Kamis, 06 Februari 2014

SANGAT MENGHERANKAN... SUNGGUH MENGHERANKAN... !!! ... MENGAPA INI TERJADI..??? .... PARA POLITISI DAN PEMBISNIS DI INDONESIA.... SEKARANG2 INI.. SANGAT JAUH BERBEDA DARI PEMIMPIN2 DAHULU YANG KAYA DENGAN IDEALISME...???>>> POLITISI DAN BIZ MEN INDONESIA SAAT INI SANGAT MATRE DAN SANGAT SERAKAH... DAN TIDAK MEMILIKI MARTABAT SEBAGAI BANGSA MERDEKA.. DAN BERDAULAT... DAN JIWA MANDIRI... ???>>> DEMIKIAN MUDAHNYA.. DIPERLAKUKAN SE MENA2 OLEH PARA KOLABORATOR2 ASING DAN PENJAJAH KRIMINAL GLOBAL.. UNTUK DIJADIKAN ANTEK2..NYA.. DAN DENGAN GAMPANG MEREKA MENJADI OPORTUNIS.. DAN PENGKHIANAT BANGSA...???>> PADAHAL DITANGAN MEREKA NASIB RATUSAN JUTA NASIB ANAK2 BANGSA DAN GENERASI BANGSA INI...???>> MEREKA TIDAK ADA NIYATAN UNTUK MEMBELA RAKYAT SEMESTA...?? MEREKA SANGAT SERAKAH DENGAN KEKUASAAN DAN MATERI ... SEHINGGA DENGAN MUDAH MENJADI KAKI TANGAN DAN ANTEK2 ...ASING..???>>> BANYAK KASUS... DAN SEMUA MENCERMINKAN LETOY.. DAN LEMAHNYA JIWA NASIONALISME...SERTA JIWA PERJUANGAN UNTUK MEMBANGUN KEJAYAAN ANAK2 BANGSA DAN GENERASI BANGSA DIMASA DEPAN DENGAN SIKAP KEMANDIRIAN.. DAN SIKAP SEMANGAT CITA2 PROKLAMASI 17.8.1945... UNTUK KEMAKMURAN DAN KEADILAN SELURURH BANGSA DAN TANAH AIR...!!! >>> WASPADALAH DAN ELING...>>> ...Bank Sentral Indonesia, BI, sekarang diswastanisasi sehingga lepas dari pemerintah berdaulat hasil pilihan rakyat. BI “bekerjasama” dengan lembaga keuangan dunia seperti IMF dan World Bank yang jelas-jelas dikuasai Yahudi. Jadi pemerintah pilihan rakyat sudah tidak berdaulat lagi terhadap BI, sementara Yahudi melalui IMF dan World Bank serta Perbankan dan Sekuritas yang mereka miliki justru punya pengaruh terhadap BI...>>>....Dengan agenda IMF yang memaksa Indonesia untuk “Memprivatisasi” (Baca: Menjual) BUMN-BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang ada, maka BUMN yang semula dimiliki oleh rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim akan berpindah tangan ke tangan Yahudi…...>>> Dari link di bawah, ternyata keluarga Rothschild menguasai Bank Sentral Inggris sementara Bank Sentral AS, Federal Reserve Bank, dikuasai oleh keluarga Rothschild dan Rockefeller. Dengan menguasai Bank Sentral Inggris dan AS, mereka menguasai uang dunia..>>> Vallar semula berniat untuk mengakuisisi pertambangan batubara di Colombia yang dimiliki perusahaan berbasis di AS, Drummond Co. Namun nyatanya, Vallar justru banting setir dan memilih Indonesia. Kenapa? “Karena aset-aset (batubara di Indonesia) secara signifikan jumlahnya lebih besar dan biayanya lebih rendah,” jelas Rothschild dalam conference call-nya seperti dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (17/11/2010)..>>> .. Chris mengatakan, selama ini Nath Rothschild telah dan terus berbohong mengenai keadaan investasi Vallar Plc yang sebenarnya di Bumi Resources Tbk (BUMI) [308 0 (+0,0%)] dan Berau Coal Tbk (BRAU) [183 8 (+4,6%)]. ..>>>...Dia juga telah menyesatkan para pemegang saham dan pasar dengan informasi palsu yang berasal dari dokumen yang dicuri. “Tujuan utama Nath adalah untuk menguasai aset-aset Bumi Plc yang merupakan aset strategis di Indonesia, yaitu BUMI [308 0 (+0,0%)] dan BRAU [183 8 (+4,6%)]. Selama ini Nath selalu berusaha merusak tata kelola perusahaan di Bumi Plc demi kepentingan pribadi. Dan itu merupakan cara Nath untuk menguasai aset-aset Bumi Plc. Jadi sumber masalah utama di Bumi Plc adalah Nath Rothschild,” jelas Chris. (bani)..>>> ..Hasil penyelidikan oleh Context tersebut diungkap jelas dalam dokumen hasil penyelidikan berjudul “Project MASON” yang ditulis oleh Stuart McKenzie bernomor referensi 20121126-CTX-MASON-Incident Response tertanggal 29 November 2012 itu mengungkapkan bahwa komputer milik Chairman Bumi Plc, Samin Tan telah disusupi pihak-pihak tertentu yang berniat mencuri data-data penting terkait Samin Tan maupun Bumi Plc...>>> pelaku berpura-pura mengirim email dengan dalih akan menulis artikel mengenai Chairman Bumi Plc itu di Wikipedia. Email tersebut belakangan diketahui dan merupakan malware. Dari email itulah kemudian komputer Samin Tan disusupi dan data-datanya dicuri kemudian dipublikasikan melalui internet. Akibatnya, data-data rahasia mengenai Bumi PLc dan korespondensi Samin Tan diketahui publik...>>> lewat penyelidikan oleh Context, sebuah perusahaan keamanan informasi. Terungkap, email milik Chairman Bumi Plc, Samin Tan dijebol dan komputernya disusupi pihak lain. Pelakunya diketahui memakai nama Steve...>>> Saat bersamaan, dari bawah KRI Sawega tak ketinggalan. Bofors, Oerlikon, 12, 7, water mantle 7. 62, menyalak berbarengan. Tak ketinggalan pasukan di geladak, menembakkan senjata yang kebetulan ada di tangan mereka. "Pesawat musuh kena, " teriak personil yang ada di atas kapal. Alhasil, B-26 yang diterbangkan seorang serdadu bayaran bernama Allen Lawrence Pope beserta juru radio Hary Rantung (desertir AURI), terbakar dan tercebur ke laut. Pope tertangkap dan diadili. ..>>> Di Palestina juga demikian. Namun untuk di bumi para Nabi ini, proyek-proyek yang dikucurkan kepada PMC-PMC AS kebanyakan berupa pembangunan infrastruktur sipil mapun militer, seperti pembangunan tembok pembatas, rumah susun, pangkalan militer, penyediaan alat-alat berat, dan sebagainya. Di Palestina, PMC-PMC AS tidak secara langsung menerjunkan personil mercenariesnya. ...>>> diungkap oleh sejumlah orang yang pernah mengunjungi Palestina, bahwa tentara-tentara Zionis-Israel yang ada di Palestina itu, ada yang bukan warga setempat, melainkan sesungguhnya berasal dari kesatuan-kesatuan tentara reguler dari negara-negara Barat, yang setibanya di Palestina mengganti seragamnya dengan seragam Israeli Defence Force (IDF). Mereka juga dibayar sesuai dengan proyek-proyeknya. Hanya saja, yang belakangan ini sulit sekali untuk mencari data-datanya yang akurat. ..>>> Di zaman revolusi Indonesia... Selain Gurkha, Marsose yang merupakan pasukan khusus infanteri Belanda tatkala menghadapi Mujahidin Aceh juga bisa dianggap sebagai tentara bayaran...>>> PT Alstom Power ESI merupakan perusahaan patungan yang kepemilikan sahamnya terdiri dari Alstom Inc Amerika sebesar 80 persen sedangkan 20 persen milik Indonesia yakni PT Pal dan PT Barata. ..>>> Eko yang sudah pensiun dari jabatannya sejak 30 September 2013 menerangkan, dirinya memang sering berkomunikasi dengan Vice Director of Regional Sales sekaligus Director Asia Pasific Alstom Power Inc David Gerald Rothschild untuk pengembangan proyek energi dan ketenagalistrikan. ..>>> Perlu saya sampaikan bahwa perusahaan-perusahaan di Amerika itu selalu mengikuti perkembangan perpolitikan dan bisnis di Indonesia. Terutama yang berkaitan dengan energi ini," ujar Eko...>>> Karena itu untuk kepentingan bisnis dan keikutserataan konsorsium Alstom Inc yang terdiri dari Alstom Power Inc Marubeni Incorporate (Marubeni Inc) Jepang, dan Alstom Power ESI dirinya berkomunikasi dengan David Rothschild untuk mencari orang yang bisa dihubungkan di parlemen. "Kemudian kita melihat bahwa secara pribadi Pak Emir paling menonjol seperti di rapat-rapat dan RDP. Saya membuat profil Pak Emir, saya kirim ke Dav (David Rothschild)," tandasnya...>>> ...Untuk pemulusan proyek, Emir bahkan melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah pihak. Di antaranya, awal 2002, Vice Director of Regional Sales Alstom Power Inc David Gerald Rothschild (sudah ditahan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada November 2012, pemberitaan SINDO/Sindonews sebelumnya) melalui Direktur Pengembangan Alstom Indonesia Eko Sulianto menemui Emir Moeis untuk mememinta bantuan memenangkan konsorsium Alstom Power Inc dalam proyek itu. Kemudian, pada Desember 2002 Emir melakukan pertemuan-pertemuan di luar negeri dengan pihak Alstom Power Inc atas biaya dari perusahaan tersebut. Pertama, pertemuan dengan Frederic Pierucci selaku Director Regional Sales and Marketing Alstom Power Inc (sudah ditangkap oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada pada Minggu 14 April 2013 malam, pemberitaan SINDO/Sindonews sebelumnya), Pirooz, dan beberapa pihak perusahaan tersebut di Paris, Prancis. Yang kedua, pertemuan Terdakwa Emir dengan David, William Pomponi, dan Pirooz di Washington DC, Amerika Serikat....>>>



Jaringan Rothschild di Indonesia

Di bawah adalah berita tentang Jaringan Rostchild di Indonesia. Di antaranya adalah JP Morgan Securities.

Dengan agenda IMF yang memaksa Indonesia untuk “Memprivatisasi” (Baca: Menjual) BUMN-BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang ada, maka BUMN yang semula dimiliki oleh rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim akan berpindah tangan ke tangan Yahudi…
Dengan menguasai Bank Sentral Keluarga Rothschild mencetak kertas tak berharga jadi dollar yang dipakai untuk membeli BUMN2 dan Kekayaan Alam Negara Berkembang seperti Indonesia. Mereka dielu2kan sebagai “Investor Asing”,,,:)
Dari link di bawah, ternyata keluarga Rothschild menguasai Bank Sentral Inggris sementara Bank Sentral AS, Federal Reserve Bank, dikuasai oleh keluarga Rothschild dan Rockefeller. Dengan menguasai Bank Sentral Inggris dan AS, mereka menguasai uang dunia.

Bahkan Bank Sentral Indonesia, BI, sekarang diswastanisasi sehingga lepas dari pemerintah berdaulat hasil pilihan rakyat. BI “bekerjasama” dengan lembaga keuangan dunia seperti IMF dan World Bank yang jelas-jelas dikuasai Yahudi. Jadi pemerintah pilihan rakyat sudah tidak berdaulat lagi terhadap BI, sementara Yahudi melalui IMF dan World Bank serta Perbankan dan Sekuritas yang mereka miliki justru punya pengaruh terhadap BI.
Bahkan Nathaniel Rothschild yang menguasai perusahaan Vallar PLC membeli saham Bumi Resources untuk menguasai tambang batubara di Indonesia.

Rothschild hires Sam Critchlow

By Sameera Anand | 19 November 2009
Sam Critchlow joins Rothschild in Jakarta from J.P. Morgan Cazenove.
Rothschild has hired Sam Critchlow from J.P. Morgan Cazenove to build up its mergers and acquisitions coverage for Indonesia.
Critchlow
joins Rothschild in the area of natural resources coverage, as a vice-president. He will also work on executing deals across Southeast Asia, with a particular focus on mining. Critchlow will be based in Rothschild’s Jakarta office and will work closely with the head of
Rothschild in Indonesia, Larry Sutikno, as well as with the Rothschild Singapore team and the Rothschild global mining team, led in Asia-Pacific by Marshall Baillieu in Sydney. …
==

Rangkul Bakrie-Recapital, Rothschild ‘Tergoda’ Besarnya Batubara RI

Nurul Qomariyah – detikFinance
Jakarta – Nathaniel Rothschild melalui perusahaannya, Vallar PLC meraup US$ 1,1 miliar dalam IPO-nya Juli lalu. Dana dari hasil penjualan saham ke publik itu akan digunakan untuk mengakuisisi sejumlah perusahaan pertambangan, namun tidak termasuk di Indonesia. Lantas kenapa Rothschild melirik Indonesia?
Seperti diketahui, Vallar yang dibangun oleh Nathaniel Rothschild dan James Campbel berhasil meraup dana 707 juta poundsterling (US$ 1,07 miliar), dan sahamnya dicatatkan di Bursa London pada 14 Juli 2010. Hasil dana IPO itu memang dimaksudkan untuk mengakuisisi sejumlah pertambangan.
“Kami gembira telah menerima respons yang positif dari investor global dalam situasi yang sulit ini,” ujar Rothschild dalam pernyataannya beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Reuters.
“Pasar yang menantang tersebut mendatangkan kami dengan kesempatan akuisisi yang menarik dan kami yakin kami dapat mengakuisisi bisnis pertambangan yang besar pada valuasi yang dapat meningkatkan nilai pemegang saham secara signifikan dan memberikan kerangka bagi pertumbuhan masa depan Vallar,” jelas Rothschild.

Vallar semula berniat untuk mengakuisisi pertambangan batubara di Colombia yang dimiliki perusahaan berbasis di AS, Drummond Co. Namun nyatanya, Vallar justru banting setir dan memilih Indonesia.
Kenapa?
“Karena aset-aset (batubara di Indonesia) secara signifikan jumlahnya lebih besar dan biayanya lebih rendah,” jelas Rothschild dalam conference call-nya seperti dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (17/11/2010).

Indonesia kini tercatat sebagai eksportir batubara terbesar di dunia dengan konsumen terbesar adalah dari pembangkit-pembangkit listrik. Rothschild selanjutnya ingin menjadikan perusahaan gabungannya dengan Bakrie itu sebagai pemasok terbesar dunia.
“Kami telah mengumumkan terciptanya jawara batubara Indonesia… yang akan menjadi pemasok batubara thermal terbesar ke China,” ujar Rothschild.
Pada tahun 2009, total impor batubara China mencapai 126 juta ton, atau melonjak hingga 3 kali lipat dibandingkan tahun 2008.
Selain batubara, Rothschild juga mengincar sejumlah bahan tambang berharga lain di Indonesia seperti tembaga, emas, bijih besi, timbal, molybdenum, seng. Rothschild berharap bisa mendapatkan bahan-bahan tambang itu dari anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yakni PT Bumi Resources Mineral (BRM) . Anak usaha ini juga akan memberi Vallar akses ke Afrika.
BRM sendiri juga akan segera mencatatkan sahamnya di lantai bursa dengan harga saham ditetapkan sebesar Rp 635 per saham. Sejauh ini pemesanan saham BRM telah mengalami Kelebihan permintaan (oversubscribe) mencapai 5 kali dengan pesanan senilai US$ 1 miliar.
Selain memiliki 6 tambang, BRM juga membawahi Bumi Resources Japan Company Ltd, perusahaan pemasaran batubara dan mineral yang berdiri di bawah hukum negara Jepang. Hingga 30 Juni 2010, total nilai aset BRM tercatat sebesar Rp 18,705 triliun. Pendapatan BRM sebesar Rp 62,780 miliar yang diperoleh dari Bumi Japan. Pendapatan lain-lain tercatat sebesar Rp 413,758 miliar, terutama disumbangkan dari dividen 18% yang diterima BRM dari NNT. Untuk laba bersih tercatat sebesar Rp 174,686 miliar.
Seperti diketahui, PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) menggelar aksi korporasi menggemparkan dengan melakukan tukar guling saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan Vallar milik Rothschild, keluarga bankir terkaya di dunia.
BNBR menandatangani perjanjian jual beli dengan Vallar Plc untuk melepaskan 5,2 miliar saham BUMI di Rp 2.500 untuk mendapatkan 90,1 juta saham baru Vallar, dimana BNBR akan menerima 50,5 juta saham baru di Vallar seharga GBP 10 per saham.
Rothschild juga mengambil alih 75% saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Harga akuisisi saham BRAU akan dilakukan pada Rp 540. PT Bukit Mutiara, anak usaha Recapital Advisors melepaskan 75% sahamnya di PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan akan memperoleh dana tunai Rp 6,596 triliun dan 24,9% saham Vallar Plc, perusahaan milik keluarga Rothschild.
Pelepasan 75% saham BRAU ini akan dilakukan melalui 2 cara. Sebesar 35% saham BRAU akan dibayar tunai pada harga Rp 540 per saham senilai Rp 6,596 triliun, sedangkan 40% saham BRAU akan akan ditukar guling dengan 52,2 miliar saham Vallar Plc atau sekitar 24,9,” u
Usai transaksi ini, BNBR akan menjadi induk usaha Vallar Plc, sedangkan Vallar Plc akan menjadi pemegang 25% saham BUMI. Setelah transaksi, Vallar akan berganti nama menjadi Bumi Plc.
Dengan rampungnya transaksi dimaksud, Bakrie akan menjadi pemegang saham terbesar pada Bumi PLC serta berhak menunjuk posisi-posisi kunci di jajaran Direksi dan Manajemen Bumi PLC, khususnya posisi Chairman, CEO dan CFO di Vallar. Dengan demikian Bakrie akan secara langsung maupun tidak langsung, memegang kendali manajemen dan operasi di BUMI.
Transaksi ini ditangani oleh Credit Suisse sebagai penasihat keuangan BNBR. Secara tidak langsung, grup Bakrie dan Recapital pemilik Berau akan ikut tercatat di Bursa London.
(qom/qom)

Intervensi IMF terhadap Bank Indonesia:

IMF Menyetujui Konsep Amendemen UU BI

24/01/2001 08:28
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia boleh bernapas lega. Pasalnya, Kepala Perwakilan Dana Moneter Internasional (IMF) di Jakarta John Dodsworth, baru-baru ini, menegaskan dukungannya kepada pemerintah dalam upaya membentuk Bank Sentral yang independen, namun tetap mengedepankan akuntabilitas.
Bahkan, John Dodsworth menyatakan IMF akan terus memberi masukan dalam proses pembahasan amendemen terhadap Undang-undang Nomor 23/1999 tentang Bank Indonesia. Sejauh ini, dalam pembahasan amendemen UU tersebut, John menilai pemerintah dan IMF masih memiliki kesamaan visi dan tujuan. Ia meminta agar independensi Bank Sentral tidak digerogoti, namun dalam melaksanakan wewenangnya BI tetap dapat memberikan pertanggungjawaban.
Amendemen terhadap UU BI kini tengah dilaksanakan oleh tim kecil Panitia Khusus DPR dan pemerintah. Sebanyak 51 dari 79 ayat yang ada dalam UU BI akan dipertahankan. Sedangkan sisanya bisa diubah atau dihapus.(ULF/Arief Suditomo)

Soal Penuntasan Amendemen UU BI

Media Indonesia – Umum (22/06/2001 07:58 WIB)

Pemerintah Ajukan Empat Opsi kepada IMF

JAKARTA (Media): Pemerintah telah mengajukan opsi penuntasan amendemen UU BI kepada IMF. Karena itu, pemerintah yakin, tim pengkajian ulang Dana Moneter Internasional (IMF) akan datang ke Jakarta dalam waktu dekat ini.
Keyakinan tersebut juga didasarkan atas sikap IMF terhadap pemerintah Indonesia yang mulai melunak. Bahkan beberapa waktu lalu, Kepala Perwakilan IMF di Indonesia John Dodsworth, mengeluarkan penilaiannya bahwa pemerintahan sekarang sudah cukup baik dan memiliki keinginan untuk menuntaskan agenda dengan IMF.
“Dodsworth kemarin, mengatakan bahwa pemerintahan sekarang sudah cukup baik dan sudah punya keinginan dengan IMF untuk melaksanakan agenda secara intens, sehingga diharapkan misi IMF akan segera datang ke Jakarta,” papar Menko Perekonomian Burhanuddin Abdullah ketika menjelaskan hasil sidang kabinet di Bina Graha, kemarin.
Namun, dari Tulungagung Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri mengingatkan bahwa kondisi perekonomian saat ini cukup berat. Kondisi ini membuat ketergantungan negara terhadap bantuan luar negeri berupa utang menjadi cukup besar. “Utang luar negeri kita saat ini cukup memberatkan. Sehingga, ekonomi kita seakan-akan tergantung kepada luar negeri, IMF,” kata Wapres saat meresmikan Bendungan Wonorejo, kemarin.
Bahkan, Wapres mengaku pusing jika harus memimpin rapat kabinet bidang ekonomi yang membahas masalah-masalah utang tersebut.
Empat opsi
Berkaitan dengan kedatangan tim IMF itu, pemerintah juga telah mengajukan tawaran empat opsi penuntasan amendemen UU BI kepada IMF. Pengajuan empat opsi ini sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pembahasan kaji ulang letter of intent (LoI) IMF. Menurut Menko Burhanuddin, salah satu opsi itu adalah revisi atau menyusun ulang rumusan Pasal 75 UU BI. Pasal ini sendiri mengatur masalah pengangkatan dan pergantian Dewan Gubernur BI.
Selain menyangkut Pasal 75, opsi lain yang ditawarkan adalah menyangkut pembentukan Badan Supervisi BI. Namun, Burhanuddin tidak menjelaskan lebih rinci dua opsi itu dan tidak menyebutkan dua opsi lainnya. Kendati demikian, ia yakin, dengan diajukannya empat opsi ini, tim kaji ulang LoI IMF akan segera datang ke Jakarta.
Secara terpisah, Ketua Panitia Kerja Amendemen UU No 23 tentang BI Mardiyanto Daryatmo kepada Media mengatakan, IMF sebenarnya hanya meminta agar Dewan Supervisi sifatnya independen. IMF tidak meminta agar Dewan Supervisi itu memiliki wewenang mengangkat dan memberhentikan Dewan Gubernur BI.
“IMF tidak meminta hak pengangkatan dan pemberhentian Dewan Gubernur ada di tangan Dewan Supervisi. Hak mengangkat dan memberhentikan tetap ada di tangan DPR. Mereka (IMF-Red) hanya meminta agar Dewan Supervisi ini independen,” ujar Mardiyanto Daryatmo.
Karena independen itu, DPR mengusulkan agar Dewan Supervisi tersebut berasal dari kalangan profesional, bukan dari BI, pemerintah, atau DPR. Yang jelas, menurut Mardiyanto, anggota-anggota Dewan Supervisi tersebut harus mengerti keuangan, perbankan, dan moneter. “Bisa siapa saja. Bisa mantan Gubernur BI, bisa wartawan, yang penting profesional.” Mengenai Pasal 75 tentang Dewan Gubernur, menurut Mardiyanto, IMF juga tidak mempermasalahkan jika anggota partai politik menjadi Dewan Gubernur. “Kalimatnya begini, `Dewan Gubernur BI tidak menjadi pengurus partai politik.` Artinya, dia harus melepaskan jabatannya sebagai pengurus partai jika ia menjadi Dewan Gubernur. Kalau ia masih menjadi anggota, tidak apa-apa,” paparnya.
Pasalnya, masih menurut Mardiyanto, anggota partai tidak ikut dalam mengambil kebijakan. Ia hanya duduk sebagai anggota yang pasif.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Pansus Amendemen UU BI Theo F Toemion mengatakan IMF yang juga tidak puas dengan keputusan yang telah diambil pemerintah dan DPR mengenai Dewan Supervisi. IMF menurutnya masih menuntut persyaratan yang sesuai dengan mereka. (Tjs/Awi/IS/O-1)
===
http://www.eubankers.net/articles/2009/November/Rothschild.names.JP.Morgan.banker.to.Asian.M&A.post/index.cmc?&SID=1
Rothschild names JP Morgan banker to Asian M&A post
November 19, 2009
Rothschild has hired Sam Critchlow from J.P. Morgan Cazenove to build up its mergers and acquisitions coverage for Indonesia.
Critchlow joins Rothschild in the area of natural resources coverage, as a vice-president. He will also work on executing deals across Southeast Asia, with a particular focus on mining. Critchlow will be based in Rothschild’s Jakarta office and will work closely with the head of Rothschild in Indonesia, Larry Sutikno, as well as with the Rothschild Singapore team and the Rothschild global mining team, led in Asia-Pacific by Marshall Baillieu in Sydney.
Critchlow last worked in the UK corporate finance team at J.P. Morgan Cazenove in London, covering a range of mining and industrial companies, and providing M&A and equity capital markets advice. He has also worked at Schroder Investment Management in London and New York.
==
http://www.ifrasia.com/naturally-critchlow-for-rothschild/90856.article
Naturally Critchlow for Rothschild
IFR Asia 626 – November 21, 2009
Sam Critchlow has joined Rothschild’s M&A advisory team in Asia as vice president to boost its natural resources expertise. Critchlow was previously based in London with JP Morgan Cazenove where he provided M&A and ECM advisory services in corporate finance covering mining and industrial companies. He will be based in Jakarta and will work on natural resources coverage and transaction execution in South-East Asian markets. He will work closely with Larry Sutikno, head of Rothschild Indon

==


Beberapa pembaca dalam rubrik Konsultasi “Di balik Konspirasi” menanyakan soal peran Rothschild dalam pendirian bank sentral Inggris dan bank sentral Amerika Serikat yang sama-sama swasta. Disebabkan jawabannya amat panjang, maka saya akan memaparkan peran tokoh Zionis-Yahudi dunia tersebut dalam rubrik ini yang terbagi dalam beberapa bagian. Selamat membaca.
Beberapa pembaca dalam rubrik Konsultasi “Di balik Konspirasi” menanyakan soal peran Rothschild dalam pendirian bank sentral Inggris dan bank sentral Amerika Serikat yang sama-sama swasta. Disebabkan jawabannya amat panjang, maka saya akan memaparkan peran tokoh Zionis-Yahudi dunia tersebut dalam rubrik ini yang terbagi dalam beberapa bagian. Selamat membaca.
==

Rothschild, Bank Inggris, dan The Federal Reserve (2)

Wilhelm von Hanau merupakan seorang kepala negara yang kaya raya dan berpengaruh. Bisa jadi, bisnis utama Wilhelm yang memiliki sepasukan tentara sewaan (bisnis ini juga berasal dari bisnis para Templar!) membuatnya disegani tidak saja di Jerman tetapi juga di wilayah-wilayah sekitarnya. Wilhelm juga memiliki kekerabatan dengan sejumlah keluarga kerajaan Eropa lainnya. Inggris merupakan salah satu langganan setia dalam bisnis tentara sewaannya. Harap maklum, daerah koloni Inggris di seberang lautan sangat luas dan banyak.
Dalam bisnis ini, Rothschild bertindak sebagai dealernya. Karena kerja Rothschild begitu memuaskan, maka Wilhelm pernah memberinya hibah uang sebanyak 600.000 pound atau senilai tiga juta dollar AS dalam bentuk deposito. Dari usahanya ini, Wilhelm memiliki banyak uang. Ketika meninggal, Wilhelm meninggalkan warisan terbesar dalam rekor warisan raja Eropa yakni setara dengan 200 juta dollar AS! (Maulani; 2002)
Sumber lainnya mengatakan bahwa uang sebesar tiga juta dollar AS itu sebenarnya berasal dari pembayaran sewa tentara kerajaan Inggris kepada Wilhelm, namun digelapkan oleh Rothschild (Jewish Encyclopedia, Vol. 10, h.494).
Dengan bermodalkan uang haram inilah Rothschild membangun kerajaan bisnis perbankannya yang pertama dan menjadi bankir internasional yang pertama. Sebenarnya, Rothschild I ini tidak membangun kerajaannya sendiri. Beberapa tahun sebelumnya ia telah mengirim anak bungsunya, Nathan Rothschild yang dianggap paling berbakat ke Inggris untuk memimpin bisnis keluarga di wilayah tersebut. Di London Nathan mendirikan sebuah bank dagang dan modalnya diberikan oleh Rothschild I sebesar tiga juta dollar AS yang berasal dari uang haram itu.
Di London, Nathan Rothschild menginventasikan uang itu dalam bentuk emas-emas batangan dari East India Company. Berasal dari uang haram, diputar dengan cara yang penuh dengan tipu daya, memakai sistem ribawi yang juga haram, kian berkembanglah bisnis keuangan keluarga Rothschild ke seluruh Eropa. Berdirilah cabang-cabang perusahaan Rothschild di Berlin, Paris, Napoli, dan Vienna. Rothschild I menempatkan setiap anaknya menjadi pemimpin usaha di cabang-cabangnya itu. Karl di Napoli, Jacob di Paris, Salomon di Vienna, dan Amshell III di Berlin. Kantor pusatnya tetap di London.
Rothschild I meninggal dunia pada 19 September 1812. Beberapa hari sebelum mangkat, ia menulis sebuah surat wasiat yang antara lain berbunyi:
* Hanya keturunan laki-laki yang diperbolehkan berbisnis. Semua posisi kunci harus dipegang oleh keluarga.
* Anggota keluarga hanya boleh mengawini saudara sepupu sekali (satu kakek) atau paling jauh sepupu dua kali (satu paman). Dengan demikian harta kekayaan keluarga tidak jatuh ke tangan orang lain. Awalnya aturan ini dipegang ketat, tapi ketika banyak pengusaha Yahudi lainnya bermunculan sebagai pengusaha dunia, aturan ini dikendurkan, walau demikian hanya boleh mengawini anggota-anggota terpilih.
Dinasti Rothschild tidak punya sahabat atau sekutu sejati. Baginya, sahabat adalah mereka yang menguntungkan kantongnya. Jika tidak lagi menguntungkan maka ia sudah menjadi bagian masa lalu dan dimasukkan ke dalam tong sampah. Pangeran Wilhelm sendiri akhirnya dilupakan oleh Rothschild setelah ia berhasil menilep uangnya. Ketika Inggris dan Perancis berperang dengan memblokade pantai lawan masing-masing, hanya armada Rothschild yang bebas keluar masuk pelabuhan karena Rothschild telah membiayai kedua pihak yang berperang tersebut.
Bank Sentral Inggris dan Utang Sebagai Alat Penjajahan
Beberapa orang menyangka jika pendirian Bank of England, bank sentral pertama di dunia, juga akibat campur tangan dari Dinasti Rothschild. Anggapan ini sebenarnya tidak tepat karena Rothschild I sendiri baru lahir di Bavaria pada tahun 1743, sedangkan Bank of England berdiri pada 27 Juli 1694.
Sebelum Dinasti Tameng Merah lahir, jaringan Luciferian yang terdiri dari tokoh-tokoh Yahudi berpengaruh dunia yang dikenal dengan istilah “Para Konspirator”, para pewaris Templar, Orde Militeris yang kaya raya, telah mencanangkan untuk menguasai England yang menjadi Inggris sekarang dengan strategi lidah ular: Pertama, merekayasa pernikahan keluarga raja Inggris sehingga nantinya para Raja Inggris berdarah Yahudi, dan yang kedua lewat provokasi perang melawan Perancis agar Inggris memerlukan uang yang banyak di mana pihak Konspirasi akan memberi utang kepada Raja Inggris. Dengan utang, diharapkan kerajaan besar itu akan takluk.
Inilah fakta sejarah jika jaringan Yahudi Dunia sejak dulu telah menggunakan utang sebagai alat penakluk suatu negeri. Sekarang, Indonesia yang kaya raya, juga telah ditaklukkan dan dijajah oleh utang. Para tokoh Neo-Liberal di negeri ini yang gemar mengundang utang imperialis masuk ke negeri ini merupakan pelayan-pelayan kepentingan Luciferian. Banyak orang yang mengaku Islam menjadi pendukung kelompok Luciferian ini disebabkan mereka malas berpikir sehingga mudah ditipu mentah-mentah.
Perjalanan para Konspirator dalam menaklukan Keraaan Inggris diawali dari suatu pertemuan sejumlah petinggi Ordo Kabbalah di Belanda. Mereka menggelar pertemuan dan sepakat untuk menguasai Tahta Kerajan Inggris sepenuhnya dengan cara menurunkan Dinasti Stuart dan menggantikannya dengan seseorang yang mereka bina dari Dinasti Hanover dari Istana Nassau, Bavaria.
Kala itu, Tahta Kerajaan Inggris tengah diduduki King Charles II (1660-1685). Raja Inggris ini masih kerabat dekat Duke of York. Mary adalah anak sulung dari Duke of York. Diam-diam, kelompok Konspirator mengatur strategi agar Mary yang masih gadis itu bertemu dengan ‘Sang Pangeran’ bernama William II, salah seorang pangeran kerajaan Belanda dan pemimpin pasukan kerajaan. Mary dan William II pun bertemu dan saling tertarik. Pada tahun 1674 mereka menikah. Tahun 1685 King Charles II meninggal dan digantikan oleh James II yang memerintah sampai tahun 1688.
Dari hasil perkawinan antara William II dan Mary, lahir seorang putera yang kemudian dikenal sebagai William III, yang kemudian menikah dengan seorang puteri dari King James II bernama Mary II. William III yang berdarah campuran antara Dinasti Stuart dengan Dinasti Hanover ternyata menurut kelaziman tidak bisa menjadi Raja Inggris disebabkan ia bukan berasal dari garis keturunan laki-laki Inggris, melainkan dari garis perempuan. Mary II, isterinyalah, yang lebih berhak menyandang gelar Queen.
Di sinilah para petinggi Yahudi melancarkan konspirasi dengan mengobarkan ‘Glorious Revolution’ dan akhirnya berkat Partai Whig yang melakukan kerjasama diam-diam dengan tokoh-tokoh Yahudi dan Partai Tory yang bersikap pragmatis, revolusi tanpa darah ini berhasil menaikkan William III sebagai Raja Inggris. Beberapa tahun sebelumnya, lewat tangan Oliver Cromwell, kekuatan Yahudi juga telah ‘menyikat’ King Charles I dan menguasai lembaga-lembaga keuangan di kerajaan itu. Dengan berkuasanya William III maka Inilah awal hegemoni Dinasti Hanover bertahta di Kerajaan Inggris sampai sekarang. Apalagi Dinasti Windsor yang berkuasa di Kerajaan Inggris sekarang merupakan keturunan langsung dari King Edward III (Prince of Wales) yang merupakan keturunan Hanover (bersambung/ridyasmara/em).

OWNERSHIP OF THE FEDERAL RESERVE

Most Americans, if they know anything at all about the Federal Reserve, believe it is an agency of the United States Government. This article charts the true nature of the “National Bank.”

Chart 1

Source: ** Federal Reserve Directors: A Study of Corporate and Banking Influence ** – - Published 1976
Chart 1 reveals the linear connection between the Rothschilds and the Bank of England, and the London banking houses which ultimately control the Federal Reserve Banks through their stockholdings of bank stock and their subsidiary firms in New York. The two principal Rothschild representatives in New York, J. P. Morgan Co., and Kuhn, Loeb & Co. were the firms which set up the Jekyll Island Conference at which the Federal Reserve Act was drafted, who directed the subsequent successful campaign to have the plan enacted into law by Congress, and who purchased the controlling amounts of stock in the Federal Reserve Bank of New York in 1914. These firms had their principal officers appointed to the Federal Reserve Board of Governors and the Federal Advisory Council in 1914. In 1914 a few families (blood or business related) owning controlling stock in existing banks (such as in New York City) caused those banks to purchase controlling shares in the Federal Reserve regional banks. Examination of the charts and text in the House Banking Committee Staff Report of August, 1976 and the current stockholders list of the 12 regional Federal Reserve Banks show this same family control.

                                N.M. Rothschild , London - Bank of England
                                 ______________________________________
                                |                                     |
                                |                           J. Henry Schroder
                                |                             Banking | Corp.
                                |                                     |
                          Brown, Shipley - Morgan Grenfell - Lazard - |
                           & Company        & Company       Brothers  |
                                |               |              |      |
            --------------------|        -------|              |      |
            |                   |        |      |              |      |
 Alex Brown - Brown Bros. - Lord Mantagu - Morgan et Cie -- Lazard ---|
 & Son      |  Harriman       Norman     |    Paris          Bros     |
            |                   |        /      |            N.Y.     |
            |                   |       |       |              |      |
            |            Governor, Bank | J.P. Morgan Co -- Lazard ---|
            |            of England    /  N.Y. Morgan       Freres    |
            |            1924-1938    /   Guaranty Co.      Paris     |
            |                        /    Morgan Stanley Co.  |      /
            |                       /           |              \Schroder Bank
            |                      /            |              Hamburg/Berlin
            |                     /      Drexel & Company         /
            |                    /       Philadelphia            /
            |                   /                               /
            |                  /                           Lord Airlie
            |                 /                               /
            |                /     M. M. Warburg       Chmn J. Henry Schroder
            |                |      Hamburg ---------  marr. Virginia F. Ryan
            |                |         |               grand-daughter of Otto
            |                |         |                Kahn of Kuhn Loeb Co.
            |                |         |
            |                |         |
Lehman Brothers N.Y -------------- Kuhn Loeb Co. N. Y.
            |                |     --------------------------
            |                |       |                      |
            |                |       |                      |
Lehman Brothers - Mont. Alabama   Solomon Loeb           Abraham Kuhn
            |                |     __|______________________|_________
Lehman-Stern, New Orleans   Jacob Schiff/Theresa Loeb  Nina Loeb/Paul Warburg
- -------------------------  |       |                      |
             |               | Mortimer Schiff        James Paul Warburg
_____________|_______________/       |
|            |          |   |        |
Mayer Lehman |     Emmanuel Lehman    \
|            |          |              \
Herbert Lehman     Irving Lehman        \
|            |          |                \
Arthur Lehman \    Phillip Lehman     John Schiff/Edith Brevoort Baker
              /         |             Present Chairman Lehman Bros
             /  Robert Owen Lehman    Kuhn Loeb - Granddaughter of
            /           |             George F. Baker
           |           /               |
           |          /                |
           |         /           Lehman Bros Kuhn Loeb (1980)
           |        /                  |
           |       /             Thomas Fortune Ryan
           |      |                    |
           |      |                    |
      Federal Reserve Bank Of New York |
           ||||||||                    |
  ______National City Bank N. Y.       |
  |        |                           |
  |   National Bank of Commerce N.Y ---|
  |        |                            \
  |   Hanover National Bank N.Y.         \
  |        |                              \
  |   Chase National Bank N.Y.             \
  |                                        |
  |                                        |
Shareholders - National City Bank - N.Y.   |
- ---------------------------------------  |
  |                                        /
James Stillman                            /
Elsie m. William Rockefeller             /
Isabel m.  Percy Rockefeller            /
William Rockefeller          Shareholders - National Bank of Commerce N. Y.
J. P. Morgan                 -----------------------------------------------
M.T. Pyne                    Equitable Life - J.P. Morgan
Percy Pyne                   Mutual Life - J.P. Morgan
J.W. Sterling                H.P. Davison - J. P. Morgan
NY Trust/NY Edison           Mary W. Harriman
Shearman & Sterling          A.D. Jiullard - North British Merc. Insurance
|                            Jacob Schiff
|                            Thomas F. Ryan
|                            Paul Warburg
|                            Levi P. Morton - Guaranty Trust - J. P. Morgan
|
|
Shareholders - First National Bank of N.Y.
- -------------------------------------------
J.P. Morgan
George F. Baker
George F. Baker Jr.
Edith Brevoort Baker
US Congress - 1946-64
|
|
|
|
|
Shareholders - Hanover National Bank N.Y.
- ------------------------------------------
James Stillman
William Rockefeller
|
|
|
|
|
Shareholders - Chase National Bank N.Y.
- ---------------------------------------
George F. Baker

Chart 2

Source: ** Federal Reserve Directors: A Study of Corporate and Banking Influence ** – - Published 1983

The J. Henry Schroder Banking Company chart encompasses the entire history of the twentieth century, embracing as it does the program (Belgium Relief Commission) which provisioned Germany from 1915-1918 and dissuaded Germany from seeking peace in 1916; financing Hitler in 1933 so as to make a Second World War possible; backing the Presidential campaign of Herbert Hoover ; and even at the present time, having two of its major executives of its subsidiary firm, Bechtel Corporation serving as Secretary of Defense and Secretary of State in the Reagan Administration.

The head of the Bank of England since 1973, Sir Gordon Richardson, Governor of the Bank of England (controlled by the House of Rothschild) was chairman of J. Henry Schroder Wagg and Company of London from 1963-72, and director of J. Henry Schroder, New York and Schroder Banking Corporation, New York, as well as Lloyd’s Bank of London, and Rolls Royce. He maintains a residence on Sutton Place in New York City, and as head of “The London Connection,” can be said to be the single most influential banker in the world.

                               J. Henry Schroder
                               -----------------
                                      |
                                      |
                                      |
                          Baron Rudolph Von Schroder
                           Hamburg - 1858 - 1934
                                      |
                                      |
                                      |
                            Baron Bruno Von Schroder
                            Hamburg - 1867 - 1940
 F. C. Tiarks                         |
 1874-1952                            |
     |                                |
 marr. Emma Franziska                 |
 (Hamburg)                    Helmut B. Schroder
 J. Henry Schroder 1902               |
 Dir. Bank of England                 |
 Dir. Anglo-Iranian                   |
 Oil Company         J. Henry Schroder Banking Company N.Y.
                                      |
                                      |
                       J. Henry Schroder Trust Company N.Y.
                                      |
                                      |
                                      |
                   ___________________|____________________
                  |                                        |
            Allen Dulles                              John Foster Dulles
          Sullivan & Cromwell                        Sullivan & Cromwell
          Director - CIA                             U. S. Secretary of State
                                                     Rockefeller Foundation
 Prentiss Gray
 ------------
Belgian Relief Comm.                     Lord Airlie
Chief Marine Transportation              -----------
US Food Administration WW I          Chairman; Virgina Fortune
Manati Sugar Co. American &          Ryan daughter of Otto Kahn
British Continental Corp.            of Kuhn,Loeb Co.
       |                                    |
       |                                    |
 M. E. Rionda                               |
 ------------                               |
Pres. Cuba Cane Sugar Co.                   |
Manati Sugar Co. many other                 |
sugar companies.                     _______|
       |                            |
       |                            |
 G. A. Zabriskie                    |
 ---------------                    |                Emile Francoui
Chmn U.S. Sugar Equalization        |                --------------
Board 1917-18; Pres Empire          |            Belgian Relief Comm. Kai
Biscuit Co., Columbia Baking        |            Ping Coal Mines, Tientsin
Co. , Southern Baking Co.           |            Railroad,Congo Copper, La
                                    |            Banque Nationale de Belgique
             Suite 2000 42 Broadway | N. Y                      |
          __________________________|___________________________|
         |                          |                           |
         |                          |                           |
    Edgar Richard            Julius H. Barnes             Herbert Hoover
    -------------            ----------------             --------------
Belgium Relief Comm         Belgium Relief Comm       Chmn Belgium Relief Com
Amer Relief Comm            Pres Grain Corp.           U.S. Food Admin
U.S. Food Admin             U.S. Food Admin           Sec of Commerce 1924-28
1918-24, Hazeltine Corp.    1917-18, C.B Pitney       Kaiping Coal Mines
   |                        Bowes Corp, Manati        Congo Copper, President
   |                        Sugar Corp.                  U.S. 1928-32
   |
   |
   |
John Lowery Simpson
- -------------------
Sacramento,Calif Belgium Relief                       |
Comm. U. S. Food Administration             Baron Kurt Von Schroder
Prentiss Gray Co. J. Henry Schroder         -----------------------
Trust, Schroder-Rockefeller, Chmn         Schroder Banking Corp. J.H. Stein
Fin Comm, Bechtel International           Bankhaus (Hitler's personal bank
Co. Bechtel Co. (Casper Weinberger        account) served on board of all
Sec of Defense, George P. Schultz         German subsidiaries of ITT . Bank
Sec of State (Reagan Admin).              for International Settlements,
            |                             SS Senior Group Leader,Himmler's
            |                             Circle of Friends (Nazi Fund),
            |                             Deutsche Reichsbank,president
            |
            |
Schroder-Rockefeller & Co. , N.Y.
- ---------------------------------
Avery Rockefeller, J. Henry Schroder
Banking Corp., Bechtel Co., Bechtel
International Co. , Canadian Bechtel
Company.          |
                  |
                  |
                  |
         Gordon Richardson
         -----------------
Governor, Bank of England
1973-PRESENT C.B. of J. Henry Schroder N.Y.
Schroder Banking Co., New York, Lloyds Bank
Rolls Royce

Chart 3

Source: ** Federal Reserve Directors: A Study of Corporate and Banking Influence ** – - Published 1976

The David Rockefeller chart shows the link between the Federal Reserve Bank of New York, Standard Oil of Indiana, General Motors and Allied Chemical Corportion (Eugene Meyer family) and Equitable Life (J. P. Morgan).

DAVID ROCKEFELLER
- ----------------------------
Chairman of the Board
Chase Manhattan Corp
      |
      |
______|_______________________
Chase Manhattan Corp.        |
Officer & Director Interlocks|---------------------
------|-----------------------                    |
      |                                           |
Private Investment Co. for America       Allied Chemicals Corp.
      |                                           |
Firestone Tire & Rubber Company          General Motors
      |                                           |
Orion Multinational Services Ltd.        Rockefeller Family & Associates
      |                                           |
ASARCO. Inc                              Chrysler Corp.
      |                                           |
Southern Peru Copper Corp.               Intl' Basic Economy Corp.
      |                                           |
Industrial Minerva Mexico S.A.           R.H. Macy & Co.
      |                                           |
Continental Corp.                        Selected Risk Investments S.A.
      |                                           |
Honeywell Inc.                           Omega Fund, Inc.
      |                                           |
Northwest Airlines, Inc.                 Squibb Corporation
      |                                           |
Northwestern Bell Telephone Co.          Olin Foundation
      |                                           |
Minnesota Mining & Mfg Co (3M)           Mutual Benefit Life Ins. Co. of NJ
      |                                           |
American Express Co.                            AT & T
      |                                           |
Hewlett Packard                          Pacific Northwestern Bell Co.
      |                                           |
FMC Corporation                          BeachviLime Ltd.
      |                                           |
Utah Intl' Inc.                          Eveleth Expansion Company
      |                                           |
Exxon Corporation                        Fidelity Union Bancorporation
      |                                           |
International Nickel/Canada              Cypress Woods Corporation
      |                                           |
Federated Capital Corporation            Intl' Minerals & Chemical Corp.
      |                                           |
Equitable Life Assurance Soc U.S.        Burlington Industries
      |                                           |
Federated Dept Stores                    Wachovia Corporation
      |                                           |
General Electric                         Jefferson Pilot Corporation
      |                                           |
Scott Paper Co.                          R. J. Reynolds Industries Inc.
      |                                           |
American Petroleum Institute             United States Steel Corp.
      |                                           |
Richardson Merril Inc.                   Metropolitan Life Insurance Co.
      |                                           |
May Department Stores Co.                Norton-Simon Inc.
      |                                           |
Sperry Rand Corporation                  Stone-Webster Inc.
      |                                           |
San Salvador Development Company         Standard Oil of Indiana

Chart 4

** Federal Reserve Directors: A Study of Corporate and Banking Influence ** – - Published 1976

This chart shows the interlocks between the Federal Reserve Bank of New York J. Henry Schroder Banking Corp., J. Henry Schroder Trust Co., Rockefeller Center, Inc., Equitable Life Assurance Society ( J.P. Morgan), and the Federal Reserve Bank of Boston.

 Alan Pifer, President
 Carnegie Corporation
 of New York
- ----------------------
         |
         |
- ----------------------
 Carnegie Corporation
 Trustee Interlocks      --------------------------
----------------------                            |
         |                                        |
Rockefeller Center, Inc                 J. Henry Schroder Trust Company
         |                                        |
The Cabot Corporation                   Paul Revere Investors, Inc.
         |                                        |
Federal Reserve Bank of Boston          Qualpeco, Inc.
         |
Owens Corning Fiberglas
         |
New England Telephone Co.
         |
Fisher Scientific Company
         |
Mellon National Corporation
         |
Equitable Life Assurance Society
         |
Twentieth Century Fox Corporation
         |
J. Henry Schroder Banking Corporation

 

Chart 5

Source: ** Federal Reserve Directors: A Study of Corporate and Banking Influence ** – - Published 1976

This chart shows the link between the Federal Reserve Bank of New York, Brown Brothers Harriman,Sun Life Assurance Co. (N.M. Rothschild and Sons), and the Rockefeller Foundation.

Maurice F. Granville
Chairman of The Board
Texaco Incorporated
- ----------------------
        |
        |
Texaco Officer & Director Interlocks  ---------- Liggett & Myers, Inc.
- ------------------------------------         |
        |                                      |
        |                                      |
 L  Arabian American Oil Company            St John d'el Ray Mining Co. Ltd.
 O      |                                      |
 N  Brown Brothers Harriman & Co.           National Steel Corporation
 D      |                                      |
 O  Brown Harriman & Intl' Banks Ltd.       Massey-Ferguson Ltd.
 N      |                                      |
    American Express                        Mutual Life Insurance Co.
        |                                      |
 N. American Express Intl' Banking Corp.    Mass Mutual Income Investors Inc.
 M.     |                                      |
    Anaconda                                United Services Life Ins. Co.
 R      |                                      |
 O  Rockefeller Foundation                  Fairchild Industries
 T      |                                      |
 H  Owens-Corning Fiberglas                 Blount, Inc.
 S      |                                      |
 C  National City Bank (Cleveland)          William Wrigley Jr. Co
 H      |                                      |
 I  Sun Life Assurance Co.                  National Blvd. Bank of Chicago
 L      |                                      |
 D  General Reinsurance                     Lykes Youngstown Corporation
        |                                      |
    General Electric (NBC)                  Inmount Corporation

** Source: Federal Reserve Directors: A Study of Corporate and Banking Influence. Staff Report,Committee on Banking,Currency and Housing, House of Representatives, 94th Congress, 2nd Session, August 1976.
===

Wednesday, December 12, 2012       13:59 WIB  

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Pemerintah_Intervensi_Soal_Kisruh_Bumi_Plc_&level2=newsandopinion&level3=&level4=stocks&id=1772580#.UvNItvuN6So

Pemerintah Intervensi Soal Kisruh Bumi Plc



Jakarta – Terkuaknya adanya pencurian dokumen dengan menyusupi dan merusak email milik Chairman Bumi Plc Samin Tan, mendapatkan respon serius dari pemerintah. Pasalnya, akibat kasus tersebut menuai kekisruhan di Bumi Plc, BUMI [308 0 (+0,0%)] dan Nathanael (Nath) Rotchschild.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan mengenai hal tersebut. “Kita dapat laporan ada yang meng-hack email BUMI [308 0 (+0,0%)], sedang kita tindak lanjuti,” kata Tifatul di Jakarta, Selasa (11/12).

Sebagai informasi, lewat penyelidikan oleh Context, sebuah perusahaan keamanan informasi. Terungkap, email milik Chairman Bumi Plc, Samin Tan dijebol dan komputernya disusupi pihak lain. Pelakunya diketahui memakai nama Steve.

Dijelaskan, pelaku berpura-pura mengirim email dengan dalih akan menulis artikel mengenai Chairman Bumi Plc itu di Wikipedia. Email tersebut belakangan diketahui dan merupakan malware. Dari email itulah kemudian komputer Samin Tan disusupi dan data-datanya dicuri kemudian dipublikasikan melalui internet. Akibatnya, data-data rahasia mengenai Bumi PLc dan korespondensi Samin Tan diketahui publik.

Hasil penyelidikan oleh Context tersebut diungkap jelas dalam dokumen hasil penyelidikan berjudul “Project MASON” yang ditulis oleh Stuart McKenzie bernomor referensi 20121126-CTX-MASON-Incident Response tertanggal 29 November 2012 itu mengungkapkan bahwa komputer milik Chairman Bumi Plc, Samin Tan telah disusupi pihak-pihak tertentu yang berniat mencuri data-data penting terkait Samin Tan maupun Bumi Plc.

Pencurian dan penyusupan komputer milik Samin Tan ini mirip sekali dengan yang dialami Grup Bakrie, pemilik 23,8% saham di Bumi Plc. Yakni, server email dan telepon Grup Bakrie disadap oleh seseorang pada 11 Oktober 2012, atau sehari sebelum 16 anggota dewan direksi Bumi Plc di lantai delapan Hotel Orchard Mandarin, Singapura.

Tujuannya, memenangkan kompetisi secara tidak jujur dan ilegal. Nama-nama yang dicurigai terlibat dalam penyadapan itu kemudian dilaporkan unit cyber crime Mabes Polri.

Context memang belum menemukan siapa di belakang Steve dan siapa yang menjadi dalangnya. Namun, kecurigaan terfokus pada Nathaniel Philip Victor James Rothschild, pemilik 11,7% saham di Bumi Plc. Diaman dia diduga berada di balik semua ini.

Cara Licik Nath

Hal senada juga disampaikan juru bicara Grup Bakrie, Chris Fong, Nathanael Rotchschild diduga telah meretas dokumen di grup Bakrie dan Grup Borneo untuk kemudian dipalsukan untuk merusak Bumi Plc.

Dokumen curian dan palsu itulah yang digunakan Nath untuk mendorong adanya audit investigasi terhadap transaksi yang terjadi di BUMI [308 0 (+0,0%)] dan BRAU [183 8 (+4,6%)], “Dokumen yang ditujukan kepada jajaran direktur independen Bumi Plc yang mengarah pada penyelidikan Macfarlane telah dicuri atau di hack dan dipalsukan. Seolah-olah informasi itu berasal dari “whistleblower”. Padahal, whistleblower-nya adalah Nath Rothschild sendiri. Nath harus menjelaskan dari mana dia memperoleh dokumen tersebut,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Chris mengatakan, selama ini Nath Rothschild telah dan terus berbohong mengenai keadaan investasi Vallar Plc yang sebenarnya di Bumi Resources Tbk (BUMI) [308 0 (+0,0%)] dan Berau Coal Tbk (BRAU) [183 8 (+4,6%)]
Dia juga telah menyesatkan para pemegang saham dan pasar dengan informasi palsu yang berasal dari dokumen yang dicuri. “Tujuan utama Nath adalah untuk menguasai aset-aset Bumi Plc yang merupakan aset strategis di Indonesia, yaitu BUMI [308 0 (+0,0%)] dan BRAU [183 8 (+4,6%)]. Selama ini Nath selalu berusaha merusak tata kelola perusahaan di Bumi Plc demi kepentingan pribadi. Dan itu merupakan cara Nath untuk menguasai aset-aset Bumi Plc. Jadi sumber masalah utama di Bumi Plc adalah Nath Rothschild,” jelas Chris. (bani)

http://www.neraca.co.id/2012/12/11/pemerintah-intervensi-soal-kisruh-bumi-plc/

TULISAN INI AKAN MENGUNGKAP KEBUSUKAN DAN RAHASIA GEDUNG PUTIH ATAS NEGARA NEGARA ISLAM DI DUNIA, TERMASUK INDONESIA. YAH INDONESIA SAUDARAKU...

MEREKA TERNYATA PENJAHAT YANG MENEBARKAN POLITIK ADU DOMBA, MEREKA TELAH ADA DAN IKUT CAMPUR DALAM PEMERINTAHAN INDONESIA JAUH SEBELUM NEGARA INI BERDIRI. YAITU KETIKA PASUKAN VOC MENDARAT DI BATAVIA DI ABAD KE-16 DULU....


SUBHANALLOH... SILAHKAN BACA SELENGKAPNYA

Di negeri ini, tentara bayaran (mercenaries) memiliki catatan sejarah yang panjang. Walau minim publikasi, para mercenaries ini sebenarnya sudah bermain di Nusantara bersamaan waktunya dengan pendaratan pasukan kolonial VOC di abad ke-16.

Kala itu, Rothschild senior dari Bavaria — kini dikenal sebagai Jerman—telah memiliki bisnis tentara bayaran dan menyewakan banyak personil ke pihak negara-negara kolonial seperti Inggris dan Belanda.

Sekadar untuk diketahui, tentara bayaran modern merupakan salah satu warisan dari tradisi Knights Templar di abad ke-12, saat mereka masih menjadi ordo khusus militer di Yerusalem saat Perang Salib. Warisan ini kemudian diteruskan oleh para pemuka Yahudi dan salah satunya dikelola oleh Rothschild. Guna mendapatkan laba yang banyak, maka mereka menimbulkan konflik di mana-mana.

Dan sejak dulu hingga kini, di mana ada konflik maka bisnis tentara bayaran akan mendapat keuntungan besar. Jika tidak ada konflik, maka mereka akan sekuat tenaga menciptakannya. Hukum ini berlaku dari dulu hingga sekarang.

Pasukan yang menyertai dan mengawal maskapai pedagangan Hindia Belanda (VOC) kebanyakan merupakan tentara bayaran. VOC sendiri merupakan maskapai perdagangan internasional Yahudi pertama yang dimiliki para pengusaha Yahudi Belanda. Jadi, hal wajar bila maskapai perdagangan Yahudi menggunakan jasa bisnis tentara bayaran yang dikelola oleh tokoh Yahudi Internasional seperti halnya Rothschild.

Salah satu tentara bayaran legendaris dunia yang pernah dipakai penjajah kolonialis di Indonesia adalah tentara Gurkha dari Nepal. Inggris menggunakan tentara bayaran ini sampai sekarang dan senantiasa memasangkannya secara tandem dengan unit SAS, unit pasukan elit Inggris.


Tentara KNIL di Membantai rakyat Aceh

Selain Gurkha, Marsose yang merupakan pasukan khusus infanteri Belanda tatkala menghadapi Mujahidin Aceh juga bisa dianggap sebagai tentara bayaran. Personel pasukan Marsose banyak yang diambil dari tenaga-tenaga lokal dari suku Jawa dan dilatih oleh Belanda serta mendapat upah. Mereka bekerja dan loyal kepada Belanda karena mendapat upah.

Kasus Allan Pope

Riwayat tentara bayaran AS di Indonesia yang sempat terekam dalam sejarah bisa jadi hanya kita dapatkan dalam peristiwa ditembak jatuhnya sebuah pesawat Amerika yang dipiloti Allan Pope dalam peristiwa Pemberontakan Permesta. Agen CIA sekaligus tentara bayaran ini berhasil ditangkap hidup-hidup oleh tentara Republik.

Mengutip situs Angkasa online (September 1999), peristiwa ditangkapnya Allan Pope tak bisa lepas dari heroisme Kapten Udara Ign. Dewanto: “Apron Liang, 18 Mei 1958. Kapten Udara Ignatius Dewanto tengah bersiap di kokpit P-51 Mustang.

Pagi itu, dia ditugaskan menyerang pangkalan udara Aurev (Angkatan Udara Revolusioner, AU Permesta) di Sulawesi Utara. Roket-roket menggantung di sayap pesawat, seperti tak sabar menyiulkan nyanyian kematian. Saat itulah, hanya beberapa saat sebelum Dewanto take off menuju Manado, sebuah berita memaksanya membatalkan serangan ke Manado dan harus mengarahkan pesawat ke Ambon. Apa yang terjadi? Ambon dibom B-26 Invader Aurev! Aurev merupakan Angkatan Udara Revolusioner milik pemberontak Permesta.

Mesin segera dihidupkan. Empat bilah baling-baling memutar mesin Rolls-Royce Merlin berkekuatan 1. 590 tenaga kuda. Dewanto lepas landas dan seperti tidak sabar, memacu pesawatnya. Ketika di udara, Dewanto mendapatkan Ambon mengepulkan asap di mana-mana. Puing-puing berserakan, menandakan baru saja mendapat serangan udara. Berputar sejenak, B-26 tak kunjung terlihat. Pesawat kemudian diarahkannya ke barat. Ferry tank dilepas untuk menambah kelincahan pesawat.

Dewanto terbang rendah. Berbarengan saat pandangannya tertumbuk ke konvoi kapal ALRI, sekelebat dilihatnya sebuah pesawat. "B-26, " gumamnya. Celaka, pesawat buruannya ternyata tengah melaju ke arah konvoi kapal. Dewanto menambah kecepatan, mengejar. Dia beruntung, karena persis berada di belakang B-26. Walau sempat ragu karena posisi musuh tepat antara kapal dan dia, Dewanto langsung melontarkan roketnya. Satu, dua, tiga roket, semua luput. Tak satupun mengenai sasaran. Dalam waktu yang begitu cepat, disusulnya dengan rentetan senapan mesin 12, 7. Dewanto yakin, tembakannya menghantam sasaran.

Saat bersamaan, dari bawah KRI Sawega tak ketinggalan. Bofors, Oerlikon, 12.7, water mantle 7.62, menyalak berbarengan. Tak ketinggalan pasukan di geladak, menembakkan senjata yang kebetulan ada di tangan mereka. "Pesawat musuh kena, " teriak personil yang ada di atas kapal. Alhasil, B-26 yang diterbangkan seorang serdadu bayaran bernama Allen Lawrence Pope beserta juru radio Hary Rantung (desertir AURI), terbakar dan tercebur ke laut. Pope tertangkap dan diadili.

Tahun 1996, dalam peristiwa pembebasan Tim Ekspedisi Lorents 95 di Mapenduma, Kopassus juga dikabarkan dibantu sejumlah personil tentara bayaran dan unit SAS Inggris, dalam menghadapi OPM pimpinan Kelly Kwalik sehingga bisa membebaskan 11 orang sandera dan ‘hanya’ menelan korban 2 orang sandera.

Bosnia dan Palestina

Kabar tentang keterlibatan tentara bayaran juga berhembus dari bumi Bosnia Herzegovina dan Palestina. Di Bosnia, sejumlah PMC juga diberitakan mendapat proyek besar, antara lain Vinnel Corporation. Beberapa PMC diyakini juga ikut dalam proyek militer ini namun tidak dipaparkan secara jelas data-datanya.

Di Palestina juga demikian. Namun untuk di bumi para Nabi ini, proyek-proyek yang dikucurkan kepada PMC-PMC AS kebanyakan berupa pembangunan infrastruktur sipil mapun militer, seperti pembangunan tembok pembatas, rumah susun, pangkalan militer, penyediaan alat-alat berat, dan sebagainya. Di Palestina, PMC-PMC AS tidak secara langsung menerjunkan personil mercenariesnya.
Namun ada pula kabar yang belum bisa dikonfirmasi kepastiannya tapi diungkap oleh sejumlah orang yang pernah mengunjungi Palestina, bahwa tentara-tentara Zionis-Israel yang ada di Palestina itu, ada yang bukan warga setempat, melainkan sesungguhnya berasal dari kesatuan-kesatuan tentara reguler dari negara-negara Barat, yang setibanya di Palestina mengganti seragamnya dengan seragam Israeli Defence Force (IDF). Mereka juga dibayar sesuai dengan proyek-proyeknya. Hanya saja, yang belakangan ini sulit sekali untuk mencari data-datanya yang akurat.

Bisnis Tentara Bayaran yang menjadi salah satu unggulan PMC-PMC AS dan Barat, dan proyeknya di Dunia Islam, merupakan lahan yang sangat subur untuk menangguk keuntungan. Bisnis ini dipercaya banyak kalangan akan terus bertahan, dan bahkan bertambah subur di kemudian hari.

Wallahu’alam bishawab.

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA DAN MEMAHAMI SEJARAH PENTING INI, SAYA HARAPKAN SEKARANG TUGAS ANTUM UNTUK MENYEBARKAN ARTIKEL INI KE SELURUH TEMAN ANTUM. 

Bisnis di Indonesia, Rothschild pantau politik Indonesia

Sabir Laluhu
Selasa,  7 Januari 2014  −  03:06 WIB
Bisnis di Indonesia, Rothschild pantau politik Indonesia
Politikus PDIP Emir Moeis (Dok SINDOphoto)
Sindonews.com - http://international.sindonews.com/read/2014/01/06/13/824122/bisnis-di-indonesia-rothschild-pantau-politik-indonesia
Perusahaan asal Amerika Serikat selalu memantau peta bisnis dan politik yang terjadi di Indonesia untuk kelanggengan usaha mereka. Salah satunya adalah Alstom Power Incorporate (Alstom Power Inc).

Penegasan itu disampaikan mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT Alstom Power ESI Eko Suliyanto yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan terdakwa mantan Ketua Komisi VIII DPR (Komisi Energi) Izendrik Emir Moeis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (6/1/2014).

Awalnya, Eko menyampaikan, PT Alstom Power ESI merupakan perusahaan patungan yang kepemilikan sahamnya terdiri dari Alstom Inc Amerika sebesar 80 persen sedangkan 20 persen milik Indonesia yakni PT Pal dan PT Barata.

Eko yang sudah pensiun dari jabatannya sejak 30 September 2013 menerangkan, dirinya memang sering berkomunikasi dengan Vice Director of Regional Sales sekaligus Director Asia Pasific Alstom Power Inc David Gerald Rothschild untuk pengembangan proyek energi dan ketenagalistrikan.

Karenanya Alstom Inc ingin berhubungan dengan pejabat dan orang parlemen. Termasuk kepada Emir, mantan Bendahara Umum PDIP itu.

"Itu otomatis. Perlu saya sampaikan bahwa perusahaan-perusahaan di Amerika itu selalu mengikuti perkembangan perpolitikan dan bisnis di Indonesia. Terutama yang berkaitan dengan energi ini," ujar Eko.

Karena itu untuk kepentingan bisnis dan keikutserataan konsorsium Alstom Inc yang terdiri dari Alstom Power Inc Marubeni Incorporate (Marubeni Inc) Jepang, dan Alstom Power ESI dirinya berkomunikasi dengan David Rothschild untuk mencari orang yang bisa dihubungkan di parlemen.

"Kemudian kita melihat bahwa secara pribadi Pak Emir paling menonjol seperti di rapat-rapat dan RDP. Saya membuat profil Pak Emir, saya kirim ke Dav (David Rothschild)," tandasnya.


Emir Moeis sudah didakwa menerima suap USD423.985 dan bunganya yakni yang di total keseluruhan USD424.100 atau lebih dari Rp5 miliar dari Alstom Power Incorporate (Alstom Power Inc) Amerika Serikat dan Marubeni Incorporate (Marubeni Inc) Jepang dalam pengurusan pemenangan tender Proyek Pembangunan PLTU Tarahan Lampung 2004.

Uang tunai dan bunganya itu diterima Emir melalui Presiden Pasific Resources Inc Pirooz Muhammad Sarafi. Pemberian fee untuk terdakwa dari Alstom dan Marubeni diterima melalui transfer oleh Pirooz.

Pirooz kemudian mentransfer kepada terdakwa melalui rekening PT ANU di Bank Century Plaza Senayan dengan dicairkan oleh staf Emir, Zuliansyah Putra Zulkarnain.

Zuliansyah melakukan beberapa kali penarikan dan menyerahkan secara tunai kepada terdakwa atau menyetor ke rekening terdakwa Bank Century dengan nomor rekening 1022000023814002. Perbuatan terdakwa menerima uang sebesar USD423.985 berikut bunganya berhubungan dengan jabatan terdakwa.

Untuk pemulusan proyek, Emir bahkan melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah pihak. Di antaranya, awal 2002, Vice Director of Regional Sales Alstom Power Inc David Gerald Rothschild (sudah ditahan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada November 2012, pemberitaan SINDO/Sindonews sebelumnya) melalui Direktur Pengembangan Alstom Indonesia Eko Sulianto menemui Emir Moeis untuk mememinta bantuan memenangkan konsorsium Alstom Power Inc dalam proyek itu.

Kemudian, pada Desember 2002 Emir melakukan pertemuan-pertemuan di luar negeri dengan pihak Alstom Power Inc atas biaya dari perusahaan tersebut.

Pertama, pertemuan dengan Frederic Pierucci selaku Director Regional Sales and Marketing Alstom Power Inc (sudah ditangkap oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada pada Minggu 14 April 2013 malam, pemberitaan SINDO/Sindonews sebelumnya), Pirooz, dan beberapa pihak perusahaan tersebut di Paris, Prancis.

Yang kedua, pertemuan Terdakwa Emir dengan David, William Pomponi, dan Pirooz di Washington DC, Amerika Serikat.


Baca berita:
Urus PLTU Tarahan, Emir melancong ke Prancis & Amerika


Baca berita:
Urus PLTU Tarahan, Emir melancong ke Prancis & Amerika

Bisnis di Indonesia, Rothschild pantau politik Indonesia

Sabir Laluhu
Selasa,  7 Januari 2014  −  03:06 WIB
Bisnis di Indonesia, Rothschild pantau politik Indonesia
Politikus PDIP Emir Moeis (Dok SINDOphoto)
Sindonews.com - http://international.sindonews.com/read/2014/01/06/13/824122/bisnis-di-indonesia-rothschild-pantau-politik-indonesia
Perusahaan asal Amerika Serikat selalu memantau peta bisnis dan politik yang terjadi di Indonesia untuk kelanggengan usaha mereka. Salah satunya adalah Alstom Power Incorporate (Alstom Power Inc).

Penegasan itu disampaikan mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT Alstom Power ESI Eko Suliyanto yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan terdakwa mantan Ketua Komisi VIII DPR (Komisi Energi) Izendrik Emir Moeis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (6/1/2014).

Awalnya, Eko menyampaikan, PT Alstom Power ESI merupakan perusahaan patungan yang kepemilikan sahamnya terdiri dari Alstom Inc Amerika sebesar 80 persen sedangkan 20 persen milik Indonesia yakni PT Pal dan PT Barata.

Eko yang sudah pensiun dari jabatannya sejak 30 September 2013 menerangkan, dirinya memang sering berkomunikasi dengan Vice Director of Regional Sales sekaligus Director Asia Pasific Alstom Power Inc David Gerald Rothschild untuk pengembangan proyek energi dan ketenagalistrikan.

Karenanya Alstom Inc ingin berhubungan dengan pejabat dan orang parlemen. Termasuk kepada Emir, mantan Bendahara Umum PDIP itu.

"Itu otomatis. Perlu saya sampaikan bahwa perusahaan-perusahaan di Amerika itu selalu mengikuti perkembangan perpolitikan dan bisnis di Indonesia. Terutama yang berkaitan dengan energi ini," ujar Eko.

Karena itu untuk kepentingan bisnis dan keikutserataan konsorsium Alstom Inc yang terdiri dari Alstom Power Inc Marubeni Incorporate (Marubeni Inc) Jepang, dan Alstom Power ESI dirinya berkomunikasi dengan David Rothschild untuk mencari orang yang bisa dihubungkan di parlemen.

"Kemudian kita melihat bahwa secara pribadi Pak Emir paling menonjol seperti di rapat-rapat dan RDP. Saya membuat profil Pak Emir, saya kirim ke Dav (David Rothschild)," tandasnya.


Emir Moeis sudah didakwa menerima suap USD423.985 dan bunganya yakni yang di total keseluruhan USD424.100 atau lebih dari Rp5 miliar dari Alstom Power Incorporate (Alstom Power Inc) Amerika Serikat dan Marubeni Incorporate (Marubeni Inc) Jepang dalam pengurusan pemenangan tender Proyek Pembangunan PLTU Tarahan Lampung 2004.

Uang tunai dan bunganya itu diterima Emir melalui Presiden Pasific Resources Inc Pirooz Muhammad Sarafi. Pemberian fee untuk terdakwa dari Alstom dan Marubeni diterima melalui transfer oleh Pirooz.

Pirooz kemudian mentransfer kepada terdakwa melalui rekening PT ANU di Bank Century Plaza Senayan dengan dicairkan oleh staf Emir, Zuliansyah Putra Zulkarnain.

Zuliansyah melakukan beberapa kali penarikan dan menyerahkan secara tunai kepada terdakwa atau menyetor ke rekening terdakwa Bank Century dengan nomor rekening 1022000023814002. Perbuatan terdakwa menerima uang sebesar USD423.985 berikut bunganya berhubungan dengan jabatan terdakwa.

Untuk pemulusan proyek, Emir bahkan melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah pihak. Di antaranya, awal 2002, Vice Director of Regional Sales Alstom Power Inc David Gerald Rothschild (sudah ditahan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada November 2012, pemberitaan SINDO/Sindonews sebelumnya) melalui Direktur Pengembangan Alstom Indonesia Eko Sulianto menemui Emir Moeis untuk mememinta bantuan memenangkan konsorsium Alstom Power Inc dalam proyek itu.

Kemudian, pada Desember 2002 Emir melakukan pertemuan-pertemuan di luar negeri dengan pihak Alstom Power Inc atas biaya dari perusahaan tersebut.

Pertama, pertemuan dengan Frederic Pierucci selaku Director Regional Sales and Marketing Alstom Power Inc (sudah ditangkap oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada pada Minggu 14 April 2013 malam, pemberitaan SINDO/Sindonews sebelumnya), Pirooz, dan beberapa pihak perusahaan tersebut di Paris, Prancis.

Yang kedua, pertemuan Terdakwa Emir dengan David, William Pomponi, dan Pirooz di Washington DC, Amerika Serikat.


Baca berita:
Urus PLTU Tarahan, Emir melancong ke Prancis & Amerika


 


2 komentar:

  1. aya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















    Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

    BalasHapus
  2. HANDPHONE ORIGINAL TERPERCAYA. Nikmati Keuntungan Berbelanja Dengan Hrg Relatif Murah,Super Promo.Kami Menawarkan Berbagai Jenis Type HP,Laptop,Camera,dll,Garansi Resmi Distributor dan Garansi TAM ....
    Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya.
    BERMINAT HUB-SMS:0857-3112-5055 ATAU KLIK WEBSITE RESMI KAMI http://www.alpha-shopelektronik.blogspot.com/
    BlackBerry>Samsung>Nokia>smartfrend>Apple>Acer>Dell>Nikon>canon>DLL

    Dijual

    Ready Stock !
    BlackBerry 9380 Orlando - Black
    Rp.900.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Curve 8520 Gemini
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Bold 9780 Onyx 2
    Rp.800.000,-

    Ready Stock !
    Blackberry Curve 9320
    Rp.700.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Tab 2 (7.0)
    Rp. 1.000.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Nexus I9250 - Titanium Si
    Rp.1.500.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Note N7000 - Pink
    Rp.1.700.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia 800 - Matt Black
    Rp.1.700.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia-710-white
    Rp. 900.000,-

    Ready Stock !
    Nokia C2-06 Touch & Type - Dual GSM
    Rp.450.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia 710 - Black
    Rp. 900.000,-

    Smartfren Andromax Z
    Rp.1,500.000

    Smartfren Andromax U Limited Edition
    Rp.1.000.000

    Tablet Asus Eee Pad Slider SL 1O1
    Rp.2.000.000

    Tablet Asus Memo Pad ME172 V
    RP.800.000

    Lenovo ldea Pad B490
    Rp.2.000.000

    Lenovo think Pad edge A86
    RP.1.500.000

    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari XL) - Black
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari Telkomsel)
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPod Touch 4 Gen 8GB
    Rp.700.000

    Ready Stock !
    APPLE iPod Nano 8GB - Pink
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 4752-2332G50Mn Core i3 Win7 Home
    Rp 1.300.000

    Ready Stock !
    Acer Aspire S3-951-2364G34iss
    Rp. 1.200.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 5951G Core i7 2630 Win 7
    Rp. 2.500.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 4755G Core i5 2430 Win 7 Home Premium Green
    Rp. 2.500.000,-

    Ready Stock !
    Nikon D7000 kit 18-105mm
    Rp.1.700.000

    Ready Stock !
    Nikon D90 Kit 18-105mm Vr
    Rp 1.300.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix L 120 Red
    Rp. 900.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix P 500 Black
    Rp 1.000.000

    ALPHA SHOP
    alpha-shopelektronik.blogspot.com

    BalasHapus