Kamis, 16 September 2021

LUCU AS INI ...... N SEPERTI BANGSA SONGONG N TDK GENTLE .... >>> PEMERINTAHAN USA REZIM TRUMP N DILANJUTKN OLEH BIDEN .... N .... TERPAKSA N HARUS MELAKKN PERDAMAIAN DG PEMERITHN IMARAH ISLAM AFGHANISTAN ATW TALIBAN .... >>> TAPI AMERIKA ...... KONON TIDAK MENGAKUI IMARAH ISLAM AFGHAN ATW TALIBAN ...??? >>> ???? ........ LBH LUCU LAGI DLM ISI PERJANJIAN... BNR2 AS MNGEMIS MINTA PERLINDUNGN TALIBAN AGAR TDK ADA SERANGAN KEPADA TNTARA AS N KOALISI DG DALIH APAPUN JUGA ... DISEMUWA ... LOKASI TNTARA AS BERADA ..... >>> N TALIBAN MNYANGGUPI DG SGL KONSEKWENSINYA N BERTINDAK SBG PELINDUNG N MNJAGA MARTABAT N KEHORMATAN BANGSA AFGHANISTAN ....>>> ............ SUNGGUH DISINI MENUNJUKKAN AS SEBAGAI NEGARA BESAR N YANG NYATA2 JADI AGRESOR YG CULAS... KEPADA BANGSA N RAKYAT AFGHANISTAN YG SAAT ITU DIPEGANG OLEH PEMERINTAHAN TALIBAN >>> ...... AWALNYA ..... KASUS SNGAT SEDERHANA .... KARENA ..... DG DALIH N ALASAN AS DLAM PEMERINTAHAN BUSH JR .... ADALAH MINTA OSAMA BIN LADEN UTK DISERAHKAN KPD AS, DG TUDUHAN TERLIBAT PEMBOMAN 911WTC ... N DI TUDING TERORIS... >>> TENTU TALIBAN MMILIKI JIWA BESAR N AKAL SEHAT .... >>> ...... TALIBAN SCR NALAR SEHAT MINTA BUKTI2 KETERLIBATAN OSAMA DKK?? ..... KRN DIKETAHUI BAHWA .... MEMANG ADA KEANEHAN .... TTG OSAMA INI ..... >>> AWALNYA OSAMA ADALAH PARTNER N KEPRCAYAAN AS UNTUK MMBANTU TALIBAN YG SDG MMERANGI TNTARA UNI SOVYET YG MNGUASAI AFGHANISTAN DG PEMERINTAHAN BONEKA BABRAK KAMAL SBG PRESIDENNYA ....>> N UNTUK ITU .... AS HARUS .... MLKKN INVESTGASI .. TNTG 911WTC... ITU ... N ... TNTU DG REKAYASA INTELIGEN... ??? .... >> HASIL INVESTIGASI INI MNGUNDANG KONTROVERSI N KEMUDIAN ...... BNYK INVESTIGATOR2 INDEPENDEN TRLIBAT JUGA .. >> HASILNYA... DR BERBAGAI INVESTIGATOR INDEPENDEN YG TERDIRI DARI BERBAGAI KEAHLIAN N PROFESIONAL .. MENOLAK HASIL INVESTIGASI BUATAN PEMERINTAH BUSH ... YG CENDERUNG DUSTA .. N PERMAINN JAHAT ... N KONSPIRASI YG SNGT BIADAB .... >>>> .... BHKAN KEMUDIAN ..... MNJADI BUMERANG TERHADAP PEMERINTAHAN AS SECARA NYATA ..... >>> DR BERBAGAI HASIL INVESTIGASI ... N BUKTI2 YG TDK TERBANTAHKAN .... >>> .... TERNYATA 911WTC ITU N JG PENTAGON .. ADALAH KERJANYA CIA N MOSAD... DG SEBUTAN INSIDER JOB >>> DGN TERUNGKAPNYA KEBOHONGAN N KONSPIRASI JAHAT .... PEMERINTAHAN AS YG MNGGUNAKAN DALIH N TUDINGAN 911 WTC ITU ... PERBUATAN TERORIS .... ?? N TERORISNYA ... JUSTRU ORG2 PEMERINTAHAN BUSH .. YI CIA N MOSSAD ...>> DG KETIDAK JELASAN N HASIL MERAGUKAN DR PEMERITHN AS .. N JG DI SANGGAH OLEH RAKYAT AS SENDIRI ....>> TRNYATA .. ISUE 911WTC 2001 IN ADALAH FITNAH N FALSE FLAG OPARATION CIA N MOSSAD UNTUK MMBUAT STIGMASIASI BUSUK .... TRHADAP TALIBAN ...>> .... MK .... TALIBAN TDK MAU MNYERAHKAN OSAMA .... >> N AKHIRNYA UTK MUNUTP ... KECURANGAN N POLITIK ABSURDNYA ..... MK ... BUSH N KOALISI EROPA N NEGARA2 JARINGN AS DI TIMUR TENGAH MNYERANG N MNGGEMPUR PEMERINTAHAN TALIBAN HABIS2AN >>> ..... KMD TERJADILAH PERANG SELAMA 20 TAHUN YG AKHIRNYA AS MERASA KEWALAHAN KRN TAK BS MENAKLUKAN TALIBAN.. >>> KONON BIAYA PERANGNYA 1-2 TRILIUN US$ ...??? SANGAT FANTASTIK ...... 80-90 MILYAR US$ PERTAHUN ....UNTUK PERANG DG TALIBAN ... >> ..... PADAHAL .... KONON ... TALIBAN ITU SNGT TRADISIONIL ... N TDK MMILKI KEMMPUAN MILITER MODERN ... N TDK MMILIKI PERSENJATAAN YG KUAT N TDK PULA MMILIKI TNTARA YG TERLATIH ... N TDK PULA MMILIKI SUMBER DANA PERANG ... >> ...... DMK BNYK ISUE2 DIMAINKAN UNTUK MNSTIGMASIASI N MMFRAMMING TALIBAN .... SPERTI ... "BIADAB" .... "TERORIS" ... "DAESH" ... "ISIS" ... "RADIKAL" ... DLL.. ?? N SMW JARINGAN PRESS N MEDIA INTERNASIONAL.. FACEBOOK... TV ... DSB .. SDH MMBLOKIR BERITA2 IMARAH ISLAM AFGHAN ATAW TALIBAN INI .. DG SGL DALIH N PERMAINN CURANG KOMPLOTN ZIOINIS N KAPITALIS N TERMASUK KOMUNIS ...>> ...... BY THE WAY..... BIAYA PERANG YG FANTASTIK ITU .... KLW DIGUNAKAN UNTK MMBANGUN NEGERI ...PASTINYA SDH SNGT BAGUS N MAJU...??>> INILAH PERMAINN NAFSU SERAKAH N JAHAT PR INDUSTRI2 PERANG N AHLI EKONOMI KAPITALIS YG HNY MMNTINGKAN DIRINYA SENDIRI >>> TOKH AKHIRNYA AS KEWALAHAN N BNYK KORBAN... N SEMAKIN N LAMA ..... SEMAKIN BNYK KORBAN N AS MNJADI FRUSTASI >>> ....... ALHAMDULILLAH .. TALIBAN CERDAS N LUGAS .... >>> YG UTAMA N POKOK ... BHW .... AS N SEKUTUNYA ASING ITU .. HRS HENGKANG DR AFGHANISTAN >> N URUSAN INTERNAL AFGHAN ADALAH AKAN DIBERESKAN OLEH TALIBAN .... >>> SUBHANALLAH ......>>> JG .... ADA BBRP CATATAN KECIL ... DIMANA AS SDH SNGT PORAK PORANDA DI AFGHANISTAN >>>

 Ini Isi Perjanjian Damai Amerika Serikat-Taliban

https://www.merdeka.com/dunia/ini-isi-perjanjian-damai-amerika-serikat-taliban.html?page=2

Senin, 2 Maret 2020 16:08Reporter : Hari Ariyanti

Keempat bagian di atas saling terkait dan masing-masing akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal waktu dan syarat yang disepakati. Kesepakatan pada dua bagian pertama membuka jalan bagi dua bagian terakhir.

Berikut ini adalah teks perjanjian untuk implementasi bagian satu dan dua di atas. Kedua belah pihak sepakat bahwa kedua bagian ini saling terkait. Kewajiban Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban dalam perjanjian ini berlaku di daerah-daerah di bawah kendali mereka sampai pembentukan pemerintahan Islam Afghanistan pasca-permukiman baru sebagaimana ditentukan oleh dialog dan negosiasi intra-Afghanistan.

BAGIAN SATU

AS berjanji menarik semua pasukan militer AS dari Afghanistan, sekutunya, dan aliansi sekutunya, termasuk personel sipil non-diplomatik, kontraktor keamanan pribadi, pelatih, penasihat, dan personel pendukung dalam 14 bulan menyusul pengumuman perjanjian ini, dan akan mengambil langkah-langkah berikut dalam hal ini:

A. AS, sekutunya, dan Koalisi akan mengambil langkah-langkah berikut dalam 135 hari pertama:

1) Mereka akan mengurangi jumlah pasukan AS di Afghanistan menjadi 8.600 dan secara proporsional akan mengurangi jumlah sekutunya dan pasukan koalisi.

2) AS, sekutunya, dan Koalisi akan menarik semua pasukan mereka dari lima pangkalan militer.

B. Dengan komitmen dan tindakan pada kewajiban Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban di Bagian Dua dari perjanjian ini, AS, sekutunya, dan Koalisi akan menjalankan sebagai berikut:

1) AS, sekutunya, dan Koalisi akan menyelesaikan penarikan semua pasukan yang tersisa dari Afghanistan dalam waktu 9,5 bulan.

2) AS, sekutunya, dan Koalisi akan menarik semua pasukan mereka dari pangkalan yang tersisa.

C. AS berkomitmen untuk segera mulai bekerja dengan semua pihak terkait rencana untuk segera membebaskan tahanan dan tahanan politik sebagai langkah membangun kepercayaan dengan koordinasi dan persetujuan semua pihak yang relevan. Lima ribu (5.000) tahanan Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban dan hingga seribu (1.000) tahanan dari pihak lain akan dibebaskan pada 10 Maret 2020, hari pertama negosiasi intra-Afghanistan, bertepatan dengan tanggal 15 Rajab 1441 pada kalender Lunar Hijriah dan tanggal 20 Hoot 1398 pada kalender Solar Hijriah. Pihak-pihak terkait memiliki tujuan untuk membebaskan semua tahanan yang tersisa selama tiga bulan berikutnya. AS berkomitmen untuk menyelesaikan tujuan ini. Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban berkomitmen bahwa tahanan yang dibebaskan akan berkomitmen untuk tanggung jawab yang disebutkan dalam perjanjian ini sehingga mereka tidak akan menimbulkan ancaman bagi keamanan negara AS dan sekutunya.

D. Dengan dimulainya negosiasi intra-Afghanistan, AS akan memulai tinjauan administrasi sanksi AS saat ini dan daftar imbalan terhadap anggota Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban dengan tujuan menghapus sanksi ini pada 27 Agustus 2020, bertepatan dengan tanggal 8 Muharram 1442 pada kalender Lunar Hijriah dan tanggal 6 Saunbola 1399 pada kalender Solar Hijriah.

E. Dengan dimulainya negosiasi intra-Afghanistan, AS akan memulai keterlibatan diplomatik dengan anggota lain Dewan Keamanan PBB dan Afghanistan untuk menghapus anggota Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban dari daftar sanksi dengan tujuan mencapai tujuan ini pada tanggal 29 Mei 2020, yang bertepatan dengan tanggal 6 Syawal 1441 pada kalender Lunar Hijriah dan tanggal 9 Jawza 1399 pada kalender Solar Hijriah.

F. AS dan sekutunya akan menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik Afghanistan atau campur tangan dalam urusan dalam negerinya.

BAGIAN DUA

Bersamaan dengan pengumuman perjanjian ini, Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban akan mengambil langkah-langkah berikut untuk mencegah kelompok atau individu mana pun, termasuk Al-Qaidah, dari menggunakan tanah Afghanistan untuk mengancam keamanan AS dan sekutunya:

1. Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban tidak akan mengizinkan anggotanya, individu atau kelompok lain, termasuk Al-Qaidah, untuk menggunakan tanah Afghanistan untuk mengancam keamanan AS dan sekutunya.

2. Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban akan mengirimkan sebuah pesan jelas kepada mereka yang mengancam keamanan AS dan sekutunya bahwa mereka tak punya tempat di Afghanistan, dan akan menginstruksikan anggota Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban tidak bekerja sama dengan kelompok atau individu yang mengancam keamanan AS dan sekutunya.

3. Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban akan mencegah setiap kelompok atau individu di Afghanistan mengancam keamanan AS dan sekutunya, dan akan mencegah mereka merekrut, melatih, dan mendanai dan tidak akan menampung mereka sesuai dengan komitmen dalam perjanjian ini.

4. Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban berkomitmen untuk berurusan dengan mereka yang mencari suaka atau tempat tinggal di Afghanistan menurut hukum migrasi internasional dan komitmen dari perjanjian ini, sehingga orang-orang semacam itu tidak menjadi ancaman bagi keamanan AS dan sekutunya.

5. Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban tidak menyediakan visa, paspor, izin perjalanan, dan dokumen legal lainnya untuk mereka yang memberikan ancaman terhadap keamanan AS dan sekutunya untuk memasuki Afghanistan.

BAGIAN TIGA

1. AS akan meminta pengakuan dan pengesahan Dewan Keamanan PBB untuk perjanjian ini.

2. AS dan Emirat Islam Afghanistan yang tidak diakui oleh AS sebagai negara dan dikenal sebagai Taliban ingin hubungan positif satu sama lain dan berharap bahwa hubungan antara AS dan pemerintah Islam Afghanistan pasca-penyelesaian baru sebagaimana ditentukan oleh dialog dan negosiasi intra-Afghanistan akan positif.

3. AS akan menjalin kerja sama ekonomi untuk rekonstruksi dengan pemerintah Islam Afghanistan pasca-penyelesaian baru sebagaimana ditentukan oleh dialog dan negosiasi intra-Afghanistan, dan tidak akan campur tangan dalam urusan internalnya.

Ditandatangani di Doha, Qatar pada 29 Februari 2020, yang bertepatan dengan 5 Rajab 1441 pada kalender Lunar Hijriah dan tanggal 10 Hoot 1398 pada kalender Solar Hijriah dalam rangkap dua, dalam bahasa Pashto, Dari, dan bahasa Inggris, masing-masing teks sama-sama asli. [pan]

Baca juga:

Misteri Jatuhnya Pesawat Militer AS & Sosok Agen CIA Otak Pembunuhan Qassim Sulaimani

intelijen Rusia mengklaim Michael D'Andrea, kepala operasional CIA yang mengotaki pembunuhan Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani ikut tewas dalam jatuhnya pesawat itu.

D'Andrea yang punya sejumlah nama alias termasuk Ayatullah Mike, the Dark Prince, dan the Undertaker. Dia adalah sosok agen CIA yang cukup terkenal di Timur Tengah. D'Andrea yang sudah masuk Islam itu mengepalai Pusat Misi Iran pada 2017.

Kamis, 30 Januari 2020 07:07Reporter : Pandasurya Wijaya

https://www.merdeka.com/dunia/misteri-jatuhnya-pesawat-militer-as-sosok-agen-cia-otak-pembunuhan-qassim-sulaimani.html

·          


Pesawat AS jatuh di Afghanistan. ©2020 REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Dua hari lalu sebuah pesawat militer Amerika Serikat jatuh di wilayah yang dikuasai kelompok militan Taliban di Afghanistan. Sejumlah laporan awal menyebut pesawat yang jatuh itu adalah pesawat komersil maskapai milik pemerintah Afghanistan Ariana Airlines tapi CEO maskapai Mirwais Mirzakwal membantah salah satu pesawat mereka jatuh.

"Ada pesawat jatuh tapi itu bukan milik Ariana karena dua penerbangan Ariana hari ini dari Herat ke Kabul dan herat ke Delhi selamat," kata Mirzakwal kepada kantor berita Reuters, seperti dilansir laman CNBC, Selasa (28/1).

Kepala Angkatan Udara AS Jenderal Dave Goldfein membenarkan, pesawat yang jatuh itu adalah pesawat militer milik Angkatan Udara AS E-11 yang dibuat oleh produsen Bombardier. Namun Goldfein tidak bisa memastikan apakah pesawat itu jatuh karena ditembak atau bukan.

"Kami juga tidak tahu status para kru pesawat," kata Goldfein.

"Tidak ada tanda-tanda pesawat itu jatuh akibat tembakan musuh," ujar juru bicara militer AS Kolonel Sonny Leggett di akun Twitternya, seperti dilansir laman Haaretz, Selasa (28/1). "Klaim Taliban bahwa ada pesawat lain juga jatuh keliru."

Misteri Jatuhnya Pesawat Militer AS & Sosok Agen CIA Otak Pembunuhan Qassim Sulaimani

Kamis, 30 Januari 2020 07:07Reporter : Pandasurya Wijayahttps://www.merdeka.com/dunia/misteri-jatuhnya-pesawat-militer-as-sosok-agen-cia-otak-pembunuhan-qassim-sulaimani.html?page=2

·          


Pesawat pemantau elektronik E-11A biasa digunakan untuk menghubungkan komunikasi di medan pertempuran. Dikarenakan wilayah Afghanistan yang bergunung-gunung dan terjal, E-11A sangat penting untuk mengirimkan komunikasi antar unit di lapangan, komandan dan aset AS lainnya di Afghanistan.

Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan lokasi jatuhnya pesawat dan puing pesawat yang diduga Bombardier E-11A. Pesawat itu biasa digunakan AS untuk menggelar operasi pemantauan elektronik di Afghanistan.

Pejabat militer AS yang enggan diketahui identitasnya mengatakan sejauh ini tidak ada tanda-tanda pesawat itu ditembak jatuh oleh musuh. Salah satu pejabat AS mengatakan penumpang pesawat itu kurang dari 10 orang.

"Pesawat yang sedang dalam misi intelijen itu jatuh di wilayah Sado Khel Distrik Deh Yak, provinsi Gahzni," kata Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban dalam sebuah pernyataan.

[pan]

Misteri Jatuhnya Pesawat Militer AS & Sosok Agen CIA Otak Pembunuhan Qassim Sulaimani

Kamis, 30 Januari 2020 07:07Reporter : Pandasurya Wijaya https://www.merdeka.com/dunia/misteri-jatuhnya-pesawat-militer-as-sosok-agen-cia-otak-pembunuhan-qassim-sulaimani.html?page=3

 

·          


Mujahid tidak menyebut bagaimana anggota militan Taliban menjatuhkan pesawat itu. Dia mengatakan salah satu kru pesawat adalah seorang pejabat tinggi AS. Namun pernyataan ini dibantah seorang pejabat pertahanan AS.

Taliban selama ini menguasai sebagian besar wilayah Provinsi Ghazni. Kelompok ini juga sebelumnya pernah menjatuhkan helikopter musuh tapi untuk menjatuhkan pesawat militer yang mengudara tinggi kemampuan Taliban masih diragukan.

Sementara itu sumber intelijen Rusia mengklaim Michael D'Andrea, kepala operasional CIA yang mengotaki pembunuhan Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani ikut tewas dalam jatuhnya pesawat itu. AS sejauh ini belum memastikan klaim tersebut.

D'Andrea yang punya sejumlah nama alias termasuk Ayatullah Mike, the Dark Prince, dan the Undertaker. Dia adalah sosok agen CIA yang cukup terkenal di Timur Tengah. D'Andrea yang sudah masuk Islam itu mengepalai Pusat Misi Iran pada 2017. Di bawah kepemimpinannya, CIA bertugas mengambil tindakan lebih keras terhadap Iran.

[pan]


Misteri Jatuhnya Pesawat Militer AS & Sosok Agen CIA Otak Pembunuhan Qassim Sulaimani

Kamis, 30 Januari 2020 07:07Reporter : Pandasurya Wijaya https://www.merdeka.com/dunia/misteri-jatuhnya-pesawat-militer-as-sosok-agen-cia-otak-pembunuhan-qassim-sulaimani.html?page=4

 

·          


Laman Middle East Monitor melaporkan, Selasa (28/1), beredar spekulasi Pasukan Garda Revolusi juga punya kaitan dengan peristiwa jatuhnya pesawat militer AS itu. Garda Revolusi disebut-sebut mendukung kelompok Taliban dan memberi dukungan persenjataan anti-serangan udara. Brigade Fatimyoun Afghan dilatih oleh Garda Revolusi.

Seorang jurnalis Iran yang tinggal di pengasingan dan menulis untuk harian Javan menyiratkan Garda Revolusi terlibat dalam jatuhnya pesawat itu.

"Pesawat Amerika jatuh di Afghanistan oleh Taliban. Mereka bilang pejabat intelijen ada di dalam pesawat itu. Laporan ini belum terkonfirmasi. tapi jika benar maka ada kemungkinan isu iran juga muncul dalam kasus ini," kata dia di Twitternya.

Pengganti Sulaimani sebagai Panglima Garda yang baru, Ismail Qaani, sebelumnya punya catatan menjalin erat hubungan dengan Afghanistan di era 1980-an. [pan]

 

 


Profil Tokoh-Tokoh Taliban dalam Pemerintahan Baru Afghanistan

Rabu, 8 September 2021 07:27Reporter : Pandasurya Wijaya https://www.merdeka.com/dunia/profil-tokoh-tokoh-taliban-dalam-pemerintahan-baru-afghanistan.html

 

·          


Wakil pemimpin dan negosiator Taliban, Abdul Ghani Baradar (tengah paling depan) dan delegasi Taliba. ©Alexander Zemlianichenko/Reuters

Merdeka.com - Kelompok Taliban baru saja mengumumkan pemerintahan baru Afghanistan yang mereka sebut sebagai "Emirat Islam Afghanistan". Mereka yang menjabat adalah pelaksana tugas (Plt) dalam pemerintahan baru Afghanistan.

Kabinet anyar ini seluruhnya diisi oleh laki-laki dan sejumlah nama dikenal sebagai tokoh garis keras yang memerangi negara Barat dalam dua dasawarsa terakhir.

Siapa saja mereka? Berikut profil singkat mereka, seperti dilansir Antara mengutip Reuters, Selasa (8/9).

Mohammad Hasan Akhund, Plt. Perdana Menteri

Akhund telah lama menjabat sebagai kepala badan pengambil keputusan Taliban, Rehbari Shura, atau dewan pemimpin.

Dia pernah menjadi menteri luar negeri dan kemudian perdana menteri dalam pemerintahan Taliban yang pertama pada 1996-2001.

Seperti kebanyakan pemimpin Taliban, Akhund memperoleh banyak prestise dari kedekatannya dengan pemimpin pertama Taliban, Mullah Mohammad Omar.

Dia berasal dari Kandahar, tanah kelahiran Taliban.

Sebuah laporan PBB menggambarkan Akhund sebagai "teman dekat dan penasihat politik" Omar.

Dia sangat dihormati di kalangan gerilyawan, khususnya oleh pemimpin utama Haibatullah Akhundzada, kata seorang sumber di Taliban.

Sejumlah pengamat menilai sosok yang diperkirakan berusia 65-70 tahun ini lebih bertindak sebagai tokoh politik daripada figur religius.

Pengaruhnya di dewan pemimpin juga memberinya suara dalam urusan militer.

Abdul Ghani Baradar, Plt. Wakil Perdana Menteri

Baradar adalah kawan dekat mendiang Mullah Omar, yang memberinya nama perang "Baradar" atau "brother".

Dia bertugas sebagai wakil menteri pertahanan ketika Taliban memerintah Afghanistan dua dekade lalu.

Menyusul kejatuhan pemerintah Taliban pada 2001, Baradar bertugas sebagai komandan militer senior yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan koalisi, menurut laporan PBB.

Dia ditangkap dan dipenjara di Pakistan pada 2010. Setelah dibebaskan pada 2018, dia mengepalai kantor politik Taliban di Doha dan menjadi salah satu figur terkemuka dalam serangkaian pembicaraan damai dengan Amerika Serikat.

Amir Khan Muttaqi, Plt. Menteri Luar Negeri

Berasal dari Paktia, Muttaqi menyebut dirinya sebagai penduduk Helmand.

Muttaqi bertugas sebagai menteri budaya dan informasi dalam pemerintahan Taliban sebelumnya, juga menteri pendidikan.

Dia kemudian dikirim ke Qatar dan ditunjuk sebagai anggota komisi perdamaian dan tim negosiasi yang melakukan pembicaraan dengan AS.

Menurut sumber Taliban, Muttaqi bukanlah tokoh militer atau agama. Dia mengepalai Komisi Invitasi dan Bimbingan, yang selama pemberontakan telah berupaya membuat pejabat pemerintah dan tokoh kunci lainnya membelot.

Dalam pernyataan dan pidato di masa perang memperebutkan kekuasaan, dia memproyeksikan suara moderat, yang meminta pasukan-pasukan di ibu kota provinsi untuk berbicara dengan Taliban guna menghindari peperangan di wilayah perkotaan.

Setelah kejatuhan Kabul bulan lalu, Muttaqi memainkan peran serupa dengan kelompok militan yang menguasai Panjshir. Dia menyerukan penyelesaian damai atas peperangan.

Mullah Yaqoob, Plt. Menteri Pertahanan

Putra pemimpin Taliban Mullah Omar, Yaqoob, semula berusaha untuk menggantikan ayahnya pada tahun 2015. Dia menyerbu rapat dewan yang menunjuk Mullah Akhtar Mansour sebagai pengganti ayahnya, namun akhirnya berdamai.

Dalam usia yang masih 30-an tahun dan tanpa pengalaman bertempur sebagai komandan perang, dia memimpin sebuah bagian dari gerakan Taliban di Kandahar berkat prestise dari nama ayahnya.

Dia ditunjuk sebagai kepala seluruh komisi militer Taliban tahun lalu dan bertugas mengawasi semua operasi militer di Afghanistan.

Bersama Baradar dan Sirajuddin Haqqani, dia adalah salah satu wakil pemimpin.

Meskipun dipandang sebagai seorang moderat oleh sejumlah analis Barat, para komandan Taliban menyebut Yaqoob sebagai salah satu pemimpin yang mendorong operasi militer terhadap kota-kota yang perlu dikuasai beberapa pekan sebelum kejatuhan Kabul.

Sirajuddin Haqqani, Plt. Menteri Dalam Negeri

Sirajuddin Haqqani mengepalai jaringan Haqqani yang berpengaruh setelah ayahnya, Jalaluddin Haqqani, wafat pada 2018.

Pernah didukung AS sebagai salah satu kelompok militan anti Soviet paling efektif pada tahun 1980-an, kelompok semi otonomi itu dipersalahkan atas sejumlah serangan mematikan pada pasukan koalisi.

Jaringan Haqqani, yang statusnya dalam struktur Taliban menjadi perdebatan, telah ditetapkan oleh AS sebagai sebuah Organisasi Teroris Asing meskipun Taliban sendiri tidak.

Komite Sanksi PBB juga mengatakan kelompok itu, yang berbasis di daerah perbatasan tanpa hukum di antara Afghanistan dan Pakistan, terlibat langsung dalam produksi dan perdagangan narkotika.

Haqqani merupakan seorang buronan FBI paling dicari karena diduga terlibat dalam serangan bunuh diri dan memiliki hubungan dengan Al Qaidah.

Departemen Luar Negeri AS telah menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar bagi pemberi informasi yang bisa membuatnya tertangkap.

Zabihullah Mujahid, Plt. Wakil Menteri Penerangan

Lama menjadi juru bicara Taliban, Mujahid telah lebih dari 10 tahun menjadi figur kunci yang memberikan informasi tentang aktivitas Taliban.

Dia secara berkala mengunggah rincian serangan bunuh diri lewat akun Twitter-nya.

Tak satu pun foto dirinya beredar sampai dia menggelar konferensi pers pertama setelah kejatuhan Kabul bulan lalu.

Selama bertahun-tahun badan intelijen militer AS percaya Mujahid adalah seorang persona dari sejumlah individu yang menjalankan operasi media Taliban. [pan]

Inilah Sosok Michael D'Andrea, Tokoh Utama Pembunuhan Jenderal Soleimani Yang Dikabarkan Tewas Akibat Pesawatnya Jatuh

R24/SAUT

Kamis, 30 Januari 2020 | 13:26 WIB https://www.riau24.com/berita/baca/1580365787Inilah-Sosok-Michael-DAndrea-Tokoh-Utama-Pembunuhan-Jenderal-Soleimani-Yang-Dikabarkan-Tewas-Akibat-Pesawatnya-Jatuh


(Michael D'Andrea)

RIAU24.COM -  Kepala Misi Operasi CIA untuk Iran, Michael D'Andrea, dikabarkan tewas di Ghazni, Afghanistan. D'Andrea berada di pesawat jet Bombardier E-11A yang jatuh di kawasan bersalju Provinsi Ghazni, Afghanistan, Senin (27/1/2020).

Kabar kematian D'Andrea, tokoh penting di balik kematian Osama bin Laden, Imad Mughniyeh dan Jenderal Qassem Soleimani diungkapkan sumber intelijen Rusia.

Sebagian dokumen, data penting, peralatan intelijen yang tersisa dari reruntuhan pesawat, kini berada di tangan kelompok Taliban. Wilayah lokasi jatuhnya pesawat CIA itu sepenuhnya dikuasai pasukan Taliban. Tentara Afghanistan kesulitan mencapai tempat kejadian perkara.

Lantas seperti apakah sosok pria yang dijuluki "Ayatollah Mike" ini? Dikutip dari Wikipedia, D'Andrea bergabung dengan CIA pada tahun 1979, dan ia dianggap berkinerja buruk di Camp Peary.

D'Andrea dilaporkan memulai karirnya di Afrika dan ia terdaftar sebagai petugas layanan asing di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Dar es Salaam, Tanzania. Ia pernah menjabat sebagai kepala stasiun di Kairo, Mesir dan kemudian di Baghdad, Irak.

D'Andrea dilaporkan salah satu pejabat CIA yang gagal melacak Nawaf al-Hazmi, yang kemudian berpartisipasi dalam serangan 11 September.

Pada tahun 2006, D'Andrea menjadi kepala Pusat Kontraterorisme CIA menggantikan Robert Grenier. Selama sembilan tahun masa jabatannya, D'Andrea memimpin ratusan serangan pesawat tak berawak Amerika di Pakistan dan Yaman, mengadvokasi program tersebut ke Kongres Amerika Serikat.

Selama di Pusat Kontraterorisme banyak wartawan menyebutnya hanya dengan nama sandi "Roger", yang dianggap tidak biasa bagi seorang pejabat yang tidak ditempatkan di luar negeri.

Selama perburuan untuk Osama bin Laden, D'Andrea mengarahkan analisis hipotesis yang bersaing mengenai siapa, selain Osama bin Laden, yang dapat berada di kompleks sasaran di Abbottabad.

D'Andrea juga mengawasi interogasi Abu Zubaydah, Abd al-Rahim al-Nashiri dan Khalid Shaikh Mohammed, yang dikritik dalam laporan Senat Amerika Serikat.  Dia juga dilaporkan terlibat dalam pembunuhan anggota Hizbullah, Imad Mughniyah di Damaskus, Suriah.

D'Andre mendapat kritikan tajam atas serangan Kamp Chapman di Khost, Afghanistan, ketika tujuh operasi CIA dibunuh oleh seorang pembom bunuh diri, yang diduga mendukung ISI Pakistan.***



Simak selengkapnya disini. Klik https://www.riau24.com/berita/baca/1580365787Inilah-Sosok-Michael-DAndrea-Tokoh-Utama-Pembunuhan-Jenderal-Soleimani-Yang-Dikabarkan-Tewas-Akibat-Pesawatnya-Jatuh

Minggu, 22 Agustus 2021

TALIBAN MENANG PERANG SCR FENOMENAL DI AFGHANISTAN ..?? >>> ALHAMDULILLAH ... RAKYAT AFGHANISTAN TELAH MNGALAHKAN AS SCR SPEKTAKULER ....>>>

 Afghanistan: Apa isi 'kesepakatan luar biasa' Taliban dan Trump yang menjadi kunci kelompok ini kuasai kembali Afghanistan?

20 Agustus 2021

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-58269309

 


SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES

Keterangan gambar,

Bandar udara Kabul mengalami kekacauan saat Taliban mulai menguasai ibu kota Afghanistan.

 

Setelah penarikan pasukan internasional, Taliban menyapu bersih Afghanistan, dan menguasai hampir setiap kota. Jadi, mengapa Amerika Serikat sepakat meninggalkan negara itu setelah 20 tahun berperang?

 

Pada 2001, NATO memaksa Taliban keluar dari Kabul setelah serangan 11 September di New York dan Washington.

Namun hampir dua dekade kemudian, para pemimpin kelompok militan itu kembali ke ibu kota Afghanistan.

Mereka dengan senang berswafoto di dalam istana presiden setelah hampir seluruh wilayah negara itu di bawah kendali mereka.

Baca juga:

Apa yang barangkali paling mengejutkan adalah bukanlah kekalahan militer yang menjadi malapetaka bagi AS dan sekutu NATO-nya sehingga membalikkan semuanya, tetapi kesepakatan damai yang dinegosiasikan secara hati-hati.

Apa yang menyebabkan kesepakatan yang ditandatangani Presiden Donald Trump dan dilaksanakan oleh penggantinya, Joe Biden, dinilai sebagai kesalahan fatal?

 

Mengapa AS menginginkan kesepakatan dengan Taliban?

 


SUMBER GAMBAR,PA MEDIA

Keterangan gambar,

Pasukan NATO awalnya berhasil memaksa kelompok Taliban keluar dari kota-kota besar di Afghanistan.

 

Sehari setelah Menara Kembar World Trade Center runtuh, presiden AS saat itu George W Bush berjanji "pertempuran ini akan memakan waktu dan menjadi landasan tekad, tetapi jangan salah, kami akan memenangkannya".

Kenyataannya, AS tidak sepenuhnya meraih kemenangan secara militer terhadap Taliban.

Walaupun kelompok ini, yang menampung anggota kelompok militan al-Qaeda yang bertanggung jawab atas serangan 11 September, dengan cepat diusir keluar dari perkotaan dengan intervensi NATO, mereka menghabiskan beberapa tahun guna menyusun kekuatan kembali.

 

Baca juga:

Dan pada 2004, kelompok Taliban berada dalam posisi untuk melancarkan pemberontakan terhadap pasukan Barat dan pemerintahan Afghanistan yang baru.

Menanggapi meningkatnya jumlah serangan, presiden AS yang baru saat itu, Barack Obama, meluncurkan "gelombang serangan" pada 2009, secara besar-besaran dengan meningkatkan jumlah pasukan NATO di negara itu, mencapai 140.000 pada puncaknya.

Aksi ini membantu untuk menekan Taliban sekali lagi, tetapi sedikit dampaknya untuk jangka panjang.

 


SUMBER GAMBAR,REUTERS

Keterangan gambar,

Warga Kabul berdesakan dan menggunakan berbagai cara untuk masuk ke bandara.

 

Ketika konflik tersebut menjadi perang terlama bagi AS, yang merugikan negara sekitar US$978 miliar dan mengakibatkan lebih dari 2.300 tewas, perang ini menjadi semakin tidak populer di mata warga AS dan seruan untuk mengakhiri keterlibatan mereka semakin kencang.

Sementara jumlah tentara AS yang terbunuh setiap tahun relatif rendah setelah mereka secara resmi mengubah peran dalam bentuk pelatihan pada 2014, Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengatakan pada 2019 bahwa "lebih dari 45.000 personel keamanan Afghanistan telah membayar pengorbanan terakhir" dalam lima tahun sebelumnya.

Menghadapi situasi ini, penerus Obama, Donald Trump, mulai mengintensifkan negosiasi dengan Taliban, dengan menandatangani kesepakatan pada Februari 2020.

Keputusan itu merupakan sesuatu yang menyenangkan baginya untuk dibicarakan menjelang pemilihan presiden tahun itu.

"Omong-omong, kami sebagian besar berada di luar Afghanistan, seperti yang mungkin Anda ketahui," kata Trump kepada Axios news saat itu.

"Kami sudah di sana (Afghanistan) selama 19 tahun. Kami akan keluar."

 

Apa yang menjadi kesepakatan?

 


SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES

Keterangan gambar,

AS menandatangani kesepakatan damai dengan Taliban setelah melakukan perundingan di sebuah hotel mewah di Doha, Qatar.

 

AS sepakat untuk menarik sisa-sisa pasukannya dari Afghanistan dan Taliban mengatakan tidak akan membiarkan al-Qaeda atau kelompok ekstremis lainnya beroperasi di wilayah yang mereka kuasai.

Ia juga menyatakan bahwa 5.000 tahanan Taliban akan ditukar dengan 1.000 tawanan pasukan keamanan Afghanistan dan sanksi terhadap kelompok militan Islam akan dicabut.

Perjanjian tersebut hanya melibatkan AS dan Taliban, dengan rencana bahwa Taliban akan bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan setelahnya untuk menentukan bagaimana dan oleh siapa negara itu akan diperintah di masa depan.

Baca juga:

Pasukan keamanan Afghanistan - dilatih dengan biaya US$88,32 miliar dan secara teori berjumlah lebih dari 300.000 tentara, akan ditempatkan untuk menjaga situasi saat pembicaraan berlangsung.

 

"Kesepakatan luar biasa"

 

Presiden Trump - yang menggambarkannya sebagai "kesepakatan luar biasa" seperti diutarakan kepada penasihat keamanan nasional, John Bolton - mengatakan secara terbuka bahwa rencana itu memiliki "peluang untuk menjadi sangat bagus".

 


SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES

Keterangan gambar,

Sejumlah kecil pasukan AS yang tersisa di Afghanistan difokuskan untuk membantu mengevakuasi personel AS.

 

AS pertama kali mulai menarik pasukan di bawah Trump. Pembicaraan tatap muka antara Taliban dan pemerintah Afghanistan dimulai pada September, tetapi kesepakatan tampaknya tidak pernah tercapai sepenuhnya.

Kendatipun tidak ada kemajuan, para penentang Taliban tetap optimis bahwa kesepakatan itu tidak akan berujung kepada malapetaka.

"Ini bukan Vietnam," kata presiden Afghanistan kepada BBC pada Februari. "Ini bukanlah pemerintahan yang tengah kolaps."

Pada bulan Juli, juru bicara Taliban mengklaim "meskipun kami berada di atas angin di medan perang, kami sangat serius mengenai perundingan dan dialog".

Mungkin lebih tepatnya bahwa mereka sudah merebut 10 ibu kota provinsi dalam tujuh hari pada waktu itu.

 

PETA PERANG 2005 ???

 


 

 

Presiden AS saat ini Joe Biden - yang meskipun tidak setuju dengan Trump pada hampir setiap kebijakan lainnya - melanjutkan untuk menerapkan kesepakatan pendahulunya.

Kepada pers bulan lalu, Biden mengatakan tidak akan "mengirim generasi Amerika lainnya ke perang di Afghanistan tanpa harapan yang masuk akal untuk mencapai hasil yang berbeda".

"Tentang prospek Taliban bakal menguasai segalanya dan menguasai seluruh negeri, itu sangat tidak mungkin," tambah Biden.

Dan terlepas dari kejadian beberapa hari terakhir, agaknya Presiden Biden telah terjebak dengan keputusannya.

"Jika ada, perkembangan minggu lalu memperkuat bahwa mengakhiri keterlibatan militer AS di Afghanistan sekarang adalah keputusan yang tepat," katanya Senin (16/08) lalu.

Tapi bagi banyak orang, pandangan pemimpin Taliban Mohammad Abbas Stanikzai saat berbicara di ruangan besar sebuah hotel mewah setelah menandatangani kesepakatan dengan adi daya militer terkuat di dunia akhir September lalu, akan lebih mendekati kenyataan.

"Tidak ada keraguan kami telah memenangkan peperangan," katanya. "Tidak ada keraguan sama-sekali."

 

Siapakah Taliban? Sejarah kelompok yang kini menguasai kembali Afghanistan

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-58200920

 

16 Agustus 2021

 


SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES

Keterangan gambar,

Para petarung Taliban di Provinsi Laghman pada Maret 2020.

 

Taliban digulingkan dari kekuasannya di Afghanistan oleh pasukan yang dipimpin oleh AS pada 2001, namun kelompok ini telah melakukan serangan dalam beberapa bulan terakhir dan kini nyaris menguasai kembali negara tersebut.

 

Saat Amerika Serikat bersiap menarik seluruh kekuatannya di Afghanistan pada 11 September, setelah perang dua dekade, kelompok militan Taliban merebut kota-kota besar, termasuk Kabul.

Kelompok ini melakukan pembicaraan langsung dengan AS di 2018, dan pada Februari 2020, keduanya menandatangani kesepakatan damai di Doha yang berisi komitmen AS untuk menarik pasukan dan Taliban tak melakukan serangan pada pasukan AS.

Janji-janji lain termasuk tidak mengizinkan al-Qaeda atau militan lain untuk beroperasi di area yang dikuasainya, dan melanjutkan perjanjian perdamaian nasional.

Namun setahun setelah perjanjian itu diteken, Taliban terus menargetkan serangan ke pasukan keamanan Afghanistan dan dengan cepat menyerang berbagai wilayah di seluruh negeri.

 

Naik ke tampuk kekuasaan

 

Taliban, atau "murid" dalam bahasa Pashto, pertama kali muncul pada awal 1990-an di utara Pakistan setelah pasukan Uni Soviet mundur dari Afghanistan.

Gerakan ini mulanya didominasi oleh orang-orang Pashtun dan pertama kali muncul di pesantren-pesantren — kebanyakan dibiayai oleh Arab Saudi — yang biasanya menganut aliran Sunni garis keras.

Janji Taliban di wilayah-wilayah Pashtun, yang tersebar di Pakistan dan Afghanistan, adalah untuk mengembalikan perdamaian dan keamanan berdasarkan Syariah Islam jika mereka berkuasa.


1px transparent line

Dari Afghanistan barat-daya, Taliban dengan cepat menyebarkan pengaruhnya. Pada September 1995, mereka merebut Provinsi Herat, di perbatasan Iran, dan tepat setahun kemudian mereka merebut ibu kota Afghanistan, Kabul.

Mereka menggulingkan kekuasaan rezim Presiden Burhanuddin Rabbani — salah satu pendiri mujahidin Afghanistan yang menentang pendudukan Uni Soviet. Pada 1998, Taliban menguasai hampir 90% wilayah Afghanistan.

Masyarakat Afghan, yang sudah lelah dengan ekses mujahidin dan pertikaian setelah Soviet terusir, secara umum menyambut kemunculan Taliban saat mereka pertama kali muncul.

Popularitas ini sebagian besar karena keberhasilan mereka memberantas korupsi, membatasi pelanggaran hukum, dan membuat jalan-jalan dan area-area di bawah kekuasaan mereka aman untuk perdagangan.

Baca juga:

Namun Taliban juga memperkenalkan atau mendukung hukuman yang sejalan dengan penafsiran mereka akan hukum Syariah — seperti eksekusi di depan umum terdakwa pembunuhan dan pezina, dan amputasi bagi mereka yang diputuskan bersalah karena pencurian.

Para pria diharuskan menumbuhkan jenggot, sementara para perempuan diwajibkan mengenakan burka yang menutup seluruh tubuh.

Taliban juga melarang televisi, musik dan bioskop, juga tidak memperbolehkan anak perempuan di atas sepuluh tahun untuk sekolah. Mereka dituduh melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan budaya.

Salah satu yang paling terkenal adalah pada 2001, ketika Taliban melanjutkan penghancuran patung Buddha Bamiyan yang terkenal di Afghanistan tengah, meski muncul kemarahan internasional.

 


SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES

Keterangan gambar,

Pasukan Taliban berjaga di jalan raya Kandahar-Herat, di dekat Kota Kandahar pada 31 Oktober 2001

Pakistan telah berulang kali membantah sebagai arsitek berdirinya gerakan Taliban. Namun tak diragukan, banyak warga Afghanistan yang bergabung dengan gerakan ini adalah lulusan madrasah-madrasah di Pakistan.

Pakistan juga merupakan satu dari tiga negara, bersama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), yang mengakui Taliban saat mereka berkuasa di Afghanistan. Pakistan juga negara terakhir yang memutuskan hubungan diplomatik dengan kelompok tersebut.

Di satu titik, Taliban mengancam akan merusak stabilisasi Pakistan dari area-area yang mereka kuasai di wilayah barat laut.

Grey line

Grey line

 

Salah satu serangan Taliban di Pakistan yang paling terkenal dan dikecam dunia internasional terjadi di Oktober 2012, ketika Malala Yousafzai ditembak dalam perjalanan sepulang sekolah di Kota Mingora.

Serangan militer besar-besaran dua tahun kemudian, menyusul pembantaian di sekolah Peshawar, mengurangi pengaruh kelompok ini di Pakistan.

Setidaknya tiga tokoh kunci Taliban di Pakistan tewas karena serangan udara AS pada 2013, termasuk pemimpin kelompok itu, Hakimullah Mehsud.

 


SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES

 

Keterangan gambar,

Pelajar dan aktivis hak asasi manusia Malala Yousafzai ditembak Taliban pada Oktober 2012. (Malala aktivis n boneka AS yg mlkkn banyak dusta)

 

'Tempat perlindungan' al-Qaeda

Perhatian terhadap penguasa Taliban di Afghanistan makin besar setelah serangan di World Trade Centre, New York, September 2001.

Mereka dituduh memberi perlindungan kepada Osama Bin laden dan gerakan al-Qaeda, yang dianggap bertanggungjawab atas serangan itu.

Pada 7 Oktober 2001, koalisi yang dipimpin AS melancarkan serangan di Afghanistan, dan pada pekan pertama Desember tahun yang sama, Taliban runtuh.

Pemimpin kelompok itu, Mullah Mohammad Omar, dan sejumlah tokoh senior lainnya, termasuk Bin Laden, lolos dari salah satu perburuan terbesar di dunia.

Baca juga:

Banyak pemimpin senior Taliban dilaporkan berlindung di Kota Quetta di Pakistan, tempat di mana mereka memimpin Taliban. Namun keberadaan tempat yang dijuluki "Quetta Shura" disangkal oleh Islamabad.

Meski dengan banyaknya pasukan asing, Taliban perlahan-lahan mengumpulkan kekuatan dan melebarkan pengaruh di Afghanistan, membuat banyak wilayah di negara itu tidak stabil, dan kekerasan meningkat ke tingkat yang tidak pernah terlihat lagi sejak 2001.

Banyak serangan Taliban terjadi di Kabul, dan pada September 2012, kelompok tersebut melakukan serangan besar-besaran di pangkalan NATO, Kamp Bastion.

 


SUMBER GAMBAR,AFP

Keterangan gambar,

Pemimpin Taliban di Pakistan, Hakimullah Mehsud, tewas dalam serangan udara AS pada 2013.

 

Harapan untuk negosiasi perdamaian pertama kali diangkat pada 2013, saat Taliban mengumumkan akan membuka kantor di Qatar. Namun ketidakpercayaan antarpihak masih tinggi dan kekerasan terus berlanjut.

Pada Agustus 2015, Taliban mengakui mereka menutup-nutupi kematian Mullah Omar — yang diberitakan karena masalah kesehatan di sebuah rumah sakit di Pakistan — selama lebih dari dua tahun.

Di bulan berikutnya, kelompok itu menyatakan telah mengesampingkan pertikaian selama beberapa minggu untuk memilih pemimpin mereka yang baru, Mullah Mansour, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Mullah Omar.

Pada waktu nyaris bersamaan, Taliban merebut kekuasan ibu kota provinsi untuk pertama kalinya sejak kekalahan mereka pada 2001. Mereka menguasai Kunduz, kota yang penting dan strategis.

Mullah Mansour tewas dalam serangan udara AS pada Mei 2016 dan digantikan oleh wakilnya Mawlawi Hibatullah Akhundzada, yang hingga kini masih memimpin kelompok ini.

Hitung mundur penarikan pasukan

Pada tahun setelah kesepakatan damai AS-Taliban pada Februari 2020 — yang merupakan puncak dari pembicaraan yang panjang — Taliban tampaknya mengubah taktik, dari serangan kompleks di kota-kota besar dan pos-pos militer ke gelombang pembunuhan yang menargetkan masyarakat sipil Afghan.


 

 

Namun dari targetnya — jurnalis, hakim, aktivis perdamaian, perempuan dengan posisi kekuasaan — tampaknya Taliban tidak mengubah ideologi ekstremisnya, melainkan hanya strategi mereka.

Meskipun pemerintah Afghanistan telah menyatakan kekhawatirannya, Presidan AS Joe Bidan mengumumkan pada April 2021 bahwa semua pasukan Amerika akan meninggalkan negara tersebut pada 11 September. Dua dekade setelah jatuhnya World Trade Center.

Setelah berhasil menumbangkan kekuatan besar AS selama dua dekade perang, Taliban mulai merebut wilayah-wilayah Afghanistan.

Kelompok ini diperkirakan kini memiliki lebih banyak jumlah daripada ketika mereka digulingkan pada 2001 — NATO memperkirakan mereka memiliki sekitar 85.000 petarung penuh waktu.



 

Serangan dan keberhasilan mereka merebut wilayah jauh lebih cepat dari perkiraan banyak orang. Jenderal Austin Miller, komandan misi pimpinan AS di Afghanistan memperingatkan pada Juni, bahwa negara itu kemungkinan menuju perang saudara yang kacau.

Dalam banyak kasus, Taliban mampu mengambil alih kota-kota besar tanpa perlawanan, karena pasukan pemerintah menyerah untuk menghindari jatuhnya korban sipil.

Sebuah penilaian intelijen AS pada bulan yang sama dilaporkan menyimpulkan bahwa pemerintah Afghanistan bisa kolaps dalam waktu enam bulan setelah pasukan AS angkat kaki dari negara tersebut.

 

Afghanistan: Perang selama dua dekade, berikut fakta-faktanya dalam 10 pertanyaan

 

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-57760566

 

11 Juli 2021

 


SUMBER GAMBAR,BBC/GETTY IMAGES

Keterangan gambar,

AS berperang di Afghanistan sejak serangan teror pada 11 September 2001.

 

Setelah 20 tahun berkonflik, Amerika Serikat kini menarik pasukannya dari Afghanistan.

 

Bagi AS dan sekutu-sekutunya, pangkalan udara Bagram merupakan pusat komando perang melawan Taliban dan al-Qaeda.

Pasukan koalisi pimpinan AS masuk ke sana pada Desember 2001, dan pangkalan udara itu dibangun jadi markas militer yang menampung hingga 10.000 tentara.

Kini mereka sudah pergi setelah Presiden Joe Biden menargetkan memulangkan semua pasukan AS selambatnya 11 September.

Situasi itu memberi angin kepada milisi Taliban dengan terus menguasai kembali wilayah-wilayah di Afghanistan.

Grey line

Grey line

 

Mengapa AS menginvasi Afghanistan 20 tahun lalu?

 

Pada 11 September 2001, serangan teror di AS menewaskan hampir 3.000 jiwa setelah beberapa pesawat yang dibajak menabrak gedung World Trade Center di New York dan Pentagon di Arlington County, Virginia. Sedangkan pesawat keempat jatuh di suatu lapangan di Pennsylvania.

Osama bin Laden, pemimpin kelompok teroris al-Qaeda, langsung dinyatakan sebagai pihak yang bertanggungjawab.

Taliban, kelompok radikal Islam yang menguasai Afghanistan dan melindungi Bin Laden, menolak untuk menyerahkan dia. Maka, sebulan setelah tragedi 9/11 itu, AS melancarkan serangan udara atas Afghanistan untuk menyerang Taliban dan al-Qaeda.

 

Apa yang terjadi sesudah itu?

 

Dalam dua bulan, AS dan para negara mitra serta kelompok bersenjata sekutunya di Afghanistan menggempur Taliban sehingga rezim itu jatuh dan para pengikutnya kabur ke Pakistan.

Namun Taliban tidak lenyap, mereka tetap kembali menebar pengaruh dan ada pula yang bersembunyi di gua-gua. Kelompok itu meraup jutaan dolar per tahun dari perdagangan narkotika, pertambangan, dan pungutan pajak.

 


SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES

Keterangan gambar,

Pasukan AS saat di Kandahar Afghanistan

 

Pemerintah baru Afghanistan dukungan AS mengambil alih pada 2004, namun Taliban terus melancarkan serangan maut.

Pasukan internasional yang bermitra dengan militer Afghanistan bersusah-payah menanggulangi ancaman Taliban yang kembali menguat.

Konflik bersenjata itu menewaskan banyak korban jiwa, baik pihak sipil dan militer.

 

Apakah Afghanistan mulai bermasalah pada 2001?

 

Tidak. Selama bertahun-tahun sebelumnya Afghanistan terus dilanda peperangan, bahkan sebelum invasi AS.

Akhir 1970an, pasukan Uni Soviet menyerbu Afghanistan untuk mendukung pemerintahan berhaluan komunis.

Namun mereka mendapat perlawanan sengit dari kelompok bersenjata Mujahidin, yang didukung AS, Pakistan, China, Arab Saudi, dan beberapa negara lain.

Pasukan Soviet akhirnya ditarik pulang pada 1989, namun berlanjut Perang Saudara di Afghanistan. Di tengah kekacauan, kelompok Taliban (yang berarti "pelajar") kian menebar pengaruh.

 

Bagaimana Taliban berpengaruh besar?

 

Taliban muncul ke permukaan dari wilayah perbatasan Pakistan utara dan Afghanistan barat daya di awal 1990an. Mereka saat itu bertekad memerangi korupsi dan memulihkan keamanan bagi warga Afghanistan, yang telah menderita akibat Perang Saudara.

 


Keterangan gambar,

Anak-anak perempuan di Afghanistan saat bersekolah.

 

Mereka dengan cepat meluaskan pengaruh dan menerapkan atau mendukung pelaksaan hukum syariah - termasuk eksekusi di depan umum bagi terpidana pembunuh dan pezinah serta amputasi bagi mereka yang terbukti mencuri.

Kaum laki-laki lalu diwajibkan memelihara jenggot dan perempuan harus memakai burka untuk menutupi aurat di wajah dan tubuh.

Taliban juga melarang televisi, musik, dan bioskop. Mereka juga menolak anak-anak perempuan usia 10 tahun ke atas bersekolah.

 

Jadi Taliban benar-benar tidak pernah pergi?

 

Walau sempat dipukul mundur, namun banyak juga yang bertahan.

Pada 2014, di akhir konflik yang paling berdarah di Afghanistan sejak 2001, pasukan internasional mengakhiri misi tempur mereka dan menyerahkan kepada pasukan Afghanistan untuk terus memerangi Taliban.

Namun itu justru menjadi momentum bagi Taliban. Mereka lantas menguasai kembali wilayah dan melancarkan serangan bom atas sasaran-sasaran pemerintah dan sipil.

Pada 2018, BBC menemukan bahwa Taliban aktif secara terbuka di 70% wilayah Afghanistan.

 

Berapa banyak korban dan biaya yang ditanggung akibat perang ini?

 

Lebih dari 2.300 anggota militer AS tewas dan lebih dari 20.000 luka-luka. Begitu pula lebih dari 450 personel militer Inggris dan ratusan lainnya dari sejumlah negara menderita luka-luka.

Namun warga Afghanistan sendiri yang menanggung penderitaan paling banyak. Menurut sejumlah riset lebih dari 60.000 personel pasukan keamanan setempat tewas.

Perang itu juga merenggut nyawa maupun melukai hampir 111.000 warga sipil sejak PBB mulai mencatat jumlah korban di pihak sipil secara sistematis pada 2009.

 


SUMBER GAMBAR,REUTERS

Menurut suatu studi, perang ini menghabiskan uang pembayar pajak di AS senilai US$1 triliun.

 

Apakah ada kesepakatan dengan Taliban?

 

Pada Februari 2020, AS dan Taliban menandatangani "kesepakatan untuk memulihkan perdamaian" di Afghanistan yang telah memakan waktu bertahun-tahun.

Menurut kesepakatan itu, AS dan para sekutunya sesama anggota NATO sepakat menarik semua pasukannya dengan syarat Taliban tidak lagi membiarkan al-Qaeda maupun kelompok ekstremis lain beroperasi di wilayah yang mereka kendalikan.

Sebagai hasil dari perundingan tahun lalu, Taliban dan pemerintah Afghanistan saling membebaskan tahanan.

Hampir 5.000 anggota milisi Taliban dibebaskan dalam kurun beberapa bulan sejak kesepakatan dibuat.

AS juga berjanji akan mencabut sanksi atas Taliban dan berkoordinasi dengan PBB untuk mencabut sanksi lainnya atas mereka.

AS bernegosiasi langsung dengan Taliban, tanpa kehadiran pemerintah Afghanistan.

"Sudah waktunya, setelah bertahun-tahun, untuk memulangkan warga kita," kata Presiden AS saat itu, Donald Trump.

 

Apakah semua pasukan AS pergi dari Afghanistan?

 

Pasukan terakhir AS dan NATO sudah pergi dari Pangkalan Udara Bagram, menyerahkan kendali keamanan kepada pemerintah Afghanistan.

Sekitar 650 personel militer AS diperkirakan tetap berada di sana, menurut Associated Press. Namun tugas utama mereka hanya sebatas memberi perlindungan kepada para diplomat dan membantu menjaga bandara internasional Kabul, yang merupakan sarana transportasi vital di negara itu.

 

Bagaimana situasi saat ini?

 

Sejak muncul kesepakatan, Taliban tampaknya mengubah taktik dari serangan beragam di kota-kota dan fasilitas militer ke rangkaian pembunuhan dengan sasaran tertentu yang telah meneror warga sipil Afghanistan.

Mereka telah menguasai banyak wilayah dan kembali mengancam untuk menjatuhkan pemerintah di Kabul setelah ditinggal pergi militer asing.

Al-Qaeda juga terus beroperasi di Afghanistan, sedangkan militan ISIS juga melancarkan serangan di negara itu.

Kekhawatiran akan masa depan pemerintahan di Kabul terus meningkat. Namun, Presiden Ashraf Ghani yakin bahwa pasukan keamanan Afghanistan telah mampu sepenuhnya menghadapi pemberontakan.

 

Perang dua dekade di Afghanistan: Apakah hasilnya sepadan?

 

"Jawabannya tergantung pada ukuran apa yang kita pakai," kata koresponden keamanan BBC, Frank Gardner.

Sumber-sumber keamanan senior kepada BBC mengatakan bahwa sejak perang dimulai, belum ada satu pun serangan teroris internasional yang berhasil direncanakan dari Afghanistan.

"Jadi, hanya dengan ukuran kontra-terorisme internasional itu, kehadiran militer dan keamanan Barat di sana berhasil memenuhi target," kata Gardner.

 


SUMBER GAMBAR,REUTERS

Keterangan gambar,

Dua perempuan berduka di suatu rumah sakit di Kabul setelah serangan bom truk pada 31 Mei 2017.

 

Namun, 20 tahun telah berlalu, Taliban masih jauh dinyatakan kalah dan justru tetap menjadi kekuatan yang besar.

Beberapa laporan mengungkapkan bahwa Juni lalu terjadi kekerasan yang terburuk sejak kedatangan pasukan koalisi internasional, di mana ratusan jiwa tewas.

Selain itu banyak pembangunan yang susah payah diwujudkan - seperti gedung-gedung sekolah dan kantor pemerintah serta tiang-tiang listrik - kini rusak atau hancur.

"Al-Qaeda, Negara Islam (IS) dan kelompok militan lainnya tidak lenyap. Mereka bangkit lagi dan terdorong oleh kepergian sisa-sisa terakhir pasukan Barat," kata Gardner.

 

 

Frank Gardner (wartawan)

Francis Rolleston Gardner OBE TD VR FRGS (lahir 31 Juli 1961) adalah seorang jurnalis dan penulis Inggris. Dia saat ini adalah Koresponden Keamanan BBC . Orang tuanya adalah diplomat dan kehidupan awalnya dihabiskan di Den Haag sebelum dididik di Saint Ronan's School , dan Marlborough College . Dia ditugaskan ke Cadangan Angkatan Darat Inggris sebagai letnan dua yang bergabung dengan Batalyon Relawan ke-4, Royal Green Jacketspada bulan September 1984. Setelah berkarir bekerja di berbagai pekerjaan di Timur Tengah termasuk sembilan tahun sebagai bankir investasi, Gardner bergabung dengan BBC World sebagai produser dan reporter pada tahun 1995. Ia menjadi koresponden penuh waktu BBC di Teluk pada tahun 1997, sebelum menjadi ditunjuk sebagai koresponden BBC Timur Tengah pada tahun 1999. Setelah serangan 11 September di New York, Gardner mengkhususkan diri dalam meliput cerita yang berkaitan dengan Perang Melawan Teror .

 

Besar

 

Frank Gardner

 

OBE TD VR FRGS

Lahir

Francis Rolleston Gardner


31 Juli 1961 (umur 60)

Hampstead , London , Inggris

Pendidikan

Universitas Marlborough

Alma mater

Universitas Exeter

Pekerjaan

Wartawan

Kredit terkenal

Berita Jam Enam BBC

pasangan

Amanda Jane Pearson

kami

kami

M.  1997-2019)

Mitra

Elizabeth Rizzini

Anak-anak

2

Karier militer

Kesetiaan

 Britania Raya

Layanan / cabang

 Tentara Inggris

Masa kerja

1984–

Pangkat

Besar

Nomor layanan

519796

Satuan

Penghargaan

Medali Layanan Cadangan Relawan (VRSM)

 

Pada tanggal 6 Juni 2004, saat melaporkan dari Al-Suwaidi , sebuah distrik di Riyadh , Arab Saudi , Gardner ditembak enam kali dan terluka parah dalam serangan oleh orang - orang bersenjata al-Qaida . Salah satu saraf tulang belakang Gardner terkena serangan itu dan kakinya lumpuh sebagian. Setelah 14 operasi bedah, tujuh bulan di rumah sakit dan beberapa bulan rehabilitasi, ia kembali melapor untuk BBC pada pertengahan 2005, menggunakan kursi roda atau bingkai. Pada Penghargaan Ulang Tahun 2005 , Gardner diangkat sebagai Officer of the Order of the British Empire (OBE) untuk layanan jurnalisme.

Di luar jurnalisme Gardner, pada November 2011, terpilih sebagai presiden kehormatan Klub Ski Inggris Raya . Dia adalah Pelindung Disabilitas Snowsport UK (DSUK). Pada 2019 ia terpilih sebagai Presiden British Trust for Ornithology (BTO). Dia telah menulis dua karya non-fiksi serta serangkaian novel yang menampilkan petugas fiksional SBS yang berubah menjadi agen MI6 Luke Carlton.

 

Isi

 

Masa muda

Ayah dan ibu Gardner, Robert Neil Gardner (1922–2010) dan Evelyn Grace Rolleston (1923–2014), keduanya diplomat, [1] dan ketika dia berusia enam tahun dia pindah dari Inggris ke Den Haag di Belanda . Kakeknya adalah dokter John Davy Rolleston . Dididik di Saint Ronan's School , dan Marlborough College , Gardner didorong oleh gurunya untuk mengambil biathlon , yang memungkinkannya melakukan perjalanan ke Austria untuk berlatih dengan tim biathlon Angkatan Darat Inggris . [2]

Ketika berusia 16 tahun, Gardner bertemu dengan penjelajah Arab Sir Wilfred Thesiger , dan diundang ke rumah penjelajah di Chelsea . Sebagian karena itu – dan sebagian karena alasan bahwa mengetahui bahasa Arab akan membuatnya dapat dipekerjakan di bagian dunia itu – ia bertekad untuk belajar bahasa Arab . [2] Di tahun jedanya, Gardner menabung dengan bekerja di pabrik batu bata lalu pergi backpacking dari Maroko ke Istanbul . Dia kemudian melakukan perjalanan ke Manila di Filipina , untuk pergi hiking di pegunungan Luzon . [2] Ia kembali belajar di Universitas Exeter[2] [3] lulus pada tahun 1984 dengan gelar Bachelor of Arts (BA Hons) dalam Studi Arab dan Islam. [4]

 

Karier

Pelayanan militer

 

Gardner ditugaskan pada 23 Mei 1984 sebagai letnan dua (dalam masa percobaan). [5] Pada tanggal 30 September 1984, ia dipindahkan dari daftar umum ke Batalyon Relawan ke-4, Royal Green Jackets , sebagai letnan dua (dalam masa percobaan) dan diberi senioritas mulai 23 Mei 1984. [6] Komisinya dikonfirmasi dan pangkat letnan duanya tertanggal 23 Mei 1984 dengan senioritas sejak 23 Mei 1982. Ia dipromosikan menjadi letnan pada 30 September 1985, dengan senioritas sejak 23 Mei 1984. [7] Ia dipromosikan menjadi kapten pada 1 Oktober 1990, dengan senioritas dari 1 Februari 1989. [8]

Pada 11 November 1993, Gardner diangkat sebagai kapten di Cadangan Angkatan Darat Reguler. [9] Ia kembali ke Angkatan Darat Teritorial pada 24 April 1997, bertugas di Cabang Layanan Pendidikan dan Pelatihan Korps Ajudan Jenderal . [10] Ia dipromosikan menjadi mayor di Angkatan Darat Teritorial pada 1 Juli 2006. [11]

 

Perbankan

 

Gardner bekerja sebagai manajer pemasaran untuk Ekspor Teluk dari 1984 hingga 1986 dan dalam perdagangan dan penjualan untuk Saudi International Bank dari 1986 hingga 1990. Dia bekerja selama lima tahun untuk Robert Fleming Bank dari 1990 hingga 1995, menjadi Direktur Timur Tengah. [4] Dia memiliki karir sembilan tahun sebagai bankir investasi .

 

Jurnalistik

 

Pada tahun 1995 ia meninggalkan perbankan dan bergabung dengan BBC World sebagai produser dan reporter. [12] Ia menjadi koresponden Teluk penuh waktu pertama BBC pada tahun 1997, mendirikan sebagai stringer lepas di Dubai . Pada tahun 1999 Gardner diangkat sebagai koresponden BBC Timur Tengah yang bertanggung jawab atas biro di Kairo , tetapi melakukan perjalanan ke seluruh wilayah. Setelah serangan 11 September di New York, Gardner mengkhususkan diri dalam meliput cerita yang berkaitan dengan Perang Melawan Teror . [12]

Pada tanggal 6 Juni 2004, saat melaporkan dari Al-Suwaidi , [13] sebuah distrik di Riyadh , Arab Saudi , yang terkenal karena ekstremisme, Gardner ditembak enam kali dan terluka parah dalam serangan oleh orang - orang bersenjata al-Qaida . Rekannya, juru kamera Irlandia Simon Cumbers , ditembak mati. Dari peluru yang mengenai Gardner di tubuhnya (yang lain melewati bahu dan kakinya) satu mengenai saraf tulang belakangnya dan dia lumpuh sebagian di kakinya dan sejak itu telah menggunakan kursi roda. Pasangan itu melanjutkan syuting selama lebih dari setengah jam, bertentangan dengan saran dari pejabat pemerintah Arab Saudi Gardner. [14]Pemerintah Saudi menjanjikan kompensasi tetapi mereka tidak pernah membayar. [2] Setelah 14 operasi bedah, tujuh bulan di rumah sakit dan beberapa bulan rehabilitasi, ia kembali melapor untuk BBC pada pertengahan 2005, menggunakan kursi roda atau bingkai. [15] Meskipun cedera, ia masih sering melaporkan dari lapangan termasuk tempat-tempat seperti Afghanistan [16] dan Kolombia [17] tetapi biasanya komentar di berita utama dari studio BBC.

Salah satu pria bersenjata yang menembak Gardner dan Cumbers, Adel al-Dhubaiti, ditangkap dan dieksekusi oleh otoritas Saudi pada Januari 2016. [18]

Pada September 2012, ia mengungkapkan bahwa Ratu Elizabeth II telah marah beberapa tahun sebelumnya karena Abu Hamza al-Masri tidak dapat ditangkap. BBC kemudian meminta maaf pada hari itu atas pengungkapan tersebut. [19]

 

Pekerjaan media lainnya

 

Gardner telah mempersembahkan berbagai film dokumenter untuk BBC sejak 2011. Pada 2011, Gardner mempersembahkan Tintin's Adventure bersama Frank Gardner untuk BBC, sebuah film dokumenter di mana ia menelusuri kembali perjalanan karakter Hergé, Tintin dari Brussel ke Berlin ke Moskow pada petualangan pertamanya. – Tintin di Tanah Soviet . Pada tahun 2013 Gardner menampilkan film dokumenter BBC Dua satu jam berjudul Kembalinya Frank Gardner ke Arab Saudi , mengunjungi perbatasan Yaman, Jeddah, Provinsi Timur dan rumah sakit Riyadh di mana ia pulih dari serangannya pada tahun 2004. Pada bulan September 2015 Gardner ditampilkan dalam sebuah episode dari program sejarah keluarga BBC Who Do You Think You Are?di mana dia mengetahui bahwa dia adalah keturunan langsung dari William The Conqueror . Pada tahun 2016 Gardner bekerja sama dengan Benedict Allen dalam dokumenter dua bagian BBC Two Birds of Paradise: The Ultimate Quest . Selama ekspedisi ke Papua Nugini , mereka mencari burung cendrawasih yang sulit dipahami (ambisi seumur hidup Gardner sebagai pengamat burung yang berpengalaman ), termasuk Raja Saxony . Program ini disiarkan pada tanggal 3 dan 10 Februari 2017. [20] [21]

Pada bulan Maret 2012, Gardner mengundurkan diri dari menjadi tuan rumah Counter-Terrorism and Specialist Security Awards (CTSS) di tengah kekhawatiran bahwa ini akan membahayakan ketidakberpihakan BBC. [22] Pada bulan Juni 2018, Gardner memimpin panggung utama selama dua hari pertama acara industri keamanan IFSEC International, yang berlangsung di pusat pameran ExCeL di London. [23]

Pada tahun 2016, Gardner muncul di liputan Channel 4 tentang Paralimpiade di Rio de Janeiro dalam perannya sebagai Presiden Klub Ski GB.

Menjadi Frank: Kisah Frank Gardner disiarkan oleh BBC Two pada 5 November 2020. Film dokumenter ini mengeksplorasi bagaimana rasanya tiba-tiba dinonaktifkan. [24]

 

Karya yang diterbitkan

Buku terlaris Gardner's Sunday Times Blood and Sand ( ISBN  978-0-553-81771-3 ), menggambarkan pengalamannya selama 25 tahun di Timur Tengah, diterbitkan oleh Transworld pada tahun 2006. Bukunya Far Horizons ( ISBN 978-0-593-05968- 5 ), tentang perjalanan yang tidak biasa ke tempat-tempat yang tidak biasa, diterbitkan pada Mei 2009. 

Novel pertama terlaris Gardner, Crisis , menampilkan petugas fiksional SBS yang berubah menjadi operator MI6 Luke Carlton dan raja obat bius Kolombia yang kejam, diterbitkan pada Juni 2016. [25] [26] Novel keduanya, Ultimatum , diterbitkan pada Juni 2018.

 

Penghormatan dan penghargaan

 

Pada Penghargaan Ulang Tahun 2005 , Gardner diangkat sebagai Officer of the Order of the British Empire (OBE) untuk layanan jurnalisme. [27] Sebagai perwira Angkatan Darat Teritorial, ia dianugerahi Dekorasi Efisiensi (TD) untuk tahun-tahun terakhir layanan pada 29 Januari 2008 dan penggantinya, Medali Layanan Cadangan Sukarela (VRSM), pada 8 Maret 2011. [28] [29 ] Dia telah dianugerahi Doktor Kehormatan Hukum oleh Universitas Nottingham , Universitas Staffordshire , Universitas Exeter , Universitas East Anglia dan Universitas Terbuka. Dia juga telah menerima Penghargaan McWhirter untuk Keberanian, Penghargaan El Mundo Spanyol untuk Jurnalisme Internasional, Medali Zayed untuk Jurnalisme dan terpilih sebagai Person of the Year oleh UK Press Gazette . Dia adalah rekan dari Royal Geographical Society (FRGS).

 

Kehidupan pribadi

Gardner tetap menjadi pemain ski yang tajam meskipun cedera. Setelah cedera tulang belakang dan mengikuti kursus pelatihan untuk pemain ski cacat, ia kembali bermain ski menggunakan sitski, perangkat yang memungkinkan penyandang cacat untuk bermain ski sambil duduk. Pada November 2011 ia terpilih sebagai presiden kehormatan Klub Ski Inggris Raya selama enam tahun. Dia sekarang menjadi Pelindung Disabilitas Snowsport UK (DSUK).

Dia adalh seorng pengamat burung [30] dan mmpresentasi-kan program Jam-Arsip BBC-September-2009 di Sir-PeterScott[30]  Pada tahun 2019 ia terpilih sebagai Presiden British Trust for Ornithology (BTO).

Menjadi Frank dari BBC Two , dokumenternya, mengeksplorasi bagaimana rasanya menjadi cacat, disiarkan pada November 2020. Gardner berbicara terus terang tentang perpisahannya baru-baru ini dari istrinya yang setia, Amanda selama 22 tahun. Keduanya tetap berteman baik. Dia menjalin hubungan dengan presenter cuaca BBC Elizabeth Rizzini, [31] [32] yang dia temui di lift di tempat kerja.