Selasa, 03 Januari 2012

Sikap FPI terhadap Syiah dan Wahabi sesuai kaidah amar ma'ruf dan nahyi munkar.. dilaksanakan dengan rasional-memiliki dasar2 refernsi dan bernuansa Islami....>> [1]Syiah Ghulat yang Sesat Menuhankan Ali, Meyakini Qur'an Palsu dan Mengafirkan Shahabat. Syi'ah golongan ini adalah Kafir dan wajib diperangi. [2] Syiah Rafidhah tidak berkeyakinan seperti Ghulat, tapi melakukan penghinaan/ penistaan/ pelecehan secara terbuka baik lisan atau pun tulisan terhadap para Sahabat Nabi Saw seperti Abu Bakar ra dan Umar ra atau terhadap para isteri Nabi Saw seperti 'Aisyah ra dan Hafshah ra. Syi'ah golongan ini Sesat, wajib dilawan dan diluruskan. [3] SYI'AH MU'TADILAH tidak berkeyakinan Ghulat dan tidak bersikap Rafidhah, mereka hanya mengutamakan Ali ra di atas sahabat yang lain, dan lebih mengedapankan riwayat Ahlul Bait daripada riwayat yang lain, secara zhohir mereka tetap menghormati para sahabat Nabi Saw, sedang Bathinnya hanya Allah Swt Yang Maha Tahu, hanya saja mereka tidak segan-segan mengajukan kritik terhadap sejumlah sahabat secara ilmiah dan elegan. [1] Wahabi takfiri yaitu Wahabi yang mengkafirkan semua muslim yang tidak sepaham dengan mereka, juga menghalalkan darah sesama muslim, lalu bersikap mujassim yaitu mensifatkan Allah Swt. dengan sifat-sifat makhluk, dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari usuluddin yang disepakati semua mazhab Islam. Wahabi golongan ini kafir dan wajib diperangi. [2] Wahabi khawarij yaitu yang tidak berkeyakinan seperti takfiri, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan mau pun tulisan terhadap para ahlulbait Nabi saw. seperti Ali ra., Fatimah ra., Al-Hasan ra. dan Al-Husain ra. mau pun itrah/zuriyahnya. Wahabi golongan ini sesat sehingga mesti dilawan dan diluruskan. [3] Wahabi mu’tadil yaitu mereka yang tidak berkeyakinan takfiri dan tidak bersikap khawarij, maka mereka termasuk mazhab Islam yang wajib dihormati dan dihargai serta disikapi dengan dakwah dan dialog dalam suasana persaudaraan Islam.....>>> ...Habib Rizieq: “Hamas dan Hizbullah, Potret Persatuan Umat Islam”....

Sikap FPI dalam amar ma'ruf nahyi munkar:

[1]Syiah Ghulat yang Sesat Menuhankan Ali, Meyakini Qur'an Palsu dan Mengafirkan Shahabat. Syi'ah golongan ini adalah Kafir dan wajib diperangi

[2] Syiah Rafidhah tidak berkeyakinan seperti Ghulat, tapi melakukan penghinaan/ penistaan/ pelecehan secara terbuka baik lisan atau pun tulisan terhadap para Sahabat Nabi Saw seperti Abu Bakar ra dan Umar ra atau terhadap para isteri Nabi Saw seperti 'Aisyah ra dan Hafshah ra. Syi'ah golongan ini Sesat, wajib dilawan dan diluruskan.

[3] SYI'AH MU'TADILAH tidak berkeyakinan Ghulat dan tidak bersikap Rafidhah, mereka hanya mengutamakan Ali ra di atas sahabat yang lain, dan lebih mengedapankan riwayat Ahlul Bait daripada riwayat yang lain, secara zhohir mereka tetap menghormati para sahabat Nabi Saw, sedang Bathinnya hanya Allah Swt Yang Maha Tahu, hanya saja mereka tidak segan-segan mengajukan kritik terhadap sejumlah sahabat secara ilmiah dan elegan.

[1] Wahabi takfiri yaitu Wahabi yang mengkafirkan semua muslim yang tidak sepaham dengan mereka, juga menghalalkan darah sesama muslimlalu bersikap mujassim yaitu mensifatkan Allah Swt. dengan sifat-sifat makhluk, dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari usuluddin yang disepakati semua mazhab Islam. Wahabi golongan ini kafir dan wajib diperangi.
[2] Wahabi khawarij yaitu yang tidak berkeyakinan seperti takfiri, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan mau pun tulisan terhadap para ahlulbait Nabi saw. seperti Ali ra., Fatimah ra., Al-Hasan ra. dan Al-Husain ra. mau pun itrah/zuriyahnya. Wahabi golongan ini sesat sehingga mesti dilawan dan diluruskan.
[3] Wahabi mu’tadil yaitu mereka yang tidak berkeyakinan takfiri dan tidak bersikap khawarij, maka mereka termasuk mazhab Islam yang wajib dihormati dan dihargai serta disikapi dengan dakwah dan dialog dalam suasana persaudaraan Islam.

Sikap FPI terhadap Syiah dan Wahabi
Sehubungan dengan munculnya beragam macam pertanyaan bahkan fitnah dan tuduhan dalam berbagai blog mau pun Facebook di dunia maya tentang akidah FPI, ditambah lagi banyaknya desakan dari berbagai pihak agar FPI menyampaikan sikapnya secara terbuka tentang Syiah dan Wahabi. Maka kami redaksi fpi.or.id berinisiatif untuk menukilkan pernyataan Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab, M.A., saat DIKLAT Sehari FPI di akhir tahun 2009 yang lalu berkaitan dengan ASASI PEJUANGAN FPI yang terkait asas, akidah, dan mazhab organisasi.

FPI adalah organisasi AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR yang berasaskan ISLAM dan berakidahkan AHLUSUNAH WALJEMAAH serta bermazhab fikih SYAFII. Jadi, FPI bukan SYIAH atau pun WAHABI.

SYIAH

Pandangan FPI terhadap SYIAH sebagai berikut: FPI membagi Syiah dengan semua sektenya menjadi TIGA GOLONGAN: Pertama, Syiah ghulatyaitu Syiah yang menuhankan/menabikan Ali bin Abi Thalib ra. atau meyakini Alquran sudah di-tahrif (dirubah/ditambah/dikurangi), dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari usuluddin yang disepakati semua mazhab Islam. Syiah golongan ini adalah kafir dan wajib diperangi.
Kedua, Syiah rafidah yaitu Syiah yang tidak berkeyakinan seperti ghulat, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan atau pun tulisan terhadap para sahabat Nabi saw. seperti Abu Bakar ra. dan Umar ra. atau terhadap para istri Nabi saw. seperti Aisyah ra. dan Hafsah ra. Syiah golongan ini sesat, wajib dilawan dan diluruskan.
Ketiga, Syiah mu’tadilah yaitu Syiah yang tidak berkeyakinan ghulat dan tidak bersikap rafidah, mereka hanya mengutamakan Ali ra. di atas sahabat yang lain, dan lebih mengedapankan riwayat ahlulbait daripada riwayat yang lain, secara zahir mereka tetap menghormati para sahabat Nabi saw., sedang batinnya hanya Allah Swt. Yang Mahatahu, hanya saja mereka tidak segan-segan mengajukan kritik terhadap sejumlah sahabat secara ilmiah dan elegan. Syiah golongan inilah yang disebut oleh Prof. DR. Muhammad Said Al-Buthi, Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Prof. DR. Wahbah Az-Zuhaili, Mufti Mesir Syekh Ali Jum’ah dan lainnya, sebagai salah satu mazhab Islam yang diakui dan mesti dihormati. Syiah golongan ketiga ini mesti dihadapi dengan dakwah dan dialog bukan dimusuhi.

WAHABI

Ada pun pandangan FPI terhadap wahabi sebagai berikut. FPI membagi Wahabi dengan semua sektenya juga menjadi tiga golongan; 
pertama, Wahabi takfiri yaitu Wahabi yang mengkafirkan semua muslim yang tidak sepaham dengan mereka, juga menghalalkan darah sesama muslim, lalu bersikap mujassim yaitu mensifatkan Allah Swt. dengan sifat-sifat makhluk, dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari usuluddin yang disepakati semua mazhab Islam. Wahabi golongan ini kafir dan wajib diperangi.
Kedua, Wahabi khawarij yaitu yang tidak berkeyakinan seperti takfiri, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan mau pun tulisan terhadap para ahlulbait Nabi saw. seperti Ali ra., Fatimah ra., Al-Hasan ra. dan Al-Husain ra. mau pun itrah/zuriyahnya. Wahabi golongan ini sesat sehingga mesti dilawan dan diluruskan.
Ketiga, Wahabi mu’tadil yaitu mereka yang tidak berkeyakinan takfiri dan tidak bersikap khawarij, maka mereka termasuk mazhab Islam yang wajib dihormati dan dihargai serta disikapi dengan dakwah dan dialog dalam suasana persaudaraan Islam.
Dengan demikian, FPI sangat MENGHARGAI PERBEDAAN, tapi FPI sangat MENENTANG PENYIMPANGAN. Oleh karena itu semua, FPI menyerukan kepada segenap umat Islam agar menghentikan/membubarkan semua majelis/mimbar mana saja yang secara terbuka melecehkan/menghina/menistakan ahlulbait dan sahabat Nabi saw. atau menyebarluaskan berbagai KESESATAN atau melakukan PENODAAN terhadap agama, lalu menyeret para pelakunya ke dalam proses hukum dengan tuntutan PENISTAAN AGAMA. (redaksi fi.or.id/adie)
Sumber: fpi.or.id

Haul Imam Khomeini Bersama FPI

Ust. Sholeh Mahmud
Ust. Sholeh Mahmud
Imam Khomeini tidak hanya milik kaum Syiah. Setidaknya hal itu dibuktikan pada peringatan wafatnya (haul) Imam Khomeini ke-20 di Islamic Cultural Center, Jakarta (04/06). Selain dihadiri pembicara utama, Ayatullah Baqir Al-Anshari, peringatan kali ini juga dihadiri oleh wakil dari Front Pembela Islam (FPI).
Sholeh Mahmud (Wasekjen DPP FPI), yang mewakili Sekjen DPP FPI Shobri Lubis dan Ketua Umum Habib Rizieq Shahab yang tidak bisa hadir karena terikat kontrak dengan “pondok pesantren” Polda, memberikan ceramah singkat mengenai perjuangan Imam Khomeini yang siap mengorbankan apa yang dimiliki untuk Allah dan Rasulullah saw.
Menurutnya, Imam Khomeini merupakan ulama sekaligus pejuang yang telah melepaskan rakyatnya dari kezaliman tirani pada masa itu. Beliau berani menghadapi risiko apapun, mulai dari penjara, pengasingan hingga ancaman kematian. Penjara di Iran, Irak, Turki dan pengasingan ke Perancis tidak membuat pemikiran dan perjuangan Imam Khomeini terhenti.
Ketika Rasulullah saw. hendak hijrah ke Madinah, Sayidina Ali ditanya oleh Nabi, “Maukah engkau menggantikan aku di tempat tidurku? Aku akan berangkat hijrah ke Makkah. Lalu Sayyidina Ali menjawab, “Wahai Rasulullah, seandainya malam ini Ali yang wafat, maka kelak akan muncul ribuan Ali yang meneruskan perjuanganmu. Namun jika engkau yang wafat, sungguh Islam belum sempurna.”
Sayidina Ali pun menempati tempat tidur Nabi dengan segala risiko yang dihadapi termasuk kematian. Inilah nilai-nilai yang harus diambil dari perjuangan dan pemikiran Imam Khomeini.
Diakhir pembicaraannya, Wasekjen DPP FPI pada malam itu mengingatkan kita semua agar senantiasa merapatkan barisan, kuatkan ukhuwah Islamiah, karena masih banyak musuh Islam yang mengancam (dari dalam) dengan adu domba di antara sesama umat Islam. Allâhu Akbar!
Peliput: Ali Reza Aljufri © 2009

Artikel Terkait:

Habib Rizieq: “Hamas dan Hizbullah, Potret Persatuan Umat Islam”

Sebenarnya sudah cukup banyak blog atau situs yang menampilkan wawancara ini. Mengingat adanya pesan penting dan hikmah yang bisa diambil dari wawancara antara wartawan SYIAR dengan Habib Rizieq Shihab di rumahnya Gang Bethel ini, berikut ini saya kutipkan wawancara tersebut kembali.

Apakah Anda punya model negara ideal yang menjalankan syariat Islam?
Sekarang ini telah bermunculan negara-negara Muslim yang menjalankan hukum Islam. Di samping punya kelebihan, mereka juga punya kekurangan. Contohnya adalah Iran. Setelah Syah Iran tumbang, Ayatulah Khomeini dan pengikutnya membentuk Republik Islam Iran. Terlepas dari perbedaan mazhab yang ada, kita juga jangan lupa bahwa model kepemimpinan Islam ini ‘kan juga terlihat di Sudan meskipun sudah diacak-acak kekuatan asing. Kalau lemah, niscaya Iran pun akan diacak-acak. Sebagaimana kita tahu, sejak memproklamasikan diri sebagai Republik Islam, Iran langsung diserang Irak, dan terjadilah Perang Teluk. Iran dikerubuti berbagai macam negara dan tekanan Barat juga tidak berkurang. Artinya, tidak ada satu pun negara Islam di dunia ini yang akan luput dari tekanan. Di Aljazair, partai Islam sudah menang pemilu tapi dikhianati.
Di kalangan Syiah, Iran sudah menjadi contoh, meskipun ada perbedaan pendapat antara Khomeini dan Muhammad Jawad Mughniyah tentang konsep wilâyatul fâqih yang belum tuntas hingga saat ini. Polemik ini adalah salah satu wujud kekurangan Iran. Sedangkan dari segi sistem politik, Iran boleh dikatakan sudah menjadi percontohan. Kita berharap ke depan akan muncul negara-negara Islam lainnya yang bisa menjadi percontohan.
Ada beberapa kesan yang saya dapat dari kunjungan saya ke Iran. Sebagai suni Syafii, tentu kita punya pandangan sendiri tentang Syiah. Namun demikian, antara memandang Syiah dari jauh dengan memandang Syiah dari dekat itu beda. Dari jauh, Syiah itu begini dan begitu. Sedangkan bila dilihat dari dekat, ternyata tidak seperti itu. Setidaknya, kunjungan saya (ke Iran—red) itu akan melunturkan kebekuan. Tadinya mungkin kaku dan anti-dialog. Tapi setelah kunjungan itu, agak sedikit lebih cair dan terbuka. Yang kemarin tidak mau mendengar sekarang jadi mau mendengar. Yang kemarin mau menyerang kini mengajak dialog.
Ke depan, sikap ini perlu dikembangkan. Sebetulnya banyak perbedaan suni-Syiah, baik dalam ushul maupun furu’. Tapi kita ingin menjawab dalam realita kehidupan sehari-hari, apakah betul tidak ada jalan untuk mendudukkan mereka bersama? Apakah betul tidak ada ruang dialog di antara mereka?
Saya lihat banyak sisi yang bisa didialogkan. Selama secara terang-terangan dan terbuka mencaci-maki Abu Bakar, Umar, dan Utsman, berarti orang-orang Syiah telah menutup pintu dialog. Mustahil ada suni yang mau diajak dialog kalau mendengar dari mulut Syiah sesuatu yang jelek tentang mereka. Orang Syiah mesti memahami kejiwaan dan perasaan sensitif Sunnisehingga tidak mencaci-maki atau menghina, apalagi mengkafirkan mereka. Begitu juga sebaliknya. Suni tidak boleh menggeneralisasi bahwa semua Syiah itu kafir dan sesat. Kalau diambil, pasti sikap seperti ini akan menyakiti hati orang-orang Syiah. Ini juga akan menutup pintu dialog.
Jadi, persatuan yang saya pahami bukan soal sependapat atau tidak sependapat. Persatuan adalah masalah hati. Bila hatinya baik, berjiwa besar, mau menerima perbedaan, mau berdialog, tidak mencaci-maki, dan tidak menghina, setiap orang pasti bisa bersatu. Tapi kalau hatinya sudah busuk dan rusak, orang tidak akan pernah bisa (bersatu—red). Perbedaan kecil sedikit pun bisa menimbulkan permusuhan.
Perbedaan sekecil apa pun, bila disikapi dengan jiwa kerdil, dada sempit, sikap egois, dan mau menang sendiri, pasti akan mendatangkan perpecahan dan malapetaka. Apalagi kalau perbedaannya besar, wah sudah pasti hancur lebur. Sebaliknya, perbedaan sebesar apa pun, kalau disikapi dengan jiwa besar, dada lapang, sikap tafâhum, dan saling hormat, insya Allah tidak akan menimbulkan perpecahan.
Sekali lagi, persatuan ini adalah masalah hati. Kita tidak bisa memaksakan orang untuk sependapat. Mustahil. Sebab perbedaan pendapat adalahsunnatullah yang akan selalu ada di setiap tempat dan zaman.
Bila Syiah mengkritik kepemimpinan Abu Bakar dengan cara ilmiah dan santun dan disertai dalil-dalil dan argumentasi yang baik, suni wajib menjawabnya. Kita pun mesti menjawab pertanyaan-pertanyaan orang kafir yang bertanya tentang akidah kita. Seperti Ahmad Deedatterhadap pertanyaan-pertanyaan orang kafir. Begitu juga sebaliknya. Nah, kedua belah pihak (suni-Syiah—red) harus menjawab dengan santun.
Kalau Syiah, tanpa angin dan hujan, tiba-tiba mencaci Abu Bakar, itu sama saja ngajak perang. Kritik terhadap sahabat, yang bagi ahlusunah adalah tabu tetapi biasa bagi Syiah, hendaknya disampaikan dengan adab, ilmiah, akhlakul karimah, dan tidak emosional. Membangun hal seperti ini tidaklah mudah tetapi ini bisa menyatukan hati dan langkah dalam kalimatullah. Itu yang lebih penting.
Pandangan Anda tentang Syiah di Indonesia?
Kalau yang saya lihat selama ini, hubungan saya baik dengan kawan-kawan Syiah di Indonesia. Apa yang saya sampaikan ke Anda sekarang ini juga sudah saya sampaikan kepada mereka. Contohnya kepada Ustadz Hassan Daliel (Alaydrus), saya katakan, “Bib (habib—red.), kenapa kita bisa jalan bareng? Karena saya belum pernah mendengar Anda mencaci-maki sahabat. Nah, ini perlu dijaga. Yang saya dengar kritik antum juga sopan. Tapi kalau suatu saat saya mengkafirkan Anda dan Anda maki-maki sahabat, kita bisa musuhan.”
Ini sebagai gambaran umum dari apa yang saya terima dari Ustaz Hassan Daliel, Ustaz Othman Shihab, Ustaz Agus Abubakar, Ustaz Husein Shahab, Ustaz Zein Alhadi, dan banyak lagi ustaz-ustaz Syiah yang tidak perlu saya sebutkan satu persatu. Saya belum pernah mendengar ungkapan jelek dari mulut-mulut mereka. Yang saya tahu mereka adil, berilmu, berakal, dan beradab. Mudah-mudahan hubungan ini bisa dipertahankan. Bahkan bukan hanya itu, saya berharap orang-orang seperti mereka mampu tampil ke depan mendorong orang-orang Syiah yang di bawah atau junior-junior mereka agar tidak mencaci-maki sahabat nabi. Sebab, ada satu saja Syiah yang mencaci-maki sahabat, nanti orang-orang suni yang tidak paham akan menggeneralisasi bahwa Syiah memang seperti itu. Orang awam ‘kan mudah menggeneralisasi.
Iran dikenal sebagai negara yang paling banyak membantu perjuangan Hamas dan rakyat Palestina yang notabene Sunni. Apakah kenyataan ini tidak bisa dijadikan momentum persatuan Sunni-Syiah?
rahbar3
Iya, betul itu. Itu hal yang saya sangat catat. Waktu saya ke Iran kemarin, Khaled Meshaal (Ketua Depatemen Politik Hamas—red.) baru saja pulang dari Iran, tempat yang sama dengan yang kita datangi.

Jadi, hubungan Hamas dan Hizbullah yang saling topang dan bantu seharusnya menjadi potret bagi persatuan umat. Mereka tetap pada pendapatnya masing-masing. Tapi pada saat mempunyai musuh bersama yang bernama Israel dan Amerika, kekafiran dan kezaliman, Hamas-Hizbullah bisa duduk dan jalan bersama. Kita juga bisa melihat hubungan erat antara Hasan Nasrullah (Sekjen Hizbullah—red) yang Syiah dengan Fathi Yakan (tokoh Ikhwanul Muslimin di Lebanon) yang suni. Bahkan Nasrullah ngomong secara terbuka bahwa Fathi Yakan-lah yang pantas menggantikan Siniora. Inilah potret positif yang luar biasa di zaman modern ini.
Di sisi lain, kita juga sedih bagaimana Syiah dan suni di Irak begitu gampang diadu domba. Ini jelas permainan pihak ketiga. Dia (pihak ketiga—red.) meledakkan masjid Syiah dan menuding suni, dan kemudian meledakkan masjid suni dan menuding Syiah.
Saya berharap kita bisa mengembangkan potret suni-Syiah yang pertama. Potret yang kedua harus dihentikan segera. Sekarang di mana-mana semakin transparan adu dombanya, seperti di Irak dan Pakistan. Karena Syiah di Indonesia tidak besar, maka (adu domba itu—red.) belum terasa. Tapi di beberapa tempat adu-domba ini jelas berhasil.
Syiah bukan barang baru di Indonesia. Menurut sejarawan, Syiah datang dari Gujarat dan Persia. Setidaknya budaya Persia cukup dikenal dalam tradisi keberagamaan di Indonesia. Apakah ini bisa jadi salah satu faktor pemersatu Sunni-Syiah?
Iya, itu bisa jadi faktor. Tapi, tetap faktor utamanya adalah masalah jiwa besar dan akhlak yang baik. Orang Syiah yang berilmu dan berakhlak tidak akan mungkin dari mulutnya keluar caci-maki kepada umat lain. Tidak ada. Saya kenal ulama-ulama Syiah yang berakhlak dan berilmu. Tidak ada keluar kata-kata kotor dari mulut mereka. Jadi, bila ada aktivis-aktivis Syiah yang mengeluarkan kata-kata kotor tentang sahabat, saya jadi heran, mereka itu ngikutin siapa?
Jadi, semua kembali ke hati, yang gambarannya bisa dilihat dari mulut. Bila mulutnya sudah penuh umpatan dan caci-maki, pasti hatinya sudah jelek. Kalau hatinya baik, dia bisa menghargai orang. Dia bisa mengetahui dan menahan ucapannya yang bisa menyinggung saudaranya. Bila ingin menyampaikan kebenaran, ia menyampaikannya dengan santun. Bahkan bila kita berhadapan dengan orang kafir, meski mungkin hatinya mencaci-maki Islam, yang menyampaikan kritiknya dengan sopan, kita mesti menjawabnya. Nabi dulu juga berdialog dengan orang musyrik, kafir, Nasrani, dan Yahudi. Itu contoh bagi kita.

Tokoh agama dari Nahdlatul Ulama Kecamatan Karang Gayam, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, meminta polisi mengusut tuntas terbakarnya rumah Matsiri, seorang pengikut aliran Syiah di Desa Bluguran, Kecamatan Karang Penang. "Kami mendukung polisi agar menangkap siapa pun pelakunya. Supaya jelas, rumah itu terbakar sendiri atau dibakar," kata salah seorang tokoh NU, Ustad Roisul Hukama, kepada Tempo, Selasa, 20 Desember 2011.....>>> ...Kompleks Pesantren Syiah di Sampang Dibakar Massa ..??? >> Ada Apa Ini ??? ...>> Awas Adu Domba ala Penjajah dan ala Antek2 Penjajah Kriminal Internasional...>> Awas.. mereka yang mengkafir-kafirkan dan membidáhkan mazdhab lain dan hanya membenarkan mazdhab sendiri dengan hanya mengikuti ulama2nya saja.. tanpa mempelajari ajaran ulama2 lainnya yang sejalan dengan Al qurán dan Sunnah Rasulullah SAW.. yang benar dan fatwa2 yang sejalan dengan Kebenaran Al Qurán.. .>>> Ini memang permainan Politik Penjajah Kriminal Internasional.. dengan segala sokongan politik-dana-dan konsep2 yang memecah belah Umat Islam Indonesia...>> Mereka para penyokong Penjajah Kriminal Internasional- yang konon sangatlah membela kepentingan para Penjajah yang bercokol dinegeri-negeri muslim... dan enggan berjihad melawan para Penjajah Kriminal Internasional.. yang sangat kejam dan bengis.. terhadap para muslimin dan pejuang muslim...>>> MUI dan para Ulama Sunny dan Syiah bersatulah.. juga para pejuang Islam yang menegakan Kemerdekaan NKRI serta para pejuang Muslimin lainnya.. yang anti Imperialisme dan Kolonialisme.. yang selama ini mengangkangi Kedaulatan NKRI dan selalu merongrong Kedaulatan NKRI... >> Awaslah mereka para oportunis politik dan para pemecah belah bangsa dan agama.. seperti [ al; Van Der Plas dan Snouck Hurgronye dan para islamolog2 oportunis dan antek2 penjajah lainnya... ]-menggunakan adu domba dengan cara2 agama.. dan aliran2 yang nyeleneh...>> Umat Islam seyogianya berpegang teguh dengan nas2 Al Qurán dan Sunnah Rasulullah SAW... secara lurus.. dan benar serta ajaran2 ahlulbaiyt... yang lurus kepada Rasulullah SAW.. >> Kuatkan Iman dan Islam dan silaturahim dan persaudaraan dan solidaritas muslim serta Persatuan Umat..dan akhlakul karimah....>> Tegakan ajaran Allah dan Rasulullah SAW secara kaffah-komprehensif- totalitas-lurus-benar-jujur-openmind-berakal budhi dan akhlakul karimah dan elegan...>>> Mereka yang menafikah Syiah sesungguhnya mereka tidak memahami Islam secara kaffah... dan hanya membenarkan mazdhab dirinya... >> Seyogianya para ulama2 lokal hendaknya belajar dengan arif dan belajar bagaimana tuntunan para waliyullah dan wali2 yang ada di Negeri Indonesia.. yang demikian haus ilmu dan ajaran luhur agama...>> Mengaplikasikan dan menerapkan ajaran2 agama secara elegan dan bermartabat luhur...>> Hayyo kembalilah kepada kepribadian Bangsa Indonesia yang luhur yang diajarkan para leluhur dan waliyullah.... >> Demikian mulia dan agung dan sikap2 berani-tegas-namun berbudi mulia... >> Awas jangan melakukan perpecahan sesama Umat Islam.. dan sesama bangsa Indonesia.. >> Merdeka dan berdaulat.. terhadap sikap culas bangsa asing dan antek2nya yang dengan licin dan licik telah menguasai kawasan kekayaan alam serta jalur2 ekonomi dan politik bangsa Indonesia...>> Mari kta simak.. secara jujur... Setelah Suharto berhasil menggulingkan Sukarno dan mungkin ada dukungan dan permainan CIA- dan bisa jadi ada Unsur2 lainnya .... [ karena dalam Politik tidak ada yang kebetulan.. semuanya ada perencanaan dan strategi serta konsep jaringan2 nya] dan dengan akal2an adanya Dewan Jendral-Pemberontakan G30S PKI dan Pembersihan2 terhadap unsur2 PKI dan yang membela Perjuangan 1945 dan Dekrit 5 Juli 1959-sehingga tergulingnya Sukarno [mungkin ... Sukarno .. secara pribadi... ingin berbuat... elegan yang merasa sebagai kampiun politik...dalam... menjabarkan Pancasila dan selaras dengan jiwa Mukadimmah Rancangan UUD 1945 tgl 22-6-1945, sesuai kondisi dunia dan situasi Dalam Negeri menurut kacamatanya sendiri... yang ingin diharmoniskan... dengan konsep pribadinya yakni Nsakom..???.. >> Sayangnya Sukarno keliru.. karena musuh2nya, ternyata berada dilingkungan yang dekat dengan dirinya -disekitar ABRI -dan lingkungan Istana- yakni Cakrabirawa -Kol Untung Syamsuri [konon sahabat dekat Suharto]-dan Kodam V Jaya-yakni Kol Latief [konon sahabat dekat Suharto]- serta Kostrad- yakni- Supardjo dan Suharto-(konon Suharto punya think-tank inti- yakni Ali Murtopo-Yoga Sugama-Sujono Humardani-Lim Soe Liong) dan Syam (intel AD di Kostrad-Agen CIA-dan BC PKI)- dan juga konon pendukungnya yakni DN Aidit Ketua PKI-dan konon Sukarno menganggap DN Aidit itu akan setia.. padahal mungkin memang secara langsung atau tidak berkolaborasi dengan Suharto -melalui Syam- Biro Chusus(badan inteiligen)- PKI yang konon dia itu adalah juga agen AD dan CIA....???? ... Tujuan utama mereka menyisihkan peran tokoh2 Umat Islam Nasionalis dari lingkungan Kekuasaan dan Kedaulatan Negara dan Pemerintahan RI... >> Dan itu dilaksanakan Suharto dengan elegan selama 32 tahun... sehingga ulama2 politisi Islam tersihir.. dan menjadi gurem... dan meng-elu2kan Suharto dengan hidmat... ...???? ... Walaupun ada beberapa tokoh yang konsisten.. namun semua itu diparkir ditahanan, sebagian dihilangkan dan petruskan melalui lembaga Kopkamtib yang sangat bengis dan terencana...dan sitimatis... baik ilegal maupun "dilegalkan".. >> Korbannya tidak hanya anggota PKI yang atheis- tetapi juga PKI yang beragama Islam- Juga para ulama2 Islam yang sadar akan kekeliruan Suharto- dan juga mereka2 yang dijebak dengan pola perangkap politik dan keamanan oleh Kopkamtib... saat itu...>> Maka mesin2 pembunuh Rakyat berjalan secara mekanis.. dan efektfi....] .... dan para Nasinalis lainnya ... dan mengkebiri Pancasila menjadi alat pembunuh jiwa2 Persatuan dan Kebangsaan serta mereka yang ingin tegaknya makna luhur Pancasila.. yang dijiwai oleh Piagam Jakarta....22-6-1945 ... >>> Maka kita harus sadar dan berfikir secara riil.... bahwa kita2 ini telah terbelenggu oleh para kolaborator2 asing dan antek2 Penjajah Kriminal Internasional... yang tunduk.. dan takluk kepada Negara2 Penjajah Kriminal Internasional.. >>> Hampir semua negara 2 Islam telah menjadi budak2 dan antek2 jajahan Bangsa Asing... seperti apa yang terjadi di Timur Tengah-Arab Saudi- Negara2 Teluk- Iraq dijajah dan Afghanistan dijajah.. [sekarangf masih ada perjuangan rakyat disana untuk mengusir para Penjajah Kriminal Internasional yang terkenal licin dan jahat .... pula.. Bahkan para penjajah itu dengan pongah dan gagahnya berkacak pinggang di Markaz2 tentara dan sentra2 tempat strategis sekitar Arab-Saudi-Tanah Arab Palestia- dan tempat2 lainnya seperti Yaman dan Mesir pada masa Husni Mubarak..dan Negara2 Kerajaan Emitrat dan Teluk... secara terang2an mereka takluk..dan bertekuk lutut... secara militer dan politik kedaulatan...yah.... juga Raja2 Arab Saudi secara terang2an takluk...>>> Nah.. Kini Bangsa Indonesia... sejak dikuasai Suharto juga telah takluk...dan manut2... termasuk para cendekiawan dan profesor2nya... >> Semoga dengan Reformasi... ada Kebangkitan Bangsa Indonesia.. dan harus dimulai dengan kekuatan Persatuan Islam.. dengan ajaran2nya yang luhur dan benar..- jujur- open mind- akal sehat- akhlak mulia...>> Bersatulah Umat Islam.. dan bangunkan jiwa2 patriot dan jiwa2 Merdeka.. yang membangun kemandirian...>> Kita bisa Belajar dengan bangsa 2 India-China-Iran-Jepang Korea Utara dan Selatan-dan bangsa2 lain2 yang secara mandiri menjadi Bangsa Besar...>> Hayyooo jangan berpecah belah...>> Umat Islam bersatulah... Sunny-Syiah-MUI-FPI-FUI-PSII-Persis-NU-Muhammadiyah-HMI-PMII-GPII-PII-GPK-PPP-PAN-PBB-PKB-Muslimat-Aisyiah-dll >> Bersatulah dan bangunlah Majelis Syura Muslimin seluruh bangsa Indonesia, baik diluar Negeri maupun dalam Negeri...>> Satu Umat Islam -Umat Islam Indonesia- Satu Imam- Al Quránul Kariem - Satu Tuntunan- Rasulullah SAW-satu Tujuan- Membangun Keselamatan silaturahim-persaudaraan-solidaritas-persatuan dan kejayaan Umat dan Bangsa Indonesia dengan akhlakul karimah.. sesuai Syariah Islam yang Kaffah-utuh komprehensif-menyeluruh-benar-jujur-openmind-berakalbudi-berilmu-dan berakhlak mulia...dan kebenaran-dan keadilan serta kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia secara menyeluruh.dan seluas-luasnya dan semulia-mulianya...>> Menjauhi gharar-riba-maisir-dan MOLIMO...>>> Hayyoo Bangkitlah Umat Islam-- Dan seluruh Bangsa Indonesia,,,>> Stop perbuatan memecah belah Umat-- dengan cara apapun dan ajaran apapun yang mengatas namakan agama...>> Awas multi tafsir para penyusup agama-Wahabiyah-ahmadiyah-bahaiyah-Islam liberal..dan inkar Sunnah serta aliran2 yang mendangkalkan pemahaman Islam...>>> Tegakan Kebenaran Islam secara kaffah-Benar-Jujur-Openmind-akal budi-berilmu-dan akhlakul karimah... Aamiin...

Kompleks Pesantren Syiah di Sampang Dibakar Massa
Penulis : Muhammad Gozi
Kamis, 29 Desember 2011 13:09 WIB     
 Kompleks Pesantren Syiah di Sampang Dibakar Massa
Ilustrasi--MI/Amiruddin Abdullah/pj
SAMPANG--MICOM: Rumah dan kompleks pesantren kelompok Syiah pimpinan Tajul Muluk di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Kamis (29/12), dibakar massa.

Insiden itu akibat dari penolakan sebagian masyarakat setempat terhadap pesantren yang dianggap menyebarkan ajaran Syiah sejak sekitar lima tahun terakhir.

Aksi pembakaran dilakukan ratusan massa bersenjata tajam yang datang dari beberapa desa di Kecamatan Karangpenang, Sampang. Mereka membakar rumah Tajul Muluk, tempat ibadah, dan bangunan sekolah yang berada di Dusun Nangkrenang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Karangpenang.

Dua kompi anggota Polisi dibantu aparat TNI yang diterjunkan ke lokasi kejadian tidak mampu berbuat banyak. Sebab massa mengancam siapapun yang tidak dikenal dan berusaha mendekat ke lokasi.

Bahkan beberapa anggota Koramil Karangpenang juga sempat diserang saat berusaha meredam amuk massa. Beruntung mereka berhasil menyelamatkan diri.

Sampai saat ini belum diketahui nasib Tajul Muluk, keluarga dan pengikutnya yang berada di kompleks pesantren tersebut. Namun, informasi yang beredar menyatakan mereka berhasil menyelamatkan diri.

Kepala Bag Ops Polres Sampang Komisaris Danuri, mengatakan pihaknya hanya bisa berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi akibat negatif yang lebilh parah, karena kondisi belum memungkinkan untuk mendekat ke lokasi.

"Kami masih menunggu bantuan pasukan dari Polres Pamekasan dan Brimob Polda Jatim," kata Danuri. (MG/OL-3) 
 
foto
Ilustrasi pembakaran rumah. woldcnews.com

Pembakaran Rumah Penganut Syiah Harus Diselidiki  

TEMPO.CO, Sampang - Tokoh agama dari Nahdlatul Ulama Kecamatan Karang Gayam, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, meminta polisi mengusut tuntas terbakarnya rumah Matsiri, seorang pengikut aliran Syiah di Desa Bluguran, Kecamatan Karang Penang. "Kami mendukung polisi agar menangkap siapa pun pelakunya. Supaya jelas, rumah itu terbakar sendiri atau dibakar," kata salah seorang tokoh NU, Ustad Roisul Hukama, kepada Tempo, Selasa, 20 Desember 2011.

Menurut Roisul, penyelidikan menyeluruh terhadap kasus kebakaran yang terjadi Minggu, 18 Desember 2011, sangat penting dilakukan. Sebab, selama ini jika ada masalah yang menimpa jemaah Syiah di Sampang, pasti selalu diidentikkan dengan warga NU.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, terbakarnya rumah Matsiri itu terjadi beberapa hari setelah tokoh Syiah Sampang, Ustad Tajul Muluk, pulang ke pesantrennya di Dusun Nangkernang, Kecamatan Karang Gayam.

Ustad Roisul mengatakan kepulangan diam-diam Tajul Muluk membuat warga Karang Gayam marah karena dianggap melanggar surat kesepakatan. Dalam surat kesepakatan itu disebutkan bahwa Ustad Tajul Muluk baru boleh kembali ke Sampang setelah setahun di pengasingan antara Surabaya dan Malang. "Warga merasa dibohongi karena belum setahun sudah pulang kembali," ujarnya.

Tak hanya marah, menurut Ustad Roisul, warga Karang Gayam sempat mau berunjuk rasa besar-besaran ke pesantren Tajul Muluk. Namun, berhasil dicegah oleh tokoh agama dan aparat kepolisian setempat. Diduga karena tidak bisa berunjuk rasa itulah, warga anti-Syiah melampiaskan kemarahannya kepada pengikut aliran Syiah.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Polres Sampang, Komisaris Polisi Danuri, belum dapat dimintai konfirmasi. Pesan singkat dan telepon sejumlah wartawan tidak direspon.

MUSTHOFA BISRI
foto
Ilustrasi. TempoAndry Prasetyo
 

Pesantren Syiah di Sampang Madura Dibakar Massa

TEMPO.CO, Sampang - Kompleks Pesantren Islam Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, dibakar massa, Kamis, 29 Desember 2011.

Sekitar pukul 10.00 pagi tadi, ratusan massa dari berbagai desa di Kecamatan Omben dan Karang Penang menyerbu Pusat Islam Syiah di Madura. Sambil mengumandangkan takbir, massa dari Islam Sunni itu membakar musala, madrasah, asrama dan rumah pemimpin Syiah Sampang, Ustad Tajul Muluk.

Sejauh ini belum dilaporkan amuk massa itu menimbulkan korban jiwa. Dua kompi aparat Kepolisian Resor Sampang tidak bisa masuk ke lokasi karena jalan menuju Nangkernang diblokir massa yang melengkapi diri dengan berbagai senjata tajam. Aparat Komando Rayon Militer Omben dikabarkan sempat diserang massa karena mencoba masuk ke lokasi.

"Orang dari luar desa dan tidak dikenal warga diancam akan dihabisi," kata Muhammad Alim, warga Karang Gayam, kepada Tempo.

Kepala Bagioan Operasional Polres Sampang, Komisaris Zainuri, mengatakan karena kalah jumlah, polisi belum bisa masuk ke lokasi. Polisi masih menunggu bantuan dari Kepolisian Daerah Jawa Timur dan dan Kepolisian Resor Pamekasan, kabupaten di sebelah timur Sampang. "Situasi tidak memungkinkan kami ke lokasi," ungkapnya.

MUSTHOFA BISRI

   
indonesiaboat.com
Iran: Kapal Induk AS Jangan Kembali ke Teluk
Kapal induk AS.

Iran: Kapal Induk AS Jangan Kembali ke Teluk

Selasa, 03 Januari 2012 19:30 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Satu kapal induk Amerika Serikat yang digelar di Timur Tengah tidak boleh kembali ke pangkalannya di Teluk Persia, kata pernyataan komandan angkatan bersenjata Iran, Selasa.

"Kami menganjurkan dan menegaskan bahwa kapal perang ini jangan kembali ke bekas pangkalannya di Teluk Persia," kata Brigjen Ataollah Salehi kepada wartawan, yang dikutip laman internet angkatan bersenjata. "Kami tidak berniat untuk mengulangi peringatan kami, dan kami hanya memberikan peringatan satu kali," katanya .

Peringatan itu dikeluarkan hanya satu hari setelah angkatan laut Iran menyelesaikan latihan perang 10 hari di jalur masuk ke Teluk. Latihan itu dilakun dengan uji coba penembakan tiga rudal yang dirancang untuk menenggelamkan kapal-kapal selam.

Kapal induk itu yang dikemukakan Salehi itu adalah USS John C. Stennis, salah satu dari kapal-kapal perang terbesar angkatan laut AS. Kapal itu pekan lalu memasuki Selat Hormuz menuju arah timur Teluk Oman dan melintasi satu zona di mana angkatan laut Iran tengah melakukan latihan perang.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan perjalanan itu adalah "rutin". AS paling tidak menggelar perjalanan satu kapal induk di atau dekat Teluk pada setiap saat. Kapal itu dirotasi selama beberapa minggu atau bulan. AS mempertahankan pangkalan Armada Ke-V nya di negara Bahrain.

Tidak segera diketahui apakah kapal induk USS C. Stennis itu menurut rencana akan kembali ke Teluk itu atau akan digantikan oleh salah satu dari 11 kapal induk AS.

Kapal induk itu meninggalkan pangkalannya di negara bagian Washington barat akhir Juli tahun lalu untuk penempatan selama tujuh bulan, termasuk melakukan operasi-operasi di Teluk, kata laman-laman internet angkatan laut AS.

Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz jika pihaknya diserang atau jika negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap ekspor minyaknya. Sekitar 20 persen minyak dunia dikirim melalui selat itu.  AS memperingatkan tidak akan menoleransi penutupan selat yang strategis itu.

Ketegangan-ketegangan semakin meningkat setelah kepala staf angkatan bersenjata, Jendral Jassan Firouzabadi, mengumumkan bahwa Pengawal Revolusi Iran, yang divisi maritimnya menangani operasi-eperasi militer di selat tersebut dan Teluk Persia akan segera melakukan manuver-manuver di daerah itu.

Manuver-manuver itu adalah bagian dari program angkatan laut Iran dan Pengawal Revolusi yang diselenggarakan setiap tahun. "Tujuannya untuk meningkatkan kesiapan kemampuan angkatan laut Pegawal Revolusi," kata Firouzabadi yang dikutip kantor berita Fars.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Antara
   

Iran Ultimatum Kapal Induk AS Agar Angkat Kaki dari Timur Tengah

Selasa, 03 Januari 2012 19:45 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Satu kapal induk Amerika Serikat yang digelar di Timur Tengah harus "kembali" ke pangkalannya di Teluk Persia, kata pernyataan komandan angkatan bersenjata Iran, Selasa (2/1).

"Kami menganjurkan dan menegaskan bahwa kapal perang ini jangan kembali ke bekas pangkalannya di Teluk Persia," kata Brigjen Ataollah Salehi kepada wartawan, yang dikutip laman internet angkatan bersenjata.

"Kami tidak berniat untuk mengulangi peringatan kami, dan kami hanya memberikan peringatan satu kali," katanya lagi.

Peringatan itu dikeluarkan hanya satu hari setelah angkatan laut Iran menyelesaikan latihan perang 10 hari di jalur masuk ke Teluk dengan uji coba penembakan tiga rudal yang dirancang untuk menenggelamkan kapal-kapal selam.

Kapal induk itu yang dikemukakan Salehi itu adalah USS John C.Stennis, salah satu dari kapal-kapal perang terbesar angkatan laut AS. Kapal itu pekan lalu memasuki Selat Hormuz menuju arah timur Teluk Oman dan melalui satu zona di mana angkatan laut Iran sedang melakukan latihan perang. Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan perjalanan itu adalah "rutin".

AS paling tidak menggelar satu kapal induk di atau dekat Teluk pada setiap saat, rotasi selama bberapa minggu atau bulan. AS mempertahankan pangkalan Armada kelimanya di negara Bahrain.

Tidak segera diketahui apakah kapal induk USS C.Stennis itu menurut rencana akan kembali ke Teluk itu atau akan digantikan oleh salah satu dari 11 kapal induk AS.

Kapal induk itu meninggalkan pangkalannya di negara bagian Washingtin barat akhir Juli tahun lalu untuk penggelaran tujuh bulan yang termasuk operasi-operasi di Teluk,kata laman-laman internet angkatan laut AS.

Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz jika pihaknya diserang atau jika negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadao ekspor minyaknya. Sekitar 20 persen minyak dunia dikirim melalui selat itu. AS memperingatkan pihaknya tidak akan menoleransi penutupan selat yang strategis itu.

Ketegangan-ketegangan semakin meningkat setelah kepalastaf angkatanbersenjataJendral Jassan Firouzabadi mengumumkan bahwa Pengawal Revolusi Iran, yang divisi maritimnya menangani operasi-eperasi militer di selat itu dan Teluk Persia akan segera melakukan manuver-manuver mereka sendiri di daerah itu.

Manuver-manuver itu adalah bagian dari program angkatan laut Iran dan Pengawal Revoslui yang diselenggarakan setiap tahun untuk meningkatkan kesiapan kemampuan angkatan laut Pegawal Revolusi," kata Firouzabadi yang dikutip kantor berita Fars.
Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Antara/AFP
 
   
AP
'Tak Perlu Perang Besar, Israel akan Serang Iran Diam-diam dengan Tenang'
Ehud Barak

'Tak Perlu Perang Besar, Israel akan Serang Iran Diam-diam dengan Tenang'

Kamis, 01 Desember 2011 22:26 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menyerang Iran dalam waktu dekat ini. Namun, ia menegaskan bahwa semua opsi tetap terbuka untuk menghentikan Iran terkait fasilitas nuklirnya.

"Kami tidak punya niat pada saat ini mengambil tindakan, tetapi Negara Israel masih jauh dari lumpuh karena ketakutan," tegas Barak kepada Radio Israel, Kamis (1/12). "Ini harus dilakukan dengan tenang dan diam-diam - kita tidak perlu perang besar," sambungnya lagi.

Pernyataan Barak tersebut disampaikan sehari setelah Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Martin Dempsey mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengetahui apakah Israel akan memberitahu AS terlebih dahulu terkait rencananya menyerang Iran.

Petinggi Militer AS ini juga mengakui adanya perbedaan antara AS dan Israel terkait cara terbaik untuk menangani Iran dan program nuklirnya.

Dempsey mengatakan AS yakin bahwa sanksi dan tekanan diplomatik merupakan jalan yang benar untuk menghadapi Iran. Tetapi Dempsey tetap menambahkan, "Penyataan ini bukannya mengambil pilihan manapun dari meja," katanya menggunakan bahasa yang membuka kemungkinan aksi militer di masa depan.

"Saya tidak yakin Israel berbagi pemahaman dalam soal nuklir Iran. Dan karena mereka tidak sepemahaman dan bagi mereka ini ancaman nyata. Saya pikir cukup adil untuk mengatakan bahwa harapan kita sekarang berbeda," kata Dempsey dalam sebuah wawancara saat ia terbang ke Washington dari London, seperti dikutip Haaretz.

Saat ditanya apakah perbedaan antara Israel dan AS yang dimaksud adalah sanksi kepada Iran, atau sekadar perbedaan perspektif tentang tindakan di masa depan, Dempsey mengatakan, "Semua hal di atas," ujarnya tanpa merinci. Dempsey juga tidak mengungkapkan apakah dia percaya Israel sudah bersiap untuk menyerang Iran.
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Reuters
 

 

Minggu, 01 Januari 2012

Era Reformasi yang dielu-elukan oleh sebagian besar orang Islam yang tidak tahu sejarah sebagai titik awal kebangkitan Islam ternyata juga sama saja. Menurut beliau, kristenisasi yang sekarang terjadi seperti di Malang, Magelang, Klaten, Bogor, Bekasi dan lain-lain adalah kristenisasi kelas kecil. Kristenisasi terbesar yang ada di negara kita ini adalah di Pemerintahan. .....>>> Makanya Umat Islam harus Waspada dan Kuatkan Silaturahim serta Persaudaraan Muslim dan Solidaritas Umat Islam..>> Jangan mau di adu domba sesama Umat Islam.. serta Waspada dalam memilih Pemimpin...>> Pilihlah Pemimpin Indinesia yang Alim dan Jujur serta. benar2 Istiqomah..serta ketakwaannya kepada Allah SWT ...>> Untuk mempersatujkan Umat Islam.. jangan mau dibayar2 atau diberi dana2 dari luar Umat Islam..>> Awas.. mereka para munafikin itu lebih berbahaya dari pada para kafirin karena mereka itu cinta Dunia.. dan jahat kepada Kebenaran Islam..>> lihatlah Surat Al Munafiqun...[al Qurán] >>> Banyak contoh didalam dan diluar negeri.. bahkan Sejarah banyak memberi pelajaran secara nyata..>> Bersatulah Umat Islam dan kuatkan persaudaraan Muslim..>> Semua Sunny-Syiah-NU-Muhammadiyah-Persis-PSII-PBB-PKS-MUI-FPI-FUI-HMI-PMII-PII-GPII-GPK-Muslimat-Aisyiah-dan semua komponen Islam dan Muslimin bersatulah dalam suatu Syura Muslimin Indonesia yangutuh.. untuk membangun NKRI yang utuh dan tegaknya Syariah Islam yang benar-jujur-komprehensif-utuh dan menyeluruh secara kaffah.. demi tegaknya Kebenaran Allah dan Rasulullah SAW.. serta Kejayaan Bangsa dan Negara RI serta kesejahrteraan-Keadilan-dan martabat Bangsa Indinesia yang mulia dengan akhlakul karimah..>> Aamin..>> Jauhkan dari perilaku tipu2 dan dusta... serta perbuatan gharar-maisir-riba-molimo...dll yang merendahkan martabat bangsa dan melemahkan kekuatan bangsa,, >> Hayyoo kuatkan persatuan Umat Islam dan NKRI secara benar2 utuh dan lurus.. >> Insya Allah Umat Islam dan bangsa Indonesia menjadi bangsa dan Umat Mulia-adil-makmur-aman sentausa.. Aamiin...>>

Ahad, 01 Jan 2012

Kristenisasi Terbesar Ada di Pemerintahan

SOLO (voa-islam.com) - Maraknya aksi kristenisasi atau pemurtadan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini -meskipun sejak dulu sudah ada- ternyata mengetuk kepedulian kaum muda khususnya aktivis kampus, untuk ikut andil dalam mencari solusi problematika umat yang tak bisa diselesaikan oleh pemerintah, baik daerah maupun pusat.

Ahad (1/12), aktivis kampus dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam Jama’ah Masjid Fadhlurrahman (JMF) UMS mengadakan seminar nasional kristologi bertajuk “Konspirasi Kristen Terhadap Muslim Indonesia dan Upaya Antisipasinya”. Acara sendiri dilangsungkan di gedung pasca sarjana lantai 5 Fakultas Psikologi UMS dari pukul 09.00 WIB - 12.30 WIB.

Acara yang didukung oleh Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsi Surakarta, Baitul Maal DINAR Peduli Solo dan Percetakan IVORIE ini menghadirkan pemateri Ust. Abu Al ‘Izz, Lc. (Ketua FAPB) dan Ust. Sholekhan M.C, Lc. (Ketua DDII Jawa Tengah). Peserta yang hadir sendiri, kebanyakan terdiri dari akademisi dan aktivis kampus yang berasal dari universitas se-Solo raya.

Dalam pemaparannya dengan judul “Sejarah dan Perkembangan Missionaris”, Ust. Sholekhan memaparkan kepada kalangan kaum muda dari aktivis kampus, bahwa kristenisasi dan adanya missionaris sudah ada sejak dulu sebelum Indonesia merdeka dan lebih parah lagi setelah Indonesia merdeka. Jadi merdeka dan tidaknya Indonesia itu sama saja, yakni tetap diatur oleh kepentingan asing (waktu itu Komunis) yang digerakkan oleh Soekarno lewat NASAKOM-nya. Jadi, meski umat islam yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia yang merasakan itu adalah orang-orang missionaris.

Setelah era Soekarno, muncullah era Orde Baru yang dikuasai oleh Soeharto. Tak jauh beda dari pendahulunya, Soeharto malah lebih parah lagi dengan memaksakan kehendaknya agar rakyat menggunakan konsep PANCASILA-nya.

“Kalau tadi Ustadz dari Bekasi itu (Ust. Abu Al ’Izz, red) mengatakan bahwa sekarang ini agamanya orang Kristen itu adalah agama Paulus, kalau orang Indonesia waktu zaman Orba pakai agamanya Soeharto, jadi rakyat waktu itu nasibnya tak jauh beda dengan nasib orang Kristen,” ujarnya.

Era Reformasi yang dielu-elukan oleh sebagian besar orang Islam yang tidak tahu sejarah sebagai titik awal kebangkitan Islam ternyata juga sama saja. Menurut beliau, kristenisasi yang sekarang terjadi seperti di Malang, Magelang, Klaten, Bogor, Bekasi dan lain-lain adalah kristenisasi kelas kecil. Kristenisasi terbesar yang ada di negara kita ini adalah di Pemerintahan.

“Sekarang kalau kita mencermati Undang-Undang tentang pendidikan pasal 9, di situ jelas sekali disebutkan bahwa rakyat harus mendapatkan pendidikan agamanya sesuai dengan agama yang dipeluknya. Tapi coba kita lihat sekarang, contoh di Klaten saja, 60 % anak-anaknya sebagaimana data yang saya dapat itu sekolah di sekolah Kristen.
Jadi, mereka (sekolah-sekolah Kristen) tidak mau memberikan pelajaran agama Islam kepada anak yang beragama Islam. Apa yang mereka lakukan bukan tidak ada dalilnya, mereka melakukan itu  karena mengikuti pasal 7 tentang Pendidikan. Dan ini parahnya adalah hal tersebut berlangsung puluhan tahun tanpa ada dari pihak Pemerintah untuk mencegahnya. Kalau ini bukan Kristenisasi terbesar yang dilegalkan, lalu namanya apa?”  jelasnya.
Maka pelajaran yang bisa dipetik dari seminar tersebut di antaranya kita wajib waspada dengan segala tipu daya dari orang-orang Kristen sekitar kita, jangan sampai lengah pengawasan kita kepada mereka. Sebab mereka juga mengawasi kita dan berupaya bagaimana cara meng-Kristenkan umat lain selain mereka sebagaimana yang ada di dalam injil Matius 28 : 19-20. Lebih spesifik lagi, jangan sampai kita sekolahkan anak-anak kita kesekolah Kristen, meskipun masuk kesekolah tersebut GRATIS. (Bekti Sejati/KRU FAI)
  
Kapitalisme di Ujung Krisis Eropa

Senin, 02/01/2012 09:44 WIB | Arsip | Cetak
Yang mungkin kita saksikan saat ini tidak hanya akhir Perang Dingin, atau berlalunya sebuah periode tertentu dalam sejarah pascaperang, tetapi akhir sejarah secara harfiah. Yakni, titik ujung evolusi ideologi umat manusia serta universalisasi demokrasi liberal Barat sebagai bentuk akhir, tulis Francis Fukuyama (1992) di dalam bukunya The of History and The Last Man. Petikan kalimat tersebut, menggambarkan keyakinan Fukuyama dalam menalar-prediksi masa depan peradaban manusia, yang menurutnya akan berakhir pada hegemoni kapitalisme dibawah settign praksis liberalisasi.
Namun apa yang terjadi dua dekade setelah tamsil itu dipublikasikan oleh Fukuyama? Kapitalisme yang digadang-gadang oleh pengamat ekonomi-politik dari Johns Hopkins University tersebut akan tampil sebagai pemenang, nyatanya kini sedang kritis.
Pandangan Fukuyama bahkan diklarifikasi oleh keyakinan sejumlah pakar bahwa dekade pertama abad 21, telah menjadi titik deklinasi bagi peradaban Barat –utamanya dalam hegemoni ekonomi dan politik-. Salah satu yang membantah tesis Fukuyama adalah Prof. Kishore Mahbubani, penulis buku The New Asian Hemisphere: The Irresistable Shif of Global Power to The East (2008).
Bagi Mahbubani, gejala titik nadir peradaban Barat tersebut ditandai dengan dua poin momentum utama. Pertama, dunia akan melihat akhir dari era dominasi dan hegemoni Barat dalam sejarah, gerbangnya adalah krisis ekonomi yang bermula sejak tahun 2008 lalu dan berefek domino hingga kini. Krisis tersebut erlahan tapi pasti, diyakini menghantar kapitalisme -yang menjadi patro ekonomi Barat- ke peristirahatan terakhirnya.
Kedua, momentum krisis tersebut menstimulus kembalinya kejayaan Asia, yang ditandai dengan akselerasi eknomi dan politik di beberapa negara seperti China, Indonesia dan India serta Timur Tengah yang kini berlomba menggenjot pembangunan insfrastruktur monumental. Hal ini mengingatkan kita pada imperium besar yang pernah berjaya dari berbagai dinasti di China, India dan Timur Tengah, termasuk kedigdayaan Indonesia (saat itu masih berbentuk kerajaan) sejak Sebelum Masehi hingga abad ke 19 Masehi
Era Asia
Masa transmisi yang menggerakkan pendulum ekonomi dari Barat ke Asia, disertai oleh transformasi politik yang ditandai dengan langkah demokratisasi beberapa negara penting, bisa dikatakan sebagai gerbang emas era Asia. Era Asia tidak lahir secara instant, tetapi telah didesain sedemikian rupa oleh pemimpin beberapa negara besar dan berpengaruh di kawasan Asia seperti Deng Xiaoping, Wen Jiabao, Zhu Rongji, dan Lee Kuan Yew.
Asia Tenggara yang menghimpun 11 negara di dalamnya termasuk 10 anggota ASEAN, merupakan salah satu kawasa strategis. Krisis keuangan global pada tahun 2008 lalu telah membuktikan jika ASEAN tidak begitu terimplikasi krisis yang bermula dari kredit macet perumahan (subprime mortgage) di AS tersebut. Beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand memang sempat terdampak krisis, namun pada 2010 negara-negara tersebut bisa pulih dan sepenuhnya kemudi ekonomi bisa dikendalikan lagi.
Resistensi ini sekaligus membuat dunia berdecak kagum pada Asia –khususnya ASEAN- karena hingga kini, multiple efect dari krisis tersebut justru bergeser ke zona Euro dan membuat beberapa negara seperti Yunani dan Italia terguncang hebat bahkan terancam default karena tumpukan utang.
Selain faktor vitalitas, daya tarik ekonomi lain yang dimiliki oleh ASEAN adalah potensi pasar dari besaran penduduknya yang mencapai 600 juta jiwa. Pun dengan Produk Domestik Bruto (PDB)-nya yang mencapai USD1,5 triliun pada tahun 2010, investasi asing sebesar USD75,8 miliar pada tahun 2010 dengan pertumbuhan menyentuh angka 131,8 persen. Ini menandakan wilayah ASEAN merupakan salah satu tujuan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di samping China dan India.
Kepentingan Amerika
Seksinya anatomi ekonomi ASEAN juga bisa dilihat dari instrumen pertumbuhan perdagangan intra-ASEAN sebesar 31,2 persen per tahun dan nilai transaksi perdagangan intra-ASEAN pada 2010 sebesar USD519,7 miliar. Nilai transaksi itu melonjak amat signifikan dibanding 2009, di mana pada tahun tersebut nilainya baru USD76,2 miliar (Bloomberg, 2011). Keadaan seperti itulah yang menjadikan ASEAN berada dalam pusaran kepentingan negara-negara raksasa ekonomi, khususnya AS dan China.
Dengan demikian, dapat difahami bahwa kedatangan Presiden AS Barack Husein Obama dan Perdana Menteri China Hu Jintao pada pelaksanaan KTT ke 19 ASEAN di Bali beberapa waktu lalu merupakan bagian dari manuver ekonomi dan politik dua negara raksasa tersebut, yang tentu saja dimaksudkan hendak berebut pengaruh di ASEAN.
Seperti prediksi Standard Chartered Plc bahwa dengan trend pertumbuhan ekonomi yang tinggi hingga menembus angka 10%, China akan menyalip AS sebagai kekuatan utama ekonomi global pada tahun 2030. Sebagai upaya meng-counter cengkraman Cina yang semakin menguat di kawasan Asia, termasuk pengaruh ekonomi dan politik Cina di ASEAN, maka AS harus memastikan posisi dan perannya di ASEAN. Ini alasan pertama, mengapa AS sangat agresif mencari posisi di ASEAN.
Kedua, krisis berkepanjangan di Eropa menyebabkan daya beli masyarakat melemah, AS kehilangan pasar. Maka tidak ada cara lain bagi AS kecuali secara ketat menjaga dan memperluas pasar di luar zona Euro. ASEAN adalah kawasan yang relatif stabil dan aman dari terjangan krisis karena konsumsi domestik di kawasan ini cukup tinggi.
Ketiga, negara-negara ASEAN kaya akan sumber daya alam. Berbagai bahan baku industri seperti hasil pertambangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan sangat melimpah di kawasan ini. Agresifnya China menjalin kemitraan strategis dengan ASEAN, memungkinkan AS kehilangan sumber pasokan bahan baku jika tidak segera mengimbangi pergerakan China. Target perdagangan yang ditetapkan oleh Beijing hingga USD500 miliar pada taun 2015, merupakan salah satu bukti agresifitas China (Sindo, 16/11/2011)
Keempat, berakhirnya pergolakan politik di beberapa negara ASEAN seperti di Thailand, Filipina dan Myanmar menghantar ASEAN sebagai salah satu kawasan yang memiliki masa depan demokrasi yang cerah. Stabilitas politik menjadikan iklim investasi lebih baik sehingga bisa memacu pertumbuhan ekonomi.
Kelima, untuk kepentingan Pilpres 2012. Dengan mampu meyakinkan ASEAN pada sejumlah tawaran yang menguntungkan bagi AS, maka popularitas Obama yang akan maju pada Pilpres AS tahun 2012 bisa terungkit kembali oleh karena Obama dilihat mampu mengambil langkah strategis untuk mencegah dampak lebih buruk dari krisis yang melanda AS saat ini.

The Next King
Kita telah melihat bagaimana Asia terus tumbuh di tengah tekanan yang mendera dan membuat AS dan Eropa terseok. Walaupun telah mengambil berbagai langkah, para pengamat masih melihat jika krisis yang melanda AS saat ini butuh waktu paling cepat 20 tahun untuk proses pemulihan. Maka Asia merupakan satu-satunya kawasan yang diharapkan mampu menyelamatkan ekonomi global.
Di Asia, China, India dan Indonesia merupakan tiga negara yang satu dekade terakhir menunjukkan kemajuan ekonomi yang pesat dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Ini bisa kita lihat dari data terakhir pada kuartal ke III tahun 2011 ini. Ddisaat banyak negara Eropa tumbuh negatif, China tumbuh rata-rata 8,9 persen, India 8 persen, dan Indonesia 6,5 persen.
Namun ada gejala yang mengkhawatirkan beberapa waktu terakhir terakit dengan trend negatif pertumbuhan ekonomi China. Statistik terbaru ini memperlihatkan dampak kelesuan ekonomi global mulai mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Cina yang amat mengandalkan ekspor. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi negeri tirai bambu tersebut melampaui 10 persen, namun akibat dari krisis global ekonomi China melambat hingga 8,9-8,5 persen (2011). Secara drastis, eskpor China ke AS dan zona Euro turun hingga 8,6 persen dalam waktu tiga bulan, Agustus-Oktober 2011(bbc.co.uk/10/11/2011).
Meminjam analisis Nouriel Roubini, Guru Besar Stern School of Business New York University yang juga mantan ekonom di IMF, ada beberapa sebab mengapa ekonomi China mengalami perlambatan dan rentan memengaruhi ekonomi global. Pertama, dari struktur PDB-nya, konsumsi domestik China tergolong sangat rendah yaitu sekitar 30% karena orientasi perdagangan pada ekspansi pasar ke Eropa, Amerika dan Asia. Oleh karenanya, ekonomi China terimbas resesi yang telah melemahkan daya beli masyarakat Eropa dan AS karena besarnya volume ekspor China ke kawasan tersebut.
  1. Kedua, dalam beberapa dekade terakhir China terlalu jor-joran menggenjot pembangunan fisik termasuk di sektor properti sehingga terjadi surplus yang tidak bisa terserap optimal oleh pasar domestik.
  2. Ketiga, ternyata negara pemilik ekonomi terbesar kedua dunia itu punya utang nyaris 80 persen dari PDB sehingga membebani anggaran negara, sebagaimana diuangkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi dan Direktur Utama BNI Securities Jimmy Nyo, walau data resmi pemerintah China menyatakan utang mereka hanya 18 persen dari PDB. (Jurnas, 22/11/2011)
  3. Maka sebagai negara yang memiliki hubungan dagang yang kuat dengan China, Indonesia dan ASEAN secara umum patut waspada. Ekonomi China yang melambat dipastikan berimbas pada mitra dagang, khususnya memengaruhi ekspor ke negera komunis tersebut. Krisis AS dan Eropa, ancaman bagi perlambatan ekonomi China dan problem kependudukan (SDM) dan SDA yang menyebabkan ekonomi Jepang sebagai pemain utama ekonomi di Asia juga melambat, maka dari ASEAN, Indonesia bisa muncul sebagai leading dengan tiga syarat.
  4. Pertama, optimalisasi pasar domestik yang sangat besar (sekitar 237 juta penduduk domestik). Kedua, peningkatakn kualitas SDM sehingga bisa menghasilkan produk dengan standar kualitas yang menjangkau kebutuhan pasar, termasuk pasar ASEAN yang besarnya hingga 600 juta jiwa.
  5. Ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dengan menggerakkan sektor ril. Berkaca pada krisis 1997/1998 dan 2008, pemerintah harus sadar bahwa sktor ril lah yang menjadi sabuk pengaman ekonomi nasional.
  6. Peran strategis sektor ril juga nampak dari data BPS tahun 2009 yang menunjukkan jika sektor ril memberikan kontribusi sebesar 53 persen produk domestik bruto Indonesia. Terdapat 51,26 juta unit UMKM, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha yang menyerap tenaga kerja sekitar 90 juta jiwa atau 97,04 persen dari total tenaga kerja Indonesia.
  7. Sebagai bank sentral, peran Bank Indonesia sangat diperlukan untuk menstimulus akselerasi pertumbuhan sektor ril yang ditopang oleh keberfihakan regulasi. Dengan demikian, harapan bahwa Indonesia menjadi The Next King of Asian Economics dan bahkan perekonomian global, akan segera terwujud.
  8. Tak syak lagi, krisis Eropa yang menjadi obituari makam kapitalisme, dengan penanda transmisi gerakan pendulum ekonomi dari Barat ke Asia yang bertemu dengan momentum transisi demokrasi menuju konsolidasi yang semakin membaik, membuat peluang Indonesia semakin terbuka lebar. Keruntuhan kapitalisme, menjadi jalan bagi Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, untuk muncul sebagai kekuatan penyeimbang.
  9. Bolehlah kita melihat etape transformasi gerakan dakwah di Timur Tengah seperti di Turki, Tunisia, Mesir, Maroko, dan Palestina yang perlahan melakukan take over kendali atas negara mereka. Gerakan dakwah di negara-negara muslim tersebut, melangkah jauh untuk menjawab kebutuhan rakyat. Mmpraksiskan Islam yang selama ini terbatas hanya pada mimbar dan media massa serta sedikit gerakan sosial, menjadi artikulasi dakwah lewat dengan dukungan infrastruktur dan suprastruktur negara. Sejarah akan menjawab kapasitas mereka.
Nah, pertanyannya, sejauh mana kesiapan kaum muslimin di negeri ini menyambut era Asia yang otomatis melibatkan Indonesia sebagai salah satu aktor penting? Perangkat-perangakat dakwah, dan seluruh elemen umat Islam harus bisa menjawab dengan menyiapkan diri sejak saat ini. Mulai dari penguasaan di sektor ekonomi, hingga kendali atas hukum atapun politik. agar kita tidak menjadi generasi gagap dengan tantangan realitas dan terjebak dalam wacana-wacana normatif. Mari berbuat!


Jusman Dalle, Penulis adalah Direktur Ekonomi Politik TRANS Institute Indonesia, Analis Ekonomi Politik Society Research and Humanity Development (SERUM) Institute, dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi Bakorda Sulsel
Untuk sharing dan silaturrahim, contac di
i) Hp : 085299430323,
ii) BB-Pin : 32E55EEC,
iii) Twitter : @Jusmandalle


Terbukti, GKI Yasmin Memang Provokator

syaiful falah | Minggu, 01 Januari 2012 | 09:56:16 WIB | Hits: 309 | 5 Komentar
 
Share |
BOGOR (SI ONLINE) - 
Minggu pagi ini (1/1/2012) lagi-lagi GKI Yasmin provokasi warga, jika sebelumnya mereka hanya datang sebentar untuk menciptakan opini sebelum beribadah di tempat lain, kali ini mereka lebih provokatif dengan membuat sticker bertuliskan "Kami butuh Islam yang ramah, bukan yang marah". Sticker tersebut di tempel di salah satu kendaraan milik pihak GKI Yasmin dan di parkir disekitar kerumunan warga.

Melihat sticker itu kontan saja warga tidak terima, kepada Suara Islam Online, Ustadz Abdul Halim selaku warga setempat mengatakan "Inilah buktinya, ini artinya mereka bukan mau ibadah tapi mau provokasi umat Islam saja, oleh karena itu aparat harus tanggap menyelesaikan para pelanggar hukum itu, dan jangan sampai ke depan mereka muncul terus kesini untuk provokasi umat muslim"

Dengan adanya kasus ini, pemerintah kota Bogor sebenarnya sudah menyediakan solusi tempat di gedung Harmoni untuk GKI Yasmin beribadah, tempat ber AC di gedung megah itu ternyata di tolak GKI Yasmin dan malah ngotot mau ibadah di trotoar jalan. Padahal melalui instruksi Gubernur Jawa Barat dan Perda Kota Bogor sudah ada aturan larangan beribadah di trotoar jalan tanpa ijin.

Kasus ini memang sudah lama sejak tahun 2006, GKI Yasmin terbukti dinyatakan bersalah dan sudah dicabut IMB nya karena menipu dan memalsukan tandatangan warga untuk pengurusan IMB. Tidak hanya itu, syarat lain seperti rekomendasi FKUB, Jemaat yang harus berjumlah 90 orang, persetujuan warga setempat itu juga tidak dimiliki oleh GKI Yasmin. Namun sampai saat ini warga terus bersabar mengawal kasus ini di ranah hukum.
"Sebenarnya kalau mau dari dulu bisa saja kita mengusir mereka tapi itu akan mengotori tangan kita saja, biarkan aparat yang berwenang untuk menyelesaikannya" ujar Ustadz Abdul Halim menambahkan.
Bona Sigalingging selaku Jubir GKI saat diwawancarai sebelumnya mengatakan, bahwa mereka dilarang ibadah karena walikota didekati oleh kelompok-kelompok intoleran. Mengenai hal itu, Ustadz Ahmad Iman warga setempat yang juga ketua Forkami menanggapi “Inilah yang selama ini mereka ciptakan, dibuat opini seolah-olah mereka dilarang ibadah, umat islam tidak toleran, umat islam anarkis dsb, padahal faktanya selama 5 tahun ini kita masyarakat muslim disini terbukti tidak anarkis, merekalah yang anarkis dengan melawan hukum. Bahkan mereka pernah memukul kepala satpol PP Bambang Budianto, itulah bukti mereka anarkis. Kalo mau ibadah, ibadahlah ditempat semestinya. Mereka sudah punya gereja di Jl. Pengadilan yang letaknya tidak jauh dari sini, dan pemkotpun sudah memberikan solusi tempat lain jika memang mereka mau ibadah, tapi mereka terus ngotot ingin provokasi kami setiap minggu disini” 

Kepada pihak GKI Yasmin, Ustadz Ahmad Iman mempertanyakan “Jika memang mereka mau ibadah, jika memang mereka mau melakukan kebaikan, kenapa harus di awali dengan ketidakjujuran ???”

Rep: Syaiful
[Note: Memang Umat Kresten itu selalu memnagjurkan Kedamaian dan Bahwa Trinitas itu adalah Kedamaian... Tetapi fakta Sejarah adalah sebaliknya: Di Timur Tengah sampai sekarang para Tokoh2 Negara dan Politik Kresten itu Penjajah dan jelas2 memfitnah Umat Islam dengan sebutan Teror- dan bahkan melakukan  pembunuhan bangsanya sendiri dengan Tipuan Case 911 WTC 2001.. dimana fitnahnya ditargetkan kepada Umat Islam...>> Mereka menyerang Afghanistan dan Iraq.. karena Negara2 itu adalah tempat para pemimpin yang menentang AS dan sekutu2nya yang senantiasa berdusta.. dan jahat terhadap Umat Islam..
Kata2 Damai.. dalam bahasa agama Kresten itu banyak dusta pada faktanya.. Lihatlah betapa banyaknya tipu muslihat para Kresten itu terhadap Umat Islam..
Di Ambon apa lagi.. mana peduli Umat Kresten yang konon mengajak Damai.. itu.. tetapi mereka itulah Pembunuh dan pembuat teror dan pembakaran tumah2 Umat Islam..disana..
Makanya Umat Islam harus bersatu.. dan jangan mau diadu domba.. atau dibayar-bayar- untuk tujuan memeilih Pemimpin yang kesetiaaan dan keimananannya kepada Islam itu hanya setengah-setengah...
Awaslah.. mereka selalu menggunakan dana2 asing yang banyak.. maklum mereka tukang rampas dan penjajah.. 
dan bahkan membunuh itu adalah biasa2 saja.. contoh apa yg terjadi di Vietnam-Kamboja-Indocina-Iraq-Afghanistan-Libya-Genosida di Eropa-Jerman-Bosnia dll...]
Hati2lah Umat Islam terhadap provokasi mereka..  Juga para Munafikin yang menjual ayat2 Allah demi pangkat dan kedudukan belaka...
Mereka selalu mencari celah2 perpecahan Umat Islam.. bahkan aparat Negara itu juga sering diperalat dengan dalih hukum-UU-Kebebasan-Demokrasi Barbar.HAM ..dll
Kalau memang Demokrasi secara jujur.. yah tegakan Syariah Islam dengan Kaffah-benar-komrehensif-dan lurus kepada Allah SWT dengan al Qurán sebagai dasarnya... 
Tetapi mana mau mereka bahkan memprovokasi.. aparat dan politikus2 bayaran.. yang konon memang mereka itu oportunis..
Waspadalah Umat Islam.. kuatkan persatuan..dan kesatuan.. serta tetap berdoa agar dalam segala perbuatan lurus kepada Allah SWT dan mendapatkan rahmat hidayah inayah maunah dan ma'rifahNya.. aamiin....]


Tahun Baru Hijriyah dan Maulid Nabi Dijadikan Syiar Islam........>>> dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Ternyata luar biasa, tak hanya mualaf, keluarganya pun turut menjadikan perayaan itu untuk lebih mengenal Islam,..>> Dzikir Nasional, Cara Alternatif Hindari Perayaan Tahun Baru..??? >> Beberapa tokoh dan pejabat seperti mantan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni, Menteri Agama menjabat Suryadharma Ali, ustadz Arifin Ilham, mantan ketua MPR Hidayat Nur Wahid, ustadz Yusuf Mansur, dan Ketua PBNU Said Aqil Siradj dijadwalkan menghadiri dzikir nasional ini...>> Fakta 17 Agustus 1945 Yang Tidak Diajarkan di Sekolah..>>

Momen Tahun Baru Hijriyah dan Maulid Nabi Dijadikan Syiar Islam Mualaf Tionghoa

Momen Tahun Baru dan Maulid Nabi Dijadikan Syiar Islam Mualaf Tionghoa
Ketua Persatuan Iman Tauhid Indonesia (PITI), DKI Jakarta, Syarif Tanudjaja menuturkan tahun depan pihaknya akan lebih optimal lagi dalam mengeliatkan syiar Islam di kalangan mualaf. Caranya, memanfaatkan momentum perayaan hari besar Islam sebagai strategi untuk lebih mendekatkan atau mengenalkan mualaf kepada ajaran Islam.

“Kami telah mencoba itu, dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Ternyata luar biasa, tak hanya mualaf, keluarganya pun turut menjadikan perayaan itu untuk lebih mengenal Islam,” kata dia saat berbincang dengan media, Rabu (28/12).

Yang menarik lagi, ungkap dia, perayaan itu juga merekatkan kembali tali persaudaraan yang sempat terputus dalam sebuah keluarga lantaran salah satu anggota keluarga memeluk Islam. “Saya pikir ini merupakan kemajuan yang baik bagi mualaf dan umat Islam pada umumnya,” tutur dia.
Karena itu, lanjut Syarif, ke depan, PITI, tanpa mengesampingkan hari lain, akan mengoptimalkan perayaan hari besar Islam sebagai wadah untuk memperkuat syiar Islam. Harapannya, perayaan yang dilakukan mengena tidak hanya kepada umat Islam, mualaf khususnya, tapi juga keluarga atau saudara-saudara yang non-Muslim. “Ini merupakan strategi bernilai strategis,” pungkas dia.

Tidak Hanya Kalangan Bawah
Stereotip yang mengatakan sebagian mualaf berasal dari kalangan tidak mampu dapat dihilangkan apabila umat Islam benar-benar memberikan perhatian lebih. Selama ini, perhatian itu dirasakan belum optimal.

Ketua Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) DKI Jakarta, Syarif Tanudjaja, mengatakan stereotip itu dapat dihilangkan dengan dua hal. 

Pertama, membantu mereka secara material dengan harapan akan memberikan modal awal guna membimbing mualaf untuk mandiri.

“Seperti kita ketahui, kondisi ini tidak terlepas dari kondisi di mana mereka yang mualaf dijauhi keluarga. Secara otomatis, mereka kehilangan pegangan secara ekonomi,” kata dia, Rabu (28/12).
Modal awal itu, papar dia, bisa berupa optimalisasi ekonomis umat seperti pengembangan masjid sebagai sumber kemakmuran umat, melalui hal itu dapat berkembang produk dan jasa halal.

Kedua, kata Syarif, umat Islam perlu memberikan suntikan spiritual berupa pengetahuan dasar dan mendalam tentang Islam. Tanpa pegangan spiritual, mualaf masih rentan untuk meninggalkan keyakinan barunya. 

Sebabnya, bimbingan, dan arahan saudara-saudara Muslim lain menjadi sangat penting. “Kekuatan iman dan takwa merupakan modal yang tak kalah penting. Apalagi, secara psikologis kondisi mental mualaf belumlah stabil,” kata dia.

Maka dari itu, ungkap Syarif, umat Islam perlu menyisihkan perhatiannya kepada para mualaf. Sejarah mencatat, umat Islam menjadi besar lantaran dibangun oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW yang merupakan mualaf. “Insya Allah, sekecil apa pun perhatian yang diberikan akan memberikan dampak positif kepada mereka,” pungkas dia.
republika | fimadani

Dzikir Nasional, Cara Alternatif Hindari Perayaan Tahun Baru

Dzikir Nasional, Cara Alternatif Hindari Perayaan Tahun Baru
Malam pergantian tahun tidak melulu harus dilalui dengan pesta ria.  Mesjid Agung At-Tin. Mesjid  Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (31/12/2011) menggelar Dzikir Nasional.

Beberapa tokoh dan pejabat seperti mantan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni, Menteri Agama menjabat Suryadharma Ali, ustadz Arifin Ilham, mantan ketua MPR Hidayat Nur Wahid, ustadz Yusuf Mansur, dan Ketua PBNU Said Aqil Siradj  dijadwalkan menghadiri dzikir nasional ini.

Dzikir yang akan di mulai pada pukul 19.00 sampai 24.00 WIB ini diperkirakan akan didatangi oleh puluhan ribu umat muslim di Jakarta.

Selain menghadirkan para tokoh ulama, Dzikir Nasional ini akan dimeriahkan juga dengan sinergi kearifan kebudayaan nasional. Diantaranya mengadakan acara parade perkusi dan parade 100 bedug yang akan menampilkan Al-Taraju. Untuk acara parade 100 bedug ini nantinya memainkan alat musik kolosal dari Papua hingga Aceh.
tribunnews | fimadani

Fakta 17 Agustus 1945 Yang Tidak Diajarkan di Sekolah

20 October 2011 11:27 am | Fakta Unik - Dibaca 1,235 kali

Fakta 17 Agustus 1945 Yang Tidak Diajarkan di Sekolah
Tujuh belas Agustus merupakan hari besar kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut, merupakan hari paling bersejarah negeri ini karena di hari itulah merupakan awal dari kebangkitan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan sekaligus penanda awalnya revolusi. Namun, ada beberapa hal menarik seputar hari kemerdekaan negeri kita tercinta ini yang sayang jika belum Anda ketahui.

1. Soekarno Sakit Saat Proklamirkan Kemerdekaan
Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (2 jam sblm pembacaan teks Proklamasi), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah2 bulan puasa Ramadhan.
‘Pating greges’, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.
Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. ‘Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!’, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya; masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…
2. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Dibuat Sangat Sederhana
Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari 300 tahun!

3. Bendera dari Seprai
Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!

4. Akbar Tanjung Jadi Menteri Pertama “Orang Indonesia Asli”
Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar ‘orang Indonesia asli’. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. ‘Orang Indonesia asli’ pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan (1988-1993)

5. Kalimantan Dipimpin 3 Kepala Negara
Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).

6. Setting Revolusi di Indonesia Diangkat Ke Film
Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, ‘Tahun Vivere Perilocoso’ (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film – dalam bahasa Inggris; ‘The Year of Living Dangerously’. Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan Australia yg ditugaskan di Indonesia pada 1960-an, pada detik2 menjelang peristiwa berdarah th 1965. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing!

7. Naskah Asli Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah
Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

8. Soekarno Memandikan Penumpang Pesawat dengan Air Seni
Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang.

9. Negatif Film Foto Kemerdekaan Disimpan Di Bawah Pohon
Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar. Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?

10. Bung Hatta Berbohong Demi Proklamasi
Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor dengan nama ‘Abdullah, co-pilot’. Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi.
Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Dandhi mengetahui perjuangan Hatta. Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa ‘Abdullah’ itu adalah Mohammad hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya.’You are a liar!’ ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru.


MUI Pusat bantah Syiah sesat.......>>> Sesungguhnya Syiah itu bagian dari ahlusunnah.. dengan lebih menokohkan Ali Bin Abi Thalib RA dan Fathimah RA dan keturunannya, Sedangkan penamaan Sunny.. adalah yang lebih menokohkan Abu Bakar RA... dengan teman2nya.. >> Pada hakekatnay semuanya baik2 saja.. hanya belakangan setelah kekuasaan diambil alih dengan "siasat licin" oleh kelompok Muawiyah bin Abu Sufyan yang konon masih kerabat Rasulullah SAW dari paman2nya yang konon dahulunya sangatlah memusuhi bani Hasyim.. bahkan enggan memeluk Islam..dan selalu menjadi tokoh penentang Rasulullah SAW... >> Tetapi setelah futuh Makkah maka banyaklah para penentang Islam itu menjadi muslim.. namun jiwa kebencian tehadap Bani Hasyim mungkin masih saja ada.. sehingga keturunan Muawiyah itu sangatlah kejam kepada keturunan Bani Hasyim.. sehingga secara kekuasaan politis-militer.. terus menerus dipropagandakan.. dengan berbagai dalih .. Bahkan setelah diketahui oleh pihak2 lain..tentang kondisi kebencian golongan Muawiyah.. yang konon mengaku Sunny... sangat membenci kelompok Bani Hasyim.. khususnya Syiah... yakni khususnya oleh Inggris.. yang menjajah Timur Tengah dizaman kehancuran Kesultanan Turki.. maka ahli2 Islamologi Inggris memasuki ajaran2 Islam melalui penguasa2 boneka..yang kemudian sangat berkuasa.. dan banyak diselewengkan untuk memecah belah Umat Islam.. agar kelanggengan penjajahan dan supaya musush Inggris yang ingin Kehalifahan Islam tidak kembali...>> Maka dari itu.. timbullah masukan berbagai ajaran dan faham.. di Arab dan Mesir selain ajaran2 sekuler juga adanya ajaran Wahabiyah yang sangat kejam terhadap aliran2 yang tidak sejalan dengan mereka dengan mengaku memurnikan agama... sehingga banyak pembunuhan2 ulama2 salaf dan khalaf yang haq... dan juga pemimpin2 Islam yang anti Penjajahan...pada saat itu >> -Juga di India yang konon banyak perlawanan Islam terhadap penjajahan Inggris.. maka dibangun aliran Ahmadiyah...dengan berbagai bantuan.. dana dan perlindungan politis.. ayng pada prinsipnya adalah memecah belah Umat dan manjiskan Umat Islam lainnya yang tidak sealiran... >> Sedang di Iran dan Iraq dan Syam yang konon banyak Syiahnya.. dan juga sangat menentang penjajahan Inggris itu.. maka dibangunlah ajaran Bahaiyah.. yakni Syiah yang pro penjajah.. dan memecah belah muslim Syiah..disana..>>> Jadi kalau kembali kepada ajaran aslinya yakni Sunny dan Syiah.. seyogianya tidak perlu perpecahan sesama ajaran Rasulullah SAW- baik yang berasal dan Abu Bakar RA maupun Ali bin AbiThalib RA...>> Bahkan seharusnya saling melengkapi untuk Kesempurnaan ajaran Islam...>>> Memang pernah ada masalah perbedaan pendapat antara Syd Fathimah-Ali RA dengan Abu Bakar mengenai pesan Rasulullah SAW kepada Fathimah RA.. >> Namun setelah Fathimah wafat.. nampaknya Ali RA lebih mementingkan kepentingan persatuan Umat.Islam..>> Hal2 yang mungkin prinsip.. tetapi demi keutuhan Umat.. Syd Ali sangatlah bijaksana dan elegan..>> Sayangnya dengan tipu daya Bani Umayah bin Abu Sofyan dan keturunannya yang sangat kejam kepada keturunan bani Hasyim.. ,menjadi banyak perselisihan dan konon banyak penyimpangan terhadap ajaran Rasulullah SAW..>> Dan hanya pengikut Umayah dan konon sangat dimuliakan oleh Wahabiyah inilah yang konon banyak mengkafirkan dan membidáhkan Umat Islam lainnya..>> Nah seyogianya MUI Indonesia lebih arif dan lebih bisa menyatukan Umat Islam dari tangan2 aliran kolaborasi para penjajah.. yang senantiasa memecah belah Umat Islam..>> MUI harus bisa memulihkan persatuan Umat Islam khususnya di Indonesia.. agar kita bisa segeera memilih Pemimpin Umat Islam secara Syariah serta kaffah dan utuh.. Semoga kita mendapat hidayah inayah maunah dan ma'rifah dari Allah Rabbul álamin.. Aamiin. >> Bersatulah Umat Islam Indonesia.. seutuhnya.. dan seluruhnya... >> Jauhi perpecahan dan pertikaian..>> Kembalilah keapada Al Qurán dan Sunnah Rasulullah SAW secara utuh-benar-dan menyeluruh-...>> Semua komponen Umat Islam jangan mau diadu domba..>> Bersatulah Seluruh Umat Islam Indonesia.. MUI-NU-Muhammadiyah-Sunny-Syiah-GPII-MMI-HTI-MM-HMI-PMII-PII-FPI-FUI-PSII-Persi-PBB-PAN-PKS-Muslimat-Aisyiah-dan semua kelompok2 Muslimin dengan niyat ikhlas untuk kejayaan Islam dan kebenaran Allah SWT serta Al Qurán-Sunnah Rasulullah SAW.. secara utuh-komprehensif-dan benar..>> Bersatulah untuk menegakan Kedaulatan Hukum yang kaffah secaraSyariat Islam yang lurus-Benar-kaffah-Komrehensif dan jujur...demi Kejayaan dan kemuliaan serta Kebenaran-keadilan dan kesejahteraan bangsa Indonesia dan kemanusiaan yang utuh-benar-dan mulia..>> Bangkitkan persatuan Islam secara utuh dan kokoh...>> Insya Allah Cahaya Kebenaran Allah SWT adalah mutlak dan nyata dibumi Pertiwi dan seluruh Dunia... Aamiin..

MUI Pusat bantah Syiah sesat

Ukasyah
Senin, 2 Januari 2012 07:11:37

JAKARTA (Arrahmah.com)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyagkal bahwa pernah memberi fatwa Syiah adalah sesat. berikut kutipan pernyataan Umar Shihab kepada salah satu stasiun TV:
“Saya katakan, MUI prinsipnya pertama, menyatakan bahwa mazhab Syiah adalah mazhab yang tidak sesat, itu yang pertama, karena ada informasi yang menyampaikan kepada masyarakat bahwa mazhab Syiah adalah mazhab yang sesat. Mazhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan Syiah adalah dua mazhab yang besar dalam dunia Islam….” kata Ketua MUI Umar Shihab di Jakarta, Ahad (1/1) (berikut pernyataannya)


Umar Shihab dan Ulama Syiah

Sebelumnya Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI ini kembali menegaskan dukungannya  pada deklarasi Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (MUHSIN) beberapa waktu lalu. Menurutnya, deklarasi itu adalah upaya yang tepat untuk menyatukan perbedaan antara Sunni di bawah bingkai kebhinnekaan
Ia juga menambahkan, selisih pendapat seputar Sunnni dan Syi’ah tak perlu diperdebatkan, tidak perlu menuding sesat satu sama lain. Menyebut Syiah sesat adalah keliru, toh pengikut syiah sendiri sah bisa naik haji ke Baitullah.
“Kita harus melihat bahwa antara Sunni dan Syi’ah itu adalah satu,” kata Umar ditemui di sela-sela acara temua mediasi Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUI-SUMUT) di Kantor MUI Pusat Jl Proklamasi Raya Jakarta, Selasa (21/06/2011).
Umar mengatakan, bagaimana pun pengikut aliran Syi’ah itu ada di Indonesia. Menurutnya, Syi’ah adalah sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat.
Adapun perbedaan antar mazhab sesunguhnya hanyalah pada tingkat ushul mazhab dan furu’uddiin semata. Realitas tersebut sejatinya bisa ditemukan pada seluruh mazhab atau aliran dalam Islam.
Ia melanjutkan, selain di dalam kelompok Sunni dan Syi’ah, memang ada kelompok kelompok yang menyimpang. Hal itulah yang harus dijelaskan kepada umat. Sementara Sunni dan Syiah, tegas Umar, adalah bersaudara.
“Yang bisa dibilang sesat itu seperti Ahmadiyah yang memang mengotori ajaran Islam, bukan Syi’ah. Yang harus kita kedepankan adalah bagaimana menjalin dan mengeratkan ukhuwah Islamiyah,” terangnya.
(ukasyah/arrahmah.com)