Senin, 25 Februari 2013



Pelapor Raffi Ahmad Mengaku, Yuni Shara Lega
Selasa, 26/02/2013 | 07:59 WIB
Dapat informasi dari artis berinisial N, dibocorkan ke BNN
JAKARTA -
Tak tega melihat penyanyi Yuni Shara menjadi tertuduh sebagai pelapor Raffi Ahmad ke  Badan Narkotika Nasional (BNN), wanita berinisial R akhirnya membuat pengakuan bahwa dirinyalah yang membocorkan informasi tersebut ke BNN.  'R' menuturkan, dirinya bertemu anggota BNN di Cilandak Town Square (Citos) pertengahan September 2012.

R mengaku mendapat informasi dari seorang artis berinisial N. "Si R sendiri mendapat informasi dari artis berinisial N. Dan ternyata informasinya A1 atau benar," kata kuasa hukum 'R', Priyagus Widodo saat dihubungi Senin (25/2). Dia enggan menjelaskan lebih lanjut identitas lengkap artis itu.

Dari artis itu, R mengetahui informasi bahwa Raffi kerap mengonsumsi narkoba berjenis ekstasi. "Inex, RA gunakan itu yang saya dengar dari N," sambungnya.

R masih berstatus sebagai pekerja infotaiment saat melapor ke BNN. Informasi itu disampaikan pada bulan September 2012. Adapun tujuannya, agar media tempat dia bekerja mendapat liputan penggerebekkan ekslusif. "Ternyata sampai saat penggerebekkan tidak diajak juga," ujar Priyagus.

Dengan pengakuan ini, R berharap agar Yuni Shara, mantan kekasih Raffi, tak lagi dikabarkan sebagai 'otak' penggerebekkan yang terjadi pada 27 Januari 2013 lalu. Kabar miring itu beredar setelah Raffi menolak mentah-mentah kedatangan Yuni di BNN.  "Dia merasa sesama wanita kasihan dengan mbak Yuni Shara yang tersudut dan dituduh (sebagai pelapor)," katanya.

Yuni sendiri pun mengaku lega. Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum Yuni, Minola Sebayang, Senin (25/2). Minola menuturkan keluarnya sosok pelapor tersebut sebagai bukti bahwa Yuni tak bersalah. Ia pun menyambut baik dari pengakuan si pelapor itu.

"Sudah terbukti dengan pengakuan itu. Yuni yang selama ini dibilang terlibat dengan menjebak itu tidak terbukti kebenarannya," ungkapnya.

Sementara Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Kepala Humas Kombes Sumirat Dwiyanto mengakui pihaknya punya banyak laporan mengenai penyalahgunaan narkoba. Hal itu juga yang membuatnya tak bisa memastikan sosok 'R' menjadi salah satunya. "Saya tidak tahu. BNN banyak terima laporan setiap harinya," ujar Sumirat.

Dengan pelaporan itu, 'R' mengaku tahu diri dirinya pasti dijauhi para artis. Namun hal tersebut tak membuatnya menyesal. "Jujur nggak ada yang saya sesali. Semua memang harus terjadi," ungkap 'R' saat menggelar jumpa pers di Hangar, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (25/2)..

'R' justru puas melihat Raffi saat ini menjalani rehabilitasi di Lido, Jawa Barat, Sukabumi. Ia berharap semuanya bisa terungkap. "Puaslah akhirnya semua terungkap semua," jelasnya. tmp, dtc

.......Perempuan berinisial R yang mengaku sebagai pelapor artis Raffi Ahmad ke Badan Narkotika Nasional ternyata sebelumnya mendapat informasi dari seorang artis. R memberikan informasi ke BNN bahwa rumah Raffi pernah digelar pesta narkoba....>>> ...."Si R sendiri mendapat informasi dari artis berinisial N. Dan ternyata informasinya A1 atau benar," kata Priyagus saat dihubungi Senin, 25 Februari 2013. Dia enggan menjelaskan lebih lanjut identitas lengkap artis itu. R masih berstatus sebagai pekerja infotaimen saat melapor ke BNN. Informasi itu disampaikan pada bulan September 2012. Adapun tujuannya, agar media tempat dia bekerja mendapat liputan penggerebekkan ekslusif. "Ternyata sampai saat penggerebekkan tidak diajak juga," ujar Priyagus....>> ....Januari 2013 ini publik dihentak dengan penangkapan artis Raffi Ahmad bersama rekan-rekannya oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) . Penangkapan ini menambah panjang daftar kasus narkoba yang menjerat kalangan artis. Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek rumah Raffi Ahmad di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Ahad (27/1). Raffi bersama 16 lainnya diciduk saat diduga sedang pesta narkoba. (metrotvnews.com, 27/1/2013) >> "Kalau Pak Sumirat bilang Raffi punya riwayat gangguan mental, keturunan siapa dia? Dari keturunan ke berapa dia sakit mental? Hati-hati Sumirat, nanti kami tuntut, kami laporkan dia. Berani-beraninya bilang orang kena gangguan mental," kata Hotma geram, saat ditemui di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (21/2/2013) malam.....>>> Menurut Hotma, tidak benar jika dikatakan Raffi menggunakan metilon dan harus direhabilitasi. Karena Hotma sendiri punya bukti dari RSKO yang menegaskan bahwa Raffi tak butuh direhab....>>> SAATNYA PRESIDEN DAN DPR SERTA MEDIA SEMUANYA TEGAS MELAWAN BAHAYA NARKOBA-SISTEM EKONOMI RIBAWI-DAN MOLIMO-SERTA MEDIA FITNAH...?? >> BUATLAH UU YANG KOMPREHENSIF DAN MENYELURUH DENGAN TEGAS DAN KERAS SERTA KUAT KOMITMEN NYA... YAITU UU ANTI NARKOBA- UU ANTI EKONOMI RIBAWI- UU ANTI MASMEDIA FITNAH DAN UU ANTI MOLIMO [ MALING/KORUPSI/DLL- MABOK/ MINUMAN2 YANG MEMABOKAN DLL-MAIN/ JUDI DLL- MADON/ PELACURAN DLL-MADAT/NARKOBA DLL]...DAN UU ANTI MEDIA FITNAH...DAN PROVOKASI....UNTUK MEMELIHARA ANAK2 BANGSA DAN GENERASI BANGSA INDONESIA MENUJU NEGARA ADIL DAN MAKMUR...>>> SEMOGA RAKYAT DAN PARA PEDAGANG DAN PENGUSAHA JADI SADAR...DAN TIDAK EGOIS MENGIKUTI KEMAUAN SEMENTARA ORANG2 YANG SERAKAH DAN MERUSAK GENERASI BANGSA KITA...>>> HAYYOO KUATKAN PERSATUAN UMMAT DAN BANGSA INDONESIA DALAM MEMBANGUN NEGARA DAN GENERASI BANGSA YANG BEBAS MERDEKA-MANDIRI DAN TIDAK DIJAJAH ASING BAIK EKONOMI-POLITIK-MILITER DAN KEBUDAYAAN...>> BANGUNKAH CITA2 LUHUR BANGSA...DENGAN AKHLAK DAN BUDI PEKERTI LUHUR...DAN AJARAN AGAMA YANG LURUS...>>> HAYYOOO KUATKAN PERSATUAN DAN SILATURAHIM SESAMA ULAMA -TOKOH2 BANGSA DAN SEMUANYA LAPISAN MASYARAKAT-PEMUDA -PELAJAR DAN MAHASISWA...SERTA KAUM PEDAGANG DAN POLITSISI YANG BERJIWA LUHUR....>>> BANGKITALAH BANGSAKU BANGSA INDONESIA YANG MENCINTAI JIWA2 BERSIH DAN KARYA2 AGUNG YANG LUHUR DAN BERMANFAAT-BERMARTABAT...DAN MULIA...>>> AAMIIN



Pelapor Raffi Ahmad Dapat Informasi Dari Artis 

Pelapor Raffi Ahmad Dapat Informasi Dari Artis















/go/memobee.com/pelapor-raffi-ahmad-dapat-informasi-dari-artis/

Perempuan berinisial R yang mengaku sebagai pelapor artis Raffi Ahmad ke Badan Narkotika Nasional ternyata sebelumnya mendapat informasi dari seorang artis. R memberikan informasi ke BNN bahwa rumah Raffi pernah digelar pesta narkoba.

"Si R sendiri mendapat informasi dari artis berinisial N. Dan ternyata informasinya A1 atau benar," kata Priyagus saat dihubungi Senin, 25 Februari 2013. Dia enggan menjelaskan lebih lanjut identitas lengkap artis itu.

R masih berstatus sebagai pekerja infotaimen saat melapor ke BNN. Informasi itu disampaikan pada bulan September 2012. Adapun tujuannya, agar media tempat dia bekerja mendapat liputan penggerebekkan ekslusif. "Ternyata sampai saat penggerebekkan tidak diajak juga," ujar Priyagus.

Dengan pengakuan ini, R berharap agar Yuni Shara, mantan kekasih Raffi, tak lagi dikabarkan sebagai 'otak' penggerebekkan yang terjadi pada 27 Januari 2013 lalu. Kabar miring itu beredar setelah Raffi menolak mentah-mentah kedatangan Yuni di BNN.


"Dia merasa sesama wanita kasihan dengan mba Yuni Shara yang tersudut dan dituduh (sebagai pelapor)," katanya.
http://www.eramuslim.com/berita/info-umat/kejahatan-narkoba-buah-dari-sistem-kapitalis-sekuler.htm#.USwA2FIxVkg

Wah .. Pelapor Raffi Ahmad Ternyata Mantan Wartawan Infotaiment 

 


Sosok wanita yang melaporkan Raffi Ahmad ke BNN (Istimewa)

Senin, 25 Februari 2013 - 19:10 · Topik: bnn-gerebek-rumah-selebriti
http://celebrities.lintas.me/go/entertainment.seruu.com/wah--pelapor-raffi-ahmad-ternyata-mantan-wartawan-infotaiment/
Sosok wanita yang melaporkan Raffi Ahmad ke BNN (Istimewa)
Jakarta, Seruu.com - Terkait masalah narkoba yang menjerat presenter kondang, Raffi Ahmad pekan lalu itu ternyata pelapor dari semua itu adalah perempuan berinisial R.

Dan dia juga ternyata salah satu wartwan infotaiment salah satu televisi swasta production House.

R juga mengakui bahwa kediaman pria asal Bandung itu sering dipakai pesta penyalahgunaan narkoba. Dan pada saat penggerebakan pekan lalu R pun ikut bersama BNN namun ia tak menunjukkan dirinya.

"Iya benar, tadi prescon si R yang notabene, yang memberikan informasi kepada petugas BNN bahwa di rumah RA pernah digunakan untuk penyalah gunaan narkotika, "  kata Priyagus pengacara R saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (25/2/13).

R saat menggelar jumpa perst di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (25/2/13) tersebut menutupi wajahnya dengan masker, kacamata dan berkerudung hitam.[nty]

Jakarta, Seruu.com  - http://celebrities.lintas.me/go/entertainment.seruu.com/wah--pelapor-raffi-ahmad-ternyata-mantan-wartawan-infotaiment/

Wanita berinisial R yang mengaku telah mengadukan aktor ganteng, Raffi Ahmad ke Badan Narkotika Nasional (BNN) dan setelah itu ia mengundurkan diri sebagai reporter infotainmen.
R yang dulu pernah bekerja sebagai reporter infotaiment disalah satu televisi swasta tersebut kini sudah mengundurkan diri semenjak ia melaporkan pria asal Bandung itu ke BNN.

"Pada 22 Februari 2013 kemarin sudah mengundurkan diri," ungkap R saat adakan jumpa Pers di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (25/2/13).

Ia memilih mengundurkan diri karena, sudah banyak teman kerjanya yang mengetahui ia yang melaporkan mantan Yuni Shara itu ke BNN.

"Aku merasa seperti dipojokkan (di kantor) mengingat aku bekerja di infotainmen, yang bekerja di profesi keartisan. Aku paham ketakutan mereka (orang-orang di kantor)," tandasnya.[il/nty]

R Tahu Raffi Ahmad Pakai Narkoba Dari Seorang Artis Juga

Senin, 25 Februari 2013 - 19:48 · Topik: bnn-gerebek-rumah-selebriti

Jakarta , Seruu.com - http://celebrities.lintas.me/go/entertainment.seruu.com/wah--pelapor-raffi-ahmad-ternyata-mantan-wartawan-infotaiment/

Wanita yang berinisial R , yang mengadukan Raffi Ahmad ke Badan Narkotika Nasional (BNN) ternyata mengaku bahwa ia tahu pria asal Bandung itu memakai narkoba dari artis yang berinisial N.
Dan R pun akhirnya juga tahu kediaman mantan kekasih Yuni Shara itu berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan yang seringkali dijadikan pesta narkoba.

"Saya tau RA sering memakai narkoba dari artis juga yang berinisial N. Karena  N tahu kegiatan RA yang sering memakai narkoba," ungkap R di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (25/2/13).

"Atas info tersebut yang tersimpan dari memori saya, tanpa direkayasa, tanpa direncanakan beberapa hari setelah itu saya ketemu anggota BNN dan saya menceritakan apa yang saya ketahui dan saya denger," tutupnya.[nty]

Arti Raffi Ahmad di Mata Wanda Hamidah

http://celebrities.lintas.me/go/showbiz.liputan6.com/terbongkarnya-arti-raffi-ahmad-di-mata-wanda-hamidah/
oleh Ferry Noviandi Posted: 22/02/2013 10:15
 
 
Arti Raffi Ahmad di Mata Wanda Hamidah
 
Raffi Ahmad dan Wanda Hamidah (Liputan6 TV)

Liputan6.com, Jakarta :

Setelah sekian lama dicecar pertanyaan soal hubungannya dengan Raffi Ahmad, akhirnya Wanda Hamidah angkat bicara. Raffi memiliki arti khusus di mata Wanda.

"Masih sebatas teman baik. Saya ada saat Raffi butuhkan. Raffi ada saat saya butuhkan. Bukan ada dalam arti fisik ya," kata Wanda Hamidah saat ditemui di Jakarta, Kamis (21/2/2013).

Begitulah Wanda Hamidah memberi makna dari kedekatannya dengan Raffi Ahmad. Meski menolak kata pacaran, tapi makna itu menunjukkan sebuah hubungan kasih yang lebih dalam. Lebih dari sekadar teman biasa.

Ketika ditanya, akan kah hubungan itu berlanjut ke tahap yang lebih tinggi, pernikahan misalnya, Wanda tersipu malu. "Dalam suatu hubungan biarkan mengalir apa adanya. Biarlah matang pada saatnya. Bukan karena tekanan media. Kita nggak pernah tahu hubungan itu ke depannya," ungkapnya sambil tertawa malu.

Kini, setiap kali ditanya soal Raffi Ahmad, Wanda Hamidah selalu menampilkan raut wajah yang berbeda dari biasanya. Selalu tersipu malu dalam menjawab, mengisyaratkan kalau memang di hatinya sudah tertanam cinta untuk Raffi. Ia tak lagi bisa menyembunyikan kebahagiaan yang kini menyelimuti hatinya.(ROM)


Hotma Sitompul Bakal Laporkan Humas BNN ke Presiden SBY?

http://celebrities.lintas.me/go/showbiz.liputan6.com/terbongkarnya-arti-raffi-ahmad-di-mata-wanda-hamidah/

Hotma Sitompul Bakal Laporkan Humas BNN ke Presiden SBY?
Hotma Sitompul (Liputan6.com/Firdie Arfianto)
Liputan6.com, Jakarta :  
 
Hotma Sitompul sangat tersinggung dengan pernyataan Humas BNN, Sumirat Dwiyanto yang mengatakan kalau Raffi mempunyai riwat sebagai pengguna narkotika. Atas pernyataannya itu, Hotma siap menuntut Sumirat.
 
"Kalau Pak Sumirat bilang Raffi punya riwayat gangguan mental, keturunan siapa dia? Dari keturunan ke berapa dia sakit mental? Hati-hati Sumirat, nanti kami tuntut, kami laporkan dia. Berani-beraninya bilang orang kena gangguan mental," kata Hotma geram, saat ditemui di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (21/2/2013) malam.
 
Menurut Hotma, tidak benar jika dikatakan Raffi menggunakan metilon dan harus direhabilitasi. Karena Hotma sendiri punya bukti dari RSKO yang menegaskan bahwa Raffi tak butuh direhab.
 
"Kami bukan menuntut, kami akan laporkan Sumirat ke atasannya. Termasuk propam. Kalau perlu kami laporkan ke presiden. Jangan main-main dengan ini. Bilang orang punya riwayat mental. Jangan-jangan yang ngomong punya gangguan mental," ujar Hotma.(FEI/ASW)

Kejahatan Narkoba buah dari Sistem Kapitalis Sekuler


 
 http://www.eramuslim.com/berita/info-umat/kejahatan-narkoba-buah-dari-sistem-kapitalis-sekuler.htm#.USwA2FIxVkg

Januari 2013 ini publik dihentak dengan penangkapan artis Raffi Ahmad bersama rekan-rekannya oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) . Penangkapan ini menambah panjang daftar kasus narkoba yang menjerat kalangan artis.

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek rumah Raffi Ahmad di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Ahad (27/1). Raffi bersama 16 lainnya diciduk saat diduga sedang pesta narkoba. (metrotvnews.com, 27/1/2013)

Meski sosialisasi tentang bahaya narkoba terus digalakkan, penangkapan pelaku narkoba terus digencarkan, namun peredaran narkoba di negeri ini seperti tidak ada habisnya. Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno mengungkapkan, tahun 2011 terjadi 4.817 kasus narkoba dan tahun 2012 terjadi peningkatan menjadi 4.836 kasus yang terjadi. (merdeka.com, 03/01/2013)

Jika diperhatikan, makin akutnya kejahatan narkoba, disebabkan penanganan yang salah dan penegakan hukum yang lemah serta hukuman yang tidak memberikan efek jera. Adanya wacana pemakai narkoba tidak akan dikriminalkan bisa kita dapati dari pernyataan Ibu Negara Ani Yudhoyono pada tahun 2010.  Beliau menyatakan sebaiknya pengguna narkoba tidak diperlakukan sebagai kriminal. Yang terjerumus menggunakan narkoba dibimbing dan ditempatkan di pusat rehabilitasi. Sedangkan bagi pengedar narkoba, Ani Yudhoyono menyatakan dukungan jika ditempatkan di penjara sebagai efek jeranya. (hidayatullah.com, 31/1/2010)

Pendapat serupa juga datang dari Kepala Humas BNN Kombes Sumirat Dwiyanto, beliau  menghimbau kepada penyalahguna narkoba untuk segera melapor bila dirinya menjadi korban. Jangan tunggu ditangkap karena hal ini dijamin oleh Undang-undang No. 35/2009 tentang Narkotika dan PP No 25/2011 dimana mereka yang dinyatakan sebagai korban penyalahgunaan narkotika memiliki hak untuk disembuhkan dengan jalan rehabilitasi.

Selain itu, hak untuk mendapatkan pemulihan juga dikuatkan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No 3/2011 tentang Penempatan Korban Penyalahgunaan Narkotika di Lembaga Rehabilitasi. (news.detik.com, 28/01/2013)

Dari fakta di atas bisa kita tarik satu kesimpulan bahwa hanya podusen dan pengedar yang dikriminalkan, sementara pengguna –yang jelas-jelas menggunakan narkoba- justru dianggap bukan pelaku kriminal. Sungguh sangat rancu, karena jelas sikap tersebut terkategori sebagai tindakan penyalahgunaan narkoba. Kita juga tidak boleh melupakan bahwa tidak mungkin akan ada penawaran jika tidak ada permintaan. Bukankah mengkonsumsi narkoba merupakan satu aktivitas yang dikerjakan dengan penuh kesadaran? Lantas, dari sisi mana mereka pantas menyandang predikat sebagai korban?

Wacana ini justru bisa melenakan sampai akhirnya melunturkan rasa takut para pemakai narkoba, sebab mereka tidak akan dianggap sebagai pelaku kriminal. Mereka merasa dibela, dilindungi dengan wacana tersebut.

Hal ini dipertegas oleh Sumirat, “Mereka yang melapor tentu tidak akan dipenjara, tapi diobati. Dan seluruh biayanya ditanggung pemerintah.” (news.detik.com, 28/01/2013)

Tidak hanya itu efek wacana ini juga mempengaruhi opini di tengah-tengah masyarakat. Mereka banyak memberikan empati terhadap para pengguna narkoba yang mereka anggap sebagai korban. Seperti contoh untuk kasus narkoba dari artis Raffi Ahmad sendiri, berbagai komentar bermunculan di laman jejaring sosial Twitter setelah Raffi Ahmad dikabarkan ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Minggu (27/1) pukul 06.00 WIB di Kawasan Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Di antara komentar tersebut banyak yang menyayangkan, memberi dukungan, bahkan mendoakannya. (metrotvnews.com, 27/01/2013)

Ditambah lagi penegakan hukum dalam masalah narkoba ini sangat buruk. Hal ini dilihat dari terungkapnya sindikat narkoba di Lembaga Pemasyarakatan.  Boski, narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, Jawa Tengah, sekaligus otak jaringan narkotika internasional diringkus oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) karena mengendalikan jaringan narkobanya sejak tahun 2002. (jurnas.com, 7/1/2011)

Berita terbaru dari Surabaya mengungkapkan sindikat narkoba lapas libatkan pelajar SMP yang berisinisal JN. Dalam pemeriksaan, JN mengaku mendapat pasokan narkoba dari bandarnya yang masih mendekam di tahanan. (surabaya.tribunnews.com, 30/01/2013)

Belum lagi kasus narkoba menjerat kalangan penegak hukum. Baru-baru ini salah seorang anggota Polres Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Pada Rabu (23/1) ditangkap Tim Opsnal Polres Rokan Hulu saat ingin melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu di Wisma Putri Melayu, Desa Pematang Tebih, Ujung Batu, Rokan Hulu. (pekanbaru.tribunnews.com, 25/01/2013)

Keinginan menjadikan Indonesia bebas dari narkoba semakin jauh panggang dari api jika melihat hukuman yang dijatuhkan tidak  memberikan efek jera. Data Kementrian Hukum dan HAM mencatat, sejak tahun 2004 hingga 2011 lalu Presiden menerima 128 permohonan grasi dari terpidana kasus narkoba. Namun hanya 19 yang dikabulkan dan seluruhnya diberikan atas dasar kemanusiaan, dimana 10 orang karena dibawah umur, satu orang karena berstatus tunanetra, dan selebihnya hanya berupa keringanan hukuman. (radioaustralia.net.au, 18/10/2012)

Tidak mungkin ada asap jika tidak ada api yang menyala. Kejahatan narkoba ini bukan berarti tidak ada penyebabnya. Penerapan sistem sekuler-kapitalisme di tengah kehidupan masyarakat adalah akar permasalahan sesungguhnya. Akar permasalahan dengan standar manfaat dan doktrin liberalisme dari sistem jahiliyah ini akan membuahkan gaya hidup hedonisme, yang memuja kenikmatan jasmani setinggi-tingginya. Sistem ini semakin sempurna kerusakannya bagi tatanan kemuliaan masyarakat tatkala akidah sekulerisme yang meminggirkan agama sukses membingkai setiap aspek kehidupan.

Jika telah dipahami bahwa sistem sekulerisme kapitalisme ini adalah akar dari permasalahan hidup terutama telah menjadi pupuk kompos bagi tumbuh suburnya kejahatan dalam kasus narkoba, maka dari itu untuk memberantas narkoba harus dilakukan dengan membongkar landasan hidup masyarakat yang rusak dengan menggantikannya dengan yang benar, yang sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan hati, yaitu akidah Islam.

Dari sisi akidah, Islam mengajarkan bahwa setiap perbuatan di dunia akan mendapatkan ganjaran di akhirat. Perbuatan baik akan mendapatkan pahala, dan sebaliknya perbuatan dosa seperti penyalahgunaan narkoba akan dijatuhi siksa pedih diakhirat, meskipun pelakunya bisa meloloskan diri dari sanksi di dunia.

Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah harus memenuhi janji bagi siapa saja yang meminum minuman yang memabukkan untuk memberinya minuman thinatal khabal. Mereka bertanya,” ya Rasulullah apakah thinatal khabal itu?”, Rasulullah saw. Bersabda: “keringat penduduk neraka atau ampas (sisa perasan) penduduk neraka.” (HR. Muslim no.2003, dari Ibnu Umar)

Islam juga mewajibkan kepada negara untuk senantiasa memupuk keimanan rakyatnya. Maka hanya orang yang pengaruh imannya lemah dan terperdaya oleh setan yang akan melakukan dosa atau kriminal tatkala sistem Islam diterapkan. Jika pun demikian, maka peluang untuk itu dipersempit atau bahkan ditutup oleh syariah Islam melalui penerapan sistem pidana dan sanksi dimana sanksi hukum bisa membuat jera dan mencegah dilakukannya kejahatan.

Hal itu sebab, narkoba jelas hukumnya haram. Ummu Salamah menuturkan: “Rasulullah saw melarang setiap zat yang memabukkan dan menenangkan .”(HR Abu Dawud dan Ahmad)

Muffatir (zat menenangkan) adalah setiap zat relaksan atau zat penenang, yaitu yang kita kenal sebagai obat psikotropika. Al-‘Iraqi dan Ibn Taymiyah menukilkan adanya kesepakatan (ijmak) akan keharaman candu/ganja (lihat, Salubus Salam, iv/39, Dar Ihya’ Turats al-‘Arabi 1379).

Mengkonsumsi narkoba apalagi memproduksi dan mengedarkannya merupakan dosa dan perbuatan kriminal. Disamping diobati atau direhabilitasi, pelakunya juga harus dikenai sanksi, yaitu sanksi ta’zir, dimana hukumannya dari sisi jenis kadarnya diserahkan kepada ijtihad qadhi. Sanksinya bisa dalam bentuk ekspos, penjara, denda, jilid bahkan sampai hukuman mati dengan melihat tingkat kejahatan dan bahayanya bagi masyarakat. 

Pelaksanaan hukuman itu harus dilaksanakan secepatnya dan pelaksanaannya diketahui atau bahkan disaksikan oleh masyarakat seperti dalam had zina (lihat QS an-Nur (24): 2). Dengan begitu masyarakat akan paham bahwa itu adalah sanksi atas kejahatan dan merasa ngeri. Masyarakat akan berpikir ribuan kali untuk melakukan kejahatan yang jelas-jelas bertentangan dengan hukum syara. Maka dari itu kejahatan penyalahgunaan narkoba akan bisa diselesaikan tuntas melalui penerapan syariah Islam dalam bingkai Khilafah Rasyidah bukan dalam sistem sekular yang bobrok ini.  (Ully Armia)

...... "Berita SMS ini saya tulis persis di hadapan Kabah di Masjidil Haram Makkah al Mukarramah. Setelah alhamdulillah semalam selesai melaksanakan ibadah umroh. Insya Allah sebentar lagi saya dan rombongan akan melanjutkan perjalanan ke kota suci Madinah al-Munawwarah untuk sekaligus ziarah ke makam Rasulullah," tulis pesan singkat, yang disebut dari SBY....>>> Senin lalu kepada pers, di Jeddah, SBY memang mengakui akan berdoa kepada Allah agar Demokrat diselamatkan. "Saya akan memohon petunjuk Allah agar saya dituntun dalam mengambil keputusan yang baik untuk menyelamatkan Partai Demokrat."...>>> ..kubu anti Anas ingin mempercepat pengalihan kekuasaan, yang saat ini terlihat sangat dominan berada di tangan Anas," kata Peneliti dari Maarif Institute, Fajar Rizal Ul Haq saat dihubungi, hari ini. Konflik internal PD ini kata Fajar, kembali menguji reputasi Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bila konflik ini tak selesai maka bisa dikatakan SBY tak lagi didengarkan oleh kader partai berlambang bintang mercy itu...>>>...Sumber Metrotvnews.com di internal Partai Demokrat menyebut SBY akan menggelar kongres luar biasa dalam waktu dekat untuk mengembalikan elektabilitas Partai Demokrat. Kabar lain menyebutkan bahwa SBY akan menunjuk Ibas sebagai pelaksana tugas (Plt) sebelum KLB. SBY lalu akan memajukan Pramono Edhie sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Anas Urbaningrum. Isunya Pramono Edhie diperisiapkan untuk capres 2014....>>> BAGI KAUM AWAM SEPERTINYA SEJARAH SELALU MEMBERIKAN PELAJARAN...?? >> BAGAIMANA DAHULU PAK HARTO MENGGILAS KAWANNYA SENDIRI YANG MENJADI RIVAL DI ANGKATAN DARAT DENGAN MENGGELAR ISUE2 PKI DAN G30S...YANG KONON DIDALANGI SENDIRI OLEH PK HARTO DKK DI AD...SEPERTI GRUP SUTOPO YUWONO DAN BEBERAPA INTELIGEN KOSTRAD..YANG MEMAINKAN KARTU PERTENTANGAN AD DENGAN PKI..SECARA IDEOLOGI..?? DAN MENYANDERA SUKARNO HINGGA AJAL KALAU BUKAN MEMBUI SUKARNO DAN MEMBERANGUSNYA...HINGGA POLITIK DAN KEKUASAANNYA SECARA LIHAI DIGERILYA BERSAMA JENDRAL NASUTION YANG GAGAL DIBUNUH..OLEH KELOMPOK CAKRABIRAWA..YANG DIPIMPIN KOLONEL UNTUNG...YANG.. ..KONON BINAAN SUHARTO JUGA..??? >> KINI TERJADI DENGAN ANAS URBANINGRUM...PERMAINAN ALA GERAKAN2 INTELIGEN DAN OPINI MENGGIRING ANAS DIKANDASKAN DENGAN ISSUE KORUPSI YANG SEDANG HANGAT DIMATA PUBLIK...??? >>> PADAHAL KONON ANAS TELAH BERHASIL MENYELAMATKAN SBY DAN BUDIYONO DALAM KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN DARI TEKANAN KASUS KORUPSI BESAR BANK CENTURY.... DAN BLBI..?? >>> INILAH PERMAINAN POLITIK ALA LIBERAL DENGAN MENGHALALKAN SEGALA CARA ....KALAU PERLU DILAKUKAN PEMBUNUHAN ATAU PELENGSERAN SECARA GERAKAN KEKUASAAN-POLITIK DAN PERMAINAN MASMEDIA MAINSTREAM...?? >>> KITA AWAM HANYA IKUT MENYAKSIKAN DENGAN PENUH TANDA TANYA...BENARKAH DEMIKIAN..?? >> FAKTA SEJARAH ...SELAMA 35 TAHUN PAK HARTO BERKUASA.... ADALAH SEPAK TERJANG PERMAINAN POLITIK-INTELIGEN-ISSUE DAN BLACK CAMPAIGN UNTUK LAWAN2 POLITIK ATAU TERHADAP ORANG YANG TIDAK DIKEHENDAKI... SELALU IKUT MEMBERI WARNA DALAM PERMAINAN POLITIK DAN PEREBUTAN KEKUASAAN...???>>> INGAT PERISTIWA PENYERANGAN GEDUNG PDI ATAU PDIP PIMPINAN MEGAWATI SUKARNOPUTERI DIJALAN DIPONEGORO...??? ITU KARENA PAK HARTO GAK INGIN MEGAWATI SEBAGAI KETUM DI PDI/PDIP..?? >> KORBANNYA HINGGA SEKARANG GAK JELAS DIMANA...?? >> SESUNGGUHNYA PENGALAMAN REPUBLIK DALAM MEMAINKAN KEKUASAAN INI... DENGAN KORBAN JIWA DAN DARAH2 RAKYAT..YANG KONON INGIN MENYUARAKAN NURANINYA DAN MEMBANGUN HAK2 POLITIKNYA... HARUS BERHADAPAN DENGAN KEKUATAN2 YANG INGIN BERKUASA DENGAN PELATIHAN MILITER2 YANG KONON MEMANG BELAJAR DAN DIAJAR POLITIK DAN KEKUASAAN...?? >> GABUNGAN KEAHLIAN BERPOLITIK DAN STRATEGI DAN CARA2 DALAM PERMAINAN DI MILITER... MENJADI KEAHLIAN LUAR BIASA MUMPUNI DAN SANGAT LIHAI..??? >> KONON BAGAIMANA JENDRAL ALI MURTOPO MENCURI PANGKAT..DAN PAK HARTO MENJEGAL CALON YANG DIPILIH SEBAGAI SENIORNYA..UNTUK JABATAN DI AD..?? ADALAH LIKA LIKU DAN CARA2 YANG KONON MEMAINKAN PERMAINAN INTELIGEN...DAN TIPU MUSLIHAT...>>> SEBAGAI AWAM MENJADI MIRIS...DAN TAKUT DENGAN PERILAKU SEPERTI YANG DIAJARKAN DENGAN APA YANG TERJADI DENGAN SEJARAH INI...??? >> KONON BAGAIMANA SBY MENGALAHKAN MEGAWATI PADA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2004,...??? >> BEBERAPA ANALIS MENYATAKAN ADA PERMAINAN INTELIGEN YANG SECARA RESMINYA ADALAH KEKUASAAN PEMERINTAHAN..?? TETAPI BISA DIMAINKAN DENGAN TRIK DAN CARA2 YANG LIHAI... SELALU MENGGOALKAN....KEINGINAN2 YANG MEMANG SUDAH DIDESIGN TERLEBIH DULU..??? BENARKAH..?? >>> SEMOGA ... KEDEPAN KITA MENDAPATKAN PEMIMPIN YANG MURNI DAN BERJIWA RAKYAT..DAN MEMILIKI KETULUSAN SERTA KECERDASAN UNTUK MEMBAWA BANGSA DAN NEGARA INI MENJADI MANDIRI...DAN TERBEBAS DARI PERBUATAN2 RIBAWI... DAN JUGA DARI PERMAINAN NARKOBA- MOLIMO... DAN KEJAHATAN2 LAIN YANG BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT DAN AKHLAK BANGSA...INI..>>> SEMOGA KITA BENAR2 SUKSES..DAN JAYA..DAN BEBAS DARI TEKAKAN DAN PENJAJAHAN BANGSA ASING...SIAPAPUN MEREKA..>> MERDEKA....MERDEKA....!!!

WASPADA ONLINE

Pramono Edhie Diisukan Bakal Jadi Ketum Demokrat




JAKARTA - http://www.iyaa.com/berita/nasional/polhukam/2452492_1141.html

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie enggan menanggapi kabar yang menyebutkan dirinya dipersiapkan Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Pramono menegaskan saat ini dirinya hanya ingin fokus menjalankan tugas sebagai KSAD hingga tuntas.

"Gak boleh. Saya masih KSAD," kata Pramono sebelum menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, hari ini.

Menurut Pramono, selama ini Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak berbicara masalah politik dengannya. Hal itu pasti dibahas dengan putranya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas karena posisinya sebagai Sekjen Partai Demokrat.


"Tapi kalau bicara masalah pertahanan sama saya. Doakan semoga saya selesai sampai masa tugas dengan baik," tutupnya.

Sumber Metrotvnews.com di internal Partai Demokrat menyebut SBY akan menggelar kongres luar biasa dalam waktu dekat untuk mengembalikan elektabilitas Partai Demokrat.

Kabar lain menyebutkan bahwa SBY akan menunjuk Ibas sebagai pelaksana tugas (Plt) sebelum KLB. SBY lalu akan memajukan Pramono Edhie sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Anas Urbaningrum. Isunya Pramono Edhie diperisiapkan untuk capres 2014.

(dat18/metrotvnews)

Anas Dilengserkan, Perebutan Kekuasaan?


 
Tag
WASPADA ONLINE

JAKARTA - http://www.iyaa.com/berita/nasional/polhukam/2453565_1141.html
 
Desakan beberapa kelompok anti Anas di internal Partai Demokrat yang menginginkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mundur, dinilai karena adanya gesekan perebutan kekuasan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.

"Menyebabkan kubu anti Anas ingin mempercepat pengalihan kekuasaan, yang saat ini terlihat sangat dominan berada di tangan Anas," kata Peneliti dari Maarif Institute, Fajar Rizal Ul Haq saat dihubungi, hari ini.

Konflik internal PD ini kata Fajar, kembali menguji reputasi Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bila konflik ini tak selesai maka bisa dikatakan SBY tak lagi didengarkan oleh kader partai berlambang bintang mercy itu.

Selain itu, ini akan mempertaruhkan reputasi Presiden SBY, mampu atau tidaknya dia meredam konflik ini, jelas dia.



Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan menegaskan, anggota Dewan Pembina (Wanbin) Partai Demokrat tidak ada upaya melengserkan Anas. "Itu kan pikirannya Wanbin, ya kita hargai. Tujuan Wanbin bukan untuk melengserkan Anas," ujar Pohan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan.

Ramadhan menjelaskan, sesungguhnya yang dipikirkan partai saat ini menyelamatkan partai, agar segera bangkit. Sehingga diperlukan langkah yang progresif. Menurutnya, permasalahan Partai Demokrat tidak semata-mata kesalahan satu atau dua orang, tapi ini persoalan bersama. "Menyangkut Mas Anas, beliau kan belum bersalah, belum tersangka," ujarnya.


Bahkan Wakil Ketua Wanbin Partai Demokrat Marzuki Alie menilai desakan Sekretaris Wanbin Jero Wacik agar Ketum PD Anas Urbaningrum mundur merupakan sikap pribadi. Menurut dia, desakan itu dilakukan karena Anas sering disangkutpautkan dengan kasus korupsi.

"Sikap ini sikap pribadi Jero, melihat kebetulan ketum disebut-sebut terus dalam kasus. Hambalang dan Wisma Atlit walaupun secara hukum belum ada fakta hukumnya tapi kan politik susah di luar hitung-hitungan logika hukum, kalau demikian repot, sah-sah saja," ungkap Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Menurut dia, desakan agar mundur tersebut tak akan menyelesaikan persoalaan. Maka sebaiknya, kata dia beberapa problem yang mendera Demokrat harus diselesaikan dengan bersama dan meminta Ketua Dewan Pembina SBY melakukan tindakan tegas.

"Saya lihat, sebaiknya duduk bersama, kompromikan bagaimana langkahnya. Kita rapat dengan pembina beberapa hari sebelunmnya lalu, saya kenalkan Jero sebagai Sekdewan pembina sekaligus Sek Majelis Tinggi Partai Demokrat. Kita diskusi panjang, memang ada usulan dewan pembina kita serahkan ke SBY," jelas dia.
(dat18/okz)

 

SBY Kirim SMS Untuk Kader Demokrat

 
Tag
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Kisruh di tubuh Partai Demokrat tampaknya betul-betul telah menyita perhatian pendiri partai tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono.

Bahkan, di sela-sela umroh di Mekah, Arab Saudi, Presiden RI itu menyempatkan diri mengirim pesan singkat untuk menenangkan kadernya.

Hal itu merujuk SMS yang beredar dan juga diterima redaksi sesaat lalu.

"Berita SMS ini saya tulis persis di hadapan Kabah di Masjidil Haram Makkah al Mukarramah. Setelah alhamdulillah semalam selesai melaksanakan ibadah umroh. Insya Allah sebentar lagi saya dan rombongan akan melanjutkan perjalanan ke kota suci Madinah al-Munawwarah untuk sekaligus ziarah ke makam Rasulullah," tulis pesan singkat, yang disebut dari SBY.

Belakangan ini, SBY didesak sejumlah kalangan di internal Partai Demokrat untuk menyelamatkan secara langsung Partai Demokrat, yang mereka nilai hampir karam. Pasalnya, elektabilitas partai tersebut sudah lampu merah merujuk survei Saiful Mujani Reseach and Consulting, dimana elektabilitasnya hanya 8 persen.

Senin lalu kepada pers, di Jeddah, SBY memang mengakui akan berdoa kepada Allah agar Demokrat diselamatkan. "Saya akan memohon petunjuk Allah agar saya dituntun dalam mengambil keputusan yang baik untuk menyelamatkan Partai Demokrat."
(dat18/rmol)

Minggu, 24 Februari 2013

Intervensi Istana?...>>> SBY tentu sedang menghitung-hitung kekuatan itu. Hasil pertemuan Majelis Tinggi nanti malam (8/2) akan sangat ditentukan oleh hasil hitung-hitungan SBY dalam melihat kekuatan Anas. Salah hitung akan berakibat fatal bagi SBY....>>>Penetapan AU sebagai tersangka menegaskan bahwa intervensi istana membuahkan hasil. Sulit disangkal bahwa KPK bekerja di bawah tekanan SBY dan elit Demokrat kubu SBY. Tidak ada cara lain menyelamatkan KPK kecuali menyegerakan pembentukan komite etik dengan melibatkan orang luar KPK dengan integritas tinggi. Bukan hanya untuk memeriksa pembocoran draft Sprindik, tapi juga dugaan independensi yang digadaikan dalam penetapan AU.?? >> ... KPK telah berpolitik dengan mengabdi pada dua kekuatan politik, yaitu kepentingan SBY yang sangat berkepentingan mengambil alih PD dari Anas dan kepentingan di luar PD yang menghendaki elektabilitas PD rontok.....??>> ..."Komite Etik harus berjalan terus membongkar siapa yang harus bertanggung jawab dan beri hukuman setimpal. Kalau perlu dipecat karena taruhannya luar biasa bagi kepercayaan masyarakat terhadap KPK," kata anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari di Jakarta, Senin (25/2/2013). ..>>> ...“Sejauh mana punishment (hukuman) kalau terbukti, ya ini justru dibentuk untuk melihat apakah beredarnya dokumen itu melihat adanya kesalahan yang dilakukan atau tidak. Kalau di tingkat pimpinan, Komite Etik yang akan memutuskan apakah ada pelanggaran atau tidak,” ungkapnya. ..>>> Surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ditandatangani Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto, bukan Ketua KPK Abraham Samad. Melalui sprindik tersebut, KPK resmi menetapkan Anas sebagai tersangka atas dugaan menerima hadiah atau janji terkait kewenangannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat...>>> .."Pak Yudhoyono adalah seorang demokrat sejati, sehingga dia tidak akan pernah mengemukakan pendapatnya secara terbuka kepada publik tentang calon ketua umum Partai Demokrat," kata Hayono yang juga pernah menjadi Menpora. Karena itu, Hayono kemudian mengatakan kepada Andi yang duduk di sampingnya, "Kita memilih Andi karena kita menghormati Pak Yudhoyono". Hayono mengatakan pula bahwa terpilihnya Andi adalah agar ketua umum Demokrat yang baru itu juga mampu berdampingan duduk dengan para ketua umum partai-partai politik lainnya misalnya Ketua Umum DPP-PDIP Megawati Soekarnoputri....>>> ....Yudhoyono telah menyatakan Andi Mallarangeng yang harus kita dukung (dalam kongres di Bandung. Saya yang menjadi saksi tentang penyataan itu. -- Freddy Numberi ..>>> ..."Yudhoyono telah menyatakan Andi Mallarangeng yang harus kita dukung (dalam kongres di Bandung, red)," kata Freddy Numbery dalam acara peluncuran buku berjudul "SBY, Ruh Partai Demokrat" di Jakarta, Rabu. Selain Andi, Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Anas Urbaningrum, secara resmi juga telah mendeklarasikan dirinya sebagai calon ketua umum, di samping mantan sekjen DPP Partai Demokrat Marzuki Alie yang kini menjadi Ketua DPR. Freddy Numberi mengatakan, pernyataan Yudhoyono itu disampaikan dalam pembicaraan berulang di antara mereka berdua. "Saya yang menjadi saksi tentang penyataan itu," kata Freddy yang juga merupakan Menteri Perhubungan dalam Kabinet Indonesia Bersatu II...>> ...1) Anas memiliki ratusan ribu kader loyalis di dalam Partai Demokrat. Kader loyalis ini umumnya anak-anak muda yang kritis dan lebih berani menghadapi tantangan. Semangat mereka biasanya semangat pejuang. Jika Anas dipaksa mundur, internal Partai Demokrat pasti akan goyah. Pada pemilu 2014, peroleh suara partai itu mungkin jauh lebih rendah dari hasil survei SMRC. 2) Anas diam-diam didukung oleh barisan organisasi massa terbesar di republik ini. NU, Muhammadiyah, KAHMI, HMI, Kelompok Cipayung. Barisan kader organisasi ini tersebar ke semua partai politik dan pemerintahan, termasuk para penegak hukum. Jika kali ini Anas yang jadi pesakitan, para pendukung Anas itu tentu tidak akan tinggal diam. Giliran berikutnya bisa saja SBY dan para pengikutnya yang akan jadi pesakitan....>>


Kongres Partai Demokrat

Freddy Numberi: SBY Dukung Andi M


Freddy Numberi: SBY Dukung Andi M 
KOMPAS/IWAN SETIYAWANKetua DPP Partai Demokrat, Andi Mallarangeng (kiri), didampingi Edhie Baskoro Yudhoyono saat konsolidasi pendukungnya sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat di Hotel Novotel, Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/4/2010).
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Freddy Numberi, mengungkapkan, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah menyatakan dukungannya agar Andi Mallarangeng menjadi ketua umum partai ini untuk masa mendatang.
Yudhoyono telah menyatakan Andi Mallarangeng yang harus kita dukung (dalam kongres di Bandung. Saya yang menjadi saksi tentang penyataan itu.
-- Freddy Numberi
"Yudhoyono telah menyatakan Andi Mallarangeng yang harus kita dukung (dalam kongres di Bandung, red)," kata Freddy Numbery dalam acara peluncuran buku berjudul "SBY, Ruh Partai Demokrat" di Jakarta, Rabu.
Selain Andi, Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Anas Urbaningrum, secara resmi juga telah mendeklarasikan dirinya sebagai calon ketua umum, di samping mantan sekjen DPP Partai Demokrat Marzuki Alie yang kini menjadi Ketua DPR.

Freddy Numberi mengatakan, pernyataan Yudhoyono itu disampaikan dalam pembicaraan berulang di antara mereka berdua.   "Saya yang menjadi saksi tentang penyataan itu," kata Freddy yang juga merupakan Menteri Perhubungan dalam Kabinet Indonesia Bersatu II.

Ia mengatakan dukungan SBY itu juga tercermin dengan masuknya Edhie Baskoro, putra kedua Yudhoyono, dalam tim sukses Andi.  "Duduknya Ibas (Edhie Baskoro, red) adalah cermin bahwa Yudhoyono memang mendukung Andi," kata Freddy, purnawirawan TNI-AL itu.

Sementara itu, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat lainnya, Hayono Isman, mengatakan, sampai kapan pun juga Yudhoyono tidak akan penah mengemukakan dukungannya kepada Andi secara terbuka kepada publik, karena sikap santun Yudhoyono.

"Pak Yudhoyono adalah seorang demokrat sejati, sehingga dia tidak akan pernah mengemukakan pendapatnya secara terbuka kepada publik tentang calon ketua umum Partai Demokrat," kata Hayono yang juga pernah menjadi Menpora. Karena itu, Hayono kemudian mengatakan kepada Andi yang duduk di sampingnya, "Kita memilih Andi karena kita menghormati Pak Yudhoyono".

Hayono mengatakan pula bahwa terpilihnya Andi adalah agar ketua umum Demokrat yang baru itu juga mampu berdampingan duduk dengan para ketua umum partai-partai politik lainnya misalnya Ketua Umum DPP-PDIP Megawati Soekarnoputri.

Buku "SBY, Ruh Partai Demokrat" ditulis oleh Munawar Fuad Noeh dan Danang Sangga Buwana, dengan tebal 120 halaman, antara lain berisi latar belakang ide Yudhoyono mendirikan sebuah partai politik baru, yang menjadi pemenang pada Pemilu Legislatif pada 2009
Sumber :
Editor :
ksp

Anas Tersangka Korupsi, Benarkah Hasil Intervensi Istana?

HL | 23 February 2013 | 00:40
136157726837226718
Ilustrasi/ Admin (kompas.com)
http://politik.kompasiana.com/2013/02/23/anas-tersangka-korupsi-benarkah-hasil-intervensi-istana-537321.html

Sesungguhnya, dugaan keterlibatan Anas Urbaningrum dalam beberapa kasus korupsi bisa ditebak sejak Nazaruddin ditangkap KPK. Nazaruddin adalah bendaraha Partai Demokrat, sedangkan Anas ketuanya. Dalam hubungan organisasi, ketua dan bendaraha memiliki jalinan komunikasi intensif dalam banyak hal, khususnya terkait organisasi partai.

Maka ketika Anas ditetapkan sebagai tersangka, Jumat malam (22/2), dugaan-dugaan itu menjadi semakin terang-benderang. Pengakuan Nazar bukanlah kicauan atau karangan seperti yang selama ini ditandaskan Anas. Dan melihat rekam-jejak KPK, semua tersangka akan berakhir sebagai terpidana, karena KPK sangat berhati-hati dalam menangani kasus-kasus korupsi.

Tapi kalau dilihat dari kronologi penetapan Anas sebagai tersangka, orang-orang akan mudah untuk berasumsi, ada Istana di baliknya. Jauh hari sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kudeta di tubuh Demokrat. Dia mengambil alih kekuasaan partainya tanpa tawar-menawar. Kepemimpinan partai yang sebelumnya berada di pundak Dewan Pimpinan Partai, dipindahkan ke meja Dewan Pembina. Meskipun dalam struktur Dewan nama Anas masih tercantum sebagai Wakil Ketua, tapi penguasanya tetaplah SBY, sang Ketua Dewan Pembina. Ini adalah terobosan baru di dunia politik, di mana pemilik partai sukses mengambil alih kekuasaan tanpa melibatkan pimpinan atau pengurus atau anggota partai: Jabatan ketua tidak dicopot, tapi kekuasaannya otomatis rontok karena berpindah ke lembaga di atasnya.

Alasan SBY mengambil alih kekuasaan partai adalah agar sang ketua fokus ke masalah hukum yang dihadapi. Padahal, waktu itu, Anas belum memiliki masalah hukum sama sekali! KPK belum menjadikan Anas sebagai tersangka. Sebagai orang nomor satu di Indonesia, SBY pasti sudah memegang informasi Anas akan jadi tersangka. Itulah sebabnya dia berani mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan partainya. Sekalipun Anas belum tersangka.

Sebelum Demokrat diambil alih, Ketua KPK Abraham Samad sudah mengatakan bahwa pimpinan KPK sudah menyepakati status Anas, tapi belum diputuskan karena unsur pimpinan belum lengkap. Dan setelah Demokrat diambil alih, seseorang membocorkan sprindik KPK yang menyantumkan nama Anas sebagai tersangka. KPK kalang-kabut lantaran proses penerbitan sprindik di tingkat petinggi KPK berkategori super rahasia. Sampai saat lembaga korupsi ini menetapkan Anas sebagai tersangka, belum diketahui siapa penyebar sprindik itu.

Lantas apa hubungan antara pengambilalihan kekuasaan di tubuh Demokrat dengan pembocoran sprindik yang berujung pada penetapan Anas sebagai tersangka?

Normalnya, kalau SBY yakin KPK akan menetapkan Anas sebagai tersangka, dia tidak perlu mengotori tangannya dengan mengambil alih kekuasaan partai. Bukankah akan lebih aman untuk sedikit bersabar menunggu penetapan itu dirilis resmi oleh KPK? Karena begitu jadi tersangka, Anas otomatis tidak lagi menjabat sebagai ketua umum, bahkan bisa dengan mudah dicopot keanggotaannya karena dianggap merusak citra partai. Persis seperti yang dialami Nazaruddin dua tahun silam.
Kudeta partai yang dilanjutkan dengan penetapan tersangka ini memunculkan sebuah asumsi: Selama Anas tidak digulingkan, dia tidak akan jadi tersangka korupsi.

Asumsi ini mudah dipahami. Kasus yang melibatkan Nazaruddin, yang selalu menyebut-nyebut nama Anas, sudah berjalan hampir dua tahun. Waktu yang cukup lama untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, padahal Nazaruddin sudah mengaku dan pernah menunjukkan bukti keterlibatan sang ketua kepada media.

Kondisi inilah yang membuat SBY sebagai pendiri Partai Demokrat merasa partainya sedang dipenjara. Hampir setiap hari, partainya selalu nempel di pemberitaan korupsi. Dia ingin kasus korupsi ini segera bergulir tuntas, sampai tidak ada lagi orang yang mengaitkan partainya dengan kasus korupsi yang sedang berjalan. Dan ketika tingkat elektabilas partai merosot jauh, SBY bergerak cepat dengan mengambil alih kekuasaan demi mengamankan posisi partainya menjelang Pemilu 2014.

Terlebih, Anas bukanlah orang yang direstui sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Dalam pemilihan ketua tahun 2012, SBY memberikan dukungan penuh kepada Andi Mallarangeng. Tapi ternyata Anas yang memenangi pertarungan, dengan Ibas berada di sampingnya sebagai Sekjen. Dan sekarang, dua orang itu sama-sama berstatus tersangka untuk kasus korupsi yang sama: Hambalang.

Tapi KPK berkali-kali menegaskan, penetapan Anas sebagai tersangka tidak ada sangkut-pautnya dengan politik. Semua murni pertimbangan hukum. KPK tidak mau lembaganya diseret ke pusaran politik. Bantahan KPK ini dikuatkan dengan tahapan-tahapan yang dilakukan oleh KPK dalam menjerat Anas yang baru bisa ditetapkan setelah pihaknya memiliki minimal dua alat bukti.

Ketua Setara Institut Hendardi meyakini ada intervensi Istana dalam proses penetapan Anas sebagai tersangka. Lebih jauh, Hendardi memandang KPK harus segera diselamatkan karena orang-orang yang bekerja di dalamnya sudah bekerja di bawah tekanan SBY.
Berikut komentar Hendardi menanggapi hal ini:
Penetapan AU sebagai tersangka menegaskan bahwa intervensi istana membuahkan hasil. Sulit disangkal bahwa KPK bekerja di bawah tekanan SBY dan elit Demokrat kubu SBY. Tidak ada cara lain menyelamatkan KPK kecuali menyegerakan pembentukan komite etik dengan melibatkan orang luar KPK dengan integritas tinggi. Bukan hanya untuk memeriksa pembocoran draft Sprindik, tapi juga dugaan independensi yang digadaikan dalam penetapan AU.

KPK telah berpolitik dengan mengabdi pada dua kekuatan politik, yaitu kepentingan SBY yang sangat berkepentingan mengambil alih PD dari Anas dan kepentingan di luar PD yang menghendaki elektabilitas PD rontok.

Bahwa AU diduga terlibat kasus Hambalang, memang tugas KPK untuk menjeratnya. Tetapi soal prosesnya yang paralel dengan tekanan SBY ini yang sulit untuk tidak mengatakan bahwa Istana memang menggunakan tangan KPK untuk melemahkan posisi AU sesegera mungkin.

JAKARTA, KOMPAS.com — Komite Etik yang dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan serius mengusut kasus dugaan bocornya draf surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Pasalnya, kepercayaan masyarakat terhadap KPK dipertaruhkan. 

"Komite Etik harus berjalan terus membongkar siapa yang harus bertanggung jawab dan beri hukuman setimpal. Kalau perlu dipecat karena taruhannya luar biasa bagi kepercayaan masyarakat terhadap KPK," kata anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari di Jakarta, Senin (25/2/2013). 

Eva menyarankan Anas menggunakan hak konstitusinya, yakni mengajukan pra-peradilan proses hukum terhadapnya jika merasa ada intervensi dari pihak luar terhadap KPK. Hanya, dia berharap agar proses itu dilakukan setelah Komite Etik selesai bekerja sehingga jelas duduk perkaranya. 

Eva juga berharap agar semua pihak menanggapi dengan kepala dingin kegaduhan di Partai Demokrat yang berkorelasi dengan pengawasan di internal KPK. Jika spekulasi terus berkembang, ini malah memperlebar konflik dan mengaburkan permasalahan utama, yakni dugaan korupsi proyek Hambalang. 

"Saya berharap Komite Etik mampu mengurai masalah di KPK dan mampu merehabilitasi KPK," kata politisi PDI Perjuangan itu. 

Seperti diberitakan, Komite Etik akan melakukan penyelidikan terkait dugaan pembocoran draf sprindik. Sebelumnya, tim investigasi KPK menyimpulkan draf yang beredar di masyarakat diduga kuat merupakan dokumen dari KPK. 

Jika terbukti pelaku pembocor dokumen adalah pegawai KPK, sanksi yang akan diberikan bisa berupa pemecatan, penurunan pangkat, penurunan golongan, teguran tertulis, atau surat peringatan. Jika ternyata pimpinan yang terlibat, sanksi akan diputuskan Komite Etik. 

Anas menyinggung bocornya sprindik itu salah satu bentuk intervensi pihak luar. Anas juga mengaitkan dengan desakan agar KPK memperjelas statusnya hingga permintaan Majelis Tinggi Demokrat agar dirinya fokus pada perkara di KPK. Dari penjelasannya, Anas tak gamblang menyebut siapa pihak yang menurut dia mengintervensi KPK. 

Editor :
Glori K. Wadrianto

Menakar Kekuatan SBY Vs Anas

OPINI | 08 February 2013 | 03:06  http://politik.kompasiana.com/2013/02/08/menakar-kekuatan-sby-vs-anas-526632.html
Tadi malam (7/2), SBY memanggil para Sengkuni yang mengawaki ‘penggulingan’ Anas sebagai Ketua Umum. Materi yang dibahas dalam pemanggilan itu kira-kira seputar  perkembangan lapangan. Yang menarik adalah, juru bicara Sengkuni bukan lagi Jero Wacik, tapi beralih ke Syarif Hassan. Apakah ini berarti Jero Wacik tidak perform dalam pandangan SBY sehingga harus mengganti juru bicara ke Syarif Hassan? Agaknya demikian.

Sebelum pertemuan di Cikeas, Anas Urbaningrum kedatangan tamu dua televisi swasta nasional (TVOne dan Metro TV). Katanya, program LIVE Ekslusif. Dalam wawancara itu, Anas sepertinya mengingatkan para senior nya di Demokrat untuk solid dan mematuhi aturan main partai. Sepertinya Anas memberi isyarat, bahwa dibelakangnya juga memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan. Anas menyinggung bahwa impeachment atau pelengseran presiden dari jabatan juga harus mematuhi aturan main.

Pertanyaannya, seberapa kuatkah SBY dan Anas?
SBY menganggap bahwa ia sebagai pendiri partai, sebagai Ketua Majelis Tinggi, sebagai Ketua Dewan Pembina, dan sebagai Presiden, masih memiliki kekuatan untuk mengendalikan partai. Kader-kader dari pusat sampai anak ranting, dipercayai masih akan mendukung SBY. SBY diyakini masih kuat. Paling tidak, itulah masukan-masukan yang diterima SBY dari para Sengkuni. Karena itu, dengan lantang Jero Wacik, Syarif Hassan, Ruhut Sitompul dkk menginginkan SBY mengambil alih kepemimpinan partai. Dalam bahasa komunikasi politik, mengambil alih itu = menggulingkan Anas. Orang-orang disekeliling SBY meyakini bahwa SBY masih memiliki magnet perekat bagi kader partai. Dengan magnet perekat yang dimiliki itu, rasanya tidak apa-apa jika Anas digulingkan atau dikriminalisasikan. Muncullah kemudian pernyataan-pernyataan dari tokoh senior partai yang mendorong-dorong KPK agar segera menjadikan Anas tersangka.

Disisi lain, Anas membeli isu penggulingannya dari Jabatan Ketua Umum itu dengan himbauan agar seluruh kader kompak dan bersatu. Anas mengingatkan agar kader konsentrasi menghadapi Pemilu 2014 yang akan datang. Ia juga menghimbau agar kader partai mematuhi aturan main partai.

Lemahkah Anas menghadapi kekuatan SBY? Sebenarnya tidak. Jika ditakar kekuatan SBY-Anas, sepertinya SBY tidak akan berani menggulingkan Anas dengan melanggar konstitusi partai. SBY pun sepertinya tidak akan berani berhadapan terang-terangan untuk memaksa Anas mundur. Mengapa? Setidaknya ada 2 kekuatan Anas yang perlu dihitung SBY;

1) Anas memiliki ratusan ribu kader loyalis di dalam Partai Demokrat. Kader loyalis ini umumnya anak-anak muda yang kritis dan lebih berani menghadapi tantangan. Semangat mereka biasanya semangat pejuang. Jika Anas dipaksa mundur, internal Partai Demokrat pasti akan goyah. Pada pemilu 2014, peroleh suara partai itu mungkin jauh lebih rendah dari hasil survei SMRC.

2) Anas diam-diam didukung oleh barisan organisasi massa terbesar di republik ini. NU, Muhammadiyah, KAHMI, HMI, Kelompok Cipayung. Barisan kader organisasi ini tersebar ke semua partai politik dan pemerintahan, termasuk para penegak hukum. Jika kali ini Anas yang jadi pesakitan, para pendukung Anas itu tentu tidak akan tinggal diam. Giliran berikutnya bisa saja SBY dan para pengikutnya yang akan jadi pesakitan.

SBY tentu sedang menghitung-hitung kekuatan itu. Hasil pertemuan Majelis Tinggi nanti malam (8/2) akan sangat ditentukan oleh hasil hitung-hitungan SBY dalam melihat kekuatan Anas.  Salah hitung akan berakibat fatal bagi SBY.
Draft Sprindik Anas Bocor
Pimpinan KPK Diduga Bocorkan Sprindik Anas
Penulis : Icha Rastika | Kamis, 21 Februari 2013 | 20:22 WIB

Pimpinan KPK Diduga Bocorkan Sprindik Anas 
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Juru Bicara KPK Johan Budi
JAKARTA, KOMPAS.comhttp://nasional.kompas.com/read/2013/02/21/20221182/Pimpinan.KPK.Diduga.Bocorkan.Sprindik.Anas

Unsur pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi diduga terlibat dalam pembocoran draf surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum. Hal ini merupakan salah satu hasil penelusuran tim investigasi yang dibentuk Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK selama kurang lebih dua pekan. Berdasarkan dugaan sementara itu, pimpinan KPK akhirnya memutuskan untuk membentuk Komite Etik.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, Komite Etik ini akan menelusuri indikasi pelanggaran kode etik yang dilakukan unsur pimpinan KPK terkait bocornya draf sprindik tersebut. “Ada dugaan pelanggaran ini ada di level pimpinan, maka dibentuk komite etik,” kata Johan di Jakarta, Kamis (21/2/2013). Draf sprindik Anas yang bocor ke media itu, menurut dia, adalah dokumen asli terbitan KPK

Mengenai sanksi yang mungkin dijatuhkan terhadap pimpinan yang terbukti melanggar kode etik, hal tersebut, menurut Johan, tergantung pada kesimpulan Komite Etik nantinya.
Lebih jauh dia mengatakan, pembentukan Komite Etik ini masih berupa rencana yang akan ditindaklanjuti lebih jauh. Pekan depan, KPK akan mengumumkan siapa saja anggota Komite Etik yang bertugas menelusuri indikasi pelanggaran kode etik KPK terkait draf sprindik Anas ini. 

Menurut Johan, anggota Komite Etik terdiri dari unsur pimpinan, unsur penasihat KPK, dan unsur eksternal. “Belum diputuskan anggotanya. Tapi yang pasti dari pihak eksternal akan lebih banyak,” kata Johan. Adapun unsur pimpinan KPK yang akan masuk dalam Komite Etik ini, katanya, adalah pimpinan yang dianggap tidak memiliki konflik kepentingan terkait draf sprindik Anas tersebut. 

Sebelumnya, KPK pernah membentuk Komite Etik yang berkaitan dengan penanganan kasus suap wisma atlet yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Saat itu, unsur pimpinan yang ikut dalam Komite Etik hanya Bibit Samad Rianto karena yang bersangkutan tidak disebut-sebut oleh Nazaruddin. 

“Sejauh mana punishment (hukuman) kalau terbukti, ya ini justru dibentuk untuk melihat apakah beredarnya dokumen itu melihat adanya kesalahan yang dilakukan atau tidak. Kalau di tingkat pimpinan, Komite Etik yang akan memutuskan apakah ada pelanggaran atau tidak,” ungkapnya. 

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, Rabu (20/2/2013), mengungkapkan, pimpinan KPK sudah menugaskan pembentukan Komite Etik. Menurut Busyro, semua pimpinan KPK sudah diperiksa. Johan juga mengatakan, Komite Etik ini nantinya tidak hanya memeriksa unsur pimpinan, tetapi juga pegawai dan pihak terkait lainnya.

Sprindik Anas Urbaningrum Diteken Bambang Widjojanto, Bukan Abraham 
KOMPAS/AGUS SUSANTOAnas Urbaningrum saat memberikan pidato politiknya dihadapan anggota DPD dan DPC Partai Demokrat dalam deklarasi Anas Urbaningrum untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat periode 2010-2015 di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (15/4/2010).
JAKARTA, KOMPAS.com
http://nasional.kompas.com/read/2013/02/22/19523171/Sprindik.Anas.Urbaningrum.Diteken.Bambang.Widjojanto.Bukan.Abraham
Surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ditandatangani Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto, bukan Ketua KPK Abraham Samad. Melalui sprindik tersebut, KPK resmi menetapkan Anas sebagai tersangka atas dugaan menerima hadiah atau janji terkait kewenangannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Sebelum terpilih sebagai ketua umum pada Kongres Partai Demokrat 2010, Anas merupakan anggota DPR yang menjabat sebagai ketua fraksi. "Sprindik ditandatangani Bambang Widjojanto," kata Juru Bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (22/2/2013) malam.

Saat ditanya mengapa Bambang yang menandatangani sprindik tersebut dan bukan Abraham, Johan mengatakan, hal itu wajar-wajar saja. Menurut dia, sprindik yang diterbitkan KPK tidak harus ditanda tangani Ketua KPK.

"Semua pimpinan bisa menandatangani sprindik. Ini bukan hal yang aneh. Tidak semua sprindik ditandatangani Pak Abraham," ujar Johan.

Meski demikian, menurut Johan, semua unsur pimpinan KPK sepakat menetapkan Anas sebagai tersangka. Draf sprindik Anas ini, katanya, sudah diparaf lima unsur pimpinan KPK, yakni Abraham, Bambang, Busyro Muqoddas, Zulkarnain, dan Adnan Pandupraja. "Jadi, tidak benar ada dua pimpinan yang mbalelo, tidak setuju, itu tidak benar, itu bersifat isu atau hoax," ujar Johan.

Lebih jauh dia mengatakan, sprindik Anas ini ditandatangani pada Jumat (22/2/2103) ini. Penetapan Anas sebagai tersangka, kata Johan, sudah melalui proses gelar perkara, baik yang digelar hari ini maupun ekspose yang sebelum-sebelumnya. KPK menetapkan Anas sebagai tersangka atas dugaan menerima hadiah atau janji terkait kewenangannya sebagai anggota DPR. Penerimaan hadiah itu tidak hanya berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pembangunan pusat olahraga Hambalang, tetapi juga terkait proyek-proyek lain yang belum dapat dirinci oleh Johan saat ini.

Penetapan Anas sebagai tersangka ini sempat diwarnai insiden bocornya draf sprindik Anas. Berdasarkan hasil investigasi tim internal KPK, dokumen draf sprindik yang beredar melalui media itu merupakan dokumen asli. Kini, KPK membentuk Komite Etik untuk menelusuri dugaan pelanggaran etika yang dilakukan unsur pimpinan terkait bocornya draf sprindik ini.

Anas tersangka

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi secara resmi mengumumkan status tersangka Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam jumpa pers, Jumat (22/2/2013). Anas ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menerima hadiah atau janji terkait yang berkaitan dengan kewenangannya sebagai anggota DPR  2009-2014. Sebelum menjadi ketua umum, Anas merupakan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR.

"Perlu disampaikan berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan beberapa kali termasuk hari ini, dalam proses penyelidikan dan penyidikan terkait dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji berkaitan dengan proses pelaksanaan pembangunan sport centre Hambalang atau proyek-proyek lainnya, KPK telah menetapkan saudara AU sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (22/2/2013) malam.

Menurut Johan, Anas tidak hanya diduga menerima pemberian hadiah terkait perencanaan, pelaksanaan, dan pembangunan pusat olahraga Hambalang, tetapi juga terkait proyek-proyek lain. Namun, Johan tidak menjelaskan lebih jauh mengenai proyek lain yang dimaksudkannya itu.

Mengenai nilai hadiah atau gratifikasi yang diterima Anas, Johan mengatakan akan mengeceknya terlebih dahulu. Dia pun enggan menjawab saat ditanya apakah gratifikasi yang diduga diterima Anas itu dalam bentuk Toyota Harrier. “Jangan kita bicarakan materi,” ujarnya.

KPK menjerat Anas dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penetapan Anas sebagai tersangka ini diresmikan melalui surat perintah penyidikan (sprindik) tertanggal 22 Februari 2013. Sprindik atas nama Anas tersebut, kata Johan, ditandatangani Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Johan juga menegaskan, penetapan Anas sebagai tersangka ini sudah berdasarkan dua alat bukti yang cukup. “Saya juga menegaskan, jangan kait-kaitkan proses di KPK dengan proses politik,” ujar Johan.

KPK juga menyatakan, Anas telah dicegah berpergian ke luar negeri.

Rekam Jejak Anas Urbaningrum di Skandal Hambalang
Penulis : Icha Rastika | Jumat, 22 Februari 2013 | 19:22 WIB

Rekam Jejak Anas Urbaningrum di Skandal Hambalang 
KOMPAS/AGUS SUSANTOAnas Urbaningrum saat memberikan pidato politiknya dihadapan anggota DPD dan DPC Partai Demokrat dalam deklarasi Anas Urbaningrum untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat periode 2010-2015 di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (15/4/2010).
JAKARTA, KOMPAS.com
 http://nasional.kompas.com/read/2013/02/22/19220356/Rekam.Jejak.Anas.Urbaningrum.di.Skandal.Hambalang
Setelah melakukan penyelidikan berbulan-bulan soal aliran dana Hambalang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka. Anas diduga menerima gratifikasi terkait proyek Hambalang saat dia masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

KPK memulai penyelidikan aliran dana Hambalang ini sejak pertengahan tahun lalu. Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka Hambalang, yakni mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng serta Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar.

Apa yang dituduhkan KPK terhadap Andi dan Deddy berbeda dengan Anas. Jika Anas diduga menerima gratifikasi, Andi dan Deddy diduga bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang untuk menguntungkan diri sendiri atau pihak lain, tetapi justru merugikan keuangan negara.

Dengan ditetapkannya Anas sebagai tersangka, KPK membuktikan kepada publik pengusutan kasus Hambalang tidak jalan di tempat. Meski sempat diwarnai masalah bocornya draf surat perintah penyidikan (sprindik) Anas, KPK akhirnya menjeratnya. Kini, KPK telah sampai pada anak tangga ketiga kasus Hambalang. Terjawab sudah kekhawatiran masyarakat akan dugaan intervensi terhadap KPK sehingga lembaga penegakan hukum itu tidak berani menjerat ketua umum dari partai penguasa tersebut.

Dana ke kongres Partai Demokrat
M Nazaruddin, yang juga mantan rekan bisnis Anas, kerap menuding Anas menerima uang dari rekanan Hambalang. Menurut Nazaruddin, ada aliran dana Rp 100 miliar dari proyek Hambalang untuk memenangkan Anas sebagai Ketua Umum Demokrat dalam kongres di Bandung pada Mei 2010. Uang diduga diserahkan PT Adhi Karya secara tunai melalui Direktur Utama PT Dutasari Citralaras Machfud Suroso, orang kepercayaan Anas.

Dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun lalu, kata Nazaruddin, Anas membagi-bagikan hampir 7 juta dollar AS kepada sejumlah dewan pimpinan cabang. Senada dengan Nazaruddin, mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, beberapa waktu lalu, mengatakan, dia pernah membawa uang sebesar Rp 30 miliar dan 5 juta dollar AS ke kongres Partai Demokrat di Bandung.

Terkait uang ke kongres ini, Anas beberapa kali membantahnya. Dia pernah menegaskan, Kongres Partai Demokrat 2010 ini bersih dari unsur politik uang.

Hadiah mobil  Harrier
Tudingan Nazaruddin pun semakin berkembang. Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu mengatakan, Anas menerima pemberian hadiah berupa Toyota Harrier.  Mobil tersebut dibeli di sebuah dealer Toyota Harrier pada November 2009 di Duta Motor Pacenongan, Jakarta Pusat. Mobil mewah B 15 AUD itu diduga dibelikan PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya karena telah memenangkan tender proyek Hambalang.

Semula, Anas membantah keberadaan Toyota Harrier ini. Namun, belakangan, Anas melalui pengacaranya, Firman Wijaya dan tenaga ahli Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Muhammad Rahmad, mengakui pernah memiliki mobil mewah tersebut. Namun, menurut pihak Anas, mobil itu bukanlah gratifikasi terkait Hambalang, melainkan dibeli oleh Anas dengan cara mencicil kepada Nazaruddin.

Anas mengaku membeli mobil itu dari Nazaruddin dengan harga Rp 670 juta. Pada akhir Agustus 2009, Anas menyerahkan Rp 200 juta kepada Nazaruddin sebagai uang muka pembayaran mobil. Dalam pemberian tersebut, turut menyaksikan Saan Mustopa, Pasha Ismaya Sukardi, Nazaruddin, dan Maimara Tando. Pada Februari 2010, Anas membayar cicilan kedua kepada Nazaruddin senilai Rp 75 juta yang disaksikan kembali oleh M Rahmad.

Namun, Anas mengembalikan lagi Harrier itu kepada Nazaruddin setelah mendapat berbagai pertanyaan soal mobil itu seusai Kongres Partai Demokrat, Mei 2010. Beredar kabar bahwa mobil itu pemberian Nazaruddin kepada Anas.

Firman mengatakan, saat mobil akan dikembalikan, Nazaruddin menolaknya. Nazaruddin, katanya, beralasan rumahnya sudah penuh dengan mobil sehingga tidak dapat menampung Harrier dari Anas. Setelah itu, lanjutnya, Nazaruddin meminta Anas mengembalikannya dalam bentuk uang.

Anas pun, menurut Firman, menjual mobil itu dan memperoleh uang Rp 500 juta. Anas memberikan uang Rp 775 juta kepada Nazaruddin, melebihi nilai beli mobil Harrier tersebut.

Urus sertifikat lahan
Terkait proyek ini, pengakuan mengejutkan juga datang dari anggota Komisi II DPR, Ignatius Mulyono. Politikus Partai Demokrat itu menyatakan pernah diperintah Anas untuk mengurus sertifikat lahan Hambalang. Ignatius diminta menanyakan kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto soal sertifikat lahan yang bermasalah sejak awal itu. Saat itu, menurut Mulyono, Anas masih menjadi ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR.

Mengenai sertifikat lahan ini, hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan adanya indikasi penyimpangan dan dugaan penyalahgunaan wewenang terkait surat keputusan (SK) hak pakai. Joyo Winoto menerbitkan SK pemberian hak pakai tertanggal 6 Januari 2010 bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga atas tanah seluas 312.448 meter persegi di Desa Hambalang. Padahal, persyaratan surat pelepasan dari pemegang hak sebelumnya diduga palsu.

SK hak pakai itu kemudian diberikan Kepala Bagian Persuratan dan Kearsipan BPN kepada Ignatius atas perintah Sestama BPN. Padahal, ketika itu, Ignatius tidak membawa surat kuasa dari Kemenpora selaku pemohon hak. Anas membantah disebut terlibat mengurus masalah sertifikat lahan Hambalang. "Emang saya calo sertifikat?" ucap Anas saat mendampingi istrinya, Athiyyah Laila, dimintai keterangan KPK pada April tahun lalu.

Istri dimintai keterangan KPK
Terkait penyelidikan Hambalang, KPK pernah meminta keterangan istri Anas Athiyyah Laila. Athiyaah dimintai keterangan terkait posisinya sebagai komisaris PT Dutasari Citralaras. Adapun PT Dutasari Citralaras merupakan salah satu perusahaan subkontraktor proyek Hambalang.

Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap, MS (Machfud Suroso) selaku Direktur Utama PT Dutasari Citralaras menerima uang muka sebesar Rp 63.300.942.000 yang tidak seharusnya dia terima. Temuan aliran dana ini diduga terkait dengan pernyataan Nazaruddin beberapa waktu lalu.

Nazaruddin ketika itu menuturkan, PT Dutasari Citralaras berperan dalam menampung fee proyek Hambalang, kemudian mengalokasikannya ke Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, serta ke DPR. Menurut Nazaruddin, Machfud Suroso selaku petinggi Dutasari Citralaras membagi-bagikan fee Hambalang tersebut atas perintah Anas.

Sementara Machfud membantah tudingan Nazaruddin tersebut. Menurut dia, uang sekitar Rp 63 miliar itu merupakan uang muka dari pengerjaan elektrikal mekanikal proyek Hambalang yang disubkontrakkan ke PT Dutasari Citralaras. Machfud juga mengatakan, pembayaran uang muka Rp 63 miliar itu sudah sesuai prosedur.

Seusai diperiksa November tahun lalu, Machfud juga menegaskan, hubungannya dengan Anas tidak ada yang istimewa. Terpilihnya PT Dutasari Citralaras sebagai perusahaan subkontraktor proyek Hambalang, menurut dia, bukan karena kedekatan Machfud dengan Anas. Hanya, Machfud mengakui, dia dekat dengan istri Anas, Athiyyah Laila.

Namun, menurut Machfud, PT Dutasari Citralaras bukan milik Anas ataupun Athiyyah. Athiyyah hanya menjadi komisaris di perusahaan itu hingga awal Januari 2009. Senada dengan Machfud, Anas yang mendampingi istrinya diperiksa KPK beberapa waktu lalu itu pun memastikan istrinya dan dirinya tidak terlibat kasus dugaan korupsi Hambalang.

Dalam kesempatan yang lain, Anas bahkan mengatakan rela digantung di Monas jika terbukti menerima uang Hambalang. “Saya yakin, yakin. Satu rupiah saja Anas korupsi di Hambalang, gantung Anas di Monas,” ujar Anas pada awal Maret tahun lalu. Kini, setelah ditetapkan sebagai tersangka, masihkah Anas berani menyinggung Monas?

Baca juga:
Sekelumit Sosok Anas Urbaningrum
Masihkah Anas Siap Digantung di Monas?
Anas Urbaningrum Dicegah ke Luar Negeri
KPK Belum Tahan Anas Urbaningrum
Rekam Jejak Anas Urbaningrum di Skandal Hambalang


Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang

Editor :
Hindra


Iran merupakan satu-satunya negara Islam yang termasuk ke dalam negara memiliki ‘The scientific impact of nations’ tertinggi di dunia, kemajuan ilmu pengetahuan di Negara Iran sebelas kali lebih cepat dibandingkan Negara-negara lainnya didunia.......??? >> Sayang, hanya karena beda mazhab, di antara propaganda miring itu, juga disebar dan gencar dilakukan oleh sebagian kaum muslimin sendiri. Kalau hanya karena mazhabnya berbeda, Syiah dianggap agama lain, dan Iran keluar dari Dunia Islam, kebanggaan apa yang dimiliki Dunia Islam hari ini? Negeri mana-selain Iran-yang dianggap paling mewakili semangat keilmuan dan kedigdayaan Islam?. ...>> ...merasa terpanggil untuk menceritakannya, terutama karena banyaknya hal yang bisa menjadi pelajaran bagi bangsa kita. Iran, sebuah negeri fenomenal yang mendapat simpatik, pujian, pembelaan dan hujatan sekaligus. Negeri yang lewat CNN, Amerika menyebutnya sebagai bangsa yang keras kepala, yang oleh sebagian kaum muslimin menjadikan Iran sebagai kebanggaan baru, kiblat alternatif pergerakan dan perlawanan terhadap hegemoni Amerika namun sebagiannya lagi tetap juga memasang wajah permusuhan dan kecurigaan....>>> DIBANDINGKAN DENGAN SAUDI ARABIA-IRAQ-KUWAIT DAN NEGARA2 TELUK DAN AFRIKA UTARA ... NEGARA IRAN BUKAN APA2...DAN KETERGANTUNGAN TERHDAP PRODUKSI MINYAK JUGA TIDAK SEBERAPA DIBANDINGKAN NEGARA2 ARAB LAINNYA..>>> NAMUN DIBIDANG KEMANDIRIAN POLITIK DAN MEMBANGUN KEMANDIRIAN TEKNOLOGI..DAN ILMU PENGETAHUAN SELAIN MEMBANGUN MORAL KEAGAMAAN.... MAKA IRAN NAMPAKNYA MEMILKI KOMPETENSI YANG LEBIH BAIK...??? >>> KERJASAMA DENGAN LUAR NEGERI BAGI IRAN ADALAH PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DAN JUGA PERDAGANGAN,,SERTA MEMABNGUN SIKAP KEMANDIRIAN BANGSANYA...DENGAN TERUS MENERUS MENGHORMATI PARA PAKAR2NYA DAN MEMBANGUN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN BANGSANYA SECARA KONSISTEN...???>> SEHARUSNYA INDONESIA MEMBANGUN KERJASAMA NYATA DIBIDANG TEKNOLOGI-DAN MEMBANGUN KEMAMPUAN PENYEDIAAN ENERGIYANG KUAT DAN MURAH SERTA LEBIH BERMUTU DENGAN IRAN SEBAGAI SESAMA NEGARA MUSLIM DAN SESAMA NEGARA BERKEMBANG...?? >> TETAPI ANEHNYA INDONESIA DENGAN POLA POLITIK DAN KEPEMIMPINAN SEPERTIYANG ADA SEKARANG SEPERTI MENJADI BODOH...DAN TERKESAN SIMBONG DAN ANGKUH...DAN SELALU MENJADI PENGEKOR POLITI AS...YANG MENISTA RAKYAT DAN BANGSANYA SENDIRI..??? >> kENAPA??..DAN ADA APA DENGAN INDONESIA DAN PEMIMPIN2NYA..YANG KONON HEBAT2..DAN PINTAR2...TETAPI KENYATAANNYA SANGAT TERPURUK DENGAN HUTANGAN2 YANG SEMAKIN BESAR..DAN SEMAKIN TAK MEMILIKI KOMPETENSI..BAIK DIBIDANG INDUSTRI-TEKNOLOGI-ILMU PENGETAHUAN-ATAUPUN PERDAGANGAN...??? ADA APA DENGAN POLITISI DAN PEMIMPIN BANGSA INDONESIA INI...??? >> PADAHAL INDONESIA BISA BELAJAR DENGAN IRAN-CINA-INDIA-BAHKAN DENGAN KOREA UTARA ATAUPUN KOREA SELATAN..ATAUPUN JEPANG...??? MENGAPA JADI ...MUNDUR DAN MENJADI LEMBEK TETAPI SOMBONG DAN ANGKUH...??? ADA APA YAH..DENGAN JIWA22 PEMIMPIN2 INDONESIA INI..???>> APAKAH MEREKA MEMANG ANAK JAJAHAN ATAU ORANG2 YANG SUDAH DIBELI DENGAN LOBY2 PARA KAPITALIS DAN MENJADI BUDAK2 JAJAHAN...DAN ANTEK2..PENJAJAH YANG MENISTA ANAK2 DAN BANGSA INDONESIA SENDIRI..???>>> SAYA YANG AWAM TIDAK HABIS PIKIR...MENGAPA..??? KEMANA AKAL SEHAT MEREKA2 YANG MENGAKU SEBAGAI JENDRAL2 PINTAR DAN DR DAN AHLI2...ITU...??? >>



Iran merupakan satu-satunya negara Islam yang termasuk ke dalam negara memiliki ‘The scientific impact of nations’ tertinggi di dunia, kemajuan ilmu pengetahuan di Negara Iran sebelas kali lebih cepat dibandingkan Negara-negara lainnya didunia.

 Kemajuan Iran dan Kebanggaan Sebagai Muslim
Sayang, hanya karena beda mazhab, di antara propaganda miring itu, juga disebar dan gencar dilakukan oleh sebagian kaum muslimin sendiri. Kalau hanya karena mazhabnya berbeda, Syiah dianggap agama lain, dan Iran keluar dari Dunia Islam, kebanggaan apa yang dimiliki Dunia Islam hari ini? Negeri mana-selain Iran-yang dianggap paling mewakili semangat keilmuan dan kedigdayaan Islam?. 

Ketika Doktrin Agama Memasuki Ranah Politik

 Kemajuan Iran dan Kebanggaan Sebagai Muslim
Menceritakan apapun tentang Iran, cenderung dicurigai membawa misi tertentu. Namun saya merasa terpanggil untuk menceritakannya, terutama karena banyaknya hal yang bisa menjadi pelajaran bagi bangsa kita. Iran, sebuah negeri fenomenal yang mendapat simpatik, pujian, pembelaan dan hujatan sekaligus. Negeri yang lewat CNN, Amerika menyebutnya sebagai bangsa yang keras kepala, yang oleh sebagian kaum muslimin menjadikan Iran sebagai kebanggaan baru, kiblat alternatif pergerakan dan perlawanan terhadap hegemoni Amerika namun sebagiannya lagi tetap juga memasang wajah permusuhan dan kecurigaan.
Iran dengan mazhab Syiah mayoritas rakyatnya, tetap dinilai sebagai musuh dan diluar Islam. Apapun yang berasal darinya dicurigai sebagai kedok semata untuk memberangus dan menghancurkan Islam dari dalam. Apapun yang berasal darinya, fiqh, hadits, tradisi, teologi, filsafat bahkan penemuan-penemuan mutakhirnya diisolasikan dan dipinggirkan dari dunia Islam. Syiah sering mendapat  tuduhan dan fitnah sebagai agama tersendiri dan bukan bagian dari Islam.
Namun, bagai pepatah, anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu, Iran dengan masyarakatnya yang mayoritas Syiah menjawab segala tuduhan-tuduhan dan berbagai tudingan miring dengan kerja-kerja positif yang nyata. Iran menjadi negara terdepan dan paling aktif memberikan pembelaan atas penindasan yang masih juga dirasakan rakyat Palestina. Tidak sekedar melalui diplomasi politik,Pemerintah Iran  juga memberikan bantuan secara nyata dengan menjadikan Palestina tidak ubahnya salah satu provinsi yang menjadi bagian negaranya,dengan menanggung gaji pegawai di tiga departemen. Menanggung hidup 1.000 pengangguran senilai 100 dolar setiap bulannya. Membiayai total pembangunan gedung kebudayaan, perpustakaan serta renovasi 1.000 rumah yang hancur dengan total biaya 20 juta dolar. Belum lagi bantuan lainnya yang diberikan tanpa persyaratan apapun. Pembelaan dan dukungan Iran atas perlawanan rakyat Gaza menghadapi agresi militer Israel akhir tahun 2012 kemarin, membuat pimpinan HAMAS mewakili rakyat Gaza menyampaikan rasa terimakasihnya secara terbuka kepada Iran.
Dengan keberhasilan meluncurkan roket pembawa satelit “Safir Omid” dan sebuah maket satelit percobaan di orbit bumi, Iran menjadi negara regional pertama yang mandiri tanpa bantuan asing, baik dalam membuat satelit maupun dalam meluncurkan dan mengontrolnya.
Semakin diserang dengan propaganda negatif dari berbagai arah, ulama-ulama, ilmuan-ilmuan, olahragawan, sampai seniman mereka seakan berlomba-lomba untuk menunjukkan prestasi dan menampakkan kecemerlangan Islam. Lihat saja apa yang dilakukan ilmuan mereka, hampir dalam hitungan hari, ada yang mematenkan penemuan-penemuan baru mereka. Perkembangan sains di Iran dapat dilihat dari perkembangan publikasi ilmiah yang mereka hasilkan. Dalam penelitian ‘string teory’, kimia dan matematika, Iran merupakan nomor 15 di dunia, bersaing ketat dengan Amerika Serikat dan negara-negara eropa.
Dalam artikel D. A. King yang dipublikasikan di Nature (15/7/2004) berjudul ‘The scientific impact of nations’ yang analisisnya menyatakan bahwa Iran merupakan satu-satunya negara Islam yang termasuk ke dalam negara memiliki ‘The scientific impact of nations’ tertinggi di dunia.
Bahkan Jurnal Newscientist terbitan Kanada menyebutkan kemajuan ilmu pengetahuan di Negara Iran sebelas kali lebih cepat dibandingkan Negara-negara lainnya didunia.  Daftar 100 orang jenius dunia yang masih hidup yang dikeluarkan oleh firma konsultan global Creators Synectics,  Ali Javan pakar teknik (penemu gas laser) dan Pardis Sabeti ahli biologi anthropologi yang keduanya berkebangsaan Iran termasuk di antaranya.
Kaum perempuan Iran tidak ketinggalan dari  saintis yang umumnya laki-laki. Dalam Festival Internasional Para Penemu Perempuan yang  pertama kali digelar di Korea Selatan tahun 2008, Republik Islam Iran ikut bersaing dalam ajang kompetisi tersebut dan berhasil menggondol 12 medali emas, lima perak dan enam perunggu.  Maryam Islami dari Iran menyandang gelar sebagai penemu perempuan terbaik tahun 2008, padahal saat itu Maryam Islami masih mahasiswa tingkat lima fakultas kedokteran. Lebih dari itu, kita juga mengenal Shirin Ebadi muslimah pertama peraih Nobel juga berasal dari Iran. Hal inilah yang ‘memaksa’ Rektor Universitas al Azhar Mesir, Syaikh Thantawi menyatakan, “Kemajuan ilmiah yang telah dicapai Republik Islam Iran merupakan kemajuan dunia Islam dan kebanggaan bagi seluruh umat muslim.”
Pada bidang seni kaligrafi, kaligrafer Iran Roin Abar Khanzadeh berhasil membuat Al-Qur’an terkecil yang memecahkan rekor dunia. Yang menarik Al Quran terkecil ini ditulis dengan mata telanjang oleh penulisnya dan bila dijejer hanya menempati ukuran kertas A3. Saat ini sudah ada 1000 pusat lembaga kegiatan berbasis Al Quran di seantero kota Iran yang sedang aktif dan ada seribu perpustakan dan Bank CD Qurani di pusat-pusat kegiatan AlQur’an di Iran. Telah berkali-kali Iran menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pameran Al-Qur’an Internasional. Dengan tingkat apresiasi yang tinggi terhadap Al-Qur’an wajar jika Iran menghasilkan banyak Mufassir terkemuka dalam dunia Islam, diantaranya Allamah Mohammad Husain Thabatabai, penulis tafsir Al Mizan.
Dalam dunia perbukuan dan penerbitan, dibanding negara-negara Islam lainnya, Republik Islam Iran bisa ditetapkan sebagai yang terdepan. Pameran Buku Internasional Teheran merupakan program pemerintah Iran setiap tahunnya yang mendapat posisi istimewa dalam kalender para penerbit internasional. Berdasarkan data yang dirilis, Pameran Buku Internasional Tehran adalah pameran buku terbesar dunia Islam dan menjadi fenomena budaya terbesar negara-negara di Timur Tengah.
Hasil-hasil karya dan apresiasi mereka menunjukkan minat mereka yang demikian tinggi terhadap ilmu pengetahuan, wajar jika kemudian Iran termasuk dalam deretan negara-negara maju. Inilah yang membuat Amerika gentar dan khawatir, lewat propaganda-propaganda negatif, melalui tekanan dan embargo ekonomi, mereka berusaha menghambat pertumbuhan dan kemajuan Iran.
Keyakinan pada Mahdawiyat, Rahasia Kemenangan Revolusi Islam
Sayang, hanya karena beda mazhab, di antara propaganda miring itu, juga disebar dan gencar dilakukan oleh sebagian kaum muslimin sendiri. Kalau hanya karena mazhabnya berbeda, Syiah dianggap agama lain, dan Iran keluar dari Dunia Islam, kebanggaan apa yang dimiliki Dunia Islam hari ini? Negeri mana-selain Iran-yang dianggap paling mewakili semangat keilmuan dan kedigdayaan Islam?. Selamat atas dirgahayu kemenangan Revolusi Islam Iran yang ke 34.


Syaikh Hasan Akhtari:
 Keyakinan pada Mahdawiyat, Rahasia Kemenangan Revolusi Islam
Rahasia dibalik kemenangan revolusi Islam Iran adalah adanya keyakinan yang kuat rakyat Iran akan kedatangan Imam Mahdi as. Rakyat Iran sedang mempersiapkan kondisi yang tepat untuk menyambut kehadiran sang Imam Zaman. Rakyat Iran percaya apa yang termaktub dalam Al-Qur’an bahwa bumi ini akan diwariskan kepada mereka yang sebelumnya mengalami penindasan dan keterzaliman (Qs. 28:5).” 
 Hujjatul Islam wa Muslimin Syaikh Muhammad Hasan Akhtari, Sekretaris Jenderal Majma Jahani Ahlul Bait as selasa (12/4) dalam seminar ilmiah “Peran Mahdawiyat dalam Kebangkitan Islam” yang diselenggarakan oleh Bidang Kajian Ilmaih Hauzah Ilmiyah Qom Iran menyatakan, “Saat ini kita hidup di bumi yang didiami lebih dari tujuh miliyar jiwa manusia, yang dapat dengan mudah bisa saling berinteraksi satu sama lain secara cepat dan mampu menyampaikan pemikiran-pemikirannya kepada banyak orang.”
“Saat ini kita tidak begitu butuh pertemuan secara fisik, ataupun harus mendatangi suatu tempat untuk dapat mengetahuinya, sebab cukup di satu tempat kita dapat mengetahui perkembangan dan kejadian apa yang sedang berlangsung di tempat lain. Kita seakan-akan bisa hadir diberbagai tempat dalam waktu yang sama dengan peralatan tekhnologi yang kita punya, dan kitapun harus memanfaatkan kemajuan tekhnologi ini untuk kepentingan dakwah dan penyebaran pesan-pesan Revolusi Islam.” Lanjutnya.
Ulama yang dipercaya sebagai Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait tersebut selanjutnya menyatakan kebangkitan Islam adalah hal yang harus terus diupayakan dan dijaga. Beliau berkata, “Dengan segala tekanan dan halangan yang ada, kita saksikan kebangkitan Islam yang dipelopori Imam Khomaeni ini terus mengalami kemajuan dan peningkatan.”
“Tidak seorangpun ulama ataupun ilmuan sejak zaman kegaiban dimulai sampai sekarang berhasil mempelopori sebuah kebangkitan Islam sebagaimana yang dipimpin oleh Imam Khomeini. Imam menegaskan bahwa kemenangan revolusi Islam adalah karunia Ilahi. Barang siapa yang berupaya keras untuk menciptakan revolusi Islam sebagaimana mislanya yang saat ini terjadi di Afrika Utara dan negara-negara yang lain namun jika tidak mengikuti alur pemikiran Imam Khomeini mengenai kebangkitan Islam maka gerakan tersebut adalah gerakan tanpa makna dan tidak akan mencapai hasil yang diharapkan.”
Pada bagian lain ceramahnya, Syaikh Akhtari menjelaskan mengenai bagaimana mendakwahkan Islam ke seluruh dunia, “Kita harus mampu menyampaikan ilmu-ilmu Islam melalui media cetak dan elektronik. Melalui radio-radio dan televisi, dengan itu kita mampu berbicara langsung dengan dunia. Dengan memperhatikan segala penderitaan dan kesulitan hidup yang dihadapi masyarakat, kita menyampaikan bagaimana Islam itu mampu mengatasi problema kehidupan.”
“Beberapa tahun lalu, Paulus pemimpin kaum Kristiani menyampaikan kepada dunia akan pentingnya keadilan dan menuntut para pemimpin negara untuk berjuang menegakkan keadilan dunia, sehingga masyarakat duniapun mengetahui hal tersebut. Sementara Islam adalah agama yang tujuan utamanya adalah penegakan keadilan, namun lebih dikenal oleh masyarakat Barat sebagai agama teror yang menyebar permusuhan dan pertumpahan darah.” Lanjutnya.
Dibagian akhir ceramahnya, Syaikh Hasan Akhtari mengungkap rahasia dibalik kemenangan Revolusi Islam Iran, “Rahasia dibalik kemenangan revolusi Islam Iran adalah adanya keyakinan yang kuat rakyat Iran akan kedatangan Imam Mahdi as. Rakyat Iran sedang mempersiapkan kondisi yang tepat untuk menyambut kehadiran sang Imam Zaman. Rakyat Iran percaya apa yang termaktub dalam Al-Qur’an bahwa bumi ini akan diwariskan kepada mereka yang sebelumnya mengalami penindasan dan keterzaliman (Qs. 28:5).”

wali dan pemimpin umat hanyalah Allah, Rasul-Nya dan Imam Ali AS (tafsir Qs.QS. Maidah: 55) !!! Jangan bantah Al Quran

Ayat Wilayah, Ketika Imam Ali as Bersedekah Cincinnya Sambil Ruku

 
 
Menjelang Zuhur, suasana masjid Madinah dipenuhi dengan maknawiyah dan spiritual. Orang-orang sedang sibuk beribadah di dalam masjid. Sebagian ada yang membaca al-Quran dan sebagian lain ada yang berdoa. Sebagian dalam keadaan berdiri dan sebagian lain dalam keadaan sujud mengagungkan kebesaran ilahi. Alunan doa dan munajat kepada Allah menarik perhatian setiap orang yang baru masuk.
Pada hari itu Rasulullah Saw juga berada di dalam masjid untuk mengerjakan shalat.  Sejumlah orang duduk mengitari beliau dan beliau juga sedang menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. tiba-tiba datang seorang lelaki di depan pintu masjid. Kelihatannya tidak ada seorangpun yang mengenalinya, namun ia kelihatan lelah dan sedih. Ketika mengetahui orang-orang ada di dalam masjid, ia masuk ke dalam dan melihat ke sana ke mari.
Kemudian dengan suara lantang dan gemetar menjelaskan keadaan dirinya dengan harapan semuanya mendengarkan dan meminta bantuan kepada orang-orang yang hadir dalam masjid. Suaranya menunjukkan kesedihan dan kesusahan yang melanda dirinya. Raut wajahnya menunjukkan keterpaksaannya untuk meminta bantuan karena kemiskinan yang melilitnya.
Sang lelaki itu kemudian diam berdiri di sudut masjid menunggu reaksi para hadirin. Namun tidak seorangpun menunjukkan reaksinya. Kembali ia berkata, “Berikan sesuatu untukku demi keridhaan Allah!”
Namun seakan-akan tidak ada seorang yang datang untuk menolong orang itu.
Dua orang sedang bercakap-cakap dan mengatakan, “Aduhai, seandainya saja kita bisa membantunya!”
Yang satunya lagi menjawab, “Benar. Tapi kamu sendiri tahu bahwa kami juga hidup dalam kesengsaraan.”
Dari jauh Rasulullah Saw memperhatikan, siapakah yang akan bergerak terlebih dahulu untuk membantu sang fakir ini.
Setelah beberapa saat, lelaki ini menengadah ke langit seraya berkata, “Ya Allah! Jadilah Engkau sebagai saksi! Aku datang ke masjid nabi-Mu dan meminta bantuan kepada kaum Muslimin, namun tidak seorangpun menyelesaikan masalahku!”
Pada saat itu Imam Ali as yang sedang mengerjakan shalat dan dalam keadaan ruku membaca tasbih  menjulurkan tangannya yang bercincin ke arah lelaki tersebut.
Dengan takjub orang-orang memperhatikan.
Seseorang berkata, “Apa maksud Ali dengan sikap ini?”
Yang lain berkata, “Tidakkah kau melihat dia mengisyaratkan cincinnya kepada lelaki itu?”
Lelaki miskin yang awalnya tidak percaya, datang mendekati Imam Ali as dan mengambil cincin tersebut dari tangan Imam dan tersenyum sambil menggenggam cincin di tangannya. Ia pergi dari tengah-tengah para hadirin dan keluar dari masjid. Melihat kejadian ini, Rasulullah Saw merasa gembira dan senang. Beliau mengahadap Allah seraya berkata, “Ya Allah! Saudaraku Musa telah meminta kepada-Mu agar memberikan kelapangan dada kepadanya, memudahkan segala urusannya, memberikan kefasihan berbicara kepadanya agar masyarakat memahami ucapannya dan menetapkan saudaranya Harun sebagai pendukung dan penolongnya dalam urusan risalahnya. Ya Allah! Engkau telah mengabulkan permintaan-permintaannya. Sekarang saya, Muhammad nabi dan utusan-Mu, berikan kepadaku kelapangan dada, mudahkan semua urusanku dan tetapkan dari keluargaku; Ali sebagai pengganti  dan penolongku sehingga dengannya aku memiliki pendukung yang kuat dan kokoh!”
Abu Dzar satu di antara hadirin yang ada di dalam masjid. Ia menukil peristiwa ini dan mengabarkannya kepada semua masyarakat seraya berkata, “Ketika doa Rasulullah Saw belum selesai, para hadirin melihat wajah beliau berubah. Beliau sedang menerima wahyu dari Allah dan malaikat Jibril membacakan ayat berikut ini:
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّـهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ
Sesungguhnya wali dan pemimpin kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat dalam keadaan ruku.” (QS. Maidah: 55)
Peristiwa ini dinukil oleh lebih dari tiga puluh ulama Ahli Sunnah dan seluruh ulama Syiah di dalam tafsirnya dan ayat ini mereka sebut sebagai ayat wilayah.

110 Keutamaan Imam Ali as: Cinta Ali!

Cinta Ali
Nabi Muhammad Saw bersabda, “Barangsiapa yang mencintai Ali as, maka di Hari Kiamat wajahnya bercahaya seperti bulan purnama.” (Atsar as-Shadiqin, jilid 1, hal 202-225, diringkas dari beberapa riwayat)
Ali dan Baitul Mal
Ketika Imam Ali as membagi Baitul Mal sampai habis, di tempat itu juga beliau berdiri dan melaksanakan shalat dua rakaat lalu berkata, “Bersaksilah di Hari Kiamat bahwa sesungguhnya aku telah membuatmu penuh dan benar-benar telah membuatmu kosong.” (Tafsir Nemouneh, jilid 27, hal 226)
Murtadha
Ibnu Abbas mengatakan, “Ali as dalam seluruh pekerjaannya dilakukan dengan niat mencari keridhaan Allah. Itulah mengapa beliau dipanggil “Murtadha”. (Sire-ye Alavi, hal 80)
Hari Raya Terbaik
Imam Ali as berkata, “Hari Raya Ghadir Khum lebih utama dari Idul Fitri, Idul Adha, hari Jumat dan hari Arafah. Hari Raya Ghadir Khum memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah Swt.” (Asrar Ghadir, hal 209)
Hari Ibadah dan Perbuatan Baik
Imam Shadiq as berkata, “Sudah selayaknya bagi kalian (pecinta Ahli Bait di hari Idul Ghadir) untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan melakukan perbuatan baik, berpuasa, mengerjakan shalat, bersilaturahmi, mengunjungi saudara seagamamu. Sesungguhnya ketika Nabi Muhammad Saw memperkenalkan penggantinya kepada masyarakat, beliau mengerjakan perbuatan-perbuatan baik yang telah disebutkan dan menasihati orang lain agar melakukannya.” (Mishbah al-Mutahajjid, hal 736)
Bila Tidak Khawatir
Muwaffaq bin Ahmad Kharazmi meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib as meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw di hari penaklukan Khaibar mengatakan, “Wahai Ali! Bila saya tidak khawatir ada yang mengatakan bahwa ada sekelompok orang dari umatku yang meyakinimu seperti apa yang dilakukan oleh pengikut Kristen terhadap Isa bin Maryam, maka aku akan berbicara tentang seluruh keutamaanmu. Dengan itu, bila engkau melewati sekelompok dari Muslimin, maka pasti mereka akan mengambil berkah dari tanah yang diinjak oleh sepatumu dan meminta air bekas wudhumu untuk meminta kesembuhan.
Bila tidak khawatir melubangi mutiara
Akan kusampaikan semua yang ada di hati
Tapi bagaimana dengan kaum yang buta dan tuli
Yang kumampu hanya mengatakan sifat bulan (al-Fushul al-‘Aliyah, hal 46)
Ali dalam Karya Tulis
Hingga kini hampir 5000 judul buku dan ada sekitar 4956 buku yang secara serius mengulas tentang pribadi dan keutamaan Ali bin Abi Thalib as dalam pelbagai bahasa, khususnya bahasa Arab dan Persia. (Fadhail Imam Ali as, hal 20)
Amirul Mukminin
Nabi Muhammad Saw bersabda, “Setiap ayat dalam al-Quran yang menyebutkan “Ya Ayyuhalladzina Amanu“, maka Ali as berada pada puncak orang-orang Mukmin dan pemimpin mereka (Amirul Mukminin) dan sebelum mengarah kepada orang-orang Mukmin, maka ayat itu terlebih dahulu ditujukan kepada Ali as.” (Athyab al-Bayan, jilid 2, hal 249)
Merasakan Kesulitan Masyarakat
Imam Ali as berkata, “Apakah aku merasa cukup dengan masyarakat menyebutku Amirul Mukminin dan tidak merasakan kesulitan yang dihadapi mereka? Ataukah aku menjadi teladan bagi mereka dalam kesulitan yang dihadapi mereka dalam kehidupannya? Allah Swt tidak menciptakan aku hanya untuk mencicipi makanan yang enak.” (Nahjul Balaghah, surat 45)
Balasan Menulis Buku Al-Ghadir
Anak Allamah Amini mengatakan, “Pada tahun 50-an, mereka ingin mengusir saya dari Irak. Saya kemudian menemui Ayatullah Sayid Muhammat Taqi, cucu Allamah Bahr al-Ulum untuk mengucapkan selamat tinggal. Beliau berkata, “Apa yang membuatmu datang ke sini?”
Saya menjawab, “Saya ingin pergi dari Irak, tapi ketika Anda melihatku, saya melihat air mata Anda menetes!”
Beliau berkata, “Setelah ayahmu wafat, saya senantiasa berpikir bahwa Allamah Amini telah mewakafkan dirinya untuk Imam Ali as. Apa yang akan dilakukan oleh Imam Ali as kepadanya di alam sana?”
Pikiran ini cukup lama menggangguku, sehingga di suatu malam saya tertidur dan bermimpi. Saya melihat seakan-akan kiamat terjadi dan kita berada di padang Mahsyar, gurun pasir yang penuh dengan manusia. Semuanya sedang memperhatikan sebuah bangunan. Waktu itu saya bertanya, “Ada apa di sana?”
Mereka menjawab, “Di sana tempat telaga al-Kautsar.”
Saya beranjak ke depan dan melihat sebuah telaga. Angin yang berhembus membuat air kolam beriak. Imam Ali as sedang berdiri di dekat telaga itu dan memenuhi gelas kristal dengan air dan memberikannya kepada orang-orang yang dikenalnya. Pada waktu itu terdengar suara riuh rendah. Saya kemudian bertanya, “Apa yang terjadi?”
Mereka menjawab, “Amini datang!”
Aku berkata dalam hati, “Aku harus tetap berdiri di sini untuk melihat bagaimana Imam Ali as memperlakukan Allamah Amini.”
Jarak antara Allamah Amini dengan telaga al-Kautsar tinggal sepuluh atau dua belas langkah lagi. Saya melihat Imam Ali as meletakkan gelas kristalnya dan mengambil air dengan kedua kepalan tangannya. Ketika Allamah Amini sampai di hadapan beliau, Imam Ali as memercikkan air ke arah Allamah dan berkata, “Semoga Allah membuat wajahmu bercahaya, karena telah membuat wajah kami bercahaya.”
Rakyat Iran Setia Kepada Wilayatul Faqih dan Cita-cita Revolusi
Setelah itu saya terbangun dan mengeri bahwa Imam Ali as telah memberikan balasan atas penulisan buku al-Ghadir yang dilakukan oleh Allamah Amini. (Qatreh-i az Darya, jilid 1, hal 17-18)
Khatib Jumat Tehran:
 Rakyat Iran Setia Kepada Wilayatul Faqih dan Cita-cita Revolusi
Kehadiran luas rakyat Iran dalam peringatan kemenangan Revolusi Islam menurut Khatami menunjukkan ikatan janji kepada Wilayatul Faqih, cita-cita Revolusi Islam dan para Syahid. Ditegaskannya, “Bangsa Iran kembali menekankan Wilayatul Faqih sebagai poros pemerintahan Republik Islam Iran dan melihat semua masalah berdasarkan pandangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar.” 
 
 Khatib Jumat Tehran menganggap tekanan dan ancaman imperialis serta Zionis agar bangsa Iran berputus asa terhadap Republik Islam Iran telah gagal.
Ayatullah Sayid Ahmad Khatami, Khatib shalat Jumat Tehran, hari ini Jumat (15/2) mengatakan, “Bangsa Iran akan terus berjuang menghadapi semua tekanan dan ancaman untuk meraih hak-haknya termasuk penguasaan teknologi nuklir.”
“Perundingan nuklir Barat yang digelar dengan maksud untuk memalingkan perhatian bangsa Iran dari aktifitas nuklir damainya tidak akan pernah berhasil,” tandas Khatami.
Perundingan, katanya, hanyalah dalih Amerika Serikat untuk lebih menekan bangsa Iran.
Menurut Khatami Barat harus tahu bahwa bangsa Iran tidak akan pernah mundur dari hak-haknya, bahkan mereka akan mampu mengatasi semua masalah yang diakibatkan oleh tekanan. Mereka akan memberikan jawaban tegas kepada musuh.
Ayatullah Khatami di sela-sela khutbahnya memberikan apresiasi atas kehadiran luas masyarakat Iran dalam acara peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran ke-34. Ia mengatakan, “Bahkan sebagian petinggi AS mengakui kemeriahan peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran sekalipun di bawah tekanan dan konspirasi asing.”
Kehadiran luas rakyat Iran dalam peringatan kemenangan Revolusi Islam menurut Khatami menunjukkan ikatan janji kepada Wilayatul Faqih, cita-cita Revolusi Islam dan para Syahid. Ditegaskannya, “Bangsa Iran kembali menekankan Wilayatul Faqih sebagai poros pemerintahan Republik Islam Iran dan melihat semua masalah berdasarkan pandangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar.”
Bangsa Iran hadir pada setiap kesempatan karena mereka menganggap itu sebagai kewajibannya. Rakyat Iran, kata Khatami, akan membuktikan kesetiaannya kepada Republik Islam dengan mengikuti pilpres empat bulan mendatang.
Terkait masalah sikap Republik Islam menanggapi transformasi terbaru di Bahrain, Khatami mengatakan, “Rakyat Bahrain harus menjadi penentu nasib negaranya dan ini adalah hak mereka untuk menentukan masa depan negara.”

10 indikasi bahwa kata MAWLA di Ghadir Kum merujuk pada arti “pemimpin” !! Wahabi patah arang hanya dengan 1 artikel ini..

Akidah Sunni sangat berbahaya karena mengi’tiqadkan juhud (pengingkaran) terhadap imamah Ali ! Kata “maula” jelas bermakna pemimpin karena Dalam kitab-kitab hadis, baik di kalangan Ahlusunnah maupun di kalangan Syiah, terdapat banyak riwayat dari Rasul SAW yang menuturkan dan mencatat bahwa Ali as merupakan Imam dan Khalifah setelah beliau.
Sekarang mari kita periksa lagi hadis ghadir kum :
 ”Barangsiapa saya mawlanya, maka Ali ini juga mawlanya. Ya Allah, jadilah teman siapa saja yang berteman dengan dia dan musuhilah siapa saja yang memusuhi dia. “
Kata “mawla” di sini menurut sunni tidak dapat merujuk pada arti “pemimpin”, tetapi terjemahan terbaik dari kata “mawla” tersebut adalah “seorang teman tercinta”. Versi sunni  bahwa “mawla” di sini bermakna mencintai/ menyayangi dan hubungan dekat, bukan Khilafah dan Imamah. Muwalat (cinta) adalah lawan dari kata Mu`adat (permusuhan).

bantahan :
Penafsiran sunni bertentangan dengan Al Quran.
Ghadir Khum: Sejarah Yang Mustahil Untuk Diingkari
ghadir khum

Allah Swt berfirman: “Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu), berarti kamu tidak menyampaikan risalah/agama-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al Maidah: 67)
Peristiwa pengangkatan Imam Ali sebagai pengganti dan penerus kepemimpinan Islam pasca Nabi saw, terjadi di tempat yang bernama Ghadir Khum, yang terletak di kawasan antara Mekkah dan Madinah di dekat Juhfah, sekitar 200 km dari Mekkah.
Peristiwa besar yang menggemparkan sejarah ini terjadi pada bulan terakhir tahun ke-10 Hijriah, setelah Rasul saw menjalankan Haji Perpisahan/Terakhir (Hajjatul Wada’). Semua sahabat sadar bahwa sebentar lagi wahyu akan terputus dari mereka. Ini adalah saat-saat terakhir kebersamaan mereka dengan Nabi Besar Muhammad saw.
Maka perdebatan berkaitan dengan Ghadir Khum bukan berkisar pada benar tidaknya Nabi saw mengangkat tangan Imam Ali tinggi-tinggi dan membacakan hadis: Man Kuntu Maula, namun perselisihan pendapat hanya mengacu pada makna dan pemahaman dari hadis tersebut. Syiah punya makna dan pemahaman tersendiri terhadap hadis tersohor tersebut, sedangkan Ahlu Sunah juga memiliki persepsi dan pemahaman tersendiri.
Dalam hadits Ghadir Khum, setelah haji wada (haji terakhir), Rasulullah menghentikan perjalanan para sahabatnya yang sudah hampir pulang ke rumahnya masing-masing di suatu tempat yang bernama Khum (antara Makah dan Madinah). Sebelumnya, dalam perjalanan dari Makah ke Madinah, Jibril turun dan mangatakan ”Hai Rasul, sampaikanlah!”.  Rasulullah tidak langsung menyampaikan, melainkan mencari situasi dan waktu yang tepat untuk menyampaikan perintah Allah tersebut. Tidak lama kemudian Jibril turun kembali dan mengatakan,”Hai Rasul, sampaikanlah!” dan Rasulullah tetap belum menyampaikannya. Kemudian Jibril turun untuk ketiga kalinya dengan membawa ayat sebagai berikut :Al Maaidah (QS5:67) “Wahai Rasul, sampaikanlah (balligh) apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu dari Tuhanmu. Jika tidak engkau lakukan maka engkau tidak menjalankan risalah-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir “
.
Apabila kita perhatikan bahasa Arab ayat di atas, Allah menggunakan kata balligh (sampaikan!), yang menunjukkan perintah Allah yang sifatnya memaksa. Apabila kita perhatikan ayat-ayat yang terdapat dalam Al Qur’an sebanyak 30 juz, kita tidak akan menemukan perintah Allah lain yang sifatnya memaksa Rasulullah sebagaimana yang terdapat di dalam ayat ini. Hal ini tentunya menunjukkan betapa pentingnya perintah “penyampaian” dalam ayat tersebut. Oleh karena itu ayat ini juga disebut ayat tabligh.Pentingnya hal yang perlu disampaikan tersebut juga tergambarkan pada bagian akhir ayat, di mana terdapat ancaman Allah jika Rasul tidak mengerjakan perintah tersebut. Dalam ancaman tersebut seolah-olah perjuangan Nabi selama 23 tahun tidak ada artinya, atau sia sia, jika tidak menyampaikan suatu “hal”.
.
Penundaan penyampaian yang dilakukan oleh Rasulullah tentulah didasari oleh adanya kekhawatiran dalam pikiran Rasulullah mengenai kemampuan ummatnya untuk menerima dan menjalankan perintah yang disampaikannya. Oleh karenanya Rasulullah mencari strategi bagaimana agar tidak ada alasan bagi ummat untuk menolak. Ayat di atas juga menyebutkan bahwa Allah, selain memberikan perintah kepada Rasulullah untuk menyampaikan suatu “hal” tersebut, juga memberikan jaminan berupa penjagaan kepada Rasulullah atas gangguan manusia.Dengan demikian, terdapat 3 hal penting pada ayat ini, yaitu:
  1. Nabi diperintahkan untuk menyampaikan sesuatu hal yang penting
  2. Allah menjaga Rasulullah dari gangguan manusia
  3. Dampak dari orang-orang yang tidak menerima apa yang disampaikan oleh Rasulullah
Beberapa Indikasi Yang Menunjukkan bahwa Maula berarti Pemimpin
Indikasi Pertama: Nabi saw menyampaikan hadis Man Kuntu Maula di hadapan ribuan sahabat, tua-muda, laki-perempuan di musim panas yang menyengat, dan di gurun pasir yang tandus selepas manasik haji, dan memerintahkan mereka yang meninggalkan kafilah untuk kembali bergabung bersama beliau, dan mereka yang tertinggal di belakang, untuk segera mempercepat langkahnya untuk menyusul beliau hanya untuk mengatakan bahwa:
“siapa yang menjadikan beliau sebagai sahabatnya maka dia pun harus menjadikan Ali sebagai sahabatnya”
atau
“siapa yang menjadikan beliau sebagai kekasihnya maka ia pun harus menjadikan Ali sebagai kekasihnya”?!
Bukankah mereka sudah tahu bahwa Ali adalah ahlul bait Rasul saw yang harus dicintai dan disayangi? Lalu mengapa Rasul saw perlu bersusah payah mengumpulkan mereka hanya untuk menyampaikan masalah ini menjelang akhir kehidupan beliau?!

Hadis Al-Ghadir disampaikan oleh Rasulullah saw di depan kurang-lebih 150.000 sahabat, sesudah haji wada’, dalam situasi yang sangat penting. Tentu missi ini bukan missi yang sederhana, tetapi missi yang paling besar, paling menentukan masa depan Risalah Nabi saw, dan nasib kaum muslimin dan mukminin pasca Rasulullah saw. Di sini jelas, tidak mungkin kata Mawla bermakna kekasih, penolong dan pelindung, tapi jelas bermakna pemimpin. Karena kepemimpinan adalah puncak segala persoalan dalam Islam. Gagalnya kepemimpinan adalah kegagalan segala aspek kehidupan
.
Dengan demikian jelaslah bahwa kata Mawla dalam hadis Al-Ghadir bermakna pemimpin, bukan kekasih, penolong atau pelindung. Kondisi kaum muslimin dewasa ini menunjukkan adanya kegagalan kepemimpinan Islam pasca Rasulullah saw. Kegagalan kepemimpinan Islam akan berdampak pada segala aspek kehidupan: Idiologi, politik, sosial, ekonomi, pendidikan; penyimpangan makna ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi saw, perselisihan, permusuhan, kezaliman, kesengsaraan kaum muslimin
.
Hadis Ghadir Khum yang menunjukkan kepemimpinan Imam Ali adalah salah satu hadis shahih yang sering dijadikan hujjah oleh kaum Syiah dan ditolak oleh kaum Sunni. Kebanyakan mereka yang mengingkari hadis ini membuat takwilan-takwilan agar bisa disesuaikan dengan keyakinan mahzabnya. Padahal Imam Ali sendiri mengakui kalau hadis ini adalah hujjah bagi kepemimpinan Beliau. Hal ini terbukti dalam riwayat-riwayat yang shahih dimana Imam Ali ketika menjadi khalifah mengumpulkan orang-orang di tanah lapang dan berbicara meminta kesaksian soal hadis Ghadir Khum
.
Dari Sa’id bin Wahb dan Zaid bin Yutsai’ keduanya berkata “Ali pernah meminta kesaksian orang-orang di tanah lapang “Siapa yang telah mendengar Rasulullah SAW bersabda pada hari Ghadir Khum maka berdirilah?. Enam orang dari arah Sa’id pun berdiri dan enam orang lainnya dari arah Za’id juga berdiri. Mereka bersaksi bahwa sesungguhnya mereka pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda kepada Ali di Ghadir Khum “Bukankah Allah lebih berhak terhadap kaum mukminin”. Mereka menjawab “benar”. Beliau bersabda “Ya Allah barangsiapa yang aku menjadi pemimpinnya maka Ali pun menjadi pemimpinnya, dukunglah orang yang mendukung Ali dan musuhilah orang yang memusuhinya”. [Musnad Ahmad 1/118 no 950 dinyatakan shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir]


Indikasi Kedua:
Mengenai perkataan Rasulullah tersebut, ada kelompok yang mengatakan bahwa yang dikatakan Rasulullah adalah “Siapa yang menjadikan aku sebagai kekasihnya maka menjadikan Ali sebagai kekasihnya.” Bila kita kritisi pendapat tersebut, tentulah kita akan menganggap bahwa adalah suatu kesia-siaan bahwa Rasulullah mengumpulkan 120 ribu sahabatnya hanya untuk mengatakan “cintailah Ali”.  Kata “Maula” sendiri bukanlah berarti kekasih, melainkan “pemimpin”. Selain itu, dalam penyampaiannya, Rasulullah bukan hanya mengangkat tangan Imam Ali, tetapi juga memindahkan sorbannya ke kepala Ali. Hal ini didasari pada kedudukan Sorban sebagai lambang kepemimpinan, sehingga ummat yang bisu dan tuli, yang tidak dapat mendengar ceramah Rasulullah, dapat memahami maksud yang ingin disampaikan Rasulullah dengan isyarat tersebut
.
 “Allah tidak meninggalkan sedikit pun argumen (hujjah) dan bantahan bagi siapa pun setelah peristiwa Ghadir Khum.” (Sayyidah Fathimah AS, Dala’il al-Imamah, hlm. 38. Lihat juga, al-Khisal, Jil. 1, hlm. 173; Bihar al-Anwar, Jil. 30, hlm. 124.)
.
Sepanjang khotbah Rasulullah Saw di Ghadir Khum, beliau menekankan bahwa khotbahnya itu telah melengkapi hujjah (argumen) Allah atas seluruh manusia sampai Hari Kiamat. Itulah sebabnya Putri Tercinta Rasul, Sayyidah Fathimah As juga menekankan hal yang sama seperti yang saya kutip di atas
.
Fatimah Az-Zahrâ’ Menuju ke Alam Baka akibat luka keguguran pasca Penyerangan ke Rumah Fatimah As
Salah satu peristiwa yang sangat menyedihkan Imam Ali as. adalah kepergian buah hati Rasulullah saw., Fatimah Az-Zahrâ’ as. Ia jatuh sakit, sementara hatinya yang lembut tengah merasakan kesedihan yang mendalam. Rasa sakit telah menyerangnya. Dan kematian begitu cepat menghampirinya, sementara usianya masih begitu muda. Oh, betapa beratnya duka yang menimpa buah hati dan putri semata wayang Nabisaw. itu. Ia telah mengalami berbagai kekejaman dan kezaliman dalam masa yang sangat singkat setelah ayahandanya wafat. Mereka telah mengingkari kedudukannya yang mulia di sisi Rasulullah, merampas hak warisannya dan menyerang rumahnya.
Fatimah Az-Zahrâ’ telah menyampaikan wasiat terakhir yang maha penting kepada putra pamannya. Dalam wasiat itu ditegaskan agar orang-orang yang telah ikut serta merampas haknya tidak boleh menghadiri pemakaman, jenazahnya dikuburkan pada malam hari yang gelap gulita, dan kuburannya disembunyikan agar menjadi bukti betapa ia murka kepada mereka.
Imam Ali as. melaksanakan wasiat istrinya yang setia itu di pusara-nya yang terakhir. Ia berdiri di pinggir makamnya sambil menyiramnya dengan tetesan-tetesan air mata. Ia menyampaikan ucapan takziah, bela sungkawa dan pengaduan kepada Nabi saw. setelah menyampaikan salam kepada beliau:
Salam sejahtera untukmu dariku, ya Rasulullah, dan dari putrimu yang telah tiba di haribaanmu dan yang begitu cepatnya menyusulmu. Ya Rasulullah, betapa sedikitnya kesabaranku dengan kemangkatanmu dan betapa beratnya hati ini. Hanya saja, dalam perpisahan denganmu dan besarnya musibahmu ada tempat untuk berduka. Aku telah membaring-kanmu di liang kuburmu. Dan jiwamu telah pergi meninggalkanku ketika kepalamu berada di antara leher dan dadaku. Innâ lillâh wa innâ ilaihi râji‘ûn. Titipan telah dikembalikan dan gadai pun telah diambil kembali. Tetapi kesedihanku tetap abadi. Malam-malamkupun menjadi panjang, hingga Allah memilihkan untukku tempatmu yang kini engkau singgahi. Putrimu akan bercerita kepadamu tentang persekong-kolan umatmu untuk berbuat kejahatan. Tanyakanlah dan mintalah berita mengenai keadan mereka! Padahal perjanjian itu masih hangat dan namamu masih disebut-sebut. Salam sejahtera atasmu berdua, salam selamat tinggal, tanpa lalai dan jenuh! Jika aku berpaling, itu bukan karena bosan. Jika aku diam, itu bukan karena aku berburuk sangka terhadap apa yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang sabar.[Nahjul Balâghah, Jil. 2/ 182.]
Ungkapan-ungkapan Imam Ali as. di atas menunjukkan betapa ia menga-lami kesedihan yang mendalam atas kepergian titipan Rasulullah saw. itu. Ungkapan-ungkapan itu juga menunjukkan betapa dalamnya sakit hati dan duka yang dialaminya akibat perlakuan umat Islam. Imam Ali as. juga minta kepada Nabi saw. agar memaksa putrinya bercerita dan memberi-kan keterangan tentang seluruh kejahatan dan kezaliman yang telah dilakukan oleh umatnya itu.
Seusai menguburkan jenazah buah hati Nabi saw., Imam Ali as. kembali ke rumah dengan rasa duka dan kesedihan yang datang silih berganti. Para sahabat telah mengasingkannya. Imam Ali as. berpaling sebagaimana mereka juga berpaling darinya. Ia bertekad untuk menjauhi seluruh urusan politik dan tidak terlibat di dalamnya.
.
Berdasarkan riwayat Ghadir Khum, telah jelas bagi kita bahwa hal penting yang diperintahkan Allah untuk disampaikan oleh Rasulullah adalah mengenai wilayah (kepemimpinan) Imam Ali bin Abi Thalib. Apabila kita kembali kepada Al Qur’an, hal ini dijelaskan dalam surat Al Maaidah (5) : 55 sebagai berikut:
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ
“Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, yaitu orang-orang yang mendirikan salat dan membayar zakat dalam keadaan rukuk (rakiun) ”

Ayat Wilâyah

“Sesungguhnya wali kalian hanyalah AllahRasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat dalam keadan ruku’”. (Al-Mâ`idah : 55).
Karena mengarti kan wali sebagai teman, akan muncul konsekuensi pelarangan untuk bersahabat dan berteman dengan selain Allah, Rasul, dan Ali as.
Selanjutnya, QS Al Maaidah (5):55 menyebutkan bahwa seseorang, ketika menjadikan Allah pemimpinnya, Rasul pemimpinnya, orang yang beriman tadi pemimpinnya maka masuk ke dalam golongan hizbollah (pengikut Allah). Jadi syarat untuk masuk sebagai pengikut Allah adalah menjadikan Allah, Rasul dan orang yang beriman tadi sebagai pemimpinnya (berwilayah kepada Allah, Rasul dan orang-orang yang beriman). Yang tidak menjadikan Allah, Rasul dan orang beriman sebagai pemimpinnya dalam satu kesatuan adalah lawan dari pengikut Allah atau pengikut syaitan.
Berdasarkan pembahasan di atas jelaslah bahwa perintah yang harus disampaikan dalam ayat tabligh adalah wilayah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. Isi dari QS Al Maaidah (5):55 menjelaskan bahwa wajib bagi ummat Islam untuk taat mutlak kepada wilayah tersebut. Hal ini juga dijelaskan dalam ayat QS An Nisa (4):59 sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Wahai orang-orang beriman, taatilah Allah, Rasul dan ulim amri. Jika kamu berselisih dalam suatu urusan kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu benar-benar beriman terhadap Allah dan hari kemudian. Itulah yang lebih baik dan lebih bagus kesudahannya”

Ayat di atas menyebutkan bahwa orang-orang beriman (secara umum) diperintahkan untuk mentaati Allah, Rasul dan ulil amri. Apabila kalian (orang-orang beriman) berselisih mengenai siapa ulil amri tersebut, Allah mengatakan kembalikan lagi kepada Allah dan Rasul yang akan menjelaskan. Kalau memang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir maka harus taat kepada Allah, Rasul dan ulil amri. Hal ini sesuai dengan hadits yang terdapat dalam shahih Muslim yang mengatakan siapa yang mati tidak mengenal imam pada zamannya maka mati jahiliyah.
Rasulullah, ketika ditanya siapakah ulil amri, menjawab,”Mereka adalah imam imam dari ahlul baytku.” Hal ini tercantum dalam kitab:
  1. Yanabiul Mawaddah
  2. Faraidus Shimtain
  3. Syawahidu Tanzil.
.
Sebagian orang membuat takwilan batil bahwa kata mawla dalam hadis Ghadir Khum bukan menunjukkan kepemimpinan tetapi menunjukkan persahabatan atau yang dicintai, takwilan ini hanyalah dibuat-buat. Jika memang menunjukkan persahabatan atau yang dicintai maka mengapa ada sahabat Nabi yang merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya ketika mendengar kata-kata Imam Ali di atas. Adanya keraguan di hati seorang sahabat Nabi menyiratkan bahwa Imam Ali mengakui hadis ini sebagai hujjah kepemimpinan. Maka dari itu sahabat tersebut merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya karena hujjah hadis tersebut memberatkan kepemimpinan ketiga khalifah sebelumnya. Sungguh tidak mungkin ada keraguan di hati sahabat Nabi kalau hadis tersebut menunjukkan persahabatan atau yang dicintai
Dari Abu Thufail yang berkata “Ali mengumpulkan orang-orang di tanah lapang dan berkata “Aku meminta dengan nama Allah agar setiap muslim yang mendengar Rasulullah SAW bersabda di Ghadir khum terhadap apa yang telah didengarnya. Ketika ia berdiri maka berdirilah tigapuluh orang dari mereka. Abu Nu’aim berkata “kemudian berdirilah banyak orang dan memberi kesaksian yaitu ketika Rasulullah SAW memegang tangannya (Ali) dan bersabda kepada manusia “Bukankah kalian mengetahui bahwa saya lebih berhak atas kaum mu’min lebih dari diri mereka sendiri”. Para sahabat menjawab “benar ya Rasulullah”. Beliau bersabda “barang siapa yang menjadikan Aku sebagai pemimpinnya maka Ali pun adalah pemimpinnya dukunglah orang yang mendukungnya dan musuhilah orang yang memusuhinya. Abu Thufail berkata “ketika itu muncul sesuatu yang mengganjal dalam hatiku maka aku pun menemui Zaid bin Arqam dan berkata kepadanya “sesungguhnya aku mendengar Ali RA berkata begini begitu, Zaid berkata “Apa yang patut diingkari, aku mendengar Rasulullah SAW berkata seperti itu tentangnya”.[Musnad Ahmad 4/370 no 19321 dengan sanad yang shahih seperti yang dikatakan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Tahdzib Khasa’is An Nasa’i no 88 dishahihkan oleh Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini]
Kata mawla dalam hadis ini sama halnya dengan kata waliy yang berarti pemimpin, kata waly biasa dipakai oleh sahabat untuk menunjukkan kepemimpinan seperti yang dikatakan Abu Bakar dalam khutbahnya. Inilah salah satu hadis Ghadir Khum dengan lafaz Waly.
Dari Sa’id bin Wahb yang berkata “Ali berkata di tanah lapang aku meminta dengan nama Allah siapa yang mendengar Rasulullah SAW pada hari Ghadir Khum berkata “Allah dan RasulNya adalah pemimpin bagi kaum mukminin dan siapa yang menganggap aku sebagai pemimpinnya maka ini (Ali) menjadi pemimpinnya dukunglah orang yang mendukungnya dan musuhilah orang yang memusuhinya dan jayakanlah orang yang menjayakannya. [Tahdzib Khasa’is An Nasa’i no 93 dishahihkan oleh Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini].


Indikasi Ketiga: perhatikan khutbah Abu Bakar ketika ia selesai dibaiat, ia menggunakan kata Waly untuk menunjukkan kepemimpinannya. Inilah khutbah Abu Bakar
.
Ia berkata “Amma ba’du, wahai manusia sekalian sesungguhnya aku telah dipilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik diantara kalian maka jika berbuat kebaikan bantulah aku. Jika aku bertindak keliru maka luruskanlah aku, kejujuran adalah amanah dan kedustaan adalah khianat. Orang yang lemah diantara kalian ia kuanggap kuat hingga aku mengembalikan haknya kepadanya jika Allah menghendaki. Sebaliknya yang kuat diantara kalian aku anggap lemah hingga aku mengambil darinya hak milik orang lain yang diambilnya jika Allah mengehendaki. Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah kecuali Allah timpakan kehinaan dan tidaklah kekejian tersebar di suatu kaum kecuali adzab Allah ditimpakan kepada kaum tersebut. Taatilah aku selama aku taat kepada Allah dan RasulNya. Tetapi jika aku tidak mentaati Allah dan RasulNya maka tiada kewajiban untuk taat kepadaku. Sekarang berdirilah untuk melaksanakan shalat semoga Allah merahmati kalian. [Sirah Ibnu Hisyam 4/413-414 tahqiq Hammam Sa’id dan Muhammad Abu Suailik, dinukil Ibnu Katsir dalam Al Bidayah 5/269 dan 6/333 dimana beliau menshahihkannya].
.
Imam Ali As mengingatkan kaum Muhajirin dan kaum Anshar di Masjid Nabawi (setelah mereka berbaiat kepada Abu Bakar), akan hak eksklusif kepemimpinannya atas umat dan perjanjian mereka kepada Rasulullah Saw di Ghadir Khum. Beberapa orang Anshar berdalih kepada Imam Ali, “Wahai Abul Hasan! Andai saja kami, kaum Anshar, mendengar hujjah-hujjah Anda sebelum kami berbaiat kepada Abu Bakar, pastilah tak seorang pun dari kami yang tidak menyetujui perintah Anda.”
.
Dengan tegas Imam Ali As menjawab, “Apakah kalian menginginkan saya meninggalkan jasad suci Rasulullah yang sudah dikafani dibiarkan tidak dikuburkan, kemudian saya mendatangi kalian untuk berselisih demi kekuasaan? Demi Allah! Saya tak dapat memercayai siapa pun yang mendambakan kekuasaaan lalu menyelisihi kami, Ahlul Bait, lalu membuat alasan untuk membenarkan apa yang telah mereka lakukan. Saya tidak melihat Rasulullah Saw meninggalkan sedikit pun ruang untuk pembicaraan kontroversial, atau satu bantahan pun untuk khotbah beliau di Ghadir Khum.”
.
Dalam sejarah dunia Islam, muslimin tidak pernah menghadapi tragedi yang sangat berat sebagai cobaan dalam kehidupan mereka seberat peris-tiwa Tsaqîfah yang telah menyulut api fitnah di antara mereka sekaligus membuka pintu kehancuran bagi kehidupan mereka
.
Kaum Anshar telah melangsungkan muktamar di Tsaqîfah Bani Sâ‘idah pada hari Nabi saw. wafat. Muktamar itu dihadiri oleh dua kubu, suku Aus dan Khazraj. Mereka berusaha mengatur siasat supaya kekha-lifahan tidak keluar dari kalangan mereka. Mereka tidak ingin muktamar tersebut diikuti oleh kaum Muhajirin yang secara terus terang telah menolak untuk membaiat Imam Ali as. yang telah dikukuhkan oleh Nabi saw. sebagai khalifah dan pemimpin umat pada peristiwa Ghadir Khum. Mereka tidak ingin bila kenabian dan kekhalifahan berkumpul di satu rumah, sebagaimana sebagian pembesar mereka juga pernah menentang Nabi saw. untuk menulis wasiat berkenaan dengan hak Ali as. Ketika itu mereka melontarkan tuduhan bahwa Nabi saw. sedang mengigau sehing-ga mereka pun berhasil melakukan makar tersebut.
.
Indikasi Keempat: Khalifah Abu Bakar dan Umar, juga sahabat Usman, Thalhah dan Zubair dengan tanpa sungkan-sungkan mengucapkan selamat (tabrik) kepada Imam Ali atas terpilihnya ia sebagai pemimpin umat Islam pasca Nabi saw. Ucapan selamat dikatakan kepada seseorang bila seseorang mendapatkan maqam yang tinggi, bukan karena ia dikenal sebagai sahabat yang harus dicintai. (Perihal ucapan selamat sahabat-sahabat senior terhadap Imam Ali atas kedudukannya sebagai pemimpin umat pasca Nabi saw, dapat Anda temukan dalam tafsir at Tsa`labi berkaitan dengan ayat al Maidah 67, dimana Tsa`labi tegas-tegas menyatakan bahwa ayat tersebut terkait dengan Peristiwa Ghadir Khum. kita juga bisa lihat dalam Musnad Ibn Hanbal 6, hal. 401, al Bidayah wa an Nihayah juz 5 hal. 209).
Indikasi Kelima: Hasan bin Tsabit adalah penyair pertama Ghadir. Setelah Nabi saw menyampaikan hadis Man Kuntu Maula, ia memimta izin kepada Nabi saw untuk membacakan syair terkait peristiwa besar tersebut. Dalam salah satu baitnya, disebutkan: “Qum ya `alyyun fa innani radhitu min ba`di imaman wa hadiya” (bangkitlah wahai Ali, aku meridhai engkau sebagai imam dan pemberi petunjuk sesudahku). Maka sahabat Hasan bin Tsabit sebagai seorang yang hidup di zaman Nabi saw dan dekat dengan masa turunnya wahyu lebih mengetahui sastra Arab ketimbang mereka yang mengartikan kata “maula” dengan sahabat/penolong atau budak yang dibebaskan dll.
Indikasi keenam,
MAYORiTAS  SAHABAT  KHiANATi  Ali  PASCA  NABi  SAW WAFAT
Qs. Al An’am ayat 65-67
Qs. 6:65. Katakanlah (Muhammad), “Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan berulang ulang tanda tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami (nya)
Qs. 6:66. Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Muhammad), “Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu”
Qs. 6:67. Setiap berita (yang dibawa oleh Rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui
Dikutip dari  “AL HiDAYAH ALQURAN TAFSiR PERKATA TAJWID KODE ANGKA PENERBIT KALiM”  yang disahkan DEPAG, halaman 136 :
Asbabun Nuzul Qs.6 : 65-67 : Zaid bin Aslam mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda  kepada para sahabat, “Setelah kepergianku, janganlah kalian kembali menjadi kafir dengan saling membunuh diantara kalian”. Mereka berkata, “Kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya engkau adalah Rasul Nya. “Sebagian yang lain berkata, “ini tidak akan pernah terjadi untuk selamanya, yaitu saling membunuh diantara kita, sementara kita semua adalah muslim.” Maka turunlah ketiga ayat ini (HR. Ibnu Abi Hatim)
Wahai para pembaca…
Qs. Asy Syu’ara; ayat 205-207
Qs.26 : 205  : Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,
Qs.26 : 206  : Kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka,
Qs.26 : 207  : Niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan
Dikutip dari  “AL HiDAYAH ALQURAN TAFSiR PERKATA TAJWID KODE ANGKA PENERBIT KALiM”  yang disahkan DEPAG, halaman  376 :
Asbabun Nuzul Qs.26 : 205-207 : Menurut Abu Jahdham, ketiga ayat ini diturunkan berkenaan dengan Rasulullah yang suatu ketika terlihat bingung dan gelisah. Para sahabat menanyakan hal itu. “Aku bermimpi, setelah aku wafat kelak, aku melihat musuhku yang ternyata adalah berasal dari umatku sendiri,” jawab Rasulullah (HR.ibnu Abi Hatim)
Hadis dari sahabat  Jarir bin ‘Abdillah Al Bajali dari Nabi SAW : “janganlah kalian kembali kafir sepeninggalku, sebagian kalian menebas leher yang lain” (HR. Bukhari no. 7080 dan HR. Muslim no.65)
Hadis Nabi SAW : “Mencaci seorang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya adalah suatu kekufuran” (Hr.Bukhari Muslim)
.
Kedudukan Hadis Umat Mengkhianati Ali Sepeninggal Nabi SAW
Rasulullah SAW telah mengabarkan kepada Imam Ali bahwa sepeninggal Beliau SAW, umat akan mengkhianati Imam Ali. Hal ini telah dinyatakan dalam hadis-hadis shahih. Salah satunya dalam hadis berikut

حدثنا أبو حفص عمر بن أحمد الجمحي بمكة ثنا علي بن عبد العزيز ثنا عمرو بن عون ثنا هشيم عن إسماعيل بن سالم عن أبي إدريس الأودي عن علي رضى الله تعالى عنه قال إن مما عهد إلي النبي صلى الله عليه وسلم أن الأمة ستغدر بي بعده

Telah menceritakan kepada kami Abu Hafsh Umar bin Ahmad Al Jumahi di Makkah yang berkata telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdul Aziz yang berkata telah menceritakan kepada kami Amru bin ‘Aun yang berkata telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Ismail bin Salim dari Abi Idris Al Awdi dari Ali Radhiyallahu ‘anhu yang berkata “Diantara yang dijanjikan Nabi SAW kepadaku bahwa Umat akan mengkhianatiku sepeninggal Beliau”. [Hadis riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak 3/150 no 4676 dishahihkan oleh Al Hakim dan Adz Dzahabi dalam At Talkhis]
Hadis ini adalah hadis yang shahih sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hakim dan Adz Dzahabi. Selain itu hadis ini juga diriwayatkan oleh Ad Dulabi dalam Al Kuna Wal Asmaa’ 2/442 no 441

حدثنا يحيى بن غيلان ، عن أبي عوانة ، عن إسماعيل بن سالم ، وحدثنا فهد بن عوف ، قال ، ثنا أبو عوانة ، عن إسماعيل بن سالم ، عن أبي إدريس إبراهيم بن أبي حديد الأودي أن علي بن أبي طالب ، قال : عهد إلي النبي صلى الله عليه وسلم أن الأمة ستغدر بي من بعده

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ghailan dari Abu ‘Awanah dari Ismail bin Salim dan telah menceritakan kepada kami Fahd bin Auf yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Ismail bin Salim dari Abi Idris Ibrahim bin Abi Hadid Al Awdi bahwa Ali bin Abi Thalib berkata “telah dijanjikan oleh Nabi SAW bahwa Umat akan mengkhianatiku sepeninggal Beliau”.
Hadis ini sanadnya shahih dan diriwayatkan oleh para perawi yang terpercaya yaitu sanad Yahya bin Ghailan dari Abu Awanah dari Ismail bin Salim dari Ibrahim bin Abi Hadid dari Ali. Ibrahim adalah seorang tabiin yang melihat atau bertemu dengan Ali.
  • Yahya bin Ghailan dia adalah perawi Muslim Nasa’i dan Tirmidzi. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam At Tahdzib juz 11 no 429 dan ia telah dinyatakan tsiqat oleh Ibnu Sahl, Al Khatib, Ibnu Hibban, dan Ibnu Sa’ad. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 2/312 menyatakan ia tsiqat.
  • Abu ‘Awanah dia adalah Wadhdhah bin Abdullah Al Yasykuri perawi Bukhari Muslim dan Ashabus Sunan. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam At Tahdzib juz 11 no 204 dan ia telah dinyatakan tsiqat oleh Abu Hatim, Abu Zar’ah, Ahmad, Ibnu Hibban, Ibnu Sa’ad dan Ibnu Abdil Bar. Dalam At Taqrib 2/283 ia dinyatakan tsiqat . Adz Dzahabi dalam Al Kasyf no 6049 juga mengatakan ia tsiqah.
  • Ismail bin Salim adalah perawi Bukhari dalam Adabul Mufrad, Muslim, Abu Dawud dan An Nasa’i. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 1 no 554 menyebutkan bahwa ia dinyatakan tsiqat oleh Ibnu Sa’ad, Ahmad, Abu Hatim, Abu Zar’ah, Daruquthni, Yaqub Al Fasawi, Abu Ali Al Hafiz dan Ibnu Hibban. Dalam At Taqrib 1/94 ia dinyatakan tsiqat.
  • Ibrahim bin Abi Hadid dia adalah seorang tabiin yang tsiqah. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat juz 4 no 1613. Al Bukhari dalam Tarikh Al Kabir juz 1 no 908 menyebutkan keterangan tentangnya bahwa telah meriwayatkan darinya Ismail bin Salim tanpa menyebutkan jarh terhadapnya. Sehingga Ibrahim bin Abi Hadid adalah tabiin yang tsiqah dan Al Bukhari juga menyebutkan kalau ia bertemu atau melihat Ali bin Abi Thalib RA.
Jadi hadis riwayat Ad Dulabi dalam Al Kuna adalah hadis yang shahih. Sebelum mengakhiri tulisan ini kami akan membantah syubhat kalau Ibrahim bin Abi Hadid itu majhul dan hadisnya dari Ali mursal.
.
Indikasi ke tujuh, hadis tsaqalain yang berulangkali diucapkan Nabi SAW yang mengindikasikan Nabi SAW cemas akan nasib ahlul baitnya kelak
حَدَّثَنَا يحيى قَال حَدَّثَنَا جرير عن الحسن بن عبيد الله عن أبي الضحى عن زيد بن أرقم قَال النبي صلى الله عليه وسلم إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا كتاب الله عز وجل وعترتي أهل بيتي وإنهما لن يتفرقا حتى يردا علي الحوض
Telah menceritakan kepada kami Yahya, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Jariir, dari Al-Hasan bin ‘Ubaidillah, dari Abudl-Dluhaa, dari Zaid bin Arqam, ia berkata : Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Aku tinggalkan untuk kalian yang apabila kalian berpegang-teguh padanya maka kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah ‘azza wa jalla dan ‘itrahku ahlul-baitku. Dan keduanya tidak akan berpisah hingga kembali kepadaku di Al-Haudl” [Diriwayatkan oleh Ya’qub bin Sufyaan Al-Fasaawiy dalam Al-Ma’rifah wat-Taariikh, 1/536]
.
Yahya, menurut pen-tahqiq kitab Al-Ma’rifah (Dr. Akram Dliyaa’ Al-‘Umariy hafidhahullah) adalah Ibnu Yahyaa bin Bakiir, seorang perawi tsiqah. Sedangkan menurut jalan sanad Al-Haakim, ia adalah Ibnul-Mughiirah As-Sa’diy Ar-Raaziy. Abu Haatim mengatakan ia perawi shaduuq [Al-Jarh wat-Ta’diil, 9/191 no. 798]. Ibnu Hibbaan memasukkannya dalam Ats-Tsiqaat [9/no. 16357]. Adapun perawi lain adalah perawi Shahihain, kecuali Al-Hasan bin ‘Ubaidillah, ia hanya dipakai oleh Muslim saja
.
Al-Haakim (sebagaimana diisyaratkan sebelumnya) juga meriwayatkan dengan sanad dari Abu Bakr Muhammad bin Al-Husain bin Mushlih Al-Faqiih, dari Muhammad bin Ayyub, dari Yahyaa bin Al-Mughiirah As-Sa’diy, dan seterusnya sama dengan sanad seperti di atas; akan tetapi dengan lafadh :

إني تارك فيكم الثقلين كتاب الله وأهل بيتي وإنهما لن يتفرقا حتى يردا علي الحوض هذا حديث صحيح الإسناد على شرط الشيخين ولم يخرجاه
 “Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian Ats-Tsaqalain, (yaitu) : Kitabullah dan ahlul-baitku. Dan keduanya tidak akan berpisah hingga kembali kepadaku di Al-Haudl” [Al-Mustadrak ­– bersama At-Tatabbu’ – 3/173-174 no. 4774. Al-Haakim berkata : “Hadits ini shahih sanadnya berdasarkan persyaratan Al-Bukhariy dan Muslim, namun keduanya tidak mengeluarkannya/meriwayatkannya”].
.
Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya aku telah meninggalkan buat kalian dua hal yang berharga; Kitab Allah dan Itrah; Ahlul Baitku. Selama berpegang pada keduanya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Dan keduanya juga tidak akan berpisah hingga menjumpaiku di telaga Kautsar kelak di Hari Kiamat.”(H.R. Sahih Muslim : jilid 7, hal 122. Sunan Ad-Darimi, jilid 2, hal 432. Musnad Ahad, jilid 3, hal 14, 17, 26 dan jilid 4, hal 371 serta jilid 5, hal 182 dan 189. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3, hal 109, 147 dan 533, juga terdapat di dalam kitab-kitab induk hadis yang lain)
.
ketika Rasul SAAW hendak meninggal dunia, Rasulullah memerintahkan pasukan Usamah bin Zaid untuk memerangi suatu kaum. Abu Bakar, Umar dan Usman diperintahkan menjadi prajurit dibawah komando Usamah. Apa tujuan Rasul SAAW melibatkan mereka (mengingat usia mereka tidak muda lagi)? Hal ini didasari kesadaran Rasulullah bahwa dirinya hendak meninggal dunia dan agar keberadaan ketiga orang tersebut akan mengganggu kelancaran peralihan kekhalifahan. Rasulullah kemudian juga meberikan ancaman, ”La’natullah orang yang keluar dari tentara Usamah.” Berangkatlah pasukan Usamah. Ketika dalam perjalanan, sampailah kabar bahwa Rasulullah meninggal dunia, dan Abu Bakar, Umar dan Usman keluar dari pasukan
.
Indikasi kedelapan,
Bersabda Nabi SAWW: “Siapa yang ingin hidup seperti hidupku, mati seperti matiku, tinggal di surga A’dn yang telah ditanam oleh Tuhanku maka jadikanlah Ali sebagai Walinya sepeninggalku dan me-wila’ walinya, serta ikut Ahlul Baitku yang datang setelahku. Mereka adalah itrah keluargaku, diciptakan dari bagian tanahku dan dilimpahkan kepahaman serta ilmuku. Maka celakalah orang-orang yang telah mendustakan keutamaan mereka dari ummatku, dan yang telah memutuskan tali silaturrahimnya dengan mereka. Kelak Allah tidak akan memberi mereka syafaatku kepadanya.”
sumber :

-Mustadrak al-Hakim jil. 3hal. 128; Jami’ al-Kabir oleh Thabarani; Al-Isabah Oleh Ibnu Hajar al-Asqalini;Kanzul Ummal jil. 6 hal. 155; Al-Manaqib oleh khawarizmi hal. 34; Yanabi al-Mawaddah hal. 149; Haliyah al-Auliya’jil. 1 hal. 86; Tarikh Ibnu Asakir jil. 2 hal. 95.Lihat seterusnya..

Indikasi kesembilan, hadis mutawatir tentang bahwa khalifah umat islam ada 12 khalifah, hadis ini disepakati sunni syi’ah

“Akan ada 12 khalifah” Berkata Jabir bin samurah (perawi hadis): “Dan kemudian beliau bersabda dengan kalimat yang tidak aku fahami. Ayahku berkata: “Semuanya dari orang Quraisy.” (HR Bukhari 329 dan Muslim 4477)

Indikasi kesepuluh, hadis khalifah umat islam adalah ahlulbait

Kedua Premis di atas masih mungkin terjadi dan tulisan ini belum akan mem-bahas secara rasional premis mana yang benar atau lebih benar.Tulisan kali ini hanya akan menunjukkan adanya suatu riwayat dimana Sang Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa Ahlul Bait adalah Khalifah bagi Umat Islam. 
 Bagaimana sikap orang terhadap riwayat ini maka itu jelas bukan urusan penulis :mrgreen:


Dari Zaid bin Tsabit RA yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda“Sesungguhnya Aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian dua Khalifah yaitu Kitab Allah yang merupakan Tali yang terbentang antara bumi dan langit, serta KeturunanKu Ahlul BaitKu. Keduanya tidak akan berpisah sampai menemuiKu di Telaga Surga Al Haudh. (Hadis Ini diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dalam Musnad Ahmad jilid 5 hal 182, Syaikh Syuaib Al Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad menyatakan bahwa hadis ini shahih. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir jilid 5 hal 154, Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid jilid 1 hal 170 berkata “para perawi hadis ini tsiqah”. Hadis ini juga disebutkan olehAs Suyuthi dalam Jami’ Ash Shaghir hadis no 2631 dan beliau menyatakan hadis tersebut Shahih.)

Hadis di atas adalah Hadis Tsaqalain dengan matan yang khusus menggunakan kata Khalifah. Hadis ini adalah hadis yang Shahih sanadnya dan dengan jelas menyatakan bahwa Al Ithrah Ahlul Bait Nabi SAW adalah Khalifah bagi Umat islam.Oleh karena itu Premis bahwa Sang Khalifah setelah Rasulullah SAW itu ditunjuk dan diangkat oleh Rasulullah SAW adalah sangat beralasan :mrgreen: