.
    Al Kulaini meriwayatkan di Al Kafi : Bab Sesungguhnya para imam, jika mereka berkehendak untuk mengetahui, maka mereka pasti mengetahuinya. Dari Jafar ia berkata : Sesungguhnya Imam jika ia berkehendak mengetahui, maka ia pasti mengetahui, dan sesungguhnya para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan sesungguhnya mereka tidak akan mati kecuali dengan pilihan mereka sendiri.5.12
    Khumaini yang celaka menyebutkan – dalam salah satu tulisannya bahwa para imam lebih afdhal (mulia) dari para nabi dan rasul, ia berkata – semoga Allah menghinakannya : Sesungguhnya imam-imam kita mempunyai suatu kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat yang didekatkan, dan tidak pula oleh nabi yang diutus5.13.
    Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Orang Rafidhah mendakwakan sesungguhnya agama ini diserahkan kepada pendeta-pendeta dan rahib-rahib, maka yang halal itu adalah yang dihalalkan mereka, dan yang haram itu adalah yang diharamkan mereka, serta agama itu adalah apa yang mereka syariatkan.5.14
    Jika pembaca ingin melihat kekufuran, kesyirikan dan ghuluw (sikap berlebih-lebihan mereka) -semoga Allah melindungi kita- maka bacalah syair-syair yang diungkapkan oleh syeikh mereka zaman sekarang ini yaitu Ibrahim Al Amili, terhadap Ali bin Abi Thalib -semoga Allah meridhai Ali- :
    Abu hasan, engkaulah hakikat Tuhan (yang diibadati),

    dan alamat kekuasaan-Nya yang tinggi.
    Engkaulah yang menguasai ilmu ghaib,
    maka mungkinkah tersembunyi bagimu akan sesuatu yang hasul.
    Engkaulah yang mengendalikan poros alam,
    bagimu para ulamanya yang tinggi.
    Bagimu amar (urusan) bila engkau menghendaki, kau menghidupkan besok,
    bila engkau menghendaki kau cabut ubun-ubun.
    Ali bin Sulaiman Al Mazidi mengutarakan syairnya dalam memuji Ali bin Abi Thalib :
    Abu Hasan engkaulah suami orang yang suci,

    Dan (engkaulah) sisi tuhan yang diibadati serta jiwa rasul.
    Dan (engkaulah) pernama kesempuranaan dan matahari akal,
    (engkau) Hamba dari tuhan, dan engkaulah yang Maha Raja.
    Engkau dipanggil oleh nabi di hari kadir,
    Dan telah menaskan atas dirimu sesuai dengan kejadian Ghadir
    Bahwasanya engkau bagi kaum mukminin adalah amir (pemimpin),
    dia telah mengkalungkan kepadamu buhul kekuasaannya.
    Kepadamulah kembalinya seluruh perkara,
    dan engkaulah yang maha mengetahui dengan kadungan dada.
    Engkaulah yang akan membangkitkan apa yang ada dalam kubur
    Bagimulah pengadilan hari kiamat berdasarkan kepada nas.
    Engkaulah yang maha mendengar dan engkaulah yang maha melihat
    Engkau atas setiap sesuatu maha mampu.
    Kalaulah tidak karena engkau, pasti bintang tidak berjalan
    Kalaulah tidak karena engkau, pasti planet tidak berputar.
    Engkaulah, dengan setiap makhluk mengetahui,
    Engkaulah yang berbicara dengan ahli kitab.
    Kalaulah tidak karena engkau, tidak mungkin musa
    akan diajak berbicara, Maha suci Dzat yang telah menciptakanmu
    Engkau akan melihat rahasia namamu di jagat raya,
    Kecintaan terhadap dirimu seperti matahari di atas kening.
    Kebencian terhadap dirimu di wajah orang yang membenci,
    Bagaikan peniup api, maka tidak akan beruntung yang membencimu.
    Siapa itu yang telah ada, dan siapa itu yang ada,
    Tidak para nabi dan tidak (pula) para rasul,
    Tidak (pula) qalam lauh dan tidak (pula) alam semesta,
    (kecuali) Seluruhnya adalah hamba-hamba bagimu.
    Wahai Abu Hasan wahai yang mengatur wujud,
    (wahai) goa orang yang terusir, dan tempat berlindung pendatang.
    yang memberi minum pengagungmu pada hari berkumpul (hari kiamat).
    orang yang mengingkari hari berbangkit, adalah orang yang mengingkarimu.
    Wahai Abu Hasan wahai Ali yang gagah.
    Kesetiaan padamu bagiku di dalam kuburku sebagai tanda penunjuk,
    Namamu bagiku dalam keadaan sempit merupakan lambang
    Dan kecintaan kepadamu adalah yang memasukkanku ke dalam surgamu
    Dengan lantaran dirimu kemulian yang ada pada diriku.
    Bila datang perintah Tuhan yang Maha Mulia
    Menyeru penyeru, berangkat-berangkat (kematian-kematian).
    Dan tidaklah mungkin engkau akan meninggalkan orang yang berlindung denganmu.
    Apakah syi`ir seperti ini diucapkan oleh seorang muslim yang memeluk agama Islam?, Demi Allah, bahkan sesungguhnya orang-orang jahiliyah (Kafir) sekalipun belum pernah jatuh dalam kesyirikan dan kekufuran, terlalu muja-muji / ghuluw seperti yang diperbuat oleh orang rafidhah celaka ini. 5.15
    ________________________________________
    5.1Furuu` Al Kafi, oleh Al Kulaini, hal : 115.
    5.2Haqqul Yakiin, oleh Al Majlisi, hal : 522. Di sini perlu di isyaratkan bahwa sesungguhnya Ali bin Hasein dan Ahlu Bait semuanya berlepas diri dari semua ini yaitu kedustaan yang diada-adakan oleh kaum Rafidah atas diri mereka, semoga Allah memerangi kaum rafidhah, alangkah jeleknya kedustaan yang mereka buat. (Insya Allah penterjemah akan membuat satu edisi yang berisikan sikap Ahlul Bait terhadap para sahabat, yang akan diambil dari buku-buku pegangan mereka sendiri, agar pembaca mengetahui sebenarnya mereka telah menyelisihi ahlul Bait sendiri dalam bersikap terhadap para sahabat Rasul.)
    5.3Tafsir Al Qummi, hal : 218.
    5.4Ketahuilah pembaca budiman : Mereka sendiri telah menjadikan kuburan Kumaini sebagai tempat yang suci, dan mendirikan di atasnya bangunan seperti Ka`bah sebagai tandingan Ka`bah kita yang mulia.
    5.5Miftahul Jinaan, hal : 114. Lihat doa dua berhala Quraisy, insya Allah di edisi ke 15.
    5.6Tabdiidul Zhilaam wa tanbiihun Niyam, oleh Ibrahim Al Jabhaan, hal : 27.
    5.7Abbas Al Qummi, (Alkuna wal Alqaab) 2/55.
    5.8Hadits diriwayatkan oleh : Imam Ahmad : 4/147. 5/417, 422, Abu Daud, no : 418, dan Abnu Majah, no : 689, di dalam jawaid dikatakan : sanadnya hasan (baik).
    5.9Ada juga suatu kelompok yang mengatakan yang aneh-aneh, mereka mengatakan : sesungguhnya Jibril telah berkhianat, dimana ia menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad, sedangkan yang lebih utama dan lebih berhak terhadap risalah adalah Ali bin Abi Thalib, oleh karena inilah mereka mengatakan : telah berkhianat Amiin (malaikan jibril) dan ia telah menghalang risalah sampai ke Haidari (Ali). Wahai saudaraku muslim, bagaimana mungkin mereka menuduh Jibril عليه السلام telah berkhianat, sedangkan Allah telah menyifatinya dengan amanah (terpercaya), sebagaimana Allah telah berfirman : Telah dibawa oleh Ruhul Amiin (malaikat Jibril), dan firman-Nya : selalu taat kemudian terpercaya. Apakah yang akan anda katakan wahai muslin terhadap keyakinan yang diimani oleh orang-orang rafidhah ini?
    5.10Mihaajul Sunnah, oleh syeikhul Islam Ibnu Taimiyah : 1/24.
    5.11Usulul_Kafi, hal : 165. (mari kita simak apa firman Allah yang menerangkan tentang sifat nabi Muhammad, Allah berfirman dalam surat Al An`am ayat 50 : (artinya) : Katakanlah : Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengatakan yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku..(pent).
    5.12Usulul_Kafi, di dalam kitabul Hujjah : (1/258). (mengetahui mati dan di mana akan mati itu adalah rahasia yang tidak diketahui kecuali hanya Allah semata, Allah berfirman dalam surat Lukman ayat 34, (artinya) : Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yagn dapat mengetahui (denga pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahi lagi Maha Mengenal. (pent)
    5.13Hukumatul Islamiyah, Khumaini, (berarti para imam mereka lebih mulia dari Rasulullah sendiri, apakah perkataan seperti ini boleh keluar dari mulut seorang muslim yang memeluk agama Islam???? pent)
    5.14Minhajus Sunnah, oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah (1/482).
    5.15Penterjemah melihat sendiri bagaimana cara mereka membaca syair-syair di kuburan baqi` (madinah), dibacakan dan dinyanyi-nyanyikan oleh kepala regunya, yang lain menangis dan merapat seperti orang Yahudi meratap di depan dinding mesjid Aqsha.

  58. Diantara Akidah Syi’ah
    -Akidah Yang Diimani Oleh Rafidhah-
    6.1 Akidah Raj`ah
    Orang Rafidhah telah membuat bidah raj`ah, berkata Al Mufid : Telah sepakat mazhab imamiyah atas wajibnya terjadi raj`ah di kebanyakan dari para orang yang telah mati6.1. Yaitu (yang mereka maksudkan dengan raj`ah ini) bangkitnya penutup imam-imam mereka, yang bernama Al Qaaim pada akhir zaman, ia keluar dari bangunan di bawah tanah, lalu menyembelih seluruh musuh-musuh politiknya, dan mengembalikan kepada syiah hak-hak mereka yang dirampas oleh kelompok-kelompok lain sepanjang masa (yang telah berlalu)6.2.
    Berkata sayid Al Murtadho di dalam kitabnya Al Masail An Nashiriyah : Sesungguhnya Abu Bakr dan Umar disalib pada saat itu di atas suatu pohon di zaman Al Mahdi -yakni imam mereka yang kedua belas- yang mereka beri nama Qaaim Ali Muhammad (penegak keluarga Muhammad), dan pohon itu pertamanya basah sebelum penyaliban, lalu menjadi kering setelahnya6.3.
    Berkata Al Majlisi di dalam Kitab Haqul Yakin dari Muhammad Al Baqir (berkata) : Jika Al Mahdi telah keluar, maka sesungguhnya ia akan menghidupkan `Aisyah Ummul Mukminin dan ia melaksanakan (menjatuhkan) hukum had (hudud) atas diri Aisyah.6.4
    Kemudian bagi mereka pemahaman raj`ah ini berkembang, dan mengatakan (berlakunya) raj`ah (kembali hidup) seluruh orang syiah dan imam-imam mereka dan seluruh musuh mereka bersama imam-imam mereka. Akidah khurafat ini mengungkapkan rasa dengki yang tersembunyi di dalam diri mereka, yang mereka mengungkapkan rasa dengki itu dengan cerita dongeng seperti ini. Dan adalah keyakinan ini merupakan sarana (jembatan) yang diambil oleh orang-orang Sabaiyah untuk mengingkari hari akhirat.
    6.2 Akidah Taqiyah
    Taqiyah didefinisikan oleh salah seorang ulama mereka zaman sekarang dengan ucapannya : Taqiyah yaitu kamu mengatakan atau melakukan (sesuatu), berlainan dengan apa yang kamu yakini6.5; untuk menolak bahaya dari dirimu atau hartamu atau untuk menjaga kehormatanmu6.6. Bahkan mereka mendakwakan bawah sesungguhnya Rasulullah telah melakukannya (Taqiyah) tatkala Abdullah bin Ubai bin Salul kepala orang-orang munafik meninggal, dimana beliau datang untuk menyolatkannya, lalu Umar berkata kepadanya : Tidakkah Allah telah melarangmu dari hal itu? -yakni berdiri di atas kuburan munafik ini-, lalu Rasulullah menjawabnya : Celaka kamu, kamu tidak tahu apa yang saya ucapkan : sesungguhnya saya mengucapkan : Ya Allah isilah perutnya dengan api, dan penuhilah kuburannya dengan api dan selalulah api membakar dirinya.6.7
    Lihatlah wahai saudaraku muslim, bagaimana mereka telah menyandarkan kepada diri Rasulullah kedustaan. Apakah masuk akal, bahwa para sahabat Rasulullah mendoakan rahmat untuknya (Abdullah bin Ubai), sedangkan Nabi melaknatnya?
    Al Kulaini menukilkan di usul Kafi : Berkata Abu Abdillah: wahai Abu Umar sesungguhnya sembilan per sepuluh (sembilan puluh persen) agama ini terletak pada (akidah) taqiyah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak melakukan taqiyah, taqiyah ada pada setiap sesuatu kecuali di nabidz (korma yang direndam dalam air untuk membuat arak) dan di dalam menyapu atas khuuf (kaus atau kulit kulit). Dan dinukilnya juga dari Abi Abdillah ia berkata : Jagalah agama kalian dan tutuplah agama itu dengan taqiyah, karena tidak ada iman bagi orang yang tidak mempunyai taqiyah.6.8

    Maka orang Rafidhah memandang taqiyah itu adalah fardu (wajib), tidak akan berdiri mazhab ini kecuali dengan taqiyah, dan mereka menerima pokok-pokok mazhab secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Mereka selalu melaksanakannya taqiyah itu terlebih-lebih, bila konsisi yang sulit telah mengepung mereka, maka hati- hatilah dari orang Rafidhah wahai kaum muslimin.
    6.3 At-thiinah (Tanah)
    Yang dimaksud dengan at thiinah (tanah) menurut orang Rafidhah adalah tanah perkuburan Husain radhiallhu ?anhu-. Salah seorang dari orang-orang sesat mereka yang bernama Muhammad An Nu?man Al Haritsi yang bergelar dengan Syeikh Al Mufid, menukilkan di kitabnya Al Mazaar dari Abi Abdillah ia berkata : Di tanah perkuburan Husain terdapat obat untuk segala penyakit dan ia merupakan obat yang paling besar (ampuh).
    Berkata Abdullah : Oleskanlah di mulut bayi kalian tanah (perkuburan) Husain
    Ia berkata : Telah dikirim kepada Abi Hasan Al Ridha dari negeri Khurasan sebuah bungkusan kain di antaranya terdapat segumpal tanah, maka dikatakan kepada utusan itu : Apa ini? Ia berkata : Tanah perkuburan Husain, tidaklah ia mengirim sedikitpun dari bungkusan kain atau lainnya, kecuali ia meletakkan di dalamnya tanah itu, dan berkata tanah itu pengaman insya Allah. Dikatakan kepadanya : Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Shadiq tentang pengambilannya akan tanah perkuburan Husain, maka Shodiq menjawab : Apa bila kamu mengambilnya maka ucapkanlah : Ya Allah sesungguhnya saya meminta kepadamu disebabkan oleh hak malaikat yang telah mengenggamnya (tanah ini), dan meminta kepadamu, disebabkan oleh hak Nabi yang telah menyimpannya, dan oleh hak Al Washi (Ali) yang telah bersatu di dalamnya agar Engkau melimpahkan Shalawat kepada Muhammad dan atas keluarga Muhammad dan agar Engkau menjadikannya obat penawar untuk seluruh penyakit, dan pengaman dari seluruh ketakutan, dan penjaga dari seluruh kejahatan.

    Abu Abdillah ditanya tentang penggunaan dua jenas tanah dari perkuburan Hamzah dan pekuburan Husain serta mana yang paling utama diantara keduanya, maka ia berkata : Tasbih yang dibuat dari tanah perkuburan Husain akan bertasbih (sendirinya) ditangan, tanpa (pemiliknya) bertasbih.6.9
    Sebagaimana orang Rafidhah mendakwakan, sesungguhnya orang syi’ah tercipta dari tanah yang khusus dan orang Sunni tercipta dari tanah yang lain, lalu terjadilah pengadukkan antara kedua tanah tadi dengan cara tertentu, maka apa-apa yang terdapat pada orang syiah dari kemasiatan dan kejahatan, maka itu merupakan pengaruh dari tanah sunni, dan apa-apa yang terdapat pada orang sunni dari kebaikan dan anamah, maka itu disebabkan oleh pengaruh tanah syi`ah. Dan apabila pada hari Kiamat nanti, maka kejelekan dan dosa-dosa orang syi’ah diletakkan di atas Ahli Sunnah, dan kebaikan (pahala) Ahli Sunnah akan diberikan kepada orang syi’ah.6.10
    ________________________________________
    6.1Awaailul Maqaalaat, oleh Al Mufiid, Hal : 51.
    6.2Al Khuthuthul `Ariidhah, oleh Muhibbudin Al Khatiib, hal : 80.
    6.3Awaailul Maqaalaat, oleh syeikh mereka yang bergelar Al Mufiid, Hal : 95.
    6.4Haqul Yakiin, oleh Muhammad Al Baqir Al Majlisi, hal : 347.
    6.5Inilah hakikat kemunafikan, yaitu menampakkan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang dibatin, atau menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran. Dengan kata lain, takiyah / nifak itu adalah lain di mulut lain di hati. Itulah akidah orang syiah, maka hati-hatilah dari tipu muslihat mereka, (pent).
    6.6As Syi`ah fil Mizaan, oleh Muhammad Jawaad Mughniyah, hal : 48.
    6.7Furuu`ul Kafii, kitab AL Janaaiz, hal : 188.
    6.8Usuulul Kafii, hal : 482-483.
    6.9Kitab Al Mazaar, oleh syeikh mereka yang bergelar Syeikh Al Mufid hal : 125.
    6.10`Ilal-As Syaraai` hal : 490-491, Bihar Al Anwar : 5/247-248.

  59. @riady
    Terimakasih tulisannya Mas
    Salam

  60. wa alhamdulillahir Rabbil ‘alamin
    Salam hanya kepada orang yang di rahmati ALLAH serta mukmin dan mukminat.

    Wahai MUHIBBIN….
    Sungguh pasti sekali, pemahaman yang tersembunyi (taqiyyah) dalam diri para syi’ah ‘Ali a.s (pecinta ahlul bayt Nabi) adalah Imam Husan a.s dan Imam Husin a.s serta 9 Imam seterusnya dari keturunan Imam Husin a.s adalah berani untuk MATI SYAHID sebagaimana yang Imam ‘Ali bin Abu Thalib pesankan. Malah ianya sebagaimana Para Rasul dan Para Nabi utamakan. Bukan takut sebagaimana pengertian MUHIBBIN sangkakan yang di ambil dari SYI’AH KHAWARIJ (syi’ah ini terlalu banyak juga pecahannya).
    Wahai MUHIBBIN… Pohonlah dari ALLAH untuk menjadi TELINGA YANG MAHU MENDENGAR. Bukan menjadi pengintip yang mahu mencuri dengar sebagaimana IBLIS yang telah di murkai ALLAH.
    YA ALLAH
    YA TUHAN-ku RAJA-ku
    ENGKAU MAHA ESA
    ENGKAU YANG DITUJU
    ENGKAU TIDAK BERANAK DAN DIPERANAKAN
    TIADA SESUATUPUN DAPAT MENYERUPAI-MU.

    wa hawla wala quwwta illa billah.
    waSalam

  61. Tiada pun Syi’ah Rafidhah. Tetapi, Rafidhah itu didapati hanya bagi mereka yang telah ALLAH namai mereka. ALLAH redha terhadap mereka. Selain darinya adalah orang-orang yang hasad dan mahu jua mereka dinamakan RAFIDHAH.
    wasalam
  62. Yang Mana MENEPATI?
    RAFIDHAH = Mencintai Kebenaran dan Membenci Kebatilan.
    ataupun
    RAFIDHAH = Membenci Kebenaran dan Mencintai Kebatilan.
    wala hawla wala quwwata illa billah
  63. halaaaah ginian aja masih pada ruwet, kapan majunya? kapan mi’rajnya?
  64. @riady
    Basi ah..copy-paste doang..

  65. Allah, Rasul, para Malaikat dan para Mukmin heran kok ada manusia yg tidak membenarkan Firman Allah dan Sabda Rasul.
    Iblis, Syaithan dan orang kafir, musyrik dan munafik GEMBIRA melihat ada orang2 yg mengkufurkan ayat2 Allah dan Sabda Rasul. Insaya Allah kita pencari KEBENARAN tdk termasuk orang2 dimana Iblis dan konco2nya bergembira . Wasalam

  66. @Muhammd AA
    Tahir Alkaf Albayyonet…Hmmm…bilang sama dia kpn janjinya ditepatin, msh ktmu amatiran ud pucet..cm koar2 di VCD ,klo pidato hrs dikawal..acara blm sls sll kbur..tp ketangkep jg..srh ingt kejadian stasiun twg, smg..bilang sama dia janjinya kpn ditepatin, srh mampir lg ke semarang.
  67. @bagir
    sorry mas bagir mau nanya, emang masih ada yg dengerin Taher?. Bukankah dimana2 sdh ditolak? tapi mungkin selalu ada makhluk baru yg tdk tahu cerita kali yaa?. Pernah dengar cerita yg di surabaya dialog dg Habib Umar Hafidz? Saya cm dapat sms saja.
    Tapi susah jg kalau mata pencaharian, diterusin cilaka ditinggalin gak makan.

    Wassalam
  68. Taher Alkaf hahaha. Klu di Station TWG ada kejadian maka di Kal-Sel beberapa kejadian. Ada yg sedang khotbah dilempari dgn tegel utk nda kena. Ada yg menutut dipengadilan. Nda tau apakah berani ke Kalsel lagi? Wasalam
  69. Salam..
    @ Truthseeker
    Byk yg mau dgrin tuh, terutama yg tgl dipelosok2 desa yg ga ngerti apa2. dan anda jg benar namanya jg mata pencharian dia, klo ga jln mana dpt duit dari Saud…
    N masalah dg Ust Umar Hafidz saya sdh dgr yg di sby jg yg di jkt .

    @ Madopolo
    disemrg ga cm skli, krn berthun2 ga berani nongol lg..disolo jg udh prnh ditrunin dr mibar (ud lm klo ini), untung diamanin..cm yg trkr stlh kjdian pelemparan rmh Ust M.BSA di jatim(bhkn hari kedua org2 smg dtg ke Jatim nunggu mrk yg katanya mo nyerbu YAPI lg) br dia dtg lg dismg, mgkn merasa ud aman kali..eee ternyta cm semenir beras hatinya, Kabur..! lucunya lg tangannya klhtn gtr trs klhtn ketakutan, apalagi bibirnya, ana bilang ke dia ktnya syiah halal drhnya, skrg ud ddpn dia orgnya slhkn dibunuh…ternyata cuma omg doang..! ane mlh nunggu dia dtg lg dismg..keponakannya jg sekolah dihadromaut (tmn ana dr kcl) tp ga pernah nyindir aqidah syiah, apalagi mengkafirkan dan menghalakn drh org syiah.. cm dia aja yg hatinya ud dibalut kebencian,suka fitanah n apa pnts punya nm Tahir?

    Wassalam
  70. @bagir
    Kita do’akan saja agar TA bisa melihat dg jujur apa2 yg telah dilakukannya. Dan bisa menerima dg ikhlas kebenaran yg sebenarnya sdh terang baginya.
    Sebetulnya TA pun boleh2 saja bertahan pd yg diyakininya namun knp TA memilih cara yg sangat bertentangan dg Islam, itu yg menjadi kegundahan banyak orang.

    Wassalam
  71. @ semua yang ngomongin TA
    Astaga… Jangan-jangan Tohir Alkaf itu yang ceramah di Banjarbaru pas Idul Adha tahun kemarin ya? Saya sempat posting juga soal beliau soalnya, cuma waktu itu belum tahu namanya… Di postingan tersebut saya sempat nulis beberapa pertanyaan. Nah, setelah membaca dialog di sini, saya mulai merasa mendapatkan pencerahan soal “siapa yang berbicara” waktu itu…
    Jadi sekalian konfirmasi nih, khususnya buat Pak Aburahat, apa benar TA yang itu yang pernah ke KalSel Desember tahun lalu (waktu lebaran Haji)?

  72. Induk permasalahan diatas sangat bertentangan sekali dengan beberapa dalil berikut :

    قاعدت ‏ ‏أبا هريرة ‏ ‏خمس سنين فسمعته يحدث عن النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏كانت ‏ ‏بنو إسرائيل ‏ ‏تسوسهم ‏ ‏الأنبياء كلما هلك نبي خلفه نبي وإنه لا نبي بعدي وستكون خلفاء تكثر قالوا فما تأمرنا قال فوا ببيعة الأول فالأول وأعطوهم حقهم فإن الله سائلهم عما استرعاهم

    Riwayat Abu Hurairah ra.:
    Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Dahulu Bani Israil itu dipimpin oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi mangkat, maka akan digantikan dengan nabi lain. Dan sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun setelahku dan akan muncul para khalifah yang banyak. Mereka bertanya: Lalu apakah yang engkau perintahkan kepada kami? Nabi saw. menjawab: Setialah dengan baiat khalifah pertama dan seterusnya serta berikanlah kepada mereka hak mereka, sesungguhnya Allah akan menuntut tanggung jawab mereka terhadap kepemimpinan mereka
    (Hadits dalam kitab Sahih Muslim : 3429)


    عن ‏ ‏ابن عمر ‏ ‏قال ‏ ‏حضرت أبي حين أصيب فأثنوا عليه وقالوا جزاك الله خيرا فقال ‏ ‏راغب ‏ ‏وراهب قالوا استخلف فقال أتحمل أمركم حيا وميتا لوددت أن حظي منها الكفاف لا علي ولا لي فإن أستخلف فقد استخلف من هو خير مني ‏ ‏يعني ‏ ‏أبا بكر ‏
    ‏وإن ‏ ‏أترككم فقد ‏ ‏ترككم من هو خير مني رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏عبد الله ‏ ‏فعرفت أنه حين ذكر رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏غير مستخلف


    Dari Abdullah bin Umar ia berkata: Umar ditanya: Apakah kamu tidak mengangkat khalifah penggantimu? Ia menjawab: Bila aku mengangkat, maka orang yang lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar, juga telah mengangkat pengganti khalifah. Dan bila aku membiarkan kamu sekalian (untuk memilih), maka orang yang lebih baik dariku, yaitu Rasulullah saw., juga telah membiarkan kamu sekalian. Abdullah bin Umar berkata: Sehingga aku pun mengetahui ketika ia menyebut Rasulullah saw. bahwa dia tidak akan mengangkat khalifah pengganti
    (Hadits dalam kitab Sahih Muslim : 3399)

    Sebagai bahan renungan dan islah diri
  73. Ya Muhibbin…
    KItab Shahih Muslim Cetakan Berapa? Tanggal Bila?
    Kitab Shahih Muslim banyak sekali Edisinya….

  74. @ Muhibbin
    Sahih Muslim 3429 dan 3399?
    Kalo yang saya temukan dari: http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/008.smt.html
    Kok beda ya?
    Book 008, Number 3429:
    Umm Salama, the wife of Allah’s Apostle (may peace be upon him), used to say that all wives of Allah’s Apostle (may peace be upon him) disclaimed the idea that one with this type of fosterage (having been suckled after the proper period) should come to them. and said to ‘A’isha: By Allah, we do not find this but a sort of concession given by Allah’s Messenger (may peace be upon him) only for Salim, and no one was ging to be allowed to enter (our houses) with this type of fosterage and we do not subscribe to this view.
    Book 008, Number 3399:
    ‘A’isha (Allah be pleased with her) reported that there came Aflah the brother, of Abu’l-Qu’ais, who sought her permission (to enter) after seclusion was instituted, and AbuQu’ais was the father of ‘A’isha by reason of fosterage. ‘A’isha said: By Allah, I would not permit Aflah unless I have solicited the opinion of Allah’s Messenger (may peace be upon him) for Abu Qulais has not suckled me, but his wife has given me suck. ‘A’isha’ (Allah be pleased with her) said: When Allah’s Messenger (may peace be upon him) entered, I said: Allah’s Messenger, Aflah is the brother of Abu’l-Qulais; he came to me to seek my permission for entering (the houst). I did not like the idea of granting him permission until I had solicited your opinion. Thereupon Allah’s Apostle (may peace be upon him) said: Grant him permission. ‘Urwa said it was on account of this that ‘A’isha used to say. What is unlawful by reason of consanguinity is unlawful by reason of fosterage.
    Jadi penasaran…
  75. * krik krik krik….terdengar bunyi jangkrik..
  76. @Muhibbin
    Dari Abdullah bin Umar ia berkata: Umar ditanya: Apakah kamu tidak mengangkat khalifah penggantimu? Ia menjawab: Bila aku mengangkat, maka orang yang lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar, juga telah mengangkat pengganti khalifah. Dan bila aku membiarkan kamu sekalian (untuk memilih), maka orang yang lebih baik dariku, yaitu Rasulullah saw., juga telah membiarkan kamu sekalian.
    Mas Muhibbin, apakah mas sedang mengatakan bhw Khalifah Abu bakar tdk mengikuti (keluar dr) Sunnah Rasul?
    Mohon penjelasannya agar tdk salah paham.

    Wassalam
  77. @amed,
    sukron atas masukannya


    Sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah. Penempatan no hadits memang tergantung dari edisi terbitan kitab hadits itu sendiri.
    Ente mungkin mengambil sumbernya dari database usc di california, amrik (yang sebenarnya agak mengkhawatirkan karena letaknya di amrik yang jelas-jelas banyak kuffar harbi betebaran disana, dan punya kemungkinan lebih besar untuk diselewengkan). Sedangkan Ane mengambil sumbernya dari database hadits al-islam.com yang diterbitkan oleh kementrian arab saudi.
    Namun setelah Ane browsing di usc, ternyata ada juga hadits dari shahih Muslim yang isinya sama hanya berbeda letak no urut saja

     
    Ini biar Ane copy :
    Book 020, Number 4543:
    It has been narrated by Abu Huraira that the Holy Prophet (may pceace be upon him) said: Banu Isra’il were ruled over by the Prophets. When one Prophet died, another succeeded him; but after me there is no prophet and there will be caliphs and they will be quite large in number. His Companions said: What do you order us to do (in case we come to have more than one Caliph)? He said: The one to whom allegiance is sworn first has a supremacy over the others. Concede to them their due rights (i. e. obey them). God (Himself) will question them about the subjects whom He had entrusted to them.
    Book 020, Number 4485:
    It has been narrated on the authority of ‘Abdullah b. ‘Umar who said: I was present with my father when he was wounded. People praised him and said: May God give you a noble recompense! He said: I am hopeful (of God’s mercy) as well as afraid (of His wrath) People said: Appoint anyone as your successor. He said: Should I carry the burden of conducting your affairs in my life as well as in my death? (So far as Caliphate is concerned) I wish I could acquit myself (before the Almighty) in a way that there is neither anything to my credit nor anything to my discredit. If I would appoint my successor, (I would because) one better than me did so. (He meant Abu Bakr.) If I would leave You alone, (I would do so because) one better than me, i. e. the Messenger of Allah (may peace be upon him), did so. ‘Abdullah says: When he mentioned the Messenger of Allah (may peace be upon him) I understood that he would not appoint anyone as Caliph.
    Semoga menjadi penerang bagi Ane dan semua yang disini menuju jalan kebenaran sejati
  78. Wedew…..
    Pada kmana nie para syiah rafidah dan liberalis yang berkoar-koar diatas ? Diberi argumen secara logika, ga mau terima. Diberi dalil, malah diem semua.

    Taubatlah secara nasuha…. sebelum Izrail as datang menjemput
  79. @Muhibbin
    Lho dalil apaan ya
    Hadis riwayat Abu Hurairah yang Mas tulis kayaknya gak bertentangan tuh dengan kenyataan bahwa Rasul SAW telah menetapkan Ahlul Bait sebagai Khalifah. Justru menekankan bahwa umat islam harus berbaiat pada setiap para khalifah
    sedangkan hadis Abdullah bin Umar itu kan berupa perkataan Umar Mas bukan sabda Rasulullah SAW, makanya dalil yang mau ditanggapin itu yang mana

    Mas bicara soal dalil tapi Mas sendiri gak ngerti masalah dalil, lihat hadis di atas yang saya tulis
    Itu sejelas-jelasnya dalil bahwa Ahlul bait adalah Khalifah Umat Islam dan itu perkataan Rasulullah SAW
    Tidak perlu bicara soal siapa Syiah atau Sunni, semua orang bisa ngaku-ngaku disini yang penting fokus aja pada dalilnya
    Salam

  80. @Muhibbin
    Mas masih punya urusan sama saya yang belum selesai di tulisan Ayat Al Wilayah Turun Untuk Imam Ali

    Tolong diklarifikasi tuduhan Mas itu, buktikan kalau Mas memang sedang berdiskusi dengan niat yang baik
    Silakan saya tunggu disana

  81. Salam
    @ Mas SP

    Ooo yg katanya Kitab Sesat nya Bukhari itu yeee…
    Piye iki Pak Bin (@ muhibin)…ko ga dijawab..??
  82. Salamun’alaik
    Ahlul Bayt Nabi <– fadak for MUHIBBIN
    wasSalam
  83. @Bagir,
    Bingung kali mas, masih nyari-nyari…tunggu aj

  84. Karena Hasil pertemuan Habib Umar disurabaya dengan para Habaib (termasuk Habib Tohir Alkaf) sering disebut dan diputar balik hasilnya, maka agar ruang ini tidak menjadi tempat orang berdusta, dibawah ini saya informasikan hasilnya.
    HASIL PERTEMUAN HABIB UMAR DI SURABAYA
    بسم الله الرحمن الرحيم
    Alhamduliullah pada hari Sabtu malam minggu, tanggal 2 Pebruari 2008 di Surabaya telah diadakan pertemuan antara Habib Umar Bin Hafid dengan Rabithah Alawiyah, Albayyinat dan tokoh tokoh Alawiyyin yang aktif membendung Syiah.
    Dalam pertemuan tersebut Habib Umar Bin Hafid yang kita kenal sebagai Dai kondang yang terkenal dan mempunyai pengalaman yang luar biasa, banyak memberikan pengarahan mengenai metode dalam berda’wah, serta nasehat yang ditujukan kepada para Dai dari kalangan Alawiyyin, serta mengharap agar para Dai saling mendukung dan tidak saling menyerang dan tidak menjelekkan temannya.
    Setelah panjang lebar Habib Umar memberikan pengarahan kepada hadirin, akhirnya Habib Umar Bin Hafid meminta persetujuan dan kesepakatan dari Hadirin Sebagai berikut :

    1. Agar para Dai dari kalangan Alawiyyin sesama Ahlussunnah tidak saling menjelekkan dan menyerang temannya.
    2. Syiah itu sesat dan menyesatkan.
    (Dan apabila mereka berkeyakinan bahwa Al Qur’an Muharrof (artinya, Al Qur’an yang ada sekarang ini tidak orisinil dan sudah dirubah oleh para Sahabat), maka mereka itu Kafir, dan ini tidak hanya bagi orang Syiah saja, tapi siapa saja yang berkeyakinan bahwa Al Qur’an Muharrof maka dia juga Kafir)

    Demikian dua poin yang dimintakan kesepakatan oleh Habib Umar Bin Hafid dalam pertemuan tersebut. Selanjutnya Habib Umar meneruskan pengarahannya dan dilanjutkan dengan tanya jawab, namun tidak merupakan / menjadi kesepakatan. Yang disepakati oleh semua hadirin dan Habib Umar Bin Hafid malam itu hanya dua poin diatas.
    Informasi ini kami keluarkan dikarenakan adanya kesimpang siuran berita diluar mengenai hasil pertemuan pada malam itu dan hasil pertemuan pertemuan Habib Umar di Jakarta.
    Harapan kami semoga hasil kesepakatan diatas dapat difahami dan menjadi pegangan bagi Dai Dai dari kalangan Alawiyyin.

    Surabaya, Pebruari 2008
    REDAKSI ASH SHOWAAIQ
  85. baiknya, jika tokoh2 yang disebut diatas juga diundang kesini aja. gimana ustadz?
  86. @Muhammad AA
    1. Agar para Dai dari kalangan Alawiyyin sesama Ahlussunnah tidak saling menjelekkan dan menyerang temannya.
    2. Syiah itu sesat dan menyesatkan.

    Nah ini baru yang meragukan. Di satu sisi Habib Umar melarang saling menjelek-jelekkan, namun di si lain malah menjelekkan kelompok lain. Bagaimana mungkin?
    Saya sering mendengar mengenai keutamaan Beliau Habib Umar bin Hafidz (semoga Rahmat Allah selalu terlimpah kepadanya) dan saya yakin tidak mungkin keputusan itu berasal dari Beliau. Punya naskah aslinya mas MAA?
    Salam
  87. @Muhammad AA
    1. Agar para Dai dari kalangan Alawiyyin sesama Ahlussunnah tidak saling menjelekkan dan menyerang temannya.
    2. Syiah itu sesat dan menyesatkan.
    Nah ini baru yang meragukan. Di satu sisi Habib Umar melarang saling menjelek-jelekkan, namun di si lain malah menjelekkan kelompok lain. Bagaimana mungkin?
    Saya sering mendengar mengenai keutamaan Beliau Habib Umar bin Hafidz (semoga Rahmat Allah selalu terlimpah kepadanya) dan saya cukup yakin tidak mungkin keputusan itu berasal dari Beliau. Punya naskah aslinya mas MAA?
    Salam
  88. Assalamu’alaikum Wr,Wb
    Salam dari ku untukmu saudaraku secondprince dan saudaraku2 yang lain….
    Yang Jelas dan Pasti adalah…. Bahwa Allah tidak akan mungkin salah dalam memilih Khalifah Islam yang sebenar2nya karena Hanya Allah lah pengeuasa dari segala penguasa yang Haq dan berhak menentukan yang Haq itu. Jika Allah mengangkat dari salah seorang Hamba-Nya untuk meninggikan Martabatnya maka tidak ada satupun manusia yang dapat menurunkan martabatnya. Jika Allah telah menghinakan seseorang maka tidak ada satupun manusia yang dapat untuk meninggikan martabatnya.
    Allah itu Pasti, dan janji Allah pun Pasti, serta ketentuan Allah dalam Qudrat Iradat-Nya pun pasti. Tidak ada keragu2an di dalamnya…. semoga kita semua diberikan kesadaran untuk mengerti…. sehingga tidak ada yang perlu di perdebatkan apalagi sampai berhujung kepada perpecahan dan peperangan “saudara”.
    Ya…. Allah… bagi-Mu lah Kerajaan Langit dan Bumi dan apa2 di antara keduanya…. Engkau memberikan petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau pula lah yang memberikan ujian kepada Hamba2Mu untuk kembali ke jalan-Mu dengan berbagai macam liku2 ilmu dan pemahaman dan ujian kehidupan yang terjadi di muka bumi ini…. Kami Memohon kepada-Mu Ya…Robb’ selamatkan jiwa kami dari persangkaan2 yang membawa kepada kemudharatan, karena sesungguhnya sebagian prasangka itu bisa menjatuhkan diri kami sendiri dalam jurang kebinasaan….
    Ya… Muqollibal Qulub yang membolak balikan Hati, Balik kan lah Hati kami hanya semata2 kepada-Mu ya Allah….. agar lebih mengenal dan mencintai akan Engkau dan Rosul Pilihan-Mu, Muhammad Al-Musthofa beserta Ahlul Bait dan para Sahabat2 yang setia pada Beliau serta para umat2 Beliau yang senantiasa memegang teguh 2 pusaka yang telah di wariskan oleh Nabi-Mu yaitu Kitabullah Wa Itrah Ahlul Bait.
    Aaaamiiiin………..Aaaaamiiiiin…….Aaaamiiiin….. Yaa…. Robbal ‘Aalmiiin…
    Ma’afkan daku dan semoga berkenan….
    Wassalam
    Pengembara Jiwa
  89. Salam wa Rakhmah
    Para Imam as dari Ithrah Ahlulbait Nabi saw adalah khalifah umat Islam sampai akhir zaman. Karena mereka memiliki pengetahuan lahir bathin dan wawasan sufisme yg tinggi. Tidak ada suatu rahasia atau kearifan tersembunyi dari apa pun, kecuali dari merekalah semua itu bisa digali. Mereka adalah guru-guru syari’ah, para pemimpin thariqah dan para quthub haqiqah. Mereka adalah para khalifah dan kekuasaan Allah swt dalam Mulk-Nya (Kerajaan-Nya di langit dan bumi) dan di alam malakut-Nya (alam ruh dan malaikat). Apabila mereka tidak diciptakan, langit tidak akan tegak, bumi tidak akan terhampar dan makhluk-makhluk tidak akan hidup di dalamnya. Mereka adalah pembeda syurga dan neraka. Melalui mereka pula kehidupan diawali dan diakhiri. Inilah pengertian dari perkataan Allah swt kepada Nabi saw: “Kalau bukan karenamu, niscaya Aku tidak akan menciptakan alam semesta ini”. Dengan kata lain mereka adalah hakikat Insan Kamil Mukamil. Seluruh dunia dijaga eksistensinya oleh akal hakikat Insan Kamil Mukamil dan planet-planet tetap berjalan dalam orbitnya oleh nafasnya. Dan ini terjadi berkat kemuliaan, keluhuran dan maqam ketinggiannya. Hal tsb bisa dibuktikan oleh Al Qur’an dan Al Hadist, maupun dari maqam muqarobah (tanda dari Allah) dan maqam mukasyafah (penyingkapan) .
    Wassalam
  90. Ini adalah salah satu syubhat syiah rafidhah, mereka kesankan seolah-olah hadis tersebut adalah shahih…..padahal hadis tersebut masih terjadi perselisihan diantara para ulama’ tentang keshahihannya….fakta yang ada bahwa hadis tersebut terdapat seorang perawi yang bernama : AL QASIN bin HASSAN AL AMIRY AL KUFI……Imam Al Mundziri mengatakan bahwa Imam Al Bukhari berkata : AL QASIM bin HASSAN telah mendengar riwayat dari Zaid bin Tsabit dan dari pamannya Abdurrahman bin Harmalah dan Arrahim bin Arrabi’ telah meriwayatkan darinya. DAN HADIS YANG DIRIWAYATKANNYA TIDAK SHAHIH DARI ORANG-ORANG KUFAH…..Imam Adz Dzahabi dalam mizanul i’tidal juga mengutip perkataan Imam Al Bukhari bahw Al Qasim bin Hassan hadisnya munkar dan tidak diketahui…..Perkataan Bukhari tersebut terdapat dalam Adh Dhuafa’ul Kabir…. Alhamdulillah.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar