Kamis, 25 Agustus 2016

KASUS ANTASARI AZHAR.. (SAAT ITU ADALAH KETUA KPK.. YG SANGAT PRODUKTIF-PROFESIONAL-DAN BERLAKU JUJUR..)... YG TERPIDANA.. 19 TAHUN ADALAH .. PERMAINAN FITNAH.. PR PJBT TINGGI YG IKUT MAEN POLITIK..??>> ADA KASUS APA DIBALIK ITU SEMUA...??>>> ... "Yang memasukkan anda ke penjara siapa?" tanya Najwa Shihab "Putusan hakim." "Tadi anda katakan bukannya dilindungi malah dimasukkan ke penjara. Berarti yg memasukkan mantan Kapolri?" Najwa Shihab. "Ya persepsi saya seperti itu," Antasari....>>> ... "Saya cerita, 'Sebagai pejabat negara ini banyak cara orang menjatuhkan kita. Ada yang jebak segala macam'," tutur Antasari. BHD kemudian menjawab, "Enggak bisa dong. Pejabat negara harus dilindungi"....>>> ...Namun, ada juga yang merasa, Antasari memang di pihak yang benar karena kasus yang ditanganinya menjerat Nazaruddin, yang kala itu adalah Bendahara Umum Partai Demokrat, kasusnya mengakibatkan sejumlah orang terjerat kasus korupsi dan sebagian di antaranya sudah menjadi pesakitan dan dibui..>> ..."Jadi, saya katakan, kasus ini melibatkan orang besar dan kuat di negeri ini, bukan Pak Antasari," katanya, menolak menyebutkan siapa orang besar itu. Nasrudin sendiri tewas dibunuh, sehingga menjerat sejumlah orang itu, termasuk salah satunya Antasari, tapi dalam kasus ini, Antasari hanya disebut sebagai orang yang berperan serta....>>

Antasari Azhar Blak-blakan yang Memenjarakan Dirinya Bukan Rani Juliani tapi Mantan Kapolri

Antasari Azhar Blak-blakan yang Memenjarakan Dirinya Bukan Rani Juliani tapi Mantan Kapolri
Berita Islam 24H - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar buka suara soal sejumlah kejanggalan dalam kasus pembunuhan pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnain, termasuk soal caddy bernama Rani Juliani.

Kasus yang menjerat Antasari sebagai terpidana dan membuatnya harus menjalani vonis penjara 18 tahun pada 2009 silam, selama ini diketahui publik akibat adanya cinta segitiga antara Antasari-Rani Juliani-Nasrudin.

Namun, dalam acara "Mata Najwa" yang ditayangkan Metro TV, Rabu (24/8/2016) malam, Antasari membantah.

Antasari mengaku bahwa Rani merupakan orang yang menerornya sewaktu dia menjadi Ketua KPK. Hal itu kemudian diceritakan Antasari kepada Kapolri waktu itu, Bambang Hendarso Danuri (BHD).

Namun, ketika itu Antasari bercerita kepada BHD secara informal, saat pertemuan supervisi dan koordinasi antara KPK-Polri-Kejaksaan.

"Saya cerita, 'Sebagai pejabat negara ini banyak cara orang menjatuhkan kita. Ada yang jebak segala macam'," tutur Antasari.

BHD kemudian menjawab, "Enggak bisa dong. Pejabat negara harus dilindungi".

Namun yang terjadi malah sebaliknya.

"Yang memasukkan anda ke penjara siapa?" tanya Najwa Shihab "Putusan hakim."

"Tadi anda katakan bukannya dilindungi malah dimasukkan ke penjara. Berarti yg memasukkan mantan Kapolri?" Najwa Shihab.

"Ya persepsi saya seperti itu," Antasari.

Lalu Antasari membeber pelbagai informasi yang dia miliki.
"Saya belum dua bulan di tahanan Polda. Saya kedatangan teman, dia datang memberikan ini (sepucuk surat)."
"Dia katakan kronologis (kasus pembunuhan Nasrudin). Ini saya bacakan cuplikannya sedikit."
"Jadi setelah ada kasus penembakan, 2-3 hari kemudian P menelpon T. Tepat pukul 23.30 bercerita kasus Antasari."
"P mengatakan eksekutor adalah saudaranya. Sehari setelah pembunuhan tsb dia ke Tanjung Priok."
"Ketika dia menonton tv, dia histeris karena ternyata misi gagal. Telah terjadi salah sasaran."
"Dia mengumpat, 'Eh ini salah sasaran. Bisa tdk dibayar kita'."
"Sebenarnya target utama adalah pejabat negara, makanya utk eksekusi diperlukan campur tangan polisi."
"Selama ini eksekutor hanya dibekali foto Antasari & informasi bahwa target ditemani seorang caddy."
"Rani itu caddy Nasrudin. Tdk pernah jadi caddy saya. Kalau ada bilang Rani caddy saya itu bohong besar."
"Selesai main golf, eksekutor berpikir dia (Nasrudin) adalah target utama mereka."
"Eksekutor saudara P itu bahkan mengumpat berkali2. 'Sopir bodoh, kenapa tdk kasih tau'."
"Sopirnya almarhum ini juga seharusnya diduga (terlibat)."
"Nah jadi targetnya mereka itu saya, tapi jadinya ini (Nasrudin). Jadi ada 2 eksekutor."
"Target yang hendak dibunuh harusnya anda Pak Antasari?" tanya Najwa.
"Dua-duanya. Setelah mereka bunuh, kan nanti muncul berita besar, Antasari-Nasrudin saling tembak karena cinta segitiga," kata Antasari. [beritaislam24h.com / tnc]

(Baca juga: Antasari Azhar Segera Bebas, Kasus Pembunuhan Nasrudin Bakal Diusut Kembali?)
 
Antasari Azhar Segera Bebas, Kasus Pembunuhan Nasrudin Bakal Diusut Kembali?

Antasari Azhar Segera Bebas, Kasus Pembunuhan Nasrudin Bakal Diusut Kembali?

Antasari Azhar Segera Bebas, Kasus Pembunuhan Nasrudin Bakal Diusut Kembali?

Berita Islam 24H - Salah satu misteri dalam kasus Antasari Azhar, yang sedang menjalani asimilasi adalah sosok Rani Juliani, yang disebut-sebut sebagai orang yang menjadi kunci kesaksian pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen alias Nasrudin Banjaran dari sebuah BUMN, RNI.

Dalam percakapan di Mata Najwa, Antasari menyatakan, dia sedang diincar dan diteror.

"Bukan Nasrudin, yang meneror saya. Tapi, seorang wanita (Rani Juliani). Saya tidak pernah membantah saya pernah bertemu," katanya, dalam siaran Mata Najwa yang disiarkan oleh MetroTV, Rabu (24/8/2016) malam.

"Kenapa di hotel? Saya, waktu itu, merupakan Ketua KPK. Saya tidak mungkin berada di tempat-tempat yang menjadi konsumsi publik," katanya.

"Dia (Rani) mengatakan, akan ada pesan dari mantan atasan saya," katanya.

Pertemuan itu terjadi di sebuah hotel di Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

"Lho, kenapa begitu? Saya bilang saya ini sibuk. Kalau begitu, apa bukan jebak namanya?"

"Seharusnya, dia yg diperiksa polisi harusnya, karena mengganggu pejabat negara."

"Waktu persidangan, hakim tanya, saksi (Rani), apa betul ada cinta segitiga?' Saya jawab, tidak ada. Dia bilang kepada hakim, Pak Antasari ini kayaknya naksir saya. Itu kan GR namanya," kata Antasari.

Ternyata, memang sosok Rani Juliani memerankan peranan sangat penting untuk menamatkan karier Antasari Azhar di KPK.

Acara itu juga menghadirkan istri Antasari, yang juga diberikan kesempatan untuk bicara.

Pertanyaan yang belum dijawab, apakah pimpinan tertinggi Polri, ketika itu, yang memasukkan dia ke penjara?, demikian salah satu pertanyaan Najwa kepada Antasari.

Ketika itu, Kapolrinya adalah Bambang Hendarso Danuri.

Sejumlah nama teerjerat dalam kasus tersebut di antaranya Williardi Wizard, yang juga merupakan anggota kepolisian.

"Apa yang saya tahu, saya simpan untuk saya sendiri. Kalau Pak Maqdir, Pak Boyamin ingin membongkar kasus ini, silakan," katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian diwawancarai juga dalam acara tersebut untuk diklarifikasi.
"Tidak ada tim lain (eksekutor lain). Waktu Pak Antasari minta bantuan Kapolri, ada yang meneror, Pak Antasari itu sudah kenal orang yang meneror lho. Berarti dia bohong sama Kapolri. Kapolri sudah membantu, tapi dibohongi. Ksatria lah, akuilah. Coba lihat, itu setingan pengacara semua itu. Anda wartawan selidiki lah, jangan cuma ke polisi aja dong," kata M Iriawan, mantan Dir Reskrimum Polda Metro Jaya.

Terkait dengan jawaban itu, Antasari menimpalinya dan tidak bersedia meralat keterangannya.

"Sekarang, yang bicara tadi itu siapa? M Iriawan, dia anggota mana? Wajar dong, kalau melindungi atasannya. Rani itu, caddy golf Nasrudin. Tidak pernah jadi caddy saya. Kalau ada bilang, Rani caddy saya, itu bohong besar," kata Antasari.

Salah satu kunci untuk menguak peristiwa ini adalah dengan dihadirkannya adik kandung Nasrudin Banjaran, Andi Syamsudin Iskandar.

Andi mengakui, dia memang sudah memberikan keterangan, yang dikutip oleh media massa, tapi maknanya berbeda.

"Jadi, saya katakan, kasus ini melibatkan orang besar dan kuat di negeri ini, bukan Pak Antasari," katanya, menolak menyebutkan siapa orang besar itu. Nasrudin sendiri tewas dibunuh, sehingga menjerat sejumlah orang itu, termasuk salah satunya Antasari, tapi dalam kasus ini, Antasari hanya disebut sebagai orang yang berperan serta.

Andi menyebutkan, dia punya bukti rekaman percakapan dengan orang untuk menghabisi Antasari.

"Ada. Percakapan saya dengan orang-orang yang mengajak kolaborasi, sehingga Antasari tidak ada lagi ampunan," kata Andi.

Meski demikian, baik Andi dan Antasari sama-sama saling lempar untuk mengungkapkan, siapa sebenarnya orang yang telah menjadi otak dalam kasus pembunuhan berencana itu.

Antasari di bagian lain juga menyatakan, sebenarnya, Nasrudin datang kepadanya untuk melaporkan skandal yang melibatkan Nazaruddin, bendahara Partai Demokrat.

"Sasaran sebenarnya untuk dibunuh adalah saya, tapi malah salah sasaran," kata Antasari.

Tokoh lain yang juga terjerat dalam kasus itu adalah Sigit Haryo Wibisono.

Antasari sendiri akan segera dibebaskan setelah menjalani proses asimilasi dengan bekerja di kantor notaris, dengan gaji Rp tiga juta sebulan, berangkat jam tujuh, pulang jam 17, setiap hari, ke Lapas Tangerang.

Meski demikian, berbagai tanggapan segera bermunculan dari berbagai kalangan, ada juga yang meragukan keterangan Antasari itu.

"Dia ngeyel saja kok, ini kan seperti sinetron," kata seorang penonton televisi dan juga netizen, Rini.

Namun, ada juga yang merasa, Antasari memang di pihak yang benar karena kasus yang ditanganinya menjerat Nazaruddin, yang kala itu adalah Bendahara Umum Partai Demokrat, kasusnya mengakibatkan sejumlah orang terjerat kasus korupsi dan sebagian di antaranya sudah menjadi pesakitan dan dibui. [beritaislam24h.com / tnc]
 

Antasari Korban Rekayasa Cinta Segitiga Untuk Menghancurkan KPK

 http://chirpstory.com/li/326581

Source tweet lengkap @MataNajwa
antasari matanajwa kpk cintasegitiga nasrudin korupsi

  • Selamat malam. Selamat datang di Mata Najwa. Saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa. Antasari Azhar penah menjadi cerita yang menghebohkan seisi negara. Pejabat penting yang menjadi ketua KPK, tersandung kasus hukum yang tak terduga.
    Diawali dengan kabar skandal perselingkuhan, Antasari pun dipenjara karena dakwaan pembunuhan. Ragam isu membalut kasus Antasari yang melahirkan berbagai teori konspirasi terkait politik tingkat tinggi.
    Inilah Mata Najwa. Lelakon Antasari Azhar.
    Sekitar November nanti, Antasari Azhar akan bebas bersyarat sejak divonis pada tahun 2010. Hingga saat ini Antasari Azhar masih menjalani proses asimilasi di Lapas Tangerang. Atas izin Kemenkumham, Mata Najwa mengundang Antasari Azhar ke Studio.
    Telah hadir Antasari Azhar, mantan Ketua KPK yg juga terpidana kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.
    1. “(Status saat ini) masih narapidana, tepatnya warga binaan LP Klas I Tangerang,” Antasari Azhar.
    2. “Ya (saya msh menginap di dlm sel), saya brgkt dari LP pukul 8 menuju kantor, kembali ke LP jam 5 sore,” Antasari Azhar.
    3. Antasari Azhar bekerja di kantor notaris Handoko Halim selama menjalani proses asimilasi.
    4. "Saya dibayar Rp 3 juta sebulan, tapi selama 10 bulan ini seluruh gaji saya, saya serahkan kpd negara," Antasari Azhar.
    5. "Saya bangga, seorang warga binaan masih bisa menyumbang utk negara," Antasari Azhar.
    6. “Dulunya Pak Handoko ini tmn kuliah saya. Tmn pelatih tenis saya jg,” Antasari Azhar.
    7. “Ketika saya pindah dari Polda ke LP Tangerang, beliau besuk saya,” Antasari Azhar.
    8. “Dia menyampaikan bahwa biasanya warga binaan ada masa asimilasi, 'Saya butuh situ utk bantu saya',” Antasari Azhar.
    Telah hadir juga notaris Handoko Halim, di Studio Mata Najwa
    1. “Pak Antasari memang meminta, tp saya jg menawarkan krn saya berprinsip, siapa lg yg bisa menolong beliau?” Handoko Halim.
    2. “Seperti pepatah, teman sejati adalah teman yg menolong dalam kesusahan,” Handoko Halim.
    3. “(Pekerjaan Antasari) lbh banyak hanya konsultasi krn bidang saya perdata, beliau tata negara dan pidana,” Handoko Halim.
    4. "Menjadi warga binaan selama 7,5 tahun, apa yg anda rasa paling berat?" Najwa Shihab.
    5. “Yang paling berat adalah ketika menjelang shalat malam, selalu saya terbayang wajah keluarga,” Antasari Azhar.
    6. “Krn waktu saya bertugas, sejak di Kehakiman, Kejaksaan sampai KPK, saya menomorduakan keluarga. Negara saya utamakan,” Antasari.
    7. “Ketika saya terpuruk, negara tdk terlihat. Justru keluarga yg ada di dpn saya. Saya merasa bersalah selama ini,” Antasari Azhar.
    8. “Apalagi saya tahu persis bagaimana mereka perasaannya terganggu, ditimpa masalah kasus ini,” Antasari Azhar.
    9. “Apalagi tadi ditayangkan dengan ada satu perempuan itu (Rani Juliani),” Antasari Azhar.
    10. “Saya tegaskan malam ini, tdk ada cinta segitiga, omong kosong itu semua,” Antasari Azhar.
    11. “Dan saya tidak lakukan pembunuhan, apalagi otaknya,” Antasari Azhar.
    12. “Sbg muslim saya yakin, kalau shalat malam, selalu ada 3 permintaan saya pd Allah,” Antasari Azhar.
    13. “Satu, tlg beri kesehatan padaku dan keluargaku. Istriku, anak2ku, dan cucu2ku," Antasari Azhar.
    14. "Dua, Ya Allah tolong tunjukkan aku dgn tanda2, siapa yg sbnrnya menzalimi saya,” Antasari Azhar.
    15. “Ketiga, sekalipun aku dlm tahanan, tinggikan derajatku sbg manusia,” Antasari Azhar.
    16. "Proses pengadilan yg anda jalani blm membuahkan hasil apapun, status anda narapidana dgn tuduhan otak pembunuhan," Najwa Shihab.
    17. “Opini yg dibangun memang begitu. Tapi putusan yg saya terima tdk seperti itu. Ini yg mgkn publik tdk memahami,” Antasari Azhar.
    18. “Saya dituduh turut serta membunuh. Masalahnya, saya turut serta siapa?” Antasari Azhar.
    19. "Sejak saya di PN, banding, kasasi, sampai PK itu (tuduhannya) turut serta. Bukan otak pembunuhan,” Antasari Azhar.
    20. “Apakah Anda tahu siapa yang berkepentingan untuk membuat Anda menjadi orang tertuduh?” Najwa Shihab.
    21. “Sangat tahu. Banyak hal yg saya tahu, tapi tdk semua bisa saya ungkapkan,” Antasari Azhar.
    22. Dalam perjalanan kasus Nasrudin Zulkarnaen tahun 2009 silam, keluarga korban malah bersaksi dan berpihak kpd terdakwa.
  • Telah hadir di meja Mata Najwa bersama Antasari Azhar, Andi Syamsudin Iskandar, adik dari Nasrudin Zulkarnaen.
    1. “Dari awal saya dengar kasus ini, saya yakin bahwa Antasari Azhar memang bukan pelakunya,” Andi Syamsudin.
    2. “Pada saat itu saya berkata, ada orang besar, pejabat besar, yg menjadi dalang dari pembunuhan saudara saya,” Andi Syamsudin.
    3. "Yg anda maksud orang besar itu siapa pak?" Najwa Shihab.
    4. “Yang jelas org besar itu punya kekuasaan, mampu menggerakkan siapa saja, itulah org besar,” Andi Syamsudin.
    5. “Keyakinan Anda dari mana? Hanya spekulasi?” Najwa Shihab.
    6. “Waktu mendengar saudara saya terbunuh, saya tdk kaget," Andi Syamsudin.
    7. "Itu yg disampaikan almarhum kpd saya (sudah diincar utk dibunuh)," Andi Syamsudin.
    8. "Yg jelas banyak yg dia ketahui, di dalam perusahaan BUMN itu sendiri. Tapi tdk bisa saya utarakan di sini," Andi Syamsudin.
    9. "Kalau bukan Pak Antasari (yg membunuh), berarti ada orang. Tdk mungkin jin pembunuhnya," Andi Syamsudin.
    10. “Waktu saya dengar kabar saudara saya tertembak, saya terbang ke Jakarta,” Andi Syamsudin.
    11. “Di RS Tangerang, situasinya berbeda krn pengamanan begitu ketat. Setelah itu dibawa ke RSPAD Gatot Subroto,” Andi Syamsudin.
    12. “Jam 3 subuh, ada 3 Kompol yg mengaku dr Polda Metro Jaya dtg ke saya menanyakan apa saya saudara almarhum,” Andi Syamsudin.
    13. "Saudara sdh tahu motif pembunuhan saudara Anda?’ Saya blg, ‘Tidak tahu, knp?’” Andi Syamsudin.
    14. “Motifnya sudah muncul pada saat itu bahwa itu adalah cinta segitiga. Wah hebat banget sdh tahu,” Andi Syamsudin.
    15. “Saya tahu persis orgnya (3 Kompol tsb). Saya tidak percaya & Rani itu bentuknya siluman/jin saya tdk tahu,” Andi Syamsudin.
    16. “Walaupun kemudian muncul di pengadilan dan ada rekaman percakapan Rani dengan Pak Antasari?” Najwa Shihab.
    17. “Saya tidak yakin bahwa itu adalah percakapan Rani dan Antasari,” Andi Syamsudin.
    18. “Mengapa orang menginginkan kematian kakak Anda?” Najwa Shihab.
    19. “Orang tidak menginginkan kematian kakaknya. Itu sasaran antara, supaya saya bisa dimasukkan ke kasus ini,” Antasari Azhar.
    20. “Kalau sekadar ingin melengserkan Ketua KPK, knp nyawa org dikorbankan?” Antasari Azhar.
    21. "Hubungan anda dgn Nasrudin?" Najwa Shihab.
    22. Antasari Azhar menceritakan bahwa Nasrudin pernah meminta tlg kpd Antasari terkait pelantikan Nasrudin mjd direktur PT. RNI.
    23. “Saya blg, ‘Saya bukan urus yg begini. Urusan saya pemberantasan korupsi, kl ada info korupsi, bawa ke saya,” Antasari Azhar.
    24. “Dia bilang, ‘Oh banyak Pak di kantor saya,’. Kemudian dibawalah itu informasi ke saya,” Antasari Azhar.
    25. “Saya usut, kita cek sm wakil saya waktu itu Chandra Hamzah, buktinya akurat, bs kita teruskan,” Antasari Azhar.
    26. Antasari Azhar menegaskan bahwa hubungannya dgn Nasrudin hanya sebatas pengaduan, tdk ada hubungan personal.
  • Telah hadir di Studio Mata Najwa, kuasa hukum Antasari Azhar yang awalnya adalah kuasa hukum keluarga korban, Boyamin Saiman.
    1. “Ketika Pak Andi tdk percaya & ingin bersama Pak Antasari mengungkap siapa pembunuhnya, saya otomatis ikut,” Boyamin Saiman.
    2. Di depan majelis hakim, Boyamin sempat mengaku berdosa.
    3. “Dosa apapun saya kurang teliti waktu itu. Hrsnya saya melihat SMS dulu yg benar, buka HP-nya,” Boyamin Saiman.
    4. “Saya cuma dijanjikan saja, dan kemudian dikatakan Pak Andi sdh melihat ternyata belum, jd diadu domba saja,” Boyamin Saiman.
    5. SMS yg dimaksud adalah SMS ancaman yg diberikan Antasari Azhar kpd Nasrudin Zulkarnaen.
    6. “Itu setting-an yg cukup piawai, namun settingan apapun suatu saat akan terbongkar,” Andi Syamsudin.
    7. “Saya punya rekaman pembicaraan dgn org2 yg beradaptasi dgn saya ttg bgmn rencana2 dgn Pak Antasari ini,” Andi Syamsudin.
    8. “Suatu saat akan saya bongkar,” Andi Syamsudin Iskandar.
    9. "Jangan2 (rekaman) itu tdk pernah ada?" Najwa Shihab.
    10. "Ada mbak. Percakapan saya dgn orang2 yg mengajak kolaborasi sehingga Antasari tdk ada lagi ampunan," Andi Syamsudin Iskandar.
    11. “Jadi ini polisi (yg mengajak anda berkolaborasi)?” Najwa Shihab.
    12. “Kalau mbak menyebut polisi, saya katakan orang. Orang itu ada macam2. Ada polisi, jaksa, ada siapapun juga,” Andi Syamsudin.
    13. “Perwira polisi. Soal siapa orangnya dan apa pangkatnya sekarang saya tdk perlu sebut,” Andi Syamsudin.
    14. “Dari awal saya katakan, saya tdk yakin bahwa Antasari ini adalah intellectual dader," Andi Syamsudin.
    15. "Ketidakyakinan itu membuat saya hrs masuk dlm permainan itu utk merekam dan melihat apa mau mereka,” Andi Syamsudin.
    16. “Krn target mereka adalah Antasari musuh negara, Antasari hrs masuk,” Andi Syamsudin.
    17. “Krn target mereka adalah Antasari musuh negara, Antasari hrs masuk,” Andi Syamsudin.
    18. “Mungkin Pak Antasari banyak penjarakan orang, saya tidak tahu lagi, “ Andi Syamsudin.
    19. “Suatu saat rekaman itu dibuka tapi dgn syarat Pak Antasari harus berani, skrg Pak Antasari tdk berani,” Andi Syamsudin.
    20. "Apa yg anda takutkan Pak Antasari?" Najwa Shihab.
    21. “Saya tdk takut, saya hanya takut sm Allah. Suatu ketika Pak Andi buka semua, seperti doa saya,” Antasari Azhar.
    22. “Sedikit demi sedikit jg terungkap, sy dpt informasi, skenario disiapkan di mana, sdh tahu,” Antasari.
    23. “Eksekutor yg skrg di dlm tahanan, yg dihukum 17 tahun, itu hny nodongkan pistol, yg nembak di belakang,” Antasari Azhar.
    24. “Itu semua diatur, saya tahu semua. Tp saya pikir tidak saya, Allah yg akan membuka itu semua,” Antasari Azhar.
    Mata Najwa menayangkan kesaksian Wiliardi Wizard yang menyatakan bahwa sasaran utama memang Antasari Azhar. Antasari Azhar menjelaskan adanya kejanggalan-kejanggalan dalam fakta yang dibeberkan di persidangan. Mata Najwa juga menampilkan kesaksian (almarhum) Mun’im Idris, dokter forensik yg memeriksa jenazah Nasrudin Zurkarnaen.
  • Telah hadir di Studio Mata Najwa, Maqdir Ismail, yang juga kuasa hukum Antasari Azhar.
    1. “Anak peluru yg dikatakan Mun’im Idris itu 9mm, sementara barang bukti yg digunakan bukan 9mm,” Maqdir Ismail.
    2. “Bahkan dari 2 anak peluru yg ditemukan di tubuh korban, berasal dari 2 senjata yg berbeda,” Maqdir Ismail.
    3. “Dia diminta utk mengatakan bahwa anak peluru ini sesuai dgn bukti senjata yg dibawa ke persidangan,” Maqdir Ismail.
    4. "Apakah Mun'im Idris tdk menyebutkan nama orang yg menyuruh mengubah keterangan?" Najwa Shihab.
    5. “Dia tdk menyebut nama (yg meminta), dia hanya menyebut pangkatnya seseorang,” Maqdir Ismail.
    6. Antasari Azhar berkata dengan pelan, “Kombes,”
    7. "Dia bilang yg datang ke dia itu menghendaki agar jejak semua dihapus," Antasari Azhar.
    8. "Semua menurut anda bagian dari merekayasa kasus ini?" Najwa Shihab.
    9. “Bukan merekayasa, tapi menghilangkan jejak. Pada akhirnya yang tidak ada, diada-adakan, rekayasa kan?” Antasari Azhar.
    10. "Dugaan adanya 2 tim eksekutor kemudian dibantah oleh tim penyidik," Najwa Shihab.
  • Mata Najwa menayangkan penyataan Mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, M Iriawan. "Tdk ada tim lain (eksekutor lain)," M Iriawan, mantan Dir Reskrimum Polda. "Wkt Pak Antasari minta bantuan Kapolri ada yg meneror, Pak Antasari itu sdh kenal orang yg meneror lho," M Iriawan. 

    "Berarti dia bohong sama Kapolri. Kapolri sdh membantu, tapi dibohongi. Ksatria lah, akuilah," M Iriawan. "Coba lihat itu setingan pengacara semua itu. Anda (wartawan) selidiki lah, jgn cuma ke polisi aja dong," M Iriawan.

    1. "Sebelum Wiliardi memberi keterangan, saya masih dalam keadaan tdk mengerti apa masalahnya," Antasari Azhar.
    2. "Tiba2 Wiliardi memberikan keterangan seperti itu, jd saya kaget," Antasari Azhar.
    3. "Ketika disebutkan anda membohongi Kapolri, bahwa anda sebenarnya tahu teror dtg dari Nasrudin?" Najwa Shihab.
    4. "Skrg yg bicara siapa? M Iriawan anggota mana? Wajar dong kalau melindungi atasannya," Antasari Azhar.
    5. "Mari kita ngomong di sini aja. Dgn mantan Kapolri yg dulu. Saya membohongi apa?" Antasari Azhar.
    6. "Saya tdk pernah melapor. Saya hanya bercerita pd waktu itu. Kami kan sama2 unsur penegak hukum," Antasari Azhar.
    7. "Tugas KPK kan melakukan supervisi dan koordinasi. Kita rutin mengadakan koordinasi," Antasari Azhar.
    8. "Beliau tanya, 'Bagaimana Pak Antasari jd Ketua KPK? Saya baca koran ramai terus'," Antasari Azhar
    9. "Saya jawab, 'Biasa lah pak, ada suka ada duka'. Saya merasa dia teman. Saya cerita sukanya gini, dukanya gini," Antasari Azhar.
    10. "Saya cerita sbg pejabat negara ini byk cara orang menjatuhkan kita. Ada yg jebak segala macam," Antasari Azhar.
    11. "Dia (Bambang Hendarso Danuri) jawab, 'Gak bisa dong gitu, pejabat negara harus dilindungi', Antasari Azhar.
    12. "Ya coba dong pak lindungi saya. Eh bukannya dilindungi, malah saya dimasukin ke penjara," Antasari Azhar.
    13. "Yg memasukkan anda ke penjara siapa?" Najwa Shihab.
    14. "Putusan hakim," Antasari Azhar.
    15. "Tadi anda katakan bukannya dilindungi malah dimasukkan ke penjara. Berarti yg memasukkan mantan Kapolri?" Najwa Shihab.
    16. "Ya persepsi saya seperti itu," Antasari Azhar.
    17. "Bukan Nasrudin yg meneror saya. Tapi seorang wanita (Rani Juliani), " Antasari Azhar.
    18. "Saya tdk pernah membantah saya pernah bertemu," Antasari Azhar.
    19. "Kenapa di hotel? Saya wkt itu Ketua KPK. Saya tdk mungkin berada di tempat2 yg menjadi konsumsi publik," Antasari Azhar.
    20. "Dia (Rani) mengatakan, 'Akan ada pesan dari mantan atasan saya'," Antasari Azhar.
    21. "Tapi waktu ketemu dia bilang tdk ada pesannya," Antasari Azhar.
    22. "Lho kenapa begitu? Saya bilang saya ini sibuk. Kalo begitu apa bukan jebak namanya?" Antasari Azhar.
    23. "Seharusnya dia yg diperiksa polisi harusnya, karena mengganggu pejabat negara," Antasari Azhar.
    24. "Waktu persidangan hakim tanya, 'Saksi (Rani), apa betul ada cinta segitiga?' Saya bilang tdk ada," Antasari Azhar.
    25. "Saya jg minta saksi (Rani) ceritakan percintaan apa? Kalau percintaan itu pernah datang, pernah jalan," Antasari Azhar.
    26. "Dia bilang kpd hakim, 'Pak Antasari ini kayaknya naksir saya.' Itu kan ge er namanya," Antasari Azhar.
    27. "Pertanyaan yg belum dijawab td. Apakah pimpinan tertinggi Polri ketika itu (yg memasukkan anda ke penjara)?" Najwa Shihab.
    28. "Saya sdh katakan di awal, saya sdh ikhlas, tdk dendam pd siapapun, dan tdk coba utk menyakiti siapapun," Antasari Azhar.
    29. "Apa yg saya tahu saya simpan utk sy sendiri. Kalau Pak Maqdir, Pak Boyamin ingin membongkar kasus ini, silakan," Antasari Azhar.
    30. "Kalau saya masih ada dendam di hati saya, saya sakit, stress. Kalau udh sakit kan kasihan," Antasari Azhar.
    31. "Dugaan ada dua eksekutor, yg kemudian dibantah mantan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, M Iriawan?" Najwa Shihab.
    32. "Saya blm dua bulan di tahanan Polda. Saya kedatangan teman, dia datang memberikan ini (sepucuk surat)," Antasari Azhar.
    33. "Dia katakan kronologis (kasus pembunuhan Nasrudin). Ini saya bacakan cuplikannya sedikit," Antasari Azhar.
    34. "Jadi setelah ada kasus penembakan, 2-3 hari kemudian P menelpon T. Tepat pukul 23.30 bercerita kasus Antasari," Antasari Azhar.
    35. "P mengatakan eksekutor adalah saudaranya. Sehari setelah pembunuhan tsb dia ke Tanjung Priok," Antasari Azhar.
    36. "Ketika dia menonton tv, dia histeris karena ternyata misi gagal. Telah terjadi salah sasaran," Antasari Azhar.
    37. "Dia mengumpat, 'Eh ini salah sasaran. Bisa tdk dibayar kita'," Antasari Azhar.
    38. "Sebenarnya target utama adalah pejabat negara, makanya utk eksekusi diperlukan campur tangan polisi," Antasari Azhar.
    39. "Selama ini eksekutor hanya dibekali foto Antasari & informasi bahwa target ditemani seorang caddy," Antasari Azhar.
    40. "Rani itu caddy Nasrudin. Tdk pernah jd caddy saya. Kalau ada bilang Rani caddy saya itu bohong besar," Antasari Azhar.
    41. "Selesai main golf, eksekutor berpikir dia (Nasrudin) adalah target utama mereka," Antasari Azhar.
    42. "Eksekutor saudara P itu bahkan mengumpat berkali2. 'Sopir bodoh, kenapa tdk kasih tau'," Antasari Azhar.
    43. "Sopirnya almarhum ini juga seharusnya diduga (terlibat)," Antasari Azhar.
    44. "Nah jadi targetnya mereka itu saya, tapi jadinya ini (Nasrudin). Jadi ada 2 eksekutor," Antasari Azhar.
    45. "Target yg hendak dibunuh harusnya anda Pak Antasari?" Najwa Shihab.
    46. "Dua2nya. Setelah mereka bunuh, kan nanti muncul berita besar, Antasari-Nasrudin saling tembak karena cinta segitiga," Antasari. 
  • Sudah bergabung juga penulis buku "Antasari Azhar: Saya Dikorbankan", Tofik Pram.
    1. "Mas Tofik apakah cerita ini menjadi salah satu yg anda telusuri di buku "Antasari: Saya Dikorbankan"?" Najwa Shihab.
    2. "Dr sudut pandang wartawan, ada 1 titik di mana ada kecerobohan yg membuat kasus ini tdk seperti yg diceritakan," Tofik Pram.
    3. "Pengalaman saya 7 tahun di lapangan, bila anda melakukan kejahatan dgn kendaraan, jgn memasang plat nomor," Tofik Pram.
    4. "Menurut cerita yg disajikan polisi, polisi bisa melacak pembunuh karena melihat plat nomor. Itu kejanggalan fatal," Tofik Pram
    5. "Yg kedua, orang tau plat nomor itu dari mana? Padahal saat itu tdk ada saksi selain sopir," Tofik Pram, penulis buku.
    6. "Masa sopir ada orang di belakangnya ditembak, langsung melihat plat nomor pelaku? Kan gak logis," Tofik Pram, penulis buku.
    7. "Setelah saya ikuti berita2 selanjutnya. Ada pakar forensik, balistik, ditemukan banyak kejanggalan," Tofik Pram, penulis buku.
    8. "Judul buku 'Antasari: Saya Dikorbankan', muncul dr pernyataan Pak Antasari sendiri dlm kata pengantar buku," Tofik Pram.
    9. "Beliau yakin ada upaya utk mengorbankan, tapi pada akhirnya beliau ikhlas," Tofik Pram, penulis buku.
    10. "Kalau kita melihat persidangan, bukti yg berkembang, sy sbg penulis memang mengarah ke situ (Antasari dikorbankan)," Tofik Pram.
    11. "Tapi kalau nanti ada tanggapan lagi dr polisi, dr pembaca, ya saya kembalikan ke pembaca," Tofik Pram, penulis buku.
    12. "Apa anda masih takut (mengungkap siapa perekayasa kasus ini)?" Najwa Shihab.
    13. "Saya tdk takut. Kalau saya sebut apa membuat saya berani? Kan belum tentu. Konyol ya pasti ada," Antasari Azhar.
    14. "Saya kan meninggalkan istri, anak, cucu di rumah. Kalau saya sebut itu memperlambat saya pulang," Antasari Azhar.
    15. "Sel saya sama dgn yg lain. Bedanya bersih aja karena saya tdk suka kotor. Tiap pagi nyapu, ngepel," Antasari Azhar.
    16. "Ketika saya Ketua KPK, saya memenjarakan Al Amin Nasution. Ketika saya di sana, dia masuk & sebelahan sel," Antasari Azhar.
    17. "Kita sering ngobrol malah. Dia cerita masih teringat malam2 ketika saya datangi dia di KPK. Dia masih ingat," Antasari Azhar.
    18. "Ketika dia bebas, dia datang ke kamar saya. 'Ringan pundak saya pak'. Saya tanya kenapa?" Antasari Azhar.
    19. "Dia jawab, 'Saya tdk stress lagi. Setiap lewati kamar bapak stress rasanya'. Asumsi dia, saya masih Ketua KPK," Antasari Azhar.
  • Telah hadir di studio Mata Najwa Kalapas Klas I Tangerang, Arpan.
    1. "Dia menjalani pidana betul2 sdh ikhlas dan menerima apa adanya," Arpan, Kalapas Klas I Tangerang.
    2. "Dia selalu memberikan keteladanan kpd warga binaan. Bahkan dia ditunjuk sbg koordinator pemuka," Arpan, Kalapas Tangerang.
    3. "Terlebih besar pengaruhnya utk membina mereka terkait PP No 99. Karena ini membuat keresahan di dlm," Arpan, Kalapas Tangerang.
    4. PP No 99 Tahun 2012 mengatur agar remisi tdk diberikan kepada narapidana kasus narkoba, korupsi & terorisme.
    5. "Dlm PP 99 ada syarat2 khusus yg hrs dipenuhi utk mendapatkan asimilasi, remisi & pembebasan bersyarat," Arpan.
    6. "Di antaranya justice collaborator, koruptor hrs membayar denda & uang pengganti," Arpan, Kalapas Tangerang.
    7. "Kalau narapidana terorisme hrs mendapat deradikalisasi dr BNPT. Jd kalau tdk diiberikan itu salah," Arpan, Kalapas Tangerang.
    8. "Dia bisa diberikan, tapi PP 99 membentengi dgn syarat2 tambahan (lebih berat) dibanding pidana umum," Arpan, Kalapas Tangerang. 
    9.  
    Kami undang ke studio Mata Najwa Ida Laksmiwati, istri Antasari Azhar.
        1. "Selama bapak dipenjara, kehidupan ibu dan anak2 seperti apa?" Najwa Shihab.
        2. "Pada awalnya sulit karena terbiasa tiap pagi sblm bpk berangkat ada yg ditanyakan," Ida Laksmiwati.
        3. "Tiba2 saya kehilangan momen itu, Jd saya langsung merangkap jd seorang ayah dan seorang ibu," Ida Laksmiwati, istri Antasari.
        4. "Mungkin Allah yg memberikan kekuatan. Kalau saya menengok ke belakang mungkin tdk sanggup lg," Ida Laksmiwati, istri Antasari.
        5. "Alhamdulillah tdk ada (tudingan negatif). Saya diterima di mana sj seperti sy tdk ada masalah," Ida Laksmiwati, istri Antasari.
        6. "Pak Antasari, 7,5 tahun anda di dalam, apa momen yg paling anda sesali anda lewatkan?" Najwa Shihab.
        7. "Ketika menikahkan anak pertama, saya tdk diizinkan menghadiri resepsi," Antasari Azhar.
        8. "Tapi resepsi (putri) kedua, cuaca berganti, saya boleh hadir," Antasari Azhar.
        9. "Apa rencana anda setelah nanti dibebaskan bersyarat?" Najwa Shihab.
        10. "Saya ingin menata hidup dgn keluarga, seperti kesempatan hidup kedua kali dgn segala keterbatasan," Antasari Azhar.
        11. "Banyak hal. Saya bisa mengajar jd dosen, bisa ngajar di mana2, makan honor lah begitu," Antasari Azhar.
        12. "Selama tangan-kaki masih lengkap, masih bisa kasih keluarga makan. Tdk harus di pemerintahan," Antasari Azhar.
        Catatan Najwa.
        1. Antasari Azhar menjadi contoh yang meyakinkan tentang betapa nisbinya jabatan dan kekuasaan.
              2. Berada di puncak kemasyhuran, punya akses pada elit-elit kekuasaan,  Antasari justru menjadi korban penghakiman.
        1. Martabat tercemarkan, reputasi hancur berantakan, karir cemerlang pun tak terselamatkan.
        2. Antasari mencoba memulihkan nama baik, tapi risiko membuatnya hati-hati untuk berisik.
        3. Begitulah kehidupan di lingkaran kekuasaan. Jatuh bangun oleh intrik jadi risiko keseharian.
        4. Kawan tiba-tiba menikam layaknya lawan. Dari lawan tiba-tiba menjadi hangat seperti kawan.
        5. Hanya keluarga yang jadi benteng terakhir, saat tekanan datang nyaris tiada akhir.
        6. Antasari adalah pelajaran yang amat berharga. Betapa keluarga ialah harta yang paling luarbiasa.
        Source. MataNajwa @MataNajwa
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar