Tiga Senjata Rudal ‘Cerdas’ Terbaru Militer Rusia
6 Januari 2015
Dalam bidang persenjataan
presisi jarak jauh, Rusia unggul di beberapa area dibanding AS. Kali
ini, RBTH menyajikan tiga senjata rudal utama terbaru yang akan
digunakan oleh angkatan bersenjata Rusia mulai tahun ini.
KH-35U Uran
KH-35U Uran. Foto: Press photo
Senjata utama terbaru militer Rusia adalah rudal bersayap KH-35U Uran. Rudal
ini dapat memandu hulunya sendiri, sehingga kebal dari gangguan radar
musuh. Senjata ini dapat bekerja dalam modus aktif dan pasif. Pada modus
aktif, rudal akan mengaktifkan hulunya dalam sepersekian detik untuk
menemukan target. Sementara dalam modus pasif, rudal tidak memindai
ruang di sekitarnya untuk mendeteksi target, melainkan hanya menangkap
impuls yang dipancarkan oleh target. AS sangat tertarik dengan fitur ini
dan ingin membeli hulu otomatis KH-35U untuk rudal antikapal Harpoon
mereka.
KH-35U dapat menyerang target pada ketinggian hampir
tiga meter di atas permukaan laut—lebih rendah dari dek kapal, yang
membuat rudal ini sulit dideteksi oleh stasiun radar. Mengingat semua
sistem antipesawat bekerja di area yang lebih tinggi, jika KH-35U
terdeteksi pun, ia tetap tak mudah ditembak.
Rudal ini dapat ditempatkan di kapal permukaan dan
pada kompleks rudal pantai SSC-6. Kompleks rudal tersebut hanya
membutuhkan hitungan menit untuk mencari dan menembak target.
Saat ini, belum ada sistem antipesawat yang mampu mencegat rudal bersayap yang terbang rendah.
KH-31PM
KH-31PM. Foto: Press photo
Senjata baru lain yang memperkuat pasukan Rusia adalah KH-31PM, yang juga sangat terkenal di kalangan Angkatan Laut
AS. KH-31 adalah rudal yang dibeli Angkatan Laut AS dari Rusia pada
periode 90-an sebagai model untuk mengembangkan sistem anti-pesawat bagi
kapal mereka. Amerika menggunakan senjata ini untuk mempelajari cara
menembak rudal antikapal 3M-54 Tiongkok—yang juga diproduksi oleh Rusia.
Artikel Terkait
Jawab Tindakan AS, Rusia Rancang Kereta Tempur Nuklir TerbaruLaksamana Nakhimov, Kapal Jelajah Rudal Terhebat Armada Rusia
Sistem Pengintai Luar Angkasa Liana, Teknologi Baru Angkatan Laut Rusia
Lima Senjata Terbaru Militer Rusia: Triumf, Taifun, dan Tablet
Di Barat, rudal Moskit Rusia tersebut disebut Sanborn
karena kecepatannya mencapai lebih dari 2.800 kilometer per jam dan
memiliki kekuatan luar biasa untuk menghancurkan musuh. Hingga saat ini,
belum ada kapal yang dapat menghindari rudal tersebut. KH-31 sangat
mirip dengan Moskit, tetapi berukuran lebih kecil dan harganya lebih
murah. Senjata ini digunakan untuk menghancurkan target di atas air,
stasiun radar, dan kompleks rudal antipesawat seperti Patriot.
KH-31PM yang baru dapat terbang 260 kilometer lebih
jauh dibanding versi sebelumnya. Rudal ini juga memiliki sistem pandu
dan mesin baru, yang membuat peluncurannya lebih tak terduga dan lebih
mematikan bagi musuh.
3M-55 Yakhont
3M-55 Yakhont. Foto: RIA Novosti
Sistem persenjataan baru Rusia yang paling mengesankan ialah rudal bersayap 3M-55 Yakhont,
yang dijadikan model untuk rudal BraMos Rusia-India. Keistimewaan rudal
ini ialah memiliki kecerdasan buatan yang sebanding dengan kecerdasan
manusia. Kehebatan tersebut dapat berfungsi ketika menghadapi keadaan
"satu rudal-satu kapal" ataupun menghadapi skuadron kapal. Rudal
mengklasifikasikan target sesuai tingkat kesulitannya, memilih taktik
serangan, dan menciptakan rencana penghancurannya. Dalam rangka
menghindari kesalahan memilih manuver dan menyerang target yang
ditetapkan, potret elektronik dari semua jenis kapal modern telah
dipasang di dalam mesin komputasi yang terdapat pada rudal antikapal
ini.
Mesin komputasi tersebut juga memiliki data untuk
melawan sumber daya tempur elektronik milik musuh, yang dapat mengganggu
dan membelokkan rudal menjauh dari target, serta teknik taktis untuk
menghindari tembakan pada sistem pertahanan antipesawat mereka. Menurut
perancangnya, setelah diluncurkan rudal-rudal itu akan memutuskan
sendiri mana yang akan menyerang target dan mana yang hanya akan meniru
serangan tersebut untuk mengacaukan sistem antipesawat musuh. Ketika
salah satu rudal menghancurkan target utama dalam skuadron, rudal lain
menyerang kapal-kapal lain, dan ada kemungkinan menyerang satu sasaran
dengan dua rudal.
Tertarik dengan perkembangan teknologi misil Rusia? Baca lebih lanjut. >>>
Mengintip Pembuatan Rudal Rusia
http://itmiliter.blogspot.com/2014/11/mengintip-pembuatan-rudal-rusia.html#.VdbD5H0XFJl
Setelah melihat pembuatan Sukhoi SU-34 dan Kapal selam Kilo Rusia, kali
ini penulis akan menyajikan foto-foto keren pembuatan rudal Rusia,
antara lain: Sistem rudal anti pesawat portabel Igla, Missile systems
Ataka (“Attack”) Chrysantemum-S dan Tactical ballistic missile systems
Iskander. Mari kita lihat.
Rudal Ataka atau NATO biasa menyebut AT-9 spiral Merupakan versi upgrade
dari rudal Shturm dapat dipasang pada kendaraan lapis baja (versi Ataka
T) atau heli tempur. Rudal ini memiliki jarak jangkau 6000m mampu
menghancurkan kendaraan lapis baja maupun helicopter yang terbang rendah
SS-26 Iskander adalah Rudal Balistik jarak pendek (SRBM) buatan Rusia
yang dikembangkan sejak awal tahun 1980 dan sering dijuluki “Son of
Scud”. Iskander-M memiliki jarak jangkau 400 kilometer, sedangkan versi
ekspor Iskander-E berjarak jangkau 280 kilometer. Rudal Iskander mampu
meluncur hingga kecepatan 7 Mach (2200 meter per detik) yang membuatnya
susah untuk dicegat rudal Anti-Ballistic.
Source:jkgr
Sumber : Wikipedia/Chirpstory.com/kask
Kompleks Smerch dan Tochka-U Ditembakkan di Medan Pelatihan Astrakhan
Kedua kompleks tersebut menembak secara bersamaan dan berhasil
mengenai tepat pada objek sasaran musuh yang tengah bermanuver dari
jarak 54 kilometer.
Tonton juga: Sistem Rudal Yars Seberangi Sungai untuk Pertama KaliProduksi Rudal Jelajah Bantu Kalashnikov Bertahan di Tengah Krisis
11 Juni 2015
Meski kehilangan pasar utama
mereka di AS sejak tahun lalu akibat sanksi yang dilayangkan Washington
pada Moskow terkait krisis Ukraina, Kalashnikov Concern berupaya untuk
tetap bertahan dengan mendiversifikasi target pasar mereka,
mengembangkan fasilitas produksi, serta menciptakan inovasi-inovasi
produk yang berbeda. Proyek terbaru perancang senjata tersohor ini
adalah pengembangan rudal jelajah untuk menyerang helikopter.
Karakteristik teknis dan taktis
misil membuat helikopter yang dilengkapi misil ini dapat menyerang
sejumlah target secara bersamaan dan meningkatkan kemampuan bertahan
dalam pertempuran. Foto: Rostec
Setelah kejadian sepanjang 2014, banyak yang berasumsi
bahwa perancang senjata legendaris Rusia Kalashnikov akan mengalami
kesulitan dalam mempertahankan pertumbuhan produksi pada kondisi ekonomi
yang sulit. Selain kehilangan pasar senjata utama mereka di AS akibat sanksi yang dikirim Washington, Kalashnikov Concern juga menghadapi tantangan baru: mereka harus mencari pasar baru dan melakukan diversifikasi produk.
Pada Februari 2015, perusahaan mengumumkan peluncuran
dua proyek baru: produksi pesawat tanpa awak dan perahu motor untuk
keperluan militer dan sipil. Selain itu, sesuai dengan pesanan
pemerintah, Kalashnikov mengembangkan rudal jelajah Vikhr-1 untuk
Kementerian Pertahanan Rusia (pada 2013, tender produksi misil ini
dimenangkan oleh Izhmash, yang merupakan anak perusahaan dari
Kalashnikov Concern). Pengiriman tahap pertama misil yang volume
produksinya diperkirakan mencapai sekitar 12,5 miliar rubel (225 juta
dolar AS) ini akan dimulai pada 2015.
Vikhr-1: Fire and Forget
Vikhr-1 merupakan rudal jelajah dengan sayap yang
dapat dilipat dan didesain untuk menyerang kendaraan lapis baja serta
target udara pada kecepatan rendah (di bawah 800 kilometer per jam).
Misil supersonik yang dipasang pada helikopter serang sebagai bagian
dari kompleks misil Vikhr hanya membutuhkan waktu sembilan detik untuk
mencapai target sejauh empat kilometer, dan bergerak dengan kecepatan
610 meter per detik.
Karakteristik teknis dan taktis misil (yang secara
kebetulan lebih unggul dibanding misil serupa buatan AS, AGM-114R
Hellfire, yang berkecepatan lebih rendah) membuat helikopter yang
dilengkapi misil ini dapat menyerang sejumlah target secara bersamaan
dan meningkatkan kemampuan bertahan dalam pertempuran (setelah
melancarkan tembakan, helikopter segera pergi dari lokasi tersebut).
Misil ini dilengkapi dengan sistem pemandu pintar dan
sistem pelacak ‘fire and forget’. Pilot dapat melacak target di layar
thermal, kemudian mengaktifkan sistem pelacakan otomatis. Setelah target
berada dalam jangkauan, sistem ini akan meluncurkan misil.
Sistem ini memiliki akurasi tembakan yang tinggi.
Selain itu, sistem pemandu cahaya laser juga lebih hemat energi dan tak
bisa dideteksi oleh perangkat radio-elektronik musuh.
Lemahnya Rubel dan Kehadiran Pasar Baru Menguntungkan Kalashnikov
Produksi misil Vikhr untuk Kementerian Pertahanan
merupakan satu-satunya pesanan negara yang diterima oleh perusahaan ini.
Bertolak belakang dengan laporan media bahwa senapan tembak AK-12 telah
dipilih untuk menjadi bagian perangkat tempur generasi masa depan
Ratnik, senjata ini masih dalam tahap uji coba dan belum ada pengumuman
resmi terkait pesanan skala besar senjata ini dari Kementerian
Pertahanan.
Sementara, Kalashnikov Concern mengimbangi sedikitnya
pesanan dari pemerintah dengan membuat penyesuaian pada kebijakan
pemasarannya serta mengupayakan ekspansi ke pasar Asia Pasifik, Afrika, dan Amerika Latin.
“Pada 2014, Kalashnikov untuk pertama kalinya setelah
tujuh tahun berhasil mencapai keuntungan bersih dan meningkatkan
produksinya hampir dua kali lipat, menjadi 120 ribu unit,” terang Direktur Pelaksana Kalashnikov Concern Alexei Krivoruchko.
Direktur Pelaksana Technodinamika Maxim Kuzyuk, yang
merupakan bagian dari perusahaan negara Rostec, menyampaikan bahwa
melemahnya nilai rubel membuat permintaan global untuk ekspor Rusia
meningkat pesat. “Depresiasi rubel membuat produk kami lebih
kompetitif. Hal itu karena rubel mengalami depresiasi hingga 80 persen
terhadap dolar,” terang Kuzyuk.
Kuzyuk menambahkan bahwa industri pertahanan Rusia
harus mengambil keuntungan dari situasi ekonomi yang sulit dengan
menekan biaya produksi dan meningkatkan jumlah ekspor.
Inilah Robot-robot Militer Rusia Terbaik dan Canggih
Inilah Robot-robot Militer Rusia Terbaik dan Canggih
http://jelajahlorong.blogspot.com/2014/11/inilah-robot-robot-militer-rusia.html
Perkembangan
teknologi begitu cepat, salah satunya di bidang pertahanan. Banyak
negara yang berlomba untuk sistem pertahanan mereka diantaranya Amerika
Serikat, Rusia, Tiongkok, India, Pakistan, Iran dan lainnya.
Bicara tentang teknologi militer tidak bisa dipisahkan dengan Amerika Serikat, negara adidaya begitu serius membuat sesuatu yang baru dan canggih. Mulai dari drone, senjata, tank, kapal laut bahkan robot. Tidak aneh memang jika AS begitu paling canggih dalam dunia militernya. Apakah ada yang bisa menandingi negara paman sam ini? mungkin salah satu nya Rusia.
Saat ini terdapat sejumlah senjata robotik yang sukses dioperasikan oleh para tentara, sedangkan beberapa prototipe teknologi tersebut telah melewati tahap uji coba. RBTH telah memilih lima robot militer yang paling menjanjikan dalam pengembangan teknologi persenjataan Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan konsep pengembangan sistem teknologi robotik dan penggunaannya dalam bidang militer. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertahanan, robot-robot tersebut akan masuk dalam perbendaharaan senjata pasukan Rusia pada 2017-2018, dan menjelang tahun 2025 robot-robot ini akan mengisi 30 persen dari keseluruhan teknologi senjata angkatan bersenjata Rusia.
Bicara tentang teknologi militer tidak bisa dipisahkan dengan Amerika Serikat, negara adidaya begitu serius membuat sesuatu yang baru dan canggih. Mulai dari drone, senjata, tank, kapal laut bahkan robot. Tidak aneh memang jika AS begitu paling canggih dalam dunia militernya. Apakah ada yang bisa menandingi negara paman sam ini? mungkin salah satu nya Rusia.
Saat ini terdapat sejumlah senjata robotik yang sukses dioperasikan oleh para tentara, sedangkan beberapa prototipe teknologi tersebut telah melewati tahap uji coba. RBTH telah memilih lima robot militer yang paling menjanjikan dalam pengembangan teknologi persenjataan Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan konsep pengembangan sistem teknologi robotik dan penggunaannya dalam bidang militer. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertahanan, robot-robot tersebut akan masuk dalam perbendaharaan senjata pasukan Rusia pada 2017-2018, dan menjelang tahun 2025 robot-robot ini akan mengisi 30 persen dari keseluruhan teknologi senjata angkatan bersenjata Rusia.
Robot Tempur Platform-M
Platform-M
adalah kompleks robotik perang terbaru yang dirancang untuk bertempur
tanpa harus melakukan kontak langsung dengan musuh. Produsen senjata ini
merancang kompleks Platform-M sebagai sebuah instrumen perang universal
yang mampu bertindak sebagai pengintai, penjaga patroli, sekalgius
pengaman obyek-obyek penting. Berkat sistem persenjataan yang
dimilikinya, Platform-M juga dapat berfungsi sebagai pendukung serangan
tembak. Sistem pengarahan senjata ke sasaran bekerja secara otomatis
tanpa campur tangan manusia.
Platform-M adalah robot berukuran kecil yang menakutkan. Robot ini dilengkapi dengan senjata pelontar granat dan sistem senapan otomatis. Senjata mungil ini telah membuktikan kehebatannya dalam latihan perang di Kaliningrad pada musim panas lalu. Saat ini, Platform-M telah masuk dalam perbendaharaan senjata pasukan Rusia.
Platform-M adalah robot berukuran kecil yang menakutkan. Robot ini dilengkapi dengan senjata pelontar granat dan sistem senapan otomatis. Senjata mungil ini telah membuktikan kehebatannya dalam latihan perang di Kaliningrad pada musim panas lalu. Saat ini, Platform-M telah masuk dalam perbendaharaan senjata pasukan Rusia.
Kompleks Robotik Bergerak Volk-2
Volk-2
(Serigala-2) adalah salah satu pasukan universal yang memiliki tugas
perang sama seperti Platform-M. Namun, Volk-2 lebih kuat dan berat
dibanding pendahulunya tersebut. Berat Volk-2 mencapai satu ton,
sedangkan bobot Platform-M hanya 800 kilogram. Kendaraan tanpa awak ini
dapat dikendalikan melalui saluran radio dari jarak hingga lima
kilometer.
Volk-2 memiliki sasis beroda rantai dengan kemampuan jelajah yang telah ditingkatkan. Jalan berkontur kasar bahkan tidak terlalu berpengaruh terhadap kecepatan gerak senjata ini. Dalam proses uji coba, Volk-2 mampu berakselerasi bahkan ketika berada di rasputitsa (jalanan berlumpur yang sulit dilalui akibat es yang mencair).
Volk-2 juga dipersenjatai dengan senapan mesin Kalashnikov dan senapan mesin kaliber besar seperti Utes dan Kord. Kompleks robotik ini mampu menembak sambil bergerak dengan kecepatan 35 kilometer per jam, dalam segala waktu dan cuaca. Ketepatan tembakan senjata yang dimiliki Volk-2 juga dijamin oleh penglihatan panas, laser pengukur jarak, serta hidrostabilisator. Robot ini juga memiliki baja khusus.
Saat ini Volk-2 tengah menjalankan proses uji coba. Kelak robot ini akan digunakan oleh divisi roket strategis sebagai penjaga sistem peluncur rudal balistik Topol-M dan Yars.
Volk-2 memiliki sasis beroda rantai dengan kemampuan jelajah yang telah ditingkatkan. Jalan berkontur kasar bahkan tidak terlalu berpengaruh terhadap kecepatan gerak senjata ini. Dalam proses uji coba, Volk-2 mampu berakselerasi bahkan ketika berada di rasputitsa (jalanan berlumpur yang sulit dilalui akibat es yang mencair).
Volk-2 juga dipersenjatai dengan senapan mesin Kalashnikov dan senapan mesin kaliber besar seperti Utes dan Kord. Kompleks robotik ini mampu menembak sambil bergerak dengan kecepatan 35 kilometer per jam, dalam segala waktu dan cuaca. Ketepatan tembakan senjata yang dimiliki Volk-2 juga dijamin oleh penglihatan panas, laser pengukur jarak, serta hidrostabilisator. Robot ini juga memiliki baja khusus.
Saat ini Volk-2 tengah menjalankan proses uji coba. Kelak robot ini akan digunakan oleh divisi roket strategis sebagai penjaga sistem peluncur rudal balistik Topol-M dan Yars.
Pencari Ranjau Pintar Uran-6
Uran-6
adalah kompleks pencari ranjau multifungsi yang dapat menggantikan 20
tentara pencari ranjau (sapper). Robot ini dikendalikan dari jarak jauh,
operator dapat memerintahkan Uran dari jarak aman, hingga satu
kilometer. Teknologi yang dilengkapi dengan kerukan bulldozer dan
pelacak ranjau ini dapat berjalan di lokasi-lokasi berbahaya, mencari
ranjau seusai perintah operator, serta menetralkan ranjau dan peledak
yang tidak teraktivasi.
Berdasarkan spesifikasi teknis Uran-6, robot ini mampu menetralkan barang yang rawan meledak yang berkekuatan setara dengan 60 kilogram TNT. Akan tetapi, pada tahap percobaan ini hasil pekerjaan Uran-6 tak bisa dipercaya seratus persen. Tetap ada pasukan sapper yang perlu memeriksa keakuratan Uran-6 membersihkan lapangan setempat. Para pengembang robot ini berencana membuat Uran-6 dapat menetralkan hingga 98 persen tempat yang ia lewati.
Saat ini Uran-6 sedang berada dalam tahap uji coba di Subyek Federal Republik Chechnya, di gunung raksasa yang berada di wilayah Vedenskiy. Medan di gunung tersebut sangatlah sulit, dan jika Uran-6 bisa tampil memukau di setiap tahap uji coba, maka robot ini akan segera diproduksi secara massal.
Berdasarkan spesifikasi teknis Uran-6, robot ini mampu menetralkan barang yang rawan meledak yang berkekuatan setara dengan 60 kilogram TNT. Akan tetapi, pada tahap percobaan ini hasil pekerjaan Uran-6 tak bisa dipercaya seratus persen. Tetap ada pasukan sapper yang perlu memeriksa keakuratan Uran-6 membersihkan lapangan setempat. Para pengembang robot ini berencana membuat Uran-6 dapat menetralkan hingga 98 persen tempat yang ia lewati.
Saat ini Uran-6 sedang berada dalam tahap uji coba di Subyek Federal Republik Chechnya, di gunung raksasa yang berada di wilayah Vedenskiy. Medan di gunung tersebut sangatlah sulit, dan jika Uran-6 bisa tampil memukau di setiap tahap uji coba, maka robot ini akan segera diproduksi secara massal.
Robot Pasukan Khusus Strelok
Strelok
(Penembak) pada dasarnya merupakan senapan mesin yang dipasang di atas
sasis roda rantai. Namun kehadiran robot ini benar-benar membantu
pasukan khusus. Dengan ukurannya yang kecil dan berat yang ringan (hanya
500 kilogram), Strelok dapat digunakan untuk menyerbu gedung di daerah
kota yang padat dan menjaga keamanan para tentara. Mesin ini tidak
menimbulkan bising, sebab kecepatan bergeraknya sama dengan kecepatan
langkah manusia yakni empat kilometer per jam. Akan tetapi, robot ini
mampu menaiki anak tangga. Maka, dalam pertempuran di dalam kota atau
operasi antiteroris, Strelok tidak tergantikan. Strelok melakukan
debutnya dalam pameran militer di Nizhniy Tagil pada September 2013.
Namun saat ini tidak ada yang tahu bagaimana nasib senjata tersebut.
Robot Amfibi Gnom
Robot
bawah air yang berbentuk seperti kamera video ini tidak membawa senjata
apapun. Gerakan Gnom (Kurcaci) dikendalikan oleh operator dengan
bantuan joystick. Di bawah air, robot ini dapat mencari dan menetralkan
benda-benda yang berbahaya bagi manusia seperti ranjau laut.
Gnom dilengkapi dengan pemindai melingkar serta mampu melihat hingga jarak seratus meter. Kemampuan tersebut tidak hanya berguna dalam pekerjaan pencarian dan penyelamatan saja, tetapi juga saat melakukan pengintaian bawah air. Berat robot ini hanya 11 kilogram. Ukuran yang mini tersebut membuat Gnom bahkan dapat dibawa dalam bagasi kabin. Robot bawah air ini telah melalui tahap uji coba pada 2005 di Baltik dan sampai saat ini masih mengabdi di pasukan Angkatan Laut Rusia.
Gnom dilengkapi dengan pemindai melingkar serta mampu melihat hingga jarak seratus meter. Kemampuan tersebut tidak hanya berguna dalam pekerjaan pencarian dan penyelamatan saja, tetapi juga saat melakukan pengintaian bawah air. Berat robot ini hanya 11 kilogram. Ukuran yang mini tersebut membuat Gnom bahkan dapat dibawa dalam bagasi kabin. Robot bawah air ini telah melalui tahap uji coba pada 2005 di Baltik dan sampai saat ini masih mengabdi di pasukan Angkatan Laut Rusia.
Enam Misi Luar Angkasa Lain yang Fenomenal
http://itmiliter.blogspot.com/2014/11/enam-misi-luar-angkasa-lain-yang.html#.VdbVLn0XFJk
Permukaan Komet Comet 67P/CG dari kapal Rosetta (CNN Indonesia/REUTERS/ESA/Rosetta/Philae)
Badan Antariksa Eropa (ESA) sukses mendaratkan kapal satelit buatan
manusia di komet 67P/Churyumov-Gerasimenko, Rabu (12/11) tengah malam.
Itu menjadi peristiwa bersejarah, meski para ilmuwan ESA masih
mengkhawatirkan posisi Philae di komet itu.
Pengait, yang mestinya menjadi jangkar yang mengamankan posisi kapal di komet yang sangat rendah gaya gravitasinya itu, gagal terpasang.
Tapi terlepas dari persoalan itu, selain Philae dan kapal induknya, Rosetta, sebetulnya masih ada setidaknya enam misi lain ke ruang angkasa yang fenomenal, dengan tugasnya masing-masing.
Berikut ini daftarnya, seperti dikumpulkan oleh CNN:
Pengait, yang mestinya menjadi jangkar yang mengamankan posisi kapal di komet yang sangat rendah gaya gravitasinya itu, gagal terpasang.
Tapi terlepas dari persoalan itu, selain Philae dan kapal induknya, Rosetta, sebetulnya masih ada setidaknya enam misi lain ke ruang angkasa yang fenomenal, dengan tugasnya masing-masing.
Berikut ini daftarnya, seperti dikumpulkan oleh CNN:
New Horizon (Dok. Wikipedia)
New Horizon, Bakal Jadi Tamu Pertama Pluto
Belum pernah ada kapal ruang angkasa yang sampai ke Pluto, benda ruang
angkasa yang terbilang paling jauh dari matahari dalam sistem Tata
Surya. Tapi sebentar lagi fakta itu berubah.Saat ini sudah ada sebuah kapal yang sedang menuju ke sana. New Horizon namanya.
New Horizon diluncurkan pada 19 Januari 2006, dua tahun setelah peluncuran Rosetta dan Philaem, dari Cape Canaveral.
Dengan kecepatan 16,26 kilometer per detik, New Horizon adalah objek buatan manusia tercepat yang meluncur keluar dari Bumi.
Dijadwalkan kapal ini tiba di Pluto pada Juli 2015. Sebuah foto yang dilansir CNN menunjukkan New Horizon saat sedang melintasi Planet Jupiter.
Pluto sendiri sempat dikenal sebagai satu dari sembilan planet dalam sistem Tata Surya. Belakangan, setelah melalui banyak penelitian, status Pluto sebagai planet dipertanyakan. Akhirnya, kini Pluto lebih dikenal sebagai bagian dari apa yang dikenal dengan istilah planet mini atau dalam istilah lain: plutoid.
Dawn (Dok. Wikipedia)
Dawn, Utusan Bumi ke Planet Mini
Dawn didesain untuk mengorbit ke protoplanet Vesta dan planet mini
Ceres. Keduanya adalah benda ruang angkasa paling masif di sabuk
asteroid utama di antara Mars dan Jupiter.Misi Dawn adalah mengumpulkan data mengenai bagaimana sistem Tata Surya terbentuk dan berevolusi, persis seperti yang diusahakan oleh Philae di komet.
Dawn diluncurkan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada 27 September 2007. Saat ini kapal itu dalam perjalanan ke Ceres dan diperkirakan tiba pada April 2015.
Dawn sendiri memasuki orbit Vesta pada Juli 2011 dan melakukan survei di sana selama 14 bulan. Apabila misinya selesai, Dawn menjadi kapal ruang angkasa pertama yang mengunjungi Ceres dan mengorbit dua benda ruang angkasa.
Curiosity (Dok. Wikipedia)
Curiosity, Penyelidik Kehidupan Mars
Kapal robotika penjelajah Curiosty Mars diluncurkan dari Cape Canaveral
pada 26 November 2011 dengan menumpang kapal MSL. Ia mendarat di Aeolis
Paus di Kawah Gale pada 6 Agustus 2012.Lokasi pendaratan, yang disebut Bradbury Landing Site, bergeser 2,4 kilometer dari target semula. Kapal ini tiba di Mars setelah menempuh perjalanan sejauh 563 juta kilometer.
Curiosity melakukan pengumpulan sampel-sampel yang diperlukan untuk penelitian lebih lanjut mengenai si Planet Merah.
Dalam foto yang dilansir CNN, Curiosity sedang membor sebuah batu yang dijuluki “Bonanza king” untuk mengetahui apakah titik itu ideal untuk melakukan pengeboran lebih dalam dan mengambil sampel.
Curiosity adalah kapal penjelajah paling canggih yang pernah dibangun manusia. Tugasnya adalah mencari tahu apakah Mars bisa ditinggali oleh manusia di masa depan, dengan meneliti iklim, geologi, kemungkinan ada lingkungan yang bisa dihidupi mikroba, dan menyelidiki ketersediaan air.
Pada 24 Juni 2014, Curiosity menyelesaikan masa tugas satu tahun Mars (687 hari di Bumi) dan mendapati bahwa kondisi lingkungan di Mars cocok bagi mikroba.
Cassini (Dok.Wikipedia)
Cassini, Penemu Perairan di Saturnus
Kapal ruang angkasa ini diluncurkan pada 1997, tujuh tahun sebelum
peluncuran Rosetta. Ia mengorbit di Saturnus dan bulan-bulannya. Cassini
telah menghasilkan pemahaman baru mengenai salah satu sudut di sistem
Tata Surya itu. Ia juga memotret banyak objek menakjubkan dari sana.Cassini tiba di Saturnus pada 2004. Ia adalah kapal pertama yang masuk ke orbit Saturnus, dari empat kapal yang pernah mengemban misi ke planet itu.
Hampir satu dekade setelah mengorbit, pada April 2014 NASA melaporkan bahwa ada temuan perairan bawah tanah di Enceladus, salah satu bulannya Saturnus. Dengan adanya temuan itu, ilmuwan menyatakan bahwa Enceladus adalah salah satu tempat di sistem Tata Surya yang bisa menopang kehidupan mikroba.
Kepler (Dok.Wikipedia)
Kepler, Si Pencari Planet Baru
Stasiun pengamatan ruang angkasa Kepler adalah misi pertama dari Badan
Antarika Amerika Serikat (NASA) yang mampu menemukan planet seukuran
bumi di dalam atau dekat dengan zona bintang-bintang yang bisa dihuni.Kepler diluncurkan pada 2009. Ia mampu mendeteksi planet-planet dan objek ruang angkasa yang bisa disebut planet, dalam berbagai ukuran dan jarak orbital. Dengannya manusia bisa menemukan planet-planet baru.
Neowise (Dok. Wikipedia)
Neowise, Si Penjaga Bumi
Kapal ruang angkasa ini dilahirkan untuk menghasilkan rasa aman di bumi.
Misinya adalah memakai teleskop besar untuk memburu asteroid dan komet,
termasuk objek ruang angkasa lain, yang berpotensi mengancam Bumi.Selama jangka waktu tiga tahun pelaksanaan misinya, dari Desember 2013 sampai 2016, Neowise mengidentifikasi dan mengkarakteristik objek dekat Bumi, serta mengumpulkan data dari ukuran dan tanda-tanda lainnya.
source: cnnindonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar