Kamis, 29 September 2011

TvOne Melakukan Dua Ketidakadilan Dalam Pemberitaan Terorisme..>>> .Kalau saja Grace seorang Muslim...Ooohhhhh Grace itu bukan Muslimah Toh.. >> Pantesan saja begitu ngotot dan sangat tendensius...>> jangan2 Dia itu jaringannya para antek2 Penjajah Kriminal.. yang selalu mecari celah2 Muslimin untuk dijadikan sasaran Fitnah dan rekayasa Dusta...>> Bahkan Faham Islam saja pastinya tidak.. Kok pintar2nya mengkomentari Pesantren dan ajaran Islam...>> Waspadalah uacapan dan cara2 Sdri.. Grace itu bisa2 ia itu ... memang alat Media mainstream yang dipasang oleh kelompok yang marupakan jaringan propaganda Penjajah Kriminal Internasional yang selalu Jahat dan Keji terhadap Umat Islam sejak dahulu hingga kini..>>> Lihatlah Betapa jahat para Penjajah Kriminal Internasional itu... di Surabaya dan Ambarawa dan Rawa gede dan Bandung- dan Sulawesi dll di Indonesia sekitar 1945-1947..>>> Jadi para Penjajah Kriminal Internasional dan antek2nya itu ...memang organisasi yang sudah ada sejak lama sekali.. dan perhatikan.. itu ... Betapa Jahatnya dan Keji dan Dustanya mereka terhadap Rakyat dan Bangsa Palestina 1947-hingga sekarang ...>> Apa itu isu Holocaust..?? Semuanya dusta.. dan tipuan politik barbar jahat...>> Israel itu Negara Dusta..dan Negara Tipuan... >> Yahudi Israel itu Bangsa Kelompok Penjahat Internasional.. adalah Perampok dan Perampas..Negara dan Tanah Air Bangsa dan Rakyat Arab Palestina yang benar dan sah >> Yahudi Israel itulah yang menipu Bangsa AS dan Bangsa Inggris dan Bangsa Prancis.. kalau mereka sadar...>> Coba itu Bank Sentral AS-Inggris-Prancis-Canada-Italia dll bukan ditangan Pemerintah mereka tetapi menjadi milik2 swasta ..Dan pemegang saham utamanya ya tokoh2 Yahudi Israel itu...>> Makanya Presiden2 AS dan PM dan Presiden atau Raja2 Eropa itu luk takluk kepada Yahudi Israel..>>.. Jadi jelaslah siapa Yahudi Israel Zionis itu..?? Itulah mereka.. sebenarnya ... makanya selalu membuat reakayasa Kebohongan2 dan Dusta2 untuk bisa menguasai harta dan kekayaan Negara lain..?? Semoga menjadi paham..Dan semoga rakyat dan bangsa2 AS dan Eropa menjadi sadar.. bahwa mereka selama ini dijadikan budak2 hinanya Yahudi Israel... ya jadi goyim2nya...lah..>>.... Hai Umat Kresten dan Umat Islam Indonesia jagalah persatuan..dan jangan mau dijebak dengan dusta2nya Yahudi Israel dan dusta2nya para Penjajah Kriminal Internasional dan antek2nya..>>.. Yang begitu jelas sebagai penjahat ... Kok malah di-bela2 oleh para kolaborator dan para antek2 Penjajah Kriminal Internasional itu.. terutama bangsa2 yang Jahat dan Anti terhadap Umat Islam..>> juga bagaimana jahatnya dan keji dan Dustanya terhadap Rakyat dan bangsa Iraq dan Afghanistan di tahun 2001-hingga kini..>> Dan mereka para penjajah itu menggunakan dalih " Perang Terhadap Teror" ..dan dengan dalih Tragedy 911 di New York...>> Padahal keruntuhan Gedung itu adalah permainan Jahat dan Dustanya para inteligen AS sendiri dan bahkan bukti2 persekongkolan para petinggi Gedung Putih-GW Bush dkk dan Tony Blair Inggris dkk-nya..>> Benar2 Dusta2 yang direkayasa dan di engineering secara penuh manipulasi dan kebohongan2..>> Konon runtuhnya Gedung kembar WTC itu oleh tabrakan pesawat sipil .. [ini pesawat sipil dan dengan canggihnya peralatan AS tidak mungkin membawa BOM..tanpa bisa terditeksi.. .. >> konon 2 buah pesawat yang menabraknya ..>> bahkan konon ada lagi pesawat sipil yang menabrak Gedung Pentagon..>> Pesawat sipil lagi ??? Benarkah?? ] . tetapi semua itu ternyata dari ledakannya dan akibat2nya kok seperti bom.. atau adanya kumpulan dan sebaran bahan peledak yang telah dialokasikan dalam Gedung itu sendiri secara terorganisir.dan sangat profesional... ??? Aneh lagi kan.. ?? >> Dan ternyata ada lagi Gedung no 7 dan tanpa ditabrak pesawat apapun Tiba2 runtuh secara vertikal persis seperti Keruntuhan Gedung Kembar WTC yang konon ditabrak pesawat penumpang sipil..?? Aneh sekali kan ...??? Apakah ini bukan permainan Dusta..?? Belum lagi ditemukan berbagai alat peledak dan serpihan sisanya dan partikel2nya... dalam gedung WTC dan Gedung No 7 itu..>> Konon sampai berminggu-minggu api tidak mati2 membakar sisa2 besi penyangga Gedung tersebut.. ?? Sungguh Keanehan luar biasa?? >> Nah Mengapa kita mau jadi orang tolol dan dongo ... mau percaya terhadap isu "perang terhadap teror" ala Dustanya para Pejabat Pemerintahan AS dan Sekutu2 Jahat itu..>> Ini kemungkinan besar adalah perebutan dana dan uang yang ingin dirayah dan dijarah .oleh pihak2 tertentu ??? dan dengan manipulasi kekuasaan-politik-dan permainan Dusta..maka dicabik-cabiklah negara lain.khususnya Negara2 Islam atau berpenduduk mayoritas Islam ....>> .. Pemerinthan AS sendiri telah jelas2 membunuh rakyat mereka sendiri yang jelas tak berdosa terhadap negara mereka.. +/- 3000 orang di Gedung WTC.. >> Benar2 Kejam..dan Terkutuklah para Penjajah Kriminal Internasional itu..dan juga antek2nya..>> Kalau Rakyat mereka sendiri yang baek2 yang membayar pajak dengan taat...yang bukan kriminal bahkan mereka adalah pekerja-profesional-pedagang dll...... Dan konon adalah Warga Negara yang baek..>> Kok Dijadikan Korban dan dianiaya...??>> Lalu.. Bagaimana kita bisa percaya bahwa AS dan para Penjajah Kriminal itu mau ikhlas memberikan kasih sayang dan freedom mision kepada kita2 bangsa Indonesia dan negara2 muslim lainnya ... >> Dan dengan murah hati memberikan dana2 dan hibah2.. dan donasi2 tanpa ada niat lain dibalik itu semua...??? >>> Coba pikirkan dengan Kepala Dingin dan Akal sehat..Bung!!>> .. Sejarah telah nyata... Akal sudah ada.. Kok mau2nya menjadi antek2 para Penjajah Kriminal Internasional yang Pendusta- Jahat dan Keji.. secara nyata dan gamblang..adalah Pendusta dan Kejam.. dan Serakah..>> Ohhhh ... dear Grace dan siapa lagi itu TV One- Bang One..???>> Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi Umat Islam dan Kresten Solo untuk sadar dan kuatkan Persatuan.. >> Hayoo hajar dan hancurkan para Penjajah Kriminal Internasional dan antek2nya.. itu termasuk para RMS2 itu..>>... Benar2 ini Kejahatan Kemanusiaan dan harus dihukum secara nyata..>> Masihkah belum percaya atas adanya permainan dustanya para kolaborator2 Penjajah Kriminal Internasional itu..>>> apa itu bukan bukti nyata..??? Lalu mau apa lagi ini... Kasus Ambon .. yang dizholimi adalah jelas dan nyata Umat Islam Ambon yang relatif pada umumnya adalah Muslim Konservatif-lembut dan gak pernah cari gara2.. Kok dihajar dan dibunuh dan ditembaki dan rumah2 dan mesjid mereka dibakar..oleh Kresten Ambon..dan terlibat Pentolan2 dan tokoh RMS .Dan Anehnya ada Pembiaran oleh para Aparat Polisi dan TNI...??? Aneh kan.. Siapa ini TNI dan Aparat polisi itu..?? Inteligenkah...?? Antek2 Penjajah Kriminalo Internasional-kah..?? Atau Pendekar Pembela rakyat dan Bangsa Indonesia yang telah teraniaya oleh para antek2 Penjajah -para gerombolan RMS yang menista Presiden RI SBY??? .. Tidak mudah dipahami memang permainan inteligen itu.. >>> Terlebih permainan para antek2 Penjajah Kriminal Internasional yang menyusup kepada badan pemerintahan dan aparat polisi dan TNI..??>> Mungkin mereka ada instruksi dari pimpinan komandan2 mereka yang berbintang disetiap kelompoknya..??? >> .Hayooo renungkan secara akal sehat..bung..!! >> Ini nyata Bung... >> Lalu Apa itu di Solo ?? Bom terhadap Greja Kresten Solo ??... Kresten Solo itu adalah Kresten yang lemah lembut juga ... Kok di Bom...??? Bukankah Umat Islam dajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk berlaku adil dan melindungi para Kresten Jimmy..?? Siapa mereka yang membom itu.. Oohhh Teroris?? Siapa mereka itu.. Benarkah..itu ?? Lalu Apa itu ... Bom di Cirebon di Mesjid Kraton Cirebon...?? Ohhhh...di Mesjid dan yang di bom juga Umat Islam sedang sembahyang.Jum'at.??? Apa2an.. ini.. >> Coba renungkan dengan benar...>>> Semua ini permainan tingkat Grand Design Khas Koloaborator Internasional yang telah diatur ritme dan nada2 dan lagu2nya dan tanggal2 pertunjukannya dan bulan2 permainannya..dan episode2 pertunjukannya ..dan nuansa2nya. .>>.. Semua terencana dengan grand design rapi dan sasaran korban2nya dan lokasi2 permainannya... dan komentar2 media mainstremnya... heheh...!!! Lalu siapa korbn dan target utamnya ?? pasti semuanya itu Umat Islam...yang cinta Allah dan Rasulullah SAW secara kaffah..>>.. Ingatlah ada orang penting yang bertanya di TV itu yah.. Apakah Nabi Muhammad SAW.. pernah memotong tangan pencuri..?? Siapa dia itu yah..??.. Inilah cara2 pintar dan logis dan tipu daya propaganda para Anti Syariah dan Anti Islam itu..atau Islamophobia itu...??? Hehe.. Tapi sangat bersemangat membela para Penghina Islam dan sangat pintar membela para Pendusta Agama Islam.. ya Kaum Liberal-barbar - yang mengaku sebagai muslim.. atau para Penoda Agama Islam >>.... Waspadalah ... permainan media dan aktor2 permainannya dan ahli2 politik Jahat dan para antek2 Penjajah Kriminal Internasional.... yang ingin menyudutkan ajaran Islam dan aplikasi Syariah Islam..di Indonesia., tanpa mereka benar ingin belajar dan mengkaji secara benar-lurus-thaat-taslim dan tulus..>> Mereka selalu membangun prasangka2 jahat dan penuh tipuan2..>>.. Sayang ini bukan perdebatan Hukum Syar'i ?? > Waspadalah inilah permainan para Penjajah Kriminal Interbasional... dimana antek2nya selalu berada dimana-mana..denga jaringan dustanya yang sangat mahir... >>> Semua bagi mereka bisa dan mungkin dilakukan .dengan cara apapun tanpa kenal rasa kemanusiaan apapun...>> Walaupun mereka selalu mengatakan ini harus beradab- ini harus taat hukum- ini harus HAM - ini harus demi Kebebasan dll dll manipulasi politik barbar..>> Tapi faktanya adalah Dusta2 .. seperti paparan yang telah digambarkan diatas.... >> nah Ini semua .. karena memiliki kekuatan dan organisasi besar dan pendukung2 para penjajah itu dan juga jaringan dan dana keuangannya serta tingkat teknologi dan kontrol dan systemnya terlatih dan terlembagakan dengan besar dan kuat..?? Ranungkanlah Apa yang diutarakan diatas itu..>> Bisa diduga dengan akal sehat.. bahwa Apa yang terjadi semua itu tentu ada sistem dan organisasi para Pemain dan Mastermind-nya adalah orang2 dalam di inteligen itu sendiri... >> Bisa jadi mereka itu para pemilik bintang2 kekuasaan..di negeri ini..>> Bisa jadi jaringan antek2 Penjajah Kriminal itu adalah Petinggi2 dan Aparat2 yang haus kekuasaan dan rakus serta serkah akan Harta dan Kekuasaan belaka..>> Mereka tak segan2 menghancurkan Umat Islam Indonesia dan Rakyat Indonesia...>> Lihatlah bagaimana jahatnya masa2 Orde baru- dan hingga kini masih kuat nuansanya..>> Juga kita lihat sejarah.. bagaimana permainan Syah Reza Phahlevi dengan Jaringan SAVAK-nya semasa berkuasa dan menjadi antek2 Penjajah Kriminal Internasional.. sehingga Rakyat dan bangsa Iran diperlakukan dengan sangat sewenang-wenang..>> Lihatlah Marcos di Philipina- Lihatlah Mubarak di Mesir.. yang tidak hanya mengorbankan rakyat dan Bangsa Mesir , tetapi juga Rakyat dan Bangsa Palestina dan Pemimpin Palestina Yaser Arafat...>> Juga di Pakistan.dll>> Hayyoo bacalah sejarah dan lihatlah akibat nyatanya... Betapa pesta darah dan permainan kekuasaan untuk penjarahan kekayaan Negara dan bangsa...oleh segelintir kelompok para Penjajah Kriminal Internasional dan antek2nya..itu >> Perhatikan.. Apa yang terjadi dengan Freeport..dan Tambang2 Migas dari Ujung Aceh hingga Irian Barat..dll dll.. di Indonesia yang telah tergadaikan dan dijadikan Upeti2 persembahan oleh kekuasaan orde baru kepada Tuan2 Besarnya para Penjajah Kriminal Internasional pasca penggulingan secara culas dan keji terhadap Bung Karno...sejak tahun 1965 >>.>...pembawa acara Grace Natalie [pembawa acara Non Muslim yang menggiring opini jahat dan negatif terhadap Muslim] .... mencoba menutup-nutupi keterlibatan intelijen dalam kasus Solo. Saat Musthofa B. Nahrawardaya dari Indonesian Crime Analysis Forum (ICAF) mengatakan bahwa tiap kelompok muslim sudah dipepet intelijen dan menengarai kuatnya inflitrasi intel dalam kejadian Solo, wajah Grace berubah sinis. Ia seakan tidak ingin analisa Musthofa mencuat lebih jauh. Pembahasan intelijen sepertinya menjadi tabu untuk diungkapkan....>> hayoo sadarlah wahai Bangsa Indonesia dan Umat Islam.. >>> Hayyoo bersatu dan benahi Bangsa dan Negara Republik Indonesia ini..dengan Benar-Jujur-Open mind-dan Common sense,,>> Tegakkan Hukum yang Benar dengan cara benar oleh orang2 Benar.. >> Tegakan Syariah Islam secara kaffah sesuai jiwa dan ruhnya Pancasila dan UUD 1945 yang benar dan murni..." dengan kewajiban melaksanakan syariah Islam bagi pemeluknya" secara utuh dan menyeluruh...>> Insya Allah kita Jaya dan Aman Sentausa- Adil dan makmur - Dan Selamat Sejahtera secara menyeluruh.. >> Amin..>


AS salahkan Timteng atas krisis ekonomi yang menimpa negaranya

Althaf
Kamis, 29 September 2011 11:28:01
Hits: 56
WASHINGTON (Arrahmah.com) – 
Presiden AS, Barack Obama, menyalahkan gelombang protes di seluruh Timur Tengah atas krisis ekonomi yang saat ini menimpa negaranya.
“Perubahan yang telah terjadi di Timur Tengah menyebabkan harga minyak melambung tinggi, dan hal itu membuat ekonomi dunia mengalami shock,” kata Obama di Washington, Rabu (28/9/2011).
Rakyat Amerika pun melakukan aksi protes menentang sikap campur tangan pemerintahnya dalam mendukung rezim di Yaman, Bahrain, Arab Saudi, dan Yordania, serta keterlibatan AS dalam menggulingkan pemerintahan diktator di Tunisia dan Mesir awal tahun ini.
“Ada banyak pasukan di sana yang harus kami perhatikan,” tambah Obama.
Kesempatan Obama untuk menang dalam pemilihan pada tahun 2012 tampaknya harus urung karena rakyat AS benar-benar kecewa atas kinerja Obama yang dinilai tak becus untuk menurunkan angka pengangguran serta melemparkan AS ke jurang resesi ekonomi.
Obama pun menyalahkan negara-negara Eropa yang tidak bersemangat dalam memberikan kontribusi dalam setiap persekutuan yang mereka jalin. (althaf/arrahmah.com


Inspire 7, Samir Khan katakan kekuatan produksi media merupakan tekanan keras atas operasi di Amerika

Hanin Mazaya
Kamis, 29 September 2011 07:26:34
Hits: 663
(Arrahmah.com) – 
Majalah online yang diterbitkan oleh sayap media Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP), al-Malahim, dan disebut-sebut dipimpin oleh Mujahid media kelahiran Amerika, Samir Khan, baru-baru ini mengeluarkan edisi ketujuh yang diterbitkan pada Selasa (27/9/2011).  Dalam edisi kali ini, Khan mengatakan bahwa Al Qaeda telah berhasil merebut hati dan pikiran ummat Islam.
Dalam sebuah artikel di edisi ketujuh majalah Inspire, Samir Khan mengatakan bahwa media jihad merupakan komponen dalam perang melawan AS yang sama pentingnya dengan serangan sebenarnya terhadap mereka.  Khan menegaskan bahwa Al Qaeda telah memenangkan tahap awal dari pertempuran hati dan pikiran kaum Muslim, sehingga memastikan bahwa ideologi organisasi akan terus hidup.
Salah satu alasan untuk kemenangan ini, ia menjelaskan, terletak pada kenyataan bahwa Barat menganggap media yang menghadirkan ideologi Al Qaeda bukanlah apa-apa selain “terorisme”, sedangkan ideologi organisasi tersebut adalah Islam itu sendiri, fakta yang meraih dukungan dari ummat Islam.
Khan menyimpulkan dalam artikel tersbeut empat elemen kunci yang memungkinkan Al Qaeda mencapai kemenangan dalam perang media : teknologi yang cerdas dalam operasi media Al Qaeda, kegagalan AS dalam menanggapi propaganda Al Qaeda, media AS merusak citra di opini publik Muslim dan kecurigaan umum terhadap Muslim dalam pandangan AS.
Edisi kali ini memuat halaman yang lebih sedikit, yaitu 20 halaman daripada edisi sebelumnya.  Di dalamnya terdapat dua artikel utama yang ditulis oleh petinggi Inspire, satu ditulis oleh Yahya Ibrahim, editor-in-chief Inspire dengan judul “Operasi Terbesar Sepanjang Masa” dan artikel lainnya ditulis oleh Samir Khan dengan judul “Konflik Media”.
Inspire ketujuh ini dikhususkan untuk mengenang peristiwa 9/11.  “Syeikh Usamah mungkin telah meninggal, namun perbuatannya tidak,” kenang Yahya Ibrahim.
Dalam edisi ini juga terdapat sebuah artikel yang ditulis oleh Abu Suhail yang mempertanyakan mengapa Iran mendukung gagasan bahwa serangan 9/11 tidak dilancarkan oleh Al Qaeda melainkan oleh pemerintah AS sendiri, serta pengumuman wawancara eksklusif di terbitan mendatang bersama Adam Gadahn dan artikel oleh Syeikh Anwar al-Awlaki berjudul “Menargetkan Populasi sebuah Negara itu adalah Perang dengan Muslim”.
Edisi ini diakhiri dengan sebuah kunci enkripsi terbaru yang akan digunakan ketika berkomunikasi dengan AQAP.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Dalam Dua Hari, TvOne Melakukan Dua Ketidakadilan Dalam Pemberitaan Terorisme

Saif Al Battar
Kamis, 29 September 2011 11:54:52
Hits: 10
Jakarata (Arrahmah.com) – 
Hal yang penting dalam sisi jurnalisme adalah mengabarkan sebuah kebenaran. 
Jurnalisme harus menjadi garda terdepan untuk berpihak kepada fakta demi kepentingan bersama. 
Namun apa yang dilakukan pada TvOne jauh dari upaya itu.
Dalam Acara Apa Kabar Malam Indonesia, rabu (28/9), terlihat pembawa acara Grace Natalie mencoba menutup-nutupi keterlibatan intelijen dalam kasus Solo. Saat Musthofa B. Nahrawardaya dari Indonesian Crime Analysis Forum (ICAF) mengatakan bahwa tiap kelompok muslim sudah dipepet intelijen dan menengarai kuatnya inflitrasi intel dalam kejadian Solo, wajah Grace berubah sinis. 
Ia seakan tidak ingin analisa Musthofa mencuat lebih jauh. Pembahasan intelijen sepertinya menjadi tabu untuk diungkapkan.
Entah kenapa, setelah Musthofa mengungkit hal tersebut, tidak berapa lama pihak TvOne langsung menayangkan iklan. Saya melihat ada upaya untuk menjauhkan masyarakat dari pikiran keterlibatan intelijen dalam kasus bom di Indonesia.
Sebenarnya ini bukan sekali saja terjadi. Kisah Grace yang kerap menyudutkan umat muslim setidaknya memiliki rekam jejak dalam pengembaraan jurnalismenya. 
Dalam tulisan, Antara Gaza, Grace, TV One dan Karni Ilyas di situs Muslimdaily dikisahkan bahwa Grace pernah melakukan penggiringan opini dalam berita kasus terorisme Palembang. Grace, yang “meninjau” lokasi pesantren yang dituduh menjadi sarang dan tempat latihan tersangka teroris Palembang, melengkapi laporannya dengan ilustrasi bahwa pesantren itu “aneh” karena hanya memiliki sepuluh santri.
Kalau saja Grace seorang Muslim, atau rajin mengamati pesantren-pesantren kecil di pedesaan, niscaya ia akan menemukan pesantren (rintisan tentu saja) yang hanya memiliki lima, empat, tiga atau bahkan satu santri saja. Keheranan seorang Grace yang bukan Muslim dan tidak memahami dunia pesantren memang wajar. Namun komentar bodohnya bahwa hal itu “aneh” memberi bobot bagi penggiringan opini bahwa pesantren adalah sarang teroris.
Sudah selesaikan disini? Ternyata belum. Kasus ketidakberpihakan TvOne untuk mengungkap fakta apa adanya pada rabu malam kemarin, kembali dilakukan dalam Acara Apa Kabar Indonesia Pagi, kamis pagi (29/9). Kali ini aktornya adalah pembawa acara kenamaan, Indy Rahmawati. “Luka” ini bermula ketika salah seorang perwakilan dari Gerakan Anti Maksiat, bertanya mengapa momentum peledakan bom di Indonesia yang selalu bersamaan dengan kasus yang menimpa SBY. Rasanya ketika pucuk pimpinan Negara ini diterpa masalah maka tiba-tiba muncullah teror bom yang melanda Indonesia. “Ini kok selalu berbarengan,” tanyanya melihat ada keganjilan dalam drama ini.
Sebagai seorang jurnalis, seharusnya Indy bisa mengulik lebih jauh pandangan seorang narasumber. Sebuah fakta yang penting pagi kepentingan umat harus dikedepankan ketimbang ego dirinya. Itupun, jika dia memiliki insting jurnalis. Namun apa yang dilakukannya jauh dari harapan itu. Indy justru mematahkan dugaan kuat tersebut tanpa ada penjelasan lebih jauh. “Ah…itu dugaan saja, pak”. Ya ucapan itu mengalir tanpa terbersit niat untuk menggali informasi mendalam.
Tapi bayangkan, ketika para alumni Afghan beserta Sri Yunanto dari BNPT (kita tentu faham maksudnya apa) gantian menjadi narasumber, Indy terlihat leluasa mencari tahu. “Kok bisa sih gak ikut-ikut jadi teroris di Indonesia,” “Apa saja yang dipelajari di Afghan?” “Ada berapa mantan Afghan di Indonesia?”, serta sederatan pertanyaan lainnya tidak putus-putus.
Menariknya masih dalam acara Apa Kabar Indonesia pagi tadi, petikan dialog antara Grace Natalie, Direktur Petrus Golose, dan Musthofa Nahrawardaya dari ICAF, kembali diputar. Tentu umat berharap analisa Musthofa mengenai inflitrasi intelijen dalam kasus Solo bisa kembali diputar. Namun, harapan tinggal harapan. Kembali, TVOne tidak berihak kepada keberimbangan berita. Dua kali potongan acara tersebut ditayangkan, dua kali pula ucapan Petrus yang diulas. Tapi tidak untuk statemen Musthofa. Padahal ucapan Petrus hanya dugaan keterkaitan JAT pada ledakan Solo, yang notabene sudah dibantah Sonhadi dari JAT Media Centre di media. Pertanyaannya adalah mengapa fihak TvOne tidak menyertakan ucapan Musthofa dalam satu tayangan lainnya? Ini ganjil. Sangat ganjil. Apalagi dilakukan sebuah jurnalisme yang katanya sebagai media besar di Indonesia.
Lalu pertanyaannya kemudian, apakah kejadian ini murni disengaja atau tidak? Saya sendiri sampai sekarang tidak mempercayai diktun bahwa sebuah jurnalisme adalah media obyektif dalam mengabarkan pemberitaan, karena sejatinya tiap media memiliki kepentingan masing-masing. Tinggal kita bertanya pada diri masing-masing apakah kita berada dalam kepentingan Dajjal atau barisan umat muslim? allahua’lam.
“Siapapun yang mempercayai peristiwa-peristiwa menurut media massa kafir, mustahil bisa mengetahui masalah yang sebenarnya.” (Syekh Ahmad Thompson, Dajjal Antichrist).
(eramuslim.com/arrahmah.com)

Rabu, 28 September 2011

Dapat Jatah 9,36% Saham Freeport, Pemerintah Ngotot Renegosiasi .....>>>..emerintah cuma mendapatkan jatah 9,36% saham PT Freeport Indonesia. Pemerintah tak bisa menambah kepemilikan karena terganjal aturan divestasi saham yang dibuat pemerintah masa lalu. Dirjen Minerba Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan pemerintah ingin menambah kepemilikan sahamnya pada tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia di Papua. "Keinginan pemerintah jika itu (menambah saham) menguntungkan bagi kita ya ingin, tapi apakah divestasi itu menjadi salah satu indikator?" jelas Thamrin saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/9/2011). Memang Freeport tidak terkena aturan kewajiban divestasi saham karena adanya Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2004 yang mengizinkan investasi asing secara penuh. Ini membuat kesempatan pemerintah memiliki saham mayoritas di Freeport hilang. Karena itu menurut Thamrin, pihaknya akan mengajukan renegosiasi kepada Freeport dengan tujuan salah satunya adalah aturan divestasi saham bisa diterapkan. "Dalam renegosiasi kan selalu terbuka pintu. Jadi itu selalu terbuka antara kita dan pihak kontraktor," ujar Thamrin. Selain divestasi memang pemerintah juga mengejar soal kenaikan royalti emas dari Freeport yang saat ini cuma 1%. Padahal menurut aturan yang berlaku, minimal royalti yang diberikan untuk tambang adalah 3,75%...>>...Pada tahun 1989, pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan izin eksplorasi tambahan untuk 61.000 hektar. Dan pada tahun 1991, penandatanganan kontrak karya baru dilakukan untuk masa berlaku 30 tahun berikut 2 kali perpanjangan 10 tahun. Ini berarti kontrak karya Freeport baru akan habis pada tahun 2041. Dalam laporan keuangannya di 2010, Freeport menjual 1,2 miliar pounds tembaga dengan harga rata-rata US$ 3,69 per pound. Kemudian Freeport juga menjual 1,8 juta ounces emas dengan harga rata-rata di 2010 US$ 1.271 per ounce. Di 2011, Freeport menargetkan penjualan 1 miliar pounds tembaga dan 1,3 juta ounces emas. General Superintendent Corporate Communications PT Freeport Indonesia Ramdani Sirait sebelumnya mengatakan, selama ini pihaknya telah memberikan kontribusi yang cukup besar sehingga merasa kontrak karya yang sudah ada tidak perlu diotak-atik lagi.>>> ... Sudah Nasionalisasi saja seperti Zaman Bung Karno....>>> Kenapa para Pejabat Orde Baru dan Reformasi.. Kok malah merusak tatanan Kepemilikan Negara dan Hak Negara untuk Rakyat Indonesia...>> Gunakan UUD 1945... tahun 1945..yang benar.. Jangan Bodoh...>>> Siapa itu Menteri Orba dan Kakitangnnya yang menjebloskan RI kepada Hutang2 Besar dan juga Perjanjian Dusta yang merugikan Negara dan Bangsa...>>> hayoo Siapapun terlibat.. segera ditindak dan Dihukum secara Berat..- Karena jelas2 menjual dan menggadaikan harta Rakyat dan Negara secara akal2an.. dan dapat diduga ada permainan politik Jahat.... >>> Apakah ini Emas2 dan Uranium dan Beriylium dan atau Mineral apapun yang sangat berharga..di Freeport ini bisa jadi merupakan persembahan atau uperti untuk Dukungan Kekuasaan Suharto dkk dan antek2 Penjajah Kriminal Internasional di Indonesia untuk menggulingkan Sukarno..yah..>>> ... Hayoo Usut secara Hukum yang Adil bagi Rakyat Indonesia... ada apa dibalik Ketololan Pimpinan Negara itu semua...>>> Tindak dan Hukum mereka sekarang juga dengan cara2 Hukum yang benar....>>> Bisa sangat diduga bahwa mereka2 itu adalah antek2 Penjajah Kriminal Internasional dengan berbagai embel2 Dusta...telah menjadikan semua itu permainan dan akal2 an dusta..demi Keserakahan dan Kerakusan mereka para Penjajah Kriminal Internasional dan para antek2nya dan pet2 piaraan pembunuh rakyat yang jahat dan benar2 harus dineraka jahanam... laknatullah..>> Hay Siapa itu yah Menteri SDA & M jangan banci Kamu...>> Hayyo bersama SBY coba tunjukan nyali dan Kekuatanmu...>> Konon ... SBY itu Jendral terpintar dan selalu bernilai tinggi...atau ranking no berapa yah.. 1 atau 2 atau 3....??? hehe..>> Coba sekarang buktikan kemampuan dan Kepandaianmu menghadapi Freeport...>>> Jangan ngumpet dan Takut...>> Kok Jendral Takut.. menghadapi Freeport..... hayyooo pasti Kamu2 didukung Rakyat... Beranilah SBY dan siapa itu Menteri SDA & M.... hehe..>>... Kita tunggu aksi dan keberhasilan mereka...>> Rakyat Indonesia bersiaplah Revolusi dan Ambil Alih semua Aset Negara yang dijadikan alat permainan para Kolaborator Penjajah Kriminal Internasional itu...>>> Merega telah megarong dari kita bersama para antek2nya... >> Hehe.. Bangkitlah Rakyat Indonesia..Hayoo dengungkan Gerakan Nsionalisasi Freeport dan Asset2 lain yang digadaikan secara tidak Adil...>>

Rabu, 28/09/2011 19:59 WIB

Cuma Dapat Jatah 9,36% Saham Freeport, Pemerintah Ngotot Renegosiasi 

Akhmad Nurismarsyah - detikFinance
http://finance.detik.com/read/2011/09/28/195335/1732715/4/cuma-dapat-jatah-936-saham-freeport-pemerintah-ngotot-renegosiasi?f9911013




Jakarta - Sampai saat ini pemerintah cuma mendapatkan jatah 9,36% saham PT Freeport Indonesia. Pemerintah tak bisa menambah kepemilikan karena terganjal aturan divestasi saham yang dibuat pemerintah masa lalu.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan pemerintah ingin menambah kepemilikan sahamnya pada tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia di Papua.

"Keinginan pemerintah jika itu (menambah saham) menguntungkan bagi kita ya ingin, tapi apakah divestasi itu menjadi salah satu indikator?" jelas Thamrin saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/9/2011).

Memang Freeport tidak terkena aturan kewajiban divestasi saham karena adanya Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2004 yang mengizinkan investasi asing secara penuh. Ini membuat kesempatan pemerintah memiliki saham mayoritas di Freeport hilang.

Karena itu menurut Thamrin, pihaknya akan mengajukan renegosiasi kepada Freeport dengan tujuan salah satunya adalah aturan divestasi saham bisa diterapkan.

"Dalam renegosiasi kan selalu terbuka pintu. Jadi itu selalu terbuka antara kita dan pihak kontraktor," ujar Thamrin.

Selain divestasi memang pemerintah juga mengejar soal kenaikan royalti emas dari Freeport yang saat ini cuma 1%. Padahal menurut aturan yang berlaku, minimal royalti yang diberikan untuk tambang adalah 3,75%.

Sampai saat ini pemerintah belum menemui kesepakatan renegosiasi kontrak tambang dengan Freeport dan Newmont. Karena masalah yang belum disetujui antara lain adalah royalti.

Seperti diketahui, kontrak karya Freeport ditandatangani pada tahun 1967 untuk masa 30 tahun terakhir. Kontrak karya yang diteken pada awal masa pemerintahan Presiden Soeharto itu diberikan kepada Freeport sebagai kontraktor eksklusif tambang Ertsberg di atas wilayah 10 km persegi.

Pada tahun 1989, pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan izin eksplorasi tambahan untuk 61.000 hektar. Dan pada tahun 1991, penandatanganan kontrak karya baru dilakukan untuk masa berlaku 30 tahun berikut 2 kali perpanjangan 10 tahun. Ini berarti kontrak karya Freeport baru akan habis pada tahun 2041.

Dalam laporan keuangannya di 2010, Freeport menjual 1,2 miliar pounds tembaga dengan harga rata-rata US$ 3,69 per pound. Kemudian Freeport juga menjual 1,8 juta ounces emas dengan harga rata-rata di 2010 US$ 1.271 per ounce. Di 2011, Freeport menargetkan penjualan 1 miliar pounds tembaga dan 1,3 juta ounces emas.

General Superintendent Corporate Communications PT Freeport Indonesia Ramdani Sirait sebelumnya mengatakan, selama ini pihaknya telah memberikan kontribusi yang cukup besar sehingga merasa kontrak karya yang sudah ada tidak perlu diotak-atik lagi.

"Kami yakin bahwa kontrak kami cukup adil bagi setiap pihak dan menghasilkan kontribusi cukup besar bagi pemerintah, jika dibanding dengan negara penghasil utama bahan tambang lainnya di dunia," tutur Ramdani.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi rencana pemerintah Indonesia untuk melakukan renegosiasi kontrak karya pertambangan, sebagaimana disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Ada beberapa kewajiban yang akan ditekankan pemerintah dalam kontrak baru pertambangan yaitu mulai dari pembagian royalti, kewajiban memproses di dalam negeri, perpanjangan/perluasan kontrak, aturan divestasi saham, dan lain sebagainya. Bahkan pemerintah juga mengarahkan soal kewajiban alokasi distribusi produk tambang ke dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).


(dnl/hen)

Rabu, 28/09/2011 11:56 WIB
Cuma Nikmati Royalti Emas Freeport 1%, Pemerintah Harus 'Keras' 

Wahyu Daniel - detikFinance


 
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Sejak mulai menambang tembaga dan emas di Papua pada 1967, PT Freeport Indonesia hanya memberikan bagian royalti sebesar 1% kepada pemerintah Indonesia. Sekarang saatnya pemerintah tegas untuk meminta bagian yang lebih besar.

Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto mengatakan, sudah terlalu lama Indonesia mendapatkan royalti yang kurang adil. Waktunya pemerintah berani maju untuk melakukan renegosiasi.

"Kita terus memantau soal renegosiasi kontrak tambang termasuk Freeport dengan Dirjen Minerba (Kementerian ESDM). Mengenai royalti ini memang harus disesuaikan karena terlalu lama kita dapat royalti yang kurang adil," tegas Dito kepada detikFinance, Rabu (28/9/2011).

Selain masalah royalti yang kelewatan kecil ini, Dito mengatakan pemerintah juga bakal meminta adanya aturan divestasi saham untuk Freeport seperti yang telah dilakukan oleh Newmont saat ini.

"Tapi negosiasi itu sedang berjalan. Kita minta pemerintah berusaha ekstra keras. Karena Freeport ini kan kepentingannya pemerintah dan rakyat," katanya.

Dito mengatakan sampai saat ini dalam kontrak karya pemerintah Indonesia dan Freeport sejak perpanjangan di 1991, nilai royalti yang didapat pemerintah cuma 1%. "Dulu kan dia belum ada emasnya jadi biasa kalau pemerintah meminta renegosiasi. Kita minta 3,75%," tegasnya.

Mantan Direktur Jenderal Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (Minerbapabum) Kementerian ESDM, Simon Sembiring mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Dirjen Minerba ESDM Thamrin Sihite, renegosiasi saat ini masih terus dilakukan meski alot.

General Superintendent Corporate Communications PT Freeport Indonesia Ramdani Sirait sebelumnya mengatakan, selama ini pihaknya telah memberikan kontribusi yang cukup besar sehingga merasa kontrak karya yang sudah ada tidak perlu diutak-atik lagi.

"Kami yakin bahwa kontrak kami cukup adil bagi setiap pihak dan menghasilkan kontribusi cukup besar bagi pemerintah, jika dibanding dengan negara penghasil utama bahan tambang lainnya di dunia," tutur Ramdani.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi rencana pemerintah Indonesia untuk melakukan renegosiasi kontrak karya pertambangan, sebagaimana disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Ada beberapa kewajiban yang akan ditekankan pemerintah dalam kontrak baru pertambangan yaitu mulai dari pembagian royalti, kewajiban memproses di dalam negeri, perpanjangan/perluasan kontrak, aturan divestasi saham, dan lain sebagainya. Bahkan pemerintah juga mengarahkan soal kewajiban alokasi distribusi produk tambang ke dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

Simon menegaskan, renegosiasi kontrak karya yang akan dilakukan pemerintah sudah semestinya dilakukan. Freeport tidak bisa mengelak karena kini sudah ada Undang-Undang No.4 tahun 2003 tentang pertambangan yang baru, sehingga kontrak karya pun harus disesuaikan.

Seperti diketahui, kontrak karya Freeport ditandatangani pada tahun 1967 untuk masa 30 tahun terakhir. Kontrak karya yang diteken pada awal masa pemerintahan Presiden Soeharto itu diberikan kepada Freeport sebagai kontraktor eksklusif tambang Ertsberg di atas wilayah 10 km persegi.

Pada tahun 1989, pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan izin eksplorasi tambahan untuk 61.000 hektar. Dan pada tahun 1991, penandatanganan kontrak karya baru dilakukan untuk masa berlaku 30 tahun berikut 2 kali perpanjangan 10 tahun. Ini berarti kontrak karya Freeport baru akan habis pada tahun 2041.

Dalam laporan keuangannya di 2010, Freeport menjual 1,2 miliar pounds tembaga dengan harga rata-rata US$ 3,69 per pound. Kemudian Freeport juga menjual 1,8 juta ounces emas dengan harga rata-rata di 2010 US$ 1.271 per ounce. Di 2011, Freeport menargetkan penjualan 1 miliar pounds tembaga dan 1,3 juta ounces emas.


(dnl/qom)
Selasa, 27/09/2011 16:28 WIB
Kontrak Karya Tambang Emas Freeport Jauh Dari Kata 'Adil' 
 
Akhmad Nurismarsyah - detikFinance


 
 
Jakarta - Masyarakat Pertambangan Indonesia (MPI) menilai bahwa kontrak karya pertambangan yang disepakati antara Pemerintah dan PT Freeport Indonesia masih jauh dari kata 'adil'. Di satu pihak, negara dirugikan, sedangkan di pihak lain Freeport meraup untung dari hasil tambang yang dikeruk di tanah Indonesia.

Hal tersebut dinyatakan oleh Ketua Presidium Masyarakat Pertambangan Indonesia, Herman Afif kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (27/9/2011).

"Isi kontrak Freeport seharusnya berkeadilan dong. Ini kan isi kontrak Freeport di kontrak karya juga masih jauh dari berkeadilan. Satu menikmati (Freeport) dan yang satu tidak menikmati (pemerintah), itu tidak wajar," kata Herman.

Dirinya melanjutkan, langkah pemerintah untuk melakukan renegosiasi kontrak karya sudah benar adanya. Freeport seharusnya tidak boleh merasa 'super power', pihaknya harus menghormati keputusan yang dilakukan pemerintah.

"Kita kan bisa melobi, baik itu dengan cara hukum atau negosiasi. Bisalah kita lakukan dengan yang baik. Kita kan hanya meminta keberuntungan itu berimbang lah, jadi bukan mau yang aneh-aneh tapi bikinlah kontrak karyanya berimbang dan lebih fair dalam kerjasama ini. Kita ini hanya dapat setitik air, tapi ruginya sebaskom, ibaratnya seperti itulah," tanggapnya.

Menurutnya, pihak Freeport banyak mengambil keuntungan dari Indonesia. Sumber-sumber mineral yang diambil tidak dihitung dengan semestinya.

"Dia kan masalahnya memungut tembaga, tapi emasnya tidak dihitung. Padahal emasnya signifikan, jadi kita lihat pembuat kontrak yang dahulu. Dia kan memegang kontrak yang lama, dulu pun kontraknya dilakukan dengan cara yang tidak fair," lanjut Herman.

Herman meminta supaya ada titik temu yang harus diperbaiki dan saling sepakat antar kedua pihak terkait persoalan renegosiasi kontrak karya tersebut.

"Ini tergantung ke kondisi yang ada, mana yang wajar untuk Freeport dan wajar untuk pemerintah. Sekarang itu angka yang ada tidak benar. Tidak benar jika dihitung dari paradigma yang ada, apalagi sekarang undang-undang pertambangan sudah berubah. Kalau perusahaan tambang tidak patuh kepada peraturan yang ada, dia berarti hidup di antah berantah," tegasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah akan melakukan renegosiasi kontrak pertambangan kepada seluruh perusahaan tambang di Indonesia tak terkecuali Freeport.

Ada beberapa kewajiban yang akan ditekankan pemerintah dalam kontrak baru pertambangan yaitu mulai dari pembagian royalti, kewajiban memproses di dalam negeri, perpanjangan/perluasan kontrak, aturan divestasi saham, dan lain sebagainya.

Bahkan pemerintah juga mengarahkan soal kewajiban alokasi distribusi produk tambang ke dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

Namun menanggapi hal tersebut, pihak Freeport menyatakan menolak renegosiasi kontrak yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Perusahaan tambang dan emas ini merasa kontraknya sudah cukup adil bagi pemerintah Indonesia.

Saat ini memang dalam kontrak karya Freeport, jumlah royalti yang diberikan kepada pemerintah Indonesia adalah 1%.

Sedangkan dalam aturan royalti pertambangan pada Peraturan Pemerintah (PP) No.45/2003 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku, royalti emas ditetapkan sebesar 3,75% dari harga jual kali tonase.

(nrs/dnl)  
Selasa, 27/09/2011 06:40 WIB
Freeport Tolak Kontraknya 'Diutak-atik' Pemerintah 
Wahyu Daniel - detikFinance


 
Jakarta - Pihak PT Freeport Indonesia menolak renegosiasi kontrak yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Perusahaan tambang dan emas ini merasa kontraknya sudah cukup adil bagi pemerintah Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh General Superintendent Corporate Communications PT Freeport Indonesia Ramdani Sirait kepada detikFinance, Selasa (27/9/2011).

"Kami yakin bahwa kontrak kami cukup adil bagi setiap pihak dan menghasilkan kontribusi cukup besar bagi pemerintah, jika dibanding dengan negara penghasil utama bahan tambang lainnya di dunia," tutur Ramdani.

Dia menegaskan, Freeport akan tetap menghormati dan mematuhi ketentuan dari kontrak karyanya.

"Kami telah menjalankan kegiatan operasi kami di Indonesia dengan berhasil selama lebih empat dasawarsa, dan berharap dapat terus meraih keberhasilan lebih lanjut untuk waktu yang lebih lama lagi," jelas Ramdani.

Menurutnya, sesuai kontrak karya yang tengah berlaku sejak Desember 1991, kontribusi Freeport kepada pemerintah Indonesia mencapai lebih dari US$ 12 miliar.

"Pemerintah secara konsisten menunjukkan itikadnya untuk menghormati semua kontrak yang ada," katanya.

Saat ini memang dalam kontrak karya Freeport, jumlah royalti yang diberikan kepada pemerintah Indonesia adalah 1%.

Sedangkan dalam aturan royalti pertambangan pada Peraturan Pemerintah (PP) No.45/2003 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku, royalti emas ditetapkan sebesar 3,75% dari harga jual kali tonase.

Dalam laporan keuangan Freeport 2010 yang dikutip detikFinance diperlihatkan jumlah cadangan emas Freeport mencapai sekitar 35,5 juta ounces dan terbesar adalah dari tambang di Papua yang mencapai 33,7 juta ounces.

Freeport di tambang Papua menguasai 90,64% saham. Tambang Grasberg di Papua merupakan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia.

Dalam laporan keuangannya di 2010, Freeport menjual 1,2 miliar pounds tembaga dengan harga rata-rata US$ 3,69 per pound. Kemudian Freeport juga menjual 1,8 juta ounces emas dengan harga rata-rata di 2010 US$ 1.271 per ounce.

Di 2011, Freeport menargetkan penjualan 1 miliar pounds tembaga dan 1,3 juta ounces emas.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah akan melakukan renegosiasi kontrak pertambangan kepada seluruh perusahaan tambang di Indonesia tak terkecuali Freeport.

Ada beberapa kewajiban yang akan ditekankan pemerintah dalam kontrak baru pertambangan yaitu mulai dari pembagian royalti, kewajiban memproses di dalam negeri, perpanjangan/perluasan kontrak, aturan divestasi saham, dan lain sebagainya.

Bahkan pemerintah juga mengarahkan soal kewajiban alokasi distribusi produk tambang ke dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

(dnl/qom)  

Mengapa ??? Ada Apa...Di Aceh...??? ....Syariat Islam di Aceh Tidak Berjalan Maksimal, Kemaksiatan Masih Merajalela.....>>> ..Maraknya aktivitas pelanggaran syariat Islam di Kota Banda Aceh menyebabkan Pemerintah Kota atau Pemko Banda Aceh menambah jumlah personil Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Sapol PP dan WH) guna mengatasi dan menindak para pelaku pelanggar syariat di wilayah administratif Banda Aceh. Walikota Banda Aceh, Mawardi Nurdin, kepada sebuah mendia online, menjelaskan tadi malam bahwa saat ini pihaknya hanya memiliki 150 personil Satpol PP dan WH untuk menjada persoalan-persoalan ketertiban dan juga menjaga kota ini dari para pelaku pelanggar syariat, dan jumlah ini sangat tidak signifikan untuk mengawasi 230 ribu masyarakat kota. “150 orang itu sangat tidak cukup untuk bisa mengatasi berbagai persoalan pelanggaran syariat dan juga ketertiban di kota saya” jelasnya. .>>>...Inilah Bangsaku, Pemerintah dan DPR Ramai-ramai Permainkan Anggaran...>>...Inilah Bangsaku, Pemerintah dan DPR Ramai-ramai Permainkan Anggaran..>>..."99 Persen Pejabat Indonesia Bermuka Badak!"... Atau memang Pinter Kebelinger...???...>>.....Di sejumlah negara, Tjipta Lesmana memberikan perbandingan, pejabat yang tersangkut kasus korupsi hanya memiliki dua solusi: yang ber­sangkutan me­rasa malu lalu me­ng­un­­durkan diri atau di­berhentikan oleh Presiden atau Per­dana Men­teri. “Persoalannya, di Indonesia ini ham­pir 99 persen pejabatnya muka badak,” ucapnya...>>.... Indonesia Negeri Penuh Masalah, Kali Ini Kemenakertrans Diguncang Kasus Korupsi...>> Konon Menteri ini adalah Tokoh Muda Yang Juga Aktifis Islam Dan Juga Pintar dan berilmu tinggi dalam Pemahaman Islam dan Agama Islam...>>> Seyogianya menjadikan contoh Panutan bagi Generasi Muda Islam...>>> Namun Kenapa Yah Kok masih juga terlibat masalah... Korupsi...>>>...."KPK masih menelusuri itu," kata Jasin melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (2/9) saat ditanya tentang dugaan keterlibatan Muhaimin. Namun Jasin menegaskan pihaknya tidak akan gegabah menyeret-nyeret siapapun dalam kasus tersebut. Sebab, KPK hanya bertindak berdasarkan alat bukti yang benar-benar kuat.....>>..Tak tanggung-tanggung, Farhat mengatakan bahwa dua pegawai tersebut meminjam uang kepada kliennya atas perintah Muhaimin. ..... Bahkan, anak Komisioner Komisi Yudisial (KY) Said Abbas itu menambahkan bahwa penyidik memiliki bukti rekaman pembicaraan dua pegawai itu yang menyebut-nyebut nama Muhaimin. (kuh)..>>...Kompas TV Menjadi Corong Agenda Islam Liberal?...ini janganlah heran Bung..!!! Anda lah yang belum sadar...juga... hehe.>>> .... Yah Kalau Kakeknya saja selalu membela para Penjajah Kriminal Internasional dengan berbagai dalih dan manipulatif...>> Lalu cucu dan cicitnya... mau kemana lagi dong...>> Kok seperti tidak sadar2 juga....>> Sekali antek Penjajah Kriminal Internasional... biasanya sih sudah kebiasaan memakan makanan yang diberi sejak bayi dan masa kanak2... >>> Rasanya logis2 saja... >>> Yah Kalau anda memang benar bagian dari Umat Islam ... makanya.. harus bener dong dan Kuatkan rasa persaudaraan-silaturahim-dan solidaritas anda sebagai Umat Islam yang Kaffah dan thaat kepada Allah dan Rasulullah SAW secara kaffah...>> Jangan separo2...>> Hayyoo kuatkan Ijtihad dan Jihad Kebenaran anda.. secara utuh dan menyeluruh... sebagai Umat Islam dengan Kebenaran Allah dan Rasulullah SAW... >> Hayyooo kuatkan Persatuan Umat Islam... dan lurus kepada Allah SWT...>> Kebenaran itu Allah dan Firmannya dalam AlQurán adalah referensi Kebenaran nyata dan Rasulullah itu Pilihan Allah SWT dalam menyampaikan Risalah dan aplikasinya secara Benar-Terpercaya-Open mind- dan Common sense [Shiddiq-Amanah-Tabligh-Fathanah]>> Jadi tak Usah ada keraguan apapun Bahwa Kebenaran Islam adalah Mutlak...>> Adapun demikian banyak Kegagalan dalam membangun Bangsa ini - karena Umat Islam yang konon dipimpin oleh Tokoh2 NU dan Muhammadiyah itu.. taqwanya tidak Kaffah... dan mempermainkan Kebenaran Allah itu dengan ayat2 politik tingkat mencari Kedudukan dan Ujung2nya bagi2 Duit dan apa lagi yah.. Mungkin Kedudukan dan Fasilitas2...>>> Disaat musim permainan korupsi.. mungkin juga ikut2an..hehe...>> Nah... Kalau Benar2 Kaffah.. hayyo buat Petisi membuat UUD Syariah Islam yang Kaffah -Utuh -menyeluruh Baik Pidana-Perdata-Hukum dagang-dan Pemerintahan-Serta Hukum2 Perang-Inteligen dlll berdasarkan nash Syar'i sesuai Referensi ajaran Al Qurán dan Hadis Rasulullah SAW secara murni dan konsekwen.. sejalan dengan Dekrit Presiden RI pada 5 Juli 1959 tentang UUD 1945 dan Piagam Jakarta.tanggal 22 Juni 1945.. ..bahwa "dengan kewajiban melaksanakan syariah Islam bagi pemeluknya" adalah wajib dilaksanakan.oleh Negara..... >> Karena bagian dari Jiwa dan Dasar Negara dan UUD Negara 1945..adalah makna yang terkandung pada ayat 2 dari kata2 yang 7 itu perlu dan musti diaplikasikan secara elegan-bermartabat-dan kaidah2 hukum ketata negaraan- pidana-keamanan- dan ekonomi dan perdagangan- dan perilaku sosial kemasyarakatan yang berakhlak dan berbudhi-pekerti dan ilmu serta teknologi yang aplikatif dan benar serta relevan....>> Selama ini banyak ditafsirkan dengan mengoplos dan menduga-duga dan tanpa kajian yang benar dan lurus serta banyak melakukan pengebirian2 secara penuh dusta terhadap makna dan hakekat Kebenaran Allah itu dimana seharusnya sudah lama menjadi dasar kongkrit dan aplikatif yakni adalah Referensi UU Negara Republik Indonesia... yang sebenarnya dan sesungguhnya...>> Saya yakin kalau saja para Founding Father itu masih ada sekarang2 ini-- niscayalah bahwa Syariah Islam yang utuh sudah merupakan bagian dari Hukum di RI ini secara aplikatif..>> Misalkan kita membuat Tata Pemerintahan dan menentukan secara benar2 dan adil.. bagi Kepemimpinan Nasional dan Kepemimpinan Hukum2 kita..juga bisa juga dibuatkan UU Anti MOLIMO [Maling-Madat-Mabuk-Maen-Madon] secara arti luas dan sebenarnya aplikatif... Dan lalu UU Anti Gharar-Riba-Maisir-Dan Manipulasi..dan UU Anti Makanan dan Perbuatan dan Pembuatan Bahan Haram secara Syar'i... dll...[Tentu ada Kekecualian bagi Umat Non Muslim yang diatur secara adil-benar- transparan dan tidak ada Tipuan dan Pendustaan2...] >>> .... Insya Allah dengan UU Pidana dan Perdata itu saja ... Negara kita akan sebagian besar terhindar dari perilaku2 Jahat dan Kotor .. itu yang selama ini malah jadi lahan rebutan dan rayahan dan Jarahan.. sebagi bagian Lahan2 Basah yang bisa di manipulasi-dikorup-di-obok2 dan dijadikan lahan permainan kotor-dusta-dan jahat...... >>> .. Apakah lahan2 itu ada di tangan Pemerintahan-DPR-Ranah Penegakan Hukum- Pengendali Keamanan dan Ranah Pemberdayaan Sosial Kemasyarakat-Pendidikan dan Lahan berupa apapun nama dan jenis Departemen dan Kedudukan.. Selalu menjadi incaran para Penjahat2 "berbaju Legal dan terkadang sepertinya sangat terhormat.." ini...>>> Hmmh jelaslah... bahwa UU Hukum Islam secara ringkas telah menjadi satu UU yang komprehensif dan Sangsi2 yang tidak bisa ditawar-tawar. Semua ada jalan solusinya jelas secara Syar'i.... >> Bangunlah Sdr2 ku Umat Islam... Indonesia yang konon Pintar dan Saleh2...>> Awas adanya multi tafsir yang dibuat oleh para Kolaborator Penjajah Kriminal Internasional... dan para antek2nya yang selalu saja jahat dan anti Islam dan anti Hukum Islam..dan Anti syariah Islam.... >> Yang artinya Anti dan Phobia kepada Kebenaran Allah SWT dan Rasulullah SAW yang Mutlak...>> Mereka selalu bermain dengan dusta.. dan selalu penuh tipu daya.....>> Maka dari itu.. Teguhkan Pendirian dan Keimanan secara tulus dan murni..>> Insya Allah Agama dan Ajaran Islam akan menjadi Cahaya Kebenaran Dan Cahaya Keadilan .. yang Hakiki dan Terang Benderang dan memberi Berkah dan Rahmah dan Kemaslahatan dan Keselamatan bagi Umat Manusia seutuhnya dan juga bagi seluruh Alam...Amin...Insya Allah.. kita mancapai Negara Aman Makmur Adil-Sejahteran dan Selamat dan Maslahat- Baldatun Thayyibatun.. Warabbun Ghafur.. ya Raufurrahiemmm Amin...

Syariat Islam di Aceh Tidak Berjalan Maksimal, Kemaksiatan Masih Merajalela

Jumat, 09/09/2011 10:44 WIB | Arsip | Cetak

Maraknya aktivitas pelanggaran syariat Islam di Kota Banda Aceh menyebabkan Pemerintah Kota atau Pemko Banda Aceh menambah jumlah personil Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Sapol PP dan WH) guna mengatasi dan menindak para pelaku pelanggar syariat di wilayah administratif Banda Aceh.
Walikota Banda Aceh, Mawardi Nurdin, kepada sebuah mendia online, menjelaskan tadi malam bahwa saat ini pihaknya hanya memiliki 150 personil Satpol PP dan WH untuk menjada persoalan-persoalan ketertiban dan juga menjaga kota ini dari para pelaku pelanggar syariat, dan jumlah ini sangat tidak signifikan untuk mengawasi 230 ribu masyarakat kota. “150 orang itu sangat tidak cukup untuk bisa mengatasi berbagai persoalan pelanggaran syariat dan juga ketertiban di kota saya” jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya sudah menghitung bahwa untuk menjaga ketertiban dan mengawasi persoalan-persoalan pelanggaran syariat di Banda Aceh setidaknya Pemko membutuhkan 500 personil Satpol PP dan WH. “Pemko sudah menghitung dengan jumlah 90 desa dan 9 kecamatan kami membutuhkan 500 personil, dan itu artinya anda tau sendirikan berapa jumlah anggaran yang harus dikeluarkan untuk membiayai para personil tersebut, dan untuk saat ini Pemko masih belum memiliki anggaran untuk itu,” terangnya

Namun Mawardi tetap optimis bahwa maraknya aktivitas pelanggaran syariat Islam di Banda Aceh dapat diatas dengan peran serta dan tanggungjawab seluruh masyarakat. “Saya berharap kepada masyarakat dan para pemangku adat di desa-desa untuk benar-benar membantu pemerintah untuk menjaga kota ini dari para pelaku pelanggaran syariat Islam guna mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai Bandar Wisata Islami,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemuda Muhammadiyah Aceh yang tergabung dalam Pemuda dan Mahasiswa Peduli Kota Banda Aceh (PEMA-PBA) menuntut walikota untuk menertibkan kemaksiatan yang terjadi di kota Banda Aceh. “Kami minta ditertibkan kafe-kafe yang dipinggir jalan dan kafe-kafe yang menyediakan lapak domino, dan menindak tegas para pelaku maksiat, serta menindak tegas pelaku khalwat yang menjamur di Banda Aceh,”kata Koordinator Lapangan Pemuda Muhammadiyah Aceh, Saifullah M. Isa

Dia juga mendesak agar pemerintah merazia serta menindak tegas para tunasusila yang berkeliaran dimalam hari serta menertibkan tempat-tempat wisata yang menurut mereka sangat rawan terjadinya kemaksiatan. (pz/waspada)
 

Inilah Bangsaku, Pemerintah dan DPR Ramai-ramai Permainkan Anggaran

Rabu, 07/09/2011 16:29 WIB | Arsip | Cetak

PERMAINAN anggaran di Badan Anggaran (Banggar) DPR diyakini melibatkan banyak pihak. Sebab, dalam penyusunan dan pembahasan hingga penetapan anggaran, bukan hanya DPR yang berperan, tetapi juga para pihak dari pemerintah atau kementerian.

Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, mengaku berani menyatakan itu karena sejauh yang ia pahami DPR tidak bisa berdiri sendiri dalam merancang dan menetapkan anggaran negara.
“Rancangan APBN berupa pagu indikatif, masuk ke Badan Anggaran (Banggar) sudah tersusun hingga satuan tiga dari tiap-tiap kementerian dan lembaga (KL),” katanya di Jakarta, Rabu 7 September 2011.

Inilah Bangsaku, Pemerintah dan DPR Ramai-ramai Permainkan Anggaran

“Kalau pelaksanaan tender berjalan terbuka, saya jamin tidak akan ada pengusaha yang mau kasih komisi atau suap ke menteri atau DPR karena tidak ada jaminan perusahaannya dimenangkan,” ujarnya.
Bambang Soesatyo juga menegaskan, untuk mengurangi praktik koruptif, pelaksanaan tender harus diperketat dan transparan.

“Agar tidak ada calon (perusahaan) titipan. Kalau ada penyimpangan di Bangar, itu lebih kepada perilaku oknum yang bermain,” katanya.
Maklum, menurut dia, partai di Indonesia saat ini masih sangat tergantung pada kekuatan ekonomi ketua umumnya.

“Jadi, kalau kondisi ekonomi ketua umum partainya pas-pasan, ya… yang repot anggotanya,” tuturnya.
Terutama, lanjutnya, yang duduk di eksekutif maupun di legislatif di setiap tingkatan.
“Karena, mengelola partai tidak mudah dan murah, di era sekarang,” kata Bambang Soesatyo.
Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini mengatakan, ia prihatin terhadap persepsi publik sekarang soal Banggar DPR.

“Bahwa episentrum korupsi seolah-olah ada di Banggar,” ujarnya.
Namun, menurut dia, ‘kita’ juga tidak dapat menyalahkan publik, karena berbagai kasus korupsi yang mencuat akhir-akhir ini, mulai dari kasus Nazaruddin hingga kasus Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans), selalu mengaitkan adanya aliran dana ke Banggar DPR.

“Padahal, apa sesungguhnya yang terjadi? Sejauh yang saya pahami, Banggar sebetulnya tidak bisa berdiri sendiri. Karena Rancangan APBN berupa pagu indikatif masuk ke Banggar sudah melewat pembahasan dan persetujuan institusi lain sebagaimana saya sebutkan tadi,” katanya.

Apalagi, demikian Bambang Soesatyo, segala yang berkenaan dengan detil anggaran dan teknis pelaksanaannya sudah dibahas serta disetujui di Bappenas maupun Kemenkeu juga komisi-komisi di DPR. Kasihan rakyat Indonesia, sudah miskin, uang yang seharusnya menjadi hak mereka, dipermainkan oleh pejabat. (pz/matanews)

"99 Persen Pejabat Indonesia Bermuka Badak!"

Minggu, 04/09/2011 10:50 WIB | Arsip | Cetak

Berbagai kasus dugaan ko­rupsi yang ter­jadi di sejumlah ke­menterian mestinya menjadi per­timbangan Presiden SBY untuk meng­eva­luasi para menterinya.

“Secara umum saya percaya ko­rupsi sudah menerpa sebagian besar ke­menterian. Tapi yang baru ter­ungkap kan baru satu atau dua. Saya kira dengan terbong­kar­nya kasus suap di Kemenakertrans, itu mo­mentum Presiden untuk mengganti men­teri yang diduga terlibat,” ujar pengamat politik Tjip­ta Lesmana di sebuah harian, (Minggu, 4/9).

Seharusnya, kata Tjipta lagi, Presiden SBY bisa bersikap tegas.
Di sejumlah negara, Tjipta Lesmana memberikan perbandingan, pejabat yang tersangkut kasus korupsi hanya memiliki dua solusi: yang ber­sangkutan me­rasa malu lalu me­ng­un­­durkan diri atau di­berhentikan oleh Presiden atau Per­dana Men­teri.

“Persoalannya, di Indonesia ini ham­pir 99 persen pejabatnya muka badak,” ucapnya.
Tjipta yakin para menteri yang ter­jebak kasus dugaan korupsi tidak akan bisa melakukan tugas dan tang­­gung ja­wabnya secara efektif. Pa­sal­nya, para menteri itu akan si­buk me­nutup diri dan meng-counter ka­sus yang di­sang­kakannya.

Tjipta memastikan, dengan mem­biar­kan para menterinya tidak di­eva­luasi dan tidak ada sanksi tegas, maka pe­me­rintahan akan buruk dan mi­nus prestasi di mata rakyat.
“Semua itu tentu akan ber­pe­nga­ruh pa­da Presiden sendiri. Pe­me­rin­ta­han­nya akan terseok-seok dan tidak efektif dan efisien,” jelasnya. (pz/ramer)

 Indonesia Negeri Penuh Masalah, Kali Ini Kemenakertrans Diguncang Kasus Korupsi
Sabtu, 03/09/2011 10:55 WIB | Arsip | Cetak

Dugaan keterlibatan Muhaimin Iskandar dalam kasus suap di tubuh Kemenakertrans nampaknya bukan isapan jempol. Buktinya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mempertegas bahwa pihaknya benar-benar serius mengusut dugaan keterlibatan Muhaimin Iskandar dalam kasus suap di tubuh Kemenakertrans.

"KPK masih menelusuri itu," kata Jasin melaui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (2/9) saat ditanya tentang dugaan keterlibatan Muhaimin. Namun Jasin menegaskan pihaknya tidak akan gegabah menyeret-nyeret siapapun dalam kasus tersebut. Sebab, KPK hanya bertindak berdasarkan alat bukti yang benar-benar kuat.

Terkait dengan rekaman pembicaraan yang menyeret-nyeret nama Muhaimin seperti yang diungkapkan Farhat Abbas, pengacara tersangka pengusaha Dharnawati, Jasin enggan menjelaskan. Dia meminta semua pihak untuk bersabar dan mengunggu proses persidangan.

Dugaan keterlibatan Muhaimin mulai tercium ketika KPK mejerat Sesditjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KT) I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Dadong Irbarelawan yang tertangkap tangan dengan pasal percobaan penyuapan. Apalagi Jasin pernah mengatakan bahwa orang yang hendak disuap adalah atasannya di Kemenakertrans. Namun kala itu Jasin tidak merinci apakah atasan yang dimaksud adalah Muhaimin Iskandar.
Ya, sebelumnya Farhat mengungkapkan bahwa menurut pengakuan kliennya, uang Rp 1,5 miliar yang diberikan kepada Sesditjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KT) I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Dadong Irbarelawan adalah uang pinjaman untuk keperluan lebaran di Kemenakertrans.

Tak tanggung-tanggung, Farhat mengatakan bahwa dua pegawai tersebut meminjam uang kepada kliennya atas perintah Muhaimin. Bahkan, anak Komisioner Komisi Yudisial (KY) Said Abbas itu menambahkan bahwa penyidik memiliki bukti rekaman pembicaraan dua pegawai itu yang menyebut-nyebut nama Muhaimin. (kuh)

JAKARTA - Menakertrans Muhaimin Iskandar langsung meradang ketika namanya disebut-sebut sebagai pihak yang memerintah dua tersangka pegawai Kemenakertrans untuk meminta uang kepada pengusaha Dharnawati. Menteri yang akrab disapa Cak Imin ini membantah bahwa dirinya kenal apalagi berhubungan dengan Dharnawati.

"Bisa jadi nama saya disebut-sebut untuk kepentingan mereka (dua pegawai Kemenakertrans)," kata Muhaimin kepada Jawa Pos kemarin (2/9). Muhaimin pun mencium hal itu merupakan modus digunakan anak buahnya untuk mengeruk keuntungan dari pengusaha yang biasa bekerjasama di lingkungan Kemenakertrans. "Arahnya memang ke sana (menggunakan namanya untuk kepentingan pribadi)," ujarnya.

Poitisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga membantah dirinya pernah berhubungan secara langsung dengan dua pegawainya yang tertangkap tangan oleh KPK dan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Saya sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan mereka. Apalagi hal-hal yang berbahaya, bodoh sekali saya kalau melakukan itu," ucapnya.
Dengan nada tegas Muhaimin mengatakan, dirinya tidak akan membantu dua pegawainya itu jika memang benar-benar bersalah. Menurutnya itu adalah kesalahan mereka sendiri dan dia menolak ikut campur.

Selain itu dia menyerahkan dan mempercayakan secara sepenuhnya proses hukum ini ditangan KPK.Bahkan Muhaimin dengan sepenuh hati akan membantu pihak KPK untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Apabila nantinya dirinya juga harus dipanggil untuk dimintai keterangan, Muhaimin siap datang kapan saja.
Seperti diketahui, pada Kamis (26/9) lalu penyidik KPK menangkap tangan Sesditjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KT) I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Dadong Irbarelawan karena telah menerima Rp 1,5 miliar dari Dharnawati. Mereka ditangkap di tiga tempat yang berbeda dan berhasil mengamankan uang tersebut sebagai barang bukti yang tersimpan dalam kardus duren.

KPK menduga, uang yang diberikan pengusaha PT Alam Jaya Papua yang berkantor di Papua Barat itu adalah uang suap terkait dengan proyek percepatan pembangunan infrastruktur daerah transmigrasi di 19 kabupaten.

Muhaimin menjelaskan sebenarnya, proyek yang disebut-sebut KPK hingga saat ini belum masuk pada tahap tender. Menurutnya tahap tender baru akan dilangsungkan pada bulan ini.

Selain itu, mantan Wakil Ketua DPR itu menjelaskan bahwa dana proyek yang diambil dari APBNP akan langsung diberikan kepada pemerintah daerah yang terkait. "Jadi kami (kementrian pusat) sekali tidak pernah bersentuhan dengan dana tersebut," tambahnya.
Bagiamana dengan tuduhan bahwa kementerian pernah meminta uang Rp 10 persen dari nilai proyek untuk dibagikan ke badan anggaran (Banggr) DPR? "Kalau itu saya nggak tahu sama sekali," kata dia.

Sebelumnya Farhat Abbas yang menjadi pengacara bagi Dharnawati, mengungkapkan adanya permintaan uang terkait dengan proyek di kawasan transmigrasi. Kala itu, kata Farhat, Nyoman Suisnaya dan Dadong meminta bagian 10 persen nilai kontrak proyek di Kemenakertrans.

Namun, Farhat mengaku tidak mengetahui proyek apa yang dimaksud. Yang jelas nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. Nah, kata dia, bagian 10 persen itu nantinya akan diserahkan dan dibagikan kepada DPR untuk mempermulus proyek tersebut. Tentu saja yang diiming-imingkan Kemenakertrans adalah Dharnawati akan menjadi pemenang pelaksana proyek di daerah.

Menanggapi tudingan-tudingan Farhat, Muhaimin meminta agar pengacara tersebut tidak menyebarkan kabar-kabar yang bisa semakin memperkeruh keadaan. Menurutnya, menunggu hasil penyidikan oleh KPK adalah hal bijak yang seharusnya dilakukan kuasa hukum. (pz/jpnn)

 

Akankah Kompas TV Menjadi Corong Agenda Islam Liberal?

Kamis, 01/09/2011 09:35 WIB | Arsip | Cetak

Satu lagi media televisi akan ikut menyemarakkan dunia media di tanah Air, yakni Kompas TV. Pemirsa di Tanah Air sudah bisa menikmati konten Kompas TV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya, bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv (23 UHF) Makassar, dan dewatatv (23 UHF) Bali.

Dengan mengambil motto: Inspirasi Indonesia, Direktur Pelaksana KompasTV Bimo Setiawan di Jakarta mengatakan, pada Jumat, 9 September 2011, Kompas TV akan resmi mengudara. Ini ditandai dengan peluncuran KompasTV di Jakarta Convention Center, Jakarta.

”Tanggal 9 September menjadi tanda kehadiran pertama kalinya kerja sama Kompas TV dengan lembaga penyiaran daerah,” kata Bimo. Sejauh ini, berbagai persiapan untuk peluncuran KompasTV terus dilakukan.
Bimo mengatakan, mulai 30 Agustus 2011 hingga 8 September 2011, KompasTV sedang melakukan simulasi operasi on-air, simulasi operasi teknik, dan simulasi untuk fungsi lainnya. ”Kami akan mengudara secara penuh pada 9 September,” kata Bimo.

Sejauh ini, menurut Bimo, sudah ada kerja sama KompasTV dengan sembilan lembaga penyiaran daerah. ”Permintaan kerja sama terus mengalir,” katanya. Komposisi siaran terbagi dalam 70 persen nasional dan 30 persen lokal.
Adapun komposisi program Kompas TV adalah 60 persen berita dan inspiring knowledge serta 40 persen hiburan (entertainment). Daftar program-program yang sudah siap tayang dapat dilihat di situs web.

Kompas dan Tulisan Liberal
Kompas terkenal sebagai salah satu harian terkemuka, kerap memuat tulisan dengan agenda Liberalisme pemikiran Islam.Ulil Abshar Abdalla, misalnya. Politisi Partai Demokrat yang pernah menjadi Koordinator Jaringan Islam Liberal ini pernah menulis sebuah artikel kontroversial di harian Kompas, pada hari Senin, 18 November 2002 dengan judul 'Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam. Dalam sebuah paragraf ia menulis,

"Islam itu kontekstual, dalam pengertian, nilai-nilainya yang universal harus diterjemahkan dalam konteks tertentu, misalnya konteks Arab, Melayu, Asia Tengah, dan seterusnya. Tetapi, bentuk-bentuk Islam yang kontekstual itu hanya ekspresi budaya, dan kita tidak diwajibkan mengikutinya.
Aspek-aspek Islam yang merupakan cerminan kebudayaan Arab, misalnya, tidak usah diikuti. Contoh, soal jilbab, potong tangan, qishash, rajam, jenggot, jubah, tidak wajib diikuti, karena itu hanya ekspresi lokal partikular Islam di Arab."

Menanggapi omongan Ulil tersebut, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz langsung mengatakan bahwa artikel di Kompas tersebut telah menghantam Islam dan mengajarkan kesyirikan. Dalam tulisannya, "Selamatkan Masyarakat Kita dari Fatwa yang Berdasar Hawa Nafs", ia memberi komentar,

"Artikel itu menghantam Islam dan ummat Islam secara semaunya. Arahnya adalah pluralisme agama, menyamakan Islam agama Tauhid dengan agama-agama lain yang berseberangan bahkan bertentangan dengan Tauhid, yaitu syirik, menyekutukan Allah swt dengan selain-Nya. Resiko dari keberanian menyejajarkan agama Tauhid dengan kemusyrikan itu sampai-sampai Ulil Abshar Abdalla "memfatwakan" tidak berlakunya lagi larangan pernikahan antara Muslim/ Muslimah dengan non Muslim. Dia karang-karang bahwa larangan atau keharamannya dalam Al-Qur'an tidak jelas. Lebih dari itu, seluruh hukum dalam Al-Qur'an yang menyangkut mu'amalah (pergaulan antar manusia) tidak perlu diikuti lagi di zaman modern ini. Sehingga Ulil Abshar Abdalla menegas-negaskan hawa nafsunya berkali-kali bahwa dia tidak percaya adanya hukum Tuhan."

Ternyata wajah liberalisme di Kompas juga diamini oleh Atep Afia. Namun Penulis dan Pengelola PantonaNews.com lebih menyoroti muatan tulisan yang ada di Kompasiana, sebagai salah satu lini kompas di dunia maya. Pada artikel di Kompasiana yang berjudul, "Jika Kompas Moderat, Maka Kompasiana Cendrung Liberal?" tertanggal 28 Juni 2011, Atep menyatakan,

"Kalau diperhatikan secara seksama, banyak penyumbang tulisan di Kompasiana (Kompasioner) yang sekedar mencari populeritas dan mengejar rating. Untuk memenuhi hasratnya itu tidak jarang judul dibuat sedemikian rupa, sehingga sering menyimpang dari etika dan norma yang berlaku di masyarakat. Kesannya hanya mencari sensasi tanpa mempedulikan dampak dari tulisannya. Padahal tak sedikit Kompasioner berusia belia, yang kondisi kejiwaan dan pemikirannya masih rapuh. Dengan sendirinya menjadi mudah terpengaruh tulisan-tulisan yang cenderung “menyimpang”."

Jika Harian Kompas dan Kompasiana sendiri sudah banyak mendapatkan kritik tajam terkait agenda Islam Liberal, akankah Kompas TV menjadi corong agenda Islam Liberal? Dan menambah daftar pekat televisi-televisi lainnya yang juga menampung pemikiran nyeleneh tersebut? Kita tunggu saja. (pz/dbs)

Polri: Bom Solo & Bom Ambon Berbeda foto

Aprizal Rahmatullah - detikNews. 
http://www.detiknews.com/read/2011/09/28/164210/1732557/10/polri-bom-solo-bom-ambon-berbeda?n990102mainnews




Jakarta - Dua aksi teror di Ambon dan Solo diduga memiliki kaitan yang sama. Namun, dari bahan bom dan tipenya ternyata kedua bom memiliki perbedaan.

"Beda kalau di sana (Ambon) diameter 4 cm panjang 10 cm itu yang di Ambon. Kalau di Solo, bom cangklongan terdiri dari beberapa pipa tipis-tipis," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (28/9/2011).

Bom di Solo, lebih mirip bom bunuh diri yang meledak di Masjid Ad Dzikra, Cirebon. Saat itu pelaku, M Syarif meledakkan diri saat salat jumat. "Iya (mirip M Syarif)," terang Anton.

JAT

Polri terus menyelidiki keterlibatan organisasi Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) di balik bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo.

Pelaku bom Solo, Hayat alias Ahmad Yosepa, pernah menjadi anggota JAT pada 2009. "Itu semua ada kaitannya. Kalau nanti dia (JAT) terlibat akan dimintai keterangan. Untuk itu kita dalami," kata Anton.

Bom Solo meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) pada Minggu 25 September 2011 saat para jemaat usai beribadah. Hampir bersamaan, rentetan bom rakitan juga ditemukan di 4 titik di Ambon.